All posts by 22

TokoMall dan .TEMU Rilis Koleksi NFT, Bisa Dapat Diskon Seumur Hidup

TokoMall dan .TEMU (Titik Temu) berkolaborasi rilis project NFT dengan semangat memajukan industri Food & Beverage (F&B) di Indonesia. Menariknya, pembeli koleksi [NF].Temu ini bisa mendapatkan banyak benefit, bukan hanya sekadar mengoleksi NFT art saja, tapi bisa dapat diskon seumur hidup di .TEMU.

Thelvia Vennieta, Head of TokoMall, menjelaskan kolaborasi dengan .TEMU masih tetap mengusung misi TokoMall, sebagai pelopor marketplace NFT di Indonesia. Misi TokoMall sendiri adalah menjembatani konsep digital NFT meets reality. Di mana pembeli NFT di TokoMall bisa merasakan pengalaman yang lebih tidak hanya di ranah digital, tapi juga di dunia nyata.

“Kami ingin masyarakat yang mungkin masih awam semakin memahami bahwa NFT itu bisa diadopsi ke berbagai utilitas yang berguna di kehidupan sehari-hari. Sesuai dengan misi TokoMall untuk menjembatani konsep digital ke realita, kolaborasi [NF].Temu ini bisa dikatakan menjadi pionir dan contoh nyata pemanfaatannya yang luas hingga ke industri F&B,” kata Thelvia.

Ilustrasi TokoMall.

Ilustrasi TokoMall.

Baca juga: Panduan untuk Pemula yang Ingin Terjun ke Dunia NFT

Joseph Erwin, COO .TEMU, mengungkap latar belakang kolaborasi ini merupakan bentuk keinginan perusahaan untuk mengeksplor possibilities dari NFT, karena masih banyak potensi yang bisa digali dan mungkin bisa menjadi evolusi dari customer loyalty program tradisional.

“Kolaborasi ini diharapkan bisa menjadi contoh untuk pemain industri F&B lainnya, dimana eksplorasi di dunia NFT bisa memberikan dampak pada bisnis,” terang Joseph.

Ada 150 Item Koleksi [NF].Temu

Koleksi [NF].Temu sendiri memiliki 150 item NFT yang menawarkan level kelangkaan berbeda yakni General, Master, Connoisseur. Desain project NFT ini dirancang oleh salah satu partner kreator TokoMall yakni Pedro Oscar, seniman yang aktif di berbagai komunitas kripto dan desain 3D di Indonesia. 

Menariknya, setiap level di koleksi [NF].Temu memiliki benefit nyata yang bisa ditukarkan antara lain adalah diskon 5-10% hingga seumur hidup untuk pembelian kopi di seluruh cabang .TEMU, keanggotaan VIP, akses pre-release biji kopi sekaligus mencoba kopi dengan head roaster, meetup dengan para pemilik NFT hingga merchandise eksklusif. 

Ilustrasi koleksi NFT TokoMall x .TEMU

Ilustrasi koleksi NFT TokoMall x .TEMU

Baca juga: Daftar Modus Penipuan NFT dan Tips Menghindarinya

Harga [NF].Temu

Koleksi [NF].Temu ini dibanderol dengan harga Rp 1.999.000 dan bisa dibeli mulai 14 Februari 2022, adapun benefit dapat digunakan oleh kolektor mulai 1 Maret 2022 di tiap cabang .TEMU. Konsep pembeliannya akan menggunakan fitur TokoSurprise, di mana pembeli harus menunggu 7 hari sejak pembelian untuk melihat item NFT apa yang didapat dengan tingkat kelangkaannya.

TokoSuprise merupakan sebuah fitur dari TokoMall berisikan serial NFT kejutan yang menawarkan tingkat kelangkaan berbeda. TokoSuprise hadir untuk meningkatkan excitement dari kolektor dalam mengoleksi karya yang dirilis oleh mitra resmi karena kolektor yang mengoleksi paket TokoSurprise tidak akan mengetahui serial NFT mana yang akan mereka dapatkan.

Informasi lebih lanjut koleksi [NF].Temu, bisa kunjungi link di sini dan website www.tokomall.io.



Sumber : news.tokocrypto.com

Twitter Luncurkan Fitur Tip dengan Ethereum

Pada 23 September 2021 silam. Twitter mengaktifkan fitur tip jar dengan Bitcoin yang menjadi opsi pembayaran cryptocurrency pertama yang tersedia melalui tip top jar-nya.

Sementara pada hari Rabu kemarin (17/02), platform media sosial raksasa tersebut menambahkan banyak layanan pembayaran baru ke opsi tip jar-nya. Termasuk Ethereum (ETH).

Baca JugaSederet Raksasa Media Sosial Ikut Hype NFT!

Fitur Tip dari Twitter

Pengguna Twitter yang ingin menerima tip berupa Ethereum hanya perlu mengaktifkan ‘fitur tip‘ di platform dan menambahkan Ethereum address ke bagian khusus profil mereka.

Sampai saat ini, Twitter tidak memberikan perincian lain yang berkaitan mengenai pemberian tip menggunakan Ethereum.

Namun jika berbicara tentang Bitcoin, tip dapat dikirim melalui Lightning Network, yang mengirimkan pembayaran menggunakan aplikasi Strike. Sementara itu, tip bisa dikirimkan pengguna di ponsel iOS dan Android.

Pengguna yang menerima tip tersebut, baik berupa Bitcoin maupun Twitter, telah dijamin Twitter jika mereka akan menerima 100% dari tip yang mereka terima. Perusahaan menyatakan bahwa fitur ini dibuat sebagai bentuk yang menunjukkan sebuah dukungan, menunjukkan penghargaan, membantu atau memberi penghargaan kepada siapa pun yang pengguna inginkan.

Baca jugaFakta dan Mitos NFT, Kripto dan Blockchain

Mulai dari konten kreator, para jurnalis, ataupun artis yang mereka gemari. Sementara itu, fitur tip ini juga mendukung layanan pembayaran lain seperti Cash App, GoFundMe, Patreon, Wealthsimple, dan Venmo.

Selain inovasinya untuk sektor mata uang digital seperti Bitcoin dan Ethereum, belum lama ini Twitter juga meluncurkan fitur yang memungkinkan pengguna Twitter Blue untuk mengunggah NFT sebagai gambar profil mereka, tetapi membatasi kemampuan itu untuk iOS.

sumber.





Sumber : news.tokocrypto.com

Fakta dan Mitos NFT, Kripto dan Blockchain

Fakta dan mitos NFT, termasuk tentu saja seputar kripto dan blockchain, berkelindan di keseharian kita. Untuk mengupas dan meluruskannya perlu argumen khusus.

Beberapa waktu yang lalu seorang dosen Universitas Padjadjaran mengirim pesan kepada saya melalui Instagram. Beliau meminta saya untuk memberi tanggapan terhadap sebuah artikel menarik karya Gamal Abdul Naser atau Gamalan. Artikel itu diunggah di situs miliknya, empat.id yang berjudul “Melawan Blockchain, Cryptocurrency, NFT

Isinya ya, sejalan dengan judulnya, memberikan sanggahan terhadap pendapat-pendapat umum seputar tiga topik ini: blockchain, cryptocurrency dan NFT (non-fungible token). Artikelnya cukup panjang, dan untuk menanggapi, tentu saja perlu dibuatkan artikel baru tentangnya.

Oh iya, artikel Gamalan memberi istilah baru pada topik-topik di atas, yakni “borkchan” untuk blockchain, “kleptocurrency” untuk cryptocurrency dan “NTF” untuk NFT.

Barangkali ini bentuk ketidaksukaan beliau terhadap topik-topik ini, tetapi yang jelas artikel saya ini akan lebih netral dalam menanggapi. Karena, bagaimanapun, tulisan Gamalan sebagian di antara ada benarnya.

Saya harus mengakui Gamalan fasih menjabarkan teknologi blockchain (atau “borkchan”, sesuai istilah pilihannya), serta asal-usul dari cryptocurrency dan NFT. Kemudian ia mulai menyebut beberapa pernyataan dan memberikan argumen bantahannya. Nah, mari kita telaah setiap pernyataan dan argumen Gamalan tersebut.

NFT Lintas Game, Lintas Blockchain

Gamalan berpendapat bahwa mustahil NFT bisa dipadupadankan untuk semua game dan antar game yang berbeda ataupun antar blockchain yang berbeda-beda.

Pendapat itu mengacu pada perkembangan metaverse saat ini yang pada prinsipnya adalah game 3 dimensi yang menggunakan game engine khusus, misalnya Unity. Metaverse (dibaca: game) Decentraland telah mampu memadukan NFT di dalamnya. Itupun memanfaatkan blockchain tertentu, yakni Ethereum.

