Tag Archives: kripto

Harga Pi Network Turun ke $0,138, Sentimen Extreme Fear Kembali

Harga Pi Network (PI) kembali mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir.

Dalam catatan Coinmarketcap pada Kamis (12/2), aset kripto ini tercatat turun 2,65% ke level $0,138, sedikit lebih dalam dibanding pelemahan pasar kripto global yang terkoreksi sekitar 1,82% pada periode yang sama.

Penurunan ini terjadi di tengah sentimen pasar yang masih berada di zona “Extreme Fear”, mencerminkan tingginya aversi risiko investor.

Secara umum, pergerakan harga PI kali ini bukan dipicu oleh faktor internal proyek, melainkan lebih dipengaruhi oleh arus keluar dana dari aset berisiko di seluruh sektor kripto.

Baca Juga: Harga Pi Network Hari Ini Turun ke $0,138, Sentimen Extreme Fear

Tekanan Pasar Global Jadi Faktor Utama

Total kapitalisasi pasar kripto dilaporkan turun 1,82% menjadi sekitar $2,35 triliun, menandakan tekanan jual yang merata di berbagai aset digital.

Indeks Fear & Greed juga berada di angka 9, yang masuk kategori “Extreme Fear”. Level ini biasanya mencerminkan kepanikan atau kehati-hatian ekstrem dari pelaku pasar.

Dalam kondisi seperti ini, altcoin dengan profil beta tinggi seperti Pi Network cenderung bergerak searah dengan pasar, bahkan sering kali mengalami penurunan lebih dalam.

Hal tersebut terlihat dari performa PI yang sedikit lebih buruk dibanding rata-rata pasar.

Artinya, koreksi yang terjadi lebih merupakan refleksi sentimen makro dibandingkan adanya sentimen negatif spesifik terhadap proyek Pi Network itu sendiri.

Likuiditas Tipis Perbesar Volatilitas

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Selain tekanan pasar global, faktor lain yang memperbesar pergerakan harga adalah struktur likuiditas PI yang relatif tipis.

Volume perdagangan 24 jam PI tercatat sekitar $11,85 juta, dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,24 miliar.

Hal ini menghasilkan rasio turnover hanya sekitar 0,00957, yang menunjukkan aktivitas perdagangan relatif rendah dibanding ukuran market cap.

Dalam pasar dengan kedalaman (market depth) yang terbatas, tekanan jual dalam jumlah moderat saja sudah cukup untuk mendorong harga turun signifikan.

Sebaliknya, jika terjadi lonjakan beli, harga juga bisa naik tajam dalam waktu singkat.

Struktur seperti ini membuat PI rentan terhadap volatilitas yang lebih tinggi dibanding aset kripto dengan likuiditas besar seperti Bitcoin atau Ethereum.

Level Kunci: $0,13 Jadi Penentu

Dalam jangka pendek, perhatian pelaku pasar tertuju pada area support di sekitar $0,13, yang juga merupakan level terendah dalam 30 hari terakhir.

Jika total kapitalisasi pasar kripto mampu bertahan di atas $2,17 triliun, yang menjadi area support tahunan, PI berpotensi bergerak sideways di kisaran $0,13 hingga $0,15.

Namun, jika tekanan jual berlanjut dan support $0,13 ditembus, maka risiko penurunan lebih dalam kembali terbuka.

Dalam skenario tersebut, PI bisa memasuki fase distribusi lanjutan sebelum menemukan titik keseimbangan baru.

Di sisi lain, kondisi pasar yang sudah berada dalam kategori oversold juga membuka peluang terjadinya relief rally jika sentimen membaik.

Kenaikan Indeks Fear & Greed di atas angka 20 biasanya menjadi sinyal awal membaiknya psikologi pasar.

Prospek Jangka Pendek Masih Bergantung pada Pasar

Saat ini, belum terlihat adanya katalis spesifik dari internal ekosistem Pi Network yang dapat mendorong pembalikan tren secara independen.

Dengan demikian, arah pergerakan PI masih sangat bergantung pada dinamika pasar kripto secara keseluruhan.

Jika Bitcoin dan kapitalisasi pasar total berhasil stabil, altcoin seperti PI berpeluang ikut rebound.

Namun selama arus risk-off masih mendominasi, tekanan jual kemungkinan tetap menjadi skenario utama.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 4%, Ini Analisis dan Level Kuncinya

Penurunan harga Pi Network ke $0,138 mencerminkan tekanan pasar kripto yang lebih luas di tengah sentimen Extreme Fear.

Dengan likuiditas yang relatif tipis, pergerakan harga PI cenderung lebih volatil dan sensitif terhadap arus modal global.

Level $0,13 menjadi support krusial yang perlu dipertahankan untuk menghindari pelemahan lanjutan.

Sementara itu, perbaikan sentimen pasar secara keseluruhan menjadi faktor utama yang dapat membuka peluang pemulihan.

Bagi investor dan trader, manajemen risiko tetap menjadi kunci di tengah kondisi pasar yang masih rapuh dan sensitif terhadap perubahan sentimen global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Polygon Gabung Enterprise Ethereum Alliance, Bisa Dorong Harga?

Polygon kembali mempertegas ambisinya di ranah adopsi institusional dengan resmi bergabung ke Enterprise Ethereum Alliance (EEA). Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun resmi X Polygon.

Langkah ini difokuskan pada pengembangan “Open Money Stack”, sebuah infrastruktur payment rails yang dirancang untuk menjembatani sistem keuangan tradisional dengan ekosistem on-chain secara instan, andal, dan compliant.

Bergabungnya Polygon ke EEA dinilai sebagai sinyal kuat bahwa persaingan blockchain kini tidak hanya soal DeFi atau NFT, tetapi juga infrastruktur pembayaran global untuk institusi.

Baca Juga: Harga POL Masih $0,19, Polygon Justru Meledak $3,50 Miliar Payments

Apa Itu Enterprise Ethereum Alliance (EEA)?

Enterprise Ethereum Alliance merupakan konsorsium global yang beranggotakan perusahaan teknologi, institusi keuangan, startup blockchain, hingga pelaku industri besar yang berfokus pada pengembangan standar enterprise berbasis Ethereum.

