Tag Archives: kripto

Pi Network Bertahan di Support $0,199, Harga PI Naik Tipis

Harga Pi Network (PI) hari ini mencatatkan penguatan moderat sebesar 1,48% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di level $0,205.

Kenaikan ini cukup menarik perhatian pelaku pasar karena terjadi di tengah tren penurunan yang masih mendominasi dalam jangka menengah, dengan performa -11,19% dalam 30 hari dan -24,73% dalam 90 hari terakhir.

Pergerakan positif ini menandakan adanya upaya rebound teknikal, meskipun tekanan fundamental dan likuiditas rendah masih menjadi tantangan utama bagi aset kripto berbasis ekosistem tertutup tersebut.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,202, Tekanan Likuiditas Rendah Sorotan

Support Teknis Bertahan, Picu Minat Beli Jangka Pendek

Dari sisi teknikal, PI berhasil mempertahankan area support penting di $0,199, level yang telah diuji berulang kali sejak November 2025.

Bertahannya level ini memicu aksi beli spekulatif dari trader jangka pendek yang melihat peluang pantulan harga (technical rebound).

Namun demikian, harga PI saat ini masih bergerak di bawah level resistensi utama, termasuk Simple Moving Average (SMA) 30 hari di $0,2118 serta level Fibonacci retracement 23,6% di area $0,229.

Hal ini menunjukkan bahwa tren bearish belum sepenuhnya terpatahkan.

Indikator RSI (Relative Strength Index) berada di kisaran 40,17, mencerminkan kondisi mendekati oversold namun belum menunjukkan sinyal pembalikan tren yang kuat.

Jika tekanan beli berlanjut dan PI mampu menembus $0,215—level tertinggi pada 20 Desember—maka peluang reli jangka pendek bisa semakin terbuka.

Perkembangan Ekosistem: Harapan Jangka Panjang

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 31 Desember 2025. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 31 Desember 2025. Sumber: CoinMarketCap

Dari sisi fundamental, Pi Network terus menunjukkan aktivitas pengembangan, khususnya di ranah Testnet.

Saat ini, tim Pi Network tengah menguji beberapa alat DeFi, termasuk decentralized exchange (DEX) dan automated market maker (AMM), yang direncanakan terintegrasi ke mainnet pada 2026.

Selain itu, Pi Network juga aktif menyalurkan dana dari ecosystem fund senilai $100 juta, termasuk investasi pada sektor Web3 gaming melalui kerja sama dengan CiDi Games. Langkah ini bertujuan memperluas utilitas PI di luar fungsi transaksi semata.

Meski menjanjikan secara jangka panjang, dampak perkembangan ini terhadap harga PI dalam waktu dekat masih terbatas.

Investor cenderung bersikap hati-hati karena jadwal integrasi mainnet yang relatif panjang serta tekanan suplai dari token unlock bulanan, termasuk rencana pelepasan 134 juta PI pada Januari 2026.

Likuiditas Rendah, Volatilitas Tinggi

Faktor lain yang sangat memengaruhi pergerakan harga PI adalah likuiditas yang rendah.

Volume perdagangan 24 jam PI hanya sekitar $8,58 juta, setara dengan 0,5% dari total kapitalisasi pasar sekitar $1,71 miliar.

Rasio perputaran (turnover ratio) yang rendah, yakni sekitar 0,005, menandakan pasar yang tipis.

Dalam kondisi seperti ini, tekanan beli atau jual dalam jumlah relatif kecil dapat memicu pergerakan harga yang signifikan.

Situasi ini diperkuat oleh sentimen pasar kripto secara umum yang masih berada dalam fase “Fear”, dengan Crypto Fear & Greed Index di level 32.

Meskipun pasar kripto global mencatatkan kenaikan sekitar 1,58%, PI tetap rentan terhadap pembalikan arah secara tiba-tiba jika muncul tekanan jual mendadak.

Baca Juga: Harga Pi Network Menguat, Market Cap Naik 0,22%, Volume Terbatas

Kenaikan harga Pi Network (PI) sebesar 1,48% dalam 24 jam terakhir mencerminkan rebound teknikal yang rapuh, didukung oleh bertahannya support $0,199 dan sentimen pasar yang sedikit membaik.

Namun, tren turun jangka menengah, likuiditas rendah, serta risiko token unlock masih membayangi pergerakan harga ke depan.

Bagi pelaku pasar, zona $0,199–$0,215 menjadi area krusial yang perlu dipantau.

