5 Soto Lamongan Legendaris di Jakarta yang Rasanya Autentik


Jakarta

Gurih berkaldu soto lamongan cocok menjadi pilihan makan siang yang mengenyangkan. Di 5 tempat makan ini ada racikan soto lamongan yang legendaris enaknya!

Soto khas Lamongan sudah lama menjadi favorit banyak orang di Jakarta. Baik untuk dinikmati saat sarapan cepat sampai yang dijadikan menu penghangat di tengah malam.

Rasanya yang khas, dengan aroma kunyit dan rempah yang berlimpah tak hanya memanjakan lidah, perut hingga hidung. Meski Soto Lamongan bukan lahir di Jakarta, kelezatan dan keaslian racikannya berhasil dipertahankan oleh sejumlah warung dan restoran legendaris.


Beberapa di antaranya sudah berdiri puluhan tahun di Jakarta. Konsistensi rasa dan pelengkap, terutama koya, adalah kunci deretan soto lamongan legendaris ini tetap dicintai banyak orang.

Berikut rekomendasi 5 soto lamongan legendaris di Jakarta:

soto lamonganDi bilangan Sabang, ada Warung Jaya Agung yang populer dengan menu-menu khas Lamongannya yang legendaris. Foto: Istimewa

1. Soto Lamongan Jaya Agung

Warung Jaya Agung merupakan pelopor Soto Lamongan di Jakarta, didirikan sekitar 1963 oleh Jali Suprapto asal Desa Siman, Lamongan. Menu Soto Lamongan di sini ditandai dengan rempah yang kuat, seperti kunyit dan daun pala, serta suwiran ayam kampung yang cukup banyak.

Berlokasi di Jalan KH Wahid Hasyim No. 56, Jakarta Pusat (Sabang), tempat ini strategis dan selalu ramai pengunjung dari berbagai kalangan. Seporsi dijual sekitar Rp 28.000 – 30.000 per porsi.

2. Soto Lamongan Kedoya

Soto Lamongan Kedoya adalah salah satu rumah makan soto lamongan yang sudah dikenal sebagai legendaris di Jakarta Barat. Tempat ini sudah ada sejak 1980 dan sempat berpindah lokasi pada tahun 1987.

Racikan soto lamongan menjadi istimewa karena kol, soun, telur, kentang goreng, suwiran ayam, dan koya diberikan royal. Begitu pula dengan racikan bumbunya yang khas dan tidak pernah berubah sama sekali.

Kini Soto Lamongan Kedoya berada di Jalan Kedoya Pesing No.12, Kedoya, Jakarta Barat. Harganya relatif bersahabat untuk soto legendaris, tergantung varian yang dipilih pelanggan.

3. Soto Lamongan Cak Arifin

Soto Lamongan Cak Arifin berada di daerah Duren Sawit dan populer sejak dahulu hingga sekarang. Rumah makan ini juga melayani pesanan lewat ojek online.

Keunggulannya adalah pilihan pelengkap yang cukup variatif dan kecepatan layanan, cocok untuk makan siang atau ketika perut mulai lapar di tengah aktivitas. Isian toppingnya yang beragam juga bikin kelezatannya makin komplet.

Untuk harganya, varian soto ayam di Cak Arifin dibanderol mulai dari Rp 17.000an. Lokasinya terletak di Jalan Swadaya Raya, Duren Sawit, Jakarta Timur.

soto lamonganSoto Lamongan Cak Ali di Cilandak juga bisa disambangi untuk makan siang sebab sudah buka sejak pagi hri. Foto: Istimewa

4. Soto Lamongan Cak Ali

Buka sejak pukul 8 pagi, Soto Lamongan Cak Ali yang berada di kawasan Lebak Bulus jadi langganan warga sekitar. Baik sarapan hingga makan siang, warung ini kerap diantre oleh pelanggan setianya.

Salah satu yang paling disenangi oleh pelanggan di sini ialah bubuk koya yang royal. Sehingga pelanggan bisa menyesuaikan kekentalan kuah sotonya dengan bubuk koya yang ditambahkan sesuai selera.

Lokasinya berada di Jalan P.D.K Raya No.1, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan. Makan soto lamongan di sini cukup merogoh kocek mulai Rp 20.000an per orang.

5. Soto Lamongan Menara Saidah

Tak jauh dari bangunan yang populer karena disebut berhantu, ada tempat makan soto lamongan enak. Namanya Soto Lamongan Menara Saidah yang sudah buka sejak pagi hari.

Tempat makan sederhana ini menawarkan racikan soto yang pekat bumbunya. Di meja makan, pelanggan juga bisa langsung memilih sendiri lauk pelengkap seperti gorengan atau sate-satean untuk melengkapi soto.

Lokasinya berada di Jalan Cikoko Timur Raya Nomor 39, Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan. Harga per porsi sotonya sudah bisa dinikmati mulai dari Rp 20.000an.

(dfl/adr)



Sumber : food.detik.com

Cara Masuk Rumah Sesuai Sunah Rasulullah SAW Termasuk Doanya


Jakarta

Berbagai kegiatan sudah diatur dalam Islam, termasuk hal sepele sekali pun seperti memasuki rumah. Ada beberapa amalan yang bisa seorang Muslim lakukan di dalam rumah supaya mendapat kebaikan serta mengikuti ajaran Rasulullah SAW.

Oleh karena itu, kita perlu membangun kebiasaan sesuai sunah ketika melakukan kegiatan sesederhana memasuki rumah. Melansir dari muslim.sg pada Minggu (31/3/2024), berikut ini cara memasuki rumah sesuai sunah Rasulullah SAW.

Membaca Doa Masuk Rumah

Rasulullah SAW mengajarkan umatnya agar membaca doa ketika memasuki suatu tempat, termasuk rumah sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut.


اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ الْمَوْلِجِ وَخَيْرَ الْمَخْرَجِ بِسْمِ اللَّهِ وَلَجْنَا وَبِسْمِ اللَّهِ خَرَجْنَا وَعَلَى اللَّهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا

Bacaan latin: “Allahumma inni as-aluka khoirol-mauliji wa khoirol-makhroji bismillahi walajna wa bismillahi khorojna wa ‘ala Robbina tawakkalna.”

