Di tengah kondisi pasar kripto global yang masih menantang, Tokocrypto meluncurkan serangkaian pembaruan fitur bertepatan dengan momentum Tahun Baru Imlek 2577 dan Ramadan 1447 H. Periode ini dinilai identik dengan meningkatnya aktivitas belanja dan budaya berbagi, sekaligus menjadi momen strategis untuk mendorong adopsi aset kripto di Indonesia.
Manajemen Tokocrypto menilai inovasi produk menjadi langkah konkret untuk menjaga minat transaksi dan memperkuat utilitas kripto dalam aktivitas harian pengguna. Di tengah tekanan pasar global, perusahaan berupaya menghadirkan fitur yang memudahkan akses, mempercepat proses, serta meningkatkan kenyamanan bertransaksi.
Rilis Aplikasi Tokocrypto Versi 2.28
Melalui pembaruan aplikasi versi 2.28, Tokocrypto menghadirkan tiga fitur utama, yaitu Gift Card kripto, Widget Tokocrypto, serta peningkatan alur verifikasi KYC (Know Your Customer) yang kini dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari dua menit.
Pembaruan ini dirancang untuk meningkatkan pengalaman pengguna sekaligus memperkuat posisi Tokocrypto sebagai salah satu platform perdagangan aset kripto di Indonesia.
Salah satu fitur baru yang diperkenalkan adalah Gift Card Tokocrypto. Fitur ini memungkinkan pengguna mengirim aset kripto sebagai hadiah digital tanpa perlu mengetahui alamat wallet penerima. Pengiriman cukup dilakukan melalui link atau kode yang dapat diklaim oleh siapa saja.
Gift Card dapat disertai pesan personal dan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti hadiah, reward, maupun berbagi kripto di momen spesial. Penerima hanya perlu membuka link atau memindai QR code, kemudian login atau mendaftar akun Tokocrypto agar aset kripto otomatis masuk ke akun mereka setelah proses verifikasi.
Fitur ini dinilai mempermudah proses berbagi kripto secara instan dan praktis, termasuk bagi pengguna baru yang belum memiliki wallet sebelumnya.
Selain Gift Card, Tokocrypto juga menghadirkan fitur Widget yang dapat ditampilkan di lock screen maupun home screen smartphone. Melalui widget ini, pengguna dapat memantau harga aset kripto favorit secara real-time tanpa harus membuka aplikasi.
Widget tersedia dalam berbagai ukuran dan tampilan, serta memungkinkan akses cepat untuk melakukan jual-beli aset. Fitur ini ditujukan untuk mendukung aktivitas trading yang lebih responsif dan efisien.
KYC Lebih Cepat, Kurang dari Dua Menit
Peningkatan signifikan juga dilakukan pada alur verifikasi KYC. Melalui pembaruan terbaru, proses verifikasi kini dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari dua menit dengan alur yang lebih ringkas dan intuitif.
Meski dipercepat, Tokocrypto menyatakan proses KYC tetap mengedepankan aspek keamanan dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Dengan proses yang lebih singkat, pengguna baru dapat segera mengakses fitur transaksi tanpa menunggu lama.
Pertumbuhan Deposit via Virtual Account BCA
Di sisi transaksi, Tokocrypto juga mencatat pertumbuhan deposit melalui Virtual Account BCA yang menjadi salah satu kontributor terbesar pada platform. Pengguna dapat melakukan deposit melalui berbagai kanal seperti BCA Mobile, MyBCA, KlikBCA, hingga ATM BCA.
Proses deposit melalui Virtual Account BCA diklaim dapat selesai dalam waktu kurang dari lima menit, bahkan pada beberapa uji coba tercatat saldo masuk kurang dari satu menit dan dapat langsung digunakan untuk bertransaksi.
Dengan basis nasabah BCA yang mencapai lebih dari 42 juta rekening aktif per pertengahan 2025, kerja sama ini dinilai membantu memperluas akses masyarakat terhadap investasi aset kripto.
Dorong Adopsi dan Pengalaman Pengguna
Melalui rangkaian inovasi ini, Tokocrypto berharap dapat mendorong pertumbuhan transaksi, meningkatkan pengalaman pengguna, serta memperkuat posisi aset kripto sebagai alternatif investasi digital di Indonesia, khususnya di momentum Imlek dan Ramadan yang identik dengan semangat berbagi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Protokol decentralized finance (DeFi) Aave mengumumkan langkah strategis baru dengan mengalihkan seluruh pendapatan produk langsung ke treasury Aave DAO. Keputusan ini menandai pergeseran besar menuju tata kelola berbasis komunitas, sekaligus memperkuat posisi DAO sebagai pusat keuangan utama dalam ekosistem Aave.
Kabar tersebut langsung memicu respons positif pasar. Harga tokenAAVE dilaporkan melonjak sekitar 5% tak lama setelah pengumuman, mencerminkan meningkatnya optimisme investor terhadap arah baru Aave.
Seluruh Pendapatan Produk Dialihkan ke Treasury DAO
Dalam pernyataan resminya, Aave menyebut kebijakan ini sebagai bagian dari “Aave Will Win Framework”, sebuah kerangka baru yang menekankan model token-centric dengan tujuan memperkuat pendapatan komunitas.
Dikutip Coin Turk, Aave menyatakan bahwa 100% pendapatan dari berbagai lini produk, termasuk aplikasi mobile Aave, kartu debit, serta tiga produk unggulan lainnya, akan disalurkan langsung ke treasury DAO. Langkah ini diyakini dapat meningkatkan fleksibilitas keuangan DAO dalam mendanai inovasi, memperkuat keberlanjutan protokol, dan memberikan ruang lebih besar untuk pengembangan ekosistem jangka panjang.
Selain pendapatan dari sisi produk, Aave juga menyoroti potensi peningkatan revenue dari sisi protokol melalui pengembangan Aave V4. Dalam proposal tersebut, Aave menjelaskan bahwa V4 akan membawa fitur monetisasi baru yang diposisikan sebagai pilar strategis bagi pendapatan DAO di masa depan.
Aave juga meminta dukungan pendanaan DAO untuk mempercepat pengembangan di Aave Labs, sekaligus mengusulkan pembentukan entitas khusus untuk mengelola dan melindungi brand Aave agar tetap selaras dengan kepentingan komunitas.
Aave Perkuat Dominasi di Pasar Lending DeFi
Aave saat ini disebut menguasai sekitar 60% pangsa pasar decentralized lending. Protokol ini menilai penguatan treasury DAO akan menjadi fondasi penting untuk mempertahankan dominasi di sektor pinjaman, sekaligus membuka jalan ekspansi ke sektor lain seperti tokenisasi aset.
Dengan mengarahkan seluruh aliran pendapatan ke DAO, Aave menegaskan strategi bahwa kekuatan finansial dan keputusan strategis harus berada di tangan pemegang token serta partisipan institusi yang aktif dalam tata kelola.
Harga AAVE Bertahan di Atas $112
Pergerakan harga Aave (AAVE/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pasca pengumuman, token AAVE diperdagangkan di kisaran $112, dengan kenaikan harian sekitar 2–3%. Kapitalisasi pasar AAVE tercatat berada di sekitar $1,73 miliar, sementara volume perdagangan 24 jam mencapai lebih dari $468 juta.
Pergerakan ini memperlihatkan bahwa pasar merespons positif perubahan struktur revenue Aave, terutama karena kebijakan tersebut dinilai dapat memperkuat value capture untuk DAO dan mendukung inovasi protokol dalam jangka panjang.
Menurut Tim Research Tokocrypto, langkah ini menandai evolusi signifikan dalam tokenomics Aave, yang secara efektif menyelaraskan kesuksesan ekonomi protokol langsung dengan kekuatan finansial DAO dan kegunaan token AAVE.
“Hal ini memperkuat keberlanjutan jangka panjang dan menciptakan narasi ‘real yield’ yang menguntungkan pemegang token,” jelasnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
World Liberty Financial (WLFI), proyek kripto yang didukung keluarga Presiden Donald Trump, mengumumkan rencana peluncuran platform remitansi dan foreign exchange (FX) bernama World Swap. Pengumuman tersebut disampaikan oleh salah satu pendiri, Zak Folkman, dalam konferensi Consensus di Hong Kong, menurut laporan Reuters.
Platform ini dirancang untuk memangkas biaya transfer lintas negara dan akan terhubung langsung ke kartu debit serta rekening bank pengguna secara global.
Target Pasar $7 Triliun Per Tahun
Dikutip CoinMarketCap, World Swap disebut akan menyasar pasar remitansi dan valuta asing yang nilainya mencapai lebih dari $7 triliun per tahun. Folkman menyatakan bahwa platform tersebut bertujuan menyelesaikan transaksi lintas mata uang dengan biaya jauh lebih rendah dibandingkan penyedia jasa keuangan tradisional.
Langkah ini memperluas lini bisnis World Liberty Financial, yang sebelumnya telah meluncurkan World Liberty Markets, platform pinjaman berbasis kripto yang mendorong adopsi stablecoin USD1 miliknya.