Penembusan yang valid di atas resistance dapat membuka peluang pemulihan lanjutan, sementara kegagalan bertahan di support berisiko membawa PI kembali ke tekanan bearish.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Isu Penarikan Dana Mencuat, Tokocrypto Tegaskan Aset Nasabah Aman

Isu penarikan dana nasabah dari exchange kripto lokal belakangan ramai diperbincangkan di ruang publik dan media sosial. Isu tersebut memicu kekhawatiran sebagian masyarakat dan investor akan potensi terulangnya kasus kolapsnya exchange kripto asal Amerika Serikat, FTX, yang disebabkan oleh penyalahgunaan dana nasabah.

Menanggapi hal ini, CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menegaskan bahwa kondisi industri aset kripto di Indonesia saat ini sangat berbeda dan lebih aman, sehingga kasus FTX terulang di Tanah Air tidak bisa terjadi. Ia menekankan bahwa exchange kripto lokal tidak lagi memegang atau mengelola dana nasabah secara langsung.

“Struktur industri kripto nasional saat ini sudah berubah total, sejak adanya Bursa, Kliring, dan Kustodian. Dana nasabah tidak lagi dipegang oleh exchange seperti Tokocrypto. Kami hanya berfungsi sebagai tempat jual-beli aset kripto dan hanya melakukan perdagangan saja,” jelas Calvin.

Menurutnya, anggapan bahwa kasus seperti FTX dapat terjadi di Indonesia menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap regulasi yang berlaku. “FTX tidak memiliki lisensi dan tidak berada di bawah pengawasan otoritas. Di Indonesia, seluruh ekosistem kripto kini diawasi secara ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga spekulasi tersebut tidak berdasar,” tambahnya.

Dana Nasabah Disimpan Terpisah dan Diawasi OJK

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana. Sumber: Tokocrypto.
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Apa Saja Opsi Bank dan E-Wallet untuk Deposit Tokocrypto?

Berdasarkan POJK No. 23 Tahun 2025, ekosistem aset kripto di Indonesia kini diatur melalui lembaga Self-Regulatory Organization (SRO) yang terdiri dari Bursa, Kliring, dan Kustodian. Dalam skema ini, dana dan aset kripto nasabah disimpan secara terpisah dari exchange, sehingga tidak dapat digunakan untuk kepentingan operasional perusahaan.

Adapun struktur ekosistem industri aset kripto nasional adalah sebagai berikut:

  • Bursa: PT Central Finansial X (CFX), berfungsi sebagai penyelenggara dan penyedia sistem perdagangan aset kripto.
  • Kliring: Kliring Komoditi Indonesia, berfungsi sebagai tempat penyimpanan dana Rupiah atau fiat nasabah.
  • Kustodian: PT Kustodian Koin Indonesia (ICC), berfungsi sebagai tempat penyimpanan aset kripto nasabah.
  • Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD): Terdapat 29 PAKD berlisensi OJK, termasuk Tokocrypto, yang berfungsi sebagai platform jual-beli aset kripto.

Calvin menegaskan bahwa lembaga kliring dan kustodian berada di bawah pengawasan ketat OJK dan telah berjalan lebih dari satu tahun. Selain itu, terdapat kewajiban rekonsiliasi aset harian untuk memastikan total aset nasabah selalu utuh. Apabila terjadi kekurangan, exchange wajib melakukan penambahan aset sesuai ketentuan yang berlaku.

“Aturan baru juga mengharuskan pemisahan aset nasabah secara ketat, serta pemeriksaan dan pelaporan rutin. Skema ini dirancang untuk memperkuat perlindungan konsumen dan meminimalkan risiko penyalahgunaan dana,” ucapnya.

Menanggapi Seruan Penarikan Dana Massal

Tokocrypto rilis Proof of Reserves kuatkan komitmen transparansi. Sumber: Tokocrypto.
Tokocrypto rilis Proof of Reserves kuatkan komitmen transparansi. Sumber: Tokocrypto.

Terkait imbauan kepada investor untuk menarik dana dari exchange lokal dan beralih ke cold wallet (self-custody), Clavin menilai klaim tersebut tidak tepat jika dikaitkan dengan kondisi regulasi Indonesia saat ini. Mekanisme pemisahan dana melalui Kliring, dan Kustodian justru memperkuat keamanan aset nasabah, karena exchange tidak memiliki akses langsung terhadap dana maupun aset kripto pengguna.

Self-custody adalah pilihan pribadi investor, namun penting untuk memahami bahwa exchange kripto berlisensi di Indonesia sudah memiliki sistem perlindungan berlapis sesuai regulasi OJK,” ujar Calvin.

Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi, Tokocrypto juga menyediakan laporan Proof of Reserve yang dapat diakses publik. Laporan tersebut menunjukkan bahwa aset pengguna tercatat secara 1:1 dan dilengkapi dengan cadangan tambahan. Aset milik perusahaan Tokocrypto dicatat pada akun terpisah dan tidak termasuk dalam perhitungan Proof of Reserve.

