Tag Archives: apa itu nft

Cara Membuat NFT Art Untuk Pemula

Tidak bisa dipungkiri, ketertarikan masyarakat terhadap NFT semakin meningkat, khususnya di Indonesia. Bisa dikatakan, peristiwa ini masih menjadi awal dari euforia NFT yang masih panjang, sehingga akan terus berdatangan orang yang ingin mengetahui bagaimana cara terjun ke dunia NFT. Lalu, apa saja yang harus dipersiapkan dalam memulai cara membuat NFT Art? Ternyata, hanya ada 4 langkah saja, lho, alias sangat mudah dan sederhana!

Penasaran? Yuk, baca terus artikel ini untuk mengenal NFT art beserta cara membuat dan menjualnya!

Kenalan Lebih Dekat dengan NFT

NFT (Non-Fungible Token) adalah suatu aset digital yang berkembang dari aset kripto, di mana tiap asetnya memiliki kode unik yang membuat hanya ada satu di dunia, sehingga seseorang yang memilikinya berarti punya kuasa penuh atas NFT tersebut. 

Sederhananya, NFT merupakan sebuah item berbasis digital yang dipatenkan di jaringan blockchain. Seperti yang kita ketahui, NFT bisa sangat beragam bentuknya, mulai dari karya seni visual hingga sebuah item collectible yang bisa didapatkan dalam sebuah game

Karena sifatnya mirip dengan karya seni yang ada di pasar konvensional, nilai yang dimiliki suatu NFT tidak bisa diseragamkan. Tetapi, bergantung pada preferensi kolektornya dan dilihat juga melalui track record seniman di belakangnya. 

Satu yang menjadi pembedanya adalah tiap NFT yang ada di pasar punya nilai kepemilikannya masing-masing. Jadi, saat seseorang membeli NFT, itu berarti mereka memiliki karya seni tersebut seutuhnya. Meskipun orang lain masih bisa mengunduh dan menyimpan gambar yang sama, tetapi pemilik utamanya tetaplah sang kolektor NFT dan kepemilikan ini bisa diverifikasi.

Dari sekian banyak bentuknya, NFT yang paling diminati dan populer saat ini adalah NFT art. Selain karena pembuatannya cenderung paling sederhana, permulaan NFT yang muncul ke permukaan adalah NFT art. 

Awal Mula Kepopuleran NFT Art 

Jika membahas mengenai asal muasal kemunculan NFT art di blockchain, maka NFT yang diberi nama “Quantum” adalah jawabannya. Melansir Hyperallergic, NFT ini merupakan NFT pertama yang di-minting di blockchain oleh Kevin McCoy pada 2 Mei 2014. Meski sudah ada sejak 8 tahun lalu, “Quantum” baru berhasil terjual pada tahun 2021 melalui rumah lelang ternama Sotheby’s dan meraup harga yang fantastis, yaitu 1.4 juta USD!

contoh nft art sotheby's

Source: Sotheby’s

Meski “Quantum” merupakan NFT pertama yang ada di blockchain, hal itu tidak menjadikan NFT tersebut sebagai pionir dari awal mula maraknya penjualan NFT. Sebab, NFT yang pertama kali terjual dan meraup harga yang amat tinggi adalah “Everydays: The First 5000 Days” karya Beeple pada Maret 2021. Tak main-main, karya seni kolase ini terjual di angka 69.3 juta USD di rumah lelang Christie’s, lho

Walaupun bukan merupakan NFT yang pertama kali di-minting dalam blockchain, NFT ini justru tercatat sebagai NFT art yang pertama kali berhasil terjual lewat pelelangan sepanjang sejarah. Keberhasilan ini juga lah yang membuka pintu gerbang NFT hingga popularitasnya mendunia sampai sekarang, termasuk mendorong penjualan NFT yang pertama ada di blockchain yaitu “Quantum” setelah 7 tahun lamanya berada di blockchain tetapi tidak berhasil menemukan kolektornya. 

contoh nft art beeple

Source: Christie’s

Kesuksesan NFT hasil karya Beeple inilah yang menarik perhatian masyarakat terhadap NFT. Mengutip CNN, sejak pelelangan NFT tersebut, banyak sekali yang mulai ikut serta membuat dan menjual NFT. Mulai dari karya seni digital, GIF, hingga sebuah tangkapan layar berupa tweet pertama oleh mantan CEO Twitter, Jack Dorsey, yang terjual seharga 2.9 juta USD.

