Tag Archives: ethereum

Analis: Ethereum Mungkin Bisa Beri Banyak Untung Daripada Bitcoin

Ethereum saat ini tetap menjadi kripto yang populer setelah Bitcoin. Namun, cara kerjanya di market sangat berbeda dengan BTC. Saat membandingkan keduanya, Bitcoin kehilangan nilainya lebih cepat daripada ETH, dan karena itu kami bertanya, apakah ETH akan mengalahkan BTC?

Kami akan sedikit memberikan gambaran terkait perkembangan Ethereum dan Bitcoin di artikel ini. 2021 adalah tahun yang baik untuk Bitcoin dan bahkan ETH, tetapi saat 2022 dimulai, segalanya berubah, yang pertama turun, dan yang terakhir tetap stabil untuk sementara waktu.

Kami telah melihat Bitcoin menyalip ETH saat bull run. Menjadi rumit untuk membayangkan bahwa kita dapat menemukan ETH untuk mengambil alih posisi sebagai Raja Kripto.

Ethereum Bisa Lebih Untung Dibanding Bitcoin

Dikutip U.Today, ahli ekonomi makro, Alex Kruger, menjelaskan Bitcoin menjadi aset makro sejak lama, dan pedagang kripto dapat menggunakannya untuk berdagang Ethereum, yang bergerak sejalan dengan BTC dengan volatilitas yang lebih besar.

Ilustrasi Ethereum.
Ilustrasi Ethereum.

Baca juga: Daftar Lengkap 383 Aset Kripto Legal Terdaftar Bappebti di Indonesia

Kruger juga menyarankan bahwa Ethereum adalah beta BTC yang tinggi, sehingga aset menunjukkan pergerakan yang sama di market, tetapi dengan volatilitas yang lebih besar.

“Selama bull run, lebih bermanfaat untuk memiliki eksposur ke ETH daripada BTC karena yang pertama menunjukkan pengembalian yang lebih besar dibandingkan dengan emas digital,” kata Kruger.

Ethereum Merge Menarik Investor Institusional

Menjelang The Merge yang sangat ditunggu-tunggu, arus masuk institusional ke dalam produk Ethereum telah meningkat. Waktu The Merge telah menjadi rebutan bagi ekosistem Ethereum.

Baca juga: Data Baru Inflasi AS Dorong Market Kripto Reli Kencang, Tanda Bull Run?

Pengembang mengharapkannya sekitar 19 September, meskipun waktunya tidak konkret. Namun, dengan rincian sebelum fase pengujian akhir dari acara tersebut terungkap, perdagangan derivatif telah berbalik naik.

Kepala Riset CoinShares, James Butterfill, percaya telah terjadi perubahan dalam sentimen investor. Ia menyoroti bahwa investor institusional menumpuk taruhan mereka pada produk investasi berdasarkan Ethereum.

“Faktanya, mereka menyaksikan arus masuk sebesar US$ 16 juta yang mengarah ke arus masuk tujuh minggu berturut-turut dengan total US$ 159 juta. Institusi membanjiri Ethereum karena sentimen di sekitar aset kripto terbesar kedua di dunia itu melihat pembalikan positif yang dapat memacu perilaku pembelian lebih lanjut,” jelas Butterfill dikutip CryptoPotato.





Sumber : news.tokocrypto.com

Jadwal Baru Rilis Ethereum 2.0 dan Gas Fees Lebih Murah

Era baru Ethereum 2.0 mungkin akan datang lebih cepat dari yang diharapkan. Peningkatan Ethereum yang telah lama ditunggu-tunggu — dikenal sebagai The Merge — telah diumumkan akan terjadi lebih cepat dari jadwal sebelumnya.

Dilaporkan Decrypt, pengembang Ethereum telah mengumumkan proses migrasi jaringan blockchan ETH yang Proof-of-Work (PoW) menjadi Proof-of-Stake (PoS) akan terjadi pada 15 atau 16 September mendatang.

Pembaruan yang akan menyelesaikan perpindahan Ethereum ke mekanisme konsensus bukti kepemilikan ini pada awalnya diharapkan terjadi pada atau sekitar 19 September 2022.

Anthony Sassano, seorang “Ethereum educator” independen, yang ikut mendirikan situs web penelitian Ethereum EthHub, mengatakan di Twitter: “Penggabungan mainnet Ethereum telah dijadwalkan untuk sementara sekitar 15/16 September.”

Baca juga: Analis: Ethereum Mungkin Bisa Beri Banyak Untung Daripada Bitcoin

Era Baru ETH 2.0 Semakin Dekat

Ada dua langkah tersisa sampai Ethereum menyelesaikan peningkatannya: dikenal sebagai “Bellatrix” dan “Paris.” Pengembang ETH mengatakan bahwa “Bellatrix” akan berlangsung pada 6 September.

Bagian terakhir dari peningkatan, yang dikenal sebagai “Paris,” akan terjadi ketika tingkat hash Ethereum (ukuran kekuatan komputasi jaringan) mencapai tingkat tertentu. Itu saat ini diperkirakan akan terjadi pada 15 September.

Tapi ini bisa berubah dalam beberapa hari dan minggu mendatang, karena tingkat hash jaringan tidak konstan dan dapat meningkat atau menurun seiring waktu.

Ethereum 2.0: Ramah Lingkungan dan Lebih Cepat

Upgrade Ethereum ke ETH 2.0 berarti bahwa alih-alih menjadi blockchain Proof-of-Work, Ethereum akan menjadi Proof-of-Stake. Ini akan menghilangkan kebutuhan akan penambang. Validator akan menggantikan mereka dan menjaga keamanan jaringan dengan mengunci kripto asli jaringan, ETH.

Perubahan yang telah lama ditunggu-tunggu dan dibicarakan ini diharapkan membuat blockchain smart contract terkemuka di dunia lebih cepat, lebih terukur, dan jauh lebih hemat energi. Pada Konferensi Komunitas Ethereum di Prancis pada bulan Juli lalu, salah satu pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, mengatakan bahwa pembaruan jaringan berikut akan “bagus untuk desentralisasi”.