Gamemetaverse, NFT lintas blockchain, menurut Gamalan ibarat mengisi daya listrik pada mobil diesel, berharap mobil tersebut berubah menjadi mobil elektronik. Demi Metaverse, Microsoft Beli Activision Blizzard, Setara Rp986,46 Triliun

Ya, tentu saja, kehidupan nyata tak seperti itu. Sebuah produk harus didesain sedemikian rupa sehingga mampu menyokong fitur-fitur yang diharapkan ada pada produk tersebut. Sekalipun itu ada, itu sekadar skenario, seperti yang dijelaskan di artikel ini.

Ini mungkin menjelaskan, langkah Microsoft yang membeli perusahaan game Blizzard Activision senilai lebih dari Rp900 triliun, hanya menitikberatkan pada metaverse (game). Belum ada nada pengayaan blockchain dan NFT di dalamnya.  Itu jelas lebih masuk akal, karena Microsoft sendiri adalah pengembang game termasuk alatnya, yang terhitung sukses, lewat XBox.

NFT Melindungi Kreator dan Menjamin Keaslian Karya Seni

Ada sejumlah argumen yang kurang tepat di pernyataan Gamalan itu. NFT dapat menjamin keaslian adalah kurang tepat. Tak hanya barang elektronik, bahkan barang fisik seperti lukisan pun bisa dipalsukan. Jadi, kurang tepat memang bila NFT dipakai untuk menjamin provenance dari sebuah karya.

Jika kurang yakin adanya celah replikasi NFT yang mewakili file digital (JPG, MP4, WAV), Anda bisa membaca artikel apik ini. Sesuai dengan isi artikel itu, siapapun dengan mudah dan melakukan replikasi terhadap NFT Ketua MPR Bambang Soet ini.

NFT Tidak Bisa Menyelesaikan Masalah Royalti

Gamalan juga membahas soal NFT yang ia sebut tidak bisa menyelesaikan masalah royalti. Padahal, tidak selamanya hal ini tepat. Andaikata seorang seniman mewujudkan karyanya dalam bentuk NFT, justru royalti dapat dipastikan pembayarannya. Mengapa? Karena transaksi yang terjadi, selama tereksekusi melalui smart contract, dapat mengutip persentase royalti sesuai dengan yang telah ditentukan.

Transaksi yang difasilitasi oleh pihak ketiga justru tidak mampu menjamin pembayaran persentasi royalti kepada sang artis, karena potensi fraud yang disengaja, ataupun kesalahan hitung yang tidak disengaja.

Gamalan berpendapat bahwa seorang artis yang memproduksi banyak karya tidak memerlukan blockchain karena dapat dilakukan dengan sistem yang ada.

Wah, pendapat ini memang ada benarnya. Tapi ada juga salahnya. Layaknya orang mempertanyakan keberadaan kereta api, padahal sudah ada mobil yang fungsinya sama: mendukung mobilitas manusia. Tujuannya sama, tetapi fiturnya berbeda. Sudah barang tentu hasilnya pun, berbeda pula.

NFT dan musik. Gamalan meragukan kalau kedua hal ini dapat digabungkan, karena membentuk NFT atas karya musik berarti mempublikasikan lagu tersebut untuk diakses khalayak ramai.

Persepsi ini ada benarnya. Akan tetapi, NFT adalah soal kepemilikan dan bukan aksesibilitas. Contoh saja, sebuah NFT termahal yang pernah dijual milik Beeple, The First 5000 Days, dapat diakses semua orang untuk dilihat, bahkan disalin dan disimpan. Akan tetapi, NFT ini toh tetap ada harganya!

NFT Memberikan Keuntungan yang Besar kepada Kreator

Gamalan meyakini mereka yang untung lewat NFT adalah artis yang sudah punya nama. Tetapi, argumen ini tentu dipatahkan oleh Ghozali, mahasiswa asal Semarang yang menjual foto dirinya di Opensea sebagai NFT. Karyanya telah diperjualbelikan dengan total nilai 395 ETH atau tak kurang dari Rp17 miliar rupiah. Padahal, sebelum karyanya yang berjudul “Ghozali Everyday” sukses, ia bukan siapa-siapa.

Argumennya tentang NFT tidak menyelesaikan masalah discovery, ya tentu saja tidak karena memang tidak didesain untuk tujuan itu!

Kesimpulan Gamalan tentang NFT yang tidak memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah orginalitas karya, royalti, dan discovery, tidak disertai dengan argumentasi yang kokoh untuk memperkuat pendapatnya.

Cryptocurrency Permudah Transaksi Tanpa Bank

Gamalan sebenarnya menyetujui pernyataan di atas. Akan tetapi untuk menunjukkan ketidaksukaannya pada produk ini, ia mengalihkan pokok pembicaraan pada volatilitas nilai cryptocurrency terhadap mata uang fiat.

Padahal bila dipikir-pikir, tak ada kaitannya antara kemudahan transaksi dengan valuasi nilai cryptocurrency dengan mata uang fiat. Demikian pula sepertinya ia lupa bahwa mata uang fiat pun memiliki volatilitas harga dengan mata uang asing lain.

Lebih lanjut, menurutnya, proses pertukaran cryptocurrency dari dan ke mata uang fiat membutuhkan bank. Memang benar, akan tetapi tidak selamanya demikian.

Bila diinginkan, pertukaran dapat dilakukan langsung tanpa perantara bank. Bank, di sini, adalah alternatif media transaksi dan bukan satu-satunya cara. Berbeda halnya dengan transaksi perbankan, di mana bank adalah medium utama perpindahan aset dari satu rekening ke rekening lainnya.

Cryptocurrency Itu Jaminan Privasi

Gamalan menyerang cryptocurrency dari sisi privasi. Padahal, privasi adalah konsep yang selalu berkembang.

Dahulu, orang mudah saja memberikan informasi nama, tanggal lahir, serta alamat tempat tinggal. Kemudian, banyak orang menyadari informasi ini seharusnya privat.

Bahkan kini, menyebarkan nomor induk kependudukan (NIK) yang tak terhubung langsung dengan informasi pribadi pun sudah dikategorikan pelanggaran privasi. Tak hanya itu, penyebaran alamat surel dan nomor ponsel yang tak ada hubungan langsung dengan privasi, adalah sebuah hal yang menimbulkan polemik.

Isu privasi pada cryptocurrency juga merupakan sebuah hal yang berevolusi. Bitcoin awalnya juga disebut sebagai produk dengan privasi. Namun pengetahuan dan analisis data berkembang untuk membuktikan bahwa pendapat bitcoin sebagai produk privasi adalah kurang tepat.

Namun tidak semua blockchain tidak privat meski datanya bersifat publik. Produk seperti Monero dan Zcash masih mempertahankan statusnya sebagai aset kripto privat karena tak mudah dianalisis.

Blockchain Secara Desain Aman

Sayangnya bagian ini tidak disertai dengan penjelasan yang benar oleh Gamalan. Terlihat bagaimana lemahnya pengetahuan Gamalan di bidang keamanan siber (cybersecurity).

Keamanan pada dasarnya tidak absolut. Sebuah produk yang mengklaim diri aman selalu memiliki syarat dan ketentuan (S&K) berlaku.

Nah, S&K keamanan ini di dalam dunia akademik biasa disebut dengan asumsi keamanan (security assumption) atau model keamanan (security model), atau sering disebut juga dengan model ancaman (threat model).

Nah, sebuah produk dikembangkan berdasarkan asumsi keamanan yang sudah diterima. Akan tetapi, produk tersebut bisa saja tidak aman atas asumsi keamanan yang berbeda. Konsep ini terlihat abstrak, namun untuk mudahnya akan diberikan sebuah pengandaian.

Begini: sebuah rumah biasanya dilengkapi dengan tembok, pintu (lengkap dengan kunci dan anak kunci), serta pagar, sebagai fitur-fitur keamanannya. Asumsi keamanan yang umumnya diambil oleh para pengembang rumah adalah, rumah tersebut harus “aman dari pencuri dari luar rumah yang tidak memiliki anak kunci yang tepat”.

Namun terlihat jelas, keamanan rumah tersebut rentan dengan “pencuri dari dalam rumah”, “pencuri yang memiliki anak kunci yang tepat”, “pencuri yang mampu membobol kunci”, ataupun lebih ekstrim lagi, “pencuri yang membawa traktor untuk menghancurkan pagar sekaligus tembok”.