Menurut Folkman, World Liberty Markets telah mencatat aktivitas pinjaman senilai $320 juta dan lebih dari $200 juta dana yang dipinjam hanya dalam empat minggu sejak peluncurannya.
🚨 BIG: WORLD LIBERTY FINANCIAL IS ENTERING THE $7 TRILLION REMITTANCE GAME. BACKED BY TRUMP, THE PROJECT IS SET TO LAUNCH “WORLD SWAP” FOR CROSS-BORDER PAYMENTS. pic.twitter.com/l9Xt1osILG
Tambah Sumber Pendapatan di Tengah Sorotan Politik
Ekspansi ke sektor remitansi menambah sumber pendapatan baru bagi perusahaan yang berfokus pada stablecoin dan infrastruktur decentralized finance (DeFi). World Swap diposisikan sebagai alternatif berbiaya rendah terhadap pemain lama di industri transfer uang global.
Namun, ekspansi ini juga terjadi di tengah meningkatnya sorotan politik terhadap bisnis kripto keluarga Trump. Sejumlah pakar etika mempertanyakan potensi konflik kepentingan mengingat Presiden Trump saat ini turut mengawasi kebijakan kripto di Amerika Serikat, sementara keluarganya menjalankan bisnis aset digital. Gedung Putih telah membantah adanya konflik tersebut.
Dewan Perwakilan Rakyat AS juga dikabarkan meluncurkan penyelidikan terkait kesepakatan perusahaan dengan Uni Emirat Arab (UEA), termasuk struktur kepemilikan dan hubungan asing World Liberty Financial.
Harga WLFI Turun ke $0,10
Pergerakan harga World Liberty Financial (WLFI/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Di tengah pengumuman peluncuran World Swap, tokenWorld Liberty Financial (WLFI) diperdagangkan di kisaran $0,102 atau turun sekitar 4% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar WLFI berada di sekitar $2,74 miliar dengan volume perdagangan harian mencapai lebih dari $124 juta.
Dalam 30 hari terakhir, harga WLFI tercatat melemah sekitar 44%, meskipun proyek terus memperluas lini produknya.
Dengan peluncuran World Swap, World Liberty Financial kini bersaing langsung di pasar remitansi global yang padat. Pelaku pasar akan memantau apakah platform ini mampu menarik pengguna secara luas sekaligus menghadapi tantangan regulasi yang terus berkembang.
Menurut Tim Research Tokocrypto, WLFI mencoba memanfaatkan narasi efisiensi blockchain untuk mendisrupsi pemain tradisional di sektor remitansi.
“Dukungan nama besar Trump memberikan daya tarik pemasaran yang kuat, namun adopsi masif akan sangat bergantung pada kemudahan akses bagi pengguna non-kripto,” jelasnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Di tengah tren penurunan harga Ethereum (ETH), para whale justru menunjukkan aktivitas akumulasi besar. Data terbaru mencatat penarikan ETH dari exchange mencapai lebih dari $400 juta, menjadi yang tertinggi sejak Oktober tahun lalu.
Langkah ini memunculkan spekulasi bahwa investor besar melihat area harga saat ini sebagai zona menarik untuk akumulasi, meskipun pasar kripto masih berada dalam tekanan.
Outflow ETH Tembus 220.000 Koin, Binance Dominan
Analis kripto Arab Chain dalam laporan CryptoQuant menyebut bahwa data netflow exchange menunjukkan percepatan signifikan dalam aktivitas penarikan ETH dalam beberapa hari terakhir. Secara total, arus keluar bersih Ethereum dari seluruh exchange telah melampaui 220.000 ETH, level tertinggi sejak Oktober 2025.
Khusus di Binance, arus keluar harian bersih mencapai hampir 158.000 ETH pada 5 Februari, terbesar sejak Agustus tahun lalu. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar penarikan terpusat di exchange dengan likuiditas terdalam.
Dilaporkan Newsbtc, Arab Chain menilai bahwa pergerakan ini menunjukkan perubahan perilaku whale, di mana mereka memindahkan aset ke wallet pribadi atau protokol penyimpanan jangka panjang. Pola seperti ini umumnya dikaitkan dengan fase akumulasi atau strategi pengurangan risiko.
Menariknya, aktivitas tersebut terjadi saat harga ETH berada di kisaran $1.800 hingga $2.000, yang diduga menjadi zona akumulasi bagi investor besar.
Tekanan Jual Berkurang, Support Jangka Pendek Menguat?
Penarikan besar dari exchange secara teori mengurangi suplai yang siap dijual di pasar, sehingga dapat menekan potensi aksi jual dalam jangka pendek. Jika momentum pasar kembali menguat, kondisi ini berpotensi menjadi katalis pendukung harga.
Saat artikel ini ditulis, harga Ethereum diperdagangkan di sekitar $1.965 dan masih bergerak volatil dalam 24 jam terakhir.
Staking Ethereum Tembus 30% dari Total Supply
Selain akumulasi whale, data dari Token Terminal menunjukkan bahwa rasio staking Ethereum kini telah melampaui 30% dari total suplai, mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.
Sebanyak 36,8 juta ETH—setara sekitar $72 miliar, kini terkunci dalam staking, didukung oleh hampir satu juta validator yang mengamankan jaringan. Analis dari The Milk Road menyebut kondisi ini sebagai bukti kuatnya keyakinan investor terhadap ekosistem Ethereum, meskipun pasar sedang dalam tren turun.
Saat ini, antrean keluar staking (staking exit queue) berada di sekitar 4,1 juta ETH, jumlah yang dinilai relatif kecil dibanding total ETH yang telah dikunci. Di sisi lain, waktu tunggu untuk staking baru mencapai sekitar 72 hari, menunjukkan tingginya permintaan untuk mengunci ETH.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Dengan semakin banyak ETH yang dipindahkan ke wallet pribadi dan terkunci dalam staking, suplai likuid di pasar terus menyusut. Kondisi ini berpotensi menciptakan tekanan pasokan (supply restriction) yang dapat menjadi katalis positif bagi harga ETH jika permintaan kembali meningkat.
Meski tren harga jangka pendek masih menghadapi tekanan, kombinasi akumulasi whale dan lonjakan staking menunjukkan bahwa pelaku pasar besar belum meninggalkan Ethereum. Pasar kini menunggu apakah pergerakan senyap para whale ini akan menjadi awal dari fase pemulihan berikutnya.
Menurut Tim Research Tokocrypto, penarikan masif ETH ke dompet pribadi ini adalah sinyal klasik dari akumulasi kuat dan keyakinan jangka panjang oleh pemegang besar, bahkan di tengah tren penurunan harga. Pengurangan pasokan yang beredar di bursa sering kali menjadi pendahulu bullish yang berpotensi memicu kejutan pasokan di masa depan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Pemerintah Thailand secara resmi menyetujui proposal Kementerian Keuangan untuk mengizinkan aset digital digunakan sebagai underlying asset di pasar derivatif dan pasar modal negara tersebut. Keputusan ini diumumkan pada Selasa dan dinilai sebagai langkah besar dalam modernisasi sistem keuangan Thailand.
Kebijakan baru ini bertujuan menyelaraskan pasar derivatif Thailand dengan standar internasional, memperkuat pengawasan regulasi dan perlindungan investor, serta memposisikan Thailand sebagai pusat perdagangan kripto institusional di kawasan Asia Tenggara.
Bitcoin dan Aset Digital Resmi Diakui di Pasar Derivatif
LATEST: 🇹🇭 Thailand’s government has approved Bitcoin and other cryptocurrencies as underlying assets in derivatives markets, aiming to strengthen recognition and investor protection. pic.twitter.com/MgbuqMPnmj
Komisi Sekuritas dan Bursa Thailand (SEC) akan merevisi Undang-Undang Derivatif untuk memungkinkan aset digital, termasuk Bitcoin (BTC) dan kredit karbon, digunakan sebagai aset dasar dalam instrumen derivatif.
CEO Binance Thailand, Nirun Fuwattananukul, menyebut keputusan ini sebagai momen penting bagi pasar modal Thailand. Ia mengatakan pengakuan resmi terhadap aset digital menunjukkan bahwa kripto tidak lagi dipandang sekadar instrumen spekulatif, melainkan sebagai kelas aset yang berpotensi membentuk ulang fondasi pasar modal.
Langkah ini juga disebut mengirimkan sinyal kuat bahwa Thailand ingin menjadi pemimpin ekonomi digital yang progresif di Asia Tenggara.
Target Investor Institusi dan Produk Bitcoin Futures
Dilaporkan Trading VIew, Thailand diketahui tengah membidik investor institusional dan investor kaya dalam ekspansi ambisi kriptonya. Kebijakan ini sejalan dengan rencana Bursa Efek Thailand yang akan memperkenalkan Bitcoin futures dan produk berbasis exchange-traded pada 2026.
Sekretaris Jenderal SEC Thailand, Pornanong Budsaratragoon, mengatakan kebijakan ini akan memperkuat pengakuan kripto sebagai kelas aset, mendorong inklusivitas pasar, meningkatkan diversifikasi portofolio, serta memperbaiki manajemen risiko bagi investor.
