All posts by 22

NFT Jadi Ruang Ekspresi Seniman Perempuan Maksimalkan Karyanya

Dunia non-fungible token (NFT) tidak hanya sekadar dikuasai oleh laki-laki. Perempuan juga membuat gelombang pertumbuhan secara signifikan di dunia aset digital tersebut.

Banyak kreator, kolektor, dan inovator teknologi perempuan yang menjadikan NFT dapat diakses dan inklusif untuk semua. Misalnya, Devita Krisanti, seorang seniman perempuan yang juga NFT creator, sangat bersemangat memasuki dunia NFT dan berhasil menciptakan karya yang memukau dan cukup mencuri perhatian.

“Dunia NFT itu walau didominasi oleh kreator laki-laki, tetapi mereka welcome with us (perempuan). Satu yang membedakan perempuan itu buat something (karya) consider-nya berbeda-beda. Perempuan buat yang mereka suka dan put feeling. Itu malah yang jadi sesuatu yang unik, part of us, itu yang buat kita berbeda dan menarik. Jadi keep doing it,” kata Devita dalam Instagram Live bersama Tokocrypto, Senin (7/3).

Berkarya di NFT Tak Sekadar Cuan

Lebih lanjut, Devita mengungkap bahwa NFT sebenarnya bisa menjadi ruang untuk seniman perempuan berekspresi dengan bebas, sekaligus mendapatkan keuntungan secara bersamaan. Ia sendiri pun mengakui belajar memulai NFT dari sekadar menonton video tutorial di YouTube dan mulai serius untuk mendalaminya.

“Jadi sebenarnya ini kaya platform kita itu mengekspresikan diri juga sih. Jadi enggak secara langsung looking for cuan-cuan, no. kita ingin tahu seberapa kita bisa push karya seni kita di luar sana melalui NFT. Ketemu NFT, jadi something yang aku relate dan paham bisa dijadikan investasi,” ujar perempuan yang aktif bikin komik di platform Webtoon.

Senada dengan Devita, Thelvia Vennieta, Head of TokoMall, juga menjelaskan NFT bisa menjadi tempat berkarya, namun secara bersamaan juga sebagai investasi. Terlebih di era digital, perkembangan NFT akan semakin tumbuh subur dan tidak hanya sekadar tren yang akan pudar.

Baca juga: 5 Perempuan Hebat di Balik Industri Teknologi Blockchain Indonesia

TokoMall Bantu Kreator Lokal Bikin NFT

Thelvia menjelaskan saat ini pertumbuhan NFT, terlebih di Indonesia masih dalam tahap early stage. Para penggiat NFT masih memberikan awareness ke masyarakat tentang konsep dan keuntungan dari aset digital tersebut.

“Saat ini masih pada tahap awareness atau belajar, masih awal dan perlu strategis untuk mencari peluang. Selama ada faktor exclusivity, community, ada faktor value dari karya seni, nantinya bukan sekadar tren lagi, tapi adoption untuk kebutuhan sehari-hari ke depannya,” ungkap Thelvia.

Ilustrasi pameran karya NFT.

Ilustrasi pameran karya NFT. Foto: Bloomberg.

Berangkat dari proses pembelajaran, TokoMall, pelopor NFT marketplace di Indonesia punya visi untuk memajukan industri dengan menggandengn kreator-kreator lokal. Tak sekadar marketplace, TokoMall juga melakukan empower dari sisi edukasi dan men-support kreator lokal untuk memaksimalkan karya mereka.

“Dunia NFT masih baru, teruslah belajar. Terus “haus” akan hal-hal baru, apalagi yang bisa kita bikin kamu gunakan dalam berkarya. Kalian yang tekun dan terus berkarya, saya yakin akan menemukan jalan yang diharapkan,” pungkas Thelvia.

Baca juga: Perempuan Semakin Tertarik Investasi Kripto, tapi Minim Ilmu





Sumber : news.tokocrypto.com

Survei: Orang Punya Aset Kripto dan NFT Lebih Gampang Dapat Pacar

Di tengah pandemi, mencari pasangan kencan atau pacar memang jauh lebih sulit. Namun, ada saran yang yang bisa diikuti dari hasil sebuah survei yang mungkin bisa menjadi angin segar untuk cepat mendapatkan pasangan, yaitu punya aset kripto.

Menurut laporan CNBC, banyak laki-laki dan perempuan lajang mengarahkan pandangan mereka pada pasangan yang tidak hanya stabil secara finansial tetapi juga cerdas, terutama dalam hal memiliki aset digital atau kripto. Survei yang dilakukan oleh eToro, platform trading kripto menyebutkan hal demikian.

Metode Survei eToro

Survei eToro ini mewawancarai 2.000 responden yang semuanya tinggal di Amerika Serikat. Artinya, belum tentu sikap yang sama ditunjukkan oleh responden dari budaya dan negara berbeda.

Ilustrasi orang lajang bisa cepata dapat pacar, jika punya aset kripto. Foto: Piqsels.

Ilustrasi orang lajang bisa cepata dapat pacar, jika punya aset kripto. Foto: Piqsels.

Baca juga: Jurus Memulai Investasi Layaknya Pacaran & Menikah ala Aliyah Natasya

Selain itu, eToro juga tidak menjelaskan detail, berapa persen responden yang mereka survei merupakan orang awam yang sama sekali belum pernah terlibat investasi kripto. Sebab, kalau dilihat dari jawabannya, responden mereka kayaknya sih tipe-tipe yang sudah familiar sama dunia kripto.

Punya Bitcoin dan NFT Bisa Cepat Dapat Pacar

Dalam survei yang bekerja sama dengan Appinio, sebuah lembaga riset pasar tersebut menghasilkan tiga dari empat responden tertarik untuk melanjutkan kencan dengan pasangan yang bisa membayar biaya kencan mereka menggunakan Bitcoin. BTC memang masih menjadi aset kripto yang populer saat ini.

Aset digital lainnya, NFT, juga diinginkan. Hampir 20% lajang akan lebih tertarik pada orang yang secara romantis, menetapkan NFT sebagai gambar profil di platform dating apps atau situs kencan, menurut eToro.

Sekarang, 16% orang Amerika mengatakan bahwa mereka secara pribadi telah berinvestasi, memperdagangkan, atau menggunakan aset kripto, menurut survei oleh Pew Research Center.

Ilustrasi orang lajang bisa cepata dapat pacar, jika punya aset kripto. Foto: Piqsels.

