All posts by 22

Dunia Blockchain, Kripto dan NFT Bisa Jadi Tempat Ramah Perempuan

Seperti banyak sektor teknologi lainnya, stigma dunia blockchain, kripto dan Non-Fungible Token (NFT) secara signifikan masih didominasi oleh laki-laki. Ternyata sudut pandang seperti ini menjadi salah satu penyebab ketimpangan gender di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di Indonesia.

Ironisnya, kripto, blockchain, NFT lahir dan dirancang untuk menciptakan level playing field yang sama atau desentralisasi untuk mengatasi banyak bias yang ditemukan di area konvensional. Namun, perbedaan gender untuk kripto, mirip dengan yang ditemukan di bidang-bidang, seperti keuangan dan teknologi.

Mega Septiandara, seorang pengacara dan konsultan blockchain mengakui untuk masuk ke dunia kripto bagi seorang perempuan itu penuh tantangan. Kripto dan blockchain hingga saat ini masih menjadi dunia yang identik dengan maskulinitas.

Lebih lanjut, Mega bercerita selain dominasi laki-laki, keterbatasan informasi dan pengetahuan menjadi hambatan perempuan untuk mendalami dunia kripto, blockchain dan NFT. Perempuan yang aktif di komunitas Girls in Bali ini punya trik khusus agar, para wanita lain bisa masuk dan menikmati dunia kripto dan ekosistemnya.

Baca juga: Korea Selatan Investasikan Rp 2,6 Triliun Ambisi Jadi Raja Metaverse

“Untuk challenge pribadi menurut aku itu emang industri ini overwhelming banget dan aku berusaha buka internet it’s like jungle, susah banget untuk baca what’s blockchain, itu kaya enggak ada yang bisa jelasin secara simpel. Jadi cara untuk atasinya itu kita harus punya teman atau gabung komunitas yang bisa support kita,” kata Mega dalam IG Live Women in Crypto & NFT bersama Tokocrypto, Selasa (1/3).

Senada dengan Mega, seorang penguasa muda dan blockchain enthusiast, Cath Halim, mengatakan bagi perempuan yang ingin masuk ke ekosistem kripto, seperti NFT harus aktif di komunitas dan menggali pengetahuan yang lebih dalam. Alasannya, sama seperti bidang teknologi lainnya, dalam dunia kripto, blockchain dan NFT banyak istilah-istilah yang tidak mudah dipahami oleh perempuan pada umumnya.

“Dunia blockchain itu emang overwhelming banget, enggak semua orang itu akan langsung paham. Bahasa-bahasa yang digunakan di dunia ini lumayan intense. Tapi, seniman mau berkarya dan belajar tentang NFT, bisa join komunitas. Pasti ada tips yang dibagikan untuk orang yang baru mau berkarya di NFT,” jelas Cath yang diketahui juga konten kreator dan sering membantu project NFT.

Ilustrasi perempuan dan kripto.

Ilustrasi perempuan dan kripto.

Baca juga: Tips Kelola Gaji untuk Investasi Kripto #SiapLebihCuan Bareng Tokocrypto dan GoPay

Keterbatasan Informasi jadi Hambatan Besar

Lebih lanjut, Cath menerangkan dalam dunia teknologi blockchain ini masih banyak pekerjaan dan kesempatan yang bisa dieksplor, khususnya untuk perempuan. “Menurut aku, (perempuan) jangan terlalu takut, satu mungkin ngobrol dulu dengan orang yang paham mengenai dunia blockchain, kripto atau NFT untuk dapat perspektif yang berbeda,” tambahnya.

Di sisi lain, konten kreator NFT, Aprilia muktirina, juga mengakui keberadaan komunitas menjadi jalan yang penting dirinya untuk terjun ke dunia aset digital ini. Aprilia menceritakan sempat kebingungan dalam mendigitalisasikan karyanya ke dalam bentuk NFT hingga untuk mendapatkan profit.

“Aku kan ndeso ya istilahnya, hal-hal kaya gitu (blockchain, kripto dan NFT) itu mumet banget. Untungnya ada komunitas yang bantu. Kalo tidak dibantu, mungkin aku udah banting HP, soalnya ribet. Buat teman-teman yang ingin terjun ke dunia NFT, mending cari mentor atau masuk ke komunitas biar ada yang kasih semangat,” tuturnya Aprilia dengan sedikit canda.

Ilustrasi karya Aprilia muktirina.

Ilustrasi karya Aprilia muktirina.

Baca juga: Cermat Pilih Aset Kripto Lokal yang Tepat, Jangan Mudah Ikut Hype

Dunia blockchain sendiri memiliki prospek yang baik ke depannya bagi perempuan. Menurut Mega, industri ini tidak hanya berbicara soal cuan atau keuntungan saja dari investasi aset kripto, melainkan ada potensi yang lebih besar untuk masa depan.

“Blockchain dan Web3 itu potensinya sangat besar untuk 3-5 tahun ke depan, kita bisa lihat, perubahan cultural dan teknologi. Sama seperti kita sebelum kenal media sosial dan awalnya dilihat sebelah mata, dan sekarang semua orang menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam hidup. Hal ini akan terjadi juga pada blockchain dan akan jauh lebih besar,” terang Mega yang juga Founder Your Crypto Babe dan Gamesta Guild.

Perempuan tidak perlu lagi ragu untuk terjun ke dunia blockchain, kripto dan NFT. Ketiga industri tersebut bisa menjadi revolusi yang harus membawa kesetaraan dan inklusivitas serta menormalkan kehadiran perempuan di dalamnya. Kesenjangan gender pun akhirnya bisa mulai menyusut.

Dalam rangka peringatan Hari Perempuan Internasional 2022 yang jatuh pada tanggal 8 Maret nanti, Tokocrypto menggelar berbagai program menarik, mulai dari IG live yang membahas soal pemberdayaan perempuan di dunia blockchain dan ekosistemnya hingga program Bulan Perempuan Cuan yang bertujuan mendorong tingkat partisipasi wanita di investasi kripto.

Sambut Hari Perempuan Internasional 2022 bersama Tokocrypto.

Sambut Hari Perempuan Internasional 2022 bersama Tokocrypto.





Sumber : news.tokocrypto.com

3 Kategori Analisis Fundamental Kripto yang Wajib Dipahami Investor

Pada 2021, tren investasi aset kripto melonjak drastis dan menciptakan banyak investor baru. Namun, sebelum berinvestasi, alangkah baiknya untuk melakukan analisis fundamental pada aset kripto terlebih dahulu.

Dengan memahami analisis fundamental kripto, Anda akan lebih mudah menilai mana aset kripto yang layak untuk dibeli atau justru harus dijual. Artikel kali ini akan membahas apa itu analisis fundamental kripto, kategori, serta perbedaannya dengan analisis teknikal. Mari pelajari detailnya bersama.

Pengertian Analisis Fundamental Kripto

Analisis fundamental kripto adalah analisis yang menentukan “nilai intrinsik” dari suatu aset, yang dimaksudkan sebagai pengukuran objektif atas nilai aset tersebut. Dengan mengevaluasi nilai intrinsik atau fundamental yang mendasari suatu proyek kripto, maka Anda bisa menilai apakah aset tersebut dihargai terlalu tinggi atau justru terlalu rendah.

Katakanlah Anda ingin melakukan analisis fundamental terhadap koin Ethereum (ETH), maka yang harus dievaluasi adalah teknologi dalam pengembangan proyek Ethereum, skala proyek, hingga potensinya di masa mendatang.

Tidak bisa dipungkiri bahwa pasar aset kripto cenderung tidak stabil. Mata uang dengan kapitalisasi pasar tinggi seperti Bitcoin bahkan bisa tetap mengalami perubahan drastis tiba-tiba. Melakukan analisis fundamental terhadap aset kripto akan membantu investor dalam memantau pergerakan pasar kripto dan memiliki peluang untung lebih besar.