Pembayaran Kripto Masih Dibatasi
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Meski pengakuan terhadap kripto di pasar derivatif semakin kuat, Thailand masih melarang penggunaan kripto sebagai alat pembayaran. Bank sentral tetap membatasi transaksi pembayaran berbasis kripto, termasuk penggunaan stablecoin untuk konsumsi ritel.
Pada Agustus lalu, pemerintah meluncurkan aplikasi khusus bagi wisatawan jangka pendek untuk mengonversi kripto menjadi mata uang lokal. Namun, pengguna harus melalui proses Know Your Customer (KYC) yang ketat dan hanya dapat bertransaksi di outlet yang disetujui pemerintah.
Selain itu, pada Januari 2026, Thailand juga meluncurkan kampanye penertiban terhadap praktik “gray money”, di mana aset kripto turut menjadi bagian dari pengawasan dalam upaya pencegahan pencucian uang.
Dengan kebijakan terbaru ini, Thailand semakin mempertegas langkahnya dalam mengintegrasikan kripto ke dalam sistem keuangan formal, meskipun penggunaan sebagai alat pembayaran masih dibatasi.
Menurut Tim Reserach Tokocrypto, langkah ini menunjukkan sikap pro-kripto Thailand yang semakin matang. Dengan diakuinya kripto sebagai aset derivatif, institusi keuangan lokal kini memiliki payung hukum yang jelas untuk mengembangkan produk investasi berbasis kripto yang lebih kompleks.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Harga Bitcoin kembali berada di bawah tekanan setelah laporan terbaru dari Standard Chartered memproyeksikan potensi penurunan hingga ke level $50.000. Prediksi ini muncul di tengah volatilitas pasar yang tinggi dan sentimen investor yang memburuk dalam beberapa pekan terakhir.
Meski Bitcoin sempat naik sekitar 2,49% dalam 24 jam terakhir ke kisaran $67.865, harga aset kripto terbesar ini masih terkoreksi sekitar 27% dari level tertingginya di sekitar $90.000 bulan lalu. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa tekanan jual belum sepenuhnya berakhir.
Standard Chartered Turunkan Target, BTC Bisa Sentuh $50.000
Dilaporkan Coingape, Geoffrey Kendrick, Head of Digital Assets Research di Standard Chartered, menyebut bahwa lingkungan makroekonomi saat ini belum memberikan dukungan kuat bagi aset kripto dalam jangka pendek. Ia memperkirakan Bitcoin berpotensi turun ke sekitar $50.000 dalam beberapa bulan ke depan jika tren penurunan berlanjut.
Selain Bitcoin, Ethereum juga diproyeksikan dapat turun ke level $1.400 sebelum potensi pemulihan terjadi. Meski demikian, Kendrick menilai level-level tersebut dapat menjadi peluang akumulasi sebelum reli lanjutan pada paruh kedua 2026.
Bank tersebut juga merevisi target akhir tahun untuk Bitcoin menjadi $100.000, turun dari proyeksi sebelumnya sebesar $150.000. Sementara itu, target Ethereum dipangkas menjadi $4.000 dari sebelumnya $7.500. Revisi ini mengikuti penyesuaian sebelumnya pada Desember ketika proyeksi Bitcoin diturunkan dari hampir $300.000.
Indeks Fear & Greed Sentuh Level Ekstrem
Sentimen pasar semakin memburuk setelah Crypto Fear and Greed Index turun ke angka 8, yang menunjukkan kondisi “extreme fear”. Bahkan pada 6 Februari 2026, indeks sempat menyentuh angka 5, salah satu level terendah dalam sejarah.
Nilai indeks tersebut mencerminkan meningkatnya kepanikan dan ketidakpastian di kalangan investor akibat volatilitas pasar yang tinggi serta tekanan makroekonomi global.
Bitcoin Bertahan di Atas $65.000, Tapi Tekanan Masih Kuat
Pada saat laporan ini ditulis, harga Bitcoin berada di sekitar $66.277, turun sekitar 1,15% dalam 24 jam terakhir. Dari sisi teknikal, indikator Relative Strength Index (RSI) berada di level 38,62, di bawah ambang 50 yang menandakan momentum masih condong bearish.
Sementara itu, indikator MACD juga menunjukkan momentum negatif, dengan garis MACD berada di bawah garis sinyal, mengindikasikan tekanan jual yang masih mendominasi.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Jika Bitcoin gagal menembus resistance di $70.000, harga berpotensi kembali menguji support di sekitar $65.000. Penurunan di bawah level tersebut dapat membuka peluang koreksi lanjutan menuju $60.000, bahkan mendekati proyeksi $50.000 seperti yang disebutkan dalam laporan Standard Chartered.
Sebaliknya, jika terjadi pembalikan arah dan tekanan beli menguat, area $70.000 menjadi resistance utama yang harus ditembus sebelum potensi kenaikan lebih lanjut.
Dengan kondisi pasar yang masih rapuh dan sentimen investor yang berada di zona ketakutan ekstrem, proyeksi penurunan ke $50.000 kini menjadi salah satu skenario yang diperhatikan pelaku pasar dalam jangka menengah.
Menurut Tim Research Tokocrypto, revisi turun mencerminkan sentimen hati-hati karena penundaan pemangkasan suku bunga Fed. Investor perlu waspada terhadap downside risk sebelum pasar menemukan pijakan pemulihan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Laporan riset kripto yang disusun oleh tim Research Tokocrypto ini berfungsi sebagai referensi strategis bagi investor untuk memahami dinamika ekonomi global dan perkembangan industri aset digital. Melalui analisis mendalam yang mencakup data makroekonomi, fluktuasi harga, serta peristiwa penting dalam ekosistem blockchain, laporan ini membedah tren utama yang memengaruhi arah pasar.
Fokus utama dari riset ini adalah menyediakan wawasan yang tajam dan terpercaya bagi setiap pembaca. Dengan informasi yang tepat waktu, laporan ini diharapkan dapat menjadi kompas bagi Anda dalam menentukan strategi investasi yang cerdas di tengah dinamika industri aset digital yang sangat fluktuatif.
Fokus Utama
Makroekonomi Global
Pertemuan antara Trumpdan Xi Jinpingdikonfirmasi pada awal April untuk renegosiasi tarif dagang, teknologi (chip war), dan stabilitas geopolitik.
Tingkat perekrutan di ASmencapai level resesi di angka 3,3%, sama dengan krisis tahun 2020dan merupakan level terendah dalam hampir 13 tahun terakhir.
Donald Trumpmenyatakan AS seharusnya memiliki suku bunga terendah di dunia.
Makroekonomi Nasional
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadimenyatakan Indonesia akan mengirim sekitar 8.000 pasukan ke Jalur Gaza Palestina, sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF).
Wakil Menteri Keuanganmenyebut pertumbuhan 5,39% pada kuartal IV 2025 masih di bawah potensi dan optimist laju pertumbuhan pada kuartal I 2026 dapat melampaui angka tersebut.
Indonesia Corruption Watch (ICW) secara terbuka menyatakan bahwa penurunan skor Corruption Perception Index (CPI)Indonesia pada tahun 2025 sebagian besar disebabkan oleh kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Performa Pasar Kripto
Market Cap & Volume menyusut ke $2.30 Triliun (-6%), sejalan dengan CoinMarketCap 100 Index yang terkoreksi ke level $131.76 (-7.12%). Tekanan jual ini semakin meremukkan mental pelaku pasar; indikator Fear & Greed ambruk ke angka 8, menandakan pasar sedang berada di fase ‘Extreme Fear’ atau ketakutan ekstrem yang lebih parah dari sebelumnya.
Sementara itu, CMC Altcoin Season Index turun ke skor 29/100. Angka ini menegaskan bahwa ‘Bitcoin Season’ semakin mendominasi kendali pasar. Di tengah sentimen panik yang memuncak, likuiditas pasar terkunci sangat defensif dan belum ada keberanian sedikitpun untuk melakukan rotasi modal ke aset altcoin.
Sektor Moltbook and Openclaw (+102%) dan Bera Chain Ecosystem (+55.45%) mengambil alih narasi pasar dengan performa impresif di minggu ini. TokenPIPPIN naik drastis sebesar (+183%), diikuti oleh BERA (+115%) dan SKR (+52.60%).
Aksi Pasar & Proyeksi Mingguan
Bitcoin turun dari Support angka psikologisnya di 70K.
Miner to Exchange Flow ➜ Arus masuk ke Exchange masif ~90.000 BTC.
