Harga Pi Network Naik ke $0,189, Didorong Rotasi Altcoin

Pergerakan harga Pi Network kembali mencuri perhatian pasar kripto setelah melonjak 6,88% dalam 24 jam terakhir ke level $0,189.

Kenaikan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang cenderung melemah, di mana aset utama seperti Bitcoin justru bergerak stagnan hingga negatif.

Fenomena ini mengindikasikan adanya pergeseran aliran dana (capital rotation) dari aset besar ke altcoin, yang mendorong kenaikan harga sejumlah token berkapitalisasi lebih kecil, termasuk Pi.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 2,29% Saat Bitcoin Melemah, Likuiditas Tipis?

Rotasi Altcoin Jadi Pendorong Utama

Kenaikan harga Pi saat ini tidak berdiri sendiri. Data menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada Altcoin Season Index, yang naik 4,26% dalam 24 jam terakhir dan melonjak hingga 58% dalam satu bulan terakhir.

Indikator ini digunakan untuk mengukur apakah pasar sedang memasuki fase dominasi altcoin dibandingkan Bitcoin.

Dalam kondisi seperti ini, investor cenderung mencari peluang keuntungan lebih tinggi di aset berisiko, terutama altcoin dengan kapitalisasi lebih kecil. Implikasinya:

  • Pi mendapat dorongan dari sentimen sektor, bukan faktor internal
  • Pergerakan harga lebih bersifat “beta” terhadap pasar
  • Potensi volatilitas meningkat seiring masuknya dana spekulatif

Dengan kata lain, kenaikan ini lebih mencerminkan dinamika pasar secara keseluruhan dibandingkan perkembangan spesifik dalam ekosistem Pi.

Minim Katalis Fundamental

Meski mengalami kenaikan signifikan, tidak ada katalis fundamental yang jelas di balik pergerakan harga Pi.

Tidak ditemukan pengumuman kemitraan baru, pembaruan teknologi atau produk, atau lonjakan aktivitas derivatif.

Volume perdagangan sebesar $27,1 juta juga tidak menunjukkan lonjakan ekstrem yang biasanya menyertai reli kuat.

Selain itu, rasio turnover yang rendah di level 0,0146 menandakan bahwa pasar Pi masih tergolong tipis. Dalam kondisi ini, aliran dana yang relatif kecil dapat memicu pergerakan harga yang cukup besar.

Kesimpulan sementara, kenaikan harga lebih dipengaruhi sentimen pasar dibandingkan kekuatan fundamental proyek.

Level Kunci: Uji Resistance $0,20–$0,21

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 20 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 20 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Dalam jangka pendek, Pi menghadapi tantangan penting di area resistance:

  • Resistance utama: $0,20 – $0,21
  • Support terdekat: $0,18
  • Support kritis: $0,17

Level $0,20–$0,21 merupakan area penting karena sebelumnya menjadi titik kegagalan harga saat mengalami penurunan mingguan hingga 35%.

Jika Pi mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, maka peluang pemulihan yang lebih kuat akan terbuka.

Namun, jika harga gagal bertahan di atas $0,18 dan turun di bawah $0,17, maka reli saat ini berisiko hanya menjadi dead cat bounce sebelum melanjutkan tren turun.

Ketergantungan pada Momentum Altcoin

Ke depan, arah harga Pi sangat bergantung pada keberlanjutan rotasi altcoin.

Selama Altcoin Season Index terus naik dan mendekati atau melewati level 50 (zona netral), peluang kenaikan altcoin akan tetap terbuka.

Namun, jika momentum ini melemah dan dana kembali mengalir ke Bitcoin, maka tekanan terhadap altcoin, termasuk Pi, bisa meningkat dengan cepat.

Outlook Jangka Pendek: Bullish Hati-hati

Secara teknikal, Pi menunjukkan potensi rebound dalam jangka pendek. Namun, tren besarnya masih cenderung bearish jika dilihat dari penurunan dalam beberapa minggu terakhir.

Untuk jangka pendek, Coinmarketcap mengategorikannya sebagai Cautious bullish (rebound dengan risiko tinggi).

Maka dari itu, investor disarankan untuk memantau kekuatan support di $0,18, mengamati pergerakan Altcoin Season Index, dan waspada terhadap perubahan sentimen pasar global.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 5,86%, Likuiditas Tipis Perbesar Tekanan Jual

Kenaikan harga Pi Network sebesar 6,88% merupakan bagian dari rotasi modal ke altcoin, bukan hasil dari perubahan fundamental proyek. Meski memberikan peluang jangka pendek, reli ini masih tergolong rapuh.

Kunci pergerakan selanjutnya terletak pada dua hal: kemampuan Pi menembus resistance $0,21 dan keberlanjutan momentum altcoin di pasar global.

Jika kedua faktor ini selaras, Pi berpotensi melanjutkan kenaikan. Namun jika tidak, tekanan jual bisa kembali mendominasi dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Stargaze Migrasi ke Cosmos Hub, Ekosistem NFT Berubah?

Platform NFT berbasis Cosmos, Stargaze, resmi mengambil migration snapshot untuk launchpad dan marketplace-nya.

Langkah ini menjadi fase krusial dalam proses migrasi menuju Cosmos Hub, yang diharapkan dapat memperluas jangkauan dan meningkatkan efisiensi ekosistem.

Snapshot ini berfungsi sebagai penentu utama dalam proses migrasi, karena seluruh data kepemilikan dan aktivitas NFT akan “dibekukan” pada titik waktu tertentu (block height).

