Tag Archives: ethereum

Bitcoin, ETH, DOGE Stabil di Tengah Ketegangan Perdagangan AS-China

Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China kembali memanas, membawa dampak pada berbagai sektor ekonomi global, termasuk pasar kripto.

Meski demikian, tiga aset digital utama: Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Dogecoin (DOGE), menunjukkan ketahanan yang mengesankan dalam menghadapi dinamika global ini.

Menurut laporan terbaru, harga Bitcoin, Ethereum, dan Dogecoin relatif stabil meskipun sentimen global sedang bergejolak.

Para analis pasar kripto melihat pergerakan ini sebagai sinyal positif bahwa aset digital mulai menjadi opsi lindung nilai (safe haven) alternatif, sama seperti emas atau obligasi pemerintah di masa-masa tidak pasti.

Baca Juga: Bitcoin Terkoreksi Tajam: Likuidasi $202 Juta dan Peluang Breakout Baru

Ketegangan Perdagangan Kembali Memanas

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 2 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 2 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Pemerintah AS dan China kembali terlibat dalam perang dagang terbuka yang mempengaruhi tarif impor dan ekspor kedua negara.

Situasi ini tentu saja memicu kekhawatiran pasar global tentang potensi perlambatan ekonomi.

Namun, pasar kripto menunjukkan reaksi yang berbeda. Alih-alih terpukul, beberapa aset kripto justru tetap kokoh.

Bitcoin, misalnya, masih bertahan di kisaran harga $68.000 – $70.000 dan menunjukkan pola konsolidasi yang kuat.

Ethereum tetap solid di atas level $3.700, sementara Dogecoin, meski lebih volatil, masih mempertahankan dukungan kuat di atas $0,15.

“Pesta Besar” Jika Bitcoin Tembus $106.000

Salah satu analis pasar kripto terkemuka, Kaleo, menyebut bahwa jika Bitcoin mampu menembus level psikologis penting di $106.000, pasar akan mengalami “big party” alias lonjakan besar-besaran.

Menurutnya, harga tersebut bisa menjadi pemicu masuknya likuiditas besar dari investor institusional maupun ritel, yang selama ini masih menunggu kepastian arah pasar.

“Level $106K bisa menjadi katalis utama untuk fase bullish berikutnya. Kita akan melihat peningkatan aktivitas perdagangan dan arus masuk yang signifikan,” jelas Kaleo melalui akun media sosial X.

Meskipun harga saat ini masih jauh dari target tersebut, sinyal teknikal menunjukkan tren naik yang perlahan namun pasti.

Koreksi minor dan konsolidasi yang terjadi justru dianggap sehat dan menjadi landasan kuat untuk pergerakan selanjutnya.

Ketahanan Pasar Kripto Semakin Diuji

Ketahanan Bitcoin dan kawan-kawan dalam situasi geopolitik seperti ini menjadi perhatian utama banyak pengamat pasar.

Di masa lalu, aset kripto seringkali dianggap terlalu volatil dan tidak stabil sebagai penyimpan nilai.

Namun, perkembangan tahun 2024 hingga 2025 menunjukkan perubahan signifikan dalam persepsi investor.

Penguatan adopsi institusional, peningkatan penggunaan stablecoin, serta regulasi yang mulai matang di berbagai negara menjadikan kripto lebih mapan.

Meskipun ketegangan global tetap menjadi ancaman, pasar kini jauh lebih resilien dibandingkan beberapa tahun lalu.

Ethereum dan Dogecoin Ikut Menarik Perhatian

Sementara Bitcoin menjadi pusat perhatian, Ethereum juga menunjukkan performa yang semakin kuat.

Dengan upgrade teknis berkelanjutan dan pertumbuhan ekosistem DeFi serta NFT yang stabil, Ethereum tetap menjadi aset favorit di luar Bitcoin.

Ditambah lagi, ETH mendapat dukungan dari peningkatan minat institusional dan pertumbuhan jaringan layer-2 seperti Arbitrum dan Optimism.

Di sisi lain, Dogecoin yang kerap dianggap sebagai memecoin, masih mampu mempertahankan nilainya di tengah ketidakpastian.