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan tempat masuk dan kebaikan tempat keluar, dengan menyebut nama-Mu kami masuk, dengan menyebut nama-Mu kami keluar, dan hanya kepada Allah, Tuhan kami, kami bertawakal.” (HR. Abu Daud)

Masuk dengan Mendahulukan Kaki Kanan

Ketika memasuki rumah, kamu bisa melangkah masuk ke dalam rumah dengan mendahulukan kaki kanan. Rasulullah SAW sering kali mendahulukan anggota tubuh sebelah kanan di berbagai keadaan, terutama ketika hal melakukan hal baik. Perkara tersebut pernah disebutkan oleh Aisyah RA sebagai berikut.

كانَ النبيُّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ، في تَنَعُّلِهِ، وتَرَجُّلِهِ، وطُهُورِهِ، وفي شَأْنِهِ كُلِّهِ

Artinya: “Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam amat menyukai memulai dengan kanan dalam mengenakan sandal, menyisir rambut, bersuci dan dalam urusannya yang penting semuanya,” (HR. Bukhari)

Mengucap Salam saat Masuk Rumah

Selain itu, Rasulullah SAW juga mengajarkan kepada umat Islam mengucapkan salam ketika masuk rumah menemui anggota keluarga. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam riwayat berikut.

إِذَا دَخَلْتَ عَلَى أَهْلِكَ فَسَلِّمْ يَكُونُ بَرَكَةً عَلَيْكَ وَعَلَى أَهْلِ بَيْتِكَ

“Apabila engkau menemui keluargamu, maka ucapkanlah salam sehingga menjadi berkah bagimu dan bagi keluargamu.” (HR. At-Tirmizi)

Bahkan, apabila rumah sedang tidak ada penghuni, maka ucapkan salam sebagaimana anjuran Imam An-Nawawi recommended dalam kitab Al-Azkar, mengutip dari Muwatta’ of Imam Malik.

السَّلَامُ عَلَينَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِين

Bacaan Latin: “Assalamu ‘alaina wa-‘ala ‘ibadillahis-solihin.”

Artinya: “Salam bagi diri kami dan salam bagi hamba Allah yang saleh.”

Demikian sunah yang bisa dibiasakan setiap kali hendak memasuki rumah sesuai ajaran Rasulullah SAW. Semoga bermanfaat!

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

5 Sate Favorit Pejabat, dari Sate Ayam Empuk sampai Sate Kambing Mantap


Jakarta

Sate merupakan olahan daging berbumbu tradisional yang banyak digemari orang Indonesia, termasuk para pejabat. Di sini tempat makan sate enak langganan para pejabat.

Kenikmatan sate seolah sulit ditolak, berupa susunan daging yang disusun di lidi lalu dibakar hingga empuk. Dagingnya bisa memakai ayam atau kambing, kemudian diguyur bumbu kacang yang manis gurih atau sambal kecap bertopping irisan bawang merah dan cabai rawit.

Kenikmatan sate tradisional Indonesia tak hanya digemari orang biasa, tapi juga kalangan pejabat Tanah Air. Beberapa tempat makan ini, misalnya, terkenal sebagai langganan mendiang presiden Soeharto hingga presiden Joko Widodo.


Berikut 5 tempat makan sate enak favorit pejabat:

1. Sate Hadori

Sate Hadori di Jalan Stasiun Barat Selatan No.11-12, Bandung pernah dicicipi Jokowi saat ke Bandung tahun 2018. Rumah makan ini terkenal legendaris sudah ada sejak 1940. Keistimewaan sate kambing di sini adalah satenya dijamin empuk. Potongan daging dan lemaknya juga besar-besar. Pengelola sate Hadori, Fahmi Garnadi pernah bercerita pada detikFood soal ‘rahasia’ keempukan sate kambing.

“Kami pakai kambing betina berusia 1 – 1,5 tahun. Khususnya yang dipakai paha belakang lebih empuk dari paha depan,” ujarnya. Tiap tusuk sate kambing berisi 3 potongan daging plus 1-2 potong lemak.

2. Sate Ayam Ponorogo H. Tukri Sobikun

Tempat makan sate ayam ini jadi favoritnya keluarga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Bernama Sate Ayam Ponorogo H. Tukri Sobikun, kamu bisa menemukannya di Jl. Lawu Gg. Sate No.43K, Ponorogo. Tempat makan ini konon sudah ada sejak 1965.

Dikutip dari detikTravel (29/10/2022), Suroto sang pengelola mengatakan selain SBY, tempat makannya juga pernah dikunjungi Jokowi, Aburizal Bakrie, dan banyak artis. Mereka memburu kelezatan sate ayam di sini dengan potongan daging yang besar-besar. Kemudian sate dicelup bumbu rempah dan dibakar 2 kali sebelum disiram bumbu kacang. Harga per porsi sate di sini mulai dari Rp 36 ribu untuk isi 10.

3. Sate Sapi Karang Pak Prapto

Sate Sapi Karang Pak PraptoFoto: Raden Oktova Gamma Star/Google Image

Melipir ke Jogja ada Sate Sapi Karang Pak Prapto yang pernah dipesan keluarga SBY dan Jokowi, seperti diceritakan sang pemilik, Tri Wahyono, kepada pemilik akun TikTok @bagustikus. Tri berujar, “Alhamdulillah kami pernah beberapa kali dipesan dari RI 1 di istana negara tapi yang di Jogja, mulai dari pak SBY pernah 2 kali dan di era pak Jokowi 2 kali.”

Menu yang disajikan berupa sate daging sapi dengan siraman bumbu kacang kental dan kecap manis, kemudian ada tambahan irisan bawang merah. Uniknya, sate bisa dinikmati bersama lontong sayur. Harganya mulai dari Rp 24 ribu untuk sate 5 tusuk plus lontong sayur. Lokasi Soto Sapi Karang Pak Prapto ada di Jalan Nyi Pembayun, Prenggan, Jogja.

