Harga Bitcoin kembali mengejutkan investor setelah turun di bawah angka $84.000. Padahal, dalam sepekan terakhir, pasar kripto diselimuti gelombang berita fundamental yang bullish.
Para analis sebelumnya memperkirakan lonjakan harga Bitcoin pasca penandatanganan Strategic Bitcoin Reserve, namun realitas di pasar justru menunjukkan tren sebaliknya.
Harga Bitcoin Turun, Sinyal On-Chain Melemah
Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin telah merosot hampir 4%, kini bertahan di kisaran $83.000. Grafik tujuh hari mengonfirmasi bahwa BTC mengalami penurunan sebesar 3,37%, sementara volume perdagangan harian anjlok hingga 53%.
Di tengah kemerosotan ini, para whale Bitcoin justru semakin agresif mengumpulkan aset, dengan total akumulasi mencapai lebih dari 22.000 BTC dalam tiga hari terakhir.
Penurunan harga ini terjadi meskipun pekan lalu diwarnai dengan sentimen positif, seperti perintah eksekutif untuk Cadangan Bitcoin Strategis dan KTT Kripto di Gedung Putih. Banyak yang berharap langkah ini akan memacu reli harga, namun kenyataannya Bitcoin justru terancam turun lebih dalam hingga di bawah $80.000.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Seorang analis bahkan mengungkapkan keheranannya atas fenomena ini: “Selama 8 tahun saya berkecimpung di Bitcoin, saya rasa belum pernah melihat pergerakan harga yang begitu terputus dari berita. Minggu ini mungkin merupakan minggu paling bullish dalam sejarah Bitcoin, tetapi pasar justru melemah.”
Mengapa Bitcoin Anjlok Setelah Pekan yang Bullish?
Beberapa faktor turut berkontribusi pada tekanan harga Bitcoin yang terjadi belakangan ini. Pertama, faktor ekonomi makro global, terutama kebijakan tarif baru dari AS, memicu aksi jual besar-besaran pada Bitcoin dan aset kripto lainnya.
Selain itu, rilis laporan penggajian nonpertanian (NFP) pada Jumat lalu mengindikasikan kemungkinan pengetatan moneter oleh The Fed. Jika kebijakan ini diberlakukan, maka suku bunga yang lebih tinggi dapat mengurangi minat investor terhadap aset spekulatif seperti Bitcoin.
Para analis juga menyoroti bahwa meskipun perintah eksekutif untuk Strategic Bitcoin Reserve dan Crypto Summit membawa sentimen positif, kurangnya kebijakan konkret yang “dapat ditindaklanjuti” membuat investor masih ragu untuk masuk ke pasar.
Dampak Penurunan Bitcoin terhadap Pasar Kripto
Koreksi harga Bitcoin juga menyeret altcoin utama ke zona merah. Ethereum (ETH) turun 3,24%, XRP anjlok 6,38%, dan Binance Coin (BNB) melemah 4,78% dalam sehari terakhir. Secara keseluruhan, lebih dari $150 juta dana mengalami likuidasi, sementara kapitalisasi pasar kripto global turun hampir 6% menjadi $2,68 triliun.
Saat ini, investor menantikan apakah Bitcoin mampu bertahan di atas $80.000 atau justru semakin tertekan di tengah ketidakpastian makroekonomi. Dengan volatilitas yang masih tinggi, keputusan investor dalam beberapa hari ke depan akan sangat menentukan arah pergerakan pasar selanjutnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar kripto kembali menjadi sorotan setelah bank-bank AS mendapatkan persetujuan regulasi untuk layanan mata uang kripto.
Dikutip Coingape, langkah ini membuka jalan bagi integrasi aset digital dalam sistem perbankan tradisional, yang berpotensi membawa stabilitas dan pertumbuhan bagi industri kripto. Di tengah perkembangan ini, terdapat empat token kripto yang layak diperhatikan: XRP, Solana (SOL), Pi Network (PI), dan Sui (SUI).
1. Ripple (XRP): Potensi Lonjakan 23%?
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Harga XRP saat ini mengalami pergerakan sideways, mencerminkan tren pasar yang lebih luas. Meskipun demikian, XRP tetap menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 10% meskipun sempat terkoreksi 8% ke harga $2,31.
Analis kripto Ali mengamati bahwa XRP sedang berkonsolidasi dalam pola segitiga simetris. Jika terjadi penembusan dari pola ini, potensi lonjakan harga hingga 23% bisa terjadi. Dengan regulasi baru yang memperkuat adopsi kripto di sektor perbankan, XRP bisa menjadi pilihan yang menarik untuk dipegang.
2. Solana (SOL): Bertahan di Level Support Kuat
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Solana terus menunjukkan ketahanan di level support $120 meskipun mengalami tren sideways dalam waktu yang lama. Saat ini, harga SOL berada di $137,87, mencatatkan kenaikan 3,55% dalam 24 jam terakhir.
Analis mencatat bahwa Solana masih berada dalam pola pelebaran bersudut siku-siku, yang menunjukkan potensi pergerakan harga signifikan ke depan. Spekulasi mengenai kemungkinan ETF SOL juga menambah daya tarik token ini bagi investor.
3. Pi Network (PI): Menanti Kepastian dari Binance
Pi network
Pi Network semakin menarik perhatian setelah peluncuran mainnet-nya. Namun, ketidakpastian pencatatan di Binance masih menjadi tantangan. Binance telah memperkenalkan sistem “Vote to List” dan “Vote to Delist”, memungkinkan komunitas memilih token yang akan didaftarkan atau dihapus.
Saat ini, PI diperdagangkan di harga $1,79 setelah mengalami sedikit koreksi pasar. Dengan semakin berkembangnya regulasi kripto di AS, peluang bagi Pi Network untuk mendapatkan pencatatan di bursa besar seperti Binance semakin menarik untuk diantisipasi.
4. Sui (SUI): Pergerakan Turun, Namun Tetap Menarik
Pergerakan harga SUI (SUI/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Sui (SUI) masih dalam tren menurun, mencatatkan titik tertinggi dan terendah yang lebih rendah dari sebelumnya. Saat ini, SUI turun 4% dan diperdagangkan pada harga $2,98. Namun, dalam satu tahun terakhir, SUI telah mengalami kenaikan hingga 50%, menjadikannya aset yang patut diperhatikan.
Para analis melihat potensi pemulihan harga SUI seiring dengan meningkatnya momentum pasar kripto secara keseluruhan. Dengan bank-bank AS yang kini memperoleh izin untuk layanan kripto, sentimen positif bisa semakin memperkuat pergerakan SUI di masa depan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengumumkan rencana peluncuran mata uang kripto bernama FIFA Coin di ajang White House Crypto Summit yang digelar pada Jumat.
Bitcoin News mengabarkan pada Minggu (9/3) bahwa pengumuman ini disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) , Donald Trump, meminta Presiden FIFA untuk berbicara di awal acara tersebut.
Infantino menekankan bahwa FIFA ingin memanfaatkan kekuatan mereknya yang mendunia, industri sepak bola yang bernilai sekitar 170 miliar dolar AS, serta basis penggemar yang mencapai 5 miliar orang.
“Bayangkan potensi yang ada di seluruh dunia, hanya dalam dunia sepak bola, jika kita mengembangkannya,” ujar Infantino.
Pengembangan FIFA Coin
Ia juga mengungkapkan bahwa FIFA sangat tertarik untuk mengembangkan FIFA Coin di bawah kepemimpinannya, dengan pusat pengembangannya berbasis di Amerika Serikat.
Dalam pidatonya, Infantino mengundang para peserta yang hadir untuk berkolaborasi dalam proyek ini. “Saya bukan ahli di bidang ini,” katanya.
“Jika ada yang tertarik, bekerjasamalah dengan FIFA. Kita berada di Amerika Serikat, dan kita akan menaklukkan dunia sepak bola dengan FIFA Coin.”
Peluncuran FIFA Coin diharapkan dapat menjadi inovasi baru dalam industri sepak bola, menghadirkan peluang baru dalam transaksi digital terkait tiket, merchandise, serta berbagai layanan lainnya.
Proyek Ambisi FIFA
Meskipun detail teknis proyek ini belum diumumkan, keterlibatan FIFA dalam dunia kripto menunjukkan tren adopsi teknologi blockchain di sektor olahraga global.
Pengumuman ini menuai beragam reaksi dari komunitas kripto dan sepak bola. Beberapa pihak menyambutnya sebagai langkah maju dalam digitalisasi olahraga.
Sementara yang lain menunggu detail lebih lanjut mengenai regulasi dan implementasinya.
Dengan pengaruh besar FIFA dalam dunia sepak bola, FIFA Coin berpotensi menjadi mata uang digital yang berdampak luas bagi industri olahraga.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Mengacu laporan terbaru Newsbtcn pada Minggu (9/3), harga Bitcoin yang sempat turun di bawah $90.000 (Rp 1,4 miliar) mengejutkan komunitas kripto, terutama di tengah ekspektasi reli pasar bullish yang berkelanjutan.
Namun, menurut analis kripto dari TradingView, Alixjey, Bitcoin bisa jatuh lebih dalam hingga ke level $63,000 (Rp 1 miliar), jika gagal menembus level resistensi tertentu.
