Tag Archives: umur

Berapa Kilometer Idealnya untuk Ganti Oli CVT Mobil? Ini Efeknya Jika Telat


Jakarta

Demi menjaga performa mobil dan membuat sistem umur panjang, oli mesin perlu diganti secara berkala. Pasalnya, beberapa komponen mesin punya batas usia pakai.

Tak terkecuali untuk oli model Continuously Variable Transmission (CVT) yang membutuhkan perawatan rutin untuk diganti. Dilansir Boulder Nissan, CVT sendiri adalah jenis transmisi otomatis yang menggunakan sistem sabuk dan katrol, untuk menyediakan rasio gigi yang tak terbatas.

Hal ini memungkinkan akselerasi yang halus dan efisien. Namun, dengan teknologi yang dimiliki CVT muncul juga tanggung jawab untuk merawatnya dengan benar.


Mengetahui Kapan Waktu Ganti Oli CVT Mobil Berdasarkan Km

Pemilihan mobil dengan transmisi CVT atau jenis lainnya bergantung pada preferensi maupun kebutuhan masing-masing.

Menurut Honda Surabaya Center, disarankan oli CVT mobil diganti setiap 40.000 km atau sekitar 2 tahun. Ada juga yang melakukan penggantian oli pada transmisi CVT setiap kelipatan jarak tempuh mencapai 30.000 kilometer.

Beberapa merekomendasikan penggantian oli CVT setiap per 20.000 km sampai 50.000 km.

Dari informasi di atas, sejatinya tidak ada patokan pasti mengenai waktu penggantian oli CVT. Waktu penggantian oli CVT ditentukan berdasarkan pemakaian dan kondisi oli.

Saat mobil digunakan dalam keadaan berat maka kerja transmisi juga akan menjadi lebih berat. Semantara jika mobil jarang digunakan, tidak menjamin juga oli bisa bertahan lama.

Dilansir laman Suzuki Indonesia, kualitas oli mesin mobil yang tidak digunakan hingga 3 bulan lebih juga akan menurun. Mulanua berwarna bening, oli akan berubah menjadi kehitaman.

Meskipun mobil tidak dipakai dan km tidak bertambah, oli masih tetap bisa rusak. Artinya, penggantian oli juga tidak hanya berpatokan pada kilometer.

Efek Telat Ganti Oli Transmisi CVT

Jika oli transmisi terkontaminasi atau kehilangan viskositasnya, kinerja transmisi bisa menurun. Dalam skenario terburuk, hal ini bahkan bisa menyebabkan kegagalan transmisi.

Pastikan cairan transmisi tetap bersih dan pada level yang tepat. Oleh karena itu, penggantian tepat waktu dilakukan untuk menjaga transmisi dan mempertahankan kinerja kendaraan yang optimal.

Penggunaan jenis cairan transmisi yang salah juga bisa menyebabkan kerusakan yang signifikan.

Sebagai catatan, beberapa kendaraan mungkin memerlukan penggantian cairan yang lebih sering. Hal ini juga tergantung pada jenis pengendaraan dan usia kendaraan.

Beberapa produsen mobil bahkan mungkin merekomendasikan pengurasan cairan transmisi, daripada penggantian cairan sederhana.

Keunggulan dan Kelemahan Transmisi CVT

Dirangkum dari situs resmi Hyundai, berikut merupakan beberapa keuntungan utama CVT dalam kendaraan secara umum:

Keunggulan Transmisi CVT

  • Memiliki kemampuan untuk menjaga mesin dalam kecepatan secara optimal.
  • Mampu secara otomatis menyesuaikan rasio transmisi dengan kecepatan kendaraan.
  • Membuat mesin bisa bekerja dengan efisien pada setiap kecepatan.
  • Mobil bisa lebih hemat bahan bakar, sehingga menghasilkan emisi yang lebih rendah.
  • Memberikan pengalaman mengemudi yang lebih lancar serta nyaman.
  • Perpindahan gigi yang halus sehingga bisa membuat pengemudi lebih nyaman.

Kelemahan Transmisi CVT

  • Tidak cocok untuk mobil bertenaga besar, karena bisa mengurangi performa mesin.
  • Biaya perawatannya cenderung bisa lebih mahal.
  • Kurang cocok untuk kondisi berkendara yang ekstrem, karena cenderung lebih cepat panas kalau dibandingkan dengan jenis transmisi lainnya.

Semoga informasi di atas bisa menambah pemahaman dan gambaran detikers dalam mengganti oli untuk mobil dengan sistem transmisi CVT.