Keanggotaan dalam EEA memberi akses pada standar interoperabilitas enterprise, framework compliance dan regulasi, kolaborasi lintas industri, serta pengembangan use-case pembayaran dan settlement berskala besar.

Dengan bergabungnya Polygon, jaringan ini semakin memosisikan diri sebagai infrastruktur blockchain yang siap digunakan oleh institusi keuangan arus utama.

Fokus pada “Open Money Stack”

Polygon menargetkan pembangunan “Open Money Stack”, yakni lapisan infrastruktur pembayaran yang memungkinkan:

  • Settlement instan antara sistem tradisional dan on-chain.
  • Akses merchant yang lebih luas.
  • Jalur pembayaran compliant untuk institusi.
  • Integrasi antara bank, fintech, dan protokol blockchain.

Konsep ini bertujuan menciptakan jembatan antara dunia Web2 dan Web3, di mana dana dapat berpindah secara real-time tanpa hambatan teknis maupun regulasi.

Dalam konteks ini, Polygon ingin menjadi payment rails institusional, bukan sekadar jaringan untuk aplikasi kripto-native, tetapi juga untuk transaksi lintas sistem keuangan global.

Analisis Tokocrypto: Sinyal Kuat Adopsi Enterprise

Tim Research Tokocrypto menilai langkah Polygon ini sebagai penguatan strategi jangka panjang di sektor enterprise.

“Masuknya Polygon ke EEA mempertegas strategi enterprise adoption. Jika kolaborasi ini berujung integrasi pembayaran dan standar compliance yang jelas, utilitas jaringan untuk transaksi institusional bisa naik. Tantangannya: kebutuhan SLA, kepatuhan, dan integrasi legacy biasanya jauh lebih berat dibanding use-case crypto-native,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Menurut mereka, adopsi institusi tidak hanya soal teknologi, tetapi juga kesiapan operasional.

Institusi besar memerlukan service Level Agreement (SLA) yang ketat, jaminan keamanan dan audit, kepatuhan regulasi lintas yurisdiksi, serta integrasi dengan sistem core banking dan ERP legacy.

Hal-hal tersebut sering kali jauh lebih kompleks dibanding pengembangan aplikasi DeFi biasa.

Potensi Dampak bagi Utilitas Jaringan Polygon

Pergerakan harga Polygon (POL/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Polygon (POL/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika kolaborasi dengan EEA berhasil diwujudkan dalam bentuk integrasi nyata, utilitas jaringan Polygon berpotensi meningkat signifikan, terutama dalam:

  1. Volume transaksi institusional
    Penggunaan blockchain untuk settlement antar lembaga keuangan dapat meningkatkan aktivitas on-chain secara konsisten.
  2. Likuiditas dan arus dana
    Integrasi merchant dan jalur pembayaran compliant membuka pintu bagi arus modal baru dari sektor tradisional.
  3. Posisi sebagai infrastruktur hybrid
    Polygon bisa menjadi layer pilihan untuk transaksi lintas sistem, bukan hanya untuk smart contract dan DeFi.

Dengan biaya transaksi rendah dan skalabilitas tinggi, Polygon memang memiliki keunggulan teknis untuk mendukung use-case pembayaran skala besar.

Tantangan Integrasi Sistem Legacy

Meski prospeknya menjanjikan, tantangan terbesar ada pada integrasi sistem lama (legacy systems). Banyak institusi masih menggunakan infrastruktur IT yang kompleks dan tertutup.

Transisi menuju sistem berbasis blockchain memerlukan penyesuaian regulasi internal, pengujian keamanan berlapis, migrasi data dan sistem, serta sinkronisasi standar compliance.

Tanpa roadmap implementasi yang jelas, proyek enterprise blockchain berisiko berhenti pada tahap proof-of-concept.

Posisi Polygon di Peta Persaingan

Langkah Polygon ini juga memperlihatkan arah persaingan yang semakin ketat di sektor blockchain enterprise.

Sejumlah jaringan lain seperti Ethereum, Avalanche, dan beberapa solusi Layer-2 juga aktif mengincar pasar institusional.

Namun, keunggulan Polygon terletak pada kombinasi ekosistem developer yang matang, infrastruktur modular, biaya rendah, dan kompatibilitas penuh dengan Ethereum.

Jika Open Money Stack benar-benar terealisasi, Polygon dapat memperkuat posisinya sebagai jembatan utama antara keuangan tradisional dan ekonomi on-chain.

Baca Juga: Harga POL Masih $0,19, Polygon Justru Meledak $3,50 Miliar Payments

Bergabungnya Polygon ke Enterprise Ethereum Alliance bukan sekadar langkah simbolis, melainkan strategi serius untuk menembus pasar pembayaran institusional.

Fokus pada Open Money Stack menandakan ambisi membangun infrastruktur settlement instan dan compliant yang mampu menghubungkan dunia tradisional dengan blockchain.

Namun, keberhasilan inisiatif ini akan sangat ditentukan oleh kemampuan Polygon memenuhi standar SLA, compliance, dan integrasi sistem legacy yang menjadi tuntutan utama institusi.

Jika tantangan tersebut dapat diatasi, utilitas dan relevansi Polygon dalam ekosistem keuangan global berpotensi meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sentient Bisa Jadi Game Changer AI Crypto? Ini Bedah Lengkapnya!

Artikel Sentient ini disusun oleh Tim Research Tokocrypto untuk memberikan gambaran dan analisis awal mengenai proyek Sentient, termasuk potensi pengembangan teknologi AI open-source Sentient dalam ekosistem AI dan aset kripto global.

Perkembangan sektor Artificial Intelligence (AI) dalam industri kripto saat ini masih didominasi oleh sistem tertutup (closed-source), di mana pengembangan teknologi dan kontrol pengambilan keputusan umumnya berada di bawah satu entitas terpusat. Di tengah meningkatnya tren AI agent yang dapat berinteraksi secara langsung dengan ekosistem on-chain, kebutuhan terhadap AI yang bersifat terbuka (open-source) semakin menguat. Dalam konteks ini, Sentient muncul sebagai proyek yang menawarkan pendekatan berbeda dengan membangun ekosistem AI terbuka yang dapat dikembangkan secara kolektif oleh komunitas.