Data tersebut kemudian menjadi dasar klaim aset pengguna di lingkungan baru setelah migrasi selesai.

Baca Juga: Token Cosmos Menggila! Investor Kaget LUNC Tiba-tiba Terbang 132%

Apa Itu Migration Snapshot?

Dalam konteks blockchain, snapshot adalah proses pencatatan kondisi jaringan pada waktu tertentu.

Untuk Stargaze, Coinmarketcal mengabarkan bahwa snapshot ini mencakup kepemilikan NFT, status listing di marketplace, dan posisi staking NFT.

Artinya, siapa pun yang memiliki NFT atau posisi terkait pada saat snapshot diambil, akan mendapatkan hak yang sesuai saat migrasi ke Cosmos Hub dilakukan.

Namun, setelah snapshot diambil, perubahan yang terjadi di jaringan lama tidak akan memengaruhi hasil migrasi.

Inilah yang membuat periode menjelang snapshot sering dimanfaatkan oleh trader dan kolektor untuk melakukan positioning.

Tujuan Migrasi ke Cosmos Hub

Langkah Stargaze untuk bermigrasi ke Cosmos Hub bukan tanpa alasan.

Sebagai pusat ekosistem Cosmos, Cosmos Hub menawarkan likuiditas yang lebih besar, akses ke ekosistem yang lebih luas, hingga interoperabilitas antar-chain yang lebih kuat.

Dengan berpindah ke lingkungan yang lebih terintegrasi, Stargaze berharap dapat meningkatkan aktivitas pengguna dan relevansi platform di tengah persaingan ketat pasar NFT.

Positioning dan Spekulasi

Event snapshot seperti ini biasanya memicu aktivitas jangka pendek di pasar. Pelaku pasar cenderung melakukan pembelian atau penyesuaian posisi sebelum snapshot untuk memastikan mereka memenuhi syarat klaim di jaringan baru.

Namun, dampak ini umumnya bersifat sementara. Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa event ini lebih bersifat teknis dibandingkan katalis fundamental.

“Ini lebih cocok dibaca sebagai milestone teknis dan koordinasi migrasi daripada katalis fundamental langsung. Biasanya event seperti ini hanya memicu positioning jangka pendek menjelang snapshot, sementara dampak harga jangka panjang tetap bergantung pada apakah migrasi ke Cosmos Hub benar-benar meningkatkan aktivitas, likuiditas, dan relevansi ekosistem Stargaze,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa euforia menjelang snapshot belum tentu berlanjut setelah migrasi selesai.

Dampak Jangka Panjang: Masih Bergantung Eksekusi

Keberhasilan migrasi Stargaze akan sangat bergantung pada implementasi pasca-snapshot. Beberapa faktor kunci yang akan menentukan dampaknya antara lain:

1. Aktivitas Pengguna

Apakah migrasi mampu menarik lebih banyak pengguna dan kolektor NFT?

2. Likuiditas Marketplace

Apakah volume transaksi meningkat setelah integrasi dengan Cosmos Hub?

3. Adopsi Developer

Apakah lebih banyak proyek NFT memilih membangun di Stargaze?

Jika ketiga faktor ini menunjukkan peningkatan, maka migrasi bisa menjadi titik balik bagi pertumbuhan ekosistem.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Meski menjanjikan, migrasi juga membawa sejumlah risiko, seperti gangguan teknis selama proses transisi, kehilangan momentum jika adopsi tidak meningkat, atau ekspektasi pasar yang terlalu tinggi.

Selain itu, jika hasil migrasi tidak sesuai harapan, harga token STARS berpotensi mengalami tekanan setelah fase spekulasi berakhir.

Baca Juga: Luncheon Eksklusif Token TRUMP: Hanya untuk 297 Holder Teratas

Snapshot migrasi Stargaze ke Cosmos Hub merupakan langkah penting dalam evolusi teknis platform NFT ini. Namun, dampaknya terhadap harga dan ekosistem masih belum bisa dipastikan dalam jangka pendek.

Bagi investor dan pelaku pasar, fokus utama sebaiknya tidak hanya pada event snapshot, tetapi juga pada perkembangan pasca-migrasi.

Apakah Stargaze mampu memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan aktivitas dan likuiditas?

Jawaban atas pertanyaan tersebut akan menjadi penentu utama arah jangka panjang STARS di pasar kripto yang semakin kompetitif.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Salip BNB Lagi! Tapi Leverage Naik, Risiko Diam-Diam Mengintai

XRP kembali mencuri perhatian pasar kripto setelah berhasil menyalip BNB dan merebut posisi sebagai aset kripto terbesar keempat berdasarkan kapitalisasi pasar. Kenaikan ini terjadi di tengah lonjakan volume perdagangan dan meningkatnya aktivitas di pasar derivatif.

Namun, di balik penguatan tersebut, data menunjukkan adanya peningkatan leverage yang juga membawa potensi risiko baru bagi pasar.

XRP Tembus Resistance dan Rebut Posisi Top 4

XRP mencatat kenaikan sekitar 11% dalam sepekan terakhir dan kini diperdagangkan di kisaran US$1,53.

Kenaikan ini mendorong kapitalisasi pasar XRP mencapai sekitar US$93,4 miliar, melampaui BNB dan mengembalikannya ke posisi empat besar aset kripto global.

Pergerakan ini juga didukung oleh lonjakan volume perdagangan hingga 125%, menandakan meningkatnya minat pasar terhadap XRP.