Ilustrasi orang lajang bisa cepata dapat pacar, jika punya aset kripto. Foto: Piqsels.

Baca juga: Trader Kripto Dibayangi Masalah Kesehatan Mental, Ini Cara Cegahnya

Aset Kripto dan NFT Terus Tumbuh

Untuk orang dewasa berusia antara 18 hingga 29 tahun, angka itu melonjak menjadi 31%, menurut temuan Pew. Pria juga sekitar dua kali lebih mungkin dibandingkan wanita untuk mengatakan bahwa mereka pernah menggunakan aset kripto, perbandingannya 22% dengan 10%.

Saat kencan menjadi semakin digital, memamerkan investasi dalam aset mungkin bisa menjadi tren ke depannya. Aset kripto bisa menjadi investasi yang berharga ke depannya, terlepas dari apakah itu memberi bisa membuat investor mendapatkan pacar atau tidak.



Sumber : news.tokocrypto.com

Perempuan Semakin Tertarik Investasi Kripto, tapi Minim Ilmu

Sebuah survei dari BlockFi mencatat perempuan semakin tertarik menjadi investor aset kripto dan teknologi blockchain, namun masih ada kesenjangan pengetahuan yang signifikan dalam hal topik tersebut.

BlockFi mencatat bahwa panel survei melakukan penelitian pada 28 Januari 2022, dan termasuk 1.031 wanita Amerika Serikat yang mengidentifikasi antara usia 18 dan 65 tahun. Survei fokus pada perubahan sikap perempuan terhadap aset kripto dan blockchain.

Dilansir Cointelegraphhasil survei menemukan 92% perempuan yang disurvei telah mendengar tentang kripto, dengan hampir satu dari empat (24%) sudah memilikinya. Sebaliknya, 80% masih merasa sulit untuk memahami dan 72% percaya bahwa berinvestasi terlalu berisiko.

Ilustrasi perempuan pandai investasi.

Ilustrasi perempuan pandai investasi.

Baca juga: 5 Perempuan Hebat di Balik Industri Teknologi Blockchain Indonesia

Adopsi Kripto Bagi Kalangan Perempuan Masih Rendah

Menurut penelitian, lebih dari sepertiga wanita berniat untuk membeli aset kripto pada tahun 2022, dengan 60% responden mengatakan mereka akan membeli aset digital tersebut dalam tiga bulan ke depan.

Studi ini menunjukkan bahwa sementara adopsi aset kripto yang lebih luas masih rendah, mayoritas perempuan membeli dan HODLing. Ada 70% responden adalah HODLers, yang telah memperoleh aset tetapi tidak pernah menjualnya.

Pada tahun 2022, pasar crypto telah melihat banyak volatilitas. Namun, kepercayaan perempuan dalam investasi kripto jangka panjang tidak tergoyahkan, dengan sebagian besar mereka membeli Bitcoin (BTC) 71%, Dogecoin (DOGE) 42%, dan Ethereum (ETH) 18%.

Ilustrasi investasi aset kripto yang aman dan cuan.

Ilustrasi investasi aset kripto yang aman dan cuan.

Baca juga: Jurus Memulai Investasi Layaknya Pacaran & Menikah ala Aliyah Natasya

Kesetaraan Gender di Industri Kripto dan Blockchain

Sebuah penelitian pada tahun 2021 lalu, mengungkapkan bahwa kesetaraan gender di industri kripto dan blockchain masih jauh. Menurut Laporan “April 2021 Global Gender Gap Report” oleh World Economic Forum, dibutuhkan hampir 135,6 tahun untuk menutup kesenjangan gender sebagai akibat dari pandemi COVID-19.

Namun, ini tidak menghalangi para perempuan, yang menggunakan teknologi blockchain dan kripto untuk mengatasi berbagai masalah sosial. Seperti dilansir Cointelegraph, sebuah penelitian yang diterbitkan pada Desember 2021, menemukan bahwa jumlah perempuan Australia yang berinvestasi dalam kripto meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

Sebuah survei baru-baru ini oleh KuCoin menunjukkan distribusi yang lebih merata antara pengguna kripto laki-laki dan perempuan di Turki. KuCoin menemukan bahwa investor perempuan di Turki menyumbang 47% investor dan 63% crypto-curious.

Baca juga: Kiat Perempuan Memulai Investasi Aset Kripto agar Mandiri Finansial



Sumber : news.tokocrypto.com

5 Perempuan Hebat di Balik Industri Teknologi Blockchain Indonesia

Blockchain adalah teknologi paling mutakhir saat ini dan sedang menjadi pembahasan di banyak tempat seluruh dunia. Namun, industri blockchain masih saja didominasi oleh kaum laki-laki, perempuan hanya menempati porsi kecil, sama halnya dengan sektor teknologi lain.

Meski begitu, seiring waktu kehadiran perempuan di dunia teknologi blockchain mulai meningkat. Persepsi maskulinitas di dunia desentralisasi mulai berubah.

Belakangan, kaum hawa kini terus berupaya menempatkan sudut pandang blockchain di segmen dan pasar yang sangat aksesibel untuk perempuan lainnya. Mereka membuat komunitas atau bahkan project dengan konsep women support women.

“Adanya teknologi blockchain mampu membuat perempuan merasakan inklusi keuangan, mengurangi kemiskinan, meningkatkan pendidikan dan secara keseluruhan berdampak kepada kehidupan rumah tangga,” kata Kristin Boggiano, Co-Founder of CrossTower dikutip Cointelegraph.

Selain Boggiano, ada perempuan berpengaruh lainnya di dunia blockchain, mulai dari Laura Shin, Lily Katz, Kristina Lucrezia Corner hingga Rachel Wolfson. Mereka punya peran masing-masing dalam memajukan industri blockchain. Lalu, bagaimana dengan Indonesia?

Jangan salah, ada beberapa perempuan hebat di Indonesia yang sudah lama mendalami dunia blockchain dan berkiprah di bidangnya masing-masing. Penasaran siapa saja? Simak terus daftarnya di bawah ini.

Pandu Sastrowardoyo

Pandu Sastrowardoyo, CEO Decentralized Bio Network (Debio.network). Foto: Dok. Angin.

Pandu Sastrowardoyo, CEO Decentralized Bio Network (Debio.network). Foto: Dok. Angin.

Bicara sosok perempuan Indonesia di dunia blockchain, tidak bisa menyebut nama Pandu Sastrowardoyo. Perempuan kelahiran tahun 1938 ini, sudah memberikan edukasi dan advokasi mengenai industri blockchain.