Perubahan ini juga diharapkan memiliki dampak deflasi pada ETH, karena mempertaruhkan kemungkinan akan memperlambat laju peningkatan pasokan ETH. Dan jika pertumbuhan pasokan melambat sementara permintaan meningkat, itu terbukti bermanfaat bagi investor Ethereum.

Ethereum 2.0: Gas Fees Murah

Buterin juga mengatakan biaya gas fees US$ 5 di Ethereum terlalu tinggi untuk beberapa negara. Ini adalah salah satu hal penting yang dapat diperbaiki oleh The Merge.

Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin bicara soal ETH 2.0..
Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin bicara soal ETH 2.0.

Baca juga: Daftar Lengkap 383 Aset Kripto Legal Terdaftar Bappebti di Indonesia

“Hari ini, dengan rollup, kadang-kadang sudah 25 sen, kadang-kadang kurang dari 25 sen. Dan jika Anda menganalisis apa yang akan terjadi sebagai hasil dari perbaikan, maka kita berbicara tentang biaya potensial mungkin US$ 0,05 sen, atau mungkin bahkan sebagai serendah US$ 0,002,” kata Buterin dikutip Kitco.

“Transaksi yang jauh lebih murah ke titik di mana transaksi on-chain akan menjadi terjangkau bagi banyak orang yang saat ini tidak terjangkau?”





Sumber : news.tokocrypto.com

Market Awal Pekan: Reli Market Kripto Mulai Lesu, Nasib BTC?

Pergerakan market aset kripto pada Senin (15/8) pagi mulai berbalik arah. Harga Bitcoin, Ethereum dan aset kripto utama lainnya terpantau melaju lesu. Harga BTC pun menurunkan kecepatan relinya dan belum berani untuk menembus mendekati harga US$ 25.000.

Melansir data CoinMarketCap pukul 09.00 WIB, 7 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kompak masuk tipis ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Hanya saja nilai Bitcoin (BTC) yang naik 1,12% ke US$ 24.853 dalam 24 jam terakhir. Nasib sama terjadi pada Ethereum (ETH) melonjak 0,53% ke US$ 1.998 di waktu yang sama.

Sejumlah altcoin lainnya mulai kehabisan bensin. Misalnya, nilai Binance Coin (BNB) dan Cardano (ADA) dan Solana (SOL) kompak turun dalam 24 jam terakhir di waktu bersamaan. Apa yang terjadi pada pergerakan market pagi ini?

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan pergerakan yang berbalik arah ini, dimulai setelah Bitcoin gagal mempertahankan posisi di atas US$ 25.000 pada akhir pekan lalu. Banyak yang menduga investor sudah siap untuk melakukan aksi ambil untung, jika BTC tembus area harga BTC US$ 25.000.

“Akibatnya, ketika tercapai, investor banyak yang memutuskan untuk tidak lagi melakukan akumulasi. Meski begitu, secara keseluruhan investor masih tetap memiliki selera untuk melakukan akumulasi kembali di market,” kata Afid.

Ilustrasi bear market
Ilustrasi bear market.

Baca juga: Event NFT Bira Siap Digelar, Ajang Kumpul Pegiat Web3 dan Blockchain

Optimis Indikator Ekonomi Lebih Baik

Afid menjelaskan salah satu faktor kuat market kripto bisa bergerak lebih baik, yaitu kepercayaan investor terhadap indikator ekonomi baru-baru ini, yang menunjukkan penurunan inflasi dan kemungkinan resesi yang lebih rendah.

Di samping itu, untuk pertama kali Bitcoin Fear and Greed index berhasil tembus posisi Netral sejak terakhir April 2022. Senin pagi ini, indeks kembali naik ke posisi Fear, tapi masih lebih baik dibanding seminggu terakhir.

Indikator lainnya, market kripto masih berpotensi bergerak lebih baik pekan ini adalah indeks BTC Dominance. Investor tampaknya lebih suka akumulasi altcoin ketimbang Bitcoin. Kini indeks dominasi BTC berada di angka 40,1%, menurun drastis dibanding dua bulan lalu, yakni 48%.

“Penyebabnya kemungkinan besar adalah disebabkan dari lonjakan harga Ethereum yang terjadi akibat rumor The Merger yang ditunggu-tunggu. Ethereum juga telah menyelesaikan penggabungan jaringan testnet terakhir, Goerli Rabu lalu,” jelas Afid.

Ilustrasi Shiba Inu.
Ilustrasi Shiba Inu.

Baca juga: Kenal Fear and Greed Index Crypto dan Cara Kerjanya

Altcoin Juara dan Analisis Gerak BTC

Afid mengatakan ada altcoin yang menarik perhatian di market pada Senin (16/8) pagi ini yaitu Dogecoin (DOGE), Shiba Inu (SHIB) dan Celcius (CEL). Betapa tidak, nilai DOGE naik 9,86%, SHIB melonjak 35,2% dan CEL tumbuh 16,77% dalam sehari terakhir.

Nilai SHIB terbang setelah terjadi SHIB burn sebanyak 292 juta keping pada Sabtu (13/8) lalu. Selain itu, market juga mengantisipasi game Shiba Eternity dari pengembang jaringan Shiba Inu. kemudian, Celcius melonjak akibat rumor desas-desus pengambilalihan pengelolaan token oleh Ripple yang ingin membeli aset Celsius Network.

Dari sisi analisis teknikal, Bitcoin sebenarnya punya potensi menguat sampai ke level US$ 25.568, jika berhasil melewati level resistensinya. Namun, jika BTC gagal menembus tingkat tersebut, maka titik support harian terdekat BTC berada di level US$ 22.530 dan US$ 21.317.

“Sementara, gerak Ethereum masih bisa optimis menembus target bullish selanjutnya berada di level US$ 2.009. Level support ETH di level US$ 1.745 untuk menahan laju penurunan harga ETH apabila terjadi,” pungkas Afid.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Sepekan: Reli Market Kripto Sedikit Tertahan, Apa Sebabnya?

