Data Glassnode terbaru mengungkap penurunan drastis sekitar 80% dalam jumlah dompet baru pada XRP Ledger sejak Januari 2025.
Dari semula hampir 30.000 alamat baru per hari di puncak rally akhir 2024, kini tinggal hanya 2.000–5.000 alamat baru serta harian aktif (DAA) menyusut dari 577.000 ke 34.000.
Reaksi pertama muncul dari analis Coin Bureau, yang mencatat bahwa penurunan aktivitas on‑chain ini mengindikasikan momentum bearish. Volume transaksi dan minat investor surut seiring harga XRP yang kini stabil di kisaran $2,10–$2,20.
Tanpa aliran pengguna baru yang signifikan, mereka menilai, reli menuju $3 sulit direalisasikan dalam jangka pendek.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 22 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Di sisi lain, analis Moon Lambo dari Twitter menyatakan bahwa penurunan aktivitas bukanlah tanda runtuhnya fundamental XRP, melainkan koreksialami setelah lonjakan di Q4 2024 yang dipicu oleh faktor makro, seperti euforia pasca pemilu AS.
Menurutnya, setelah gelembung hype meledak, penggunaan on‑chain akan kembali ke level stabil mirip pasar tradisional.
Data Google Trends menunjukkan tren serupa di Bitcoin, menunjukkan kesunyian pasar yang luas, bukan spesifik XRP.
Data On‑Chain & Teknis: Kombinasi Alarm dan Harapan
Cointelegraph menambahkan data mendukung kekhawatiran:
Open interest (OI) pasar derivatif XRP merosot 30% dalam 1 bulan, tanda investor sedang keluar dari posisi leverage.
Harga XRP kini terjebak di zona konsolidasi $2,05–$2,33, belum bisa menembus resistance di sekitar $2,25–$2,40, yang juga didominasi oleh Simple Moving Averages (SMA) penting.
Cointelegraph bahkan memperingatkan pola bearish seperti descending triangle, yang jika support di $2,00 pecah, bisa mendorong harga turun hingga $1,20 (penurunan ~45%).
Proyeksi Harga di Tengah Kebuntuan
Berdasarkan kondisi teknikal dan on‑chain saat ini, skenario untuk beberapa minggu ke depan adalah:
Bearish: Breakdown di bawah $2,05 → target turun di $1,86 → $1,20.
Netral: Konsolidasi di antara US$2,00–2,15 jika tidak ada katalis baru.
Bullish: Jika rebound ke atas US$2,10–2,11 dengan volume, potensi kenaikan ke $2,30 (+11%) terbuka.
Strategi & Rekomendasi
Jenis Trader
Rekomendasi
Trader Jangka Pendek
Masuk long di $2,05–$2,10 saat ada konfirmasi rebound dan volume. Siapkan stop-loss di bawah $2,00.
Trader Swing
Tunggu penembusan di atas $2,30 sebagai trigger bullish; atau short jika support $2,00 pecah.
Investor Jangka Menengah
Pantau perkembangan aktivitas on‑chain dan regulasi (ETF/kerja sama Ripple). Masih ada potensi rebound setelah konsolidasi.
Penurunan 80% dalam aktivitas dompet baru dan pengurangan open interest menunjukkan tekanan bearish yang nyata pada XRP saat ini.
Namun, ada juga perspektif optimis yang melihat fase ini sebagai koreksi alami—ekosistem yang lebih stabil setelah euforia.
Sebelum XRP membidik kenaikan baru ke $3, ada beberapa hambatan teknikal dan fundamental yang harus diatasi.
Trader dan investor harus bijak mengelola risiko, menggunakan level harga krusial sebagai panduan, dan memantau indikator on‑chain & volume untuk deteksi lebih awal sinyal recovery atau penurunan lebih lanjut.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Harga Dogecoin(DOGE) telah mengalami koreksi tajam sebesar −30% dari puncaknya sebulan lalu, membuat banyak investor bertanya-tanya: apakah ini sinyal ‘reset’ sehat sebelum lonjakan besar berikutnya?
Menurut laporan AMBCrypto pada Minggu (22/6), grafik saat ini sangat mirip dengan fase konsolidasi yang terjadi sebelum reli spektakuler di tahun 2017 dan 2021.
Korelasi dengan 2017 & 2021: Konsolidasi Panjang, Rally Eksplosif
Pada siklus 2016–17, DOGE berada dalam konsolidasi selama lebih dari setahun sebelum rally +5.000%.
Siklus 2020–21 mencatat rally fantasis +21.000% setelah periode sideways panjang.
Saat ini, DOGE mengalami struktur serupa: turun 30% dari puncak, menyisakan momentum tersembunyi bagi akumulasi, menurut analis AMBCrypto.
Open interest di pasar derivatif merosot dari $3 miliar ke $1.74 miliar—indikasi pelepasan posisi leverage besar setelah harga turun dari level $0,20.
