All posts by 22

Token NanoByte Resmi Meluncur Berikan Peluang Cuan Jangka Panjang

Aset kripto lokal asli buatan Indonesia kini sedang ramai mendapat sorotan publik, salah satunya token NanoByte (NBT). Kehadirannya menjawab kebutuhan para penggiat investasi aset kripto yang membutuhkan pembaruan pada project yang berkaitan dengan Centralized Finance (CeFi) dan Decentralized Finance (DeFi).

NanoByte yang didukung oleh Sinarmas dan Tokocrypto ini, menyediakan model token hybrid unik yang mengkombinasikan CeFi dan DeFi. Token NBT adalah proyek token kripto utama berafiliasi dengan Nanoves digital marketplace investasi aset digital yang menawarkan lebih dari 2000 saham global dan lebih dari 100 aset kripto.

“Kami berharap NBT bisa memberikan akses keuangan ke seluruh lapisan masyarakat baik di Indonesia maupun global. Listing di PancakeSwap merupakan awal perjalanan NBT, karena setelah ini masih ada listing di centralized exchange lain nya dan tim akan terus mengembangkan utilitas NBT,” kata Hutama Pastika, CEO Token NBT Project melalui siaran pers, Jumat (25/2).

Token NanoByte listing di PancakeSwap.

Token NanoByte listing di PancakeSwap.

Baca juga: 8 Cara Mudah Cuan dari Kripto 

Penjualan perdana NBT di PancakeSwap

Sesuai dengan regulasi aset kripto di Indonesia, NBT akan hadir terlebih dahulu melalui platform decentralized exchanges (DEX) PancakeSwap mulai tanggal 25 Februari 2022 dengan harga yang tetap terjangkau dan dapat diikuti oleh seluruh partisipan yang belum mengikuti Private Sale dan IDO sebelumnya.

Setelah penjualan perdana melalui DEX, dalam waktu dekat NBT juga akan listing di Tokocrypto. Saat penjualan perdana di centralized exchange (CEX) dalam negeri tersebut, akan ada program menarik yang bisa diikuti investor untuk mendapatkan profit lebih.

NBT sendiri merupakan aset kripto berbasis token yang dibangun diatas ekosistem Binance Smart Chain dan menggunakan standar BEP-20 dengan total suplai maksimal token beredar sebanyak 10 miliar token. Insiprasi nama token ini berasa dari kata Nano yang merujuk kepada satuan sangat kecil, sepersemiliyar yang mencerminkan visi NBT, memungkinkan semua orang untuk memulai sesuatu yang besar dengan langkah kecil.

Ilustrasi Nanovest.

Ilustrasi Nanovest.

Baca juga: Tokocrypto & BRI Ventures Umumkan 13 Startup TSBA Angkatan Pertama

NBT juga bertujuan untuk menjadi perantara yang menghubungkan aset kripto ke produk financial services tradisional/konvensional. Sementara dompet kripto bertujuan dapat diaktivasi untuk mengakses produk seperti kartu kredit, asuransi dan produk financial services lainnya.

Dalam perjalanan peluncuran NBT, kegiatan community building sudah berlangsung sejak Oktober 2021 dengan jumlah partisipan Private Sale 5 kali lipat melebihi ekspektasi.

Lalu, di bulan November 2021, saat aplikasi investasi Nanovest versi Beta diluncurkan, juga mendapatkan apresiasi sangat tinggi, lebih dari 2 juta unduhan dalam waktu kurang dari satu bulan sejak peluncuran pertama.

Proyek NBT akan terus dikembangkan agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. NBT yang didukung penuh oleh Sinarmas Financial Services Group ini berkomitmen menjadikan NBT sebagai token multi-fungsi serta membuat aset kripto menjadi lebih dikenal di Indonesia.

Ilustrasi program hodl TKO di aplikasi Nanovest.

Ilustrasi program hodl TKO di aplikasi Nanovest.

Hodl token TKO di aplikasi Nanovest

Bersamaan dengan peluncuran token Nanobyte, Tokocrypto dan Nanovest menyelenggarakan program partnership yang banyak keuntungan. Kamu harus membeli dan meng-hodl token TKO di aplikasi Nanovest dan akan mendapatkan token Nanobyte senilai $ 100-$ 500.

Peserta yang ikut program ini harus memiliki minimal 100 TKO Token di aplikasi Nanovest per 21 Februari 2022 pukul 15.00 WIB. Snapshot data akan dilakukan pada pukul 15.00 WIB. Semakin banyak TKO Token yang dimiliki di Nanovest pada saat snapshot, semakin besar pula slot Public Sale NBT yang bisa didapatkan (maksimal slot tetap 500 USDT).

Untuk detail persyaratan dan cara daftarnya bisa simak di link berikut ini.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mekanisme dalam Penetapan Pajak NFT dan Cara Bayarnya

Sudah punya KTP dan memiliki penghasilan? Itu tandanya Anda sudah menjadi seorang Wajib Pajak. Sebagai warga negara yang bijak dan taat hukum, kita harus selalu membayar pajak demi mendukung pembangunan negara. Apa pun itu profesi dan sumber penghasilan Anda, baik itu dari investasi, trading, hingga transaksi NFT, semua dikenakan pajak. Lalu, berapa tarif dan bagaimana cara membayar pajak NFT? Mari simak penjelasannya berikut ini!

Apa itu NFT?

Sebelum kita membahas soal pajak NFT dan mekanismenya, pertanyaan yang harus dijawab adalah apa itu NFT? Menurut sejarahnya, NFT (Non-Fungible Token) pertama kali dirilis pada 7 Agustus 2015 dengan koleksi yang diberi nama Terra Nullius. Betul, sudah lewat enam tahun sampai akhirnya tren NFT meledak di seluruh dunia. NFT sendiri artinya tidak bisa digantikan oleh unit atau bentuk yang sama. Lain halnya dengan aset kripto kripto seperti Bitcoin yang bisa ditukarkan dengan BTC lainnya. 

terra nullius nft

Source: NFT Evening

Contoh kasusnya, jika Anda pernah membeli Terra Nullius sejak awal perilisannya, maka Anda tidak bisa menukar Terra Nullius tersebut dengan Terra Nullius lainnya. Alias, Anda merupakan pemilik Terra Nullius satu-satunya. Jadi, NFT yang sudah dibeli tidak bisa ditukar dengan NFT yang sama, hanya bisa ditukar dengan NFT lain. 

NFT termasuk dalam bagian blockchain Ethereum, protokol dalam aset kripto. NFT bisa berupa apa saja, umumnya seperti gambar, foto, dan lagu. Jadi, bagaimana caranya bisa cuan dengan membeli NFT? Sederhananya, praktiknya seperti mengoleksi seni yang hanya ada satu di dunia. Dengan membeli NFT, artinya Anda membeli kepemilikan atas karya tersebut. 

Baca juga: Wajib Tahu! Inilah Ragam Jenis NFT yang Diperjualbelikan

Bagi kreator NFT, mereka bisa menjual karyanya dengan cara yang unik dan menguntungkan. Terlebih jika karyanya viral, maka kreator akan mendapatkan persentase penjualan setiap kali NFT buatannya dibeli atau berpindah kepemilikan. Sementara bagi kolektor NFT, Anda dapat mendapatkan keuntungan ketika nilai NFT tersebut naik dan Anda jual kembali. 

Benarkah Ada Pajak NFT?

apakah nft dikenakan pajak

Beberapa waktu belakangan ini, ramai dibicarakan soal Sultan Gustaf Al Ghozali, kreator NFT Ghozali Everyday yang viral. Ghazali menyambangi kantor pajak dengan niat untuk menjadi Wajib Pajak yang patuh akan hukum. Nah, berapa nominal pajak yang harus dibayar oleh Ghozali atas hasil pendapatan NFT miliknya?

Sampai artikel ini ditulis, Direktorat Jenderal Pajak menyatakan masih belum ada pemotongan pajak melalui pihak ketiga dalam transaksi NFT dan uang kripto lainnya. Sehingga, mekanisme pajak NFT masih bersifat self-assessment sebagaimana saat kita melaporkan SPT Tahunan. Meski begitu, sudah bisa dipastikan bahwa penghasilan yang didapatkan melalui transaksi NFT ini akan dikenakan pajak. Artinya, semakin besar pendapatan NFT Anda, maka semakin besar pula pajak tahunan yang harus dibayar.

