Core Bahas Quantum Resistance Bitcoin, Awal Upgrade Besar?

Core kembali menarik perhatian pasar dengan menggelar sesi Quantum Resistance Deep Dive pada 27 Maret 2026.

Acara tersebut menghadirkan sejumlah kontributor inti untuk membahas arah pengembangan teknologi quantum-resistant yang diklaim dapat memperkuat keamanan infrastruktur blockchain, khususnya yang berkaitan dengan Bitcoin.

Meski terdengar ambisius, penting untuk dicatat bahwa event ini lebih bersifat diskusi teknis dan eksplorasi visi, bukan peluncuran fitur final atau perubahan langsung pada jaringan.

Baca Juga: Apa itu Coretax dan Apa Saja Keluhan yang Sering Dialami?

Fokus pada Keamanan Era Quantum

Quantum resistance menjadi salah satu topik paling hangat dalam dunia kripto, seiring kekhawatiran bahwa komputasi kuantum di masa depan dapat mengancam sistem kriptografi yang saat ini digunakan.

Menurut laporan Coinmarketcal, dalam sesi ini Core membahas bagaimana pendekatan mereka dalam menghadapi potensi ancaman tersebut, termasuk strategi untuk memperkuat keamanan jaringan berbasis Bitcoin.

Topik yang diangkat mencakup visi jangka panjang pengembangan quantum-resistant, dampak terhadap keamanan infrastruktur blockchain, dan arah teknis upgrade di masa depan.

Dengan kata lain, event ini lebih berfungsi sebagai sarana edukasi dan transparansi kepada komunitas dibandingkan sebagai pengumuman produk siap pakai.

Bukan Launching, Tapi Positioning

Berbeda dengan peluncuran mainnet atau upgrade jaringan yang langsung aktif, Quantum Resistance Deep Dive lebih berfokus pada komunikasi dan positioning teknologi.

Hal ini penting dalam membangun kepercayaan komunitas dan menarik perhatian developer, namun biasanya tidak memiliki dampak langsung terhadap fundamental harga dalam jangka pendek.

Pasar kripto cenderung merespons lebih kuat terhadap deliverable nyata, seperti fitur yang sudah berjalan atau integrasi yang langsung digunakan.

Perspektif Industri: Booster Sentimen

Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa event ini lebih cocok dipandang sebagai penguat narasi teknologi dibandingkan katalis harga.

“Tema quantum resistance memang seksi buat narasi teknologi, tapi event berbentuk Spaces seperti ini jarang cukup kuat buat mengubah valuasi secara nyata. Selama belum ada deliverable final yang hidup di jaringan, dampaknya buat CORE lebih cocok dibaca sebagai booster sentimen dan positioning brand teknologi, bukan pemicu repricing besar,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan ini menegaskan bahwa meskipun topiknya menarik, pasar tetap membutuhkan bukti implementasi nyata sebelum memberikan valuasi lebih tinggi.

Quantum Resistance: Narasi Masa Depan

Topik quantum resistance sendiri memang memiliki daya tarik kuat, terutama karena menyangkut masa depan keamanan blockchain secara global.

Jika komputer kuantum berkembang hingga mampu memecahkan algoritma kriptografi saat ini, maka banyak jaringan blockchain, termasuk Bitcoin, berpotensi terdampak.

Karena itu, proyek yang mulai membahas dan mengembangkan solusi quantum-resistant sejak dini dapat memperoleh keunggulan positioning sebagai inovator teknologi.

Namun, hingga saat ini, ancaman tersebut masih berada dalam tahap teoritis dan belum menjadi risiko langsung dalam jangka pendek.

Dampak ke CORE Token

Bagi investor, event seperti ini biasanya memberikan efek berupa peningkatan awareness terhadap proyek, dorongan sentimen jangka pendek, hingga penguatan narasi teknologi.

Namun tanpa adanya implementasi nyata, dampak tersebut cenderung terbatas dan bersifat sementara.

Pergerakan harga CORE kemungkinan besar tetap akan dipengaruhi oleh faktor lain seperti kondisi pasar secara umum, likuiditas, serta perkembangan fundamental yang lebih konkret.

Baca Juga: Hard-Core-Fund-Sinyal-Positif-Bagi-Pengembang-Bitcoin-Independen

Sesi Quantum Resistance Deep Dive dari Core menjadi langkah penting dalam membangun narasi dan positioning teknologi di tengah persaingan industri kripto.

Namun, investor perlu memahami bahwa event ini bukanlah peluncuran fitur atau upgrade yang langsung berdampak pada jaringan.

Dalam jangka pendek, dampaknya lebih condong ke sentimen dan branding. Sementara dalam jangka panjang, nilai sebenarnya akan ditentukan oleh sejauh mana konsep quantum resistance tersebut benar-benar diwujudkan dalam bentuk teknologi yang dapat digunakan.

Dengan kata lain, ini adalah langkah awal yang menarik, tetapi belum cukup untuk mengubah arah pasar secara signifikan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Hari Ini Turun 1,98% ke $0,177, Likuiditas Tipis

Harga Pi Network kembali mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir dengan penurunan 1,98% ke level $0,177.

