Tag Archives: kripto

Krisis Kepercayaan, Harga Pi Network (PI) Anjlok 4,91% dalam 24 Jam

Harga Pi Network (PI) kembali melemah tajam dalam 24 jam terakhir, menurut pantauan Coinmarketcap pada Rabu (21/1).

Token ini tercatat turun 4,91% secara harian, memperpanjang tren negatif dengan penurunan 12,24% dalam tujuh hari terakhir.

Kinerja ini lebih buruk dibandingkan pasar kripto secara keseluruhan yang hanya terkoreksi sekitar 7,11% dalam sepekan, menandakan adanya tekanan tambahan yang bersifat spesifik terhadap proyek Pi Network.

Pelemahan PI terjadi di tengah kondisi pasar kripto global yang sedang mengalami fase risk-off, dipicu oleh ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Uni Eropa terkait isu Greenland.

Sentimen tersebut mendorong investor memindahkan dana ke aset lindung nilai seperti emas, sehingga aset berisiko tinggi seperti kripto kembali tertekan.

Tekanan Makro: PI Ikut Terseret Sentimen Negatif Pasar

Dalam 24 jam terakhir, total kapitalisasi pasar kripto global menyusut sekitar 2,91% atau setara $89 miliar USD.

Dengan dominasi Bitcoin mencapai 59,2%, banyak altcoin (termasuk PI) mengalami koreksi lebih dalam akibat korelasi tinggi terhadap pergerakan BTC.

Namun, yang menjadi sorotan, penurunan PI justru lebih agresif dibandingkan pasar.

Hal ini menunjukkan bahwa Pi Network belum memiliki karakter defensif saat terjadi tekanan makroekonomi.

Likuiditas PI yang rendah, tercermin dari rasio perputaran (turnover ratio) hanya 0,0118, memperparah tekanan jual karena order jual relatif mudah menekan harga.

Masalah Internal Proyek Picu Penurunan Kepercayaan

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 21 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 21 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap

Selain faktor eksternal, tekanan terbesar PI datang dari masalah internal proyek. Hingga saat ini, Pi Network masih belum meluncurkan open mainnet, meskipun telah dijanjikan sejak 2021.

Berbagai kendala seperti antrean KYC yang tak kunjung selesai, saldo terkunci, dan minimnya listing di bursa besar terus memicu frustrasi komunitas.

Sentimen di media sosial pun bergeser ke arah negatif. Banyak pengguna menyebut Pi Network sebagai proyek dengan janji yang terlalu lama direalisasikan.

Kondisi ini diperburuk oleh rencana pembukaan (unlock) sekitar 55,8 juta token PI hingga akhir bulan, yang berpotensi menambah tekanan suplai tanpa adanya katalis permintaan yang jelas.

Data juga menunjukkan penurunan minat dari investor besar, dengan jumlah whale PI turun 35% sejak Januari, menjadi sinyal berkurangnya kepercayaan dari pemodal bermodal besar.

Support Kritis Jebol, Risiko Lanjutan Mengintai

Dari sisi teknikal, PI telah menembus level support penting di $0,192, mengonfirmasi struktur pasar yang bearish.

Indikator RSI (7) berada di level 8,66, menandakan kondisi sangat oversold. Meski kondisi ini berpotensi memicu pantulan jangka pendek (dead cat bounce), indikator MACD masih berada di area negatif, sehingga tren utama masih cenderung turun.

Jika tekanan jual berlanjut, harga PI berpotensi menguji area $0,173, yang merupakan level Fibonacci retracement 78,6%.

Untuk membalikkan arah tren, volume perdagangan harian perlu meningkat signifikan, setidaknya menembus $26 juta per hari sebagai konfirmasi minat beli yang nyata.

Prospek PI: Menunggu Katalis Nyata

Dengan Fear & Greed Index berada di level 32 (fear) dan belum adanya tanda-tanda altcoin season, prospek pemulihan PI masih sangat bergantung pada perkembangan fundamental.

Peluncuran open mainnet atau listing di bursa kripto besar menjadi katalis krusial yang dinantikan pasar.

Tanpa realisasi tersebut, PI berisiko terus bergerak dalam tren lemah, terlebih di tengah tekanan suplai harian dari token unlock.

Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok 7,5%, 3 Faktor Ini Jadi Penyebab Utama

Penurunan harga Pi Network (PI) saat ini merupakan kombinasi dari tekanan makro global, krisis kepercayaan terhadap proyek, dan kerusakan struktur teknikal.

Level $0,183 menjadi area krusial yang perlu dipertahankan dalam waktu dekat.

Investor dan trader disarankan untuk mencermati perkembangan fundamental Pi Network serta pergerakan volume sebelum mengambil keputusan, mengingat volatilitas dan risiko yang masih tinggi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga SSV Token Melonjak 18%, Minat Pasar Meningkat Tajam

Pasar kripto kembali diramaikan oleh pergerakan signifikan dari SSV Token (SSV).

Berdasarkan data terbaru di Tokocrypto pada Rabu (21/1), harga SSV Token hari ini tercatat di kisaran $4,49 per SSV/USD, mengalami lonjakan tajam sekitar +18,10% dalam 24 jam terakhir.

Kenaikan ini menjadikan SSV sebagai salah satu aset kripto dengan performa harian paling menonjol.

Seiring lonjakan harga tersebut, kapitalisasi pasar SSV kini berada di level $72,67 juta USD, menempatkannya di peringkat ke-326 aset kripto terpopuler berdasarkan market cap.

Aktivitas pasar juga meningkat signifikan, tercermin dari volume perdagangan 24 jam yang mencapai $39,24 juta USD, hampir menyamai lebih dari setengah kapitalisasi pasarnya, sebuah indikasi kuat meningkatnya minat trader.