Baca juga: Serba-Serbi Kolektor Seni dan Caranya dalam Mendapatkan Cuan

Mekanisme Pembayaran Pajak NFT

Untuk membayar pajak NFT, ada beberapa cara yang bisa dipilih. Bagi Anda yang baru saja menjajal dunia NFT, melaporkan penghasilan yang disertai dengan bukti penghasilan dari transaksi NFT dalam SPT Tahunan menjadi pilihan yang tepat. Apabila total penghasilan melebihi batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), maka selisihnya akan dikalikan dengan tarif pajak. 

Kira-kira, begini tarif pajak penghasilan berdasarkan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP):

  • Penghasilan hingga Rp60 juta per tahun: tarif pajak sebesar 5%
  • Penghasilan Rp60 juta sampai Rp250 juta per tahun: tarif pajak sebesar 15%
  • Penghasilan Rp250 juta sampai Rp500 juta per tahun: tarif pajak sebesar 25%
  • Penghasilan Rp500 juta sampai Rp5 miliar per tahun: tarif pajak sebesar 30%
  • Penghasilan melebihi Rp5 miliar per tahun: tarif pajak sebesar 35%

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa baik itu kreator maupun kolektor NFT, mereka juga dapat menggunakan skema PPh Final UMKM yang mematok tarif 0,5% selama memenuhi persyaratannya, ya.

Jadi, begitulah penjelasan mengenai pajak NFT di Indonesia. Hal yang perlu Anda ingat sebagai kreator juga kreator NFT adalah untuk selalu aware akan pendapatan yang Anda peroleh dari NFT dan langsung sertakan pada self-assessment, ya! Oh iya, jangan ragu untuk mulai menjual atau membeli NFT pertama Anda. Percayakan TokoMall sebagai marketplace NFT pilihan, juga jangan lupa untuk bergabung dengan Komunitas NFT TokoMall di Discord juga Telegram!



Sumber : news.tokocrypto.com

Hubungan Game Play to Earn dengan NFT dan 5 Game yang Potensial

Setiap bulan, selalu ada game baru yang diluncurkan. Ada banyak sekali tipe game yang tidak hanya seru, tetapi juga digadang-gadang sebagai sumber penghasilan tambahan yang cukup menarik. Salah satunya adalah play to earn games yang mengadopsi Non-Fungible Token (NFT).

Apa itu Play to Earn Games?

Para gamers mungkin sudah mengenal model bisnis berupa free-to-play games di mana para pemain bisa bebas bermain dan mengakses konten secara gratis. Namun, kini ada juga yang dinamakan play to earn games. Lantas, apa rewards yang didapatkan oleh para pemain? Umumnya, rewards yang ditawarkan berupa uang. Tentunya menarik sekali jika Anda bisa dibayar untuk bermain, bukan?

Dalam praktiknya, mekanisme play to earn games tidak sesederhana itu. Sebagai pemain, aset Anda adalah akun permainan. Semakin tinggi level, maka akun Anda akan semakin berharga. Apalagi jika Anda berhasil memiliki aset lainnya seperti skin, pakaian, perlengkapan, dan aksesoris langka. Kemudian, Anda bisa menjual akun tersebut ke pemain lainnya dengan imbalan uang. Begitulah konsepnya. Beberapa game seperti World of Warcraft, DotA, CS:GO, dan Seal Online BOD mengadopsi model play to earn ini.  

Jadi, play earn games adalah permainan yang mengusung konsep di mana platform memberikan kesempatan kepada player untuk memperoleh serta mengumpulkan aset, dan juga item dalam dunia game yang nantinya aset tersebut bisa ditransfer ke dunia nyata menjadi bentuk uang atau alat tukar bernilai lainnya

Hubungan Play to Earn dengan NFT

Model play to earn games ternyata sangat cocok dengan NFT. Jika biasanya pemain mengumpulkan items seperti skin, heroes, dan aksesoris, play to earn games memungkinkan pemain untuk mengumpulkan in-game items yang juga merupakan NFT. Ya, in-game items ini bisa diperjualbelikan secara bebas sebagai NFT sehingga dapat menguntungkan pemain yang memilikinya. 

Salah satu keunikannya adalah in-game items tersebut cukup langka, sehingga nilai NFT pun punya potensi naik. Hal ini berbeda dengan in-game items pada model games lainnya yang sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan game developer. Ketika Anda mendapatkan atau membeli in-game items berbentuk NFT, maka Anda menjadi pemilik tunggal dari items tersebut.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 23 Februari 2022: Pasar Kripto Tertekan Buat BTC & ETH Lemah

5 Game P2E NFT yang potensial pada 2022

Tertarik untuk bermain play to earn games yang diadopsi NFT? Ada beberapa pilihan games yang bisa Anda nikmati, baik sebagai gamer pemula maupun yang sudah cukup piawai. Berikut ini bahasannya.

1. Axie Infinity

axie infinity game play to earn

Salah satu P2E NFT paling populer dibuat oleh Sky Mavis yang berbasis di Vietnam, dengan 2,7 juta pemain aktif setiap bulannya. Bahkan, banyak juga yang menjadikan game ini sebagai sumber passive income. 

Konsep permainannya mengingatkan kita kepada Pokemon, di mana Anda akan bertarung menggunakan Axies, makhluk imut yang juga merupakan NFT. Setiap Axie memiliki kekuatan dan kelemahan, serta rarity (kelangkaan) tersendiri. Harga satu Axie berkisar antara $60-$300.

2. The Sandbox

aplikasi game play to earn sandbox

The Sandbox dibuat dengan tujuan untuk menjadi versi blockchain dari game Roblox yang begitu terkenal. Game ini memiliki keunggulan berupa aset yang dibuat dalam format 3D voxels. Format tersebut dianggap sebagai aset game yang tergolong mudah untuk dibuat ulang oleh para non-profesional. Dengan begitu, tidak hanya pihak developer yang bisa membuat 3D items sebagai aset game sekaligus NFT, tetapi para pemain juga bisa ikut menciptakan NFT karya mereka sendiri. 

3. DeFi Kingdoms

tampilan game play to earn defi kingdoms

Source by DeFi Kingdoms

Game ini merupakan permainan civilization yang cukup familiar bagi sebagian besar gamers. Untuk bermain dan mengembangkan kerajaan Anda, maka diperlukan yang namanya JEWEL token, sebuah mata uang dalam game yang juga mata uang kripto. Bisa dikatakan, JEWEL token ini membayar semua hal dalam game DeFi Kingdoms, mulai dari karakter heroes, tanah, hingga pets.

4. Mines of Dalarnia

tampilan game play to earn mines of dalaria

Source by Mines of Dalarnia

Sesuai dengan namanya, pemain mengendalikan karakter yang pergi untuk menambang. Setidaknya ada empat area yang bisa dikunjungi, yakni Lava, Darkness, Ice, dan Terra. Tujuan menambang di area-area tersebut adalah untuk mendapatkan items seperti artefak, barang peninggalan, dan sumber daya yang berharga. Tentu saja, Anda perlu membuat atau membeli peralatan dan senjata karena nantinya Anda akan berhadapan dengan berbagai monster. Selain seru, Anda juga bisa melakukan jual-beli menggunakan DAR token dan koleksi NFT Mining Apes.

5. Alien Worlds

tampilan menu game play to earn alien worlds

Source by Alien Worlds

Dalam play to earn ini, Anda akan mengunjungi berbagai planet dan menjalankan sejumlah misi untuk menemukan NFT. Setiap NFT memiliki tingkat rarity yang berbeda, dimulai dari Abundant, Common, Rare, Epic, Legendary, dan Mythical. Uniknya, Alien Worlds dibuat dengan world building yang sangat detail, lengkap dengan sejarah dan legendanya. 

Baca juga: Mirip Animal Crossing, Begini Cara Main Game Alice Crypto

Itu dia beberapa pilihan play to earn games yang juga mengadopsi NFT sebagai mata uang dalam game. Sekarang, Anda pun bisa mengisi waktu luang dengan hiburan yang produktif. Anda juga dapat membuat dan memperjualbelikan NFT sendiri melalui TokoMall!



Sumber : news.tokocrypto.com

Situasi Rusia-Ukraina Memanas, Pasar Kripto Tergeletak Lemas –

Nilai Bitcoin dan aset kripto lainnya mengalami perubahan harga yang tajam selama 24 jam terakhir di tengah invasi Rusia ke Ukraina pada Kamis (24/2). Kapitalisasi pasar di semua kripto turun ke $ 1.5 triliun, kehilangan hampir 9%.

Nilai Bitcoin bahkan sempat turun sebanyak 8% hingga menyentuh level terendah dalam sebulan, meskipun begitu BTC ini terpantau telah kembali di atas $ 38.000 pada Jumat (25/2). Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat Bitcoin sedang dalam koreksi singkat setelah ada penurunan tajam.