📌 Kesimpulan: Fokus pada sektor Moltbook and Openclaw dan Bera Chain Ecosystem yang saat ini menjadi primadona di tengah pasar yang berdarah. Jauhi keinginan untuk membeli aset yang menghadapi ‘tsunami’ suplai seperti Stable (STBL) (~57.7%) dan RollX (ROLL) (~28%), karena risiko harga terbanting akibat tekanan jual sangat nyata. Sebaliknya, manfaatkan diskon pasar saat ini untuk mencicil (akumulasi) proyek fundamental dengan inflasi rendah seperti Arbitrum (ARB) atau zkSync (ZK). Mengingat psikologi pasar sedang hancur lebur di level ‘Extreme Fear’ (8) dan dominasi Bitcoin Season (29) masih menguat, prioritas utama adalah pertahanan modal. Batasi spekulasi, ambil keuntungan jangka pendek (scalping), karena di kondisi seperti ini cash is king dan keamanan dana adalah segalanya.
Makroekonomi Global
China stablecoin
China memangkas kepemilikan U.S. Treasuries secara signifikan, kini menyentuh level terendah dalam beberapa tahun (~$683 miliar) dari puncaknya $1,3 triliun.
Pertemuan antara Trump dan Xi Jinpingdikonfirmasi pada awal April untuk renegosiasi tarif dagang, teknologi (chip war), dan stabilitas geopolitik.
Donald Trumpmenyatakan AS seharusnya memiliki suku bunga terendah di dunia. Menurutnya, pemangkasan 1% dapat menghemat $600 miliar dan mengurangi defisit.
Tingkat perekrutan di ASmencapai level resesi di angka 3,3%, sama dengan krisis tahun 2020dan merupakan level terendah dalam hampir 13 tahun terakhir.
DPR AS mengesahkan RUU untuk mengakhiri tarif Presiden Trump untuk Kanada.
Makroekonomi Nasional
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa. Sumber: Bloomberg.
Kemenkeu (Purbaya) dan Kemenkes mencairkan dana Rp15 miliar untuk mengaktifkan PBI-JKNbagi ~120.000 peserta yang terdampak penonaktifan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadimenyatakan Indonesia akan mengirim sekitar 8.000 pasukan ke Jalur Gaza Palestina, sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF).
Wakil Menteri Keuanganmenyebut pertumbuhan 5,39% pada kuartal IV 2025 masih di bawah potensi dan optimist laju pertumbuhan pada kuartal I 2026 dapat melampaui angka tersebut.
Menteri Keuangan (Menkeu)Purbaya Yudhi Sadewamengungkap ada dua kandidat calon dewan pengawas Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) yang sudah ditetapkan dan akan diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Indonesia Corruption Watch (ICW) secara terbuka menyatakan bahwa penurunan skor Corruption Perception Index (CPI)Indonesia pada tahun 2025 sebagian besar disebabkan oleh kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Kalender Makroekonomi
Feb 11, 2026
U.S. Nonfarm Payrolls (NFP)
U.S. Nonfarm Payrolls (NFP) Actual: 130.00K Forecast: 66.00K Previous: 48.00K→ Angka tenaga kerja AS secara mengejutkan melonjak ke 130.000, hampir dua kali lipat dari prediksi pasar (66.000) dan melesat jauh dibanding bulan lalu. Data yang “terlalu bagus” ini justru menjadi sentimen
Bearish bagi kripto; pasar tenaga kerja yang masih sangat kuat (resilient) memberi alasan bagi The Fed untuk tetap Hawkish (menunda pemangkasan suku bunga), sehingga Dolar AS (DXY) berpotensi menguat dan menyedot likuiditas dari aset berisiko.
Feb 11, 2026
U.S. Unemployment Rate
U.S. Unemployment Rate Actual: 4.3% Forecast: 4.4% Previous: 4.4% → Tingkat pengangguran AS turun menjadi 4,3%, lebih rendah dari prediksi dan bulan sebelumnya (4,4%).
Data ini menunjukkan pasar tenaga kerja yang semakin ketat (tight labor market), yang secara historis menjadi sinyal Bearish bagi aset berisiko seperti kripto; ekonomi yang terlalu kuat ini mengurangi urgensi The Fed untuk segera memangkas suku bunga (pivot), sehingga Dolar AS berpotensi menguat dan menekan likuiditas pasar global.
Feb 12, 2026
U.S. Initial Jobless Claims
U.S. Initial Jobless Claims Actual: – (Akan dirilis Jumat (13/2) malam) Forecast: 222.00K Previous: 231.00K → Pasar memprediksi penurunan klaim pengangguran ke 222.000, menandakan pasar tenaga kerja yang masih solid.
Data ini krusial untuk arah pasar nanti malam; jika angka Actual dirilis lebih rendah dari prediksi (misal <220K), ini menjadi sinyal Bearish bagi kripto karena ekonomi AS dianggap terlalu “panas” (inflasi sulit turun).
Sebaliknya, jika angka melonjak tinggi di atas ekspektasi (Bullish), itu menjadi indikator pelemahan ekonomi yang dapat “memaksa” The Fed untuk segera memangkas suku bunga.
U.S. Consumer Price Index (CPI) YoY Actual: – (Akan dirilis 13 Feb 2026) Forecast: 2.5% Previous: 2.7% → Inflasi tahunan AS diproyeksikan melandai ke 2,5%. Data CPI ini adalah Market Mover utama; jika angka Actual nanti dirilis lebih rendah dari ekspektasi (misal <2,5%), ini menjadi katalis Bullish kuat bagi kripto karena mengonfirmasi tren disinflasi, memberi lampu hijau bagi The Fed untuk segera Pivot (pangkas bunga).
Namun waspada jika angka di atas 2,5% (Bearish), menandakan inflasi “membandel” (sticky inflation) yang akan menahan likuiditas Dolar tetap ketat dan menekan aset berisiko.
Kesimpulan
Data pasar tenaga kerja AS minggu ini (NFP melonjak 130K & Unemployment turun ke 4.3%) memberikan sinyal Bearishyang kuat bagi pasar kripto.
Ekonomi AS yang terbukti masih terlalu “panas” dan resilient ini mematikan ekspektasi pemangkasan suku bunga (rate cut) dalam waktu dekat, sehingga Dolar AS (DXY) berpotensi menguat dan menyedot likuiditas dari aset berisiko.Saat ini, harapan terakhir pasar bertumpu pada rilis data inflasi (CPI) tanggal 13 Februari.
Jika angka CPI gagal turun ke target 2.5% (tetap tinggi), pasar kripto berisiko menghadapi koreksi lanjutan karena narasi Higher for Longer (suku bunga tinggi ditahan lebih lama) akan kembali mendominasi sentimen global.
Perkembangan Regulasi Kripto
Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 108 Tahun 2025 mewajibkan exchange melaporkan transaksi kripto yang nilainya melebihi US$ 50.000.
Regulator Korea Selatan (FSS) memperketat pengawasan pasar kriptosetelah insiden exchange lokal yang salah mendistribusikanreward hingga ribuan BTC per user (estimasi ~$44 miliar).
Bank terbesar Denmark, Danske Bank, resmi mengakhiri larangan produk kripto selama 8 tahun dan kini menawarkan ETP Bitcoin dan Ethereum kepada klien, didorong oleh permintaan yang meningkat dan regulasi yang lebih jelas.
Blockchain.commendapatkan registrasidari Financial Conduct Authority (FCA) di Inggris untuk menjalankan bisnis aset kripto
Pertemuan di Gedung Putih antara perwakilan bank dan industri kripto soal Stablecoin berakhir tanpa kesepakatan.
Otoritas Jasa Keuangan menyampaikan optimisme bahwa target peningkatan jumlah konsumen/investorkripto sebesar 26% sepanjang 2026 realistis dicapai.
Bank of England memilih Chainlinkuntuk menguji “atomic settlement” pada aset yang ditokenisasi untuk menurunkan risiko gagal bayar.
Bank Sentral Malaysia (BNM) melalui Digital Asset Innovation Hub (DAIH) mengumumkan peluncuran tiga inisiatif yang melibatkan stablecoin mata uang lokal dan deposito tokenized.
Robinhood meluncurkan public testnet untuk “Robinhood Chain”, sebuah Ethereum Layer 2yang dibangun di atas Arbitrum.
Franklin Templeton dan Binance bekerja samadalam programyang memungkinkan institusi menggunakan saham tokenized money market funds (Benji) sebagai jaminan perdagangan.
Performa Pasar Kripto Mingguan
Minggu ini, pasar kripto memperlihatkan rotasi narasi yang sangat spesifik. Arus likuiditas yang sebelumnya terpaku pada “meme” kini mulai beralih drastis menuju narasi berbasis ekosistem (ecosystem plays) dan insentif komunitas. Dominasi infrastruktur baru seperti Berachain dan strategi airdrop farming menjadi tema utama, mengindikasikan bahwa investor sedang berlomba mengamankan posisi awal di proyek-proyek bervaluasi tinggi daripada sekadar berspekulasi buta.
📈 Highlights:
Kebangkitan Ekosistem & Insentif 🐻 Sektor Bera Chain Ecosystem mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar +55.45%, divalidasi langsung oleh kenaikan token natifnya (BERA) yang terbang tinggi. Tren ini diperkuat oleh sektor Binance HODLer Airdrops yang melesat +53.56%.
