All posts by 27

Market Sinyal Harian Kripto: Analisis Teknikal dan Peluang 6 Agustus 2025

Tokocrypto menghadirkan Market Sinyal Harian Kripto yang berisi analisis mendalam dan rekomendasi strategi perdagangan untuk hari Rabu, 6 Agustus 2025. Dalam edisi kali ini, fokus tertuju pada tiga aset kripto yang menunjukkan potensi pergerakan harga yang signifikan.

Informasi ini disusun berdasarkan data pasar terkini dan indikator teknikal, guna membantu para trader mengambil keputusan yang lebih tepat di tengah dinamika pasar kripto yang terus berubah.

Peristiwa Penting Kripto dalam 24 Jam Terakhir

  1. Ethereum Perkenalkan Proposal EIP-7999 untuk Pasar Biaya Multidimensi
    Sentimen: Positif untuk Ethereum dan efisiensi biaya transaksi
    Vitalik Buterin dan Anders Elowsson mengusulkan EIP-7999 untuk menciptakan pasar biaya multidimensi terpadu, memungkinkan pengguna menetapkan biaya maksimum tunggal untuk beberapa sumber daya.
  2. CZ Ajukan Pembatalan Gugatan $1,8 Miliar Terkait FTX Trust
    Sentimen: Netral–Negatif untuk Binance dan narasi regulasi kripto
    Co-founder Binance, CZ, mengajukan permintaan pembatalan gugatan $1,8 miliar FTX dengan alasan pengadilan kebangkrutan AS tidak memiliki yurisdiksi, menambah ketidakpastian regulasi bagi bursa global.
  3. Risiko Likuidasi $18 Miliar Posisi Short Bitcoin
    Sentimen: Netral untuk pasar BTC, potensi volatilitas tinggi
    Data menunjukkan posisi short Bitcoin senilai lebih dari $18 miliar terancam likuidasi jika harga BTC menembus $125.000, menandakan potensi volatilitas ekstrem di pasar derivatif.
  4. CEA Industries Tutup Pendanaan $500 Juta untuk Strategi Treasury BNB
    Sentimen: Positif untuk BNB dan kepercayaan institusi
    CEA Industries berhasil menutup private placement senilai $500 juta untuk mendukung strategi treasury BNB, sekaligus mengubah ticker sahamnya menjadi “BNC,” memperkuat citra BNB sebagai aset strategis.
  5. Glassnode: Momentum Bitcoin Melemah, Pasar Rentan Tekanan
    Sentimen: Negatif untuk pasar BTC jangka pendek
    Analis Glassnode melaporkan momentum Bitcoin mulai melemah di pasar spot, futures, opsi, dan ETF, dengan sinyal kelelahan penjual yang berpotensi memicu tekanan lanjutan.
  6. Bit Mining Beli 27.191 SOL Senilai $4,9 Juta
    Sentimen: Positif untuk Solana dan narasi akumulasi institusi
    Bit Mining mengakuisisi 27.191 SOL senilai $4,9 juta dan meluncurkan validator mandiri sebagai bagian dari strategi treasury Solana, meningkatkan keyakinan terhadap ekosistem SOL.
  7. SEC Beri Sinyal Positif untuk Aktivitas Liquid Staking
    Sentimen: Positif untuk proyek staking dan ETF berbasis staking
    SEC menyatakan beberapa setup liquid staking dan token tanda terima mungkin tidak termasuk dalam kategori sekuritas, memberi kepastian hukum yang penting bagi penerbit ETF staking.
  8. Wapres Indonesia Bahas Peran Bitcoin dalam Strategi Ekonomi
    Sentimen: Positif untuk adopsi BTC di Asia Tenggara
    Kantor Wakil Presiden Indonesia bertemu dengan komunitas Bitcoiners untuk membahas peran BTC dalam strategi ekonomi nasional, menandai langkah strategis menuju adopsi institusional.
  9. Brasil Gelar Sidang Publik untuk Cadangan Nasional Bitcoin
    Sentimen: Positif untuk BTC dan narasi negara pro-kripto
    Pemerintah Brasil akan mengadakan sidang publik pada 20 Agustus terkait usulan pembentukan cadangan nasional Bitcoin, yang bisa memperkuat legitimasi aset digital ini secara global.

Pastikan untuk selalu melakukan analisis secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan perdagangan atau trading.

OM/USDT (🔼 +12.77%)

  • Entry: $0.2489
  • Stop Loss: $0.2360
  • Take Profit: $0.2807

OM/USDT saat ini diperdagangkan di kisaran $0.2585 dengan pola konsolidasi yang membentuk range kuat, di mana area entry berada di $0.2489, stop loss di $0.2360, dan target profit di $0.2807.

Indikator MACD mulai menunjukkan momentum bullish dengan histogram yang berkurang merah, sementara RSI di level 56 menandakan ruang kenaikan masih terbuka tanpa indikasi jenuh beli. Selama harga bertahan di atas level support $0.2489, potensi penguatan menuju resistance $0.2807 tetap terjaga, didukung volume yang mulai meningkat.


AR/USDT (🔼 +9.40%)

  • Entry: $6.47
  • Stop Loss: $6.22
  • Take Profit: $7.08

AR/USDT saat ini diperdagangkan di level $6.61, dengan area entry di $6.47, stop loss di $6.22, dan target profit di $7.08. Secara teknikal, harga tengah menguji support penting di $6.47 yang jika bertahan dapat memicu rebound ke area resistance $7.08.

Indikator RSI berada di 47.90, menunjukkan kondisi netral dan memberi ruang kenaikan, sementara MACD masih mendekati area bearish meski momentum penurunan mulai melemah. Selama harga tidak menembus $6.47 ke bawah, peluang penguatan menuju $7.08 tetap terbuka.


EPIC/USDT (🔼 +15.06%)

  • Entry: $1.803
  • Stop Loss: $1.674
  • Take Profit: $2.078

EPIC/USDT saat ini diperdagangkan di $1.847, dengan area entry di $1.803, stop loss di $1.674, dan take profit di $2.078. Secara teknikal, harga membentuk pola konsolidasi setelah koreksi tajam, dengan support kuat di $1.803 yang berpotensi menjadi pijakan untuk rebound.