Sentient memosisikan diri sebagai “rumah” bagi AI open-source, di mana AI agent tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi juga dapat digunakan secara terdesentralisasi. Pendekatan ini dinilai sejalan dengan prinsip dasar industri kripto yang menekankan keterbukaan dan sistem tanpa izin (open & permissionless). Dengan demikian, Sentient menjadi salah satu proyek yang menarik perhatian di tengah berkembangnya narasi AI agent economy dalam pasar kripto.

Apa Itu Sentient?

Sentient merupakan platform AI open-source yang bertujuan membangun sistem AI tingkat lanjut menuju Artificial General Intelligence (AGI). Berbeda dari pengembangan AI konvensional, Sentient mengedepankan pendekatan komunitas, di mana proses pengembangan, logika reasoning, hingga pengambilan keputusan tidak dikendalikan oleh satu pihak. Sentient membangun teknologi inti yang bersifat open-source sehingga developer dapat menciptakan AI agent secara permissionless dan mengintegrasikannya langsung ke dalam ekosistem kripto.

Untuk mendukung visi tersebut, Sentient menghadirkan infrastruktur dan sistem tata kelola berbasis blockchain agar proses pengembangan AI dapat berlangsung secara transparan dan terdistribusi.

Tokenomics Sentient dan Peran $SENT

Dalam ekosistem Sentient, token utama yang digunakan adalah $SENT. Token ini berada di bawah kontrol DAO (Decentralized Autonomous Organization) dan berfungsi sebagai alat untuk mendanai pertumbuhan ekosistem serta memberikan reward berbasis kontribusi komunitas. Selain itu, $SENT juga memiliki fungsi untuk staking, governance, serta kebutuhan pembayaran layanan AI.

Distribusi token $SENT menunjukkan dominasi porsi untuk komunitas. Sebanyak 44% dialokasikan untuk komunitas dan airdrop, 22% untuk tim, 19,55% untuk ekosistem dan R&D, 12,45% untuk investor, serta 2% untuk public sale. Struktur ini memperlihatkan fokus Sentient terhadap pembangunan jangka panjang berbasis partisipasi komunitas.

Baca juga: United Stables Hadir sebagai Stablecoin Baru untuk Dorong Adopsi Massal

Cara Kerja Sentient: Menggabungkan AI Pipeline dan Blockchain

Sentient mengintegrasikan AI pipeline dengan blockchain untuk menciptakan ekosistem AI terdesentralisasi. AI pipeline digunakan untuk mengelola proses kurasi data dan pengembangan model AI, sementara blockchain berperan sebagai fondasi tata kelola, kepemilikan, dan sistem insentif.

Model AI yang dihasilkan dalam ekosistem Sentient dapat ditokenisasi dan ditempatkan di on-chain, sehingga kepemilikan serta penggunaan model dapat dikelola secara transparan melalui smart contract. Melalui sistem governance, komunitas yang berkontribusi dalam pengembangan AI agent juga dapat memperoleh reward sesuai kontribusi yang diberikan.

GRID: Infrastruktur Utama Sentient untuk AI Agent

Produk utama Sentient adalah GRID, yakni infrastruktur open-source yang dirancang untuk membangun AI agent secara transparan dan terukur. GRID memungkinkan komunitas menilai performa AI agent dan model reasoning secara objektif, sekaligus menyediakan mekanisme audit untuk membangun kepercayaan.

GRID juga berperan sebagai penghubung antara teknologi AI dan insentif ekonomi. Artinya, kontribusi komunitas maupun penggunaan AI agent dapat dikaitkan langsung dengan kepemilikan, reward, serta tata kelola on-chain. Hal ini menjadikan GRID sebagai fondasi penting bagi visi Sentient untuk menciptakan sistem AI yang benar-benar terdesentralisasi.

Cara Menggunakan GRID

Bagi developer, penggunaan GRID dilakukan dengan cara menghubungkan (plug-in) model, agent, data, atau tools AI yang mereka bangun ke dalam infrastruktur GRID. Sementara itu, bagi pengguna, GRID dapat diakses melalui Sentient Chat, di mana pengguna dapat memilih berbagai AI agent dan model reasoning yang tersedia.

Selain melalui Sentient Chat, builder maupun pengguna juga dapat mengakses GRID secara langsung melalui layanan berbayar seperti penggunaan API key. Skema ini membuka peluang monetisasi sekaligus meningkatkan utilitas token $SENT dalam ekosistem.

Ekosistem Sentient dalam GRID

Sentient mencatat bahwa GRID saat ini telah memiliki lebih dari 110 partner. Ekosistem tersebut mencakup lebih dari 50 AI agent, 50 penyedia data, enam model AI, serta lebih dari 10 penyedia komputasi. Beberapa komponen pendukung yang telah terintegrasi meliputi Sentient Chat, Dobby, Model Fingerprinting Library, dan Open Deep Search.

Partner GRID berasal dari ekosistem Web2 dan Web3, termasuk Napkin, Exa, Caldo, Kaito, Messari Co-Pilot, The Graph, hingga EigenLayer. Hal ini menunjukkan bahwa Sentient tidak hanya membangun infrastruktur internal, tetapi juga mendorong kolaborasi lintas ekosistem.

Perbandingan Sentient dengan Kompetitor

Jika dibandingkan dengan proyek AI crypto lain seperti Bittensor dan Fetch.AI, Sentient memiliki diferensiasi yang lebih menonjol pada pendekatan full-stack dan fokus open-source AGI. Sentient membangun arsitektur GRID yang mengkoordinasikan AI end-to-end, sementara Bittensor lebih menitikberatkan pada subnet machine learning berbasis insentif, dan Fetch.AI fokus pada ekonomi AI agent serta koordinasi layanan peer-to-peer.

Token dalam Sentient juga memiliki peran lebih luas karena digunakan untuk governance, staking, reward, serta pembayaran kualitas AI. Berbeda dengan Bittensor yang fokus pada reward performa ML, dan Fetch.AI yang lebih banyak digunakan untuk governance dan biaya layanan.

Katalis Harga: Faktor Pendukung dan Risiko

Dari sisi peluang, katalis utama yang dapat mendorong kenaikan harga $SENT adalah meningkatnya adopsi GRID oleh developer, menguatnya narasi AI open-source dan AI agent economy, serta implementasi nyata utilitas token untuk pembayaran, staking, dan governance.