Pandu merupakan alumni dari Jurusan Teknik Lingkungan FTSL ITB, tetapi tidak membuatnya terpaku pada pekerjaan sebagai lulusan Teknik Lingkungan. Ia memilih fokus di bidang Blockchain.

Pandu sendiri sudah mendirikan perusahaan konsultasi, Blockcain Zoo sudah punya banyak klien baik dari dalam dan luar negeri, seperti FidentiaX dan Tokenomy. Ia juga tercatat sebagai Founder & CEO Decentralized Bio Network (Debio.network), platform anonim pertama untuk data medis dan bioinformatika.

Selain aktif mengembangkan bisnis di industri blockchian, Pandu juga aktif dalam berorganisasi. Ia saat ini menjabat sebagai Supervisory Board di Asosiasi Blockchain Indonesia.

Baca juga: Dunia Blockchain, Kripto dan NFT Bisa Jadi Tempat Ramah Perempuan

Merlina Li

Merlina Li, salah satu pendiri Indonesia Blockchain Network (IBN). Foto: Dok. Angin.

Merlina Li, salah satu pendiri Indonesia Blockchain Network (IBN). Foto: Dok. Angin.

Merlina Li adalah salah satu pendiri Indonesia Blockchain Network (IBN), sebuah komunitas kolektif yang berisikan para penggiat Blockchain. Melalui IBN, Merlina ingin mengedukasi masyarakat Indonesia tentang blockchain, menghilangkan penipuan dari industri ini.

Perempuan yang pernah menjabat sebagai salah satu manajer proyek wanita pertama di tim Gojek ini, mengakui sudah tertarik pada dunia teknologi sejak kuliah. Menurut Merlina, Indonesia adalah tempat yang baik bagi blockchain untuk berkembang.

“Sebenarnya, beberapa orang Indonesia lebih berpikiran terbuka untuk menerima teknologi baru, jadi saya pikir blockchain dapat berkembang dengan cara yang akan lebih membantu mereka,” kata Merlina dikutip Angin.

“Dalam cryptocurrency, wanita dapat langsung terjun, dan kemudian mulai belajar langkah demi langkah tentang teknologi, tentang cara kerja dasar-dasarnya. Saya pikir apa yang mereka butuhkan di industri blockchain adalah keterbukaan pikiran. Karena jika mereka tidak berpikiran terbuka, maka akan sulit untuk memulai di industri apa pun.”

 

Asih Karnengsih

Asih Karnengsih, Ketua Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI).

Asih Karnengsih, Ketua Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI). Foto: Dok. Asosiasi Blockchain Indonesia.

Asih Karnengsih adalah Ketua Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI). Ia mengemban tugas yang besar untuk menghubungkan pelaku industri blockchain dengan pemerintah melalui ABI.

Asosiasi Blockchain Indonesia mempunyai tujuan untuk menggalang dan mengorganisir pelaku usaha teknologi Blockchain dalam menciptakan lingkungan berusaha yang berkualitas yang memacu pemahaman, pemanfaatan, kemajuan serta daya saing teknologi Blockchain, dalam kaitannya dengan revolusi industry 4.0, baik pada tataran nasional maupun internasional.

Di bawah kepemimpinan Asih, ABI akan menjadi wadah sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha terkait teknologi Blockchain dan revolusi industry 4.0, sehingga didapatkan pemahaman dan pemanfaatan yang optimal.

Selain itu akan mendorong kajian, rumusan dan advokasi kebijakan kepada institusi pemerintah maupun non pemerintah untuk terciptanya sistem regulasi yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan teknologi Blockchain Indonesia yang berdaya saing tinggi.

Baca juga: Investasi Aset Kripto Bisa Jadi Passive Income untuk Perempuan

Irene Umar

Irene Umar, Co-founder dan Indonesia Country Manager of Yield Guild Games South East Asia (YGGSEA).

Irene Umar, Co-founder dan Indonesia Country Manager of Yield Guild Games South East Asia (YGGSEA). Foto: Dok. YGGSEA.

Irene Umar merupakan Co-founder dan Indonesia Country Manager of Yield Guild Games South East Asia (YGGSEA). Bagi kamu yang belum tahu YGGSEA, ini merupakan bagian dari Yield Guild Games, organisasi otonom terdesentralisasi (DAO) yang berdiri pada Juli 2021.

YGGSEA fokus pada pengembangan game online play-to-earn dan berbasis blockchain. Sementara ini YGGSEA fokus pada industri game di Indonesia, Vietnam, Singapura, dan Thailand sebelum menyasar negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Misi YGGSEA, yang merupakan anggota pendiri Asia Blockchain Gaming Alliance, adalah menciptakan ekonomi virtual play-to-earn terbesar, sehingga memungkinkan pemain mendapatkan aset atau item digital untuk diperdagangkan.

Baca juga: Jurus Memulai Investasi Layaknya Pacaran & Menikah ala Aliyah Natasya

Mutia Rachmi

Mutia Rachmi, CEO Rantai Oxygen Indonesia (ROXI). Foto: Instagram.

Mutia Rachmi, CEO Rantai Oxygen Indonesia (ROXI). Foto: Instagram.

Mutia Rachmi adalah seorang professional di bidang pengembangan bisnis model blockchain. Kini, ia merupakan CEO Rantai Oxygen Indonesia (ROXI), perusahaan teknologi yang memanfaatkan blockchain sebagai sistem untuk mendukung mitigasi emisi dan membawa nilai ekonomi untuk mempercepat pembangunan berkelanjutan.

Sebelum menjadi CEO ROXI, Mutia berkarier di salah satu perusahaan telekomunikasi Indonesia dengan posisi terakhir sebagai pimpinan dari Squad Blockchain Financial and Services. Perkenalan Mutia dengan teknologi blockchain terjadi tepat setelah dirinya menyelesaikan pendidikan pasca sarjana di tahun 2016 di Institut Teknologi Bandung.

Saat Mutia melakukan riset di India, ia mengikuti berbagai kursus dan seminar yang memperkaya wawasannya dalam bidang teknologi blockchain dan aset kripto. Pengalamannya semakin kuat saat Mutia bekerja pada perusahaan blockchain di Singapura dan Malaysia. Termasuk potensi memanfaatkan teknologi blockchain untuk kepentingan penanganan lingkungan hidup.