Open Interest Naik Signifikan

Di sisi derivatif, open interest XRP di Binance meningkat tajam hingga sekitar 353 juta XRP.

Dilaporkan Coindesk, angka ini naik sekitar 59% sejak Oktober 2025, meskipun harga saat ini masih berada jauh di bawah level sebelumnya.

Peningkatan open interest ini menunjukkan bahwa trader tidak hanya mempertahankan posisi, tetapi juga menambah eksposur leverage di tengah reli harga.

Baca juga: Holder XRP Tembus Rekor! Harga Siap Tembus $1.60?

Struktur Pasar Berbeda dari Awal Tahun

Kondisi saat ini berbeda dibandingkan awal tahun 2026, di mana pasar didominasi oleh penurunan leverage.

Kini, pasar justru menunjukkan fase pembangunan kembali posisi leverage, yang mengindikasikan meningkatnya kepercayaan trader terhadap potensi kenaikan harga.

Meski belum menyentuh level puncak sebelum crash Oktober 2025, tren ini menunjukkan adanya ruang bagi pasar untuk terus berkembang.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kenaikan harga yang dibarengi pembangunan ulang open interest menunjukkan trader derivatif mulai kembali menambah leverage ke sisi pemulihan, bukan sekadar menutup posisi lama.

“Itu bullish selama momentum spot tetap mendukung, tapi semakin dekat OI ke level pra-crash, semakin besar juga risiko wipeout kalau breakout di area US$1,50-US$1,60 gagal bertahan,” analisanya.

Level $1.50–$1.60 Jadi Area Krusial

Secara teknikal, area US$1,50 hingga US$1,60 menjadi level penting yang akan menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Jika XRP mampu bertahan di atas zona tersebut, potensi kenaikan lanjutan terbuka lebih lebar.

Namun, jika gagal mempertahankan level ini, risiko koreksi tetap ada, terutama dengan meningkatnya penggunaan leverage di pasar.

Peluang dan Risiko Berjalan Bersamaan

Peningkatan open interest dapat memberikan dukungan struktural bagi harga, namun juga meningkatkan potensi volatilitas.

Semakin tinggi leverage yang digunakan, semakin besar pula risiko likuidasi jika terjadi pergerakan harga yang berlawanan.

Dengan demikian, meskipun XRP menunjukkan momentum positif, pelaku pasar tetap perlu mencermati dinamika leverage yang berkembang.

Pergerakan XRP ke depan akan sangat ditentukan oleh kemampuan pasar mempertahankan momentum sekaligus mengelola risiko dari meningkatnya aktivitas spekulatif.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sinyal Bahaya atau Peluang? Leverage Ethereum Naik

Pasar kripto mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan meningkatnya aktivitas leverage di Ethereum. Indikator Estimated Leverage Ratio (ELR) mencatat kenaikan signifikan, mengindikasikan kembalinya minat risiko di kalangan trader setelah periode tekanan pasar.

Kenaikan ini terjadi di tengah reli harga Bitcoin dan Ethereum yang menunjukkan perubahan sentimen menuju fase “risk-on”.

Ethereum dan Bitcoin Kompak Menguat

Dalam sepekan terakhir, Bitcoin mencatat kenaikan sekitar 8,6%, sementara Ethereum naik lebih tinggi dengan lonjakan 13,9%.

Dilaporkan Crypto Quant, kenaikan ini mencerminkan kembalinya minat investor terhadap aset kripto berisiko, didukung oleh arus dana institusional melalui produk ETF.

Pergerakan ini juga menandai potensi awal dari fase pemulihan pasar setelah periode volatilitas sebelumnya.

Leverage Ethereum Kembali Meningkat

Salah satu indikator utama yang diperhatikan adalah Estimated Leverage Ratio (ELR), yang mengukur tingkat penggunaan leverage di pasar derivatif Ethereum.

Setelah sempat turun tajam akibat peristiwa likuidasi besar pada Oktober 2025, ELR kini kembali meningkat dan mencapai sekitar 0,69 pada pertengahan Maret 2026.

Sebelumnya, rasio ini sempat anjlok dari 0,56 ke 0,41, mencerminkan penurunan leverage sebesar 27% akibat likuidasi besar-besaran.

Kenaikan terbaru menunjukkan bahwa trader kembali berani mengambil posisi dengan leverage lebih tinggi.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini bullish karena menunjukkan likuiditas dan selera risiko kembali mengalir ke ETH, tapi tetap ada sisi tajamnya: leverage yang tumbuh cepat berarti pasar juga makin rapuh terhadap liquidations baru.

“Jadi sinyal ini bagus untuk momentum, namun bukan tipe sinyal yang bikin trader boleh santai karena volatilitas justru bisa makin brutal kalau posisi pasar terlalu crowded,” tuturnya.

Baca juga: Ethereum Sempat Tiba-Tiba Ngebut 10%, Sinyal Altcoin Season Dimulai?

Dampak Likuidasi Besar Masih Terasa

Peristiwa likuidasi pada Oktober lalu menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah kripto, dengan lebih dari US$19 miliar posisi leverage terlikuidasi dalam 24 jam.

Kejadian ini sempat mereset struktur pasar dan menurunkan eksposur risiko secara signifikan.

Namun, pemulihan ELR saat ini menunjukkan bahwa pasar mulai kembali membangun eksposur leverage secara bertahap.