Resistensi Kunci di $99.500
Alixjey menekankan bahwa Bitcoin harus menembus level $99.500 (Rp 1,6 miliar) agar tetap bergerak naik.
Jika gagal, maka harga Bitcoin kemungkinan besar akan mengalami penurunan tajam hingga menyentuh kisaran $60.000 (Rp 977 juta) hingga $65.000 (Rp 1,1 miliar).
Tentunya, hal ini akan menjadi pukulan berat bagi investor, terutama setelah sebelumnya Bitcoin mencapai puncaknya di $104.000 (Rp 1,7 miliar) pada tahun 2024.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Kesempatan Pembelian bagi Investor Jangka Panjang
Meskipun potensi penurunan ini mengkhawatirkan, Alixjey melihatnya sebagai peluang bagi investor jangka panjang untuk mengakumulasi Bitcoin pada harga rendah.
Ia menyebut bahwa kisaran $60.000 (Rp 977 juta) hingga $65.000 (Rp 1,1 miliar) bisa menjadi titik ideal untuk kembali masuk ke pasar sebelum potensi rebound pada kuartal ketiga dan keempat tahun 2025.
Faktor Eksternal yang Memicu Volatilitas
Selain faktor teknikal, data Non-Farm Payroll (NFP) yang akan dirilis dalam waktu dekat juga bisa memperburuk volatilitas Bitcoin.
Alixjey memperingatkan bahwa laporan ekonomi utama seperti ini sering kali memicu pergerakan besar di pasar kripto dan saham, sehingga investor perlu berhati-hati.
Skenario Terburuk: Bitcoin Bisa Jatuh ke $40.000?
Analis lain, Herbert Sim, yang menjabat sebagai CMO AICean, memperkirakan bahwa Bitcoin bisa jatuh lebih dalam hingga ke $40.000 (Rp 651 juta) dalam waktu beberapa minggu atau bulan ke depan.
Namun, ia meyakini bahwa penurunan ini akan bersifat sementara dan Bitcoin memiliki potensi untuk kembali menguat dalam jangka panjang.
Dengan resistensi kuat di $99.500, harga Bitcoin berada di persimpangan penting. Jika tidak mampu menembus level ini, Bitcoin berisiko turun hingga $63.000 atau bahkan $40.000.
Namun, bagi investor jangka panjang, momen ini bisa menjadi kesempatan emas untuk masuk sebelum harga kembali naik.
Sebagai langkah bijak, para trader disarankan untuk selalu memantau kondisi pasar dan faktor eksternal yang mempengaruhi pergerakan harga Bitcoin.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar kripto kembali menunjukkan volatilitasnya setelah pengumuman dari mantan Presiden AS, Donald Trump, terkait rencana cadangan strategis kripto yang mencakup Ethereum, Solana, ADA, Ripple’s XRP, dan Bitcoin.
Menurut laporan dari Newsbtc pada Sabtu (8/3), reaksi pasar langsung terasa, dengan Ethereum mengalami lonjakan dan penurunan harga dalam hitungan hari.
Pada 2 Maret, harga Ethereum tercatat di $2.191, kemudian naik hingga $2.542 pada 3 Maret sebelum akhirnya turun ke level $2.050 keesokan harinya.
Strategi Pemegang Ethereum Saat Pasar Bergejolak
Data dari Glassnode menunjukkan bahwa pemegang ETH aktif mengelola portofolio mereka selama periode volatilitas ini.
Pemegang aset yang membeli ETH pada harga $3.500 mulai menyesuaikan portofolio mereka sejak Februari.
Pada periode ini, investor yang memiliki 1,75 juta ETH dengan harga akuisisi rata-rata $3.200 mengalami penurunan nilai sebesar 10%.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 8 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Aksi Beli dan Jual ETH yang Signifikan
Pada 1 Maret, investor membeli sekitar 500 ribu ETH dengan harga rata-rata $2.200. Namun, ketika harga ETH mencapai $2.500, banyak di antara mereka yang langsung mendistribusikan kembali kepemilikannya.
Glassnode juga mencatat bahwa area resistensi utama baru terbentuk di level $2.800, di mana trader mengakumulasi 800 ribu token ETH.
Level ini kini menjadi perhatian utama para investor dalam menentukan potensi rebound harga ETH.
Sejumlah analis mencatat meningkatnya aktivitas akumulasi oleh dompet besar atau whale di pasar Ethereum.
Seorang investor besar diketahui membeli 17.855 ETH senilai sekitar $36 juta dengan harga rata-rata $2.054.
Dengan total kepemilikan mencapai $2,5 miliar, transaksi ini semakin mengonfirmasi tren akumulasi yang sedang berlangsung, menunjukkan bahwa harga ETH saat ini dianggap sebagai peluang beli.
Apakah Saatnya Membeli Ethereum?
Saat ini, ETH diperdagangkan di kisaran $2.100 hingga $2.300, yang masih jauh di bawah harga puncaknya sebesar $3.500 pada awal pekan.
Menurut analis dari CryptoQuant, Ethereum berada dalam kondisi yang menguntungkan setelah mengalami koreksi harga.
Indikator MVRV menunjukkan bahwa ETH kini berada di bawah level 1, menandakan aset ini dalam kondisi undervalued dan berpotensi mengalami kenaikan harga dalam waktu dekat.
Faktor Eksternal yang Bisa Mempengaruhi Harga ETH
Meskipun tren akumulasi ETH meningkat, analis tetap waspada terhadap faktor makroekonomi yang dapat mempengaruhi harga kripto.
Kebijakan moneter, tarif perdagangan, serta ketidakpastian ekonomi global dapat memberikan dampak signifikan pada pergerakan harga Ethereum dan altcoin lainnya.
Kesimpulannya, meskipun harga ETH saat ini sedang mengalami fluktuasi, banyak pemegang besar yang melihat ini sebagai peluang akumulasi.
Dengan level resistensi di $2.800 dan peningkatan jumlah dompet yang terus membeli ETH, prospek kenaikan harga masih terbuka.
Namun, investor tetap perlu mencermati faktor makro yang bisa menghambat pertumbuhan harga di masa mendatang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Gedung Putih menggelar pertemuan KTT kripto pertamanya pada 7 Maret 2025, menandai perubahan besar dalam kebijakan pemerintah AS terhadap industri aset digital.
Dilaporkan Coingape, acara tersebut, Presiden Donald Trump mengumumkan serangkaian inisiatif strategis yang bertujuan untuk memberikan kepastian regulasi dan memperkuat posisi Amerika Serikat dalam sektor kripto.
Trump Janjikan Penghentian Operasi Chokepoint 2.0
Salah satu pengumuman utama dari KTT ini adalah janji Presiden Trump untuk mengakhiri “Operation Chokepoint 2.0,” sebuah kebijakan yang telah memberikan tekanan besar pada bank untuk menutup rekening bisnis yang terkait dengan aset digital.
Trump menegaskan bahwa kebijakan ini telah digunakan sebagai alat politik untuk menekan industri kripto dan menyatakan bahwa era tersebut akan segera berakhir.
Selain itu, Trump juga menekankan pentingnya regulasi stablecoin yang jelas. Ia berharap undang-undang stablecoin dapat segera disahkan sebelum Kongres memasuki masa reses musim panas pada Agustus 2025.
Regulasi yang transparan dinilai akan mendukung inovasi dan pertumbuhan industri kripto, dengan kehadiran eksekutif dari Coinbase, Gemini, dan Ripple yang menegaskan dukungan industri terhadap langkah ini.
Momen penting lainnya dalam pertemuan ini adalah pengumuman cadangan Bitcoin strategis oleh pemerintahan Trump. Pemerintah AS akan menyimpan Bitcoin yang telah diperoleh melalui penyitaan aset pidana dan perdata, dan tidak akan menjualnya.
Ilustrasi Bitcoin
Trump menyebut langkah ini sebagai “Benteng Knox digital untuk emas digital,” menegaskan bahwa Bitcoin akan menjadi bagian dari strategi ekonomi jangka panjang AS.
“Sejak hari ini, Amerika akan mengikuti aturan yang diketahui dengan sangat baik oleh setiap Bitcoiner: jangan pernah menjual Bitcoin Anda,” ujar Trump dalam pidatonya.
Penting untuk dicatat bahwa pembentukan cadangan Bitcoin ini tidak akan menggunakan dana pembayar pajak, karena aset tersebut diperoleh dari penyitaan kriminal dan perdata. Langkah ini menunjukkan komitmen AS terhadap industri kripto tanpa membebani anggaran negara.
Ekspansi Cadangan Kripto AS
Selain Bitcoin, pemerintahan Trump juga mengumumkan rencana untuk memperluas cadangan aset digital AS di masa depan. Cadangan ini akan mencakup aset digital lain seperti Ethereum, XRP, Solana, dan Cardano, yang diperoleh dari penyitaan terkait kasus pidana dan perdata.
Strategi ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi jangka panjang aset digital dalam mendukung inovasi dan pertumbuhan ekonomi. Menteri Keuangan Scott Bessent menyatakan bahwa cadangan ini akan dimulai dengan aset yang sudah dimiliki pemerintah, tetapi dapat diperluas tergantung pada kebijakan di masa depan.