3 Kategori Analisis Fundamental Kripto serta Komponennya

Ilustrasi analisis aset kripto.

Ilustrasi analisis aset kripto.

Baca juga: Cermat Pilih Aset Kripto Lokal yang Tepat, Jangan Mudah Ikut Hype

Penerapan analisis fundamental terhadap aset kripto dapat dilakukan dengan tiga kelompok besar, yaitu:

1. On-chain metrics

On-chain metrics, atau kadang disebut sebagai blockchain metrics, merupakan jenis analisis yang menitikberatkan pada blockchain. Sayangnya, meski blockchain memiliki banyak informasi penting, proses pengolahan dari data mentah bisa sangat menghabiskan waktu. Sebagai solusi, kini sudah ada beberapa API pada Digital Exchanger yang menyediakan tools untuk membantu Anda dalam mengambil keputusan investasi, termasuk informasi mengenai aktivitas jual-beli dan pelaporan mengenai aset kripto yang Anda ingin sasar. Selain tools bawaan pada Digital Exchanger, terdapat beberapa tools lain yang cukup populer antara lain Crypto Fees dan Baserank

On-chain metrics memiliki tiga komponen utama berupa hash rate, status, dan active address. Komponen lain yang juga digunakan dalam pengukuran ialah nilai dan biaya transaksi.

2. Project metrics

Berbeda dengan on-chain metrics, project metrics mengevaluasi kinerja suatu aset digital kripto dengan memanfaatkan pendekatan kualitatif, alias menilai lewat performanya. Metrik ini tidak hanya fokus pada faktor internal, tapi juga eksternal, seperti kegunaan suatu aset digital kripto dan cara kerja proyeknya. Adapun project metrics sendiri dijalankan dengan komponen-komponen berikut:

  • Analisis latar belakang, seperti siapa saja tim yang berada di baliknya.
  • Tokenomics dan pendistribusiannya.
  • White paper .
  • Perbandingan pesaing.
  • Road map proyek kripto.
Ilustrasi analisis aset kripto

Ilustrasi analisis aset kripto

3. Financial metrics

Kategori analisis fundamental kripto yang terakhir adalah financial metrics. Seperti yang sudah Anda ketahui, tujuan utama dari analisis fundamental kripto adalah untuk mengetahui nilai suatu aset kripto sehingga peluang untung investor menjadi lebih baik.

Nah, untuk bisa mencapai tujuan tersebut, maka analisis fundamental kripto memiliki financial metrics yang berguna untuk mengetahui nilai kuantitatif suatu aset kripto yang membantu investor menganalisis prospeknya di masa mendatang. Penilaian terhadap keuangan suatu proyek aset kripto melibatkan pemahaman mengenai kondisi perdagangan aset, termasuk likuiditas, response pasar, dan lingkungan sekitarnya.

Financial metrics sendiri terdiri dari empat komponen utama, yaitu kapitalisasi pasar, seberapa banyak pasokan aset yang beredar, likuiditas dan volume perdagangan, serta mekanisme pasokan yang digunakan pada aset tersebut.

Perbedaan Analisis Fundamental dan Analisis Teknikal Kripto

Selain analisis fundamental, dalam pasar aset digital kripto juga ada analisis teknikal kripto. Jika analisis fundamental kripto mengukur nilai intrinsik suatu aset, maka analisis teknikal kripto melihat pola pergerakan harga aset.

Analisis fundamental berfokus pada aspek-aspek dasar suatu aset kripto seperti keuangan, komunitas pengguna, serta kemungkinan penerapan di dunia nyata. Di sisi lain, analisis teknikal lebih fokus pada pergerakan kinerja suatu aset. Analisis ini memeriksa harga dan volume perdagangan aset dari waktu ke waktu.

Keduanya sama-sama penting dalam dunia investasi aset digital kripto. Menerapkan kedua jenis analisis akan membantu Anda untuk lebih memahami aset kripto yang sedang diincar, cocok untuk dijadikan investasi atau justru tidak. Baik analisis fundamental maupun teknikal akan membantu Anda menyusun sebuah strategi investasi yang meningkatkan potensi untung dan meminimalisir risiko rugi.

Baca juga: Pentingnya Analisis Teknikal dalam Trading Kripto

Strategi yang matang dalam investasi aset digital kripto sangat penting untuk dilakukan. Asal-asalan dalam menyusun strategi investasi hanya akan menjauhkan Anda dari peluang untung besar. Adanya analisis fundamental kripto akan membantu Anda menilai suatu aset kripto dari nilai-nilai intrinsiknya sendiri.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai analisis fundamental kripto dan berita terbaru seputar aset digital kripto, Anda bisa mengunjungi website Tokocrypto, Instagram, Twitter, serta komunitas Tokocrypto, lho! Selamat berinvestasi!





Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Market Signal 2 Maret 2022: Pasar Mulai Pulih, Awas Bull Trap

Pekan pertama bulan Maret 2022, investor disambut dengan pasar kripto yang kembali menghijau. Meski begitu, keadaan market yang mulai pulih tidak menjamin apakah tren bull run akan terus berlanjut.

Langit cerah sedang membayangi market kripto di awal Maret ini. Padahal akhir Februari lalu, market sempat tertekan dan jatuh, pasca memanasnya tensi geopolitik Rusia-Ukraina. Akibatnya, banyak investor yang segan masuk lebih dalam ke aset yang volatil, seperti kripto.

Kini situasi tersebut mungkin telah berbalik arah. Pantauan 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sukses bertengger di zona hijau dalam 24 jam terakhir. Bahkan, lajunya pun terbilang agresif. Pertanyaannya, apakah ini sudah masuk bull trap?

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan saat ini investor kini nampaknya mulai menyadari bahwa memanasnya ketegangan Rusia-Ukraina membuka jalan terhadap adopsi aset kripto yang lebih luas lagi. Bahkan, beberapa pelaku pasar yakin bahwa Rusia akan mempercepat pengesahan aturan regulasi aset kripto.

“Namun, kembali lagi investor harus waspada akan potensi bull trap. Ketegangan geopolitik kedua negara hingga kini belum menurun. Kemudian, masih ada sentimen lainnya dari isu kebijakan moneter The Fed soal suku bunga yang masih intense. Sebaiknya, investor tetap tenang dan tidak panik atau wait & see,” kata Afid.

Istilah bull trap mengemuka ketika situasi market bergerak secara keseluruhan. Bull trap adalah sinyal palsu, mengacu pada tren penurunan di saham, indeks, atau sekuritas lain yang berbalik setelah reli yang meyakinkan dan menembus level dukungan sebelumnya.

Di tengah kondisi pasar yang dianggap mulai pulih, Afid memberikan sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan pertama bulan Maret ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. EOS (EOS)

Analisis teknikal EOS (EOS).

Analisis teknikal EOS (EOS).

EOS adalah kripto asli untuk mendukung proyek blockchain EOS.IO. Sementara, EOS.IO beroperasi sebagai platform smart contract dan pengembang aplikasi terdesentralisasi atau decentralized application (DApp).

Afid menjelaskan EOS berpotensi bullish pada pekan ini karena dikabarkan akan melakukan tahap pertama dari pembaruan jaringan blockchainnya bernama Mandel. Peluncuran ini akan bertahap mulai 1 Maret 2022, akan rilis jaringan uji coba Mandel 3.0. 

“Mandel merupakan pembaruan dari blockchain EOS dalam bentuk Hardfork. Pembaruan ini dikabarkan akan membuat efisiensi EOS meningkat dan membawanya lebih cepat dalam memproses transaksi. Alhasil EOS dapat sentimen positif yang membawa harganya naik lebih tinggi,” kata Afid.

