Horizen Buka Voting Staking Jangka Panjang

Komunitas Horizen resmi membuka voting untuk proposal ZenIP-42408, sebuah langkah penting yang berpotensi membuka jalan bagi pengembangan program staking jangka panjang untuk token ZEN.

Proposal ini berfokus pada otorisasi alokasi token ZEN yang nantinya akan digunakan untuk mendukung skema staking bertahap (phased staking).

Proses ini dirancang untuk memperkuat partisipasi jaringan sekaligus menciptakan insentif jangka panjang bagi pemegang token.

Baca Juga: Harga Horizen (ZEN) Hari Ini Melonjak 17%, Volume Tembus $124 Juta

Voting dengan Mekanisme Khusus

Salah satu aspek menarik dari voting ZenIP-42408 adalah mekanisme penentuan voting power yang cukup selektif.

Dalam proposal ini, hanya saldo ZEN yang berada di kategori self-custody wallet, termasuk karingan Base yang akan dihitung sebagai kekuatan suara.

Sebaliknya, token ZEN yang berada di Chain Horizen L3 dan liquidity pool tidak akan diperhitungkan dalam voting.

Dilaporkan Coinmarketcal, kebijakan ini secara tidak langsung mendorong pemegang token untuk memindahkan aset mereka ke wallet pribadi di jaringan Base, yang berpotensi memengaruhi distribusi likuiditas dalam jangka pendek.

Dorongan ke Self-Custody dan Base

Struktur voting ini menciptakan dinamika menarik dalam ekosistem ZEN.

Dengan hanya mengakui token di self-custody wallet sebagai voting power, komunitas didorong untuk:

  • Mengambil kendali langsung atas aset mereka
  • Mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga seperti exchange
  • Berinteraksi lebih aktif dengan jaringan Base

Langkah ini juga berpotensi meningkatkan aktivitas di jaringan Base sebagai salah satu layer-2 yang semakin berkembang dalam ekosistem Ethereum.

Potensi Narasi Baru untuk ZEN

Dari sisi pasar, proposal ini membuka peluang munculnya narasi baru terkait staking ZEN.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa perkembangan ini cukup relevan dalam membangun sentimen.

“Untuk ZEN, ini cukup relevan karena membuka jalan ke narasi staking baru dan bisa mendorong perpindahan token ke self-custody di Base menjelang votingTapi ini masih tahap governance, bukan peluncuran staking itu sendiri, jadi dampak fundamental langsung tetap terbatas sampai proposal lolos dan implementasinya benar-benar berjalan.”

Artinya, meskipun belum ada implementasi langsung, ekspektasi terhadap program staking bisa mulai memengaruhi perilaku pasar.

Masih Tahap Governance, Belum Implementasi

Penting untuk dicatat bahwa ZenIP-42408 masih berada pada tahap governance voting. Artinya, belum ada program staking yang aktif.

Akibatnya, belum ada perubahan langsung pada tokenomics, sehingga dampak fundamental masih bersifat potensial.

Jika proposal ini disetujui, tahap berikutnya akan mencakup pengembangan teknis dan implementasi program staking yang sebenarnya.

Dampak Jangka Pendek: Pergerakan Likuiditas

Dalam jangka pendek, efek paling nyata dari voting ini kemungkinan adalah:

  • Perpindahan token ke self-custody wallet
  • Penyesuaian likuiditas di pool DeFi
  • Aktivitas meningkat di jaringan Base

Fenomena ini sering terjadi dalam proposal governance yang mengubah cara voting power dihitung.

Dampak Jangka Panjang: Staking dan Stabilitas Ekosistem

Jika ZenIP-42408 berhasil lolos dan diimplementasikan, program staking dapat memberikan beberapa manfaat:

  1. Meningkatkan keamanan jaringan
  2. Mendorong holding jangka panjang
  3. Mengurangi tekanan jual di pasar

Selain itu, staking juga dapat menciptakan sumber pendapatan pasif bagi pemegang token, yang menjadi daya tarik tambahan bagi investor.

Tantangan yang Perlu Diperhatikan

Meskipun prospeknya menarik, terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi:

  • Kesiapan teknis dalam implementasi staking
  • Tingkat partisipasi komunitas dalam voting
  • Efektivitas insentif dalam menarik pengguna

Tanpa implementasi yang kuat, narasi staking berisiko hanya menjadi sentimen sementara tanpa dampak nyata.

Baca Juga: Ethereum Sempat Tiba-Tiba Ngebut 10%, Sinyal Altcoin Season Dimulai?

Pembukaan voting ZenIP-42408 oleh Horizen menjadi langkah awal menuju pengembangan program staking ZEN yang lebih terstruktur dan berorientasi jangka panjang.

Meski masih dalam tahap governance, proposal ini sudah mulai memengaruhi dinamika pasar, terutama dalam hal perpindahan aset ke self-custody dan peningkatan aktivitas di jaringan Base.

Ke depan, keberhasilan proposal ini akan sangat bergantung pada hasil voting serta kemampuan tim untuk merealisasikan staking secara efektif. Jika berhasil, ini bisa menjadi katalis penting bagi pertumbuhan ekosistem ZEN.

Baca Juga: Aleo Luncurkan Kartu Pembayaran Kripto Berbasis Privasi, Seperti Apa?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Phantom Dapat Lampu Hijau CFTC: Sinyal Masuk Pasar Regulasi?

Industri kripto kembali mendapat sinyal penting dari regulator Amerika Serikat.

Wallet populer Phantom dilaporkan berhasil memperoleh no-action relief dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC), sebuah langkah yang berpotensi membuka jalan baru bagi integrasi layanan kripto dengan sistem keuangan teregulasi.