Respons Beragam terhadap KTT Kripto
KTT Kripto ini mendapat respons beragam dari berbagai pihak. Sementara para pemimpin industri kripto menyambut baik langkah Trump dalam menciptakan regulasi yang lebih jelas dan mendukung inovasi, ada juga kritik tajam terhadap pertemuan tersebut.
Ekonom dan komentator keuangan Peter Schiff, yang dikenal sebagai kritikus mata uang kripto, mengungkapkan ketidaksenangannya terhadap acara ini. Dalam unggahannya di media sosial X, ia menyatakan:
“KTT kripto adalah aib. Ini adalah aib nasional. Kelompok kripto yang telah menguasai Gedung Putih adalah persis apa yang diperingatkan oleh Bapak Pendiri kita. Ini akan menjadi kutukan bagi warisan apa pun yang ditinggalkan Trump dan menandai titik terendah bagi kepresidenan dan Amerika Serikat.”
Terlepas dari kritik tersebut, pertemuan ini menandai titik balik penting bagi industri kripto di AS. Dengan dukungan dari pemerintahan Trump, industri aset digital kini memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dengan kepastian regulasi yang lebih jelas dan infrastruktur yang lebih kuat. Bagaimana implementasi dari kebijakan-kebijakan ini akan berlangsung ke depan masih menjadi pertanyaan, tetapi langkah awal ini telah menarik perhatian global terhadap arah baru kebijakan kripto AS.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.
Analisa kita cenderung akurat minggu ini, beberapa data benar namun beberapa data juga direvisi. Tapi satu hal yang saya garis bawahi, Trump tak mau disalahkan akibat data yang tidak baik. Emang paling enak nyalahin pemerintah sebelumnya.
Secara data: Caixin Manufacturing Tiongkok yang naik benar, Manufacturing PMI AS jatuh sesuai, ADP yang saya inverse, salah, dan Factory Order yang saya prediksi turun salah. Heh, coba renungkan, Pesanan Pabrik naik kok jumlah karyawan turun? 🤣. Harusnya saya inverse Factory Ordernya bukan ADP nya. Dilanjut Claim data naik benar dan NFP turun besok adalah sangat meyakinkan.
Garisnya kebetulan sesuai. Ketika saya menulis diary Bitcoin ini, ini adalah untuk saya, cara belajar saya memahami market. Diary ini tidak berhubungan dengan pencitraan saya, karena saya anonim dan tak terlalu peduli image, niat saya adalah berkarya dan belajar menjadi lebih pandai dari saya yang dahulu, sehingga kritikan yang tidak membangun, saya mute agar mood belajar saya tetap membara.
Ini semua adalah tentang saya menemani Bitcoin, bukan tentant porto follower. Saya sedikit sekali perdulinya, karena aturanya jelas. Mengikuti influencer adalah salah, selalu lakukan analisa sendiri dan tetaplah jangan percaya. Kalau diri sendiri saja tidak bisa dipercaya apalagi oranglain.
Data Minggu Depan
Mari kita bedah data minggu depan.
Senin, 10 Maret 2025
22.00 WITA – CB Employment Index
Ada Conference Board Consumer Confindence sekarang Ada Conference Board Employement Index, jika naik DXY naik jika turun DXY turun. Data Trump tak perlu diinverse, lihatkan saya inverse ADP salah.
Kunci mengetahui gerak Fed adalah kapan pengangguran naik dan kapan inflasi turun. Inflasi sudah turun walaupun belum 2%, sekarang kuncinya ada pada kapan pengangguran naik. Dan pengangguran sudah naik, terlihat dari data ADP, Claim data dan NFP.
Jika CB employment Index naik maka Bitcoin belum turun karena ini adalah masa depan, jika naiknya CB Employment tidak membuat Bitcoin turun karena ini untuk jangka panjang, apalagi jika CB employment turun, Bitcoin semakin naik.
Apasih alasannya? Mandat Fed adalah menciptakan lapangan pekerjaan dan menjaga kestabilan ekonomi. Jika sekarang pengangguran sudah naik Fed harus menyiram liquidity agar ekonomi kembali stabil. Bukankah berarti berbagai macam stimulus itu sudah dekat waktunya?
Kira-kira candle hari Senin begini:
Selasa, 11 Maret 2025
22.00 Jumlah Lowongan (Jolts)
Ingat ya, data jumlah lowongan (Jolts) yang diumumkan bulan Maret, bukanlah data Februari, tetapi data Januari. 😂😂😂
Dengan adanya Tariff, Deportasi, Penghematan, maka logikanya Jumlah Lowongan turun. Jika Jolts turun, DXY turun sehingga Bitcoin naik.
Menurunkan inflasi ada 2 cara, menambah jumlah hodlernya dengan menambah liquidity atau mengurangi jumlah hodlernya serta mengurangi liquiditynya. Presiden Biden memilih cara menambah jumlah hodlernya dengan cara mendatangkan Imigran dan memberi mereka uang, itu adalah cara pertama, menambah hodler dan menambah liquidity, Presiden Trump mengurangi inflasi dengan cara mengurangi hodler dollar namun tidak mengurangi liquiditynya sehingga otomatis hodler DXY turun, makanya imigrannya dideportasi. Tetapi apakah inflasi turun? Tidak. Why?
Pertanyaan saya sebenernya sederhana, apakah Trump berhemat dengan DOGE mengurangi Liquidity Dollar? Jawabannya tidak. Belanja Pemerintahan Trump sama besarnya tidak dikurangi, tetapi PHK dan penghematan serta deportasi digencarkan. Jadi hodlernya dollar memang berkurang tetapi liqudity dollar tidak berkurang, itulah sebab DXY naik.
Apakah Inflasi turun? Jangan fokus pada CPI tapi fokus pada Core CPI-nya. Jika core CPI naik maka artinya inflasi naik dan DXY naik.
Hukum alaminya begitu. Karena dalam keadaan wajar Fed seharusnya hawkish dan tetap pada pendiriannya menjaga kestabilan ekonomi dengan mengetatkan kebijakan moneter.
Apa yang terjadi jika Core CPI naik tetapi Fed tidak bisa hawkish karena mandat kedua Fed menciptakan lapangan pekerjaan diporak-porandakan oleh Trump melalui Tariff dan penghematan yang menyebabkan PHK dan pengangguran naik?
Fes tak bisa hawkish dong. Karena mandatnya terancam.
Maka jika Core CPI naik, Bitcoin naik. Alasannya Fed harus Dovish dan Potong suku bunga agar pekerjaan tercipta kembali, Trump secara sengaja membuat Fes yang independen tetap independent tetapi menuruti kemauan Trump agar memotong suku bunga. Cerdas ini Trump.
Kira-kira begini candle hari Rabu:
Kamis, 13 Maret 2025
20.30 WITA – PPI AS
Ingat, Fed preferred Index bukanlah CPI tapi PPI dan PCE. Core PCE telah jatuh dari 2.9% ke 2.6%. CPI adalah inflasi ke konsumen, sedangkan PPI adalah inflasi ke Produsen. Jika harga pabrik naik dan Belanja Pribadi turun, artinya rakyat sudah hidup ngenes dan perlu bantuan pemerintah untuk kembali membasahi liquidity.
Singkat kata, stimulus sudah dekat. Stimulus Tiongkok telah cair, jika AS tidak ikut mencairkan maka Investor akan datang ke Tiongkok bukan ke AS karena duit Tiongkok meluber sedangkan AS kering liquidity.
Secara bisnis investasi di Tiongkok lebih menguntungkan karena buruh murah, pasar ke negara ketiga dapat diakses dan kepastian dukungan pemerintah. Sedangkan investasi di AS, punya kepastian buruh mahal, expor Dollar yang melemahkan mata uang lokal serta campur tangan Pemerintah diberbagai bidang dengan akses pasar yang sedang kering liquidity juga. Seperti Eropa, Canada, Inggris dll.
Jika PPI naik, maka DXY naik. Apa yang terjadi jika PPI naik DXY tidak naik? Artinya liquidity dollar belum bertambah karena plafon utang belum bisa naik dan Fed tak bisa hawkish. Kira-kira begini candle Kamis:
Jum’at 14 Maret 2025
20.30 WITA – Unmich
Universitas Michigan memprediksi inflasi naik. Jika inflasi naik Fed seharusnya Hawkish, kalau inflasi naik tapi Fed tidak bisa hawkish maka Bitcoin naik.
Kenapa? Karena Fed akan lebih dekat dengan melonggarkan kebijakan moneter dan menambah Jumlah Edar Uang sehingga Bitcoin naik.
Bitcoin erat dengan melimpahnya liquidity. Saat liquidity kering yaitu saat suku bunga tinggi, uang susah dicari, KPR bunga floating membuat orang berhemat karena cicilan KPRnya naik, biasa bayar 10 juta lalu naik 13 juta maka orang berhemat.
Sehingga perputaran uang berkurang. Menaikan suku bunga dapat diartikan mem-burning koin. Saat bunga KPR naik cicilannya naik padahal tanahnya tidak melebar, rumahnya tidak membesar tapi bayarnya naik, biasa bayar 10 juta lalu bayar 13 juta, uang kita dibakar 3 juta kembali pada bank sentral.
