Tag Archives: kripto

Altcoin Ethereum hingga Pepe Melonjak di Tengah Gejolak Pasar Kripto

Harga aset kripto Ethereum (ETH) dan Pepe (PEPE) melonjak signifikan di tengah pasar kripto yang kembali bergairah. Kenaikan altcoin itu juga beriringan dengan harga Bitcoin (BTC) yang akhirnya menembus level US$ 31.000 atau sekitar Rp 466 juta.

Harga Ethereum naik di atas US$ 1.920 melawan Dolar AS. ETH dapat memperoleh momentum bullish dan mungkin akan segera menghapus resistensi US$ 2.000. Dipantau Ethereum sedang mencoba kenaikan baru di atas zona US$ 1.920. Ada penembusan di atas garis tren bearish utama dengan resistance di dekat $1.925 pada grafik per jam ETH/USDT.

Ethereum Potensi Bullish

Dilaporkan Newsbtc, pasangan ETH/USDT bisa naik terus menuju resistensi US$ 2.000 dalam waktu dekat. Harga Ethereum tetap ditawar dengan baik di atas zona dukungan US$ 1.820. ETH membentuk basis dukungan dan memulai kenaikan baru di atas level US$ 1.880, mengungguli Bitcoin.

Ada pergerakan yang jelas di atas zona resistensi $1.920. Selain itu, ada penembusan di atas garis tren bearish utama dengan resistance di dekat US$ 1.925 pada grafik per jam ETH/USDT. Harga bahkan diperdagangkan ke tertinggi baru beberapa hari di US$ 1.960 dan saat ini sedang mengkonsolidasikan keuntungan.

Grafik harian ETH/USDT. Sumber: TradingView.
Grafik harian ETH/USDT. Sumber: TradingView.

Baca juga: Harga Bitcoin Tembus Rp 466 Juta, Efek BlackRock Ajukan Ulang ETF BTC

Sekarang menunjukkan tanda-tanda positif dan mungkin akan segera terus naik menuju resistensi US$ 2.000. Ether sekarang diperdagangkan di atas US$ 1.900 dan Simple Moving Average 100 jam . Itu juga di atas level retracement Fib 23,6% dari pergerakan ke atas dari swing low US$ 1.889 ke high US$ 1.960.

Resistensi terdekat berada di dekat level US$ 1.960. Resistensi besar berikutnya berada di dekat level US$ 2.000. Penutupan di atas zona US$ 2.000 bisa memulai reli baru. Resistensi berikutnya berada di dekat US$ 2.050, di atasnya harga dapat naik menuju level US$ 2.120. Kenaikan lebih lanjut dapat mengirim Ether menuju resistensi US$ 2.220.

Memecoin PEPE Curi Perhatian

Pepe (PEPE) telah membuat gelombang sekali lagi, dengan token mengalami lonjakan harga 17% yang mengesankan dalam 24 jam terakhir pada Senin (7/4) malam. Menurut data CoinMarketCap, lebih dari US$ 182 juta senilai PEPE diperdagangkan dalam 24 jam terakhir atau peningkatan 103% dari hari sebelumnya.

Grafik harian PEPE/USDT. Sumber: TradingView.
Grafik harian PEPE/USDT. Sumber: TradingView.

Baca juga: Mengenal aset kripto Maverick (MAV) dan Potensinya

Dikutip BeInCrypto, jumlah alamat dompet unik yang memegang PEPE telah meningkat dalam enam hari terakhir, menyoroti kebangkitan minat pada token. Lonjakan aktivitas ini mencerminkan kepercayaan pasar yang berkembang terhadap potensi harga PEPE, dibuktikan dengan pompa harga 12% token baru-baru ini.

Pada saat penulisan, PEPE sekarang melayang di sekitar level US$ 0,0000017–US$ 0,0000018 sama seperti pada 20 Mei. Namun, yang lebih penting untuk bull PEPE, harga telah menembus pola bull flag pada grafik harian, menunjukkan bahwa tren naik yang tajam dapat terjadi.

Perubahan dramatis dalam keberuntungan untuk PEPE ini telah membungkam kritik token dan memicu optimisme baru di antara para pendukungnya.

Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Tembus Rp 466 Juta, Efek BlackRock Ajukan Ulang ETF BTC

Performa harga Bitcoin (BTC) kembali membaik dan akhirnya menembus level US$ 31.000 atau sekitar Rp 466 juta. Kenaikan harga BTC ini salah satu pendorong kuatnya adalah pengajuan ulang dari aplikasi ETF Bitcoin spot oleh BlackRock ke Securities and Exchange Commission (SEC).

Pada hari Selasa (4/7) pukul 09.30 WIB, Bitcoin naik sebesar 1,63%. Membalik kerugian 0,02% dari hari Senin lalu, BTC mengakhiri hari di US$ 31.266. Secara signifikan, BTC memegang pegangan US$ 31.000 untuk pertama kalinya sejak Mei 2022.

Awal yang beragam membuat BTC jatuh ke level terendah satu jam pertama di US$ 30.601. Menghindari EMA 50 hari di US$ 30.601, BTC naik ke level tertinggi baru tahun 2023 di US$ 31.433. BTC menembus resistensi US$ 30.800–US$ 31.000 untuk mengakhiri sesi di US$ 31.225.

Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.
Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.

Baca juga: Litecoin Melonjak 30% dalam 3 Hari Jelang Halving, Potensi Naik Lagi?

Grafik harian menunjukkan BTC/USDT bertahan di atas level dukungan psikologis US$ 31.000 karena pasar merespons berita ETF terbaru. BTC/USDT juga tetap di atas EMA 200 hari (US$ 26.102) dan 50 hari (US$ 28.540), menandakan momentum bullish dalam jangka pendek dan jangka panjang. Khususnya, EMA 50 hari terus menjauh dari EMA 200 hari dan mencerminkan momentum bullish.