Kinerja Tetap Solid di Akhir Tahun

Di tengah dinamika pasar global, Tokocrypto mencatatkan kinerja yang tetap positif. Hingga November 2025, total nilai transaksi di Tokocrypto telah mendekati Rp150 triliun, mencerminkan tingginya minat dan partisipasi pengguna terhadap aset kripto di Indonesia.

“Kami terus berkomitmen menjaga keamanan, transparansi, dan kepatuhan terhadap regulasi. Edukasi kepada masyarakat juga menjadi kunci agar publik tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat,” tutup Calvin.

Baca juga: OJK Umumkan Exchange Kripto Berizin, Tokocrypto Termasuk di Dalamnya


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 31 Desember 2025: Rebound Jelang Akhir Tahun!

Menjelang akhir 2025, pasar kripto hari ini, Rabu (31/12) menunjukkan tanda rebound dengan altcoin memimpin kenaikan, dipimpin SKYA yang melonjak 51%, disusul POLYX naik 28% dan WCT menguat 21%.

Di sisi Bitcoin, harga bertahan di area $88.000 seiring pemegang jangka panjang mulai menghentikan aksi jual, yang membantu meredam tekanan pasar meski permintaan institusi AS masih lemah. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Pimpin Rebound Pasar Jelang Akhir 2025

  • SKYA mencatat penguatan harian 51%, harganya naik $0,002887.
  • Harga POLYX mengalami kenaikan 28%, harga mencapai $0,0651.
  • WCT melonjak 21%, saat ini diperdagangkan di level $0,0874.

BTC Naik Saat HODLers Berhenti Jual: Bisa Profit di Akhir 2025?

  • Bitcoin bertahan di $88.000, meski tekanan jual berlanjut.
  • Premium Coinbase negatif, sinyal lemahnya permintaan institusi AS.
  • Akumulasi pemegang jangka panjang kurangi tekanan jual pasar.

Akhir Tahun Makin UntungTotal Cashback Rp20 JUTA*

3 Altcoin Berpotensi Cetak ATH Baru di Januari 2026

  • Monero dekati ATH berkat kuatnya permintaan fitur privasi.
  • Proyek Midnight besutan Hoskinson mulai tarik adopsi awal.
  • Ethereum incar pemulihan, butuh lonjakan permintaan stabil.

FED Tunda Pangkas Suku Bunga hingga Maret 2026, Pasar Kripto Diuji

  • The Fed isyaratkan jeda suku bunga, inflasi mereda atau kerja lemah.
  • BTC sideways akibat suku bunga tinggi dan ketatnya likuiditas.
  • Kripto berisiko turun di awal 2026, jika data makro tak membaik.

Baca juga: Riset Kripto 22-26 Des 2025: Bitcoin Sideways, Pertanda Akumulasi?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Dogecoin Terjun ke $0,12, Apakah Ini Titik Terendah DOGE?

Dogecoin (DOGE) saat ini bertahan di level harga $0,12 setelah mengalami tekanan jual signifikan sejak akhir Desember 2025. Aset kripto berbasis meme tersebut tercatat menyentuh level ini pada 23 Desember dan sejak itu bergerak relatif stabil di kisaran yang sama, di tengah perlambatan pasar kripto secara keseluruhan.

Berdasarkan data CoinGecko, harga Dogecoin turun 3% dalam 24 jam terakhir. Secara mingguan, DOGE terkoreksi 6,3%, sementara dalam 14 hari terakhir turun 4,8%. Penurunan lebih dalam terlihat dalam jangka waktu yang lebih panjang, dengan koreksi 17,5% dalam sebulan terakhir dan anjlok hingga 61,2% sejak Desember 2024.

Pertanyaan Harga Terendah Dogecoin?

Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor: apakah level $0,12 merupakan harga terendah Dogecoin, atau justru masih berpotensi turun lebih jauh?

Dogecoin terakhir kali diperdagangkan di bawah $0,12 pada Oktober 2024. Jika tekanan jual berlanjut dan level support ini jebol, sejumlah analis menilai DOGE berpotensi turun hingga ke area $0,10.

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Selasa, 30 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Selasa, 30 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Dogecoin Bertahan di Range $0,122–$0,133, Fase Akumulasi Terjadi?

Dilaporkan Watcher Guru, pergerakan harga Dogecoin saat ini juga dinilai masih mengikuti tren Bitcoin (BTC). Sentimen pasar yang cenderung bearish, ditambah ketidakpastian makroekonomi global, membuat investor menghindari aset berisiko tinggi, termasuk kripto. Sebagai memecoin, Dogecoin dinilai memiliki tingkat risiko yang lebih besar dibandingkan aset kripto utama lainnya.