Peringkat EOS di CoinMarketCap saat ini adalah #47, dengan kapitalisasi pasar US$ 2.217.510.779. Pasokan yang beredar 981.783.410 koin EOS dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Dunia Blockchain, Kripto dan NFT Bisa Jadi Tempat Ramah Perempuan

2. Verge (XVG)

Analisis teknikal Verge (XVG).

Analisis teknikal Verge (XVG).

Verge (XVG) adalah aset kripto terdesentralisasi yang open-source dan mengklaim bisa memungkinkan transaksi anonim 100% dengan mengaburkan lokasi dan alamat Internet Protocol (IP) dari pihak yang bertransaksi. Verge memiliki kesamaan dengan Bitcoin karena menggunakan konsep Proof of Work (PoW).

Koin Verge jauh lebih bisa diperbesar (scalable) daripada Bitcoin, karena dapat memproses maksimum sebanyak 100 transaksi per detik, dengan Bitcoin hanya mampu mengelola 7 transaksi.

Afid melihat potensi bullish dari XVG karena akan ada Block Reward Halving pada tanggal 8 Maret 2022. Hal ini memikat investor sehingga nilai XVG akan meningkat dalam beberapa waktu mendatang.

“Investor bisa memanfaatkan pembagian hadiah blok XVG untuk menaikan harga. Namun, kembali lagi situasi bisa berbalik arah, karena perlu diingat tidak ada ilmu pasti soal pergerakan kripto,” ungkap Afid.

Peringkat XVG di CoinMarketCap saat ini adalah #274, dengan kapitalisasi pasar US$ 170.846.031. Pasokan yang beredar 16.498.623.588 koin XVG dan maksimal pasokan 16.555.000.000 koin XVG.

3. Celo (CELO)

Analisis teknikal Celo (CELO).

Analisis teknikal Celo (CELO).

CELO adalah aset asli ekosistem blockchain Celo. Proyek ini bertujuan memperkenalkan kenyamanan keuangan terdesentralisasi (DeFi) kepada pengguna smartphone yang tidak memiliki rekening bank di seluruh dunia. Token CELO dirancang untuk memfasilitasi transaksi dan proses tata kelola di platform.

Sentimen positif yang membuat CELO berpotensi bullish di pekan ini adalah kabar Hardfork kedua Celo yang disebut Espresso dan akan diaktifkan pada 8 Maret 2022.

“Pada tingkat tinggi, Hardfork Espresso membuat Celo sepenuhnya kompatibel dengan peningkatan terbaru ke jaringan Ethereum. Selain itu, perubahan akan memungkinkan dapps mengagumkan seperti Orchid dan Superfluid untuk bekerja di Celo setelah aktivasi Espresso,” kata Afid.

Peringkat CELO di CoinMarketCap saat ini adalah #75, dengan kapitalisasi pasar US$ 1.148.273.841. Pasokan yang beredar 427.388.610 koin CELO dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin CELO.

4. Kava (KAVA)

Analisis teknikal Kava (KAVA).

Analisis teknikal Kava (KAVA).

Kava adalah platform DeFi yang memungkinkan pengguna untuk pinjam-meminjam aset kripto mereka tanpa melibatkan lembaga keuangan dan perantara lainnya. KAVA sebagai token utilitas dan native token governance yang diciptakan oleh ekosistem DeFi Kava, yang terkenal dengan kapasitas pinjamannya. 

Afid mengatakan harga KAVA bisa naik akibat kabar penggabungan ekosistem di platformnya yang akan diprediksi rilis 8 Maret mendatang. Meskipun informasi soal ekosistem apa yang akan bergabung masih tertutup.

“Kava Network akan menggabungkan dua ekosistem terdesentralisasi terbesar dalam satu jaringan blockchain Layer-1. Alpha rilisnya diperkirakan terjadi pada 8 Maret, namun tidak diketahui ekosistem apa yang akan bergabung. Meski demikian, para investor sudah bersiap untuk masuk menaikan harga KAVA,” terang Afid.

Peringkat KAVA di CoinMarketCap saat ini adalah #112, dengan kapitalisasi pasar US$ 548.688.572. Pasokan yang beredar 154.638.951 koin KAVA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

5. Polkastarter (POLS)

Analisis teknikal Polkastarter (POLS).

Analisis teknikal Polkastarter (POLS).

Polkastarter kembali masuk ke daftar aset kripto yang berpotensi bullish. Afid melihat penyebabnya karena Polkastarter akan meluncurkan penjualan NFT land pertamanya di Cryptoverse, dunia virtual yang dibangun dengan Unreal Engine 5 pada 8 Maret mendatang.

“Nilai POLS diperkirakan akan naik karena kabar Polkastarter akan memulai penjualan tanah virtual dalam bentuk NFT di dunia Cryptoverse, sebuah konsep Metaverse 3D yang di bangun dengan teknologi Unreal Engine 5. Hal ini membuat investor excited,” ucap Afid.

POLS sendiri adalah token utilitas asli dari platform Polkastarter dan memainkan sejumlah peran dalam ekosistemnya. POLS akan digunakan sebagai token pembayaran untuk membeli tanah virtual dalam bentuk NFT di Cryptoverse nanti.

Peringkat POLS di CoinMarketCap saat ini adalah #333, dengan kapitalisasi pasar US$ 124.190.500. Pasokan yang beredar 88.221.432 koin POLS dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Cermat Pilih Aset Kripto Lokal yang Tepat, Jangan Mudah Ikut Hype

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. UMA (UMA)

Analisis teknikal UMA (UMA).

Analisis teknikal UMA (UMA).

UMA atau Universal Market Access adalah protokol untuk pembuatan aset synthetic berdasarkan blockchain Ethereum. UMA secara khusus memungkinkan penggunanya untuk merancang dan membuat kontrak keuangan yang dijalankan sendiri dan ditegakkan sendiri yang dijamin dengan insentif ekonomi dan menjalankannya di blockchain Ethereum.

Menurut Afid, UMA dapat tenggelam di bawah dukungan utamanya untuk mendekati titik rendah. Dari analisis teknikal UMA mungkinkan akan alami penurunan sekitar 13 persen. 

“UMA sudah dalam kondisi hampir 100 persen overbought, sehingga investor disarankan untuk waspada karena harga sewaktu-waktu bisa menukik ke bawah alias turun,” kata Afid.

Peringkat UMA di CoinMarketCap saat ini adalah #107, dengan kapitalisasi pasar US$ 601.673.321. Pasokan yang beredar 65.368.370 koin UMA dan maksimal pasokan 101.172.570 koin UMA.

2. Bitcoin Standard Hashrate Token (BTCST)

Analisis teknikal Bitcoin Standard Hashrate Token (BTCST).

Analisis teknikal Bitcoin Standard Hashrate Token (BTCST).

BTCST adalah adalah aset sintetis yang memperoleh nilainya dari sebagian kekuatan hash penambangan Bitcoin. Setiap BTCST saat ini mewakili 0,1 TH/detik daya penambangan dan mengumpulkan arus kas nyata dari penambangan Bitcoin.

Afid melihat dari analisis teknikal BTCST sudah berpotensi bearish. Pola BTCST memiliki kesamaan dengan UMA yang sudah overbought, suatu kondisi di mana harga kripto sudah mengalami kenaikan signifikan dan mencapai titik jenuh karena aktifitas pembelian yang cukup besar. 

“Pada titik ini, arus beli semakin tipis dan harga BTCST sulit mengalami kenaikan yang lebih tinggi. Kondisi overbought bukan berarti harganya akan anjlok drastis, tetapi akan ada sedikit koreksi, namun akan kembali turun sekitar 20 persen,” kata Afid.