Penurunan supply di exchange (30-day exchange supply change negatif sejak awal Juni) menunjukkan adanya outflow DOGE, tanda akumulasi oleh whale dan investor jangka panjang.
Aktivitas dompet aktif (active addresses) kembali meningkat ke 118.000 pengguna, naik dari di bawah 80.000 pertengahan Juni—menunjukkan adanya minat on-chain yang pulih.
Koreksi atau Kesempatan?
Penurunan 30% bulanan ini bisa dikatakan sebagai “healthyreset“—membantu menghilangkan posisi leverage berlebihan dan menyediakan dasar akumulasi baru.
Volume yang turun selama koreksi menunjukkan momentum bearish melemah—potensi rebound akan lebih terlihat jika terjadi re-entry spot demand di sekitar level $0,15–$0,16.
Kondisi ini mirip dengan fase konsolidasi sebelumnya sebelum rally eksplosif.
Level Kunci yang Harus Dipantau
Level
Signifikansi
Support di $0,15–$0,16
Zona akumulasi strategis; jika gagal, koreksi bisa meluas.
Resistance di $0,20
Level yang harus ditembus kembali untuk menaikkan sentimen.
OI & Exchange Outflows
Penurunan leverage & pengurangan supply bisa jadi katalis rebound.
Alamat aktif On‑chain
Lonjakan aktivitas harian bisa mengonfirmasi fasa pemulihan.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Minggu, 22 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Momentum Jangka Menengah: Siaga!
Jika struktur saat ini benar merupakan konsolidasi historis, rebound besar bisa terjadi dalam beberapa pekan hingga bulan mendatang, terutama bila DOGE kembali memasuki range $0,18–$0,20.
Investor harus siaga: rebound di atas US$0,20 bisa membuka jalur menuju rally minor atau bahkan ‘mini-bull’ seperti sebelumnya.
Penurunan harga Dogecoin sebesar 30% saat ini cocok dengan pola konsolidasi serius yang terlihat sebelum reli masif di dua siklus sebelumnya (2017 & 2021).
Penurunan OI, outflow dari exchange, dan peningkatan aktivitas on-chain menunjukkan bahwa fase ini lebih menyerupai akumulasi strategis—menyiapkan dasar untuk potensi rally besar selanjutnya.
Bagi trader, area $0,15–$0,16 menjadi zona penting untuk entry dan memantau sinyal volume serta OI. Bagi investor jangka panjang, ini bisa menjadi peluang akumulasi dengan manajemen risiko matang. Namun ingat, pasar kripto tetap volatile—strategi exit dan stop-loss sangat diperlukan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Solaxy, blockchain Layer‑2 pertama di atas Solana, bersiap meluncurkan token SOLX pada 23 Juni setelah mengumpulkan dana lebih dari $55 juta dari investor melalui presale.
Hal ini menjadikannya salah satu penggalangan dana terbesar di ekosistem Solana.
Presale & Harga Listing Awal
Presale SOLX dihargai $0,001766 per token, dan akan ditutup segera sebelum launch. Dana tersebut mencakup lebih dari $53–$55 juta, dengan gelombang terakhir fundraising memasuki 48 jam terakhir.
Penjualan ini terjadi setelah tim memperpanjang presale karena permintaan tinggi, dan staking presale memberikan yield 86% APY.
Para investor dapat mengklaim token mulai 23 Juni dan staking reward tersedia sejak 30 Juni, dengan mainnet siap diluncurkan pada 7 Juli.
Solaxy adalah Layer‑2 rollup ZK yang dirancang untuk menyelesaikan masalah kemacetan pada jaringan Solana:
Menargetkan 10.000 transaksi per detik (TPS) melalui batching transaksi off-chain dan mempercepat konfirmasi on-chain.
Telah menyelesaikan testnet explorer, dan integrasi bridge Hyperlane untuk lintas jaringan antara Solana–Solaxy–Ethereum.
Pengembang juga membangun DEX, block explorer, wallet support, serta Igniter, platform launchpad yang memungkinkan pengguna meluncurkan token tanpa coding.
Burning & Tokenomics: Kurangi Supply dan Tambahkan Scarcity
Sebanyak 20 miliar hingga 55 miliar token SOLX telah dibakar, menghilangkan sekitar 25–40% supply, meningkatkan kelangkaan saat listing awal.
Smart contract telah diaudit oleh Coinsult, tanpa fungsi mint tambahan, blacklist, atau pajak transaksi—meningkatkan kepercayaan investor awal.
Potensi Harga: Target 10–50×?
Crypto analis seperti Borch Crypto menyebut SOLX sebagai “best Solana Layer‑2 play”, dan analisis dari CoinCentral dan Shillerer menduga potensi 10–50× kenaikan dalam beberapa bulan pertama.
ICOBench memperkirakan harga bisa tembus $0,031, naik ~1.655% dari harga presale.
Meski begitu, ada risiko “post-listing crash” seperti yang terlihat pada proyek lain setelah listing—jadi manajemen risiko tetap penting .