Namun, proyek ini juga memiliki risiko penurunan harga. Beberapa faktor yang dapat menjadi tekanan antara lain inflasi tokenomics, adopsi GRID yang tidak memenuhi ekspektasi pasar, serta persaingan ketat dari proyek AI terdesentralisasi lain maupun AI berbasis Web2 yang terus berkembang cepat.

Kesimpulan

Sentient merupakan proyek AI crypto yang berfokus pada pengembangan AI open-source dan terdesentralisasi. Dengan GRID sebagai infrastruktur utama, Sentient berupaya menghubungkan AI, sistem on-chain, serta insentif ekonomi dalam satu ekosistem terintegrasi. Potensi jangka panjang token $SENT sangat bergantung pada kemampuan proyek ini mendorong adopsi GRID oleh developer dan pengguna, terutama di tengah persaingan yang semakin ketat di sektor AI crypto.

Sentient tersedia untuk dibeli di beberapa bursa kripto besar seperti Tokocrypto. Pembelian SENT bisa dilakukan di Tokocrypto dengan langkah-langkah yang sederhana seperti masuk ke akun Tokocrypto, mencari pasangan perdagangan SENT, lalu menempatkan order pembelian sesuai kebutuhan.

Baca juga: Linea: Kuda Hitam Layer-2 Ethereum Siap Geser Arbitrum dan zkSync!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Market Cap USDT Turun ke $184,3 Miliar, Sinyal Bear Market Datang?

Pergerakan terbaru Tether (USDT) memunculkan sinyal yang jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan market cap USDT kini berbalik menjadi negatif setelah sebelumnya mencatat ekspansi selama hampir dua tahun. Perubahan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa likuiditas di pasar kripto mulai menyusut dan risiko fase bearish kembali meningkat.

Sebagai stablecoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, USDT sering digunakan sebagai indikator masuk atau keluarnya modal dari pasar kripto. Ketika suplai USDT meningkat, itu biasanya menandakan adanya likuiditas baru yang siap masuk ke aset kripto seperti Bitcoin. Sebaliknya, ketika pertumbuhan market cap USDT menjadi negatif, hal tersebut mengindikasikan bahwa modal justru keluar dari pasar.

Data CryptoQuant: Pertumbuhan USDT Masuk Zona Negatif

Data CryptoQuant menunjukkan bahwa rata-rata 60 hari perubahan market cap USDT berubah menjadi negatif pada Februari 2026. Terakhir kali kondisi serupa terjadi adalah pada kuartal ketiga 2023.

Grafik tersebut memperlihatkan korelasi erat antara harga Bitcoin dan pertumbuhan market cap USDT. Ketika suplai USDT mengembang, likuiditas baru masuk dan mendukung reli harga. Namun, ketika pertumbuhan negatif, daya beli melemah dan reli cenderung lebih rapuh serta mudah terkoreksi.

Analis Crypto Tice menyatakan bahwa secara historis, kenaikan berkelanjutan Bitcoin jarang terjadi ketika suplai stablecoin sedang menyusut. Artinya, selama kontraksi USDT berlangsung, potensi kenaikan harga cenderung terbatas.

Market Cap USDT Turun dari $187 Miliar ke $184,3 Miliar

Dilaporkan BeInCrypto, data CoinGecko menunjukkan bahwa sejak awal Januari, kapitalisasi pasar USDT turun dari lebih dari $187 miliar menjadi sekitar $184,3 miliar. Penurunan ini terjadi di tengah aktivitas burn besar-besaran oleh Tether.

Pada 10 Februari, Whale Alert melaporkan bahwa Tether membakar 3,5 miliar USDT. Sebelumnya, perusahaan juga membakar 3 miliar USDT pada bulan lalu. Data CryptoQuant mencatat bahwa dua pembakaran ini merupakan yang terbesar secara beruntun dalam sejarah.

Burn tersebut terjadi ketika investor menukar USDT kembali ke mata uang fiat. Tether kemudian menghapus USDT yang ditebus dari peredaran untuk menjaga keseimbangan cadangan dan mempertahankan patokan 1:1 terhadap dolar AS.

Seorang investor bernama Ted menyebut bahwa tren suplai USDT kini berada dalam fase penurunan untuk pertama kalinya sejak kuartal pertama 2025 dan menilai kondisi tersebut sebagai sinyal yang kurang positif bagi pasar.

Sinyal Sideways atau Penurunan Lebih Dalam?

Meski demikian, data historis memberikan perspektif tambahan. Sejak 2022, periode ketika rata-rata 60 hari pertumbuhan market cap USDT menjadi negatif biasanya berlangsung sekitar dua bulan. Fase tersebut sering bertepatan dengan pergerakan Bitcoin yang cenderung sideways dan pembentukan local bottom.

Contohnya terjadi pada November 2022 hingga Januari 2023 serta Agustus hingga Oktober 2023. Dalam periode tersebut, pasar bergerak stagnan sebelum akhirnya memasuki fase pemulihan.

Namun, dalam skenario yang lebih bearish, Bitcoin disebut berpotensi turun di bawah $43.000 apabila level support kunci di $63.000 gagal bertahan. Dengan likuiditas yang menyusut, reli harga berisiko menjadi rapuh dan lebih rentan terhadap aksi jual.

Secara keseluruhan, berbaliknya pertumbuhan market cap USDT menjadi negatif menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar untuk memantau dinamika likuiditas. Apakah ini awal fase bearish baru atau sekadar konsolidasi sebelum pemulihan, akan sangat bergantung pada arah permintaan dan stabilitas pasar dalam beberapa bulan ke depan.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kontraksi suplai stablecoin biasanya dibaca sebagai penurunan likuiditas “amunisi” pasar, membuat reli BTC/kripto lebih rapuh dan rentan sell-off.

“Secara historis, fase ketika metrik ini negatif sering berkorelasi dengan pasar sideways atau penurunan lanjutan sebelum recovery beberapa bulan berikutnya. Intinya: selama stablecoin supply menyusut, pasar cenderung berada di fase risk-off/demand lemah,” katanya.