4. Sate Kambing Sari Cempe Mbak Lia

Tegal terkenal dengan sate kambingnya yang empuk nikmat karena berbahan kambing muda. Salah satunya ditawarkan Sate Kambing Sari Cempe Mbak Lia di Jalan Dr. Setia Budi No.103, Mintaragen, Tegal.

Mereka menggunakan daging kambing usia 4 bulan sehingga empuk juicy. Kemudian sate kambing disajikan bersama bumbu kecap, irisan tomat, dan bawang merah. Kenikmatan sate di sini banyak dicicipi pejabat, politisi, dan artis, termasuk SBY dan Kaesang. Harga seporsinya kini sekitar Rp 120 ribu untuk 20 tusuk.

5. Sate Haji Bejo

Maknyus! Sate Buntel Favorit Jokowi di Solo Buatan Bu Hj. BejoFoto: Andi Annisa DR/detikfood

Sebagai orang Solo, Jokowi tidak melewatkan berbagai kuliner sedap di kota batik itu. Salah satu yang terkenal menjadi langganannya, Sate Haji Bejo di Jalan Sungai Sebakung No.10.

Menu favorit presiden RI ke-7 itu adalah sate buntel. Kunci kelezatannya ada pada proses pencelupan sate buntel beberapa kali ke bumbu sehingga rasa bumbunya menyerap hingga ke lapisan dalam daging. Teksturnya tidak alot dan sama sekali tidak bau prengus. Menunya dibanderol Rp 70 ribu per porsi untuk sate buntel, sate daging, sate jeroan, dan sate campur.

(adr/adr)



Sumber : food.detik.com

Waspada! 3 Risiko Kalau Kita Beli Rumah Lewat Pengembang Nakal


Jakarta

Membeli rumah baru tentu harus berurusan dengan pihak developer. Namun, tak jarang pembeli yang punya kekhawatiran soal pengembang atau developer yang tidak amanah yang nakal.

Berurusan dengan developer nakal berpotensi menimbulkan masalah selama proses pembelian maupun pembangunan rumah. Ironisnya, pembeli bisa mendapatkan kerugian secara materil maupun immateril. Uang sudah dibayar, tapi rumah nggak jadi-jadi. Itu salah satu risiko yang kerap terjadi.

Advokat dari Muzakki Law Firm, Ismail Muzakki menyarankan agar pembeli rumah melakukan background checking alias memeriksa trac record si pengembang. Pembeli rumah bisa mencari tahu perkara yang pernah menyangkut pengembang di laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) wilayah setempat.


“Nama-nama orang terkait itu diketik, nanti muncul kalau dia pernah digugat dan itu kan bisa diklik, didalami lagi, dilihat secara komprehensif. Dilihat semuanya, posisinya sebagai tergugat terus kemudian putusannya, bunyinya seperti apa itu kan bisa (kita) menilai,” kata Ismail kepada detikcom, Minggu (31/3/2024).

Lantas apa saja risiko yang dihadapi saat berurusan sama pengembang nakal?

Gagal Bangun Rumah

Ismail mengungkapkan beberapa kasus yang sering terjadi pada pembeli rumah akibat ulah developer nakal. Salah satunya rumah yang dibeli tidak dibangun atau gagal bangun oleh pengembang. Terlepas atas kesengajaan atau bukan, pembeli rumah berhak meminta pengembalian uang kepada pihak developer.

“Kebanyakan gagal bangun jadi sudah beli, sudah bayar ya, baik itu pembayaran secara cash keras atau cash bertahap seperti in house, jadi pembayaran yang mencicil tapi langsung ke developernya itu jadi pembayaran sudah lunas tapi tidak dibangun-bangun,” ungkapnya.

Bila sudah begini, pe,beli berhak untuk meminta pengembalian uang alias refund, karena pengembang wanprestasi terhadap janjinya.

Surat Legalitas Tidak Diurus

“Surat legalitasnya apakah itu terkait dengan IMB-nya (Izin Mendirikan Bangunan ), apakah terkait dengan sertifikat kepemilikannya. Kadang rencananya mau dipecah, rencananya kan sudah dipecah dan lain sebagainya, namun nyatanya namanya masih indo, masih belum dilakukan split,” tuturnya.

Kemudian, Ismail menjelaskan perkara yang mana awalnya itu Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) kalau sudah lunas maka diikatkan menjadi Akta Jual Beli (AJB). Tetapi setelah pembayaran lunas developer tidak mau melakukan hal itu. Padahal yang terpenting adalah AJB, bukan PPJB, sehingga rumah yang ditempati akhirnya menjadi tidak jelas statusnya atau ‘mengambang’.

Pembayaran Pajak

“Terakhir itu ada permasalahan pajak, biasanya pajak itu tidak ditanyakan di awal secara detailnya bagaimana. Pajak penjual ada sendiri pajak pembeli kan ada sendiri itu, semuanya dibebankan kepada penjual. Akhirnya ribet, ruwet, akhirnya bermasalah itu yang jadikan itu yang sering terjadi itu sih, masalah itu. Tapi (kasus) yang paling banyak (terjadi adalah) gagal bangun,” pungkasnya.

Demikian beberapa kasus yang sering terjadi yang disebabkan oleh developer nakal. Sehingga, sebaiknya melakukan langkah-langkah pencegahan serta cermat memilih developer. Semoga membantu!

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

5 Resto Chinese Food Jadul di Jakarta yang Masih Pakai Piring Seng Vintage


Jakarta

Tak hanya mempertahankan resep otentik puluhan tahun, restoran Chinese food legendaris ini juga masih pakai piring seng yang ada sejak dulu.

Bagi kebanyakan orang, makan di restoran legendaris tak hanya sekedar untuk menikmati makanannya saja, tapi juga jadi ruang nostalgia hingga untuk mengenang momen manis di masa lalu.

Di Jakarta, ada banyak restoran legendaris yang sudah berusia puluhan tahun dan masih beroperasi sampai sekarang. Kebanyakan merupakan restoran Chinese food yang eksis tahun 1960-an.


