All posts by 21

Disaat Gelombang PHK, Binance Malah Buka Lowongan Kerja Baru

Pasar tenaga kerja mengalami perlambatan dalam beberapa bulan terakhir membuat perusahaan kripto berjuang keras melawati masa sulit ini.

Bulan lalu, exchange Gemini dan Rain Financial mengumumkan PHK dan mengentikan sementara perekrutan baru. Menyusul BlockFi yang mengurangi jumlah karyawannya sebanyak 20% dan exchange Crypto.com memberhentikan 260 stafnya.

Terkini, exchange terbesar di Amerika Serikat Coinbase menyatakan akan memangkas jumlahnya karyawannya sebanyak 18% atau sekitar 1.100-an pegawai.

Di tengah kenaikan tingkat inflasi dan permintaan yang melambat, perusahaan fintech secara keseluruhan memangkas lebih banyak pekerjaan pada bulan Mei daripada gabungan empat bulan pertama tahun 2022.

Meski sedang ramai PHK akibat perlambatan ekonomi dunia, namun hal itu tidak berdampak bagi Binance. Sebaliknya mereka akan membuka lowongan baru.

Berbicara di hadapan publik pada Consensus 2022 minggu lalu, CEO Binance Changpeng Zhao, mengatakan perusahaannya akan memperluas perekrutan dan fokus pada merger atau akuisisi baru.

“Kami memiliki kondisi finansial yang sangat sehat, kami sebenarnya sedang memperluas perekrutan sekarang. Jika kita berada di crypto winter, kita justru akan memanfaatkannya, kita akan menggunakannya secara maksimal. Ini bukan pertama kalinya kami melewati musim dingin kripto,” kata Zhao panjang lebar.

Baca juga: CEO Binance: Musim Dingin Kripto Potensi Baik untuk Bisnis

Zhao menjelaskan bahwa tidak seperti perusahaan kripto lainnya, Binance menghindari pengeluaran besar untuk biaya promosi seperti iklan Super Bowl atau hak penamaan sebuah event olahraga. Keputusan pada akhirnya membantu Binance untuk tumbuh meskipun kondisi pasar sedang sulit.

Sebagai contoh, Crypto.com menghabiskan dana sebesar $ 700 juta pada bulan November untuk hak penamaan pertandingan kandang Los Angeles Lakers, Clippers, dan Kings, yang sebelumnya dikenal sebagai Staples Center. Dampaknya, Crypto.com masuk dalam daftar perusahaan yang melakukan PHK.

Sama halnya dengan Coinbase yang menjajal bisnis olahraga dengan menandatangani kesepakatan kerja sama menjadi mitra platform kripto eksklusif untuk NBA dan WNBA, serta untuk liga afiliasi NBA pada Oktober 2021. Awal bulan ini, Coinbase mengumumkan menghentikan sementara perekrutan dan Senin lalu memutuskan hubungan kerja dengan 1.100-an stafnya.

Selain rencana perekrutan baru dan fokus pada akuisisi, Zhao mengatakan Binance akan terus berinvestasi di perusahaan lain. Pada bulan Februari, Binance menginvestasikan $200 juta di Forbes untuk membantu ekspansi teknologi blockchain ke sektor baru.

“Seiring dengan kemajuan teknologi Web3 dan blockchain dan pasar kripto semakin dewasa, kami tahu bahwa media adalah elemen penting untuk membangun pemahaman dan pendidikan konsumen yang luas,” jelas dia.

Baca juga: Kapan Bear Market Crypto Selesai? Ini Prediksinya

Terbaru, Binance bekerja sama dengan super app enabler, Splyt memperluas utilitas aplikasinya sebagai alat untuk membayar layanan ridehailing seperti berbagi sepeda, skuter, transfer bandara, transportasi umum, dan bahkan pengiriman makanan.

Pengguna Binance dapat membayar jasa itu dalam mata uang kripto favorit mereka, tanpa harus mengunduh banyak aplikasi.





Sumber : news.tokocrypto.com

Apa Itu Deposit? Simak Pengertian, Manfaat dan Contohnya Disini

Deposit tentu sudah menjadi istilah yang tak asing lagi di telinga Anda. Istilah ini banyak digunakan dalam industri keuangan seperti perbankan. Namun, tak hanya perbankan, kripto juga mengenal istilah deposit. Sebenarnya, apa itu deposit secara umum dan bagaimana penerapannya dalam aset kripto? Temukan jawabannya berikut ini!

Apa Itu Deposit?

ilustrasi menarik uang deposit

Sebelum membahas apa itu deposit dalam aset kripto, mari kita bahas secara umum terlebih dahulu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), deposit adalah tindakan menyimpan sejumlah uang dalam rekening bank. Ini berarti Anda memiliki hak tersendiri atas sejumlah uang yang berada dalam rekening bank Anda. Dari pengertian tersebut, dapat pula disimpulkan bahwa Anda telah menyetujui tindakan menyimpan uang di suatu bank tertentu.

Namun, bukan hanya Anda yang dimintai persetujuan, tapi juga pihak bank. Jika Anda ingin melakukan deposit di sebuah bank tertentu, pihak bank tentu telah mengetahui niat dan tujuan Anda. Mereka juga akan melakukan verifikasi data terlebih dahulu sebelum akhirnya memberikan izin penyimpanan uang Anda.

Baca juga: Yuk, Ketahui Apa itu Peer to Peer dan Penerapannya dalam Kripto

Apa Manfaat Deposit?

Adapun manfaat dari deposit bisa sebagai setoran minimum ketika kita hendak menyetorkan sejumlah uang untuk membuka rekening baru. Ini tak berlaku hanya di perbankan saja, melalui pada aset kripto juga. 

Manfaat deposit lainnya adalah jaminan atau sebagai itikad baik ketika kita hendak melakukan pembelian tertentu. Pembeli harus menyetorkan sejumlah dana tertentu sebagai tanda jadi ketika hendak melakukan pembelian. Nah, uang jaminan ini tidak bisa dikembalikan apabila pembelian dibatalkan oleh pembeli. Atau cara lainnya hanya dikembalikan separuhnya saja. 

Apa Contoh Deposit?

Inilah beberapa contoh deposit yang umum dijumpai. 

Jaminan yang bisa diambil tanpa perlu pemberitahuan sebelumnya. Contoh dari deposit ini adalah rekening tabungan. 

Merupakan rekening bank dengan bunga yang dikenai tanggal jatuh tempo. Mudahnya bisa disebut dengan bunga deposito. Adapun beberapa contohnya antara lain: Certificate of Deposit, Pas Book, dan Deposito Berjangka dan Rekening Terbuka. 

Nah, kalau saving deposit ini merupakan salah satu jenis dari demand deposit. Anda bisa menarik dananya tanpa batas. Namun, pada saving deposit ini akan dikenai bunga, tapi memang dalam jumlah yang kecil. 

Jaminan atau deposit yang bisa ditarik kembali setelah jangka waktu tertentu. Contoh deposit ini umum  kita temui di perhotelan. Biasanya, saat akan menyewa kamar, Anda diminta untuk menyerahkan uang deposit sebagai jaminan atas fasilitas hotel yang akan Anda gunakan. Namun, apabila terdapat suatu fasilitas yang rusak, uang deposit tersebut tidak dapat dikembalikan lagi.

Deposit dalam Aset Kripto

Setelah mengetahui apa itu deposit secara umum, pahami juga bahwa deposit ini turut diterapkan dalam aset kripto. Bagaimana maksudnya? Sebenarnya, deposit dalam aset kripto juga sama halnya dengan deposit dalam industri perbankan dan perhotelan yang telah dijelaskan di atas.

Intinya adalah pengguna melakukan penyetoran sejumlah uang pada pihak tertuju untuk alasan penyimpanan, jaminan, pembelian aset, dan sebagainya. Dalam hal kripto, tentu saja tujuan deposit di sini adalah seputar pembelian aset kripto, seperti Bitcoin, Ethereum, Litecoin, Ripple, dan lainnya.