Efek BlackRock

Setelah laporan bahwa SEC menemukan kekurangan dalam pengajuan awalnya, BlackRock mengajukan aplikasi baru untuk ETF pasar spot Bitcoin. Jika berhasil, ini akan menjadi ETF spot Bitcoin pertama yang mendapat persetujuan.

BlackRock telah mengajukan aplikasi yang diubah untuk dana yang diperdagangkan di bursa yang akan fokus pada pasar spot Bitcoin setelah regulator menyatakan keraguan tentang upaya pertamanya.

BlackRock makin mantap melangkah ke market kripto incar investor kaya. Sumber: Jeenah Moon/Bloomberg.
BlackRock makin mantap melangkah ke market kripto incar investor kaya. Sumber: Jeenah Moon/Bloomberg.

Baca juga: Daftar Aset Kripto Potensial di Bulan Juli 2023, Raih Peluang Cuan!

Dalam pengajuan baru yang diajukan atas namanya oleh bursa Nasdaq, BlackRock mengatakan akan menyelesaikan perjanjian pengawasan dengan Coinbase (COIN), mengatasi salah satu keberatan utama yang diajukan SEC saat menolak aplikasi untuk ETF Bitcoin spot di masa lalu.

Surveillance-sharing agreement (SSA) Spot BTC diharapkan menjadi perjanjian berbagi pengawasan bilateral antara Nasdaq dan Coinbase yang dimaksudkan untuk melengkapi program pengawasan pasar exchange,” baca pengajuan tersebut.

ETF yang diusulkan akan bergantung pada Coinbase, bursa kripto terbesar di Amerika Serikat, sebagai pemelihara dan untuk data pasar spotnya untuk penentuan harga. Coinbase juga memiliki perjanjian untuk menyediakan layanan serupa dengan Fidelity, yang mencari ETF spot Bitcoin miliknya sendiri.

Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Jatuh, Investor Nantikan Data Inflasi AS

Harga Bitcoin pada hari Selasa (11/10) jatuh ke level terendah dalam lebih dari seminggu, karena investor terus mencerna data ketenagakerjaan AS yang dirilis menguat kuat pada hari Jumat (7/10) lalu. Hal itu mendorong aset berisiko termasuk aset kripto bahkan lebih dalam ke zona merah.

Kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar turun sekitar 1,3% menjadi US$ 19.213.00, menurut Coin Metrics. Sebelumnya pada hari itu jatuh serendah US$ 19.116,43. ETH turun sekitar 1%, menjadi US$ 1,307.58, setelah jatuh ke level US$ 1.297.07.

“Hari ini tampaknya ada beberapa kegelisahan dan kecemasan di semua pasar saat kami mendekati rilis CPI Kamis,” kata Riyad Carey, analis riset di Kaiko.

“Bitcoin bergerak erat dengan ekuitas dan saya berharap itu akan berlanjut karena belum ada banyak katalis khusus kripto dalam beberapa pekan terakhir. Saya juga memperkirakan volatilitas yang signifikan pada hari Kamis, dengan pergerakan naik atau turun tergantung pada angka inflasi.”

Ilustrasi market aset kripto.
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Isyana Sarasvati Rilis Koleksi Mystery NFT, Ini Tampilannya

Data Inflasi AS

Pada hari Kamis (13/10), Biro Statistik Tenaga Kerja AS akan merilis indeks harga konsumen (Consumer Price Index/CPI) September. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan IHK utama menunjukkan kenaikan bulanan 0,3% dan kenaikan tahunan 8,1%. Investor mengamati pembaruan ini dengan cermat untuk petunjuk tentang langkah The Fed selanjutnya dalam perjuangannya untuk menurunkan inflasi.

“Kami percaya ada narasi yang membangun bahwa bank sentral mulai membuat kesalahan kebijakan,” James Butterfill, kepala penelitian di CoinShares, mengatakan kepada CNBC, mengutip intervensi Bank of England, kekhawatiran tentang dot plot Fed dan kenaikan suku bunga yang malu-malu.

“Beberapa klien kami telah menyatakan bahwa mereka tidak ingin membeli bitcoin sekarang, tetapi segera setelah Fed berputar, mereka akan menambah posisi,” tambahnya.

“Poin data utama yang harus diwaspadai minggu ini adalah data CPI yang kalah/tidak pada hari Rabu dan risalah FOMC, bau dovish kemungkinan akan mendukung aset kripto.”

Ilustrasi Rekt Capital.
Ilustrasi market aset.

Baca juga: Tingkat Bitcoin Hash Rate Capai ATH Baru di Tengah Crypto Winter

Volatilitas Kripto

Terlepas dari kecemasan yang menyelimuti investor, volatilitas kripto tidak seperti biasanya dalam beberapa minggu terakhir, meskipun korelasinya dengan saham tetap positif.

Harga Bitcoin berakhir hari Minggu di level US$ 19.000 untuk hari Minggu keempat berturut-turut, menurut Kaiko. Rezim volatilitas tinggi yang telah dialami pasar crypto sejak kehancuran besar pada bulan Juni dapat segera berakhir, berdasarkan pengembalian per jam, penyedia data mengatakan dalam sebuah catatan penelitian Senin.

Pengembalian Bitcoin dan ETH per jam melonjak 3% hingga 5% selama krisis kredit kripto tetapi sejak itu kembali menjadi sekitar 1% hingga 2%, kata catatan itu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Terra Classic (LUNC) Bakal Upgrade Jaringan, Kapan?

Tim pengembang blockchain Terra Classic (LUNC) sepertinya bekerja tanpa lelah dan membuat keputusan yang akan mempercepat pemulihan jaringan yang rusak. Kabar terbaru mereka akan melakukan upgrade jaringan di akhir tahun 2022 ini.

Dalam sebuah tweet pada hari Jumat (7/10), pengembang LUNC dengan username Raider mengungkapkan bahwa peningkatan Terra Classic v23 akan membuat jaringan sepenuhnya dapat dioperasikan dengan rantai Cosmos lainnya karena berisi peningkatan CosmWasm.