Tak heran kebanyakan tempat makan ini masih mempertahankan suasana jadul sampai peralatan makan yang sudah jarang dipakai di restoran modern. Salah satunya piring saji berbahan stainless steel atau dulu lebih akrab disebut piring seng.

Piring seng justru menambah kesan vintage yang bikin pengunjung nostalgia. Berikut lima restoran Chinese food legendaris di Jakarta yang masih menggunakan piring seng untuk makanannya.

1. Restoran Trio

Restoran TrioRestoran Trio Foto: dok. detikFood

Bagi kamu yang melintas di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pasti mudah menemukan Restoran Trio. Tempat makan legendaris ini berdiri di tepi jalan dengan bangunan sederhana berwarna hijau dan putih yang khas.

Berdiri sejak1947, restoran ini dikenal dengan sajian khas masakan ala Kanton yang autentik dan tetap mempertahankan cita rasa aslinya hingga kini. Beberapa menu andalannya antara lain lumpia udang, mie goreng oriental, ayam lada hitam, fuyunghai, serta sup asparagus, semuanya dimasak dengan resep warisan turun-temurun.

Ciri khasnya juga terletak pada penggunaan piring seng yang sudah berusia puluhan tahun. Rasa makanannya pun terkenal lezat.

Tak heran jika pelanggan yang datang berasal dari beragam kalangan, mulai dari warga sekitar hingga pejabat. Konon, mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pun termasuk pelanggan setianya. Harga makanannya berkisar Rp 100.000 ke atas, sepadan dengan porsi besar dan rasa yang memuaskan.

2. Restoran Paramount

Restoran Paramount Jadi Tempat Makan Keluarga Legendaris Penuh KenanganRestoran Paramount Jadi Tempat Makan Keluarga Legendaris Penuh Kenangan Foto: detikFood

Tak jauh dari Restoran Trio, ada lagi tempat makan legendaris di kawasan Menteng bernama Restoran Paramount. Restoran ini menempati bangunan yang cukup luas dengan nuansa klasik yang masih dipertahankan sejak dulu.

Berdiri sejak 1970, Paramount dikenal sebagai salah satu destinasi kuliner yang menyajikan masakan Chinese food autentik dan tetap ramai dikunjungi hingga kini.

Dengan ruang makan yang lapang, restoran ini sering digunakan untuk acara keluarga maupun pesta kecil. Beberapa menu yang paling diminati antara lain sup jagung telur puyuh, lumpia Paramount ayam, udang kuluyuk, hingga bistik saus tomat. Setiap hidangan diolah dengan cita rasa khas oriental yang kaya bumbu.

Tentunya piring saji yang digunakan masih menggunakan piring seng, meskipun untuk piring makan sudah menggunakan piring keramik. Harga makanannya berkisar mulai dari Rp 90.000, sebanding dengan porsinya yang melimpah.

3. Rendezvous

Tak Tergerus Zaman, Restoran Legendaris 'Rendezvous' Eksis Sejak 1973Tak Tergerus Zaman, Restoran Legendaris ‘Rendezvous’ Eksis Sejak 1973 Foto: detikFood

Satu lagi restoran Chinese food legendaris di kawasan Jakarta Pusat adalah Rendezvousyang berlokasi di Jalan Johar No. 2B-C, Kebon Sirih. Berdiri sejak 1973, tempat makan ini sudah melayani pelanggan selama lebih dari setengah abad dan tetap mempertahankan pesonanya hingga kini.

Suasana klasik di dalamnya memberi nuansa nostalgia, seolah membawa pengunjung kembali ke masa lalu, tapi tetap nyaman untuk bersantap bersama keluarga. Hidangan andalan Rendezvous adalah bistik yang terkenal karena cita rasanya yang kaya dan lembut.

Selain itu, semua piring saji di sini masih menggunakan piring seng yang vintage. Jangan lupa pesan menu andalannya seperti lumpia udang goreng, nasi goreng kepiting, capcay, bakmi goreng, hingga siomay Bandung juga menjadi favorit pengunjung. Dengan harga mulai sekitar Rp 100.000 per porsi, kelezatan yang disajikan terasa sepadan dengan kualitasnya.

4. RM Otista Jaya

.RM Otista Jaya. Foto: Site Culinary/Visual

Bagi pencinta kuliner Chinese food, RM Otista Jaya di kawasan Jatinegara, JakartaTimur bisa jadi pilihan tepat. Rumah makan legendaris yang berdiri sejak 1976 ini terkenal dengan sajian Chinese food autentik dengan harga ramah di kantong.

Restorannya luas dan nyaman menghadirkan nuansa klasik lewat penggunaan piring seng sebagai wadah saji. Menu yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari mie, bihun, kwetiau, bakso, pangsit, ayam, sapi, ikan, lindung, hingga kodok, yang dimasak dengan berbagai saus seperti rica-rica, mentega, tauco, dan nanking.

Salah satu menu andalannya Mie Cap Ayam Kungfu, terkenal dengan mie lembut, ayam gurih, dan tingkat kepedasan yang bisa dipilih. Semua kelezatan ini bisa dinikmati dengan harga mulai Rp 45.000 per porsi.

5. Fajar Restaurant (Google Photos: Andy Hendrawan)

.Fajar Restaurant. Foto: (Google Photos: Andy Hendrawan)

Fajar Restaurant di kawasan Kembangan dikenal sebagai salah satu restoran Chinese food legendaris di Jakarta Barat. Berdiri sejak 1958, tempat makan ini mempertahankan suasana klasik dengan konsep sederhana dan penggunaan piring seng lawas yang khas.

Mengusung konsep restoran keluarga, setiap hidangan di sini disajikan dalam porsi besar sehingga cocok untuk disantap bersama. Menu yang tersedia sangat beragam, mulai dari olahan ikan, ayam, sapi, kodok, kepiting, tahu, hingga aneka sup. Salah satu menu favorit pelanggan adalah lumpia goreng yang renyah dan lezat, serta fuyunghai kepiting yang gurih dan kaya rasa.

