Pasar kripto hari ini, Senin (19/1) mengawali pekan dengan koreksi di mana harga Bitcoin turun di bawah $95.000. Meski begitu sentimen positif terjadi di altcoin, ditandai lonjakan tajam sejumlah token seperti DUSK, VANRY, dan ME yang mencerminkan kembalinya minat risiko investor.
Di sisi Bitcoin, harga masih berkonsolidasi di bawah area resistensi kuat $95.000 yang sejalan dengan MA 100 hari, sehingga arah selanjutnya akan ditentukan oleh kemampuan BTC menembus level tersebut atau bertahan di support krusial $90.000. Lihat lebih lengkap di bawah ini:
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Pasar kripto hari ini, Kamis (15/1) kembali menguat setelah Bitcoin berhasil menembus level $96.000, didorong oleh sentimen positif dari regulasi AS yang kian jelas serta inflasi yang terus melandai.
Momentum ini mendorong altcoin seperti ICP, GUN, dan DRX mencatat kenaikan signifikan, seiring meningkatnya selera risiko investor. Secara teknikal, keberhasilan BTC bertahan di atas area $95.000 membuka peluang lanjutan reli altcoin dengan sejumlah aset menunjukkan pola breakout, meski risiko pembalikan tetap ada jika level support gagal dijaga. Lihat lebih lengkap di bawah ini:
Daftar Altcoin Potensial saat Bitcoin Tembus $96.000
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Jaringan restoran burger asal Amerika Serikat, Steak ’n Shake, kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan pembelian Bitcoin senilai 10 juta dolar AS atau sekitar Rp150 miliar. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengonversi arus kas harian restoran menjadi cadangan aset kripto perusahaan.
DIlaporkan BeInCrypto, pembelian tersebut menandai fase terbaru dari inisiatif “Bitcoin-to-Burger” yang diluncurkan pada Mei 2025. Melalui program ini, Steak ’n Shake secara langsung mengalihkan pendapatan operasionalnya ke dalam bentuk Bitcoin, sekaligus mengintegrasikan aset digital ke dalam aktivitas bisnis sehari-hari.
Bitcoin Dianggap Sistem Keuangan Berkelanjutan
Eight months ago today, Steak n Shake launched its burger-to-Bitcoin transformation when we started accepting bitcoin payments. Our same-store sales have risen dramatically ever since.
All Bitcoin sales go into our Strategic Bitcoin Reserve.
Manajemen perusahaan menyebut strategi ini sebagai sistem yang “berkelanjutan”, di mana peningkatan kualitas makanan mendorong kenaikan pendapatan, lalu keuntungan tersebut dialokasikan kembali ke cadangan Bitcoin perusahaan.
Berdasarkan data internal, pendekatan tersebut menunjukkan hasil signifikan. Sepanjang tahun lalu, Steak ’n Shake mencatat pertumbuhan penjualan same-store dua digit, yang diklaim sebagai yang terbaik di industri restoran cepat saji. Perusahaan menyebut adopsi Bitcoin sebagai faktor utama yang memungkinkan kinerja tersebut.
“In 2025, Steak ’n Shake achieved double-digit same-store sales growth, the best in the industry. Becoming a Bitcoin company gave our business a major boost,” ungkap manajemen perusahaan dalam pernyataan resminya.
Tak hanya itu, Steak ’n Shake juga menegaskan posisinya sebagai perusahaan berbasis Bitcoin sepenuhnya. Meski dalam jajak pendapat internal sebanyak 53 persen responden mendukung penambahan Ethereum (ETH) sebagai metode pembayaran, manajemen secara tegas menolak opsi tersebut dan tetap mempertahankan kebijakan Bitcoin-only.
Strategi ini dinilai sebagai upaya untuk membangun loyalitas dari komunitas kripto yang memiliki pandangan ideologis kuat terhadap Bitcoin.
Integrasi Bitcoin
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Integrasi Bitcoin juga merambah ke sistem ketenagakerjaan. Sejak Oktober lalu, perusahaan memperbarui sistem penggajian sehingga sekitar 10.000 karyawan dapat menerima sebagian gaji mereka dalam bentuk Bitcoin. Kebijakan ini mencerminkan pandangan perusahaan bahwa Bitcoin layak diperlakukan sebagai penyimpan nilai setara mata uang fiat.