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 22 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Strategi dan Risiko Bagi Investor
Strategi
Rekomendasi
Investor Presale
Masuk di harga $0,0017–$0,0018, stake segera untuk yield 86%, target listing pertama $0,01–$0,03.
Trader Harian
Pantau breakout pasca-listing; exit sebagian saat tembus target tahap awal (~$0,01–$0,02).
Risk Management
Siapkan stop-loss jika harga gagal rebound; pelajari volumefut invest institutional.
Outlook Solaxy & Ekosistem Solana
Rencana peluncuran mainnet 7 Juli dilihat sebagai momentum penting dan dapat meningkatkan visibilitas proyek.
Token SOLX menjadi alat utilitas utama untuk membayar biaya transaksi di jaringan Layer‑2 Solaxy, menambah potensi adopsi.
Keberhasilan proyek bisa menarik investor lebih luas ke ekosistem Solana, terutama menjelang potensi peluncuran Spot SOL ETF pada akhir 2025.
Solaxy mengukir sejarah sebagai presale terbesar di Solana ($55 juta+), dan peluncuran SOLX 23 Juni menjadi momen strategis.
Dengan teknologi Layer‑2 ZK-rollup, kemitraan cross-chain, dan token burning besar, Solaxy menghadirkan solusi untuk masalah kemacetan Solana.
Potensi harga SOLX mencapai 10–50× dari harga presale sangat terlihat, namun risiko crash pasca-listing tetap ada.
Investor dan trader bisa memanfaatkan peluang ini dengan strategi presale dan exit yang jelas, sambil memantau perkembangan mainnet pada 7 Juli. Solaxy bisa menjadi the next big thing di ekosistem Solana—tapi kehati-hatian dan manajemen risiko tetap krusial.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.
Judul minggu lalu —FOMO TIMEEEE— Bukanlah untuk retail tetapi untuk institusi. Blackrock, Fidelity, Bahkan JP Morgan tergesa-gesa melakukan adopsi, Bahkan JP Morgan meluncurkan Koin Stable serta membuat seminar bagaiman cara memindahkan modal bank ke Kripto secara aman. Itu luar biasa sekali, Ingat analisa saya selalu kecepatan satu minggu karena saya terlalu up to date dengan data dan angka. FOMO institusi sudah dimulai, maka minggu depan Fomo Retail akan in charge.
Secara Garis, garis saya yang bullish digocek oleh Perang Iran – Israel yang menyebabkan harga minyak naik, seharusnya koreksi Bitcoin itu lebih dalam lagi jika efek harga minyak mempengaruhi kenaikan DXY. Tetapi kenyataannya DXY melempem tanda bahwa Trump tidak mau APBN-nya bengkak akibat kekeringan kas karena produk dalam negeri AS belum bisa menggantikan jumlah impor.
Secara data;
– Harga Rumah Tiongkok naik (House Price Index) ✅
– Retail Sales Tiongkok naik ✅
– DXY turun ✅
-NY Empire Index turun ✅
– BoJ pause ✅
– Retail Sales AS ambles ✅
-NAHB NAIK ❌
-Housing starts naik ❌
– FOMC potong ❌ saya sudah isyaratkan turun bitcoinnya jika tidak potong, namun turunnya tidak dalam
Dengan data begini, saya belum melihat ada kesempatan Bitcoin turun dan menjadi bear market. Apalagi dengan data pendukung bahwa asset management terus menyetok Bitcoin.
Data Minggu Depan
Mari kita bedah data minggu depan:
Senin, 23 Juni 2025
21.45 WITA – S&P Global Manufacturing PMI
Jika Retail sales Tiongkok naik maka Retail sales AS turun, jika PMI Tiongkok naik maka PMI AS turun. Sesederhana itu, itu sebabnya AS benci banget sama Tiongkok karena pasarnya digerogotin hidup-hidup. Jika dilihat dari angka PMI yang sudah 52, prediksi saya adalah PMI AS akan turun. Alasannya Belanja negara masih belum untuk industri karena keuangan Negara belum membaik, stimulus pemotongan pajak belum keluar, serta plafon utang yang belum naik juga. Jika PMI AS turun maka DXY turun.
22.00 WITA – Existing Home Sales
Jika Existing Home Sales naik maka DXY naik dan jika Existing Home Sales turun maka DXY turun. Kita dapati Index Persatuan Kontraktor Pembangunan Rumah (NAHB) dan Jumlah pembangunan rumah baru turun (Housing Starts) maka saya prediksi Existing Home Sales akan juga turun.
Pemerintah mendanai beroperasinya negara melalui penerimaan pajak, namun sejak jaman dahulu pajak selalu defisit dari Belanja Negara, defisit itu terus menggunung dan dikatakan ditambal oleh berbagai macam utang. Jika data perumahan membaik itu adalah tanda bahwa inflasi naik, pemerintah berhutang dengan menggadaikan keringat rakyatnya mencicil KPR dan itu ditandai dengan NAHB, Housing starts dan Existing homes sales yang naik. Itu sebabnya jika banyak yang KPR, jika banyak yang hutang maka mata uangnya menguat.