Tekanan makroekonomi, termasuk kebijakan suku bunga, turut memengaruhi pergerakan pasar. Peluang penurunan suku bunga acuan pada awal 2026 dinilai masih rendah. Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut berencana mengganti Ketua Federal Reserve Jerome Powell dengan tujuan mendorong penurunan suku bunga lebih lanjut. Jika kebijakan pelonggaran moneter terjadi, aset berisiko seperti kripto berpotensi kembali diminati dan mendorong reli harga Dogecoin.

Analisis Harga Dogecoin

Meski demikian, kondisi pasar saat ini masih rapuh. Analis menilai memecoin, termasuk DOGE, kemungkinan belum akan mencatatkan pergerakan harga positif dalam waktu dekat.

Sementara itu, analis dari CoinCodex memproyeksikan Dogecoin akan bergerak di kisaran $0,11 hingga $0,12 hingga akhir Januari 2026. Platform tersebut memperkirakan DOGE berpotensi naik ke level $0,15 pada 23 Januari 2026. Namun, reli tersebut diprediksi bersifat sementara, dengan koreksi kembali ke area $0,12 pada pertengahan Februari 2026.

Dengan sentimen pasar yang masih lemah dan ketidakpastian ekonomi global, pergerakan Dogecoin dalam beberapa pekan ke depan diperkirakan tetap terbatas, dengan level $0,12 menjadi titik krusial yang diawasi investor.

Baca juga: Dogecoin Tertekan Jelang Akhir Tahun, Harga Terjebak di $0,12


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Aksi Bitmine: Beli ETH US$130 Juta Saat Investor Ritel Mulai Mundur

Perusahaan investasi kripto milik Tom Lee, Bitmine, kembali menambah kepemilikan Ethereum dalam jumlah besar. Perusahaan ini dilaporkan membeli 44.463 ETH dengan nilai sekitar US$130 juta atau setara lebih dari Rp2 triliun, memperkuat posisinya sebagai salah satu pemegang Ethereum terbesar di dunia.

Dengan pembelian terbaru ini, total kepemilikan Ethereum Bitmine kini mencapai 4,11 juta ETH, atau sekitar 3,41% dari total pasokan Ethereum yang beredar. Langkah agresif ini dilakukan di tengah meningkatnya akumulasi institusional dan dominasi investor besar (whales) dalam ekosistem Ethereum.

Bisakah Akumulasi Institusional Mengendalikan Sirkulasi Pasokan Ethereum? 

Bitmine menyatakan strategi jangka panjangnya berfokus pada akumulasi dan staking Ethereum secara agresif. Perusahaan telah melakukan staking terhadap 408.627 ETH dan berencana memperluas aktivitas staking melalui jaringan validator MAVAN mulai tahun 2026.

Tom Lee menyebut Bitmine sebagai pembeli ETH dengan dana segar terbesar selama periode pelemahan pasar kripto. Menurutnya, tekanan pasar di akhir tahun, termasuk aksi tax loss selling, menciptakan peluang akumulasi yang menarik bagi investor institusional.

Bitmine menargetkan strategi yang mereka sebut sebagai “alchemy of 5%”, yaitu ambisi untuk menguasai 5% dari total pasokan Ethereum dalam jangka panjang.

Di sisi lain, data on-chain menunjukkan perubahan signifikan dalam struktur kepemilikan Ethereum. Berdasarkan analisis Milk Road, dompet yang menyimpan lebih dari 1.000 ETH kini menguasai sekitar 70% dari total pasokan Ethereum, meningkat tajam sejak akhir 2024. Sementara itu, kepemilikan investor ritel tercatat terus menurun.

Bisakah Akumulasi Institusional Mengubah Dinamika Pasar Ethereum?

Kondisi ini memicu kekhawatiran sekaligus optimisme di pasar. Konsentrasi kepemilikan oleh whale berpotensi mengurangi likuiditas dan menekan pasokan, namun juga dinilai dapat menopang stabilitas harga Ethereum saat terjadi koreksi pasar.

Saat ini, harga Ethereum berada di kisaran US$2.950 setelah mengalami pergerakan yang cukup volatil. Meski demikian, ETH masih mencatatkan kenaikan lebih dari 22% dalam enam bulan terakhir, menunjukkan daya tahan permintaan jangka panjang.

Di tengah tren akumulasi ini, pendiri BitMEX Arthur Hayes justru menyatakan rencananya untuk menjual kepemilikan Ethereum dan mengalihkan investasi ke aset DeFi, yang menurutnya berpotensi memberikan kinerja lebih baik saat sentimen risiko pasar meningkat.