Didirikan pada tahun 1934, Steak ’n Shake kini mengoperasikan ratusan gerai di Amerika Serikat dan berbagai negara lain. Investasi Bitcoin terbarunya menegaskan posisi perusahaan sebagai outlier di industri kuliner tradisional, sekaligus menunjukkan upaya serius dalam memodernisasi merek lama dengan mengaitkan masa depan finansialnya pada aset kripto terbesar di dunia.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar kripto sektor Metaverse Tokens kembali mencuri perhatian. Sejumlah altcoin di kategori ini mencatatkan lonjakan harga signifikan dalam 7 hari terakhir, didorong oleh meningkatnya minat investor terhadap proyek berbasis virtual world, gaming, dan Web3.
Berikut 3 top altcoin Metaverse berdasarkan kapitalisasi pasar dan performa terbaru dikutip CoinMarketCap.
1. Verasity (VRA)
Verasity menjadi altcoin Metaverse dengan kapitalisasi pasar terbesar dalam daftar ini. Saat ini, harga VRA berada di level $0.00008160.
Dalam 24 jam terakhir, VRA melonjak 63.18%, sementara dalam 7 hari mencatat kenaikan 23.62%. Kapitalisasi pasarnya mencapai $7,596,247, dengan volume perdagangan harian sebesar $17,047,502. Total suplai beredar VRA tercatat sebanyak 93.08B token.
Lonjakan volume yang tinggi menunjukkan adanya akumulasi kuat dari pelaku pasar, menjadikan VRA sebagai salah satu token Metaverse paling aktif saat ini.
2. inSure DeFi (SURE)
Di posisi berikutnya ada inSure DeFi (SURE) dengan harga $0.0003487. Token ini mengalami kenaikan 48.31% dalam 24 jam dan 46.55% dalam 7 hari.
Kapitalisasi pasar SURE tercatat sebesar $9,342,479, dengan suplai beredar mencapai 26.79B token. Meski data volume 24 jam tidak tersedia, pergerakan harga agresif menandakan minat spekulatif yang meningkat di sektor Metaverse dan DeFi.
3. RMRK (RMRK)
RMRK menjadi altcoin Metaverse dengan performa paling mencolok. Harga RMRK saat ini berada di level $0.08147.
Dalam 7 hari terakhir, RMRK meroket hingga 148.50%, sementara kenaikan 24 jam mencapai 16.77%. Kapitalisasi pasarnya memang relatif kecil, yakni $740,695, dengan volume harian sekitar $606 dan suplai beredar 9.09M token.
Kenaikan tajam ini membuat RMRK masuk radar trader sebagai altcoin Metaverse berisiko tinggi namun berpotensi tinggi.
Kesimpulan Pergerakan harga Verasity, inSure DeFi, dan RMRK menunjukkan bahwa sektor Metaverse masih menyimpan peluang besar di tengah volatilitas pasar kripto. Meski demikian, investor tetap disarankan untuk melakukan riset mendalam dan manajemen risiko sebelum mengambil keputusan, mengingat fluktuasi harga di sektor ini tergolong ekstrem.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Dogecoin (DOGE) kembali menjadi sorotan setelah indikator Relative Strength Index (RSI) tercatat masuk ke level oversold historis. Kondisi ini memunculkan spekulasi bahwa koin meme terbesar tersebut berpotensi mengulangi reli parabolik yang pernah terjadi pada siklus bullish tahun 2021.
Analis kripto Cryptollica mengungkapkan bahwa penurunan RSI Dogecoin ke level ini merupakan kejadian langka. Dalam unggahan di platform X, ia menyebutkan bahwa sepanjang 12 tahun sejarah Dogecoin, kondisi RSI yang sangat oversold ini baru terjadi empat kali. Menurutnya, setiap kejadian sebelumnya selalu diikuti pergerakan harga yang signifikan.
Peluang Beli Dogecoin?
