Tag Archives: kripto

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $66.569, Koreksi Dalam?

Harga Bitcoin (BTC) hari ini berada di level $66.569,68 per BTC, mencatatkan penurunan sekitar -0,92% dalam 24 jam terakhir.

Dalam catatan Tokocrypto pada Jumat (13/2), kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,33 triliun, dengan volume perdagangan harian mencapai $44,79 miliar.

Meski tekanan jual masih terasa dalam jangka pendek, BTC menunjukkan sedikit pemulihan intraday setelah sempat menyentuh level terendah $65.092,11 dan tertinggi harian di $68.339,49.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Lemah $67.072, Tekanan Menghantui

Koreksi Dalam Sebulan Tembus 30%

Jika melihat performa dalam jangka menengah, tekanan terhadap BTC terlihat cukup signifikan.

Dalam 30 hari terakhir, harga Bitcoin telah turun sekitar -30,12%, atau setara dengan koreksi hampir $28.748 dari level sebelumnya.

Dalam rentang 60 hari, BTC juga masih mencatat pelemahan sebesar -25,33%, sementara dalam 90 hari terakhir koreksi mencapai -30,76%.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi besar setelah sebelumnya mencatatkan reli panjang.

Sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar dan peringkat 1 secara global, pergerakan Bitcoin sering kali menjadi penentu arah pasar altcoin.

Pergerakan Jangka Pendek: Stabilisasi atau Dead Cat Bounce?

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dalam 7 hari terakhir, BTC justru mencatatkan kenaikan tipis sebesar +3,04%, menandakan adanya potensi stabilisasi jangka pendek.

Sementara itu, perubahan harga 1 jam terakhir menunjukkan kenaikan +0,32%, mengindikasikan adanya pembelian di area bawah.

Namun demikian, secara struktur tren, BTC masih bergerak dalam tekanan setelah gagal kembali ke area resistance kuat di atas $70.000.

Beberapa level penting yang kini menjadi perhatian pasar antara lain:

  • Support kuat: $65.000
  • Support lanjutan: $62.000–$60.000
  • Resistance terdekat: $68.300–$70.000
  • Resistance psikologis utama: $75.000

Jika BTC mampu bertahan di atas $65.000, potensi rebound teknikal tetap terbuka.

Sebaliknya, jika level tersebut ditembus, risiko koreksi lanjutan bisa meningkat.

Kapitalisasi Pasar dan Likuiditas Tetap Besar

Dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,33 triliun, Bitcoin masih mendominasi hampir seluruh lanskap kripto global.

Dari total suplai maksimum 21 juta BTC, saat ini sudah beredar sekitar 19,99 juta BTC atau sekitar 95,18% dari total suplai.

Fakta bahwa sebagian besar suplai sudah beredar membuat dinamika harga BTC semakin sensitif terhadap perubahan permintaan.

Dengan suplai yang semakin terbatas dan minat institusional yang tetap ada, struktur jangka panjang Bitcoin masih dianggap solid oleh banyak analis.

Volume perdagangan 24 jam sebesar hampir $45 miliar juga menunjukkan bahwa likuiditas BTC tetap tinggi meski pasar sedang mengalami tekanan.

Apakah BTC Siap Rebound?

Secara historis, koreksi 25–35% bukanlah hal baru dalam siklus Bitcoin. Fase ini sering kali menjadi periode akumulasi sebelum pergerakan besar berikutnya.

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi arah BTC selanjutnya, seperti sentimen makro global (suku bunga & likuiditas); arus dana institusional; pergerakan ETF Bitcoin; atau sentimen pasar derivatif dan likuidasi.

Jika momentum beli kembali meningkat dan BTC mampu menembus area $70.000 dengan volume besar, maka peluang menuju zona $75.000 terbuka.

Namun selama masih tertahan di bawah resistance, fase konsolidasi kemungkinan berlanjut.

Baca Juga: Whale Borong $4 Miliar BTC, Tapi Ini Bisa Jadi Sinyal Bullish?

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin masih berada dalam tekanan jangka menengah dengan koreksi lebih dari 30% dalam 30 hari terakhir.

Meski demikian, stabilisasi di atas $65.000 menjadi sinyal penting bahwa pasar belum sepenuhnya kehilangan daya tahan.

Dengan kapitalisasi pasar di atas $1,3 triliun dan suplai yang semakin terbatas, BTC tetap menjadi barometer utama industri kripto.

Investor kini mencermati apakah level support saat ini mampu bertahan atau justru menjadi pintu menuju koreksi yang lebih dalam.

Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada kombinasi sentimen pasar, arus likuiditas, dan respons pembeli di zona support krusial.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network (PI) Naik 3,14% ke $0,137, Rebound Valid?

Harga Pi Network (PI) mencatat kenaikan 3,14% dalam 24 jam terakhir ke level $0,137, bergerak berlawanan arah dengan mayoritas pasar kripto.

Di saat Bitcoin (BTC) terkoreksi 1,1% dan pasar secara umum turun sekitar 0,9% di tengah sentimen extreme fear, pergerakan PI ini memicu spekulasi tentang potensi pembalikan tren jangka pendek.

Namun, apakah kenaikan ini benar-benar sinyal awal reversal, atau hanya technical bounce dalam tren turun yang masih dominan?