Sebelum melakukan deposit, pastikan Anda sudah mengunduh platform exchange aset kripto-nya.alah satu exhchange aset kripto terpercaya adalah Tokocrypto Anda perlu menyelesaikan rangkaian proses Know Your Customer (KYC) level 1. Apabila pengguna belum menuntaskan rangkaian tersebut, Anda tidak akan diizinkan untuk melakukan deposit.

Jika bingung tentang KYC, tonton penjelasan singkatnya melalui video di bawah ini:

Cara Deposit Aset Kripto

Deposit dalam aset kripto bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari transfer bank, e-wallet, hingga menggunakan aset kripto itu sendiri. Nominal deposit yang bisa dilakukan juga beragam, sesuai dengan keinginan pengguna. Namun, biasanya, tiap-tiap broker kripto telah menyediakan jumlah minimal deposit yang harus dilakukan pengguna. Lalu, bagaimana cara depositnya?

  1. Menggunakan aset digital

Cara deposit aset kripto yang pertama adalah melalui aset digital kripto itu sendiri, mulai dari Bitcoin, Ethereum, Litecoin, Ripple, dan sebagainya. Anda bisa melakukan deposit dengan cara memilih aset kripto mana yang akan didepositkan. Setelah itu, pilih tujuan deposit. Umumnya, deposit dilakukan sebelum melaksanakan trading, jadi Anda bisa memilih tujuannya untuk trading. Sebab, tidak jarang dalam trading dibutuhkan sejumlah biaya tambahan.

Saat ingin melakukan deposit, pastikan juga Anda tahu jumlah saldo Anda dalam exchange tersebut. Jangan sampai Anda mengaku tidak bisa melakukan deposit, padahal sebenarnya saldo memang tidak mencukupi untuk dikirimkan. Pastikan juga pihak penerima mengetahui tindakan Anda agar bisa dicek dari dua belah pihak.

  1. Menggunakan mata uang Fiat

Cara berikutnya yang bisa Anda lakukan untuk deposit aset kripto adalah dengan menggunakan fasilitas transfer bank atau dompet digital, seperti OVO dan GoPay. Jika Anda ingin menggunakan fasilitas transfer bank, pastikan Anda tahu virtual account yang dibuat oleh exchange yang Anda gunakan.

https://www.youtube.com/watch?v=ks3Zmp47PEE

Namun, jika Anda ingin melakukan deposit lewat dompet digital, Anda bisa memilih dua e-wallet yang tersedia bagi broker Tokocrypto, yakni OVO dan GoPay. Masukkan nomor tujuan pengisian dan nominal deposit yang Anda inginkan. Proses deposit lewat dompet digital juga cukup cepat karena hanya membutuhkan waktu kurang lebih 3-5 menit saja.

Itulah penjelasan tentang apa itu deposit secara umum dan bagaimana penerapannya dalam aset kripto. Jika Anda ingin mulai bertransaksi aset digital, gunakan platform Tokocrypto dan ikuti info lengkap seputar perkembangan dunia kripto di website, Twitter, serta Instagram Tokocrypto.

Anda juga bisa melakukan deposit aset kripto di Tokocrypto dengan minimal Rp50.000 saja. Untuk metode depositnya, Anda bebas memilih akan menggunakan transfer bank lewat virtual account Mandiri maupun Permata atau melalui dompet digital, OVO dan GoPay. Yuk, jual-beli aset kripto di Tokocrypto dan selesaikan KYC Anda sekarang juga!





Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Aset Kripto Project Galaxy (GAL) dan Lido Dao (LDO)

Dua aset kripto Project Galaxy (GAL) dan Lido Dao (LDO) termasuk salah satu yang mencuri perhatian di dunia desentralisasi. Keduanya terpantau masuk daftar 300 besar aset kripto dengan nilai market cap tertinggi berdasarkan data CoinMarketCap.

Project Galaxy (GAL) sendiri adalah jaringan data kredensial Web3. Ia dibangun di atas infrastruktur terbuka dan kolaboratif membangun produk dan komunitas yang lebih baik. Sementara, Lido Finance adalah penyedia solusi pertaruhan yang menyediakan layanan untuk Ethereum 2.0, Terra, Solana dan Kusama.

So, mari berkenalan lebih dekat dengan aset kripto Project Galaxy (GAL) dan Lido Dao (LDO).

Project Galaxy (GAL)

Apa Itu Project Galaxy (GAL)?

Project Galaxy didirikan oleh Harry Zhang dan Charles Wayn. Galaxy adalah salah satu jaringan data kredensial Web3 terkemuka yang dibangun di atas infrastruktur terbuka dan kolaboratif.

Project Galaxy (GAL)
Ilustrasi aset kripto Project Galaxy (GAL).

Project Galaxy membantu pengembang dan proyek Web3 memanfaatkan data kredensial digital dan NFT untuk membangun produk dan komunitas yang lebih baik. Proyek ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah dengan sistem kredensial saat ini, di mana data dipisahkan di seluruh database tertutup yang dimiliki dan diizinkan oleh aplikasi, organisasi pemerintah, serta lembaga keuangan dan kredit.

Hal tersebut menyebabkan lanskap yang tidak terbuka bagi individu yang seharusnya memiliki data tersebut atau aplikasi yang membutuhkannya. Project Galaxy menyediakan infrastruktur bagi anggota komunitas untuk mengumpulkan dan menyumbangkan kredensial digital ke jaringan data kredensial Galaxy.

Baca juga: Mengenal Kripto AC Milan Fan Token (ACM) dan TrueFi (TRU)

Apa yang Membuat Project Galaxy (GAL) Unik?

Infrastruktur Project Galaxy mendukung kurasi kredensial melalui berbagai sumber data. Kurator dapat menyumbangkan data dari 7 jaringan blockchain yang berbeda dengan kueri subgraf atau snapshot untuk kredensial on-chain. Mereka juga dapat menyediakan data dari Twitter, Discord, Github, atau acara offline untuk kredensial off-chain.

Project Galaxy juga menyediakan Application Modules, Credential API, dan Credential Oracle Engine untuk membantu pengembang memanfaatkan data kredensial. Kasus penggunaan Application Modules termasuk Galaxy OATs (On-chain Achievement Tokens), program loyalitas NFT, komunitas yang terjaga keamanannya, dan tata kelola yang disesuaikan.

Project Galaxy (GAL)
Ilustrasi aset kripto Project Galaxy (GAL).

Peringkat GAL di CoinMarketCap pada Kamis (12/5) pukul 08.00 WIB adalah #245, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 137.052.308. GAL memiliki pasokan yang beredar dari 35.161.333 koin GAL dan maksimal pasokan 200.000.000 koin GAL.

Baca juga: Mengenal Launchpad di Dunia Aset Kripto, Apa Keuntungannya?

Lido Dao (LDO)

Apa Itu Lido Dao (LDO)?

Lido adalah proyek kripto solusi staking untuk Ethereum. Lido memungkinkan pengguna mempertaruhkan ETH mereka, tanpa setoran minimum atau pemeliharaan infrastruktur sambil berpartisipasi dalam aktivitas on-chain, misalnya lending atau pinjaman untuk pengembalian yang menguntungkan.

Anggota Lido DAO termasuk Semantic VC, ParaFi Capital, Libertus Capital, Terra, Bitscale Capital, StakeFish, StakingFacilities, Chorus, P2P Capital, dan KR1. Lido juga bergabung dengan sejumlah angel investor utama, termasuk Stani Kulechov dari Aave, Banteg of Yearn, Will Harborne dari Deversifi, Julien Bouteloup dari Stake Capital dan Kain Warwick dari Synthetix.

Lido Dao (LDO)
Ilustrasi aset kripto Lido Dao (LDO).

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Mantra Dao (OM) dan QuickSwap (QUICK)

Apa yang Membuat Lido Dao (LDO) Unik?