“Pasar keuangan global dan pasar crypto memang terpukul selama 24 jam terakhir, karena invasi Rusia ke Ukraina. Hal tersebut membuat investor berebut dan aksi jual terjadi di sebagian besar kelas aset. Namun, setelah ada informasi sanksi tambahan dari AS, membuat market crypto terkoreksi, namun ke depannya masih akan tertekan,” kata Afid.

chart aset kripto

Ilustrasi market kripto anjlok.

Baca juga: 8 Cara Mudah Cuan dari Kripto

Bitcoin masih bisa turun

Afid menambahkan saat ini 80 persen market crypto masih terjebak dalam situasi bearish. Ketegangan yang terus terjadi antara Rusia-Ukraina bisa membuat Bitcoin berada di masa yang sulit dan bisa jatuh lebih dalam atau bakal tertahan di antara $30.000-$36.800.

Bitcoin diharapkan bisa bergerak menuju level support-nya karena semakin lama harga bertahan di bawah $39.600, semakin besar kemungkinan pergerakan turun. Sementara untuk BTC masuk ke situasi bull harus melewati rintangan overhead di $45.821.

Overall market masih akan turun sampai bulan Maret. Tapi dari penurunan ini akan ada sedikit pullback, dilihat dari teknikal analisisnya hampir secara keseluruhan aset kripto, baik Bitcoin, Ethereum dan lainnya sudah menunjukan pola reverse cup and handle,” ujar Afid.

Pola reverse cup and handle sendiri adalah grafiknya menunjukkan sinyal bearish yang mengindikasikan tren penurunan harga. Ketika harga aset kripto tembus level bawah dari pegangan cangkir, keadaan ini merupakan sinyal bagi investor atau trader untuk keluar dari posisi long dan memasuki posisi short.

Cara Investasi Bitcoin

Ilustrasi market kripto anjlok.

Baca juga: 4 Jenis Stablecoin dan Perbedaannya dengan Aset Kripto Lain

Investor kripto cenderung wait & see

Afid menjelaskan harga aset kripto masih terkait dengan dominasi Bitcoin. Apabila Bitcoin terus alami penurunan dan tekanan, aset kripto lainnya atau yang biasa disebut altcoin akan bernasib sama atau bahkan lebih buruk. Maka dari itu muncul istilah Bitcoin sebagai Mother of Crypto.

Sementara itu, naik-turunnya pasar kripto juga secara langsung berkaitan dengan penawaran dan permintaan. Peristiwa yang berdampak pada ekonomi secara global menentukan kebutuhan orang untuk membeli atau memiliki aset digital tersebut. Selama periode ketegangan geopolitik, investor cenderung menghindari aset yang bergejolak dan menyimpan uang mereka di aset safe-haven seperti uang tunai dan emas.

Di kala pasar kripto sedang turun, investor beranggapan bahwa saat inilah waktu yang tepat untuk masuk. Namun, hal ini perlu diwaspadai oleh investor, mengingat volatilitas kripto yang masih cukup tinggi dan belum ada katalis positif yang dapat mengangkat kembali performanya, walaupun sudah terlihat akan rebound.

Kembali lagi, investor harus paham risiko investasi aset kripto. Lakukan analisa fundamental dengan mempelajari aset kripto, sebelum berinvestasi. Serta melakukan analisa teknikal untuk menentukan waktu yang tepat dalam membeli, menjual atau take profit aset.



Sumber : news.tokocrypto.com

4 Jenis Stablecoin dan Perbedaannya dengan Aset Kripto Lain

Berbicara soal aset kripto memang tak bisa lepas dari pembahasan mengenai harganya yang mudah naik-turun. Aset kripto yang ada di pasaran hampir tidak bisa ditebak akan ke mana arahnya, mungkin saja saat harganya sedang naik, tidak butuh waktu lama harganya langsung turun bahkan anjlok. Tetapi, ada nih jenis aset kripto yang harganya stabil, namanya Stablecoin

Terus, apa sih penyebab harganya bisa stabil? Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini!

Apa itu Stablecoin?

Stablecoin adalah sederet aset kripto yang menawarkan nilai aset yang terus stabil dikarenakan sudah dijamin oleh aset-aset lain di belakangnya dengan rasio 1:1. Aset lain tersebut bisa bermacam-macam bentuknya, mulai dari uang fiat, sesama aset kripto lain, hingga komoditas.

Saat ini, stablecoin kerap menjadi buah bibir dan pilihan utama pegiat aset kripto. Selain karena harganya yang cenderung stabil dan berbeda dengan aset kripto lainnya, stablecoin juga dianggap lebih aman karena adanya aset lain yang menjaminnya.

4 Jenis Stablecoin

gambaran jenis jenis stable coin

Dalam dunia aset kripto, stablecoin dibagi lagi ke dalam empat jenis sesuai dengan cara kerjanya. Berikut adalah empat jenis stablecoin, lengkap dengan cara kerja dan contohnya, yaitu:

1. Fiat-collateralized 

Seperti namanya, fiat-collateralized berarti jenis stablecoin yang dijamin oleh uang fiat. Umumnya, uang fiat yang digunakan sebagai jaminan adalah uang yang harganya tergolong stabil di pasar, seperti Dollar AS dan Euro. Meski begitu, kini juga sudah ada stablecoin yang dijamin oleh uang fiat lain seperti Rupiah.

Beberapa contoh dari stablecoin berjenis ini adalah Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) yang memiliki nilai setara dengan Dollar AS, menjadi dua stablecoin yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar saat ini. Selain itu, dalam skala nasional juga hadir Rupiah Token (IDRT), yang nilainya dijamin oleh nilai Rupiah asli.

2. Commodity-collateralized

Jenis stablecoin selanjutnya ada commodity-collateralized, yaitu stablecoin yang harganya ditetapkan sesuai dengan harga komoditas, atau aset lain yang bisa dipertukarkan. Komoditas yang digunakan yaitu logam mulia seperti emas atau perak, tetapi ada juga yang menggunakan properti. Layaknya komoditas di dunia nyata, tidak menutup kemungkinan nilai stablecoin jenis ini bisa naik atau turun seiring berjalannya waktu.

Stablecoin berjenis ini antara lain adalah PAX Gold (PAXG), Tether Gold (XAUT), dan Digix Gold (DGX) yang harganya mengikuti pergerakan harga logam mulia emas. Ada juga Secure Coin (SRC) yang nilainya dijamin oleh portofolio properti di Swiss.

3. Crypto-collateralized

Selanjutnya ada stablecoin dengan jenis crypto-collateralized, di mana nilai stablecoin yang ada dijamin oleh aset kripto lainnya. Agar harga stablecoin yang dijamin tetap stabil, maka biasanya aset kripto yang menjaminnya sengaja disiapkan lebih banyak. Hal ini akan menghasilkan stablecoin dalam jumlah sedikit, tetapi harganya tetap stabil.

Misalnya, dalam menghasilkan stablecoin senilai 2500 USD, maka penerbit harus mempersiapkan aset kripto lain sebagai jaminan dengan nilai 5000. Dalam hal ini, stablecoin berhasil dijamin sebesar 200 persen. Contoh stablecoin berjenis ini adalah MakerDAO (DAI) yang harganya dipatok pada Dollar AS tetapi didukung oleh Ether (ETH).

4. Non-collateralized

Terakhir ada stablecoin dengan jenis non-collateralized alias tidak dijamin oleh aset apapun. Tapi, kok, harganya bisa tetap stabil? Sebenarnya, jenis ini tidak sepenuhnya sama sekali tanpa jaminan. Non-collateralized di sini maksudnya adalah tetap menggunakan mekanisme kerja atau algoritma selayaknya bank sentral, sehingga harganya bisa terus stabil.

Masih bingung? Sederhananya, seperti yang dahulu terjadi pada Dollar AS di mana nilainya sempat dipatok dengan nilai emas yang bertujuan untuk menstabilkan harganya. Namun, setelah tidak lagi dijamin oleh harga emas, ternyata harga Dollar AS tetap stabil karena masyarakat sudah percaya akan nilai dan impact yang dimilikinya. 

Sama seperti ilustrasi tersebut, ada jenis stablecoin yang dibangun menggunakan algoritma serupa. Akan tetapi, pada aset kripto, diperlukan juga penerapan smart contract pada sebuah platform terdesentralisasi terlebih dulu. Selain itu, untuk mempertahankan stabilitasnya, stablecoin jenis ini harus bisa menunjukkan pertumbuhannya dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Contohnya adalah Ampleforth (AMPL) yang menggunakan algoritma supply-demand. Jadi, apabila terjadi pembelian AMPL dalam jumlah besar, protokol akan secara otomatis meningkatkan supply AMPL agar harganya tetap stabil dan menimbulkan keseimbangan antara supply dan demand.