Baca juga : Ini Alasan NFT Ghozali Bernilai Hingga Miliaran Rupiah

Rumah tersebut dianggap aman hanya atas dasar asumsi keamanan tertentu, dan tidak aman atas asumsi keamanan lainnya. Namun, asumsi keamanan rumah tersebut sudah dianggap memadai. Risiko keamanan lainnya seperti traktor merupakan risiko keamanan yang dapat diterima, misalnya karena ada siskamling setiap malam. Tetapi, siskamling ini pada dasarnya bukan termasuk fitur yang dibangun oleh si pengembang rumah.

Nah, kembali lagi ke sistem blockchain yang dianggap tidak benar-benar aman oleh Gamalan. Gamalan mengatakan bahwa sistem blockchain amat bergantung pada hash collision. Padahal, hash collision ini tidak dapat dihilangkan sama sekali untuk protokol hashing manapun, dikarenakan birthday paradox.

Hash collision akan selalu ada, akan tetapi untuk mencapainya diperlukan usaha yang amat-sangat-luar-biasa-ekstra-keras-sekali, kecuali ada faktor keberuntungan di dalamnya.

Lebih lanjut lagi, Gamalan menyerang kelemahan pada pengelolaan private key. Memang betul, private key adalah salah satu titik lemah pada semua teknik kriptografi asimetris.

Sistem yang kompleks memiliki subsistem khusus yang mengelola private key, misalnya hardware security module (HSM). Kembali lagi, pengelolaan private key tidak termasuk di dalam asumsi keamanan sistem dasar blockchain, jadi, ya, memang tidak aman.

Ini kan, sama seperti keamanan rumah yang bergantung pada keamanan anak kunci. Bila anak kunci hilang, sangat besar peluang pencuri memasuki rumah dengan anak kunci tersebut.

Kemudian, Gamalan menambahkan studi kasus di mana seorang hacker yang mengirim token yang berisi smart contract berisikan perintah berbahaya. Jujur saja, saya tak paham apa yang ia maksudkan.

Tak hanya di blockchain, seseorang yang mengetahui nomor rekening bank tertentu bisa mengirim uang ke rekening bank tersebut tanpa izin si pemilik rekening bank, terlepas dari mana uang yang dikirim tersebut berasal. Iya kan?

Baca jugaKemendag Perketat Perdagangan Aset Kripto, Bikin Industri Sehat

Guna Blockchain Selain Cryptocurrency dan NFT

Gamalan sepertinya mulai lelah dalam memberikan argumen yang masuk akal. Argumentasi lemah Gamalan sangat mudah dipatahkan hanya dengan googling satu-dua menit saja.

Tautan ini adalah hasil pertama yang saya dapatkan dari kata kunci “blockchain use-cases”. Gamalan juga kurang memahami bahwa ada teknik kriptografi tingkat lanjut (advanced) seperti zero knowledge-proof (ZKP) dan ring signature (RS) yang bisa dipakai untuk meningkatkan privasi transaksi.

Ada banyak use-case lain yang saya jelaskan. Tetapi saya berharap bisa berdialog langsung dengan Gamalan. Karena, menulis semua ini, akan memakan waktu yang cukup panjang dan melelahkan, dan bisa jadi tidak dapat dipublikasikan karena kepanjangan.

Blockchain Menambah Masalah pada Distribusi Software

Gamalan berargumen bahwa blockchain menambah kompleksitas saat memindahkan data dari satu software ke software yang lain. Benar, tetapi, semua orang juga tahu itu.

Sebagai usaha untuk memberikan final blow pada blockchain, Gamalan berkomentar “Tidak bisa masalah sosial diselesaikan dengan teknologi saja. It’s totally against my intelligence to support a scam.”

Tidak ada masalah sosial yang bisa diselesaikan secara sempurna dengan teknologi saja. Memang benar. Bila ada, maka Microsoft, Google, dan perusahaan besar lain pasti sudah menemukan caranya.

Tetapi penyebutan scam menunjukkan bahwa “he has no idea what he wrote”.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kemendag Perketat Perdagangan Aset Kripto, Bikin Industri Sehat

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan memperketat pengawasan perdagangan aset kripto. Hal ini dilakukan guna memberikan kepastian hukum agar masyarakat yang akan berinvestasi mendapatkan informasi yang jelas dan legal terhadap setiap aset kripto yang diperdagangkan.

Dalam keterangan resminya, Plt Kepala Bappebti, Indrasari Wisnu Wardhana, mengatakan bahwa setiap produk aset kripto harus didaftarkan ke Bappebti. Setiap jenis aset kripto yang tak sesuai dengan peraturan Bappebti tidak dapat diperdagangkan di Indonesia.

“Aset Kripto baru yang akan diperdagangkan terlebih dahulu harus didaftarkan kepada Bappebti melalui Calon Pedagang Fisik Aset Kripto yang sudah terdaftar untuk dilakukan penilaian berdasarkan peraturan yang telah ditetapkan. Penetapan aset kripto dilakukan melalui metode penilaian Analytical Hierarchy Process (AHP) yang memiliki beberapa kriteria penilaian,” ungkap Wisnu dalam siaran pers.

Ilustrasi Bappebti.

Ilustrasi Bappebti.

Baca juga: Panduan untuk Pemula yang Ingin Terjun ke Dunia NFT

Wisnu menjelaskan Bappebti telah mengeluarkan Peraturan Bappebti Nomor 8 Tahun 2021. Dalam regulasi itu disebutkan syarat aset kripto yang dapat diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto. Aset Kripto yang dapat diperdagangkan di dalam negeri mengacu pada Peraturan Bappebti Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.

“Diharapkan masyarakat dapat berinvestasi pada koin atau jenis aset kripto yang telah ditetapkan pada Peraturan Bappebti tersebut,” ujar Wisnu.

Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, mendukung langkah Bappebti untuk memperketat pengawasan aset kripto. Menurutnya sinergi antara pedagang aset kripto dan Bappebti ini bisa memperkuat dan menciptakan industri yang sehat.

“Aset kripto dan ekosistem yang mendukung ini bisa punya potensi dan mampu memberikan manfaat yang besar. Karena itu dibutuhkan kebijakan yang tepat, bukan mengekang, tetapi mendorong inovasi sehingga diharapkan bisa untuk mempercepat pertumbuhan dan melindungi pedagang, investor dan kepentingan nasional secara umum,” kata pria yang akrab disapa Manda.

Ilustrasi mengenal berbagai kelebihan aset kripto.

Ilustrasi aset kripto.

Baca juga: Daftar Kripto Diklaim Punya Fundamental yang Aman

Aset Kripto Lokal jadi Inovasi

Manda mengungkap terkait munculnya aset kripto buatan anak bangsa, menjadi bukti pergerakan inovasi developer lokal dalam memanfaatkan teknologi blockchain. Para developer lokal sudah melihat potensi yang besar dari market aset kripto dan ekosistemnya, seperti NFT, DeFi, GameFi dan lainnya.

Market investasi aset kripto di Indonesia sendiri dilihat sebagai pasar yang potensial, terlebih sudah ada lebih dari 11 juta investor dengan jumlah volume trading harian sepanjang tahun 2021 telah mencapai Rp 859,4 triliun atau rata-rata Rp 2,35 triliun per hari. Pertumbuhan di tahun 2022 akan terus terjadi, baik dari sisi jumlah investor dan transaksi.

“Namun, perlu diingat project aset kripto lokal yang menarik, jika dari developer sendiri sudah memiliki roadmap dan utilitas, serta implementasi yang jelas. Akan ada banyak potensi yang bisa diraih, mulai terciptanya industri yang kompetitif dan sehat, menarik lebih banyak minat investor, meningkatkan pertumbuhan ekonomi digital hingga membangun ekosistem blockchain di Indonesia,” tutur Manda.

Ilustrasi token kripto dan dunia Metaverse.

Ilustrasi token kripto dan dunia Metaverse.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 16 Februari 2022: Nasib BTC, DOGE & SOL

Selain terus mengembangkan teknologi dan inovasi, developer lokal juga harus mementingkan sisi edukasi. Banyak masyarakat yang belum paham mengenai aset kripto yang memanfaatkan teknologi blockchain ini. 

Untuk menciptakan industri yang sehat, pemerintah dan para pemangku kepentingan terkait harus terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar memahami aset kripto lebih baik, dan tidak lekas percaya kepada tawaran-tawaran investasi yang bisa merugikan. 

“Salah satu bentuk literasi yang perlu dibangun, bahwa investasi aset kripto juga memiliki peluang dan risiko yang tinggi, sehingga butuh pertimbangan yang matang dalam membuat keputusan jual-beli aset dan tak dipengaruhi oleh pihak manapun. Masyarakat harus memastikan jenis aset kripto yang legal ditetapkan oleh Bappebti dan transaksi di pedagang fisik aset kripto yang resmi,” pungkas Manda.