Indikasi Kembalinya Risk Appetite

Peningkatan leverage biasanya mencerminkan meningkatnya kepercayaan trader terhadap arah pasar.

Nilai ELR yang lebih tinggi menunjukkan bahwa posisi terbuka di pasar derivatif tumbuh lebih cepat dibandingkan cadangan aset di bursa, yang berpotensi meningkatkan volatilitas.

Kondisi ini menandakan bahwa pelaku pasar mulai kembali berspekulasi terhadap pergerakan harga Ethereum.

Potensi Peluang dan Risiko ke Depan

Dengan meningkatnya sentimen positif, Ethereum dan Bitcoin kembali menjadi aset utama dalam fase risk-on.

Namun, kenaikan leverage juga membawa risiko yang lebih tinggi, termasuk potensi likuidasi jika terjadi pergerakan harga yang tajam.

Sementara itu, sebagian investor yang lebih konservatif cenderung mencari alternatif seperti aset berbasis emas digital.

Ke depan, arah pasar akan sangat bergantung pada keberlanjutan arus dana institusional serta stabilitas kondisi makroekonomi global.

Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dana Kripto Tembus $1 Miliar Lagi! Bitcoin Disebut Jadi Safe Haven Baru?

Produk investasi kripto kembali mencatat arus masuk dana besar dengan total mencapai lebih dari US$1 miliar dalam sepekan terakhir. Tren ini memperpanjang periode inflow menjadi tiga minggu berturut-turut, meskipun pasar global masih dibayangi ketegangan geopolitik.

Dikutip Cointelegraph, data ini memperkuat pandangan bahwa aset digital, khususnya Bitcoin, mulai dipandang sebagai alternatif lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Produk Investasi Kripto Catat Inflow Beruntun

Berdasarkan laporan terbaru, crypto exchange-traded products (ETP) mencatat inflow sebesar US$1,06 miliar dalam satu minggu.

Bitcoin menjadi kontributor terbesar dengan arus masuk mencapai US$793 juta, diikuti oleh Ethereum dengan tambahan US$315 juta.

Secara keseluruhan, selama tiga minggu terakhir, total inflow telah mencapai sekitar US$2,7 miliar.

Bitcoin Dinilai Semakin Tahan terhadap Tekanan Global

Kinerja positif ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah.

Menariknya, aset kripto justru menunjukkan ketahanan dibandingkan aset tradisional, dengan total dana kelolaan (AuM) produk kripto meningkat sekitar 9,4% menjadi hampir US$140 miliar.

Hal ini mendorong pandangan bahwa Bitcoin mulai dianggap sebagai “safe haven relatif” oleh sebagian investor.

Baca juga: Stablecoin Diam-diam Jadi Tulang Punggung Kripto, Bukan Bitcoin

Ethereum Mulai Pulih, XRP Masih Tertekan

Ethereum juga menunjukkan perbaikan dengan inflow signifikan, meskipun secara year-to-date masih mencatat sedikit arus keluar.

Sementara itu, XRP mengalami tekanan dengan outflow sebesar US$76 juta dalam dua pekan terakhir.

Di sisi lain, Solana mencatat inflow moderat sebesar US$9,1 juta, menunjukkan minat yang mulai tumbuh dari investor.

ETF Bitcoin Jadi Penggerak Utama

Sebagian besar inflow Bitcoin didorong oleh ETF spot di Amerika Serikat, yang mencatat arus masuk sebesar US$767 juta dalam sepekan.

Ini menjadi streak inflow lima hari pertama di tahun 2026 untuk produk ETF Bitcoin.

Meski demikian, secara keseluruhan ETF Bitcoin masih berada dalam posisi negatif sepanjang tahun, setelah mengalami outflow besar pada Januari dan Februari.

Menurut Tim Research Tokocrypto, data ini penting secara onchain dan aliran modal karena menunjukkan minat institusional ke aset digital belum mati meski tekanan geopolitik masih tinggi.

“Bitcoin tetap jadi penerima utama arus safe-haven relatif, sementara arus besar ke ETH memberi sinyal bahwa pasar mulai berani naik satu tingkat di risk curve; sebaliknya, outflow lanjutan dari XRP menunjukkan seleksi modal masih keras dan tidak semua aset ikut menikmati sentimen positif yang sama,” analisanya.

Sentimen Pasar Masih Terbelah

Menariknya, produk short-Bitcoin juga mencatat inflow sebesar US$8,1 juta, menandakan bahwa sebagian investor masih bersikap defensif.

Hal ini menunjukkan bahwa sentimen pasar masih terbelah, dengan sebagian melihat peluang kenaikan, sementara yang lain tetap berhati-hati terhadap risiko.

Dengan tren inflow yang terus berlanjut, pasar kripto kini memasuki fase penting yang dapat menentukan apakah momentum ini akan berlanjut atau justru berbalik arah dalam waktu dekat.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

BlackRock Serok Bitcoin Rp600M, Tapi XRP Justru Ditinggal Investor

Arus dana institusional kembali mengalir deras ke Bitcoin, dengan BlackRock menyerap lebih dari US$600 juta BTC dalam sepekan. Di sisi lain, XRP justru menunjukkan tren berlawanan setelah mencatat arus keluar dari produk ETF.

Dilaporkan BeInCrypto, data ini menegaskan pergeseran minat investor besar di tengah dinamika pasar kripto yang masih fluktuatif.

