Tag Archives: kripto

Bitcoin Terjungkal ke Level ‘Extreme Fear’, Mengapa Kripto AI Justru Meroket Pekan Ini?

Insight Tim Research Tokocrypto menunjukkan bahwa pasar kripto tengah berada dalam tekanan multidimensi, baik dari sisi makro ekonomi global, data on-chain, hingga sentimen teknikal. Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan turun ke sekitar $2,30 triliun (-6%), sementara indikator Fear & Greed ambruk ke angka 11, menandakan fase Extreme Fear atau ketakutan ekstrem.

Data Fear and Greed Index (Sabtu, 14 Februari 2026). Sumber: CoinMarketCap

Namun di tengah tekanan tersebut, sejumlah sektor berbasis AI dan infrastruktur baru justru mencatatkan lonjakan signifikan. Lalu mengapa ketika Bitcoin melemah, narasi kripto AI justru menguat?

Penurunan Bitcoin dan Indeks Ketakutan Ekstrem

Dikutip dari Riset Kripto 9-13 Feb 2026, Bitcoin jatuh dari level dukungan psikologis $70.000, yang salah satunya dipicu oleh aliran besar dari penambang ke bursa seperti Binance, mencapai sekitar 90.000 BTC untuk likuiditas operasional dan pengambilan untung. 

Ini diperburuk juga oleh tingginya cumulative outflow dari pemegang jangka panjang, yang jadi pertanda bahwa investor senior sedang gencar melakukan profit taking secara masif, menyebabkan redistribusi aset dan tekanan harga ke bawah. Selain itu volatilitas Bitcoin naik ke 1.51, level tertinggi sejak 2022, yang mengonfirmasi bahwa pasar sedang dilanda kepanikan jangka pendek yang luar biasa.

Menurut Tim Research Tokocrypto, dalam kondisi ‘Extreme Fear’ seperti ini, prioritas utama adalah pertahanan modal, batasi spekulasi, dan gunakan strategi scalping jangka pendek karena ‘cash is king’. Selain itu investor sebaiknya hindari aset dengan unlock suplai besar seperti STBL dengan token unlock yang mencapai 57,7%, berisiko menciptakan tekanan jual, serta pertimbangkan akumulasi proyek inflasi rendah.

Lebih lengkap, bisa kamu baca di: Riset Kripto 9-13 Feb 2026: Bitcoin Berdarah, AI Berpesta!!

Lonjakan Kripto AI di Tengah Pasar Lesu

Data pasar sektor kripto dengan return tertinggi dalam 7 hari terakhir yang didominasi oleh AI (Sabtu, 14 Februari 2026). Sumber: CoinGecko

Sementara pasar secara umum masih lesu, sektor kripto berbasis AI justru mencatatkan lonjakan signifikan. Kenaikan ini dipicu oleh katalis seperti aktivasi dan adopsi ERC-8004 yang menjadi standar baru yang memungkinkan AI Agent memiliki identitas dan reputasi on-chain. 

Secara sederhana, ERC-8004 ini berfungsi layaknya “paspor dan rapor nilai” bagi agen AI di blockchain, sehingga identitas, rekam jejak, dan kredibilitasnya dapat diverifikasi secara aman dan lintas platform.

Narasi ini semakin kuat karena didukung oleh sejumlah jaringan seperti MegaETH, Linea, BNB Chain, dan OP Mainnet yang mulai mengadopsi standar tersebut. Dukungan infrastruktur lintas ekosistem ini memperkuat persepsi bahwa AI on-chain bukan sekadar tren sementara, melainkan bagian dari pengembangan utilitas jangka panjang di industri blockchain.

Menurut Tim Research Tokocrypto, lonjakan ini mengisyaratkan bahwa ritel maupun institusi mulai mengandalkan Bot untuk pasar, fokus saat ini tertuju pada sektor Moltbook dan Openclaw karena keduanya menawarkan eksposur pada narasi AI dan infrastruktur baru yang sedang berkembang. 

Penutup

Menurut insight Tim Research Tokocrypto, di Riset Kripto 9-13 Feb 2026 Bitcoin terjun ke level Extreme Fear merupakan akibat kombinasi tekanan makro global, distribusi suplai on-chain, dan pelemahan teknikal. Ditambah lagi dengan likuiditas global yang mengetat membuat investor defensif dan memprioritaskan perlindungan modal.

Namun, di tengah tekanan tersebut, sektor kripto AI dan ekosistem infrastruktur baru justru menguat karena katalis seperti, aktivasi dan adopsi standar ERC-8004 di berbagai ekosistem, yang memungkinkan AI Agent memiliki identitas dan reputasi on-chain, serta dukungan dari infrastruktur besar seperti OP Mainnet, BNB Chain, dan pengembang Ethereum

Namun, meskipun AI terlihat sedang berpesta, dalam kondisi Extreme Fear seperti sekarang, insight dari Tim Research Tokocrypto menegaskan bahwa fase ini menuntut prioritas pada pertahanan modal dan pembatasan spekulasi, meski terdapat sektor yang sedang outperform—dan yang paling penting adalah ‘cash is king’ ketika setuasi sepert ini.

Oleh karena itu, pendekatan yang lebih relevan adalah menjaga likuiditas dan menerapkan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) pada proyek berfundamental kuat, alih-alih mengejar lonjakan harga jangka pendek. Kamu bisa menggunakan fitur DCA yang ada di aplikasi Tokocrypto mulai dari Rp20.000 dengan download aplikasinya dan registrasi di sini!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Brasil Siap Jadi Raja Bitcoin? Kongres Bahas RUU 1 Juta BTC

Brasil kembali menggegerkan dunia kripto setelah rancangan undang-undang (RUU) yang memungkinkan negara tersebut mengakuisisi hingga 1 juta Bitcoin (BTC) resmi diperkenalkan kembali di Kongres. Jika disetujui, langkah ini berpotensi menjadikan Brasil sebagai salah satu negara dengan cadangan Bitcoin terbesar di dunia.