Didukung oleh komunitas aktif dan sentimen positif dari tokoh seperti Elon Musk, DOGE tetap menjadi bagian dari narasi pasar kripto saat ini.

Baca Juga: Tether Ungkap Kepemilikan Bitcoin $10 Miliar dan Cadangan Emas

Meskipun ketegangan antara AS dan China menciptakan ketidakpastian di pasar global, aset kripto utama seperti Bitcoin, Ethereum, dan Dogecoin justru menunjukkan kekuatan dan stabilitas.

Jika Bitcoin mampu menembus level $106.000, lonjakan besar bisa terjadi — menjadi momen bersejarah bagi pasar aset digital.

Dengan adopsi yang terus tumbuh dan perubahan sentimen publik serta institusional terhadap kripto, masa depan aset digital tampaknya semakin menjanjikan, bahkan di tengah badai geopolitik.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Infini Neobank Diretas, $49,5 Juta USDC Raib

Infini Neobank mengalami peretasan besar pada 24 Februari 2025, dengan kerugian dana sebesar $49,5 juta atau setara Rp 805 miliar dalam bentuk USDC yang dicuri akibat kompromi kunci privat.

Coincu mengabarkan pada Selasa (25/2) bahwa insiden ini menambah daftar panjang serangan siber terhadap platform kripto pada tahun 2024, termasuk kasus Bybit yang kehilangan $1,4 miliar (Rp 22,7 triliun).

Cara Peretas Mencuri Dana Infini Neobank

Menurut laporan dari CertiK, peretas memperoleh akses ke dompet terkait Infini dan menarik seluruh saldo USDC. Setelah itu, dana tersebut dikonversi ke DAI sebelum akhirnya digunakan untuk membeli Ethereum.

Dengan memindahkan dana ke dompet baru, peretas berhasil menyulitkan proses pelacakan dan pemulihan aset oleh tim keamanan IT Infini Neobank.

Tidak seperti banyak kasus peretasan sebelumnya yang mengeksploitasi celah smart contract, kejadian ini murni disebabkan oleh pengelolaan kunci privat yang buruk.

Hal ini memicu kekhawatiran serius mengenai standar keamanan yang diterapkan oleh Infini Neobank dalam melindungi dana penggunanya.

Infini Neobank Janji Ganti Rugi Penuh

Meski mengalami kerugian besar, salah satu pendiri Infini Neobank, Christian (@Christianeth), meyakinkan pengguna bahwa seluruh dana yang hilang akan diganti sepenuhnya.

Ia menegaskan bahwa perusahaan memiliki kapasitas keuangan untuk menutupi kerugian para trader akibat peretasan tersebut.

Pernyataan ini juga didukung oleh salah satu co-founder lainnya, @0xsexybanana, meskipun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan mengenai jadwal kompensasi.

Lonjakan Peretasan di Sektor Keuangan Kripto

Di sisi lain, peretasan Infini Neobank merupakan bagian dari tren meningkatnya serangan terhadap platform keuangan kripto pada 2024.

Sebelumnya, Bybit mengalami kerugian lebih besar akibat manipulasi logika smart contract yang memungkinkan peretas menguras dompet dingin mereka.

Sebagai platform yang menghubungkan perbankan tradisional dengan keuangan kripto, Infini Neobank kini menghadapi tantangan besar dalam memperkuat keamanannya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan kunci privat yang baik dan perlindungan smart contract yang ketat adalah langkah krusial dalam menghindari kerugian di sektor ini.

Dengan semakin berkembangnya adopsi keuangan digital, langkah-langkah keamanan yang lebih ketat perlu diterapkan guna melindungi pengguna dari ancaman peretasan yang terus meningkat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Adam Back Kecam EVM Ethereum sebagai Biang Peretasan Bybit

Cypherpunk Adam Back menjelaskan proses peretasan Bybit, lalu menyalahkan semuanya pada EVM.

Adam Back, seorang cypherpunk dan CEO Blockstream, telah menggunakan akunnya di jaringan media sosial X untuk mengomentari peretasan Bybit baru-baru ini, ketika bursa tersebut kehilangan Ethereum senilai $1,4 miliar.