Kira-kira begini Candle hari Jumat:
Ingat, ini semua hanyalah cocoklogi, saya tidak boleh dijadikan acuan, hanya boleh dijadikan hiburan, kesalahan analisa saya sering terjadi dan dapat merugikan jika dijadikan pertimbangan, tetaplah analisa sendiri dan teruslah tidak percaya. Asumsi adalah akar segala masalah, berhenti berasumsi dan mari lihat data. Ini bukanlah analisa keuangan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Laporan ini disusun oleh tim Research Tokocrypto sebagai panduan bagi para investor dan pelaku pasar untuk memahami perkembangan terkini dalam ekonomi global dan pasar kripto.
Melalui analisis mendalam yang mencakup data makroekonomi, performa pasar crypto, serta peristiwa-peristiwa penting di sektor blockchain, laporan ini dirancang untuk memberikan wawasan mengenai tren utama yang berpotensi memengaruhi strategi investasi.
Tim Research Tokocrypto berkomitmen menghadirkan informasi yang akurat dan relevan untuk membantu pembaca mengambil keputusan yang lebih bijaksana di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
Fokus Utama
Tinjauan Makro Ekonomi Global dan Nasional
Harga minyak turun ke level terendah dalam tiga tahun akibat kekhawatiran perlambatan ekonomi AS dan dampak perang dagang yang diperburuk kebijakan tarif baru Trump.
Aktivitas sektor jasa Jepang tumbuh pada laju tercepat dalam enam bulan di Februari 2025, didorong oleh permintaan domestik yang kuat.
Bank of England (BoE) mengusulkan kenaikan ambang batas simpanan ritel untuk aturan leverage, memberikan ruang bagi pemberi pinjaman kecil untuk tumbuh sebelum dikenakan regulasi ketat.
Indonesia dan Jepang memperluas kerja sama dalam sektor startup dan industri hijau untuk mendorong inovasi dan investasi berkelanjutan.
Penurunan daya beli dan maraknya PHK menyebabkan 30% perusahaan asuransi belum memenuhi ekuitas minimum sesuai regulasi OJK.
DBS Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 hanya mencapai 5,1%, lebih rendah dari target pemerintah, akibat efisiensi anggaran dan pelemahan konsumsi domestik.
Perkembangan Regulasi Kripto
Financial Intelligence Unit (FIU) Korea Selatan memperkenalkan aturan AML yang lebih ketat guna menangkal pencucian uang dan aktivitas ilegal di sektor crypto.
Kementerian Keuangan dan Bank Sentral Rusia sedang mengkaji program percontohan perdagangan crypto yang hanya akan tersedia bagi investor institusional dan high-net-worth individuals (HNWIs).
Senat AS memilih untuk membatalkan aturan IRS yang mengharuskan platform DeFi melaporkan transaksi sebagai broker, dengan alasan dapat menghambat inovasi.
Performa Pasar Kripto
Pasar kripto mengalami kenaikan setelah cuitan Trump tentang aset yang akan dimasukkan dalam Cadangan Kripto AS.
Cardano (ADA) +46,3% dan Ethernity Chain (ERN) +46,3% menunjukkan minat tinggi terhadap proyek dengan skalabilitas tinggi.
Sektor Mobile Mining (+52.123%), Bridged USDC (+73,8%), dan BTCfi (+45%) mencerminkan tren kuat di sektor mining mobile, stablecoin lintas rantai, dan infrastruktur Bitcoin DeFi.
XAI – 4 Maret 2025 unlock sebesar 35.89M XAI (~$2.64M), setara dengan 1.44% dari total supply dan 3.37% dari market cap, dengan alokasi besar untuk investors dan tim yang dapat memicu tekanan jual.
APTOS (APT) – 12 Maret 2025 Unlock sebesar 11.31M APT (~$60.00M), 0.99% dari total supply dan 1.92% dari market cap, dengan alokasi ke investors dan core contributors yang dapat meningkatkan likuiditas namun berisiko menambah tekanan jual.
Proyeksi Analis
Kapitalisasi Pasar Rebound: Market cap kripto naik ke $3,1T setelah sempat turun ke $2,6T, didorong oleh cuitan Trump tentang Cadangan Kripto AS.
Dominasi Bitcoin Kuat:Altcoin Season Index turun ke 15, menandakan pelemahan altcoin sementara investor lebih memilih Bitcoin sebagai aset utama.
Volatilitas Tinggi: Jelang White House Crypto Summit, Bitcoin tetap menjadi pilihan paling aman, sementara eksposur altcoin sebaiknya fokus pada big-cap dengan sentimen positif.
Edukasi Kripto: Cara Menghindari Scam & Rug Pull di Proyek Kripto
Weekly Macroeconomics
Ketidakpastian Ekonomi AS dan Perang Dagang Tekan Harga Minyak ke Level Terendah
Bitcoin dan kebijakan Amerika Serikat.
Harga minyak mengalami penurunan signifikan, dengan Brent crude turun ke $68,33 per barel, level terendah dalam tiga tahun terakhir. Kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi AS semakin meningkat setelah data menunjukkan pertumbuhan yang lebih lemah dari ekspektasi.
Sentimen pasar juga tertekan oleh pengumuman kebijakan tarif baru dari Presiden Donald Trump, yang memicu kecemasan akan dampaknya terhadap permintaan global. Di sisi lain, OPEC+ berencana meningkatkan produksi mulai April, yang semakin menambah tekanan pada harga minyak. Kombinasi ketidakpastian ekonomi dan peningkatan suplai ini memperburuk prospek pasar minyak dalam jangka pendek.
Pertumbuhan Sektor Jasa Jepang Capai Level Tertinggi dalam Enam Bulan
Indeks PMI jasa Jepang naik ke 52,9 pada Februari 2025, mencerminkan ekspansi tercepat sejak Agustus 2024, terutama berkat permintaan domestik yang meningkat. Namun, tekanan biaya tetap tinggi, dengan perusahaan menghadapi kenaikan harga tenaga kerja dan bahan baku.
Pertumbuhan ini kontras dengan sektor manufaktur yang masih terkontraksi, menunjukkan ekonomi Jepang bergantung pada sektor jasa untuk mendorong pemulihan.
BoE Pertimbangkan Pelonggaran Aturan Leverage untuk Pemberi Pinjaman Kecil
Bank of England (BoE) sedang mengkaji kenaikan ambang batas simpanan ritel dari £50 miliar menjadi £70 miliar, memungkinkan bank kecil tumbuh lebih besar sebelum harus memenuhi aturan rasio leverage.
Kebijakan ini dirancang agar tidak menghambat pertumbuhan perbankan skala kecil, sembari tetap menjaga stabilitas keuangan. Jika diterapkan, lebih banyak pemberi pinjaman kecil dapat menghindari kewajiban modal ketat yang berlaku bagi bank besar, memberikan fleksibilitas lebih dalam ekspansi bisnis mereka.
Indonesia Macroeconomic Update
Indonesia dan Jepang Perkuat Kemitraan di Startup & Industri Hijau
Indonesia alami pertumbuhan jumlah pekerja di industri blockchain. Sumber: Wikimedia Commons
Indonesia dan Jepang memperluas kerja sama di sektor startup, AI, industri hijau, dan tenaga kerja melalui inisiatif seperti Japan-Indonesia Fast Track Pitch untuk mendukung ekosistem startup serta kolaborasi dalam pengembangan AI.
Jepang juga menyoroti Asia Zero Emission Community (AZEC) untuk mendukung transisi energi dan hilirisasi mineral Indonesia. Selain itu, kedua negara sepakat meningkatkan kapasitas tenaga kerja melalui New Manufacturing Industry Development Center (New MIDEC), yang membuka peluang magang dan sertifikasi keterampilan bagi tenaga kerja Indonesia.
PHK Massal dan Daya Beli Turun, Industri Asuransi Sulit Penuhi Ekuitas
Melemahnya daya beli masyarakat akibat gelombang PHK menyebabkan banyak perusahaan asuransi kesulitan memenuhi ekuitas minimum yang diwajibkan OJK. Sekitar 30% perusahaan asuransi dan reasuransi belum mencapai target ekuitas tahap pertama, terutama di sektor asuransi kredit yang mengalami kontraksi hingga 19%.
Penyebab utama adalah penurunan konsumsi kelas menengah sebesar 4%-5%. Untuk menghadapi tantangan ini, perusahaan asuransi perlu melakukan diversifikasi produk, digitalisasi layanan, serta meningkatkan edukasi dan literasi keuangan masyarakat tentang pentingnya asuransi.
DBS Perkirakan Ekonomi Indonesia 2025 Hanya Tumbuh 5,1% Akibat Efisiensi Anggaran
DBS Bank memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 5,1% pada 2025, lebih rendah dari asumsi pemerintah sebesar 5,2%-5,5%. Efisiensi anggaran, pelemahan daya beli, dan dampak eksternal menjadi faktor utama yang menekan pertumbuhan.
DBS menilai bahwa belanja pemerintah yang lebih ketat bisa membatasi stimulus ekonomi, sementara ketidakpastian global juga dapat mempengaruhi ekspor dan investasi. Meskipun begitu, fundamental ekonomi Indonesia tetap cukup solid, terutama dengan prospek positif di sektor manufaktur dan investasi asing.