RSI di 48.91 menunjukkan kondisi netral dan masih memiliki ruang kenaikan, sementara MACD mulai menunjukkan pelemahan momentum bearish dengan potensi golden cross. Selama harga mampu bertahan di atas $1.803, peluang penguatan ke $2.078 cukup terbuka.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 6 Agustus 2025: Bitcoin Bakal Koreksi, Sebelum Naik

Pasar kripto hari ini, Rabu (6/8) diramaikan kabar Bitcoin diprediksi turun ke $110K sebelum reli ke $115K, dengan potensi short squeeze seiring likuiditas yang meningkat. Analis juga memperingatkan tiga sinyal divergensi bearish, termasuk RSI dan dominasi USDT yang naik.

Sementara itu, Ethereum dan Solana menunjukkan potensi bullish kuat; ETH bisa menembus $4.000 dan SOL ditargetkan naik ke $255. Jangan lewatkan event SKYA Tanding Trading di Tokocrypto dengan total hadiah Rp200 juta! Lihat lebih banyak insight di bawah ini:

Harga Bitcoin Diprediksi Turun Sebelum Naik ke $115.000

  • Bitcoin stagnan, tapi likuiditas naik bisa picu short squeeze.
  • Harga Bitcoin diperkirakan turun didekat $110K.
  • Volatilitas akan kembali, Trader butuh “kesabaran”.

Analis Peringatkan 3 Sinyal Divergensi Bitcoin di Agustus

  • RSI mingguan Bitcoin bearish, mirip tren 2021.
  • DXY menguat, menekan harga Bitcoin.
  • Dominasi USDT naik, mengisyaratkan koreksi pasar kripto.

SKYA Tanding Trading Dimulai! Total Hadiah Rp200 Juta!*

Analis Memprediksi Harga Solana Akan Naik Menjadi $255

  • Solana diperdagangkan di atas support $158–$166, dengan target analis di $255,93.
  • Phantom mengakuisisi Solsniper untuk memperkuat ekosistem DeFi Solana.
  • Investor besar menarik $12 juta dari Binance, menunjukkan kepercayaan pada DeFi.

3 Sinyal Bullish Ungkap Potensi Ethereum

  • Ethereum bentuk pola segitiga bullish saat investormulai membeli.
  • Indikator IntoTheBlock menunjukkan pembeli Ethereum jauh lebih banyak daripada penjual.
  • Jika harga ditutup di atas $3.785, Ethereum bisa naik melampaui $4.000.

Baca juga: Tutorial Mudah Buat Jurnal Investasi & Trading + Template Google Sheet Gratis!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 5 Agustus 2025: Bitcoin Targetkan $116k, Tercapai?

Pasar kripto hari ini, Selasa (5/8) diramaikan kabar Bitcoin menargetkan $116.000 berkat aliran dana ETF yang kembali positif, meski tekanan ekonomi AS bisa ganggu pemulihan. Di sisi altcoin, BNB, IMX, dan TRX menunjukkan potensi rekor baru di Agustus, sementara XRP, TRUMP, dan CFX berisiko picu likuidasi besar jika reli berlanjut.

Jangan lewatkan juga event SKYA Tanding Trading di Tokocrypto dengan total hadiah Rp200 juta! Lihat lebih banyak insight di bawah ini:

Harga Bitcoin Targetkan $116K, Didorong oleh Kembalinya ETF

  • Bitcoin melonjak, dengan $116.000 menjadi level penting untuk diperhatikan.
  • Diharapkan harga Bitcoin akan bertahan di atas $110.000 jika terjadi penjualan.
  • Analisis menunjukkan bahwa aliran dana ETF akan mencerminkan sentimen pasar.

Tiga Altcoin Bisa Mencapai Rekor Tertinggi di Bulan Agustus

  • BNB hampir mencapai rekor tertinggi, didukung oleh DeFi.
  • IMX di $0,502; jika dukungan di $0,497 bertahan, ia bisa naik ke $0,548.
  • TRX menunjukkan sinyal bullish dan menargetkan $0,70.

SKYA Tanding Trading Dimulai! Total Hadiah Rp200 Juta!*

Sinyal Ekonomi AS Dapat Menghambat Pemulihan Bitcoin

  • Data tenaga kerja yang buruk bisa mendorong penurunan suku bunga dan menguntungkan Bitcoin.
  • PMI Layanan ISM bisa memengaruhi The Fed, dan hasil yang lemah dapat meningkatkan harga kripto.
  • Pernyataan Bostic hari Kamis bisa menimbulkan gejolak, memengaruhi Bitcoin.

Tiga Altcoin Berisiko Likuidasi Besar-besaran di Awal Agustus

  • Jika XRP naik ke $3,20, pedagang bearish berisiko likuidasi $400 juta.
  • Kenaikan harga TRUMP ke $9,80 bisa memicu likuidasi short sebesar $50 juta.
  • Reli CFX yang berlanjut bisa melikuidasi $25 juta dari posisi short jika harganya mencapai $0,243.

Baca juga: Tutorial Mudah Buat Jurnal Investasi & Trading + Template Google Sheet Gratis!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Top Crypto Gaming 2025: Koin GameFi yang Wajib Dipantau

Sektor crypto gaming atau GameFi terus menunjukkan pertumbuhan eksponensial, didorong oleh kemajuan teknologi, kolaborasi dengan perusahaan gim arus utama, dan meningkatnya minat dari institusi besar pada tahun 2025. Gim berbasis blockchain kini menyumbang porsi signifikan dalam aktivitas harian decentralized application (dApp), sementara permintaan investor terhadap token GameFi terus meroket. Kapitalisasi pasar industri ini bahkan telah melampaui $15 miliar, menurut data CoinMarketCap.

Raksasa industri seperti Ubisoft, Square Enix, dan Epic Games kian mendalami investasi mereka di Web3. Di sisi lain, kemunculan solusi Layer 2 dan pasar terdesentralisasi berhasil meningkatkan skalabilitas dan utilitas token game. Dari MMORPG hingga model play-to-earn, koin-koin GameFi kini menjadi pusat inovasi dan daya tarik budaya, menjadikannya sektor yang menjanjikan bagi investor kripto maupun tradisional.

Namun sebelum menyoroti proyek-proyek terdepan, mari kita pahami lebih dulu apa itu crypto gaming coins dan mengapa analis seperti Arthur Hayes percaya bahwa sektor ini akan memainkan peran penting dalam adopsi Web3 berikutnya.

Apa Itu Crypto Gaming Coins?