CosmWasm adalah perpustakaan yang berisi kode standar untuk membangun kontrak. Versi baru Terra Classic, akan menjanjikan untuk membawa manfaat besar ke jaringan.

“Hanya setelah rilis TR v23 yang berisi peningkatan CosmWasm, Terra Classic akan sepenuhnya dapat dioperasikan dengan blockchain berbasis Cosmos lainnya,” tulis Raider.

Baca juga: Bappebti Sebut Transaksi Kripto RI Turun, Apa Penyebabnya?

Proyeksi Rilis

Perlu disebutkan bahwa detail peningkatan TR v23 pertama kali bocor pada bulan Agustus lalu, menunjukkan kerangka kasar tentang apa yang akan dicakup oleh peningkatan, ditulis oleh tim pengembangan inti yang terdiri dari Edward Kim dan Tobias Andersen, AKA Zaradar.

Dikutip The Crypto Basic, pembaruan ini dibuat oleh tim pengembangan inti yang terdiri dari Edward Kim dan Tobias Andersen. Diperkirakan akan diluncurkan pada Desember 2022.

Seperti diketahui blockchain Terra Classic awalnya dibangun di atas blockchain Cosmos, sebelum Inter Blockchain Communication (IBC), yang memungkinkan rantai Cosmos untuk berinteraksi, dinonaktifkan selama runtuhnya blockchain Terra untuk mencegah kerugian lebih lanjut.

Ilustrasi aset kripto, Terra Classic (LUNC).
Ilustrasi aset kripto, Terra Classic (LUNC).

Baca juga: Robert Kiyosaki: Peluang Beli Bitcoin saat Ekonomi AS Anjlok

Namun, pekerjaan sedang berlangsung oleh Terra Rebels untuk mengaktifkan kembali protokol IBC. Menurut pengembang inti LUNC, Edward Kim, ini akan membuka pintu bagi proyek baru untuk dibangun di jaringan Terra Classic.

Perlu dicatat bahwa pemutakhiran v22 yang diluncurkan pada akhir Agustus memperkenalkan kembali staking dan menghasilkan peningkatan kapitalisasi pasar sebesar US$ 1 miliar dan desas-desus seputar proposal burn.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bappebti Sebut Transaksi Kripto RI Turun, Apa Penyebabnya?

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kemendag merilis angka terbaru terkait jumlah investor dan volume transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia. Hasilnya sejak awal tahun 2022 ini, terjadi penurunan yang cukup signifikan.

Dalam data terbaru yang dirilis, pada 2021, total nilai transaksi perdagangan aset kripto mencapai Rp 859,5 triliun. Sedangkan, total nilai transaksi pada Januari—Agustus 2022 tercatat sebesar Rp 249,3 triliun atau turun 56,35 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Sementara dari sisi jumlah investor, per Agustus 2022 terdapat 16,1 juta pelanggan dengan rata-rata kenaikan jumlah pelanggan terdaftar sebesar 725 ribu pelanggan per bulan. Artinya jumlah investor kripto di Indonesia terus mengalami pertumbuhan.

Ketua Umum ASPAKRINDO, Teguh Kurniawan Harmanda di acara Web3 Community Event, pada Jumat 26 Agustus 2022
Ketua Umum ASPAKRINDO, Teguh Kurniawan Harmanda di acara Web3 Community Event, pada Jumat 26 Agustus 2022. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Tingkat Bitcoin Hash Rate Capai ATH Baru di Tengah Crypto Winter

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda, melihat penurunan volume transaksi kripto di Indonesia merupakan efek domino dari apa yang terjadi di global. Market kripto global tengah dihantam oleh situasi makroekonomi yang kurang baik sepanjang tahun ini.

“Guncangan sistem keuangan global bisa memberikan efek cukup besar bagi pasar kripto. Guncangan tersebut adalah situasi makroekonomi yang goyah akibat resesi dan geopolitik yang memanas. Hal ini bisa membuat situasi crypto winter bisa terjadi,” kata pria yang akrab disapa Manda.

Guncangan Ekonomi Global

Menurutnya, market kripto yang lesu juga didorong oleh kebijakan moneter AS, yang membuat investor kurang bergairah. Seperti diketahui, menurut Statista, AS memiliki volume perdagangan Bitcoin terbanyak di bursa.

Ilustrasi aset kripto di Indonesia.
Ilustrasi aset kripto di Indonesia.

Baca juga: Kenal Aset Kripto DODO, Fundamental Protokol Blockchain DeFi Optimal

Pengetatan kebijakan The Fed menaikkan suku bunga acuannya guna menekan inflasi bisa mengancam market kripto. Kenaikan suku bunga akhirnya menyebabkan harga komoditas yang lebih tinggi dan daya beli melemah, investor akan menjauhi market.

“Kenaikan harga kebutuhan pokok membuat investor untuk wait and see. Ini yang mulai terasa di Indonesia, investor memilih menunggu momen yang tepat untuk masuk kembali ke market kripto, di saat situasi makroekonomi sudah stabil,” jelasnya.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pengertian, Cara Kerja, Keunggulan, dan Kelemahan

Penerimaan pembayaran kripto semakin meluas di kalangan pengecer, individu, dan bisnis. Meskipun ada opsi untuk mentransfer dana secara manual, gateway pembayaran menyediakan cara yang lebih sederhana untuk menerima pembayaran kripto.

Hal ini menghilangkan kebutuhan untuk menyalin alamat secara manual dan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan.

Selain itu, Anda juga dapat menggunakan kartu debit atau kredit kripto untuk melakukan pembayaran dalam mata uang fiat dengan menggunakan crypto yang Anda miliki di akun terhubung.

Pembayaran kripto memberikan keuntungan dalam hal biaya, kemudahan, dan kecepatan dalam mentransfer dana. Anda tidak perlu mengandalkan mata uang fiat lokal untuk melakukan transfer internasional.