Crypto Regulation Update
Korea Selatan Perketat Regulasi AML untuk Tangani Kejahatan Crypto
Financial Intelligence Unit (FIU) Korea Selatan mengumumkan pembatasan Anti-Money Laundering (AML) yang lebih ketat setelah meningkatnya kasus kejahatan crypto di negara tersebut. Regulasi baru ini akan meningkatkan pemantauan transaksi mencurigakan, memperketat verifikasi identitas pengguna di platform crypto, serta mewajibkan pelaporan transaksi dalam jumlah besar.
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah Korea Selatan untuk memastikan transparansi dan keamanan di industri aset digital, menyusul beberapa insiden penyalahgunaan crypto untuk kejahatan keuangan.
Rusia Pertimbangkan Uji Coba Perdagangan Crypto untuk Investor Top-Tier
Pemerintah Rusia, melalui Kementerian Keuangan dan Bank Sentral, sedang berdiskusi untuk meluncurkan uji coba perdagangan crypto yang terbatas hanya bagi investor top-tier. Program ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi regulasi dan dampak crypto terhadap ekonomi Rusia, tanpa membuka akses bagi investor ritel.
Inisiatif ini mencerminkan pendekatan hati-hati Rusia dalam mengadopsi crypto, dengan tetap menyeimbangkan antara pengawasan ketat dan eksplorasi teknologi blockchain dalam sistem keuangan mereka.
Senat AS Batalkan Aturan IRS Terkait Defi Broker
Senat AS telah memutuskan untuk membatalkan aturan Internal Revenue Service (IRS) yang memperluas definisi broker untuk mencakup platform DeFi dan penyedia layanan non-kustodial.
Aturan ini mendapat kritik dari komunitas crypto karena dapat menghambat inovasi dan meningkatkan beban regulasi bagi pengembang DeFi. Keputusan Senat mencerminkan dukungan terhadap industri crypto di AS serta ketidakpuasan terhadap kebijakan pajak yang dianggap terlalu luas cakupannya.
Crypto Market Update
Bitcoin Updates
Sejak 3 Februari 2025, Bitcoin telah mengalami koreksi lebih dari 15%, menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan mengenakan tarif dagang terhadap Tiongkok, Meksiko, dan Kanada. Koreksi ini membawa Bitcoin ke level terendah $83.000 pada 5 Maret. Selain itu, investor telah menarik lebih dari $3,5 miliar dari ETF Spot Bitcoin yang berbasis di AS sejak awal Februari, menurut data Farside Investors.
Namun, pada 3 Maret, pasar merespons positif terhadap pengumuman Trump mengenai cadangan strategis kripto AS, yang memicu lonjakan harga 9,58%. Saat ini, Bitcoin mulai menunjukkan pemulihan menjelang White House Crypto Summit 2025, di mana pemerintahan Trump akan membahas kerangka regulasi aset digital yang lebih jelas untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi.
Perkembangan regulasi AS akan menjadi katalis utama bagi pergerakan Bitcoin ke depan, dengan potensi pemulihan lebih lanjut jika kebijakan yang diusulkan mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital.
Ethereum (ETH) sempat mengalami kenaikan dan menguji resistance di level $2.500, menyusul pengumuman Presiden Donald Trump terkait cadangan kripto Amerika Serikat. Namun, ETH kembali terkoreksi dan menguji support kuat di $2.000, yang juga merupakan level psikologis utama bagi investor.
Sejalan dengan Bitcoin, yang direncanakan menjadi bagian dari Cadangan Kripto AS, Ethereum berhasil rebound dari level $2.000 dalam beberapa hari terakhir. Saat ini, level $2.500 menjadi area resistance penting yang perlu diperhatikan oleh investor. Jika harga mampu menembus level ini, ETH berpotensi kembali ke tren bullish dengan momentum yang lebih kuat.
Support kuat di $2.000 menunjukkan level pertahanan utama bagi ETH, sementara resistance di $2.500 menjadi area kunci untuk menentukan arah tren selanjutnya. Jika harga mampu menembus level ini, ETH berpotensi masuk kembali ke fase bullish. Di sisi lain, kebijakan terkait Cadangan Kripto AS dapat menjadi katalis utama yang memengaruhi pergerakan ETH dalam waktu dekat. Investor disarankan untuk tetap memantau pergerakan harga di sekitar level ini guna mengantisipasi peluang trading yang optimal.
Sumber: coinmarketcap date taken: 07 Maret 2025
Cardano Update
Selain Bitcoin, Ethereum, dan Solana, Cardano (ADA) juga masuk dalam daftar aset yang dipertimbangkan oleh Presiden Trump untuk Cadangan Kripto Amerika Serikat. Sentimen ini mendorong ADA naik lebih dari 50% hingga mencapai $1,1, menempatkannya dalam tren bullish saat ini.
Namun, pergerakan harga ADA masih bergantung pada hasil dari White House Crypto Summit 2025. Jika Cardano resmi ditetapkan sebagai bagian dari Cadangan Kripto AS, aset ini berpotensi melanjutkan kenaikan menuju all-time high (ATH) di $2,9.
Sumber: tradingview date taken: 6 Maret 2025
Ripple Kucurkan $50 Juta untuk Mendirikan Asosiasi Crypto Nasional di AS
Ripple mengumumkan pendanaan sebesar $50 juta untuk mendirikan National Cryptocurrency Association (NCA), sebuah organisasi yang bertujuan meningkatkan edukasi dan kebijakan terkait crypto di AS.
Langkah ini diambil untuk meningkatkan pemahaman regulator dan publik mengenai manfaat aset digital, terutama di tengah ketidakpastian regulasi di AS. Ripple berharap inisiatif ini dapat mempercepat adopsi crypto dan menciptakan lingkungan kebijakan yang lebih mendukung industri blockchain.
Bitwise Ajukan Aptos ETF ke SEC, Dorong Adopsi Crypto di Pasar Tradisional
Bitwise Asset Management resmi mengajukan ETF berbasis Aptos (APT) ke SEC, yang jika disetujui akan menjadi salah satu produk ETF crypto inovatif di AS. Langkah ini mencerminkan meningkatnya minat institusional terhadap ekosistem Aptos, blockchain layer-1 yang dikenal dengan skalabilitas dan keamanan tinggi.
Persetujuan ETF ini masih belum pasti, mengingat regulasi ketat SEC terhadap aset crypto, namun langkah Bitwise menunjukkan kepercayaan terhadap potensi Aptos dalam jangka panjang.
Metaplanet Tambah 497 BTC, Kepemilikan Bitcoin Naik Jadi 2.888 BTC
Metaplanet Inc, perusahaan investasi asal Jepang, menambah kepemilikan Bitcoin dengan membeli 497 BTC seharga rata-rata $88.800 per BTC, senilai $44,1 juta. Dengan akuisisi ini, total Bitcoin yang dimiliki perusahaan kini mencapai 2.888 BTC, sekaligus mendorong harga sahamnya naik 19% di Tokyo Stock Exchange. Metaplanet juga menggunakan BTC Yield sebagai metrik investasi, yang mencatat 45,1% sejak awal tahun, setelah mencapai 309,8% pada kuartal akhir 2024.
Presiden El Salvador Tegaskan Komitmen pada Bitcoin Meski Ada Tuntutan IMF
Presiden El Salvador, Nayib Bukele beli satu Bitcoin setiap hari. Foto: Yuri Cortez / AFP via Getty Images.
El Salvador terus menambah kepemilikan Bitcoin, kini mencapai lebih dari 6.102 koin, meskipun IMF menyetujui program pendanaan senilai $1,4 miliar yang menyarankan pembatasan eksposur terhadap cryptocurrency. Pemerintah meyakinkan IMF bahwa tidak akan ada akumulasi Bitcoin lebih lanjut di sektor publik. Namun, rincian tentang bagaimana pembelian tersebut tidak menambah eksposur pemerintah tetap belum jelas
BioNexus Memilih Ethereum untuk treasury karena Programabilitas dan Utilitasnya
BioNexus telah mengumumkan keputusan untuk memilih Ethereum sebagai aset utama dalam perbendaharaan perusahaan, menggantikan Bitcoin. Keputusan ini didasarkan pada kemampuan programabilitas Ethereum yang memungkinkan pengembangan kontrak pintar dan aplikasi terdesentralisasi (dApps), serta utilitasnya yang luas dalam ekosistem blockchain.
Recap Bulan Literasi Kripto
Tokocrypto berkomitmen untuk memperkuat edukasi kripto di seluruh Indonesia dengan berkolaborasi bersama komunitas lokal dan universitas. Sebagai bagian dari Bulan Literasi Kripto (BLK) Februari 2025 sebuah inisiatif nasional yang dipimpin oleh Asosiasi Blockchain & Pedagang Aset Kripto Indonesia, kami bangga dapat berkontribusi dalam meningkatkan literasi kripto. Kami yakin bahwa edukasi yang menyeluruh berperan penting dalam mendorong adopsi kripto yang lebih luas dan bertanggung jawab di Indonesia.
