Tag Archives: laut

Menelusuri Jalur Mural di Hutan Mangrove Muara Mundu



Cirebon

Udara segar, semilir angin laut, dan rimbunnya pohon-pohon mangrove kini menjadi suguhan utama di kawasan wisata Pantai Muara Mundu, Desa Mundu Pesisir, Kabupaten Cirebon.

Keindahan alam pantai ini kian memikat, seiring dengan upaya serius pemerintah desa dalam menjadikannya destinasi andalan di kawasan pesisir.

Hamparan jogging track yang membelah lebatnya hutan mangrove menjadi pemandangan unik sekaligus daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Jalur setapak sepanjang ratusan meter ini dihiasi mural-mural bertema laut, memberi nuansa estetika yang memperkuat karakter wisata alam sekaligus edukatif.


“Wisata Muara Mundu ini terus kami benahi. Kami ingin jadikan tempat ini sebagai ikon wisata pesisir di Cirebon,” ujar Khaerun, Kepala Desa Mundu Pesisir, Senin (21/7/2025).

Salah satu langkah besar yang tengah dirancang adalah menyambungkan kawasan Muara Mundu dengan destinasi Mangrove Kasih Sayang melalui tambahan jogging track sepanjang 200 meter. Koneksi ini diharapkan menjadi jalur wisata alami yang memungkinkan pengunjung menikmati keindahan hutan mangrove yang hijau, sejuk, dan menenangkan.

Selain jalur tracking, pengunjung kini juga bisa menikmati beragam spot foto instagramable, mural warna-warni, dan kawasan kuliner yang mulai bergeliat. Meski beberapa fasilitas masih dalam tahap pengembangan, semangat masyarakat dan pemerintah desa untuk memajukan pariwisata sangat terasa.

“Potensi wisata mangrove ini besar sekali. Tapi pengembangannya tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu kolaborasi antara desa, pemerintah, dan dunia usaha,” tutur Khaerun.

Artikel ini sudah tayang di detikJabar. Klik di sini untuk membaca selengkapnya.

(iqk/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Rahasia di Balik Kebahagiaan Warga Maluku



Ambon

Di balik lanskap kepulauan yang tersebar bak untaian zamrud di timur Nusantara, Maluku menyimpan lebih dari sekadar panorama menakjubkan.

Provinsi yang wilayahnya didominasi 97% oleh air ini berhasil memberikan rasa bahagia yang melimpah bagi warganya.

Tak terkecuali bagi seorang Zidane Bachmid, saat kami temui Kamis pagi (17/7/2025), di rumahnya yang berlokasi di tengah laut Seram; dengan nama Keramba Cinta itu.


Pagi masih pukul 07.50 WIT, tapi tidak menyurutkan semangat Zidane saat menyambut kami yang baru saja tiba di depan ‘teras’ rumahnya itu.

Dengan sigap, Zidane membantu kami keluar dari speedboat dan langsung mengajak ke spot-spot menarik di Keramba Cinta. Tampaknya apa yang dilakukan Zidane sudah dia lakukan beratus-ratus kali tiap orang-orang memilih singgah di rumahnya tersebut.

Zidane BachmidZidane Bachmid Foto: Eduardo Simorangkir/detikcom

Keramba Cinta tidak dibangun sebagai destinasi wisata, hanya sesederhana rumah di tengah laut saja. Namun seiring ramainya orang yang berwisata ke Negeri Saleman, para turis juga melirik tempat ini hingga dijadikan salah satu spot berwisata saat mengunjungi Pantai Ora.

Keramba Cinta juga tidak memungut biaya masuk. Siapapun bisa datang ke Keramba Cinta dengan akses dari Pantai Ora sekitar 20 menit menggunakan speedboat.

“Pada prinsipnya ini kayak rumah nelayan, dan setiap orang yang datang itu kayak orang bertamu ke rumah kita.” kata Zidane.

Keramba Cinta dibangun di atas laut, berupa kolam yang dibentuk seperti simbol hati atau cinta, dengan luas 50×50 meter. Usut punya usut, Keramba Cinta ini dibangun sejak 2019 oleh ayah Zidane; Taha Bachmid.

Taha Bachmid merupakan seorang pria kelahiran Saparua, Maluku, yang menempuh pendidikan hingga ke Jepang, sebelum akhirnya kembali ke kampung halamannya ini mendirikan Keramba Cinta; rumah impian masa kecilnya.

“Memang cita-cita beliau dari dulu pengin punya rumah buat hari tua di tengah laut.” kata Zidane.

Saat itu Taha tidak ada di lokasi. Zidane bilang, ayahnya tengah membantu proses pendidikan sang adik yang akan kuliah di Jepang.

Jembatan pandang di TanusangJembatan pandang di Tanusang Foto: Eduardo Simorangkir/detikcom

Zidane mengaku sudah satu tahun terakhir menghabiskan waktu di Keramba Cinta. Pria kelahiran Banyuwangi 22 tahun yang lalu ini sejatinya masih berkuliah di Rusia, mengambil jurusan desain arsitektur lingkungan.