Cryptollica menilai fase tersebut sebagai peluang beli yang “epik”. Ia menambahkan bahwa investor yang melakukan akumulasi pada momen serupa di masa lalu berhasil meraih keuntungan besar. Salah satu contoh terjadi pada dasar siklus sebelumnya, ketika harga Dogecoin sempat turun ke kisaran USD 0,05 sebelum melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di USD 0,74.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Menurut Cryptollica, pola tersebut kembali terbentuk saat ini. Ia menegaskan bahwa setup seperti ini tidak sering terjadi dan menyebut fase sekarang sebagai peluang besar lainnya. Berdasarkan grafik yang dibagikannya, Dogecoin berpotensi menembus level psikologis USD 1 dan mencetak ATH baru.
Selain itu, Cryptollica juga menyoroti kesamaan pola akumulasi DOGE terhadap Bitcoin (DOGE/BTC) antara periode 2014–2017 dan 2021–2026. Ia menyatakan bahwa struktur pergerakan harga terlihat identik dan menilai pelemahan Dogecoin terhadap Bitcoin bukan sebagai sinyal negatif, melainkan proses kompresi sebelum rotasi modal terjadi.
Analisa DOGE
Dilaporkan Trading View, ia menambahkan bahwa ketika garis resistensi utama berhasil ditembus, selera risiko pasar dapat berubah dengan cepat. Cryptollica menyebut Dogecoin berpotensi menjadi pusat pergerakan siklus altcoin berikutnya, seiring fase akhir kompresi multi-tahun terhadap Bitcoin yang secara historis memicu lonjakan volatilitas dan peralihan modal dari BTC ke altcoin.
Sementara itu, analis kripto lainnya, Bitcoinsensus, turut melihat peluang kenaikan harga Dogecoin dalam waktu dekat. Ia memperkirakan DOGE berpotensi naik hingga kisaran USD 0,70, seiring pola pergerakan mini-cycle yang dinilai konsisten sepanjang siklus bullish saat ini. Menurutnya, jika momentum kuat pasar kripto kembali, target tersebut bisa segera tercapai.
Berdasarkan data CoinMarketCap, pada saat penulisan artikel ini Dogecoin diperdagangkan di sekitar USD 0,137, melemah dalam 24 jam terakhir.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Pendiri Solana Labs, Anatoly Yakovenko, menegaskan bahwa masa depan sebuah blockchain bergantung pada kemampuannya untuk terus berevolusi. Dalam pernyataannya baru-baru ini, Yakovenko menyebut bahwa tanpa pembaruan berkelanjutan, sebuah jaringan blockchain berisiko kehilangan relevansi dan akhirnya “mati”.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pembeda tajam antara strategi jangka panjang Solana dan filosofi Ethereum. Yakovenko menanggapi pandangan pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, yang sebelumnya menyebut bahwa Ethereum idealnya mampu bertahan puluhan tahun dengan keterlibatan pengembang yang minimal.
Menurut Yakovenko, pendekatan tersebut justru berbahaya. Ia menilai blockchain yang berhenti beradaptasi akan menjadi usang. “Jaringan harus terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan pengembang dan pengguna. Jika tidak, relevansinya akan hilang,” tegasnya.
I actually think fairly differently on this. Solana needs to never stop iterating. It shouldn’t depend on any single group or individual to do so, but if it ever stops changing to fit the needs of its devs and users, it will die.
Yakovenko menekankan bahwa upgrade bukanlah pilihan tambahan, melainkan syarat bertahan hidup. Ia menyebut pembaruan protokol harus fokus menyelesaikan masalah nyata yang dihadapi pengembang dan pengguna. Namun demikian, ia juga menilai bahwa tidak semua permintaan fitur perlu dipenuhi. Solana, kata dia, harus tetap selektif dan berorientasi pada kegunaan, bukan popularitas.
AI dan Model Biaya Jadi Kunci Masa Depan Solana
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Lebih lanjut, Yakovenko melihat potensi besar pada aktivitas transaksi Solana yang mampu menciptakan nilai ekonomi untuk mendanai pengembangan berkelanjutan. Model biaya (fee model) Solana dinilai dapat membantu pengembang menopang proses upgrade dalam jangka panjang.