(khq/fds)



Sumber : oto.detik.com

Pulau Air Raja yang Cantik tapi Terpencil di Batam



Batam

Di Batam, ada sebuah pulau yang cantik tapi terpencil. Namanya pulau Air Raja. Pulau ini menyimpan kisah legenda tersendiri. Seperti apa kisahnya?

Pulau Air Raja adalah salah satu pulau terpencil di kota Batam, kepulauan Riau. Pulau ini termasuk ke dalam wilayah kecamatan Galang dan kelurahan Air Raja.

Legenda Situs Perigi Air Raja

Keberadaan pulau ini tak bisa dilepaskan dari Situs Perigi Air Raja dan legenda di baliknya. Konon, sumber mata air itu punya khasiat tersendiri.


Di Pulau Air Raja, terdapat situs Perigi Air Raja. Dari situs itulah asal usul nama pulau ini berasal.

Alkisah, pada zaman dahulu, di masa pemerintahan Datuk Raja Munsang Arafah, rombongan Kerajaan Bintan berlayar menggunakan perahu Lancang Kuning ke Johor, Malaysia.

Rombongan kerajaan itu terdiri atas lima raja, 30 pengawal dan dua cucu kembar Datuk Raja Munsang Arafah. Di tengah perjalanan, perahu mereka dihantam badai besar, sehingga terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni.

Setelah tiga hari tiga malam terdampar, rombongan itu mulai kehabisan perbekalan. Mereka mencari sumber mata air ke seluruh penjuru pulau, namun setetes air pun tidak mereka temukan.

Kelima raja itu akhirnya berdoa kepada Tuhan untuk meminta pertolongan. Datuk Raja Munsang Arafah lalu memahat sebuah batu. Tiba-tiba saja, air mengalir dari batu yang dipahatnya.

Sang raja akhirnya membuat dua perigi yang diberi nama sesuai dengan cucunya, yaitu Putri Srikandi yang terletak di sebelah kiri dan Putri Cahaya Nilam di sisi kanan.

Datuk Raja Munsang Arafah beserta keluarga akhirnya tinggal di pulau ini sampai akhir hayat. Menurut warga setempat, air di perigi itu tidak akan pernah habis meski musim kemarau sekalipun.

Mata air dari perigi itu pun dipercaya berkhasiat dan bisa membuat panjang umur. Tak heran jika banyak wisatawan yang datang ke pulau Air Raja hanya untuk minum dan membawa pulang air dari perigi tersebut.

(wsw/msl)



Sumber : travel.detik.com

Saat Keuangan Menipis, Bisakah Ganti 2 Ban Mobil Terlebih Dulu?


Jakarta

Ban mobil yang sudah aus harus segera diganti demi keselamatan berkendara. Jika dibiarkan, daya cengkeram ban pada permukaan jalan semakin kecil sehingga kendaraan tidak bisa langsung berhenti saat mengerem. Akibatnya, risiko kecelakaan tidak dapat dihindari.

Namun mobil memiliki empat ban. Jika langsung mengganti keempat ban akan mengeluarkan biaya besar. Lantas, apakah boleh mengganti dua ban terlebih dahulu atau perlu keempatnya segera?

Bisakah Ganti 2 Ban Mobil Terlebih Dulu?

Mengutip pemberitaan detikcom, ban mobil boleh diganti dua buah terlebih dahulu. Sisa ban dapat diganti kemudian. Dan penting diingat, posisi ban yang mesti diganti duluan adalah ban belakang, bukan ban depan.


Penggantian ban harus yang di belakang terlebih dulu untuk menghindari terjadinya oversteer, yaitu situasi ban belakang kehilangan traksi atau selip, terutama saat berbelok di jalan yang basah yang membuat mobil lebih sulit dikendalikan.

Oversteer dapat terjadi akibat setir yang diputar tiba-tiba ketika mobil memasuki belokan dengan kecepatan tinggi. Situasi ini bisa diperparah dengan kondisi ban yang gundul.

Maka dari itu, ban baru perlu dipasang di posisi belakang terlebih dahulu supaya meminimalisasi gejala oversteer. Di sisi lain, diharapkan mempermudah pengemudi mengendalikan ketika terjadi selip.

Namun penting juga memperhatikan tingkat keausan ban. Dilansir Auto2000, ban yang mengalami aus paling parah mesti diganti duluan.

Ban depan cenderung lebih cepat aus dibanding posisi belakang karena menerima beban lebih besar saat mengerem dan mengarahkan kendaraan. Direkomendasikan mengganti ban terlebih dahulu, tetapi segera ganti juga ban belakang setelahnya untuk menghindari kondisi oversteer.