Menjelang akhir pekan, market kripto malah melaju lesu, walaupun Ethereum masih terpantau kuat memasuki zona hijau. Secara keseluruhan investor dibuat bingung oleh sikap market kripto pekan ini. Apa faktornya?

Sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap terpantau menurun dan masuk ke zona merah pada perdagangan Jumat (12/8) pukul 13.00 WIB. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, nilai Bitcoin bertengger di harga US$ 23.990 atau turun 2,50% dalam 24 jam terakhir. Altcoin lainnya, Ethereum (ETH) masih kuat naik 1,12% ke US$ 1.901. Binance Coin (BNB), Solana (SOL) dan XRP anjlok lebih dari 1%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto mulai kehabisan bensin, walaupun masih dihujani segudang sentimen positif. Sejatinya, sentimen makroekonomi masih bisa menjadi angin segar bagi market kripto, setelah Departemen Ketenagakerjaan AS telah mengumumkan inflasi tahunan AS yang ternyata mengalami penurunan dari 9,1% kini hanya 8,5% pada Juli 2022. 

“Market tampak mulai goyah pada Jumat (12/8) pagi ini. Padahal jika dilihat dari sisi sentimen positif masih banyak yang bisa mendorong laju market ke reli selanjutnya. Terlebih indeks inflasi AS turun, data itu mengindikasikan bahwa siklus inflasi tinggi AS mungkin telah mencapai puncaknya, meski angka 8,5% masih jadi salah satu yang tertinggi,” kata Afid.

Ilustrasi aset kripto
Ilustrasi aset kripto

Baca juga: Jadwal Baru Rilis Ethereum 2.0 dan Gas Fees Lebih Murah

Ethereum Masih Kuat Reli?

Melihat data tersebut, investor bisa optimis bahwa siklus inflasi tinggi AS sudah mencapai puncaknya. Sehingga, berharap bank sentral AS, The Fed, mulai bersikap lunak dalam melakukan kebijakan suku bunganya. Namun, rupanya hal tersebut belum mampu membuat gerak laju market kuat naik.

Sementara dari sisi ekosistem, sentimen positif datang dari Ethereum yang Kamis (11/8) kemarin mengumumkan telah sukses menginstalasi pembaruan di salah satu jaringan uji cobanya bernama Goerli. Uji coba ini merupakan testnet paling akhir, sebelum jaringan utama Ethereum mengalami pembaruan bernama The Merge pada September mendatang.

“Suksesnya Goerli sedikit membantu harga ETH tidak terpengaruh market yang lesu. Walau alami sedikit kenaikan, ETH mampu bertahan dan sentimen positif ke depan bisa mendorong harganya,” ucap Afid.

Sentimen Negatif Bikin Market Lesu Pekan Ini

Afid menganalisa faktor utama yang membuat market lesu menjelang akhir pekan ke-2 Agustus ini adalah trader yang memulai masif melakukan aksi profit taking atau ambil untung, sehingga membuat investor lain menghentikan akumulasinya.

Ilustrasi bear market
Ilustrasi bear market.

Baca juga: Bos Apple: Investasi Kripto adalah Keputusan Masuk Akal dan Menarik

“Sayang banyak sentimen positif gagal menjadi berkah bagi market kripto. Banyak trader yang sepertinya bergerak cepat melakukan aksi profit taking, karena penguatan yang membuat harga aset kripto tinggi kemarin. Kuat diguaan, mereka melakukan aksi itu karena yakin harga aset kripto benar-benar telah mencapai titik bottom-nya,” terangnya.

Di sisi lain, market saham AS juga memiliki kinerja bervariasi, namun cenderung menurun. Hal ini terjadi karena kinerja saham-saham teknologi, seperti Alphabet, Meta Platforms, Apple, dan Microsoft alami penurunan. Ini juga yang membuat investor kurang berselera masuk ke market kripto.

Selain itu, ada sedikit penguatan nilai indeks dolar AS Jumat pagi ini yang menambah hantaman laju nilai aset kripto. Pergerakan nilai dolar AS dan aset kripto memang punya korelasi negatif yang kuat sejak Juli tahun lalu.

Ilustrasi Ethereum.
Ilustrasi Ethereum.

Baca juga: 5 Strategi Untung Investasi Kripto saat Sideways Market

Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum

Dari analisis teknikalnya, gerak level support Bitcoin berada pada resistance sebelumnya di level US$ 23.362 sebagai tahanan jika harga BTC meneruskan penurunannya. Namun, apabila harga Bitcoin pullback dan kembali naik, target kenaikan masih berada di level US$ 25.232.

Sementara, Ethereum masih mampu mempertahankan laju bullish-nya. Pergerakan harga ETH masih mencoba untuk breakout dari area supply yang menjadi kunci dan konfirmasi untuk kenaikan lebih lanjut. Jika harga ETH berhasil breakout, target bullish selanjutnya berada di level US$ 2.009. Level support kuat masih di US$1.745 untuk menahan laju penurunan harga ETH apabila terjadi koreksi.



Sumber : news.tokocrypto.com

Market Kripto Melaju Lesu, Ethereum Bisa Dorong Bull Run

Menjelang akhir pekan, market kripto melaju lesu, walaupun terpantau memasuki zona hijau. Secara keseluruhan market masih belum mampu bangkit, seperti pekan lalu di mana terjadi lonjakan harga yang signifikan.

Sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap melaju tipis ke zona hijau pada perdagangan Jumat (5/8) pukul 12.00 WIB. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, nilai Bitcoin berada di harga US$ 23.141 atau naik 0,09% dalam 24 jam terakhir. Altcoin lainnya, Ethereum (ETH) ikut naik 0,14% ke US$ 1.656. Binance Coin (BNB), Solana (SOL) dan XRP bisa naik lebih dari 1%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan gerak market masih sideways dan belum mampu melaju optimis untuk kenaikan harga, seperti pada pekan lalu. Pelemahan market kripto ini sudah bisa ditebak, karena reli yang terjadi beberapa hari ini didorong oleh technical rebound. 