Layanan pembayaran juga umumnya lebih mudah digunakan daripada dompet kripto dan biasanya dilengkapi dengan dukungan pelanggan.

Namun, perlu diingat bahwa gateway pembayaran mungkin memberikan kontrol yang lebih terbatas, dapat dikenakan biaya, dan memerlukan waktu yang lebih lama untuk diatur dibandingkan dengan dompet standar.

Pengertian

Pembayaran kripto adalah metode pembayaran menggunakan aset kripto. Namun hal ini dapat dilakukan atau tidak tergantung peraturan setiap negara. Di Indonesia sendiri kripto tidak dapat digunakan untuk pembayaran, crypto dianggap sebagai aset yang dapat diperdagangkan.

Di negara-negara lain kripto seperti BNB, BTC, dan BUSD digunakan oleh orang-orang untuk mentransfer nilai.

Pengecer besar seperti Microsoft dan Starbucks, serta bisnis-bisnis kecil, sudah mulai menerima pembayaran kripto untuk produk dan layanan yang mereka tawarkan.

Biasanya, pembayaran kripto dilakukan melalui gateway pembayaran untuk menyederhanakan prosesnya. Bahkan, Anda dapat menggunakan kripto untuk membayar barang dengan menggunakan mata uang fiat melalui kartu kripto.

Dengan demikian, apakah Anda ingin membayar teman atau melakukan pembelian, terdapat berbagai pilihan yang menggunakan teknologi blockchain.

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran Kripto?

Secara sederhana, cara kerja pembayaran kripto yaitu dengan mentransfer crypto dari satu dompet ke dompet lainnya. Untuk melakukannya secara manual, Anda perlu memiliki alamat publik penerima. Kemudian, Anda menyalin alamat tersebut dan mengirimkan dana melalui dompet Anda. Meskipun terlihat mudah, proses ini bisa cukup rumit dan menakutkan bagi pemula.

Pengguna sering kali melakukan kesalahan yang tidak dapat dibatalkan, seperti mengirimkan jenis kripto yang salah ke alamat yang salah atau memilih jaringan blockchain yang tidak tepat.

Karena transaksi kripto tidak dapat dikembalikan, hal ini dapat mengakibatkan kerugian yang signifikan.

Untuk membantu menghindari kesalahan semacam itu, penyedia layanan crypto seperti Binance telah menciptakan metode pembayaran kripto yang lebih intuitif.

Gateway ini mengubah proses yang rumit menjadi proses yang dapat diselesaikan hanya dalam beberapa detik.

Langkah-langkah yang tepat dapat bervariasi tergantung pada penyedia pembayaran, tetapi umumnya proses pembayaran crypto melalui gateway adalah sebagai berikut:

  1. Pelanggan atau pembayar memutuskan untuk melakukan pembayaran barang atau layanan kepada penerima atau pengecer tertentu.
  2. Penerima atau pengecer membuat faktur digital yang dapat dibayar melalui gateway pembayaran. Biasanya, faktur ini berbentuk kode QR yang berisi alamat dompet penerima dan jumlah yang harus dibayarkan. Misalnya, jika Anda ingin membeli makanan senilai US$ 10 (dolar AS), Anda perlu membayar menggunakan kripto senilai US$ 10 dengan memperhatikan kurs pasar saat ini.
  3. Pembayar memindai kode QR menggunakan aplikasi, lalu mengonfirmasi pembayaran tersebut.
  4. Kripto kemudian ditransfer ke akun atau dompet digital penerima pembayaran.

Seluruh proses ini dapat diselesaikan hanya dalam beberapa kali klik. Metode ini juga lebih aman dan lebih mudah daripada mencoba melakukan semuanya secara manual.

Ilustrasi mata uang kripto.
Ilustrasi aset kripto.

Apa Keunggulan dari Pembayaran Kripto?

Membayar menggunakan crypto memiliki sejumlah keunggulan, baik dengan menggunakan gateway pembayaran maupun kartu kripto. Ketika digabungkan dengan sistem pembayaran, pengalaman ini mendapatkan keunggulan dari kedua sisi:

  1. Bitcoin (BTC) dan kripto lainnya dapat digunakan hampir di seluruh negara. Anda tidak perlu menukarkan crypto ke mata uang fiat lokal saat melakukan pembayaran internasional.
  2. Tergantung pada penyedia pembayaran kripto, transaksi dapat berlangsung hampir secara instan, terutama jika kedua pihak menggunakan layanan yang sama. Meskipun tidak instan, transaksi dengan kripto sering kali lebih cepat daripada transfer melalui rekening bank dan biaya transaksinya juga lebih rendah.
  3. Layanan pembayaran kripto umumnya menyediakan tim dukungan pelanggan yang dapat membantu Anda dalam mengatasi masalah teknis apa pun. Hal ini tidak terjadi ketika Anda mentransfer dana secara manual dengan dompet kripto yang Anda kelola sendiri.

Bagi sebagian orang, gateway pembayaran kripto lebih mudah digunakan daripada mengatur dan mengelola dompet crypto sendiri.

Apa Kelemahan dari Pembayaran Kripto?

Meskipun memiliki keunggulan yang jelas, pengguna yang berpengalaman mungkin menemui beberapa keterbatasan saat menggunakan pembayaran kripto:

  1. Anda memiliki kontrol yang lebih terbatas daripada saat mengelola dompet kripto sendiri. Banyak orang lebih menyukai pengalaman tradisional yang memberikan kendali penuh atas kripto mereka. Gateway pembayaran secara efektif memasukkan pihak ketiga ke dalam proses pembayaran.
  2. Harga kripto bisa sangat fluktuatif, kecuali jika Anda menggunakan stablecoin. Hal ini dapat menyulitkan penerima pembayaran dalam merencanakan keuangan mereka dengan tepat.
  3. Anda mungkin harus melewati proses pendaftaran yang panjang dengan pemeriksaan KYC (Know Your Customer) dan AML (Anti-Money Laundering). Meskipun ini adalah langkah-langkah yang bertujuan untuk menjaga keamanan, prosesnya membutuhkan lebih banyak usaha daripada hanya membuat dan mengelola dompet kripto sendiri.
  4. Beberapa jaringan pembayaran menerapkan biaya untuk layanan yang mereka tawarkan.
  5. Penerimaan crypto sebagai metode pembayaran masih belum merata dan belum diterima secara luas.