Baca juga: Kenalan dengan 5 Jenis Altcoin dan Cara Kerjanya

Perbedaan Stablecoin dengan Aset Kripto Lain

perbedaan stable coin dan

Lalu, apa saja sebenarnya yang membedakan stablecoin dengan aset kripto lainnya? Ada 2 perbedaannya, yakni:

1. Volatilitas

Perbedaan pertama adalah tingkat volatilitas masing-masing tipe aset kripto. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, stablecoin menawarkan aset kripto dengan tingkat volatilitas yang amat rendah alias harganya stabil. Hal ini membuat naik-turunnya harga stablecoin lebih mudah untuk diprediksi.

Berbeda dengan aset kripto selain stablecoin yang ada di pasar, di mana aset-aset tersebut memiliki tingkat volatilitas yang amat tinggi dan menyebabkan aset lebih mudah goyah, sehingga bisa naik-turun secara cepat serta arahnya cenderung sulit untuk diprediksi.

2. Penggunaan

Selanjutnya terletak pada penggunaannya. Stablecoin bisa digunakan untuk pembayaran di dunia nyata, tidak hanya di dunia digital. Hal ini bermula dari Visa yang memungkinkan para nasabahnya untuk menggunakan USDC dalam bertransaksi. Disusul oleh Mastercard yang bekerja sama dengan perusahaan penyalur stablecoin, Paxos dan Circle, dalam mendukung aktivitas transaksi menggunakan USDC.

Sementara itu, aset kripto lainnya sampai saat ini baru bisa digunakan sebatas transaksi digital saja. Misalnya seperti pertukaran atau jual-beli aset kripto pada exchange, aktivitas trading, pembayaran cross-border, serta pembayaran layanan yang ada pada blockchain.

Ternyata, cukup banyak ya stablecoin yang telah diterbitkan di pasar aset kripto. Tidak sedikit pula yang menarik perhatian para investor. 

Apakah Anda salah satu di antara mereka yang tertarik berinvestasi stable coin? Kalau iya, yuk langsung selesaikan KYC Anda dan beli stable coin hanya di Tokocrypto! Jangan lupa juga untuk gabung di Komunitas Tokocrypto untuk tahu lebih banyak soal dunia aset kripto, ya!



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal 5 Altcoin yang Diklaim Punya Kinerja Bagus di Awal 2022

Jika kembali ke tahun 2010, aset kripto yang terlintas di benak Anda sudah pasti adalah Bitcoin. Kini, satu dekade telah berlalu dan sudah semakin banyak aset kripto lain yang lahir. Aset kripto yang hadir setelah Bitcoin ini dikenal dengan julukan “altcoin” dan terdiri dari banyak jenis yang bisa dipilih. 

Sebelum melihat apa saja jenis altcoin yang ada, ketahui dulu yuk apa sebenarnya pengertian dari altcoin itu! 

Apa itu Altcoin?

Kata “altcoin” berasal dari gabungan dua kata, yaitu ‘alternative’ dan coin’, di mana definisi altcoin sendiri berarti koin atau aset kripto yang bisa dijadikan alternatif selain Bitcoin (BTC). Sebenarnya, framework yang digunakan oleh altcoin tidak jauh berbeda dengan Bitcoin. Hanya saja, banyak altcoin yang dengan sengaja dilengkapi dengan fitur-fitur yang tidak ada pada Bitcoin.

Sebagai contoh, kini sudah ada jenis altcoin yang menggunakan mekanisme Proof of Stake (PoS), di mana mekanisme penambangan ini dianggap lebih efisien dan eco-friendly. Selain itu, ada juga yang memberikan penawaran khusus bagi para pemiliknya berupa ekuitas, layaknya saham di pasar modal.

Dengan melakukan pendekatan yang berbeda dengan Bitcoin, altcoin semakin digemari khalayak hingga membentuk pasarnya sendiri. Bahkan, ada waktu-waktu tertentu di mana pasar aset kripto dikuasai oleh altcoin berkat performanya yang memuaskan. Peristiwa ini lah yang seringkali disebut dengan ‘Altcoin Season’.

Baca juga: Apa itu Altcoin Seasons?, Yuk Kenalan Dengan Istilah Trading Ini

5 Jenis Altcoin

contoh jenis altcoin

Setelah membaca penjelasan mengenai altcoin di atas, apakah Anda penasaran apa saja jenis altcoin yang ada di pasar? Sebenarnya, altcoin sangat beragam jenisnya bergantung dengan tujuan dan cara kerjanya. Meski begitu, terdapat 5 jenis altcoin yang paling umum ditemukan di pasar nih, yaitu:

1. Stablecoin

Stablecoin merupakan aset kripto yang dirancang untuk bekerja mengikuti harga aset yang lain, seperti Dollar AS (USD), Euro, emas, hingga sesama aset kripto lainnya. Tujuannya adalah agar volatilitas yang kerap terjadi di pasar bisa berkurang dan membuat harga dari stablecoin terus stabil. Oleh karena itu, banyak orang yang lebih memanfaatkan stablecoin sebagai tabungan dibandingkan sebagai instrumen investasi.

Beberapa stablecoin besar di antaranya adalah Tether (USDT), MakerDao (DAI), hingga USD Coin (USDC). Hal ini dibuktikan dengan adanya perusahaan e-payment besar dunia seperti Visa dan Mastercard yang mengizinkan transaksi di jaringan pembayaran miliknya menggunakan stablecoin USDC pada 2021 lalu.

Baca juga: Yakin Tidak Berminat Investasi Dollar? Mari Simak Caranya!

2. Mining-based

Jenis altcoin selanjutnya adalah mining-based yang berarti aset kripto yang baru bisa diperoleh lewat proses mining atau penambangan, dengan menggunakan mekanisme Proof of Work (PoW). Proses penambangan ini mencakup aktivitas verifikasi transaksi yang terdapat dalam blockchain dengan cara memecahkan teka-teki matematika. Lalu, penambang yang berhasil akan diberikan reward berupa sejumlah aset kripto.

 Contoh altcoin yang dikategorikan sebagai mining-based antara lain adalah Litecoin (LTC), Monero (XMR), dan ZCash (ZEC). Pada awal kemunculannya, Ethereum (ETH) juga sempat termasuk ke dalam jenis altcoin mining-based sebab masih menggunakan mekanisme PoW.

3. Staking-based

Staking-based altcoin berarti aset kripto yang baru bisa diperoleh lewat proses staking dengan mekanisme Proof of Stake (PoS). Proses staking hampir mirip dengan mining yaitu bertujuan akhir untuk memverifikasi transaksi yang ada pada blockchain. Bedanya, pengguna yang melakukan staking sudah lebih dulu memiliki aset kripto untuk kemudian disimpan dan dikunci. Jika berhasil terverifikasi, nantinya pengguna akan mendapatkan reward tambahan.

Beberapa altcoin dengan jenis staking-based adalah Ethereum (ETH) yang baru-baru ini berpindah ke mekanisme PoS dan juga Peercoin (PPC).

Baca juga: Kenali Perbedaan Proof of Work dan Proof of Stake

4. Security token

Security token berarti aset kripto yang memang sengaja disambungkan dengan perusahaan ataupun bisnis, mirip dengan sekuritas yang diperdagangkan di pasar modal. Security token juga menawarkan ekuitas seperti bentuk kepemilikan perusahaan hingga dividen. Makanya, security token umumnya diluncurkan bersamaan saat Initial Coin Offering (ICO) untuk menambah daya tarik suatu proyek kripto.

Hal inilah yang dilakukan oleh Exodus, sebuah perusahaan penyedia wallet aset kripto yang berhasil menjalankan Regulation A Tier 2 offering atau yang dikenal dengan ‘Reg A+’ pada Maret 2021 lalu, melansir CoinDesk. Exodus berhasil menjual saham sejumlah 75 juta USD yang bisa dikonversi menjadi sebuah aset kripto di platform Algorand.

jenis jenis altcoin5. Utility token

Jenis altcoin yang terakhir yaitu utility token. Utility token adalah aset kripto yang diluncurkan untuk menjalankan suatu jaringan kripto. Bentuknya bisa bermacam-macam, seperti digunakan untuk membeli item atau service, hingga membayar tagihan atau biaya yang dikenakan dalam jaringan. 