Source: Twitter Jack Dorsey

Dari sana, semakin banyak seniman juga orang biasa yang mulai minting NFT terbaiknya. Harganya pun beragam, mulai dari yang terjangkau hingga yang tidak masuk akal. Hingga artikel ini ditulis, NFT yang memiliki harga termahal masih dipegang oleh “Merge”, hasil karya seorang desainer dan developer bernama Pak. NFT ini berhasil terjual di harga yang amat tinggi, yaitu 91.8 USD pada Desember 2021. Selain “Merge”, masih banyak koleksi Pak lainnya yang juga tinggi harganya, membuat ia menjadi salah satu NFT artist termahal yang pernah ada.

tampilan nifty gateway

Source: Nifty Gateway

Baca juga: Yuk, Cari Tahu Siapa Saja NFT Artist yang Memiliki Karya Termahal

4 Hal yang Harus Dipersiapkan dalam Cara Membuat NFT Art

Setelah mengetahui lebih dalam mengenai sepak terjang NFT art, saatnya mengetahui hal apa saja yang harus dipersiapkan dalam cara membuat NFT art. Berikut di antaranya:

Pilih seni digital terbaik 

Hal pertama yang harus dipersiapkan dalam membuat NFT adalah memilih seni digital terbaik yang Anda miliki. Istilah ‘seni digital’ ini tidak hanya mengacu pada karya seni saja, bisa juga fotografi hingga memorabilia seperti tiket atau setlist konser. Namun, pastikan sudah dibuat dalam bentuk digital dan original, ya.

Tentukan blockchain yang akan digunakan

Selanjutnya adalah memilih blockchain mana yang akan dijadikan ‘tempat’ untuk minting NFT pertama Anda. Sebab, tiap blockchain memiliki karakteristik yang berbeda-beda pula. Jika Anda masih bingung, Anda bisa memilih blockchain yang banyak digunakan yaitu Ethereum. Selain itu, ada juga Tezos, Solana, dan juga Polkadot.

Buat wallet NFT

Setelah memilih seni digital dan blockchain, saatnya Anda membuat wallet NFT. Pasalnya, Anda akan dikenakan biaya awal alias gas fee pada saat minting, dan pembayarannya hanya bisa dilakukan dengan aset kripto. Umumnya, wallet yang digunakan adalah MetaMask.

Jika Anda belum punya wallet Metamask, bisa buat terlebih dahulu dengan mengikuti panduan berikut:

Setelah membuat wallet, jangan lupa untuk depositkan dana dengan membeli sejumlah aset kripto, ya.

Baca juga: Serba-Serbi Metamask Wallet, dari Biaya hingga Keunggulan

Jual NFT di marketplace terpercaya

Jika semua hal sudah Anda lengkapi, berarti Anda sudah siap untuk menjual NFT di marketplace. Banyak marketplace NFT yang tersedia dengan keunikannya masing-masing. Namun, yang terpenting, selain menyesuaikan dengan pasar, Anda juga harus memilih marketplace yang resmi dan terpercaya seperti TokoMall, ya.

Cara Menjual NFT di TokoMall

tampilan halaman utama tokomall

Source: TokoMall

Sebagai salah satu pionir marketplace NFT di Indonesia, TokoMall menawarkan kemudahan bagi Anda yang ingin langsung menjual NFT perdana Anda, lho! Berikut langkah-langkahnya:

  1. Registrasi akun

Pertama, tentu saja Anda harus memiliki akun terlebih dahulu. Anda bisa mendaftar sebagai Kreator/Kolektor atau Mitra Resmi. Bedanya, proses registrasi Mitra Resmi lebih panjang karena membutuhkan verifikasi. Setelah itu, Anda juga wajib menyambungkan akun dengan wallet MetaMask Anda, ya.

https://www.youtube.com/watch?v=t1QjxlaLXBc

  1. Klik menu ‘NFT’ lalu pilih  ‘Upload
  2. Upload karya seni yang Anda akan jual

Saat akan meng-upload NFT art milik Anda, pastikan bahwa karya seni tersebut telah memenuhi syarat upload. Mulai dari format hingga ukuran file.