Kartu Kripto untuk Pembayaran

Salah satu opsi lain dalam pembayaran kripto adalah menggunakan kartu kredit atau debit yang terhubung dengan crypto.

Dengan menggunakan metode ini, Anda dapat melakukan pembayaran menggunakan aset crypto, bahkan jika penerima pembayaran hanya menerima mata uang fiat. Untuk menggunakan kartu kripto, Anda perlu menyimpan koin dan token dengan penyedia kartu. 

Ketika Anda melakukan pembelian, bursa kripto akan menjual aset digital Anda untuk mendapatkan mata uang fiat yang diperlukan, dan kemudian mengirimkannya ke penerima pembayaran.

Dalam beberapa kasus, Anda juga dapat melunasi tagihan kartu kredit bulanan menggunakan kripto. Ketentuan yang tepat akan bervariasi tergantung pada penerbit kartu atau institusi keuangan.

Anda dapat menggunakan kartu kripto di lebih banyak tempat dibandingkan dengan gateway pembayaran crypto. Namun, pembayaran langsung kepada teman akan lebih sulit kecuali mereka menerima pembayaran dengan kartu.

Jika penerima pembayaran ingin menerima pembayaran dalam bentuk crypto, maka kartu kripto tidak akan cocok. Saat ini, Visa dan Mastercard menawarkan pilihan kartu kripto melalui berbagai penyedia layanan keuangan.

Ilustrasi aset kripto dan uang rupiah. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi aset kripto dan uang rupiah. Foto: Shutterstock.

Kripto TIdak Bisa Jadi Pembayaran di Indonesia

Saat ini penggunaan crypto sebagai metode pembayaran di Indonesia masih belum diizinkan oleh pihak berwenang. Bank Indonesia, sebagai otoritas moneter negara, telah mengeluarkan larangan penggunaan kripto sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia.

Keputusan ini didasarkan pada beberapa pertimbangan, termasuk potensi risiko keamanan, potensi penggunaan kripto dalam kegiatan ilegal, dan volatilitas harga yang tinggi yang dapat mempengaruhi stabilitas nilai tukar.

Sebagai hasilnya, transaksi menggunakan kripto tidak dapat diterima secara resmi di Indonesia. Mata uang yang sah untuk pembayaran di Indonesia adalah Rupiah (IDR). Transaksi keuangan harus dilakukan menggunakan Rupiah melalui lembaga keuangan yang diatur dan resmi.

Meskipun demikian, perusahaan dan individu di Indonesia masih dapat melakukan aktivitas perdagangan dan investasi dalam kripto. Namun, penggunaan crypto tersebut lebih umum dalam bentuk investasi atau perdagangan spekulatif daripada sebagai alat pembayaran sehari-hari.

Penting untuk selalu mematuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku dalam setiap negara terkait penggunaan kripto dan memahami bahwa setiap kegiatan yang melanggar hukum dapat menghadapi konsekuensi hukum yang serius.

Kesimpulan

Sejak terkenalnya pembelian pizza Bitcoin dengan harga 10.000 BTC pada tahun 2010, penggunaan crypto sebagai metode pembayaran telah mengalami perkembangan yang signifikan.

Selama sepuluh tahun terakhir, kita telah menyaksikan kemajuan dari proses manual menjadi gateway pembayaran mata uang digital yang terintegrasi melalui perbankan FinTech dan layanan crypto.

Pembayaran kripto memberikan alternatif yang menarik dan inovatif dalam dunia pembayaran. Meskipun ada beberapa batasan dan regulasi yang berlaku di berbagai negara, semakin banyak individu, pengecer, dan bisnis yang mulai menerima pembayaran kripto.

Proses pembayaran menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien, dengan gateway pembayaran dan kartu crypto memainkan peran penting dalam menyederhanakan transaksi.

Jika Anda tertarik untuk mencoba menggunakan pembayaran kripto, langkah pertama adalah menghubungi bursa crypto yang Anda gunakan untuk mengetahui layanan yang mereka tawarkan.

Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi ini, Anda dapat menjelajahi dunia pembayaran digital dengan crypto dan mengeksplorasi berbagai keuntungan yang ditawarkannya.

Namun, perlu diingat bahwa setiap negara memiliki regulasi yang berbeda terkait penggunaan crypto sebagai metode pembayaran. Penting untuk selalu mematuhi peraturan yang berlaku dan memahami risiko serta konsekuensi hukum yang mungkin terkait dengan penggunaan crypto dalam pembayaran.

Pembayaran kripto telah mengubah cara kita bertransaksi, dan dengan perkembangan terus-menerus dalam teknologi blockchain dan adopsi yang lebih luas, kita dapat mengharapkan lebih banyak inovasi dan kesempatan yang menarik di masa depan.

Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

Sumber: Binance Academy Indonesia



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Pasar: Oktober Bisa Jadi Bulan yang Baik Market Kripto?

Performa aset kripto masih terlihat kuat di awal pekan, Senin (10/10). Mayoritas aset kripto berada di zona hijau, meski Pergerakan harga Bitcoin beberapa hari terakhir dinilai lebih stabil dengan volatilitas yang lebih rendah.

Secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap masih berada di zona hijau, pada perdagangan Senin (10/10) pukul 09.00 WIB. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, nilai Bitcoin berada di harga US$ 19.485 atau naik 0,49% dalam 24 jam terakhir.