LDO adalah token utilitas asli yang digunakan untuk:

  • Pemberian hak tata kelola di DAO Lido.
  • Mengelola parameter dan distribusi biaya.
  • Mengatur penambahan dan penghapusan operator node Lido.

Peringkat LDO di CoinMarketCap pada Kamis (12/5) pukul 08.00 WIB adalah #87, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 487.502.573. LDO memiliki pasokan beredar 312.951.154 koin LDO dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin LDO.

Project Galaxy (GAL) dan Lido Dao (LDO) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan Anda pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Project Galaxy (GAL) dan Lido Dao (LDO).

Trading GAL/USDT, GAL/BUSD, GAL/BNB, GAL/BTC, LDO/USDT, LDO/BUSD dan LDO/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 10 Mei 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran GAL dan LDO di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Investasi Aset Kripto Sarana Pengembangan Ekonomi Anak Muda

Investasi aset kripto kini telah menjadi salah salah satu pilihan anak muda untuk mengembangkan ekonomi mereka. Anak muda terutama Gen Z dan Milenial sudah banyak melirik aset kripto untuk menjadi pilihan instrumen investasi mereka.

Beberapa waktu lalu, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga, mengatakan banyak kalangan anak muda yang mulai melihat aset kripto sebagai ruang baru yang menjanjikan untuk meningkatkan kondisi keuangan mereka.

“Terjadi perubahan perilaku investor maupun pedagang khususnya di kalangan anak muda yang mulai melihat kripto sebagai ruang baru yang menjanjikan. Anak muda dan investor pada umumnya cara berpikirnya out of the box dan selalu mencari peluang baru. Jadi, selain alternatif bursa saham saat ini mereka juga melihat kripto bisa menjadi sarana pengembangan ekonomi,” kata Jerry dikutip situs resmi Kementerian Perdagangan RI.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo), Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

Senada dengan Jerry, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo), Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan investasi aset kripto kini sudah didominasi oleh kalangan Gen Z dan Milenial. Volatilitas ekonomi dan pandemi COVID-19 mempercepat tren pertumbuhan anak muda yang memperdagangkan kripto dan NFT.

“Salah satu hal yang menyebabkan peningkatan tersebut adalah kemudahan bagi investor Milenial dan Gen Z dalam melakukan pembukaan akun atau wallet secara online kripto melalui smartphone. Mereka termasuk generasi yang tech savvy sehingga lebih akrab dengan teknologi dan open minded dengan hal-hal yang baru, termasuk aset kripto dan blockchain,” kata pria yang akrab disapa Manda.

Baca juga: Market Kripto Anjlok Berlarut: Investor Tak Perlu Panik

Menurut data Bappebti, dari 12,4 juta investor per Februari 2022, mayoritas investor di aset kripto di Indonesia sebesar 40% didominasi oleh usia 25-34 tahun. Sedangkan data internal Tokocrypto, mengungkap secara keseluruhan 67% investor aset kripto di Indonesia berusia 18-34 tahun. Rinciannya, 36% 18-24 tahun dan 31% 25-34 tahun.

Ilustrasi perempuan pandai investasi aset kripto.
Ilustrasi generasi milenial investasi aset kripto.

Aset kripto juga bisa menjadi investasi jangka panjang untuk para generasi muda. Meski memiliki volatilitas tinggi, kripto kini tengah populer sebagai bagian rencana dari tabungan pensiun investor muda. Para investor muda dapat mengambil lebih banyak risiko untuk strategi investasi mereka, karena memiliki waktu yang panjang. 

Tantangan Ledakan Investor Muda di Kripto

Pertumbuhan investor muda di industri aset kripto bisa menjadi berkah dan sekaligus tantangan. Seperti diketahui industri kripto masih tergolong baru dengan pertumbuhan yang cepat, banyak orang yang belum memahami tingkat risiko dari investasi mereka.

“Tantangannya, anak muda punya rasa curiosity yang tinggi. Jadi kita harus siap memberikan edukasi dan pemahaman kepada mereka terkait investasi di aset kripto. Generasi Milenial dan Gen Z rentan terkena FOMO. Mereka bisa ikut investasi karena mengikuti tren dan termakan flexing di media sosial,” jelas Manda.

Ilustrasi tips investasi aset kripto yang aman dan cuan.
Ilustrasi generasi milenial investasi aset kripto.

Baca juga: Tanah Cluster Metaverse Pertama di Indonesia Laku Terjual Rp 150 Juta

Lebih lanjut Manda menambahkan dorongan ingin keuntungan yang cepat bisa membahayakan investor muda untuk mengambil langkah yang salah. Bahayanya, generasi Milenial dan Gen Z lebih berani berutang pakai paylater atau lainnya membeli produk investasi yang belum tentu akan memberikan imbal hasil yang diharapkan.

“Kami di asosiasi bersama para pedagang aset kripto lain terus menggencarkan program edukasi untuk kalangan investor muda, antara lain mengedukasi tentang analisa fundamental, top to down analysis, analisa teknikal, manajemen portofolio, diversifikasi dan lainnya. Hal penting lannya, mereka harus memiliki pondasi literasi keuangan yang baik. Seperti dana untuk kebutuhan sehari-hari, tabungan dan investasi,” pungkas Manda.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Aset kripto Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN)

Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN) adalah dua aset kripto yang memiliki utilitas yang penting dalam ruang keuangan terdesentralisasi (DeFi). Keduanya bertujuan memecahkan masalah utama untuk mewujudkan keuangan yang inklusif melalui teknologi blockchain.

Misalnya, Augur dimaksudkan untuk mendukung optimalisasi Prediction markets atau pasar prediksi yang bisa dijalankan lebih baik secara desentralisasi. Sementara, Orion Protocol dirancang untuk menggabungkan likuiditas beberapa pertukaran kripto ke dalam platform terdesentralisasi.

So, mari mengenal lebih dekat aset kripto Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN).

Augur (REP)

Apa Itu Augur (REP)?

Augur adalah platform oracle blockchain yang terdesentralisasi dan protokol peer to peer untuk pasar prediksi. Augur adalah software open source gratis yang sebagian dilisensikan di bawah General Public License (GPL) dan sebagian dilisensikan di bawah lisensi Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Augur adalah seperangkat smart contract yang ditulis dalam Solidity dan dapat digunakan ke blockchain Ethereum. Protokol Augur dimaksudkan untuk upaya memecahkan salah satu masalah paling sulit yang dihadapi insinyur perangkat lunak yang bekerja untuk mengembangkan aplikasi praktis untuk teknologi blockchain, terutama smart contract, masalah oracle.

Augur adalah oracle peer to peer terdesentralisasi tanpa kepercayaan yang digunakan pada protokol pasar prediktif. Oracle Augur memungkinkan informasi untuk dimigrasikan dari dunia nyata ke blockchain tanpa bergantung pada perantara atau pihak ketiga yang tepercaya.

Augur (REP)
Ilustrasi aset kripto Augur (REP).

Baca juga: Apa Itu Aset Kripto Nexo (NEXO) dan Mobilecoin (MOB)?

Augur bukan pasar prediksi, ini adalah protokol bagi pengguna aset kripto untuk membuat pasar prediksi mereka sendiri. Augur adalah satu set smart contract open source yang dapat digunakan ke blockchain Ethereum.

Protokol Augur tidak lebih dari perangkat lunak sumber terbuka, dan pengguna individu dari protokol Augur adalah orang-orang yang membuat pasar prediksi menggunakan software tersebut.

Apa yang Membuat Augur (REP) Unik?

Augur adalah satu-satunya protokol pasar prediksi yang diketahui oleh Forecast Foundation di mana tim pengembangan tidak melakukan apa pun selain menulis kode open source gratis.

Forecast Foundation dan orang-orang yang telah menulis kode protokol Augur tidak menciptakan pasar pada protokol Augur itu sendiri, mereka tidak melakukan perdagangan, atau memiliki kemampuan untuk memantau, mengontrol, menyensor, atau memodifikasi tindakan apa pun yang dilakukan pada Augur protokol.