  1. Lengkapi deskripsi NFT
  2. NFT akan di-upload ke dalam sistem dan blockchain

Sebelum menekan tombol ‘Upload’, pastikan Anda sudah memiliki sejumlah aset kripto di wallet Anda untuk pembayaran gas fee.

  1. Minting berhasil 

Jika proses upload NFT alias minting sudah selesai baik ke dalam sistem maupun blockchain, Anda bisa melihat pada menu ‘Creation’.

Baca juga: Lakukan Strategi Berikut Sebelum Mulai Minting NFT!

Setelah mengetahui cara membuat NFT, apakah Anda tertarik untuk ikut meramaikan dunia NFT ini? Sebelum itu, pastikan Anda selalu melakukan riset mengenai cara kerja NFT dan bergabung dengan Komunitas NFT TokoMall di Telegram dan Discord agar tidak salah informasi, ya. Yuk, segera registrasi dan minting NFT pertama Anda di TokoMall!





Sumber : news.tokocrypto.com

Saingan OpenSea, Berikut Serba-Serbi Marketplace NFT Rarible

Tidak bisa dipungkiri, demam NFT terus menyebar ke seluruh bagian di dunia. Hal ini membuat banyak sekali pendatang baru yang memulai berkarir di dunia NFT, dengan memanfaatkan marketplace NFT yang beragam di pasaran. Terdapat salah satu marketplace NFT yang banyak digunakan sejak awal kemunculannya, yaitu Rarible. Penasaran mengenai ciri khas dan cara kerja dari marketplace NFT tersebut yang kini populer? Yuk, simak selengkapnya!

Sebenarnya, Apa Itu Rarible?

Seperti yang telah disinggung di atas, Rarible adalah sebuah marketplace NFT yang bergerak di bawah blockchain Ethereum, di mana di dalamnya para pengguna bisa membagikan, menjual, dan membeli suatu karya NFT hingga mendapatkan hak miliknya. Ditemukan oleh Alex Salnikov dan Alexei Falin dan berhasil diluncurkan pada tahun 2020, didukung dengan pendanaan yang dilakukan oleh CoinFund.

Cara Kerja Rarible

aplikasi nft marketplace rarible

Para kreator bisa menjual NFT dengan hanya satu keping saja hingga beberapa edisi, berkat standar token ERC-721 dan ERC-1155 yang diterapkan dalam marketplace. Koleksi yang dimiliki pun sangat beragam, mulai dari karya seni digital, meme, hingga item yang bisa digunakan untuk game NFT dan lahan virtual di Metaverse. Sejak 2021, terdapat peningkatan dalam pengguna Rarible yang mencapai 10 ribu pengguna tiap bulannya, dengan volume penjualan terbanyak berasal dari pasar kedua atau secondary.

Lantas, Apa yang Membuat Rarible Berbeda dengan Opensea?

OpenSea memang dikenal sebagai salah satu marketplace NFT tertua, tercatat diluncurkan pada 2017. Jumlah penggunanya terus meningkat, bahkan hingga melebihi 500 ribu setiap bulannya. 

Memang, beberapa fitur yang dimiliki OpenSea membuatnya lebih unggul, seperti bisa menerima 150 aset kripto sebagai alat transaksi, sementara Rarible hanya menerima ETH, FLOW, dan XTZ. Namun, para penggunana bisa melakukan pembayaran via kartu kredit untuk memudahkan para pengguna awam bertransaksi.