Tokoh terkemuka di bidang kripto dan salah satu kandidat Satoshi ini menyatakan bahwa hal yang memungkinkan para peretas berhasil adalah Ethereum Virtual Machine (EVM) itu sendiri.

Menurut cuitan tersebut, Adam Back tampaknya yakin bahwa kompleksitas transaksi EVM dan Ethereum adalah alasan utama para peretas berhasil menguras seluruh isi dompet dingin Ethereum milik Bybit.

Dompet perangkat keras, ungkapnya, khususnya menyebutkan Ledger HWW (dompet perangkat keras) kesulitan melakukan transaksi pada blockchain ini karena kompleksitasnya.

“HWW memiliki daya yang terlalu rendah untuk ditafsirkan dan memuat informasi untuk memverifikasi skrip dan status EVM yang terlalu rumit,” cuit Adam Back via media sosial X.

Ia lantas menjelaskan bahwa dalam kasus peretasan Bybit ini, bursa tersebut mencoba mengirim Ethereum senilai $100 juta dari dompet dingin ke dompet panas.

Namun, karena melibatkan mekanisme penandatanganan buta, para peretas berhasil memanipulasi kontrak pintar ETH dan menguras seluruh ETH senilai $1,4 miliar.

Pada hari Sabtu, Back menyampaikan pendapatnya tentang peretasan Bybit, dengan mengatakan bahwa “Dominasi Bitcoin meningkat pesat” dan mengecam Ethereum dan EVM sebagai sesuatu yang “kompleks, rapuh, ditandatangani secara membabi buta, dan tidak dapat diamankan.”

Tutup Celah ETH yang Hilang

Di sisi lain, eksploitasi Bybit yang terjadi pada hari Jumat lalu diyakini telah diatur oleh kelompok peretas Korea Utara yang terkenal, Lazarus, yang didukung oleh pemerintah setempat.

Seperti yang dilaporkan oleh U.Today, beberapa penganut Bitcoin yang maksimalis, termasuk CEO JAN3 Samson Mow, secara ironis mendesak Vitalik Buterin untuk melakukan rollback pada rantai Ethereum untuk memulihkan dana yang hilang, seperti kasus serupa yang telah terjadi pada tahun 2016 setelah peretasan DAO, ketika $60 juta dalam ETH dicuri oleh para peretas.

Hardfork tersebut mengakibatkan munculnya koin Ethereum Classic (ETC). Namun, tim Ethereum mengatakan bahwa dari sudut pandang protokol Ethereum, transaksi yang menguras dompet sama sahnya dengan transaksi lainnya di ETH.

Saat ini, menurut CEO Bybit, Ben Zhou, bursa telah sepenuhnya menutup kesenjangan likuiditas ETH guna menghindari kejadian serupa terjadi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

SEC Tinjau ETF Staking Solana dan Ethereum

Pada awal Juni 2025, Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) tengah meninjau dua proposal dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang menawarkan eksposur terhadap staking Ethereum (ETH) dan Solana (SOL).

ETF ini diajukan oleh REX Shares dan Osprey Funds, dan dirancang untuk memberikan investor akses ke imbal hasil dari staking aset kripto.

Namun, SEC menyatakan kekhawatiran mengenai kepatuhan regulasi dan klasifikasi hukum dari produk-produk ini.

Struktur Unik dan Tantangan Regulasi

REX Shares dan Osprey Funds mengusulkan struktur C-corporation yang jarang digunakan dalam industri ETF.

Struktur ini memungkinkan dana untuk memiliki anak perusahaan di Kepulauan Cayman yang akan membeli dan melakukan staking ETH dan SOL.

Tujuannya adalah untuk menghindari proses persetujuan 19b-4 yang biasanya diperlukan untuk ETF baru.

Namun, SEC menyatakan bahwa ETF ini mungkin tidak memenuhi definisi perusahaan investasi di bawah hukum sekuritas federal.

Selain itu, SEC menyoroti masalah dalam pernyataan pendaftaran dan pengungkapan informasi yang dapat menyesatkan investor.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 1 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 1 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dampak terhadap Pasar dan Harga Aset

Meskipun ada ketidakpastian regulasi, namun Coincu melaporkan pada Minggu (1/6) bahwa harga Ethereum menunjukkan ketahanan.