Penurunan ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang relatif stabil hingga sedikit menguat, sehingga menunjukkan bahwa pergerakan Pi cenderung dipengaruhi faktor internal.

Berbeda dengan aset besar seperti Bitcoin yang cenderung bergerak datar, Pi justru melemah, menandakan adanya tekanan spesifik yang tidak berasal dari sentimen pasar secara umum.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 7%, Tertekan Profit Taking

Likuiditas Rendah Jadi Penyebab Utama

Merujuk pada laporan Coinmarketcap pada Senin (30/3), faktor utama di balik penurunan ini adalah likuiditas yang rendah dan kondisi pasar yang tipis (thin market).

Dengan volume perdagangan sekitar $15,1 juta dibandingkan kapitalisasi pasar sebesar $1,76 miliar, rasio turnover Pi hanya berada di kisaran 0,86%.

Angka ini tergolong sangat rendah, yang berarti order book cenderung dangkal. Dalam kondisi seperti ini, bahkan tekanan jual yang tidak terlalu besar bisa menyebabkan pergerakan harga yang signifikan.

Artinya, pergerakan harga Pi saat ini lebih dipengaruhi oleh aliran transaksi jangka pendek dibandingkan faktor fundamental.

Tidak Ada Katalis Jelas

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Selain likuiditas, faktor lain yang menonjol adalah tidaknya ada katalis signifikan yang memicu penurunan harga.

Tidak ditemukan pengumuman besar, kemitraan baru, atau sentimen negatif yang dapat menjelaskan pergerakan ini. Bahkan secara sosial, diskusi komunitas cenderung netral tanpa adanya lonjakan sentimen negatif.

Menariknya, Pi juga tidak mengikuti arah pasar secara keseluruhan. Hal ini memperkuat indikasi bahwa penurunan lebih bersifat isolated move yang dipicu oleh dinamika internal pasar.

Tanpa katalis eksternal, harga menjadi lebih rentan terhadap fluktuasi acak.

Struktur Harga Masih Rapuh

Dari sisi teknikal, struktur harga Pi saat ini masih tergolong lemah, meskipun belum sepenuhnya masuk ke tren bearish yang kuat.

Level kunci yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Support utama: $0,17
  • Support lanjutan: $0,16
  • Resistance terdekat: $0,185

Jika harga mampu bertahan di atas $0,17, maka ada peluang untuk konsolidasi dalam rentang $0,17 hingga $0,185.

Namun, jika level ini ditembus, risiko penurunan lebih dalam menuju $0,16 akan semakin besar.

Penutupan harian di bawah $0,17 akan menjadi sinyal awal bahwa tekanan bearish mulai menguat.

Volume Jadi Kunci Arah Selanjutnya

Salah satu indikator terpenting yang perlu diperhatikan ke depan adalah volume perdagangan.

Saat ini, volume yang rendah menunjukkan kurangnya partisipasi pasar. Untuk mengonfirmasi arah tren yang lebih kuat, baik naik maupun turun, dibutuhkan peningkatan volume yang signifikan.

Sebagai acuan, kenaikan volume di atas $30 juta per hari dapat menjadi sinyal bahwa likuiditas mulai membaik dan pergerakan harga memiliki dasar yang lebih kuat.

Tanpa dukungan volume, pergerakan harga berisiko tetap volatil dan tidak stabil.

Bearish Hati-Hati

Secara keseluruhan, kondisi pasar Pi saat ini dapat dikategorikan sebagai cautiously bearish.

Penurunan harga yang terjadi bukan disebabkan oleh sentimen negatif besar, melainkan oleh kelemahan struktural dalam likuiditas pasar. Hal ini membuat harga lebih mudah tertekan, bahkan oleh aktivitas trading yang relatif kecil.

Di sisi lain, belum adanya katalis positif membuat potensi pemulihan juga terbatas dalam jangka pendek.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 3,24% Saat Pasar Naik, Likuiditas Tipis

Penurunan harga Pi Network ke $0,177 mencerminkan kerentanan aset ini dalam kondisi likuiditas rendah.

Tanpa dukungan volume dan katalis baru, pergerakan harga cenderung tetap rapuh dan mudah berubah arah.

Fokus utama pasar saat ini adalah apakah level $0,17 mampu bertahan. Jika ya, konsolidasi bisa terjadi. Namun jika tidak, tekanan bearish berpotensi berlanjut ke area yang lebih rendah.

Bagi investor, kondisi ini menuntut kehati-hatian lebih, terutama dalam menghadapi volatilitas yang dipicu oleh faktor non-fundamental.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Naik Tipis ke Level $67.085

Harga Bitcoin hari ini tercatat di $67.085,19 per BTC, mengalami kenaikan tipis sebesar 0,48% dalam 24 jam terakhir.

Menurut laporan Tokocrypto pada Senin (30/3), kapitalisasi pasarnya berada di level $1,34 triliun, sementara volume perdagangan harian mencapai $24,92 miliar.