Cicilan adalah tanda setia sampai mati meng-hodl mata uang yang terus inflasi dan floating loss mencicil barang yang harganya naik terus dengan mata uang yang nilainya turun terus. Jika NAHB dan Data perumahan lainnya naik maka tanda inflasi kembali naik. Sehingga kenaikan datan Perumahan memang membensini kenaikan DXY tetapi kenaikan karena hutang (Mortgage) tidak perlu dikhawatirkan alasannya hutang adalah inflasi yang tertunda.
Kira-kira begini candle hari Senin:
Selasa, 24 Juni 2025
21.00 WITA – House Price Index
Kita dapati House Price Index Tiongkok naik, membaik yang menandakan inflasi mulai naik atas berbagai macam program pemerintah mulai dari stimulus elektronik hingga kenaikan harga bensin.
Maka dikarenakan stimulus AS yang belum cair karena menunggu Undang-Undang Big Beautiful Bill yang paling lambat di setujui tangga 4 Juli 2025, saya prediksi harga rumah AS akan turun, sehingga DXY ikut turun. Disamping alasan bahwa NAHB serta Existing home sales turun, maka seharusnya harga rumah turun karena kantong inflasinya berkurang.
22.00 WITA – CB CONSUMER CONFIDENCE
Perhatikan panah merah dan hijau yang saya bandingkan, saat bulan-bulan pertama Presiden Trump di lantik, Consumer Confidence diedit naik, bulatan kuning adalah tanda bahwa angkanya diedit.
Sekarang telah dua kali terjadi bahwa Consumer Confidence diedit turun. Mau manipulasi atau ngga, ini adalah tanda bahwa secara angka, DXY tidak diperkenankan naik. Setidaknya internal pemerintah AS tidak mau DXY naik dan menambah beban defisit negara karena sebagian besar barang AS adalah impor. Jika Consumer Confidence turun dan diedit turun maka DXY turun.
01.00 WITA – M2 Supply
M2 Supply adalah jumlah uang beredar M1 yaitu uang tunai, tabungan serta semua yang dibawah 100 milyar, ditambah uang baru yang akan beredar dari deposito dan Money Market Fund ( Pasar Uang). M2 Supply berpengaruhnya pada Bitcoin 1 tahun kedepan.
Maka itu jika ingin tahun tren bulan ini apakah Bitcoin naik atau turun, melihatnya M2 Supply Mei 2024. Ini juga sebagai tanda jika M2 Supply mulai koreksi, maka Bitcoin masuk bear market. Saat ini belum ada tanda-tanda M2 Supply akan koreksi.
Kira-kira begini candle hari Selasa:
Rabu, 25 Juni 2025
22.00 WITA – New Home Sales
New Home Sales adalah data penjualan rumah baru untuk individual dan keluarga. Jika New Home Sales naik DXY naik. Jika New Home Sales turun, DXY turun. Kita punya data, NAHB turun, Housing Starts turun dan prediksi Existing home sales turun, maka prediksi saya sama New Home Sales turun.
Siluman mana yang beli rumah saat harganya setinggi-tingginya dan diprediksi Fed akan potong suku bunga? Tetapi tidak ada data yang sempurna, selalu ada ajah yang diedit, namun trendnya harus kebaca, kadang-kadang dengan logika ini pun, tergocek satu data yang tidak mengubah keadaan, misalnya NAHB turun, Housing Price turun, Housing starts turun, Existing home sales turun eh tiba-tiba New Home Sales naik.
Ada ajah keadaan itu, cara mengetahuinya kalau data itu tidak akurat adalah dengan memeriksa efeknya ke DXY, jika New Home Sales naik tapi DXY tidak naik maka data New Home Sales tidak akurat, boleh jadi di edit, atau boleh jadi kenaikannya tidak terlalu signifikan. Prediksi saya New Home sales turun, kira-kira begini candle-nya:
Kamis, 26 Juni 2025
20.30 WITA – Durable Good Order
Durable Good Order adalah data belanja masyarakat untuk pembelian barang tahan lama seperti furniture, elektronik, mesin dan juga mobil. Sayangnya didalam data Durable dimasukkan data belanja Kementrian Pertahanan sehingga bisa bias terhadap ekonomi.
Walaupun beberapa waktu ini sudah minus, saya prediksi Durable Good Order akn naik, atas alasan Belanja Kementrian Pertahan yang berhubungan dengan Perang Iran dan Israel. Perangnya memang di Iran dan Israel tetapi negara yang menyaksikannya akan terus belanja senjata Amerika demi melindungi negaranya.
Sehingga Durable Good Order akan terlihat positif, tetapi bukan karena belanja masyarakat. Jika Durable Good Order naik maka DXY naik, namun karena ini tidak bersifat secara umum, naiknya DXY adalah semu.