Per 1 Juni 2025, ETH diperdagangkan sekitar $2.525,97 dengan kapitalisasi pasar sebesar $304,94 miliar, mengalami kenaikan 36,80% dalam 30 hari terakhir.

Meski begitu, dalam 24 jam terakhir, harga ETH mengalami sedikit penurunan sebesar 0,06%.

Solana juga menunjukkan performa positif, dengan harga sekitar $155,18 dan kenaikan 1,54% dari penutupan sebelumnya.

Harga tertinggi intraday mencapai $157,96, sementara terendahnya $152,79.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 1 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 1 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Staking ETF Solana dan Ethereum Akan Hadir Lebih Cepat di Pasar AS

Pandangan Analis dan Prospek Ke Depan

Analis ETF dari Bloomberg, James Seyffart, menyatakan bahwa struktur C-corporation yang diusulkan adalah pendekatan inovatif untuk mempercepat peluncuran ETF ini.

Namun dalam kondisi yang sama, ia juga mengakui bahwa tantangan regulasi tetap menjadi hambatan utama.

Greg Collett, penasihat umum di REX Financial, menyatakan keyakinannya bahwa mereka dapat memenuhi persyaratan SEC dan tidak akan meluncurkan dana tersebut hingga masalah regulasi terselesaikan.

Baca Juga: Anomali Pasar, Tren Bullish Solana di Depan Mata?

Peninjauan SEC terhadap ETF staking Ethereum dan Solana mencerminkan kompleksitas regulasi dalam industri aset digital.

Meskipun struktur inovatif dapat membuka jalan bagi produk keuangan baru, kepatuhan terhadap hukum sekuritas tetap menjadi prioritas utama.

Investor disarankan untuk memantau perkembangan ini dengan cermat dan mempertimbangkan risiko yang terkait dengan investasi dalam produk keuangan berbasis kripto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mendulang Cuan Tambahan dari Staking ETF Ethereum

Ethereum kembali menjadi sorotan setelah Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) mengakui pengajuan dari 21Shares untuk mengizinkan staking pada ETF Ethereum.

Jika disetujui, langkah ini dapat memberikan peluang keuntungan tambahan bagi investor. Lantas, apa yang dimaksud dengan staking ETF Ethereum?

The Block menyebutkan Staking memungkinkan dana investasi yang memiliki Ethereum (ETH) untuk mendapatkan hasil tambahan dengan mengamankan jaringan blockchain.

Dalam pengajuan ke SEC, Cboe BZX Exchange mewakili 21Shares untuk mengusulkan agar ETF mereka dapat melakukan staking terhadap ETH yang dimiliki.

Sistem ini menjanjikan keuntungan tambahan bagi para investor Dengan adanya staking, ETF dapat menghasilkan pendapatan tambahan dari kepemilikan Ethereum mereka.

Keuntungan ini berpotensi dialokasikan kepada para investor, menjadikannya daya tarik tambahan bagi institusi dan individu yang ingin berinvestasi dalam Ethereum melalui ETF.

Regulasi yang Semakin Ramah terhadap Kripto

Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) gugatan kasus Ripple. Sumber: REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo.
Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menyetujui ETF Bitcoin spot. Sumber: REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo.

Di bawah administrasi sebelumnya, SEC menganggap token berbasis proof-of-stake sebagai sekuritas. Namun, dengan pendekatan yang lebih ramah terhadap kripto, regulator kini mempertimbangkan untuk mengklasifikasikan beberapa token sebagai “non-securities.”

Hal ini membuka peluang bagi Ethereum dan ekosistem staking untuk mendapatkan kejelasan hukum, sehingga dapat memberikan dampak pada likuiditas Ethereum.

Menurut laporan terbaru, kepemilikan institusional terhadap ETF Ethereum meningkat signifikan pada kuartal keempat, dari 4,8% menjadi 14,5%.

Jika staking diizinkan, hal ini dapat menarik lebih banyak investor institusional, meningkatkan likuiditas, dan memperkuat posisi Ethereum di pasar aset digital.