“Pelemahan dan kenaikan tipis ini sudah diprediksi sebelumnya, karena adanya technical rebound di mana investor mulai lelah melakukan aksi jual dan kembali melancarkan aksi beli. Namun, ini akan terus berulang untuk menjaga level support tidak dapat ditembus, dan masih sulit untuk menerobos resistensinya,” kata Afid.

market aset kripto
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Peretasan Jaringan Wallet Solana Bisa Bikin Market Kripto Anjlok?

Di sisi lain, kenaikan harga ini juga semu lantaran tak disertai volume trading yang sepadan. Oleh karenanya, tak heran jika penguatan harga aset kripto diproyeksi hanya berada di rentang yang sempit dan tak bertahan lama.

Namun, apabila dilihat dari sisi sentimen, market kripto sejatinya sedang diselimuti banyak sentimen negatif yang membuat kepercayaan diri investor menurun. Seperti pernyataan The Fed yang terbilang plinplan.

“The Fed terlihat plinplan setelah beberapa pejabatnya yang berkomentar bahwa peluang membuka pelonggaran kebijakan moneter setelah September bisa sulit terjadi. Di samping itu juga rentetan kabar soal peretasan yang terjadi pada jaringan Solana dan Nomad yang mencuri perhatian investor,” terang Afid.

Sentimen Positif Ethereum Bisa Dorong Bull Market

Selain sentimen negatif, hal positif bisa datang dari ekosistem Ethereum. Faktanya, dalam dua momentum bull market terakhir, Ethereum jauh memimpin dibandingkan Bitcoin.

Afid melihat transisi Ethereum ke proof-of-stake (PoS) bisa menjadi pendorong utama untuk aksi bull run selanjutnya. Ethereum menjadi faktor utama dalam ledakan market kripto pada tahun 2017, di mana ICO (initial coin offering) banyak bermunculan menaikkan nilai pasar.

“Popularitas DeFi dan NFT di tahun 2021 juga melibatkan ekosistem Ethereum dan menjadi periode penting bagi momentum market kripto. Selanjutnya, siklus bakal terjadi ketika The Merge berhasil dilakukan pada September mendatang. ETH akan mendorong nilai altcoin lain sebelum proses migrasi dilakukan,” ucap Afid.

Ilustrasi Ethereum.
Ilustrasi Ethereum.

Baca juga: Bukan Saham, Ahli Ungkap Karakter Bitcoin Kini Mirip Obligasi dan Emas

Dari analisis teknikalnya saat ini, Ethereum sedang sideways dengan rentang harga di atas level support US$ 1.600. Level US$ 1.590 masih menjadi support terkuat untuk menahan laju penurunan harga ETH. 

Tetapi apabila pergerakan harga ETH berhasil pullback, maka supply area pada level US$ 1.739-US$ 1.916 masih menjadi target utama dalam kenaikan harga ETH. Dalam waktu dekat akan ada penggabungan testnet ketiga dan terakhir, Goerli, diharapkan terjadi pada 10 Agustus mendatang, bisa menggerakan harga ETH.

Sementara, analisis harga Bitcoin saat ini level resistensi berada pada harga US$ 23.223 dan support pada harga US$ 22.400. Level support US$ 21.978 menjadi pertahanan selanjutnya, apabila harga Bitcoin melanjutkan penurunannya. 



Sumber : news.tokocrypto.com

Market Awal Pekan: Gerak Kripto Optimis ke Zona Hijau

Pergerakan market aset kripto pada hari Senin (18/7) terpantau masih berenergi. Hal ini sudah berlangsung sejak pekan lalu, walaupun kemarin sempat terlihat kurang bergairah.

Melansir situs CoinMarketCap, Senin (18/7) pukul 11.00 WIB, ada 10 aset kripto big cap kompak naik ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Misalnya, nilai Bitcoin (BTC) naik 0,58% ke US$ 21.252 per keping dalam sehari terakhir.

Kemudian, Ethereum (ETH) naik 3,24% ke level US$ 1.402. Solana (SOL), Dogecoin (DOGE), Cardano (ADA) dan XRP mengalami kenaikan masing-masing 0,89, 0,29%, 0,42% dan 0,26%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan meskipun secara keseluruhan pergerakan market awal pekan ini kuat tipis menghijau, tapi harga aset bakal terus bergerak di rentang sempit sampai investor mendapat gambaran mengenai prospek ekonomi ke depan.

“Prospek ke depan tekanan di market kripto semakin berat setelah nilai Dolar AS semakin kuat sejak pekan lalu. Saat ini, investor menanti kepastian mengenai kenaikan suku bunga acuan yang akan dilakukan bank sentral AS, The Fed, demi menekan inflasi tanpa harus menimbulkan efek samping berupa resesi ekonomi. Terlebih inflasi AS bulan Juni masih sangat tinggi 9,1%. Jika merunut pada data historisnya, data inflasi AS selalu memukul kinerja pasar kripto,” kata Afid.

Ilustrasi bear market
Ilustrasi bear market.

Baca juga: Analis: Reli Bitcoin yang Eksplosif Sudah Dekat

Afid melanjutkan The Fed sendiri rencananya akan menggelar rapat bulanannya pada 26-27 Juli mendatang. Sehingga, pergerakan harga kripto bakal terbilang sideways setidaknya hingga The Fed mengumumkan kesimpulan rapat FOMC-nya bulan ini.

Di samping itu, optimisme investor semakin goyah menyusul deretan kabar buruk dari industri kripto global. Seperti, Celsius yang akhirnya mengajukan kebangkrutan ke pengadilan niaga New York dan OpenSea untuk memangkas 20% dari jumlah karyawannya.

“Selanjutnya, kabar dari Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang melarang warganya untuk memanfaatkan aset digital dan token utilitas sebagai alat pembayaran barang dan jasa di Rusia. Putin telah mengesahkan Undang-Undang yang melarang pembayaran digital di negara tersebut,” jelasnya.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.