Baca juga: Kiat Perempuan Memulai Investasi Aset Kripto agar Mandiri Finansial



Sumber : news.tokocrypto.com

Trader Kripto Dibayangi Masalah Kesehatan Mental, Ini Cara Cegahnya

Investasi maupun trading aset kripto memang kerap membawa kecemasan. Apalagi, pergerakan nilai dari kripto ini terbilang volatil dibandingkan instrumen investasi lainnya.

Kecemasan yang muncul dari investasi maupun trading kripto berpotensi menyebabkan masalah kejiwaan serius. Selain itu, situasi isolasi dan kecemasan terkait pandemi, ditambah pasar kripto yang bergejolak, memperburuk masalah ini.

Menurut laporan Business Insider, beberapa terapis kejiwaan melihat ada peningkatan permintaan klien yang mencari bantuan untuk mengurangi kecanduan membeli dan menjual aset kripto dan masalah kesehatan mental.

Seorang terapis, Peter Klein yang berbasis di London, mengatakan banyak keluhan ada kecemasan dan keputusasaan tingkat tinggi tentang transaksi, terutama ketika pasar kripto yang bergejolak jatuh.

Ilustrasi investasi aset kripto.

Ilustrasi investasi aset kripto.

Baca juga: Kiat Perempuan Memulai Investasi Aset Kripto agar Mandiri Finansial

“Kebanyakan investor hanyalah orang biasa yang menguras seluruh uang tabungan mereka untuk bermain kripto. Mereka termakan realitas nyata yang tak seindah ekspektasi. Klaim investasi kripto bisa bikin orang cepat kaya dan bahagia hanyalah kebohongan belaka,” kata Klein dilansir Business Insider.

Lebih lanjut, Klein menduga para investor dan trader membutuhkan bantuannya karena permintaan yang meningkat dan kurangnya dukungan kesehatan mental di komunitas kripto.

Investor dan Trader Aset Kripto Sulit Cari Dukungan

Kecemasan dan kerapuhan jiwa yang terjadi membuat investor dan trader kripto mencari dukungan. Namun, terlepas dari tekanan hebat yang dialami sejumlah investor kripto, sulit bagi mereka untuk mencari dukungan atau bahkan menceritakan masalah mereka.

Forum-forum atau komunitas aset kripto di situs Reddit dan Twitter malah menganggap remeh masalahnya. Banyak orang yang mengeluarkan kata-kata yang bukan memberi dukung, tapi memandang sebelah mata, masalah yang dihadapi.

Dilansir Vice, ungkapan “Jangan jadi penakut, HODL (Hold on for Dear Life)” merupakan reaksi yang paling sering muncul saat orang berkeluh kesah. Dengan kata lain, jangan gampang menyerah setelah rugi, teruslah bertahan sampai harga naik lagi.

Ungkapan itu pung menjadi meme yang secara teratur beredar saat pasar jatuh, sebagai bagian pernyataan stres dan kerugian sudah menjadi risiko berinvestasi.

Ilustrasi investasi dan trading aset kripto.

Ilustrasi investasi dan trading aset kripto.

Baca juga: Investasi Aset Kripto Bisa Jadi Passive Income untuk Perempuan

Cara Cegah Anxiety saat Investasi dan Trading Aset Kripto

Kata “HODL” sering menjadi ungkapan penyemangat di kalangan pegiat aset kripto. Saat ini ungkapan itu banyak dikeluarkan oleh banyak investor guna menjaga kewarasan mereka selama berinvestasi.

Salah satu mencegah kecemasan yang timbul dari investasi dan trading aset kripto adalah sedini mungkin sebelum memulai pelajari manajemen risiko investasi. Hal ini penting karena investor dituntut memahami proses mengenal risiko apa saja yang terkandung dalam suatu aset investasi dan mengontrolnya dengan cara terbaik.

Tujuan akhirnya agar investor dapat membedakan risiko mana yang dapat dikendalikan dan mana yang tidak dapat dikendalikan, kemudian meminimalkan potensi risiko-risiko tersebut dalam portofolio aset. Manajemen keuangan juga penting dengan memisahkan dana pribadi untuk kebutuhan dan investasi.

Ketahui juga kamu apakah cocok dari investor saja untuk investasi jangka panjang, atau sebagai trader guna mencari keuntungan jangka pendek. Seorang trader dibutuhkan teknis khusus dan banyak pengalaman yang harus dipelajari untuk meraih hasil profit yang maksimal.

Baca juga: 3 Jenis Investasi Jangka Pendek yang Cocok untuk Pemula



Sumber : news.tokocrypto.com

10 Wanita yang Paling Berpengaruh di Dunia Crypto

Belakangan ini informasi terkait dengan Cryptocurrency sangat hangat menjadi sebuah perbincangan publik. Hal ini tentu tidak lepas dari kemajuan industry asen kripto yang kiat meningkat. Berbicara mengenai kripto, kita biasanya akan beranggapan bahwa industry ini dipenuhi oleh laki-laki. Industri ini memang sangat erat dengan kaum laki-laki mulai dari pembicara tentang kripto, pengguna hingga para trader-nya sekalipun. Dunia kripto memang di dominasi oleh kaum laki-laki sedangkan perempuan hanya memiliki proporsi sebesar 8,5% sedangkan kaum laki-laki memiliki proporsi 91,5%. Sangat jauh berbeda bukan?

Memang adanya kesenjangan angka di atas bisa menjadikan sebuah cerminan bahwa jumlah perempuan yang andil dalam dunia kripto sangatlah minim. Namun, bukan berarti kaum perempuan tidak memiliki andil besar dalam dunia ini. Bahkan di tahun 2020 kemarin, terdapat kenaikan angka pengguna kripto wanita yaitu sebesar 160% pada sebagian besar bursa kripto yang menduduki urutan teratas. Penasaran siapa saja nama-nama perempuan hebat yang berpengaruh dalam dunia ini? Yuk, simak 10 wanita yang paling berpengaruh di dunia Crypto!

Meltem Demirors

Perempuan pertama yang menduduki peringkat pertama sebagai wanita berpengaruh di dunia Crypto adalah Meltem Demirors. Demirors merupakan seorang Chief Strategy Officer CoinShares. CoinShares merupakan sebuah perusahaan jasa keuangan yang berlokasi di London dan New York. Fokus perusahaan ini adalah terletak pada asset alternative yang di mulai dengan menggunakan sebuah mata uang digital. Ia seringkali menyelenggarakan podcast mingguan serta konferensi Crypto Springs yang diadakan setiap tahun di Palm Springs. Ingin tahu keseharian Demirors? Kunjungi akun twitternya di @Melt_Dem.