Sumber : news.tokocrypto.com

Daftar Modus Penipuan NFT dan Tips Menghindarinya

Animo masyarakat terhadap NFT sudah tak terbendung lagi, terbukti dengan NFT yang dianggap telah menghasilkan penjualan dengan nominal lebih dari 4 miliar USD pada awal tahun 2022 melansir Rolling Stone. Meski begitu, transaksi NFT pada kenyataannya masih berada di kondisi yang belum stabil karena masing-masing NFT belum memiliki nilai yang jelas. Akhirnya, modus penipuan NFT pun merajalela.

Hal yang sama juga menimpa para pegiat NFT di Indonesia, yang mana peningkatan tren sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2021, tetapi di awal tahun 2022 trennya kembali melonjak berkat fenomena “Ghozali Everyday”. Di sisi lain, nyatanya hal ini juga dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan mendorong banyak terjadinya modus penipuan NFT atau scam. 

Lalu, apa saja, sih, modus penipuan yang sering terjadi di dunia NFT dan bagaimana cara menghindarinya? Baca terus artikel ini untuk tahu lebih lengkapnya, ya!

3 Modus Penipuan yang Umum Terjadi di Dunia NFT

1. Identitas dan website palsu 

Salah satu modus penipuan NFT yang umum terjadi adalah identitas dan website palsu. Cara kerjanya adalah para oknum impersonate atau berpura-pura menjadi aktor besar yang terkenal di dunia NFT. Misalnya, ada individu yang membuat akun mengatasnamakan MetaMask, wallet yang populer di kalangan pegiat NFT, untuk menipu dan memancing pengguna agar memberikan private key mereka.Selain itu, tidak sedikit pula dari mereka yang berlindung di balik akun yang berpura-pura sebagai influencer NFT sembari memberikan tawaran palsu pada pengguna. Alhasil, tidak jarang pengguna khususnya pemula yang terkena perangkap dan kehilangan asetnya dalam jumlah besar.

2. Skema rug pull & pump and dump

skema penipuan rug and pull

Modus penipuan selanjutnya adalah skema rug pull & pump and dump, di mana seringkali menciptakan banyak korban dengan mengalami kerugian besar-besaran. Skema ini mengacu pada situasi di mana suatu proyek NFT mengalami kenaikan harga besar-besaran dalam waktu yang singkat. 

Usut punya usut, ternyata kenaikan tersebut disebabkan oleh sekelompok orang yang dengan sengaja membelinya untuk mendorong penjualan. 

Sesaat sudah banyak orang yang ikut membeli dan harganya mencapai puncak, para pihak di belakangnya termasuk sejumlah orang yang sengaja membelinya di awal mencairkan pendapatannya lalu pergi begitu saja, membuat proyek NFT tersebut tidak lagi bernilai.

Baca juga: Ketahui Teknik Pump and Dump Crypto dan Cara Menghindarinya

3. Karya seni yang tidak original

Scam yang terakhir terjadi pada NFT art, di mana tidak sedikit koleksi NFT yang tersedia di marketplace ternyata merupakan hasil ‘curian’ dari seniman aslinya. Bagaimana bisa? Hal ini terjadi saat banyak oknum yang dengan sengaja minting atau upload karya seni kreator tersebut ke marketplace

Selain itu, tidak sedikit pula oknum yang mengambil sebagian suatu karya seni untuk kemudian digabungkan menjadi satu karya seni yang baru. Sekilas, karya seni tersebut memang baru. Padahal, hal tersebut bisa digolongkan plagiarisme karena mengambil karya seni yang sudah ada tanpa izin dari kreator aslinya. Jadi, Anda harus selalu berhati-hati dan pintar memilih NFT sebelum membelinya, ya!

Baca juga: Mari Cari Tau tentang Hak Cipta Karya Seni di Indonesia

5 Tips agar Terhindar dari Modus Penipuan NFT bagi Pemula

illustrasi nft

Melihat banyaknya modus penipuan atau scam NFT yang bertebaran di dunia maya, tidak bisa dipastikan kapan scam tersebut akan sepenuhnya menghilang. Akan tetapi, sebagai pengguna Anda bisa, kok, menghindarinya, terutama bagi pengguna yang baru terjun ke dunia NFT alias pemula. 

Bagaimana caranya? Berikut ini 5 tips dalam menghindari scam NFT!

1. Gunakan platform resmi dan ternama

Kini, platform NFT seperti marketplace dan wallet sudah sangat beragam dan bisa disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan pengguna. Namun, penting bagi Anda untuk selalu memilih platform yang resmi dan ternama. 

Kok, gitu

Sebab, Anda dapat lebih mudah melacak histori dan track record-nya. Selain itu, umumnya platform ternama sudah dilengkapi dengan sistem keamanan yang mumpuni sehingga terjamin lebih aman untuk bertransaksi.

2. Selalu simpan private keys untuk sendiri

Tips selanjutnya sangat berguna dalam menghindari modus penipuan NFT yang berlindung di balik identitas palsu. Pastikan Anda selalu melindungi private key yang Anda miliki dan tidak mengirimkannya pada siapapun. 

Hal ini dikarenakan oknum dapat langsung mengakses wallet yang Anda miliki. Dari sejumlah aset kripto hingga koleksi NFT yang Anda miliki bisa lenyap seketika sesaat oknum tersebut mendapatkan private key

3. Perhatikan sumber link dan tidak asal klik

Dalam menghindari scam NFT, tips lainnya adalah untuk selalu memperhatikan sumber link yang Anda terima dan tidak asal klik. Dalam perjalanan Anda di dunia NFT, sangat mungkin bagi Anda untuk menerima kiriman pesan berisi link dari orang asing. 

Sebelum klik, Anda harus melakukan riset terlebih dahulu asal muasal link tersebut. Apabila terlihat mencurigakan, alangkah baiknya untuk langsung mengabaikan pesan tersebut.

4. Lakukan verifikasi terhadap proyek NFT

Masih berhubungan dengan tips sebelumnya, Anda juga harus selalu melakukan verifikasi terhadap suatu proyek NFT yang Anda temui. Misalnya, Anda melihat ada proyek NFT baru yang terlihat menjanjikan karena banyak orang yang membelinya. 

Di situasi tersebut, Anda disarankan untuk tidak langsung ikut membeli, melainkan untuk melakukan riset yang mendalam mengenai proyek tersebut lebih dulu. Seperti siapa pihak di belakangnya, tujuan proyek tersebut, dan hal penting lainnya.

5. Tetap berhati-hati

Tips terakhir yang harus selalu Anda lakukan adalah tetap berhati-hati dan terus mempertanyakan tiap kali Anda menemui hal baru dalam dunia NFT. Dengan berhati-hati dalam bertindak, semakin besar kemungkinan Anda terhindar dari modus penipuan NFT. Jadi, pastikan selalu waspada dan jangan mudah ikut-ikutan alias FOMO, ya!

Baca juga: Lakukan Strategi Berikut Sebelum Mulai Minting NFT!

Tidak bisa dipungkiri, modus penipuan NFT sedang marak seiring adopsinya yang kian meningkat. Namun, Anda sebagai pemula bisa kok menghindarinya selama selalu mengikuti tips yang telah disebutkan di atas. Selain itu, penting juga untuk gabung ke komunitas NFT agar Anda bisa mengetahui informasi terkini mengenai dunia NFT, termasuk kabar penipuan yang sepertinya masih akan terus bergulir.

Maka dari itu, segera gabung dengan komunitas NFT Tokocrypto di Discord dan Telegram serta daftarkan diri Anda di marketplace NFT TokoMall!



Sumber : news.tokocrypto.com

Panduan untuk Pemula yang Ingin Terjun ke Dunia NFT

Seiring booming-nya NFT swafoto milik Ghozali berapa waktu belakangan ini membuat banyak orang yang ingin terjun ke dunia NFT. Sayangnya, tak semua orang bersikap bijak. Padahal NFT untuk pemula bukanlah hal yang mudah karena dibutuhkan keseriusan dalam mempelajari teknologi dan seluk-beluk blockchain serta NFT. 

Di tengah hingar-bingarnya pemberitaan Ghozali yang berhasil menjual NFT-nya di OpenSea tersebut, muncul beberapa kasus di mana terdapat oknum yang tidak menggunakan platform NFT dengan benar. Salah satunya, terdapat orang yang mengunggah foto swafoto orang lain bersama KTP-nya. 

foto ktp nft yang viral

Source: Tweet from Crypto Fess

Lantas, apa yang harus dilakukan oleh seorang pemula? Baca terus artikel ini, yuk!