Namun di tengah sisa dua semester yang harus dia jalani, Zidane memilih kembali ke Maluku untuk berlibur, menghabiskan waktu di tengah laut, menyambut setiap tamu yang berkunjung ke rumahnya itu.

“Enaknya di sini, tiap hari dapat teman baru, koneksi baru, kenalan baru. Dan most of them orang top semua. Kayak misalnya Dirut Grab sudah ke sini, rektor UI.” jelas Zidane.

Di rumah itu, dia memanfaatkan panel surya sebagai sumber listrik, dan sisanya alam yang menjadi teman. Laut yang penuh dengan ikan menjadi sumber makanannya sehari-hari.

Jika ingin kelapa muda tinggal menepi ke pulau di sekitarnya, atau menanti nelayan yang dia sebut biasa bersinggah di malam hari untuk istirahat, ngopi, dan nongkrong.

Apa yang dijalankan Zidane sedikit banyak menggambarkan bagaimana warga Maluku bisa menemukan kebahagiaan paripurna dalam sebuah kesederhanaan.

Indeks Kebahagiaan Maluku

Tak heran, Maluku menjadi satu-satunya provinsi yang terus berada dalam top 3 indeks kebahagiaan menurut wilayah di Indonesia sejak 2014. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Kebahagiaan Maluku pada 2021 sebesar 76,28, melebihi rata-rata nasional sebesar 71,49.

Indeks Kebahagiaan ini diukur dari beberapa dimensi, yaitu dimensi kepuasan hidup (life satisfaction), dimensi perasaan (affect), dan dimensi makna hidup (eudaimonia).

Artinya, seseorang dapat merasa bahagia bukan cuma karena faktor ekonomi, tetapi juga adanya rasa puas terhadap kehidupan, pengalaman emosional yang positif, serta makna yang mendalam dalam hidup mereka.

Masyarakat Maluku memiliki sikap, cara hidup, dan aktivitas tersendiri yang memberikan rasa bahagia, meskipun kemiskinan masih jadi salah satu pekerjaan rumah yang perlu dibereskan.

Maluku punya masalah di bidang ekonomi, di mana persentase penduduk miskinnya masuk dalam 10 besar terbanyak di Indonesia. BPS pada 2024 mencatat, Provinsi Maluku memiliki persentase penduduk miskin sebanyak 15,78%, jauh di atas rata-rata nasional yang sebesar 8,57%.

Pertumbuhan ekonomi Maluku juga tak sekencang provinsi lainnya di Indonesia. Pada 2022, laju pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) provinsi Maluku hanya berada di angka 5,31. Angka tersebut kalah jauh dibandingkan Maluku Utara yang PDB-nya tumbuh 22,94% pada periode serupa.

Tapi alam, budaya, dan seni barangkali cukup jadi sumber kebahagiaan bagi warga Maluku, termasuk Zidane. Meski lahir dan besar di Banyuwangi, Zidane mengaku betah menghabiskan waktu bersama alam dan orang-orang yang mengagumi kesederhanaannya di Keramba Cinta.

“Nggak ada trauma sih (bisa ada di sini). Setelah ngerasain di tempat lain juga, katakan Eropa atau papa yang ada di Jepang, ya biasa saja. Ujungnya bisa dinikmati atau nggak.” kata Zidane.

Tebing HatupiaTebing Hatupia Foto: Eduardo Simorangkir/detikcom

Keramba Cinta hanyalah satu dari banyak titik-titik ‘surga’ yang tersembunyi lainnya di Maluku. Dalam perjalanan menyusuri Ambon, Pulau Seram, hingga Pulau Geser, kami juga menemui surga tersembunyi lainnya di Maluku.

Mulai dari Bukit Teletubbies di Negeri Latea, Kecamatan Seram Utara Barat, pasir timbul Tanusang di Pulau Geser, atau Tebing Hatupia di Desa Sawai.

Surga-surga tersembunyi inilah yang barangkali menjadi rahasia di balik senyum warga Maluku. Kebahagiaan mereka lahir dari keindahan alamnya yang memesona – dari pasir putih di Pantai Ora, gemuruh ombak di Banda, heningnya Pulau Kei, atau sesederhana menemukan ketenangan di Keramba Cinta.

(eds/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Dieng Membeku, Ini 5 Spot Wisata Fotogeniknya



Wonosobo

Dieng yang membeku menarik perhatian wisatawan. Kembali terjadi di musim panas, fenomena ini sayang untuk dilewatkan.

Negeri di Atas Awan, itulah julukan destinasi di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut ini. Suasana berkabut menciptakan pemandangan memukau, apalagi saat fenomena embun es terjadi.

Berjarak 30 km dari pusat kota Wonosobo, ada 5 tempat wisata fotogenik yang bisa kamu kunjungi selama berada di Dieng.