Kenaikan ini menunjukkan adanya stabilisasi jangka pendek, meskipun tekanan koreksi dalam beberapa bulan terakhir masih membayangi pergerakan Bitcoin secara keseluruhan.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun $66.098, Ada Apa?

Pergerakan Harian: Rebound Moderat

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang cukup lebar dengan level terendah di $64.971,71 dan tertinggi di $67.364,00.

Kenaikan sebesar $322,62 (+0,48%) mencerminkan upaya pasar untuk pulih setelah tekanan jual sebelumnya.

Bahkan dalam timeframe lebih pendek, BTC mencatat kenaikan 0,62% dalam 1 jam terakhir, menandakan adanya dorongan beli jangka pendek.

Namun demikian, kenaikan ini masih tergolong moderat dan belum menunjukkan momentum bullish yang kuat.

Kinerja Campuran di Berbagai Timeframe

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika dilihat dari berbagai periode waktu, pergerakan Bitcoin menunjukkan pola yang beragam:

  • 7 hari: turun 2,11%
  • 30 hari: naik 1,78%
  • 60 hari: turun 23,67%
  • 90 hari: turun 22,87%

Data ini menunjukkan bahwa meskipun ada pemulihan dalam jangka pendek hingga menengah (30 hari), tren besar dalam 2–3 bulan terakhir masih berada dalam fase koreksi.

Dengan kata lain, kenaikan saat ini belum cukup untuk membalikkan tren bearish yang lebih dominan.

Jarak dari All-Time High

Bitcoin masih berada jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07. Ini berarti harga saat ini masih terkoreksi hampir 47% dari puncaknya.

Kondisi ini mencerminkan fase penyesuaian pasar setelah periode bullish sebelumnya, di mana investor cenderung lebih selektif dan berhati-hati.

Struktur Pasokan dan Dominasi Pasar

Dari sisi fundamental, Bitcoin tetap menjadi aset kripto dengan dominasi tertinggi di pasar.

  • Sirkulasi saat ini: 20,01 juta BTC
  • Maksimum suplai: 21 juta BTC
  • Persentase beredar: 95,28%

Tingginya persentase suplai yang sudah beredar menunjukkan bahwa tekanan inflasi dari sisi suplai sangat terbatas. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendukung nilai jangka panjang Bitcoin.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) saat ini berada di sekitar $1,40 triliun, menunjukkan potensi nilai maksimum jika seluruh suplai beredar.

Likuiditas dan Aktivitas Pasar

Volume perdagangan harian di kisaran $24,5 miliar menunjukkan bahwa likuiditas pasar masih cukup kuat, meskipun belum mencapai level euforia.

Volume ini menjadi indikator penting karena pergerakan harga yang didukung oleh volume tinggi biasanya lebih berkelanjutan.

Tanpa lonjakan volume, kenaikan harga cenderung bersifat sementara dan rentan terhadap koreksi.

Level Kunci yang Harus Diperhatikan

Beberapa level teknikal penting yang menjadi perhatian pasar saat ini antara lain:

  • Support terdekat: $65.000
  • Support kuat: $63.000
  • Resistance terdekat: $67.400
  • Resistance utama: $69.000

Jika Bitcoin mampu menembus resistance di $67.400 dengan volume kuat, peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju $69.000 akan terbuka.

Sebaliknya, jika gagal bertahan di atas $65.000, tekanan jual bisa kembali membawa harga ke level support yang lebih rendah.

Outlook: Konsolidasi dengan Bias Netral

Secara keseluruhan, kondisi pasar Bitcoin saat ini menunjukkan fase konsolidasi dengan bias netral.

Kenaikan tipis dalam 24 jam terakhir memberikan sinyal positif, namun belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren.

Pasar masih menunggu katalis yang lebih besar, baik dari faktor makroekonomi, kebijakan moneter global, maupun perkembangan industri kripto.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Sideways di Level $70.813

Setelah melihat analisa harga BTC hari ini, Bitcoin hari ini mengalami kenaikan moderat ke $67.085, mencerminkan upaya pemulihan jangka pendek.

Namun, tren jangka menengah masih menunjukkan tekanan koreksi yang signifikan. Dengan kondisi ini, pergerakan harga kemungkinan akan tetap berada dalam fase konsolidasi hingga muncul katalis baru.

Investor disarankan untuk memperhatikan level support dan resistance kunci serta memantau volume perdagangan sebagai indikator kekuatan tren selanjutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solusi Investasi Emas yang Fleksibel dan Modern

Di tengah perkembangan pesat industri kripto dan kebutuhan investor akan aset lindung nilai, tokenized gold atau emas yang ditokenisasi muncul sebagai solusi inovatif yang menggabungkan kestabilan emas dengan fleksibilitas teknologi blockchain.

Tokenized gold merupakan representasi digital dari emas fisik yang disimpan di brankas oleh kustodian terpercaya. Umumnya, satu token mewakili satu ons emas atau jumlah tertentu dari emas asli, sehingga nilainya tetap mengikuti harga emas di pasar global.