Baca juga: Alasan Investasi Bitcoin Tetap Menarik untuk Jangka Panjang

Kendati demikian, bisa dibilang kondisi pasar kripto saat ini lebih sehat dibanding sebelum-sebelumnya. Sebab, pelaku pasar terpantau sangat reaktif terhadap kabar-kabar positif yang menyangkut jaringan blockchain. Seperti, Celsius melunasi utangnya ke dua platform keuangan terdesentralisasi, Compound dan Aave, serta kabar baik Ethereum siap upgrade jaringan di bulan September mendatang.

Sentimen positif lainnya ada di ekosistem kripto yang membuat market kembali tumbuh datang dari beberapa kabar, mulai dari Binance yang menyelesaikan burn periode triwulanan ke-20 dari token aslinya, BNB sekitar hampir 1,96 juta BNB (sekitar US$ 444,6 juta).

Selain itu ada Polygon Network yang memperluas cakupan infrastruktur Web3 miliknya dengan Walt Disney Company. Dampaknya nilai Polygon (MATIC) meroket 18,39% dalam 24 jam terakhir. Kemudian, platform Celsius dikabarkan juga telah melunasi utangnya kepada platform keuangan terdesentralisasi, Aave.

Analisis Harga Bitcoin dan Ethereum Pekan Ini

Khusus untuk analisis pergerakan Bitcoin sendiri, menurut Afid, kemungkinan besar pergerakan pada pekan ini masih dalam kisaran US$ 18.000 hingga US$ 22.000, setidaknya sampai investor memiliki tanda yang lebih jelas apakah The Fed dapat menekan inflasi tanpa membuat ekonomi global ke dalam resesi.

“Dari sisi teknikal, BTC saat ini memiliki titik support terdekat di level US$ 20.000 dengan target kenaikan terdekat ke US$ 21.300 hingga US$ 22.500. Namun, pergerakan ini sebenarnya masih dalam rentang sideways dan belum bisa dikatakan masuk ke fase bullish, karena harus tembus level resistance-nya di US$ 23.300,” tutur Afid.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

Baca juga: Bitcoin dan Kripto Lainnya Terbang saat Data Inflasi AS Meroket

Dinamika market kripto pekan ini menjadi pertanda bahwa altcoin season sudah semakin panas. Hal ini tercermin dari pergerakan BTC yang mulai tidak selaras dengan koin lainnya, terutama Ethereum (ETH) dan Ethereum Classic (ETC) yang melonjak tinggi.

Dalam jangka pendek, ETH terjebak di antara titik support US$ 1.313 dan resistance di US$ 1.386. Harga lebih dekat ke level atas saat ini, yang berarti bahwa bull lebih kuat daripada bear. Dalam hal ini, skenario yang lebih mungkin adalah perdagangan ETH sideways antara US$ 1.300-US$ 1.400.

“Ethereum Classic (ETC) nilainya pagi ini tumbuh 18,21% dengan volume trading melonjak 144% capai US$ 1,3 miliar dalam sehari terakhir. Hal ini terjadi menjelang pembaruan jaringan Ethereum bernama The Merge,” pungkas Afid.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Lebih Dekat Ethereum, Kripto Pesaing Berat Bitcoin

Saat ini dunia investasi aset kripto telah berkembang semakin luas. Dari sekian banyak aset kripto yang ada, tetap primadona dari instrument mata uang digital bisa dikatakan adalah Bitcoin

Bitcoin sudah banyak dikenali oleh masyarakat dapat memberikan keuntungan yang menggiurkan. Namun tahukah kamu, jika ada instrumen mata uang digital lainnya yang tidak kalah cuan dari Bitcoin? Jawabannya adalah Ethereum.

Apa itu Ethereum?

Ethereum merupakan salah satu instrumen mata uang digital cryptocurrency yang sudah ada sejak tahun 2015 lalu. Mata uang digital ini menduduki posisi kedua setelah Bitcoin sebagai mata uang terbesar di pasar kripto berdasarkan kapitalisasi pasar.

Sejumlah ahli bahkan memprediksi, jika Ethereum bisa menjadi masa depan bagi mata uang kripto yang kemungkinan bisa mengalahkan posisi Bitcoin. Hal ini didukung dengan harga Ethereum yang terus melonjak naik, meskipun sempat mengalami penurunan di kuartal kedua pada tahun 2021.

Ilustrasi Ethereum.

Ilustrasi Ethereum.

Baca juga: Daftar Film Tentang Bitcoin yang Wajib Kamu Tonton

Sebelum lebih jauh lagi, ada informasi menarik yang harus kamu ketahui. Sebenarnya Ethereum bukan nama asli dari mata uang digital ini. Ethereum merupakan nama blockchain yang menjadi sistem transaksi dari mata uang digital itu sendiri.

Adapaun nama asli dari mata uang ini ialah Ether yang simbolnya ETH. Namun karena nama Ethereum ini justru lebih tenar duluan, maka masyarakat jadi lebih mengenal Ether dengan sebutan Ethereum. 

Kelebihan dan Kekurangan Ethereum

Setiap mata uang digital pasti memiliki kelebihan dan kekuarangan masing-masing, termasuk Ether ini. kamu harus mengetahui kelebihan dan kekurangan tersebut, agar bisa meninjau risiko yang dapat terjadi dan mempersiapkan strategi untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. 

Berbicara tentang kelebihan, Ethereum memiliki banyak founder dan banyak dikembangkan oleh developer. Hal ini jelas membuatnya menjadi salah satu platform terpercaya karena terjaga kualitasnya.

Selain itu, blockchain Ethereum ini menggunakan sistem desentralisasi yang bisa menjadi sebuah alternatif bagi dunia perbankan di masa seperti saat ini. Kamu juga harus melakukan pertimbangan pada valuasi Ethereum. Jangan lupa, bahwa Ethereum merupakan mata uang kripto terbesar di dunia posisi kedua saat ini.

Ilustrasi Ethereum.

Ilustrasi Ethereum.

Baca juga: Kenali Ciri Khas Candlestick Pattern Kripto agar Selalu Profit

Di balik kelebihan pasti ada kekurangan. Ether ialah mata uang digital ini memiliki voltalitas yang tinggi dan ini menjadikannya kurang diminati. Hal ini telah tertulis dengan jelas di berbagai sumber informasi. Harganya sewaktu-waktu bisa melonjak naik pesat, namun juga bisa tiba-tiba mengalami penurunan yang drastis.