Baca juga: Anak Purbaya Soroti Pentingnya Keamanan Aset Kripto, Apa yang Perlu Investor Tahu?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Vitalik Bongkar Masalah Tersembunyi Ekosistem L2

Insight Tim Research Tokocrypto pada Riset Kripto 2-6 Februari 2026 menyoroti kritik tajam dari Vitalik Buterin terhadap perkembangan ekosistem Layer 2 (L2) di Ethereum. Dalam pandangan ini, Vitalik Buterin menekankan bahwa banyak proyek L2 yang masih bergantung pada mekanisme terpusat telah kehilangan relevansinya untuk masa depan jaringan.

Kritik ini muncul di tengah kemajuan scaling Ethereum yang lebih cepat dari perkiraan, dengan biaya transaksi yang semakin rendah sehingga membuat Layer 2 Ethereum seakan terlihat seperti kehilangan arah. 

Bagi yang belum tahu, Layer 2 sendiri merujuk pada solusi penskalaan yang dibangun di atas Ethereum (Layer 1 atau L1), yang bertujuan untuk memproses transaksi lebih cepat dan murah sambil memanfaatkan keamanan dasar Ethereum.

Namun, Buterin menyoroti bahwa visi awal L2 sebagai kini hanya menjual nama Ethereum, hal ini salah satunya disebabkan oleh kemajuan lambat dalam desentralisasi dan keamanan L2, serta peningkatan kemampuan jaringan L1 Ethereum yang semakin cepat dan murah.

Vitalik Serukan L2 Wajib Desentralisasi

Vitalik menegaskan bahwa banyak proyek L2 masih berada di “Stage 0”  fase awal di mana sistem belum sepenuhnya terdesentralisasi dan masih dikendalikan oleh tim inti.

Dalam praktiknya, beberapa L2 masih menggunakan skema multisig atau multi-signature, yakni mekanisme di mana beberapa kunci privat milik tim pengembang dapat menyetujui atau membatalkan transaksi penting. Meski terlihat aman karena membutuhkan banyak tanda tangan, kontrol tetap berada di tangan manusia bukan sepenuhnya melalui smart contract.

Likuiditas Tercecer Karena Saking Banyaknya Proyek L2

Banyaknya L2 menyebabkan likuiditas tersebar, dan membuat penggunaan Ethereum rumit semakin rumit dalam melakukan transaksi.

Misalnya, jika kamu kamu punya ETH di Arbitrum, tapi ingin menukar ke USDC di Optimism. Karena likuiditasnya terpisah, kamu harus bridge dulu ke mainnet lalu ke Optimism, membuat ekosistem Ethereum seperti multi-chain kecil yang masing-masing punya likuiditas sendiri, sehingga transaksi jadi lebih rumit.

Insight dari tim research Tokocrypto, menyebutkan hal ini justru membuat penggunaan Ethereum menjadi rumit dan mahal dibandingkan kompetitor monolithic seperti Solana yang lebih simpel.

Seleksi Alam Layer 2 Ethereum

Sebagaimana dicatat oleh Insight Tim Research Tokocrypto, bahwa Vitalik sedang melakukan “seleksi alam” yang mengisyaratkan bahwa adanya fase penyaringan alami dalam perkembangan Layer 2. 

Ketika standar desentralisasi diperketat dan tuntutan keamanan berbasis kode menjadi keharusan, proyek L2 yang belum beranjak dari kontrol tersentralisasi akan semakin sulit mempertahankan legitimasi di mata komunitas dan investor.

Namun, proses ini tentunya bukan berarti seluruh L2 akan hilang, untuk detail lebih lengkap mengenai insight terbaru ekosistem Layer 2 dan dinamika Ethereum, kamu dapat merujuk pada laporan dari Tim Research Tokocrypto yang bisa kamu baca di: Riset Kripto 2-6 Feb 2026: Bitcoin Menurun, Altcoin Ada Harapan?!

Mulai perjalanan kriptomu dengan pastikan membeli token kripto terdaftar di resmi di Indonesia melalui exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto.

Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Makin Langka di Bursa, Sinyal Bull Run Baru Muncul?

Data on-chain terbaru menunjukkan cadangan Bitcoin di exchange terus mengalami penurunan tajam dan kini menyentuh level terendah dalam beberapa tahun terakhir. Total Bitcoin Exchange Reserves saat ini tercatat berada di sekitar 2,74 juta BTC, memunculkan spekulasi bahwa pasar sedang menuju kondisi “supply shock” yang berpotensi mendorong reli harga.

Penurunan cadangan BTC di exchange sering dianggap sebagai sinyal bullish karena menandakan berkurangnya suplai likuid yang siap dijual. Jika permintaan tetap stabil atau meningkat, kondisi tersebut dapat mempercepat kenaikan harga akibat ketidakseimbangan antara suplai dan demand.

Pola 2020: Penurunan Reserve Jadi Awal Bull Run 2021

Dilaporkan Crypto Quant, secara historis, penurunan besar cadangan Bitcoin di exchange kerap menjadi pemicu pergerakan harga yang kuat. Pada periode Maret hingga November 2020, exchange reserves turun dari 3,27 juta BTC menjadi 2,9 juta BTC. Penurunan tersebut mengurangi likuiditas sisi jual, yang kemudian menjadi salah satu faktor pendorong bull run besar pada 2021.

Dengan semakin sedikit BTC yang tersedia di bursa, tekanan jual menurun dan harga lebih mudah terdorong naik ketika arus permintaan masuk.

November 2022: Drop Parabolik Jadi Sinyal Bottom Siklus

Contoh lain terjadi pada November 2022 ketika cadangan BTC di exchange turun secara parabolik dari 3,52 juta BTC menjadi sekitar 3 juta BTC hanya dalam hitungan hari. Penurunan ekstrem tersebut terjadi bersamaan dengan fase capitulation dan dinilai menjadi penanda terbentuknya bottom siklus pasar.

Setelah periode itu, Bitcoin mulai memasuki fase pemulihan harga secara bertahap.

Tren Saat Ini: Cadangan BTC Terus Terkuras Selama Dua Tahun

Saat ini, tren penurunan exchange reserves kembali terlihat secara konsisten dalam skala makro. Dalam dua tahun terakhir, cadangan Bitcoin di exchange telah turun dari sekitar 3,2 juta BTC menjadi 2,74 juta BTC.

Penurunan ini menunjukkan bahwa investor semakin banyak memindahkan Bitcoin mereka ke cold storage atau wallet pribadi, sehingga mengurangi suplai yang dapat diperdagangkan di pasar terbuka.