– GDP AS
Jika GDP naik maka inflasi naik. Inflasi memang tidak baik tetapi tidak ada pertumbuhan tanpa inflasi. Jika inflasi jelek, Deflasi lebih menghancurkan. Inflasi bulan lalu naik, saya ingin memprediksi bahwa GDP juga akan naik. Tetapi dikarenakan Core Inflasi tidak naik, maka saya prediksi GDP AS akan kembali turun. Sehingga Surat Utang akan naik akibat kekhawatiran deflasi. Jika GDP naik maka DXY naik, jika GDP turun DXY turun.
22.00 WITA – Pending Home Sales
Inilah kesaktian hoteliercrypto, NAHB turun, Housing start turun, Existing Home Sales diprediksi turun, New Home Sales diprediksi turun, tetapi Pending Home Sales akan saya prediksi naik? Why?
Tidak ada data yang sempurna, Harus ada satu atau dua gocekan. Saya hanya inverse. Maka jika Pending Home Sales naik, DXY naik. Pending Home Sales adalah rumah yang sudah dibeli dengan tanda tangan kontraknya namun belum selesai penyelesaian penjualannya, bisa jadi soal DP atau soal yang lain.
Kira-kira begini candle hari Kamis:
Jumat, 27 Juni 2025
20.30 – PCE
Personal Consumption Expenditure adalah pengaruh inflasi terhadap pengeluaran pribadi. Kalau CPI itu inflasi pada barang, harga barangnya naik, kalau PPI harga pabriknya yang naik, harga dari produsen, kalau PCE adalah seberapa besar pengeluaran pribadi terpengaruh karena inflasi naik.
Jika masyarakat mengurangi belanjanya maka artinya masyarakat perlu dibantu agar daya belinya naik. Jika masyarakat tetep belanja walau harga barang naik, maka artinya daya belinya bagus. Fed lebih cenderung memakai PCE daripada CPI untuk menggambarkan daya beli masyarakat. Masyarakat hanya dihitung seberapa besar belanjanya, bukan seberapa sulit cari uangnya.
Jika PCE naik maka DXY naik. Jika PCE turun, DXY turun. Target PCE Fed adalah 2%. Saya prediksi PCE akan turun sehingga DXY turun dan Fed lebih dekat dengan melonggarkan kebijakan moneter.
22.00 WITA – Unmich 1 Year
Univercity of Michigan inflation expectation adalah survey yang dikelurakan universitas untuk 1 tahun kedepan tentang prediksi inflasi. Minggu lalu saya salah prediksi, saya prediksi Unmich naik, tetapi actualnya turun ke 5% dari 6%+. Padahal inflasi CPI naik walau core nya turun.
Sehingga saya pikir Unmich akan kembali turun yang artinya menahan kenaikan DXY.
Ingatlah, semua karangan cerita saya ini hanyalah cocoklogi, adalah salah menjadikan cocoklogi saya sebagai acuan beli dan jual, tulisan ini saya buat semata-mata untuk menghibur diri saya yang sangkut, jika benar maka itu hanyalah sebuah kebetulan, jika salah maka sebenarnya normalnya memang salah.
Tetaplah analisa sendiri dan jangan percaya juga, kebangkrutan terjadi saat kita terlalu yakin benar 1000%. Saya tidak sekolah ekonomi apalagi kerja di Kementrian Keuangan, sehingga sudah pasti ini bukan nasehat keuangan apalagi nasehat pernikahan. Janganlah nebeng nasib dengan terus meneror saya karena saya hanya nemanin bukan nalangin.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Ternyata volume trading punya korelasi dengan pergerakan harga seperti breakout dan fakeout lho! Hal ini salah satunya terjadi karena volume perdagangan dapat mencerminkan seberapa besar partisipasi pasar di balik pergerakan harga.
Penasaran bagaimana cara menggunakan volume untuk mendeteksi pergerakan tersebut? Yuk simak pembahasan dan contoh lengkapnya dalam artikel ini!
Apa itu Breakout dan Fakeout?
Breakout adalah istilah yang digunakan saat harga suatu aset mampu menembus level resistance, dan berpotensi untuk mengalami kenaikan yang berkelanjutan.
Di sisi lain…
Fakeout merupakan istilah yang digunakan saat harga suatu aset terlihat akan menembus level resistance, namun kenaikannya tidak berkelanjutan dan berbalik arah kembali ke range level sebelumnya.
Apa Hubungan Volume Trading dengan Breakout dan Fakeout?
Volume trading bisa menjadi salah satu indikator untuk melihat apakah pergerakan harga saat suatu aset yang akan menembus level resistance, didukung oleh partisipasi pembeli atau penjual yang lebih kuat.
Contohnya seperti ini:
Breakout + volume tinggi → bisa jadi pertanda breakout karena didorong oleh partisipasi pasar, kemungkinan harga lanjut ke arah breakout jika volume beli mendominasi.