BlackRock Dominasi Pembelian Bitcoin

Dalam periode 9 hingga 13 Maret 2026, ETF Bitcoin spot mencatat total inflow sebesar US$767 juta.

Dari jumlah tersebut, produk iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock menyumbang sekitar US$600,1 juta atau lebih dari 78% total arus masuk.

Angka ini memperkuat posisi BlackRock sebagai salah satu pembeli institusional terbesar Bitcoin melalui instrumen yang teregulasi.

Sementara itu, Grayscale justru mencatat arus keluar sebesar US$25,9 juta dari produknya.

Selain Bitcoin, ETF berbasis Ethereum juga mencatat inflow sebesar US$160,9 juta dalam periode yang sama.

Produk dari Fidelity menjadi kontributor utama dengan pembelian sekitar US$90,1 juta, meskipun ETF milik Grayscale kembali mengalami arus keluar.

Baca juga: ETF Solana Tetap Diburu Saat Harga Lesu, Dari Mana Permintaannya?

Di sisi lain, ETF Solana mulai menunjukkan tanda awal ketertarikan institusional dengan inflow sebesar US$10,7 juta.

Meski relatif kecil, angka ini menunjukkan mulai terbukanya minat terhadap aset di luar Bitcoin dan Ethereum.

Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain dan aliran modal, ini menunjukkan rotasi institusional yang sangat selektif: uang besar masih nyaman menumpuk eksposur ke BTC dan mulai memberi ruang ke ETH serta SOL, tapi belum mau memberi dukungan yang sama ke XRP.

“Pesan kasarnya jelas: pasar institusional saat ini lebih suka aset kripto yang likuid, mapan, dan punya jalur adopsi ETF yang lebih bersih daripada cerita yang masih menyisakan keraguan sentimen,” ungkapnya.

XRP Jadi Pengecualian di Tengah Tren Positif

Berbeda dengan aset lainnya, ETF XRP justru mencatat arus keluar sebesar US$28,07 juta dalam periode yang sama.

Hal ini menjadikan XRP sebagai satu-satunya aset utama yang mengalami outflow di tengah tren masuknya dana ke produk kripto lainnya.

Kondisi ini memperpanjang tren tekanan jual terhadap XRP sepanjang Maret, meskipun secara kumulatif total inflow ETF XRP sejak peluncuran masih berada di atas US$1,2 miliar.

Indikasi Pergeseran Sentimen Institusional

Perbedaan arus dana ini menunjukkan adanya kemungkinan rotasi investasi oleh pelaku institusional.

Bitcoin tetap menjadi pilihan utama, diikuti oleh Ethereum dan mulai munculnya minat terhadap Solana, sementara XRP menghadapi tekanan dari sisi permintaan.

Namun demikian, belum dapat dipastikan apakah tren ini bersifat sementara atau mencerminkan perubahan strategi jangka panjang dari investor institusional.

Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada kondisi pasar serta perkembangan sentimen terhadap masing-masing aset kripto.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dana Segar $1 Miliar Masuk! ETF Bitcoin Bikin Pasar Bergairah Lagi?

Arus dana ke produk exchange-traded fund (ETF) Bitcoin di Amerika Serikat kembali menguat, mencatat enam hari berturut-turut inflow dan hampir mencapai US$1 miliar sejak awal Maret. Tren ini terjadi bersamaan dengan kenaikan harga Bitcoin yang signifikan dalam periode yang sama.

Data terbaru menunjukkan bahwa minat investor terhadap aset kripto mulai pulih meski kondisi global masih diliputi ketidakpastian.

ETF Bitcoin Catat Inflow 6 Hari Beruntun

ETF Bitcoin spot yang terdaftar di AS mencatat inflow selama enam hari berturut-turut, menjadi tren terpanjang sejak Oktober 2025.

Pada hari terakhir periode tersebut, ETF mencatat tambahan dana sebesar US$199,4 juta. Produk dari BlackRock dan Fidelity menjadi kontributor utama, masing-masing menyumbang US$139,4 juta dan US$64,5 juta.

Secara total, sejak 9 Maret, inflow ETF Bitcoin telah mencapai sekitar US$962,8 juta.

Harga Bitcoin Ikut Melonjak

Sejalan dengan masuknya dana tersebut, harga Bitcoin juga mengalami kenaikan lebih dari 12%.

Harga BTC naik dari sekitar US$65.960 menjadi US$74.250 dalam periode yang sama, mencerminkan hubungan erat antara arus dana institusional dan pergerakan harga pasar.

Kenaikan ini juga menandai pemulihan setelah periode volatilitas yang dipicu oleh faktor makroekonomi global.

Menurut Tim Research Tokocrypto, arus dana ini menunjukkan permintaan institusional kembali agresif meski ketegangan geopolitik dan volatilitas minyak belum reda.

“Kalau inflow ETF tetap konsisten, BTC punya bantalan demand yang kuat untuk menjaga momentum naik, tapi lonjakan FOMO juga bikin pasar lebih rawan pullback jangka pendek kalau aliran dana mulai melambat,” jelasnya.

Baca juga: ETF Ethereum Staking Pertama BlackRock Catat Debut Kuat di Pasar

Sentimen Pasar Mulai Membaik

Meskipun ketegangan geopolitik, khususnya terkait Amerika Serikat dan Iran, masih berlangsung, sentimen pasar kripto menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

Dilaporkan Cointelegraph, beberapa laporan menyebutkan bahwa spekulasi mengenai potensi meredanya konflik turut mendorong kenaikan harga Bitcoin.