Bisakah Hanya Ganti 1 Ban Saja?

Dalam kondisi finansial sedang benar-benar terhambat, mengganti satu ban terlebih dulu tidak dilarang tetapi lebih disarankan mengganti dua ban sekaligus. Dengan syarat, ban lainnya mesti diganti menyusul dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama.

Sebab hanya mengganti satu ban akan mempengaruhi grip kendaraan. Jika mengganti dua ban langsung maka tapaknya akan sama. Sementara jika satu saja maka tingkat keausan bannya sudah pasti berbeda. Pemasangan satu ban juga akan menyebabkan ketidaknyamanan selama berkendara.

Karena itu, penggantian satu ban dan lainnya bisa diberikan jeda tetapi jangan terlalu lama rentang waktunya agar tidak memberikan tingkat keausan yang jauh berbeda di antara ban.

Perlu digarisbawahi, idealnya adalah mengganti keempat ban sekaligus. Hal ini untuk memastikan seluruh ban punya umur dan performa yang sama. Dengan begitu, risiko bahaya yang mempengaruhi keselamatan berkendara dapat dihindari.

(azn/row)



Sumber : oto.detik.com

Matikan AC Sebelum Mematikan Mesin, Benarkah Bikin Mobil Lebih Awet?



Jakarta

Banyak pemilik mobil yang memiliki kebiasaan mematikan mesin tanpa terlebih dahulu mematikan AC. Kebiasaan ini terkesan sepele, tetapi ternyata bisa berdampak buruk pada komponen kendaraan.

Lantas, benarkah mematikan AC sebelum mesin dapat membuat mobil lebih awet

Dampak Buruk pada Kompresor AC

Dilansir dari Dokter Mobil, saat mesin mobil dimatikan dalam keadaan AC masih menyala, kompresor AC yang bertugas sebagai pendingin kabin bisa mengalami tekanan berlebih.


Hal ini yang membuat ketika mobil dinyalakan kembali, sistem AC akan langsung aktif dan memberikan beban tambahan pada mesin yang masih dalam tahap awal bekerja. Ini bisa memperpendek umur kompresor AC dan membuat kinerjanya menurun.

Meningkatkan Risiko Aki Cepat Habis

Aki mobil berperan dalam menjalankan sistem kelistrikan, termasuk AC. Jika AC dalam kondisi menyala sebelum mesin dinyalakan, aki diklaim harus bekerja ekstra keras untuk mengaktifkan motor blower AC sebelum mendapat suplai listrik dari alternator. Akibatnya, aki lebih cepat tekor dan bisa menyulitkan proses menyalakan mesin.

Pada mobil dengan sistem karburator atau injeksi modern, kompresor AC mengambil tenaga langsung dari mesin. Jika AC menyala saat mesin baru dinyalakan, beban mesin menjadi lebih berat, meningkatkan konsumsi bahan bakar serta mengurangi efisiensi kerja mesin dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Dokter Mobil menyebutkan bahwa mematikan AC sebelum mesin mobil mati bukan hanya kebiasaan yang baik, tetapi juga bisa membantu menjaga kompresor AC, memperpanjang usia aki, dan mengurangi beban mesin.

Jadi, jika ingin mobil lebih awet dan tetap dalam kondisi prima, biasakan untuk mematikan AC terlebih dahulu sebelum mematikan mesin. Dengan begitu, performa kendaraan tetap optimal dan biaya perawatan pun bisa ditekan.

(mhg/dry)



Sumber : oto.detik.com

Mobil Baru Jangan Langsung Digeber, Segini Kecepatan yang Dianjurkan


Jakarta

Mobil baru jangan langsung digeber dengan kecepatan tinggi. Segini kecepatan yang dianjurkan untuk mobil baru.

Mobil baru rupanya tidak dianjurkan langsung digunakan untuk kecepatan tinggi. Saat 1.000 km pertama, pemilik mobil harus mengetahui cara berkendara agar performanya bisa optimal. Tak cuma itu, kamu juga bisa membuat umur mobil lebih panjang dengan memperlakukan mobil sesuai anjuran pabrikan.

Mengutip buku panduan manual Mitsubishi Xpander, ada lima hal yang perlu diperlakukan pada mobil baru sebagai berikut.