Performa Harga SSV: Momentum Positif Jangka Pendek

Kenaikan harga SSV tidak hanya terjadi secara harian. Dalam beberapa kerangka waktu, performa token ini menunjukkan momentum yang cukup solid:

  • 24 jam terakhir: +18,10%
  • 7 hari terakhir: +6,85%
  • 30 hari terakhir: +18,09%
  • 60 hari terakhir: +20,26%
  • 90 hari terakhir: -17,68%

Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun SSV sempat mengalami koreksi dalam jangka menengah (90 hari), tren jangka pendek hingga menengah mulai kembali menguat.

Kenaikan konsisten dalam 30 hingga 60 hari terakhir mengindikasikan adanya fase pemulihan harga yang sedang berlangsung.

Likuiditas dan Aktivitas Pasar Menguat

Pergerakan harga SSV Token (SSV/USDT) pada Rabu, 21 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga SSV Token (SSV/USDT) pada Rabu, 21 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Salah satu sorotan utama dari reli harga SSV adalah lonjakan volume perdagangan.

Dengan volume harian di atas $39 juta USD dan pasokan beredar sebesar 16,12 juta SSV, perputaran token di pasar tergolong aktif.

Hal ini mencerminkan meningkatnya partisipasi pelaku pasar, baik dari sisi spekulan jangka pendek maupun investor yang mulai mengoleksi token ini.

Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya (Fully Diluted Market Cap) tercatat sebesar $73,57 juta USD, menunjukkan bahwa tekanan dari suplai tambahan relatif terbatas, mengingat belum adanya data pasokan maksimum yang ditetapkan secara resmi.

Pergerakan Intraday dan Volatilitas

Secara intraday, harga SSV masih menunjukkan volatilitas yang wajar.

Dalam 1 jam terakhir, harga sempat terkoreksi tipis -0,69%, namun koreksi kecil ini dinilai sehat setelah lonjakan tajam dalam 24 jam.

Volatilitas seperti ini umum terjadi pada aset kripto yang sedang mengalami peningkatan minat pasar secara cepat.

Data harga terendah dan tertinggi harian serta rekor tertinggi (ATH) belum tercatat secara rinci, namun pergerakan harga saat ini menegaskan bahwa SSV sedang berada dalam fase eksplorasi harga yang aktif.

Apa yang Mendorong Kenaikan SSV Token?

Meskipun data ini belum merinci katalis fundamental spesifik, lonjakan harga dan volume biasanya dipicu oleh kombinasi beberapa faktor, seperti:

  • Peningkatan eksposur pasar atau sentimen positif komunitas
  • Aktivitas spekulatif akibat breakout harga
  • Rotasi modal ke altcoin berkapitalisasi menengah
  • Ekspektasi terhadap pengembangan ekosistem atau use case SSV

Dalam kondisi pasar kripto yang fluktuatif, token dengan kapitalisasi menengah seperti SSV kerap menjadi sasaran pergerakan cepat ketika minat risiko investor meningkat.

Prospek dan Risiko yang Perlu Diperhatikan

Dengan performa positif dalam jangka pendek, SSV Token berpotensi melanjutkan penguatan jika volume perdagangan tetap tinggi dan sentimen pasar mendukung.

Namun, investor tetap perlu mewaspadai potensi aksi ambil untung (profit taking) setelah kenaikan tajam dalam waktu singkat.

Pergerakan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh konsistensi volume, stabilitas harga di atas level psikologis $4, serta kondisi pasar kripto secara keseluruhan.

Baca Juga: Peter Brandt Prediksi Harga XRP Bakal Turun Dalam ke Level Ini

Secara keseluruhan, kenaikan harga SSV Token sebesar 18% dalam 24 jam menandai meningkatnya minat pasar terhadap aset ini.

Dengan volume perdagangan yang kuat dan tren jangka pendek yang positif, SSV menjadi salah satu altcoin yang patut diperhatikan saat ini.

Meski demikian, volatilitas tetap tinggi, sehingga pelaku pasar disarankan untuk menerapkan manajemen risiko yang disiplin dan terus memantau perkembangan pasar sebelum mengambil keputusan investasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga SXT Melonjak 33%, Space and Time Altcoin Paling Cuan Hari Ini

Pasar kripto kembali diramaikan oleh lonjakan harga signifikan dari Space and Time (SXT).

Berdasarkan data terbaru via Tokocrypto pada Rabu (21/, harga SXT hari ini tercatat di level $0,035373 per SXT/USD, mencatatkan kenaikan tajam sebesar +33,16% dalam 24 jam terakhir.

Kinerja impresif ini langsung mengangkat SXT ke dalam daftar altcoin dengan performa harian terbaik.

Seiring kenaikan harga, kapitalisasi pasar Space and Time kini berada di kisaran $49,52 juta USD, menempatkan token ini di peringkat ke-433 berdasarkan market cap.

Yang tak kalah menarik, volume perdagangan 24 jam mencapai $52,44 juta USD, bahkan melampaui kapitalisasi pasarnya, sebuah sinyal kuat meningkatnya aktivitas dan minat spekulatif pasar.

Baca Juga: Big Time, Game Web3 Hadirkan Token BIGTIME Listing di Tokocrypto

Performa Harga SXT: Momentum Jangka Pendek Menguat

Lonjakan harga SXT tidak hanya terlihat dalam kerangka waktu harian.

Secara keseluruhan, performa token ini menunjukkan pemulihan kuat dalam jangka pendek hingga menengah:

  • 24 jam terakhir: +32,12%
  • 7 hari terakhir: +25,73%
  • 30 hari terakhir: +40,39%
  • 60 hari terakhir: +2,09%
  • 90 hari terakhir: -37,19%

Data tersebut menunjukkan bahwa SXT sebelumnya mengalami tekanan signifikan dalam jangka menengah, namun kini mulai membangun momentum pemulihan.