Tokocrypto sukses menggelar serangkaian acara edukatif, memperkuat peran dalam edukasi kripto dan pengembangan komunitas.
✅ 21 event di 10 kota
✅ 15.000+ peserta
✅ Berkolaborasi dengan komunitas & institusi
Online
X Space Road to Indonesia Crypto Outlook 2025
Membahas upcoming event Indonesia Crypto Outlook 2025 dan bagaimana acara tersebut memberikan dampak positif bagi Industri
5 Februari 2025
Media Sosial X Tokocrypto
350 peserta
AMA bersama Avalanche Indonesia
Membahas update terbaru dari project Avalanche yang merupakan salah satu project yang telah listing di Tokocrypto
13 Februari 2025
Telegram Tokocrypto Official Group
4500 peserta
X Space bersama IdeaTax
Membahas terkait pajak secara general dan implementasinya pada industri kripto termasuk cara melakukan pelaporan pajak
19 Februari 2025
Media Sosial X Tokocrypto
1650 peserta
AMA bersama TKO Token
Membahas update terbaru dari project TKO Token yang merupakan salah satu project yang telah listing di Tokocrypto
20 Februari 2025
Telegram Tokocrypto Official Group
4200 peserta
AMA bersama Manta Indonesia
Membahas update terbaru dari project Manta yang merupakan salah satu project yang telah listing di Tokocrypto
27 Februari 2025
Telegram Tokocrypto Official Group
4000 peserta
Offline
OBRAS Tasikmalaya
Memberikan pemahaman mengenai literasi keuangan, blockchain, hingga aset kripto dengan mengusung tema Crypto & Financial 101
1 Februari 2025
Cafe 48 Island Tasikmalaya
50 peserta
Crypto Class Offline Semarang #1
Kelas intensif membahas Dasar-Dasar Crypto, Blockchain dan Trading
1 Februari 2025
Embun Senja Semarang
50 peserta
Indonesia Crypto Outlook 2025
Membahas Outlook Industri Kripto di Indonesia
7 Februari 2025
Ganara Art space
350 peserta
Crypto Class Offline Semarang #2
Kelas intensif membahas Analisis Fundamental dan Teknikal Dasar
8 Februari 2025
Embun Senja Semarang
50 peserta
OBRAS Palembang
Memberikan pemahaman mengenai literasi keuangan, blockchain, hingga aset kripto dengan mengusung tema Crypto & Financial 101
9 Februari 2025
Steak Zone Puncak Palembang
100 peserta
OBRAS Bandung
Memberikan pemahaman mengenai literasi keuangan, blockchain, hingga aset kripto kolaborasi bersama Cryptosiast
13 Februari 2025
Fave Hotel
100 peserta
OBRAS Karawang
Memberikan pemahaman mengenai literasi keuangan, blockchain, hingga aset kripto kolaborasi bersama Tradting Community
16 Februari 2025
Mat Peci Gourmet & Chill
50 peserta
OBRAS Jakarta
Memberikan pemahaman mengenai blockchain, aset kripto terkait dengan project LISK kolaborasi bersama LISK
21 Februari 2025
T-Hub Patal Senayan
50 peserta
OBRAS Ciamis
Memberikan pemahaman mengenai literasi keuangan, blockchain, hingga aset kripto kolaborasi bersama Tradting Community
22 Februari 2025
Satir/Sitre
50 peserta
OBRAS Garut
Memberikan pemahaman mengenai literasi keuangan, blockchain, hingga aset kripto kolaborasi bersama Tradting Community
23 Februari 2025
Biang Coffe & Casual Dining
75 peserta
OBRAS Bandung
Memberikan pemahaman mengenai literasi keuangan, blockchain, hingga aset kripto kolaborasi dengan mahasiswa UPI Bandung
24 Februari 2025
UPI Bandung
300 peserta
OBRAS Jakarta
Memberikan pemahaman mengenai literasi keuangan, blockchain, hingga aset kripto kolaborasi dengan Depocrypto
24 Februari 2025
Kampus Saham Kemang
50 peserta
OBRAS Pontianak
Memberikan pemahaman mengenai literasi keuangan, blockchain, hingga aset kripto dengan mengusung tema Crypto & Financial 101
25 Februari 2025
Kampus Saham Kemang
120 peserta
Dalam semangat kolaborasi dan edukasi, Tokocrypto akan terus berkomitmen untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Indonesia melalui rangkaian acara Bulan Literasi Kripto di masa mendatang.
Crypto Market Performance
Sumber: crypto bubbles (27 Februari 2025)
Data dari Crypto Bubbles menunjukkan bahwa dalam sepekan terakhir, pasar altcoins mengalami dominasi koreksi, dengan banyak aset mengalami penurunan yang signifikan. Beberapa token mencatat penurunan lebih dari -30%, seperti BNX (-36%), NULS (-34.2%), STPT (-31.1%), dan TST (-34.9%), mencerminkan tekanan jual yang tinggi di sektor ini.
Namun, beberapa altcoins tetap menunjukkan performa positif, seperti ADA (+46.2%), ERN (+46.3%), LAYER (+32.7%), dan HBAR (+26.2%), yang berhasil mencatat kenaikan signifikan di tengah kondisi pasar yang bearish.
Secara keseluruhan, pasar altcoins masih dalam tren bearish dengan tekanan jual yang dominan, meskipun beberapa token berhasil mencatat kenaikan kuat, kemungkinan didorong oleh faktor fundamental atau hype spesifik.
Cardano (ADA) dan Ethernity Chain (ERN) memimpin kenaikan mingguan dengan pertumbuhan masing-masing 46,3%, menunjukkan meningkatnya minat terhadap proyek blockchain dengan skalabilitas tinggi dan utilitas NFT.
Bitcoin Cash (BCH) naik 36,3%, didorong oleh sentimen positif terhadap ekosistem fork Bitcoin. Solayer (SOLA) dan Hedera (HBAR) masing-masing naik 33,2% dan 26,5%, mencerminkan adopsi yang berkembang di sektor smart contract dan enterprise blockchain.
XRP (+15,4%) dan Aave (+13,9%) menunjukkan reli yang moderat, didukung oleh pertumbuhan di sektor pembayaran blockchain dan DeFi. Sementara itu, AVA (+13,7%) dan Self Chain (+12,8%) juga mencatat kenaikan yang mencerminkan sentimen positif investor terhadap proyek berbasis interoperabilitas dan jaringan alternatif.
Kategori dengan pertumbuhan tertinggi adalah Mobile Mining (+52.123%), yang kemungkinan besar dipicu oleh hype terhadap proyek-proyek baru yang mengadopsi model mining berbasis perangkat mobile. Bridged USDC (+73,8%) dan BTCfi (+45%) menunjukkan permintaan tinggi terhadap stablecoin lintas rantai dan infrastruktur DeFi berbasis Bitcoin.
Bridged Stablecoins (+44%) dan Bitcoin Fork (+30,9%) juga mengalami lonjakan, menandakan meningkatnya penggunaan stablecoin dalam berbagai ekosistem blockchain serta minat terhadap jaringan yang bercabang dari Bitcoin. Kategori DAG (+18,3%) dan Bridged-Tokens (+14%) mencerminkan pertumbuhan pada teknologi blockchain alternatif dan aset yang dapat dipindahkan antar-ekosistem.
Secara keseluruhan, sentimen pasar masih positif dengan dominasi pertumbuhan di sektor mobile mining, stablecoin, serta inovasi pada ekosistem Bitcoin dan interoperabilitas aset on-chain.
Dalam seminggu terakhir, Peanut the Squirrel (54,7%) mencatat kenaikan tertinggi, mencerminkan adanya hype besar meskipun market cap-nya masih relatif kecil di $214,09 juta. Vana (49,8%), proyek berbasis AI, menunjukkan pertumbuhan signifikan seiring meningkatnya minat terhadap sektor AI di crypto.
BinaryX (39,8%) mengalami lonjakan harga, kemungkinan didorong oleh perkembangan di sektor GameFi. Sementara itu, THORChain (38,7%) terus menunjukkan momentum positif, kemungkinan didukung oleh peningkatan volume trading di platformnya. Maker (37,0%) mengalami apresiasi yang mencerminkan kepercayaan investor terhadap mekanisme stabilitas DAI. STP (32,5%), yang berfokus pada tokenisasi aset dan manajemen identitas on-chain, juga menunjukkan performa yang kuat.
Selain itu, proyek berbasis AI lainnya, Act I: The AI Prophecy (28,2%), menegaskan dominasi narrative AI di crypto. Bounce (23,3%), platform lelang terdesentralisasi, terus menarik perhatian dengan permintaan yang meningkat terhadap solusi perdagangan alternatif. Celestia (20,8%) mendapat dorongan dari meningkatnya adopsi blockchain modular, sementara Solayer (19,7%) mencatat pertumbuhan stabil, kemungkinan didukung oleh perkembangan teknologi Layer 2 dan peningkatan adopsi.
Secara keseluruhan, sektor AI, Modular Blockchain, dan Tokenisasi Aset menjadi narrative utama minggu ini, dengan momentum kuat juga terlihat di DeFi dan Gaming.