Semua hidangan di restoran ini dibanderol dengan harga mulai sekitar Rp 90.000 per porsi, sebanding dengan cita rasanya yang memanjakan lidah.

(sob/adr)



Sumber : food.detik.com

Cobain Bakso Iga dan Keju Lumer Favorit Teh Shanty


Jakarta

Tempat makan bakso enak banyak ditemui di Jakarta Selatan. Salah satunya Bakso Citra Asia di Haji Nawi yang ternyata favorit para artis lho!

Tempat makan bakso favorit artis kerap mencuri perhatian karena seringkali racikannya enak dan terkenal. Salah satunya ada di kawasan Haji Nawi, Jakarta Selatan.

Tempat makan bakso yang dimaksud adalah Bakso Citra Asia. Banyak juga orang yang menyebutnya sebagai Bakso BCA (dari singkatan namanya).


Lokasi Bakso Citra Asia berada di pinggir jalan yang dekat dari restoran Sate Mase. Setiap harinya ramai pelanggan, apalagi saat jam makan siang atau malam dan akhir pekan.

Detail Informasi (Bakso Citra Asia)
Nama Tempat Makan Bakso Citra Asia
Alamat Jalan H. Nawi Raya No.24, Gandaria Utara, Jakarta Selatan
No Telp 0877-7701-8418
Jam Operasional 10.00 – 22.00 WIB
Estimasi Harga Rp 15.000 – Rp 63.000
Tipe Kuliner Bakso
Fasilitas
  • Parkir motor
  • Pembayaran tunai dan nontunai

Langganan Para Artis

Lokasinya yang strategis berada di kawasan Jakarta Selatan membuat tempat makan bakso ini sering dikunjungi para artis. Diketahui kalau Teh Shanty Denny dan Anang Hermansyah pernah makan di warung bakso satu ini.

Baik Teh Shanty maupun Anang Hermansyah juga pernah membuat video ulasan tentang warung Bakso Citra Asia. Keduanya mengunggah video itu di YouTube dan TikTok.

Selain keduanya, selebgram Awkarin juga sempat menyatakan kalau ia langganan menyantap bakso di sana. Banyak menjadi favorit figur publik ini membuat detikFood penasaran ingin mencobanya.

Menu Bakso yang Beragam

Bakso Citra Asia: bakso populer di Jakarta Selatan yang jadi langganan artisBakso Citra Asia: bakso populer di Jakarta Selatan yang jadi langganan artis Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

Warung Bakso Citra Asia ini juga menarik perhatian karena berbagai menu yang ditawarkan. Tak hanya racikan bakso biasa, tapi ada juga bakso isi iga, mercon, keju, hingga bakso piramid.

Harga menu bakso di warung ini mulai dari Rp 22.000. Paling mahal adalah variasi bakso Merapi yang dibanderol Rp 63.000 per porsi. Sayangnya ketika detikFood ingin mencicipinya, menu satu itu sedang tidak tersedia.

Selain menu bakso, Bakso Citra Asia juga memiliki sajian mie ayam yang tak kalah lezat. Mie ayam itu juga bisa disajikan bersama aneka bakso. Satu yang paling menarik perhatian kami adalah Mie Ayam Taichan seharga Rp 18.000.

Bakso Iga yang Super Empuk

Bakso Citra Asia: bakso populer di Jakarta Selatan yang jadi langganan artisBakso Citra Asia: menu bakso iga Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

Bakso iga dari Bakso Citra Asia ini menarik perhatian kami. Seporsinya dibanderol Rp 38.000 dan tampak menggugah selera.

Semua bakso di sini bisa dinikmati bersama mie kuning, bihun, dan Indomie. Untuk bakso iga ini kami padukan dengan bihun dan sayuran saja.

Iganya diselimuti dengan adonan bakso. Meski ‘ngumpet’, tapi daging iganya cukup tebal dan sangat empuk. Apalagi dipadukan dengan adonan bakso yang memiliki sensasi gurih menggigit.

Kuah kaldu bening pada sajian bakso ini terasa gurihnya. Pas sekali dikombinasikan dengan bakso iga yang cukup berlemak. Tinggal menambahkan sambal kalau suka pedas.

Uniknya Bakso Mercon dan Keju Lumer yang Jadi Favorit

Bakso Citra Asia: bakso populer di Jakarta Selatan yang jadi langganan artisBakso Citra Asia: menu bakso mercon Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

Dua menu bakso yang menjadi favorit banyak pelanggan adalah Bakso Mercon dan Bakso Keju. Keduanya sama-sama dibanderol Rp 27.000 per porsi.

Bakso mercon di sini kami nikmati bersama Indomie varian soto mie. Isian merconnya berupa cabe rawit yang digerus kasar. Benar-benar memberikan sensasi pedas yang meledak di dalam mulut.

Rasa pedas ini pas sekali dinikmati bersama Indomie soto yang gurih nagih. Tak perlu lagi meraciknya dengan sambal, karena rasa pedasnya sudah begitu kuat.

Bakso Citra Asia: bakso populer di Jakarta Selatan yang jadi langganan artisBakso Citra Asia: menu bakso keju Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

Bakso keju baru viral belakangan ini, tapi Bakso Citra Asia telah menyajikannya sejak lama. Isian kejunya bukanlah keju cheddar, melainkan mozzarella.

Sensasi gurih lumer yang creamy berpadu nikmat dengan adonan baksonya. Untuk bakso keju cocok dihidangkan polos maupun tambahan Indomie soto.

Mie Ayam Taichan yang Endul!

Bakso Citra Asia: bakso populer di Jakarta Selatan yang jadi langganan artisBakso Citra Asia: menu mie ayam taichan Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

Mie ayam biasanya memiliki racikan rasa manis gurih. Namun berbeda dengan racikan Mie Ayam Taichan khas Bakso Citra Asia, karena menghadirkan sensasi pedas nikmat.

Rasa pedas ini berasal dari racikan cabe rawit merah yang digerus. Cabe itu lalu diaduk menjadi satu dengan mie ayam. Untuk topping mie ayam disajikan seperti biasa, ada ayam kecap dan sawi hijau rebus.