5 Spot Wisata Fotogenik Dieng

1. Kawah Sikidang

Kawah ini terkenal dengan aktivitas vulkaniknya yang stabil dan mudah diakses. Kamu bisa melihat semburan uap panas dan kolam lumpur mendidih dari jarak yang cukup dekat, tentunya dengan tetap memperhatikan batas aman.

Kawah ini juga memiliki aroma belerang yang khas, sebaiknya kamu memakai masker. Ada satu kegiatan yang wajib dilakukan wisatawan yaitu, merebus telur mentah dan merebusnya langsung di kawah!

2. Bukti Sikunir

Bukit Sikunir menjadi lokasi berburu matahari terbit yang wajib di Dieng. Bahkan, Sikunir masuk dalam daftar spot sunrise terbaik di Indonesia dengan nama Golden Sunrise.

erjalanan menuju puncak Bukit Sikunir memang membutuhkan tenaga ekstra karena kamu harus mendaki selama kurang lebih 30 menit. Namun, lelahmu akan terbayar lunas begitu melihat indahnya mentari pagi yang perlahan menyinari barisan pegunungan.

3. Telaga Cebong

Telaga Cebong terletak di kaki Bukit Sikunir dan bisa kamu kunjungi sebelum atau sesudah menikmati sunrise. Telaga ini memiliki pemandangan yang memukau dengan air yang jernih dan dikelilingi perbukitan hijau.

Banyak wisatawan yang memilih berkemah di sekitar Telaga Cebong untuk merasakan suasana malam yang tenang dan pagi yang indah. Selain itu, di sini kamu juga bisa menyaksikan aktivitas masyarakat lokal yang bercocok tanam di ladang-ladang sekitar telaga.

4. Kompleks Candi Arjuna

Candi peninggalan Kerajaan Mataram Kuno ini bercorak agama Hindu. Tempat ini menjadi lokasi ritual Dieng Culture Festival yang menampilkan prosesi pemotongan rambut anak gimbal.

Dibangun pada abad ke-8, tempat ini sangat cocok untuk kamu yang menyukai wisata sejarah dan budaya.

5. Telaga Warna

Yang satu ini tak boleh kamu lewatkan saat liburan ke Dieng. Seperti namanya, air di telaga ini dapat berubah warna mulai dari hijau, biru, hingga kuning keemasan. Fenomena ini terjadi karena kandungan belerang di dalam air yang memantulkan sinar matahari dengan sudut berbeda.

Di sekitar telaga, kamu juga bisa menjelajahi gua-gua kecil seperti Gua Semar, Gua Jaran, dan Gua Sumur yang diyakini memiliki nilai spiritual.

(bnl/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Liburan Seru di PIK 2 Rekomendasi Spot Instagramable dan Kuliner Lezat



Jakarta

Traveler bisa menjadikan PIK 2 sebagai pilihan liburan di akhir pekan. Banyak tempat menarik dan instagramable yang bisa dikunjungi, mulai dari pantai hingga kafe-kafe estetik.

PIK 2 menawarkan kebaruan dan suasana pantai plus beragam kuliner. Selain itu banyak spot instagramable yang bisa bikin traveler memaksimalkan kunjungan ke PIK 2.

detikcom merangkum rekomendasi spot instagramable di PIK 2 untuk dikunjungi.


1. Aloha

Di Aloha Bisa Wisata Pantai Pasir Putih Sambil Jajan Pizza dan Giant SquidWisata ALoha, pusat kuliner tepi pantai berpasir putih di PIK2 (detikcom)

Spot berupa pantai dan restoran ini tak bisa dilewatkan saat berkunjung ke PIK 2, lho. Di sini kamu bisa menikmati pasir pantai putih bak di Hawaii, mencoba ragam kulinernya, bergabung dengan kelas olahraga dan memanjakan anak-anak di playgroundnya.

Tidak ada biaya untuk masuk ke Aloha. Traveler hanya perlu membayar arena playground dan parkir.

2. Dreamville Beach Club

Rasakan keseruan di Dreamville Beach Club PIK 2, beach club pertama di Jakarta yang baru dibuka tahun 2024. Lokasi beach club ini sejajar dengan kawasan komersial Ginza Beachwalk.

Infinity pool yang langsung menghadap ke Pantai Pasir Putih PIK 2, menjadi salah satu daya tarik tempat ini. Dreamville Beach Club buka setiap hari dari jam 10.00 – 04.00 WIB untuk Jumat-Sabtu. Sementara di Minggu-Kamis buka dari jam 10.00 – 00.00 WIB.

3. La Riviera PIK 2

La Riviera PIK 2 merupakan ruko yang bangunannya didesain seperti Eropa. Tempat ini sangat cocok untuk dinikmati saat sore hari.La Riviera PIK 2 merupakan ruko yang bangunannya didesain seperti Eropa. Tempat ini sangat cocok untuk dinikmati saat sore hari. (Agung Pambudhy)

La Riviera merupakan wisata di PIK 2 yang mengusung konsep kawasan ala Eropa yang estetik. Ruko-ruko di kawasan mempunyai arsitektur Eropa dengan kanal-kanal yang membelah kawasannya.