Otomatisasi & Niche Market 🛠️ Di luar ekosistem besar, sektor niche seperti Moltbook and Openclaw memimpin klasemen dengan lonjakan +102%. Namun, yang patut diperhatikan adalah kenaikan sektor Trading Bots sebesar +29.29%. Hal ini mengisyaratkan bahwa ritel maupun institusi mulai mengandalkan Bot untuk pasar.
Top Gainers (Dominasi Pippin & Bera) 🚀 Juara performa minggu ini diraih oleh PIPPIN yang meroket tajam sebesar +183%, jauh meninggalkan pesaing lainnya. Di posisi kedua, BERA memimpin narasi minggu ini dengan kenaikan +115%, diikuti oleh SKR yang tumbuh solid sebesar +52.60%. Menariknya, sektor Pump Fun Ecosystem justru berada di posisi buncit Top 10 (+17.36%), mengonfirmasi bahwa demam meme mulai sedikit mendingin dibandingkan minggu-minggu sebelumnya.
Daily Chart Bitcoin. Source: Tradingview (12 Feb 2026)
Pada minggu sebelumnya, Bitcoin diprediksi akan mencapai Fibonacci Extension di 1.618 (69,944), tetapi hal tersebut semakin merosot hingga Fibonacci 2.24 nya yang tidak diekspektasikan sebelumnya. Lalu, bagaimana selanjutnya?
Pada timeframe daily, harga menunjukkan sudah broken dari support harga psikologis di 70K, pun ketika rebound dari harga psikologis 60K, Bitcoin hanya naik untuk turun lagi yang diindikasikan akan mengambil Liquidity di Fibonacci 2.24 (59,179) sebelum akhirnya kembali rebound. Tapi, kalau Rebound apakah artinya Reversal? Belum tentu. Bisa jadi ia hanya naik hanya untuk membentuk Lower High yang sudah ditunjukkan pada chart saat ini. Terus, gimana mint weeklynya?
Timeframe Weekly sangat disayangkan sangat amat miris, izinn 🫸. Support terkuat yang sebelumnya dijebol dan kemungkinan akan mengejar MA 200(garis hijau) dan Ma 14 dan 50 sudah death cross, ditambah RSI <50. Menandakan bahwa kita memang lagi di fase bear market. Jadi, apa yang harus dilakukan?Jaga ketat kapital yang dimiliki saat ini, kalau bingung menghadapi volatilitas market menjelang Ramadhan. Bisa langsung nonton replay live Tokocrypto di Youtube yang membahas hal itu. Ingat, selain teknikal, psikologis juga penting.
Daily:
Harga Bitcoin pada timeframe dailymenunjukkan pelemahan yang sangat kuat dan jebol dari area support.
Weekly:
Harga Bitcoin pada timeframe weekly diprediksi menuju MA 200(garis hijau) sekaligus liquidity sebelumnya
🔭 Short-Term Projection:
✅ Bullish Case:
Meski harga melemah, kemungkinan naik menunju Support Became Resistance kembali terjadi di Fibonacci 1.618 sekaligus angka psikologisnya 70K
⚠️ Bearish Case:Bitcoin sangat melemah dan kemungkinan akan menuju MA 200(garis hijau) sekaligus liquidity sebelumnya.
Analisis Data On-Chain Bitcoin
Heatmap Liquidation Bitcoin 1 Week
Pasca guncangan volatilitas tinggi, Bitcoin kini terlihat sedang berkonsolidasi di rentang harga 70.000-60.000. Likuiditas memperlihatkan formasi “jepitan” yang jelas, di mana harga terjebak di antara tumpukan pesanan jual di atas dan jaring pengaman beli di bawah.
Resistensi ($69.000): Terlihat garis kuning cerah di level $69.000 yang kini bertindak sebagai strong resistance. Ini adalah area konsentrasi likuiditas posisi Short yang harus ditembus dengan volume besar agar harga bisa pulih kembali ke tren positif.
Lantai Pertahanan Terakhir ($60.000): Di sisi bawah, terdapat garis kuning yang sangat tebal dan terang di kisaran $60.000. Ini menandakan adanya antrean beli (bid wall) yang sangat masif, berfungsi sebagai bantalan terakhir untuk mencegah harga jatuh lebih dalam.
🔍 Insight:
Pasar sedang dalam fase wait and see; kegagalan menembus resistance $69.000 berisiko besar memicu koreksi menuju ‘magnet’ likuiditas di level $60.000.
Bitcoin: Miner to Exchange Flow
Bitcoin kembali tertekan di kisaran harga $70.600 akibat gelombang distribusi masif dari sektor pertambangan (miners). Data on-chain memperlihatkan lonjakan aktivitas transfer dari dompet penambang menuju bursa Binance yang mencapai rekor tertinggi baru, memicu kekhawatiran akan tekanan jual lanjutan.
Distribusi Masif (~90.000 BTC): Sejak awal Februari, tercatat arus keluar miner-to-exchange ke Binance yang menembus angka akumulasi ~90.000 BTC. Batang hijau yang menjulang tinggi di ujung kanan grafik mengonfirmasi bahwa ini adalah level aktivitas pemindahan aset terbesar sejak tahun 2024, jauh melampaui rata-rata harian biasanya.
Likuiditas Operasional & Profit Taking: Pergerakan agresif ini mengindikasikan bahwa sebagian besar penambang sedang memindahkan aset mereka untuk dilikuidasi guna menutup biaya operasional (OpEx) atau melakukan aksi ambil untung (profit taking).
🔍 Insight: Aliran dana 90.000 BTC ke bursa adalah supply shock nyata; pasar membutuhkan waktu untuk menyerap likuiditas sebesar ini sebelum tren bullish dapat kembali terbentuk secara organik.
Bitcoin: Long-Term Holder Spending
Bitcoin saat ini resmi masuk ke fase redistribusi, bukan akumulasi. Data on-chain memperlihatkan ketimpangan ekstrem antara aksi jual investor lama dengan minat beli pasar yang menyusut drastis, menciptakan tekanan harga yang nyata.
Distribusi “Tangan Lama” (LTH Spending): Grafik menunjukkan lonjakan tajam pada garis biru, di mana cumulative outflow 30-hari dari pemegang jangka panjang mendekati level tertinggi siklusnya. Ini mengonfirmasi bahwa investor senior sedang gencar mencairkan keuntungan (profit taking) secara masif.
Krisis Permintaan (Negative Demand): Di saat suplai membanjir, indikator Apparent Demand Growth justru didominasi warna merah (negatif). Absennya bar hijau menandakan tidak adanya arus modal baru yang cukup kuat untuk menyerap likuiditas yang dilepas oleh para LTH tersebut.
🔍 Insight:
Kombinasi mematikan antara ‘banjir suplai’ dari investor lama dan hilangnya permintaan baru menegaskan bahwa pasar sedang mencari keseimbangan harga yang lebih rendah sebelum akumulasi bisa dimulai kembali.
Binance BTC Volatility & Range Engine
Bitcoin saat ini sedang mengalami guncangan turbulensi pasar yang ekstrem. Metrik volatilitas di bursa Binance menunjukkan lonjakan aktivitas harga yang sangat agresif saat Bitcoin diperdagangkan di kisaran level $70.000, menandakan ketidakstabilan pasar yang akut.
Rekor Volatilitas Tertinggi (~1.51): Grafik mencatat lonjakan tajam pada 7-day annualized volatility (garis oranye) yang mencapai angka 1.51, level tertinggi sejak periode kelam tahun 2022. Angka ini jauh melampaui volatilitas 30-hari (0.81) dan 90-hari (0.56), mengonfirmasi bahwa pasar sedang dilanda kepanikan jangka pendek yang luar biasa.
Risiko Guncangan Harga: Pelebaran jarak antara volatilitas jangka pendek dan jangka panjang ini mengindikasikan kondisi pasar yang “kacau balau”. Para trader harus waspada karena pergerakan harga harian menjadi sangat lebar dan sulit diprediksi.
🔍 Insight:
Lonjakan volatilitas mingguan ke angka 1.51 adalah sinyal ‘lampu merah’ bagi para spekulan; pasar sedang dikuasai emosi ketakutan ekstrem yang sering kali memicu pergerakan harga irasional sebelum stabilitas kembali ditemukan.
Altcoin Update
Perkembangan Proyek Altcoin
MegaETH mengumumkan dukungan resmi untuk ERC-8004 (standar reputasi agen AI) bekerja sama dengan tim Ethereum dAI. Ini memungkinkan penyedia layanan AIuntuk mendaftar secara native, ditemukan dalam ekonomi agen, dan membangun reputasi on-chain dengan biaya transaksi ultra-rendah.
Linea resmi mengaktifkan dukungan untuk “Trustless Agents” via standar ERC-8004. Ini membawa identitas terverifikasi dan reputasi portabel bagi agen AIdi seluruh ekosistem Ethereum, memungkinkan koordinasi antar-agen yang lebih aman dan terpercaya.
BNB Chain Developersmengumumkan adopsi standar ERC-8004untuk mengatasi masalah identitas agen AI. Standar ini memungkinkan agen AI membawa identitas dan riwayat reputasi mereka lintas platform, tidak lagi terkunci dalam satu aplikasi (“walled gardens”).