Potensi Supply Shock Menguat Jika Permintaan Tetap Stabil

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 11 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 11 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dengan cadangan Bitcoin di exchange berada di level rendah, analis menilai pasar berpotensi memasuki fase supply shock. Supply shock terjadi ketika suplai likuid di pasar menipis, sehingga setiap kenaikan permintaan dapat mendorong harga naik lebih cepat dari biasanya.

Kesimpulan dari tren ini menunjukkan bahwa investor tampaknya memilih menahan aset dalam jangka panjang, bukan menyiapkan untuk dijual. Jika pola historis kembali terulang, penurunan besar exchange reserves dapat menjadi fondasi bullish yang kuat untuk pergerakan harga Bitcoin berikutnya, terutama jika permintaan tetap bertahan atau mulai meningkat.

Menurut Tim Research Tokocrypto, historisnya, penurunan besar supply di exchange sering mendahului fase bullish (contoh 2020: 3.27M→2.9M; Nov 2022: 3.52M→~3.0M).

“Setup ini bisa membentuk “supply shock” yang mendukung reli—namun hanya terjadi bila demand tetap stabil/naik; kalau demand melemah, dampaknya bisa tertahan oleh sentimen risk-off,” analisanya.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

ZRO Tembus $2,32, LayerZero Klaim Blockchain 2 Juta TPS

LayerZero resmi memperkenalkan desain blockchain terbaru bernama “Zero”, yang diklaim mampu memproses hingga 2 juta transaksi per detik (TPS) per zone. Pengumuman ini langsung menarik perhatian pasar karena mengusung kombinasi teknologi zero-knowledge proofs (ZK proofs) dan model validator terpisah (split validator model) untuk meningkatkan skalabilitas secara signifikan.

Inovasi tersebut dinilai sebagai langkah ambisius untuk mendorong performa blockchain ke level yang jauh melampaui jaringan generasi sebelumnya, terutama dalam hal throughput dan efisiensi pemrosesan transaksi.

Zero Andalkan ZK Proof dan Split Validator

Dalam penjelasannya, LayerZero menyebut bahwa arsitektur Zero dirancang menggunakan zero-knowledge proofs, teknologi kriptografi yang memungkinkan verifikasi transaksi tanpa mengungkapkan seluruh data. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga keamanan dan integritas jaringan.

Selain itu, Zero mengadopsi model validator terpisah, yang memungkinkan pembagian tugas validasi agar beban jaringan tidak terkonsentrasi pada satu lapisan saja. Dengan pendekatan ini, setiap “zone” di jaringan dapat memproses transaksi secara independen hingga 2 juta TPS, membuka potensi skalabilitas besar untuk aplikasi berskala global.

Meski demikian, LayerZero belum merinci jadwal implementasi penuh atau integrasi teknis mendetail dari sistem tersebut.

Baca Juga: LayerZero (ZRO) Melejit 31%, Sinyal Bullish Mulai Terbentuk

Harga ZRO Naik Tajam, Volume Perdagangan Tembus $549 Juta

Pergerakan harga LayerZero (ZRO/USDT) pada Rabu, 11 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga LayerZero (ZRO/USDT) pada Rabu, 11 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Seiring pengumuman tersebut, token LayerZero (ZRO) mencatat lonjakan harga signifikan. ZRO diperdagangkan di kisaran $2,32 atau naik sekitar 17% dalam 24 jam terakhir. Volume perdagangan harian juga melonjak hingga sekitar $549 juta, mencerminkan meningkatnya aktivitas pasar.

Kapitalisasi pasar ZRO kini berada di kisaran $684 juta, dengan suplai beredar sekitar 294,84 juta token. Dalam 30 hari terakhir, ZRO tercatat naik lebih dari 57%, sementara dalam 90 hari terakhir meningkat sekitar 46%.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini menggeser LayerZero dari sekadar messaging/interoperability menjadi narasi infrastruktur blockchain performa tinggi.

“Jika arsitektur “zones” benar-benar berjalan, Zero bisa jadi jalur eksekusi baru untuk aplikasi yang butuh throughput besar, tapi klaim TPS ekstrem biasanya bergantung pada asumsi lingkungan uji, sehingga adopsi nyata akan ditentukan oleh keamanan validator, ketersediaan data, dan minat developer,” jelasnya.

Dorong Narasi Skalabilitas Generasi Baru

Peluncuran Zero memperkuat narasi bahwa persaingan blockchain kini berfokus pada peningkatan skalabilitas tanpa mengorbankan keamanan dan desentralisasi. Dengan target 2 juta TPS per zone, LayerZero mencoba memposisikan diri sebagai salah satu pemain utama dalam pengembangan infrastruktur blockchain berkecepatan tinggi.

Pasar kini menunggu detail lebih lanjut mengenai implementasi teknis dan adopsi ekosistem terhadap desain baru tersebut. Jika realisasi performa sesuai klaim, Zero berpotensi menjadi salah satu pembaruan arsitektur blockchain paling ambisius dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Jelajahi Interoperabilitas Blockchain: Memahami LayerZero (ZRO)


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Pudgy Penguins Gandeng Visa? Bocoran Kartu Kredit Bareng KAST

Pudgy Penguins kembali menarik perhatian pasar setelah memberikan teaser terkait peluncuran kartu kredit hasil kemitraan dengan Visa dan KAST. Informasi ini langsung memicu spekulasi mengenai ekspansi proyek NFT tersebut ke sektor pembayaran global.

Meski detail lengkap belum diungkap, kolaborasi dengan Visa, salah satu jaringan pembayaran terbesar di dunia, dinilai sebagai langkah strategis yang dapat memperluas utilitas ekosistem Pudgy Penguins di luar ranah NFT dan Web3.

Kartu Kredit Pudgy Penguins Segera Hadir?

Dalam pengumuman singkatnya, Pudgy Penguins menyebut akan menghadirkan kartu kredit melalui kerja sama dengan Visa dan KAST. Langkah ini mengindikasikan potensi integrasi antara aset digital dan sistem pembayaran tradisional.