Jangan lupa abadikan foto di tempat ini dan naik peruahu di danaunya, karena vibesnya seolah kamu lagi jalan-jalan ke Eropa.

Selain menikmati keindahan arsitekturnya, pengunjung juga bisa hunting makanan di sini. Masuk La Riviera PIK 2 itu gratis alias nggak dipungut biaya.

4. Cove at Batavia PIK

Cove at Batavia adalah salah satu tempat hits untuk nongkrong di PIK 2, yang dirancang sebagai ruang publik dengan konsep ritel ruang terbuka di Golf Island.

Daya tarik dari tempat ini adalah lokasinya yang persis di pinggir laut dengan angin sepoi-sepoi. Kamu bisa pergi ke sini untuk jogging atau berjalan kaki, makan di restoran, sambil menikmati keindahan laut.

Cove at PIK buka setiap hari dengan jam operasional Minggu-Kamis 10.00-23.00P WIB dan Jumat-Sabtu 11.00-23.00 WIB.

5. Pantjoran PIK 2

Pagoda di Pantjoran PIK 2Pagoda di Pantjoran PIK 2 (Weka Kanaka/detikcom)

Pantjoran bisa jadi destinasi tempat makan di PIK 2 untuk kamu pecinta kuliner yang lokasinya ada di di Golf Island PIK.

Pantjoran Chinatown punya konsep dan desain arsitektur khas budaya Tionghoa (kampung Cina). Hal tersebut juga yang menjadikan daya tarik tempat ini.

Harga masuk Pantjoran PIK 2 gratis, dengan jam operasional Senin-Minggu pukul 07.00-23.00 WIB. Biasanya, weekend tempat ini ramai dipadati pengunjung berkisar dari waktu sore ke malam.

6. Land’s End

Daya tarik dari Land’s End adalah wisata tepi pantai dengan arsitektur bergaya rustic coastal. Di sini, tersedia juga restoran, retail hingga entertainment sports.

Dari kejauhan, kita bisa melihat mercusuarnya di pinggir pantai. Kawasan ini juga unik dengan dominasi warna biru pada bangunan dan asesorisnya.

Land’s End buka setiap hari mulai dari pukul 08.00-23.00 WIB.

7. Urban Farm PIK

Urban Farm PIK adalah marketplace yang konsepnya dikelilingi alam. Buat traveler yang suka tanaman, tempat ini memiliki banyak koleksi tanaman menarik. Di sini terdapat beberapa tenant fashion, lifestyle, bookstore, F&B, hingga fresh market.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

Harga Tiket, Rute & Pesona Terbaru



Jakarta

Obelix Sea View adalah destinasi wisata Jogja yang menawarkan pengalaman menakjubkan dengan pemandangan laut yang menakjubkan. Letaknya ada di dataran tinggi dengan panorama birunya samudra.

Dengan suasana yang bagus dan fasilitas yang memadai, Obelix Sea View menjadi tempat yang cocok untuk liburan, bersantai, hingga menikmati matahari terbenam.

Lokasinya yang berada di atas tebing membuat Obelix Sea View daya tarik tersendiri, sehingga diklaim The Twilight Paradise atau surganya senja. Wisatawan akan dimanjakan dengan pemandangan pantai selatan dan alam Jogja yang indah.


Jika kamu berkunjung ke Obelix SeaView di malam hari, kamu akan melihat view lampu warna-warni di sana. Selain dengan view pantai selatan dan sunsetnya, pengunjung juga bisa menikmati hidangan makanan dengan hiburan DJ Performance hingga pertunjukan tari.

Spot Foto Aesthetic di Obelix Sea View:

  • The bridge
  • Goa Purba
  • Pool deck
  • Mozaik amphitheater
  • Kampung Maroko
  • The sky deck
  • Cactus land
  • The stairs
  • Puncak Del Luna
  • Taman bougenville

Harga Tiket Masuk Obelix Sea View 2025

Harga tiket masuk Obelix Sea View adalah Rp 30.000 untuk weekday, dan Rp 40.000 di weekend per tiket. Selain itu, pengunjung juga perlu membayar biaya parkir kendaraan sebesar Rp 2.000 untuk motor, dan Rp 5.000 untuk mobil.

Serta terdapat beberapa fasilitas berbayar yang dinikmati pengunjung seperti spot foto ‘The Nest’, ayunan ‘The Swing’, dan Infinity pool dengan harga berikut:

  • The Nest: Rp 20.000
  • Single Swing: Rp 30.000
  • Couple Swing: Rp 50.000
  • Infinity Pool: Rp 30.000

Jam Operasional

Obelix Sea View buka setiap hari, dengan jam buka sebagai berikut.

Senin-Jumat: 09.00-21.00 WIB.
Sabtu, Minggu, & Libur Nasional: 08.00-22.00 WIB.