RUU tersebut merupakan versi revisi dari proposal sebelumnya mengenai pembentukan cadangan strategis Bitcoin nasional. Dokumen terbaru memperluas cakupan kebijakan dengan menetapkan target akumulasi minimal 1.000.000 BTC dalam waktu lima tahun.

Target 1 Juta BTC dalam 5 Tahun

Dalam draf terbaru, cadangan ini dinamakan “RESbit” atau Strategic Sovereign Bitcoin Reserve. Program tersebut mengatur akuisisi Bitcoin secara bertahap dan terencana sebagai aset cadangan strategis milik negara.

Dilaporkan News Bitcoin, jika dihitung berdasarkan harga saat ini, akumulasi 1 juta BTC diperkirakan membutuhkan dana hampir $68 miliar. Angka ini berpotensi menempatkan Brasil di atas Amerika Serikat dan China dalam hal kepemilikan Bitcoin negara.

Sebelumnya, proposal awal hanya mengusulkan penggunaan hingga 5% dari cadangan devisa Brasil untuk diversifikasi aset nasional, dengan pengelolaan oleh bank sentral sebagai bagian dari kas negara.

Baca juga: Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

Perluasan Kebijakan: Pajak dan Mining

Selain target akumulasi besar, RUU terbaru juga mengusulkan sejumlah perubahan kebijakan tambahan. Di antaranya adalah pelarangan penjualan Bitcoin hasil sitaan oleh otoritas peradilan, penerimaan Bitcoin sebagai metode pembayaran pajak federal, serta insentif bagi perusahaan yang melakukan penambangan dan menyimpan Bitcoin.

Anggota parlemen Luis Gastao menyatakan bahwa revisi ini mengadopsi pendekatan yang lebih komprehensif, tidak hanya berfokus pada pembentukan cadangan strategis, tetapi juga menjamin hak penggunaan dan kustodi aset digital.

Tantangan dari Regulasi Bank Sentral

Meski ambisius, RUU tersebut masih harus melalui proses persetujuan di berbagai komisi sebelum disahkan Kongres. Tantangan utama datang dari regulasi bank sentral Brasil yang saat ini belum mengakui Bitcoin sebagai aset cadangan resmi.

Sebelumnya, perwakilan bank sentral dalam sidang dengar pendapat publik menyampaikan keraguan terhadap implementasi cadangan Bitcoin strategis.

Jika akhirnya disetujui, Brasil berpotensi menjadi salah satu negara paling pro-Bitcoin di dunia, sekaligus mengubah peta geopolitik kepemilikan aset digital global.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini adalah langkah ambisius yang menempatkan kedaulatan moneter di atas blockchain. Jika gol, Brazil akan menjadi pemegang Bitcoin kedaulatan terbesar di dunia, memicu persaingan akumulasi BTC antar negara (Sovereign FOMO).

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sinyal Langka Muncul! Bitcoin Mendekati Undervalued Zone di $69.000

Bitcoin (BTC) disebut mulai mendekati zona undervalued setelah mengalami tren penurunan selama sekitar empat bulan sejak mencetak rekor tertinggi pada Oktober 2025. Indikator on-chain Market Value to Realized Value (MVRV) kini berada di kisaran 1,1, mendekati ambang batas yang secara historis dianggap sebagai area undervaluation.

Secara umum, Bitcoin dinilai undervalued ketika rasio MVRV turun di bawah angka 1. Saat ini, meski belum menembus level tersebut, posisi 1,1 menunjukkan bahwa harga pasar mulai mendekati nilai realisasi rata-rata pemegang BTC.

Koreksi 4 Bulan Sejak All-Time High

Dilaporkan Crypto Quant, sejak mencapai puncaknya pada Oktober 2025, Bitcoin bergerak dalam tren menurun dan terkoreksi signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Dalam 30 hari terakhir saja, harga BTC tercatat turun lebih dari 28%.

Saat artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di sekitar $69.400, naik sekitar 3% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar BTC berada di atas $1,38 triliun dengan volume perdagangan harian sekitar $41 miliar.

Baca juga: Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

Siklus Kali Ini Berbeda?

Berbeda dengan siklus sebelumnya, Bitcoin tidak sempat masuk ke zona overvalued yang ekstrem sebelum memulai fase koreksi terbaru. Pada siklus-siklus terdahulu, reli besar biasanya diikuti oleh lonjakan MVRV jauh di atas level normal sebelum akhirnya terjadi koreksi tajam.

Kali ini, absennya fase overvalued yang jelas menjadi perbedaan penting. Hal tersebut memunculkan kemungkinan bahwa pola penurunan dan pembentukan dasar harga juga dapat berbeda dari siklus sebelumnya.

Dekati Zona Akumulasi?

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Sejumlah analis menilai bahwa mendekatnya Bitcoin ke zona undervalued berpotensi menjadi fase persiapan bagi investor jangka panjang. Dalam aset yang memiliki tren naik jangka panjang, periode penurunan kerap dianggap sebagai momen untuk membangun posisi secara bertahap.

Meski demikian, kondisi pasar saat ini tetap memerlukan kehati-hatian. Dengan MVRV yang belum sepenuhnya menembus level 1, pasar masih berada di fase transisi antara koreksi dan potensi pembentukan dasar harga baru.