Altcoin lainnya juga mengalami hal yang sama. Nilai Ethereum (ETH) ikut naik 1,23% ke US$ 1.326 sehari terakhir. Solana (SOL), Dogecoin (DOGE), dan XRP bahkan naik lebih dari 2%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan Secara keseluruhan, market kripto masih tertekan akibat perilisan data tenaga kerja AS pada akhir pekan lalu. Biro Statistik Ketenagakerjaan AS yang menyatakan sebanyak 263.000 tenaga kerja baru berhasil terserap di dunia usaha AS sepanjang September lalu. Angka tersebut lebih tinggi dari ekspektasi analis yakni 250.000 tenaga kerja.

Selain itu, tingkat pengangguran AS pun turun ke level 3,5% di bulan yang sama. Data-data tersebut memberi sinyal bahwa ekonomi AS masih ‘baik-baik saja,’ sehingga The Fed diproyeksikan akan terus mengenjot suku bunga acuannya demi meredam inflasi.

Ilustrasi Rekt Capital.
Ilustrasi market aset.

Baca juga: Robert Kiyosaki: Peluang Beli Bitcoin saat Ekonomi AS Anjlok

Gerak Kripto Sideways

Menyadari kemungkinan tersebut, investor mulai sedikit mengerem akumulasi aset. Kabar baiknya, di awal pekan ini, ternyata indeks dolar AS kembali anjlok di level 112.67 atau -0.11% sehari sebelumnya. Ini yang membuat investor sedikit kembali kembali bergairah ke market

“Tapi overall market pergerakannya masih sideways. Ini mengindikasikan bahwa investor masih bimbang dalam mengambil keputusan di pasar kripto,” kata Afid.

Lebih lanjut, sikap investor saat ini sepertinya lebih melirik altcoin, sambil menunggu konsolidasi harga Bitcoin usai. Terlihat kinerja harga altcoin saat ini relatif lebih baik dari BTC, jika diukur dari persentase penguatannya. Bitcoin Dominance juga masih di bawah 40%.

Nasib Kripto di Oktober

Banyak investor yang masih berharap fenomena ‘Uptober’ atau ‘Octobull’ bisa kembali terulang kembali di bulan Oktober 2022 ini. Biasanya menurut siklus Oktober menjadi bulan yang baik untuk market kripto secara keseluruhan.

Menurut Bitcoin Monthly Retuns, harga BTC selalu naik di bulan Oktober dalam kurung waktu tiga tahun terakhir (2019-2021). Tertinggi nilai BTC sempat melonjak 39,93% pada tahun lalu dan itu mendorongnya untuk mencapai all-time high (ATH) pada November 2021 lalu.

Grafik Bitcoin Monthly Returns.
Grafik Bitcoin Monthly Returns.

Baca juga: Prediksi Harga Kripto Algorand (ALGO), Bisa ATH di Tahun 2030?

“Investor harus lihat secara sadar fenomena tersebut mungkin akan sulit terulang. Tidak hanya kripto, pasar saham secara global pun lagi lesu dan masih dalam tekanan. Kripto masih dipercaya sebagai shadow market-nya pasar saham global, jadi akan ada pengaruh yang besar terkait guncangan ekonomi di saat banyak negara yang alami resesi,” kata Afid.

Kekhawatiran makroekonomi seputar inflasi, iklim geopolitik, dan kebijakan moneter telah membuat harga BTC turun sehingga mempengaruhi pasar yang lebih luas juga. 

Dari analisis jangka pendek, pergerakan harga Bitcoin bisa kembali downtrend. Jika valid breakdown, kemungkinan target penurunan berada pada level US$ 18.920 yang merupakan harga terendah pada candle harian 2 Oktober.

Level resistance pada level US$ 20.576 masih menjadi target naik terdekat Bitcoin. Harga tertinggi pada 12 September di level US$ 22.488 menjadi target naik selanjutnya, apabila pergerakan harga Bitcoin berhasil breakout resistance terdekatnya.



Sumber : news.tokocrypto.com

Litecoin Melonjak 30% dalam 3 Hari Jelang Halving, Potensi Naik Lagi?

Harga Litecoin (LTC) telah melonjak hampir 30% dalam tiga hari terakhir dan merupakan salah satu aset kripto dengan kinerja terbaik seminggu terakhir. Saat ini diketahui Litecoin bersiap untuk acara halving yang akan datang pada 2 Agustus, lonjakan harga yang signifikan telah diamati.

Dilaporkan BeInCrypto, Litecoin telah menjadi trending di media sosial saat aset mendekati peristiwa halving. Sementara itu, LTC telah muncul sebagai salah satu token dengan kinerja terbaik dalam seminggu terakhir.

Sejauh ini tanda bullish untuk harga LTC telah terlihat. Setelah awalnya menembus US$ 100 pada hari Jumat (30/6), LTC telah mempertahankan perdagangan di area resistensi utama sejak saat itu.

Potensi Litecoin

Seperti yang diamati oleh analisis teknis BeInCrypto , LTC menunjukkan kecenderungan bullish dan bisa hampir mengubah resistensi US$ 100 menjadi level dukungannya. Hal ini dapat menyebabkan penembusan besar dan kenaikan berkelanjutan yang mungkin membuat token mencapai US$ 130 dalam waktu dekat.

Grafik harga Litecoin LTC/USDT. Sumber: Tradingview.
Grafik harga Litecoin LTC/USDT. Sumber: Tradingview.

Baca juga: Pasar Kripto Belum Bergairah, Bitcoin Masih Nyaman di Level US$ 30.000

Seperti yang dicatat oleh perusahaan analitik blockchain, Santiment, lonjakan harga LTC pada hari Jumat bertepatan dengan puncak volume aktivitas sosial. Dengan kata lain, karena tingkat hype Litecoin meningkat untuk mengantisipasi halving event blockchain, ada lonjakan permintaan untuk aset tersebut.