Elizabeth Stark

Posisi kedua diisi oleh Elizabeth Stark. Ia adalah seorang pengusaha blockchain, pendidik sekaligus seorang advokat. Elizabeth ialah perempuan yang menjadi salah satu pendiri serta CEO Lightning Labs. Ini merupakan sebuah klien jaringan yang memiliki peran untuk meningkatkan serta mempercepat jaringan Bitcoin. Ia merupakan teman atau rekan dari Coin Center yaitu sebuah organisasi kebijakan mata uang digital terkemuka serta penasihat yang ada di Chia. Perusahaan ini merupakan sebuah perusahaan yang membangun protokol blockchain baru sehingga mudah untuk digunakan. 

Kathy Wood

Seorang CEO dan Chief Investment Officer yaitu Kathy Wood yang ada di ARK Inverst ini juga memiliki andil besar dalam dunia kripto loh. Ia memiliki fokus pada inovasi-inovasi yang mengganggu serta menawarkan sebuah solusi investasi kepada para investor yang mencari pertumbuhan jangan panjang di pasar public. Kathy yang menjadi Chief Investment Officer “CIO” serta sebagai Portfolio Manager ini memimpin sebuah pengembangan filosofi serta pendekatan investasi ARK. Selain itu, dia juga sudah lama menjadi pendukung dalam berbagai inovasi yang berbasis dengan Bitcoin serta blockchain. 

Lyn Alden

Berikutnya ada Lyn Alden yang merupakan OG Bitcoin serta sebagai pendiri dari Lyn Alden Investmen Strategy. Ia pernah melakukan penelitian tentang investasi dalam kurun waktu yang lebih dari 15 tahun yang ia lakukan di berbagai kapasitas public serta swasta. Ia memiliki latar belakang di dunia teknik serta keuangan dengan wawasan yang sangat luas tentang cryptocurrency

Caitling Long

Pemilik nama Caitlin Long ini adalah seorang ketua WyoHackaton yang merupakan sebuah acara perayaan blockchain yang digunakan oleh para pengembang, pengusaha serta berbagai perusahaan yang sudah mapan sekalipun. Wanita ini merupakan pendukung blockchain serta bitchoin sejak tahun 2012 silam. Jauh sebelum Crypto se-populer hari ini. Dulu sebelum ada di WyoHackaton, Long adalah salah satu pendiri Wyoming Blockchain Coalition.

Blythe Masters

Wanita yang berpengaruh di dunia Crypto selanjutnya adalah Blythe Masters yang merupakan seorang mantan CEO Digital Asset Holding. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan teknologi keuangan yang mengembangkan teknologi buku besar terdistribusi. Ini digunakan untuk layanan keuangan grosir. Masters ini merupakan banker Wall Street yang pertama dan cukup terkenal yang kemudian beralih ke sector blockchain. Ia juga menjadi Ketua Dewan Pengatur pada proyek Hyperledger open source Linux Foundation. Selain itu, ia juga menjabat sebagai dewan penasihat internasional dari Grup Santander serta salah satu anggota Dewan Penasihat Kamar Dagang Digital di Amerika Serikat. 

Galia Benartzi

Selanjutnya ada Galia Benartzi yang merupakan sebuah pengusaha teknologi serial serta salah satu pendiri Protokol Bancor. Ia juga merupakan salah satu pendiri atau CEO di Particle Code yaitu lintas platform yang mengotomatiskan proses porting pada pengembang perangkat lunak. 

Joyce Kim

Wanita ke-delapan yang berpengaruh pada dunia crypto ialah Joyce Kim yang merupakan salah satu pendiri sekaligus Direktur Eksekutif di Stellar.org. Ia juga menjadi pendiri simplehoney serta menjadi CEO Soompi. Kini dia juga merupakan Director’s Fellow di MIT Media Lab. 

Laura Shin

Di posisi sembilan, ada Laura Shin yang menjadi seorang jurnalis kripto serta blockchain. Kini, di dunia crypto ia sedang menuangkan ide, pemikiran serta hobi dan ketertarikannya untuk menulis buku tentang cryptocurrency.

Kathleen Breitman

Wanita ke-sepuluh adalah Kathleen Breitman yang merupakan salah satu pendiri Tezos. Yaitu sebuah platform kontrak pintar yang berbasis blockchain dengan mekanisme tata kelola on-chain. Ini digunakan untuk mengoordinasikan serta mendorong adanya peningkatan ke jaringan. 

Itulah informasi mengenai 10 wanita yang paling berpengaruh di dunia Crypto. Sekarang, bagaimana pendapatmu? Masihkah menganggap wanita tidak memiliki andil dalam dunia Crypto?



Sumber : news.tokocrypto.com

Investasi Aset Kripto Bisa Jadi Passive Income untuk Perempuan

Aset kripto kini menjadi salah satu pilihan alternatif investasi yang digemari masyarakat, termasuk di Indonesia. Tidak hanya laki-laki, perempuan pun sudah mulai banyak yang terjun ke dunia investasi kripto untuk mendapatkan passive income.

Salah satu perempuan yang melirik investasi aset kripto adalah aktris Nana Mirdad. Istri dari aktor Andrew White ini menjelaskan pada awal mula memulai investasi aset kripto ini tergolong sulit.

Menurut Nana, dunia aset kripto ini memiliki banyak perkembangan, oleh karena itu orang yang ingin serius di industri ini, termasuk perempuan harus up-to-date dan banyak belajar.

“Suamiku kebetulan main kripto. Aku senang belajar. dari awal dia main kripto, aku suka tanya-tanya. Terus lah aku mulai coba-coba. Sampai sekarang, aku terus belajar,” kata Nana dalam IG Live bersama Tokocrypto, Rabu (2/3).

Baca juga: 3 Jenis Investasi Jangka Pendek yang Cocok untuk Pemula

Nana menjelaskan seorang perempuan itu harus bisa menciptakan financial freedom untuk menggapai impiannya. Maka dari itu, soal tata kelola keuangan harus dimulai sejak dini. Menurut Nana, perempuan yang bisa mencapai mandiri finansial bisa menguntungkan semuanya, baik untuk dirinya sendiri ataupun keluarga.