Ia juga menyoroti peran kecerdasan buatan (AI), khususnya AI-assisted coding, yang diyakini dapat mempercepat pengembangan dan peningkatan ekosistem Solana. Selain itu, Yakovenko menegaskan Solana tidak boleh bergantung pada satu tim saja. Seiring kematangan jaringan, ia berharap akan muncul kontributor baru yang membangun versi Solana berikutnya. Bahkan, mekanisme tata kelola (governance) disebut berpotensi mendanai kebutuhan komputasi untuk pengembangan di masa depan.
Harga SOL Melemah, Tapi Outlook Masih Positif
Di sisi pasar, harga Solana (SOL) tercatat melemah dalam 24 jam terakhir. SOL diperdagangkan di kisaran USD 142,27 atau turun 1,28% secara harian. Meski demikian, kinerja mingguan masih mencatatkan kenaikan 4,62%. Kapitalisasi pasar Solana berada di sekitar USD 80,4 miliar dengan suplai beredar sekitar 570 juta token.
Dilaporkan Coinpaper, analis dari INSIDER menilai struktur grafik SOL masih mendukung prospek bullish jangka pendek. Solana disebut berhasil menembus garis tren turun mingguan setelah aksi jual tajam. Area harga USD 160–170 kini menjadi zona perhatian berikutnya, meski berpotensi memicu aksi ambil untung karena tekanan suplai sebelumnya.
Analis Samakan Fase SOL dengan Ethereum di Masa Lalu
$SOL consolidating between $100-$300 for ~2 years now is giving me deja vu to $ETH consolidating between $100-$300 throughout 2019-2020.
I used that time then to accumulate as much ETH as possible.
I am doing the same thing with SOL today.$SOL to $1,000+ is inevitable.
Sementara itu, analis kripto curb.sol membandingkan fase konsolidasi panjang Solana dengan siklus Ethereum sebelum reli besar pada periode 2019–2020. Ia mencatat SOL telah bergerak dalam rentang USD 100–300 selama hampir dua tahun, pola yang menurutnya mirip dengan fase akumulasi ETH di masa lalu.
Curb.sol mengaku menggunakan fase tersebut untuk mengakumulasi Ethereum, dan kini menerapkan strategi serupa pada Solana. Ia bahkan menyampaikan pandangan jangka panjang bahwa harga SOL berpotensi menembus USD 1.000. Meski demikian, pelaku pasar tetap mewaspadai kemungkinan koreksi lebih dalam menuju area support di sekitar USD 100.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Harga XRP mengalami koreksi tajam meski sejumlah kabar positif datang dari Ripple Labs. Aset kripto ini turun lebih dari 15% dari level tertingginya tahun ini, namun data terbaru menunjukkan adanya sinyal teknikal dan fundamental yang berpotensi memicu pembalikan arah harga.
Pada perdagangan terbaru, XRP tercatat turun ke level $2,0520, jauh di bawah puncak year-to-date di $2,40. Koreksi ini membuat kapitalisasi pasar XRP menyusut menjadi sekitar $125 miliar.
Penurunan Harga XRP
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Menariknya, penurunan harga terjadi di tengah meningkatnya minat investor institusional. Dilaporkan Crypto.news, data menunjukkan bahwa ETF spot XRP mencatat arus masuk dana sebesar $56 juta dalam sepekan terakhir, melonjak 47% dibandingkan minggu sebelumnya yang sebesar $38 juta. Secara total, ETF XRP telah menambah $108 juta aset minggu ini, sehingga total aset kelolaan mencapai $1,52 miliar, atau sekitar 1,2% dari kapitalisasi pasar XRP.
Meski angka tersebut masih tertinggal jauh dibandingkan ETF Bitcoin dan Ethereum—yang masing-masing telah menguasai 6,5% dan 5,4% dari kapitalisasi pasar—kenaikan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap XRP.
Dari sisi fundamental, Ripple Labs terus mencatatkan kemajuan. Perusahaan ini baru saja memperoleh lisensi resmi di Inggris dan Luksemburg, yang membuka peluang kerja sama lebih luas dengan perusahaan-perusahaan di Eropa. Lisensi tersebut menyusul keberhasilan Ripple mendapatkan banking charter dari Office of the Comptroller of the Currency (OCC) di Amerika Serikat kurang dari sebulan sebelumnya.