Kehadiran kartu kredit berbasis brand Web3 seperti Pudgy Penguins dapat membuka peluang penggunaan kripto atau aset digital dalam transaksi sehari-hari. Namun, hingga saat ini belum ada rincian mengenai apakah kartu tersebut akan terhubung langsung dengan token PENGU atau menawarkan manfaat khusus bagi pemegang NFT dan tokennya.

Kemitraan ini juga menandai semakin banyaknya proyek kripto yang berusaha menjembatani dunia Web3 dengan infrastruktur keuangan konvensional.

Baca Juga: Kebangkitan NFT: Pudgy Penguins Melejit 16%, Render Tembus $2,3

Harga PENGU Turun ke $0,0059 di Tengah Teaser Kolaborasi

Di tengah kabar kemitraan tersebut, harga token Pudgy Penguins (PENGU) tercatat berada di kisaran $0,0059 atau turun sekitar 4,6% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar PENGU saat ini mencapai sekitar $371 juta, dengan volume perdagangan harian sekitar $67 juta.

Secara historis, PENGU masih berada dalam tren koreksi tajam. Dalam 30 hari terakhir, harga token ini tercatat turun lebih dari 50%, sementara dalam 90 hari terakhir melemah hampir 60%.

Pergerakan harga Pudgy Penguin (PENGU/USDT) pada Rabu, 11 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Pudgy Penguin (PENGU/USDT) pada Rabu, 11 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Ekspansi Brand Web3 ke Dunia Pembayaran

Kolaborasi dengan Visa dan KAST dinilai sebagai langkah ekspansi brand Pudgy Penguins ke sektor pembayaran global. Jika terealisasi, kartu kredit ini dapat menjadi salah satu jembatan antara ekosistem NFT dan penggunaan finansial di dunia nyata.

Namun, pasar masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai mekanisme kartu tersebut, termasuk potensi dampaknya terhadap utilitas dan permintaan token PENGU.

Sementara itu, meski harga token masih berada dalam tekanan, pengumuman kemitraan ini menunjukkan bahwa Pudgy Penguins terus berupaya memperluas ekosistemnya di tengah kondisi pasar kripto yang volatil.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kolaborasi dengan jaringan kartu global menggeser narasi dari sekadar brand/NFT ke produk konsumen yang lebih “mainstream”.

“Jika realisasi produk berjalan (onboarding, reward/utility), ini bisa memperluas basis pengguna non-kripto dan meningkatkan relevansi ekosistemnya di sisi payments,” jelasnya.

Baca juga: Harga PENGU Hari Ini Melonjak 24%: Pudgy Penguins Catat Reli Besar


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Donald Trump Desak The Fed Pangkas Suku Bunga 2 Poin

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat seharusnya memiliki suku bunga terendah di dunia dan mendesak agar suku bunga dipangkas dua poin. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara bersama Larry Kudlow di program “Kudlow” di FOX Business pada Selasa.

Trump menilai bahwa penurunan suku bunga akan berdampak signifikan terhadap biaya pinjaman pemerintah federal dan dapat memperbaiki kondisi fiskal negara.

“Negara ini seharusnya memiliki suku bunga terendah di dunia. Kita yang menjaga dunia tetap berjalan,” kata Trump dalam wawancara tersebut.

Klaim Pangkas 2 Poin Bisa Hapus Defisit

Trump mengaitkan kebijakan suku bunga dengan beban pembayaran bunga utang pemerintah. Ia menyebut bahwa setiap penurunan satu poin suku bunga setara dengan penghematan sekitar 600 miliar dolar AS.

“Setiap satu poin itu 600 miliar dolar. Jika kita turun dua poin, kita tidak akan punya defisit lagi,” ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah perdebatan mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed), yang saat ini masih mempertahankan pendekatan hati-hati terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Kritik Keras untuk Jerome Powell

Dalam wawancara tersebut, Trump juga melontarkan kritik tajam terhadap Ketua The Fed Jerome Powell. Ia menyebut Powell “sangat buruk” dan menilai suku bunga seharusnya sudah diturunkan lebih cepat.

“He’s so bad. Suku bunga seharusnya sudah dipotong. Kita seharusnya dua poin lebih rendah,” kata Trump.

Trump juga memuji Kevin Warsh, sosok yang dikaitkan sebagai calon kuat dalam pembahasan kepemimpinan Federal Reserve. Ia menyatakan bahwa Warsh kemungkinan akan menjadi figur yang berpengaruh dalam arah kebijakan moneter ke depan.

Baca juga: Trump Umumkan Calon Bos The Fed, Pasar Keuangan Dunia Panik

Dow Tembus 50.000, Trump Sebut Bukti Kekuatan Ekonomi

Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas
Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas

Selain membahas suku bunga, Trump juga menyoroti pencapaian pasar saham, termasuk penutupan indeks Dow Jones di atas 50.000 untuk pertama kalinya. Ia menyebut capaian tersebut sebagai bukti kekuatan ekonomi Amerika Serikat di masa pemerintahannya.

Trump mengatakan bahwa sebelumnya banyak pihak menganggap indeks Dow mencapai 50.000 pada akhir masa jabatan sebagai “keajaiban,” namun kini angka tersebut telah tercapai lebih cepat dari perkiraan.

Ia juga menyinggung turunnya harga energi sebagai faktor yang membantu menekan biaya hidup. Trump mengklaim harga bensin di beberapa wilayah, seperti Iowa, sempat berada di kisaran 1,85 dolar per galon, dan di wilayah lain turun di bawah 2 dolar per galon.

Tarif dan Perdagangan dengan Swiss

Dalam wawancara tersebut, Trump juga menyinggung kebijakan tarif, termasuk sengketa perdagangan dengan Swiss. Ia menyatakan bahwa Amerika Serikat sebelumnya mengalami defisit perdagangan sebesar 42 miliar dolar AS dengan Swiss.

Trump mengaku sempat memberlakukan tarif 30% terhadap impor dari Swiss, yang kemudian dinaikkan menjadi 39%. Namun, berdasarkan kerangka perdagangan yang diumumkan tahun lalu, tarif tersebut akhirnya diturunkan menjadi 15% untuk sejumlah produk tertentu.

Dorong Sistem Lama: Kabar Baik Harusnya Naikkan Pasar

Trump juga mengkritik dinamika pasar saat ini yang menurutnya terlalu sensitif terhadap isu inflasi. Ia menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak selalu berarti inflasi tinggi dan pasar tidak seharusnya turun hanya karena kabar baik memicu kekhawatiran kebijakan moneter lebih ketat.