Meski sekilas mirip dengan security token, jenis altcoin yang satu ini tidak menawarkan ekuitas bagi para pemiliknya, karena pada dasarnya bersifat untuk crowdfunding. Contoh altcoin yang digolongkan sebagai utility token adalah Cardano (ADA), Filecoin (FIL), dan RippleNet (XRP).

Baca juga: Kenali jenis jenis stable coin

5 Altcoin yang Menarik Perhatian Selama Awal 2022

jenis altcoin yang menarik perhatian

Lantas, apa saja sih, altcoin yang wajib diwaspadai sepanjang tahun 2022 berkat performa yang memukau di awal tahun? Yuk, simak daftarnya berikut ini!

1. Ethereum (ETH)

Altcoin pertama yang menarik perhatian selama awal 2022 masih diduduki oleh ETH, nih. Bagaimana tidak, aset kripto kedua terbesar setelah Bitcoin ini terus menunjukkan performa yang sangat baik. Terbukti per tanggal 15 Februari 2022, harga satu kepingnya mencapai 3,032.14 USD atau sekitar Rp43,346,56 mengutip dari CoinMarketCap. Sejak awal kemunculannya, ETH telah mengalami kenaikan harga hingga hampir 30,000 persen, lho!

Akan tetapi, kenaikan harga yang fantastis ini tentunya bukan tanpa alasan. Sebab, dalam perjalannya Ethereum kerap melakukan pengembangan dan pembaruan fitur pada blockchain. Seperti mekanisme PoS yang dijalankan, smart contract, hingga potensinya di dunia NFT. Alhasil, hal tersebut berpengaruh pada kualitas yang menambah nilai dari Ethereum itu sendiri. 

2. Tether (USDT)

Altcoin yang juga menarik perhatian di awal 2022 ini adalah USDT. Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, USDT berkiblat kepada harga Dollar AS dan juga Euro. Dengan demikian, volatilitas yang dimiliki altcoin ini cenderung lebih rendah dibandingkan dengan altcoin yang lain. Hal ini yang membuat banyak investor mempertahankannya.

Saat ini, harga USDT berada di angka 1 USD atau sekitar Rp14,295,70, dikutip dari CoinMarketCap. Setelah sebelumnya sempat menyentuh 1.0026 USD pada 11 Februari lalu, tidak menutup kemungkinan harga USDT akan kembali meningkat meskipun tidak sedrastis jenis altcoin lain.

3. Cardano (ADA)

Selanjutnya ada altcoin ADA yang menarik perhatian di awal 2022. Setelah bersinar di sepanjang tahun 2021, ADA masih terus diminati oleh para investor aset kripto. Dapat dilihat dari harga per kepingnya saat ini, yaitu 1.07 USD atau sekitar Rp15.296,40 mengutip CoinMarketCap. Jika dibandingkan dengan harga awal kemunculannya, terjadi peningkatan lebih dari 5 persen.

Hal ini disebabkan oleh Cardano yang dianggap eco-friendly berkat mekanisme PoS yang digunakan. Cardano juga dianggap lebih aman karena pengembangannya dilakukan secara peer-reviewed oleh para ahli. Selain itu, smart contract yang baru-baru ini diluncurkan Cardano juga semakin menambah daya tarik altcoin yang satu ini. 

4. Solana (SOL)

SOL juga menjadi salah satu altcoin yang membuka tahun 2022 dengan performa yang baik. Tercatat saat ini harga satu keping SOL adalah senilai 101.46 USD atau sekitar Rp1.455.182,71, dilansir dari CoinMarketCap. Angka ini tergolong spektakuler, karena jika dibandingkan pada saat pertama kali diluncurkan, SOL hanya bernilai 0.77 USD saja.

Altcoin yang satu ini memiliki banyak kelebihan, di antaranya adalah mendukung penggunaan De-Fi, dApps, dan juga smart contract. Selain itu, blockchain Solana juga rajin melakukan pengembangan dan mencetak penemuan baru. Tak heran hingga kini, SOL masih terus diminati oleh para investor.

5. Terra (LUNA)

Altcoin terakhir yang juga menarik perhatian di awal tahun 2022 adalah LUNA. Harga LUNA mengalami peningkatan besar-besaran jika dibandingkan dengan awal peluncurannya di Januari 2021 lalu. Jika saat itu LUNA hanya bernilai 0.64 USD, mengutip CoinMarketCap, kini harga per kepingnya telah mencapai 55.04 USD atau sekitar Rp787.157,31 lho!

Hal yang membuat altcoin ini masih menjadi buah bibir di kalangan investor adalah karena semakin banyak pula pengguna yang menggunakan platform Terra. Dengan banyaknya pengguna tersebut, nilai LUNA juga ikut meningkat, bersamaan dengan partner-nya yaitu Terra stablecoin di mana salah satunya adalah TerraUSD (UST).

Gimana? Sudah mulai paham kan mengenai pengertian dan jenis altcoin yang ada di pasaran? Untuk informasi lain mengenai aset kripto hingga tips and trick trading, Anda bisa mengunjungi Tokonews dan gabung dengan Komunitas Tokocrypto, ya. 

Yuk, segera selesaikan KYC Anda dan langsung investasi altcoin di Tokocrypto!



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Market Signal 23 Februari 2022: Potensi saat Pasar Anjlok

Pasar kripto terus alami tekanan pada pekan terakhir bulan Februari 2022. Tampaknya siklus yang menyatakan Februari adalah bulan yang baik untuk market kripto terpatahkan untuk tahun ini.

Dalam jangka pendek, pasar crypto kemungkinan akan dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina, isyarat dari Federal Reserve AS untuk pengetatan kebijakan moneter hingga stigma kinerja aset yang dianggap terlalu berisiko.

“Penurunan pasar crypto secara keseluruhan saat ini dapat dilihat sebagai reaksi spontan terhadap meningkatnya ketegangan antara Ukraina dan Rusia. Jika ada perang antara dua hub crypto terbesar di dunia, itu bisa meningkatkan tingkat hash Bitcoin, dan ketakutan ini membuat pasar crypto tetap waspada,” kata Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Investor masih akan melindungi portofolio aset mereka terhadap penurunan harga lebih lanjut. Investor harus lebih cermat untuk aksi jual-beli mereka. Oleh karena itu, Tokocrypto Market Signal pekan ini hadir untuk memberikan referensi dalam melihat sejumlah kripto yang berpotensi bergerak naik dan juga mengarah sebaliknya.

 

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. Chromia (CHR)

Ilustrasi Chromia (CHR).

Ilustrasi Chromia (CHR).

Chromia (CHR) adalah token cryptocurrency dan beroperasi pada platform Ethereum. CHR sempat melonjak lebih dari 4.900% pada tahun 2021, didukung oleh melonjaknya popularitas aplikasi terdesentralisasi (DApps), Non-Fungible Token (NFT), dan game play-to-earn berbasis blockchain.

Afid melihat CHR pekan ini akan berpotensi bullish disebabkan oleh proyek RPG Gaming Multiverse, Chain of Alliance telah mengumumkan niatnya untuk meluncurkan public beta di testnet Chromia pada 28 Februari 2022 mendatang.

“Chain of Alliance adalah RPG Gaming Multiverse yang dibangun di atas token Chromia. Baru-baru ini mereka dapat investasi awal $ 2,4 juta dan segera meluncurkan testnet publik yang bisa meningkatkan sentimen positifnya,” kata Afid.

Peringkat CHR di CoinMarketCap saat ini adalah #184, dengan kapitalisasi pasar US$ 222.096.076. Pasokan yang beredar 567.369.439 koin CHR dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin CHR.

 

2. Horizen (ZEN)

Ilustrasi Horizen (ZEN).

Ilustrasi Horizen (ZEN).

Horizen, sebelumnya dikenal sebagai ZenCash, adalah platform terdesentralisasi dan skalabel yang berfokus pada penyediaan bisnis dan pengembang dengan cara yang cepat dan terjangkau untuk membangun blockchain dan DApps mereka sendiri. ZEN adalah aset digital asli Horizen.

Menurut Afid, ZEN berpeluang bullish dipicu oleh developer mereka yang membagikan roadmap update dengan sejumlah kegiatan dan fitur baru untuk diluncurkan pada tahun 2022 ini.

“Terdekat ZEN akan meluncurkan Tokenization Platform V1 pada 28 Februari mendatang. Platform ini akan sangat membantu pengembangan project yang berjalan di atas jaringan ZEN,” ungkap Afid.

Peringkat ZEN di CoinMarketCap saat ini adalah #131, dengan kapitalisasi pasar US$ 423.633.560. Pasokan yang beredar 12.095.263 koin ZEN dan maksimal pasokan 21.000.000 koin ZEN.