Apa itu NFT? 

NFT atau non-fungible token adalah aset kripto yang unik karena tidak bisa dipertukarkan dengan aset lainnya. Berbeda dengan aset kripto lainnya yang bisa dipertukarkan dengan nilai yang jelas karena tak ada perhitungan yang pasti untuk menentukan nilai dari suatu NFT. 

NFT tak serta merta booming begitu saja di 2 tahun terakhir. Melansir “The History of Non-Fungible Tokens” yang ditulis oleh Andrew Steinwold, NFT bermula dari Colored Coins pada tahun 2012. Colored Coins ini adalah teknologi dalam blockchain

Blockchain ini bisa digambarkan seperti buku besar digital yang di mana berfungsi untuk mencatat dan menyimpan data, mencatat setiap data yang terhubung di tiap transaksi, maupun mengautentikasi sertifikat keaslian untuk setiap item NFT. Bentuknya pun bisa bermacam-macam dan berbentuk benda koleksi digital. Misalnya lukisan, foto, karya seni keramik, lagu, album, avatar game, hingga tiket konser! 

Nah, NFT ini dimanfaatkan oleh kreator untuk memamerkan atau menjual karyanya di marketplace seperti OpenSea atau TokoMall. Terlepas dari jenis karya seninya, setidaknya NFT menghadirkan angin segar dan cara baru bagi kreator. Terlebih 2 tahun ini keterbatasan akibat Pandemi COVID-19 dapat kita rasakan, terutama bagi seniman yang harus memamerkan atau menjual karyanya secara langsung. 

Baca juga: Cara Mudah Membuat NFT dan Rekomendasi Platform untuk Pemula

4 Hal yang Harus Diperhatikan oleh Kreator Pemula 

1. NFT adalah Proses yang Panjang

Melahirkan karya NFT yang bernilai dan dapat terjual tidaklah dilakukan hanya sehari dua hari saja. Terlepas dari pembuatan artwork yang memang tak sebentar, kreator sebaiknya menjalani proses awal ketika terjun ke dunia NFT. 

Setidaknya ada beberapa hal yang harus dipahami oleh para pemula sebelum membeli atau mempelajari NFT. Dimulai dengan belajar dari centralized dan decentralized dari aset kripto itu sendiri,  barulah kemudian konsep serta masa depan dari  NFT itu sendiri.

Belum lagi ngulik dan pemilihan marketplace mana yang cocok bagi Anda pun perlu waktu. Setelah artwork selesai, kreator harus melalui proses minting atau proses mengunggah artwork tersebut ke dalam sistem blockchain. Mudahnya sih meng-NFT-kan karya. 

Tak sampai situ, ada proses shilling atau promosi juga perlu kreator lalui sampai karya tersebut terjual. Dan, ya! Tentunya proses ini berjalan panjang dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

2. Butuh Promosi

contoh nft untuk pemula

Selayaknya karya seni biasa yang butuh promosi, koleksi NFT pun juga. Promosi NFT bisa dilakukan dengan berbagai cara. Anda bisa melakukannya di social media, situs resmi, atau juga di komunitas. Ini dilakukan agar NFT Anda memiliki kredibilitas dan dapat dipercaya oleh pembeli. 

3. Tak Semua Karya Bisa Terjual Cepat

Kendati Anda sudah mengupload banyak NFT di marketplace, bukan berarti dapat terjual dengan cepat. Balik lagi, proses promosi yang ada juga turut mendukung. Ini kembali lagi pada timing bertemunya antara Anda dengan si calon pembeli. Dan kita semua sepakat, tidak ada yang tahu pasti kapan waktunya, kan?

4. Selektif dalam Menjual Karya

Setidaknya ada 3 pilar yang harus Anda pahami ketika membuat karya NFT. Rarity atau kelangkaan, utility atau value tambahan yang ditawarkan Anda ke kolektor, dan community atau ketertarikan yang sama dari banyak individu ketika menghasilkan value

Dilansir dari CNBC Indonesia, terdapat beberapa orang yang menjual barang dagangan seperti ayam, pakaian, hingga perabotan mereka di OpenSea layaknya sebuah marketplace e-commerce. Tentu hal ini bukanlah hal yang bijak untuk kita ulangi kembali. Nyatanya karya yang akan Anda hasilkan tentunya akan membangun branding dan persona diri Anda sendiri. Maka selektif dalam menjual karya yang ada haruslah dilakukan. 

TokoMall, marketplace Indonesia hadir bagi NFT untuk pemula seperti Anda dan siapa saja yang ingin memamerkan karyanya. Yuk, kunjungi TokoMall dan komunitas resmi NFT TokoMall  sekarang juga!





Sumber : news.tokocrypto.com

7 Virtual Games NFT Menarik yang Akan Populer di 2022

Sejak dulu, game selalu menjadi hiburan bagi sebagian besar orang. Berkembangnya zaman, yang juga membawa perkembangan pada teknologi, membuat bentuk game mengalami evolusi. Saat ini, virtual game adalah salah satu jenis game yang sedang tren dan diminati oleh berbagai kalangan. 

Virtual game semakin viral dengan bergabungnya brand peralatan olahraga asal Jerman, Adidas. Perusahaan ini membuat permainan virtual berbasis blockchain yang bernama The Sandbox. Lantas, apa itu virtual game?

Apa itu Virtual Game?

ilustrasi virtual game

Virtual game erat kaitannya dengan alat Virtual Reality atau sering disingkat sebagai VR. Teknologi ini sukses membuat para pemain game seakan-akan masuk ke dalam dunia permainan. Sementara jenis permainan ini masih sangat diminati, sudah ada perkembangan dari game VR di mana Anda akan menemukan unsur mata uang kripto di dalamnya.

Mata uang kripto berkembang pesat selama beberapa tahun terakhir. Dunia game pun tak ketinggalan mengikuti perkembangan zaman dengan mengadopsi non-fungible token (NFT) ke dalam permainannya. NFT sendiri merupakan sebuah aset yang tidak bisa dipertukarkan karena memiliki nilai berbeda. 

Virtual game berbasis NFT memungkinkan para pemainnya untuk mengoleksi dan memperjualbelikan aset yang ada di dalam permainan, seperti karakter senjata, kendaraan, dan lain sebagainya. Hal ini membuat pemain tidak hanya bersenang-senang, tetapi juga mendapatkan pemasukan tambahan.

7 NFT Virtual Game yang akan populer di tahun 2022

Siapa yang tidak tertarik dengan konsep bermain sambil mendapatkan uang? Tentu hal ini didambakan oleh banyak pihak. Tak heran jika perkembangan game virtual berbasis NFT ini begitu pesat selama beberapa tahun terakhir. Pada tahun ini, setidaknya ada tujuh virtual game yang akan populer. Berikut daftarnya.

 1. Rainmaker

tampilan virtual game rainmaker

Rainmaker merupakan sebuah permainan yang berada di atas jaringan blockchain dengan konsep play-to-earn. Permainan ini bertujuan untuk mengedukasi dan menyatukan orang-orang yang memiliki ketertarikan pada saham dan mata uang kripto dengan membuat platform permainan fantasi. 

Pemain harus mengelola portofolionya dengan baik untuk memenangkan hadiah. Pemain juga bisa berpartisipasi dalam kompetisi yang menggunakan pasar saham dan mata uang kripto real-time untuk mengevaluasi kemampuan pengambilan keputusan.

2. RaceFi

tampilan virtual game racefi

RaceFi merupakan perusahaan ekosistem Solana pertama yang menggunakan kecerdasan buatan dan machine learning. Pemain bisa menghasilkan uang di Metaverse RaceFi dengan berpartisipasi dalam berbagai mode permainan, seperti permainan peringkat atau dengan memiliki properti dalam game.

3. Battle of Guardians

tampilan virtual game battle of guardians

Battle of Guardians adalah permainan multiplayer NFT di mana para pemainnya bisa berkompetisi untuk mendapatkan hadiah dengan cara mengalahkan lawannya. Namun, tidak hanya berkompetisi, pemain juga bisa membeli atau menyewa NFT. Di beberapa marketplace tertentu, pemain bisa menukarkan karakter dan item NFT yang mereka miliki.

4. Polygonum

tampilan virtual game polygonum

Permainan DeFi lintas platform ini gratis untuk dimainkan, yang mencakup komponen kripto, NFT, dan open gaming world. Setiap faktor ini sudah dipertimbangkan pengembangnya untuk memberikan pengalaman bermain yang terbaik. Pemain bisa mendapatkan uang dengan melakukan beberapa aktivitas, seperti trading atau fighting.