Meski begitu, terdapat salah satu fitur unggulan OpenSea yang juga dimiliki Rarible adalah ‘lazy minting. Di mana lewat fitur tersebut, para kreator bisa minting NFT miliknya tanpa dikenakan gas fee atau biaya apapun, mengutip Cointelegraph. 

Sehingga, proses minting tidak terjadi pada saat pembuatan NFT melainkan pada saat terjadi pembelian. Jadi, pembeli lah yang akan membayarkan sejumlah gas fee. Nah, untuk nominal gas fee nya dikenakan sebesar 2.5% saja.

Keunikan lainnya adalah para kreator bisa memodifikasi NFT yang di-minting, seperti dengan mengatur resolusi sesuai keinginan hingga menambahkan kode tersembunyi ke dalam NFT. Selain itu, persentase biaya royalti yang ditentukan oleh para kreator bisa mencapai hingga 50%, lho! Sistem pembayarannya pun cenderung lebih cepat didapatkan sesaat NFT tersebut terjual.

Baca juga: Berikut Ini Adalah Cara Kerja Biaya Royalti pada NFT

Selain menyediakan marketplace, nft marketplace satu ini juga memiliki governance token yang dikenal dengan RARI yang dianggap sangat bernilai karena bisa berpengaruh langsung terhadap platform mereka yang terdesentralisasi. Tujuan dari token ini adalah tentunya untuk menjalankan ekosistem yang dimilikinya, sehingga para pengguna bisa ikut berpartisipasi dalam tata kelolanya, seperti pemungutan suara untuk perubahan biaya hingga perubahan aturan.

Sederet NFT Populer yang Di-minting di Rarible

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Rarible memiliki berbagai jenis koleksi NFT, mulai dari karya seni biasa hingga item untuk Metaverse. Namun, sepanjang perkembangannya dan berkat banyaknya nama besar mulai dari public figure hingga brand ternama yang minting NFT miliknya seperti Floyd Mayweather, Lindsay Lohan, hingga brand seperti Twitter dan Adidas. 

Meski begitu, beberapa waktu belakangan terdapat NFT populer yang berasal dari kalangan seniman visual, illustrator yang sudah kami rangkum. Berikut 5 proyek NFT populer yang ada di Rarible, yaitu:

1. Bored Ape Yacht Club

nft bored ape 5673

Source: Bored Ape Yacht Club #5673

Anda pasti tahu, kan, proyek NFT bergambar kera yang amat viral? Betul, proyek yang diberi nama ‘Bored Ape Yacht Club’ tersebut menjadi salah satu NFT populer yang pernah ada. Hingga kini, volume penjualannya di Rarible mencapai 19.6 juta USD dengan rata-rata harga per kepingnya berkisar di angka 400 ribu USD. Fantastis, bukan?

Baca juga: Bored Ape, Monkey NFT yang Punya Harga Fantastis. Kenapa Mahal ya?

2. MOAR by Joan Cornella

nft mora kreasi joan cornella

Source: https://joancornella.fwenclub.com/

Proyek NFT populer lainnya adalah ‘MOAR by Joan Cornella’. NFT yang mengusung konsep sebuah mansion yang berada di Metaverse dengan kesan meme ini berhasil meraup volume penjualan sebesar 21.3 juta USD, lho! Di dalam mansion tersebut, juga terdapat karakter seperti manusia, cyborg, hingga zombie. Satu keping NFT-nya memiliki rata-rata harga sebesar 5500 USD.

3. Adidas Originals: Into the Metaverse

nft adidas untuk metaverse

Source: adidas Originals

Selain seniman dan illustrator, brand besar seperti adidas Originals pun menjual proyek NFT. Proyek NFT ini berhasil meraup volume perdagangan sebanyak 11 juta USD dengan rata-rata harga per kepingnya senilai 7000 USD. NFT yang dijual berupa avatar atau karakter yang bisa digunakan oleh pengguna Metaverse.