Konsep ini menjadi bagian dari tren Real World Assets (RWA), di mana aset dunia nyata diubah menjadi bentuk digital agar lebih mudah diakses dan diperdagangkan.

Akses Lebih Mudah dan Fleksibel

Berbeda dengan emas fisik yang membutuhkan biaya besar dan penyimpanan khusus, tokenized gold memungkinkan investor memiliki emas dalam jumlah kecil (fractional ownership). Hal ini membuka akses investasi emas bagi lebih banyak kalangan, bahkan hanya dengan modal kecil.

Selain itu, token ini dapat diperdagangkan 24 jam sehari di platform kripto, berbeda dengan pasar emas tradisional yang terbatas pada jam operasional tertentu. Proses transaksi pun menjadi lebih cepat dan efisien.

Cara Kerja Tokenized Gold

Secara umum, proses tokenisasi emas melibatkan tiga tahap utama, yaitu penyimpanan emas fisik oleh penerbit, pembuatan token digital melalui smart contract, serta audit berkala untuk memastikan jumlah token sesuai dengan cadangan emas yang dimiliki.

Investor yang memiliki token juga dapat memperdagangkannya di bursa kripto atau, dalam beberapa kasus, menukarkannya kembali dengan emas fisik sesuai ketentuan yang berlaku.

Transparansi dan Integrasi DeFi

Keunggulan lain dari tokenized gold adalah transparansi melalui teknologi blockchain. Catatan kepemilikan tersimpan secara permanen dan dapat diverifikasi, terutama jika didukung oleh sistem proof of reserve.

Tidak hanya itu, aset ini juga dapat dimanfaatkan dalam ekosistem decentralized finance (DeFi), seperti dijadikan jaminan pinjaman atau sumber likuiditas, sehingga memberikan nilai tambah dibandingkan emas fisik yang cenderung pasif.

Contoh Produk dan Perkembangan Pasar

Beberapa contoh tokenized gold yang populer di pasar adalah Tether Gold (XAUT) dan Paxos Gold (PAXG), yang masing-masing didukung oleh emas fisik yang disimpan di brankas di Swiss dan London.

Seiring meningkatnya minat terhadap aset digital, tokenized gold diperkirakan akan terus berkembang sebagai jembatan antara keuangan tradisional dan ekosistem kripto.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Meski menawarkan berbagai keunggulan, tokenized gold juga memiliki risiko, terutama terkait kepercayaan terhadap pihak kustodian yang menyimpan emas. Jika terjadi masalah pada penerbit, nilai token bisa terdampak.

Selain itu, regulasi terkait aset digital masih terus berkembang di berbagai negara, sehingga dapat memengaruhi perdagangan dan penggunaan tokenized gold di masa depan.

Likuiditas yang masih lebih rendah dibandingkan pasar emas global serta potensi biaya transaksi juga menjadi pertimbangan bagi investor.

Penutup

Tokenized gold menjadi salah satu inovasi penting dalam transformasi keuangan digital. Dengan menggabungkan keamanan emas dan kemudahan teknologi blockchain, instrumen ini menawarkan alternatif investasi yang lebih modern, fleksibel, dan inklusif di era digital.

Baca juga: Linea: Kuda Hitam Layer-2 Ethereum Siap Geser Arbitrum dan zkSync!

Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

Sumber: Binance Academy


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 30 Maret 2026: Cenderung Stabil, Ada Kenaikan?

Pasar kripto di awal pekan ini, Senin (30/3) cenderung bergerak stabil di tengah ketidakpastian geopolitik. Bitcoin bertahan di kisaran $66.000–$66.500 setelah munculnya isu potensi serangan darat dari Iran. Meski sentimen sempat memanas, pasar memilih wait and see sambil menunggu pembukaan pasar tradisional dan perkembangan lanjutan dari jalur diplomasi. Kondisi ini membuat pergerakan harga relatif terbatas, dengan volatilitas yang masih bisa meningkat sewaktu-waktu.

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah altcoin justru mencatatkan kinerja positif. NOM memimpin dengan kenaikan 31% ke level Rp67,86. Ontology (ONT) turut menguat 21% ke Rp1.276,81, sementara STO naik 15% dan diperdagangkan di sekitar Rp2.504,08. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Potensial di Awal Pekan Ini

  • NOM melesat tajam 31% dan kini berada di level Rp67,86.
  • ONT menguat signifikan sebesar 21% ke posisi harga Rp1.276,81.
  • STO naik 15% dan saat ini diperdagangkan di angka Rp2.504,08.

Bitcoin Bertahan di $66.000 Imbas Isu Konflik Iran

  • Bitcoin $66.500 saat isu serangan darat Iran mencuat.
  • Bitcoin stabil menanti pembukaan pasar tradisional.
  • Fokus diplomasi berlanjut meski ada laporan potensi serangan.

Absen aplikasi + Undang Teman Dapet Hadiah Rp60 Juta!

Michael Saylor Jeda Beli Bitcoin Setelah Rutin Selama 13 Minggu

  • Absen unggah “Orange Dot” pertama kalinya dalam 13 minggu.
  • Fokus beralih ke saham STRC, bukan sinyal beli BTC baru.
  • Laporan 8-K Senin akan ungkap status pembelian perusahaan.

