All posts by 22

Mengenal Apa itu OpenSea dan Cara Mendaftarnya

Awal tahun 2022 ini, masyarakat Indonesia dibuat gempar dengan pemberitaan mengenai seorang pemuda yang berhasil meraih untung hingga miliaran Rupiah. Fantastisnya lagi, keuntungan tersebut didapat “hanya” dengan menjual foto dirinya (selfie).

Usut punya usut, ternyata selfie yang dijual tersebut bukanlah foto biasa, melainkan NFT atau Non-Fungible Token. NFT bertajuk Ghozali Everyday tersebut memang mampu meraih keuntungan hingga miliaran Rupiah.

Sultan Gustaf Al Ghozali yang menggagas NFT Ghozali Everyday tersebut ternyata menjual karya NFT-nya melalui sebuah platform marketplace yang disebut OpenSea. Nah, apa itu OpenSea? Untuk mengetahui jawabannya, simak dalam artikel ini, ya!

Apa itu OpenSea?

OpenSea adalah platform marketplace yang khusus untuk memperjualbelikan karya NFT. Platform ini tidak terbatas pada negara. Itu berarti, ada peluang karya Anda akan dilirik oleh orang lain di luar Indonesia. Otomatis, karya Anda pun akan semakin dikenal luas.

OpenSea sendiri berbasis di Amerika Serikat, tepatnya di New York City. Platform ini dirikan oleh dua orang, yakni Devin Finzer dan Alex Atallah, pada 2017 lalu. Meski usia perusahaannya tergolong masih muda, OpenSea punya pendapatan yang fantastis. Pada September 2021, valuasi OpenSea ada pada angka US$2.75 miliar. Angka tersebut naik pada Januari 2022, membuat pendapatan OpenSea mencapai US$13,3 miliar.

Bisa dibilang, saat ini OpenSea merupakan marketplace khusus NFT yang terbesar di dunia. Platform ini disukai banyak orang karena relatif mudah digunakan. 

Bagaimana Cara Mendaftar di OpenSea?

tampilan deskop marketplace nft opensea

Setelah mengetahui apa itu OpenSea, kini waktunya membahas cara mendaftar OpenSea. Saat mendengar cerita sukses Ghozali Everyday Anda mungkin tergugah untuk mendapatkan keuntungan dengan cara yang sama. Terlebih, dari penjelasan di atas, diketahui bahwa cara menggunakan OpenSea untuk menjual NFT pun terbilang mudah.

Memang, proses jual-beli NFT melalui OpenSea telah didesain sedemikian rupa hingga mudah diikuti dan dilakukan, bahkan oleh para pemula sekali pun. Untuk mendaftar, sebelumnya Anda harus sudah memiliki dompet mata uang kripto. Ini karena seluruh transaksi di OpenSea menggunakan mata uang kripto. Salah satu jenis dompet yang banyak digunakan adalah MetaMask, berikut langkah pembuatannya:

  1. Download aplikasi MetaMask yang bisa didapatkan gratis melalui Google Play Store, App Store, dan web browser.
  2. Jika sudah, install aplikasi dan buka.
  3. Untuk mendaftar, klik tombol “Persiapan”, lalu pilih “Dompet Baru”.
  4. Sistem secara otomatis akan menampilkan Syarat dan Ketentuan. Setelah itu, klik “Saya Setuju”.
  5. Kemudian, ikuti instruksi selanjutnya hingga selesai.
  6. Anda sudah bisa menggunakan MetaMask untuk bertransaksi di OpenSea.

Baca juga: Serba-serbi MetaMask Wallet, dari Biaya hingga Keunggulan

Jika sudah memiliki MetaMask atau dompet mata uang kripto lainnya, sekarang waktunya membuat akun di OpenSea. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Kunjungi website resmi OpenSea. Situs ini bisa dikunjungi lewat laptop maupun smartphone. Untuk memudahkan, sebaiknya buka OpenSea pada perangkat yang terdapat dompet kripto.
  2. Klik ikon “Account” yang berbentuk logo manusia. Anda akan diminta untuk menyambungkan dompet kripto. Pilih jenis dompet yang sudah Anda miliki.
  3. Setelah dompet tersambung, klik “Account” dan pilih “Profile” untuk mengatur profil.
  4. Jangan lupa ketikkan username serta email. Terakhir, pilih “Save”.
  5. Tunggu hingga sistem mengirimkan konfirmasi akun melalui email.

Langkah-langkah Menjual Karya di OpenSea

Setelah mengetahui apa itu OpenSea dan memiliki akunnya, Anda bisa langsung membuat NFT. Untuk membuat NFT, Anda perlu sebuah karya digital. Proses mengubah file digital menjadi NFT disebut dengan istilah minting. Inilah cara minting di OpenSea:

  1. Pada halaman muka OpenSea, pilih opsi “Create”.
  2. Pilih file karya digital Anda, kemudian klik “Create”.
  3. Lengkapi informasi mengenai karya Anda, misalnya nama, deskripsi, dan inspirasi karya.
  4. Klik “Save” dan tunggu sistem melakukan konfirmasi.
  5. Jika disetujui, karya Anda akan langsung muncul dalam list jual-beli. Selamat mencoba!

Selain OpenSea, Anda juga bisa menjual karya NFT melalui TokoMall yang merupakan marketplace NFT asli Indonesia. Di TokoMall, Anda tidak hanya bisa memamerkan serta memperjualbelikan karya NFT saja, tapi juga bergabung dalam komunitas untuk mendukung ekosistem NFT di Indonesia. Yuk, gabung jadi Official Partner TokoMall sekarang juga!



Sumber : news.tokocrypto.com

4 Tokoh dan Artis Indonesia yang Ikut Tren NFT

Non-Fungible Token (NFT) bisa diartikan sebagai karya seni yang memiliki orisinalitas dan sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan. Aspek NFT inilah yang menjadikannya aset menarik bagi para seniman. Tak hanya itu, sederet artis dan tokoh Indonesia sudah berhasil mendapatkan keuntungan jutaan —bahkan milyaran Rupiah— lewat penjualan NFT.

Siapa saja bisa membuat dan memperdagangkan NFT karena tidak diperlukan keterampilan khusus. Contohnya saja seperti Ghozali Everyday yang menjual NFT berisikan selfie dirinya. Jadi, apa yang membuat para selebriti Indonesia tertarik dalam dunia NFT?

Perkembangan NFT hingga Digandrungi oleh Selebriti

Beeple, seorang digital artist dari Amerika Serikat, menjual koleksi yang diberi nama “Everydays: The First 5000 Days”. Koleksi tersebut berhasil meraup pendapatan sebesar $69 juta atau setara dengan Rp989 miliar, nominal fantastis yang mendongkrak popularitas NFT secara global.