Sementara, Rekt Capital memberi analisisnya bahwa LTC saat ini mengikuti skrip yang dapat mengirim jaringan pembayaran peer-to-peer ke level yang terakhir terlihat pada Januari 2022. Menurut trader itu, pergerakan LTC di atas resistensi utamanya di US$ 93 menunjukkan bahwa altcoin dapat melonjak setinggi US$ 140 sebelum peristiwa halving berikutnya.

“Reli pre-halving LTC berjalan dengan baik. LTC mengikuti jalur hijau dengan sangat baik sejauh ini.”

Halving Litecoin

Sama seperti Bitcoin, halving Litecoin diprogram untuk terjadi setelah sejumlah blok tertentu ditambang dan kira-kira terjadi setiap empat tahun sekali. Peristiwa bersejarah ini kemungkinan besar akan terjadi pada 3 Agustus mendatang.

Ilustrasi aset kripto Litecoin (LTC).
Ilustrasi aset kripto Litecoin (LTC).

Baca juga: Daftar Aset Kripto Potensial di Bulan Juli 2023, Raih Peluang Cuan!

Litecoin diprogram untuk menjalani blok separuh setiap 840.000 blok. Dalam terminologi blockchain, halving adalah peristiwa yang membagi dua hadiah untuk penambang blok. Masing-masing diprogram untuk terjadi setelah sejumlah blok ditambang.

Mekanisme tersebut dirancang untuk memastikan bahwa Bitcoin akan tetap deflasi. Protokol serupa telah dimasukkan ke dalam Litecoin dan blockchain lainnya. Seperti halnya Bitcoin, halving Litecoin biasanya terjadi setiap empat tahun.

Saat ini, setiap blok membayar hadiah penambang sebesar 12,5 LTC. Setelah halving, penambang hanya akan menerima 6,25 LTC per blok. Kondisi yang mengarah ke halving Litecoin yang akan datang sangat mirip dengan yang diamati empat tahun lalu selama acara halving sebelumnya.

Gunakan fitur Price Alert di Tokocrypto, pengguna akan mendapatkan notifikasi yang muncul secara real-time ketika harga sudah menyentuh target yang telah kamu tentukan. Dengan begitu, pengguna tidak ketinggalan momentum beli dan jual di harga yang sesuai. Untuk informasi lebih lanjut dan cara menggunakan fitur ini bisa mengakses link berikut ini.

Dan pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Robert Kiyosaki: Peluang Beli Bitcoin saat Ekonomi AS Anjlok

Robert Kiyosaki, pengusaha dan penulis buku “Rich Dad Poor Dad,” kembali menyuarakan pendapatnya terkait keuntungan aset kripto. Ia memprediksi kripto, terutama Bitcoin (BTC) masih memiliki peluang tinggi di masa depan.

Kiyosaki menyebut BTC, perak, dan emas memasuki peluang beli di tengah penguatan dolar Amerika Serikat dan kenaikan suku bunga yang berkelanjutan. Ekonomi AS yang anjlok membuat market kripto lesu dan sejumlah kripto mendapatkan ‘harga diskon.’

Melalui media sosialnya, pria berkacamata itu mencatat harga tiga komoditas BTC, perak, dan emas yang terkadang disebut sebagai aset “safe haven,” akan terus turun seiring penguatan dolar Amerika Serikat. Ini membuktikan nilainya setelah “FED pivot” dan menurunkan suku bunga.

Baca juga: Investor Aset Kripto di Indonesia Tembus 16,1 Juta Pelanggan

“Jika Fed terus menaikkan suku bunga US$ akan semakin kuat menyebabkan harga emas, perak & Bitcoin turun. Beli lebih banyak. Ketika FED berputar dan menurunkan suku bunga seperti yang baru saja dilakukan Inggris, Anda akan tersenyum sementara yang lain menangis. Hati hati,” tulis Kiyosaki dalam tweet-nya.

Dukung Bitcoin

Pada tahun 2020, Kiyosaki telah menjadi pendukung aset kripto yang secara langsung oleh The Fed, setelah pernah memperingatkan investor untuk memilih Bitcoin, setelah episode pencetakan uang massal langsung oleh Fed sebagai tanggapan terhadap pandemi COVID-19.

Menariknya, Kiyosaki menyukai Bitcoin meskipun tidak percaya ada nilainya, katanya dalam wawancara baru-baru ini di Rich Dad. Dalam sebuah surat bulan September lalu kepada pelanggannya yang dikirim melalui pos, Kiyosaki menekankan perlunya berinvestasi dalam aset digital sekarang untuk mendapatkan hasil yang luar biasa dalam jangka panjang.

Baca juga: Prediksi Harga Kripto Algorand (ALGO), Bisa ATH di Tahun 2030?





Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Belum Bergairah, Bitcoin Masih Nyaman di Level US$ 30.000

Pergerakan pasar kripto cenderung bergerak sideways pada awal Juli 2023. Berdasarkan analisis teknikal, Bitcoin masih berada level psikologis terkuatnya saat ini dan di atas Moving Average (MA) 50 pada harga US$ 30.000. Ini adalah kondisi yang cukup stabil dan bisa dianggap sebagai tanda positif untuk menutup bulan Juni lalu. Namun, yang perlu diperhatikan adalah Bitcoin sudah tiga kali mencoba menembus batas US$ 31.000 dan gagal.

Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan kejadian tersebut biasanya membuat para pelaku pasar mulai merasa pesimis. Mereka mungkin akan menduga bahwa Bitcoin akan turun, dan ini adalah reaksi yang wajar mengingat situasi tersebut.  Analisis ini menunjukkan bahwa pasar Bitcoin masih dalam kondisi yang cukup stabil, meski ada beberapa ketidakpastian. 