Selain itu, permintaan terhadap XRP diperkirakan meningkat dalam beberapa pekan ke depan seiring rencana Evernorth untuk melantai di bursa melalui merger SPAC. Perusahaan tersebut dilaporkan telah mengakumulasi jutaan token XRP dan berencana memanfaatkan dana segar dari pasar publik untuk menambah kepemilikan, termasuk melalui strategi DeFi yang teregulasi dan partisipasi sebagai validator di jaringan XRP Ledger.
Di sisi lain, sebagian investor juga mulai memindahkan XRP mereka ke FXRP di jaringan Flare, yang kini telah mencatat Total Value Locked (TVL) DeFi lebih dari $150 juta.
Analisis Teknikal
Dari perspektif teknikal, grafik empat jam menunjukkan bahwa harga XRP telah turun dari $2,4165 pada 6 Januari ke sekitar $2,05. Harga kini berada di bawah level 50% Fibonacci Retracement, serta menembus EMA 50 dan 100 hari dan indikator Supertrend, yang mengonfirmasi tekanan bearish jangka pendek.
Namun demikian, terdapat sinyal positif yang patut diperhatikan. XRP membentuk pola double-bottom di area $2,04, dengan neckline di sekitar $2,188. Pola ini secara historis sering menjadi pertanda pembalikan arah ke atas.
Dengan demikian, prospek XRP dinilai masih bullish selama harga bertahan di atas level $2,03. Jika level ini jebol, tekanan jual berpotensi berlanjut hingga ke area $1,9127, yang merupakan level 78,6% Fibonacci Retracement.
Pasar kini menanti apakah lonjakan dana ETF dan sentimen positif dari ekspansi Ripple mampu mendorong XRP keluar dari fase koreksi.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Harga AXS hari ini mencuri perhatian pasar kripto setelah Axie Infinity (AXS) melonjak lebih dari 54% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di kisaran $2,09 per koin.
Dikutip dari Tokocrypto pada Minggu (18/1), lonjakan ini terjadi bersamaan dengan meledaknya volume perdagangan hingga $1,18 miliar, jauh melampaui kapitalisasi pasarnya yang berada di sekitar $352 juta.
Kondisi tersebut menandakan masuknya arus spekulasi besar dan meningkatnya minat trader terhadap token game berbasis blockchain ini.
Secara real-time, harga AXS ke USD menunjukkan performa impresif dengan kenaikan harian +54,49%, sementara dalam skala mingguan AXS bahkan telah mencatat lonjakan +124,54%.
Ini menjadikan AXS sebagai salah satu altcoin dengan performa terbaik dalam sepekan terakhir.
Reli AXS tidak berdiri sendiri. Pasar kripto dalam beberapa hari terakhir menunjukkan rotasi modal dari aset utama ke sektor altcoin, termasuk token gaming dan metaverse.
Axie Infinity, sebagai salah satu pionir play-to-earn, kembali dilirik setelah lama berada dalam fase konsolidasi panjang.
Dari sisi data, kapitalisasi pasar alias market cap AXS kini sekitar $352,91 juta, dengan pasokan beredar 168,24 juta AXS.
Volume perdagangan 24 jam yang mencapai $1,18 miliar berarti lebih dari tiga kali lipat market cap, sebuah sinyal klasik bahwa pasar sedang berada dalam fase volatilitas tinggi dan perburuan momentum.
Kondisi ini sering kali dikaitkan dengan kombinasi short covering, FOMO trader ritel, serta masuknya spekulan jangka pendek yang memburu aset berkapitalisasi menengah dengan potensi pergerakan cepat.
Kinerja Harga: Bulanan hingga 90 Hari
Pergerakan harga Axie Infinity (AXS/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Tak hanya menguat harian, performa AXS dalam jangka menengah juga terbilang ekstrem.
Dalam 30 hari terakhir, harga AXS telah naik +166,18%, menambah sekitar $1,33 per koin. Secara 60 hari, kenaikan tercatat +61,93%, dan dalam 90 hari terakhir, AXS masih menguat +35,44%.