Crypto gaming coins atau token GameFi adalah aset kripto yang dirancang untuk menjadi bahan bakar dalam ekosistem gim berbasis blockchain. Tidak seperti mata uang dalam gim tradisional, token ini biasanya berada di jaringan blockchain publik seperti Ethereum, BNB Chain, atau Polygon, dan memiliki berbagai fungsi: memberi imbalan kepada pemain, memfasilitasi perdagangan aset digital, hingga partisipasi dalam tata kelola proyek.

Daya tarik utamanya terletak pada kemampuannya menghubungkan dunia digital dengan nilai nyata, menciptakan ekonomi pemain yang dinamis melalui NFT, staking, dan decentralized governance. Dukungan komunitas dan keterlibatan di media sosial—seperti Discord, Telegram, dan X (sebelumnya Twitter)—berperan besar dalam pertumbuhan dan daya tarik token-token ini.

Deretan Token GameFi Terbaik di 2025

Berikut ini adalah beberapa proyek token gaming dengan kapitalisasi pasar besar, pengembangan aktif, dan daya tarik sosial tinggi berdasarkan data terbaru dari CoinMarketCap dan CoinGecko:

1. NOTCOIN (NOT)

Ilustrasi Notcoin (NOT).
Ilustrasi Notcoin (NOT).

Awalnya hadir sebagai gim clicker viral di Telegram, NOTCOIN kini menjadi sensasi global dengan lebih dari 30 juta pengguna dalam hitungan bulan. Peluncurannya di jaringan TON pada Mei 2024 langsung memicu lonjakan minat.

Kapitalisasi Pasar: $343 juta
Kelebihan:

  • Integrasi mulus dengan Telegram
  • Pertumbuhan pengguna yang sangat cepat
  • Dukungan influencer seperti Durov

Kekurangan:

  • Terlalu bergantung pada Telegram
  • Gameplay masih sederhana
  • Rentan terhadap spekulasi pasar

2. Immutable (IMX)

Analisis Harga IMX. Sumber: TradingView.
Analisis Harga IMX. Sumber: TradingView.

Token IMX mendukung Immutable X, solusi Layer 2 di Ethereum untuk perdagangan NFT tanpa gas fee. Proyek ini telah mendukung gim-gim populer seperti Gods Unchained dan Illuvium.

Kapitalisasi Pasar: $1,2 miliar
Kelebihan:

  • Infrastruktur terbukti kuat
  • Mitra IP gim ternama
  • Transaksi cepat dan ramah lingkungan

Kekurangan:

  • Persaingan ketat dari Polygon dan Ronin
  • Harga tergantung pada pasar NFT

Baca juga: GameFi Terpanas: 3 Token Gaming Teratas yang Siap Meledak di 2025

3. Gala (GALA)

Ilustrasi aset kripto GALA.
Ilustrasi aset kripto GALA.

Gala Games tak hanya fokus pada gim, tetapi juga musik dan film berbasis blockchain. Dengan peluncuran GalaChain, proyek ini mempercepat dan memangkas biaya transaksi dalam ekosistemnya.

Kapitalisasi Pasar: $907 juta
Kelebihan:

  • Ekosistem hiburan yang beragam
  • Mitra AAA studio ternama
  • Biaya transaksi rendah lewat GalaChain

Kekurangan:

  • Ambisi besar dapat membebani roadmap
  • Kompetisi tinggi di sektor Web3 hiburan

4. Axie Infinity (AXS)

Ilustrasi Axie Infinity (AXS).
Ilustrasi Axie Infinity (AXS).

Meskipun hype play-to-earn sempat meredup, Axie Infinity terus berinovasi dengan pembaruan gameplay dan peluncuran Axie Core. Fokus pada eSports dan komunitas Asia Tenggara jadi pilar utamanya.

Kapitalisasi Pasar: $512 juta
Kelebihan:

  • Ekosistem GameFi tertua dan teruji
  • Blockchain Ronin yang efisien
  • Turnamen global dan update rutin

Kekurangan:

  • Tekanan regulasi
  • Bergantung pada pertumbuhan pemain baru

5. The Sandbox (SAND)

Kripto The Sandbox naik lebih dari 8%. Foto: The Sandbox.
Aset kripto The Sandbox. Foto: The Sandbox.

Metaverse berbasis voxel ini memungkinkan pengguna dan brand membangun serta memonetisasi pengalaman virtual. Kolaborasi dengan Adidas, Snoop Dogg, dan Warner Music jadi nilai tambah besar.

Kapitalisasi Pasar: $847 juta
Kelebihan:

  • Kolaborasi dengan brand ternama
  • Ekonomi kreator yang aktif
  • Event komunitas rutin

Kekurangan:

  • Biaya tinggi untuk kepemilikan LAND
  • Aktivitas terpengaruh tren NFT

6. Enjin Coin (ENJ)

Ilustrasi Enjin coin.
Ilustrasi Enjin coin.

Enjin menyediakan toolkit lengkap bagi developer untuk menciptakan dan mengelola aset NFT lintas platform. Peluncuran Enjin Blockchain menurunkan biaya dan meningkatkan kecepatan.

Kapitalisasi Pasar: $165 juta
Kelebihan:

  • Dukungan SDK lengkap untuk developer
  • Fokus pada kepemilikan aset digital
  • Kompatibel dengan banyak game

Kekurangan:

  • Bersaing dengan Layer 2 lain yang berkembang pesat
  • Rentan terhadap volatilitas pasar NFT

7. Illuvium (ILV)

Illuvium ILV
Illuvium ILV

Illuvium adalah RPG dunia terbuka dengan kualitas grafis AAA yang dibangun di Immutable X. Dengan mode battle kompetitif dan NFT eksklusif, proyek ini menarik banyak perhatian.

Kapitalisasi Pasar: $112 juta
Kelebihan:

  • Kualitas grafis tinggi dan mekanik inovatif
  • Bebas gas fee karena pakai Immutable X
  • Lore dan roadmap yang terus berkembang

Kekurangan:

  • Biaya pengembangan dan pemasaran tinggi
  • Harga sangat terpengaruh oleh tren NFT

Baca juga: Sekuya dan Kebangkitan IP Lokal Indonesia di Jagat GameFi

Kesimpulan

Crypto gaming di tahun 2025 menjadi ladang subur bagi inovasi dan peluang investasi. Proyek seperti NOTCOIN, IMX, GALA, AXS, SAND, ENJ, dan ILV menjadi pionir dalam membentuk masa depan Web3 hiburan. Namun, investor tetap perlu bijak dan melakukan riset mendalam karena sektor ini penuh volatilitas, tekanan regulasi, dan persaingan ketat.