“Sentimen penggerak minggu ini pun cenderung netral tidak akan banyak berpengaruh ke pasar. Pasar sedang berada dalam kondisi wait and see. Hal ini terjadi setelah mereka menyaksikan drama dari Securities and Exchange Commission (SEC) yang menyebutkan ETF Bitcoin BlackRock dan Fidelity tak jelas pada pekan lalu,” kata Fyqieh.

Ilustrasi investasi aset kripto.
Ilustrasi investasi aset kripto.

Meskipun, Fidelity, VanEck, Invesco telah mengajukan ulang ETF Bitcoin spot ke SEC, tidak berpengaruh kuat ke pasar untuk kembali naik. Investor masih menunggu kejelasan dari respons SEC terhadap pengajuan ulang tersebut. “Sementara harapan SEC untuk menyetujui setidaknya satu aplikasi ETF masih ada,” optimis Fyqieh.

Di sisi sentimen makroekonomi, ini adalah awal minggu yang sibuk bagi pasar kripto. Angka PMI Manufaktur dari China dan AS akan menarik perhatian investor yang akan dirilis pada Senin (7/3) waktu setempat. Kontraksi tak terduga di seluruh sektor manufaktur China dan AS akan menyalakan kembali kekhawatiran resesi.

Kemudian, pada Kamis (6/7) akan ada perilisan PMI non-manufaktur AS yang membantu memahami kondisi ekonomi dan inflasi di Amerika. Hari Jumat (7/7) akan ada perilisan data NFP (nonfarm payrolls) AS yang akan menjadi indikator kuat untuk kebijakan suku bunga The Fed ke depannya yang juga berpengaruh pada pergerakan pasar kripto.

Bitcoin Fear and Greed Index. Sumber: Alternative.me

Baca juga: Daftar Aset Kripto Potensial di Bulan Juli 2023, Raih Peluang Cuan!

Sentimen aset kripto berdasarkan indeks “Bitcoin Fear and Greed Index” saat ini berada pada level 63, yang menunjukkan adanya ketamakan atau serakah (Greed). Dalam 24 jam terakhir, pasar aset kripto telah menunjukan pada poin 63 yang artinya netral ke bullish dan poin ini akan mengalami penguatan di masa mendatang. Sebaliknya, data yang diberikan oleh Bitcoin Fear and Greed Index minggu lalu menunjukkan angka 64, yang menunjukkan adanya sentimen positif

Analisis Pergerakan Harga 

Bitcoin (BTC)

Grafik BTC/USD Index by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

Pergerakan Bitcoin saat ini sedang dalam fase sideways dengan volatilitas sebesar 5,31%. Area resisten terlihat di harga US$ 31.400, sementara harga support berada di sekitar US$ 29.800. Setelah berita penolakan proposal ETF oleh SEC, Bitcoin mengalami penurunan ke level US$ 29.500, yang dianggap sebagai sentimen negatif oleh pasar. Namun, Bitcoin kembali pulih dan bergerak di atas harga US$ 30.000, memberikan harapan akan tren bullish di masa depan.

Namun, untuk memastikan tren bullish tersebut, perlu ada konfirmasi lebih lanjut. Salah satu konfirmasi yang dapat dicermati adalah jika candlestick harian menutup di bawah US$ 29.800, hal ini dapat mengindikasikan kemungkinan adanya breakdown. Di sisi lain, jika Bitcoin mampu menutup posisi candlestick harian di atas US$ 31.500, ini dapat menjadi sinyal bullish dengan target harga sekitar US$ 35.000.

“Dalam kondisi saat ini, beberapa orang melihatnya sebagai peluang untuk mengakumulasi Bitcoin karena berada dalam area sideways. Namun, perlu diingat bahwa hal ini juga dapat menjadi area distribusi jika Bitcoin menembus di bawah harga US$ 30.000. Oleh karena itu, penting untuk tetap berhati-hati dan mempertimbangkan risiko terkait dengan investasi dalam aset kripto seperti Bitcoin,” analisa Fyqieh.

Basic Attention Token (BAT)

Grafik BAT/USD TF 1D by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

Baca juga: 5 Penipuan Kripto yang Sering Terjadi dan Cara Menghindarinya

Pergerakan harga BAT diprediksi akan mengalami tren bullish dalam beberapa hari ke depan. Prediksi ini didukung oleh adanya pola double bottom yang menguatkan level support. Konfirmasi dari pola double bottom ini menambah keyakinan akan tren bullish yang akan terjadi.

Namun, perlu diperhatikan juga beberapa level resisten yang dapat menjadi hambatan bagi kenaikan harga BAT. Salah satu level resisten yang perlu diperhatikan adalah US$ 0,205. Jika harga berhasil melewati level tersebut, target selanjutnya untuk retest resisten adalah di harga US$ 0,23. Dalam skenario ini, terdapat potensi keuntungan sebesar 12% dari level saat ini.

Ethereum (ETH)

Grafik ETH/USD by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

Pergerakan ETH diprediksi akan mengalami penguatan dengan target kenaikan sebesar US$ 2.000 sebagai harga psikologis yang penting. Target ini dianggap sebagai level yang kuat untuk dicapai. Berdasarkan analisis teknikal, ETH terkonfirmasi dengan pola head and shoulder dan telah bergerak di atas harga US$ 1.910, dengan titik support yang dianggap kuat. Saat ini, ETH diperdagangkan di sekitar harga US$ 1.923.

“Jika ETH berhasil mencapai level US$ 2.000, ada potensi keuntungan sebesar lebih dari 3% dari level saat ini. Selanjutnya, target resisten berikutnya terlihat di harga US$ 2.140,” pungkas Fyqieh.

Gunakan fitur Price Alert di Tokocrypto, pengguna akan mendapatkan notifikasi yang muncul secara real-time ketika harga sudah menyentuh target yang telah kamu tentukan. Dengan begitu, pengguna tidak ketinggalan momentum beli dan jual di harga yang sesuai. Untuk informasi lebih lanjut dan cara menggunakan fitur ini bisa mengakses link berikut ini.

Dan pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com