Baca juga: 8 Cara Mudah Cuan dari Kripto

3. Polkastarter (POLS)

Ilustrasi Polkastarter (POLS).

Ilustrasi Polkastarter (POLS).

Polkastarter adalah platform blockchain yang dirancang untuk menyediakan landasan peluncuran yang mudah digunakan untuk kumpulan token dan lelang lintas blockchain. Ini paling sering digunakan oleh proyek-proyek blockchain tahap awal yang ingin meningkatkan modal dan dengan mudah mendistribusikan token mereka pada saat yang bersamaan. 

POLS adalah token utilitas asli dari platform Polkastarter dan memainkan sejumlah peran dalam ekosistemnya. POLS berpotensi bullish karena akan melakukan IDO (Initial dex offering) untuk game Mecha Morphing yang menggunakan jaringan POLS.

Game strategi pertempuran, Mecha Morphing sebelumnya telah melakukan testnet ke-2 dan tampaknya sukses. Kemudian, Polkastarter akan melakukan IDO pada 28 Februari sebagai proses dukungan pengembangan game tersebut,” tutur Afid.

Peringkat POLS di CoinMarketCap saat ini adalah #323, dengan kapitalisasi pasar US$ 124.522.098. Pasokan yang beredar 88.221.432 koin POLS dan maksimal pasokan tidak tersedia.

 

4. BitTorrent chain (BTTC)

Ilustrasi BitTorrent Chain (BTTC).

Ilustrasi BitTorrent Chain (BTTC).

BitTorrent Chain (BTTC) adalah protokol interoperabilitas lintas rantai heterogen pertama yang dibangun di atas TRON, dikembangkan bersama oleh tim inti BitTorrent dan TRON. Kripto BTT akan menjadi BTTC setelah redenominasi kripto BitTorrent (BTT) dijadwalkan tuntas pada 12 Februari 2022. Semua pemegang kripto BTT wajib menukarnya menjadi versi baru, kelak bersimbol BTTC.

BTTC akan berpotensi bullish pekan ini akibat peluncuran BTFS 2.0 Mainnet yang dijadwalkan pada 22 Februari 2022. “Informasi mengenai rencana airdrop selama masa transisi dari BTFS 1.0 ke BTFS 2.0 meningkatkan sentimen positif pada BTTC, sehingga investor banyak tertarik untuk meng-hodl token tersebut,” kata Afid.

Peringkat BTTC di CoinMarketCap saat ini adalah #53, dengan kapitalisasi pasar US$ 1.803.194.718. Pasokan yang beredar 932.497.500.000.000 koin BTTC dan maksimal pasokan tidak tersedia.

 

5. Ontology (ONT)

Ilustrasi Ontology (ONT).

Ilustrasi Ontology (ONT).

Ontology (ONT) adalah blockchain open source yang mengkhususkan diri dalam project data digital. Infrastruktur unik Ontology mendukung kolaborasi lintas blockchain yang kuat dan skalabilitas Layer 2. 

Ontology dirancang untuk memecahkan masalah sebagian besar bisnis yang ingin membuat dan melaksanakan smart contract. Perusahaan yang menggunakan teknologi Ontology bisa menghemat waktu dan biaya untuk membuat smart contract dalam skala besar.

“ONT akan melakukan Mainnet upgrade pada 28 februari 2022 untuk meningkatkan transaksi dan pencatatan data di jaringan blockchain. Berita ini disambut baik oleh investor yang memegang ONT, sehingga memberikan sentimen positif dan mungkin menaikan nilainnya,” kata Afid.

Peringkat ONT di CoinMarketCap saat ini adalah #128, dengan kapitalisasi pasar US$ 435.905.982. Pasokan yang beredar 875.249.524 koin ONT dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin ONT.

Baca juga: Digandeng Game Blockchain, Persib Siap Masuk Dunia Crypto

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Bitcoin (BTC)

Ilustrasi Bitcoin (BTC).

Ilustrasi Bitcoin (BTC).

Pada pekan ini masih terdapat banyak kripto berkapitalisasi besar atau big cap yang berpotensi bearish, seperti Bitcoin (BTC). Harga Bitcoin telah sempat drop di bawah level support kuatnya di $39.600. Angka ini merupakan penurunan tertinggi sejak November tahun lalu.

Menurut Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, pada pekan ini pergerakan BTC berpotensi menurun setelah terkoreksi di area level harga $37.000-$39.000. Penurunan bisa mencapai 12 persen.

“Bitcoin masih akan terus turun, namun akan sedikit terkoreksi terlebih dahulu. Penurunannya, jika dilihat dari teknikal analisis bisa mencapai 12 persen. Bitcoin berpeluang turun di kisaran harga $ 32.000,” kata Afid.

Peringkat BTC di CoinMarketCap saat ini adalah #1, dengan kapitalisasi pasar US$ 791.730.821.444. Pasokan yang beredar 18.925.843 koin BTC dan maksimal pasokan 21.000.000 koin BTC.

 

2. Ethereum (ETH)

Ilustrasi Ethereum (ETH).

Ilustrasi Ethereum (ETH).

Tidak berbeda jauh dengan Bitcoin, Ethereum juga masih berpotensi bearish. Afid melihat ETH dalam fase pemulihan yang tersendat. ETH sempat menembus dan ditutup di bawah level support kritis di $2,652 pada 20 Februari lalu.

“Tetapi investor tidak dapat memanfaatkan situasi tersebut. Ini menunjukkan pembelian yang kuat di level yang lebih rendah. Harga rebound tajam pada 21 Februari. Pekan ini kemungkinan masih akan turun sekitar 15 persen hingga di kisaran harga $ 2.285,” sebut Afid.

Peringkat ETH di CoinMarketCap saat ini adalah #1, dengan kapitalisasi pasar US$ 791.730.821.444. Pasokan yang beredar 18.925.843 koin ETH dan maksimal pasokan 21.000.000 koin BTC.

 

3. Bitcoin UP (BTCUP)

Ilustrasi Bitcoin UP (BTCUP).

Ilustrasi Bitcoin UP (BTCUP).

Bitcoin UP (BTCUP) berpeluang mengalami penurunan pada pekan terakhir Februari 2022 ini. Menurutnya kondisi market kripto sekarang turut berpengaruh negatif pada BTCUP.

“Pergerakan BTCUP sudah menunjukan pola reverse cup and handle. Grafiknya menunjukkan sinyal bearish yang mengindikasikan tren penurunan harga. Ketika harga BTCUP tembus level bawah dari pegangan cangkir, keadaan ini merupakan sinyal bagi trader untuk keluar dari posisi long dan memasuki posisi short,” kata Afid.

BTCUP bertujuan untuk menghasilkan keuntungan berlipat kali ketika harga Bitcoin naik. Sedangkan BTCDOWN bertujuan memberikan keuntungan berlipat kali ketika harga Bitcoin turun. Jumlah keuntungan yang berlipat kali ini ditetapkan di antara 1,25x dan 4x.

Peringkat BTCUP di CoinMarketCap saat ini adalah #2936, dengan kapitalisasi pasar US$ 4.206.430. Jumlah koin yang beredar dan maksimal pasokannya tidak tersedia.

Baca juga: Wajib Tahu! Inilah Faktor yang Buat Harga Aset Kripto Berubah

4. Terra (LUNA)

Ilustrasi Terra (LUNA).

Ilustrasi Terra (LUNA).

Terra adalah sebuah blockchain yang dibangun dengan tujuan menciptakan ekosistem pembayaran digital yang terdesentralisasi menggunakan aset kripto stablecoin, LUNA. Di penghujung tahun 2021, nilai LUNA sempat melonjak hingga mencapai Rp 1,2 juta dan berhasil menyalip Dogecoin. Namun, LUNA pekan ini berpotensi bearish.

“Sama seperti BTCDOWN, LUNA udah menunjukan pola reverse cup and handle. Ada kemungkinan nilai akan terus turun. Penurunannya bisa sekitar 13 persen di kisaran harga $ 48,” kata Afid.

Peringkat LUNA di CoinMarketCap saat ini adalah #9, dengan kapitalisasi pasar US$ 21.678.363.915. Pasokan yang beredar 386.681.821 koin LUNA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

 

5. API3 (API3)

Ilustrasi API3 (API3).

Ilustrasi API3 (API3).

API3 adalah token Ethereum yang digunakan untuk mendukung project API3 yang dapat masuk staking untuk menerima reward dan berfungsi sebagai jaminan untuk menjamin keamanan dalam jaringan. 