Seperti yang sering disampaikan oleh tokoh-tokoh kripto seperti Arthur Hayes dan Alex Becker, GameFi memang menjanjikan, tapi hanya mereka yang memiliki pemahaman dan strategi yang baik yang bisa memetik hasil maksimal di era baru ini.



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa Itu Buy the Dip dalam Trading Bitcoin? Panduan untuk Pemula

Pernah dengar istilah buy the dip tapi belum mengerti apa maksudnya? Berikut penjelasan dan contoh dari buy the dip yang bisa kamu lakukan, terutama untuk pemula.

Apa itu Buy the Dip?

Buy the Dip adalah ketika kamu melakukan pembelian aset investasi disaat harga mengalami penurunan yang cukup tajam, dengan tujuan mengantisipasi adanya pembalikan harga sehingga pembelian tadi bisa jadi profit.

Gambar contoh buy the dip di pasar bullish.

Membeli dengan strategi buy the dip disaat harga mengalami penurunan dapat menguntungkan, jika secara jangka panjang aset tersebut mengalami kenaikan positif (bullish).

Namun, strategi buy the dip ini juga bisa merugikan jika secara jangka panjang performa aset tersebut mengalami penurunan (bearish).

Gambar contoh buy the dip di pasar bearish.

Nah dari kedua skenario diatas sudah tahu kan, kapan waktu yang cocok untuk menggunakan strategi buy the dip? Yakni saat harga aset mengalami kenaikan dalam jangka panjang atau saat pasar sedang bullish.

Baca juga: BTC vs ETH: Mana yang Lebih Baik untuk Investasi Kripto Pertama?

Mengapa Banyak Trader Menggunakan Strategi Ini?

Optimisme terhadap pertumbuhan jangka panjang: Banyak orang percaya bahwa harga Bitcoin akan terus naik dalam jangka panjang.

Psikologi pasar: Ketika harga turun tajam, trading yang yakin dengan potensi jangka panjang melihatnya sebagai momen ‘diskon’.

Tren historis: Secara historis, Bitcoin sering kali mengalami pemulihan yang signifikan setelah penurunan drastis.

Baca juga: Intip 4 Strategi AI Trading Crypto yang Bisa Dicoba!

Bagaimana Cara untuk ‘Buy the Dip’ di Bitcoin

Untuk menerapkan strategi ini, kamu tidak bisa hanya mengandalkan insting. Kamu perlu memahami pergerakan harga, analisis teknikal, dan berita pasar.

Menganalisis Grafik Harga Bitcoin

Grafik adalah sahabat terbaik trader. Kamu bisa melihat support dan resistance, mengenali pola penurunan yang wajar atau justru tanda-tanda tren bearish panjang. Pengetahuan ini membantu kamu menghindari membeli terlalu cepat.

Menggunakan Indikator Teknikal

Selain support dan resistance, kamu bisa menggunakan indikator teknikal seperti RSI, MA, bollinger bands, dan indikator teknikal lainnya yang bisa memberikan gambaran lebih lengkap sebelum memutuskan untuk beli saat harga turun.

Sentimen Pasar

Sentimen pasar mencerminkan suasana hati kolektif investor, apakah mereka sedang merasa optimistis (greedy) atau pesimistis (fearful). Momen fear yang didukung dengan analisa teknikal, bisa jadi momen buy the dip.

Contoh Buy the Dip dengan Relative Strength Index

Mari kita bayangkan kamu sedang memantau pergerakan harga Bitcoin, dan kamu tertarik membeli saat terjadi koreksi. Untuk menentukan apakah saat itu adalah “dip” yang ideal, kamu bisa menggunakan RSI sebagai panduan seperti gambar di bawah ini:

Gambar contoh buy the dip dengan RSI.

Nah jika dilihat dari contoh grafik harga di atas, RSI bisa kamu jadikan panduan untuk buy the dip. Sebab, setiap kali RSI menyentuh <30 harga terbilang mengalami jenuh jual (over sold) sehingga berpotensi mengalami kenaikan dalam jangka panjang.

Bagaimana Tampilkan Relative Strength Index (RSI) di Aplikasi Tokocrypto?

  1. Buka aplikasi Tokocrypto dan masuk menu ‘Pasar’
  2. Cari aset kripto — contoh: BTC/USDT
  3. Pilih ‘RSI’ pada bagian bawah chart harga
  4. Amati saat RSI turun ke bawah angka 30 yang menandakan kondisi oversold
  5. Tunggu konfirmasi pembalikan arah

Baca juga: Dampak Berita Terhadap Pergerakan Harga ETH: Penyebab dan Contoh Kasus

Risiko yang Perlu Diketahui Pemula Saat Buy the Dip

Buy the dip bukan tanpa risiko, pola seperti False Dip dan Dead Cat Bounce bisa saja terjadi lho!

  • False Dip: Penurunan harga sementara yang diikuti oleh penurunan lebih dalam lagi.
  • Dead Cat Bounce: Pemulihan kecil yang menipu sebelum tren turun berlanjut.

Baca juga: Ketahui Cara Mengenali Dead Cat Bounce dan Penyebabnya

Tips Buy the Dip yang Aman dan Efektif untuk Pemula

Agar strategi ini tidak jadi bumerang, berikut dua tips yang bisa kamu pertimbangkan:

Dollar-Cost Averaging (DCA)

Daripada membeli dalam jumlah besar sekaligus, belilah Bitcoin secara bertahap. Ini membantu mengurangi risiko membeli di titik puncak dan membuat kamu tetap konsisten berinvestasi.

Kamu bisa gunakan fitur DCA dengan beberapa langkah mudah di aplikasi atau beli dengan fitur 0% trading fee di Tokocrypto.

Klik gambar untuk mulai investasi dengan 0% biaya trading dan deposit mulai dari Rp50.000!

Tentukan Batas Risiko

Untuk menghindari kerugian yang semakin dalam karena harga yang terus menurun saat kamu melakukan buy the dip, tentukan batas risiko seperti cut loss untuk memposisikanmasuk ulang setelah harga benar-benar siap untuk memantul.