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 4%, Ini Analisis dan Level Kuncinya

Rebound dari Tekanan Jenuh Jual

Secara teknikal, Pi Network berada dalam tekanan kuat selama sebulan terakhir.

Harga PI tercatat turun lebih dari 34% dalam 30 hari terakhir, mencerminkan fase bearish yang cukup dalam.

Menurut catatan Coinmarketcap pada Jumat (13/2), Kenaikan 3,14% yang terjadi saat ini lebih terlihat sebagai pantulan dari kondisi deeply oversold.

Dalam situasi seperti ini, pelaku pasar jangka pendek biasanya memanfaatkan harga diskon untuk melakukan aksi beli spekulatif.

Meski demikian, volume perdagangan 24 jam PI hanya berada di kisaran $11,26 juta. Angka ini tergolong relatif rendah dan mengindikasikan bahwa reli belum didukung oleh arus masuk dana besar.

Tanpa lonjakan volume signifikan, kenaikan harga cenderung rapuh dan mudah terkoreksi kembali.

Bergerak Independen dari Bitcoin

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Yang menarik, kenaikan PI terjadi ketika Bitcoin dan pasar kripto secara umum melemah. Biasanya, altcoin bergerak searah dengan Bitcoin sebagai aset acuan.

Ketika terjadi pergerakan berbeda seperti ini, kondisi tersebut sering disebut sebagai decoupled move atau alpha move.

Namun, data yang tersedia tidak menunjukkan adanya katalis fundamental yang jelas. Tidak ada pembaruan besar, pengumuman resmi, maupun sentimen sosial signifikan yang mendorong harga naik.

Bahkan, indikator musim altcoin menunjukkan pelemahan, dengan Altcoin Season Index turun sekitar 6,45%.

Absennya faktor pendukung eksternal membuat reli ini tampak murni sebagai reaksi teknikal, bukan perubahan tren berbasis fundamental.

Analisis Level Kunci: Support dan Resistance

Dalam jangka pendek, level $0,135 menjadi area support penting yang harus dipertahankan.

Jika harga mampu bertahan di atas zona ini, peluang untuk menguji resistance berikutnya di sekitar $0,15 terbuka.

Sebaliknya, jika PI gagal mempertahankan level $0,13, tekanan jual berpotensi kembali mendominasi dan membuka ruang penurunan menuju level terendah tahunan.

Secara struktur tren, Pi Network masih berada dalam pola bearish yang jelas.

Resistance dinamis, termasuk rata-rata pergerakan 30 hari (30-day SMA), masih berada cukup jauh di atas harga saat ini. Artinya, secara teknikal, tren utama belum berubah.

Outlook Jangka Pendek: Netral dengan Bias Bearish

Melihat keseluruhan data, prospek jangka pendek PI dapat dikategorikan sebagai cautiously neutral dengan kecenderungan bearish.

Kenaikan 24 jam terakhir memang memberikan napas segar bagi investor, namun belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembentukan dasar harga (bottoming).

Agar reli ini berlanjut, PI perlu menunjukkan kenaikan volume yang konsisten di atas rata-rata $11 juta, penutupan harga mingguan di atas $0,14, dan pembentukan struktur higher low pada grafik harian.

Tanpa konfirmasi tersebut, reli berisiko menjadi relief rally sementara dalam tren turun yang lebih besar.

Baca Juga: Harga Pi Network Hari Ini Turun ke $0,138, Sentimen Extreme Fear

Sinyal Awal Stabilitas, Tapi Belum Reversal

Kenaikan 3,14% yang dialami Pi Network di tengah pasar yang lesu memang menarik perhatian. Namun, dengan likuiditas tipis dan tanpa katalis fundamental, reli ini masih tergolong rapuh.

Investor dan trader disarankan untuk mencermati pergerakan harga di sekitar $0,135 sebagai support kunci dan $0,15 sebagai resistance terdekat.

Breakout valid dengan dukungan volume akan menjadi indikator penting apakah PI siap keluar dari tekanan bearish, atau justru kembali menguji titik terendah tahunannya.

Dalam kondisi pasar kripto yang masih dibayangi sentimen ketakutan ekstrem, disiplin manajemen risiko tetap menjadi kunci utama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 13 Februari 2026: Tekanan Jelang Akhir Pekan?

Menjelang akhir pekan, pasar kripto hari ini, Jumat (13/2) menunjukkan pergerakan campuran dengan sejumlah altcoin mencatat lonjakan signifikan. ME meroket 30% ke $0,1847 pada Jumat (13/2), diikuti MOODENG yang naik 21% ke $0,052154, serta 0G yang menguat 15% hingga $0,645. Kenaikan ini mencerminkan rotasi modal ke altcoin berisiko tinggi di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif.

Dari sisi sentimen global, laporan dari Standard Chartered memproyeksikan Bitcoin berpotensi turun ke $50.000 sebelum menemukan titik akumulasi ideal. Di saat yang sama, Ether dan XRP tengah menguji level support krusial. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Potensial Hari Ini Jelang Akhir Pekan

  • ME meroket 30% ke level $0,1847 hari ini, Jumat (13/2).
  • MOODENG naik 21%, kini diperdagangkan $0,052154.
  • 0G melesat 15% hingga menyentuh $0,645.