YoungHoon Kim Rilis 5 Prediksi Kripto, Fokus pada XRP

  • Klaim “Putra XRP“, ramal harga tembus $100.
  • Prediksi altseason dan sebut Bitcoin sebagai meme coin.
  • Kredibilitas IQ 276 miliknya masih diperdebatkan para ahli.

Baca juga: Riset Kripto 23-27 Mar 2026: Bitcoin Lesu, Krisis Minyak Global Ancam RI


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Emas Rontok, Bitcoin Naik: Tahta Safe Haven Bergeser?

Pasar global menunjukkan pergeseran menarik di tengah konflik Timur Tengah, di mana Bitcoin dan emas bergerak berlawanan arah.

Dilaporkan Coingape, data terbaru menunjukkan Bitcoin mencatat kenaikan sekitar 7% hingga 10% sejak akhir Februari, sementara harga emas justru turun tajam hingga 19% dari sekitar $5.500 ke $4.493. Perbedaan ini memicu kembali perdebatan mengenai peran kedua aset sebagai lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik.

Bitcoin Unggul di Tengah Arus Dana ETF

Perbedaan kinerja ini tidak lepas dari perubahan arus likuiditas. ETF berbasis emas mengalami arus keluar sebesar $7,9 miliar atau sekitar 54,8 ton, sementara Bitcoin justru mencatat inflow lebih dari $1,1 miliar hanya dalam dua minggu awal konflik. Bahkan pada 2 Maret saja, inflow mencapai $458 juta.

Selain itu, kenaikan yield obligasi AS 10 tahun ke level 4,415% meningkatkan opportunity cost bagi investor untuk memegang emas yang tidak menghasilkan imbal hasil. Kondisi ini mendorong institusi mengurangi eksposur terhadap emas dan beralih ke aset lain seperti Bitcoin.

Baca juga: XAU₮ Masuk BNB Chain: Akses Emas Tokenisasi Kian Luas

Struktur Pasar Jadi Faktor Kunci

Keunggulan Bitcoin juga didukung oleh struktur pasar yang lebih fleksibel. Berbeda dengan pasar tradisional, Bitcoin dapat diperdagangkan 24 jam tanpa henti, memberikan likuiditas yang konsisten bahkan saat pasar lain tutup. Hal ini menjadi faktor penting selama periode volatilitas tinggi akibat konflik.

Kenaikan harga minyak Brent hingga 40% ke $108 per barel turut mempertekan pasar global dan memperkuat pergeseran alokasi aset oleh investor.

Tim Research Tokocrypto melihat fenomena ini sebagai indikasi perubahan narasi dalam pasar global. “Bitcoin mulai diposisikan bukan hanya sebagai aset spekulatif, tetapi juga sebagai alternatif likuid ketika sistem keuangan tradisional mengalami tekanan,” jelas tim riset.

Namun, mereka juga menekankan bahwa pergerakan ini bukan berarti Bitcoin sepenuhnya menggantikan emas. “Kenaikan Bitcoin lebih didorong oleh faktor likuiditas dan akses, sementara emas masih memiliki peran sebagai lindung nilai jangka panjang. Ini adalah pergeseran taktis, bukan perubahan permanen,” tambahnya.

Lebih lanjut, tim riset menyoroti bahwa dominasi ETF dalam menggerakkan harga menunjukkan semakin besarnya pengaruh institusi. “Arus dana institusional kini menjadi penggerak utama. Ketika likuiditas berpindah, harga akan mengikuti dengan cepat,” ujar mereka.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 29 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 29 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dampak Konflik Meluas ke Struktur Global

Di luar pasar finansial, konflik juga berdampak pada rantai pasok global. Serangan terhadap fasilitas helium di Qatar yang menyuplai sekitar sepertiga kebutuhan dunia memicu lonjakan harga dan berpotensi mengganggu industri semikonduktor. Korea Selatan, misalnya, sangat bergantung pada pasokan helium dari Qatar untuk produksi teknologi.

Selain itu, perubahan juga terlihat dalam sistem pembayaran global. Sebuah kapal yang melintas di Selat Hormuz dilaporkan menggunakan yuan China sebagai alat pembayaran, menandakan adanya potensi pergeseran dalam mekanisme settlement perdagangan internasional.

Safe Haven Sedang Berubah?

Perkembangan ini menunjukkan bahwa konsep safe haven sedang mengalami evolusi. Bitcoin, dengan karakteristik likuiditas tinggi dan akses global, mulai menarik perhatian sebagai alternatif di tengah krisis. Namun, volatilitas yang masih tinggi membuat posisinya berbeda dibanding emas yang telah teruji selama puluhan tahun.

Dalam jangka pendek, dinamika Bitcoin vs emas kemungkinan akan terus dipengaruhi oleh arus likuiditas global, kebijakan moneter, serta perkembangan geopolitik yang masih penuh ketidakpastian.