Benar, siapa saja bisa melihat dan mengambil foto NFT yang dijual. Namun, hanya pembeli atau kolektor NFT tersebut yang benar-benar mendapatkan kepemilikan dari karya seni itu. Inilah mengapa NFT disebut sebagai media terbaru bagi seniman—dan siapa saja—untuk menjual karya mereka.

Euforia berjalan tak hanya sampai situ saja, sejumlah tokoh ternama dunia juga turut membuat dan menjual NFT buatan mereka sendiri. Di antaranya seperti Jack Dorsey (pendiri Twitter), Grimes (musisi), Eminem (rapper), hingga Paris Hilton (sosialita). Bahkan, brand-brand besar pun ikut meluncurkan NFT, seperti Warner Bros. dengan koleksi NFT Space Jams dan Nike. 

Para penggemar dari masing-masing tokoh, artis, maupun brand ini pastilah punya penggemarnya tersendiri yang akan rela merogoh kocek untuk pujaannya. Terlebih, tiap koleksi NFT tersebut pasti memiliki keunikan dan kelangkaannya sendiri. Dan, ya, ini bisa menjadi cara investasi baru bagi mereka. Hal inilah yang membuat NFT yang dikeluarkan oleh artis atau brand bisa laku terjual di pasaran saat ini. 

Baca juga: Inilah 3 Brand Termahal di Dunia yang Mengadopsi NFT

Deretan Tokoh dan Artis NFT Indonesia 

Tak hanya di negara luar, popularitas NFT pun kian meningkat di Indonesia. Semakin banyak orang tergiur dengan profitabilitas NFT, termasuk para selebriti dan tokoh Indonesia yang terjun ke dunia NFT.  Ini dia daftarnya! 

1. Syahrini

nft artis indonesia syahrini

Source by princessyahrini on Instagram

Dahulu, Syahrini dikenal dari gaya rambutnya yang menghebohkan. Pasti Anda ingat dengan “Jambul Khatulistiwa” milik penyanyi ini, bukan? Kini, Syahrini terkenal sebagai seorang business woman yang berhasil meluncurkan koleksi NFT pertamanya, yakni Syahrini’s Metaverse Tour.

Berisikan 18 ribu NFT, Syahrini menampilkan karya seni digital berupa avatar dirinya di berbagai backdrop cantik dengan tatanan warna lilac dan ungu. Syahrini bekerja sama dengan PT Anak Gaul Jaksel dan NFT Kings Pro untuk membuat koleksi NFT tersebut.

Menariknya, “Metaverse” menjadi NFT pertama di dunia yang menampilkan wanita berhijab! NFT karya Syahrini ini sudah habis terjual dalam beberapa jam saja. NFT yang dibanderol dengan harga $20 atau setara dengan Rp287.000 ini menghebohkan dunia entertainment Indonesia dan menjadi salah satu alasan mengapa NFT kian populer di tanah air.

2. Luna Maya

Jika biasanya NFT dijual dalam jumlah ribuan item, berbeda halnya dengan koleksi NFT yang diluncurkan oleh Luna Maya. Secara mengagetkan, Luna Maya mengumumkan bahwa dirinya akan menjual NFT dalam jumlah yang sangat terbatas, yaitu hanya 10 item. Tidak sendiri, Luna Maya bekerja sama dengan Tokau, sebuah perusahaan Jepang yang sudah berpengalaman memproduksi karya digital untuk NFT selebritas Jepang. Penjualan NFT milik Luna Maya juga didukung oleh Gushcloud International. 

artis nft indonesia luna maya

Source by Binance.com

Selain itu, Luna Maya juga meluncurkan NFT bernama Queen of The Moon yang berformat mp4. Konsep NFT ini cukup unik karena merupakan video kompilasi kehidupan Luna Maya. Harga penawarannya pun mencapai 15 BNB atau sekitar Rp87 juta.

3. Denny JA

nft tokoh indonesia denny ja

Source by A Portrait of Denny JA on OpenSeaDenny Januar Ali atau Denny JA merupakan seorang penulis terkenal. Berkat koleksi NFT berjudul “A Portrait of Denny JA: 40 Years in the World of Ideas,” kini ia juga menjadi artis NFT Indonesia yang menghasilkan Rp1 miliar dari penjualan NFT.

Koleksi NFT ini berisikan sampul-sampul buku karya Denny JA selama 40 tahun menjadi penulis. Namun, jangan salah, NFT ini tidak dibuat oleh Denny JA, melainkan seniman Galam Zulfiki. Karya ini sudah dibeli oleh Denny JA, sehingga legal untuk dijual dalam bentuk NFT.

4. Ridwan Kamil

nft tokoh indonesia ridwan kamil

Source by Ridwan_Kamil Collection on OpenSea

Sang Gubernur Jawa Barat yang selalu up-to-date dengan perkembangan zaman ini juga tidak mau kalah dengan tren NFT. Ridwan Kamil berhasil menjual NFT berupa lukisan buatannya sendiri seharga 1 ETH atau Rp 45,9 juta. Hasil penjualan NFT yang diberi judul “Pandemic Self Portrait” ini disumbangkan ke yayasan yang membantu anak-anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal akibat COVID-19. 

Itulah beberapa tokoh dan artis NFT Indonesia yang sudah berhasil menjual NFT karya mereka. Apakah Anda akan menjadi artis NFT Indonesia selanjutnya? Buat dan jual NFT karya Anda hanya di TokoMall!



Sumber : news.tokocrypto.com

Wajib Tahu! Inilah Faktor yang Buat Harga Aset Kripto Berubah

Di tengah hiruk-pikuknya investasi aset kripto yang kian booming di awal 2022, ternyata masih banyak orang yang ragu-ragu untuk memulai investasi jenis ini. Bukan tanpa alasan, harganya yang fluktuatif adalah salah satu faktornya. Ketidaktahuan atas penyebab dari naik turunnya harga aset kripto inilah yang menjadi kebimbangan bagi para calon investor. Padahal semua itu ada faktor yang memengaruhinya, lho!

Yuk, ketahui serba-serbi aset kripto beserta faktor yang menyebabkan naik turunnya harga asetnya!

Apa itu Aset Kripto?

illustrasi token bitcoin sebagai aset kripto

Menurut bahasa, aset kripto atau cryptocurrency berasal dari dua gabungan kata, yaitu cryptography yang berarti kode rahasia, dan “currency” yang berarti mata uang. Mudahnya aset kripto adalah aset digital yang dirancang untuk bertransaksi virtual di jaringan internet menggunakan kriptografi yang kuat. Kriptografi ini dirancang untuk mengamankan transaksi keuangan, mengontrol proses pembuatan unit tambahan, serta memverifikasi pengiriman tiap aset.