Standard Chartered: BTC Bisa Turun ke $50.000, Waktunya Beli

  • Standard Chartered sebut Bitcoin berpotensi turun ke $50.000.
  • Ether dan XRP uji support penting di tengah volatilitas.
  • Indeks Fear & Greed capai level ketakutan ekstrem dan panik.

Deposit Panen Reward dengan VA BCA di Tokocrypto

XRP Dekati Titik Terendah Saat RLUSD Capai Rekor

  • XRP masuki tren bearish dalam beberapa bulan terakhir.
  • Pasokan stablecoin Ripple (RLUSD) tembus $1,5 Miliar.
  • XRP oversold dan bentuk pola falling wedge.

Efek Tokenisasi Citi $2,6 Triliun terhadap Prediksi Harga Solana

  • Harga Solana turun pasca ekspansi jaringan Citigroup.
  • Ekspansi solana pesat, alamat aktif tembus 118 juta.
  • Pola head and shoulders Solana berpotensi turun ke $50.

Baca juga: Riset Kripto 2-6 Feb 2026: Bitcoin Menurun, Altcoin Ada Harapan?!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

EigenCloud Bahas Standar Risiko AI! EIGEN Naik ke $0,20

EigenCloud mengumumkan akan menggelar sesi live talk bertajuk Agent Verifiability Talk yang membahas verifikasi AI agent serta standar risiko AI GRC (Governance, Risk, and Compliance). Acara ini akan berlangsung pada pukul 19.00 UTC dan menghadirkan pembicara dari ArbisAI, termasuk akun @radhika20 serta @sreeramkannan.

Dilaporkan Coinmarketcal, diskusi ini menyoroti isu penting terkait AI agents yang semakin berkembang di ekosistem Web3, terutama dalam aspek transparansi, keandalan, dan standar kepatuhan risiko yang diperlukan agar teknologi tersebut dapat digunakan secara luas.

Fokus Bahas Verifiability dan AI GRC Risk Standards

Menurut informasi yang beredar, agenda diskusi akan menitikberatkan pada bagaimana AI agents dapat diverifikasi secara teknis serta bagaimana standar GRC dapat diterapkan untuk meminimalkan risiko dalam penggunaan AI di sektor blockchain dan keuangan digital.

Topik agent verifiability menjadi semakin relevan karena AI agents mulai diarahkan untuk melakukan aktivitas kompleks seperti transaksi, automasi keputusan, hingga interaksi antar sistem tanpa pengawasan manusia secara penuh. Dalam konteks tersebut, kemampuan untuk memverifikasi perilaku agent menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan pasar.

Baca Juga: Analisis Harga EIGEN, Berharap Kolaborasi Polymarket Pulihkan Nilai

Dinilai Bersifat Edukasi, Dampak Harga Diperkirakan Terbatas

Meski membawa tema yang sedang ramai di pasar, diskusi ini dinilai lebih bersifat edukasi dan pemasaran. Tidak ada informasi mengenai peluncuran mainnet, perubahan tokenomics, listing besar, maupun mekanisme on-chain baru yang langsung terhubung dengan acara tersebut.

Karena itu, analis menilai potensi dampaknya terhadap pergerakan harga token EIGEN kemungkinan bersifat terbatas dan hanya memicu volatilitas jangka pendek yang didorong spekulasi trader.

Harga EIGEN Menguat ke $0,206

Pergerakan harga EigenLayer (EIGEN/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga EigenLayer (EIGEN/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Di tengah pengumuman acara tersebut, token EigenLayer (EIGEN) tercatat diperdagangkan di kisaran $0,206 atau naik sekitar 6,7% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar EIGEN berada di sekitar $122,6 juta, dengan volume perdagangan harian mencapai $27,6 juta.

Meski mengalami kenaikan harian, EIGEN masih mencatat tren penurunan dalam jangka menengah. Dalam 30 hari terakhir, harga EIGEN turun sekitar 49%, sementara dalam 90 hari terakhir anjlok lebih dari 70%.

Dengan meningkatnya perhatian pasar terhadap narasi AI agents, diskusi EigenCloud ini berpotensi meningkatkan mindshare EigenCloud dan EIGEN. Namun, pelaku pasar masih menunggu adanya pengumuman konkret yang dapat menjadi katalis fundamental untuk mendorong reli yang lebih berkelanjutan.

Menurut Tim Research Tokocrypto, fokus pada narasi AI Agent dapat meningkatkan mindshare EIGEN di pasar, meskipun tidak ada peluncuran produk fisik langsung dalam acara ini. Investor melihat ini sebagai langkah strategis EigenCloud untuk mendominasi infrastruktur keamanan di sektor AI yang sedang tren.

Baca Juga: EIGEN Melonjak 6,77% Didorong Sentimen Positif Ethereum


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

KITE Terkoreksi ke $0,17, Pasar Tunggu Hype AI Meledak?

BNB Chain akan menggelar diskusi terkait ERC-8004 pada 12 Februari 2026 pukul 13.00 UTC. Acara ini diumumkan sebagai sesi pembahasan bersama Unibase AI dan GoKiteAI, yang akan membahas standar ERC-8004 serta kaitannya dengan pengembangan identitas autonomous agent di ekosistem blockchain.

Diskusi ini disebut berlangsung dalam format seperti Twitter Space, dengan fokus edukasi dan promosi terkait teknologi ERC-8004 yang belakangan menjadi sorotan karena dianggap sebagai fondasi identitas on-chain untuk AI agents.