Kenaikan agresif dalam 7 hingga 30 hari terakhir mengindikasikan adanya perubahan sentimen pasar terhadap token ini.

Aktivitas Pasar dan Likuiditas Tinggi

Pergerakan harga Space and Time (SXT/USDT) pada Rabu, 21 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Space and Time (SXT/USDT) pada Rabu, 21 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Salah satu faktor utama yang mendukung reli harga SXT adalah lonjakan volume perdagangan. Dengan volume harian mencapai $52,86 juta USD dan pasokan beredar sebesar 1,40 miliar SXT, likuiditas pasar terbilang sangat aktif.

Saat ini, jumlah pasokan yang beredar baru sekitar 28% dari total pasokan maksimum 5 miliar SXT.

Hal ini membuat kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya (Fully Diluted Market Cap) berada di angka $175,49 juta USD.

Investor umumnya mencermati rasio ini untuk mengukur potensi tekanan suplai di masa depan, terutama jika terjadi pembukaan token tambahan.

Volatilitas Intraday Masih Tinggi

Dalam jangka waktu pendek, volatilitas SXT masih tergolong tinggi.

Dalam 1 jam terakhir, harga SXT naik sekitar +5,22%, mencerminkan dorongan beli yang masih kuat.

Namun, volatilitas tinggi juga berarti risiko koreksi jangrka pendek tetap terbuka, terutama jika terjadi aksi ambil untung setelah reli cepat.

Data harga terendah dan tertinggi harian serta rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) belum tercatat secara rinci, namun pergerakan harga saat ini menunjukkan fase eksplorasi harga yang agresif.

Apa yang Mendorong Lonjakan Harga SXT?

Meski data ini tidak merinci katalis fundamental secara spesifik, lonjakan harga dan volume seperti ini biasanya dipicu oleh kombinasi faktor berikut:

  • Rotasi modal ke altcoin berkapitalisasi kecil hingga menengah
  • Peningkatan eksposur komunitas dan minat spekulatif
  • Ekspektasi terhadap pengembangan teknologi Space and Time
  • Breakout teknikal setelah fase konsolidasi panjang

Dalam kondisi pasar kripto yang mulai pulih, token dengan kapitalisasi menengah seperti SXT sering menjadi target pergerakan cepat oleh trader.

Prospek dan Risiko yang Perlu Diperhatikan

Dengan tren jangka pendek yang sangat bullish, Space and Time (SXT) berpotensi melanjutkan penguatan jika volume perdagangan tetap stabil dan sentimen pasar mendukung.

Namun, investor perlu mencermati risiko profit taking serta potensi tekanan suplai mengingat masih ada porsi besar token yang belum beredar.

Pergerakan harga selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh keberlanjutan minat pasar dan perkembangan fundamental proyek Space and Time itu sendiri.

Baca Juga: Republic Luncurkan Mirror Token rSpaceX, Janjikan Performa SpaceX

Lonjakan harga SXT lebih dari 33% dalam 24 jam menandai kembalinya minat pasar terhadap Space and Time.

Dengan volume perdagangan tinggi, momentum jangka pendek yang kuat, serta likuiditas yang meningkat, SXT menjadi salah satu altcoin yang patut diperhatikan saat ini.

Meski demikian, volatilitas tetap tinggi. Pelaku pasar disarankan untuk tetap disiplin dalam manajemen risiko dan memantau dinamika pasar secara berkala sebelum mengambil keputusan investasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum (ETH) Terkoreksi 4,6%, Masih Dihantui Tekanan Jual

Harga Ethereum (ETH) hari ini kembali mengalami koreksi signifikan.

Berdasarkan catatan Tokocrypto pada Rabu (21/1), ETH diperdagangkan di level $2,972.36 per ETH/USD, turun sekitar 4,65% dalam 24 jam terakhir.

Penurunan ini memperpanjang tren pelemahan jangka pendek Ethereum, yang kini tercatat melemah 10,71% dalam tujuh hari terakhir.

Meski terkoreksi, Ethereum masih mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar kedua dengan kapitalisasi pasar mencapai $358,75 miliar USD.

Aktivitas pasar tetap tinggi, terlihat dari volume perdagangan 24 jam sebesar $30,88 miliar USD, menandakan minat dan likuiditas terhadap ETH masih kuat di tengah tekanan harga.

Baca Juga: Harga Ethereum (ETH) Turun ke $3.185, Terseret Arus Konsolidasi Pasar

Pergerakan Harga Ethereum dalam 24 Jam Terakhir

Dalam rentang waktu 24 jam, harga ETH bergerak cukup volatil dengan harga terendah di $2,921.12 dan harga tertinggi di $3,127.06.

Area $3.100 sempat diuji, namun tekanan jual yang kuat membuat Ethereum gagal mempertahankan momentum bullish.

Secara intraday, ETH masih menunjukkan pelemahan ringan dengan penurunan 0,52% dalam satu jam terakhir, mengindikasikan bahwa sentimen jangka sangat pendek masih cenderung negatif.

Kinerja Historis ETH: Tekanan Jangka Pendek vs Tren Menengah

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 21 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 21 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat performa historis Ethereum, pergerakan harga menunjukkan dinamika yang cukup kontras:

  • 24 jam terakhir: -4,65%
  • 7 hari terakhir: -10,71%
  • 30 hari terakhir: -1,85%
  • 60 hari terakhir: +7,9%
  • 90 hari terakhir: -23,24%

Data ini menunjukkan bahwa Ethereum sempat mengalami pemulihan dalam dua bulan terakhir, namun tekanan besar dalam 90 hari terakhir masih membayangi.