Pantau Berita dan Faktor Fundamental Bitcoin

Pastikan penurunan harga tidak disebabkan oleh perubahan besar dan hanya disebabkan oleh sentimen sementara.

FAQ Seputar Strategi Buy the Dip

1. Apakah strategi Buy the Dip bisa untuk jangka pendek?
Strategi buy the dip bisa kamu gunakan untuk jangka pendek dan jangka panjang dengan memanfaatkan pantulan harga.

2. Apa indikator terbaik untuk mendeteksi “dip”?
RSI, Moving Average, dan Fear & Greed Index bisa membantu. Tapi tetap perlu mempertimbangkan konteks berita dan sentimen pasar.

3. Apakah saya harus menunggu penurunan besar baru membeli?
Tidak selalu. Semua kembali lagi pada analisa yang kamu miliki.

4. Buy the Dip bisa gagal?
Bisa. Terutama jika harga terus turun atau ada perubahan fundamental besar. Karena itu penting tidak all-in dalam satu waktu dan lakukan DCA.

5. Strategi ini cocok untuk pemula?
Cocok, jika dilakukan dengan analisa pasar dan disertai strategi DCA.

6. Apakah harus selalu membeli saat Fear Index rendah?
Tidak harus, tapi Fear Index bisa membantu menilai psikologi pasar dan mencari peluang beli.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Chainlink Luncurkan Layanan Data Saham AS Real-Time di 37 Jaringan

Chainlink, pelopor penyedia layanan oracle dalam dunia blockchain, kembali menunjukkan taringnya dengan meluncurkan layanan data pasar saham AS real-time yang tersedia di 37 blockchain berbeda secara bersamaan.

Langkah strategis ini menjadi tonggak penting dalam menjembatani ekosistem keuangan tradisional (TradFi) dengan dunia Web3, dan membuka potensi besar bagi inovasi produk keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Apa Itu Chainlink dan Mengapa Ini Penting?

Chainlink dikenal sebagai penyedia layanan oracle yang memungkinkan smart contract di berbagai blockchain untuk terhubung dengan data dari dunia nyata.

Dengan reputasi sebagai penyedia data yang andal dan aman, Chainlink telah lama menjadi pilihan utama bagi banyak proyek DeFi.

Kini, Chainlink memperluas cakupan layanannya dengan menghadirkan data pasar saham AS secara real-time ke ekosistem blockchain, yang meliputi harga saham perusahaan-perusahaan besar seperti Apple, Microsoft, Amazon, hingga Google.

Langkah ini memungkinkan blockchain untuk mengakses data pasar keuangan tradisional secara langsung dan akurat.

Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Selasa, 5 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Selasa, 5 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Enam Alasan Harga Chainlink Bisa di Atas $20

37 Blockchain, Satu Sumber Data

Inovasi ini didukung oleh Chainlink Data Streams, sebuah solusi oracle generasi berikutnya yang dirancang untuk memberikan data dengan latensi rendah dan pembaruan berkala secara cepat.

Dengan kata lain, data yang disediakan oleh Chainlink kini tidak hanya akurat dan aman, tapi juga sangat cepat — menjadikannya ideal untuk berbagai aplikasi, termasuk perdagangan otomatis (algo-trading), derivatif sintetis, dan banyak lagi.

Dengan mengintegrasikan layanan ini di 37 blockchain, Chainlink memperkuat statusnya sebagai penghubung utama antara dunia keuangan tradisional dan ekosistem blockchain yang berkembang pesat.

Ini adalah langkah konkret menuju integrasi yang lebih dalam antara TradFi dan DeFi.

Dampaknya bagi DeFi dan Aplikasi Web3

Peluncuran layanan ini membuka pintu bagi berbagai inovasi produk keuangan di dunia kripto:

  • Synthetic Assets: Proyek-proyek seperti Synthetix kini dapat membuat turunan saham secara on-chain dengan data yang lebih real-time dan kredibel.
  • Automated Trading: Pengembang dapat menciptakan bot trading atau strategi arbitrase yang menggunakan data saham AS langsung dari blockchain.
  • Tokenisasi Aset Tradisional: Dengan data akurat di ujung jari, perusahaan dapat lebih mudah melakukan tokenisasi saham di blockchain, mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga.

Langkah ini juga memberi peluang besar bagi pasar negara berkembang yang selama ini sulit mengakses pasar saham global secara langsung.

Dengan data yang tersedia secara terbuka di blockchain, partisipasi investor ritel global dalam pasar saham bisa meningkat secara drastis.

Kolaborasi Strategis

Chainlink menggarap proyek ini bersama beberapa mitra infrastruktur dan penyedia data terkemuka.

Meskipun detail teknisnya belum sepenuhnya dibuka ke publik, layanan ini kemungkinan menggunakan pendekatan hybrid off-chain dan on-chain untuk memastikan efisiensi biaya sekaligus menjaga kecepatan dan reliabilitas data.

Hal ini juga menunjukkan bahwa Chainlink tidak hanya membangun teknologi, tetapi juga ekosistem kolaboratif yang kuat untuk membawa keuangan masa depan menjadi lebih terbuka, transparan, dan inklusif.

Baca Juga: Chainlink Bertahan di Support $13, Analis Optimistis Potensi Pemulihan

Dengan mengintegrasikan data pasar saham AS real-time ke dalam 37 blockchain, Chainlink sekali lagi membuktikan komitmennya sebagai jembatan antara dunia nyata dan Web3.

Inovasi ini bukan hanya soal membawa data ke blockchain, tapi tentang membangun masa depan di mana keuangan global benar-benar terdesentralisasi dan bisa diakses siapa saja, di mana saja.

Langkah ini membuka babak baru bagi DeFi dan aplikasi blockchain—sebuah dunia di mana batas antara pasar tradisional dan aset digital semakin kabur. Masa depan keuangan bukan hanya digital, tetapi juga global dan terdesentralisasi—dan Chainlink berada di garis depan revolusi ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Mendekati $3.700! Pertanda Menuju Rekor Tertinggi Baru?

Setelah sempat mengalami tekanan jual dalam beberapa pekan terakhir, Ethereum (ETH) kembali menunjukkan kekuatan pasar dengan mencatat kenaikan harga yang signifikan.