Investor kini mencermati apakah Bitcoin akan benar-benar memasuki zona undervalued secara teknis, atau justru melanjutkan konsolidasi sebelum menentukan arah berikutnya.

Menurut Tim Research Tokocrypto, berada di zona ini berarti risiko downside sudah terbatas dibandingkan potensi upside. Bagi investor dengan modal ‘uang dingin’, ini adalah fase ‘buy when others are fearful’ yang paling klasik.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Emas Bergejolak, Investor Justru Borong XAUT dan PAXG

Pasar tokenized gold terus menunjukkan pertumbuhan agresif meskipun harga emas fisik mengalami volatilitas dalam jangka pendek. Data terbaru mencatat kapitalisasi pasar tokenized gold telah melampaui $6 miliar, menjadikannya salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat di industri aset digital.

Kenaikan ini menandakan meningkatnya minat investor terhadap eksposur aset safe haven melalui infrastruktur blockchain, di tengah kondisi pasar global yang tidak stabil.

Kapitalisasi Tokenized Gold Naik $2 Miliar Sejak Awal Tahun

Berdasarkan data Dune, total market cap tokenized gold telah naik lebih dari $2 miliar sejak awal tahun. Pada saat laporan ini dibuat, nilai pasar sektor tersebut berada di level $6,12 miliar.

Seiring pertumbuhan tersebut, lebih dari 1,2 juta ounce emas fisik kini tercatat tersimpan dalam sistem kustodian untuk mendukung penerbitan token-token emas berbasis blockchain. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap representasi digital emas terus meningkat.

XAUT Dominasi Pasar, Capai $3,5 Miliar

Tether Gold (XAUT) masih menjadi pemain terbesar dalam ekosistem tokenized gold. Market cap XAUT kini berada di sekitar $3,5 miliar, atau lebih dari setengah total nilai pasar tokenized gold.

Data Token Terminal menunjukkan kapitalisasi XAUT melonjak lebih dari 50% hanya dalam sebulan terakhir. CEO Tether Paolo Ardoino sebelumnya juga menyatakan perusahaan berencana meningkatkan eksposur emas hingga 10–15% dari total portofolio investasi mereka.

Tether dilaporkan mempercepat strategi akumulasi emas dan bahkan disebut melampaui pembelian beberapa negara seperti Yunani, Qatar, dan Australia. Pada kuartal terakhir 2025, Tether menambah eksposur sekitar 27 metrik ton emas.

Baca juga: Tether Masuk Bisnis Emas! Gold.com Kebagian Dana $150 Juta

Tether Investasi di Gold.com dan Kembangkan Akses Emas Digital

Selain menambah cadangan emas, Tether juga melakukan investasi strategis senilai $150 juta ke platform logam mulia Gold.com. Investasi tersebut memberi Tether sekitar 12% kepemilikan perusahaan.

Melalui kerja sama ini, Tether akan mengintegrasikan XAUT ke dalam ekosistem Gold.com, dengan tujuan memperluas akses emas melalui jalur distribusi digital maupun tradisional.

Tether juga menyebut pihaknya sedang mengeksplorasi opsi agar pelanggan dapat membeli emas fisik menggunakan mata uang digital seperti USDT, stablecoin terbesar di dunia, serta USA₮, stablecoin baru yang diklaim telah diatur secara federal dan didukung dolar AS.

Dalam upaya memperluas utilitas token emasnya, Tether turut meluncurkan Scudo, satuan unit baru yang mewakili 1/1.000 dari XAUT.

PAXG Jadi Pesaing Terdekat dengan Market Cap $2,3 Miliar

Di posisi kedua, Paxos Gold (PAXG) mencatat market cap sekitar $2,3 miliar. Token emas ini mengalami kenaikan 33,2% dalam sebulan terakhir.

Secara keseluruhan, XAUT dan PAXG menjadi dua aset dominan yang menyumbang mayoritas aktivitas dalam pasar tokenized gold.

Dengan kapitalisasi pasar yang terus naik, tokenized gold semakin mempertegas posisinya sebagai alternatif eksposur emas bagi investor yang ingin memanfaatkan sistem blockchain tanpa kehilangan dukungan aset fisik sebagai underlying.

Menurut Tim Research Tokocrypto, lonjakan ini menunjukkan meningkatnya permintaan investor untuk aset safe-haven dalam format digital yang likuid.

“Pertumbuhan pesat RWA (Real World Assets) berbasis emas membuktikan blockchain menjadi infrastruktur utama untuk kepemilikan aset fisik secara global,” jelasnya.

Baca juga: Tether Luncurkan Mining OS (MOS), Dorong Efisiensi Penambangan BTC


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

ETH Naik ke $2.000, Tapi Data Derivatif Ungkap Exodus Besar

Pasar derivatif Ethereum (ETH) menunjukkan sinyal pelemahan leverage dalam 30 hari terakhir, seiring turunnya open interest (OI) secara masif di berbagai exchange utama. Data net open interest change (30D) mencatat total penurunan melebihi 80 juta ETH, mengindikasikan bahwa trader mulai mengurangi eksposur risiko dan menutup posisi futures secara besar-besaran.

Fenomena ini dinilai sebagai fase deleveraging, di mana pelaku pasar menarik modal dari kontrak derivatif, terutama di tengah volatilitas harga Ethereum yang masih tinggi.

Binance hingga Bybit Catat Penurunan OI Terbesar

Dilaporkan Crypto Quant, penurunan open interest paling signifikan tercatat terjadi di beberapa exchange utama seperti Binance, Gate.io, OKX, dan Bybit. Dalam 30 hari terakhir, Binance mencatat penurunan sekitar 40 juta ETH. Gate.io turun lebih dari 20 juta ETH, sementara OKX mengalami penurunan sekitar 6,8 juta ETH dan Bybit turun sekitar 8,5 juta ETH.