“Aku itu selain investasi aset kripto, juga main properti dan suka nabung. Jadi aku berusaha untuk mencoba semuanya. kita sebagai perempuan di samping punya active income sendiri, penting juga punya passive income. Pemikiran akan masa depan terkadang membuat kita merasa cemas, we have to be smart with our money, sehingga kita semakin bersemangat dalam memenuhi kebutuhan tersebut,” jelas perempuan berusia 36 tahun ini.

Belajar Investasi Aset Kripto Pakai Aplikasi

Bagi para perempuan yang ingin memulai investasi aset kripto, Nana menyarankan untuk belajar dasarnya terlebih dahulu dan melakukan riset sebelum benar-benar terjun ke dalam industri. Salah satu saranan untuk belajar investasi aset kripto adalah melalui aplikasi Kriptoversity.

Kriptoversity adalah aplikasi edukasi yang diluncurkan oleh Tokocrypto pada tahun 2020 lalu. Kriptoversity telah menjadi aplikasi edukasi blockchain pertama di Indonesia dengan konsep learn & earn. Konsep ini membuat belajar lebih menarik dengan rewards aset kripto berupa TKO.

Ilustrasi Kriptoversity by Tokocrypto.

Ilustrasi Kriptoversity by Tokocrypto.

Baca juga: Dunia Blockchain, Kripto dan NFT Bisa Jadi Tempat Ramah Perempuan

“Jadi ada namanya aplikasi Kriptoversity, banyak yang tanya aplikasi ini sudah ada di iOS apa enggak? Ini sudah ada dan aku pakai juga untuk belajar. Ini karena sangat amat menarik, soalnya di Kriptoversity ini juga kita sambil belajar, bisa dapat TKO,” jelas Nana.

Aplikasi Kriptoversity sudah tersedia gratis di Google Play Store dan Apple Apps Store. Para pengguna Kriptoversity dapat memilih topik yang ingin dipelajari, mulai dari pengenalan terhadap teknologi blockchain, praktik blockchain, peer-to-Peer, hingga tentang proyek-proyek token/koin kripto.

Cara Aman Investasi Aset Kripto bagi Perempuan

Ada beragam cara untuk investasi yang aman di aset kripto. Head of Kriptoversity, Bika Pidada, menjelaskan Tokocrypto punya fitur TKO Lock yang bisa digunakan para perempuan untuk investasi aset kripto tak perlu ribet, namun cukup menghasilkan.

“Basicly, kita akan taruh TKO kita, jadi nge-lock TKO. Mungkin mirip kita, kaya menyimpan kripto dengan jarak waktu tertentu, bisa 30 hari, 60 hari atau 90 hari. Nanti kita akan dapat bunga nih dari capital yang sudah kita masukin. Jadi contoh kita simpan 100 TKO, ada reward 15%, nanti kita bisa dapat 115 TKO at the end. Which is ini sesuatu yang enggak terlalu risky,” ujar Bika saat IG Live bersama Nana Mirdad.

TKO sendiri adalah token aset kripto utilitas yang dibuat oleh Tokocrypto. TKO merupakan proyek kripto lokal Indonesia pertama yang beroperasi berdasarkan model token hybrid unik yang menggabungkan utilitas Centralized Finance (CeFi) dan Decentralized Finance (DeFi).

Ilustrasi TKO Lock.

Ilustrasi TKO Lock.

Baca juga: Pekerja Lepas di Argentina Bisa Digaji Bitcoin dan Ethereum

Program TKO Lock menawarkan cara mudah kepada para pengguna Tokocrypto mendapat hadiah atas kepemilikan TKO. Tanpa memerlukan peralatan dan kemampuan analisa yang dilakukan para penambang kripto.

Di mata Nana, seorang perempuan yang sukses itu harus memiliki keseimbangan dalam hidupnya. Mandiri finansial adalah salah satu bentuk kesuksesan yang bisa diraih perempuan, sehingga nantinya tak bergantung secara kepada orang lain.

“Perempuan yang sukses itu harus balance segala sesuatunya. Perempuan yang mengerti tujuannya apa, punya purpose dalam hidup. Dan bisa me-maintain itu semua dengan baik. Perempuan juga harus punya strong will, kita harus tahu kita maunya apa, tapi harus juga punya soft hard. Dan itu semua harus balance luar dan dalam,” pungkas Nana.





Sumber : news.tokocrypto.com

Kiat Perempuan Memulai Investasi Aset Kripto agar Mandiri Finansial

Investasi merupakan hal penting yang harus dilakukan untuk mencapai kesejahteraan keuangan. Tak sedikit yang menyebutkan kalau perempuan terbilang handal terkait urusan pengelolaan keuangan, namun jika bicara soal investasi, terlebih aset kripto sering terdengar adalah peran laki-laki.

Menurut laporan yang dirilis situs pembanding produk keuangan, Finder, pada Desember 2021, tercatat sekitar 51% laki-laki di Indonesia memiliki aset kripto dibandingkan dengan 49% perempuan. Sebenarnya angka ini telah meningkat dari survei sebelumnya pada Oktober 2021, tingkat kepemilikan kripto pada laki-laki capai 58% dan perempuan 42%.

Hasil survei Finder juga sejalan dengan pertumbuhan investor aset kripto di Tokocrypto. Pada akhir Desember 2021, terdapat sekitar 30% investor perempuan dibanding laki-laki yang mencapai kisaran 70%. Angka ini juga membukti investor perempuan mengalami tingkat pertumbuhan yang signifikan.

VP Corporate Communication Tokocrypto, Rieka Handayani, mengatakan partisipasi perempuan di investasi aset kripto, tak dimungkiri masih tergolong rendah dibandingkan laki-laki. Faktanya, perempuan punya kemampuan yang handal dalam pengelolaan keuangan dan sekaligus bisa #SiapLebih jago berinvestasi.

“Dalam hal pengelolaan keuangan, perempuan terhitung mahir melakukannya. Bahkan, seringkali, perempuan mendapatkan julukan ‘Menteri Keuangan’ dalam sebuah keluarga. Kemampuan berinvestasi juga bisa menjadi cara untuk menjadi perempuan yang independen dan mandiri secara finansial. Perempuan bisa menjadi penyelamat keuangan sebuah keluarga atau bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri,” kata Rieka.

Ilustrasi perempuan pandai investasi.

Ilustrasi perempuan pandai investasi.