Rasa pedas mie ayam taichan ini langsung menyeruak. Rasanya tak hanya pedas saja, tapi juga ada sensasi gurihnya. Jangan lupa tambahkan sedikit kuah agar terasa seimbang.

Sebagai penutup bisa memesan Es Campur (Rp 15.000) dengan porsi yang sangat besar dan bisa dinikmati 2-3 orang. Isiannya juga melimpah, ada alpukat, buah naga, kelapa, cincau hitam, mutiara pacar cina, jelly, kolang kaling, dan tape.

Bakso Citra Asia

Jalan H. Nawi Raya No.24,
Gandaria Utara, Jakarta Selatan
Jam operasional: 10.00 – 22.00 WIB
No. Telp: 0877-7701-8418

(yms/adr)



Sumber : food.detik.com

Nostalgia Rasa Asli! 5 Bakso Jadul Jakarta yang Bertahan Sejak 1970-an


Jakarta

Kenikmatan semangkuk bakso rasanya sulit ditolak, apalagi jika racikannya sudah terkenal enak. Contoh saja 5 bakso ‘jadul’ di Jakarta ini yang sudah eksis lebih dari 50 tahun sejak 1970-an. Berikut rekomendasinya!

Rekomendasi bakso di berbagai daerah selalu mencuri perhatian, tak terkecuali yang legendaris. Disebut legendaris lantaran penjualnya sudah bertahan puluhan tahun, bahkan ada yang sudah memasuki setengah abad.

Di Jakarta, menu bakso legendaris berusia 50 tahunan ini masih eksis dan digemari. Rasa menunya istimewa, ditambah kisah menarik di balik eksistensinya selama puluhan tahun.


Berikut 5 bakso jadul di Jakarta yang sudah bertahan sekitar 50 tahun sejak tahun 1970-an:

1. Bakso Cendana

Bakso Cendana awalnya dijual di Jalan Cendana yang terkenal sebagai kawasan tempat tinggal presiden Republik Indonesia (RI) ke-2, Soeharto. Usaha bakso gerobakan ini dirintis oleh Pak Andi sejak 1965. Racikan baksonya digemari keluarga Cendana atau keluarga mendiang presiden Soeharto.

Namun sejak 2019, tempat bakso ini bergeser sedikit ke Jalan Teuku Umar Nomor. 10. Gerobak cokelat tua dengan tulisan ‘Bakso Cendana’ menggunakan stiker biru jadi penandanya. Lokasinya nyempil di antara kantin Gedung Sekneg dan KPAI.

Seporsi bakso di sini ditawarkan Rp 25 ribu, bisa pilih bakso urat atau bakso telur. Pelengkapnya sawi, tauge, dan pilihan mie/bihun/soun. Ada juga topping tetelan yang jadi buruan.

2. Bakso Titoti

bakso titotiFoto: tim detikFood

Penggemar bakso, khususnya di kawasan Pasar Minggu, pasti tak asing dengan Bakso Titoti. Alamat lengkapnya di Jalan KH. Guru Amin No.1. Di cabang ini, Bakso Titoti berdiri tahun 1990-an.

Namun sejarah awalnya lebih panjang lagi, perintis Bakso Titoti bernama Slamet Riyanto, sudah jualan bakso sejak 1971 dengan pikulan. Kemudian ia buka gerai pertama di Kota Bambu, Jakarta Barat pada 1987.

Bakso Titoti merupakan khas Wonogiri dengan kaldu gurih dan rasa daging sapi kuat pada adonan baksonya. Harga baksonya mulai dari Rp 24 ribuan. Ada pilihan bakso urat besar, bakso telur, bakso spesial, dan bakso mie campur.

3. Bakso Selera

Di Jalan Balai Rakyat No.15, Pondok Bambu, Jakarta Timur, ada Bakso Selera yang konon sudah berdiri sejak 1969. Bakso gerobakan ini banyak disukai karena menawarkan bakso khas Solo dengan rasa daging yang kuat. Harga seporsi baksonya mulai Rp 15 ribuan.

Untuk bakso lain, ada pilihan bakso telur dan bakso urat seharga masing-masing Rp 18 ribuan. Banyak orang suka makan bakso di sini ditambah renyahnya kerupuk kulit.

4. Bakso Mas Kumis

Warung Bakso Mas Kumis di Slipi favorit Nagita SlavinaFoto: YouTube RANS Entertainment

Rekomendasi bakso legendaris lebih dari 50 tahun juga ada di Jakarta Barat. Namanya Bakso Mas Kumis di Jalan K.S. Tubun, Slipi yang berdiri sejak 1972. Bakso ini juga terkenal karena pernah dicicipi Nagita Slavina.

Menariknya, menu bakso di sini hanya satu yaitu bakso daging polos dengan tekstur empuk dan padat. Kemudian diberi kuah menyegarkan, tetelan sapi, dan dilengkapi bihun putih. Harga baksonya sekitar Rp 40 ribu per porsi.

5. Bakso Sami Asih Pak Min

Berdiri sejak 1974, bakso gerobakan di Jalan Gelong Baru Barat I No.36, Tomang, Jakarta Barat ini terkenal sebagai favoritnya Susi Susanti. Namanya Bakso Sami Asih Pak Min yang juga disukai karena topping tetelannya menggugah selera.

Topping tetelan di sini disebut bukan yang hanya lemak saja, melainkan masih ada banyak bagian daging. Bakso Sami Asih Pak Min juga tersedia di layanan ojek online. Terlihat harga menunya mulai dari Rp 19 ribuan. Selain bakso mie biasa, ada bakso tahu dan bakso mie daging.

(adr/adr)



Sumber : food.detik.com

5 Ciri-ciri Rumah Tak Terurus, Punya Kamu Termasuk?


Jakarta

Pemilik rumah mempunyai tanggung jawab untuk merawat rumah dari waktu ke waktu supaya senantiasa terlihat bagus dan berfungsi dengan baik. Tak jarang pemilik rumah bisa lupa atau abai terhadap tanda-tanda kecil yang menunjukkan rumah butuh perawatan.