Jika digabungkan, penurunan OI dari empat platform tersebut mencapai sekitar 75 juta ETH. Ketika ditambah dengan platform lain yang juga mencatat angka negatif dalam skala lebih kecil, total kontraksi open interest secara keseluruhan melampaui 80 juta ETH.

Data ini memperlihatkan bahwa penurunan tidak hanya terjadi di satu exchange tertentu, melainkan bersifat luas dan merata di pasar derivatif Ethereum.

Sinyal Trader Mulai Kurangi Leverage

Baca juga: Whale Borong $400 Juta Ethereum Saat Harga Koreksi! Sinyal Bullish?

Penurunan open interest dalam jumlah besar umumnya mengindikasikan bahwa trader, terutama pengguna leverage tinggi, sedang mengurangi posisi dan memilih menutup kontrak futures dibanding membuka posisi baru. Hal ini bisa disebabkan oleh meningkatnya kehati-hatian pasar atau tekanan akibat pergerakan harga yang tidak stabil.

Kondisi seperti ini sering terjadi ketika pasar memasuki fase transisi, di mana spekulasi jangka pendek mulai melemah dan pelaku pasar beralih ke strategi yang lebih konservatif.

Bisa Jadi “Bersih-Bersih” Pasar Sebelum Stabil

Dari sisi struktur pasar, kontraksi open interest dalam skala besar dapat dianggap sebagai proses “clean-up” atau pembersihan posisi lemah. Ketika leverage menurun, potensi terjadinya forced liquidation besar-besaran di masa depan juga cenderung berkurang.

Situasi ini dinilai dapat membuka peluang terbentuknya stabilitas harga yang lebih solid, atau bahkan menjadi dasar pembentukan support baru bagi Ethereum dalam waktu dekat.

Harga Ethereum Naik 6% dalam 24 Jam

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Di tengah penurunan leverage tersebut, Ethereum tercatat mengalami penguatan. ETH diperdagangkan di kisaran $2.078, naik sekitar 6% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar Ethereum berada di sekitar $250 miliar, dengan volume perdagangan harian mencapai lebih dari $18 miliar.

Meski harga menunjukkan pemulihan jangka pendek, data open interest menegaskan bahwa pasar derivatif sedang memasuki fase penyesuaian risiko yang signifikan, dengan trader memilih mengurangi posisi daripada menambah spekulasi baru.

Menurut Tim Research Tokocrypto, penurunan OI yang tajam biasanya diikuti oleh periode volatilitas rendah atau konsolidasi. Pasar sedang ‘dicuci’ dari leverage berlebih, yang sebenarnya sehat untuk stabilitas jangka menengah meskipun berdarah-darah di jangka pendek.

Baca Juga: Ethereum Terkapar di $2.100, Investor AS Diduga Ramai-Ramai Cabut?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

Pemerintah Bhutan kembali menjual Bitcoin dari cadangannya untuk pekan ketiga berturut-turut. Berdasarkan data analis on-chain Arkham, penjualan terbaru sebanyak 100 BTC menghasilkan sekitar $6,8 juta.

Sejak September lalu, kerajaan tersebut tercatat telah menjual Bitcoin senilai sedikitnya $100 juta. Meski demikian, sekitar 5.600 BTC atau setara kurang lebih $372 juta masih tersimpan di wallet yang diidentifikasi terkait dengan Bhutan.

Cadangan Berasal dari Aktivitas Mining

Menurut Arkham, sumber utama akumulasi Bitcoin Bhutan berasal dari aktivitas penambangan (mining) yang dijalankan pemerintah. Pada puncaknya, cadangan Bitcoin negara tersebut sempat melampaui 13.000 BTC.

Lonjakan produksi mining terjadi pada awal 2023. Namun, aktivitas tersebut mengalami penurunan signifikan setelah peristiwa halving keempat Bitcoin pada April 2024, yang memangkas reward blok dari 6,25 BTC menjadi 3,125 BTC.

Dilaporkan Forklog, Bhutan sebelumnya menjalin kemitraan dengan perusahaan mining Bitdeer untuk mengembangkan kapasitas hingga 600 MW. Data center Gedu mulai beroperasi pada Agustus 2023. Meski begitu, target hashrate sebesar 20 EH/s dilaporkan mengalami keterlambatan signifikan.

Baca juga: Standard Chartered Peringatkan Bitcoin Bisa Anjlok ke $50.000!

Tekanan Industri Mining Global

Paruh kedua 2024 disebut sebagai periode krisis profitabilitas terburuk bagi industri mining. Pada awal 2025, ketika harga Bitcoin melemah, banyak model mesin mining mendekati ambang batas profitabilitas.

Penurunan harga Bitcoin, kenaikan tarif energi, serta gangguan cuaca ekstrem di Amerika Serikat memicu penghentian operasional massal oleh sejumlah perusahaan mining akibat kerugian besar. Dampaknya, hashrate jaringan turut mengalami penurunan.

Pada 7 Februari lalu, tingkat kesulitan mining Bitcoin tercatat turun 11%, menjadi penurunan terbesar sejak larangan mining di China pada 2021.

Strategi Manajemen Cadangan

Meski terus melakukan penjualan dalam beberapa pekan terakhir, Bhutan masih memegang cadangan Bitcoin dalam jumlah signifikan. Langkah likuidasi ini dinilai sebagai bagian dari strategi manajemen cadangan negara di tengah dinamika harga dan tekanan industri mining global.