ERC-8004resmi aktif di OP Mainnet untuk membantu agen AI membawa identitas,reputasi, dan “trust” yang bisa diverifikasi lintas platform. Fokus utamanya: agen yang dibangun pihak berbeda bisa saling memverifikasi tanpa bergantung pada satu aplikasi tertutup.
Pudgy Penguins Memperkenalkan Kartu Pengu di Visa, bekerja sama dengan KAST. Hal ini bisa memperluas basis pengguna non-kripto dan meningkatkan relevansi ekosistemnya di sisi payments.
Analisis On Chain Altcoin
Data on-chain “Whale to Exchange Flow” XRP di Binanceberada di level terendah historis meski harga turun tajam ke ~$1.42. Hal ini menunjukkantekanan jual saat ini didominasi retail (panic selling), sementara whale justru menahan diri (holding).
Data on-chain Ethereum menunjukkan cadangan ETH di exchange turun ke level terendah sejak 2024 (hanya ~16 juta ETH tersisa). Penurunan supply ini terjadi di tengah sentimen bearish, menciptakan ketidakseimbangan supply-demand.
Di tengah penurunan sekitar enam minggu, data on-chain menunjukkan wallet besar mengakumulasi PEPE dalam jumlah sangat besar. Top 100 wallet dilaporkan menambah total sekitar 23.02 triliun PEPE dalam ~4 bulan terakhir, yang dipandang sebagai sinyal “smart money” menyiapkan potensi reversal.
Meskipun harga token $ZEC turun 50% pasca-kabar tim ECC bubar, sentimen positif muncul dari donasi publik Vitalik Buterin ke Shielded Labs. Data on-chain juga menunjukkan >5 juta ZEC terkunci di shielded pool, menandakan holder privasi jangka panjang tidak panik jual.
Pertumbuhan market cap USDT berbalik negatif untuk pertama kalinya dalam ~2 tahun. Data on-chain menunjukkan 60-day average perubahan market cap USDT turun ke zona negatif (terakhir kejadian serupa disebut di Q3 2023). Secara nominal, market cap USDT turun dari >$187B ke sekitar $184.3B sejak awal Januari. Di periode yang sama, Tether juga melakukan burn besar (contoh: 3.5B USDT pada 10 Feb, dan 3B USDT bulan sebelumnya).
Token Unlock (16–20 Februari 2026)
Memasuki pertengahan Februari 2026, pasar kripto kembali diuji dengan jadwal rilis token yang cukup padat. Fokus investor minggu ini tertuju pada kesenjangan ekstrem antara proyek yang melepas suplai masif (inflasi tinggi) dengan proyek yang hanya mengalami emisi rutin. Keseimbangan order book akan sangat sensitif, terutama pada aset-aset dengan kapitalisasi pasar kecil namun menghadapi unlock besar.
🔍 Highlight Unlock
🔺 Unlock Besar (>10% dari Kapitalisasi Pasar): Status “Zona Bahaya” minggu ini dipimpin oleh Stable (STBL) senilai 57.7% dari kapitalisasi pasarnya pada 16 Februari. Selain itu, waspadai RollX (ROLL) dan Yooldo (ESPORTS) yang masing-masing akan melepas 28% dan 24.9% suplainya. Proyek infrastruktur LayerZero (ZRO) juga masuk kategori ini dengan rilis 10.3%, angka yang cukup signifikan untuk aset dengan kapitalisasi pasar hampir $500 Juta.
🟡 Unlock Menengah (5–10% dari Kapitalisasi Pasar): Di kategori risiko moderat, volatilitas mungkin terjadi pada Magma Finance (MAGMA) yang akan melepas 5.59% token ke pasar. BabyBoom (BBT) dan Kaito (KAITO) sebenarnya masuk kategori tinggi (14.1% dan 13.5%), tetapi karena market cap-nya sangat kecil, volatilitasnya sering kali dianggap sebagai risiko spekulatif menengah bagi trader agresif.
🟢 Unlock Ringan (<5% dari Kapitalisasi Pasar):Arbitrum (ARB) dan zkSync (ZK) hanya mencatatkan inflasi suplai masing-masing sebesar 1.59% dan 1.97%. Aset populer lainnya seperti Manta Network (MANTA) (3.38%), Pudgy Penguins (PENGU) (1.12%), dan ApeCoin (APE) (1.61%) juga berada di zona aman. Rilis di bawah 5% seperti ini umumnya adalah insentif rutin ekosistem yang mudah diserap pasar tanpa merusak tren harga.
💡 Analisis untuk Investor/Trader:
Jauhi “Ledakan Suplai” (STBL & ROLL): Hindari menahan posisi pada Stable (STBL) menjelang tanggal 16 Februari. Penambahan suplai beredar hingga 57% dalam satu hari adalah resep pasti untuk volatilitas ekstrem ke arah bawah. Biarkan pasar menyerap kejutan suplai tersebut sebelum mencoba masuk.
Waspada Tekanan pada LayerZero (ZRO): Dengan unlock sebesar 10.3% senilai ~$51 Juta, ZRO mungkin akan menghadapi tekanan jual dari investor awal. Trader jangka pendek bisa memanfaatkan potensi short jika level support teknikal ditembus saat token dirilis.
Saatnya Serok L2 (ARB & ZK): Bagi investor fundamental, periode unlock pada Arbitrum atau zkSync sering kali hanya menimbulkan “koreksi cantik”. Karena persentase rilisnya sangat minim (<2%), penurunan harga sesaat justru menjadi peluang emas untuk akumulasi (buy the dip) sebelum narasi Layer-2 kembali menguat.
Proyeksi & Analisis
Pasar kripto minggu ini kembali tertekan oleh gelombang koreksi lanjutan. Market Cap & Volume turun menjadi $2.30 Triliun (-6%). Didukung oleh CoinMarketCap 100 Index yang merosot lebih dalam ke level $131.76 (-7.12%). Sementara Indikator Fear & Greed juga ambruk ke angka tunggal, yakni 8, mempertegas status ‘Extreme Fear’ (Ketakutan Ekstrem) yang semakin parah dibandingkan minggu lalu.
Di sisi lain, CMC Altcoin Season Index turun kembali ke skor 29/100, menjauh dari zona musim altcoin. Angka ini menegaskan bahwa dominasi ‘Bitcoin Season’ masih sangat kuat. Di tengah ketidakpastian makro dan teknikal, investor cenderung defensif dan enggan mengambil risiko pada aset altcoin, menyebabkan likuiditas di pasar sekunder semakin kering.
🔮Outlook Minggu Depan:
✅Harga Bitcoin pada menunjukkan pelemahan yang sangat kuat dan jebol dari area support.
Bullish case: Meski harga melemah, kemungkinan kembali naik menunju Support Became Resistance terjadi di Fibonacci 1.618 sekaligus angka psikologisnya 70K
Bearish case:Bitcoin sangat melemah dan kemungkinan akan menuju MA 200(garis hijau) sekaligus liquidity sebelumnya.
✅ Zona likuidasi & teknikal:
Zona $69.000 ➜ Menjadi resistance terdekat; tumpukan likuiditas di level ini kini bertindak sebagai tembok tebal yang menghambat pemulihan harga.
Zona $60.000 ➜ Area support (batas bawah) paling krusial yang berfungsi sebagai likuiditas terakhir untuk mencegah harga jatuh lebih dalam.
✅ Narrative utama:
Sektor Moltbook and Openclaw (+102%) dan Bera Chain Ecosystem (+55.45%) memimpin tren, menggeser fokus pasar ke narasi infrastruktur baru dan strategi airdrop farming.
Token PIPPIN mencatat kenaikan masif sebesar (+183%), disusul oleh BERA (+115%) dan SKR (+52.60%).
✅ On-chain Insight & Derivatif:
Miner to Exchange Flow ➜ Arus masuk ke Exchange masif ~90.000 BTC.
LTH Spending & Demand ➜ Pasar masuk fase redistribusi.
Volatility Index ➜ Volatilitas mingguan meroket ke level 1.51, rekor tertinggi sejak 2022.
Fokus pada sektor Moltbook and Openclaw dan Bera Chain Ecosystem yang saat ini menjadi primadona di tengah pasar yang berdarah. Jauhi keinginan untuk membeli aset yang menghadapi ‘tsunami’ suplai seperti Stable (STBL) (~57.7%) dan RollX (ROLL) (~28%), karena risiko harga terbanting akibat tekanan jual sangat nyata. Sebaliknya, manfaatkan diskon pasar saat ini untuk mencicil (akumulasi) proyek fundamental dengan inflasi rendah seperti Arbitrum (ARB) atau zkSync (ZK). Mengingat psikologi pasar sedang hancur lebur di level ‘Extreme Fear’ (8) dan dominasi Bitcoin Season (29) masih menguat, prioritas utama adalah pertahanan modal. Batasi spekulasi, ambil keuntungan jangka pendek (scalping), karena di kondisi seperti ini cash is king dan keamanan dana adalah segalanya.