Baca Juga: Tether Integrasikan USA₮ ke Rumble Wallet, Ekspansi Pembayaran Digital


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Worldcoin Jual Token Rp1 Triliun: Harga Ambruk 97%!

Organisasi di balik proyek Worldcoin, World Foundation, kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan penjualan token WLD senilai $65 juta melalui skema over-the-counter (OTC).

Transaksi ini dilakukan oleh anak perusahaannya, World Assets Ltd, kepada empat pihak privat dengan harga rata-rata $0,2719 per token, di tengah kondisi harga yang masih berada dekat titik terendah sepanjang sejarah.

Dana untuk Operasional dan Produksi “Orb”

Dilaporkan BeInCrypto, World Foundation menyatakan bahwa dana hasil penjualan akan digunakan untuk mendukung operasional inti, termasuk riset dan pengembangan, ekspansi ekosistem, serta produksi perangkat pemindai iris mata yang dikenal sebagai “Orb”.

Untuk mengurangi tekanan jual di pasar, sekitar $25 juta dari token yang dijual akan dikunci selama enam bulan, sehingga tidak langsung beredar hingga akhir September 2026.

Pola Penjualan Berulang Picu Kekhawatiran

Meski disebut sebagai langkah strategis, data on-chain menunjukkan bahwa penjualan ini bukan kejadian tunggal. Dalam dua tahun terakhir, entitas yang terafiliasi dengan Worldcoin secara konsisten menjual token melalui market maker seperti Flow Traders dan Wintermute.

Bahkan dalam sembilan hari terakhir saja, tercatat penjualan mencapai 226,43 juta WLD dengan nilai sekitar $63 juta dalam bentuk USDC, menandakan adanya tekanan suplai yang terus berulang di pasar.

Baca juga: Worldcoin Meledak 50%! Inilah Daftar Identity Token yang Sedang Panas

Harga WLD Tertekan di Tengah Tekanan Pasokan

Penjualan berkelanjutan ini terjadi saat harga WLD mengalami tekanan berat. Token tersebut sempat menyentuh level terendah sepanjang masa sebelum pulih tipis ke kisaran $0,27.

Jika dibandingkan dengan puncaknya di $11,72 pada Maret 2024, harga WLD kini telah turun lebih dari 97%, mencerminkan kombinasi tekanan dari sisi suplai dan sentimen pasar yang melemah.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa aksi penjualan yang konsisten ini menciptakan overhang supply yang signifikan di pasar. “Ketika distribusi token terus terjadi tanpa diimbangi pertumbuhan demand yang kuat, maka tekanan harga akan sulit dihindari dalam jangka menengah,” ujar tim riset.

Lebih lanjut, mereka menyoroti bahwa strategi OTC memang efektif untuk menghindari tekanan harga jangka pendek, namun tidak menghilangkan dampak struktural terhadap pasar. “OTC hanya memindahkan tekanan dari visible market ke latent supply. Ketika lockup berakhir, potensi distribusi lanjutan tetap menjadi risiko,” tambahnya.

Tim Research Tokocrypto juga menekankan bahwa pasar saat ini semakin sensitif terhadap proyek dengan pola distribusi agresif. “Investor kini lebih memperhatikan sustainability tokenomics. Tanpa keseimbangan antara distribusi dan utilitas, kepercayaan pasar akan sulit pulih,” jelas mereka.

Tantangan Regulasi dan Masa Depan Proyek

Di luar faktor pasar, Worldcoin juga menghadapi tekanan dari regulator global terkait isu privasi biometrik. Proyek ini mengusung konsep “proof of humanness”, namun pengumpulan data iris mata memicu kekhawatiran di berbagai yurisdiksi.

Kombinasi antara tekanan harga, distribusi token yang berkelanjutan, serta tantangan regulasi membuat Worldcoin berada dalam fase krusial. Ke depan, keberhasilan proyek tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kemampuan membangun kembali kepercayaan pasar dan menjaga keseimbangan suplai di ekosistemnya.

Baca Juga: Billions.Network Tantang Worldcoin dengan ID Digital


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Inggris Larang Donasi Kripto: Starmer Sebut Demi Demokrasi

Pemerintah Inggris resmi memberlakukan moratorium langsung terhadap donasi politik menggunakan kripto.

Kebijakan yang dipimpin oleh Perdana Menteri Keir Starmer ini diambil sebagai respons atas kekhawatiran meningkatnya potensi pendanaan asing tersembunyi yang dapat memengaruhi sistem demokrasi.

Crypto Dianggap Berisiko untuk Transparansi Politik

Dilaporkan Coindesk, larangan ini mencakup seluruh bentuk donasi crypto tanpa batas nominal. Pemerintah menilai bahwa sifat anonim dari aset digital dapat dimanfaatkan untuk menyembunyikan asal-usul dana, khususnya dari pihak asing.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk menekan campur tangan asing dalam politik domestik Inggris, sekaligus menempatkan crypto sebagai isu serius dalam konteks keamanan demokrasi.