Saat ini, harga Ethereum berada di level $3.626,73, dengan lonjakan +2,27% dalam 24 jam terakhir dan volume perdagangan sebesar $30,40 miliar USD.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $437,78 miliar USD, Ethereum tetap berada di peringkat kedua kripto paling berpengaruh di dunia setelah Bitcoin.

Namun, banyak analis pasar yang menyoroti bahwa Ethereum mulai menunjukkan sinyal bullish yang dapat mengantarkannya mendekati rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $4.891,70.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 5 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 5 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Token Ekosistem Ethereum Unggulan 2025: Dawgz AI dan Chainlink

Kinerja Ethereum dalam 3 Bulan Terakhir: Dari Konsolidasi ke Akselerasi

Harga ETH dalam tiga bulan terakhir menunjukkan grafik pertumbuhan yang sangat mengesankan:

  • Hari ini: +$61,66 atau naik 1,74%
  • 30 hari terakhir: +$1.089,53 (+43,23%)
  • 60 hari terakhir: +$1.153,75 (+46,98%)
  • 90 hari terakhir: +$1.775,45 (+96,80%)

Ini berarti, hampir dalam tiga bulan terakhir, harga Ethereum hampir dua kali lipat.

Pertanyaannya sekarang, apa yang mendorong lonjakan ini dan apakah ini awal dari fase bullish jangka panjang?

Faktor Pendorong Kenaikan Harga ETH

Beberapa katalis utama yang kemungkinan besar berkontribusi pada lonjakan harga Ethereum antara lain:

  1. Adopsi Kurva Naik untuk Aplikasi DeFi dan NFT Baru
    Ekosistem Ethereum terus menjadi tulang punggung dari berbagai proyek Web3, mulai dari keuangan terdesentralisasi (DeFi), NFT, hingga game blockchain. Developer tetap memilih Ethereum karena keamanan dan skalabilitasnya, meskipun biaya gas kadang tinggi.
  2. Upgrade Teknologi Ethereum 2.0 yang Terus Berjalan
    Peralihan ke mekanisme konsensus Proof of Stake (PoS) telah meningkatkan efisiensi jaringan dan mengurangi tekanan inflasi pada token ETH. Banyak analis menilai ini akan menambah tekanan beli dalam jangka panjang.
  3. Sentimen Positif dari ETF Spot Ethereum
    Meski belum disetujui secara penuh di beberapa yurisdiksi, spekulasi kuat tentang peluncuran ETF spot ETH seperti yang terjadi pada Bitcoin mendorong arus modal institusional masuk.
  4. Aksi Buy the Dip dari Investor Institusi dan Ritel
    Ketika harga ETH sempat turun ke kisaran $2.500 beberapa bulan lalu, banyak investor memanfaatkan koreksi ini untuk mengakumulasi, dan kini mereka menikmati keuntungan dua digit.

Tapi Hati-Hati: Volatilitas Masih Mengintai

Meskipun grafik harga terlihat sangat menarik, Ethereum juga menunjukkan penurunan 1,46% dalam satu jam terakhir, serta penurunan 6,71% dalam tujuh hari terakhir.

Ini menandakan bahwa meskipun tren umumnya naik, masih terdapat gejolak pasar yang tinggi. Harga dalam 24 jam terakhir bergerak di antara:

  • Terendah: $3.542,87
  • Tertinggi: $3.734,98

Fluktuasi ini memberikan peluang bagi para trader harian, namun juga meningkatkan risiko kerugian bagi investor jangka pendek yang masuk di puncak harga.

Statistik Pasar Ethereum Saat Ini

  • Harga Saat Ini: $3.626,73
  • Kapitalisasi Pasar: $437,78 Miliar USD
  • Volume Perdagangan 24 Jam: $30,40 Miliar USD
  • Sirkulasi: 120,71 Juta ETH
  • Peringkat Pasar: #2
  • Rekor Tertinggi (ATH): $4.891,70

Ethereum belum mencatatkan total pasokan maksimum, menjadikannya aset dengan potensi fleksibilitas suplai yang unik dibandingkan Bitcoin yang memiliki batas 21 juta.

Apakah Saatnya Masuk Ethereum Sekarang?

Dengan performa kuat dalam 90 hari terakhir dan tren bullish yang mulai menguat, Ethereum tampaknya berada di jalur yang menjanjikan untuk kembali menguji level psikologis $4.000, bahkan mungkin lebih jauh jika momentum terus terjaga.

Namun, investor perlu berhati-hati dan disiplin, mengingat pasar kripto tetap sangat dipengaruhi oleh sentimen global, keputusan regulasi, dan faktor makroekonomi seperti suku bunga dan nilai tukar dolar AS.

Baca Juga: Pasar Berguncang, ETF Ethereum Pantang Goyang

Ethereum menunjukkan bahwa ia belum kehilangan tajinya sebagai raja platform smart contract. Dengan pertumbuhan harga hampir 100% dalam 3 bulan terakhir, ETH bukan hanya menjadi pilihan spekulatif, tapi juga instrumen investasi jangka menengah-panjang yang layak dipertimbangkan—terutama bila ETF spot Ethereum benar-benar disetujui dalam waktu dekat.

Untuk saat ini, semua mata tertuju pada Ethereum: apakah ia mampu menembus kembali ke zona $4.000 dan melangkah ke ATH baru, atau justru harus konsolidasi lebih lama?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Larangan Imbal Hasil Stablecoin: UU GENIUS, Alternatif Tokenisasi TradFi

Undang-Undang Guaranteeing Essential National Infrastructure for Ubiquitous Stablecoins (GENIUS) yang baru disahkan di Amerika Serikat disambut dengan antusiasme sebagai tonggak besar dalam pengakuan regulasi terhadap stablecoin. Namun, sorotan tajam muncul terhadap salah satu ketentuannya yang melarang penerbit stablecoin untuk memberikan imbal hasil atau bunga atas kepemilikan token mereka.

Dilaporkan Cointelegraph, ketentuan ini dinilai dapat mengurangi daya tarik stablecoin, khususnya dibandingkan dengan instrumen keuangan tradisional seperti money market funds (MMF) yang mulai ditokenisasi dan menawarkan fleksibilitas serta imbal hasil kepada pengguna.

Mengapa Larangan Imbal Hasil Menjadi Kontroversial?