Asal Usul Aset Kripto  

Bermula pada tahun 1983, David Chaum seorang ahli kriptografi menciptakan alat kriptografi anonim, e-cash. Baru di tahun 1995, ia membuat dan mengimplementasikan alat tersebut menjadi DigiCash. Di mana ini merupakan awal pembayaran berbentuk kriptografi menggunakan perangkat lunak untuk menarik catatan dari bank dan menggunakan enkripsi sebelum dikirimkan ke penerima. Hal inilah yang membuat mata uang digital atau aset kripto ini tak bisa dilacak oleh bank penerbit, pemerintah, atau pihak ketiga. 

Selang setahun berikutnya, Laurie Law, Susan Sabett, dan Jerry Solinas meluncurkan artikel berjudul “How to Make a Mint: The Cryptography of Anonymous Electronic Cash” yang di dalamnya terdapat penjelasan tentang sistem cryptocurrency. Di tahun 1998, WeiDai mempublikasikan b-money yang merupakan sistem kas elektronik terdistribusi secara anonim. 

Tak sampai situ, aset kripto terus berkembang. Hingga sampai di tahun 2009, Satoshi Nakamoto menciptakan Bitcoin yang di mana hingga sekarang menjadi salah satu aset kripto yang digilai dan punya harga yang sangat tinggi. 

Baca juga: Yuk, Pahami Pengertian Bursa Kripto dan Kegunaannya

Faktor yang Membuat Harga Aset Kripto Naik-Turun

1. Penawaran dan permintaan

Selayaknya hukum pasar, ketika semakin tingginya permintaan terhadap aset kripto maka harganya semakin melambung. Begitu pun sebaliknya, apabila banyak investor yang menjual aset kritpo tapi tak ada pembelinya, maka harganya akan turun. 

2. Jumlah dari ketersediaan aset kripto 

Tiap aset kripto memiliki ketersediaan yang terbatas dan persebarannya pun tidak merata. Mari kita ambil contoh pada Bitcoin yang hanya tersedia 21 juta koin saja. Saat ini, Bitcoin yang sudah beredar telah mencapai 90% dari total ketersediaannya. Nah, semakin sedikitnya jumlah yang tersedia, Bitcoin pun akan menjadi langka. Inilah yang membuat Bitcoin punya banyak peminat dan memengaruhi harganya. 

3. Biaya produksi 

Koin atau token baru dari aset kripto tercipta dari adanya proses penambangan atau mining. Setiap penambangan membutuhkan penggunaan komputer untuk memverifikasinya di blockchain. Aktifitas ini membutuhkan daya komputasi dan investor bersedia mengeluarkan uang lebih untuk peralatan yang mahal serta listrik agar penambangan bisa berhasil.

Misalnya Bitcoin dan Ethereum dengan sistem proof of work-nya. Semakin banyak persaingan untuk menambangnya, semakin tinggi pula kesulitannya. Miners berlomba-lomba untuk bisa memecahkan masalah matematika yang kompleks agar bisa memverifikasi blok tersebut. Makanya biaya mining semakin mahal sesuai dengan peralatan yang lebih canggih. 

Karena biaya mining yang meningkat maka diperlukan peningkatan nilai cryptocurrency agar para miners dapat terus melakukan penambangan dan biaya produksi yang dikeluarkan dapat seimbang. 

4. Regulasi Internasional

Walaupun aset kripto terdesentralisasi dan tak bisa diintervensi pemerintah manapun, tetap ini akan berdampak serius. Dilansir dari Coindesk, regulasi internasional berdampak serius pada harganya karena menentukan pasar mana yang bisa mengaksesnya, di mana perusahaan dapat mendirikan kantor, dan di mana penambang dapat beroperasi. Misalnya, dua pasar utama yang paling mempengaruhi harga Bitcoin adalah U.S dan China

5. Pemberitaan tokoh penting dan media 

tweet elon musk tentang aset kripto

Source: Tweet by Elon Musk

Pemberitaan tokoh penting dan media tak bisa dilepaskan sebagai salah satu faktor penyebab naik turunnya harga kripto. Elon musk merupakan salah satu tokoh yang berhasil mempengaruhi harga yang ada di pasar. Terbaru, pada pertengahan Januari tahun ini, ia menuliskan cuitan “Merchandise Tesla bisa dibeli dengan Dogecoin”. Sontak harga Dogecoin melesat 18% ke level $0,2. 

Sudah siap investasi cryptocurrency? Yuk, belajar, beli, jual dan investasi Bitcoin serta aset kripto dengan mudah dan amannya hanya di Tokocrypto

Tunggu apalagi? Selesaikan KYC Anda sekarang juga!



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Tokenomics dan Cara Mempelajarinya

Jika Anda sering mengamati para analis, kata tokenomics tentu tidaklah asing, meski beberapa orang masih bertanya-tanya mengenai apa itu tokenomics.

Percaya atau tidak, tokenomics adalah salah satu bagian terpenting dari analisis fundamental suatu aset kripto. Sehingga, cara mempelajarinya adalah hal yang patut untuk diselami agar meningkatkan kemampuan analisis Anda sebagai investor.

Tokenomics dalam Dunia Kripto

Sebelum mengetahui apa itu tokenomics, tentu kita perlu memahami dasaran awal dari istilah ini di dunia kripto.

Sepanjang sejarah kripto saat ini, kita tentu sering melihat bagaimana sebuah aset kripto yang tidak pernah bergerak hebat tiba-tiba melesat dan harganya terapresiasi hingga ribuan persen hanya dalam hitungan bulan.

Atau, apa sih yang sebenarnya membuat aset kripto mampu bertahan dalam jangka panjang dalam daftar sepuluh besar kripto berdasarkan kapitalisasi pasar.

Tentu saja, menemukan jawaban dari beberapa fakta di atas sudah seperti semacam holy grail. Karena apa yang sesungguhnya ada di belakang semua peristiwa itu sangatlah dapat dibaca dan dipahami. Dan, istilah untuk semua hal ini biasa disebut dengan tokenomics.

Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin: Bisa Menjadi US$10 Ribu pada Tahun 2023

illustrasi token bitcoin sebagai aset kripto

Ilustrasi aset kripto.

Apa itu Tokenomics?

Dalam istilah dasar, tokenomics adalah gabungan dari dua kata, yakni ‘token’ dan ‘economics’.

Token dimaknai sebagai objek digital bernilai yang dapat dipertukarkan dengan objek digital bernilai lain, misalnya dengan uang digital lain.

Sementara, economics adalah hal-hal yang terkait dengan aspek ekonomi token yang dimaksud.