Untuk menanggulanginya, kamu harus mempelajari berbagai analisis yang akurat untuk mengetahui kenaikan dan penurunan mata uang ini. Dengan begitu akan tahu kapan harus sell dan kapan harus buy.

Cara Investasi Ethereum

Jika kamu tertarik untuk melakukan investasi pada mata uang Ethereum, caranya cukup mudah. Langkah pertama yang harus dilakukan tentu saja memiliki Ethereum Wallet. Setelah itu baru lakukan pembelian mata uang Ethereum menggunakan cryptocurrency.

Jika kamu belum memiliki cryptocurrency sama sekali, bisa membeli Ethereum menggunakan mata uang biasa. Kamu bisa membelinya di exchange terpercaya, seperti Tokocrypto. Kamu juga dapat menukar mata uang kripto lainnya dengan Ethereum, seperti Bitcoin, Litecoin atau aset kripto yang lainnya.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum 2.0 Rilis September 2022, Harga ETH Naik

Pada 16 Juli 2022, perwakilan dari Ethereum (ETH) menyatakan sebuah informasi melalui Twitter terkait peluncuran Ethereum 2.0.

Superphiz, nama dari pihak yang bertanggung jawab atas jaringan Beacon dari Ethereum, menyatakan bahwa perubahan dari Proof of Work menuju Proof of Stake untuk Ethereum akan segera diluncurkan pada September 2022.  

Tanggal Peluncuran Ethereum 2.0

Pada Sabtu, 16 Juli 2022, Superphiz atau dengan nama asli Evan Van Ness membuat sebuah cuitan melalui Twitter yang menjelaskan tanggal peluncuran Ethereum 2.0 secara bertahap. 

Ia menyatakan bahwa mulai dari akhir Juli 2022 hingga September 2022 Ethereum akan memulai proses Merge atau perpindahan dari jaringan Proof of Work ke Proof of Stake

Dikabarkan bahwa tahap pertama dari proses ini adalah peluncuran jaringan uji coba Goerli dan Prater untuk para developer menguji coba jaringannya. Peluncuran jaringan ini akan dilaksanakan pada 27 Juli 2022 atau 28 Juli 2022 dengan pengumuman peluncuran ini paling lambat pada 29 Juli 2022. 

Setelah itu, berikutnya adalah peluncuran jaringan uji coba bernama Prater Bellatrix yang akan membawa perubahan ke Proof of Stake semakin dekat. Peluncuran jaringan ini akan dilaksanakan pada 8 Agustus 2022 dan kemudian akan membawa penggabungan dengan teknologi dari jaringan uji coba Goerli pada 11 Agustus 2022. 

Baca juga: Strategi Investor Kripto dalam Hadapi Gejolak Market

Setelah itu, pada 18 Agustus 2022 hingga awal September 2022 akan ada Merge atau penggabungan resmi dari jaringan utama Goerli dan Prater yang mencerminkan proses penggabungan jaringan Proof of Work lama dan Proof of Stake baru. 

Terakhir, adalah peluncuran Ethereum 2.0 yang akan dilaksanakan pada 19 September 2022. Tanggal ini menjadi tanggal resmi peluncuran menurut Evan Van Ness dan kemungkinan tidak akan berubah. 

Ethereum Foundation memberikan pernyataan langsung mengenai perubahan Ethereum dari Proof of Work menuju Proof of Stake ini. 

“Perlu diingat bahwa Beacon Chain (Jaringan Proof of Stake Ethereum) bergerak berbeda dengan jaringan utama Ethereum saat ini yang bergerak dengan Proof of Work. The Merge akan terjadi setelah kedua jaringan ini bersatu.”

Ethereum Foundation

Intinya Ethereum Foundation menyatakan, bahwa saat ini Ethereum akan mulai menggabungkan antara jaringan Proof of Work yang saat ini digunakan, dengan Beacon Chain, jaringan Proof of Stake yang selama ini hanya digunakan untuk staking

Setelah kedua jaringan ini menyatu, nantinya Ethereum 2.0 akan meluncur dan siap untuk digunakan. 

Pada 20 Mei 2022, pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, membuat sebuah pernyataan pada acara di Shanghai, China. 

“Kabar terbesar untuk ethereum tahun ini adalah The Merge atau perubahan dari Proof of Work ke Proof of Stake. Kami telah berusaha untuk mengubah jaringan ke Proof of Stake sejak Ethereum didirikan, dan jaringan baru ini sudah mulai dikerjakan sejak tujuh tahun yang lalu dan akhirnya jika semua berjalan sesuai rencana, peluncuran akan terjadi di musim panas ini.”

PENDIRI ETHEREUM, Vitalik Buterin

Dengan pernyataan tersebut Vitalik Buterin menyatakan bahwa Ethereum 2.0 atau perubahan jaringan ini adalah kabar terbesar positif untuk Ethereum. Bersama kabar ini harga ETH juga terlihat bergerak naik, kemungkinan besar karena volume beli yang meningkat. 

Menurut laporan dari CoinShares jumlah investasi dari investor institusional terhadap produk berbasis Ethereum mengalami peningkatan yang signifikan. Ini bisa menjadi alasan mengapa harga ETH berhasil bergerak naik dalam beberapa hari terakhir. 

Ethereum 2.0 Rilis Tanggal Peluncuran, Harga ETH Naik!
Data Likuidasi Posisi Futures ETH.

Baca juga: Market Awal Pekan: Gerak Kripto Optimis ke Zona Hijau

Menurut data dari CoinGlass, terlihat bahwa saat ini mayoritas trader juga memiliki pandangan positif karena banyaknya likuidasi posisi short di pasar derivatif. Harga ETH juga mengalami apresiasi signifikan yaitu sekitar 35% dari 13 Juli 2022 dan sekitar 14% pada hari ini, Selasa (19/7).