Data ini menunjukkan bahwa reli AXS bukan sekadar pantulan sesaat, melainkan bagian dari tren pemulihan yang mulai terbentuk sejak beberapa minggu terakhir.
Namun, kecepatan kenaikan yang sangat curam dalam waktu singkat juga meningkatkan risiko koreksi tajam.
Sinyal Pasar: Volume Jumbo dan Minat Spekulatif
Salah satu aspek paling mencolok hari ini adalah rasio volume terhadap market cap yang sangat tinggi. Ini biasanya mencerminkan:
Aktivitas trading agresif (scalping dan short-term trading)
Potensi aksi short squeeze
Masuknya modal spekulatif skala besar
Dalam konteks teknikal, lonjakan harga yang disertai volume masif sering diartikan sebagai fase discovery price jangka pendek.
Namun, kondisi seperti ini juga rawan diikuti profit taking cepat, terutama dari trader yang masuk di fase awal reli.
Posisi AXS di Pasar Kripto
Saat ini, Axie Infinity menempati peringkat sekitar ke-123 aset kripto terbesar, menjadikannya altcoin menengah yang sangat sensitif terhadap arus modal.
Dengan Fully Diluted Valuation (FDV) di kisaran $578 juta, pasar masih memperhitungkan potensi pelepasan suplai di masa depan sebagai faktor risiko.
Meski demikian, lonjakan tajam hari ini menunjukkan bahwa narasi gaming dan Web3 kembali mendapat panggung, setidaknya dalam jangka pendek.
AXS kembali menjadi radar trader yang memburu volatilitas dan potensi kelanjutan tren.
Harga AXS hari ini menegaskan bahwa Axie Infinity kembali memasuki fase volatilitas tinggi.
Kenaikan 54% dalam sehari, reli mingguan di atas 120%, serta volume $1,18 miliar merupakan kombinasi kuat yang jarang muncul tanpa alasan spekulatif besar di baliknya.
Bagi trader, area saat ini menjadi zona krusial antara kelanjutan reli atau awal konsolidasi tajam.
Sementara bagi investor, lonjakan ini menjadi pengingat bahwa AXS tetap termasuk aset berisiko tinggi yang sangat dipengaruhi sentimen pasar.
Fokus utama ke depan: apakah volume tinggi ini mampu bertahan dan membentuk struktur harga baru, atau justru menjadi puncak sementara sebelum koreksi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Harga STO hari ini menjadi perbincangan hangat di pasar kripto setelah StakeStone (STO) mencatat lonjakan tajam lebih dari 54% dalam 24 jam terakhir.
Berdasarkan data perdagangan terbaru di Tokocrypto pada Minggu (18/1), STO diperdagangkan di kisaran $0,118638 per token, dengan kapitalisasi pasar sekitar $26,7 juta.
Yang paling mencolok, volume transaksi harian menembus $119 juta, jauh melampaui market cap: sebuah indikasi kuat terjadinya lonjakan aktivitas spekulatif dan perputaran token yang sangat agresif.
Kondisi ini mendorong StakeStone masuk radar trader sebagai salah satu altcoin berkapitalisasi kecil dengan volatilitas tertinggi hari ini.
Dalam 24 jam terakhir, STO bergerak dari area rendah $0,076 hingga sempat menyentuh puncak harian di $0,155, sebelum terkoreksi dan stabil di sekitar $0,11.
Rentang pergerakan yang lebar ini menandakan pertarungan kuat antara buyer dan seller, tipikal fase awal reli spekulatif.
Volume perdagangan yang mencapai $119–120 juta mencerminkan rasio volume/market cap lebih dari 4 kali lipat.
Dalam analisa pasar kripto, kondisi ini sering dikaitkan dengan masuknya modal jangka pendek, aktivitas bot dan trader momentum, hingga potensi short squeeze atau akumulasi cepat.
Tak hanya harian, dalam 7 hari terakhir STO telah naik +50,33%, memperkuat narasi bahwa reli ini bukan sekadar pantulan sesaat, melainkan kelanjutan tren jangka pendek yang sedang terbentuk.