Baca juga: Investasi Aset Kripto Bisa Jadi Passive Income untuk Perempuan

Untuk memulai investasi, perempuan bisa melirik instrumen aset kripto. Alasannya instrumen ini menjadi pilihan investasi dengan anggaran yang tidak terlalu besar serta mudah di akses. Investasi aset kripto memiliki tingkat risiko yang rendah sampai yang paling tinggi, investor tinggal menyesuaikan dengan profil risiko masing-masing.

4 Hal yang Harus Perempuan Ketahui Sebelum Mulai Investasi Aset Kripto

Perempuan saat ini memiliki potensi penghasilan yang luar biasa. Salah satu sumber pendapatan bisa melalui investasi aset kripto. Oleh karena itu penting bagi perempuan untuk memulai investasi dan baiknya perhatikan terlebih dahulu beberapa hal berikut ini.

1. Mulai sedini mungkin

Aset kripto merupakan instrumen investasi yang masih tergolong baru. Maka, dari itu peluang untuk mendapatkan profit yang lebih baik bisa diraih dengan mulai investasi sedini mungkin.

Bagi perempuan yang ingin memulai investasi, tidak harus memikirkan batas gaji atau menunggu punya karir yang mapan dan sudah menikah. Investasi merupakan rencana jangka panjang, yang hasilnya baru dapat dinikmati dalam jangka waktu tertentu. Jadi memulainya lebih dini dapat menjadi langkah yang tepat.

2. Tentukan tujuan investasi

Perempuan sering kali ragu dalam memulai investasi, karena kurangnya rasa percaya diri. Namun ini bisa dihindari dengan menentukan tujuan atau goal yang jelas. 

Investor harus paham untuk apa melakukan investasi, apa saja tujuan yang ingin dicapai. Jika tujuan sudah terinci dengan jelas, maka kepercayaan diri untuk berinvestasi pun lebih matang. Seperti, menabung biaya pendidikan anak, atau mungkin untuk dana.

Ilustrasi FOMO di investasi aset kripto.

Ilustrasi FOMO di investasi aset kripto.

Baca juga: Dunia Blockchain, Kripto dan NFT Bisa Jadi Tempat Ramah Perempuan

3. Selalu belajar

Seperti diketahui aset kripto adalah salah satu instrumen investasi yang memiliki risiko yang tinggi, namun imbal hasil yang baik (high risk, high return). Maka dari itu, untuk memulai investasi, investor perempuan harus paham terlebih dahulu faktor risikonya dan cara menghindari kerugian.

Jenis aset kripto yang dipilih bisa disesuaikan dengan karakter investor apakah seorang high-risk, medium-risk atau low-risk. Jika kita kurang berani untuk mengambil risiko rugi, bisa memilih aset kripto dengan kapitalisasi besar atau stablecoin yang cenderung tidak terlalu volatil.

4. Gunakan platform yang tepat

Investor perempuan bisa memilih berbagai platform investasi aset kripto yang resmi terdaftar di Bappebti, salah satunya Tokocrypto. Dengan memilih platform exchange atau pedagang aset kripto yang tepat, bisa memberikan rasa aman dan nyaman. Tokocrypto juga memiliki berbagai inisiatif untuk sarana edukasi untuk para investor pemula.

“Aset kripto bisa jadi pilihan investasi yang cocok bagi perempuan, karena tak memerlukan anggaran yang terlalu besar untuk memulai serta mudah di akses. Investasi aset kripto di Tokocrypto bisa dimulai dari modal Rp 50.000. Trading fee paling murah yaitu 0,1 persen. Serta, biaya tarikan dana atau withdraw tidak lebih dari Rp 5.500,” jelas Rieka.

Ilustrasi perempuan pandai investasi aset kripto.

Ilustrasi perempuan pandai investasi aset kripto.

Baca juga: Pekerja Lepas di Argentina Bisa Digaji Bitcoin dan Ethereum

Guna meningkatkan partisipasi perempuan di investasi aset kripto dan dalam rangka momen International Women’s Day 2022, Tokocrypto menyelenggarakan program Perempuan #SiapLebih dengan berbagai keuntungan. Para investor kripto perempuan bisa mengikuti Trading Competition dengan total hadiah lebih dari Rp 100.000.000 selama periode mulai 1 Maret 2022 10.00 WIB hingga 15 Maret 2022 23.59 WIB.

Selain itu, selaras dengan semangat women support women, bagi investor perempuan yang baru bergabung menjadi nasabah Tokocrypto dan telah menyelesaikan proses Know Your Customer (KYC) bisa mendapatkan aset kripto gratis berupa, token TKO. Periode program ini berlaku mulai 1-31 Maret 2022.

Semua program Perempuan #SiapLebih dari Tokocrypto selengkapnya bisa simak di sini. Download aplikasi Tokocrypto di Google Play Store dan Apple Store Apps.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kemenparekraf Percaya Kripto dan NFT Bisa Dorong Ekonomi Kreatif RI

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyakini aset kripto dan non-fungible token (NFT) memiliki potensi besar dalam mendorong nilai ekonomi industri kreatif Indonesia di tengah era digital.

Deputi Industri dan Investasi Kemenparekraf, Fadjar Utomo, mengatakan saat ini kehadiran aset kripto dan NFT disikapi secara skeptis oleh berbagai pihak. Bahkan, pada forum negara-negara G-20, aset kripto masuk ke dalam salah satu bahasan pokok dalam tema ekonomi digital secara global.

“Terdapat beberapa faktor pemicu respon negatif terhadap kehadiran aset kripto tersebut. Misalnya, saat ini, di Indonesia sendiri tengah ramai terkuak berbagai kasus penipuan investasi berbasis platform digital,” kata Fadjar melalui keterangan tertulis.

Faktor Aset Kripto dan NFT Dipandang skeptis

Lebih lanjut, Fadjar menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan kripto mendapatkan respon skeptis atau negatif. Ia mencontohkan saat ini, di Indonesia tengah ramai terkuak berbagai kasus penipuan investasi berbasis platform digital.

Ilustrasi kreator NFT.

Ilustrasi kreator NFT.

Baca juga: Dunia Blockchain, Kripto dan NFT Bisa Jadi Tempat Ramah Perempuan

“Maraknya kasus penipuan investasi dan berkedok perdagangan kripto yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab tersebut yang terkadang memanfaatkan influencer atau publik figur. Sedangkan, penindakan dan pemantauan terhadap modus-modus penipuan investasi digital masih sangat terbatas,” ungkapnya.

Faktor lainnya, secara intrinsik aset kripto dikenal sebagai opsi investasi yang memiliki volatilitas tinggi. Hal tersebut pun membuat rentan posisi aset kripto sebagai instrumen investasi yang disalahartikan banyak kalangan.