Augur (REP) adalah aset kripto yang digunakan oleh pelapor jaringan selama fase sengketa pasar Augur. Pemegang REP harus melakukan pekerjaan, dalam bentuk mempertaruhkan aset kripto mereka pada hasil yang benar, untuk menerima sebagian dari biaya penyelesaian pasar.

Augur (REP)
Ilustrasi aset kripto Augur (REP).

Baca juga: Mengenal Dekat Kripto Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD)

Jika holders tidak melaporkan dengan benar, mereka tidak mendapatkan bayar. Jika alah melaporkan, akan kehilangan REP. Jika mereka tidak berpartisipasi dalam fork (ketika jaringan memiliki perselisihan yang sangat besar atas suatu hasil), secara permanen kehilangan kemampuan untuk memigrasikan REP, sehingga secara fungsional tidak berguna dalam versi Augur yang digunakan Protokol, dan secara teori membuatnya tidak berharga.

Peringkat REP di situs CoinMarketCap pada Rabu (25/5) jam 08.00 adalah #199, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 113.883.548. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 11.000.000 koin REP dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Orion Protocol (ORN)

Apa Itu Orion Protocol (ORN)?

Orion Protocol dirancang untuk menggabungkan likuiditas beberapa pertukaran kripto ke dalam platform terdesentralisasi yang menyediakan gerbang tunggal non-kustodian ke seluruh pasar aset digital. Protokol ini didirikan pada 2018 dan diluncurkan pada 2020 oleh Alexey Koloskov dalam upaya untuk memecahkan beberapa masalah utama dari ruang keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Orion bertujuan untuk mengatasi kesulitan dalam melakukan transaksi yang menguntungkan terkait dengan kurangnya likuiditas di sebagian besar bursa kripto. Ini adalah kasus untuk pertukaran terpusat dan terdesentralisasi. Solusi Orion untuk ini adalah dengan menggabungkan buku pesanan pertukaran menjadi satu terminal yang mudah digunakan dan dipahami.

Orion Protocol (ORN)
Ilustrasi aset kripto Orion Protocol (ORN).

Baca juga: Lebih Kenal Aset Kripto Akropolis (AKRO) & Tellor (TRB)

Tujuan Orion Protocol adalah untuk membantu pengguna mendapatkan hasil terbaik dari investasi mereka sambil juga menurunkan risiko yang terkait dengan penggunaan banyak bursa.

Apa yang Membuat Orion Protocol (ORN) Unik?

Orion Protocol beroperasi melalui pengumpulan likuiditas yang ditawarkan di beberapa bursa dalam pasar kripto dan menampilkannya dalam satu API universal. API ini menggabungkan beberapa buku pesanan dan menyederhanakannya untuk kemudahan penggunaan.

Orion Protocol juga menawarkan aplikasi manajemen portofolio yang memungkinkan pengguna untuk memantau dan merekam aktivitas mereka di seluruh bursa, memberi mereka kemampuan untuk mengatur alarm untuk peluang dan mengotomatiskan manajemen aset.

Selain itu, Orion menyediakan pasar untuk aplikasi terdesentralisasi (DApps) yang dapat diakses dan dibeli dengan mudah oleh pengguna.

Orion Protocol (ORN)
Ilustrasi aset kripto Orion Protocol (ORN).

Baca juga: Tips Cuan Investasi Kripto Kala Market Bearish dan Kekhawatiran Stablecoin

Orion Token (ORN) adalah token utilitas asli dari Protokol Orion berdasarkan standar ERC-20. Pasokannya dibatasi pada 100.000.000 ORN. ORN dapat digunakan di Orion Terminal dan untuk broker terdesentralisasi.

Peringkat ORN di situs CoinMarketCap pada Rabu (25/5) jam 08.00 adalah #410, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 52.597.623. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 34.146.255 koin ORN dan maksimal pasokan 100.000.000 koin ORN.

Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pengguna pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN).

Trading REP/USDT, REP/BTC, ORN/USDT, ORN/BUSD dan ORN/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 24 Mei 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran REP dan ORN di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Investasi Aset Kripto Sudah Dipercaya Investor Ritel di Indonesia

Perkembangan investasi aset kripto semakin hari terus menunjukkan hal positif. Sebuah riset terbaru mengungkap aset kripto sudah menjadi salah satu portofolio investasi dari banyak investor ritel di Asia, termasuk Indonesia.

Penelitian Accenture menyebutkan setengah atau 52% dari investor asia memiliki aset digital dalam portofolio mereka, baik aset kripto, stablecoin, NFT maupun crypto funds selama kuartal I 2022.

Accenture mengatakan survei dilakukan dengan lebih dari 3.200 klien di seluruh China, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Perusahaan mendefinisikan klien mereka sebagai investor kaya yang mengelola aset dapat diinvestasikan antara US$ 100.000 (Rp 1,4 miliar) hingga US$ 1 juta (Rp 14,5 miliar). 

Rata-rata 7% dari portofolio koresponden yang disurvei, menjadikannya aset digital sebagai kelas aset terbesar kelima bagi investor di Asia. Menariknya, investor di Thailand dan Indonesia memiliki persentase aset digital terbesar dalam portofolio mereka dibandingkan dengan investor di negara lain.

Alokasi investasi aset digital di Indonesia masih jauh unggul dibandingkan negara seperti India, Singapura, Jepang dan China. Di Indonesia, aset digital termasuk kripto memiliki porsi 9% dibandingkan dengan alokasi untuk mata uang asing (5%), komoditas (6%), barang koleksi (8%), properti (13%) hingga saham (15%). 

Ilustrasi market aset kripto.
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Market Awal Pekan: Bitcoin Terpuruk di Bawah Tekanan Inflasi Tinggi

Aset Kripto Bisa Jadi Pilihan Tepat Investasi

VP Growth Tokocrypto, Cenmi Mulyanto, melihat hasil survei ini sebagai pembuktian bahwa para investor ritel sudah confidence dengan aset digital, seperti kripto, stablecoin, NFT dan lainnya sebagai portofolio mereka untuk mendapatkan keuntungan.

“Kripto sebagai aset digital kini sudah dilihat sebagai aset yang menjanjikan. Meski, saham masih mendominasi portofolio investasi, lambat laun para investor diyakini akan mulai memperlajari aset kripto. Terjadi perubahan perilaku investor khususnya di kalangan anak muda yang mulai melihat kripto sebagai ruang baru yang menjanjikan,” kata Cenmi.

Menurut Cenmi, faktor yang mendukung berkembangnya perdagangan aset kripto di Indonesia salah satunya adalah penawaran balik hasil tinggi yang tidak kalah dengan instrumen investasi lainnya. Namun, ia kembali mengingatkan investasi di sektor ini high risk, high return. Kondisi ekonomi yang kurang kondusif juga mendorong investor lokal untuk mencari peluang investasi tambahan.

“Tingkat adopsi kripto yang tinggi dapat, dikaitkan dengan ancaman kenaikan inflasi, yang memaksa investor Indonesia untuk beralih ke kripto sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian. Tidak mengherankan jika orang Indonesia mencari solusi keuangan alternatif untuk mempertahankan nilai tabungan mereka, lewat kripto ini, walaupun mengandung risiko cukup tinggi,” jelasnya.

Ilustrasi market kripto.
Ilustrasi market kripto.

Baca juga: Persib Luncurkan Fan Token Kripto Ikuti Jejak AC Milan dan Barcelona FC

Investor Aset Kripto Terus Tumbuh

Selain itu, penetrasi pasar terhadap tingginya penggunaan smartphone, banyaknya penduduk usia produktif yang menggunakan perangkat tersebut, serta tumbuhnya perhatian dan ketertarikan milenial terhadap inovasi teknologi. Munculnya, NFT turut meningkatkan ketertarikan masyarakat terhadap investasi aset kripto.