Dengan semakin besarnya peran institusi dan whale, dinamika pasar Ethereum ke depan diperkirakan akan semakin ditentukan oleh strategi pemain besar dibandingkan investor ritel.

Baca juga: Chairman BitMine Sebut Ethereum Masuki Supercycle Bitcoin


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

3 Altcoin Binance Wallet IDO Ini Curi Perhatian Pasar Kripto

Pasar altcoin kembali memanas. Sejumlah token yang tergabung dalam kategori Binance Wallet IDO mencatatkan performa signifikan dalam 7 hari terakhir, baik dari sisi harga maupun kapitalisasi pasar. Berdasarkan data market capitalization terbaru, terdapat 3 altcoin yang saat ini menempati posisi teratas dan menjadi sorotan investor.

Pieverse (PIEVERSE)

Pieverse (PIEVERSE) memimpin daftar sebagai token Binance Wallet IDO dengan kapitalisasi pasar terbesar. Token ini diperdagangkan di harga $0.6233 dengan market cap mencapai $109,083,219.

Dalam 24 jam terakhir, harga PIEVERSE naik 12.60%, sementara dalam 7 hari mencatatkan kenaikan 35.09%. Volume transaksi 24 jam juga tergolong tinggi di angka $53,301,008, dengan circulating supply sebesar 85.47 juta token.

Fanable (COLLECT)

Posisi kedua ditempati oleh Collect on Fanable (COLLECT). Token ini memiliki kapitalisasi pasar sebesar $22,648,787 dengan harga $0.04217. Secara performa, COLLECT mencatatkan kenaikan 13.56% dalam 24 jam dan 50.72% dalam 7 hari terakhir.

Dikutip CoinMarketCap, aktivitas perdagangan token ini tergolong sangat aktif dengan volume 24 jam mencapai $393,239,536 dan circulating supply sebesar 9.13 miliar token.

JoJoWorld (JOJO)

Sementara itu, JoJoWorld (JOJO) menempati peringkat ketiga dengan market cap sebesar $9,829,540. Meski kapitalisasi pasarnya lebih kecil, pergerakan harga JOJO tergolong ekstrem.

Dalam 24 jam, harga JOJO melonjak 205.03% dan dalam 7 hari mencatatkan kenaikan hingga 269.34%. Token ini diperdagangkan di harga $0.08776 dengan volume transaksi harian mencapai $41,635,462 dan circulating supply sebesar 523.43 juta token.

Kinerja agresif ketiga altcoin ini menunjukkan bahwa token kategori Binance Wallet IDO masih menjadi magnet kuat bagi pelaku pasar, khususnya trader yang memburu volatilitas tinggi dan peluang jangka pendek.

Baca juga: 3 Altcoin Generative AI Ini Lagi Panas, Ada yang Naik Hampir 200% 7 Hari!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

2 Sinyal Bullish dan 1 Tanda Peringatan

Solana (SOL) melanjutkan pemulihannya pada 29 Desember dengan mencatatkan kenaikan harian keempat berturut-turut setelah berhasil memantul dari zona support krusial di level USD 119. Penguatan ini terjadi seiring membaiknya sentimen pasar kripto secara umum dan lonjakan signifikan pada aktivitas perdagangan.

Pada sesi perdagangan tersebut, harga SOL naik 2,45 persen. Hingga waktu penulisan, Solana diperdagangkan di kisaran USD 127,5, menguat 2,45 persen dalam 24 jam terakhir.

Data CoinMarketCap menunjukkan volume perdagangan Solana dalam 24 jam melonjak tajam sebesar 161 persen menjadi USD 4,15 miliar. Lonjakan volume ini mengindikasikan meningkatnya partisipasi pelaku pasar yang tengah mencermati arah pergerakan SOL dalam jangka pendek.

Pemulihan Harga Solana

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 30 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 30 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Harga Solana Turun ke US$127, Risiko Anjlok ke US$95 Makin Besar

Dilaporkan AMBCrypto, pemulihan harga Solana terlihat solid setelah aset ini sukses mempertahankan area support USD 119. Level tersebut sebelumnya beberapa kali menjadi titik pembalikan harga dan kembali diuji selama empat sesi terakhir tanpa mengalami penembusan ke bawah.

Berdasarkan struktur grafik harian, selama harga mampu bertahan di atas level USD 119, Solana berpeluang melanjutkan kenaikan menuju area USD 145 atau sekitar 13,8 persen dari harga saat ini.