Aspek yang dibicarakan di sini adalah besaran penerbitan unitnya (pasokan maksimal), distribusi, tingkat dan potensi penggunaan di banyak bidang, transaksi, harga dan nilai pasar (valuasi), hingga soal adopsinya di masa depan.

Ini adalah dasaran fundamental dari sebuah kripto, yang jika diibaratkan dengan saham. Maka ini adalah informasi yang biasa digunakan para value investor untuk menanamkan uang mereka di sebuah saham.

Itu artinya, tokenomics bisa digunakan oleh para investor untuk menentukan seberapa layakkah suatu aset kripto untuk diinvestasikan terlebih dalam jangka panjang.

Kemudahan trading aset kripto di aplikasi bitcoin untuk android dan iOS.

Ilustrasi trading aset kripto.

Aspek Utama Tokenomics

Secara umum, tokenomics memiliki dua aspek utama, yakni permintaan (demand) dan persediaan atau penawaran (supply).

Pada pembacaan ini, permintaan dan penawaran tidak hanya sekadar apa yang terlihat di buku pesanan transaksi pada suatu kripto. Tetapi melainkan pada prospek yang lebih mendalam.

Apa yang menjadi pegangan awal dari aspek utama ini adalah adanya persediaan yang terbatas dari sebuah aset kripto.

persediaan (supply) yang terbatas tentu akan menjamin tingkat kelangkaan dalam suatu kasus tertentu, yakni ketika permintaan (demand) meningkat seiring waktu.

Tentu saja, aspek permintaan akan sangat bergantung dari kinerja proyek di belakang aset kripto tersebut, yang akan menjadi perhatian utama bagi investor untuk memprediksi, apakah demand akan meningkat atau tidak di masa depan.

Misalkan, dengan mengikuti perkembangan terbaru dari pengembang suatu proyek, kita dapat mengetahui akan seberapa berharganya kripto di masa mendatang.

Sebagai contoh, saat pengembang Shiba Inu (SHIB) mengumumkan akan meluncurkan platform metaverse-nya sendiri. Investor melihat adanya demand di masa mendatang dan ini membuat harga melonjak.

Ada harapan yang dibangun dari pembaruan yang akan direalisasikan, sehingga investor berbondong-bondong untuk membeli sebelum SHIB benar-benar dibutuhkan saat proyek sudah diluncurkan.

Kunci untuk membaca kedua aspek ini adalah, selalu update mengenai pembaruan terkait proyek suatu kripto agar tidak ketinggalan “kereta”.

Baca juga: Fakta dan Mitos NFT, Kripto dan Blockchain

Cara menggunakan Trailing stop

Ilustrasi trading aset kripto.

Faktor-Faktor Tokenomics

Selain kedua aspek di atas, faktor-faktor utama dalam memutuskan pembacaan untuk aspek utama tokenomics adalah sisi kegunaan, mutu, distribusi dan produksi dari suatu aset kripto.

Untuk sisi kegunaan dan mutu, kita biasanya perlu melihat jenis dari token yang ada, apakah itu token sekuritas (token yang mewakili kepemilikan proyek), token utilitas (sebagai hadiah atau imbalan), atau token tata kelola (pemegang hak atas keputusan dalam ekosistem proyek).

Dan untuk sisi distribusi, ini akan melingkupi porsi dan alokasi dari total token yang diterbitkan pengembang.

Penempatan porsi alokasi yang sesuai tentu akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap proyek yang dikerjakan sehingga ini bisa menjadi sinyal “sehat” bagi potensi kenaikan harga di masa mendatang.

Karena tokenomics biasalah lebih bersifat jangka panjang, investor perlu mengabaikan volatilitas harga aset kripto dalam jangka pendek. Itu agar mereka terhindar dari ketakutan jika harga justru masih bergerak lebih rendah setelah Anda membelinya.

Bagi investor, tokenomics adalah “alat” yang sangat perlu digunakan guna meningkatkan rasa percaya diri dalam menilai potensi dari suatu aset kripto. Sehingga, kita tidak asal-asalan lagi dalam menempatkan uang di sini.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin Prediksi Crypto Winter Segera Tiba

Salah satu pendiri blockchain Ethereum, Vitalik Buterin, memprediksi bahwa crypto winter bisa segera tiba dalam waktu dekat. Pernyataan Buterin tersebut mencerminkan kondisi pasar kripto yang telah jatuh dalam beberapa pekan terakhir.

Market kripto sedang dalam tekanan bersama saham, karena investor memilih untuk lebih berhati-hati dalam mengambil risiko mengingat kenaikan inflasi yang terus-menerus, rencana kenaikan suku bunga yang akan dilakukan oleh Federal Reserve, dan ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina.

Investor ‘Senang’ Nilai Kripto Turun

Vitalik Buterin, menyatakan bahwa tren pasar yang menurun ini telah membuat sebagian orang senang. Bagi pengembang kripto penurunan nilai aset kripto yang berkelanjutan, dapat menghapus proyek-proyek yang kurang layak, sehingga menyisakan yang terbaik.

analisa teknikal

Ilustrasi Ethereum dan Bitcoin.

Sementara, investor yang sudah kawakan senang menyambut penurunan harga karena ada potensi pembalikan sebelum naik lebih tinggi lagi. Mereka melihat ada celah untuk melakukan buy the dip, di mana investor melihat penurunan harga sebuah aset adalah saat yang tepat untuk mengakumulasi portofolio asetnya.

“Mereka menyambut tren pasar menurun itu karena ketika ada periode pembalikan harga juga akan naik cepat, ini jelas membuat banyak orang senang. Tetapi juga cenderung mengundang banyak kerugian jangka pendek karena ada spekulasi,” kata Buterin dikutip Bloomberg.

Baca juga: Nilai Bitcoin Anjlok di Bawah $40.000 Bikin Investor Panik

Crypto Winter Ciptakan Jutawan Baru

Miliarder kripto berusia 28 tahun itu, juga mengatakan crypto winter yang membuat harga kripto mengalami penurunan besar-besaran, pada saat yang bersaman bisa menciptakan kenaikan signifikan, bahkan ada yang tembus rekor harga baru, setelah masanya usai. Kejadian ini juga mendorong munculnya para jutawan baru.

“Crypto winter adalah ketika banyak dari project kripto tersebut jatuh dan Anda dapat melihat proyek mana yang benar-benar berkelanjutan dalam jangka panjang, baik dalam proyek independen maupun bekerja sama dalam orang lain,” ungkap Buterin.

penyebab harga ethereum naik di tahun 2021

Ilustrasi Ethereum.