“Pasar yang menjadi target investor aset kripto di Indonesia adalah penduduk usia produktif 23-44 tahun. Rentang usis tersebut sudah memiliki rencana keuangan yang baik hingga pendapatan yang tetap. Mereka juga tertarik dengan teknologi blockchain yang mendukung eksistensi kripto sebagai aset digital yang kini menjadi bagian dari gaya hidup anak muda, seperti NFT,” kata Cenmi.

Peminat aset kripto terus meningkat di Indonesia. Menurut data Bappebti, transaksi tiga bulan pertama (Januari—Maret) pada 2022 yang telah mencapai Rp 130,2 triliun. Selain itu, rata-rata kenaikan pelanggan aset kripto mengalami penambahan sebesar 740.523 pelanggan tiap bulan. Hingga kuartal I 2022, aset kripto di Indonesia tercatat memiliki 12,8 juta investor.

Perlu diketahui bahwa populasi investor kripto di Indonesia hanya terdiri dari sekitar 2,7 persen dari total populasi, 272 juta. Maka dari itu, masih sangat besar potensi yang belum dimanfaatkan di Indonesia dalam hal adopsi dan pertumbuhan aset kripto.

Baca juga: Investor Kakap ini Prediksi Bitcoin akan Injak Harga $ 250 Ribu, Apa Alasannya?



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Aset Kripto Ontology Gas (ONG) dan VIDT Datalink (VIDT)

Dua aset kripto, Ontology Gas (ONG) dan VIDT Datalink (VIDT) memang tidak terlalu mencuri perhatian. Namun, keduanya memiliki project dan utilitas yang menarik di dunia keuangan desentralisasi (DeFi).

Misalnya, Ontology Gas (ONG) adalah salah satu dari dua token yang mendukung jaringan Ontology. Sementara, VIDT Datalink (VIDT) adalah platform validasi data bertenaga blockchain.

So, penasaran dengan utilitas Ontology Gas (ONG) dan VIDT Datalink (VIDT)? Mari kita mengenal lebih dekat dua token kripto tersebut.

Ontology Gas (ONG)

Apa Itu Ontology Gas (ONG)?

Ontology adalah jarigan blockchain publik berkecepatan tinggi dan berbiaya rendah yang menghadirkan solusi identitas dan data terdesentralisasi ke Web3.

Ontology sedang membangun infrastruktur untuk menyediakan akses tepercaya ke Web3, memungkinkan individu dan perusahaan untuk menjadikan platform mereka sebagai solusi identitas digital yang sesuai dengan peraturan, pengguna dan privasi menjadi hal utama.

Ontology Gas (ONG)
Ilustrasi aset kripto, Ontology Gas (ONG).

Baca juga: Apa Itu Aset Kripto Gifto (GTO) dan Mithril (MITH)?

Infrastruktur unik Ontology mendukung kolaborasi blockchain yang kuat dan skalabilitas Layer 2, menawarkan fleksibilitas kepada bisnis untuk merancang blockchain yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan rangkaian identitas terdesentralisasi dan protokol berbagi data untuk meningkatkan kecepatan, keamanan, dan kepercayaan.

Fitur Ontology termasuk ONT ID, aplikasi ID digital seluler dan DID yang digunakan di seluruh ekosistem dan DDXF, pertukaran data terdesentralisasi, dan kerangka kerja kolaborasi.

Apa yang Membuat Ontology Gas (ONG) Unik?

Ontologi mengadopsi model token ganda, dengan ONT dan ONG sebagai token utilitas. Ontologi memisahkan ONT dan ONG untuk mengurangi risiko fluktuasi turbulen dari nilai “aset” asli pada biaya gas.

ONT digunakan sebagai alat staking dan waktu, biaya staking dan biaya operasi node dianggap sebagai input. ONG digunakan sebagai alat penahan nilai untuk aplikasi on-chain dan digunakan dalam transaksi di rantai.

Ontology Gas (ONG)
Ilustrasi aset kripto, Ontology Gas (ONG).

Peringkat ONG di situs CoinMarketCap pada Senin (13/6) jam 15.00 adalah #171, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 108.891.512. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 310.546.066 koin ONG dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin ONG.

Baca juga: Apa Itu Aset Kripto Nexo (NEXO) dan Mobilecoin (MOB)?

VIDT Datalink (VIDT)

Apa Itu VIDT Datalink (VIDT)?

VIDT Datalink adalah validasi blockchain hybrid dan platform pembuatan NFT. Blockchain VIDT sudah digunakan oleh banyak integrator. Teknologi VIDT Datalink didasarkan pada formula sederhana dan kuat yang menambah dan melindungi nilai dengan biaya dan usaha seminim mungkin.

Menggunakan pendekatan setiap cloud untuk setiap rantai, VIDT Datalink telah memiliki banyak integrator dan penerbit yang menggunakan VIDT untuk mengamankan aset digital berharga seperti sertifikat, NFT, data sensor, firmware. Organisasi seperti AmSpec, IBM, dan NFT Claim menggunakan VIDT Datalink untuk mengesahkan dan mengamankan dokumen digital seperti sertifikat, faktur, diploma dan data sensor.

VIDT Datalink (VIDT)
Ilustrasi aset kripto, VIDT Datalink (VIDT)

Menurut situs web VIDT Datalink, mereka miliki misi untuk mensertifikasi dan mengamankan aset digital. Privasi dan penipuan adalah masalah yang semakin berkembang dalam hal aset digital. Ini adalah masalah yang menahan masyarakat dan bisnis warisan dari adopsi digital dan pemanfaatan teknologi blockchain.

Baca juga: Apa Itu Aset Kripto Troy (TROY) dan VeThor (VTHO)?

Apa yang Membuat VIDT Datalink (VIDT) Unik?

Setiap kali penerbit mencap waktu file atau NFT dicetak, transaksi token VIDT dibuat yang mencatat semua detail yang diperlukan ke dalam beberapa blockchain. Ini menjadikan VIDT bagian integral dari proses validasi VIDT Datalink.

Smart contract VIDT memenuhi banyak tugas setiap kali file ditambatkan. Ini mengidentifikasi penerbit, menyimpan hash (terenkripsi) dari file dalam transaksi itu sendiri, smart contract dan secara opsional di tanda terima untuk digunakan langsung di wallet client, DAPP dan NFT.

VIDT Datalink (VIDT)
Ilusrasi aset kripto, VIDT Datalink (VIDT).

Peringkat VIDT di situs CoinMarketCap pada Senin (13/6) jam 15.00 adalah #793, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 8.263.342. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 49.428.303 koin VIDT dan maksimal pasokan 58.501.137 koin VIDT.

Ontology Gas (ONG) dan VIDT Datalink (VIDT) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Ontology Gas (ONG) dan VIDT Datalink (VIDT).

Trading ONG/USDT, ONG/BTC, VIDT/USDT, VIDT/BUSD dan VIDT/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 10 Juni 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran ONG dan VIDT di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sah! Suku Bunga The Fed Naik 75 Basis Poin, Pasar Kripto Lesu?

Seperti yang telah diproyeksikan pelaku pasar sebelumnya, The Fed hari ini, Rabu (15/6) waktu setempat, akhirnya menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin, pasar saham dan pasar kripto pun semakin loyo, dengan harga BTC ambruk ke kisaran US$ 20.300, setelah berada di kisaran US$ 21.700 beberapa jam sebelumnya.

“Komite berusaha untuk menekan laju inflasi pada tingkat 2 persen dalam jangka panjang. Untuk mendukung tujuan itu, komite memutuskan untuk menaikkan kisaran target suku bunga dana federal menjadi 1‑1/2 hingga 1-3/4 persen [naik 75 basis poin-Red],” sebut The Fed mengumumkan hasil Rapat Komite Pasar Terbuka (FOMC), Rabu (15/6/2022) waktu setempat atau Kamis (16/6/2022), pukul 01.00 WIB.

Sejak Senin lalu, pasar memang mulai mengantisipasi laju kenaikan suku bunga yang agresif ini dan kala itu pejabat The Fed dianggap mempertimbangkannya.