Pasar kini mencermati apakah tren penjualan tersebut akan berlanjut atau hanya bersifat taktis dalam jangka pendek.

Menurut Tim Research Tokocrypto, aktivitas penjualan oleh pemerintah seringkali memicu sentimen waspada di pasar. Meskipun jumlahnya relatif kecil dibanding cadangan total mereka, konsistensi Bhutan dalam melakukan ‘take profit’ menunjukkan strategi manajemen aset yang aktif di tingkat negara.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Valeo Hadirkan Shielded Transfers di Solana, Tersedia Untuk iOS

Inovasi privasi kembali menjadi sorotan di industri kripto. Kali ini, Whale Insider melaporkan bahwa Valeo resmi meluncurkan fitur shielded transfers untuk jaringan Solana langsung melalui aplikasi iOS mereka.

Langkah ini menjadikan Valeo sebagai aplikasi pertama yang menawarkan transfer privat langsung di dalam aplikasi (in-app privacy) pada ekosistem Solana.

Peluncuran ini dinilai sebagai tonggak penting dalam perkembangan teknologi privasi blockchain, terutama di tengah meningkatnya pengawasan regulasi global terhadap transaksi kripto.

Baca Juga: Harga Solana Ambruk 16%, Akankah Support $126 Bertahan?

Tentang Shielded Transfers

Fitur shielded transfers memungkinkan pengguna mengirim aset kripto tanpa mengekspos detail transaksi seperti alamat pengirim, penerima, maupun jumlah transfer secara publik di blockchain.

Berbeda dengan transaksi standar yang transparan dan dapat dilacak secara terbuka, mekanisme ini memberikan lapisan perlindungan tambahan bagi pengguna.

Dalam konteks Solana yang dikenal sebagai blockchain berkecepatan tinggi dan biaya rendah, kehadiran fitur privasi langsung di aplikasi mobile menjadi kombinasi menarik antara performa dan perlindungan data.

Artinya, pengguna kini tidak perlu menggunakan protokol eksternal atau aplikasi pihak ketiga untuk mendapatkan privasi transaksi. Semua dapat dilakukan langsung di dalam aplikasi Valeo.

Privasi Jadi Narasi Krusial di Tengah Regulasi Ketat

Privasi semakin menjadi topik sensitif di industri kripto. Di satu sisi, regulator mendorong transparansi dan kepatuhan (compliance).

Di sisi lain, pengguna tetap menginginkan perlindungan data finansial pribadi mereka.

Tim Research Tokocrypto menilai inovasi ini sebagai respons terhadap dinamika tersebut.

“Privasi menjadi narasi yang semakin krusial di tengah pengawasan regulasi yang ketat. Inovasi Valeo mempermudah akses transaksi privat bagi pengguna mobile, yang bisa menjadi standar baru bagi dompet digital masa depan di ekosistem Solana,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Dengan pendekatan ini, Valeo mencoba menyeimbangkan kebutuhan privasi individu dengan perkembangan ekosistem blockchain yang semakin matang.

Dampak bagi Ekosistem Solana

Solana selama ini dikenal sebagai blockchain dengan throughput tinggi dan biaya transaksi murah, menjadikannya populer untuk DeFi, NFT, hingga aplikasi gaming Web3.

Namun, fitur privasi belum menjadi fokus utama jaringan ini dibandingkan blockchain lain yang memang mengusung privasi sebagai fitur inti.

Hadirnya shielded transfers secara native di aplikasi mobile berpotensi meningkatkan adopsi pengguna yang peduli privasi; menarik minat institusi atau pelaku bisnis yang membutuhkan kerahasiaan transaksi; memperluas use case Solana di sektor pembayaran; dan mendorong inovasi wallet dan aplikasi serupa.

Jika fitur ini mendapat respons positif dari komunitas, bukan tidak mungkin dompet digital lain di ekosistem Solana akan mengadopsi pendekatan serupa.

Mobile-First: Masa Depan Akses Web3

Salah satu poin penting dari peluncuran ini adalah fokus pada platform iOS. Mayoritas pengguna kripto global kini mengakses aset digital mereka melalui perangkat mobile.

Dengan menghadirkan privasi langsung di aplikasi, Valeo menyasar segmen pengguna yang menginginkan kemudahan tanpa kompromi terhadap keamanan dan kerahasiaan.

Model mobile-first privacy ini bisa menjadi standar baru bagi dompet digital generasi berikutnya, di mana:

  • Privasi bukan fitur tambahan, melainkan fitur inti
  • Proses transaksi tetap cepat dan user-friendly
  • Pengalaman pengguna tidak terganggu oleh kompleksitas teknis

Pendekatan ini juga sejalan dengan tren Web3 yang semakin mengarah pada integrasi seamless antara teknologi blockchain dan aplikasi sehari-hari.

Tantangan ke Depan

Meski inovatif, fitur privasi di blockchain tetap menghadapi sejumlah tantangan.

Regulasi anti pencucian uang (AML) dan kebijakan Know Your Customer (KYC) di berbagai negara dapat membatasi penggunaan transaksi privat secara luas.

Selain itu, edukasi pengguna menjadi faktor penting. Banyak pengguna kripto belum sepenuhnya memahami perbedaan antara transaksi publik dan transaksi privat, serta implikasi keamanannya.

Namun, jika Valeo mampu menghadirkan solusi yang tetap mematuhi kerangka hukum tanpa mengorbankan privasi, inovasi ini berpotensi menjadi katalis besar bagi pertumbuhan ekosistem Solana.