Koreksi sebesar $900 dalam 3 bulan menjadi sinyal bahwa ETH masih berada dalam fase konsolidasi besar setelah reli sebelumnya.

Fundamental Ethereum Masih Solid

Dari sisi fundamental, Ethereum tetap menunjukkan kekuatan struktural.

Pasokan beredar saat ini berada di angka 120,69 juta ETH, dengan kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya (FDV) setara dengan market cap, yakni sekitar $359,02 miliar USD.

Hal ini mencerminkan tidak adanya batas maksimum suplai yang kaku, namun mekanisme pembakaran (burn) ETH tetap menjadi faktor penyeimbang inflasi jaringan.

Sebagai tulang punggung ekosistem DeFi, NFT, dan smart contract, Ethereum masih menjadi jaringan blockchain paling aktif secara global.

Namun, dalam jangka pendek, harga ETH tetap sangat sensitif terhadap sentimen makro, pergerakan Bitcoin, serta arus dana institusional.

Analisa Sentimen dan Tekanan Pasar

Pelemahan harga ETH hari ini tidak terjadi secara terisolasi.

Pasar kripto secara umum tengah berada dalam fase risk-off, di mana investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

Kondisi ini membuat Ethereum, meskipun fundamentalnya kuat, tetap tidak luput dari aksi jual.

Dengan Ethereum masih berada cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $4,953.73, banyak pelaku pasar kini bersikap menunggu kejelasan arah tren sebelum kembali agresif masuk pasar.

Prospek Ethereum ke Depan

Ke depan, pergerakan harga ETH akan sangat ditentukan oleh kemampuannya bertahan di area psikologis $2.900–$3.000.

Jika area ini gagal dipertahankan, risiko koreksi lanjutan tetap terbuka. Sebaliknya, jika Ethereum mampu kembali menembus $3.100 dengan volume yang kuat, peluang rebound jangka pendek bisa terbuka.

Faktor eksternal seperti kebijakan moneter global, pergerakan Bitcoin, serta perkembangan ekosistem Ethereum akan menjadi katalis utama pergerakan harga selanjutnya.

Baca Juga: Harga Ethereum (ETH) Bertahan di Atas $3.300, Sinyal Kuat?

Harga Ethereum hari ini mencerminkan tekanan pasar yang masih kuat, dengan penurunan 4,65% dalam 24 jam dan pelemahan mingguan lebih dari 10%.

Meski demikian, Ethereum tetap memiliki fundamental yang solid dan likuiditas tinggi.

Bagi investor dan trader, fase ini menjadi momen penting untuk mencermati level teknikal kunci serta perkembangan pasar secara menyeluruh, sembari tetap menerapkan manajemen risiko yang disiplin.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dari Narasi Baru Web3 hingga Keruntuhan Akibat Algoritma

Artikel ini disusun oleh Tim Riset Tokocrypto sebagai bagian dari kajian mendalam terhadap tren baru di industri kripto dan Web3, khususnya fenomena Information Finance (InfoFi) yang sempat mengalami pertumbuhan eksplosif sebelum akhirnya runtuh akibat perubahan algoritma platform terpusat.

Awal Mula InfoFi: Ketika Informasi Menjadi Aset Finansial

InfoFi, sebuah konsep monetisasi informasi yang pertama kali diperkenalkan oleh Vitalik Buterin, muncul di tengah perubahan cara manusia memandang perhatian, pengetahuan, dan interaksi digital. Dalam InfoFi, informasi tidak lagi sekadar konsumsi pasif, melainkan diperlakukan sebagai aset finansial yang dapat menghasilkan nilai ekonomi melalui insentif kripto dan distribusi algoritmik, terutama di platform seperti X.

Namun, pertumbuhan pesat ini menyimpan kerentanan. Ketika algoritma berubah dan akses dibatasi, ekosistem InfoFi runtuh dalam waktu singkat. Kejadian ini membuka satu pertanyaan besar: sebenarnya apa itu InfoFi, dan sejauh mana model ini dapat bertahan?

Apa Itu InfoFi?

InfoFi atau Information Finance adalah konsep yang menggabungkan teknologi AI dan blockchain untuk mengubah informasi menjadi sumber pendapatan. Dalam praktiknya, InfoFi berdiri di atas tiga pilar utama:

  1. Info as a Service
    Data dan preferensi pengguna diolah menjadi informasi bernilai yang dapat diakses pihak lain, dengan imbalan langsung bagi pemilik data tersebut.
  2. Info as a Platform
    Informasi menjadi fondasi platform digital yang menghubungkan pengguna, kontributor, dan konsumen data dalam satu ekosistem insentif.
  3. Info as an Asset
    Informasi diperlakukan sebagai aset yang dapat diperdagangkan, dinilai, dan dispekulasikan layaknya instrumen finansial lainnya.

Dari kerangka ini, InfoFi kemudian berkembang ke berbagai sektor dengan karakteristik yang berbeda-beda.

Sektor-Sektor dalam Ekosistem InfoFi

Beberapa sektor utama yang membentuk ekosistem InfoFi antara lain:

  • Yap-to-Earn
    Model yang memberi insentif kepada pengguna untuk membuat dan membagikan konten berkualitas. Proyek populer di sektor ini meliputi Kaito, Galxe, dan Cookie3.
  • Prediction Market
    Platform yang memperdagangkan prediksi atas hasil peristiwa di masa depan, seperti Polymarket dan Kalshi.
  • Reputation Market
    Ekosistem yang mengubah reputasi dan kontribusi pengguna menjadi aset yang dapat dinilai dan diperdagangkan, contohnya GiveRep dan Ethos.
  • Data & Analytics
    Platform yang mengumpulkan serta menganalisis data on-chain dan off-chain untuk menghasilkan insight, seperti Dexu AI dan Elfa AI.
  • Attention Market
    Model yang menjadikan perhatian dan interaksi pengguna sebagai aset yang terukur dan dapat dimonetisasi, diwakili oleh Loudio dan Noise.