5. Sand Box 3D

tampilan virtual game sand box 3D

Sand Box 3D adalah permainan virtual  Metaverse berbasis voxel. Game ini juga populer untuk membuat dan memperjualbelikan aset virtualnya. Cara bermainnya mirip seperti Minecraft dan Roblox, hanya saja ia berbasis teknologi blockchain. Pemain bisa membuat dan menganimasi objek dalam permainan, kemudian menjualnya di pasaran. 

6. Gods Unchained

tampilan virtual game gods unchained

Permainan kartu termasuk salah satu permainan populer sejak dulu. Gods Unchained merupakan virtual game yang memiliki konsep permainan kartu perdagangan berbasis NFT. Untuk memperoleh kartu, pemain bisa membeli dari pemain lain atau memenangkan suatu pertandingan. 

7. MetaWars

tampilan virtual game metawars

Permainan terakhir merupakan permainan virtual multiplayer berbasis NFT dengan konsep role-playing. Dalam game ini, pemain akan berada di luar angkasa dengan teknologi sains yang futuristik. Di sana, pemain bisa melakukan berbagai aktivitas bersama pemain lain atau seorang diri. Permainan ini memiliki tiga aspek utama, yakni eksplorasi bersama pengguna lain, pertarungan dan menyelesaikan tantangan, serta membentuk formasi armada dengan robot dan kapal yang bisa dikumpulkan sebagai NFT.

Bermain kini lebih menyenangkan dengan permainan virtual yang sudah mengadopsi NFT di dalamnya. Tidak hanya asyik, virtual game berbasis NFT juga akan menambah pemasukan Anda. Namun, pemasukan dari NFT tidak hanya bisa didapatkan melalui game, tetapi juga melalui perdagangan. Anda bisa menjual NFT milik Anda lewat TokoMall, pelopor marketplace NFT di Indonesia!



Sumber : news.tokocrypto.com

Daftar Kelebihan dan Kekurangan Blockchain yang Wajib Kamu Tahu!

Blockchain saat ini menjadi sorotan, seiring maraknya masyarakat yang terjun di investasi aset kripto. Blockchain pada dasarnya adalah buku besar digital yang datanya tidak dapat diganti atau diubah, dapat menyimpan dan memastikan validasi transaksi yang aman, transparan dan cepat.

Di masa depan, blockchain bisa memainkan peran penting di sektor pemerintahan, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan akan menciptakan potensi yang besar. Riset PwC mengungkap teknologi blockchain dapat meningkatkan ekonomi global US$ 1,76 triliun pada tahun 2030. Sektor administrasi publik, pendidikan, dan kesehatan akan paling diuntungkan.

Teknologi blockchain memberikan banyak sekali keuntungan bagi banyak industri. Akan tetapi, sifat desentralisasi ini juga membawa beberapa kekurangan, apa saja? Simak keuntungan dan kekurangan blockchain yang dikutip berbagai sumber.

Kelebihan Blockchain

1. Data Terdistribusi dengan Baik

Data dalam blockchain dapat disimpan dalam ribuan perangkat dalam node jaringan yang tersebar, sistem dan datanya sangatlah kuat terhadap kegagalan teknis dan serangan siber. Setiap node jaringan dapat mereplika dan menyimpan sebuah salinan database tersebut, dan dikarenakan hal ini tidak ada sebuah titik lemah untuk masalah jaringan offline, sehingga mengganggu ketersediaan atau keamanan jaringan.

Sedangkan, saat ini banyak database konvensional yang bergantung kepada sebuah atau beberapa server. Hal tersebut sangat rentan terhadap masalah teknis dan serangan siber.

Ilustrasi blockchain.

Ilustrasi blockchain.

2. Pertukaran Data yang Stabil dan Aman

Sebuah data sudah dimasukkan ke dalam sistem blockchain, sangat susah untuk dihilangkan atau diubah. Hal ini membuat blockchain menjadi sebuah teknologi yang sangat baik untuk menyimpan riwayat finansial atau data lain.

Transaksi data finansial bisa audit, jika dibutuhkan, karena setiap perubahan dapat terlacak dan secara permanen disimpan dalam sebuah buku kas terdistribusi dan dapat diakses oleh publik.

Baca juga: Daftar Token Kripto yang Menarik di Dunia Metaverse

Sebagai contoh, sebuah bisnis dapat menggunakan teknologi blockchain untuk mencegah tindakan penipuan dari karyawan. Dalam skenario ini, blockchain dapat menyediakan sebuah riwayat untuk semua transaksi finansial yang aman dan stabil yang terjadi dalam perusahaan itu. Ini membuat sangat sulit untuk karyawan untuk menyembunyikan transaksi mencurigakan.

3. Mudahkan transfer data

Dalam kebanyakan sistem pembayaran tradisional, transaksi tidak hanya bergantung dengan kedua pihak yang bertransaksi, akan tetapi juga melibatkan pihak ketiga, seperti bank, perusahaan kartu kredit, atau penyedia layanan.

Pada saat menggunakan teknologi blockchain, hal tersebut tidak lagi diperlukan, dikarenakan jaringan node yang tersebar digunakan untuk memverifikasi transaksi tersebut melalui sebuah proses yang dikenal sebagai penambangan atau mining.

Alasan tersebut, membuat blockchain sering disebut sebagai sebuah sistem “tanpa asas percaya”. Maka dari itu, sistem blockchain menghilangkan resiko untuk mempercayai sebuah organisasi dan juga mengurangi biaya secara keseluruhan dan biaya transaksi dengan meniadakan orang tengah dan pihak ketiga.

Ilustrasi blockchain.

Ilustrasi blockchain.

Kekurangan Blockchain

1. Sulit Modifikasi Data

Satu kelemahan dari blockchain adalah setelah data ditambahkan ke dalam sistem, sangatlah sulit untuk diubah. Walaupun stabilitas adalah salah satu kelebihan dari blockchain, ini tidaklah selalu baik. Mengubah data atau kode blockchain biasanya seringkali membutuhkan sebuah hard fork, di mana satu rantai ditinggalkan, dan beralih menggunakan rantai yang baru.

2. Butuh Kunci Pribadi

Teknologi blockchain menggunakan cryptography public-key (kunci publik) atau asimetrik untuk memberikan pengguna sebuah kepemilikan dari unit mata uang digital atau data lainnya. Artinya, setiap akun blockchain atau alamat akan memiliki dua buah kunci yang sesuai: Sebuah kunci publik (yang dapat dibagikan) dan sebuah kunci pribadi (harus dirahasiakan).

Pengguna akan membutuhkan kunci pribadi untuk mengakses dana mereka. Jika seorang pengguna kehilangan kunci pribadi mereka, secara otomatis uang tersebut hilang, dan tidak ada yang dapat melakukan apa-apa mengenai hal itu.

Ilustrasi blockchain.

Ilustrasi blockchain.

Baca juga: Tips Cari Cuan Investasi Aset Kripto di Kala Market Anjlok

3. Inefisiensi

Teknologi blockchain, terutama yang menggunakan Proof of Work, sangatlah tidak efisien. Dikarenakan penambangan sangat kompetitif dan hanya ada satu pemenang setiap sepuluh menitnya, maka pekerjaan setiap penambang lainnya akan jadi sia-sia.

Penambang akan selalu mencoba untuk meningkatkan tenaga komputasi mereka, sehingga bisa dapat peluang untung yang lebih besar untuk menemukan sebuah hash blok yang valid. Sumber daya untuk penambangan yang digunakan juga akan meningkat secara pesat dan mengkonsumsi lebih banyak energi.

4. Butuh Penyimpanan yang Besar

Buku kas blockchain dapat berkembang menjadi sangat besar seiring waktu. Misalnya, Blockchain Bitcoin sekarang ini membutuhkan sekitar 200GB tempat penyimpanan. Rasio perkembangan ukuran blockchain terlihat, seperti lebih cepat dibandingkan perkembangan harddisk. Ada pula risiko kehilangan data dan transfer yang lambat, jika buku kas menjadi terlalu besar untuk seorang individu mengunduh dan menyimpannya.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Market Signal 16 Februari 2022: Nasib BTC, DOGE & SOL

Market kripto akan dihadapi dengan volatilitas pergerakan harga yang cenderung kurang stabil dibanding pekan lalu. Salah satu penyebabnya adalah pemberitaan ketegangan Rusia-Ukraina.