Breakout + volume kecil → bisa jadi pertanda fakeout, karena pasar belum yakin dengan pergerakan tersebut.
Perlu diingat, meskipun volume trading ini bisa jadi indikator yang bisa mendukung kamu dalam menganalisa pergerakan harga, volume harus tetap dilihat bersama konteks lain seperti struktur pasar, price action, dan sentimen secara keseluruhan ya!
Studi Kasus Volume Trading dan Breakout Bitcoin (BTC)
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, biasanya suatu aset yang ingin terlepas dari level resistensi membutuhkan dukungan volume pembelian yang lebih tinggi daripada penjualan. Contoh kasusnya bisa kamu lihat pada grafik harga Bitcoin di bawah ini.
Contoh analisa volume trading dan breakout Bitcoin (BTC) di time frame 1 hari.
Terlihat Bitcoin mengalami sideways yang cukup panjang sebelum akhirnya bisa menembus level resistance. Breakout sendiri bisa terjadi disaat volume trading harian melonjak tinggi dari volume trading harian biasanya— yakni lebih dari 2x lipat.
Volume ini menunjukan minat beli pasar yang mendukung pergerakan harga, sehingga setelahnya Bitcoin bisa menembus level resistance setelah bounce dari garis 6-SMA (Simple Moving Averages).
Studi Kasus Volume Trading dan Fakeout Bitcoin (BTC)
Fakeout atau sering juga disebut false breakout biasanya terjadi karena kurangnya minat pasar di level harga tertentu. Misalnya, pada grafik harga Bitcoin di bawah ini.
Contoh analisa volume trading dan fakout Bitcoin (BTC) di time frame 1 jam.
Grafik harga di atas merupakan pergerakan harga Bitcoin pada time frame kecil, 1 jam. Terlihat bagaimana harga Bitcoin mengalami kesulitan menembus level resistance (ditandai dengan warna oranye), karena tidak di dukung oleh partisipasi pasar—volume trading kecil, bahkan jika dibandingkan dengan volume saat pantulan harga dari level support.
Terjadi juga divergensi yang ditunjukan oleh indikator OBV (On-Balance Volume) dimana, harga terlihat naik, namun OBV menunjukan penurunan.
Breakout dari revel resistance, baru bisa terjadi setelah fakeout dan pola harga membentuk double bottom dengan dukungan kenaikan volume trading yang lebih dari 2x rata-rata trading volume pada timeframe tersebut.
Terlanjur membeli saat pergerakan harga menunjukkan fakeout? Gunakan stop-loss untuk menghindari kerugian lebih dalam— caranya, kamu bisa pakai fitur OCO atau Stop-Limit yang ada di aplikasi Tokocrypto. Cobain fiturnya 👉 di sini.
Tips Analisa Volume Trading
Gunakan Indikator Tambahan: Gabungkan analisa volume seperti batang volume trading, OBV, A/D Line atau VMA, dengan indikator lain seperti RSI, MACD, atau moving averages.
Amati Level Support dan Resistance: Pergerakan harga biasanya tidak hanya ditentukan oleh trading volume, namun juga level harga historis seperti support dan resistance.
Pantau Sentimen Pasar: Pastikan breakout didukung sentimen pasar dan bukan karena rumor atau berita tidak jelas. Pantau terus rumor terbaru dengan gabung komunitas Tokocrypto 👉 https://t.me/TokocryptoOfficial
Jadi Apakah Analisa Volume Trading Bisa Deteksi Breakout dan Fakeout?
Yap, analisa volume memang bisa membantu kamu untuk membedakan breakout dan fakeout, tapi bukan berarti bisa kamu gunakan untuk mengambil keputusan beli/jual sepenuhnya.
Selalu lakukan Do Your Own Research sebelum melakukan investasi, trading atau aktivitas jual beli kripto ya!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Di CoinGecko, IOU PI diperdagangkan di beberapa exchange: Hotcoin, Pionex, WEEX dengan volume total sekitar $1,49juta/hari.
Suara Komunitas: Optimisme & Tantangan Supply
Percakapan di Reddit menyoroti keyakinan komunitas terhadap “kejar market cap”:
“Pi Network sudah memiliki kapitalisasi pasar 10 miliar… Daftar Binance sudah dekat, hari Pi akan segera tiba. Kencangkan Pionir,” cuit salah satu akun Reddit.
Meski begitu, ada diskusi mengenai rasio supply: meski totalnya 100 miliar, supply yang baru beredar hanya sebagian—diperkirakan sekitar 7 miliar .
Analisis Teknis & Risiko
Volatilitas IOU Status sebagai IOU dan belum masuk bursa besar berarti risiko likuiditas masih tinggi .
Potensi katalis listing Banyak pengguna berharap listing di Binance, Coinbase, atau besar lain setelah Pi2Day (28 Juni). Ini bisa memacu volume dan harga lebih lanjut.