Keputusan ini memungkinkan Phantom untuk menjalankan fitur trading tertentu tanpa harus mendaftar sebagai broker resmi, selama tetap mematuhi syarat dan batasan yang ditetapkan regulator.

Baca Juga: Phantom Bikin AI Bisa Swap Token Sendiri, Solana Makin Ngebut?

Apa Itu No-Action Relief?

Dalam konteks regulasi AS, no-action relief berarti otoritas seperti CFTC menyatakan tidak akan merekomendasikan tindakan penegakan hukum terhadap aktivitas tertentu selama pihak terkait mematuhi ketentuan yang diberikan.

Dengan status ini, Phantom kini dapat menyediakan software yang menghubungkan pengguna ke berbagai entitas keuangan terdaftar, termasuk:

  • Futures Commission Merchants (FCM)
  • Introducing Brokers (IB)
  • Designated Contract Markets (DCM)

Artinya, Phantom tidak bertindak sebagai perantara langsung, tetapi sebagai penyedia infrastruktur teknologi yang menjembatani akses pengguna ke pasar derivatif.

Dampak Besar untuk Wallet Self-Custodial

Langkah ini dinilai sebagai perkembangan penting dalam evolusi wallet self-custodial.

Selama ini, wallet seperti Phantom lebih dikenal sebagai alat penyimpanan dan interaksi dengan aplikasi terdesentralisasi (dApps), bukan sebagai pintu masuk ke pasar keuangan teregulasi.

Namun dengan adanya no-action relief, batas antara dunia DeFi dan TradFi mulai terlihat semakin kabur. Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa keputusan ini lebih dari sekadar izin operasional terbatas.

“Ini masuk dalam kategori regulasi karena pemicu utamanya adalah lampu hijau terbatas dari otoritas, bukan ekspansi produk biasa. Kalau relief seperti ini jadi template, wallet self-custodial bisa mulai menyusup lebih dalam ke pasar keuangan teregulasi, tapi tetap di bawah pagar syarat yang sewaktu-waktu bisa dipakai regulator buat menarik rem darurat,” papar Tim Research Tokocrypto.

Peluang dan Risiko: Dua Sisi Mata Uang

Di satu sisi, langkah ini membuka peluang besar:

  • Akses lebih luas: Pengguna wallet bisa langsung terhubung ke pasar derivatif tanpa melalui platform terpusat.
  • Inovasi produk: Wallet dapat berkembang menjadi platform finansial yang lebih komprehensif.
  • Legitimasi industri: Keterlibatan regulator meningkatkan kepercayaan terhadap ekosistem kripto.

Namun di sisi lain, ada risiko yang perlu diperhatikan:

  • Ketergantungan pada regulator: Status no-action bukan izin permanen dan bisa dicabut kapan saja.
  • Batasan operasional: Phantom tetap harus beroperasi dalam kerangka aturan yang ketat.
  • Potensi preseden selektif: Tidak semua wallet akan mendapatkan perlakuan serupa.

Awal Era Baru?

Laporan dari Crypto Briefing menyebutkan bahwa langkah ini bisa menjadi preseden penting bagi industri.

Jika model ini diadopsi lebih luas, wallet kripto berpotensi berevolusi dari sekadar alat penyimpanan menjadi gerbang utama ke berbagai layanan keuangan global.

Meski demikian, pendekatan ini tetap bersifat eksperimental. Regulator kemungkinan akan memantau implementasinya dengan ketat sebelum memberikan kelonggaran lebih luas ke pemain lain.

Baca Juga: Cara Transfer Crypto dari Phantom Wallet ke Tokocrypto

No-action relief yang diperoleh Phantom bukan sekadar perkembangan teknis, melainkan sinyal awal perubahan struktur industri kripto. Integrasi antara wallet self-custodial dan pasar keuangan teregulasi kini bukan lagi sekadar wacana.

Namun seperti yang disoroti oleh Tim Research Tokocrypto, peluang ini datang dengan batasan yang sangat ketat.

Regulasi tetap menjadi faktor penentu, bukan hanya sebagai penghambat, tetapi juga sebagai enabler yang dapat membuka jalan baru, sekaligus menutupnya sewaktu-waktu.

Jika tren ini berlanjut, masa depan wallet kripto bisa jauh lebih kompleks dan lebih dekat dengan sistem keuangan global daripada sebelumnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Turun ke $70.826, Tekanan Meningkat

Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Kamis (19/3), BTC diperdagangkan di level $70.826,33 atau turun sekitar 4,35% harian.

Penurunan ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan pasar global dan aksi ambil untung setelah reli sebelumnya.

Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini berada di kisaran $1,416 triliun, dengan volume perdagangan harian mencapai $46,68 miliar.

Sementara itu, jumlah suplai yang beredar telah menyentuh 20 juta BTC, mendekati batas maksimum 21 juta yang menjadi karakteristik utama aset ini.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat Tipis ke $74.230, Kenapa?

Pergerakan Harga: Melemah dalam Jangka Pendek

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang yang cukup lebar dengan harga terendah $70.503,86 dan harga tertinggi $74.279,23.

Penurunan sebesar lebih dari $3.000 dalam sehari mencerminkan tekanan jual yang cukup kuat, terutama setelah BTC gagal mempertahankan level di atas $74.000.

Meski demikian, jika dilihat dalam perspektif mingguan, Bitcoin masih mencatat kenaikan tipis sekitar 1,99%.

Hal ini menunjukkan bahwa koreksi saat ini bisa jadi merupakan bagian dari konsolidasi setelah pergerakan naik sebelumnya.