Euforia Monetisasi InfoFi

InfoFi mulai mendapat sorotan besar setelah Crypto Winter 2022, ketika pasar kripto kehilangan momentum dan membutuhkan narasi baru yang lebih berkelanjutan. Sejak 2023, meningkatnya kebutuhan akan model keterlibatan pengguna yang konsisten—serta pesatnya perkembangan AI—membuat InfoFi terasa relevan dan menjanjikan.

Media sosial seperti X pun berubah menjadi pusat riset informal. Postingan, diskusi, hingga insight individual dapat langsung dikonversi menjadi pendapatan. Bagi banyak pengguna, InfoFi menawarkan jalan pintas: berbagi informasi, lalu dibayar.

TL;DR 🕵️
InfoFi berkembang pesat sebagai cara baru memonetisasi informasi melalui insentif kripto.

Baca juga: Digital Assets Treasury: Paradigma Baru Cadangan Strategis Perusahaan

Proyek-Proyek InfoFi yang Mendominasi

Beberapa nama besar sempat mendominasi narasi InfoFi:

  • Kaito
    Mempopulerkan model Yap-to-Earn dan mencatat Total Value Distributed (TVD) lebih dari $116 juta, menjadikannya ekosistem terbesar di sektor ini.
  • Cookie DAO
    Berfokus pada infrastruktur data dan insentif partisipasi melalui sistem Snaps, meskipun pada akhirnya insentif langsung ke InfoFi dihentikan.
  • Galxe
    Berevolusi dari platform questing menjadi infrastruktur pertumbuhan Web3 melalui Starboard, dengan lebih dari 150 ribu posting dan 230 juta views.

Awal Mula Perubahan Algoritma

Ketergantungan InfoFi terhadap satu platform utama—X—menjadi titik lemah yang krusial. Distribusi konten, arus pengguna, hingga sistem insentif seluruhnya terpusat di satu ekosistem.

Ketika X mencabut akses API untuk aplikasi yang memberi imbalan atas posting, dengan alasan maraknya spam dan konten AI, fondasi InfoFi pun goyah. Model insentif yang dibangun di atas platform terpusat runtuh hampir seketika.

Keruntuhan InfoFi Pasca Perubahan Algoritma

Dampaknya terjadi dengan cepat dan masif. Harga token InfoFi seperti Cookie dan Kaito anjlok, nilai NFT terkait merosot, dan minat ritel menghilang dalam waktu singkat.

Peristiwa ini menegaskan bahwa InfoFi versi awal tidak memiliki keberlanjutan jangka panjang. Kejatuhan ini bukan sekadar koreksi pasar, melainkan penutupan satu siklus penuh dari sebuah eksperimen ekonomi digital.

Bagaimana Nasib InfoFi Selanjutnya?

Meski banyak token InfoFi mengalami penurunan signifikan dalam kurun satu tahun, hal ini tidak serta-merta menandakan kematian InfoFi. Justru, fase ini dapat menjadi titik refleksi.

Ke depan, InfoFi berpotensi berevolusi ke model yang lebih matang—dengan penekanan pada kualitas informasi, sistem reputasi pengguna, dan kontribusi bernilai jangka panjang. Kunci keberlanjutannya terletak pada satu hal penting: mengurangi ketergantungan pada platform terpusat seperti X.

Kesimpulan

InfoFi membuktikan bahwa monetisasi informasi dapat tumbuh sangat cepat melalui insentif kripto. Namun, tanpa desain ekonomi yang matang dan kemandirian dari platform terpusat, model tersebut rapuh dan mudah runtuh.

Bagi industri Web3, kisah InfoFi adalah pelajaran berharga: bukan hanya soal memberi insentif, tetapi membangun fondasi yang berkelanjutan.

Baca juga: Mengenal APRO: Penghubung Data Dunia Nyata ke Blockchain


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Koreksi di Bawah $90.000

Pasar kripto hari ini, Rabu (21/1) mengalami koreksi tajam dengan Bitcoin sempat turun di bawah $90.000, dipicu ketidakpastian global akibat penundaan putusan Mahkamah Agung AS terkait tarif Trump.

Meski tekanan pasar meningkat, sejumlah altcoin seperti AXS, D, dan TLM masih mencatatkan kenaikan, menunjukkan adanya selektivitas investor di tengah koreksi. Di sisi lain, Solana melemah ke bawah $130, namun data on-chain justru mengindikasikan sentimen bullish melalui akumulasi whale, penurunan pasokan di bursa, serta pulihnya aktivitas jaringan. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

1. Daftar Altcoin Potensial Saat Pasar Koreksi

  • AXSmelonjak 21% hari ini, capai level harga $2,11.
  • D catat kenaikan signifikan 14% sentuh $0,01412.
  • TLM tumbuh positif 9%, harga kini di level $0,002435.

Bitcoin Turun di Bawah $90.000, Penundaan Putusan Tarif Trump

  • Bitcoin jatuh ke bawah $90.000 untuk pertama kalinya tahun ini.
  • Koreksi dipicu penundaan putusan Mahkamah Agung soal tarif Trump.
  • BTC kehilangan mayoritas profitnya, kini naik sekitar 2% tahun ini.