Peringkat BTCST di CoinMarketCap saat ini adalah #190, dengan kapitalisasi pasar US$ 236.903.302. Pasokan yang beredar 11.415.813 koin BTCST dan maksimal pasokan 15.000.000 koin BTCST.

3. Bitcoin UP (BTCUP)

Analisis teknikal Bitcoin UP (BTCUP).

Analisis teknikal Bitcoin UP (BTCUP).

Bitcoin UP (BTCUP) belum bisa keluar dari masa bearish-nya. Menurut Afid, penurunan BTCUP berpengaruh pada pergerakan Bitcoin. BTCUP ini menggunakan leverage dan benar-benar memakai harga spot.

“Pergerakan BTC sendiri belum sepenuhnya rebound dan masih berpotensi alami penurunan. Sejalan dengan itu BTCUP juga punya peluang yang sama, apalagi sudah menunjukan pola reverse cup and handle. Grafiknya menunjukkan sinyal bearish yang mengindikasikan tren penurunan harga,” kata Afid.

Peringkat BTCUP di CoinMarketCap saat ini adalah #2894, dengan kapitalisasi pasar US$ 4.356.430. Jumlah koin yang beredar dan maksimal pasokannya tidak tersedia.

Baca juga: Mengenal Analisis Fundamental dan Faktor yang Perlu Diperhatikan

4. Waves (WAVES)

Analisis teknikal Waves (WAVES).

Analisis teknikal Waves (WAVES).

Waves adalah sebuah platform blockchain dengan banyak kegunaan yang mendukung berbagai use case, termasuk decentralized application (DApp) dan juga smart contract. Selain itu, token ini juga dirancang untuk memudahkan para pengguna dalam membuat dan meluncurkan token kripto sesuai yang diinginkan pengguna.

WAVES diperkirakan akan alami penurunan nilai pada pekan ini. Menurut Afid penyebabnya adalah tidak ada pemberitaan dan fitur terbaru yang dirilis Waves. Dari analisis teknikalnya juga terlihat potensi penurunan sekitar 13-16 persen.

“WAVES juga sudah alami overbought. Investor sudah mulai jenuh dan pola reverse cup and handle sudah terbentuk. Sehingga tinggal menunggu koreksi sedikit, nilai WAVES kemungkinan akan terus turun,” ujar Afid.

Peringkat WAVES di CoinMarketCap saat ini adalah #51, dengan kapitalisasi pasar US$ 1.918.374.302. Jumlah koin yang beredar 107.624.326 koin WAVES dan maksimal pasokan tidak tersedia.

5. API3 (API3)

Analisis teknikal API3 (API3).

Analisis teknikal API3 (API3).

Afid menjelaskan token API3 senasib dengan BTCUP. API3 belum bisa keluar dari level support-nya. Kondisi token ini juga mengalami overbought, sehingga mengindikasikan bahwa harga API3 sulit bergerak naik lebih tinggi dalam jangka pendek.

“API3 sudah overbought dengan kenaikan nilai yang tinggi sebelumnya, sehingga memungkinkan masuk fase bearish. Penurunan bisa sampai kisaran 15-17 persen,” kata Afid.

API3 adalah token Ethereum yang digunakan untuk mendukung project API3 yang dapat masuk staking untuk menerima reward dan berfungsi sebagai jaminan untuk menjamin keamanan dalam jaringan. 

Peringkat API3 di CoinMarketCap saat ini adalah #165, dengan kapitalisasi pasar US$ 290.848.108. Pasokan yang beredar 36.907.810 koin API3 dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Disclaimer:

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Analisis Fundamental dan Faktor yang Perlu Diperhatikan

Sebagai investor dan trader yang cerdas, Anda perlu memahami apa itu analisis fundamental agar kegiatan investasi atau trading tetap terarah dan tidak asal menebak saja. Kegiatan berinvestasi tentu mempunyai beberapa risiko, termasuk harganya yang kadang naik dan tidak jarang juga mengalami penurunan.

Nah, demi mendapat keuntungan maksimal, seorang investor harus memiliki kemampuan analisis fundamental dan teknikal. Yuk, simak penjelasan lengkap mengenai analisis fundamental, mulai dari pengertian, tujuan, dan faktor-faktornya hanya di artikel ini!

Apa itu Analisis Fundamental?

apa itu analisa fundamental

Analisis fundamental adalah metode pengkajian yang digunakan oleh para investor dan trader untuk melihat keamanan nilai saham yang akan diinvestasikan. Analisis ini dilakukan dengan melihat faktor ekonomi makro yang mempertimbangkan skala ekonomi secara global dan lebih luas, serta dengan melihat faktor ekonomi mikro yang lebih mengerucut ke arah strategi perusahaan yang menjual sahamnya.

Pemeriksaan kondisi keuangan perusahaan terkait akan dilakukan dengan melihat dua indikator, yaitu Return to Equity (ROE) dan Price to Earning Ratio (P/E). Selain memeriksa dua hal tersebut, analisis fundamental juga dilakukan untuk melihat efektivitas perusahaan dan bagaimana persaingan industrinya. Hal ini juga akan memengaruhi keamanan nilai saham dari perusahaan tersebut.

Baca juga: Aset Kripto Lokal Bisa Tingkatkan Potensi Perekonomian Digital RI

Tujuan Analisis Fundamental

Melihat pengertian apa itu analisis fundamental, tujuan pertama dari kegiatan ini adalah untuk menjamin keamanan nilai sebuah saham. Kegiatan analisis akan melihat bagaimana karakteristik perusahaan dan saham-saham yang dijualnya. Tentu saja, analisis dilakukan dengan melihat faktor ekonomi yang lebih luas. Maka dari itu, analisis fundamental memprosesnya dari makro ke mikro.

Selain melihat karakteristik perusahaan, tujuan analisis fundamental yang kedua adalah untuk mengetahui apakah harga saham tersebut sudah sesuai dengan harga pasar. Dengan melihat hal ini, investor akan tahu apakah saham sedang berada di bawah harga pasar (undervalued) atau sedang melambung (overvalued). Pada akhirnya, kesimpulan dari apa itu tujuan analisis fundamental adalah memberi pertimbangan bagi investor yang akan berinvestasi saham.

4 Faktor yang  Dilihat dalam Analisis Fundamental

tampilan chart aset kripto

Untuk melakukan analisis fundamental, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan. Berikut adalah empat faktor yang bisa dilihat saat melakukan analisa: 

1. Analisis Ekonomi Global

Analisis fundamental tidak hanya dilakukan untuk melihat perekonomian satu perusahaan tertentu, tetapi juga dengan melihat kondisi ekonomi pada skala yang lebih luas, yaitu ekonomi global. Pasalnya, ekonomi global sangat memengaruhi kondisi ekonomi di sebuah negara.

Anda bisa melakukan analisis terhadap kondisi ekonomi global dengan cara melihat nilai suku bunga dari bank-bank sentral di negara maju. Selain itu, Anda juga bisa melihat harga komoditas di dunia dan bagaimana perkembangan ekonomi yang terjadi di sana.

2. Analisis Ekonomi Makro

Selanjutnya, analisis ekonomi makro adalah proses analisis yang dilakukan dengan skala lebih kecil jika dibandingkan dengan poin sebelumnya. Pada analisis kali ini, Anda hanya akan melihat kondisi ekonomi di sebuah negara.

Misalnya, Anda melihat bagaimana inflasi yang terjadi di Indonesia selama satu tahun terakhir. Selain itu, Anda juga bisa melihat suku bunga, nilai tukar, dan sebagainya yang menggambarkan proses pertumbuhan ekonomi sebuah negara.

Baca juga: Tips Kelola Gaji untuk Investasi Kripto #SiapLebihCuan Bareng Tokocrypto dan GoPay

3. Analisis industri

Analisis berikutnya mempunyai skala yang lebih kecil lagi, yaitu di lingkup industri. Pada analisis ini, Anda harus melihat pertumbuhan ekonomi dalam sembilan kategori industri yang tercatat di bursa efek.