Dari sisi indikator teknikal, Average Directional Index (ADX) tercatat di level 25,62, mendekati ambang batas 25 yang menandakan kekuatan tren mulai terbentuk dan potensi pergerakan terarah semakin menguat. Namun, indikator Chaikin Money Flow (CMF) masih berada di zona negatif di angka -0,13, yang menunjukkan tekanan jual masih mendominasi dan minat beli relatif lemah di level harga saat ini.

Meski sinyal teknikal masih bercampur, sejumlah analis kripto di platform X menunjukkan optimisme tinggi. Beberapa di antaranya memproyeksikan harga SOL berpotensi naik ke kisaran USD 144 hingga USD 147, bahkan tidak menutup kemungkinan menembus level psikologis USD 150 dalam waktu dekat.

Sinyal Pergerakan Solana

Di sisi lain, data derivatif menunjukkan kehati-hatian dari trader jangka pendek. Peta likuidasi CoinGlass mencatat level USD 122,2 sebagai support utama dan USD 130,4 sebagai resistance terdekat. Pada level tersebut, terdapat posisi long berleverage senilai USD 114,12 juta dan posisi short berleverage senilai USD 149,74 juta.

Dominasi posisi short ini mengindikasikan bahwa trader intraday cenderung bersikap bearish dan memperkirakan harga SOL akan kesulitan menembus resistance USD 130,4 dalam waktu dekat.

Secara keseluruhan, rebound Solana mencerminkan momentum yang mulai membaik setelah berhasil mempertahankan level support penting. Namun, keberlanjutan penguatan ini masih akan sangat ditentukan oleh respons harga di area resistance, di mana konsentrasi leverage masih cukup tinggi.

Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ripple Tertekan! XRP Tak Akan Bullish Selama Harga di Bawah US$2,50

Harga Ripple (XRP) masih berada di bawah tekanan jual yang kuat hingga akhir Desember 2025. Pergerakan harga terbaru menunjukkan upaya pemulihan yang terbatas, sementara pasar masih menerima harga di level yang lebih rendah. Secara struktur, XRP belum menunjukkan tanda-tanda masuk fase akumulasi dan masih berada dalam tren korektif.

Berdasarkan analisis pasar yang dipublikasikan Shayan Markets pada 28 Desember 2025, struktur harga XRP tetap bearish selama belum mampu merebut kembali level kunci tertentu.

Tekanan Bearish di Timeframe Harian

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 30 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 30 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Awal 2025 XRP di US$2,08, Akhir Tahun Anjlok 11 Persen: Salah Masuk?

Pada grafik harian, XRP masih bergerak di dalam descending channel yang sudah terbentuk sejak terjadinya penembusan besar pada tren sebelumnya. Saat ini, harga XRP berada sedikit di atas zona permintaan penting di kisaran US$1,80, yang sejauh ini masih mampu menahan tekanan jual.

Meski zona tersebut masih dipertahankan oleh pembeli, struktur pasar secara keseluruhan tetap lemah. XRP masih bergerak di bawah garis tren menurun serta berada di bawah moving average 100 hari dan 200 hari, yang memperkuat bias bearish.

Dilaporkan Crypto Potato, kegagalan berulang XRP untuk menembus kembali area US$2,40–US$2,50, yang kini berfungsi sebagai resistance, menjadi sinyal kuat bahwa tekanan jual masih mendominasi. Selama harga belum mampu menembus struktur penurunan dan kembali berada di atas area resistance tersebut, potensi kenaikan dinilai hanya bersifat korektif, bukan perubahan tren utama. Selama harga bertahan di bawah garis tengah kanal, prospek harian masih mengarah pada konsolidasi atau pergerakan turun menuju zona permintaan yang lebih rendah.

Konsolidasi Ketat di Grafik 4 Jam

Sementara itu, grafik 4 jam menunjukkan XRP sedang mengalami konsolidasi ketat setelah kembali ditolak dari resistance kanal menurun. Harga kini bergerak mendekati batas bawah kanal, dengan tekanan jual muncul setiap kali terjadi reli kecil.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa meskipun momentum bearish mulai melambat, dominasi penjual belum sepenuhnya hilang. Pembeli memang terlihat mempertahankan area US$1,80, namun tidak adanya dorongan bullish yang kuat menunjukkan lemahnya permintaan lanjutan.

Tanpa penembusan yang jelas di atas garis tren turun jangka pendek, XRP masih rentan mengalami penurunan lanjutan menuju zona permintaan yang lebih dalam. Pergeseran bias jangka pendek baru akan terjadi jika harga mampu menembus resistance kanal secara meyakinkan. Hingga saat itu, pergerakan XRP diperkirakan masih range-bound dengan risiko penurunan yang tetap terbuka.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Turun ke $0,202, Tekanan Likuiditas Rendah Sorotan

Harga Pi Network (PI) hari ini kembali mengalami tekanan setelah turun 1,34% dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di kisaran $0,202.