Tren Historis: Volatilitas Masih Tinggi

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 19 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 19 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Melihat data historis, volatilitas Bitcoin masih tergolong tinggi dalam beberapa bulan terakhir:

  • 30 hari: naik 3,84%
  • 60 hari: turun 25,55%
  • 90 hari: turun 18,66%

Penurunan tajam dalam rentang 60 hingga 90 hari menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase penyesuaian setelah periode volatilitas ekstrem.

Namun, kenaikan dalam 30 hari terakhir memberi sinyal bahwa ada upaya pemulihan, meskipun belum sepenuhnya stabil.

Faktor Tekanan: Sentimen Makro dan Profit Taking

Penurunan harga Bitcoin kali ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Beberapa faktor yang kemungkinan berkontribusi antara lain:

1. Sentimen Makroekonomi

Kebijakan suku bunga tinggi dan data inflasi yang belum mereda membuat investor cenderung menghindari aset berisiko seperti kripto.

2. Aksi Ambil Untung

Setelah sempat mendekati level resistance kuat di atas $74.000, banyak trader memilih mengamankan profit, memicu tekanan jual jangka pendek.

3. Psikologi Pasar

Level $70.000 menjadi area psikologis penting. Ketika harga mendekati atau menembus level ini, volatilitas biasanya meningkat karena reaksi emosional pelaku pasar.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Dalam jangka pendek, ada beberapa level penting yang menjadi acuan trader:

  • Support utama: $70.000
  • Support lanjutan: $68.000
  • Resistance terdekat: $74.000

Jika Bitcoin mampu bertahan di atas $70.000, peluang untuk rebound masih terbuka. Namun, jika level ini ditembus, risiko penurunan lebih dalam bisa meningkat.

Sebaliknya, untuk kembali ke tren bullish, BTC perlu menembus resistance di $74.000 dan mempertahankan momentum di atasnya.

Dominasi Pasar Tetap Kuat

Meskipun harga sedang terkoreksi, Bitcoin masih mendominasi pasar kripto dengan pangsa sekitar 95,25%.

Kondisi ini menegaskan posisinya sebagai aset kripto utama yang menjadi acuan pergerakan pasar secara keseluruhan.

Selain itu, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) yang mencapai $1,487 triliun menunjukkan potensi valuasi maksimal jika seluruh suplai beredar.

Bitcoin saat ini masih berada jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07.

Selisih ini menunjukkan bahwa masih ada ruang pertumbuhan jangka panjang, meskipun jalannya kemungkinan tidak mulus.

Baca Juga: Strategy Borong Bitcoin Rp25 Triliun, Total Kepemilikan 761.000 BTC

Koreksi Sehat atau Awal Tren Turun?

Penurunan harga Bitcoin sebesar 4,35% hari ini mencerminkan tekanan jangka pendek yang cukup signifikan.

Namun, dalam konteks yang lebih luas, pergerakan ini masih bisa dianggap sebagai bagian dari konsolidasi pasar.

Investor disarankan untuk memperhatikan level $70.000 sebagai kunci utama. Jika mampu bertahan, peluang rebound tetap ada. Namun jika tidak, tekanan jual bisa berlanjut dalam waktu dekat.

Di tengah volatilitas tinggi, disiplin manajemen risiko tetap menjadi faktor penting bagi siapa pun yang terlibat di pasar kripto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Naik 2,29% Saat Bitcoin Melemah, Likuiditas Tipis?

Pergerakan harga Pi Network kembali menarik perhatian pasar setelah mencatat kenaikan 2,29% dalam 24 jam terakhir ke level $0,178.

Kenaikan ini terjadi di tengah tekanan besar di pasar kripto global, di mana Bitcoin justru mengalami penurunan tajam hingga 4,61%.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan penting bagi pelaku pasar: apakah Pi sedang menunjukkan kekuatan independen, atau kenaikan ini hanya efek sementara dari pasar dengan likuiditas rendah?

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 5,86%, Likuiditas Tipis Perbesar Tekanan Jual

Pergerakan Tidak Sejalan dengan Pasar Kripto

Secara umum, pasar kripto berada dalam tekanan setelah sentimen makroekonomi negatif, termasuk kebijakan suku bunga ketat dan data inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi.

Kapitalisasi pasar kripto global bahkan tercatat turun lebih dari 4%. Namun, Pi justru bergerak berlawanan arah.

Fenomena ini mengindikasikan adanya decoupling, kondisi di mana sebuah aset tidak lagi bergerak mengikuti tren pasar utama, khususnya Bitcoin yang biasanya menjadi acuan utama altcoin.

Meski terlihat positif, pergerakan seperti ini tidak selalu mencerminkan kekuatan fundamental.

Likuiditas Rendah Jadi Faktor Utama

Salah satu faktor kunci di balik kenaikan harga Pi adalah kondisi pasar yang relatif tipis. Dengan rasio turnover hanya sekitar 0,02, likuiditas Pi tergolong rendah dibandingkan aset kripto besar lainnya.

Dalam kondisi seperti ini, tekanan beli yang kecil pun dapat mendorong harga naik secara signifikan.

Artinya, kenaikan 2,29% yang terjadi belum tentu didukung oleh masuknya dana besar atau minat investor yang kuat, melainkan lebih karena struktur pasar yang sensitif terhadap perubahan volume.

Implikasinya, pergerakan harga cenderung volatil dan mudah berbalik arah jika tekanan jual meningkat.

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 19 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 19 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Minim Katalis Fundamental

Berbeda dengan lonjakan harga yang biasanya dipicu oleh berita besar seperti kemitraan, upgrade jaringan, atau adopsi baru, kenaikan Pi kali ini tidak didukung oleh katalis spesifik.

Tidak ada perkembangan signifikan dalam ekosistem, aktivitas komunitas, maupun data derivatif yang dapat menjelaskan lonjakan harga tersebut.