Baca Juga: Solana Terancam Jebol US$100, Investor Jangka Panjang Mulai Mundur

Peluncuran shielded transfers oleh Valeo menandai babak baru dalam evolusi privasi blockchain, khususnya di jaringan Solana.

Dengan menghadirkan fitur transaksi privat langsung di aplikasi iOS, Valeo membuka jalan bagi standar baru dompet digital yang mengutamakan keamanan data dan kenyamanan pengguna.

Di tengah meningkatnya pengawasan regulasi global, inovasi berbasis privasi seperti ini dapat menjadi pembeda utama dalam persaingan ekosistem blockchain.

Jika adopsi meningkat, Solana berpotensi memperluas perannya tidak hanya sebagai jaringan berperforma tinggi, tetapi juga sebagai infrastruktur yang mendukung transaksi yang lebih privat dan efisien di era Web3.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Memecoin HOODRAT Melonjak, Bagaimana Potensinya?

Setelah cukup lama kurang mendapatkan atensi, pasar memecoin akhirnya kembali memanas.

Muaranya, token HOODRAT mencatat lonjakan harga signifikan setelah aktivitas pembelian on-chain terdeteksi memiliki keterkaitan dengan deployer dari WIF, salah satu memecoin paling fenomenal dalam siklus sebelumnya.

Menurut laporan Whale Insider, spekulasi ini dengan cepat menyebar di media sosial kripto, memicu gelombang FOMO (Fear of Missing Out) di kalangan trader ritel yang berharap HOODRAT dapat mengulang kesuksesan WIF.

Baca Juga: Token YZY, Memecoin Kanye West yang Tuai Kontroversi

Lonjakan Harga Dipicu Aktivitas On-Chain

Berdasarkan data yang beredar di komunitas kripto, dompet yang diduga memiliki hubungan dengan deployer WIF terpantau melakukan akumulasi HOODRAT dalam jumlah signifikan.

Informasi ini menjadi katalis kuat bagi kenaikan harga dalam waktu singkat.

Di ekosistem memecoin, faktor teknikal dan fundamental sering kali berada di urutan kedua setelah narasi.

Ketika muncul dugaan keterlibatan figur atau alamat wallet yang pernah sukses menciptakan token viral, pasar biasanya merespons dengan cepat—dan agresif.

Lonjakan HOODRAT menjadi contoh klasik bagaimana sentimen dan spekulasi dapat mendorong harga aset kripto melonjak drastis dalam hitungan jam.

Efek “Deployer yang Sama”: Mesin Spekulasi Memecoin

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa narasi keterkaitan deployer merupakan salah satu pendorong terkuat dalam pasar memecoin.

“Narasi ‘deployer yang sama’ adalah bahan bakar spekulasi paling kuat di ekosistem memecoin. Trader berharap HOODRAT bisa mengulangi kesuksesan WIF, menjadikannya magnet FOMO meskipun memiliki risiko volatilitas yang sangat ekstrem,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Dalam sejarah memecoin, reputasi kreator atau deployer sering kali menjadi faktor psikologis utama. Jika seorang deployer pernah meluncurkan token yang sukses besar, pasar cenderung mengasumsikan potensi keberhasilan yang sama pada proyek berikutnya, meskipun belum ada bukti fundamental yang kuat.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana kepercayaan komunitas dan rekam jejak di blockchain dapat diterjemahkan menjadi premi harga.

Memecoin dan Psikologi Pasar

Berbeda dengan proyek kripto berbasis utilitas atau infrastruktur, memecoin lebih bergantung pada viralitas, komunitas, dan momentum sosial.

Dalam banyak kasus, reli harga didorong oleh spekulasi identitas kreator, dukungan influencer kripto, volume perdagangan tinggi dalam waktu singkat, hingga narasi unik yang mudah menyebar.

HOODRAT saat ini berada di fase awal euforia, di mana ekspektasi pasar sering kali melampaui realitas fundamental.

Namun, penting untuk dicatat bahwa reli berbasis narasi biasanya bersifat cepat dan ekstrem—baik ke atas maupun ke bawah.

Risiko Volatilitas Ekstrem

Meski potensi keuntungan besar menjadi daya tarik utama, memecoin dikenal memiliki volatilitas sangat tinggi.

Harga dapat melonjak ratusan persen dalam waktu singkat, tetapi juga bisa terkoreksi tajam ketika narasi kehilangan momentum, whale mulai merealisasikan profit, likuiditas menipis, atau sentimen pasar kripto secara umum melemah.

Trader yang masuk di fase euforia sering kali menghadapi risiko koreksi tajam ketika reli mulai mereda.

Selain itu, keterkaitan wallet secara on-chain belum tentu menjadi jaminan bahwa proyek tersebut akan mengikuti jejak kesuksesan token sebelumnya. Korelasi tidak selalu berarti replikasi keberhasilan.

Apakah HOODRAT Bisa Mengikuti Jejak WIF?

Pertanyaan utama yang kini beredar di komunitas adalah: apakah HOODRAT memiliki peluang realistis untuk menyamai performa WIF?

Secara historis, hanya sebagian kecil memecoin yang mampu mempertahankan momentum jangka panjang. Banyak yang mengalami lonjakan awal sebelum akhirnya terkoreksi dalam beberapa minggu atau bulan.

Keberhasilan jangka panjang biasanya ditentukan oleh pertumbuhan komunitas organik, distribusi token yang sehat, likuiditas memadai, serta dukungan ekosistem dan integrasi.

Tanpa faktor-faktor tersebut, reli berbasis spekulasi cenderung bersifat sementara.