Pasal kunci dalam UU GENIUS melarang penerbit stablecoin memberikan hasil (yield) kepada investor, baik ritel maupun institusional. Hal ini, menurut Temujin Louie, CEO Wanchain, bukanlah kemenangan penuh bagi ekosistem kripto. Dalam komentarnya kepada Cointelegraph, Louie menyatakan bahwa larangan tersebut “sebenarnya melindungi keuntungan utama reksa dana pasar uang,” yang saat ini menjadi alternatif unggulan dari dunia TradFi (keuangan tradisional).

Presiden AS Donald Trump resmi menandatangani UU GENIUS pada 18 Juli 2025. Di saat yang sama, para analis mulai menyoroti bagaimana money market fund yang ditokenisasi bisa menjadi “jawaban” Wall Street terhadap pertumbuhan stablecoin.

Tokenisasi MMF: Ancaman atau Solusi?

Menurut Teresa Ho, ahli strategi dari JPMorgan, tokenisasi MMF membuka potensi baru seperti penggunaannya sebagai agunan margin. Hal ini memungkinkan instrumen keuangan tradisional untuk bersaing langsung dengan stablecoin dari sisi fungsionalitas — tetapi dengan satu keunggulan utama: adanya imbal hasil.

Baca juga: UU GENIUS Disahkan Trump, Apa Dampaknya ke Regulasi Kripto AS?

Paul Brody, Global Blockchain Leader di EY, menambahkan bahwa MMF tokenisasi dan deposito tokenisasi memiliki peluang besar untuk berkembang di ranah on-chain, justru karena stablecoin kehilangan daya tarik imbal hasil. “Dana pasar uang yang ditokenisasi bisa sangat mirip secara fungsional dengan stablecoin, namun dengan perbedaan mencolok: mereka memberikan bunga kepada penggunanya,” ujarnya.

Meski begitu, Brody tetap menggarisbawahi bahwa stablecoin memiliki keunggulan sebagai aset pembawa (bearer assets) yang mudah digunakan di berbagai aplikasi DeFi dan sistem keuangan on-chain tanpa batasan akses dan kontrol yang kompleks.

Lobi Industri Perbankan Diduga di Balik Ketentuan Ini

Larangan imbal hasil dalam UU GENIUS bukan datang tanpa alasan. Sejumlah pengamat menduga bahwa lobi industri perbankan memegang peranan penting dalam pembentukan kebijakan ini.

Austin Campbell, profesor NYU sekaligus konsultan blockchain, mengungkapkan bahwa lembaga-lembaga keuangan secara aktif melobi untuk memblokir stablecoin berbunga guna melindungi model bisnis konvensional perbankan. Setelah bertahun-tahun hanya menawarkan bunga minimal kepada nasabah, bank tentu khawatir kehilangan daya saing apabila stablecoin diperbolehkan memberikan hasil yang lebih tinggi dan instan.

Meski begitu, pasar aset digital AS telah mengenal stablecoin dengan imbal hasil dalam format sekuritas. Sebagai contoh, pada Februari 2025, SEC menyetujui stablecoin penghasil imbal hasil pertama, yaitu YLDS yang diterbitkan oleh Figure Markets, dengan tawaran yield 3,85% saat peluncuran.

Penutup: Momentum Tokenisasi TradFi?

UU GENIUS memang memberikan kepastian hukum untuk stablecoin, namun larangan imbal hasil menjadi titik kritis dalam kompetisi antara stablecoin dan instrumen keuangan tradisional yang ditokenisasi. Di tengah perkembangan pesat tokenisasi aset, terutama MMF, kita mungkin akan melihat pergeseran minat investor dari stablecoin tanpa yield ke alternatif on-chain yang memberikan hasil nyata.

Apakah hal ini akan menghambat adopsi stablecoin secara luas? Atau justru mempercepat integrasi TradFi ke dalam dunia blockchain? Jawabannya mungkin akan ditentukan oleh kemampuan regulator dan pelaku industri untuk menemukan keseimbangan antara inovasi dan stabilitas sistem keuangan.

Baca juga: Aturan Stablecoin GENIUS: Maju, Penerbit Asing Buram


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

BNB Melesat Saat Altcoin Lain Tersendat: Apa yang Bisa Dipelajari?

Di tengah lesunya performa sejumlah altcoin besar seperti Ethereum, Solana, dan XRP, token asli Binance, BNB, justru menunjukkan ketahanan luar biasa. Pada awal Agustus 2025, harga BNB tercatat mencapai $827,4 — nyaris menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa. Kinerja ini menimbulkan pertanyaan menarik: mengapa BNB justru melonjak saat yang lain tertatih?

Ketangguhan BNB di Tengah Gejolak Pasar

Di saat altcoin lain mengalami koreksi lebih dari 50% dari puncaknya, penurunan maksimum BNB hanya berkisar 30%. Sejak akhir 2023, pergerakan BNB cenderung stabil, bahkan saat pasar kripto secara keseluruhan mengalami tekanan hebat. Data ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap ekosistem Binance dan fundamental BNB sebagai aset digital.

Dilaporkan Onesafe.io, stabilitas tersebut tidak hanya menarik perhatian investor ritel, tetapi juga meningkatkan kepercayaan dari institusi dan perusahaan rintisan yang menjajaki pemanfaatan kripto dalam operasional mereka.

Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Selasa, 5 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Selasa, 5 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Harga BNB Uji Zona Kritis: Divergensi Bearish Picu Kekhawatiran Pasar

Pengaruh Kinerja BNB terhadap Solusi Penggajian Kripto

Kenaikan harga BNB juga berdampak terhadap pertimbangan startup dalam memilih solusi penggajian kripto. Infrastruktur Binance Smart Chain yang luas dan adopsi BNB di berbagai sektor seperti DeFi, NFT, dan dApps menjadikannya pilihan menarik. Startup fintech mulai melihat BNB sebagai opsi yang menjanjikan untuk pembayaran lintas negara.

Namun, volatilitas harga tetap menjadi perhatian utama. Fluktuasi tajam dapat menimbulkan ketidakpastian bagi karyawan, sehingga banyak perusahaan lebih memilih menggunakan stablecoin untuk penggajian — atau mengombinasikannya dengan fiat. Pendekatan ini membantu mengelola risiko nilai tukar sekaligus mempertahankan daya tarik bagi talenta global.

Selain itu, regulasi yang makin jelas di kawasan Asia turut mendorong kepercayaan terhadap penggunaan kripto dalam skema kompensasi. Regulasi yang berpihak pada inovasi akan menjadi kunci pertumbuhan sektor ini ke depan.