Masa Depan Ethereum dan Staking

Dengan semakin banyaknya institusi yang tertarik pada Ethereum, persetujuan dari SEC bisa menjadi katalis bagi adopsi lebih luas. Selain 21Shares, NYSE Arca juga telah mengajukan permohonan serupa untuk ETF Ethereum dari Grayscale.

Jika tren ini terus berlanjut, Ethereum dapat semakin mengukuhkan posisinya sebagai aset investasi utama. Dengan adanya peluang ini, investor perlu terus memantau perkembangan regulasi dan bagaimana dampaknya terhadap ekosistem Ethereum.

Terkait pertanyaan apakah staking dalam ETF akan menjadi standar baru dalam investasi kripto? Hanya waktu yang akan menjawabnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Menuju $3.000 atau Koreksi Lagi?

Ethereum (ETH) memulai Juni 2025 dengan momentum positif, diperdagangkan di sekitar $2.521.

Setelah rebound dari level terendah pertengahan Mei di $1.840, ETH menunjukkan pemulihan yang kuat.

Namun, apakah tren kenaikan harga Ethereum ini akan terus berlanjut atau justru mengalami koreksi?

Faktor Pendukung Kenaikan Harga

  1. Arus Masuk ETF Ethereum: Dalam beberapa minggu terakhir, ETF Ethereum mengalami arus masuk sebesar $286 juta, mencerminkan minat institusional yang meningkat.
  2. Pemulihan Teknis: ETH berhasil menembus di atas rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 20, 50, 100, dan 200 hari, menunjukkan kekuatan tren jangka pendek dan menengah.
  3. Pola Bull Flag: Analisis teknikal menunjukkan pembentukan pola bull flag, yang sering kali menandakan kelanjutan tren naik jika terjadi breakout di atas garis tren atas.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 1 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 1 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Whale Jual 684.000 ETH, Harga Ethereum Turun Hampir 4%

Potensi Risiko dan Koreksi

Meskipun prospek jangka pendek positif, beberapa faktor dapat memicu koreksi:

  • Kebijakan Moneter AS: Keputusan suku bunga Federal Reserve dan data inflasi dapat mempengaruhi sentimen pasar kripto secara keseluruhan.
  • Tekanan Jual: Jika tekanan jual meningkat, ETH bisa turun ke level dukungan di $2.430 atau bahkan $2.100.

Prediksi Harga Juni 2025

Berikut adalah beberapa prediksi harga ETH untuk Juni 2025:

  • CoinPedia: Harga tertinggi $3.000, terendah $2.050, rata-rata $2.500.
  • Changelly: Harga maksimum $3.023, minimum $2.723, rata-rata $2.873.
  • Binance: Harga diperkirakan mencapai $2.535.

Ethereum menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang kuat, didukung oleh arus masuk ETF dan indikator teknikal positif.

Namun, investor harus tetap waspada terhadap faktor eksternal seperti kebijakan moneter dan potensi tekanan jual.

Memantau level dukungan dan resistensi kunci akan membantu dalam pengambilan keputusan investasi yang lebih bijaksana.

Baca Juga: Ethereum Hampir $3.000: Didorong Bullish dan Institusional




Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Pulih dan Permintaan Kuat, Investor Besar Incar Level $2.900

Ethereum (ETH) menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah mengalami penurunan akibat peretasan Bybit.

Meski begitu, harga Ethereum masih turun sekitar 18% dalam 30 hari terakhir, mencerminkan volatilitas pasar yang masih tinggi.

Bahkan, indikator Relative Strength Index (RSI) telah menunjukkan sinyal pemulihan Ethereum yang naik ke level 58,6 dari titik terendah 39,2.

Sekadar informasi, RSI adalah indikator momentum yang dapat digunakan untuk mengukur kecepatan dan perubahan pergerakan harga.

Level RSI di atas 30 menunjukkan potensi pembelian, sementara di atas 70 mengindikasikan kemungkinan adanya koreksi harga.

Dengan RSI saat ini berada di zona netral tetapi cenderung bullish, Ethereum masih memiliki peluang untuk terus menguat jika minat beli tetap tinggi.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 24 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 24 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.