Ikut Absen Aplikasi Tokocrypto Dapat Hadiah Total Rp25 Juta*

Solana di Bawah $130, namun Data Onchain Tetap Bullish

  • SOL turun ke $130, akumulasi whale tunjukkan kepercayaan investor.
  • Stok SOL di bursa terendah dalam dua tahun, tekanan jual berkurang.
  • Aktivitas jaringan yang pulih memicu lonjakan permintaan SOL.

Tarif Trump: AS Ancam Prancis 200% Terkait Sengketa Greenland

  • Trump ancam Tarif 200% pada anggur Prancis.
  • Konflik Greenland, Gaza, dan AS-UE picu ancaman Tarif.
  • Sentimen Tarif Trump tekan Bitcoin dari level tertinggi 2026.

Baca juga: Riset Kripto 12-16 Jan 2026: Bitcoin Bullish! Target Harga Berikutnya?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

NYSE Siap Tokenisasi Saham, Sinyal Bullish Besar untuk Kripto

Pendiri Binance Changpeng “CZ” Zhao menilai rencana New York Stock Exchange (NYSE) untuk meluncurkan platform sekuritas ter-tokenisasi sebagai kabar yang sangat bullish bagi industri kripto dan bursa aset digital. Pernyataan ini disampaikan menyusul pengumuman resmi NYSE terkait pengembangan platform perdagangan saham berbasis blockchain.

Dalam unggahan di platform X, CZ menyebut bahwa langkah NYSE tersebut akan membawa dampak positif bagi ekosistem kripto secara keseluruhan, termasuk bagi crypto exchange. NYSE sebelumnya mengumumkan tengah membangun platform untuk perdagangan dan penyelesaian (settlement) sekuritas yang ditokenisasi secara on-chain, dengan tetap menunggu persetujuan regulator.

Baca juga: Tak Main-main! Korea Selatan Siap Kuasai Pasar Tokenisasi Global

NYSE Tokenisasi Saham

Berdasarkan siaran pers NYSE, platform ini dirancang untuk memungkinkan perdagangan saham dan exchange-traded funds (ETF) selama 24 jam penuh, tujuh hari seminggu, dengan penyelesaian instan. Saham-saham terkait kripto, seperti Circle (CRCL), juga akan tersedia di platform tersebut. Selain itu, pendanaan berbasis stablecoin akan diintegrasikan sehingga investor dapat bertransaksi menggunakan stablecoin.

Dilaporkan Coingape, NYSE juga membuka peluang kolaborasi multi-chain. Sistem pasca-perdagangan berbasis blockchain yang dikembangkan diklaim akan mendukung berbagai jaringan blockchain untuk kebutuhan settlement dan kustodi. Pengumuman ini muncul beberapa bulan setelah terungkap bahwa Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mempertimbangkan untuk mengizinkan perdagangan saham on-chain berdampingan dengan aset kripto.

Sebelumnya, pada Desember lalu, SEC juga dikabarkan telah memajukan proses yang memungkinkan peluncuran perdagangan sekuritas ter-tokenisasi di Nasdaq. Langkah Nasdaq tersebut berpotensi menghadirkan perdagangan 24 jam untuk saham-saham kripto seperti Coinbase (COIN), Strategy (MSTR), dan Robinhood (HOOD).

Selain CZ, analis pasar Adam Livingston turut menyebut pengumuman NYSE ini sebagai sentimen bullish. Ia menyatakan bahwa pembelian Bitcoin berpotensi meningkat secara signifikan sebagai dampak dari adopsi tokenisasi sekuritas oleh bursa tradisional.

Langkah Positif Buat Pasar Kripto

Dari sisi industri, eksekutif Ripple Reece Merrick menyebut rencana tokenisasi NYSE sebagai langkah “besar”. Ia menyoroti kemampuan platform tersebut dalam menghadirkan perdagangan saham dan ETF 24/7, perdagangan saham fraksional, serta penyelesaian instan melalui modal yang ditokenisasi.

Pandangan serupa disampaikan Kepala Riset Galaxy Digital, Alex Thorn, yang menyebut langkah NYSE sebagai tahap penting bagi tokenisasi saham. Menurutnya, nilai utama tokenisasi terletak pada self-custody, penyelesaian berbasis blockchain, transfer peer-to-peer, serta akses langsung ke ekosistem decentralized finance (DeFi).

Thorn menambahkan bahwa keterlibatan lembaga kliring dan bursa dalam interaksi dengan saham ter-tokenisasi merupakan bentuk “penutupan siklus” yang krusial bagi industri keuangan digital. Sejumlah bursa kripto besar, termasuk Coinbase, juga diketahui tengah mengembangkan layanan sekuritas ter-tokenisasi.

Sementara itu, CEO Robinhood Vlad Tenev menyinggung bahwa token saham saat ini sudah tersedia bagi pengguna Robinhood di Uni Eropa, namun belum di Amerika Serikat. Ia pun menegaskan bahwa sudah saatnya AS memimpin dalam kebijakan kripto global.

Baca juga: Bhutan Resmi Tokenisasi Cadangan Emas Negara di Blockchain Solana


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

3 Altcoin CMC Labs Ini Mendadak Naik, Ada yang Tumbuh Hampir 31%

Pasar kripto kembali menunjukkan pergerakan menarik dari kategori CMC Labs Tokens. Sejumlah altcoin dalam ekosistem ini mencatatkan performa positif berdasarkan data kapitalisasi pasar dan pergerakan harga dalam 7 hari terakhir.

Berikut rangkuman 3 top altcoin CMC Labs Tokens yang saat ini menempati posisi teratas berdasarkan market capitalization dikutip CoinMarketCap.