Penurunan ini terjadi di tengah koreksi pasar kripto global yang mencapai -2,76%, namun PI justru mencatatkan kinerja yang lebih lemah dibanding sejumlah aset kripto utama lainnya.

Tekanan pada harga PI tidak muncul tanpa sebab. Sejumlah faktor fundamental dan teknikal saat ini membayangi pergerakan harga, mulai dari kekhawatiran token unlock besar, pelemahan struktur teknikal, hingga likuiditas pasar yang relatif tipis.

Baca Juga: Harga Pi Network Menguat, Market Cap Naik 0,22%, Volume Terbatas

Kekhawatiran Token Unlock Tekan Sentimen Pasar

Salah satu faktor utama pelemahan harga Pi Network adalah rencana pembukaan (unlock) token besar pada Januari 2026.

Sebanyak 134 juta token PI, dengan nilai estimasi sekitar $27 juta, dijadwalkan akan dilepas ke pasar pada awal tahun depan.

Unlock ini merupakan kelanjutan dari pola pembukaan token bulanan yang diperkirakan berlangsung hingga pertengahan 2026.

Sebelumnya, pada Desember lalu, sekitar 190 juta PI telah dilepas ke pasar, yang memicu tekanan jual berkelanjutan.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor karena kenaikan suplai dinilai tidak seimbang dengan permintaan.

Dengan volume perdagangan harian PI yang hanya sekitar $10 juta, pasar dinilai belum cukup kuat untuk menyerap tambahan pasokan senilai puluhan juta dolar.

Secara historis, tekanan serupa pernah terjadi pada Agustus 2025, ketika harga PI anjlok lebih dari 50% setelah pelepasan token dalam jumlah besar.

Tekanan Teknis: Harga Jebol Support Penting

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 30 Desember 2025. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 30 Desember 2025. Sumber: CoinMarketCap

Dari sisi analisis teknikal, pergerakan harga Pi Network menunjukkan sinyal yang kurang menggembirakan.

Harga PI saat ini telah menembus ke bawah level support krusial di $0,2021, yang sebelumnya menjadi area pertahanan kuat sejak November.

PI juga kini diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan utama, termasuk:

  • SMA 7 hari di sekitar $0,204
  • SMA 30 hari di area $0,213

Kondisi ini menandakan bahwa momentum jangka pendek hingga menengah masih berada dalam kendali penjual.

Indikator RSI jangka pendek di level 35 memang menunjukkan kondisi mendekati oversold, namun belum disertai sinyal pembalikan arah yang kuat.

Jika tekanan jual berlanjut, area support berikutnya berada di kisaran $0,15, yang merupakan level terendah historis sebelumnya.

Artinya, masih terdapat potensi penurunan lanjutan sekitar 25% dari harga saat ini.

Likuiditas Rendah Perbesar Risiko Volatilitas

Faktor lain yang memperparah kondisi harga PI adalah likuiditas yang relatif rendah.

Dengan rasio volume terhadap kapitalisasi pasar sekitar 0,6%, pergerakan harga PI menjadi lebih sensitif terhadap aksi jual dalam jumlah besar.

Di tengah kondisi pasar kripto global yang masih diliputi sentimen “fear”, investor cenderung mengalihkan dana ke aset yang lebih likuid dan berkapitalisasi besar.

Dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,7 miliar, PI dinilai lebih rentan terhadap rotasi dana dibandingkan aset kripto papan atas.

Prospek Jangka Pendek dan Jangka Panjang Pi Network

Dalam jangka pendek, tekanan harga Pi Network masih berpotensi berlanjut selama pasar mengantisipasi token unlock Januari.

Area $0,20 menjadi level psikologis yang sangat penting. Jika gagal dipertahankan, volatilitas diperkirakan akan meningkat.

Namun, dalam jangka panjang, sebagian investor masih mencermati potensi pengembangan ekosistem Pi Network, termasuk inisiatif pendanaan dan kolaborasi di sektor Web3.

Meski demikian, faktor utilitas tersebut saat ini belum cukup kuat untuk menahan tekanan suplai jangka pendek.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik Tipis 0,55%, Support $0,20 Jadi Penentu Arah

Penurunan harga Pi Network hari ini mencerminkan kombinasi kekhawatiran token unlock, pelemahan teknikal, dan likuiditas pasar yang terbatas.

Selama sentimen ini belum mereda, pergerakan harga PI diperkirakan masih akan volatil.