Investor Besar (Whale) Meningkatkan Kepemilikan ETH

Dalam sebulan terakhir, jumlah alamat yang memiliki lebih dari 1.000 ETH meningkat dari 5.680 pada 25 Januari menjadi 5.828 pada 22 Februari.

Ini merupakan level tertinggi sejak Desember 2023, menunjukkan adanya akumulasi oleh investor besar, baik dari institusi maupun individu dengan kekayaan tinggi.

Tren ini mengindikasikan bahwa mereka melihat potensi kenaikan harga di masa depan, terutama setelah peretasan Bybit yang sempat menekan harga ETH.

Di sisi lain, akumulasi oleh investor besar dapat berdampak signifikan terhadap harga Ethereum.

Ketika mereka membeli dalam jumlah besar, pasokan yang beredar di pasar menurun, sehingga meningkatkan permintaan dan berpotensi mendorong harga naik.

Sebaliknya, jika para investor besar menjual dalam jumlah besar, maka tekanan jual dapat mengakibatkan harga Ethereum turun secara drastis.

Saat ini, meningkatnya jumlah whale menunjukkan kepercayaan pasar yang lebih kuat terhadap ETH.

Bisakah Ethereum Menembus Level $2.900?

Sementara itu, analisis teknikal menunjukkan bahwa Ethereum berpotensi mengalami Golden Cross, yaitu kondisi di mana garis EMA jangka pendek melintasi EMA jangka panjang, mengindikasikan tren bullish.

Jika ini terjadi, Ethereum diprediksi akan menguji level resistance di sekitar $2.876. Jika berhasil menembus level ini, ETH berpotensi naik ke $3.020 dan bahkan $3.442 dalam tren bullish yang lebih kuat.

Namun, dalam beberapa upaya sebelumnya, Ethereum gagal mempertahankan level di atas $2.900. Seandainya tekanan jual kembali meningkat dan tren turun berlanjut, ETH bisa menguji support di $2.551. Akan tetapi jika support ini tidak bertahan, harga dapat turun lebih jauh ke $2.159.

Ethereum saat ini menunjukkan pemulihan yang cukup baik setelah penurunan signifikan akibat peretasan Bybit. Dengan RSI yang kembali naik dan akumulasi investor besar yang meningkat, ada potensi bagi ETH untuk terus menguat.

Meski demikian, tantangan masih akan tetap ada, terutama dalam menembus level $2.900 (Rp 47,2 juta) yang masih menjadi resistance kuat.

Apabila tren bullish terus berlanjut, Ethereum berpeluang mencapai level lebih tinggi, tetapi jika gagal menembus resistance, kemungkinan koreksi harga tetap ada.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Whale Jual 684.000 ETH, Harga Ethereum Turun Hampir 4%

Pada akhir Mei 2025, pasar Ethereum (ETH) mengalami tekanan signifikan akibat aksi jual besar-besaran oleh para pemegang besar, atau yang dikenal sebagai “whale” kripto.

Dalam 24 jam terakhir, lebih dari 684.000 ETH telah dijual, menyebabkan harga Ethereum turun sebesar 3,95% dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor.

Aksi Jual Whale Kripto: Apa yang Terjadi?

Data on-chain menunjukkan bahwa dua whale Ethereum yang sebelumnya tidak aktif mulai menjual sebagian besar kepemilikan mereka.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 31 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 31 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Salah satu whale mentransfer 959,69 ETH senilai sekitar $2,54 juta ke bursa OKX, sementara whale lainnya menjual 587 ETH senilai $1,56 juta melalui Kraken.

Secara keseluruhan, para whale telah menjual total 684.100 ETH dalam sehari, mencerminkan arus keluar modal besar dari pasar Ethereum.

Baca Juga: EIGEN Melonjak 6,77% Didorong Sentimen Positif Ethereum

Dampak terhadap Harga dan Sentimen Pasar

Aksi jual besar-besaran ini telah menekan harga ETH, yang turun hampir 4% dalam 24 jam terakhir, mendekati level dukungan kritis di sekitar $2.324.