Selain itu, indikator Fear & Greed Index juga mengalami peningkatan dan mulai keluar dari zona “Extreme Fear,” menandakan membaiknya kepercayaan investor.

FOMO Kembali Muncul di Pasar

Data dari Santiment menunjukkan bahwa tingkat fear of missing out (FOMO) di pasar kripto kini berada pada level tertinggi sejak awal Januari.

Hal ini mengindikasikan bahwa investor mulai kembali melihat peluang pertumbuhan di sektor kripto dalam beberapa waktu ke depan.

Meski demikian, analis tetap mengingatkan bahwa kondisi pasar masih dipengaruhi oleh faktor eksternal, sehingga pergerakan harga dapat berubah dengan cepat.

Dengan kombinasi arus dana yang kuat dan sentimen yang mulai pulih, pasar kripto saat ini memasuki fase penting yang dapat menentukan arah tren selanjutnya.

Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Astar Bahas Tokenomics 3.0, Spekulasi ASTR Mencuat

Ekosistem Astar Network kembali menjadi sorotan setelah menggelar community call pada 17 Maret 2026 lalu.

Mengutip Coinmarketcal, agenda utama dalam acara ini mencakup pembahasan Tokenomics 3.0, pembaruan mekanisme dApp staking, serta perkembangan terbaru dari Astar Collective.

Meski tidak menghadirkan peluncuran fitur secara langsung (rollout), event ini tetap dinilai penting karena menyentuh aspek fundamental yang sangat sensitif terhadap valuasi token, seperti emisi, staking, dan desain ekonomi jaringan.

Baca Juga: Casper Network Gelar Vote #008, Tokenomics CSPR Berubah?

Fokus pada Tokenomics dan Staking

Sekadar informasi, tokenomics merupakan salah satu faktor utama yang menentukan nilai jangka panjang sebuah aset kripto.

Dalam konteks Astar, pembahasan Tokenomics 3.0 mengindikasikan adanya potensi perubahan pada struktur emisi token ASTR, insentif staking bagi pengguna, hingga distribusi reward dalam ekosistem dApp.

Selain itu, revamp pada sistem dApp staking juga menjadi perhatian utama. Astar dikenal sebagai salah satu jaringan yang mengintegrasikan staking dengan dukungan langsung terhadap pengembang aplikasi terdesentralisasi.

Perubahan pada mekanisme ini berpotensi memengaruhi partisipasi pengguna dalam staking, pendapatan developer, dan daya tarik ekosistem secara keseluruhan.

Astar Collective dan Arah Ekosistem

Selain tokenomics dan staking, pembaruan terkait Astar Collective juga menjadi bagian penting dalam diskusi.

Astar Collective merupakan inisiatif untuk memperkuat kolaborasi dalam ekosistem, baik dari sisi komunitas maupun pengembang.

Langkah ini menunjukkan bahwa Astar tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga pada penguatan struktur sosial dan governance dalam jaringan.

Catalyst Informasional, Bukan Fundamental Langsung

Meski topik yang dibahas tergolong krusial, community call ini lebih bersifat penyampaian arah dan pembaruan tim, bukan pengumuman final terkait implementasi perubahan.

Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa dampak terhadap harga token Astar masih terbatas dalam jangka pendek.

“Untuk ASTR, call seperti ini bisa memicu spekulasi pra-acara karena pasar tahu perubahan tokenomics dan staking bisa mengubah ekspektasi valuasi. Tapi tanpa mekanisme final yang diumumkan jelas, efeknya masih lebih dekat ke informational catalyst daripada perubahan fundamental yang langsung bisa dihargai pasar,” jelas Tim Research Tokocrypto.

Artinya, pergerakan harga ASTR kemungkinan lebih dipengaruhi oleh ekspektasi dan sentimen pasar, bukan perubahan nyata yang bisa langsung diukur.

Potensi Spekulasi Jelang dan Pasca Event

Event seperti ini sering kali menjadi pemicu volatilitas jangka pendek.

Pelaku pasar cenderung berspekulasi terhadap kemungkinan perubahan besar, terutama ketika menyangkut tokenomics dan staking. Beberapa skenario yang mungkin terjadi:

  • Pra-event rally: Harga naik karena ekspektasi positif
  • Post-event correction: Harga turun jika ekspektasi tidak terpenuhi
  • Sideways movement: Jika informasi dianggap belum cukup jelas

Dengan kata lain, pergerakan harga lebih didorong oleh persepsi daripada data konkret. Dalam dunia kripto, tokenomics bukan sekadar teori, tetapi fondasi utama yang menentukan:

  • Nilai intrinsik token
  • Insentif bagi pengguna dan developer
  • Keberlanjutan jaringan dalam jangka panjang

Perubahan kecil dalam emisi atau reward staking bisa berdampak besar terhadap supply-demand dan, pada akhirnya, harga token.

Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Tokenomics dan Mengapa Ini Penting?

Community call Tokenomics 3.0 dari Astar menjadi sinyal penting bahwa proyek ini tengah mempersiapkan perubahan strategis dalam desain ekonominya.

Namun, tanpa detail implementasi yang konkret, dampaknya terhadap harga ASTR masih bersifat spekulatif.

Investor dan trader disarankan untuk mencermati pengumuman lanjutan yang lebih detail, terutama terkait mekanisme final dari Tokenomics 3.0 dan pembaruan staking.

Jika perubahan yang diusulkan terbukti meningkatkan efisiensi dan insentif dalam ekosistem, Astar berpotensi memperkuat posisinya di pasar.