Fokus utama pasar kini tertuju pada kemampuan PI bertahan di atas level $0,20 menjelang periode unlock berikutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Melemah 3% dalam Sehari, Harga ETH Tertekan di $2.900

Harga Ethereum (ETH) hari ini kembali berada di bawah tekanan setelah mengalami penurunan signifikan dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data terbaru, ETH diperdagangkan di level $2.944,53, terkoreksi sekitar 3,14% hingga 3,4% dibandingkan hari sebelumnya.

Pelemahan ini menandakan bahwa sentimen pasar kripto masih cenderung berhati-hati, khususnya terhadap aset altcoin utama seperti Ethereum.

Meskipun mengalami koreksi, Ethereum tetap mempertahankan posisinya sebagai kripto terbesar kedua di dunia.

Kapitalisasi pasar ETH saat ini berada di kisaran $355 miliar, menempatkannya di peringkat kedua secara global.

Aktivitas pasar juga masih tergolong aktif, tercermin dari volume perdagangan 24 jam yang mencapai lebih dari $23 miliar.

Baca Juga: Dari Glamsterdam ke Hegota, Ethereum Ubah Strategi Upgrade Jaringan

Tekanan Jual Masih Mendominasi Pergerakan ETH

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 30 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 30 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dalam 24 jam terakhir, harga Ethereum bergerak di rentang $2.908,75 hingga $3.051,94.

Upaya ETH untuk bertahan di atas $3.000 belum berhasil, sehingga memicu aksi ambil untung dan tekanan jual lanjutan.

Penurunan harian sebesar $103,71 menunjukkan bahwa pelaku pasar masih cenderung mengurangi eksposur risiko di tengah kondisi pasar yang belum stabil.

Namun, pada kerangka waktu yang lebih pendek, Ethereum sempat mencatatkan kenaikan 0,7% dalam satu jam terakhir.

Pergerakan ini mengindikasikan adanya respons beli jangka pendek, meskipun belum cukup kuat untuk membalikkan tren utama.

Kinerja ETH dalam Beberapa Periode Waktu

Jika dilihat dari performa jangka menengah, Ethereum masih menunjukkan tren yang relatif lemah. Dalam 30 hari terakhir, ETH terkoreksi sekitar 1,78%.

Tekanan semakin besar pada rentang waktu 60 hari, di mana harga turun hingga 23,69%. Sementara dalam 90 hari terakhir, ETH telah melemah hampir 28,91%.

Data tersebut mencerminkan bahwa Ethereum saat ini masih berada dalam fase konsolidasi setelah periode volatilitas tinggi.

Banyak investor memilih untuk menunggu kejelasan arah pasar sebelum kembali melakukan akumulasi agresif.

Jarak dari Rekor Tertinggi Masih Lebar

Saat ini, harga Ethereum masih terpaut cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $4.953,73.

Selisih ini menunjukkan bahwa pasar kripto secara keseluruhan masih berada dalam fase pemulihan bertahap.

Meski begitu, sebagian pelaku pasar menilai kondisi ini sebagai fase penyesuaian yang wajar dalam siklus pasar kripto.

Fundamental Ethereum Tetap Kuat

Dari sisi fundamental, Ethereum masih menunjukkan struktur pasar yang solid. Jumlah pasokan beredar ETH mencapai 120,69 juta koin, tanpa batas maksimum suplai.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) Ethereum tercatat stabil di sekitar $355,83 miliar, mencerminkan kepercayaan investor terhadap ekosistem Ethereum dalam jangka panjang.

Tingginya volume transaksi harian juga menjadi indikasi bahwa Ethereum masih menjadi aset utama bagi trader dan investor institusional, baik untuk kebutuhan perdagangan maupun investasi jangka panjang.

Prospek Ethereum ke Depan

Tekanan harga Ethereum hari ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase defensif.

Selama ETH belum mampu kembali bertahan secara konsisten di atas level $3.000, volatilitas diperkirakan masih akan berlanjut.

Dalam jangka pendek, pergerakan ETH kemungkinan akan mengikuti sentimen pasar global dan dinamika Bitcoin.

Sementara itu, investor jangka panjang cenderung menanti area support yang lebih kuat sebagai peluang masuk bertahap.

Baca Juga: Ethereum (ETH) Rebound Signifikan, Kapitalisasi Pasar Dekati $370 Miliar

Harga Ethereum hari ini mengalami koreksi lebih dari 3% dan kembali bergerak di bawah $3.000.

Meski tekanan jual masih mendominasi, fundamental Ethereum tetap solid dengan kapitalisasi pasar besar dan volume perdagangan yang tinggi.

Pergerakan ETH selanjutnya akan sangat bergantung pada kekuatan support dan pemulihan sentimen pasar kripto secara keseluruhan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com