Alamat dan Rute ke Obelix Sea View

Obelix Sea View Jogja berada di Area Hutan Giricahyo Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasinya ada di Jogja bagian timur.

Akses menuju ke Obelix Sea View cukup besar dan bisa dilalui dengan bus. Rute ke Obelix Sea View bisa ditempuh dari pusat Kota Jogja. Dengan memulai perjalanan ke Jalan Matahari dan Jalan Cempaka, dengan waktu kurang lebih 1 jam.

Kemudian, masuk ke Jalan Affandi di Karang Gayam. Setelah itu, lanjutkan perjalanan dari Jalan Parangtritis menuju Jalan Paralayang di Watu Gajah.

Ikuti terus Jalan Paralayang sampai di lokasi Obelix Sea View, yang letaknya berada di kiri jalan. Namun, dalam perjalanannya kita mungkin akan menemui beberapa tanjakan. Jadi, pastikan kendaraan yang dipakai sudah dalam kondisi bagus.

Fasilitas di Obelix Sea View

  • Shuttle car
  • Musala
  • Ruang VIP
  • Toko souvenir
  • Area parkir
  • Live music
  • Restoran bakery ala Perancis ‘Element Restaurant by Petit Paris’
  • Food plaza
  • Spot foto ‘The Nest’
  • Ayunan ‘The Swing’
  • Panggung terbuka amphitheatre (susunan mozaik)
  • Infinity pool.

(sym/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Primadona Baru Halmahera Tengah yang Memukau



Halmahera Tengah

Halmahera Tengah punya sebuah pulau cantik yang namanya mungkin belum pernah traveler dengar sebelumnya. Namanya pulau Moor. Mari mengenal pulau ini!

Pulau Moor adalah sebuah pulau kecil yang berada tidak jauh dari Patani, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara. Pulau ini luasnya hanya sekitar 3 kilometer persegi.

Pulau Moor memiliki danau dan pantai yang cantiknya luar biasa, sehingga mata traveler seperti akan dimanjakan dengan kejernihan dan warna airnya yang menawan.


Meski hanya pulau kecil, tapi pulau Moor memiliki pantai dengan pasir putih yang sangat halus. Pantai ini dijamin akan membuat betah mata wisatawan yang datang liburan ke sana.

Pulau Moor dihuni oleh petani kelapa aktif yang melakukan aktifitas di sana. Jumlahnya kurang lebih 20 orang saja.

Selain memiliki pantai yang indah, pulau Moor memiliki laguna atau danau air laut yang cantik sekali. Laguna ini memiiki air berwarna tosca yang hanya berjarak sepuluh meter dari bibir pantai.

Bagi traveler yang hobi snorkeling dan diving, kalian dapat mengeksplorasi potensi bawah laut pulau Moor yang luar biasa cantik dan terawat dengan baik.

Cara ke Pulau Moor

Agar bisa menikmati keindahan pulau Moor, pengunjung bisa mengaksesnya melalui 2 jalur. Melalui jalan darat, lalu menyeberang dengan speedboat menuju ke pulau indah tersebut.

Perjalanan menuju pulau Moor memakan waktu yang lumayan lama. Perjalanan dimulai dari Sofifi menuju ke desa Patani, Halmahera Tengah melalui jalur darat, yang bisa memakan waktu sekitar 4 sampai 5 jam perjalanan.

Pulau Moor di Halmahera UtaraPulau Moor Foto: (dok. Istimewa)

Setelah menempuh jalur darat, perjalanan akan disambung dengan naik speedboat ataupun kapal body menggunakan mesin selama kurang lebih 1 jam.

Meski perjalanan yang ditempuh cukup jauh, perjalanan itu akan sepadan dengan pemandangan indah pulau Moor. Traveler tertarik buat main ke sini?

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Jelajahi Gresik, Temukan Keindahan Wisata Religi dan Industri yang Menarik



Gresik

Gresik merupakan sebuah kota di Jawa Timur, dikenal luas sebagai Kota Santri sekaligus Kota Industri yang berkembang. Dua identitas ini menjadikan Gresik sebagai destinasi yang menarik, karena mampu memadukan kekayaan spiritual dengan kemajuan modern.

Keunikan inilah yang membuat Gresik banyak dikunjungi oleh wisatawan, terutama mereka yang ingin mendapatkan pengalaman baru dalam hal religi dan perkembangan daerahnya.

Wisata Religi yang Sarat Makna Sejarah

Sebagai salah satu gerbang awal penyebaran Islam di Pulau Jawa, Gresik memiliki berbagai situs religi yang tidak hanya bersejarah, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang mendalam.


Makam Sunan Maulana Malik Ibrahim

Sunan Maulana Malik Ibrahim adalah tokoh penting dalam penyebaran agama Islam di Jawa pada abad ke-14. Makam beliau terletak di pusat kota Gresik dan dikenal karena batu nisannya yang menyerupai lunas kapal dan terbuat dari marmer Gujarat. Lokasinya mudah diakses dan terbuka untuk umum selama 24 jam tanpa dipungut biaya.