Alhasil, rumah menjadi usang dan banyak kerusakan. Selain penampilan rumah menjadi tidak menarik, berbagai kerusakan di rumah bisa menghambat aktivitas sehari-hari penghuninya.

Oleh karenanya, perhatikan apabila sudah ada tanda rumah yang sudah lama tidak dirawat. Melansir dari laman bluenote painting pada Kamis (29/3/2024), berikut ini ciri-ciri rumah yang kurang terurus dan membutuhkan perawatan.


1. Cat Eksterior Rumah Memudar atau Mengelupas

Cat eksterior rumah sudah memudar dan mengelupas menandakan rumah tidak mendapatkan perawatan yang baik. Cat yang usang tidak hanya mengganggu estetika tetapi dapat juga mempengaruhi struktur bangunan.

Padahal, cat eksterior rumah berperan sebagai perisai yang menjaga rumah dari lingkungan eksternal seperti sinar matahari, angin, hujan, dan suhu yang fluktuatif.

2. Cat Interior Rumah yang Rusak

Cat interior rumah sangat penting untuk menciptakan suasana ruangan yang nyaman dan tenang. Maka dari itu, cat interior yang sudah rusak atau usang bisa membuat rumah tampak tidak terurus.

Cat interior yang kurang terawat biasanya memudar, retak, ataupun mengelupas. Hal ini juga dapat menandakan adanya masalah, seperti kebocoran air atau masalah struktur bangunan.

3. Pekarangan Ditumbuhi Rumput Liar Tinggi

Kondisi pekarangan rumah bisa mencerminkan bagaimana perawatan rumah. Rumput yang tumbuh tinggi dan rumput liar yang dibiarkan menunjukkan rumah tak terurus. Sebab, rumput pekarangan rumah yang selalu dipotong dan tampak rapi akan meningkatkan penampilan rumah.

4. Banyak Barang Rusak

Ketika berbagai barang seperti oven, mesin cuci, dan kipas di dalam rumah tidak berfungsi dengan baik, maka menandakan pemeliharaan rumah terabaikan. Padahal, kerusakan bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan mengganggu rutinitas harian penghuni rumah.

Sebaiknya masalah pada peralatan tersebut segera diatasi untuk mencegah kerusakan lebih lanjut atau bahaya keselamatan.

5. Bagian Rumah Tak Berfungsi

Bagian penting di rumah seperti lampu, kran, dan gagang pintu perlu diperhatikan untuk menjaga fungsionalitas dan estetika rumah. Bila ini dibiarkan usang dan rusak berarti rumah kurang mendapat perawatan. Hal ini tentu akan mempengaruhi kehidupan sehari-hari para penghuni rumah.

Itulah ciri-ciri rumah kurang terurus, sehingga perlu diperbaiki dan dirawat untuk mempunyai rumah yang bagus dan berfungsi dengan baik. Semoga bermanfaat!

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Mantap! 5 Seblak Enak Tersembunyi di Dalam Gang di Bandung


Jakarta

Kota Bandung memang tak pernah kehabisan tempat kulineran, terutama bagi para pencinta makanan pedas dan jajanan khas Sunda seperti seblak.

Di balik gang-gang sempit dan jalan kecil kota kembang tersembunyi sejumlah tempat makan sederhana yang justru menyajikan rasa luar biasa. Mulai dari konsep prasmanan yang bikin bebas berkreasi hingga seblak cobek dengan aroma cikur yang kuat.

Setiap kedai punya keunikan tersendiri yang membuat pengunjung rela datang jauh-jauh untuk mencicipinya.
Harganya pun ramah di kantong, cocok untuk mahasiswa, wisatawan, maupun warga lokal yang ingin menikmati sensasi pedas gurih di sudut-sudut tersembunyi Bandung.


Berikut lima rekomendasi seblak enak di dalam gang di Bandung versi detikFood (08/10/2025):

1. Seblak Mommy Angie

5 Rekomendasi Seblak Kaki Lima Enak di Ojek OnlineSeblak enak. Foto: Ilustrasi iShock

Hidden gem di Bojongsoang ini wajib kamu coba! Namanya Seblak Mommy Anggie yang berlokasi di Jl. Tirtawangi Utara No.1, Cipagalo, Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Meski tempatnya masuk-masuk gang dan makannya di dalam rumah, suasananya justru nyaman dan elegan karena rumah mewah milik Teh Anggie ini dibuka khusus untuk usaha seblaknya.

Konsepnya unik yaitu seblak prasmanan. Pengunjung bisa bebas pilih topping mulai dari aneka kerupuk, sayuran, cuankie, sampai telur. Rasanya gurih, bumbunya lekoh, dan harga mulai dari Rp 15.000 aja. Cocok buat pencinta seblak yang mau sensasi makan enak di tempat tersembunyi, tapi istimewa.

2. Seblak Mahda

5 Rekomendasi Seblak Kaki Lima Enak di Ojek OnlineSeblak. Foto: Ilustrasi iShock

Seblak Mahda Hot dikenal sebagai salah satu seblak terenak di Bandung. Meski letaknya tersembunyi di dalam gang kawasan Padasuka, pengunjungnya tak pernah sepi dan banyak yang rela mengantre demi semangkuk seblak legendaris ini.

Tempatnya sederhana karena berada di rumah sang pemilik, Mamah Dada. Cita rasa seblaknya terkenal kuat dan bumbunya medok khas rumahan.

Pilihan toppingnya pun beragam, mulai dari telur ceplok, dumpling, batagor, siomay, ceker, hingga tulang. Tingkat kepedasannya juga cukup tinggi, cocok untuk pencinta seblak pedas yang autentik. Kisaran harganya masih ramah di kantong dari Rp 15.000 saja.

3. Seblak Teh Ida Braga

Seblak Cobek Teh Ida, Seblak 'Ngumpet' Dalam Gang yang Mantul di BragaSeblak Cobek Teh Ida, Seblak ‘Ngumpet’ Dalam Gang yang Mantul di Braga Foto: detikfood

Di tengah keramaian kawasan wisata Braga, Bandung terdapat spot tersembunyi bernama Seblak Cobek Teh Ida Braga yang berada di dalam Gang Apandi. Keunikan seblak ini terletak pada cara penyajiannya, menggunakan cobek atau ulekan sambal.