Tantangan yang Masih Mengintai BNB

Meski tampil kuat, BNB bukan tanpa risiko. Ketatnya pengawasan regulasi terhadap Binance, termasuk gugatan dari SEC pada 2023 yang sempat menyebabkan penurunan harga 23%, menjadi pengingat bahwa faktor eksternal dapat mengganggu kestabilan pasar.

Aspek makroekonomi seperti suku bunga dan inflasi juga dapat memengaruhi minat investor terhadap aset berisiko. Sementara dari sisi teknikal, tantangan muncul ketika BNB menghadapi level resistance penting yang sulit ditembus — yang bisa menghambat momentum kenaikan jika tidak berhasil dilewati.

Bagaimana Startup Menyikapi Solusi Penggajian Kripto?

Tren pembayaran kripto semakin kuat pasca fenomena “The Great Resignation”, di mana pekerja mulai menuntut fleksibilitas, termasuk dalam bentuk kompensasi. Banyak perusahaan rintisan mulai menawarkan gaji dalam stablecoin sebagai daya tarik, terutama di sektor game, teknologi, dan kreatif digital.

Keunggulan seperti pembayaran instan, penghematan biaya, dan transparansi menjadi daya pikat utama. Startup kini mulai mengadopsi platform yang mendukung pembayaran terdesentralisasi — membuka peluang untuk menjangkau talenta dari berbagai negara dengan cepat dan efisien.

Apa yang Bisa Dipelajari DAO dan Startup dari BNB?

Perjalanan BNB bisa menjadi studi kasus penting bagi startup dan organisasi otonom terdesentralisasi (DAO) dalam mengelola aset kripto. Ketahanan harga BNB di tengah tekanan pasar menunjukkan pentingnya strategi alokasi aset yang disiplin dan pemahaman terhadap indikator teknikal.

DAO juga bisa mencontoh tata kelola BNB yang berbasis utilitas dan partisipasi komunitas. Dengan menerapkan sistem pemungutan suara yang transparan dan manajemen likuiditas yang adaptif, organisasi dapat lebih siap menghadapi fluktuasi dan memanfaatkan momentum pemulihan pasar.

Baca juga: 8 Proyek Teratas Ekosistem BNB Chain Juli 2025


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Seeker: Ponsel Web3 Solana Mobile Mulai Dikirim, 150 Ribu Unit Ludes

Babak baru dunia ponsel pintar dimulai hari ini, ketika Solana Mobile resmi mengirimkan gelombang pertama ponsel Seeker, perangkat berbasis Web3 yang telah menarik perhatian komunitas kripto global. Lebih dari 150.000 unit Seeker telah dipesan sejak masa pre-order dibuka pada April lalu.

Dengan menggabungkan fungsionalitas smartphone modern dan kemampuan interaksi on-chain, Seeker hadir membawa misi ambisius: membentuk ekosistem seluler yang sepenuhnya terdesentralisasi dan memberdayakan pengguna lewat teknologi blockchain.

Menawarkan Kendali dan Kepemilikan Nyata

Menurut Emmett Hollyer, General Manager Solana Mobile, Seeker bukan sekadar ponsel pintar—tetapi alat koneksi yang “menguntungkan.” Ia menekankan bahwa visi Solana Mobile adalah menciptakan ekosistem seluler yang mendorong loyalitas dan partisipasi, dengan model insentif yang diputar melalui token asli bernama SKR.

“Dengan SKR, pengguna memiliki pengaruh langsung terhadap pengalaman seluler mereka. Insentifnya diseimbangkan antara pengembang dan pengguna,” ujar Hollyer.

Dilaporkan Cryptopolitan, model ekonomi ini dikendalikan oleh pemegang token dan para Seeker Guardian, yang akan menentukan arah insentif dan kebijakan ekonomi dalam ekosistem dApp Seeker. Uniknya, sistem pemberian penghargaan ini berjalan terpisah dari sistem rating di Solana dApp Store, yang saat ini telah memiliki lebih dari 100 aplikasi terintegrasi.

Baca juga: Harga Solana (SOL) Turun 14%, Tapi Holder Justru Tambah Posisi

Fitur Unggulan: TEEPIN dan Infrastruktur On-Chain

Yang membuat Seeker benar-benar berbeda dari ponsel konvensional adalah TEEPIN — arsitektur tiga lapis yang dikembangkan Solana Mobile sebagai Jaringan Infrastruktur Platform Lingkungan Eksekusi Tepercaya.

Anatoly Yakovenko, CEO Solana Labs, menyebut TEEPIN sebagai “evolusi berikutnya dalam dunia seluler.” Ia menjelaskan bahwa arsitektur ini menghilangkan otoritas terpusat dalam membangun kepercayaan digital. Sebagai gantinya, kepercayaan ditegakkan melalui pengesahan kriptografi, memverifikasi integritas perangkat keras, sistem, dan aplikasi secara otomatis.

Fitur lainnya termasuk:

  • Seed Vault: Dompet penyimpanan aman untuk aset kripto.
  • ID Seeker: Identitas digital pengguna yang terverifikasi.
  • Solana dApp Store: Tempat distribusi aplikasi Web3 tanpa biaya tinggi dan tanpa “penjaga gerbang.”

Menuju Masa Depan Seluler yang Terdesentralisasi

Solana Mobile mendorong pengembang untuk tidak sekadar “mendaur ulang aplikasi,” tetapi menciptakan solusi baru yang benar-benar dibutuhkan pengguna. Hollyer menegaskan bahwa pertumbuhan Solana dApp Store akan berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi SKR—lebih terbuka, fleksibel, dan tanpa hambatan.

“Pengguna tidak boleh terus-menerus menjadi pihak yang hanya menerima. Mereka harus menjadi pemilik dan pengelola aktif dalam jaringan yang mereka gunakan,” tegasnya.

Dengan pengiriman Seeker yang dimulai hari ini, Solana Mobile resmi membuka babak baru dalam konvergensi teknologi seluler dan blockchain. Apakah ini akan menjadi standar baru di dunia ponsel pintar? Waktu yang akan menjawab, namun satu hal jelas: revolusi ponsel Web3 telah dimulai.

Baca juga: Investor Jangka Panjang Borong SOL Saat Turun: Siapkah Solana Reli?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com