Bacapres Anies Baswedan ziarah ke makam Sunan Maulana Malik Ibrahim di Gresik. Ziarah tersebut bertepatan dengan Haul Sunan Gresik.Makam Sunan Maulana Malik Ibrahim. (Jemmi Purwodianto/detikJatim)

Makam Sunan Giri dan Masjid Giri Kedaton

Tempat ini menjadi salah satu tujuan ziarah utama, sekaligus pusat dakwah Islam yang telah berdiri sejak tahun 1487. Berada di Bukit Giri, pengunjung dapat menikmati panorama kota Gresik hingga kawasan pesisir dari ketinggian.

Bangunan masjidnya pun masih mempertahankan ukiran kayu asli yang telah berusia lebih dari lima abad.

Makam Nyai Ageng Pinatih dan Siti Fatimah binti Maimun

Kedua makam ini merupakan situs ziarah tertua di kawasan Asia Tenggara. Terutama Makam Siti Fatimah, yang memiliki kubah bergaya arsitektur Hindu-Buddha, menjadi bukti awal masuknya Islam ke Nusantara sejak abad ke-11.

Makam Nyai Pinatih GresikMakam Nyai Pinatih Gresik. (SIDITA JATIM)

Selain kegiatan ziarah, wisatawan juga dapat mencicipi kuliner khas Gresik seperti nasi krawu dan otak-otak bandeng, yang memperkaya pengalaman spiritual dengan cita rasa lokal yang autentik.

Industri Modern yang Mendorong Pertumbuhan

Di balik sisi spiritualnya, Gresik juga merupakan salah satu pusat industri terbesar di Indonesia. Salah satu kawasan unggulan adalah JIIPE (Java Integrated Industrial and Ports Estate), kawasan industri terpadu yang menggabungkan zona industri, pelabuhan laut, dan pemukiman modern.

Sejak diresmikan pada tahun 2018, JIIPE menjadi rumah bagi ratusan industri, serta memiliki akses langsung ke jalur tol, Bandara Internasional Juanda, dan Pelabuhan Tanjung Perak. Kawasan ini menjadi salah satu penggerak utama roda ekonomi di wilayah Jawa Timur.

Selain itu, industri besar seperti Semen Gresik dan Petrokimia Gresik memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri. Semen Gresik menyumbang sekitar 41% dari total pasokan semen nasional, sementara Petrokimia Gresik memasok sekitar 50% pupuk bersubsidi di Indonesia.

Gresik menunjukkan bahwa kemajuan industri dan kekuatan spiritual dapat berjalan beriringan, menjadikannya kota yang terus berkembang tanpa melupakan akar budayanya.

Integrasi Religi dan Industri dalam Pembangunan Daerah

Identitas Gresik sebagai kota yang religius dan sekaligus industrial telah terbangun sejak lama. Pemerintah daerah terus mengembangkan konsep wisata religi terintegrasi, yang tidak hanya menghubungkan tempat-tempat ziarah, tetapi juga melibatkan pelaku UMKM lokal dan kawasan industri dalam satu jalur wisata yang tertata dengan baik.

Salah satu gagasan andalan Pemkab Gresik adalah membentuk konsep jalur sutra lokal, yang mengintegrasikan budaya, ekonomi kreatif, dan nilai religius sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

Dengan keunikan ini, Gresik menjadi pilihan ideal bagi wisatawan yang ingin memahami jejak sejarah dan nilai-nilai keagamaan, sambil melihat langsung dinamika industri modern yang berkembang di tanah Jawa Timur.

(upd/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Kisah ‘Kampung Dayak’ di Sukabumi, Hidup Nomaden Ikuti Pasang Surut Air Laut



Sukabumi

Di Sukabumi, ada kampung unik yang disebut ‘Kampung Dayak’. Jangan traveler bayangkan Dayak yang di Kalimantan ya. Istilah Dayak di sini lebih menunjukkan kehidupan warga nomaden mengikuti pasang surut air laut.

Kampung Dayak ini berada tidak jauh dari pesisir Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Disebut Kampung Dayak, karena dahulunya bermula dari kehidupan warga yang kerap berpindah-pindah tempat tinggal sementara, ketika air laut pasang.

Ketika air laut pasang, memaksa mereka meninggalkan rumah dan mencari tempat tinggal yang lebih aman.


“Sudah 23 tahun tinggal di sini, jadi merasakan enak dan tidak enaknya selama tinggal. Dahulu, air itu naik ke atas sampai masuk ke perkampungan. Kalau sudah begitu, akhirnya keluarga dibawa dulu mengungsi, ke rumah saudara atau ke tempat yang aman,” kata Lukman (65), warga Kampung Dayak saat berjumpa dengan tim detikcom tahun lalu.

Dayak di sini bukanlah istilah yang sama dengan salah satu suku di Kalimantan. Istilah kampung dayak berasal dari pola tinggal yang berpindah ketika situasi kampung tidak aman saat ditinggali. Nama kampung yang sebenarnya adalah Kampung Talanca.