Sembilan kategori industri tersebut adalah sektor pertanian, pertambangan, industri dasar dan kimia, aneka industri, barang konsumsi, sektor properti, real estate dan konstruksi bangunan, utilitas, infrastruktur dan transportasi, keuangan, serta sektor perdagangan, jasa, dan investasi.

Dari analisis industri ini, Anda bisa melihat industri mana yang potensial untuk investasi jangka panjang.

4. Analisis perusahaan

Terakhir, faktor yang menjadi inti dari seluruh proses analisis adalah analisis perusahaan itu sendiri. Analisis ini dilakukan untuk melihat kinerja perusahaan yang sahamnya hendak Anda beli. Dengan demikian, Anda tahu berapa tingkat keamanan nilai saham mereka.

Perusahaan dengan manajemen sumber daya manusia dan keuangan yang baik akan memiliki saham yang bermutu baik. Sehingga, nantinya jika berinvestasi di perusahaan tersebut, Anda tidak perlu terlalu khawatir akan mengalami kerugian besar.

Setelah mengetahui apa itu analisis fundamental, tujuan, dan faktor-faktor yang bisa dipertimbangkan saat melakukan kegiatan tersebut, kini Anda jadi lebih paham mengenai cara berinvestasi yang baik dan benar.

Tersedia berbagai macam instrumen investasi, salah satunya kripto. Jika Anda ingin mulai membeli aset kripto, seperti Bitcoin, Ethereum, Solana, dan sebagainya, Anda bisa melakukannya di Tokocrypto. Untuk mengetahui kabar terbaru seputar dunia kripto, ikuti juga akun Instagram dan Twitter Tokocrypto, serta berita-berita yang dirilis di Tokonews. Selamat berinvestasi!

Baca juga: Kenalan dengan Aset Crypto, Investasi Online yang Sedang Populer





Sumber : news.tokocrypto.com

Tips Kelola Gaji untuk Investasi Aset Kripto Biar Cuan

Jelang akhir bulan, kebanyakan orang mengalami kesulitan mengatur finansial saat menerima gaji. Mereka terkadang dihadapkan pada tuntutan memenuhi kebutuhan harian atau investasi. Alhasil seringkali investasi dinomorduakan karena dianggap tidak penting dan tak cocok untuk pekerja bergaji upah minimum regional (UMR).

Melihat kondisi seperti itu, Tokocrypto menggelar promo #SiapLebihCuan bareng GoPay yang dapat membantu masyarakat untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan harian dan berinvestasi secara bersamaan. Aset kripto kini jadi alternatif paling menarik sebagai pilihan investasi. 

“Salah satu alasannya dengan modal yang relatif kecil, kita sudah bisa investasi di aset kripto. Profit bisa cukup baik dalam jangka panjang, sehingga menjanjikan untuk masa depan. Investasi kripto sendiri mudah diakses dan sudah legal serta resmi di Indonesia,” kata VP Marketing Tokocrypto, Aditya Raflein.

Tidak ada kata terlambat untuk memulai investasi aset kripto. Menurut Raflein, industri aset kripto masih baru dan akan terus tumbuh di Indonesia. “Memerlukan waktu yang panjang untuk adopsi massal. Keuntungan menjadi yang awal adalah, peluang untuk memperoleh profit masih cukup besar.”

hasil konservi bitcon dalam bentuk rupiah

Ilustrasi tips investasi aset kripto saat gajian.

Oleh karena itu sebelum terjun berinvestasi aset kripto, terlebih saat momen gajian, calon investor harus menyiapkan hal-hal berikut ini terlebih dahulu. 

1. Tentukan tujuan investasi

Tujuan keuangan setiap orang tidak pernah sama dengan lainnya. Perlu dipertimbangkan target keuangan sejak dini agar pengelolaannya dapat dilakukan dengan baik. Seperti menentukan target dalam kurun waktu tertentu untuk menyiapkan dana pendidikan, pensiun atau lainnya.

Calon investor juga harus tentukan terlebih dahulu skala prioritas dari target investasi yang sudah dibuat. Tujuannya adalah memudahkan membagi pengelolaan keuangan dan menghindari sifat serakah yang bisa akibatkan kerugian.

Baca juga: Begini Cara Investasi Bitcoin dan Konversi ke Rupiah

2. Kelola pengeluaran yang optimal 

Setelah mantap untuk berinvestasi, calon investor juga perlu mengelola keuangan agar pengeluaran bisa lebih ditekan. Tahan berbagai godaan untuk berbelanja kebutuhan yang tak begitu penting dan mendesak. Dengan begitu, dana yang bisa digunakan untuk berinvestasi menjadi lebih banyak.

Soal tata kelola keuangan, bisa membagi besaran gaji yang diterima sesuai kebutuhan. Contoh membagi penerimaan gaji ke dalam beberapa pos, 50% kebutuhan hidup, 20% hiburan, 30% tabungan dan investasi. Sesuaikanlah dengan kemampuan finansial masing-masing.

tampilan chart aset kripto

Ilustrasi tips investasi saat gajian.

3. Belajar tentang investasi aset kripto

Investasi aset kripto itu memiliki risiko yang tinggi, namun bisa memberi imbal hasil yang tinggi pula (high risk, high return). Apa pun jenis asetnya, diharapkan memiliki pengetahuan mengenai aset tersebut, baik secara fundamental maupun analisis.

Pelajari terlebih dahulu risiko-risiko yang mungkin terjadi dalam investasi aset kripto, sehingga memiliki wawasan atau edukasi yang mumpuni juga jadi lebih matang ketika bertransaksi. Jangan mudah tergiur dengan tawaran dari suatu investasi yang menguntungkan dengan imbal hasil tinggi. Pahami aset kripto yang dipilih, pastikan punya pertimbangan yang matang dalam membuat keputusan jual-beli aset.

“Lakukan analisa fundamental dengan mempelajari aset sebelum berinvestasi, serta melakukan analisa teknikal untuk menentukan waktu yang tepat dalam membeli, menjual atau take profit aset. Pastikan selalu riset dan buat keputusan yang matang,” kata Raflein.

Baca juga: 8 Cara Mudah Cuan dari Kripto 

4. Siapkan perencanaan investasi

Setelah tahu apa tujuan dan paham mengenai investasi aset kripto, bisa buat perencanaan agar tidak memberatkan keuangan dan pemenuhan kebutuhan lainnya. Alokasi dana investasi bisa ditentukan sesuai kemampuan dan profil risiko. Penting untuk menggunakan uang ‘dingin’, bukan untuk keperluan sehari-hari atau lainnya. Jadikan investasi masuk dalam pengeluaran rutin dan harus dilakukan displin.

Investor saat menerima gaji bisa siapkan dana tidak terlalu besar untuk membeli aset kripto. Ada strategi DCA (dollar cost average), di mana membeli aset sedikit demi sedikit secara rutin. Strategi ini cocok untuk investasi jangka panjang. Nanti tanpa disadari, setelah kurung waktu tertentu, nilai aset sudah lebih tinggi.

Ilustrasi sukses investasi aset kripto.

Ilustrasi sukses investasi aset kripto.

5. Manfaatkan promo

Untuk memperbesar keuntungan, investor bisa memanfaatkan program promo yang memberikan potongan harga atau cashback saat ingin menginvestasikan dananya. Seperti program yang digelar oleh Tokocrpto #SiapLebihCuan bareng GoPay.

Pengguna setia dan baru GoPay bisa mendapatkan banyak cashback hingga Rp 80.000 yang akan dibagikan selama periode 25 Februari sampai 2 Maret 2022. Tidak hanya itu, investor juga bisa mendapatkan gratis ekstra 2 token TKO bagi pengguna baru Tokocrypto yang menyelesaikan KYC (Know Your Costumer).