Hal ini memperkuat asumsi bahwa pergerakan yang terjadi bersifat teknikal dan jangka pendek, bukan refleksi dari perubahan nilai fundamental proyek.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Dalam jangka pendek, arah harga Pi akan sangat ditentukan oleh kemampuannya mempertahankan level support penting.

Menurut laporan Coinmarketcap pada Kamis (19/3), terdapat beberapa level teknikal yang menjadi perhatian:

  • Support utama: $0,175
  • Resistance terdekat: $0,185
  • Support lanjutan: $0,165 (level terendah dalam 7 hari terakhir)

Jika harga mampu bertahan di atas $0,175, ada peluang untuk menguji resistance di $0,185. Namun, jika level ini ditembus ke bawah, risiko penurunan kembali ke area $0,165 menjadi semakin besar.

Selain itu, volume perdagangan juga menjadi indikator penting. Kenaikan yang sehat idealnya diikuti oleh peningkatan volume di atas rata-rata harian, yang saat ini berada di kisaran $34,7 juta.

Tetap Bergantung pada Bitcoin

Meskipun saat ini bergerak independen, Pi tetap tidak sepenuhnya lepas dari pengaruh pasar global. Bitcoin masih menjadi indikator utama arah sentimen investor.

Jika Bitcoin mengalami penurunan lebih dalam, misalnya menembus level psikologis $70.000, maka tekanan terhadap altcoin, termasuk Pi, hampir tidak bisa dihindari.

Dengan kata lain, decoupling yang terjadi saat ini masih bersifat sementara dan rentan berubah.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 7%, Tertekan Profit Taking

Kenaikan Rapuh di Tengah Ketidakpastian

Kenaikan harga Pi Network dalam 24 jam terakhir mencerminkan kondisi pasar yang unik, di mana aset ini mampu bergerak berlawanan arah dengan tren utama.

Namun, tanpa dukungan katalis fundamental dan dengan likuiditas yang rendah, reli ini tergolong lemah.

Investor disarankan untuk tidak hanya melihat pergerakan harga, tetapi juga memperhatikan volume, sentimen pasar global, serta pergerakan Bitcoin sebagai faktor utama.

Apakah Pi mampu mempertahankan independensinya, atau justru akan kembali terseret arus pasar? Jawabannya kemungkinan akan terlihat dalam beberapa hari ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Balik Arah? Pembeli Muncul Usai Tekanan Jual Besar

Aktivitas pembelian Bitcoin mulai menunjukkan pemulihan setelah periode tekanan jual yang kuat sepanjang Februari 2026. Data terbaru mengindikasikan adanya pergeseran sentimen pasar, meskipun kondisi makro global masih belum sepenuhnya mendukung aset berisiko.

Dilaporkan Crypto Quant, perubahan ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat serta ekspektasi kebijakan moneter yang cenderung ketat dari Federal Reserve.

Tekanan Makro Masih Membayangi Pasar

Di tengah meningkatnya konflik geopolitik, khususnya terkait Iran, pasar global masih menghadapi ketidakpastian.

Selain itu, peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat dinilai sangat kecil, dengan probabilitas sekitar 99% bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan FOMC mendatang.

Fokus pasar kini tertuju pada sinyal kebijakan ke depan, termasuk kemungkinan kembali munculnya wacana kenaikan suku bunga.

Kondisi ini umumnya menjadi tantangan bagi aset berisiko seperti kripto.

Baca juga: Stablecoin Diam-diam Jadi Tulang Punggung Kripto, Bukan Bitcoin

Volume Mulai Berpihak ke Pembeli

Meski demikian, data menunjukkan adanya perbaikan dalam struktur permintaan Bitcoin.

Volume perdagangan di bursa besar seperti Binance dan Coinbase mulai menunjukkan dominasi pembeli dibandingkan penjual.

Perubahan ini tercermin dari indikator volume delta 30 hari yang kini kembali ke wilayah positif.

Sebelumnya, pada 16 Februari, volume delta tercatat sangat negatif, dengan -US$145 juta di Binance dan -US$88 juta di Coinbase, menandakan tekanan jual yang kuat dari pelaku pasar.

Kini, angka tersebut berbalik menjadi positif, masing-masing sekitar +US$21 juta dan +US$14 juta.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini sinyal awal bahwa struktur pasar Bitcoin sedang pulih karena buyer mulai kembali menyerap supply di spot market, bahkan saat tensi geopolitik dan peluang pemangkasan suku bunga masih buruk untuk aset berisiko.

“Tapi likuiditas pasar masih tipis, jadi sinyal ini belum cukup buat teriak breakout; kalau tren beli berlanjut dan makin tebal, baru range sekarang punya peluang pecah ke atas,” analisanya.

Sinyal Awal Pemulihan, Namun Belum Kuat

Perubahan ini menunjukkan adanya peningkatan minat beli setelah periode dominasi penjual.

Namun, para analis menilai bahwa tren ini masih dalam tahap awal dan memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

Likuiditas pasar kripto juga masih relatif terbatas, sehingga pergerakan harga masih rentan terhadap perubahan sentimen secara cepat.

Potensi Dorong Pergerakan Harga

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 18 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 18 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika tren peningkatan aktivitas pembeli ini berlanjut, hal tersebut berpotensi memberikan dukungan terhadap pergerakan harga Bitcoin.

Dalam jangka pendek, kondisi ini dapat membuka peluang bagi Bitcoin untuk keluar dari fase konsolidasi yang saat ini masih berlangsung.

Meski demikian, arah pergerakan selanjutnya tetap akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan kondisi makroekonomi global serta respons investor terhadap kebijakan moneter yang akan datang.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Holder XRP Tembus Rekor! Harga Siap Tembus $1.60?