Buterin tidak yakin apakah pasar crypto sudah mengalami kerugian dari crypto winter yang baru, atau apakah itu hanya mencerminkan pergerakan aset lain, karena mata uang digital menarik lebih banyak investor arus utama. Ia juga menambahkan musim dingin kripto juga dapat membantu mereka yang sedang membangun proyek di kripto untuk fokus pada peningkatan teknologi.

Pada saat berita ini ditayangkan pada Selasa (22/2), harga Bitcoin jatuh di bawah level support kuatnya di $39.600. Sementara, telah kehilangan 35% year-to-date, turun dari $3.722 pada awal Januari menjadi di bawah $ 2.532.

Baca juga: 4 Cara Menghasilkan Uang Lewat NFT!

Ethereum Dikritik Lambat dan Mahal

Ethereum (ETH) sendiri sukses jadi koin kripto yang mengekor Bitcoin dalam 10 koin dengan kapitalisasi pasar di dunia. Hal itu dikarenakan ETH membuat teknologi yang lebih kuat beserta smart contract, sehingga banyak pengembang pun memanfaatkannya untuk mengembangkan aplikasi DeFi (decentralized finance).

Teknologi blockchain ETH banyak digunakan untuk minting NFT yang kini sedang tren di global hingga Indonesia. Artinya prospek ke depan akan semakin tumbuh seiring dengan token utilitas yang berjalan di jaringan ETH tersebut.

Meski begitu, Buterin telah lama dikritik karena transaksi di Ethereum lambat dan mahal. Ethereum Foundation yang dipimpin Buterin telah melakukan upaya terbaru yang didedikasikan untuk meningkatkan skalabilitas blockchain dengan mungkin peningkatan paling penting dalam sejarah Ethereum.



Sumber : news.tokocrypto.com

Metaverse adalah Gambaran Masa Depan? Begini Cara Kerjanya

Metaverse adalah satu kata yang kerap diperbincangkan akhir-akhir ini. Pembahasannya pun tak lagi terbatas di dunia IT saja, tapi juga meluas ke bisnis dan bahkan pemerintahan. Diperkirakan, Metaverse inilah yang akan menjadi masa depan manusia. Namun, sebenarnya apa itu Metaverse dan bagaimana cara kerjanya? Untuk mengetahui jawabannya, mari simak ulasan berikut ini!

Metaverse adalah Fenomena yang Lagi Booming

Jika Anda melihat berita di TV atau mencari kabar terbaru lewat portal berita online dalam satu hari, Anda pasti menemukan pemberitaan seputar Metaverse. Mulai dari Metaverse sebagai pengganti media sosial, brand-brand besar yang mulai menjual produknya lewat Metaverse, hingga yang terbaru, kabar soal ibadah haji virtual melalui Metaverse.

Sayangnya, semakin ramai pemberitaan seputar Metaverse justru tidak diikuti dengan pemahaman yang lebih baik mengenai Metaverse itu sendiri. Akibatnya, banyak bermunculan definisi yang salah dan cenderung melenceng dari aslinya. Agar lebih memahami seputar dunia Metaverse ini, berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Metaverse?

gambaran bermain di metaverse

Metaverse adalah sebuah dunia virtual yang difokuskan pada hubungan sosial. Di dunia Metaverse, Anda akan diajak untuk berkomunikasi dengan orang lain layaknya di dunia nyata. Saat gagasan ini diciptakan, Metaverse bertujuan untuk mendobrak batas yang memisahkan antar negara.

Metaverse memang naik daun setelah CEO Meta Platforms, Mark Zuckerberg, mengubah Facebook menjadi Meta pada 2021 lalu. Namun, sebenarnya, penggunaan istilah Metaverse sendiri sudah ada sejak lama, tepatnya pada 1992. Kala itu, Metaverse adalah suatu ruang yang menjadi metafora dari dunia nyata. Bisa dibilang cukup mirip dengan Metaverse yang ada saat ini, ya.

Baca juga: 5 kripto metaverse terbesar saat ini

Apa Kegunaan Metaverse?

Lalu, apa sebenarnya yang bisa dilakukan di Metaverse? Seperti yang telah disebutkan, Metaverse adalah suatu dunia virtual yang fokus pada hubungan sosial. Artinya, seluruh kegiatan sosial bisa dilakukan di Metaverse. Meski sekarang masih terbatas, di masa mendatang tentu akan banyak sekali hal yang bisa dilakukan di Metaverse. Untuk saat ini, berikut hal-hal yang bisa Anda lakukan di Metaverse, yaitu:

1. Bermain game

game metaverse sandbox

Di Metaverse, Anda bisa bermain game. Spesialnya, di Metaverse Anda bisa bermain game dengan banyak orang meski terpisah jarak dan waktu. Anda juga dapat berinteraksi langsung dengan gamers lainnya. Beberapa game yang bisa dimainkan antara lain Axie Infinity, The Sandbox, dan Decentraland.

2. Menonton konser

Situasi pandemi membuat konser sulit diselenggarakan dengan cara konvensional. Nah, ternyata Metaverse bisa memberikan alternatif solusi. Caranya adalah dengan menggelar konser di dunia Metaverse. Di konser Meta, Anda bisa menyaksikan konser artis favorit bersama orang lain. Serunya lagi, artis pun akan hadir dalam versi Meta mereka berupa avatar, lho. Seperti yang dilakukan oleh Decentraland melalui festival musik yang diadakan pada Oktober 2021 lalu

menonton konser di metaverse

Source: https://www.instagram.com/p/CVSxspogMGk/

3. Jual-beli karya seni lewat NFT

jual beli karya seni nft di metaverse

Source: https://www.adidas.com/us/metaverse

Sudah pernah dengar soal NFT? Di Metaverse, Anda pun bisa melakukan jual beli NFT. Karya NFT yang sudah Anda beli nantinya bisa dipajang di rumah Metaverse Anda. Selain itu, Metaverse juga memberi peluang bagi Anda untuk terhubung dengan pihak yang ingin membeli dan mengoleksi NFT. 

Umumnya, NFT yang tersedia di Metaverse berupa desain avatar yang bisa digunakan untuk berkeliling Metaverse, seperti yang dilakukan oleh brand olahraga ternama Adidas yang bekerja sama dengan Bored Ape Yacht Club. Selain karya seni, ada pula collectible item yang bisa diperoleh melalui NFT game.

Baca juga: Apa Itu NFT Art? Yuk Kenali Istilah dan Manfaatnya

bekerja lewat metaverse

Source: https://www.oculus.com/workrooms/

Selain untuk senang-senang, Metaverse nyatanya juga bisa dipakai bekerja. Lewat kantor virtual, nantinya Anda bisa berangkat kerja ke Metaverse. Hal ini sudah mulai diterapkan oleh Meta Platforms atau Facebook yang meluncurkan sebuah software khusus untuk meeting di Metaverse yang disebut Horizon Workrooms. Selain itu, ada juga Spatial yaitu wadah untuk pengguna Metaverse saling bertemu, membuat event, dan tentunya bekerja secara individual maupun lewat conference.