Edukasi Kripto
ERC-8004: “KTP & Raport” Resmi untuk AI Agent!
Selama ini, AI Agent (seperti bot trading atau asisten DeFi) di blockchain itu seperti “hantu”—kita tidak tahu siapa mereka, siapa pembuatnya, atau apakah mereka bisa dipercaya. ERC-8004 hadir untuk mengubah itu dengan memberikan Identitas dan Reputasi yang sah secara on-chain.
Didukung oleh tim dari MetaMask, Ethereum Foundation, Google, dan Coinbase, standar ini menciptakan “Pasar Tenaga Kerja” untuk AI.
Kenapa ERC-8004 Revolusioner?
Agent sebagai NFT (Identity Registry) 🛂 Setiap AI Agent kini memiliki “Paspor” berbentuk NFT (ERC-721). Ini bukan sekadar gambar, tapi berisi data “siapa saya”, “apa skill saya” (misal: jago arbitrase, jago analisa), dan “di mana dompet saya”. Ini membuat Agent bisa dikenali, dilacak, dan tidak bisa dipalsukan.
Sistem “Bintang 5” On-Chain (Reputation Registry) ⭐ Bayangkan sistem rating Uber/Gojek tapi untuk AI. Jika sebuah Agent bekerja dengan baik (misal: profit konsisten), user bisa memberi reputasi positif yang tercatat selamanya di blockchain. Sebaliknya, jika Agent menipu atau gagal, reputasinya hancur dan tidak akan ada yang mau mempekerjakannya lagi.
Verifikasi Kerja (Validation Registry) ✅ Kita tidak perlu “percaya buta”. Standar ini memungkinkan pihak ketiga (validator) untuk memeriksa apakah tugas yang dikerjakan Agent benar-benar valid (menggunakan teknologi seperti zkML atau TEE). Jadi, kita membayar Agent hanya jika kerjanya terbukti beres.
💡 Insight: “ERC-8004 mengubah AI dari sekadar ‘chatbot pintar’ menjadi ‘Pekerja Digital Otonom’ yang memiliki karir, reputasi, dan gaji sendiri. Ini adalah langkah awal menuju ekonomi di mana manusia dan AI bisa berkolaborasi (atau saling mempekerjakan) tanpa rasa takut ditipu.”
Kabar gembira buat kamu yang ingin naik kelas jadi anggota VIP di Tokocrypto! Dalam rangka merayakan momen spesial ini, Tokocrypto bagi-bagi Angpao Bitcoin dengan total hadiah fantastis bagi pengguna yang aktif melakukan trading.
Periode Event: 11 Februari 2026 – 10 Maret 2026
Skema Hadiah & Persyaratan
Promo ini berlaku bagi pengguna individu yang sudah verifikasi KYC Level 1, dengan detail sebagai berikut:
1. Pengguna Baru (Daftar 11 Feb 2025 – 10 Mar 2025)
Deposit: Minimal akumulasi Rp250 Juta → Bonus Rp888.000.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Pergerakan besar kembali terjadi di ekosistem Ethereum.
Bitmine dilaporkan Coincu telah melakukan staking tambahan sebanyak 140.464 ETH senilai sekitar $282 juta hanya dalam kurun waktu 15 jam.
Langkah agresif ini membuat total saldo ETH yang dikunci (locked) oleh entitas tersebut meningkat menjadi sekitar 2,97 juta ETH, atau setara dengan hampir 68,7% dari total kepemilikan mereka.
Aksi ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang masih dibayangi volatilitas dan sentimen kehati-hatian dari investor ritel.
Namun, justru di saat pasar bergejolak, institusi besar seperti Bitmine terlihat memperkuat eksposurnya terhadap Ethereum melalui mekanisme staking jangka panjang.
Staking Ethereum berarti mengunci aset untuk mendukung keamanan jaringan dan proses validasi transaksi dalam sistem Proof-of-Stake (PoS).
Sebagai imbalannya, staker memperoleh reward dalam bentuk ETH tambahan. Ketika institusi besar melakukan staking dalam jumlah signifikan, terdapat dua implikasi utama:
Meningkatkan keyakinan terhadap fundamental jaringan Ethereum.
Dengan tambahan 140.464 ETH yang dikunci, tekanan jual potensial dari jumlah tersebut otomatis berkurang. Jika tren akumulasi dan staking berlanjut, dampaknya bisa memperketat likuiditas pasar dan menciptakan fondasi harga yang lebih stabil dalam jangka menengah hingga panjang.
Total Locked 2,97 Juta ETH: Angka yang Tidak Kecil
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Total kepemilikan Bitmine yang telah di-stake kini mencapai 2,97 juta ETH, mencakup hampir 68,7% dari total aset mereka. Angka ini menunjukkan strategi jangka panjang, bukan sekadar trading jangka pendek.
Sebagai perbandingan, staking dalam skala jutaan ETH bukan hanya keputusan investasi, tetapi juga mencerminkan komitmen terhadap keamanan dan keberlanjutan jaringan Ethereum.
Langkah seperti ini sering kali dipandang sebagai indikator kepercayaan institusional terhadap fundamental Ethereum, ekosistem DeFi dan aplikasi on-chain, hingga potensi pertumbuhan jangka panjang ETH.
Tim Research Tokocrypto menilai aksi Bitmine sebagai sinyal positif di tengah tekanan pasar.
“Di tengah kepanikan ritel, pemain institusional seperti Bitmine justru mengunci aset mereka untuk jangka panjang, menunjukkan keyakinan pada fundamental Ethereum. Langkah ini mengurangi suplai sirkulasi pasar dan secara historis menjadi fondasi bagi pemulihan harga yang lebih stabil,” ujar tim Research Tokocrypto.
Secara historis, peningkatan jumlah ETH yang di-stake sering kali beriringan dengan fase konsolidasi yang sehat sebelum pemulihan harga.
Ketika suplai likuid berkurang dan permintaan tetap stabil atau meningkat, tekanan ke atas pada harga menjadi lebih mungkin terjadi.
Dampak terhadap Harga ETH
Meski staking besar tidak selalu langsung mendorong harga naik dalam jangka pendek, efeknya biasanya terasa dalam struktur pasar yang lebih kuat.
Beberapa potensi dampak dari aksi ini antara lain dapat mengurangi tekanan jual jangka pendek; meningkatkan sentimen bullish institusional; dan mendorong kepercayaan investor ritel yang melihat akumulasi besar.
Namun, harga ETH tetap dipengaruhi faktor makro seperti pergerakan Bitcoin, arus dana ETF, kebijakan suku bunga global, dan dinamika likuiditas pasar secara keseluruhan.
Institusi vs Ritel
Perbedaan strategi antara investor ritel dan institusi sering kali terlihat jelas saat pasar bergejolak.
Ketika ritel cenderung panik dan melepas aset, institusi justru memanfaatkan koreksi untuk melakukan akumulasi dan staking.
Fenomena ini memperkuat narasi bahwa Ethereum masih menjadi salah satu aset kripto dengan fundamental terkuat, terutama dengan:
Langkah Bitmine melakukan staking tambahan 140.464 ETH senilai $282 juta dalam waktu singkat menjadi sorotan penting di pasar kripto.
Dengan total locked mencapai 2,97 juta ETH, aksi ini mencerminkan strategi jangka panjang dan keyakinan kuat terhadap fundamental Ethereum.
Di tengah volatilitas pasar, akumulasi institusional seperti ini berpotensi menjadi fondasi stabilisasi harga dalam jangka menengah.
Meski belum tentu langsung memicu reli, pengurangan suplai beredar sering kali menjadi faktor pendukung pemulihan yang lebih berkelanjutan.
Investor kini akan mencermati apakah langkah Bitmine ini akan diikuti oleh institusi besar lainnya, yang dapat memperkuat sentimen positif terhadap Ethereum dalam periode mendatang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Aktivitas perdagangan derivatif di ranah decentralized exchange (DEX) kembali memanas.
Dalam paparan data terbaru via akun X resmi Hyperliquid, jumlah pedagang perpetual (perp traders) aktif di Hyperliquid melonjak hingga hampir menyentuh rekor tertinggi baru di 202.665 pengguna.
Grafik aktivitas harian memperlihatkan pola V-shape recovery, menandakan pemulihan cepat setelah periode penurunan sebelumnya.
Lonjakan ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah dinamika pasar kripto yang masih fluktuatif.
Kebangkitan aktivitas di Hyperliquid juga memperkuat narasi bahwa decentralized perpetual exchange mulai menarik kembali minat trader ritel maupun semi-profesional.
Pola V-shape recovery pada grafik jumlah pengguna aktif harian menunjukkan penurunan tajam yang diikuti pemulihan cepat dalam waktu relatif singkat.
Dalam konteks Hyperliquid, kondisi ini mencerminkan aktivitas yang sempat melemah, minat trader kembali meningkat signifikan, atau partisipasi pasar yang pulih dengan cepat.
Pola seperti ini sering kali mengindikasikan bahwa pasar belum kehilangan minat struktural, melainkan hanya mengalami fase konsolidasi sementara.