Kuahnya tidak terlalu banyak dan topping-nya bisa dipilih antara digoreng atau direbus. Setelah itu, semua bahan diulek langsung di cobek, menghasilkan rasa bumbu yang khas dengan dominasi cikur dan bawang putih.

Pilihan toppingnya melimpah, mulai dari cimol, mie, telur, hingga ceker. Soal harga, kamu bisa menikmati mulai dari Rp 10.000 saja!


4. Kedai Seblak NumNum

Kalau bicara soal seblak enak, biasanya memang tersembunyi di dalam gang. Salah satunya ada di kawasan Gerlong, tepatnya di Kedai Seblak NumNum, Geger Arum. Meski lokasinya agak tersembunyi, tempat ini jadi favorit para mahasiswa UPI karena rasanya yang lezat dan harganya bersahabat.

Konsepnya seblak prasmanan, jadi pengunjung bisa bebas memilih topping sesuai selera. Pilihannya lengkap, mulai dari aneka kerupuk, ceker, tulang ayam, pilus, dumpling, bakso, hingga sayuran segar.

Harganya pun sangat terjangkau, mulai dari Rp1.000 per topping. Cocok untuk kamu yang ingin menikmati seblak gurih dan pedas di tempat tersembunyi nan ramai pengunjung.

5. Seblak Bunda

Mantap! Seblak Rp 10 Ribu dan Sate Taichan Nikmat di Seberang Mall KuninganSeblak. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

Bagi pencinta kuliner pedas, Seblak Bunda di Gang 10, Jalan H. Kurdi II No. 4, Karasak, Astanaanyar, Bandung adalah salah satu hidden gem yang wajib dicoba. Meski tersembunyi di dalam gang sempit, rasa seblaknya sepadan dengan usaha mencari lokasinya. Dikenal sebagai ‘Next Level of Seblak’, tempat ini menawarkan cita rasa gurih pedas yang khas dan menggugah selera.

Menu andalannya antara lain Seblak Ceker dengan bumbu medok dan tekstur lembut, Seblak Krongkongan dengan campuran tulang ayam yang gurih, serta Seblak Komplet berisi mie, makaroni, kerupuk, sosis, dan bakso.

Harga per porsi mulai dari Rp11.000 hingga Rp18.000. Tempat sederhana, rasa luar biasa, dan selalu ramai pengunjung setia.

(sob/adr)



Sumber : food.detik.com

Awas! Jangan Sampai Tertipu Pengembang Nakal, Begini Cara Mencegahnya



Jakarta

Membeli rumah merupakan sebuah keputusan besar yang juga menimbulkan risiko yang besar juga. Pasalnya, pembeli akan menggelontorkan dana yang tidak sedikit untuk memperoleh rumah idamannya.

Sayangnya, kerap kali ada oknum developer yang lari dari tanggungjawabnya, sehingga merugikan pembeli rumah. Dalam hal ini, pembeli harus lebih cermat dan berhati-hati.

Advokat dari Muzakki Law Firm, Ismail Muzakki mengungkapkan kasus yang sering terjadi antara lain developer gagal membangun rumah, masalah pengurusan sertifikat dan pembayaran pajak.


“Kebanyakan gagal bangun jadi sudah beli, sudah bayar ya, baik itu pembayaran secara cash keras atau cash bertahap seperti in house, jadi pembayaran yang mencicil tapi langsung ke developernya itu jadi pembayaran sudah lunas tapi tidak dibangun-bangun,” ujar Ismail kepada detikcom, Minggu (31/3/2024).

Ismail menyampaikan langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah membeli rumah dari pengembang nakal, yakni dengan memeriksa data historis atau track record di situs Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP). Melalui laman tersebut, pembeli rumah bisa mempelajari kasus yang terjerat oleh pengembang sesuai lokasi rumah sebelumnya sebagai pertimbangan.

“SIPP itu adalah sistem informasi penelusuran perkara masing-masing pengadilan ada di seluruh Indonesia. Jadi misal ini beli rumah di Malang atau di Bogor, soalnya objek tanah itu mengikuti pengadilannya,” jelasnya.

“Jadi kompetensi pengadilan jadi lingkupnya ketika tanahnya di wilayah Bogor tidak mungkin disidangkan di wilayah Malang begitu juga sebaliknya jadi kalau beli tanah otomatis rumah ya di Malang gitu ya maka ngeceknya SIPP-nya itu di Malang,” sambungnya.

Lalu, ia menerangkan agar mencari informasi pengembang dengan mengetik nama pihak-pihak terkait seperti nama pengembang dan direktur pada laman tersebut. Apabila muncul catatan kasus dengan nama-nama itu sebagai tergugat, maka bisa menjadi indikasi sebagai pengembang nakal.

Pembeli rumah dapat melakukan penelusuran lebih komprehensif pada laman SIPP, termasuk tentang putusan pengadilan. Semua itu bisa menjadi informasi tambahan bagi pembeli untuk membuat penilaian terhadap pengembang.

“Tidak menutup kemungkinan dia pindah ganti bikin PT baru. Kalau ganti PT baru dengan nama orang yang baru sebetulnya bisa dicek juga tapi itu ngeceknya di Kementerian Hukum dan HAM dari riwayat dia berada atau apa di PT mana di CV mana itu kan riwayatnya ada semua,” tutur Ismail.

Dengan demikian, pembeli rumah bisa lebih cermat dalam berurusan dengan developer. Sebab, membeli rumah dari pengembang yang berperkara berisiko terkena masalah.

“Jarang ada yang langsung ganti PT itu, jadi ketika orang yang sudah didaftarkan digugatkan itu pasti ada namanya walaupun beberapa tahun yang lalu juga masih (ada datanya). Jadi (SIPP) mesin pembuka aib lah istilahnya,” pungkasnya.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com