Bagaimana Cara Kerja Metaverse?

Wah, ternyata banyak juga ya yang bisa dilakukan di Metaverse! Namun, sebenarnya, bagaimana Metaverse bekerja hingga dapat menciptakan suatu dunia virtual?

Pada dasarnya, Metaverse adalah hasil dari kombinasi kerja hardware sekaligus software. Seluruh komunikasi dan interaksi sosial yang terjadi di dunia Meta hanya mungkin terjadi karena adanya software yang mendukung. Software khusus akan menghubungkan Anda dengan orang lain dan membuat grafis khusus sehingga dunia Meta terasa nyata.

Nah, agar Metaverse semakin hidup, Anda harus menggunakan hardware yang mendukung VR atau virtual reality. Saat ini, sudah ada banyak sekali perangkat VR yang dapat Anda pilih untuk menciptakan dunia virtual. Ditambah lagi, Anda juga bisa membuat avatar 3D yang mirip dengan Anda, lho! Umumnya pengguna merancang avatar menggunakan aplikasi seperti Ready Player Me untuk kemudian di-export ke Metaverse. Bagaimana, tertarik untuk mencoba?

Jika disimpulkan, Metaverse adalah suatu dunia virtual yang memungkinkan Anda untuk bisa berkomunikasi dan melakukan aktivitas sosial lainnya bersama orang lain tanpa peduli batasan jarak dan waktu. Menarik ya? Agar tidak ketinggalan informasi seputar Metaverse dan dunia kripto, jangan lupa cek update informasi di komunitas NFT TokoMall pada Discord dan Telegram serta kunjungi website  TokoMall sekarang, ya!





Sumber : news.tokocrypto.com

Fenomena Ghozali Everyday, NFT dari Indonesia yang Terjual Miliaran

 

Sudah dengar soal Ghozali Everyday? Baru-baru ini, publik dibuat ramai dengan berita mengenai NFT yang terjual dengan harga fantastis. Hebohnya lagi, NFT tersebut merupakan buatan Warga Negara Indonesia. Bahkan, pembuatnya pun masih berusia muda, yaitu seorang mahasiswa jurusan animasi bernama Sultan Gustaf Al Ghozali. Seperti apa kisahnya dan bagaimana cara mengikuti jejak kesuksesan Ghozali Everyday? Simak artikel berikut!

Berawal dari ide iseng belaka

Jika melihat keterangan yang dicantumkan Ghozali dalam akun OpenSea miliknya, Ghozali Everyday merupakan kumpulan foto diri (selfie) yang diambilnya mulai dari tahun 2017-2021. Ghozali mengklaim bahwa seluruh foto adalah benar-benar dirinya yang sedang berdiri di depan komputer sejak ia berusia 18 hingga 22 tahun.

Mulanya, proyek NFT Ghozali Everyday ini tak disengaja. Tujuan awal Ghozali adalah membuat sebuah video yang nantinya akan diunggah di layanan streaming YouTube. Rencana awalnya, Ghozali akan membuat sebuah time-lapse yang menggambarkan perjalanannya hingga akhirnya lulus kuliah.

Ketika harganya meroket dan inilah alasannya

Namun, ternyata saat proyek iseng tersebut diubah menjadi NFT, Ghozali berhasil meraup untung. NFT yang mulanya hanya dijual dengan harga sekitar US$ 3 meroket hingga mencapai 1 ETH pada puncaknya. Meski kini sudah turun, jumlahnya pun masih terbilang fantastis, sekitar 0.329 ETH atau sekitar US$1.111 (kurang lebih Rp15 juta) untuk satu selfie. Dengan total 933 foto, Ghozali bisa meraup untung hingga sekitar Rp15 miliar!

Tentunya, untung besar yang diraih Ghozali Everyday tidak datang dalam sekejap. Pada awalnya, NFT yang dijual Ghozali pun dibanderol dengan harga yang lumrah, sekitar US$ 3. Namun, angka tersebut meroket tinggi. 

contoh nft ghozali everyday

Photo Credit: OpenSea

Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Kesuksesan Ghozali Everyday tidak bisa dilepaskan dari orang pertama yang melakukan shilling atau promosi pertama kali pada Ghozali Everyday, yaitu akun Jejouw. Tak lama, NFT Ghozali Everyday semakin hype saat dibicarakan oleh sweettoothnft, TheBoggartt, Nate_Rivers, hingga Barthazian.

Ide serupa sebenarnya sudah pernah muncul, yakni NFT milik Beeple yang diberi judul EVERYDAYS: The First 5000 Days. Konsepnya pun sama, menjual foto yang diambil dalam durasi panjang. Keuntungannya tak usah ditanya lagi. Beeple bisa meraih untung yang memecahkan rekor penjualan NFT, yaitu sekitar US$69,3juta.

Cara membuat karya dan jual melalui NFT

marketplace-nft

Kesuksesan Ghozali Everyday ini tentu menginspirasi untuk ikut terjun di dunia NFT. 

Namun, sebenarnya, bagaimana cara membuatnya? Apakah benar semudah upload foto di internet?

Benar, membuat NFT sebenarnya tidak sulit. Anda hanya perlu membuat akun dalam marketplace yang khusus menjual NFT. Setelah memiliki akun pada marketplace NFT, Anda bisa langsung mulai membuat karya. Pastikan karya yang akan Anda minting menjadi NFT benar-benar karya asli, bukan plagiat atau mengambil karya orang lain. 

Berikut langkah-langkah yang bisa Anda ikuti:

  1. Pada marketplace yang sudah terdaftar, pilih opsi “Create”. Setelah itu, Anda akan diberikan opsi untuk memilih file. NFT bisa berupa foto, gambar, ilustrasi, video, bahkan audio.
  2. Selanjutnya, masukkan nama NFT dan sertakan pengaturan lainnya. Pengaturan ini umumnya digunakan untuk mengatur muatan konten. Misalnya, konten yang mengandung unsur kekerasan bisa diberi peringatan terlebih dulu.
  3. Atur blockchain yang Anda pakai.
  4. Setelah memastikan semua data terisi benar dan file sudah tepat, klik tombol “Create” pada bagian bawah.
  5. NFT sudah bisa langsung Anda jual.

3 Platform NFT marketplace terbaik 

Sekarang, pertanyaannya, di manakah Anda bisa menjual NFT? Manakah marketplace NFT yang bisa dituju dan terjamin keamanannya? 