“Program #SiapLebihCuan bareng GoPay ini bisa dimanfaatkan baik oleh pengguna Tokocrypto yang baru ingin atau sudah berinvestasi aset kripto. Kami terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan mengapresi kepada payment partner atas terjalinnya kerja sama selama ini untuk mendukung ekosistem keuangan yang inklusif dan bermanfaat bagi pengguna,” kata Raflien. 

Baca juga: Tips Cari Cuan Investasi Aset Kripto di Kala Market Anjlok

Untuk informasi lengkap mengenai program #SiapLebihCuan bareng GoPay bisa kunjungi link ini atau akses situs www.tokocrypto.com.



Sumber : news.tokocrypto.com

Korea Selatan Investasikan Rp 2,6 Triliun Ambisi Jadi Raja Metaverse

Pemerintah Korea Selatan akan menyediakan dana sebesar $ 186,7 juta atau sekitar Rp 2,6 triliun untuk merangsang pertumbuhan platform Metaverse yang diharapkan akan membuat bisnis dan industri di Negeri Ginseng itu akan berkembang. Dana ini akan digelontorkan melalui Kementerian TIK, Sains, dan Perencanaan Masa Depan Korea Selatan.

Dalam sebuah pernyataan resmi pemerintah Korea Selatan pada hari Minggu (28/2), dijelaksan dana akan dihabiskan untuk menyelesaikan empat tujuan utama dalam menciptakan ekosistem Metaverse dengan nama “Expanded Virtual World.” Ekosistem tersebut akan menjadi platform untuk memperluas pertumbuhan industri kota virtual, pendidikan dan media.

Ilustrasi Metaverse.

Ilustrasi Metaverse.

Baca juga: Ukraina Terima Donasi Bitcoin dan Ethereum Capai Rp 530 M di Tengah Perang

Konten kreator akan menjadi target yang diuntungkan dengan dukungan investasi ini. Mereka bakal menikmati dukungan di berbagai bidang untuk menarik bakat yang tepat guna membantu membangun platform. Pemerintah Korea Selatan mengatakan bahwa ekosistem itu akan menjadi tuan rumah kegiatan kreatif berorientasi komunitas, kontes pengembang Metaverse dan hackathon.

Sektor swasta di Korea Selatan Sudah Kembangkan Metaverse

Simon Kim, CEO Hashed, perusahaan blockchain asal Korea Selatan melihat platform Metaverse baru akan memiliki fokus khusus untuk meningkatkan ekspansi komersial dengan memberikan dukungan keuangan bagi para konten kreator.

Lebih lanjut, Kim mengatakan saat ini sektor swasta sudah secara aktif berinvestasi di pasar Metaverse. Salah satunya Hashed yang telah berinvestasi dalam proyek Metaverse seperti Decentraland dan The Sandbox.

“Ini masalah regulasi yang harus lebih diperhatikan pemerintah. Di Korea, penerbitan game NFT dilarang, dan penerbitan token juga dilarang.” kata Kim dilansir Cointelegraph.

Metaverse Bisa Bermutu Baik, Jika Digital Ownership Lewat Kripto Kian Nyata

Ilustrasi Metaverse.

Baca juga: Cermat Pilih Aset Kripto Lokal yang Tepat, Jangan Mudah Ikut Hype

Sementara, Park Yungyu, Kepala Departemen Komunikasi dan Kebijakan di kementerian, menyatakan dalam pengumuman bahwa inisiatif untuk membangun platform Metaverse ini adalah bagian dari “Digital New Deal” yang lebih luas di Korea Selatan.

Digital New Deal adalah serangkaian kebijakan yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan teknologi digital. Menurut Park, Kementerian juga mengharapkan platform Metaverse-nya memiliki jangkauan global karena akan ada akses tanpa batas ke perusahaan Korea Selatan dari waktu ke waktu. Ini termasuk rencana memberikan dukungan untuk pertumbuhan perusahaan dengan menawarkan dukungan keuangan dan pengembangan teknologi.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ukraina Terima Donasi Bitcoin & Ethereum Capai Rp 530 M Lawan Rusia

Pemerintah Ukraina telah merangkul komunitas kripto di seluruh dunia melalui platfrom Twitter untuk mengumpulkan donasi guna mendukung kebutuhan warga sipil dan pasukan militer mereka. Langkah donasi dengan aset kripto sebagai bentuk perlawanan terhadap Rusia.

Wakil Perdana Menteri Ukraina, Mykhailo Fedorov, melalui media sosial Twitter menyampaikan meminta bantuan internasional buat menghadapi invasi Rusia, termasuk mengharapkan donasi dalam bentuk aset kripto Bitcoin, Ethereum, dan stablecoin USDT.

“Berdiri bersama raykat Ukraina. Sekarang menerima donasi uang kripto. Ethereum. Bitcoin dan Tether (USDTtrc20),” tulis Fedorov dalam cuitan di akun Twitter resminya.

Baca juga: Aset Kripto Lokal Bisa Tingkatkan Potensi Perekonomian Digital RI

Selain Fedorov, akun Twitter centang biru @Ukraine yang mengklaim di kolom biografi sebagai akun resmi Ukraina juga mengunggah alamat dompet kripto untuk donasi. Menurut Bloomberg, alamat-alamat dompet kripto ini sudah dikonfirmasi benar oleh Victor Zhora, salah satu pejabat keamanan siber Ukraina.

Alamat dompet kripto yang ditulis dua akun itu diketahui sudah menerima ratusan donasi yang nilainya lebih dari $ 37 juta atau sekitar Rp 530 miliar. Berdasarkan informasi blockchain yang disediakan perusahaan analitik, Eliptic, rata-rata donasi US$ 95 atau berkisar Rp 1,3 juta.

Banyak Donasi Kripto dari Lembaga Lain

Di sisi lain, Come Back Alive, sebuah organisasi non-pemerintah yang mengatakan membantu upaya perlawanan Angkatan Bersenjata Ukraina, telah menerima lebih dari $ 7,2 juta atau setara Rp 103 miliar dalam bentuk donasi BTC di alamat dompetnya. Cointelegraph berbicara kepada penggemar kripto Ukraina tentang badan amal tersebut, yang menjamin legitimasinya.

Baca juga: Tips Kelola Gaji untuk Investasi Kripto #SiapLebihCuan Bareng Tokocrypto dan GoPay

Lalu ada UkraineDAO, yang dipimpin oleh Pussy Riot (grup musik protes feminis Rusia) Nadya Tolokonnikova dan berusaha untuk menjual satu token nonfungible, atau NFT, bendera untuk mendanai organisasi sipil Ukraina. Saat ini, tawaran tertinggi untuk NFT adalah $ 2,89 juta.

Selanjutnya, para aktivis di komunitas blockchain telah menciptakan Unchain Fund untuk membantu Ukraina. Inisiatif ini mendukung banyak altcoin, termasuk NEAR, Binance Coin (BNB), Binance USD (BUSD) dan banyak lagi. Sejak diluncurkan, dana tersebut telah mengumpulkan lebih dari $ 1,5 juta (Rp 21 miliar) dalam bentuk kripto, sebagian besar melalui donasi token NEAR.

Menurut Coindesk, ini bukan yang pertama penggunaan aset kripto sebagai donasi untuk membantu Ukraina. Sebelumya, sudah ada pengumpulan dana bantuan buat tentara Ukraina yang mencapai $6 juta atau sekitar Rp86 miliar dalam bentuk Bitcoin.

Daya tarik urun dana (crowdfunding) menggunakan aset kripto belum pernah terjadi sebelumnya. Padahal, beberapa negara seperti El Salvador telah menggunakan mata uang kripto untuk pengembangan layanan keuangan negaranya.