1. THORWallet (TITN)

THORWallet (TITN) menjadi token CMC Labs dengan kapitalisasi pasar terbesar saat ini. Berdasarkan data terbaru, harga TITN berada di level $0.3387 dengan kapitalisasi pasar mencapai $14,398,771.

Dalam periode 7 hari, TITN mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 30.96%, menjadikannya salah satu token dengan performa terbaik di kategori ini. Volume perdagangan 24 jam tercatat sebesar $3,567,817, dengan suplai beredar sebanyak 10.53 juta TITN. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya minat pasar terhadap proyek THORWallet.

Baca juga: 3 Altcoin Perp DEX Ini Nomor 1 Naik 55% dalam 7 Hari

2. Sogni AI (SOGNI)

Di posisi kedua terdapat Sogni AI (SOGNI) dengan kapitalisasi pasar sebesar $3,863,333. Harga SOGNI saat ini berada di kisaran $0.003186.

Token ini mencatatkan pertumbuhan 1.25% dalam 7 hari terakhir, dengan volume perdagangan harian mencapai $425,207. Total suplai beredar SOGNI tercatat sebanyak 133.42 juta token. Stabilitas pergerakan harga SOGNI menunjukkan konsistensi minat investor meski tanpa lonjakan ekstrem.

3. Superp (SUP)

Posisi ketiga ditempati oleh Superp (SUP) dengan kapitalisasi pasar sebesar $3,429,941. Harga SUP tercatat di level $0.01673.

Dalam kurun 7 hari, SUP mengalami kenaikan harga sebesar 29.40%, mendekati performa mingguan TITN. Volume perdagangan 24 jam mencapai $1,157,022, dengan suplai beredar sebanyak 69.11 juta SUP. Kenaikan tajam ini menempatkan SUP sebagai salah satu token CMC Labs yang paling diperhatikan dalam sepekan terakhir.

Kesimpulan

Data terbaru menunjukkan bahwa sektor CMC Labs Tokens masih menyimpan potensi pergerakan harga yang menarik. THORWallet (TITN) memimpin dari sisi kapitalisasi pasar dan pertumbuhan mingguan, disusul Sogni AI (SOGNI) dan Superp (SUP) yang juga mencatatkan kinerja positif.

Pergerakan ini menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar untuk terus memantau perkembangan altcoin di kategori CMC Labs.

Baca juga: 3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dogecoin Terjebak di Level Kritis $0,13, Sinyal Bahaya atau Peluang?

Dogecoin (DOGE) masih berada dalam tekanan koreksi setelah kembali gagal mempertahankan momentum pemulihan. Pada 20 Januari, harga DOGE bergerak terbatas di kisaran $0,126–$0,129, menjaga posisinya dekat level terendah siklus terbaru. Kondisi pasar menunjukkan sikap defensif, dengan penjual tetap menguasai arah pergerakan harga.

Dilaporkan Trader Union, sejumlah upaya rebound yang terjadi dalam beberapa hari terakhir terus tertahan, mengindikasikan bahwa tekanan jual masih dominan sejak terjadinya breakdown tajam pekan lalu. Hingga kini, belum terlihat tanda kepanikan ekstrem, namun minat beli juga belum cukup kuat untuk mengubah arah tren.

Harga DOGE Masih di Bawah Tekanan Tren Turun

Pada grafik harian, Dogecoin tetap diperdagangkan di bawah seluruh Exponential Moving Average (EMA) utama, menegaskan struktur bearish yang masih utuh. EMA 20 hari di sekitar $0,136 dan EMA 50 hari di kisaran $0,141 terus menurun dan berfungsi sebagai area resistensi terdekat.

Setiap kenaikan harga yang mendekati zona tersebut langsung mendapat tekanan jual, memperlihatkan bahwa pelaku pasar masih memanfaatkan penguatan harga untuk melepas posisi. Sementara itu, EMA 100 hari di $0,156 dan EMA 200 hari di $0,176 menegaskan besarnya kerusakan teknikal sejak puncak harga pada Oktober lalu.

Indikator momentum juga belum memberi sinyal pemulihan. Relative Strength Index (RSI) harian bergerak di area 30 akhir hingga 40 awal, gagal menembus level netral 50. Hal ini mencerminkan tekanan turun yang masih berlangsung serta minimnya minat beli di area rendah.

Baca juga: Dogecoin Anjlok di Bawah US$0,13, Ancaman ke US$0,10 Makin Nyata

Tekanan Penjual Dominan di Timeframe Pendek

Dari sisi pergerakan intraday, struktur pasar belum menunjukkan perbaikan berarti. Pada grafik 30 menit, DOGE tetap berada di bawah indikator Supertrend dan Parabolic SAR, yang keduanya masih berpihak pada tren turun.

Harga kini bergerak dalam fase konsolidasi sempit, namun tanpa pembentukan higher high. Setiap kenaikan menuju area $0,13 kembali ditolak, memperlihatkan bahwa konsolidasi ini lebih mencerminkan proses penyerapan kerugian, bukan akumulasi.

Data Aliran Dana dan Derivatif Perkuat Sinyal Bearish

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Selasa, 20 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Selasa, 20 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Data aliran dana spot menunjukkan arus keluar bersih yang konsisten, menandakan distribusi masih berlangsung. Bahkan saat harga sempat menguat secara intraday, arus masuk tidak mengalami peningkatan signifikan.

Di pasar derivatif, open interest terus menurun seiring turunnya harga, mengindikasikan pelepasan posisi dan pengurangan risiko, bukan pembukaan posisi agresif baru. Likuidasi posisi long juga masih mendominasi, memperlihatkan bahwa setiap percobaan kenaikan harga masih berisiko ditekan kembali.