Diskusi ERC-8004 Dinilai Lebih Bersifat Edukasi, Belum Ada Pengumuman Besar

Meski narasi AI dan agent economy sedang ramai, diskusi ini belum disertai informasi mengenai peluncuran produk baru, listing token, perubahan tokenomics, atau integrasi konkret yang dapat menjadi katalis fundamental bagi pasar.

Dilaporkan Coinmarketcal, analis menilai agenda ini lebih berfokus pada pemasaran dan edukasi komunitas. Karena tidak ada deliverables yang diumumkan, potensi dampaknya terhadap harga token diperkirakan terbatas dan lebih bersifat jangka pendek.

Namun, topik ERC-8004 yang berkaitan dengan AI tetap berpotensi memicu pergerakan volatilitas pada token-token berkapitalisasi kecil jika hype di media sosial meningkat.

Baca juga: 3 Altcoin AI Agents Ini Melejit dan Jadi Sorotan Pasar Kripto

Harga KITE Terkoreksi ke $0,17 Setelah Reli 140% dalam 90 Hari

Pergerakan harga Kite (KITE/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Kite (KITE/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Di tengah pengumuman agenda diskusi tersebut, token KITE tercatat diperdagangkan di kisaran $0,170 atau turun sekitar 5% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar KITE berada di sekitar $309 juta, dengan volume perdagangan harian mencapai lebih dari $62 juta.

Meski mengalami koreksi harian, performa KITE dalam jangka menengah masih mencatat kenaikan signifikan. Dalam 30 hari terakhir, KITE naik sekitar 91%, meningkat lebih dari 105% dalam 60 hari, dan melonjak hingga 140% dalam 90 hari terakhir.

KITE juga tercatat memiliki suplai beredar sekitar 1,80 miliar token dari total maksimum 10 miliar token.

Pasar Tunggu Apakah Diskusi Ini Bisa Picu Volatilitas Baru

Dengan kondisi pasar yang sensitif terhadap narasi AI dan ERC-8004, diskusi di BNB Chain ini diperkirakan dapat meningkatkan perhatian komunitas dalam waktu singkat. Namun, tanpa adanya pengumuman teknis atau integrasi nyata, aktivitas ini dinilai belum cukup untuk mendorong reli berkelanjutan.

Pelaku pasar kini menantikan apakah diskusi tersebut akan memunculkan roadmap baru atau sekadar menjadi momentum hype jangka pendek yang memicu fluktuasi harga token terkait.

Menurut Tim Research Tokocrypto, diskusi mengenai standar ERC baru seringkali memicu volatilitas jangka pendek pada token micro-cap yang relevan dengan narasi AI.

“Meskipun bersifat edukatif, inisiatif ini menunjukkan peran aktif Kite AI dalam membangun standar teknis untuk masa depan identitas digital berbasis AI,” jelasnya.

Baca juga: 3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Whale Borong $4 Miliar BTC, Tapi Ini Bisa Jadi Sinyal Bullish?

Bitcoin kembali mendapat dukungan dari para pemegang besar setelah tekanan jual tajam dalam beberapa pekan terakhir. Namun, meski aksi beli whale meningkat, permintaan dari investor lain masih terlihat lemah sehingga pemulihan harga dinilai belum sepenuhnya solid.

Berdasarkan data Glassnode, wallet yang menyimpan lebih dari 1.000 BTC tercatat mengakumulasi sekitar 53.000 Bitcoin dalam sepekan terakhir. Ini menjadi gelombang pembelian whale terbesar sejak November, dengan nilai pembelian diperkirakan melampaui $4 miliar pada harga saat ini.

Meski begitu, data juga menunjukkan bahwa sejak pertengahan Desember, whale masih mencatat arus keluar lebih dari 170.000 BTC atau sekitar $11 miliar. Hal ini mengindikasikan bahwa tren de-risking oleh pemegang besar sebenarnya masih mendominasi dalam beberapa bulan terakhir.

Harga Pulih ke $69.100, Tapi Keyakinan Pasar Masih Dipertanyakan

Pergerakan harga Bitcoin mencerminkan dukungan yang belum merata. Setelah sempat turun ke sekitar $60.000 pekan lalu, Bitcoin kembali naik mendekati $70.000 seiring meningkatnya akumulasi whale. Pada Rabu pagi waktu Asia, BTC diperdagangkan di kisaran $69.100.

Meski aksi beli whale membantu menahan penurunan, reli ini belum berhasil menarik partisipasi luas dari investor ritel maupun institusi. Banyak pelaku pasar masih bersikap hati-hati, sehingga rebound yang terjadi lebih terlihat sebagai fase stabilisasi dibanding awal reli besar.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Harga Bitcoin saat ini juga masih berada sekitar 40% di bawah puncaknya pada Oktober, menandakan bahwa tekanan koreksi masih cukup dalam dan pasar membutuhkan katalis tambahan untuk memulihkan momentum.

Baca juga: Whale Borong ETH Rp30 Triliun! Cadangan Cetak Rekor, Harga Naik?