Sebagian besar investor mencoba melakukan pembelian komoditas aset berwujud dibandingkan kripto, jika terjadi serangan militer Rusia ke Ukraina. Langkah tersebut juga sebagai antisipasi tingginya laju inflasi di Amerika Serikat, karena muncul lagi seruan untuk kenaikan suku bunga Federal Reserve AS yang lebih cepat.

Dalam situasi market kripto yang volatil ini, sekali lagi investor harus lebih cermat untuk melakukan aksi investasi mereka. Oleh karena itu, Tokocrypto Market Signal pekan ini hadir sebagai referensi investor dalam melihat sejumlah kripto yang berpotensi bergerak positif dan juga mengarah sebaliknya.

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. Mina (MINA)

Ilustrasi Mina (MINA).

Ilustrasi Mina (MINA).

Banyak para analis menilai Mina Protocol (MINA) adalah salah satu kripto yang paling canggih di pasar, karena dibangun di atas pondas teknologi blockchain yang kuat dan cocok untuk investasi jangka panjang. MINA mirip dengan Bitcoin, selain dari cara menangani transaksi, karena berfungsi sebagai koin utilitas dan alat tukar.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan kripto MINA berpotensi bullish pada pekan ini. Terhitung 15 Februari 2022, pergerakan nilai MINA sudah naik sekitar 19 persen.

“Untuk MINA masih akan ada potensi kenaikan minggu ini ya, karena sudah listing dan bisa diperdagangkan di FTX Exchange per 15 februari 2022,” kata Afid.

Peringkat MINA di CoinMarketCap saat ini adalah #84, dengan kapitalisasi pasar US$ 1.042.129.174. Pasokan yang beredar 378.332.077 koin MINA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

2. Alpaca Finance (ALPACA)

Ilustrasi Alpaca Finance (ALPACA).

Ilustrasi Alpaca Finance (ALPACA).

Alpaca Finance adalah protokol peminjaman di Binance Smart Chain untuk farming hasil leverage. ALPACA adalah token asli dari platform Alpaca Finance dan memainkan peran penting dalam menjaga dan mempertahankan ekosistem, karena token tata kelola dan utilitas.

Alpaca Finance kemungkinan besar akan mengalami bullish, karena resmi meluncur di Blockchain Fantom sebagai bagian dari ekosistemnya pada 15 Februari 2022. Afid melihat ini merupakan sentimen positif sehingga dapat mendorong ketertarikan terhadap token ALPACA untuk naik.

“Token ini bergerak di Binance Smart Chain, namun melihat pertumbuhan Fantom, kerja sama ini nampaknya adalah langkah strategis untuk menambah jumlah pengguna,” ungkap Afid.

Peringkat ALPACA di CoinMarketCap saat ini adalah #531, dengan kapitalisasi pasar US$ 56.103.706. Pasokan yang beredar 141.603.872 koin ALPACA dan maksimal pasokan 188.000.000 koin ALPACA.

3. Filecoin (FIL)

Ilustrasi Filecoin (FIL).

Ilustrasi Filecoin (FIL).

Filecoin adalah sebuah jaringan peer-to-peer yang bergerak di bidang penyimpanan data dengan sistem yang terdesentralisasi. Melalui jaringan ini, pengguna dapat menyimpan file di internet menggunakan blockchain dan perlu membayar pada storage miners.

Afid mengungkap acara AMA (Ask Me Anything) yang akan diadakan Filecoin pada 17 Februari 2022 akan membuat pergerakan tokennya mengarah positif. Investor akan mulai tertarik melihat potensi FIL pada acara tersebut.

Baca juga: Daftar Token Kripto yang Menarik di Dunia Metaverse

“Acara AMA Filecoin nanti bisa mendatangkan peluang untuk menarik ketertarikan investor pada token FIL ini,” kata Afid.

Peringkat FIL di CoinMarketCap saat ini adalah #43, dengan kapitalisasi pasar US$ 268.277.225. Pasokan yang beredar 746.113.681 koin FIL dan maksimal pasokan 1.152.997.575 koin FIL.

4. Fetch.ai (FET)

Ilustrasi Fetch.ai (FET).

Ilustrasi Fetch.ai (FET).

Fetch.ai adalah jaringan berbasis blockchain untuk pembelajaran mesin terdesentralisasi (decentralized machine learning) dengan akses terbuka. Dalam hal variasi kasus penggunaan, tim pengembang Fetch.ai menegaskan bahwa jaringan bisa merevolusi kebanyakan industri dan sektor.

Fetch.ai masuk dalam daftar kripto bullish pekan ini karena akan melakukan acara serta publikasi terkait ekosistem jaringannya yang akan meningkat. Menurut Afid, banyak investor menanti acara tersebut yang digelar 17 Februari mendatang.

“Harapannya di acara tersebut ada beberapa kabar yang dapat mendorong harga FET untuk naik secara signifikan. Seperti, ekosistem FET yang akan meningkatkan volume transaksinya akibat kebutuhan terhadap biaya transaksi saat menggunakan jaringannya,” tutur Afid.

Peringkat FET di CoinMarketCap saat ini adalah #185, dengan kapitalisasi pasar US$ 56.103.706. Pasokan yang beredar 141.603.872 koin FET dan maksimal pasokan 188.000.000 koin FET.

5. Harmony (ONE)

Ilustrasi Harmony (ONE).

Ilustrasi Harmony (ONE).

Harmony (ONE) masih berpotensi bullish pekan ini. Afid menjelaskan sentimen positif ONE berkelanjutan, pasca peluncuran Ethereum bridge. Jembatan blockchain ini akan memperluas ekosistem Harmony yang sebelumnya hanya Binance Smart Chain dan Bitcoin.

Hype sentimen positif ONE masih terus berlangsung. Ethereum bidge dapat meningkatkan volume transaksi yang terjadi pada blockchain Harmony akibat bisa menerima banyak token,” kata Afid.

Harmony sendiri adalah aset kripto yang bertujuan untuk menawarkan kemampuan pengaplikasian teknologi blockchain yang cepat dan terbuka untuk aplikasi terdesentralisasi. Harmony Mainnet dilaporkan dapat mendukung ribuan node dalam beberapa pecahan, menghasilkan blok dalam beberapa detik dengan finalitas instan.

Peringkat ONE di CoinMarketCap saat ini adalah #51, dengan kapitalisasi pasar US$ 2.296.426.491. Pasokan yang beredar 11.707.162.383 koin ONE dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Dogecoin (DOGE)

Ilustrasi Dogecoin (DOGE).

Ilustrasi Dogecoin (DOGE).

Dogecoin masih menjadi salah satu kripto yang populer di tengah masyarakat. Namun, sayangnya pada pekan ini DOGE berpotensi bearish karena ada sentimen negatif yang menerpanya.

Menurut Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, iklan DOGE di acara olahraga terbesar di Amerika Serikat, Super Bowl pada awal pekan ini memberi sentimen kurang baik. Walaupun ada peningkatan volume perdagangan mencapai 20%, tapi DOGE telah bergerak menurun. 

“DOGE memang sempat mendapatkan kenaikan volume perdagangan capai 20%, namun ada kemungkinan akan turun hingga 17% pada pekan ini,” kata Afid.

Peringkat DOGE di CoinMarketCap saat ini adalah #11, dengan kapitalisasi pasar US$ 19.925.018.352. Pasokan yang beredar 132.670.764.300 koin DOGE dan maksimal pasokan tidak tersedia.

2. Injective (INJ)

Ilustrasi Injective (INJ).

Ilustrasi Injective (INJ).

Injective Protocol merupakan proyek blockchain yang memiliki ide revolusioner. Ini bertujuan untuk membuat pertukaran mata uang sepenuhnya terdesentralisasi atau jaringan yang dioperasikan publik. Artinya, pertukaran hanya dioperasikan oleh orang-orang yang memegang token INJ.

Meski memiliki fundamental yang baik, INJ pada pekan ini masuk dalam kripto berpotensi bearish. Afid melihat walaupun sempat terjadi kenaikan nilai hampir 100% pada pekan lalu, tapi pekan ini INJ mengarah ke penurunan.

Baca juga: Daftar Kripto Diklaim Punya Fundamental yang Aman

“INJ selama dua hari pekan lalu itu naik hampir 100% dalam dua, saat ini tengah mengalami koreksi. Akibatnya berpotensi turun hingga 24%,” ungkapnya.

Peringkat INJ di CoinMarketCap saat ini adalah #175, dengan kapitalisasi pasar US$ 304.471.105. Pasokan yang beredar 48.653.971 koin INJ dan maksimal pasokan 100.000.000 koin INJ.

3. Bitcoin (BTC)

Ilustrasi Bitcoin (BTC).