Baca Juga: 5 Memecoin Terpopuler di Pump.Fun di Pekan Kedua Mei

Lonjakan harga HOODRAT menunjukkan kembali bagaimana narasi dan reputasi dapat menjadi katalis utama dalam ekosistem memecoin.

Dugaan keterkaitan dengan deployer WIF telah memicu gelombang FOMO yang signifikan, mendorong volume dan harga naik tajam.

Namun, di balik potensi keuntungan besar, risiko volatilitas ekstrem tetap membayangi. Investor dan trader perlu menyadari bahwa reli berbasis spekulasi bisa berbalik arah dengan cepat.

Dalam pasar memecoin, kecepatan sering kali menjadi penentu. Tetapi disiplin manajemen risiko tetap menjadi kunci utama untuk bertahan di tengah fluktuasi yang tak terduga.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini Naik ke $68.937, Sinyal Rebound Menguat?

Harga Bitcoin (BTC) hari ini menunjukkan penguatan signifikan.

Dalam catatan Tokocrypto pada Sabtu (14/2), BTC diperdagangkan di level $68.937,95, naik sekitar +3,47% dalam 24 jam terakhir, setelah sebelumnya sempat tertekan dalam tren penurunan bulanan.

Kenaikan ini menambah kapitalisasi pasar Bitcoin menjadi sekitar $1,37 triliun, dengan volume perdagangan harian mencapai $37,74 miliar.

Meski reli jangka pendek mulai terlihat, pertanyaan utama pelaku pasar adalah: apakah ini awal pembalikan tren atau sekadar relief rally dalam struktur bearish yang lebih besar?

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $66.569, Koreksi Dalam?

Pergerakan Harga 24 Jam: Momentum Positif Muncul

Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak di rentang harga terendah di level $65.959,95 dan tertinggi di level $69.382,83.

Kenaikan harian sebesar sekitar $2.271 menunjukkan adanya tekanan beli yang cukup solid setelah harga sempat mendekati area support kuat di bawah $66.000.

Secara intraday, volatilitas masih terjaga, tetapi pergerakan harga menunjukkan pola higher low jangka pendek—indikasi awal bahwa buyer mulai kembali masuk ke pasar.

Namun, secara mingguan BTC masih mencatatkan penurunan sekitar -2,54%, mengindikasikan tren jangka pendek belum sepenuhnya berbalik bullish.

Tekanan Jangka Menengah Masih Terlihat

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski kenaikan harian cukup impresif, data performa historis menunjukkan tekanan jangka menengah masih dominan:

  • 30 hari: -28,12%
  • 60 hari: -19,63%
  • 90 hari: -28,01%

Penurunan hampir 30% dalam sebulan terakhir menempatkan BTC dalam fase koreksi signifikan dari level yang jauh lebih tinggi.

Sebagai catatan, rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) Bitcoin berada di $126.198,07, sehingga harga saat ini masih berada jauh di bawah puncak tersebut.

Koreksi tajam ini biasanya memicu dua kemungkinan: fase akumulasi oleh investor jangka panjang atau konsolidasi sebelum penurunan lanjutan.

Maka dari itu, pergerakan beberapa hari ke depan akan sangat menentukan narasi dominan.

Struktur Pasar dan Kapitalisasi

Bitcoin tetap menjadi aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, menduduki peringkat #1 secara global. Beberapa data kunci pasar:

  • Kapitalisasi pasar: $1,37 triliun
  • Volume 24 jam: $37,82 miliar
  • Sirkulasi suplai: 19,99 juta BTC
  • Maksimum suplai: 21 juta BTC
  • Fully Diluted Valuation (FDV): $1,44 triliun

Dengan suplai yang sudah beredar mencapai sekitar 95,19% dari total maksimum, tekanan inflasi Bitcoin relatif rendah dibandingkan banyak altcoin.

Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa BTC sering dianggap sebagai aset lindung nilai digital dalam jangka panjang.

Level Teknis Penting yang Perlu Diperhatikan

Secara teknikal, beberapa level krusial saat ini adalah:

Support kuat:

  • Area $65.000
  • Area psikologis $60.000

Resistance terdekat:

  • $69.500
  • $70.000 (level psikologis penting)

Jika BTC mampu menembus dan bertahan di atas $70.000 dengan volume tinggi, peluang menuju fase recovery yang lebih luas akan terbuka.

Sebaliknya, kegagalan menembus resistance dan penurunan kembali di bawah $66.000 dapat mengindikasikan bahwa reli hari ini hanya bersifat sementara.

Apakah Ini Awal Pembalikan Tren?

Kenaikan +3,47% memang memberi angin segar setelah tekanan panjang dalam 30 hari terakhir. Namun, secara struktur makro, BTC masih berada dalam fase konsolidasi pasca koreksi besar.

Beberapa faktor yang biasanya memicu pembalikan tren kuat meliputi lonjakan volume signifikan berkelanjutan, arus masuk institusional, perbaikan sentimen pasar global, hingga breakout teknikal dari resistance kunci.

Saat ini, volume harian masih berada di kisaran moderat, belum menunjukkan lonjakan ekstrem yang biasanya menyertai breakout besar.

Baca Juga: Thailand Resmi Legalkan Bitcoin untuk Pasar Derivatif

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan sinyal rebound jangka pendek dengan kenaikan +3,47% ke level $68.937. Momentum beli mulai terlihat setelah tekanan koreksi hampir 30% dalam 30 hari terakhir.

Namun, struktur jangka menengah masih perlu dikonfirmasi. Level $70.000 menjadi resistance kunci yang akan menentukan apakah Bitcoin siap memulai fase pemulihan baru atau masih berada dalam pola konsolidasi.