1. Hindari memacu mesin pada kecepatan (rpm) yang tinggi
2. Hindari start mendadak, akselerasi mendadak, ataupun pengereman mendadak dan juga hindari berkendara pada kecepatan tinggi yang lama
3. Ikuti petunjuk batas kecepatan yang dianjurkan pabrikan. Tak cuma itu, kamu juga wajib memenuhi batas kecepatan yang berlaku di ruas jalan tersebut.
4. Di awal, jangan membawa muatan secara berlebihan di dalam mobil
5. Jangan menggunakan kendaraan ini untuk menderek trailer

Batas Kecepatan Mobil Baru

Dalam anjuran di atas, salah satunya harus mengikuti petunjuk batas kecepatan yang dianjurkan. Memang berapa batas kecepatannya? Untuk mobil dengan transmisi manual, gigi 1 bisa dipacu dengan batas kecepatan 25 km/jam. Selanjutnya bila mobil berada di posisi gigi 2, maka batas kecepatannya 45 km/jam.

Bila tuas transmisi mobil berada di posisi gigi 3, batas kecepatannya 75 km/jam. Di posisi gigi 4, batas kecepatan mobil 100 km/jam. Terakhir pada gigi 5, batas kecepatannya 110 km/jam.

Mobil bertransmisi otomatis beda lagi perlakuannya. Bila pada tuas transmisi L alias Low, batas kecepatannya adalah 30 km/jam. Kalau posisi tuas transmisi di gigi 2, maka batas kecepatannya 60 km/jam.

Selanjutnya bila di posisi D alias Drive, batas kecepatan mobil adalah 100 km/jam. Hal itu bisa dilakukan bila overdrive dalam kondisi mati. Sementara bila fitur overdrive dalam posisi menyala, maka batas kecepatan di gigi D adalah 105 km/jam.

(dry/rgr)



Sumber : oto.detik.com

5 Kebiasaan yang Bikin Ban Mobil Cepat Rusak



Jakarta

Kasus ban cepat botak, retak, hingga pecah bukan hanya karena kualitas produk, tapi juga akibat kebiasaan pengemudi yang keliru.

“Rata-rata ban bisa digunakan secara maksimal untuk menempuh jarak 40.000 hingga 50.000 kilometer, sebelum perlu diganti karena aus. Selain dari sisi jarak, performa dan usia ban juga ditentukan oleh kebiasaan pemakaian kita sehari-hari. Kebiasaan buruk dalam memakai ban tidak hanya memperpendek umur ban, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, dan membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros,” kata Apriyanto Yuwono, National Sales Manager (PCR) Passenger Car Radial Hankook Tire Sales Indonesia dalam keterangannya, dikutip Selasa (26/8/2025).


Seringkali, pengendara baru menyadari kerusakan pada ban ketika kondisinya sudah parah, seperti kempes atau sobek. Padahal, semua ini bisa dicegah apabila pengendara rutin melakukan inspeksi dan perawatan rutin. Berikut ini 5 kebiasaann yang bikin ban mobil cepat rusak:

1. Mencuci Ban dengan Air Tekanan Terlalu Tinggi

Teknik mencuci mobil dengan air bertekanan tinggi (steam) sebetulnya dapat membantu membersihkan komponen mobil yang sulit terjangkau. Namun, apabila terlalu sering melakukan ini, ditambah mengarahkan nosel semprotan air yang terlalu dekat dengan ban dapat mengikis lapisan pelindung ban. Cukup gunakan tekanan sedang (80-100 bar) dengan jarak aman 40-50 cm.

2. Menggunakan Semir Ban Berlebihan

Produk semir ban umumnya menggunakan silicone based yang dapat menjaga kilap ban lebih lama. Meski begitu, menggunakan semir ban terlalu sering dapat membuat silicone menumpuk di ban mobil dan menyerap kandungan kompon ban sehingga menyebabkan retakan halus pada permukaan ban. Ban juga jadi licin dan mudah slip saat hujan. Sebaiknya gunakan semir ban maksimal dua minggu sekali dan hindari melapisi semiran berlebih pada bagian tapak ban.

3. Terlalu Sering Menambal Ban Tubeless

Ban tubeless memiliki lapisan fluid sealant yang berfungsi mempertahankan kerapatan ban, sehingga, ban ini tidak akan langsung kempis jika tertusuk benda tajam. Meski terkesan lebih tahan banting daripada ban dalam, sebaiknya pengendara tidak menambal ban tubeless lebih dari empat kali karena dapat membuat permukaan ban menjadi tidak rata, dan mengurangi daya cengkram ban yang nantinya berisiko terhadap kecelakaan. Segera ganti ban tubeless saat muncul benjolan atau retakan halus pada permukaan ban.