Tapi mengingat volatilitas yang tinggi di pasar kripto saat ini, serta setiap hari Senin yang umumnya membawa pergerakan negatif, trader dan investor tetap diharapkan untuk berhati-hati. Ada kemungkinan dengan tingginya apresiasi harga beberapa hari terakhir, pasar akan bergerak turun untuk menormalisasi pergerakan jangka pendek.

Artikel ini telah tayang di Coinvestasi dengan judul Ethereum 2.0 Rilis Tanggal Peluncuran, Harga ETH Naik!





Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Standar Token ERC 20 hingga Cara Kerja dan Kegunaannya

Dalam mempelajari aset digital kripto, terutama Ethereum, Anda mungkin pernah berjumpa dengan istilah “ERC 20”. Bahkan, istilah tersebut sering dikaitkan dengan beberapa aset kripto besar dan dompet kripto populer seperti Tether (USDT), Polygon (MATIC), Shiba Inu (SHIB), dan dompet Metamask. Ingin paham lebih dalam mengenai standar ERC 20? Mulai dari kaitannya dengan jaringan Ethereum, cara kerja, hingga kegunaannya. Yuk, simak selengkapnya!

Apa itu Jaringan Ethereum?

illustrasi jaringan eth

Anda tentu sudah familiar dengan Ethereum (ETH), salah satu aset digital kripto populer dengan kapitalisasi pasar tinggi, menduduki peringkat kedua setelah Bitcoin. Ternyata, aset kripto ini merupakan solusi pembayaran yang dibuat untuk jaringan Ethereum. Jaringan ini dicetuskan Vitalik Buterin dan menerapkan sistem terdesentralisasi, blockchain dengan sistem open-source, dan dilengkapi dengan fungsi smart contract.

Jaringan Ethereum sendiri dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi, termasuk token. Menariknya lagi, pembuatan aplikasi melalui jaringan Ethereum tidak memerlukan layanan perantara untuk beroperasi seperti kebanyakan aplikasi konvensional.

Implementasi pembuatan aplikasi untuk token dalam jaringan Ethereum pertama kali diusulkan oleh Fabian Vogelsteller pada November 2015. Vogelsteller memanfaatkan fungsi smart contract untuk menyusun suatu standar pembuatan aplikasi token yang disebut dengan ERC-20 atau Ethereum Request for Comments 20.

Jadi, ERC-20 adalah standar untuk merancang suatu tipe token yang spesifik. Standar tersebut merupakan seperangkat pedoman dasar yang harus diikuti setiap token baru, setelah ETH, yang dibuat dalam jaringan Ethereum. 

Baca juga: Apa Itu Ethereum? Berikut Panduan Lengkapnya!

Mengenal Standar Token ERC 20

Bisa dibilang, ERC-20 adalah “patokan” untuk membuat token baru dalam jaringan Ethereum. Tiap aplikasi token yang dibuat dengan smart contract Ethereum pasti menerapkan standar ERC-20. Token yang dibuat dengan standar ERC-20 hanya bisa dijalankan pada platform berbasis Ethereum. Itu berarti, token tidak akan berlaku pada jaringan selain Ethereum. Misalnya, token USDT tidak akan berlaku di jaringan Polkadot atau Hyperledger Fabric. 

Perlu diingat juga, standar token ini juga hanya berlaku untuk fungible token, bukan non-fungible token. Selain itu, Anda bisa menukarkan satu token ERC 20 dengan token ERC 20 lain karena nilainya sepadan.

Beberapa contoh token besar yang berstandar ERC 20 dan tersedia untuk diperjualbelikan antara lain adalah Tether (USDT), Binance Coin (BNB), dan Wrapped Bitcoin (wBTC).

Baca juga: Yuk, Kenali Perbedaan Wrapped Bitcoin dengan Bitcoin!

Aturan Dasar ERC 20

Dalam membuat proyek kripto atau token dengan standar ERC 20, ada aturan dasar yang harus dipenuhi, yaitu token harus mampu menjalankan fungsi-fungsi berikut ini:

  1. TotalSupply: memberikan informasi mengenai jumlah total pasokan token.
  2. BalanceOf: menyediakan informasi saldo rekening pemilik.
  3. Transfer: mampu mengirim sejumlah token ke alamat tertentu.
  4. TransferFrom: mampu menerima sejumlah token dari alamat tertentu.
  5. Approve: memberi izin kepada pembeli untuk menarik sejumlah token dari akun tertentu.
  6. Allowance: mengembalikan sejumlah token dari pihak pembeli kepada pemilik asli.

Fungsi-fungsi di atas akan memicu aplikasi token untuk menjalankan dua tindakan, yakni proses transfer token (berlangsung tiap token berpindah kepemilikan) dan proses validasi (berlangsung tiap persetujuan dibutuhkan).

Kegunaan ERC 20

kegunaan token erc 20

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kegunaan ERC 20 adalah sebagai patokan dalam membuat sebuah token aset kripto. Hal tersebut memang benar adanya. Anda bisa menjadikan token yang dibuat dengan standar ini sebagai aset kripto. Meski begitu, kegunaan standar token ERC 20 ternyata tidak hanya itu. Berikut adalah beberapa kegunaannya, yaitu:

Ada kalanya, para pengembang aplikasi yang menggunakan jaringan Ethereum melakukan crowdfunding (penggalangan dana) untuk melanjutkan proyek mereka. Dengan adanya ERC-20, mereka dapat membuat token sebagai ganti dana investasi yang disuntikkan investor.

Selanjutnya, standar token ERC 20 juga bisa digunakan untuk mengambil keputusan terkait suatu proyek yang dikembangkan dalam jaringan Ethereum. Makin banyak jumlah pengguna token, maka semakin besar pengaruh dalam setiap pengambilan keputusan.

Standar token ERC 20 bersifat fungible. Itu berarti, dalam jumlah tertentu, token dapat mewakili kepemilikan aset fisik seperti emas.

Seperti yang telah dijelaskan pada poin mengenai aturan dasar ERC 20, tiap token harus bisa menjalankan fungsi transaksi. Tiap transaksi biasanya memiliki biaya tambahan yang dikenal dengan istilah ‘gas fee’. Ketika jaringan sedang macet, gas fee akan mendorong agar transaksi lebih cepat. Gas fee sendiri nominalnya dipotong dari nilai token pengguna.