Level Penting yang Perlu Diperhatikan

Secara keseluruhan, Dogecoin masih berada dalam kondisi teknikal yang rapuh. Selama harga bertahan di bawah zona resistensi $0,136–$0,142, setiap kenaikan diperkirakan bersifat sementara. Penutupan harian yang solid di atas area tersebut baru dapat menjadi sinyal awal meredanya tekanan jual, dengan potensi menuju $0,155.

Di sisi bawah, $0,12 menjadi level support kunci. Jika level ini ditembus secara meyakinkan, DOGE berisiko melanjutkan penurunan ke area $0,11 rendah, yang menjadi zona permintaan berikutnya.

Sejalan dengan analisis sebelumnya, pergerakan harga terbaru menegaskan bahwa Dogecoin masih berada dalam fase konsolidasi pasca-penurunan, bukan pembalikan tren. Untuk saat ini, pasar DOGE lebih mencerminkan strategi sell on rally ketimbang buy on dip, hingga muncul konfirmasi teknikal yang lebih kuat.

Baca juga: Dogecoin Bangkit dari Tekanan? Harga DOGE Bertahan di US$0,15


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kolaborasi DRX dan Tokocrypto: Mengulik Adopsi Web3 di Yogyakarta

Perkembangan Web3 kini bergerak ke tahap yang lebih matang. Jika sebelumnya identik dengan aktivitas jual-beli aset kripto, kini Web3 mulai memperlihatkan peluang adopsi yang lebih nyata lewat ekosistem yang dekat dengan keseharian, termasuk sport-tech dan gaming.

Hal tersebut menjadi topik utama dalam diskusi panel offline bertajuk “Web3 Game On: Real Adoption Through Sport-Tech & Community Ecosystem” yang berlangsung di Baki Restaurant, Yogyakarta. Forum ini mempertemukan perspektif dari pelaku proyek Web3, komunitas, dan exchange untuk membahas peran masing-masing dalam mempercepat adopsi Web3 di Indonesia.

Diskusi dipandu oleh Cryptosiast dan menghadirkan tiga narasumber dari DRX Token, Tokocrypto, serta komunitas Cryptosiast. Para panelis menekankan bahwa adopsi Web3 seharusnya tidak berhenti pada spekulasi atau euforia pasar, melainkan hadir sebagai teknologi yang dipakai secara konsisten dalam aktivitas pengguna.

Para pembicara juga sepakat bahwa ukuran adopsi yang sesungguhnya bukan semata volume trading atau hype, tetapi relevansi penggunaan dan nilai nyata yang dirasakan pengguna secara berulang. Pengalaman yang berguna dan terus dipakai dinilai sebagai fondasi terpenting untuk pertumbuhan jangka panjang.

Web3 Marketing Manager DRX Token, Bariq Hasnan, menjelaskan bahwa DRX Token tidak menempatkan dirinya hanya sebagai token, melainkan sebagai bagian dari ekosistem sport-tech yang menghubungkan olahraga, mini game, dan komunitas dalam satu pengalaman yang saling terintegrasi. DRX menerapkan pendekatan community-driven dan gamification agar pengguna tetap terlibat, bahkan ketika kondisi pasar kripto sedang tidak bergairah.

Tokocrypto Dukung Edukasi Web3

Sementara itu, dari sisi exchange, Indriana selaku Business Development & Research Tokocrypto menyoroti tantangan besar untuk menggeser orientasi pengguna dari sekadar trading menuju pemahaman Web3 yang lebih luas. Hambatan utama masih datang dari kompleksitas teknis, mulai dari penggunaan wallet, pengelolaan private key, gas fee, hingga risiko salah jaringan, penipuan (scam), dan interaksi dengan smart contract berbahaya—yang sering kali menyulitkan pengguna baru.

Indriana menambahkan bahwa pola pikir sebagian pengguna masih bertumpu pada profit jangka pendek, padahal Web3 menekankan partisipasi aktif, pemanfaatan utility, serta konsep kepemilikan aset digital. Dalam konteks ini, peran exchange menjadi krusial sebagai pintu masuk yang lebih aman sekaligus penyedia edukasi dasar mengenai Web3 serta risiko-risikonya.

Sebagai pedagang aset kripto, Tokocrypto menjalankan fungsi penghubung pengguna dari fiat ke kripto, membantu proyek Web3 menjangkau audiens yang lebih luas, dan membangun kepercayaan melalui proses kurasi serta transparansi. Tokocrypto juga menyatakan terus mendorong literasi Web3 lewat kegiatan komunitas dan rangkaian event offline.

Perspektif Komunitas Web3

Dari perspektif komunitas, Fandi Achmad dari Cryptosiast Community menekankan bahwa keberlanjutan proyek Web3 sangat bergantung pada kualitas pengalaman pengguna dan keterlibatan komunitas. Ia menilai aktivitas seperti gaming, event, dan sport engagement lebih efektif membangun loyalitas dibanding sekadar mengandalkan insentif token.

Menutup diskusi, para panelis menyepakati bahwa agar Web3 gaming dan sport-tech benar-benar masuk arus utama, fokus utama harus berada pada pengalaman yang relevan dan mulus (seamless), tanpa membebani pengguna dengan kerumitan teknis Web3. Nilai utama tetap harus bertumpu pada gameplay, fan experience, dan manfaat yang dapat dirasakan langsung.

Dalam kesempatan yang sama, Tokocrypto kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi penggerak edukasi dan adopsi Web3 di Indonesia dengan menjunjung prinsip kehati-hatian dan transparansi, serta mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan riset mandiri (DYOR). Seluruh materi diskusi yang disampaikan dalam acara ini bukan merupakan saran investasi maupun rekomendasi finansial (NFA).

Baca juga: Auto Cuan! Harga DRX Token Meroket Hingga 148% Dalam Sehari


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com