Bagi investor dan trader, disiplin manajemen risiko tetap menjadi kunci di tengah volatilitas yang masih tinggi. Pergerakan beberapa hari ke depan akan sangat krusial dalam menentukan arah tren Bitcoin selanjutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Melonjak 11,72% ke $0,153 Jelang Upgrade Mainnet

Harga Pi Network (PI) mencatat lonjakan signifikan dalam 24 jam terakhir.

Menurut laporan Coinmarketcap pada Sabtu (14/2), token ini naik 11,72% ke level $0,153, jauh mengungguli kenaikan pasar kripto secara keseluruhan yang hanya naik sekitar 3,57%.

Kenaikan tajam ini terjadi di tengah meningkatnya antisipasi terhadap tenggat penting upgrade node mainnet pada 15 Februari, yang disebut-sebut menjadi momen krusial bagi stabilitas dan keberlanjutan jaringan Pi.

Lonjakan harga juga dibarengi dengan kenaikan volume perdagangan sebesar 187%, menembus angka $32 juta dalam sehari.

Peningkatan volume ini menunjukkan bahwa reli tersebut didukung minat beli yang kuat, bukan sekadar pergerakan spekulatif tipis.

Baca Juga: Harga Pi Network (PI) Naik 3,14% ke $0,137, Rebound Valid?

Upgrade Mainnet Jadi Katalis Utama

Tim inti Pi (Pi Core Team) menetapkan batas waktu 15 Februari bagi node untuk melakukan pembaruan perangkat lunak.

Upgrade ini diklaim penting untuk menjaga “safety and liveness” jaringan, terutama setelah sempat terjadi ketidakstabilan pada periode sebelumnya.

Secara fundamental, pembaruan protokol merupakan katalis yang nyata dan terukur, berbeda dengan sekadar rumor pasar.

Investor menilai upgrade ini berpotensi menjadi titik balik bagi jaringan yang sebelumnya menghadapi tantangan teknis.

Optimisme tersebut tercermin dari akselerasi harga yang relatif agresif dibandingkan mayoritas altcoin lain.

Reli ini juga mengindikasikan bahwa pasar menilai upgrade tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi mainnet.

Hal yang perlu dipantau oleh para investor adalah tingkat partisipasi node setelah tenggat waktu, laporan stabilitas jaringan pasca-upgrade, dan apakah volume tetap tinggi setelah momentum awal mereda.

Tekanan Unlock Berkurang, Sentimen Listing Menguat

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Selain faktor teknis, dinamika suplai token juga memberikan dukungan tambahan.

Sekitar 19 juta PI sempat mengalami unlock pada 13 Februari. Namun, jadwal unlock harian diproyeksikan turun di bawah 5 juta PI menjelang akhir bulan.

Penurunan laju suplai baru ini berpotensi mengurangi tekanan jual di pasar spot. Di sisi lain, spekulasi mengenai potensi listing di bursa besar seperti Kraken terus beredar di media sosial.

Meski belum ada konfirmasi resmi, rumor listing sering kali menjadi katalis sentimen yang kuat dalam ekosistem kripto.

Jika benar terjadi, listing di bursa tier-1 dapat meningkatkan likuiditas, memperluas basis investor, sekaligus meningkatkan kredibilitas proyek.

Namun, perlu dicatat bahwa hingga saat ini faktor listing masih bersifat spekulatif.

Level Teknis Penting: $0,15 Jadi Garis Pertahanan

Dari sisi teknikal, PI kini berada di area krusial.

Support kunci: $0,15
Resistance terdekat: $0,155–$0,16

Level $0,15 menjadi zona psikologis sekaligus teknikal yang harus dipertahankan untuk menjaga momentum bullish.

Jika harga mampu bertahan di atas level ini pasca-upgrade, maka peluang pengujian resistance $0,155 hingga $0,16 semakin terbuka.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan support dapat mendorong harga kembali menguji area $0,13 yang sebelumnya menjadi titik terendah bulanan.

Struktur jangka pendek kini menunjukkan pembentukan higher low, tetapi konfirmasi tren naik yang lebih kuat masih membutuhkan breakout bersih di atas $0,155 dengan volume stabil.

Outlook Jangka Pendek: Optimisme Bersyarat

Secara keseluruhan, reli 11,72% ini didorong oleh katalis fundamental yang jelas, bukan sekadar noise pasar.

Kombinasi upgrade teknis, berkurangnya tekanan suplai, dan spekulasi listing menciptakan kondisi yang mendukung pergerakan naik.

Namun, keberlanjutan tren sangat bergantung pada dua faktor utama, yaitu keberhasilan dan stabilitas upgrade mainnet serta kemampuan harga bertahan di atas $0,15.

Jika upgrade berjalan lancar dan sentimen tetap positif, PI berpotensi membangun fase akumulasi baru di atas $0,15 sebelum mencoba menembus $0,16.

Sebaliknya, jika muncul gangguan teknis atau tekanan jual meningkat, reli ini bisa berubah menjadi relief rally jangka pendek.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,138, Sentimen Extreme Fear Kembali

Lonjakan harga Pi Network ke $0,153 mencerminkan optimisme pasar menjelang upgrade mainnet 15 Februari.

Dengan volume melonjak 187% dan tekanan unlock yang menurun, struktur jangka pendek terlihat lebih konstruktif.

Meski demikian, level $0,15 tetap menjadi garis pertahanan utama. Keberhasilan mempertahankan area ini akan menentukan apakah reli berlanjut atau justru kembali terkoreksi.

Investor disarankan memantau perkembangan teknis jaringan serta dinamika volume perdagangan dalam beberapa hari ke depan untuk membaca arah tren selanjutnya secara lebih akurat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com