On-Chain Analysis
Heatmap Likuidasi Bitcoin
Sumber: coinglass Date taken: 6 Maret 2025
Berdasarkan BTC Liquidation Heatmap (1 week) dari Coinglass, terlihat bahwa area $95,000 – $98,000 memiliki klaster likuidasi yang cukup besar, menunjukkan potensi resistensi kuat jika harga terus naik. Di sisi lain, area di sekitar $85,000 – $87,000 sebelumnya menjadi titik dengan banyak likuidasi short, yang bisa berfungsi sebagai support signifikan.
Saat ini, BTC mengalami rebound dari level bawah di sekitar $85,000 – $87,000, menunjukkan potensi short squeeze yang dapat mendorong harga lebih tinggi. Namun, untuk melanjutkan tren bullish, BTC perlu menembus zona likuidasi tinggi di sekitar $95,000 – $98,000, karena kemungkinan akan ada peningkatan tekanan jual dari posisi leverage yang terlikuidasi.
Jika BTC gagal menembus level tersebut, ada kemungkinan retracement kembali ke area support sebelumnya. Volume likuidasi yang meningkat di area resistance ini perlu diwaspadai sebagai sinyal potensi reversal atau continuation, tergantung pada reaksi harga terhadap zona tersebut.
Bitcoin: Apparent Demand
Sumber: CryptoQuant Date taken:6 March 2025
Grafik ini menunjukkan penurunan signifikan dalam apparent demand Bitcoin sejak Februari 2025, yang bertepatan dengan koreksi harga BTC dari level tertinggi. Sepanjang akhir 2024 hingga awal 2025, apparent demand berada di zona hijau, menunjukkan akumulasi yang kuat dan mendorong harga naik. Namun, saat demand mulai menurun, tekanan jual meningkat, menyebabkan koreksi harga BTC.
Saat ini, apparent demand berada dalam zona merah, yang historisnya sering bertepatan dengan market bottom dan potensi rebound harga. Jika demand kembali positif, ini bisa menjadi sinyal pemulihan tren bullish. Namun, jika tekanan jual berlanjut dan demand tetap negatif, BTC bisa mengalami fase distribusi lebih lanjut sebelum mencapai keseimbangan pasar.
Crypto Fear & Greed Index
Sumber: cryptoquant Date taken: 6 March 2025
Grafik ini menunjukkan hubungan antara harga Bitcoin dan Crypto Fear & Greed Index, yang mengukur sentimen pasar dari ketakutan ekstrim hingga keserakahan ekstrim.
Saat indeks berada di zona merah (greed), sering kali bertepatan dengan puncak harga sebelum koreksi terjadi.
Saat indeks berada di zona hijau (fear), sering kali terjadi di dasar harga sebelum fase akumulasi dan pemulihan harga.
Saat ini, indeks berada di zona hijau, yang menunjukkan bahwa pasar dalam kondisi “takut”. Secara historis, fase ini sering menjadi peluang akumulasi sebelum harga mengalami pemulihan, tetapi tetap perlu dikonfirmasi dengan faktor makro lainnya sebelum membuat keputusan investasi.
Bitcoin Retail and Large Investor Holdings
Grafik ini menunjukkan perbedaan kepemilikan Bitcoin antara investor ritel (garis biru) dan investor besar (garis merah) serta korelasinya dengan harga Bitcoin. Investor besar terus melakukan akumulasi BTC, terlihat dari garis merah yang meningkat sejak pertengahan 2024.
Sebaliknya, ritel mulai menjual kepemilikannya sejak November 2024, kemungkinan karena efek “Trump Pump” setelah kemenangan Trump dalam pemilu AS. Namun, setelah Bitcoin terkoreksi ke $78K, investor ritel mulai kembali membeli, yang bisa menandakan fase akumulasi baru.
Secara historis, ketika ritel kembali masuk setelah koreksi besar, sering kali ini menjadi indikasi awal pemulihan harga. Namun, investor tetap perlu mempertimbangkan faktor makroekonomi dan sentimen pasar sebelum mengambil keputusan investasi.
Altcoins Volume Share
Grafik ini menunjukkan perubahan signifikan dalam preferensi investor terhadap Altcoins dengan kapitalisasi besar (big caps) dari Desember 2023 hingga Desember 2024. Pada pasar AS, volume perdagangan Top 10 Altcoins meningkat dari 58% menjadi 77%, sedangkan di pasar lainnya, kenaikan juga terjadi dari 50% menjadi 66%. Tren serupa terlihat di pasar saham AS, di mana Top 10 stocks mengalami peningkatan dominasi volume.
Data ini menunjukkan bahwa investor cenderung lebih memilih aset dengan kapitalisasi besar, baik di pasar crypto maupun saham, kemungkinan sebagai respons terhadap kondisi pasar yang lebih volatil atau adanya regulasi yang semakin ketat terhadap aset dengan kapitalisasi kecil.
Token Unlocks Schedule
XAI (XAI) – 9 Maret 2025
XAI adalah ekosistem gaming yang berfokus pada blockchain Layer 3, memungkinkan game untuk memiliki rollup khusus yang meningkatkan efisiensi dan pengalaman pengguna.
Jumlah Token Unlock:35.89M XAI (~$2.64M)
Persentase terhadap Supply & Market Cap:1.44% dari total supply dan 3.37% dari market cap
Alokasi Unlock:
Investors:3.33% (+17.33M tokens)
Team:2.38% (+11.90M tokens)
Ecosystem:1.75% (+3.27M tokens)
Reserve:8.33% (+3.37M tokens)
Risiko Dampak Harga:Sedang – Unlock ini cukup besar dibandingkan market cap, dengan alokasi signifikan ke investors dan tim. Potensi tekanan jual bisa muncul dari early stakeholders yang ingin melakukan profit-taking.
Aptos (APT) – 12 Maret 2025
Aptos adalah blockchain Layer 1 berbasis Move, dikembangkan oleh mantan tim Diem (Meta). Fokusnya adalah skalabilitas tinggi dan pengalaman pengguna yang lebih baik dibandingkan Ethereum.
Jumlah Token Unlock:11.31M APT (~$60.00M)
Persentase terhadap Supply & Market Cap:0.99% dari total supply dan 1.92% dari market cap
Alokasi Unlock:
Community:0.63% (+3.21M tokens)
Core Contributors:2.08% (+3.96M tokens)
Foundation:0.81% (+1.33M tokens)
Investors:2.08% (+2.81M tokens)
Risiko Dampak Harga:Sedang-Rendah – Unlock ini bernilai cukup besar dalam USD, tetapi karena persentasenya kecil dibandingkan market cap, dampaknya diperkirakan tidak signifikan. Namun, adanya alokasi untuk investors dan core contributors bisa memicu selling pressure dalam jangka pendek.
Analyst Projection
Sumber: coinmarketcap Date taken: 6 Maret 2025
Dalam seminggu terakhir, kapitalisasi pasar kripto sempat naik hingga $3,1T setelah sebelumnya turun ke $2,6T, dipicu oleh cuitan Trump terkait Cadangan Kripto AS.
Indikator Fear and Greed Index meningkat dari 20 ke 30, meskipun masih berada di zona Fear, menandakan investor mulai kembali ke pasar dengan sikap yang lebih hati-hati. Altcoin Season Index turun dari 28 menjadi 15, menunjukkan dominasi Bitcoin tetap kuat, sementara altcoin melemah akibat sentimen pasar yang belum stabil.
CoinMarketCap 100 Index naik 5,75% ke $184,32, mencerminkan bahwa hanya big-cap altcoin yang diminati investor. Dalam beberapa hari ke depan, volatilitas tinggi masih berpotensi terjadi, terutama menjelang White House Crypto Summit. Saat ini, Bitcoin tetap menjadi aset paling aman untuk eksposur, sementara altcoin hanya direkomendasikan untuk proyek big-cap yang terkait dengan Cadangan Kripto AS.
Edukasi Kripto: Cara Menghindari Scam & Rug Pull di Proyek Kripto
Dunia kripto menawarkan banyak peluang, tetapi juga dipenuhi dengan proyek scam dan rug pull. Banyak investor mengalami kerugian akibat proyek yang terlihat menjanjikan tetapi ternyata hanya jebakan. Berikut adalah beberapa cara untuk menghindari scam dan rug pull di crypto:
Periksa Tim & Developer Proyek
Anonim vs Doxxed: Proyek dengan tim yang transparan lebih dapat dipercaya dibanding tim anonim.
Latar belakang & track record: Tim yang memiliki pengalaman di industri blockchain atau pernah terlibat dalam proyek sukses sebelumnya.
Cek media sosial & aktivitas tim: Tim aktif di komunitas dan media sosial resmi adalah tanda positif.
Analisis Whitepaper & Roadmap
Whitepaper yang solid: proyek menjelaskan use case, tokenomics, dan teknologi proyek dengan jelas.
Roadmap realistis: Jika roadmap menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat, kemungkinan besar itu scam.
Cek Tokenomics & Distribusi Token
Cek alokasi token: Jika sebagian besar token dipegang oleh tim atau investor awal tanpa transparansi, risiko rug pull tinggi.
Vesting schedule: Proyek yang memiliki sistem vesting mencegah tim menjual token mereka terlalu cepat.