4. Mengisi Tekanan Angin Terlalu Tinggi

Setiap pabrikan mobil biasanya memberikan rekomendasi tekanan ban yang ideal, sesuai jenis dan berat mobil, misalnya SUV 35-40 psi, sedan 30-33 psi, dan city car 30-36 psi. Mengisi tekanan angin ban sesuai rekomendasi membuat laju kendaraan lebih ringan dan menghemat bahan bakar. Sebaliknya, tekanan angin yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan kendaraan justru membuat keausan ban tidak merata lantaran bagian tengah ban mendapatkan gesekan berlebih dibanding area samping.

5. Mencuci Ban dengan Deterjen

Deterjen dengan kandungan alkali tinggi berisiko mengikis lapisan pelindung karet ban, sehingga dapat membuat elastisitas ban berkurang dan mudah retak. Ditambah lagi dengan perubahan suhu dan kelembaban tinggi saat musim hujan membuat ban lebih cepat aus dan tentu berbahaya saat digunakan di jalan yang basah. Sebaiknya, pengendara mencari pengganti deterjen untuk membersihkan ban, gunakan sabun khusus mobil dengan kandungan pH balance untuk menjaga kelenturan karet ban.

“Perawatan ban mobil juga tidak lepas dari memilih ban yang sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi kendaraan. Untuk wilayah tropis seperti Indonesia, pilih ban dengan dukungan teknologi drainase dan daya cengkram optimal yang akan bermanfaat saat musim hujan seperti saat ini.” jelas Apriyanto.

(riar/din)



Sumber : oto.detik.com

Pokoknya Jangan Ngebut Pakai Pajero-Fortuner di Tol kalau Mau Panjang Umur!



Jakarta

Dua mobil SUV ladder frame, Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport, sering digunakan dengan kecepatan tinggi di jalan tol. Padahal, memacu mobil SUV standar di jalan tol dengan kecepatan tinggi memiliki risiko tinggi.

Praktisi keselamatan berkendara tidak menyarankan penggunaan SUV untuk kebut-kebutan di jalan umum. Apalagi, mobil tersebut sejatinya memang dirancang nyaman. Memacu SUV dengan ground clearance tinggi dan suspensi nyaman di jalan tol berisiko buat keselamatan. Tak jarang kecelakaan terjadi akibat memacu mobil hingga kecepatan tinggi di jalan tol. Bahkan, kecelakaan tersebut sampai merenggut nyawa.


SUV ladder frame seperti Mitsubishi Pajero dan Toyota Fortuner memiliki bantingan suspensi yang nyaman. Dengan suspensi nyaman, biasanya mobil berisiko limbung hingga menyebabkan kehilangan keseimbangan saat dipacu dengan kecepatan tinggi.

“Kalau suspension empuk maka limbung, suspension stabil cenderung lebih keras. Tapi banyak produk after market bisa menyempurnakan ini,” kata praktisi keselamatan berkendara yang juga Road Safety Commission Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian kepada detikOto beberapa waktu lalu.

Selain itu, dimensi kendaraan juga dapat mempengaruhi keseimbangan mobil saat ngebut di jalan tol. Menurut Reza, makin tinggi dari permukaan maka titik beratnya juga makin tinggi.

“Maka risiko terguling ada. Ini kayak bawa barang tapi di atas kepala. Makanya ada peringatan di setiap SUV baca buku manual di sun visor biasanya,” ujar Reza yang juga menjadi Wakil Ketua Umum Bidang Diklat Perkumpulan Keamanan dan Keselamatan Indonesia (Kamselindo).

Selain itu, mobil SUV ladder frame 2WD yang biasanya menggunakan penggerak roda belakang, menurut Reza, cenderung oversteer. Hal itu juga menjadi kombinasi yang membahayakan.

“Titik berat di atas, lebar ban pendek, suspension empuk dan kecepatan tinggi,” bebernya.

“Dengan bobot dan torsi serta konstruksi SUV ini memang idealnya 4WD agar ada penggerak pendorong. Saat limbung dan slip bagian belakang, ada ban depan yang menarik. Ban juga pengaruh karena dia bagian terakhir yang menapak pada permukaan jalan. Bisa dia juga sebagai suspension. Sayangnya di Indonesia 4WD ini masih dianggap barang mewah dengan pajak tinggi padahal ini bicara POV keselamatan,” jelas Reza.

Sony Susmana, praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), mengatakan bahwa mobil-mobil SUV ladder frame seperti Fortuner dan Pajero bukan dirancang kendaraan untuk kebut-kebutan di jalan tol. Sebab, mobil dengan dimensi bongsor tersebut bisa kehilangan kestabilan apabila dipacu dengan kecepatan tinggi di jalan tol.