Kembalinya jumlah trader mendekati rekor 202 ribu user menunjukkan bahwa Hyperliquid tetap menjadi salah satu pemain utama dalam segmen decentralized perpetual trading.
Pergeseran Volume dari CEX ke DEX?
Menurut Tim Research Tokocrypto, lonjakan ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan perubahan dinamika pasar.
“Peningkatan aktivitas di decentralized perpetual exchange ini mengindikasikan kembalinya minat spekulatif ritel dan pergeseran volume trading dari CEX ke DEX yang menawarkan performa tinggi, likuiditas dalam, dan insentif on-chain yang lebih menarik,” ujar tim Research Tokocrypto.
Beberapa faktor yang mendorong perpindahan ini antara lain:
Transparansi on-chain DEX menawarkan eksekusi yang dapat diverifikasi publik tanpa perantara kustodian.
Self-custody Trader tetap memegang kendali atas aset mereka.
Insentif token dan reward likuiditas Banyak DEX memberikan reward tambahan bagi pengguna aktif.
Kekhawatiran regulasi terhadap CEX Ketatnya regulasi di sejumlah yurisdiksi mendorong trader mencari alternatif terdesentralisasi.
Hyperliquid dan Label “High-Performance DEX”
Hyperliquid dikenal sebagai platform perpetual DEX yang menekankan performa tinggi, kecepatan eksekusi, serta kedalaman likuiditas yang kompetitif dengan centralized exchange (CEX).
Dalam beberapa bulan terakhir, narasi seputar high-performance on-chain derivatives semakin kuat.
Trader ritel kini tidak lagi melihat DEX sebagai opsi sekunder, melainkan sebagai alternatif utama, khususnya untuk perdagangan leverage.
Lonjakan jumlah pengguna aktif ini juga bisa menjadi indikator bahwa pasar derivatif kripto masih menjadi magnet spekulasi, meskipun harga spot belum sepenuhnya pulih.
Sinyal Kembalinya Spekulasi Ritel?
Aktivitas derivatif sering kali menjadi barometer sentimen spekulatif.
Ketika jumlah perp traders meningkat tajam, biasanya ada beberapa implikasi, termasuk meningkatnya volatilitas pasar, bertambahnya open interest, hingga potensi likuidasi massal saat pergerakan ekstrem.
Lonjakan hingga lebih dari 200 ribu pengguna aktif menunjukkan bahwa minat terhadap perdagangan leverage belum surut.
Hal ini bisa menjadi sinyal awal fase volatilitas yang lebih tinggi ke depan.
Namun demikian, peningkatan aktivitas derivatif juga membawa risiko. Leverage tinggi dalam kondisi pasar yang belum stabil dapat memperbesar fluktuasi harga.
Dampak terhadap Ekosistem dan Token Terkait
Jika tren peningkatan pengguna ini berlanjut, dampaknya bisa meluas ke peningkatan volume perdagangan, kenaikan fee revenue protokol, bertambahnya likuiditas pool, dan penguatan valuasi token ekosistem (jika ada mekanisme capture value).
DEX yang berhasil mempertahankan pertumbuhan pengguna biasanya memperoleh efek jaringan (network effect) yang memperkuat posisi kompetitifnya.
Lonjakan jumlah trader perpetual aktif di Hyperliquid hingga hampir menyentuh 202.665 user menjadi sinyal kuat bahwa minat terhadap decentralized derivatives kembali meningkat.
Pola V-shape recovery dalam aktivitas harian memperlihatkan pemulihan cepat dan potensi momentum baru.
Fenomena ini juga mengindikasikan adanya pergeseran volume dari CEX ke DEX, didorong oleh kebutuhan transparansi, self-custody, serta insentif on-chain yang lebih menarik.
Ke depan, pasar akan mencermati apakah lonjakan ini mampu bertahan dan bertransformasi menjadi tren jangka panjang.
Jika ya, Hyperliquid berpotensi menjadi salah satu pemain kunci dalam evolusi pasar derivatif kripto berbasis blockchain.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
SoSoValue resmi mengumumkan peluncuran SoDEX, sebuah rantai perdagangan berkinerja tinggi (high-performance trading chain) yang diinkubasi langsung oleh tim internal mereka.
Seperti dilansir dari Coinmarketcal pada Jumat (13/2), pengumuman ini dilakukan dalam ajang bergengsi Consensus Hong Kong, yang dikenal sebagai salah satu forum kripto terbesar di Asia.
Peluncuran SoDEX tidak hanya menjadi pengumuman teknis, tetapi juga dibarengi dengan diskusi VIP yang membahas masa depan likuiditas on-chain dan potensi decentralized exchange (DEX) untuk melampaui centralized exchange (CEX) dalam siklus pasar kripto saat ini.
Langkah ini menandai fase baru bagi ekosistem SoSoValue, sekaligus memperkuat narasi bahwa infrastruktur perdagangan on-chain semakin matang dan siap bersaing dengan platform terpusat.
SoDEX digambarkan sebagai rantai perdagangan berperforma tinggi yang dirancang untuk menangani kebutuhan eksekusi cepat, throughput besar, dan likuiditas mendalam, elemen yang selama ini menjadi keunggulan CEX.
Beberapa tujuan utama SoDEX meliputi peningkatan efisiensi perdagangan on-chain, mengurangi latensi transaksi, mendukung likuiditas institusional, dan menyediakan infrastruktur trading yang scalable.
Dengan pendekatan ini, SoSoValue tampaknya ingin menempatkan SoDEX sebagai fondasi likuiditas baru yang mampu menjembatani kebutuhan trader ritel dan institusi.
Momentum Consensus Hong Kong
Peluncuran yang dilakukan dalam acara fisik seperti Consensus Hong Kong bukan tanpa strategi.
Event ini mempertemukan investor institusional, venture capital, pengembang, serta pelaku industri dari berbagai negara.
Menurut Tim Research Tokocrypto, momentum peluncuran dalam forum global seperti ini berpotensi menciptakan efek katalis pasar.
“Peluncuran SoDEX merupakan tonggak sejarah fundamental bagi ekosistem SoSoValue yang dapat menarik minat besar dari investor institusional dan mitra strategis. Efek katalis dari acara fisik di Hong Kong biasanya memberikan dorongan spekulatif yang signifikan terhadap harga token SOSO saat peluncuran resmi,” ujar tim Research Tokocrypto.
Historisnya, pengumuman besar dalam event internasional sering kali memicu peningkatan eksposur media, diskusi komunitas, hingga lonjakan volume perdagangan token terkait.
DEX vs CEX: Kompetisi Siklus Baru?
Salah satu poin diskusi utama dalam peluncuran SoDEX adalah potensi DEX untuk melampaui CEX pada siklus pasar ini.
Dalam beberapa tahun terakhir, decentralized exchange mengalami peningkatan signifikan dalam hal:
Keunggulan DEX seperti transparansi on-chain, self-custody, dan minim risiko kustodian menjadi daya tarik tersendiri, terutama setelah berbagai isu regulasi dan keamanan di sektor CEX.
Jika SoDEX berhasil menghadirkan performa setara atau mendekati CEX, maka peluang adopsi massal bisa terbuka lebih luas.
Dampak terhadap Token SOSO
Peluncuran SoDEX berpotensi memberikan implikasi langsung terhadap token ekosistem, yakni SOSO. Beberapa potensi dampaknya antara lain:
Peningkatan utilitas token jika terintegrasi dalam mekanisme fee, staking, atau governance.
Lonjakan volume perdagangan akibat ekspektasi investor terhadap pertumbuhan ekosistem.
Minat institusional jika SoDEX berhasil membangun reputasi sebagai infrastruktur likuiditas yang andal.
Namun, seperti proyek kripto lainnya, dampak harga tetap bergantung pada realisasi teknis, adopsi pengguna, serta kondisi pasar global.
Tantangan ke Depan
Meski prospeknya menarik, SoDEX tetap menghadapi sejumlah tantangan, seperti persaingan ketat dengan DEX mapan; kebutuhan likuiditas awal yang besar; kepercayaan institusional terhadap keamanan dan stabilitas jaringan; hingga integrasi lintas-chain dan compliance.
Keberhasilan SoDEX akan sangat bergantung pada eksekusi teknis dan strategi kemitraan jangka panjang.
Peluncuran SoDEX oleh SoSoValue di Consensus Hong Kong menjadi langkah strategis yang mempertegas ambisi mereka di sektor perdagangan on-chain.
Dengan fokus pada high-performance trading chain dan likuiditas institusional, SoDEX berpotensi menjadi pemain baru yang signifikan dalam persaingan DEX vs CEX.
Momentum acara global ini juga dapat menjadi katalis spekulatif bagi token SOSO dalam jangka pendek.
Namun, keberlanjutan pertumbuhan tetap bergantung pada adopsi nyata dan kemampuan SoDEX memenuhi ekspektasi performa pasar.
Industri kini menanti, apakah SoDEX benar-benar mampu membawa DEX ke level kompetisi baru melawan dominasi CEX dalam siklus kripto berikutnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.