Investor ETF dan Korporasi Masih Menahan Diri

Dilaporkan Equiti, permintaan dari US spot Bitcoin ETF juga mulai melambat. Banyak investor ETF kini berada dalam posisi rugi secara unrealized (paper losses), sehingga minat untuk melakukan pembelian agresif saat harga turun dinilai menurun, terutama di tengah kondisi makro yang masih penuh ketidakpastian.

Selain itu, pembelian dari perusahaan-perusahaan yang sebelumnya menambah Bitcoin sebagai strategi treasury juga disebut ikut melambat. Tekanan valuasi saham dan kondisi pendanaan yang semakin ketat membuat sebagian korporasi menahan ekspansi eksposur kripto.

Dengan belum adanya sumber arus modal baru yang kuat, aksi akumulasi whale saat ini dinilai berpotensi hanya bersifat taktis, bukan perubahan struktural sentimen pasar.

Risiko Konsentrasi Masih Jadi Sorotan

Glassnode menekankan bahwa data whale yang digunakan merupakan pemetaan berdasarkan klaster wallet, bukan individu secara langsung. Aktivitas whale dapat mencakup investor kaya, akun kustodian, maupun entitas yang terhubung institusi.

Secara historis, bull market yang berkelanjutan biasanya tidak hanya ditopang oleh akumulasi whale, tetapi juga membutuhkan peningkatan partisipasi dari berbagai kelompok investor. Saat ini, dukungan luas tersebut masih belum terlihat.

Pasar kini menunggu apakah pembelian whale mampu memulihkan kepercayaan dan memicu arus masuk baru, atau hanya menjadi bantalan sementara untuk mengurangi volatilitas. Hingga kondisi likuiditas membaik dan minat risiko kembali meningkat, pemulihan Bitcoin masih dinilai rapuh dan belum sepenuhnya meyakinkan.

Menurut Tim Research Tokocrypto, agresivitas para whale dalam menyerap pasokan pasar di harga saat ini mengindikasikan keyakinan kuat bahwa fase konsolidasi akan segera berakhir menuju penembusan harga baru.

“Hal ini memberikan sinyal psikologis penting bagi investor ritel bahwa pemain besar masih melihat nilai intrinsik yang belum terefleksi sepenuhnya di harga pasar saat ini,” tulisnya.

Baca Juga: Harga Ethereum Jebol $2.8K, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 Triliun ETH


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

ASTER Naik ke $0,70, Aster Chain Mainnet Resmi Meluncur Maret

Aster, decentralized perpetual exchange yang disebut mendapat dukungan dari pendiri Binance Changpeng Zhao (CZ), mengumumkan rencana peluncuran mainnet layer-1 miliknya, Aster Chain, pada Maret 2026. Pengumuman tersebut disampaikan melalui platform X pada Rabu, sebagai bagian dari roadmap Aster untuk tahun 2026.

Dilaporkan Crypto Briefing, peluncuran mainnet ini akan menjadi langkah besar bagi Aster, yang sebelumnya telah menjalankan testnet pada awal Februari 2026 setelah melewati tahap uji coba whitelisted pada akhir 2025. Tim menyebut testnet tersebut telah menarik lebih dari 50.000 partisipan sebelum memasuki fase produksi penuh melalui mainnet.

Fokus Infrastruktur Baru dengan Fitur Privacy-First

Menurut tim Aster, peluncuran Aster Chain dirancang untuk memperkuat infrastruktur platform dengan menghadirkan jaringan khusus yang mendukung produk-produk on-chain Aster. Selain itu, jaringan layer-1 ini juga ditujukan untuk mendukung pengembang melalui tools builder serta menyediakan integrasi fiat on/off-ramp.

Aster Chain disebut membawa pendekatan privacy-first, yang menjadi salah satu fokus utama pengembangan jaringan tersebut.

Baca juga: Aster Resmi Rilis Testnet L1, Harga ASTER Naik 17% ke $0,55

Upgrade DEX: Governance, Staking, hingga Real-World Asset Trading

Selain peluncuran mainnet, Aster juga menyatakan bahwa tahun 2026 akan difokuskan untuk peningkatan DEX secara community-driven. Sejumlah inisiatif yang disiapkan meliputi sistem governance berbasis native token, staking untuk meningkatkan partisipasi pengguna, serta perluasan fitur trading berbasis aset dunia nyata.

Aster menargetkan ekspansi ke produk real-world assets (RWA), termasuk pasar perpetual berbasis saham (stock perpetual markets). Langkah ini dinilai dapat memperluas penawaran synthetic trading Aster, tidak hanya terbatas pada aset kripto.

Harga ASTER Menguat ke $0,70

Di tengah pengumuman tersebut, token Aster (ASTER) tercatat menguat sekitar 9% dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di kisaran $0,70. Kapitalisasi pasar ASTER berada di level sekitar $1,73 miliar, dengan volume perdagangan harian mencapai sekitar $278 juta.

Dalam tujuh hari terakhir, ASTER tercatat naik sekitar 29%, meski dalam 90 hari terakhir masih mengalami penurunan lebih dari 33%. Total suplai maksimum ASTER tercatat sebesar 8 miliar token, sementara suplai beredar saat ini berada di angka sekitar 2,48 miliar token.

Dengan peluncuran mainnet yang dijadwalkan pada Maret, pasar kini menunggu detail lebih lanjut terkait implementasi fitur privacy-first serta bagaimana Aster akan mengembangkan ekosistem DEX dan produk derivatifnya sepanjang 2026.