4. RTFKT – MNLTH

nft brand fashion rtfkt

Source: RTFKT – MNLTH

Selain adidas Originals, brand fashion lainnya yang menjual proyek NFT adalah RTFKT. Bekerja sama dengan Nike, RTFKT meluncurkan sebuah NFT berupa collectible item yang dinamakan ‘RTFKT – MNLTH’ atau yang juga dikenal dengan sebutan ‘Monolith’. Volume penjualannya senilai 6.2 juta USD dengan rata-rata harga per kepingnya sebesar 24100 USD.

5. Arcade Land

nft arcade land

Source: Arcade Land Mega #16

NFT dari ‘Arcade Land’ juga menjadi salah satu NFT terpopuler yang dijual. NFT dengan bentuk lahan di Metaverse dengan spesifikasinya yang unik dan berbeda tiap item-nya, membuat Arcade Land banyak diminati. Hal ini ditunjukkan dengan volume penjualan sebesar 22.5 juta USD dan per kepingnya memiliki harga rata-rata senilai 4400 USD.

Cara Membuat NFT di Rarible

tampilan dari rarible

Source: Rarible

Setelah memahami serba-serbi Rarible, tertarik untuk mencobanya? Berikut telah kami rangkum cara mendaftarkan diri dan membuat NFT di Rarible, yaitu:

  1. Buka website Rarible di https://rarible.com/
  2. Pilih ‘Sign in’, lalu pilih blockchain dan wallet yang diinginkan untuk minting
  3. Setelah berhasil registrasi, pilih ‘Create
  4. Pilih jumlah edisi yang akan di-minting, apakah ‘Single’ atau ‘Multiple
  5. Upload karya seni yang akan dijadikan NFT dalam format dan ukuran yang ditetapkan
  6. Lengkapi deskripsi NFT
  7. Tentukan jenis penjualan (dijual atau dilelang) dan harga NFT
  8. Tentukan persentase biaya royalti
  9. Jika dibutuhkan, lengkapi NFT dengan kode tersembunyi
  10. Pilih akan minting dengan gas fee atau tidak (lazy minting)
  11. NFT berhasil dibuat

Jadi, itulah penjelasan mengenai Rarible. Ternyata, marketplace NFT satu ini punya banyak keunikan, bahkan dari OpenSea sekalipun, yang membuatnya meraup banyak pengguna, ya. Kunjungi Tokonews untuk informasi lain seputar dunia blockchain dan NFT. Oh iya, jangan lupa untuk mulai jual-beli NFT di marketplace NFT Indonesia yaitu TokoMall. Gabung juga di komunitas resmi TokoMall di Discord dan Telegram, ya!



Sumber : news.tokocrypto.com

Mekanisme dalam Penetapan Pajak NFT dan Cara Bayarnya

Sudah punya KTP dan memiliki penghasilan? Itu tandanya Anda sudah menjadi seorang Wajib Pajak. Sebagai warga negara yang bijak dan taat hukum, kita harus selalu membayar pajak demi mendukung pembangunan negara. Apa pun itu profesi dan sumber penghasilan Anda, baik itu dari investasi, trading, hingga transaksi NFT, semua dikenakan pajak. Lalu, berapa tarif dan bagaimana cara membayar pajak NFT? Mari simak penjelasannya berikut ini!

Apa itu NFT?

Sebelum kita membahas soal pajak NFT dan mekanismenya, pertanyaan yang harus dijawab adalah apa itu NFT? Menurut sejarahnya, NFT (Non-Fungible Token) pertama kali dirilis pada 7 Agustus 2015 dengan koleksi yang diberi nama Terra Nullius. Betul, sudah lewat enam tahun sampai akhirnya tren NFT meledak di seluruh dunia. NFT sendiri artinya tidak bisa digantikan oleh unit atau bentuk yang sama. Lain halnya dengan aset kripto kripto seperti Bitcoin yang bisa ditukarkan dengan BTC lainnya. 

terra nullius nft

Source: NFT Evening

Contoh kasusnya, jika Anda pernah membeli Terra Nullius sejak awal perilisannya, maka Anda tidak bisa menukar Terra Nullius tersebut dengan Terra Nullius lainnya. Alias, Anda merupakan pemilik Terra Nullius satu-satunya. Jadi, NFT yang sudah dibeli tidak bisa ditukar dengan NFT yang sama, hanya bisa ditukar dengan NFT lain. 