Jumlah pemegang XRP mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah, memicu spekulasi bahwa harga aset ini berpotensi menembus level krusial US$1,60 dalam waktu dekat. Data on-chain terbaru menunjukkan peningkatan signifikan dalam aktivitas jaringan dan akumulasi oleh investor.

Meski harga sempat tertahan di area resistance, tren adopsi yang terus meningkat dinilai dapat menjadi katalis untuk pergerakan berikutnya.

Jumlah Holder XRP Capai Rekor Baru

Dikutip Cointelegraph, data dari Santiment menunjukkan bahwa jumlah wallet XRP yang aktif dan tidak kosong kini telah mencapai 7,7 juta alamat, level tertinggi dalam lebih dari 13 tahun sejarah XRP.

Selain itu, jumlah alamat aktif harian juga meningkat ke level tertinggi dalam lima minggu terakhir, mencapai sekitar 46.767 alamat.

Kenaikan ini mencerminkan pertumbuhan penggunaan jaringan meskipun kondisi pasar masih fluktuatif.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini sinyal onchain yang lebih sehat daripada sekadar pompa harga, karena pertumbuhan holder, aktivitas alamat, dan akumulasi whale bergerak searah.

“Masalahnya tetap sama: kalau XRP gagal mengubah area US$1,60 jadi support, semua data bagus ini bisa mentok jadi bahan exit liquidity jangka pendek buat trader yang sudah duduk di resistance,” tuturnya.

Baca juga: XRP Mulai Langka di Bursa? Data Tunjukkan Pasokan Menyusut

Akumulasi Investor Dorong Sentimen Positif

Peningkatan jumlah holder juga sejalan dengan aktivitas akumulasi oleh investor jangka panjang.

Data menunjukkan lonjakan signifikan pada 1 Maret, dengan akumulasi lebih dari 351 juta XRP dalam satu hari, menjadi yang terbesar sejak Februari.

Selain itu, aktivitas whale juga kembali meningkat. Indikator Whale Flow berubah positif pada Maret untuk pertama kalinya sejak November 2025, mengindikasikan berakhirnya tekanan jual yang berlangsung selama beberapa bulan.

Pasokan di Bursa Menurun

Di sisi lain, saldo XRP di bursa juga terus menurun dan kini berada di level terendah sejak Mei 2021.

Penurunan ini biasanya menunjukkan bahwa investor memindahkan aset mereka ke penyimpanan jangka panjang, yang dapat mengurangi tekanan jual di pasar.

Kondisi tersebut berpotensi mendukung kenaikan harga jika permintaan terus meningkat.

Level $1.60 Jadi Kunci Pergerakan Harga

Secara teknikal, XRP saat ini berada di kisaran US$1,45 hingga US$1,50 dan tengah berupaya menembus resistance di area US$1,50–US$1,60.

Analis menilai bahwa level US$1,60 menjadi titik krusial yang harus ditembus dan dipertahankan sebagai support untuk membuka peluang kenaikan lebih lanjut.

Jika berhasil melewati area ini, XRP berpotensi melanjutkan kenaikan menuju US$1,95 hingga US$2,00, bahkan lebih tinggi dalam skenario bullish.

Namun, jika gagal menembus resistance tersebut, harga berisiko kembali bergerak dalam fase konsolidasi.

Dengan kombinasi peningkatan aktivitas jaringan, akumulasi investor besar, serta berkurangnya pasokan di bursa, XRP saat ini berada dalam fase penting yang dapat menentukan arah tren berikutnya.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Sempat Tiba-Tiba Ngebut 10%, Sinyal Altcoin Season Dimulai?

Ethereum (ETH) mencuri perhatian pasar kripto setelah melonjak lebih dari 10% dalam 24 jam terakhir dan menembus level US$2.300, mencapai titik tertinggi dalam enam minggu terakhir. Kenaikan ini melampaui performa Bitcoin dan sebagian besar aset kripto lainnya.

Dilaporkan Coindesk, lonjakan harga ini terjadi di tengah meningkatnya permintaan institusional serta indikasi pergeseran minat investor dari Bitcoin ke altcoin.

Ethereum Pimpin Kenaikan Pasar Kripto

Dalam perdagangan terbaru, ETH mencatat kenaikan lebih dari 10%, jauh di atas Bitcoin yang hanya naik sekitar 3% pada periode yang sama.

Performa ini menunjukkan perubahan momentum pasar, di mana aset di luar Bitcoin mulai mendapatkan perhatian lebih besar dari investor.

Meski demikian, Ethereum masih berada lebih dari 50% di bawah level tertingginya pada Agustus lalu, setelah sempat mengalami penurunan tajam selama periode bearish.

Baca juga: Pasar Ethereum Melemah? Volume Futures 6 Kali Lebih Besar dari Spot

Aliran Dana ETF dan Aksi Korporasi Dorong Harga

Salah satu faktor utama penguatan ETH adalah meningkatnya aliran dana ke produk exchange-traded fund (ETF) berbasis Ethereum.

Data menunjukkan ETF spot Ethereum di Amerika Serikat mencatat lebih dari US$160 juta arus masuk dalam sepekan terakhir, menjadi yang tertinggi sejak pertengahan Januari.

Selain itu, peluncuran ETF staking Ethereum oleh BlackRock juga menarik minat pasar, dengan total dana yang masuk mencapai puluhan juta dolar hanya dalam beberapa hari pertama.

Di sisi lain, perusahaan treasury aset digital BitMine turut memperkuat permintaan dengan membeli hampir 122.000 ETH dalam dua pekan terakhir.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini sinyal onchain dan flow yang jauh lebih sehat untuk ETH karena permintaan datang dari beberapa sumber sekaligus: ETF spot, produk staking baru, dan corporate treasury buyer. Kalau rotasi dari Bitcoin ke ETH benar-benar berlanjut.