Pasalnya, inflasi justru belum mencapai puncaknya dan belum mencapai target, yakni 2 persen. Justru pada akhir Mei 2022 lalu, inflasi menguat 8,6 persen year-on-year, tertinggi selama 40 tahun terakhir.

Itulah yang memaksa The Fed menaikkan suku bunga jauh lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya, agak lunak, yakni 50 basis poin.

Bahkan pada Selasa lalu, Goldman Sachs mengubah ekspektasinya sendiri dari 50 basis poin menjadi 75. Pada konferensi pers terakhirnya pada Mei, Powell menolak kenaikan 75 basis poin.

Dengan kenaikan besar itu, sesuatu yang belum pernah dilakukan dalam 28 tahun, kenaikan yang serupa bisa juga terjadi pada Juli 2022, diikuti dengan 50 basis poin pada September dan 25 basis poin pada November dan Desember. Jikalau itu terjadi, maka suku bunga acuan masuk di kisaran 3,25-3,5 persen pada akhir tahun ini.

Baca juga: Mengenal Kripto Paris Saint-German Fan Token (PSG) dan Beam (BEAM)

“Pemicu yang paling mungkin untuk pergeseran ke langkah pengetatan yang lebih agresif adalah kejutan terbalik dalam laporan IHK (Indeks Harga Konsumen) Mei 2022 dan kenaikan lebih lanjut Jumat lalu dalam ukuran ekspektasi inflasi jangka panjang survei konsumen Michigan yang kemungkinan telah didorong sebagian besar oleh kenaikan harga bahan bakar lebih lanjut,” kata Kepala Ekonom Goldman Jan Hatzius, beberapa hari lalu, dilansir dari CNBC.

Mengacu pada laman Fed Watch CME Group, sebelumnya pasar meramalkan kemungkinan 96 persen masuk menjadi 75 basis poin per Senin malam.

Dengan kenaikan agresif ini pula, lonjakan imbal hasil obligasi diperkirakan akan terus naik, termasuk indeks dolar (DXY) yang sudah berada di atas 105, tertinggi sejak 25 November 2002.

TradingView Chart

Suku Bunga The Fed Berdampak ke Pasar Kripto

Mengikut pasar saham yang melemah sejak sepekan terakhir, pasar kripto juga setali tiga uang. Bitcoin sebagai kripto nomor satu misalnya, sempat terjerumus dekat ke US$ 20.000 per BTC, harga yang pernah dicapai pada Desember 2017 sebagai harga tertinggi sepanjang masa sejak 2008. Harga tertinggi sebelumnya adalah US$ 69 ribu pada November 2021 lalu. Pasar kripto keseluruhan sempat rontok hingga di bawah US$ 1 triliun, yakni US$ 903,3 milyar.

Iklim pasar kripto memang baru kali ini mengalami situasi makroekonomi pengetatan kuantitatif, setelah selama kurang lebih 13 tahun berada di pasar global dengan dolar yang melimpah, dampak resesi keuangan 2008.

Kendati tidak diduga sebelumnya, pelaku pasar kripto punya beberapa harapan, hanya jika resesi baru terjadi lagi, karena skenario seperti itu akan memaksa The Fed menggelontorkan dolar lagi untuk menyelamatkan ekonomi dan menekan suku bunga ke tingkat yang lebih rendah.

Secara teknikal, jika harga BTC turun di bawah US$ 20.000 berpotensi melorotkan harganya di bawah US$ 15.000 per BTC bahkan lebih.

Baca juga: Harga Bitcoin Turun Mendekati Support, Bos Rekeningku: Pasar Masih Tak Pasti

Risiko US$ 13.800 per BTC

Sam Callahan dari Swan Bitcoin misalnya percaya bahwa, berdasarkan pengalaman dari pasar bearish sebelumnya, ada kemungkinan Bitcoin bisa turun lebih dari 80 persen dari harga tertinggi sepanjang masa, seperti yang terjadi pada Desember 2018, ketika jatuh ke hanya di atas US$ 3.000. Itu berarti Bitcoin jatuh serendah US$ 13.800 pada siklus ini.

Robohnya pasar kripto ini pun sekaligus menegaskan bahwa kripto tidak dapat diandalkan dalam situasi inflasi kritis dengan tipe seperti ini.

Di tengah lesunya pasar kripto, Peter Brandt, yang menjadi salah satu analis popular di Twitter, memiliki pandangan baru terhadap harga Bitcoin.

TradingView Chart

Menurut analisis teknikalnya, harga kripto utama ini dapat jatuh ke US$ 13.000, namun masih ada peluang untuk tidak terjadi, meski tipis sekali peluangnya.

Menurut Peter, kejatuhan ini akan gagal jika harga berhasil menutup weekly candle di atas level tertinggi di 31 Mei, di sekitar US$ 32.206. 

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Satu Alasan Kecil Kenapa Terra Luna Hancur Lebur

Suku bunga Anchor Protocol mengalami peningkatan yang signifikan, dari semula 3,6%, menjadi 20%. Suku bunga ini sendiri berasal dari kebijakan Pendiri Terraform Labs, Do Kwon. Kenaikan tersebut, terjadi seminggu sebelum penerapan baru yang diklaim Do Kwon sebagai cara untuk menarik minat investor.

Menurut Mr.B yang merupakan pengembang protokol, suku bunga di 3,6% saja sudah relatif tinggi. Namun, ia berani memilih untuk menaruh angka yang jauh lebih tinggi, guna mengalahkan penawaran dari bank-bank tradisional.

Nilai Return of Investment (ROI), dianggap dapat menstabilkan jaringan blockchain. Hal tersebut, dikarenakan dana yang tersimpan di Anchor Protocol meningkat.

Meski begitu, Mr.B telah menyarankan kepada Do Kwon supaya mengurangi angka suku bunga tersebut. Namun, tawaran tersebut mendapatkan penolakan di tahun 2019 lalu. 

“Jika perusahaan tidak dapat membayar 20% ROI kepada investor, maka LUNA dapat menghentikan program tersebut,” ungkap Kwon.

Baca juga: Token Kripto Metaverse Terus Tumbuh, meski Market Bearish

Nasihat dari Mr. B pun menjadi kenyataan, saat stablecoin algoritmik Terra, UST jatuh akibat suku bunga yang terlampau tinggi melebihi dana yang terkunci dalam jaringan. Ketidakseimbangan ini perlahan menekan harga UST, yang pada akhirnya terjun bebas dengan sangat cepat dan tiba-tiba.

Seperti yang diinformasikan, Mr.B bukanlah satu-satunya pihak yang menuduh Do Kwon sebagai dalang di balik kejatuhan ekosistem Terra. Pada bulan Mei, salah seorang staf Terra juga mengatakan bahwa meskipun fase pengujian protokol gagal, Do Kwon tetap saja meluncurkan LUNA.

Saat ini, Do Kwon tengah menghadapi berbagai tuntutan dan tengah dalam penyelidikan ketat regulator Korea Selatan. Dirinya dianggap bertanggungjawab penuh atas jatuhnya token Luna yang lama, sekarang disebut Luna Classic (LUNC), serta UST.

Baca juga: CEO MicroStrategy Tepis Kekhawatiran Margin Call Saat Bitcoin Anjlok ke Angka US$21.000

Kendati demikian, para pengamat masih banyak menyarankan untuk investor, terutama yang baru supaya menjauh dari LUNA yang baru. Pasalnya, asset baru ini masih sarat akan kejatuhan seperti pendahulunya.

Terlebih, LUNA baru belum memiliki kejelasan fungsi dan daya saing, untuk terlihat lebih baik dibandingkan ribuan crypto yang ada. Selain itu, LUNA juga memiliki track record yang lebih baik tentunya dari pada token Terra.

Dari perkembangan LUNA, sekaligus melihat bagaimana kasus Do Kwon serta bagaimana langkah untuk memulihan LUNC dan UST, merupakan hal yang penting dilakukan sebelum memutuskan secara tergesa-gesa untuk berinvestasi di LUNA yang baru. 