“Kendaraan-kendaraan yang big SUV rata-rata sasisnya ladder frame, antara sasis dan bodi tidak menyatu atau terpisah. Artinya, bodi mobil pada jenis sasis ini diletakkan di atas sasis lalu disambungkan. Bisa dikatakan secara bentuk lebih jangkung atau tinggi. Sehingga gejala limbung atau bounching yang terjadi lebih besar,” ujar Sony kepada detikOto beberapa waktu lalu.

Ketika digunakan ngebut di jalan tol, Pajero Sport atau Fortuner kestabilannya mungkin tidak sebaik kendaraan dengan jenis sasis monokok. Kestabilan yang labil di kecepatan tinggi akan mempengaruhi handling. Hal ini bisa berakibat fatal terutama jika pengemudinya tak sigap.

“Bentuk bodi seperti ini karakternya menangkap angin terutama di kecepatan tinggi. Sekalipun sudah didesain oleh tenaga-tenaga ahli tetap aja ada batas toleransinya,” jelas Sony.

Ketika memacu SUV bongsor di kecepatan tinggi, seringnya berisiko membuat selip atau bahkan mudah terbalik. Ini bisa diakibatkan oleh terpaan angin dari depan ataupun samping.

“Kalau bicara ngebut sih bisa, toh power dari mesinnya besar. Dan ada kok balapan mobil SUV di sirkuit. Tapi, itu sudah dimodifikasi ya. Sementara kendaraan-kendaraan standar tersebut didesain hanya untuk jalan raya yang lebih mengedepankan kenyamanan,” sebut Sony.

Jadi, kalaupun mau kebut-kebutan pakai SUV seperti Fortuner dan Pajero Sport boleh-boleh saja. Tapi dilakukan di lingkungan tertutup seperti di sirkuit dan dengan memodifikasi komponen tertentu agar lebih stabil.

(rgr/din)



Sumber : oto.detik.com

Cara Merawat Aki Mobil Hybrid



Jakarta

Kendaraan elektrifikasi kini semakin populer di Indonesia. Baik mobil listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV) maupun mobil hybrid (Hybrid Electric Vehicle/HEV), keduanya tetap menggunakan aki atau auxiliary battery sebagai sumber daya kelistrikan tegangan rendah. Bagaimana cara merawat aki mobil hybrid?

Aki pada mobil hybrid memiliki fungsi yang sama seperti pada mobil konvensional, yaitu menyuplai daya ke lampu, sistem audio, klakson, sampai Electronic Control Unit (ECU). Bedanya, pada BEV, aki mendapatkan daya dari baterai utama bertegangan tinggi, sementara pada HEV, pasokannya berasal dari motor generator.


“Meskipun kendaraan elektrifikasi memiliki baterai utama bertegangan tinggi, aki tegangan rendah 12 volt tetap penting karena fungsi utamanya adalah sebagai sumber daya untuk sistem elektronik mobil. AutoFamily tetap harus memperhatikan kondisi aki mobil supaya sistem kelistrikan mobil dapat berfungsi dengan baik dan optimal,” jelas Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000, dalam keterangannya.

Perawatan aki mobil hybrid sebenarnya sederhana, sama seperti mobil-mobil pada umumnya. Pertama, cek level air aki secara berkala, terutama buat tipe aki basah. Pastikan air aki tidak melebihi batas agar tidak meluap. Kedua, periksa pengikat dudukan aki agar tidak longgar dan menghindari risiko tumpahan atau hubungan arus pendek.

Langkah berikutnya, bersihkan terminal aki dari debu atau karat agar daya hantar listrik tetap optimal. Waspadai juga kebocoran aki, dan segera ganti kalau ditemukan retak atau cairan keluar.

Agar umur aki lebih panjang, hindari menambah beban kelistrikan seperti memasang aksesori tambahan tanpa perhitungan daya. Selain itu, nyalakan mobil dengan posisi ‘Ready’ setiap 1-2 minggu sekali untuk menjaga kelistrikan aki tetap terisi.

Terakhir, lakukan servis berkala di bengkel resmi setiap enam bulan sekali. Dengan perawatan rutin, aki mobil hybrid bisa bertahan lama dan sistem kelistrikan mobil tetap prima.

(lua/rgr)



Sumber : oto.detik.com

Cara Cek Umur Kartu Telkomsel, Punyamu Sudah Berapa Tahun?

Jakarta

Ramai-ramai netizen pamer umur kartu Telkomsel mereka setelah kabar Simpati dihidupkan kembali. Tak sedikit yang pamer penggunaan kartu Telkomsel milik mereka sudah menyentuh angka belasan hingga puluhan tahun.