“ETH bisa jadi aset besar berikutnya yang mendapatkan repricing serius, meski tetap sensitif terhadap nada The Fed dan perubahan risk appetite makro,” ungkapnya.

Indikasi Rotasi dari Bitcoin ke Altcoin

Analis menilai pergerakan ETH ini sebagai indikasi adanya rotasi modal dari Bitcoin ke aset kripto lain.

Ethereum juga tercatat berhasil menembus level penting terhadap Bitcoin, yang selama ini menjadi area konsolidasi sejak awal tahun.

Perubahan ini menunjukkan bahwa minat risiko investor mulai meluas, tidak lagi hanya terfokus pada Bitcoin sebagai aset utama.

Namun demikian, para analis mengingatkan bahwa pergerakan ini masih sangat dipengaruhi kondisi makroekonomi global, termasuk kebijakan suku bunga dari Federal Reserve.

Reli Masih Rentan Tekanan Makro

Meskipun tren saat ini menunjukkan penguatan, reli Ethereum masih berpotensi menghadapi tekanan jika kondisi makro tidak mendukung.

Kebijakan moneter yang lebih ketat atau sentimen inflasi dapat dengan cepat membalikkan arah pasar, terutama untuk aset dengan risiko lebih tinggi seperti altcoin.

Secara keseluruhan, kenaikan Ethereum saat ini menjadi sinyal awal perubahan dinamika pasar, namun keberlanjutan tren tersebut masih bergantung pada faktor eksternal dan arus dana institusional ke depan.

Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Risiko Crypto Futures yang Perlu Dipahami Sebelum Trading

Sekilas crypto futures memang terkesan bisa memberikan keuntungan dalam waktu yang cepat, karena adanya leverage dan futures juga memberikan kesempatan bagi para traders untuk mendapatkan profit meskipun ketika pasar sedang sideways atau dalam kondisi bearish.

Namun, meskipun terlihat sangat menggiurkan, futures juga tentunya membawa keuntungan dan risiko tersendiri.

Sebelum kamu memutuskan untuk memindahkan modal yang ada di dompet spot kamu, yuk bedah risiko-risiko yang mungkin kamu akan hadapi saat mencoba futures!

Risiko Leverage yang Memperbesar Kerugian

Leverage menjadi salah satu fitur crypto futures yang menjadi alasan kenapa para trader memilih trading menggunakan futures daripada trading di spotleverage memungkinkan trader untuk membuka posisi lebih besar dari modal yang dimiliki dengan meminjam dana dari exchange.

Misalnya, kamu melakukan trading crypto futures dengan leverage 10x, maka kamu bisa membuka posisi senilai 10 kali dari modal awal. Maka… dengan modal Rp1jt dan leverage 10x, kamu bisa mentransaksikan aset senilai Rp10jt. Berikut contoh perhitungan lebih lengkapnya:

Bayangkan kamu punya modal awal Rp1.000.000 dan menggunakan leverage 10x.

Tanpa leverage: Jika harga naik 5%, keuntunganmu = Rp1.000.000 × 5% = Rp50.000.

Dengan leverage 10x: Posisi tradingmu jadi Rp10.000.000. Jika harga naik 5%, keuntunganmu = Rp10.000.000 × 5% = Rp500.000.

Namun, jika harga justru turun 5%:

  • Tanpa leverage → rugi Rp50.000.
  • Dengan leverage 10x → rugi Rp500.000, yang berarti modal awal Rp1.000.000 bisa tinggal setengah, hanya dengan pergerakan 5%.

Fitur ini memang bisa memperbesar potensi keuntungan, tetapi pada saat yang sama juga memperbesar potensi kerugian jika pergerakan harga tidak sesuai dengan analisa.

Risiko Posisi Terlikuidasi

Pasti kamu pernah mendengar istilah Margin Call dalam dunia crypto futures bukan? Nah, Margin Call merupakan surat cinta dari exchange karena menjadi tanda peringatan bahwa posisi trading kamu sudah berada di ambang batas risiko untuk posisi kamu ditutup atau terlikuidasi.

Mekanisme likuidasi sendiri ini terjadi ketika kerugian pada posisi trading mencapai batas tertentu sehingga sistem secara otomatis menutup posisi tersebut untuk mencegah kerugian lebih besar.

Contoh:

  • Kamu membuka posisi dengan modal Rp1.000.000 menggunakan leverage 10x.
  • Nilai kontrak jadi Rp10.000.000.
  • Jika harga turun 10%, kerugianmu Rp1.000.000, dan modal awal langsung habis.
  • Maka kamu akan mendapatkan Margin Call karena akunmu tidak lagi memenuhi syarat modal.
  • Jika kamu tidak menambah modal, modal awal kamu tadi Rp1.000.000 akan habis untuk menutupi kerugian dan posisi otomatis ditutup.

Likuidasi sering terjadi ketika pasar bergerak sangat cepat dan trader menggunakan leverage tinggi. Jika tidak dikelola dengan baik, modal yang digunakan dalam posisi tersebut bisa habis untuk menutupi kerugian akibat leverage. Inilah mengapa manajemen risiko menjadi bagian penting dalam trading futures.

Volatilitas Pasar Kripto yang Tinggi

Volatilitas pasar sering kali menjadi incaran para trader karena dari volatilitas inilah trader bisa memanfaatkan pergerakan harga dan mendapatkan keuntungan. Pergerakan harga yang cepat dan tajam memungkinkan trader memperoleh profit dalam waktu singkat, terutama bagi mereka yang aktif menggunakan strategi jangka pendek seperti day trading atau scalping.