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Market Signal 15 Juni 2022: Kripto Bangkit, tapi Rentan “Sakit”

Kondisi market aset kripto sedikit membaik memasuki pertengahan pekan. Walaupun masih belum mencapai titik imbal hasil yang tinggi, beberapa aset kripto perlahan mulai bangkit.

Melansir CoinMarketCap pada Rabu (15/6) pukul 12.00 WIB, sejumlah aset kripto kompak mengalami sedikit peningkatan dalam perdagangan 24 jam terakhir. Bitcoin (BTC) naik 3,16% menjadi $ 21.963, sementara Ethereum (ETH) berada di posisi $ 1.201 atau naik 9,12%.

Altcoin lainnya juga sedikit melesat, seperti Cardano (ADA), BNB, XRP yang masing-masing melonjak di atas 5%. Bahkan, Solana (SOL) dan Polkadot (DOT) mentereng naik di atas 10%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan bangkit atau pullback market kripto ini bukan sebagai tanda akan terjadi bullish. Investor mengira penurunan sudah selesai dan mulai percaya akan pembalikan arah, tapi dari situ cuma space saja sebelum market melanjutkan penurunan. Kenaikan ini juga diakibatkan dari posisi short yang dilakukan oleh trader untuk sedikit mengambil keuntungan dan mencegah harga-harga aset kripto terjun bebas ke bawah titik support-nya. 

Pullback atau koreksi sementara ini terjadi karena banyak trader yang mengambil posisi short sehingga transaksi sedikit terjadi. Mereka juga ingin mencegah harga kripto anjlok, karena sentimen The Fed nantinya. Jika itu terjadi, maka aksi jual besar-besaran diperkirakan tak terbendung,” kata Afid.

Lebih lanjut Afid menjelaskan secara umum investor masih memilih untuk menahan aksi beli karena menunggu keputusan pasti kebijakan moneter The Fed yang akan menaikkan suku bunga acuannya 50 basis poin di bulan ini. Namun, tidak menutup kemungkinan The Fed bakal mengerek suku bunga hingga 75 basis poin menyusul data inflasi AS Mei lalu yang ternyata cukup mengejutkan.

“Kombinasi suku bunga AS yang tinggi dan ketakutan akan resesi sebagai faktor makro utama yang menyebabkan pasar penurunan kripto saat ini. Bear market akan terhenti, jika The Fed melonggarkan kebijakan moneter hawkish dengan menghentikan kenaikan suku bunga. Itu bisa terjadi dalam beberapa bulan ke depan,” jelasnya.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Baca juga: CEO Binance: Musim Dingin Kripto Potensi Baik untuk Bisnis

Melihat Dampak Kebijakan The Fed

Data inflasi AS yang terus meninggi menyebabkan Bitcoin diperdagangkan di bawah $ 22.000 atau turun sekitar 2% selama 24 jam terakhir. Penurunan tersebut merupakan kerugian hari kedelapan berturut-turut. Nilai BTC kini telah turun hampir 30% dari nilainya selama sebulan terakhir.

Investor kripto masih gugup menunggu kenaikan suku bunga terbaru The Fed, yang sekarang diyakini oleh banyak pengamat akan menjadi 0,75 basis poin. Kenaikan yang tinggi ini bisa berpengaruh pada harga Bitcoin dan juga altcoin lainnya.

“Ada kemungkinan jika The Fed menaikan suku bunga sebanyak 75 basis poin, kita bisa melihat BTC akan menuju ke harga $ 18.000. Namun, jika hanya menaikan 50 basis point, mungkin besar BTC hanya bergerak kekisaran ke $ 20.000. Titik bottom Bitcoin dari MA 20 dari cycle ini adalah $ 13.000. Secara historis, ini pernah terjadi di bulan Maret 2020,” ungkap Afid.

Ke depannya investor tampak masih takut dengan pergerakan nilai Bitcoin, terlihat dari Bitcoin Fear & Greed Index yang masih melemah di posisi Extreme Fear, sehingga aksi beli sulit dilakukan. Jika harga BTC masih anjlok, hal yang sama pun akan terjadi pada altcoin lainnya.

Di samping itu, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan ketiga bulan Juni ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. MyNeighborAlice (ALICE)

Analisis teknikal MyNeighborAlice (ALICE).

MyNeighborAlice (ALICE) adalah game berbasis blockchain dengan konsep pertanian dan pengembangan yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan token kripto dan NFT saat mereka bermain. Menariknya, token asli MyNeighborAlice (ALICE) sempat melonjak 60.000% dalam waktu 30 detik sejak terdaftar di Binance pada Maret 2021, dari $ 0,1 menjadi $ 60.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan ALICE kemungkinan besar akan bullish pada pekan ini. Sentimen positif datang dari perilisan full game yang kemungkinan akan diluncurkan pada 21 Juni mendatang.

“Token ALICE kemungkinan besar akan melonjak harganya akibat sentimen positif tentang perilisan full game pada 21 Juni 2022. Investor pemegang ALICE meng-hold untuk mendapat profit ketika game tersebut berhasil dirilis,” kata Afid.

Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya ALICE masih dapat bergerak menuju harga sekitar $ 2,4 atau naik 27% dari harga saat ini $ 1,93 dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat ALICE di CoinMarketCap pada Rabu (15/6) pukul 12.00 WIB adalah #308, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 60.710.481. Jumlah koin yang beredar 30.600.000 koin ALICE dan maksimal pasokan 100.000.000 koin ALICE.

2. Cardano (ADA)

Analisis teknikal Cardano (ADA).

Di tengah banyak aset kripto berkapitalisasi besar yang lesu saat bear market, Cardano (ADA) kemungkinan besar akan bersinar. Afid melihat ADA memiliki potensi bullish pasca Cardano meluncurkan alpha sidechain Ethereum Virtual Machine (EVM) pada 12 Juni lalu dan menambahkan bahwa sidechain saat ini tersedia di testnet.

“Peluncuran jaringan ini memungkinkan pengembang untuk membangun Solidity-based applications di Cardano. DApps yang kompatibel dengan EVM, dan token yang kompatibel dengan ERC20 akan mendapatkan banyak manfaat dari Cardano,” kata Afid.

Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar selama batas bawah pada $ 0,42 masih terjaga, ADA masih dapat bergerak menuju harga sekitar $ 0,54 atau naik 21% dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat ADA di CoinMarketCap pada Rabu (15/6) pukul 12.00 WIB adalah #7, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 15.465.112.475. Jumlah koin yang beredar 33.934.048.406 koin ADA dan maksimal pasokan 45.000.000.000 koin ADA.

Baca juga: Mengenal Kripto Paris Saint-German Fan Token (PSG) dan Beam (BEAM)

3. COTI (COTI)

Analisis teknikal COTI (COTI).

COTI adalah salah satu protokol blockchain pertama di dunia yang dioptimalkan untuk pembayaran terdesentralisasi. COTI menyediakan fungsionalitas sekuat Paypal dan Alipay, sekaligus memungkinkan perusahaan yang menggunakan dapat membuat aturan unik mereka sendiri dan akhirnya memiliki sistem pembayaran mandiri untuk menghemat waktu, data, dan uang.

Afid menjelaskan COTI memiliki peluang untuk bergerak ke arah positif pada Minggu ini karena peluncuran fitur Impermanent Loss Protection. Momen ini akan digunakan para investor untuk meningkatkan kepemilikan aset COTI. Harga COTI bisa naik 24% dari $ 0,0846 ke $ 0,1061.

“Peluncuran fitur Impermanent Loss Protection menandai pencapaian besar menjadi ekosistem keuangan generasi berikutnya. Peluncuran ini menawarkan peluang baru bagi pengguna platform CVI Finance untuk perlindungan kerugian dalam transaksi on-chain multi-rantai,” ungkapnya.

Peringkat COTI di CoinMarketCap pada Rabu (15/6) pukul 12.00 WIB adalah #173, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 92.358.944. Pasokan yang beredar 1.048.141.495 koin COTI dan maksimal pasokan 2.000.000.000 koin COTI.