Menurut Tim Research Tokocrypto, dengan fokus pada inovasi fitur trading seperti TWAP dan privasi on-chain, Aster mencoba membedakan diri dari kompetitor DEX tradisional yang mulai jenuh.

“Ekspansi roadmap ini sangat krusial untuk menarik trader profesional yang membutuhkan eksekusi cepat namun tetap menjaga anonimitas dan keamanan aset mereka secara desentralisasi,” analisanya.

Baca juga: Aster vs Hyperliquid: Perbandingan Platform Perpetual DEX


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Ondo x Chainlink Buka Era Baru, Token Saham AS Bisa Jadi Jaminan

Chainlink resmi menghadirkan price feed untuk saham AS yang telah ditokenisasi oleh Ondo Finance di jaringan Ethereum. Integrasi ini memungkinkan token seperti SPYon, QQQon, dan TSLAon digunakan dalam ekosistem decentralized finance (DeFi), termasuk sebagai jaminan (collateral) untuk meminjam stablecoin.

Dalam pengumuman terbarunya, Ondo Finance menyatakan bahwa platform Ondo Global Markets telah mengintegrasikan Chainlink sebagai oracle data resmi. Langkah ini memungkinkan harga saham tokenisasi terhubung langsung dengan referensi harga underlying equity di pasar tradisional.

Token Saham Bisa Jadi Jaminan di Euler

Dilaporkan Trading VIew, Price feed tersebut kini telah aktif dan digunakan di protokol lending Euler. Pengguna dapat menyetor token saham seperti SPYon (representasi SPDR S&P 500 ETF), QQQon (Invesco QQQ ETF), dan TSLAon (saham Tesla) sebagai jaminan untuk meminjam stablecoin.

Integrasi oracle dari Chainlink memungkinkan protokol DeFi menetapkan parameter risiko seperti collateral factor dan liquidation threshold berdasarkan data harga yang terhubung dengan pasar saham asli. Selain itu, sistem ini juga memperhitungkan aksi korporasi seperti pembagian dividen agar nilai referensi tetap akurat.

Parameter risiko untuk pasar lending baru tersebut dipantau dan ditetapkan oleh Sentora.

Atasi Keterbatasan Token Saham di DeFi

Ondo menyebut bahwa sebelumnya saham tokenisasi sebagian besar hanya digunakan untuk eksposur harga, tanpa banyak dimanfaatkan dalam ekosistem DeFi sebagai collateral. Dengan hadirnya price feed onchain yang terhubung ke pasar saham tradisional, token saham kini dapat digunakan dalam berbagai produk terstruktur seperti lending dan derivatif.

Langkah ini dinilai sebagai upaya memperluas utilitas aset tokenisasi, dengan menggabungkan likuiditas berbasis exchange dan data harga onchain yang terverifikasi.

Kemitraan ini melanjutkan kerja sama antara Ondo Finance dan Chainlink yang diumumkan pada Oktober 2025, di mana Chainlink ditunjuk sebagai penyedia data utama untuk saham dan ETF tokenisasi Ondo.

Baca juga: SEC Hentikan Investigasi Ondo Finance, Roadmap Baru Siap Dirilis

Persaingan Tokenisasi Saham AS Makin Sengit

Langkah Ondo dan Chainlink terjadi di tengah percepatan tokenisasi saham AS oleh berbagai institusi keuangan dan platform kripto. Nasdaq sebelumnya mengajukan perubahan aturan ke SEC untuk memungkinkan perdagangan saham tokenisasi dalam kerangka bursa teregulasi.

Pada Desember 2025, SEC juga mengeluarkan no-action letter yang mengizinkan anak usaha Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC) meluncurkan layanan tokenisasi sekuritas yang sudah berada dalam kustodi DTC.

Sementara itu, New York Stock Exchange dan Intercontinental Exchange sedang mengembangkan platform blockchain untuk perdagangan saham dan ETF tokenisasi dengan fitur 24/7 trading dan settlement hampir instan, menunggu persetujuan regulator.

Di sisi kripto, lebih dari 60 saham AS tokenisasi telah diluncurkan melalui Kraken dan Bybit pada Juni lalu. Produk tersebut dikembangkan oleh Backed Finance melalui brand xStocks, meski belum tersedia bagi pengguna AS.

Robinhood juga telah memperkenalkan hampir 500 saham tokenisasi untuk pengguna di Uni Eropa dan kini menguji Robinhood Chain, jaringan layer-2 Ethereum berbasis Arbitrum yang dirancang untuk mendukung aset dunia nyata dan digital, termasuk fitur lending dan derivatif onchain.

Dengan integrasi terbaru ini, saham AS tokenisasi semakin mendekati penggunaan luas di ekosistem DeFi, memperkuat tren konvergensi antara pasar keuangan tradisional dan infrastruktur blockchain.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kolaborasi ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam interoperabilitas antara pasar keuangan tradisional dan DeFi. Dengan jaminan keamanan data Oracle, Ondo membuka likuiditas triliunan dolar dari pasar saham AS untuk digunakan dalam ekosistem DeFi yang lebih luas.

Baca Juga: Ini Altcoin yang Crypto Whale Borong Untuk Oktober, Termasuk ONDO dan SPX


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

CEO Arkham Exchange Bantah Rumor Tutup, Alihkan Fokus ke DEX

Arkham Exchange akhirnya buka suara terkait rumor penutupan platform yang sempat beredar di komunitas kripto.