NFT termasuk dalam bagian blockchain Ethereum, protokol dalam aset kripto. NFT bisa berupa apa saja, umumnya seperti gambar, foto, dan lagu. Jadi, bagaimana caranya bisa cuan dengan membeli NFT? Sederhananya, praktiknya seperti mengoleksi seni yang hanya ada satu di dunia. Dengan membeli NFT, artinya Anda membeli kepemilikan atas karya tersebut. 

Baca juga: Wajib Tahu! Inilah Ragam Jenis NFT yang Diperjualbelikan

Bagi kreator NFT, mereka bisa menjual karyanya dengan cara yang unik dan menguntungkan. Terlebih jika karyanya viral, maka kreator akan mendapatkan persentase penjualan setiap kali NFT buatannya dibeli atau berpindah kepemilikan. Sementara bagi kolektor NFT, Anda dapat mendapatkan keuntungan ketika nilai NFT tersebut naik dan Anda jual kembali. 

Benarkah Ada Pajak NFT?

apakah nft dikenakan pajak

Beberapa waktu belakangan ini, ramai dibicarakan soal Sultan Gustaf Al Ghozali, kreator NFT Ghozali Everyday yang viral. Ghazali menyambangi kantor pajak dengan niat untuk menjadi Wajib Pajak yang patuh akan hukum. Nah, berapa nominal pajak yang harus dibayar oleh Ghozali atas hasil pendapatan NFT miliknya?

Sampai artikel ini ditulis, Direktorat Jenderal Pajak menyatakan masih belum ada pemotongan pajak melalui pihak ketiga dalam transaksi NFT dan uang kripto lainnya. Sehingga, mekanisme pajak NFT masih bersifat self-assessment sebagaimana saat kita melaporkan SPT Tahunan. Meski begitu, sudah bisa dipastikan bahwa penghasilan yang didapatkan melalui transaksi NFT ini akan dikenakan pajak. Artinya, semakin besar pendapatan NFT Anda, maka semakin besar pula pajak tahunan yang harus dibayar.

Baca juga: Serba-Serbi Kolektor Seni dan Caranya dalam Mendapatkan Cuan

Mekanisme Pembayaran Pajak NFT

Untuk membayar pajak NFT, ada beberapa cara yang bisa dipilih. Bagi Anda yang baru saja menjajal dunia NFT, melaporkan penghasilan yang disertai dengan bukti penghasilan dari transaksi NFT dalam SPT Tahunan menjadi pilihan yang tepat. Apabila total penghasilan melebihi batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), maka selisihnya akan dikalikan dengan tarif pajak. 

Kira-kira, begini tarif pajak penghasilan berdasarkan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP):

  • Penghasilan hingga Rp60 juta per tahun: tarif pajak sebesar 5%
  • Penghasilan Rp60 juta sampai Rp250 juta per tahun: tarif pajak sebesar 15%
  • Penghasilan Rp250 juta sampai Rp500 juta per tahun: tarif pajak sebesar 25%
  • Penghasilan Rp500 juta sampai Rp5 miliar per tahun: tarif pajak sebesar 30%
  • Penghasilan melebihi Rp5 miliar per tahun: tarif pajak sebesar 35%

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa baik itu kreator maupun kolektor NFT, mereka juga dapat menggunakan skema PPh Final UMKM yang mematok tarif 0,5% selama memenuhi persyaratannya, ya.

Jadi, begitulah penjelasan mengenai pajak NFT di Indonesia. Hal yang perlu Anda ingat sebagai kreator juga kreator NFT adalah untuk selalu aware akan pendapatan yang Anda peroleh dari NFT dan langsung sertakan pada self-assessment, ya! Oh iya, jangan ragu untuk mulai menjual atau membeli NFT pertama Anda. Percayakan TokoMall sebagai marketplace NFT pilihan, juga jangan lupa untuk bergabung dengan Komunitas NFT TokoMall di Discord juga Telegram!



Sumber : news.tokocrypto.com