Namun, tingginya volatilitas juga membawa risiko besar. Ketika digabungkan dengan penggunaan leverage futures, peluang profit memang bisa berlipat ganda, tetapi potensi kerugian pun otomatis meningkat.

Oleh karena itu, memahami karakter pasar kripto dan menerapkan manajemen risiko yang tepat menjadi kunci agar volatilitas tidak berubah menjadi bumerang untuk strategi trading kamu.

Risiko Overtrading

Karena trading crypto futures memungkinkan kamu untuk menggunakan leverage dan membuka posisi dengan modal relatif kecil. Namun, kemudahan ini sering kali mendorong sebagian trader untuk melakukan overtrading, yaitu membuka posisi terlalu sering atau berlebihan tanpa strategi yang terukur.

Overtrading biasanya terjadi ketika trader:

  • Terlalu sering masuk pasar tanpa rencana jelas kapan harus take profit atau cut-loss.
  • Berusaha mengejar kerugian dari trading sebelumnya (revenge trading).
  • Tidak memiliki disiplin dalam mengatur jumlah posisi dan risiko.

Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kerugian secara signifikan, karena semakin banyak posisi yang dibuka tanpa kontrol, semakin besar pula potensi modal menguap.

Untuk menghindarinya, kamu perlu menjaga disiplin dan memiliki rencana trading yang jelas. Menentukan batasan jumlah transaksi, target keuntungan, serta strategi cut-loss akan membantu mengurangi risiko overtrading dan menjaga modal tetap terukur.

Risiko Greed dan Spekulasi

Crypto futures yang memungkinkan penggunanya untuk melakukan trading kapan saja, karena aspek volatilitas yang tinggi dan dapat memberikan keuntungan cepat seringkali mendorong rasa serakah (greed) dan spekulasi berlebihan.

Keputusan yang didorong oleh emosi ini biasanya muncul ketika trader mengikuti emoji atau rasa serakah yang menjadi musuh utama para trader. Keputusan ini biasanya akan muncul ketika trader:

  • Melihat peluang profit instan dan langsung masuk pasar tanpa perhitungan.
  • Berusaha “balas dendam” atas kerugian sebelumnya dengan menambah posisi lebih besar.
  • Mengabaikan strategi manajemen risiko karena tergoda oleh potensi keuntungan cepat.

Akibatnya, greed dan spekulasi berlebihan justru mempercepat kerugian. Posisi yang terlalu besar bisa menghabiskan margin dengan cepat, sementara frekuensi trading yang berlebihan meningkatkan biaya dan risiko likuidasi.

Agar kamu terhindar dari hal ini, kamu perlu menjaga disiplin psikologis dan memiliki rencana trading yang jelas.

Kesimpulan

Itu dia risiko-risiko dari crypto futures yang perlu kamu pahami sebelum melakukan trading. Pastikan kamu trading di exchange crypto yang terdaftar di resmi di Indonesia yang mengikuti prosedur  yang berlaku seperti Tokocrypto.

Dapatkan potongan 20% biaya trading dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


Investasi dan trading crypto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

PayPal Buka Stablecoin di 70 Negara, Ancam Sistem Keuangan Lama?

PayPal dilaporkan memperluas akses stablecoin miliknya, PYUSD, ke sekitar 70 negara di berbagai kawasan, termasuk Amerika Selatan, Afrika, dan Asia. Langkah ini menandai ekspansi besar dari sebelumnya yang hanya terbatas di Amerika Serikat dan Inggris.

Ekspansi ini dinilai sebagai upaya PayPal untuk memperkuat posisinya dalam ekosistem keuangan digital global, khususnya dalam penggunaan stablecoin untuk transaksi lintas negara.

PYUSD Kini Bisa Digunakan Secara Global

Dengan perluasan ini, pengguna di puluhan negara kini dapat mengirim, menerima, dan menyimpan PYUSD secara langsung melalui platform PayPal.

Selain itu, pengguna juga dapat memperoleh imbal hasil dari kepemilikan stablecoin tersebut, dengan pengguna di AS dilaporkan mendapatkan sekitar 4% per tahun.

Fitur ini menjadikan PYUSD tidak hanya sebagai alat transaksi, tetapi juga sebagai instrumen penyimpanan nilai berbasis dolar digital.

Baca juga: $625 Juta Dicetak Dalam 7 Hari: PYUSD PayPal Bikin Pasar Kripto Heboh

Dorong Efisiensi Pembayaran Lintas Negara

Dilaporkan Crypto Briefing, salah satu keunggulan utama dari ekspansi ini adalah kemampuannya dalam menekan biaya transaksi lintas negara yang selama ini relatif tinggi.

Pengguna kini dapat menyimpan dana dalam bentuk dolar digital tanpa harus mengonversinya ke mata uang lokal, serta melakukan transfer internasional dengan lebih cepat dan efisien.

Contohnya, PYUSD sudah dapat digunakan untuk pengiriman dana dari Amerika Serikat ke negara seperti Peru, sekaligus mendukung kebutuhan pembayaran bisnis dan transfer internal.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini jelas Adopsi karena ceritanya adalah perluasan distribusi dan use case stablecoin ke pasar global nyata, bukan perubahan aturan. Kalau PayPal berhasil mengunci kebiasaan simpan dan transfer dolar digital di emerging markets.

“PYUSD bisa jadi salah satu rel pembayaran lintas negara paling berbahaya buat pemain remitansi tradisional yang masih hidup dari fee gemuk,” jelasnya.

Pertumbuhan PYUSD Melonjak Sejak Diluncurkan

Sejak diluncurkan pada 2023, PYUSD menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan kapitalisasi pasar yang kini mencapai sekitar US$4,1 miliar.