Kinerja Historis: Rebound Setelah Fase Lemah
Pergerakan harga StakeStones (STO/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Meski reli hari ini impresif, data historis menunjukkan StakeStone baru saja keluar dari periode tekanan. Dalam 60 hari terakhir, STO masih tercatat turun -26,83%, dan secara 90 hari masih -32,69%.
Ini berarti lonjakan 55% hari ini berfungsi sebagai rebound agresif dari zona undervalued, bukan kelanjutan tren naik jangka panjang yang mapan.
Sementara itu, dalam 30 hari, harga STO relatif datar (+3,42%). Artinya, reli besar baru benar-benar terjadi dalam beberapa hari terakhir, ketika sentimen spekulatif mulai masuk dan likuiditas melonjak.
Struktur Pasokan dan Implikasi ke Harga
Saat ini, pasokan beredar StakeStone tercatat 225,33 juta STO, atau sekitar 22,53% dari total maksimum 1 miliar token.
Dengan kapitalisasi pasar $26,9 juta dan Fully Diluted Valuation (FDV) sekitar $119,6 juta, pasar masih memperhitungkan potensi dilusi suplai di masa depan.
Bagi investor, struktur ini penting karena reli cepat sering menarik minat jangka pendek. Namun, suplai maksimum yang besar berpotensi menjadi tekanan harga di fase distribusi
Lonjakan volume bisa menjadi fase akumulasi atau justru distribusi awal. Dengan kata lain, volatilitas STO berpotensi tetap tinggi dalam waktu dekat.
Posisi StakeStone di Pasar Kripto
Saat ini, StakeStone berada di sekitar peringkat ke-648 aset kripto global.
Ini menempatkan STO dalam kategori micro–small cap, di mana perubahan sentimen kecil saja bisa menghasilkan pergerakan harga puluhan persen.
Kombinasi market cap kecil dan volume jumbo menjadikan STO menarik bagi trader agresif, tetapi juga membawa risiko slippage, fake breakout, dan koreksi tajam bila momentum mulai melemah.
Harga STO hari ini menegaskan bahwa StakeStone sedang berada dalam fase hype dan rotasi modal spekulatif.
Kenaikan +55% dalam sehari, disertai volume lebih dari $119 juta, menunjukkan minat pasar yang sangat tinggi terhadap token ini.
Namun, latar belakang penurunan 60–90 hari mengingatkan bahwa reli ini lebih tepat dibaca sebagai rebound berisiko tinggi, bukan konfirmasi tren bullish jangka panjang.
Fokus utama ke depan, apakah STO mampu bertahan di atas zona $0,11–$0,12 dengan volume stabil, atau justru mengalami profit taking tajam setelah reli ekstrem?
Bagi pelaku pasar, StakeStone saat ini adalah aset berpotensi tinggi sekaligus berisiko tinggi—cocok untuk strategi terukur, bukan keputusan emosional.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Harga Ethereum (ETH) hari ini tercatat di level $3.314,32 per ETH, mencatatkan kenaikan 0,83% dalam 24 jam terakhir.
Menurut laporan Tokocrypto pada Minggu (18/1), penguatan ini menempatkan Ethereum tetap kokoh di atas area psikologis $3.300, sekaligus menjaga kapitalisasi pasarnya di sekitar $400,02 miliar, menjadikannya aset kripto terbesar kedua di dunia setelah Bitcoin.
Meskipun reli hariannya tergolong moderat, pergerakan ETH menunjukkan struktur tren yang masih positif, terutama jika melihat kinerja jangka menengah.
Dalam 30 hari terakhir, harga Ethereum telah naik 13,98%, sementara dalam 60 hari menguat 7,44%.
Namun, secara 90 hari, ETH masih berada di zona koreksi dengan penurunan sekitar 16,72%, menandakan pasar masih berada dalam fase pemulihan dari tekanan sebelumnya.
Ethereum Bertahan Stabil di Tengah Volume yang Lebih Rendah
Volume perdagangan Ethereum selama 24 jam terakhir tercatat sekitar $11,08 miliar, relatif lebih rendah dibandingkan periode volatil sebelumnya.