Hasil Rycroft Review Jadi Dasar Kebijakan

Keputusan ini didasarkan pada Rycroft Review, laporan independen yang menyoroti lemahnya sistem pengawasan terhadap donasi berbasis crypto. Meski tidak merekomendasikan larangan permanen, laporan tersebut menyarankan penghentian sementara hingga regulasi yang lebih ketat dapat diterapkan.

Penulis laporan, Philip Rycroft, menegaskan bahwa fokus utama adalah melindungi integritas proses demokrasi, bukan kepentingan partai politik tertentu.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini contoh jelas bagaimana kripto kini diperlakukan bukan cuma sebagai isu keuangan, tapi juga risiko demokrasi dan keamanan nasional.

“Kalau pendekatan seperti ini menyebar ke negara lain, area politik dan pendanaan kampanye bisa jadi salah satu medan regulasi paling keras terhadap penggunaan aset digital yang anonim,” tuturnya.

Baca juga: Hyperliquid Donasikan $254.000 ke ZachXBT, Siapa ZachXBT?

Aturan Baru dan Sanksi Tegas

Dalam implementasinya, partai politik diberikan waktu 30 hari untuk mengembalikan donasi crypto yang telah diterima setelah undang-undang resmi diberlakukan. Jika tidak dipatuhi, pelanggaran dapat berujung pada sanksi pidana.

Selain itu, pemerintah juga membatasi donasi dari luar negeri, termasuk dari warga Inggris di luar negeri, maksimal sebesar £100.000 per tahun. Kebijakan ini akan dimasukkan ke dalam Representation of the People Bill yang saat ini sedang dibahas di parlemen.

Kontroversi Politik Muncul

Pengumuman kebijakan ini memicu reaksi keras di parlemen. Sejumlah anggota dari partai Reform UK bahkan melakukan walkout sebagai bentuk protes.

Dalam pernyataannya, Starmer juga melontarkan kritik tajam terhadap pemimpin Reform UK, Nigel Farage, dengan menyebut bahwa ia bersedia mengatakan apa saja selama ada imbalan finansial.

Moratorium Sementara, Tapi Sulit Dicabut

Meski disebut sebagai langkah sementara, dimasukkannya aturan ini ke dalam undang-undang membuat kebijakan tersebut tidak mudah untuk dicabut di masa depan. Pemerintah menegaskan bahwa langkah ini diperlukan untuk memastikan transparansi dan menjaga kepercayaan publik terhadap sistem politik.

Kebijakan ini sekaligus menandai meningkatnya perhatian regulator global terhadap peran cryptocurrency, tidak hanya dalam sektor keuangan, tetapi juga dalam stabilitas politik dan tata kelola demokrasi.

Baca juga: Contoh Nyata Manfaat Aset Kripto: Venezuela Andalkan USDT di Tengah Inflasi


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Terlihat Kuat, Tapi Rapuh? Cek Fakta di Balik Harga

Pasar Bitcoin saat ini menunjukkan kondisi yang tampak stabil di permukaan, namun menyimpan kerentanan struktural di dalamnya.

Data terbaru dari CryptoQuant mengungkap bahwa permintaan Bitcoin kini semakin terkonsentrasi pada satu pemain besar, yaitu Strategy, yang dalam 30 hari terakhir mengakumulasi sekitar 45.000 BTC, laju tercepat dalam hampir satu tahun.

Permintaan Terkonsentrasi di Satu Pemain

Di sisi lain, pembelian dari perusahaan treasury lainnya justru anjlok drastis menjadi hanya sekitar 1.000 BTC, turun hingga 99% dari puncaknya. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan permintaan secara keseluruhan hampir berhenti, dan pasar kini bergantung pada satu sumber utama.

Akibatnya, Strategy kini menguasai sekitar 76% dari total kepemilikan Bitcoin di antara perusahaan treasury, mempertegas struktur pasar yang semakin terpusat.

Menurut Tim Research Tokocrypto, struktur ini kelihatan kuat di permukaan karena satu pembeli besar masih menopang harga, tapi fondasinya rapuh karena breadth demand di luar Strategy nyaris hilang.

“Kalau pembelian Strategy melambat atau berhenti, pasar bisa langsung menghadapi vacuum permintaan dan itu membuat reli Bitcoin saat ini lebih bergantung pada konsentrasi daripada ekspansi demand yang sehat,” jelasnya.

Partisipasi Pasar Semakin Menyusut

Penurunan tidak hanya terjadi pada volume pembelian, tetapi juga pada jumlah partisipan. Semakin sedikit perusahaan yang melakukan akumulasi Bitcoin, mencerminkan melemahnya distribusi permintaan dan berkurangnya kedalaman pasar.

Data on-chain turut menguatkan kondisi ini, di mana Coinbase Premium yang tidak stabil menunjukkan bahwa permintaan spot, khususnya dari pasar Amerika Serikat, belum pulih secara merata.

Baca juga: Strategy Siapkan Dana Rp1.000 Triliun untuk Borong Bitcoin?

Kuat di Permukaan, Lemah di Struktur

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 29 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 29 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Struktur pasar seperti ini memiliki dua sisi. Di satu sisi, pembelian konsisten dari pemain besar mampu menjaga harga tetap stabil dan mengurangi tekanan turun. Namun di sisi lain, ketergantungan pada satu entitas menciptakan risiko sistemik.