Untuk Anda yang berada di Indonesia bisa langsung meluncur ke marketplace NFT berikut:

 

marketplace nft pertama di indonesia

TokoMall merupakan pelopor marketplace NFT di Indonesia. Marketplace yang mengusung konsep sebagai “jembatan antara dunia nyata dengan dunia digital” ini tidak sekadar menyediakan tempat jual-beli NFT, tapi juga menyediakan wadah bagi para artis lokal Indonesia untuk memopulerkan karya mereka.

opensea sebagai marketplace nft terbesar

https://drive.google.com/file/d/1M7ZNIjRhN6pVbm6uiZOaRh3jCPdw306k/view?usp=sharing 

Inilah marketplace yang digunakan untuk menjual NFT Ghozali Everyday. OpenSea merupakan platform jual-beli NFT terbesar di dunia untuk saat ini. Di sana, Anda bisa bertemu dengan kreator NFT lain dari seluruh dunia.

 

marketplace nft rarible

Terakhir ada Rarible. Marketplace yang satu ini menyediakan wadah bertemunya kreator dan kolektor NFT. Di Rarible, kreator bisa memilih untuk menahan karya atau melepasnya kepada kolektor meski katakanlah harga yang diberikan sudah cocok.

Melirik keuntungan yang diraup Ghozali Everyday memang tidak menutup kemungkinan bahwa NFT akan semakin besar di masa mendatang. Berminat untuk menjadi kreator NFT? Anda bisa bergabung dengan TokoMall dan menjadi Official Partner.

Di TokoMall, Anda tidak sekadar memperjualbelikan karya NFT, tapi juga bisa berkomunikasi dengan Creator dan Official Partner lainnya. Yuk, segera buat akun dan minting NFT pertama Anda bersama TokoMall!



Sumber : news.tokocrypto.com

Nilai Bitcoin Anjlok di Bawah $40.000 Bikin Investor Panik

Nilai Bitcoin dan sejumlah besar aset kripto lainnya terpantau jatuh dalam 24 jam terakhir pada Senin (21/2). Pasar kripto nampaknya masih sensitif karena ketegangan geopolitik yang berasal dari krisis Rusia-Ukraina, sehingga membuat investor panik dan gelisah.

Dalam perdagangan, Bitcoin secara singkat mengalami tekan bahkan sejak akhir pekan lalu. Bahkan Bitcoin drop di bawah level support kuatnya di $39.600. Angka ini merupakan penurunan tertinggi sejak November tahun lalu.

“Selama seminggu terakhir, ketegangan yang meningkat di perbatasan Rusia-Ukraina telah mendominasi sentimen di seluruh pasar global. Hal tersebut telah menarik Bitcoin dari level tertinggi $44.627 ke level terendah hari Senin (21/2) di $39.745,” kata Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Ilustrasi market kripto Bitcoin anjlok.

Ilustrasi market kripto Bitcoin anjlok.

Baca juga: Market Kripto Membaik, tapi Belum Masuk Fase Bullish

Alternatif Koin Ikut Anjlok

Aset kripto lain seperti Ethereum, Solana, Cardano dan XRP juga bernasib buruk, masing-masing turun lebih dari 5%, menggarisbawahi volatilitas yang lebih tinggi. Turunnya BTC biasanya akan mempengaruhi altcoin (alternatif koin) lainnya.

Ketegangan yang terus terjadi antara Rusia-Ukraina bisa membuat Bitcoin berada di pekan yang sulit pada periode 21-27 Februari 2022 dan bisa jatuh lebih dalam atau bakal tertahan di antara $30.000-$36.800.

Bitcoin diharapkan bisa bergerak menuju level support-nya karena semakin lama harga bertahan di bawah $39.600, semakin besar kemungkinan pergerakan turun. Sementara untuk BTC masuk ke fase bullish harus melewati rintangan overhead di $45.821.

Baca juga: Kriptoversity, Aplikasi Belajar Kripto dan Blockchain dari Tokocrypto

“Apabila konfik ini masih tarik ulur atau bahkan pecah dan terjadi perang akan berdampak buruk, bisa saja market memasuki crypto winter. Crypto winter sendiri merupakan kondisi ketika nilai aset kripto mengalami penurunan drastis, bahkan di bawah nilai tren bullish normal. Namun, ada beberapa analis yang memprediksi dalam jangka panjang, pasar masih akan koreksi,” jelas Afid.

Ilustrasi Bitcoin.

Ilustrasi Bitcoin.

Investor Harus Waspada

Afid menjelaskan harga aset kripto terkait langsung dengan penawaran dan permintaan. Peristiwa yang berdampak pada ekonomi secara global menentukan kebutuhan orang untuk membeli atau memiliki aset digital tersebut. Selama periode ketegangan geopolitik, investor cenderung menghindari aset yang bergejolak dan menyimpan uang mereka di aset safe-haven seperti uang tunai dan emas.

Baca juga: Tips Cari Cuan Investasi Aset Kripto di Kala Market Anjlok

Di kala pasar kripto sedang turun, investor beranggapan bahwa saat inilah waktu yang tepat untuk masuk. Namun, hal ini perlu diwaspadai oleh investor, mengingat volatilitas kripto yang masih cukup tinggi dan belum ada katalis positif yang dapat mengangkat kembali performanya, walaupun sudah terlihat akan rebound.

Kembali lagi, menurut Afid, investor harus paham risiko investasi aset kripto. Lakukan analisa fundamental dengan mempelajari aset kripto, sebelum berinvestasi. Serta melakukan analisa teknikal untuk menentukan waktu yang tepat dalam membeli, menjual atau take profit aset.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kriptoversity, Aplikasi Belajar Kripto dan Blockchain dari Tokocrypto

Sejak pandemi, aset kripto dan blockchain menjadi hal yang tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Terlebih, aset kripto kini menjadi salah satu pilihan investasi oleh masyarakat, karena bisa mendatangkan keuntungan dan manfaat yang lebih luas.

Melihat hal tersebut, Tokocrypto pun terus berupaya untuk menghadirkan solusi yang relevan untuk mengedukasi masyarakat terkait aset kripto dan ekosistem blockchain. Pada tahun 2020, Tokocrypto berinovasi menghadirkan aplikasi Kriptoversity yang dapat membantu masyarakat memahami kripto, blockchain, NFT, DeFi hingga literasi manajemen keuangan.

Nanda Ivens, Chief Marketing Officer (CMO) Tokocrypto, mengungkapkan beberapa hal menarik dibalik inovasi Kriptoversity yang fokus untuk mendekatkan masyarakat dengan konsep aset kripto hingga blockchain, demi meningkatkan pengetahuan dan membantu pengguna mengatur keuangan untuk mencapai tujuan finansialnya. Inisiatif ini diharapkan bisa memperluas cakupan masyarakat untuk mengakses edukasi literasi aset kripto secara inklusif.