Perhatian terhadap circulating supply Pengguna mengingatkan: “supply yang dikunci tetap dianggap bagian dari circulating supply,” yang bisa menekan harga saat dirilis di pasar oleh vesting atau unstake.
Strategi & Prospek
Fokus
Strategi
Trader
Manfaatkan breakout aktivitas ke atas $0,55–0,60; pasang stop-loss di kisaran $0,48–0,50.
Investor jangka menengah
Pantau listing dan pengumuman mainnet setelah Pi2Day. Akumulasi di bawah $0,53 bisa menjadi entry strategis.
Perhatikan supply unlock
Token vesting atau supply baru yang diluncurkan bisa menyebabkan tekanan jual, jadi jangan terburu masuk saat volume naik mendadak.
Pi Network kini menunjukkan performa luar biasa: peringkat 29 dunia, kapitalisasi 4 miliar, dan harga stabil di kisaran $0,53–0,54.
Namun tetap memiliki elemen spekulatif tinggi yang berstatus IOU, supply besar mendatang, dan sensitif terhadap katalis listing. Pi2Day menjadi momen krusial yang bisa menjadi pemicu reli berikutnya.
Bagi trader dan investor, kesempatan ini menjanjikan—jika diimbangi strategi manajemen risiko dan pemantauan dekat terhadap supply on-chain dan pengumuman resmi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Menurut Cointelegraph, lebih dari 3,5 juta SOL senilai sekitar $600 juta dijadwalkan terbuka antara Juni–Agustus. Token ini berasal dari aset FTX/Alameda, yang dijual di harga sekitar $64 dan bisa meningkatkan tekanan jual.
Pembukaan token ini meningkatkan suplai di pasar dan mengurangi ekspektasi bullish jangka pendek.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 21 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
3. Memecoin di Ekosistem SOL Depresiasi
Tren turun pada meme coin seperti TRUMP dan FARTCOIN memicu tekanan pada ekosistem Solana dan volume perdagangan token ini.
MEV (Maximum Extractable Value) dan rug-pull proyek kecil menciptakan persepsi risiko, menyedot kepercayaan pengguna.
Pergerakan investor institusional tercermin dari penurunan premium futures di bawah harga spot yang menunjukkan menurunnya kepercayaan dan arus keluar modal.
Laporan CoinDesk juga mencatat “midnight sell-off” institusional SOL (~4,5 % dalam satu hari), menandakan penurunan minat institusional dalam jangka pendek.
5. Indikator On‑Chain & Teknis
Volume perdagangan dan biaya transaksi di jaringan Solana tetap tinggi yang melebihi Ethereum, tetapi ini belum cukup untuk menahan tekanan harga.
Sementara itu, futures open interest besar (~$7,5 miliar) menunjukkan ketahanan pasar, tapi ketidakpastian tetap tinggi.
Level Teknis & Skenario Pergerakan
Level
Signifikansi
$142
Support penting (Fib 0.5). Rebound kuat bisa bawa SOL ke $159–$170.
$135–$131
“Golden Pocket” – support intensif jangka menengah .
$126
Garis pertahanan terakhir; tembus ini ancam tren naik jangka menengah.
$170–$180
Area target rebound jika support bertahan dan muncul katalis (ETF, EV).
Strategi untuk Investor & Trader
Swing traders: Siapkan posisi “buy the dip” di $135–$142 dengan stop-loss di bawah $126.
Investor jangka menengah: Pertimbangkan akumulasi saat terjadi token unlock, tapi waspadai timing jual besar.
Pantau on‑chain: Data futures, volume, serta aktivasi token besar harus diikuti ketat untuk menghindari risiko besar.
Solana tiba di titik kritis. Tekanan dari unlock token besar, kerusakan reputasi akibat ekosistem rug-pull, dan penurunan minat institusional semua menekan harga.
Namun, aktivitas on‑chain yang masih solid memberi kemungkinan rebound jika support Fib di $142–$131 bertahan.
Trader dan investor disarankan untuk menunggu ada reaksi kuat dari level tersebut—karena rebound bisa jadi momentum signifikan atau sebaliknya membuka pintu terhadap koreksi lebih dalam.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar kripto terus bergolak, dan sementara Bitcoin tetap menjadi raja, mata uang digital alternatif (altcoin) mencuri perhatian dengan potensi keuntungan eksplosif.
Berikut pandangan mendalam tentang beberapa altcoin yang patut diawasi, berdasarkan analisis tren terkini dan fundamental proyek:
Siklus Halving Bitcoin: Secara historis, pasca-halving diikuti “altseason” saat modal mengalir dari BTC ke altcoin.
Kebijakan Moneter AS: Potensi pemotongan suku bunga Fed bisa memicu aliran modal ke aset berisiko tinggi seperti kripto.
Inovasi Teknis: Upgrade besar (seperti Ethereum’s “Pectra”) atau terobosan aplikasi (DeFi, RWA, AI on-chain) bisa jadi katalis.