Pasar yang sehat seharusnya ditopang oleh permintaan yang tersebar luas, bukan terkonsentrasi. Kondisi saat ini lebih mencerminkan konsolidasi daripada ekspansi.

Risiko Demand Vacuum Mengintai

Jika Strategy memperlambat atau menghentikan akumulasinya, pasar berpotensi menghadapi kekosongan permintaan secara tiba-tiba. Tanpa dukungan dari pemain lain, harga Bitcoin bisa kehilangan fondasi penopangnya.

Situasi ini menegaskan bahwa kekuatan pasar saat ini bukan berasal dari banyaknya pembeli, melainkan dari satu entitas dominan. Di fase seperti ini, pertanyaan penting bukan lagi siapa yang membeli, tetapi siapa yang sudah berhenti membeli.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bank Dunia Lirik Aset Blockchain: Era Baru Keuangan Dimulai

Industri perbankan global mulai bergerak cepat menghadapi perubahan besar dalam sistem keuangan digital.

Laporan terbaru dari RWA.io mengungkap bahwa bank-bank kini активно mengembangkan tokenized deposits sebagai bagian dari persaingan menghadirkan “uang onchain”, di tengah meningkatnya popularitas stablecoin dan rencana mata uang digital bank sentral (CBDC).

Tokenized Deposits Jadi Senjata Baru Bank

Tokenized deposits merupakan representasi digital dari simpanan bank yang ditempatkan di atas teknologi blockchain. Berbeda dengan stablecoin, aset ini tetap menjadi kewajiban langsung bank penerbit dan berada dalam kerangka regulasi perbankan, termasuk perlindungan simpanan, aturan modal, serta standar AML dan KYC.

Konsep ini dinilai sebagai solusi tengah antara inovasi teknologi dan keamanan sistem keuangan tradisional, memungkinkan bank tetap relevan di era digital tanpa kehilangan kontrol terhadap dana nasabah.

Persaingan “Onchain Cash” Semakin Memanas

Laporan tersebut menyebutkan bahwa tokenized deposits kini berkembang sebagai bagian dari ekosistem “onchain cash” bersama stablecoin dan CBDC. UK Finance bahkan menilai instrumen ini akan memainkan peran penting dalam sistem “multi-money” di masa depan, di mana berbagai bentuk uang digital akan hidup berdampingan.

Langkah ini juga mencerminkan upaya bank untuk mempertahankan peran mereka dalam sistem pembayaran, pengelolaan likuiditas, dan layanan treasury di tengah meningkatnya adopsi teknologi blockchain.

Tim Research Tokocrypto mengungkap ini jelas sinyal adopsi, bukan eksperimen pinggiran. Saat bank besar mulai membangun representasi digital dari deposit mereka sendiri, pasar sedang bergerak ke fase di mana institusi tidak lagi sekadar bereaksi pada stablecoin.

“Tapi mulai menyiapkan versi onchain dari uang mereka sendiri untuk mempertahankan relevansi di era settlement 24/7,” ujarnya.

Baca juga: Bank Inggris Pindahkan Tabungan ke Blockchain: Apakah Aman?

Uji Coba Mulai Dilakukan di Eropa

Dilaporkan Cointelegraph, sejumlah bank besar telah memulai uji coba teknologi ini. Pada Januari lalu, Lloyds Banking Group bersama Archax berhasil menyelesaikan transaksi blockchain publik pertama di Inggris menggunakan tokenized deposits di jaringan Canton.

Selain itu, proyek Great British Tokenised Deposit yang dipimpin UK Finance tengah menguji berbagai use case seperti pembayaran peer-to-peer, refinancing properti, hingga settlement aset digital, dengan target pengujian berlangsung hingga pertengahan 2026.

Eropa Siapkan Infrastruktur Keuangan Digital

Di sisi kebijakan, European Central Bank (ECB) juga tengah mempercepat pengembangan digital euro sebagai respon terhadap dominasi stablecoin berbasis dolar AS. ECB bahkan merancang infrastruktur baru bernama “Pontes” untuk menghubungkan sistem keuangan berbasis blockchain dengan jaringan pembayaran tradisional Eropa (TARGET Services).

Sistem ini dijadwalkan mulai diluncurkan pada kuartal ketiga 2026, sementara uji coba digital euro direncanakan dimulai pada paruh kedua 2027.

Menuju Sistem Keuangan Hybrid

Menurut pelaku industri, masa depan sistem keuangan tidak akan bergantung pada satu jenis uang digital saja. Tokenized deposits dipandang sebagai fondasi penting karena membawa uang bank komersial ke dalam ekosistem digital tanpa mengubah struktur dasar sistem keuangan.

Perkembangan ini menandakan bahwa persaingan tidak lagi hanya soal aset kripto, tetapi juga tentang siapa yang menguasai infrastruktur “uang digital” di masa depan.

Baca juga: Paxos Tak Sengaja Cetak Stablecoin $300 Triliun untuk PayPal!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com