“Sering pindah lalu balik lagi, makanya disebut Kampung Dayak mungkin ya,” kata Lukman seraya terkekeh.

Warga kampung ini menjalani kehidupan yang tidak mudah. Mayoritas dari mereka menggantungkan hidup pada hasil laut. Ketika musim ikan tiba, mereka berbondong-bondong melaut, menangkap ikan yang menjadi sumber penghidupan utama. Laut bagi mereka adalah sahabat yang penuh misteri.

Kadang ia murah hati memberikan hasil tangkapan melimpah. Namun di waktu lain, ia berubah menjadi lautan yang sunyi tanpa ikan.

“Kalau dulu iya ngambil ikan, ke laut pakai perahu congkreng. Kalau sekarang sudah enggak kuat, selain ikan sudah jarang sekarang lebih banyak mulung sampah saja. Hasilnya lumayan, walau usia sudah enggak muda lagi tapi buat nambah-nambah penghasilan,” tuturnya.

“Tinggal di sini dengan keluarga, asli Citereup Desa Loji, tinggal di sini sama anak-anak, cucu 10, kalau cicit 4. Soal pendidikan alhamdulillah pada sekolah semua,” sambungnya.

Kisah serupa juga dikisahkan Tami (65). Ia bercerita ketika ikan sulit didapat, warga kampung tidak tinggal diam. Mereka banting setir menjadi pemulung, mengais rezeki dari tumpukan rongsokan yang terbawa arus dan terdampar di pesisir Loji.

Di antara sampah yang terkumpul di pantai, mereka mencari barang-barang yang bisa dijual kembali, mulai dari logam hingga plastik, apapun yang bisa menghasilkan sedikit uang untuk menyambung hidup.

“Kalau misalkan tidak ada ikan, musim lagi jelek itu saya kepompong ngumpulin aqua botol gelas, mulung kayu. Sehari dapat kalau plastik bisa sampai berapa puluh kilogram. Nanti ada yang ngangkut,” kata Tami.

Tami menceritakan dia masih kuat melaut, kalau musim ikan dia bisa sampai semalaman mencari ikan.

“Masih kuat, cari ikannya kalau dapat macam-macam lah ada Layur, Selayang macam-macam,” lirihnya.

Meski kehidupan terombang-ambing oleh alam, Tami dan warga kampung lainnya tetap gigih dan tangguh. Mereka telah terbiasa dengan kerasnya kehidupan di pesisir, menerima perubahan musim dan pasang surut laut sebagai bagian dari kehidupan mereka yang sederhana.

“Kalau harapan, setiap hari kehidupan bisa lebih stabil dan sejahtera. Kami tetap yakin mungkin besok akan membawa keberuntungan yang lebih baik,” pungkasnya.

(sym/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Kisah Mistis dan Keindahan Alam yang Memukau



Kuningan

Gunung Ciremai bukan hanya gunung tertinggi di Jawa Barat, gunung itu adalah perpaduan lengkap dari keindahan alam, sejarah, dan mitos lokal.

Dijuluki sebagai atapnya Jawa Barat, Gunung Ciremai ini memiliki ketinggian 3.078 di atas permukaan laut. Gunung Ciremai sendiri terletak di antara Kabupaten Kuningan, Majalengka, dan sedikit di wilayah Cirebon.

Gunung ini menjadi gunung favorit para pendaki jika ingin menikmati keindahan alam Jawa Barat dari ketinggian. Melansir laman resmi Taman Nasional Gunung Ciremai, bahkan sejak zaman kolonial Gunung Ciremai sudah mendapatkan perhatian penting.


Di tahun 1930-an wilayah tersebut telah ditetapkan menjadi hutan lindung oleh Pemerintah Hindia-Belanda, kemudian di tahun 1978 menjadi hutan produksi. Dan di tahun 2004 ditetapkan menjadi Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), kawasan tersebut kini dikelola langsung oleh Balai TNGC dengan luas sekitar 15.500 hektar.

Pesona Alam dan Lokal

Bagi pendaki yang ingin mencoba mengelan Gunung Ciremai lebih dalam, terdapat tiga jalur pendakian: Palutungan, Apuy, dan Linggarjati. Untuk jalur Palutungan dan Apuy punya medan yang cocok untuk pendaki pemula.

Beda dengan jalur Linggarjati yang lebih menantang, tapi justru jalur ini yang jadi andalan para pendaki, karena menyimpan banyak cerita yang bisa jadi selingan pendaki saat berada dalam jalur pendakian.

Di puncak Ciremai, traveler yang ke sini akan disuguhkan oleh dua kawah yang indah. Selain itu dari puncak gunungnya, akan terlihat indah city view yang megah nan mempesona.

Taman Nasional Gunung Ciremai.Taman Nasional Gunung Ciremai. (Istimewa)

Bukan hanya menyuguhkan pesona alam yang menakjubkan, Gunung Ciremai, khususnya masyarakat di sana juga masih melestarikan budaya lokal. Sehingga budaya ini menjadi daya tarik lain para pendaki yang hendak menuju ke puncak Gunung Ciremai.