Peringatan Penting untuk Investor
Sementara Bitcoin membuka jalan, altcoin menawarkan peluang unik bagi investor yang memahami risikonya.
Ethereum, Solana, Cardano, Polkadot, dan XRP menonjol dengan fundamental kuat dan katalis spesifik.
Pantau upgrade teknologi, perkembangan regulasi, dan sentimen pasar. Di dunia kripto yang dinamis, informasi dan kehati-hatian adalah senjata terbaik bagi para investor.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Tron menjadi pilihan dominan untuk transaksi stablecoin, yaitu ˜65% dari USDT on-chain mengalir di Tron jaringan, khususnya via Binance ($2–3 miliar per hari).
Perubahan sentimen pasar menjadikan Tron, Tether, dan Dogecoin tengah ramai dibicarakan:
Tron memperlihatkan kekuatan lewat dominasi USDT, DeFi, dan rencana institusional.
USDT tetap menjadi tulang punggung likuiditas.
Dogecoin kembali menghangat diskusi memecoin meskipun sifatnya spekulatif.
Aset lainnya seperti Nexo dan Polkadot menunjukkan bahwa sentimen juga meluas ke sektor lending, DeFi, dan stabilitas teknis menandai ekosistem kripto yang terus matang dan semakin kompleks.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Aktivitas on‑chain terbaru menunjukkan momentum tinggi dalam ekosistem Shiba Inu (SHIB).
Whale alias investor besar terus membeli, sementara tekanan dari token unlock dan investor ritel tetap menahan harga. Berikut analisis lengkapnya:
Whale Serbu 1,3 Triliun SHIB—Bisa Picu Rally 194%!
Data terkini dari Pintu dan Coingape menunjukkan bahwa whale, dompet dengan kepemilikan minimal 0,1% total supply, telah membeli 1,3 triliun SHIB dalam 24 jam terakhir untuk membentuk pola teknikal bullish: double bottom pada level $0,00001130.
Jika pola ini terbentuk solid—atau disebut “double bottom”, target kenaikan dihitung bisa mencapai $0,000033, atau potensi rally sekitar 194% dari level harga saat ini.
Namun syaratnya adalah rebound kuat dari level support serta volume beli yang tinggi.
Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Sabtu, 21 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Support utama: $0,00001130–0,00001153. Ini level di mana banyak SHIB telah dibeli whale, dan rebound dari sini akan memicu sentimen positif .
Resistance: sekitar $0,0000173—neckline pola double bottom. Jika tembus kuat, target berikut bisa mencapai $0,000033 .
Waspadai juga level penurunan ke $0,0000090 jika support gagal dipertahankan.
Momentum On‑Chain: Volume Whale & Burn Rate
Aktivitas 485.000 dompet SHIB masih merugi (out-of-money), mewakili total 940.450-triliun SHIB. Sementara hanya 462.750 dompet (milik 97,5-triliun SHIB) yang untung.
Belum lama ini, 2,87 triliun SHIB dipindahkan ke Coinbase Institutional, senilai $36 juta yang menandakan aksi jual walau tidak memicu tekanan lanjutan.
Juga diinformasikan oleh TradingView, sejumlah besar SHIB (43,8 triliun) dibeli pada harga $0,000011, sehingga menciptakan zona support yang solid.
Double Bottom: Peluang Breakout
Analisis teknikal menunjukkan bahwa SHIB sedang membentuk pola classic double bottom di zona support $0,0000113.
Alat analisis seperti ADX menunjukan tekanan bearish berkurang, membuka peluang rebound signifikan. Namun konfirmasi pola ini akan terjadi jika harga naik kembali ke atas $0,0000173 dengan volume buy tinggi, cerminan bull run yang sah.
Rekomendasi Strategi
Tujuan
Strategi
Trader Swing
Beli di range $0,0000113–$0,0000115, target kenaikan ke $0,0000173–$0,00002. Pasang stop-loss di bawah $0,0000110.
Investor Jangka Panjang
Akumulasi gradual di level support dengan target kenaikan signifikan jika pola double bottom terkonfirmasi.
Pantau Volume & Open Interest
Volume beli whale dan naiknya open interest bisa memastikan validitas pola teknikal bullish.
Manajemen Risiko
Siapkan stop-loss ketat; jika target tidak terwujud dan harga turun di bawah support kritis, pertimbangkan cut loss.
Shiba Inu kini berada di momen kritis dengan potensi rebound besar. Whale membeli 1,3 triliun token, double bottom terbentuk, dan area support $0,0000113–0,0000115 dipenuhi akumulasi massal.
Faktor on-chain ini dikombinasi dengan indikasi teknikal, dapat memicu rally hingga 194% ke $0,000033.
Namun, skenario pembalikan juga bisa terjadi jika support dipatahkan. Oleh karena itu, strategi entry, manajemen risiko, dan pemantauan volume serta aktivitas whale sangatlah penting.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.