“Kita harus kembali ke sistem lama. Kalau ada kabar baik, pasar harus naik. Kalau ada kabar buruk, pasar turun,” ujarnya.

Wawancara tersebut menegaskan kembali posisi Trump yang konsisten mendesak kebijakan moneter yang lebih longgar, sembari mengkritik kepemimpinan The Fed saat ini.

Menurut Tim Research Tokocrypto, pernyataan ini menambah sensitivitas pasar terhadap risiko intervensi politik pada kebijakan moneter. Jika narasi penurunan suku bunga makin dominan, aset berisiko bisa terdorong (risk-on). Namun bila pasar melihatnya sebagai ancaman terhadap independensi bank sentral, yield bisa naik karena premi risiko kebijakan meningkat.

Baca juga: 8,4 Juta WLFI Gratis! Begini Cara Mendapatkannya Lewat Program USD1


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Hari Ini Turun ke $0,138, Sentimen Extreme Fear

Pergerakan harga Pi Network (PI) kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan 24 jam terakhir.

Berdasarkan data pasar terbaru dari Coinmarketcap pada Rabu (11/2), PI turun 2,65% ke level $0,138, sedikit lebih dalam dibandingkan pelemahan pasar kripto secara keseluruhan yang turun sekitar 1,82%.

Penurunan ini mencerminkan kondisi pasar yang masih berada dalam fase risk-off, dengan sentimen investor yang sangat berhati-hati.

Tekanan terhadap Pi Network bukan disebabkan oleh faktor spesifik proyek, melainkan lebih merupakan dampak dari arus keluar modal di pasar kripto secara luas.

Kondisi ini diperparah oleh struktur pasar PI yang relatif tipis, sehingga pergerakan harga mudah teramplifikasi.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 4%, Ini Analisis dan Level Kuncinya

Tertekan oleh Pelemahan Pasar Kripto Global

Dalam 24 jam terakhir, total kapitalisasi pasar kripto tercatat turun 1,82% menjadi sekitar $2,35 triliun.

Penurunan ini terjadi di tengah kondisi sentimen yang sangat negatif, tercermin dari Fear & Greed Index yang berada di level 9, atau kategori Extreme Fear.

Dalam situasi seperti ini, investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk altcoin dengan likuiditas rendah seperti Pi Network.

Akibatnya, PI bergerak searah dengan pasar (high beta), namun dengan penurunan yang sedikit lebih besar.

Bagi Pi, pergerakan ini menegaskan bahwa harga saat ini lebih dipengaruhi oleh dinamika makro pasar kripto dibandingkan faktor fundamental internal proyek.

Likuiditas Rendah Perbesar Dampak Penurunan

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 11 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 11 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Salah satu faktor kunci yang memperburuk pelemahan harga PI adalah likuiditas yang tipis.

Volume perdagangan PI dalam 24 jam terakhir tercatat sekitar $11,85 juta, relatif kecil dibandingkan kapitalisasi pasar sekitar $1,24 miliar.

Hal ini menghasilkan turnover ratio hanya 0,96%, atau sekitar 0,00957. Rasio ini menunjukkan bahwa pasar PI memiliki kedalaman transaksi yang terbatas.

Dalam kondisi seperti ini, tekanan jual yang relatif kecil pun dapat memicu penurunan harga yang signifikan. Sebaliknya, jika terjadi arus beli mendadak, harga juga bisa melonjak tajam.

Namun dalam fase sentimen negatif seperti saat ini, likuiditas rendah justru menjadi faktor risiko, karena memperbesar volatilitas ke arah bawah.

Tidak Ada Katalis Spesifik dari Proyek

Hingga saat ini, tidak terlihat adanya katalis khusus dari sisi Pi Network yang dapat menopang harga dalam jangka pendek.

Tidak ada pengumuman besar, pembaruan ekosistem, maupun perkembangan fundamental yang signifikan dalam periode 24 jam terakhir.

Dengan absennya katalis internal, pergerakan harga PI sepenuhnya bergantung pada arah pasar kripto global.

Selama sentimen pasar masih berada di zona extreme fear, ruang bagi altcoin untuk pulih secara mandiri cenderung terbatas.

Outlook Jangka Pendek: Uji Area Support Kritis

Dalam jangka pendek, fokus utama pasar tertuju pada level support di sekitar $0,13, yang juga bertepatan dengan level terendah dalam 30 hari terakhir.

Selama PI mampu bertahan di atas zona ini, peluang konsolidasi di kisaran $0,13–$0,15 masih terbuka.

Namun, risiko tetap ada. Jika total kapitalisasi pasar kripto turun dan menembus level support penting di sekitar $2,17 triliun, tekanan jual berpotensi meningkat dan menyeret PI untuk menguji level yang lebih rendah.

Di sisi lain, kondisi pasar yang mulai oversold juga membuka peluang terjadinya relief bounce, terutama jika tekanan jual di pasar kripto mulai mereda dan sentimen perlahan membaik.

Faktor yang Perlu Dipantau Investor

Beberapa faktor kunci yang perlu diperhatikan ke depan antara lain:

  • Pergerakan Fear & Greed Index, khususnya jika mulai naik di atas level 20,
  • Stabilitas total market cap kripto di atas $2,17 triliun,
  • Kemampuan PI untuk mempertahankan support $0,13,
  • Potensi peningkatan volume perdagangan sebagai sinyal minat beli baru.

Baca Juga: Harga Pi Network (PI) Koreksi ke $0,144, Tekanan Masih Jadi Beban

Harga Pi Network yang turun ke $0,138 mencerminkan tekanan pasar kripto yang masih didominasi sentimen risk-off.

Penurunan ini bukan disebabkan oleh faktor spesifik Pi, melainkan akibat pelemahan pasar secara luas yang diperparah oleh likuiditas PI yang rendah.

Dalam jangka pendek, tren PI masih berada di bawah tekanan bearish, meski mulai menunjukkan kondisi oversold.

Level $0,13 menjadi area krusial yang akan menentukan apakah PI mampu bertahan dan berkonsolidasi, atau justru melanjutkan penurunan seiring berlanjutnya ketakutan di pasar kripto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com