Dari sini, bisa disimpulkan bahwa ERC 20 merupakan standar token yang digunakan sebagai pedoman untuk membuat token dalam jaringan Ethereum. Saat ini, sudah banyak proyek kripto yang menggunakan standar ini berhasil menjadi besar di pasar. Anda tertarik untuk membelinya? Yuk, selesaikan KYC dan beli token berstandar ERC 20 di Tokocrypto! Jangan lupa juga untuk gabung dengan Komunitas Tokocrypto, ya!

Baca juga: Aset Kripto Lokal Bisa Tingkatkan Potensi Perekonomian Digital RI



Sumber : news.tokocrypto.com

Kenali Perbedaan Ethereum dan Bitcoin

Selain bitcoin, salah satu mata uang kripto yang saat ini banyak diperbincangkan oleh investor dan trader adalah ethereum. Ethereum banyak dicari setelah harganya yang terus naik dalam satu tahun kebelakang. Dengan umurnya yang baru menginjak 6 tahun pada 2020 ini, nilai ethereum diprediksikan akan terus naik pada tahun-tahun berikutnya.

Ethereum sendiri mulai dikenalkan oleh Vitalik Buterin pada tahun 2014, berawal dari seorang penambang bitcoin. Buterin memandang bitcoin bisa digunakan untuk hal yang lebih modern dan lebih besar. Pada saat itu, Buterin dan teman-temannya mulai membuat rancangan Whitepaper tentang proyek tersebut. Buterin menyebutkan bahwa Ethereum dirilis untuk memenuhi kebutuhan transaksi Cross-Chain dan Cross-Platform dengan tujuan utamanya menghancurkan batas-batas transaksi finansial yang ada saat ini dan didominasi oleh perbankan.

Ethereum sendiri secara sederhana merupakan platform software untuk programmer membangun aplikasi yang menggunakan teknologi blockchain. Pada platform Ethereum, ada mata uang kripto  bernama Ether yang digunakan untuk bertransaksi pada jaringan tersebut. Jadi ethereum merupakan platform aplikasi, yang sebenarnya masuk ke dalam cryptocurrency adalah ether yang merupakan mata uang dari platform Ethereum.

Sementara itu, bitcoin lebih dahulu ditemukan oleh anonim yang bernama Satoshi Nakamoto pada tahun 2009. Bitcoin juga menggunakan teknologi blockchain dalam sistemnya. Secara sederhana perbedaan dari dua mata uang kripto ini ada pada tujuan dan fungsinya. Bitcoin menawarkan sistem uang elektronik peer-to-peer untuk pembayaran atau transfer Bitcoin. Sementara Ethereum memfokuskan blockchain-nya untuk menjalankan program terdesentralisasi, termasuk salah satunya pembayaran atau transfer Ether. Untuk lebih lengkapnya mari kita bahas bersama.

Perbedaan Ethereum dengan Bitcoin

Hampir sama seperti Bitcoin, Ethereum merupakan sistem yang terdesentralisasi. Artinya, tidak ada seseorang ataupun perusahaan yang bisa mengontrol Ethereum. Namun, pada sistem Ethereum terdapat fitur yang paling  berbeda dari bitcoin. Fitur tersebut adalah Smart Contract.

Smart Contract secara sederhana  merupakan fitur untuk perjanjian antara dua orang dalam bentuk kode pada komputer. Smart contract berada di jaringan blockchain, sehingga data tersebut disimpan di database publik dan tidak dapat diubah.

Transaksi yang terjadi menggunakan smart contract akan diproses oleh blockchain, sehingga smart contract dapat dikirim secara otomatis tanpa pihak ketiga seperti bank, pemerintah, broker, dan lain sebagainya.  Transaksi hanya terjadi pada kondisi ketika perjanjian terpenuhi. Dengan tidak adanya pihak ketiga, maka tidak ada entitas yang perlu dipercayai dalam menjalankan smart contract tersebut.

Selain fitur smart contract ada beberapa yang berbeda dari dari kedua mata uang kripto yang sedang naik daun tersebut. Diantaranya adalah: 

  • Generasi Blok: di Ethereum, Generasi Blok pada sistem blockchain memiliki kecepatan 12 detik per blok. Sedangkan pada Bitcoin, Generasi Blok memiliki kecepatan yang jauh lebih lama 10 menit per blok.
  • Kecepatan Transaksi: Karena perbedaan Generasi Blok yang sudah dijelaskan di atas, kecepatan perpindahan blok pada Ethereum berbanding jauh dari Bitcoin, sehingga proses kecepatan transaksinya pun menjadi jauh lebih cepat.
  • Biaya Transaksi: Pada bitcoin, biaya yang dikenakan per transaksi adalah tetap, namun pada Ethereum biaya transaksi berbeda-beda. Tergantung pada daya komputasi yang ada pada saat itu.
  • Fitur transaksi: Pada Ethereum terdapat fasilitas seperti exchanger yang dapat digunakan oleh user untuk menukarkan Ethereum ke bitcoin atau ke mata uang kripto lainnya. Namun, pada Bitcoin hanya mendukung transaksi antar pengguna Bitcoin saja, sehingga penukaran bitcoin ke mata uang kripto lain atau ke mata uang konvensional membutuhkan exchanger seperti Tokocrypto. 
  • Fitur EVM: Pada fitur EVM dapat diaplikasikan dalam platform lainnya sebagai penyedia layanan transaksi berbasis Ether. Evm adalah sebuah proses pencatatan transaksi yang cepat aman dan mudah. Fitur ini juga dapat diimplementasikan pada sistem lainya. 

Nah itulah perbedaan-perbedan dari ethereum dengan bitcoin. Jika anda ingin memiliki kedua mata uang kripto tersebut anda bisa mengakses websites www.tokocrypto.com atau menghubungi kami lewat media sosial dengan username @Tokocrypto.



Sumber : news.tokocrypto.com