Liquidity Lock: Pastikan likuiditas terkunci untuk mencegah tim menarik dana secara tiba-tiba.
Periksa Audit & Keamanan Smart Contract
Cek Audit Smart Contract – Pastikan proyek diaudit oleh perusahaan kredibel seperti CertiK, Hacken, atau PeckShield.
Gunakan Platform Seperti TokenSniffer – Cek apakah ada indikasi scam dalam kode smart contract.
Analisis Aktivitas On-Chain
Volume Perdagangan vs Market Cap – Volume yang sangat kecil dibandingkan market cap bisa menandakan kurangnya likuiditas.
Menggunakan Alat Analisis – Cek data di Dune Analytics, Token terminal, Etherscan, atau BscScan untuk melihat fundamental proyek.
Scam dan rug pull di dunia kripto semakin canggih, tetapi bisa dihindari dengan melakukan penelitian mendalam dan mengenali tanda-tanda proyek berisiko tinggi. Jangan tergoda hype dan janji keuntungan cepat. Selalu DYOR sebelum berinvestasi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Selamat datang di Market Sinyal Harian edisi spesial Ramadan. Hari ini Jumat, 7 Maret 2025, kami akan memberikan analisis dan sinyal perdagangan untuk lima kripto yang memiliki potensi pergerakan signifikan di Tokocrypto.
Pastikan untuk selalu melakukan analisis secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan perdagangan atau trading.
BTC/USDT menunjukkan potensi kenaikan harga setelah terjadi lonjakan signifikan dari harga sekitar $85,900 ke posisi puncaknya di sekitar $88,400. Harga saat ini bergerak di kisaran support $86,940 dengan peluang untuk kembali mendekati resistance di sekitar $93,692.
RSI saat ini berada pada level 43.90, yang mengindikasikan kondisi pasar lebih cenderung netral, meskipun ada potensi pembalikan arah jika harga berhasil menembus level resistance. Volume perdagangan cukup aktif, namun perlu diwaspadai potensi koreksi jika harga gagal bertahan di atas support kuat.
PNUT/USDT menunjukkan potensi kenaikan harga yang signifikan dengan harga saat ini berada di sekitar $0.2028, setelah sebelumnya sempat turun ke $0.1978. Harga saat ini bergerak di kisaran support $0.2028 dengan peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju resistance di $0.2167.
RSI berada di level 55.13, yang menunjukkan bahwa pasar berada pada kondisi netral, dengan sedikit tekanan beli yang mendominasi. Volume perdagangan menunjukkan adanya peningkatan aktivitas beli, namun perlu waspada jika terjadi pembalikan arah ke level support lebih rendah.
HBAR/USDT (🔼 9.64%)
Entry: $0.23307
Stop Loss: $0.22607
Take Profit: $0.25544
HBAR/USDT menunjukkan potensi kenaikan harga dengan harga saat ini berada di sekitar $0.2360 setelah harga sempat mengalami koreksi ke $0.2356. Saat ini harga bergerak di sekitar level support di $0.2330.
Jika harga dapat bertahan di atas support tersebut, peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju resistance di $0.2554 sangat terbuka. RSI berada di level 43.83, menunjukkan kondisi pasar yang netral, sehingga pergerakan harga selanjutnya bisa sedikit terkoreksi sebelum melanjutkan kenaikan lebih lanjut.
Volume perdagangan menunjukkan aktivitas jual dan beli yang cukup kuat, namun perlu waspada terhadap tekanan jual yang bisa muncul pada level-level kunci.
SUI/USDT (🔼 7.01%)
Entry: $2.6945
Stop Loss: $2.6430
Take Profit: $2.8828
SUI/USDT menunjukkan potensi kenaikan harga dengan harga saat ini berada di sekitar $2.70. Harga sempat terkoreksi menuju level support di $2.69 dan saat ini kembali naik. Potensi untuk melanjutkan kenaikan ke $2.88 terbuka, dengan kemungkinan lebih lanjut menuju $2.92 jika harga berhasil bertahan di atas level support tersebut.
RSI saat ini berada di level 57.05, yang menunjukkan kondisi pasar yang sedang netral, namun dengan kecenderungan untuk bergerak lebih lanjut ke arah overbought jika tren kenaikan berlanjut. Volume perdagangan menunjukkan aktivitas beli yang cukup kuat.
SAGA/USDT (🔼 8.13%)
Entry: $0.4094
Stop Loss: $0.4002
Take Profit: $0.4425
SAGA/USDT menunjukkan potensi kenaikan harga setelah tembus ke level $0.4094 dan bergerak menuju resistance berikutnya di $0.4425. RSI berada pada level 50.71, menandakan bahwa pasar dalam kondisi netral, dengan ruang untuk pergerakan lebih lanjut.
Volume perdagangan menunjukkan aktivitas yang cukup stabil, mengindikasikan potensi bullish yang berkelanjutan. Jika harga dapat bertahan di atas support $0.4094 dan melanjutkan momentum, harga bisa menguji level resistance di $0.4425.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menandatangani perintah eksekutif pada Kamis yang menetapkan pembentukan Cadangan Bitcoin Strategis AS. Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam kebijakan aset digital negara tersebut.
David Sacks, Kepala Kripto dan AI Gedung Putih, mengungkapkan dalam sebuah unggahan di platform X bahwa cadangan ini akan didanai secara eksklusif dengan bitcoin yang diperoleh melalui penyitaan dalam kasus kriminal dan perdata. Hal ini bertujuan agar pembayar pajak tidak terbebani secara finansial oleh kebijakan ini.
Transparansi dan Larangan Penjualan Bitcoin
Menurut perkiraan, pemerintah AS saat ini mengendalikan sekitar 200.000 bitcoin. Namun, belum pernah dilakukan audit penuh terhadap kepemilikan tersebut.
Just a few minutes ago, President Trump signed an Executive Order to establish a Strategic Bitcoin Reserve.
The Reserve will be capitalized with Bitcoin owned by the federal government that was forfeited as part of criminal or civil asset forfeiture proceedings. This means it…
Menurut laporan CNBC, dengan perintah eksekutif ini, Trump mengamanatkan adanya akuntansi menyeluruh terhadap aset digital yang dimiliki pemerintah. Selain itu, perintah ini juga melarang penjualan bitcoin dari cadangan yang telah dikumpulkan, menegaskan posisinya sebagai penyimpan nilai jangka panjang.
Selain bitcoin, kebijakan ini juga mencakup pembentukan Cadangan Aset Digital AS di bawah pengelolaan Departemen Keuangan untuk menyimpan mata uang kripto lain yang diperoleh melalui penyitaan.
Kontroversi dan Respon dari Komunitas Kripto
Langkah Trump ini mendapat reaksi beragam dari komunitas kripto. Banyak pendukung bitcoin menyatakan kekhawatiran setelah Trump menyebut bahwa selain bitcoin, aset digital seperti ether (ETH), XRP, Solana (SOL), dan Cardano (ADA) juga akan menjadi bagian dari cadangan kripto strategis.
Miliarder bitcoin Tyler Winklevoss menanggapi kebijakan ini dengan skeptis. “Saya tidak menentang XRP, SOL, atau ADA, tetapi saya tidak menganggapnya cocok untuk Cadangan Strategis,” tulisnya di X. “Hanya satu aset digital di dunia saat ini yang memenuhi standar, dan aset itu adalah bitcoin.”
Sebelum pengumuman ini, Nic Carter dari Castle Island Ventures menyatakan kepada CNBC bahwa komitmen AS terhadap cadangan bitcoin akan semakin mengukuhkan status bitcoin sebagai aset global yang setara dengan emas. Namun, ia memperingatkan bahwa memasukkan mata uang digital lain dalam cadangan akan mereduksi signifikansi bitcoin sebagai penyimpan nilai.
Investor fintech Ryan Gilbert juga menyoroti dampak kebijakan ini, dengan menyatakan bahwa langkah ini memberikan sinyal kuat bahwa bitcoin akan tetap eksis di sistem keuangan AS. Namun, ia juga mengingatkan bahwa pemerintah harus berhati-hati dalam mengelola cadangan ini. “Cadangan seharusnya menjadi penyimpan nilai jangka panjang, bukan sesuatu yang memicu spekulasi pasar,” tegasnya.
Dampak terhadap Pasar Kripto
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 7 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pasar kripto mengalami tekanan setelah pengumuman ini, terutama karena absennya komitmen eksplisit dari pemerintah AS untuk membeli lebih banyak bitcoin di masa depan. Harga bitcoin turun sekitar 6% setelah berita ini mencuat, jatuh dari $90.400 menjadi $84.979 menurut data dari CoinMarketCap.
David Sacks mengonfirmasi bahwa pemerintah tidak akan membeli aset tambahan untuk cadangan ini di luar yang telah diperoleh melalui penyitaan kriminal dan perdata. Hal ini membuat para pelaku pasar kecewa, karena banyak yang berharap pemerintah akan mengumumkan strategi akumulasi bitcoin yang lebih agresif.
Selain bitcoin, aset kripto lainnya juga mengalami penurunan signifikan. Ether (ETH) turun 4%, XRP turun 7%, Solana (SOL) merosot 5,14%, dan Cardano (ADA) anjlok hingga 9,19%.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.