“ini ngeceknya bagaimana?” tulis salah satu netizen di X.

Kalau kamu ingin cek berapa lama penggunaan kartu Telkomsel atau umur kartu Telkomsel milikmu, gampang kok. Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan. Dirangkum dari situs resmi Telkomsel, ada tiga cara untuk mengecek umur kartu Telkomsel.


1. Cek Umur Kartu Telkomsel dengan Kode Dial UMB

Cara pertama yang dapat kamu lakukan yaitu dengan mengecek umur kartu Telkomsel melalui UMB (USSD Menu Browser). UMB sendiri merupakan layanan yang disediakan operator telekomunikasi, contohnya Telkomsel. Langkah-langkah yang harus kamu lakukan untuk cek umur kartu Telkomsel kamu dengan dial UMB yaitu:

  • Buka menu untuk menelepon yaitu Panggilan atau ‘Call’.
  • Ketik dial UMB *999#.
  • Tekan tombol untuk menelepon berwarna hijau.
  • Pilih ‘Lainnya’ lalu lanjut ke ‘Cek Umur Kartu’.
  • Saat kamu menemukannya, klik opsi ‘Cek Umur Kartu’ tersebut
  • Setelahnya, kamu akan menerima notifikasi yang berisi usia kartumu dalam satuan hari. Contohnya, umur kartumu berusia 1234 hari.

2. Cek Umur Kartu Telkomsel dengan Menghubungi Veronika di tsel.me/chatva

Untuk menghubungi Veronika, ikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Buka tsel.me/chatva.
  • Ketik kata kunci ‘Cek umur kartu’.
  • Kirim kata kunci tersebut ke Veronika
  • Kamu akan mendapatkan instruksi untuk memberikan nomor Telkomsel kamu
  • Tulis nomor HP kamu di kolom pesan, lalu kirim
  • Veronika akan mengirimkan kode melalui SMS ke nomor kamu yang berlaku selama 3 menit. Ketik kode tersebut di kolom pesan sebelum waktu berlakunya habis
  • Setelah mengirimkan kode tersebut ke Veronika, kamu akan mendapatkan informasi tentang umur kartu kamu dalam jumlah tahun, bulan, dan hari.

3. Cek Umur Kartu Telkomsel dengan aplikasi MyTelkomsel

Untuk cek umur kartu Telkomsel menggunakan aplikasi MyTelkomsel, caranya seperti ini:

  • Buka aplikasi MyTelkomsel di HP kamu
  • Login ke aplikasi dengan nomor Telkomsel kamu
  • Pada beranda, klik menu ‘Help Center’ di pojok kanan atas
  • Pilih ‘Tanya Veronika’ untuk mendapatkan bantuan lewat live chat
  • Ketik ‘cek umur kartu’ lalu kirim.
  • Isikan nomor HP kamu, kirim lagi
  • Tunggu hingga informasi umur kartu kamu keluar.

Jadi, itulah ketiga cara untuk mengetahui umur kartu Telkomsel kamu secara mudah dan cepat. Nah, punya kamu kira-kira sudah berapa lama nih umur kartunya?

(ask/afr)



Sumber : inet.detik.com

4 Cara Cek Umur Kartu Telkomsel, Mudah Cukup dengan HP!

Jakarta

Apakah kamu pengguna kartu Telkomsel? Sudah berapa lama menggunakan layanan operator ini?

Sebagian orang mungkin termasuk pengguna baru Telkomsel. Tapi lainnya, ada yang telah menggunakan layanan operator ini sejak lama sekali. Bahkan mungkin ada saja yang memakai sedari awal Telkomsel didirikan pada 1995.

Oleh sebab itu, tak sedikit yang penasaran berapa lama nomor Telkomsel mereka sudah aktif. Kalau ingin tahu, kamu bisa cek umur kartu Telkomsel lho. Simak caranya yang dikutip dari laman resminya di bawah ini.


Cara Cek Umur Kartu Telkomsel Via Kode Dial UMB

Umur kartu Telkomsel dapat dicek melalui kode dial UMB atau USSD. Berikut langkah-langkahnya:

  • Buka menu Panggilan atau Telepon
  • Lakukan panggilan ke kode UMB *999#
  • Pilih ‘Lainnya’ selama beberapa kali sampai menemukan opsi ‘Cek Umur Kartu’
  • Lalu pilih menu ‘Cek Umur Kartu’
  • Selanjutnya, muncul info usia kartu Telkomsel-mu dalam satuan hari. Contohnya, 4.335 hari yang setara sekitar 11 tahun, 10 bulan, 20 hari.