Indikator teknikal seperti rasio beli-jual (Taker’s Buy-Sell Ratio) menunjukkan dominasi penjual, sementara rasio pasokan di bursa mencapai level tertinggi mingguan, menandakan peningkatan tekanan jual. (BTCC)


Analisis dan Prospek ke Depan

Jika tekanan jual berlanjut, ETH berisiko menembus kisaran konsolidasi saat ini antara $2.400 dan $2.700, yang dapat menyebabkan penurunan lebih lanjut.

Namun, jika pasar mampu menyerap tekanan jual ini, ETH mungkin tetap berada dalam kisaran tersebut.

Aksi jual oleh paus Ethereum telah menciptakan volatilitas signifikan di pasar, menekan harga dan mempengaruhi sentimen investor.

Investor disarankan untuk memantau perkembangan pasar dengan cermat dan mempertimbangkan strategi manajemen risiko yang tepat dalam menghadapi kondisi pasar yang tidak menentu ini.

Baca Juga: Ethereum Segera Berbenah: Node Lebih Hemat, Aksesibilitas Meningkat


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Alami Penurunan Signifikan

Pada akhir Mei 2025, pasar kripto global mengalami tekanan signifikan, dengan kapitalisasi pasar turun 4,3% menjadi $3,414 triliun.

Sentimen “risk-off” mendominasi, mendorong investor menjauh dari aset berisiko tinggi seperti raja mata uang kripto, Bitcoin.

Kinerja Bitcoin Menurun

Sebagai mata uang kripto teratas, Bitcoin menunjukkan penurunan harga yang mencolok.

Harga Bitcoin (BTC) turun 2,3% menjadi sekitar $103.694, mendekati level dukungan psikologis $100.000.

Nasib Serupa

Selain Bitcoin, Ethereum (ETH) juga mengalami penurunan 4,3% ke $2.518,83, mencerminkan tekanan jual yang kuat.

  • Sementara itu, harga XRP turun 2,7% ke $2,14, menunjukkan kelemahan dalam momentum harga.
  • Sedangkan Dogecoin (DOGE) terpaksa merosot 7,8% ke $0,1898, mencerminkan volatilitas tinggi di pasar altcoin.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penurunan

Beberapa faktor utama berkontribusi terhadap penurunan ini:

  1. Ketidakpastian Makroekonomi: Ketegangan geopolitik dan kebijakan moneter global yang ketat meningkatkan ketidakpastian, mendorong investor untuk menghindari aset berisiko.
  2. Tekanan Regulasi: Perkembangan regulasi yang tidak pasti di berbagai yurisdiksi menciptakan ketidakpastian tambahan bagi investor kripto.
  3. Sentimen Pasar Negatif: Penurunan harga yang tajam memicu ketakutan akan penurunan lebih lanjut, mempercepat aksi jual.

Baca Juga: Tether Ungkap Kepemilikan Bitcoin $10 Miliar dan Cadangan Emas

Analisis Teknikal dan Prospek Pasar

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 31 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 31 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Secara teknikal, Bitcoin menghadapi level dukungan kritis di sekitar $100.000. Jika harga menembus di bawah level ini, kemungkinan akan terjadi penurunan lebih lanjut.

Ethereum dan altcoin lainnya menunjukkan pola penurunan yang serupa, menandakan potensi kelanjutan tren bearish.

Strategi Investor di Tengah Volatilitas

Dalam kondisi pasar yang tidak menentu ini, investor disarankan untuk:

  • Diversifikasi Portofolio: Menyebarkan investasi ke berbagai aset untuk mengurangi risiko.
  • Manajemen Risiko: Menetapkan batas kerugian dan target keuntungan yang realistis.
  • Pemantauan Pasar: Mengikuti perkembangan berita dan analisis pasar untuk membuat keputusan investasi yang tepat.

Baca Juga: Harga Bitcoin Tergelincir di Bawah Support Kunci, Ada Apa?

Pasar kripto saat ini berada dalam fase koreksi yang signifikan. Investor perlu berhati-hati dan mempertimbangkan strategi investasi yang bijaksana untuk menghadapi volatilitas yang tinggi.