“Token API3 memiliki sentimen negatif untuk masuk fase bearish. Meski akan sedikit koreksi, tapi ada kemungkinan turun dari nilai sekarang, Selasa (23/2) $ 7 ke $ 5,” kata Afid.

Peringkat API3 di CoinMarketCap saat ini adalah #9, dengan kapitalisasi pasar US$ 291.199.472. Pasokan yang beredar 36.907.810 koin API3 dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Disclaimer:

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Digandeng Game Blockchain, Persib Siap Masuk Dunia Crypto –

Salah satu klub sepak bola terbesar di Indonesia Persib Bandung sudah selangkah maju menuju industri crypto dan blockchain. Klub papan atas Indonesia ini mengumumkan telah bermitra dengan perusahaan game berbasis blockchain Liberty Gaming Guild (LGG).

LGG adalah platform game play-to-earn (P2E) atau GameFi (game berbasis Blockchain + Non-Fungible Token | NFT) yang diintegrasikan ke dalam sistem game.

Vice President of Partnership and Activation Persib, Gabriella Witdarmono dikutip dari laman resmi tim, menyambut baik kemitraan tersebut. Dia berharap, pendukung Persib Bandung dapat mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dan positif dari berbagai produk game LGG.

Baca juga: NFT BAYC Senilai 225 ETH Raib, Opensea Digugat ke Pengadilan

Gabriella mengatakan, Persib Bandung berkomitmen untuk terus mengikuti perkembangan teknologi. Dan salah satunya, perkembangan industri game yang sangat populer di kalangan Bobotoh.

“Kami senang dapat bermitra dengan Liberty Gaming Guild (LGG) yang merupakan salah satu platform game teratas saat ini. Melalui kemitraan strategis dan inovatif ini, kami ingin seluruh fans (bobotoh) Persib Bandung mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dan positif dengan berbagai produk game dari LGG,” kata Gabriella, 20 Februari 2022.

Sementara itu, Chief Communication Officer (CCO) Liberty Gaming Guild Maurizio Barbieri menyebutkan, pihaknya tidak berpikir dua kali untuk menerima kesempatan untuk bermitra dengan Persib Bandung yang merupakan salah satu klub sepak bola terbesar di Indonesia, bahkan Asia Tenggara.

Barbieri berharap, kerja samanya ini dapat mempercepat pertumbuhan LGG di kawasan Asia Tenggara serta khususnya Indonesia dan tak sabar memulai kerja sama ini.

“Ketika kami diberi kesempatan untuk bermitra dengan salah satu klub sepak bola terbesar dan paling populer di Indonesia bahkan di kawasan Asia Tenggara, tentunya kami tidak akan berpikir dua kali, dan kami pun segera mengambil kesempatan yang baik ini,” ujar Barbieri.

Kendati demikian, belum diketahui secara pasti bagaimana pola kerjasama ini.

Baca juga: 4 Tokoh dan Artis Indonesia yang Ikut Tren NFT

Klub Sepak Bola Indonesia Pertama

Persib Bandung bisa jadi menjadi klub sepak bola Indonesia pertama yang mulai masuk ke ruang crypto. Padahal, klub-klub profesional di Eropa telah mengaopsi secara penuh cryptocurrency. Sebut saja Paris Saint German (PSG), Manchester City, Lazio, dan lainnya.

Cryptocurrency dan blockchain bisa menjadi sebuah media baru bagi klub sepakbola untuk mengembangkan bisnisnya. Salah satunya dengan membuat fan token. Hal ini dilakukakn oleh sejumlah klub papan atas Eropa. Dengan fan token, suppoorter memilki kesempatan lebih dari sekedar mendukung tim kebanggaannya.

Mereka bisa mendapat akses kepemilikan klub, voting, dan mendapat hadiah dari klub berupa merchandise atau tiket gratis.

Baca juga: Daftar Token Aset Kripto dengan Nama Klub Sepak Bola Terpopuler

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

5 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Bitcoin Minggu Ini

Menjelang berakhirnya Februari, Bitcoin (BTC) menunjukkan penurunan harga dengan menetapkan nilai di bawah $40.000. Meski begitu, BTC tetap menunjukkan tanda-tanda kekuatan harga karena key support levelnya bertahan.

Koreksi market crypto minggu lalu dipicu oleh kekhawatiran inflasi, kebijakan moneter Amerika Serikat, dan ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina, dengan itu, potensi saham untuk terus menderita semakin tinggi.

Ditambah lagi keputusan The Fed mengenai suku bunga yang akan diputuskan pada Maret mendatang membuat situasi semakin menegangkan.

Mungkinkah ini pertanda kehancuran Bitcoin? Atau celah untuk harga aset meroket semakin tinggi lagi?

Berikut adalah 5 hal yang harus diperhatikan dalam Bitcoin minggu ini.

Baca Juga:The Fed Rilis Laporan Terbaru Digital Dollar, Ini Isinya

Saham Memimpin Kondisi Ekonomi Makro

Kisah utama bagi para investor Bitcoin minggu ini datang dari luar sektor crypto.

Yang pertama datang dari sikap The Fed dalam menangani lonjakan inflasi, serta secara khusus menimbulkan pertanyaan apakah kenaikan suku bunga yang disyaratkan akan dimulai pada bulan Maret seperti yang diantisipasi?

Selain itu, situasi antara Rusia dan dugaan rencananya untuk Ukraina semakin mengkhawatirkan ekuitas. “Konflik terbuka seperti Rusia dan Ukraina berpotensi mempengaruhi hashrate Bitcoin, yang dapat memperburuk reaksi pasar spontan yang lebih lemah untuk aset berisiko beta tinggi seperti crypto,” ungkap David Duong, kepala penelitian di Coinbase Institutional.

Namun dengan situasi ini, komoditas seperti minyak mendapat keuntungan besar dan memimpin minggu makro yang suram.

CME Bitcoin Gap

Bitcoin hanya mendapatkan keuntungan sekitar dua minggu, dan setelah itu harga set ini alami penurunan hingga di bawah $38.000.

Bitcoin pun sempat naik kembali ke level $40.000, sebelum turun lagi dan kini berada di level $37.000.

Namun ada hal yang perlu diperhatikan dari penurunan ini, yakni CME GAP. Di lihat pada Jumat (18/02), BTC telah berada di nilai $39.860.

Ini bisa menjadi indikator penting untuk meningkatkan profitablitas harga Bitcoin di akhir pekan jika melihat harga close CME GAP.

Dengan mengikuti pola ini akan ada kemungkinan harga Bitcoin bisa naik di Jumat pekan ini.

Grafik CME Bitcoin Gap
Grafik CME Bitcoin Gap

Situasi Holder Bitcoin

Ditengah ketidakpercayaan investor menjual aset mereka di tengah koreksi dan beberapa sentimen negatif pendukung. Ada investor lain yang masih meng-hodl aset tersebut dan menerima keuntungan besar.

Beberapa Bitcoin wallet terbesar di luar sana juga masih menaruh uang mereka apapun keadaanya, dan mengaku tidak menyesal meski telah melakukannya bertahun-tahun yang lalu.

Lihat contoh di atas, pada hari Senin kemarin, saldonya di Bitcoin telah meningkat 150 BTC sebagai hasil kesabarannya selama ini.

Seperti yang dilaporkan Cointelegraph lebih lanjut pada akhir pekan. Pasokan BTC menjadi semakin tidak likuid secara keseluruhan, dengan proporsi yang tidak aktif selama setidaknya satu tahun mendekati rekor tertinggi.

Baca jugaTokocrypto Market Signal 23 Februari 2022: Pasar Kripto Tertekan Buat BTC & ETH Lemah

Pergerakan Aset Lama

Berkat analisis data on-chain, sekarang dapat dilihat bahwa investor Bitcoin long-term telah mengulangi perilaku selama akhir pekan, yang menyertai harga BTC pada Juli 2021 dan September 2021.

Kumpulan data yang kali ini dilansir dari CryptoQuant, sebagai ‘coin days destroyed’ (CDD) ini melihat pergerakan Bitcoin yang sebelumnya diam pada hari tertentu.

Dan akhir pekan ini, Bitcoin melihat sejumlah besar koin lama bergerak, sehingga membuat nilainya jatuh di bawah 30.000

Grafik Bitcoin Coin Days Destroyed (CDD)

Fenomena ini dicatat oleh kontributor CryptoQuant, IT Tech, yang juga menyoroti metrik on-chain lain yang mengatur penipu yang menandai pergerakan downtren tersebut.

Extreme Fear Telah Kembali

Dengan semua faktor yang mempengaruhi diatas, tidak mengherankan jika pelaku pasar crypto tidak tahu bagaimana perasaan tentang prospeknya.