Namun hingga saat itu, pergerakan harga kemungkinan masih akan dipengaruhi oleh ekspektasi, bukan fundamental yang solid.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Argentina Resmi Blokir Polymarket, Alarm Bagi Prediction Market

Pemerintah Argentina mengambil langkah tegas terhadap platform prediction market Polymarket dengan memerintahkan pemblokiran akses secara nasional.

Keputusan ini diambil setelah otoritas menilai Polymarket beroperasi menyerupai sistem taruhan online yang disamarkan sebagai layanan prediksi berbasis kripto.

Perintah tersebut dikeluarkan oleh pengadilan di Buenos Aires, yang meminta regulator telekomunikasi setempat untuk segera menindaklanjuti.

Baca Juga: Nasib Pasar Prediksi Terpaku pada Hasil Uji Regulasi Polymarket

Perintah Blokir dan Penghapusan Aplikasi

Dalam putusannya, pengadilan menginstruksikan ENACOM untuk berkoordinasi dengan penyedia layanan internet (ISP) guna memblokir akses ke Polymarket di seluruh wilayah Argentina.

Tak hanya itu, langkah lebih jauh juga diambil dengan meminta dua raksasa teknologi, Google dan Apple, untuk menghapus aplikasi Polymarket dari toko aplikasi mereka bagi pengguna di Argentina.

Langkah ini menunjukkan pendekatan full enforcement, di mana regulator tidak hanya membatasi operasional, tetapi juga akses distribusi platform secara menyeluruh.

Dianggap Sebagai Perjudian Terselubung

Otoritas Argentina menilai bahwa aktivitas di Polymarket memiliki karakteristik yang mirip dengan perjudian online. Meski secara teknis dikemas sebagai prediction market—di mana pengguna bertaruh pada hasil suatu peristiwa—regulator melihat adanya risiko tinggi terhadap perlindungan konsumen.

Menurut laporan BeInCrypto, terdapat beberapa isu utama yang menjadi perhatian pemerintah Argentina. Mulai dari verifikasi usia pengguna, identitas dan KYC, serta perlindungan terhadap kerugian finansial.

Hal ini memperkuat pandangan bahwa prediction market masih berada di wilayah abu-abu regulasi di banyak negara.

Dampak Negatif untuk Industri Prediction Market

Langkah Argentina berpotensi menjadi preseden bagi negara lain untuk mengambil tindakan serupa terhadap platform berbasis event trading.

Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa keputusan ini mencerminkan pendekatan regulasi yang semakin agresif.

“Ini jelas Regulasi karena fokusnya adalah enforcement langsung terhadap akses platform, bukan adopsi teknologi. Dampaknya buruk buat prediction market karena semakin banyak yurisdiksi bisa memakai isu verifikasi umur, identitas, dan perlindungan konsumen sebagai dasar untuk membatasi produk event-based trading yang masih abu-abu,” kata Tim Research Tokocrypto.

Maka dari itu, perlu digarisbawahi bahwa isu kepatuhan akan menjadi tantangan utama bagi platform sejenis di masa depan.

Risiko Efek Domino Global

Kasus Polymarket di Argentina membuka kemungkinan efek domino di berbagai yurisdiksi lain. Negara-negara dengan pendekatan konservatif terhadap perjudian atau produk keuangan spekulatif dapat menjadikan kasus ini sebagai referensi.

Jika tren ini berlanjut, beberapa konsekuensi yang mungkin terjadi antara lain pembatasan akses lebih luas terhadap prediction market, peningkatan tekanan regulasi global, hingga perubahan model bisnis platform kripto berbasis event.

Hal ini juga dapat memperlambat inovasi di sektor yang menggabungkan keuangan dan prediksi berbasis data.

Antara Inovasi dan Regulasi

Prediction market seperti Polymarket sebenarnya menawarkan konsep inovatif, yaitu memanfaatkan kebijaksanaan kolektif (wisdom of the crowd) untuk memprediksi hasil suatu peristiwa.

Namun, tanpa kerangka regulasi yang jelas, produk ini rentan dianggap sebagai bentuk perjudian digital.

Di satu sisi, platform ini memberikan insight berbasis pasar terhadap berbagai peristiwa dan alternatif instrumen spekulatif berbasis data.

Tapi dilihat dari sisi lainnya, regulator tetap melihat adanya potensi risiko sosial dan finansial yang tidak bisa diabaikan.

Baca Juga: Skandal Libra: CEO Kelsier Diduga Bayar Adik Presiden Argentina

Pemblokiran Polymarket oleh Argentina menjadi sinyal kuat bahwa regulator global semakin serius mengawasi platform kripto yang beririsan dengan aktivitas spekulatif seperti perjudian.

Langkah ini menegaskan bahwa inovasi teknologi tidak selalu berjalan mulus tanpa hambatan regulasi, terutama ketika menyangkut perlindungan konsumen dan kepatuhan hukum.

Bagi industri prediction market, ini adalah peringatan bahwa ekspansi global harus diiringi dengan kesiapan menghadapi berbagai rezim regulasi yang berbeda.

Ke depan, keseimbangan antara inovasi dan kepatuhan akan menjadi kunci utama bagi kelangsungan platform seperti Polymarket di panggung global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Korea Selatan Perketat Sita Kripto dan Pantau Privacy Coin

Otoritas penegak hukum di Korea Selatan semakin serius dalam menangani aset digital.