“Dibalik bertumbuhnya minat masyarakat dan jumlah investor aset kripto di Indonesia, edukasi dan literasi masih dapat dikatakan minim. Untuk mendorong solusi dari masalah tersebut, Tokocrypto hadirkan Kriptoversity, aplikasi edukasi yang dapat diakses dengan mudah kapan saja dan dimana saja,” kata Nanda.

Ilustrasi Kriptoversity by Tokocrypto.

Ilustrasi Kriptoversity by Tokocrypto.

Baca juga: TokoMall dan .TEMU Rilis Koleksi NFT, Bisa Dapat Diskon Seumur Hidup

Aplikasi Belajar Blockchain Pertama di Indonesia

Lebih lanjut Nanda menjelaskan aplikasi Kriptoversity ini menarik dan unik. Kriptoversity menjadi aplikasi edukasi pertama di Indonesia yang mengusung konsep learn & earn dengan rewards aset kripto. Pengguna yang belajar dan menyelesaikan misi di dalam aplikasi berhak mendapatkan aset kripto, berupa token TKO yang bisa disimpan dalam wallet mereka atau didonasikan melalui TokoCare, platform CSR dari Tokocrypto.

Aplikasi Kriptoversity yang kini bisa diunduh gratis di Google Play Store dan Apple Apps Store memiliki sejumlah topik pembelajaran. Pengguna dapat memilih topik yang ingin dipelajari, mulai dari pengenalan terhadap teknologi blockchain, project blockchain, aset kripto, NFT hingga literasi crypto finance. Aplikasi ini juga dibalut dengan UI (user interface) yang apik untuk memudahkan proses pembelajaran.

“Pengguna Kriptoversity diberi insentif untuk menyelesaikan kursus dan kuis berupa token TKO yang dapat disimpan dan ditransfer ke wallet akun Tokocrypto mereka atau didonasikan melalui TokoCare. Solusi menarik dan sederhana ini secara efektif mendorong masyarakat memahami apa yang pelajari dalam aplikasi,” ungkap Nanda. 

Ilustrasi Kriptoversity by Tokocrypto.

Ilustrasi Kriptoversity by Tokocrypto.

Baca juga: Market Kripto Membaik, tapi Belum Masuk Fase Bullish

Edukasi Aset Kripto dan Blockchain

Aplikasi Kriptoversity akan terus mengalami perkembangan dan berinovasi untuk membuat pengguna semakin nyaman belajar. Tim riset Tokocrypto akan mengembangkan topik, dan kurikulum yang sesuai dengan minat dan perkembangan aset kripto dan ekosistem blockchain agar tetap relevan.

Tokocrypto juga menyediakan lingkungan belajar eksternal lainnya melalui berbagai inisiatif mulai dari dedicated space bernama T-Hub, edukasi kripto dan blockchain melalui kerja sama dengan berbagai kampus di Indonesia dalam program TokoScholars, platform media sosial Telegram dan Discord serta channel YouTube khusus yang menampilkan video tentang panduan, update berita kripto dan blockchain, hingga analisis perdagangan.

“Ada lebih 11 juta investor kripto, angka ini meningkat signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya dan diyakini akan terus bertambah. Meningkatnya jumlah investor ini beriringan dengan semakin besarnya tanggung jawab Tokocrypto dalam mengedukasi masyarakat agar #SiapLebih berinvestasi secara cerdas dan cermat,” pungkas Nanda.



Sumber : news.tokocrypto.com

Market Kripto Membaik, tapi Belum Masuk Fase Bullish

Nilai aset kripto Bitcoin dan beberapa lainnya yang masuk daftar big cap telah jatuh menjelang akhir pekan ini. Harga Bitcoin telah kehilangan hampir 10% selama 24 jam terakhir pada Kamis (17/2), jatuh menuju $ 40.000, dengan Ethereum, BNB, Solana, Cardano dan XRP yang juga mengalami penurunan serupa.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat jatuhnya harga Bitcoin dan crypto lain datang bersamaan dengan anjloknya pasar saham yang dipicu oleh komentar yang dibuat oleh Presiden AS, Joe Biden pada Kamis (17/2), bahwa Rusia dapat menyerang Ukraina dalam hitungan hari.

“Konflik Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung dapat menyebabkan ketidakpastian lebih lanjut ke pasar aset kripto yang sudah dipengaruhi oleh kekhawatiran makro ekonomi dari kenaikan suku bunga dan pengetatan kebijakan moneter dalam beberapa bulan mendatang,” kata Afid.

Ilustrasi aset kripto.

Ilustrasi aset kripto.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 16 Februari 2022: Nasib BTC, DOGE & SOL

Dampak Ekonomi Global

Afid menjelaskan harga aset kripto terkait langsung dengan penawaran dan permintaan. Peristiwa yang berdampak pada ekonomi secara global menentukan kebutuhan orang untuk membeli atau memiliki aset digital tersebut. Selama periode ketegangan geopolitik, investor cenderung menghindari aset yang bergejolak dan menyimpan uang mereka di aset safe-haven seperti uang tunai dan emas.

Selanjutnya, kenaikan suku bunga juga cenderung mempengaruhi kinerja seluruh pasar aset kripto. Ketika suku bunga rendah dan murah untuk meminjam uang, investor cenderung menuangkan dana mereka ke dalam investasi berisiko tinggi, termasuk Bitcoin. Sebaliknya, investor memindahkan uang mereka dari investasi berisiko menyusul kenaikan suku bunga.

Ilustrasi market aset kripto.

Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: TokoMall dan .TEMU Rilis Koleksi NFT, Bisa Dapat Diskon Seumur Hidup

Ketidakpastian Pasar Kripto

Pasar Bitcoin dan kripto lain telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah melemah bulan lalu. Harga Bitcoin sempat naik di atas $ 45.000 per BTC minggu lalu, dengan Ethereum dan sepuluh koin teratas lainnya BNB, Solana, Cardano, dan XRP menunjukkan kekuatan yang sama.

“Meskipun perdagangan Bitcoin telah cukup aktif dalam beberapa minggu terakhir, banyak pelaku pasar masih duduk manis dan wait and see dengan volatilitas kelas aset saat ini,” imbuh Afid.

Dengan tingkat inflasi dan adanya kemungkinan ketidakpastian makro juga akan mempengaruhi sentimen risiko dalam beberapa minggu mendatang. Kurangnya kepercayaan investor, mungkin perlu beberapa waktu bagi pasar kripto untuk menjadi bullish lagi.



Sumber : news.tokocrypto.com