Baca juga: Daftar Badan Amal yang Buka Donasi Kripto, Ada Pelestarian Orangutan





Sumber : news.tokocrypto.com

Cermat Pilih Aset Kripto Lokal yang Tepat, Jangan Mudah Ikut Hype

Hype aset kripto lokal semakin tinggi di awal tahun 2022. Momentum ini dimanfaatkan oleh developer lokal untuk berlomba-lomba merilis project mereka yang rata-rata mendukung ekosistem Metaverse, NFT marketplace, dan P2P gaming atau game play-to-earn.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, kembali mengingatkan masyarakat untuk tepat memilih aset kripto lokal sebagai salah satu instrumen investasi. Pemilihan kripto lokal bisa dilihat dari whitepaper, di mana ada berbagai dokumen yang menjelaskan profil dan kinerja tim, tata kelola model bisnis, teknologi dan skalabilitas sistem blockchain yang digunakan, dan bagaimana dana yang terkumpul dari investor akan digunakan.

Whitepaper harus menyertakan tidak hanya deskripsi teknis secara detil project, tetapi juga rencana pengembangan. Idealnya, sebuah rencana kerja secara mendalam untuk 1-2 tahun ke depan, dan juga menyertakan paling tidak versi beta-launch. Jika beberapa proses yang dituliskan dalam roadmap sudah terselesaikan, pastikan untuk menjelaskannya dalam whitepaper, hal ini akan menjadi bahan pertimbangan positif oleh para investor,” kata Manda.

Apa itu altcoin seasons

Ilustrasi aset kripto.

Aset Kripto Bisa Dibuat 15 Menit Ikuti Video YouTube

Dalam pembangunan ekosistem, developer akan menawarkan aset kripto utilitas sebagai sarana pengembangannya, maka dari itu ada istilah IDO (Initial DEX Offering) dan ICO (Initial Coin Offering) sebagai metode crowdfunding modal atau dana untuk peluncuran dan pengembangan proyek. Kedua metode tersebut sering dikaitkan dengan konsep IPO (Initial Public Offering) pada perusahaan yang melantai di bursa saham.

“Banyak pengembang aset kripto yang memanfaatkan ketidak tahuan masyarakat. Mereka aji mumpung dengan hype kripto saat ini untuk menawarkan project prematur dengan menjual token utilitas demi mendapatkan uang dari investor retail yang polos. Padahal, bisa saja token tersebut hanyalah bukti kepemilikan janji project yang sama sekali belum berwujud,” ungkap Manda.

Untuk membuat token kripto tergolong mudah, menurut Manda tidak ada yang istimewa dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Namun, perlu ditekankan, untuk merilis koin/token yang bonafide dan memiliki standar global itu tidak mudah. Ada proses due diligence yang harus dipenuhi.

Ilustrasi bikin aset kripto.

Ilustrasi bikin aset kripto.

“Ada video tutorial di YouTube yang bisa membuat token kripto dalam waktu 15 menit. So, saya rasa orang yang baru memulai dan punya sedikit pengetahuan tentang kripto bisa membuatnya,’ ujar Manda

Selain dokumen whitepaper. ada proses audit smart contract dari token kripto yang dibuat oleh pihak ketiga. Salah satu lembaga audit independen yang sudah popular, yaitu Certik Blockchian. Lembaga tersebut biasanya melakukan audit terhadap kripto yang baru diluncurkan untuk menentukan apakah project tersebut berkualitas atau tidak.



Sumber : news.tokocrypto.com

Aset Kripto Lokal Bisa Tingkatkan Potensi Perekonomian Digital RI

Industri aset kripto lokal belakangan ini sedang menjadi sorotan. Banyaknya kripto lokal yang muncul, menarik banyak pembahasan potensi apa yang bisa diraih dengan munculnya aset digital buatan karya anak bangsa tersebut.

Pelaksana tugas (Plt) Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti), Indrasari Wisnu Wardana, mendukung kehadiran dan perdagangan kripto dalam negeri. Menurutnya, munculnya aset kripto lokal adalah sesuatu hal yang positif dan harus didukung. Bappebti bahkan melihat masa depan kripto lokal cukup cerah.

“Bappebti melihat masa depan aset kripto buatan Indonesia cukup cerah. Potensi dan inovasi yang dimiliki anak bangsa serta potensi pasar di Indonesia sangat besar dan terus bertumbuh. Dalam beberapa tahun ini, beberapa aset kripto buatan anak bangsa sudah dipasarkan di beberapa pasar global, dan ada yang sudah terdaftar dalam Peraturan Bappebti Nomor 7 Tahun 2020,” kata Wisnu dalam siaran pers.

aset kripto indonesia

Ilustrasi aset kripto.

Baca juga: Tokocrypto & BRI Ventures Umumkan 13 Startup TSBA Angkatan Pertama

Sejalan dengan Wisnu, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, mengakui bahwa tidak bisa dipungkiri aset kripto lokal miliki prospek yang bagus di masa depan. Hal ini dilihat bukan hanya dari sisi investasi saja, tetapi melainkan pengembangan project dan teknologi yang digunakan oleh developer kripto lokal.

“Pengembangan aset kripto pada dasarnya bukan hanya difungsikan sebagai instrumen investasi saja. Itu hanya sebagian kecil, dari ekosistem yang diciptakan oleh developer. Dari ekosistem yang dibangun bisa memberikan manfaat yang besar, bahkan menumbuhkan perekonomian digital Indonesia,” kata pria yang akbar disapa Manda.

Aset kripto tak sekadar investasi

Pengembangan aset kripto, ini akan semakin menggairahkan sektor-sektor lain, seperti pariwisata, ekonomi kreatif, serta bisnis-bisnis turunan lainnya. Lebih lanjut Manda menambahkan analogi pengembangan aset kripto, seperti membuat startup atau perusahaan rintisan berbasis teknologi. Aset kripto diciptakan bersama ekosistem yang mendukungnya untuk menawarkan dan menyelesaikan solusi yang ada dengan teknologi blockchain.

Aset kripto lokal yang bermunculan akhir-akhir ini selalu mengusung pembangunan ekosistem Metaverse, NFT marketplace dan P2P gaming. Metaverse walau saat ini infrastruktur dan teknologinya masih belum mumpuni, tetapi memiliki peluang besar di Indonesia, karena konsep dunia virtual itu dapat diterapkan di berbagai sektor seperti pariwisata, pendidikan, kesehatan dan lainnya.

Baca juga: Apakah Bitcoin Aman? Inilah Status Legalitasnya di Indonesia

marketplace-nft

Ilustrasi NFT marketplace.

“Hadirnya NFT marketplace bisa menjadi saran sumber pendapatan baru bagi seniman atau kreator yang kini memiliki keterbatasan penjualan fisik. Mereka juga bisa mendapatkan hak royati yang adil dari karya NFT mereka. Sementara, P2P gaming juga punya peluang berkembang melihat potensi industri game di Indonesia mencapai angka $ 2 miliar,” ujar Manda.

Ekonomi digital Indonesia bisa tumbuh dengan memanfaatkan perkembangan teknologi blockchain yang menjadi back bone dari aset kripto. Riset PwC mengungkap teknologi blockchain dapat meningkatkan ekonomi global US$ 1,76 triliun pada tahun 2030.

Sementara, Kementerian Perdagangan RI mencatat teknologi 5G, Internet of Things (IoT), blockchain, kecerdasan buatan, dan cloud computing bisa mendorong ekonomi digital Indonesia menjadi Rp 4.531 triliun pada 2030.