Meskipun jangka pendek menunjukkan tekanan, prospek jangka panjang tetap bergantung pada perkembangan teknologi dan adopsi kripto secara global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dogecoin Bisa Naik Parabolic ke $4? Ini Syaratnya!

Dogecoin (DOGE) saat ini masih bergerak sideways dan belum mampu menembus level harga di atas $0.25 (Rp 4 ribu).

Namun, seorang analis kripto, seperti dikabarkan oleh Finbold pada Minggu (23/2), mengungkapkan adanya kemungkinan kenaikan besar hingga 1.500% yang bisa membawa DOGE ke $4 (Rp 65 ribu). Berikut adalah analisis lengkapnya.

Pola Pergerakan Dogecoin Sejak 2014

Menurut analis Ali Martinez, Dogecoin telah bergerak dalam pola ascending channel sejak 2014. Dalam pola ini, harga terus bergerak antara garis support dan resistance. Jika tren ini bertahan, DOGE berpotensi melonjak ke $4 (Rp 65 ribu).

Martinez juga menyebut, level support sangat krusial untuk DOGE. Dogecoin baru-baru ini memantul dari garis support di sekitar $0.19 (Rp 3 ribu).

Jika harga Dogecoin tetap bertahan di atas level ini, DOGE berpeluang naik menuju garis resistance di sekitar $4 (Rp 65 ribu). Tapi sebaliknya, jika harga turun di bawah support, tren ini bisa batal.

Potensi Kapitalisasi Pasar DOGE

Jika Dogecoin benar-benar mencapai $4 (Rp 65 ribu), kapitalisasi pasarnya bisa menyentuh $603 miliar atau setara p 9,8 kuadriliun.

Ini menunjukkan bahwa DOGE berpotensi menjadi aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin, dengan catatan Ethereum tidak mengalami lonjakan signifikan.

Selain target $4 (Rp 65 ribu), Martinez juga mengungkapkan bahwa DOGE memiliki level support kuat di antara $0.16 (Rp 2,6 ribu) hingga $0.19 (Rp 3 ribu).

Jika zona ini bertahan, DOGE dapat lebih dulu naik ke $3 (Rp 48 ribu) sebelum mencapai target utama.

Faktor Teknis Pendukung

Di sisi lain, analisis teknikal menunjukkan bahwa zona support DOGE bertepatan dengan level Fibonacci retracement 0.382.

Dalam sejarah pergerakannya, DOGE sering memantul dari area ini. Selain itu, target $3 $3 (Rp 48 ribu) juga sesuai dengan Fibonacci extension 1.618.

Memang, pasar kripto secara umum belum menunjukkan breakout besar, termasuk Dogecoin. Namun, perkembangan regulasi dapat menjadi pemicu utama kenaikan harga.

Saat ini, ada spekulasi mengenai kemungkinan Dogecoin mendapatkan Exchange-Traded Fund (ETF). Jika SEC menyetujui ETF Dogecoin, permintaan investor bisa meningkat tajam dan mendorong harga lebih tinggi.

Analisis Harga Dogecoin

Saat artikel ini ditulis, Dogecoin diperdagangkan di harga $0.24 (Rp 3,9 ribu), turun lebih dari 6% dalam 24 jam terakhir dan turun sekitar 4.5% dalam seminggu.

Dari segi teknikal, harga DOGE saat ini berada di bawah SMA 50 hari ($0.3219), menandakan tren bearish jangka pendek.

DOGE sedikit berada di atas SMA 200 hari ($0.2395), yang bisa menjadi support kuat.RSI DOGE berada di 37.03, mendekati kondisi oversold, yang bisa menandakan potensi pembalikan harga jika ada tekanan beli yang meningkat.

Dogecoin memiliki potensi kenaikan signifikan hingga $4 jika tetap bertahan dalam pola ascending channel. Level support utama berada di $0.19, sementara resistance jangka pendek ada di $0.3219.

Perkembangan regulasi seperti ETF bisa menjadi katalis positif untuk DOGE. Namun, investor tetap perlu berhati-hati dengan volatilitas pasar sebelum mengambil keputusan investasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com