Kondisi ini mencerminkan pasar yang cenderung lebih tenang, dengan pergerakan harga didominasi oleh konsolidasi dan akumulasi bertahap.
Dalam 24 jam terakhir, ETH bergerak di rentang $3.284,88 (terendah) hingga $3.328,28 (tertinggi).
Rentang yang relatif sempit ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih menunggu katalis yang lebih kuat untuk menentukan arah berikutnya.
Secara teknikal, bertahannya harga di atas area $3.300 menjadi sinyal penting.
Level ini kini berfungsi sebagai zona keseimbangan jangka pendek, di mana tekanan beli dan jual terlihat relatif seimbang.
Gambaran Tren: Kenaikan Mingguan Masih Terjaga
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Dari perspektif mingguan, Ethereum mencatatkan kenaikan 7,17% dalam tujuh hari terakhir.
Ini mengindikasikan bahwa struktur tren jangka pendek masih condong ke arah bullish, meskipun belum cukup kuat untuk mendorong breakout signifikan.
Kenaikan ini juga menunjukkan bahwa minat terhadap ETH tetap terjaga, terutama di tengah meningkatnya perhatian terhadap sektor DeFi, NFT, dan ekosistem layer-2 Ethereum yang terus berkembang.
Secara fundamental, Ethereum masih menjadi tulang punggung sebagian besar aplikasi terdesentralisasi, yang memberikan dukungan jangka panjang terhadap valuasinya.
Namun, volume yang relatif menurun mengisyaratkan bahwa pasar saat ini lebih banyak diisi oleh trader jangka pendek dan holder, bukan oleh gelombang spekulasi besar-besaran.
Jarak Panjang Menuju Rekor Tertinggi
Ethereum masih berada cukup jauh dari rekor tertingginya di $4.953,73. Dengan harga saat ini, ETH masih terkoreksi lebih dari 30% dari puncaknya.
Fakta ini membuat banyak analis melihat fase sekarang sebagai periode “penentuan arah”: apakah Ethereum akan membangun fondasi untuk reli lanjutan, atau justru kembali memasuki fase konsolidasi panjang.
Kenaikan 13,98% dalam 30 hari terakhir memberi sinyal bahwa tekanan jual mulai melemah.
Namun, untuk membalikkan tren besar secara penuh, ETH perlu menembus dan bertahan di atas beberapa area resistensi penting di atas $3.300.
Sentimen Pasar dan Prospek Ethereum
Dengan kapitalisasi pasar sekitar $400 miliar dan suplai beredar 120,69 juta ETH, Ethereum tetap menjadi aset inti dalam portofolio banyak investor kripto.
Stabilitas relatif ETH dibandingkan altcoin lain juga menjadikannya barometer penting bagi kesehatan pasar kripto secara keseluruhan.
Ke depan, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada dua hal utama: apakah Ethereum mampu mempertahankan tren kenaikan mingguan, dan apakah volume akan kembali meningkat sebagai konfirmasi kekuatan tren.
Jika minat beli meningkat dan ETH mampu mencetak higher high baru, peluang menuju pengujian level resistensi berikutnya akan terbuka.
Sebaliknya, jika tekanan jual kembali mendominasi dan harga turun di bawah area konsolidasi saat ini, ETH berpotensi kembali bergerak sideways lebih lama sebelum menentukan arah yang lebih jelas.
Harga ETH hari ini yang berada di $3.314 dengan kenaikan harian 0,83% menunjukkan bahwa Ethereum masih berada dalam fase pemulihan yang stabil.
Tren mingguan yang positif, dikombinasikan dengan kapitalisasi pasar yang tetap kuat di sekitar $400 miliar, menegaskan posisi Ethereum sebagai salah satu aset kripto paling solid di pasar.
Meski demikian, rendahnya volume menandakan bahwa pasar masih berhati-hati. Dalam jangka pendek, Ethereum berada di fase konsolidasi sehat.
Bagi pelaku pasar, pergerakan di sekitar level $3.300 akan menjadi kunci untuk membaca apakah ETH siap melanjutkan reli atau justru kembali memasuki fase koreksi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.