Baca juga: Tips Kelola Gaji untuk Investasi Kripto #SiapLebihCuan Bareng Tokocrypto dan GoPay



Sumber : news.tokocrypto.com

Apakah Bitcoin Aman? Inilah Status Legalitasnya di Indonesia

Seiring dengan popularitas Bitcoin sebagai salah satu mata uang kripto, masih banyak orang awam yang ragu dengan keamanannya ketika akan memulai investasi di pasar kripto. Pertanyaan seperti “Apakah Bitcoin aman dan legal untuk digunakan di Indonesia?,” pastinya sempat muncul di kepala. Untuk itu, artikel ini akan mengupas mengenai bagaimana negara menyikapi keberadaan Bitcoin dan instrumen investasi kripto. Yuk, simak selengkapnya!

Bitcoin, Aset yang Tawarkan Kemudahan dan Keuntungan

Jika dahulu investasi banyak dilakukan dengan cara membeli emas di Pegadaian, kini pilihan instrumen investasi sudah lebih beragam, salah satunya adalah kripto. Kepopuleran kripto sebagai salah satu instrumen investasi dilatarbelakangi oleh beberapa hal, antara lain kemudahan dan keuntungan yang ditawarkan.

Pasalnya, orang tak perlu repot jika ingin melakukan investasi di pasar kripto karena semuanya bisa dilakukan secara online dari mana pun Anda berada. Selain itu, keuntungan yang ditawarkan juga tak kalah legit karena mata uang kripto kerap mengalami kenaikan pada saat-saat tertentu. Nah, salah satu aset yang diburu dalam investasi kripto adalah Bitcoin.

Apa itu Bitcoin?

Bitcoin merupakan salah satu aset digital kripto. Aset yang satu ini merupakan aset yang pertama kali ada dalam dunia kripto, yakni diluncurkan pada tahun 2009 oleh pihak bernama Satoshi Nakamoto. Bisa dikatakan, Bitcoin menjadi ‘gerbang masuk’ bagi aset-aset lain yang kini populer, seperti Ethereum, Solana, Shiba Inu, dan lainnya. Hal ini pula yang menyebabkan tidak sedikit aset kripto lain yang harganya ‘berkiblat’ pada pergerakan harga Bitcoin.

Sejak awal kemunculannya, Bitcoin bisa diperoleh melalui jual-beli di Digital Exchanger dan juga penambangan atau mining. Saat ini, Bitcoin menduduki peringkat pertama sebagai aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasarnya. Selain karena merupakan aset kripto tertua, Bitcoin juga memiliki supply koin yang terbatas di pasar. Per tanggal 25 Februari 2022, sirkulasi Bitcoin di pasar telah mencapai 18.9 juta keping dari total 21 juta. 

Hal tersebut membuat banyak orang berlomba-lomba untuk mendapatkannya sebelum menjadi langka dan harganya terus menjulang. Kelangkaan dan popularitas dari Bitcoin ini juga yang membuat masyarakat akhirnya memutuskan untuk menginvestasikan Bitcoin dalam jangka waktu tertentu.

Baca juga: Apa Itu Bitcoin dan Bagaimana Cara Mendapatkannya?

Apakah Bitcoin Aman dari Perspektif Hukum?

apakah bitcoin aman dari perspektif hukum

Meski banyak diburu, sebenarnya apakah Bitcoin merupakan instrumen investasi yang aman? 

Fenomena Bitcoin sebagai aset yang diperjualbelikan dalam pasar kripto menjadi perkara cukup rumit bagi awam yang tidak mengetahui tentang sah atau tidaknya barang ini digunakan. Sebenarnya, dari perspektif hukum Indonesia secara umum, Bitcoin masih diperbolehkan menjadi salah satu aset kripto yang diperdagangkan di bursa berjangka.

Akan tetapi, Bitcoin tidak diakui sebagai mata uang yang sah di Indonesia. Pasalnya, Bitcoin bukan termasuk sebagai alat pembayaran yang sah untuk memproses transaksi keuangan di tanah air. Di samping itu, keberadaan Bitcoin juga bisa dibilang masih baru, terbukti dengan masih banyaknya orang yang tidak familiar dengan aset digital satu ini.

Walaupun begitu, keberadaan Bitcoin di Indonesia adalah sah dan telah diatur di bawah hukum yang berlaku sebagai sebuah komoditi. Untuk mengawasi keamanan proses investasi yang berlangsung di pasar kripto, terdapat Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) sebagai badan turun langsung untuk memastikan pengembangan dan penyelenggaraan pasar tersebut.

Bagaimana Kelegalan Bitcoin di Indonesia?

bagaimana kelegalan bircoin di indonesia

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Bitcoin telah sah diakui sebagai salah satu komoditi atau aset yang dijual di bursa berjangka pasar kripto. Proses penjualannya juga berada di bawah pengawasan Bappebti selaku Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi di Indonesia. Namun, apakah sudah ada hukum yang resmi mengatur mengenai Bitcoin?

Keberadaan Bitcoin sebagai sebuah komoditi telah diatur dalam Pasal 1 F Peraturan Bappebti Nomor 3 Tahun 2019 tentang Komoditi yang Dapat Dijadikan Subjek Kontrak Berjangka, Kontrak Derivatif Syariah dan/atau Kontrak Derivatif Lainnya yang Diperdagangkan di Bursa Berjangka. Dengan demikian, jika membahas tentang apakah Bitcoin aman sebagai sebuah aset sah, maka jawabannya adalah iya.

Akan tetapi, di sisi lain, Bitcoin juga dilarang sebagai sebuah mata uang. Hal ini jelas dinyatakan dalam UU Pasal 33 Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Artinya, Bitcoin tidak bisa digunakan sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. Kebijakan ini juga turut meningkatkan harga Bitcoin yakni sebagai sebuah aset investasi.

Bitcoin bisa dijadikan sebagai sebuah aset investasi yang diperjualbelikan pada pasar kripto apabila sudah memenuhi syarat-syarat yang berlaku, sesuai dengan peraturan dalam Pasal 3 Ayat (2) Peraturan Kepala Bappebti Nomor 5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka. Syarat tersebut meliputi:

  1. Distributed Ledger Technology, bisa berupa utility crypto atau crypto-backed asset
  2. Memiliki kapitalisasi pasar yang termasuk ke dalam 500 besar
  3. Listing di exchange kripto yang besar
  4. Memiliki manfaat ekonomi
  5. Telah dilakukan penilaian risiko  

Baca juga: Inilah Pengertian Mata Uang Kripto dan Cara Kerjanya

Selain itu, keamanan transaksi jual beli Bitcoin di pasar kripto juga telah diatur dalam Peraturan Bappebti Nomor 2 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pasar Fisik Komoditi di Bursa Berjangka. Meski demikian, kripto atau Bitcoin tetap saja tidak memiliki topangan fundamental dari sebuah negara tertentu atau biasa disebut sebagai ‘stateless’.

Maka dari itu, penting untuk memiliki pengetahuan yang mendalam terkait karakteristik aset kripto. Pengetahuan tersebut akan menolong Anda saat memilih aset kripto apa yang akan dibeli dan seberapa besar risiko yang dimilikinya. Pada akhirnya, semua instrumen investasi mempunyai risikonya masing-masing dan Anda bisa memilih risiko investasi seperti apa yang siap Anda tanggung.

Jadi, apakah Bitcoin aman dijadikan sebagai aset investasi? Jawabannya adalah aman. Akan tetapi, kembali lagi pada risiko yang dimilikinya. Apakah Anda sudah siap menanggung risikonya? Jika sudah, saatnya Anda memulai investasi Bitcoin melalui Tokocrypto, exchange aset kripto yang sudah memiliki izin resmi dari Bappebti. Kunjungi juga Tokonews dan Komunitas Tokocrypto untuk informasi menarik lain seputar dunia aset kripto, ya!



Sumber : news.tokocrypto.com