Seren Taun atau sebuah tradisi pasca panen sebagai wujud rasa syukur masyarakat Sunda terhadap hasil bumi yang diperoleh yang dilakukan secara tahunan. Dalam kegiatan tersebut biasanya akan ada arak-arakan dan keseruan lainnya yang menjadi daya tarik tersendiri.

Mitos dan Mistis

Tentunya di setiap daerah maupun setiap gunung punya mitos dan cerita mistis yang melekat, tak terkecuali di Gunung Ciremai ini. Konon katanya mitos di Gunung Ciremai ini tidak boleh membuang air seni ke tanah.

Nantinya jika seseorang melakukan tersebut, maka musibah buruk akan menimpa kepada pelakunya. Oleh karenya di jalur pendakian kerap dijumpai plastik-plastik atau botol plastik berisikan air seni digantung di ranting pepohonan.

Mitos lainnya yang ada di Gunung Ciremai ini adalah menghentakkan kaki sebanyak tiga kali. Cara tersebut diyakini dapat melindungi pendaki dari gangguan makhluk tak kasat mata dan juga melindungi selama pendakian.

Gunung Ciremai.Gunung Ciremai. (Fathnur Rohman/detikJabar)

Kemudian, ada juga mitos tentang harimau bermata satu, konon harimau bermata satu ini tinggal di antara gundukan ranting kering berbentuk gua di Gunung Ciremai.

Nah dari cerita yang terus bergulir itu, harimau bermata tersebut merupakan binatang yang dimiliki oleh Nini Pelet. Nama tersebut adalah merupakan sosok yang memiliki kekuatan supranatural yang luar biasa.

Dalam ceritanya Gunung Ciremai ini merupakan singgasana kerajaan Nini Pelet, sehingga gunung ini juga dianggap sakral dan punya magnet mistis yang kuat.

Bukan hanya cerita tentang Nini Pelet, masih banyak lainnya, salah satunya cerita suara lantunan gamelan. Konon ketika pendaki mendengar suara gamelan itu, akan penasaran dari mana sumber suara tersebut, dan dari beberapa kejadian juga ada yang tersesat karena mencari keberadaan suara itu.

Di luar cerita mitos dan mistis yang ada di Gunung Ciremai, atapnya Provinsi Jawa Barat ini secara lanskap alamnya begitu menakjubkan dan indah untuk dinikmati. Ia adalah saksi bisu dari perjalanan sejarah, wadah kekayaan alam, cermin budaya masyarakat, dan ruang spiritual yang dihormati.

(upd/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Agustusan, Hiu Paus Gorontalo Jadi Ikon Wisata Baru



Gorontalo

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo mempromosikan objek wisata bahari Hiu Paus di Desa Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI).

Mengutip Antara, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim di Gorontalo, menjelaskan pemilihan Botubarani sebagai lokasi pencanangan HUT ke-80 RI kali ini sekaligus bertujuan untuk mengangkat potensi wisata bahari, khususnya wisata Hiu Paus, yang diharapkan semakin eksis dan dikenal di tingkat nasional dan internasional.


“Seluruh aktivitas semarak HUT RI tahun ini, termasuk yang berlangsung di Botubarani, akan kami laporkan. Harapannya, kawasan ini bisa lebih dikenal dan menjadi daya tarik wisata unggulan Gorontalo,” ujar Sofian, Minggu (3/8/2025).

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan, pencanangan ini merupakan bagian dari upaya promosi wisata yang telah digencarkan pemerintah daerah bersama Kementerian Pariwisata RI.

“Tujuan kegiatan ini sangat jelas, yaitu ingin mengangkat wisata Hiu Paus agar lebih melegenda. Bahkan penampilan Hiu Paus Sherly sudah ditayangkan di videotron milik Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di Jakarta,” kata Gusnar.

Ia mengatakan, dampak promosi yang dilakukan juga sudah mulai terlihat. Salah satunya wisatawan asing yang diketahui berkunjung karena melihat tayangan wisata Hiu Paus di videotron milik Kemenpar RI.

Gusnar berharap seluruh elemen masyarakat terus bersinergi membangun Provinsi Gorontalo melalui semangat kemerdekaan dan pelestarian lingkungan.

Pencanangan rangkaian HUT RI di Gorontalo diawali dengan jalan sehat sejauh 1,2 kilometer dari Pantai Kurenai menuju objek wisata Hiu Paus. Acara dilepas langsung oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie yang diikuti ratusan ASN Pemprov Gorontalo.

Kegiatan pencanangan ditandai dengan pelepasan 80 ekor burung merpati dan pembentangan bendera merah putih sepanjang 200 meter di bibir pantai serta satu bendera berukuran 80 meter di atas permukaan laut. Menutup rangkaian acara, seluruh peserta berpartisipasi dalam aksi bersih-bersih pantai.

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com