Ilustrasi Bitcoin (BTC).

Pekan ini secara mengejutkan terdapat banyak kripto berkapitalisasi besar atau big cap yang berpotensi bearish, seperti Bitcoin (BTC). Harga Bitcoin telah terjadi pembalikan akhir pekan lalu, setelah beberapa hari terjadi kenaikan yang kuat.

Namun, menurut Afid pergerakan BTC berpotensi menurun setelah terkoreksi di area level harga $45.000. Penurunan bisa mencapai 10 persen.

“Bitcoin sudah pullback dan masuk fase koreksi. Tapi mungkin akan sedikit konsolidasi, baru koreksi. Minggu-minggu ini harus sudah koreksi jika dilihat dari analisisnya,” kata Afid.

Peringkat BTC di CoinMarketCap saat ini adalah #1, dengan kapitalisasi pasar US$ 839.802.392.661. Pasokan yang beredar 18.959.037 koin BTC dan maksimal pasokan 21.000.000 koin BTC.

4. Solana (SOL)

Ilustrasi Solana (SOL).

Ilustrasi Solana (SOL).

Satu lagi kripto big cap yang berpeluang bearish pekan ini adalah Solana (SOL). Solana adalah proyek open source yang menggunakan teknologi blockchain permissionless, untuk menyediakan sebuah solusi decentralized finance (DeFi). Protokol Solana dirancang untuk memfasilitasi pembuatan decentralized app (DApp).

“Solana masuk ke dalam daftar bearish karena ada kemungkinan akan masuk zona merah dengan penurunan capai 15 persen,” jelas Afid.

Peringkat SOL di CoinMarketCap saat ini adalah #8, dengan kapitalisasi pasar US$ 32.760.361.575. Pasokan yang beredar 319.054.325 koin SOL dan maksimal pasokan tidak tersedia.

5. Smooth Love Potion (SLP)

Ilustrasi Smooth Love Potion (SLP).

Ilustrasi Smooth Love Potion (SLP).

Smooth Love Potion (SLP) adalah jenis uang digital yang terdapat dalam game Metaverse, Axie Infinity. Token ini menggunakan jaringan Ethereum dan melalui likuiditas Uniswap.

Koin SLP sangat berbeda dengan aset kripto lain yang digunakan dalam game. Pemain diharuskan membeli token untuk menyelesaikan misi tertentu, sehingga mereka bisa berkembang dan dijual kembali.

“SLP akan berpeluang bearish dengan penurunan sekitar 16 persen. Alasan mendasar kenapa SLP terus mengalami penurunan, karena orang yang biasanya kalo sudah dikasih reward, mereka akan jual untuk dijadikan aset pribadi dan dikonversi ke koin yang lebih bagus lagi,” kata Afid.

Peringkat SLP di CoinMarketCap saat ini adalah #316, dengan kapitalisasi pasar US$ 154.142.969. Pasokan yang beredar 5.098.203.666 koin SLP dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Tips Cari Cuan Investasi Aset Kripto di Kala Market Anjlok

Disclaimer:

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Daftar Badan Amal yang Buka Donasi Kripto, Ada Pelestarian Orangutan

Hadirnya mata uang kripto saat ini memang menjadi sorotan masyarakat. Di balik mengenai pro kontranya informasi mengenai cryptocurrency, ternyata ada fakta mengejutkan bahwa ternyata kini kripto sudah bisa digunakan untuk berdonasi.

Bahkan, sudah ada beberapa lembaga yang bersedia menampung donasi mata uang kripto ini untuk kemudian disalurkan pada target yang membutuhkannya. Dalam laporan perusahaan, The Giving Block, setidaknya ada enam badan amal yang mendapat manfaat dari mata uang kripto, karena volume donasi keseluruhan pada platformnya melonjak lebih dari 1.000% dari tahun ke tahun pada tahun 2021. 

Berikut adalah keenam badan amal di dunia yang terima donasi mata uang kripto berdasarkan laporan Cointelegraph.

She’s the First

Ilustrasi organisasi She's the First.

Ilustrasi organisasi She’s the First.

She’s the First, organisasi non-profit yang fokus pada pemberdayaan perempuan telah membuka donasi yang menerima mata uang digital atau kripto. Hasil penggalangan dana tersebut dalam mengirimkan lebih dari 1.400 makanan, air, dan perlengkapan menstruasi, serta menghubungkan lebih dari 6.000 remaja perempuan dengan pendamping atau mentor dari seluruh dunia untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Pada tahun fiskal yang paling menantang dalam karir saya sebagai CEO nirlaba, saya menyadari bahwa saya harus menganggap serius crypto. Jika tidak, kapal akan berlayar tanpa kita dan, dengan itu, mengambil sumber daya yang dapat membantu gadis-gadis di dunia untuk mengakses pendidikan dan membuka impian mereka. Donasi kripto ini adalah hadiah terbesar kedua kami tahun ini, benar-benar mengubah pandangan saya tentang mata uang kripto,” kata Tammy Tibbetts, salah satu pendiri dan CEO She’s the First.

Baca juga: Tips Cari Cuan Investasi Aset Kripto di Kala Market Anjlok

CARE

Ilustrasi organisasi CARE.

Ilustrasi organisasi CARE.

CARE merupakan salah satu organisasi nirlaba tertua di dunia yang konsisten memerangi kemiskinan global. Mereka kini melihat sumbangan crypto meningkat dari sekitar 7.000 dolar AS pada tahun 2020 menjadi lebih dari 330.000 dolar AS pada tahun 2021.

Salah satu kampanye, paket NFT CARE untuk Afghanistan, bahkan mengumpulkan lebih dari 200.000 dolar AS dalam hitungan minggu untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan bantuan untuk keluarga di negara tersebut.

Orangutan Outreach

Ilustrasi organisasi Orangutan Outreach bikin lelang NFT.

Ilustrasi organisasi Orangutan Outreach bikin lelang NFT.

Organisasi Orangutan Outreach memilik program utama pelestarian orangutan, dan mampu mengumpulkan sumbangan crypto, lebih dari seluruh anggaran pendapatan mereka pada 2020 lalu. “Kami akan memasukkan crypto ke dalam semua program yang kami lakukan untuk bergerak maju, membuatnya lebih besar sehingga kami dapat melakukan lebih banyak pekerjaan yang baik,” kata Richard Zimmerman, Direktur Eksekutif Orangutan Outreach.

Tim Organtuan Outreach sendiri telah merawat orangutan yatim piatu dan terlantar di cagar alam yang dibangun khusus dengan tujuan akhir untuk melepaskan mereka kembali ke alam liar.

Baca juga: Daftar Kripto Diklaim Punya Fundamental yang Aman

Trees for the Future

Ilustrasi organisasi Trees for the Future.

Ilustrasi organisasi Trees for the Future.

Berkat kampanye donasi NFT, pertanian regeneratif dari lembaga nonprofit, Trees for the Future berhasil menanam 2,3 juta pohon yang diperkirakan menyerap lebih dari 80.000 metrik ton karbon dioksida selama 20 tahun.

“Kami dapat mengubah kehidupan 5.000 petani dan keluarga mereka dengan memberikan pelatihan dan memungkinkan mereka memiliki pekerjaan dan ketahanan pangan,” kata Alexa Castellano, rekanan di Trees for the Future.

University of Arizona

Ilustasi University of Arizona.

Ilustasi University of Arizona.

Lembaga pendidikan di University of Arizona mendapat lebih dari 20.000 dolar AS per bulan dalam volume sumbangan kripto. Uang tersebut digunakan untuk mendanai beasiswa, kegiatan mahasiswa, atletik, penelitian dan berbagai program akademik.

VIVE Church

Ilustrasi gereja VIVE Church.

Ilustrasi gereja VIVE Church.

Vive Church, komunitas gereja global dengan lokasi di seluruh Amerika Serikat dan Uni Eropa, berhasil mengumpulkan lebih dari 300.000 dolar AS dalam bentuk kripto untuk membayar uang muka gedung seluas 80.000 kaki persegi di Palo Alto untuk dapat menampung 2.000 orang di auditoriumnya. 

Crypto adalah satu-satunya kelas aset yang tampaknya sangat disukai orang. Saya terus-menerus menerima panggilan telepon dan SMS tentangnya dari para donatur. Saya tidak banyak berharap dengan hal itu. Tapi saya percaya bahwa itu adalah salah satu cara untuk memberi kemurahan hati,” kata Aaron Williams, direktur keuangan Vive Church.

Baca juga: 5 Software Tambang Kripto Terbaik



Sumber : news.tokocrypto.com