Menurut laporan Cointelegraph pada Kamis (12/2), CEO Arkham, Miguel Morel, secara tegas membantah kabar tersebut dan menegaskan bahwa perusahaan tidak tutup, melainkan tengah melakukan transisi strategis menjadi Decentralized Exchange (DEX).

Langkah ini disebut sebagai respons terhadap pertumbuhan pesat sektor derivatif DeFi, yang diproyeksikan akan mendominasi lanskap industri kripto pada 2025.

Baca Juga: Arkham Luncurkan KOL Label, Pantau Dompet Kripto Influencer

Bukan Tutup, Tapi Transformasi

Spekulasi mengenai nasib Arkham Exchange mencuat setelah sejumlah perubahan operasional terdeteksi oleh komunitas.

Namun, klarifikasi resmi dari Miguel Morel menegaskan bahwa platform tidak berhenti beroperasi.

Sebaliknya, Arkham sedang bertransformasi penuh dari model centralized exchange (CEX) menjadi decentralized exchange (DEX).

Perubahan model bisnis ini mencerminkan pergeseran besar dalam industri kripto, di mana pengguna semakin mengutamakan transparansi, self-custody, serta minimnya risiko pihak ketiga.

Transformasi ini juga menunjukkan bahwa Arkham ingin beradaptasi dengan dinamika regulasi global yang semakin ketat terhadap bursa terpusat.

Derivatif DeFi Diprediksi Dominan di 2025

Pasar derivatif kripto, khususnya perpetual futures berbasis DeFi (perp-DEX), mengalami pertumbuhan signifikan dalam dua tahun terakhir.

Volume perdagangan on-chain terus meningkat, sementara sejumlah protokol derivatif terdesentralisasi mulai menyaingi bahkan melampaui volume beberapa CEX.

Menurut sejumlah analis industri, tren ini akan semakin menguat pada 2025, terutama karena:

  • Regulasi terhadap CEX semakin ketat di berbagai yurisdiksi.
  • Pengguna menginginkan kontrol penuh atas aset mereka.
  • Transparansi likuiditas dan eksekusi perdagangan menjadi faktor utama kepercayaan pasar.

Dalam konteks ini, pivot Arkham ke DEX dinilai sebagai langkah antisipatif untuk tetap relevan dan kompetitif.

Analisis Tokocrypto: Langkah Antisipatif Hindari Beban Regulasi

Terkait keputusan tersebut, Tim Research Tokocrypto menilai langkah Arkham sebagai strategi yang rasional dan proaktif.

“Pivot ke model DEX memungkinkan Arkham untuk menghindari beban regulasi terpusat (CEX) yang semakin ketat sambil tetap menangkap volume perdagangan on-chain yang terus meningkat. Ini adalah langkah antisipatif untuk bersaing langsung dengan protokol perp-DEX yang menawarkan transparansi dan self-custody lebih baik,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Menurut mereka, tekanan regulasi terhadap CEX memang menjadi salah satu risiko terbesar industri saat ini.

Bursa terpusat harus memenuhi persyaratan kepatuhan yang semakin kompleks, mulai dari lisensi, pelaporan transaksi, hingga pengawasan ketat terhadap aktivitas pengguna.

Dengan model DEX, Arkham dapat meminimalkan eksposur terhadap risiko tersebut, sekaligus memanfaatkan pertumbuhan likuiditas on-chain yang semakin dalam.

Persaingan Ketat di Ranah Perp-DEX

Meski strategi ini terlihat menjanjikan, tantangan yang dihadapi Arkham tidak kecil. Pasar perp-DEX saat ini sudah diisi oleh sejumlah pemain besar dengan ekosistem matang dan komunitas kuat.

Untuk bersaing, Arkham perlu menawarkan likuiditas yang kompetitif, pengalaman pengguna (UX) yang setara atau lebih baik dari CEX, infrastruktur keamanan yang solid, dan integrasi data on-chain yang menjadi keunggulan khas Arkham.

Sebagai platform yang dikenal dengan analitik blockchain dan intelijen on-chain, Arkham memiliki peluang unik untuk menggabungkan fitur perdagangan dengan insight data yang lebih mendalam.

Jika berhasil, kombinasi ini bisa menjadi diferensiasi kuat dibandingkan DEX lainnya.

Dampak bagi Ekosistem dan Investor

Bagi investor dan pengguna, transformasi ini memiliki implikasi penting. Model DEX berarti:

  • Aset berada dalam kontrol pengguna (non-custodial).
  • Risiko pembekuan dana oleh pihak ketiga berkurang.
  • Transparansi transaksi lebih tinggi.

Namun, di sisi lain, pengguna juga harus bertanggung jawab penuh atas keamanan private key dan manajemen risiko pribadi.

Dari perspektif pasar, pivot Arkham mencerminkan tren yang lebih luas: pergeseran kekuatan dari sistem terpusat menuju infrastruktur terdesentralisasi.

Baca Juga: Mengenal Arkham (ARKM) dan Potensinya di Masa Depan

Keputusan Arkham Exchange untuk bertransformasi menjadi DEX bukanlah tanda kemunduran, melainkan strategi adaptif menghadapi lanskap kripto yang terus berubah.