Seperti yang dilaporkan Cointelegraph, Kepolisian Nasional negara tersebut dilaporkan tengah menyusun draft pedoman baru untuk penanganan aset kripto sitaan, termasuk kategori sensitif seperti privacy coin.

Langkah ini bertujuan untuk menciptakan sistem yang lebih terstandarisasi dalam proses penyimpanan, pengelolaan, dan pengamanan barang bukti digital, yang selama ini dinilai masih memiliki banyak celah.

Baca Juga: Diam-Diam Ngebut, 3 Privacy Coin Ini Catat Kenaikan Harga Signifikan

Dipicu Kasus Hilangnya 320 BTC

Penyusunan pedoman ini tidak lepas dari insiden sebelumnya yang cukup menghebohkan, di mana sekitar 320 BTC sempat hilang dari penyimpanan kejaksaan.

Meskipun aset tersebut akhirnya berhasil ditemukan kembali dan dijual untuk masuk ke kas negara, kasus ini menyoroti kelemahan serius dalam sistem custody aset kripto oleh aparat hukum.

Insiden ini menjadi alarm bahwa tanpa prosedur yang jelas, aset digital yang disita berisiko hilang atau disalahgunakan, tidak tercatat dengan baik, serta menimbulkan masalah hukum lanjutan.

Fokus pada Standarisasi dan Keamanan

Pedoman baru yang tengah disusun bertujuan untuk mengatur berbagai aspek penting dalam penanganan aset kripto sitaan, di antaranya:

  • Prosedur penyitaan aset digital
  • Metode penyimpanan yang aman (custody)
  • Proses pencatatan dan audit
  • Penanganan aset dengan teknologi khusus seperti privacy coin

Dengan adanya standar yang lebih jelas, diharapkan aparat penegak hukum dapat meminimalkan risiko kesalahan operasional.

Privacy Coin Jadi Sorotan Utama

Salah satu fokus utama dalam pedoman ini adalah penanganan privacy coin, yaitu jenis kripto yang dirancang untuk menyembunyikan identitas penggunanya dan detail transaksi.

Aset seperti ini dikenal lebih sulit dilacak dibandingkan kripto konvensional seperti Bitcoin, sehingga membutuhkan pendekatan teknis yang lebih canggih.

Dengan dimasukkannya privacy coin dalam pedoman resmi, hal ini menandakan bahwa:

  • Pengawasan terhadap aset anonim akan semakin ketat
  • Aparat akan mengembangkan kemampuan teknis yang lebih maju
  • Ruang gerak transaksi anonim bisa semakin terbatas

Dampak terhadap Regulasi dan Industri

Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai perkembangan penting dari sisi regulasi.

“Ini regulasi yang jelas karena fokusnya adalah tata kelola penyitaan, custody, dan penanganan aset digital oleh aparat penegak hukum. Semakin formal prosedurnya, semakin kecil ruang improvisasi bodoh yang bikin aset sitaan hilang, tapi sekaligus menandakan privacy coin bakal menghadapi pengawasan yang makin teknis dan agresif di Korea Selatan.”

Pernyataan ini menegaskan bahwa regulasi kripto kini tidak hanya berfokus pada perdagangan, tetapi juga pada manajemen aset dalam konteks hukum dan penegakan aturan.

Profesionalisasi Penanganan Aset Digital

Langkah Korea Selatan mencerminkan tren global di mana negara mulai memperlakukan kripto sebagai aset bernilai tinggi.

Upaya ini juga dinilai sebagai pengembangan prosedur hukum yang setara dengan aset tradisional, sehingga meningkatkan kapasitas institusi dalam menangani teknologi blockchain.

Dengan kata lain, aset kripto kini telah menjadi bagian dari sistem hukum modern yang membutuhkan pendekatan profesional dan terstandarisasi.

Risiko dan Tantangan ke Depan

Meskipun pedoman ini membawa banyak manfaat, terdapat beberapa tantangan yang perlu diperhatikan, diantaranya:

  1. Kompleksitas teknis dalam menangani berbagai jenis kripto
  2. Kebutuhan pelatihan aparat agar memahami teknologi blockchain
  3. Potensi konflik privasi, terutama dalam penanganan privacy coin

Selain itu, peningkatan pengawasan juga dapat memicu kekhawatiran di kalangan pengguna yang mengutamakan anonimitas.

Implikasi Global

Langkah Korea Selatan ini berpotensi menjadi referensi bagi negara lain dalam menyusun kebijakan serupa.

Jika berhasil diterapkan, model ini dapat menjadi standar internasional dalam penanganan aset kripto sitaan, sekaligus meningkatkan transparansi dalam proses hukum dan mengurangi risiko kehilangan aset digital oleh negara.

Baca Juga: Sah! Regulator Korea Selatan Denda Bithumb $24,6 Juta dan Suspensi

Penyusunan pedoman baru oleh Kepolisian Nasional Korea Selatan menjadi langkah penting dalam memperkuat tata kelola aset kripto dalam sistem hukum.

Dengan fokus pada custody, standarisasi, dan pengawasan privacy coin, kebijakan ini tidak hanya meningkatkan keamanan aset sitaan, tetapi juga menandai era baru dalam regulasi kripto yang lebih teknis dan terstruktur.

Di sisi lain, langkah ini juga menjadi sinyal bahwa ruang anonimitas dalam dunia kripto semakin menyempit, terutama di yurisdiksi yang agresif seperti Korea Selatan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com