Crypto Fear & Greed Index, pengukur sentimen populer yang mencoba mengukur sensitivitas pasar.

Hasilnya, pemantulan harga di bawah $40.000 terlihat. Sentimen keseluruhan telah menggoda dengan kembalinya ke zona “extreme fear”, hanya untuk masuk kembali bahkan ketika aksi harga spot Bitcoin benar-benar berdetak lebih tinggi.

Pada hari Senin, Indeks mengukur 25/100 – pembacaan ketakutan ekstrem tertinggi, tetapi yang lebih dari 50% lebih rendah dari level netral yang terlihat hanya empat hari lalu.

Fear & Greed telah melihat floor yang jauh lebih dalam tahun ini, dan pembalikan definitif telah memasuki bulan Januari ketika mendekati posisi terendah bersejarah 9/100.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

8 Cara Mudah Cuan dari Kripto 

“Banyak jalan menuju Roma”

Pepatah yang bijak itu punya arti yang sangat dalam. Kita diharuskan tidak mudah putus asa dalam mengupayakan sesuatu, dalam menggapai impian. Hal itu juga berlaku dalam mendulang cuan dari aset kripto.

Dunia aset kripto kini sudah lebih maju dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. Nyatanya untuk mendapatkan keuntungan dari kripto, kini ada banyak cara. Sekarang tidak hanya melulu bicara soal mining atau menambang, investasi hingga trading.

Pemilik kripto dapat menumbuhkan asetnya dan mendapatkan keuntungan dengan beberapa cara. Metode ini bisa dipakai sebagai passive income dan sumber pendapatan alternatif yang sangat berguna. Penasaran bagaimana cara mudah dapat cuan dari kripto? Simak daftarnya berikut ini.

1. Investasi

Cara paling umum dan bisa menjadi pondasi adalah investasi. Berinvestasi adalah strategi jangka panjang untuk membeli aset kripto. Perlu diingat kripto sangat fluktuatif dalam jangka pendek tetapi memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang yang luar biasa.

Strategi investasi mengharuskan kamu untuk mengidentifikasi aset yang lebih stabil untuk jangka panjang. Maka dari itu dituntut untuk mempelajari analisis fundamental dan teknikal.

2. Trading

Berbeda dengan investasi, trading merupakan meraih keuntungan dari aset kripto yang mengeksploitasi peluang jangka pendek. Seperti yang diketahui, pasar kripto tidak stabil. Ini berarti harga aset dapat naik dan turun secara dramatis dalam jangka pendek. 

Untuk menjadi trader yang sukses, kamu harus memiliki keterampilan analisis dan teknis yang tepat. kamu harus menganalisis grafik pasar tentang kinerja aset yang terdaftar, sehingga dapat membuat prediksi yang akurat tentang kenaikan dan penurunan harga. 

Saat trading, kamu dapat mengambil posisi panjang atau pendek, tergantung pada apakah mengharapkan harga aset naik atau turun. Ini berarti dapat menghasilkan keuntungan terlepas dari apakah pasar kripto sedang bullish atau bearish.

Baca juga: 4 Cara Menghasilkan Uang Lewat NFT!

Ilustrasi penambang kripto

Ilustrasi penambang kripto.

3. Mining

Mining atau penambangan adalah cara menghasilkan uang dari aset kripto yang tertua untuk mendapatkan penghasilan pasif. Mining masih merupakan komponen penting dari mekanisme Proof of Work. Di sinilah nilai aset kripto dihasilkan.

Pada dasarnya mining berarti menggunakan daya komputasi untuk mengamankan jaringan, sehingga dapat menerima hadiah. Perlu dicatat bahwa menyiapkan dan memelihara peralatan mining, seperti rig GPU dan lainnya memerlukan investasi awal yang sangat besar, serta beberapa tenaga ahli yang kompeten. 

Staking adalah cara untuk memvalidasi transaksi kripto yang terjadi di atas sistem blockchain. Staking bisa menjadi cara terbaik untuk meningkatkan kepemilikan aset kripto dengan sedikit usaha.

Crypto staking menggunakan sistem algoritma konsensus Proof-of-Stake yang berlaku di dalam sistem Ethereum 2.0. Oleh karenanya, seseorang dapat menambang atau memvalidasi transaksi aset kripto di blockchain sesuai dengan jumlah koin yang ia “kunci”. 

Artinya, semakin banyak koin yang dimiliki, maka mereka punya daya tawar (stake) yang tinggi dalam melakukan hal tersebut. Nah, di situlah sumber cuan yang didapatkan para stakers. Saat ini, banyak platform desentralisasi yang menawarkan jasa staking kepada para penggunanya.

5. Lending

Lending atau pinjaman adalah cara yang sepenuhnya pasif untuk mendapatkan bunga dalam kepemilikan aset kripto. Ada banyak platform pinjaman peer-to-peer (P2P) yang memungkinkan kamu untuk mengunci dana dalam jangka waktu tertentu untuk kemudian mengumpulkan pembayaran bunga sebagai bentuk kompensasi. 

Tingkat bunga dapat diperbaiki (ditetapkan oleh platform) atau ditentukan oleh kamu berdasarkan tingkat pasar saat ini. Metode ini sangat ideal untuk pemegang aset kripto jangka panjang yang ingin meningkatkan kepemilikan mereka dengan sedikit usaha yang diperlukan.

Baca juga: Market Kripto Membaik, tapi Belum Masuk Fase Bullish

Ilustrasi sukses investasi aset kripto.

Ilustrasi sukses investasi aset kripto.

6. Affiliate 

Beberapa exchange atau pedagang aset kripto akan memberi kamu imbalan karena mendapatkan lebih banyak pengguna ke platform mereka. Biasanya exchange akan memberikan diskon lain yang ditawarkan kepada pengguna baru yang kamu ajak bergabung.

Jika kamu memiliki follower media sosial yang lebih besar, program afiliasi dapat menjadi cara terbaik untuk mendapatkan penghasilan sampingan. Namun, untuk menghindari penyebaran informasi yang kurang akurat dan tawaran investasi yang abal-abal, selalu ada baiknya melakukan riset tentang layanan sebelumnya.

Airdrop adalah distribusi atau pemberian aset kripto secara cuma-cuma. Dalam prosesnya, aset kripto yang dibagikan akan dikirimkan secara langsung ke wallet penerima.

kegiatan airdrop biasanya menjadi salah satu aktivitas promosi dalam marketing yang dilakukan untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap produk aset kripto baru. Dapat pula dimanfaatkan untuk meningkatkan volume trading di platform exchange.

Forks juga bisa jadi cara untuk mendapatkan peningkatan aset kripto. Forks sendiri adalah perubahan atau peningkatan dalam protokol yang membuat koin baru. Jika kamu memegang koin di rantai asli, biasanya akan mendapatkan token gratis di jaringan baru. Ini berarti bisa dapat koin gratis karena kamu berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat.

Baca juga: Panduan untuk Pemula yang Ingin Terjun ke Dunia NFT

Ilustrasi program hodl TKO di aplikasi Nanovest.

Ilustrasi program hodl TKO di aplikasi Nanovest.

8. Hodl

Hodl adalah kepanjangan dari Hold On for Dear Life dan mengacu pada istilah yang berasal dari kesalahan ejaan “hold” atau “tahan”. Hodl merupakan strategi beli dan tahan dalam konteks perdagangan aset kripto.

Hodl kini juga menjadi salah satu strategi investasi aset kripto untuk mendulang cuan. Hodl bisa mengurangi potensi FOMO (Fear of missing out), FUD (Fear, uncertainty, and doubt) dan emosi psikologis penyebab nilai aset kripto turun. Hodl bisa digunakan untuk investasi jangka panjang untuk melihat potensi pertumbuhan dari aset kripto.

Bagi kamu yang ingin mencoba strategi hodl dalam investasi aset kripto, bisa ikut program partnership antara Nanovest dan Tokocrypto. Kamu harus membeli dan meng-hodl token TKO di aplikasi Nanovest dan akan mendapatkan token Nanobyte senilai $ 100-$ 500.

Peserta yang ikut program ini harus memiliki minimal 100 TKO Token di aplikasi Nanovest per 21 Februari 2022 pukul 15.00 WIB. Snapshot data akan dilakukan pada pukul 15.00 WIB. Semakin banyak TKO Token yang dimiliki di Nanovest pada saat snapshot, semakin besar pula slot Public Sale NBT yang bisa didapatkan (maksimal slot tetap 500 USDT).

Untuk detail persyaratan dan cara daftarnya bisa simak di link berikut ini.



Sumber : news.tokocrypto.com