Di sisi lain, makna kripto juga masih banyak dianggap sebagai mata uang digital oleh sebagian besar masyarakat, sehingga dipandang akan menggantikan mata uang fiat, yakni Rupiah. Hal tersebut menimbulkan asumsi terhadap aset kripto yang disebut dapat berpotensi mengganggu stabilitas keuangan dan sistem moneter.

Potensi Besar Aset Kripto dan NFT Bagi Ekonomi Kreatif

Di Indonesia, aset kripto secara resmi diterima sebagai salah satu instrumen investasi perdagangan berjangka, selayaknya komoditas perdagangan berjangka, bukan sebagai alat pembayaran yang diatur Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan.

Melihat aset kripto dan NFT yang menggunakan blockchain, Fadjar menjelaskan teknologi tersebut memiliki peran memperbesar nilai ekonomi industri kreatif Indonesia.

Cara mencetak NFT

Ilustrasi NFT.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 2 Maret 2022: Pasar Mulai Pulih, Awas Bull Trap

“Kami mendorong literasi agar para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif agar lebih memahami NFT ini. Sebab NFT ini di masa depan bisa menjadi medium bagi pelaku industri kreatif untuk mengkapitalisasi karya dalam bentuk baru dan relevan dengan perkembangan ekosistem digital,” ungkap Fadjar.

NFT memiliki peran sebagai bukti kepemilikan barang secara digital yang dapat dipertukarkan melalui perantara aset kripto. NFT adalah konversi bentuk digital dari barang berharga dengan nilai tertentu yang tak dapat diganti.

“Melalui prinsip kerja demikian, NFT sangat relevan bagi para pekerja industri kreatif yang bisa menjadikan karyanya sebagai aset dalam ekosistem digital. NFT sangat prospektif dari sisi industri kreatif,” ujar Fadjar.

NFT Bisa Promosikan Sektor Parekraf

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menyambut baik upaya penggunaan NFT sebagai promosikan pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).
Menurutnya, NFT dapat meningkatkan partisipasi masyarakat tanpa batas di era digitalisasi.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno

“NFT yang saat ini hot banget dan kelihatannya eksklusif, ternyata ada yang terjangkau baik dari harga dan fungsi NFT sendiri. Ini membuka peluang yang lebih berkeadilan, dan menunjukkan NFT punya fungsi dan utility (kegunaan) yang jelas,” kata Sandiaga dilansir Antara.

Lebih lanjut, Sandiaga menuturkan NFT dapat membangkitkan ekonomi, peningkatan peluang usaha, serta lapangan kerja dinilai dapat tercapai. Dia menilai NFT harus mampu menjangkau desa wisata dan desa kreatif yang menjadi lokus-lokus andalan membangkitkan sektor parekraf.

Baca juga: Korea Selatan Investasikan Rp 2,6 Triliun Ambisi Jadi Raja Metaverse



Sumber : news.tokocrypto.com

Pekerja Lepas di Argentina Bisa Digaji Bitcoin dan Ethereum

Pertumbuhan pekerja lepas atau freelance di Argentina mengalami kenaikan signifikan. Menariknya, para freelance di negara kelahiran Maradona itu, bisa mendapatkan bayaran gaji dalam bentuk aset kripto, seperti Bitcoin, Ethereum dan lainnya.

Sebuah laporan terbaru berjudul “State of Global Hiring 2021,” yang dibuat oleh Deel, sebuah perusahaan perekrutan global, menemukan bahwa orang Argentina dan negara-negara Amerika Latin pada umumnya, semakin fokus mencari pekerjaan pada perusahaan skala global.

Laporan tersebut sekaligus menjelaskan banyak perusahaan global di Argentina yang menawarkan pembayaran gaji menggunakan aset kripto. Alhasil para peminat pekerjaan freelance meningkat tajam.

Pekerja Freelance Meningkat

Peningkatan peminat juga sejalan dengan dampak dari penurunan ekonomi dan pekerjaan lokal karena efek samping dari pandemi COVID-19. Namun, perusahaan mempekerjakan lebih banyak orang Argentina daripada sebelumnya.

peluang investasi bitcoin

Ilustrasi aset kripto Bitcoin.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 2 Maret 2022: Pasar Mulai Pulih, Awas Bull Trap

Situasi ini telah menciptakan peningkatan upah orang Argentina dalam enam bulan terakhir. Mereka bisa mendapatkan penghasilan 21 persen lebih banyak, jika bekerja di sektor pemasaran, produk, dan penjualan. Imbasnya penarikan aset kripto dari gaji ini juga turut meningkat pesat.

“Kami melihat peningkatan penarikan aset kripto, di negara-negara seperti Argentina. Saat ini kami menawarkan penarikan dalam BTC -yang paling populer di Amerika Latin-, ETH, USDC dan SOL melalui Coinbase,” kata COO Deel, Dan Westgarth dilansir Bitcoin.com.

Pekerja Argentina Bisa Dibayar Aset Kripto

Berbeda dengan Indonesia, Argentina memperbolehkan perusahaan membayar gaji karyawan mereka dengan aset kripto. Bahkan transaksi aset kripto tunduk pada undang-undang pajak di Argentina.

Pemerintah Argentina menerbitkan dekrit pada November tahun lalu, yang memasukan transaksi kripto tunduk pada undang-undang pajak kredit dan utang negara.

Perbedaan ethereum dan bitcoin

Ilustrasi aset kripto Bitcoin dan Ethereum.

Baca juga: Dunia Blockchain, Kripto dan NFT Bisa Jadi Tempat Ramah Perempuan

Keputusan tersebut dilaporkan bertujuan untuk memperjelas dan membatasi, pengecualian pajak yang diberikan kepada penyedia layanan pembayaran pihak ketiga. Aturan baru juga mengkonfirmasi bahwa transaksi kripto sekarang merupakan aktivitas kena pajak.

Sementara negara lain memiliki situasi hukum yang berbeda. Di Argentina, menerima mata uang kripto telah menjadi penyelamat bagi banyak pekerja lepas, membantu mereka menjaga daya beli dengan cara yang lebih efektif.

Platform pekerjaan freelance ini, bersama dengan aset kripto dapat dikatakan membuka pasar baru untuk para pekerja. Mereka sekarang dapat dipekerjakan di tingkat dunia dengan proses pembayaran yang disederhanakan.



Sumber : news.tokocrypto.com