4. Hedera (HBAR)

Analisis teknikal Hedera (HBAR).

Hedera Hashgraph adalah jaringan terdistribusi terdesentralisasi (decentralized distributed network) yang secara struktural memiliki diferensiasi dari blockchain Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), tetapi melakukan fungsi yang setara.

HBAR bertujuan untuk menyediakan platform yang stabil, efisien dan dapat dipercaya untuk aplikasi kelas perusahaan. Hedera didukung oleh governing council yang terdiri dari 39 organisasi dan perusahaan, seperti Google, Boeing, Deutsche Telekom, IBM, TATA Communications.

Afid melihat HBAR memiliki potensi bullish diakibatkan sentimen dari kabar kemitraan Hala Systems dan Starling Lab yang mengeluarkan Pengajuan Kriptografis Bukti Kejahatan Perang di Ukraina ke Pengadilan Kriminal Internasional.

“Kabar kemitraan tersebut membuat sentimen positif untuk token HBAR. Dari analisis teknikalnya nilai HBAR bisa melonjak hingga $ 0.0738 atau naik 21% dari harga $ 0,063,” kata Afid.

Peringkat HBAR di CoinMarketCap pada Rabu (15/6) pukul 12.00 WIB adalah #34, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 1.328.067.623. Pasokan yang beredar 21.084.776.584 koin HBAR dan maksimal pasokan 50.000.000.000 koin HBAR.

5. IOST (IOST)

Analisis teknikal IOST (IOST).

IOST adalah platform aplikasi blockchain yang dapat diskalakan, aman, dan terdesentralisasi. Infrastruktur TPS tinggi, terukur, dan aman memberikan kemungkinan tak terbatas bagi pengembang untuk membuat, berinovasi, dan membangun ide-ide besar berikutnya.

Afid melihat IOST kemungkinan besar akan bullish pada pekan ini. Sentimen positif datang dari kemitraan yang dijalin oleh IOST dengan DeNet untuk mempromosikan pengembangan Web3. Harga IOST bisa naik 12% dari $ 0,1250 ke $ 0,1417.

“IOST akan bekerja sama dengan DeNet dan berusaha untuk mengintegrasikan aplikasi on-chain IOST ke Web3.0 secara efisien, serta memanfaatkan solusi pertumbuhan pemasarannya. Investor pemegang token IOST senang dengan kemitraan ini,” kata Afid.

Peringkat IOST di CoinMarketCap pada Rabu (15/6) pukul 12.00 WIB adalah #103, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 242.463.076. Pasokan yang beredar 18.588.745.668 koin IOST dan maksimal pasokan 90.000.000.000 koin IOST.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. UMA (UMA)

Analisis teknikal UMA (UMA).

UMA atau Universal Market Access adalah protokol untuk pembuatan aset synthetic berdasarkan blockchain Ethereum. UMA secara khusus memungkinkan penggunanya untuk merancang dan membuat kontrak keuangan yang dijalankan sendiri dan ditegakkan sendiri yang dijamin dengan insentif ekonomi dan menjalankannya di blockchain Ethereum.

Menurut Afid, UMA dapat tenggelam di bawah dukungan utamanya untuk mendekati titik rendah. Dari analisis teknikal UMA mungkinkan akan alami penurunan sekitar 13 persen. 

“UMA sudah dalam kondisi hampir 100 persen overbought, sehingga investor disarankan untuk waspada karena harga sewaktu-waktu bisa menukik ke bawah alias turun. UMA bisa turun 26% dari harga $ 2,6 ke $ 1,9 dalam waktu dekat,” kata Afid.

Peringkat UMA di CoinMarketCap pada Rabu (15/6) pukul 12.00 WIB adalah #125, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 173.258.195. Pasokan yang beredar 66.968.713 koin UMA dan maksimal pasokan 101.172.570 koin UMA.

Baca juga: Peningkatan Suku Bunga Fed Diisukan Segera Datang, Ini Dampak ke Bitcoin

2. SKALE Network (SKL)

Analisis teknikal SKALE Network (SKL).

SKALE Network adalah sebuah solusi penskalaan Layer-2 yang mampu menciptakan lingkungan sidechain untuk mengurangi kemacetan di jaringan Ethereum. Afid menjelaskan SKL akan masuk fase bearish dalam waktu dekat.

“Pergerakan SKL akan bearish pada pekan ini. Hal tersebut terlihat dari analisis teknikalnya, SKL sudah membentuk pola reserve cup and handle sebagai sinyal bearish. Penurunan SKL bisa sampai $ 0,0467 atau sekitar 15% dari harga $ 0,0556,” kata Afid.

Peringkat SKL di CoinMarketCap pada Rabu (15/6) pukul 12.00 WIB adalah #115, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 196.412.740. Pasokan yang beredar 3.530.852.671 koin SKL dan maksimal pasokan 7.000.000.000 koin SKL.

3. Kyber Network Crystal v2 (KNC)

Analisis teknikal Kyber Network Crystal v2 (KNC).

Setelah sempat reli bullish pada pekan lalu, kini Kyber Network Crystal v2 (KNC) harus terkoreksi dengan penurunan nilai yang cukup signifikan. Menurut Afid, KNC akan berpotensi bearish, karena sudah overbought dengan kenaikan harga yang tinggi sebelumnya. 

“Pelaku pasar tampaknya sudah jenuh dengan KNC. Analisis teknikal KNC menunjukan nilai KNC bisa turun dari harga batas bawahnya $ 1,485 ke $ 1,139 atau turun 20%,” tutur Afid.

Peringkat KNC di CoinMarketCap pada Rabu (15/6) pukul 12.00 WIB adalah #100, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 251.714.769. Pasokan yang beredar 177.809.350 koin KNC dan maksimal pasokan tidak tersedia.

4. Litecoin (LTC)

Analisis teknikal Litecoin (LTC).

Litecoin adalah aset kripto yang di buat pada tahun 2011 dan software open source di bawah lisensi MIT/X11. Litecoin bisa dibilang aset kripto turunan Bitcoin Core QT yang berarti semua yang ada di dalam Litecoin tidak berbeda jauh dengan Bitcoin.

Litecoin masuk fase bearsih karena sentimen negatif dari aksi Bithumb dan Upbit yang delisting LTC karena protokol baru yang dirilis. Litecoin melakukan upgrade MimbleWimble Extension Blocks yang tidak sesuai dengan peraturan AML (anti pencucian uang) Korea Selatan. 

“Akibat delisting tersebut nilai LTC terus anjlok. Diperkirakan harga LTC bisa menyentuh $ 35,8 atau turun 17 dari $ 43,83 dalam beberapa waktu ke depan,” jelas Afid.

Peringkat LTC di CoinMarketCap pada Rabu (15/6) pukul 12.00 WIB adalah #20, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 3.101.362.083. Pasokan yang beredar 70.506.969 koin LTC dan maksimal pasokan 84.000.000 koin LTC.

Baca juga: CEO MicroStrategy Tepis Isu Margin Call saat Bitcoin Anjlok ke US$ 21.000

5. TRON (TRX)

Analisis teknikal TRON (TRX).

Tron merupakan platform terdesentralisasi berbasis blockchain yang bertujuan untuk membangun sistem hiburan konten digital global gratis dengan teknologi penyimpanan yang terdistribusi. Jaringan Tron menggunakan aset kriptonya sendiri yang disebut Tron (TRX).

Menurut Afid, TRX tidak lepas dari kondisi penurunan harga kripto akhir-akhir ini dipicu oleh rencana The Fed yang akan bakal menaikkan suku bunga dan memperketat kondisi moneter. “Dari analisis teknikal, penurunan TRX bisa mencapai 16% dari harga $ 0,05349 menuju $ 0,04616,” ungkapnya.

Peringkat TRX di CoinMarketCap pada Rabu (15/6) pukul 12.00 WIB adalah #26, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 6.059.421.993. Pasokan yang beredar 101.801.366.578 koin TRX dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Disclaimer

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com