Cara Cek Umur Kartu Telkomsel dengan MyTelkomsel

Kamu juga dapat mengecek usia kartu Telkomsel via aplikasi MyTelkomsel. Pastikan telah mengunduh dan menginstalnya terlebih dahulu di ponsel. Setelahnya, simak cara berikut:

  • Buka dan login di aplikasi MyTelkomsel
  • Pada Beranda, klik menu ‘Help Center’ di pojok kanan atas
  • Pilih ‘Tanya Veronika’ untuk memperoleh bantuan melalui live chat
  • Ketik ‘cek umur kartu’ lalu kirim
  • Tuliskan nomor kartu Telkomsel milikmu, kemudian kirim
  • Info usia kartu Telkomsel akan muncul setelah beberapa saat.

Cara Cek Umur Kartu Telkomsel Melalui Website Telkomsel

Cek usia kartu Telkomsel bisa pula lewat situs resminya. Nantinya, pengecekan umur kartu akan dibantu juga oleh virtual assistant Veronika. Berikut langkah-langkahnya:

  • Akses situs resmi Telkomsel di telkomsel.com
  • Klik ikon bantuan Veronika pada pojok kanan bawah atau langsung klik di tsel.me/chatva
  • Tuliskan ‘cek umur kartu’
  • Ketik nomor Telkomsel yang ingin dicek usia kartunya
  • Kode OTP melalui SMS akan dikirim ke nomor tersebut
  • Tuliskan kode tersebut pada live chat Veronika
  • Informasi umur kartu Telkomsel pun akan tampil dalam hitungan tahun, bulan, dan hari.

Cara Cek Umur Kartu Telkomsel Via Call Center Telkomsel

Selain itu, usia kartu Telkomsel bisa dicek melalui contact center 188. Layanan ini aktif 24 jam dan nantinya kamu akan terhubung dengan customer service (cs) Telkomsel. Pelanggan Telkomsel prabayar akan dikenakan tarif Rp 300 per teleponnya, sementara pelanggan Halo dan Diamond tidak dikenai biaya alias gratis.

Berikut cara cek umur kartu Telkomsel melalui call center 188:

  • Buka menu Panggilan atau Telepon
  • Lakukan panggilan ke 188
  • Setelah terhubung dengan cs, sampaikan maksud untuk cek usia kartu Telkomsel milikmu
  • Pihak cs akan mengecek dan memberitahukan info umur kartu.

Nah, itu tadi sederet cara cek umur kartu Telkomsel dengan mudah. Sejumlah cara di atas berlaku untuk pengguna kartu Simpati, As, Loop, maupun Halo. So, berapa usia kartu Telkomsel-mu?

Cara Cek Umur Kartu Telkomsel Melalui Website Telkomsel

Cek usia kartu Telkomsel bisa pula lewat situs resminya. Nantinya, pengecekan umur kartu akan dibantu juga oleh virtual assistant Veronika. Berikut langkah-langkahnya:

  • Akses situs resmi Telkomsel di telkomsel.com
  • Klik ikon bantuan Veronika pada pojok kanan bawah atau langsung klik di tsel.me/chatva
  • Tuliskan ‘cek umur kartu’
  • Ketik nomor Telkomsel yang ingin dicek usia kartunya
  • Kode OTP melalui SMS akan dikirim ke nomor tersebut
  • Tuliskan kode tersebut pada live chat Veronika
  • Informasi umur kartu Telkomsel pun akan tampil dalam hitungan tahun, bulan, dan hari.

Cara Cek Umur Kartu Telkomsel Via Call Center Telkomsel

Selain itu, usia kartu Telkomsel bisa dicek melalui contact center 188. Layanan ini aktif 24 jam dan nantinya kamu akan terhubung dengan customer service (cs) Telkomsel. Pelanggan Telkomsel prabayar akan dikenakan tarif Rp 300 per teleponnya, sementara pelanggan Halo dan Diamond tidak dikenai biaya alias gratis.

Berikut cara cek umur kartu Telkomsel melalui call center 188:

  • Buka menu Panggilan atau Telepon
  • Lakukan panggilan ke 188
  • Setelah terhubung dengan cs, sampaikan maksud untuk cek usia kartu Telkomsel milikmu
  • Pihak cs akan mengecek dan memberitahukan info umur kartu.
  • Nah, itu tadi sederet cara cek umur kartu Telkomsel dengan mudah. Sejumlah cara di atas berlaku untuk pengguna kartu Simpati, As, Loop, maupun Halo. So, berapa usia kartu Telkomsel-mu?

(row/fay)



Sumber : inet.detik.com