Angka ini meningkat lebih dari lima kali lipat dari awal peluncurannya, menjadikan PYUSD sebagai salah satu stablecoin terbesar di dunia, tepatnya peringkat ketujuh secara global.

Stablecoin Semakin Perkuat Peran dalam Sistem Keuangan

Langkah PayPal ini mempertegas tren bahwa stablecoin semakin menjadi bagian penting dari infrastruktur keuangan digital.

Dengan adopsi yang terus meluas, stablecoin tidak hanya digunakan dalam trading kripto, tetapi juga dalam pembayaran, remitansi, dan aktivitas ekonomi sehari-hari, terutama di negara berkembang.

Ekspansi PYUSD ke puluhan negara ini diperkirakan akan semakin mendorong adopsi dolar digital secara global, sekaligus meningkatkan persaingan di pasar stablecoin yang semakin berkembang.

Baca juga: Paxos Tak Sengaja Cetak Stablecoin $300 Triliun untuk PayPal!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Menguat Tipis ke $74.230, Kenapa?

Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan penguatan tipis dalam 24 jam terakhir dengan naik sekitar 0,31% ke level $74.230,70.

Meskipun kenaikan ini relatif kecil, pergerakan tersebut mencerminkan stabilitas pasar setelah reli dalam beberapa hari terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,48 triliun dan volume perdagangan harian sebesar $40,25 miliar, Bitcoin masih mempertahankan posisinya sebagai aset kripto paling dominan di pasar global.

Baca Juga: Strategy Borong Bitcoin Rp25 Triliun, Total Kepemilikan 761.000 BTC

Pergerakan Harga Masih Terjaga Stabil

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang yang cukup sempit dengan harga terendah $73.444,23 dan level tertinggi di angka $74.872,98.

Pergerakan ini menunjukkan fase konsolidasi setelah kenaikan sebelumnya.

Dalam jangka sangat pendek, BTC bahkan sempat mengalami koreksi kecil sebesar -0,37% dalam 1 jam terakhir, menandakan adanya tekanan jual ringan di area resistance.

Namun secara keseluruhan, tren jangka pendek masih cenderung positif.

Kinerja Jangka Menengah Masih Campuran

Jika melihat performa dalam beberapa periode, Tokocrypto melihat pergerakan raja kripto tersebut dengan kondisi berikut:

  • 7 hari: +6,09%
  • 30 hari: +8,07%
  • 60 hari: -22,07%
  • 90 hari: -14,49%

Data ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase pemulihan setelah mengalami koreksi cukup dalam dalam beberapa bulan terakhir.

Kenaikan dalam 30 hari terakhir menjadi sinyal bahwa minat beli mulai kembali muncul, meskipun tren jangka menengah belum sepenuhnya bullish.

Volume Perdagangan Masih Solid

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 18 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 18 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Volume perdagangan sebesar $40,25 miliar menunjukkan bahwa aktivitas pasar masih cukup tinggi, meskipun tidak sebesar lonjakan volume pada fase rally sebelumnya.

Volume yang stabil ini mengindikasikan likuiditas pasar tetap terjaga, tidak ada kepanikan besar di sisi jual, atau pasar cenderung menunggu katalis berikutnya.

Dalam kondisi seperti ini, pergerakan harga biasanya akan cenderung sideways sebelum terjadi breakout.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Dalam jangka pendek, terdapat beberapa level teknikal penting:

  • Support terdekat: $73.400
  • Resistance utama: $75.000

Jika Bitcoin mampu menembus level $75.000, maka peluang untuk melanjutkan kenaikan ke area yang lebih tinggi akan semakin terbuka.

Sebaliknya, jika harga turun di bawah $73.400, maka BTC berpotensi kembali menguji level psikologis di sekitar $72.000.

Masih Jauh dari Rekor Tertinggi

Bitcoin saat ini masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07, yang berarti masih terdapat ruang pertumbuhan yang cukup besar dalam jangka panjang.

Namun, untuk mencapai level tersebut, pasar membutuhkan kombinasi faktor seperti arus masuk dana institusional, kebijakan moneter global yang lebih longgar, hingga adopsi yang semakin luas.

Sentimen Pasar: Menunggu Katalis Baru

Kenaikan tipis hari ini menunjukkan bahwa pasar sedang berada dalam fase wait and see.

Investor tampaknya menunggu katalis baru yang dapat mendorong pergerakan lebih signifikan, seperti data ekonomi global, perkembangan regulasi kripto, dan arus dana ke produk investasi berbasis Bitcoin

Tanpa katalis tersebut, pergerakan harga kemungkinan akan tetap terbatas dalam range saat ini.

Dominasi Bitcoin Tetap Kuat

Dengan suplai beredar sekitar 20 juta BTC dari maksimum 21 juta BTC, kelangkaan Bitcoin tetap menjadi salah satu faktor utama yang mendukung valuasinya.

Selain itu, dominasi Bitcoin di pasar kripto juga menunjukkan bahwa aset ini masih menjadi acuan utama bagi pergerakan altcoin.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik ke $74.646, Sentimen Menguat

Dengan demikian, harga Bitcoin hari ini yang berada di level $74.230 mencerminkan kondisi pasar yang relatif stabil dengan kecenderungan bullish ringan.

Meski kenaikannya terbatas, struktur pasar masih mendukung potensi pergerakan naik jika resistance kunci berhasil ditembus.

Dalam jangka pendek, pasar kemungkinan akan bergerak dalam fase konsolidasi sambil menunggu katalis baru.

Level $75.000 menjadi titik penting yang dapat menentukan arah tren selanjutnya bagi Bitcoin.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com