Dengan pertumbuhan eksplosif sektor derivatif DeFi dan tekanan regulasi terhadap CEX, langkah ini bisa menjadi fondasi penting bagi daya saing Arkham di 2025.

Kini, perhatian pasar tertuju pada bagaimana Arkham mengeksekusi transisi ini dan apakah mereka mampu menembus dominasi protokol perp-DEX yang sudah mapan.

Jika berhasil, pivot ini bisa menjadi contoh bagaimana bursa kripto berevolusi dari model terpusat menuju era penuh desentralisasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Lemah $67.072, Tekanan Menghantui

Harga BTC hari ini tercatat di level $67.072,31 per BTC, mengalami koreksi sebesar -0,57% dalam 24 jam terakhir.

Meski pelemahannya relatif tipis secara harian, tekanan dalam jangka menengah masih terlihat signifikan jika melihat performa 30 hingga 90 hari terakhir.

Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Kamis (11/2), kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,34 triliun, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai $49,65 miliar.

Bitcoin tetap menjadi aset kripto paling dominan di pasar dengan peringkat pertama dan suplai beredar sebesar 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,18% dari total maksimum 21 juta BTC.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $68.448, Tekanan Menguat

Pergerakan Harga BTC 24 Jam Terakhir

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin sempat menyentuh level tertinggi $68.650,85 dan level terendah $65.757,30.

Rentang pergerakan ini menunjukkan volatilitas moderat, dengan tekanan jual yang sempat mendorong harga ke bawah $66.000 sebelum kembali stabil di area $67.000.

Secara intraday, perubahan harga 1 jam terakhir tercatat di -0,14%, menandakan pasar relatif sideways dalam jangka sangat pendek.

Tekanan Jangka Menengah Masih Berat

Meskipun penurunan harian hanya 0,57%, tren jangka menengah menunjukkan tekanan yang lebih dalam:

  • 30 hari: -26,95%
  • 60 hari: -25,74%
  • 90 hari: -31,12%

Dalam 30 hari terakhir saja, Bitcoin telah terkoreksi sekitar $24.719.

Penurunan ini memperlihatkan bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi atau koreksi besar setelah periode reli sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198,07, harga saat ini masih terpaut cukup jauh, menandakan Bitcoin belum kembali ke fase bullish penuh.

Analisis Volume dan Likuiditas

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Volume perdagangan 24 jam sebesar hampir $50 miliar menunjukkan bahwa minat pasar terhadap Bitcoin masih tinggi.

Likuiditas yang besar ini menjadi faktor penting karena menunjukkan partisipasi aktif investor dan memungkinkan eksekusi transaksi besar tanpa slippage ekstrem, serta mengurangi risiko volatilitas berlebihan akibat pasar tipis.

Namun, volume tinggi dalam kondisi harga melemah sering kali mengindikasikan adanya distribusi atau aksi ambil untung oleh pelaku pasar besar.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Berdasarkan data harga terbaru, beberapa level penting yang patut dicermati trader dan investor:

Support terdekat:

  • Area $65.700 (low 24 jam)
  • Area psikologis $65.000

Jika support ini ditembus, tekanan jual bisa meningkat menuju area $63.000–$60.000.

Resistance terdekat:

  • $68.650 (high 24 jam)
  • Area $70.000 sebagai resistance psikologis

Penembusan konsisten di atas $70.000 dapat membuka peluang pemulihan jangka pendek.

Sentimen Pasar Bitcoin Saat Ini

Dengan kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Valuation) di $1,407 triliun, Bitcoin masih mempertahankan dominasinya sebagai aset kripto utama.

Namun, koreksi 7 hari sebesar -4,89% menunjukkan bahwa sentimen jangka pendek masih cenderung hati-hati.

Beberapa faktor yang biasanya memengaruhi pergerakan BTC antara lain arus dana institusional, pergerakan indeks dolar AS, kebijakan suku bunga global, arus masuk dan keluar ETF Bitcoin, serta kondisi pasar kripto secara keseluruhan.

Tanpa katalis positif yang kuat, Bitcoin kemungkinan masih bergerak dalam pola konsolidasi.

Prospek Harga BTC Selanjutnya

Dalam jangka pendek, BTC tampak mencoba mempertahankan area $65.000–$67.000 sebagai zona keseimbangan baru.

Jika tekanan jual mereda dan volume beli meningkat, peluang rebound teknikal tetap terbuka.

Namun, tren 30–90 hari yang masih negatif menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya pulih. Investor jangka panjang cenderung menunggu konfirmasi pembalikan tren sebelum meningkatkan eksposur.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi $69.658, Tekanan Dominan

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin berada di fase konsolidasi dengan tekanan jangka menengah yang masih terasa.

Harga saat ini di $67.072 mencerminkan pelemahan moderat secara harian, namun koreksi bulanan yang dalam menandakan pasar masih dalam fase penyesuaian.

Level support $65.000 menjadi kunci penting dalam waktu dekat. Jika mampu bertahan, Bitcoin berpotensi membangun momentum pemulihan. Sebaliknya, jika ditembus, tekanan lanjutan bisa kembali muncul.

Pelaku pasar disarankan tetap memperhatikan manajemen risiko di tengah volatilitas yang masih tinggi di pasar kripto global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com