Category Archives: Beasiswa

Ada Beasiswa Pemerintah Malaysia 2024 Nih, Cek Ya!


Jakarta

Pemerintah Malaysia membuka beasiswa kuliah S2 dan S3 bagi calon mahasiswa maupun mahasiswa on-going. Pendaftaran Malaysia International Scholarship ini dibuka sampai 30 Juni 2024.

Penerima beasiswa akan mendapat gratis biaya kuliah sepanjang durasi beasiswa dan uang saku bulanan 1.500 ringgit (sekitar Rp 5,1 juta). Untuk bisa melamar, peminat beasiswa harus memenuhi syarat umum, usia, kampus, dan prodi.

Simak syarat beasiswa kuliah di Malaysia di bawah ini sebagaimana diumumkan dalam panduan resmi MIS 2024.


Syarat Beasiswa Pemerintah Malaysia 2024

  • Warga negara mitra beasiswa, termasuk Indonesia
  • Berencana kuliah penuh waktu di jenjang S2 atau S3 (PhD) di Malaysia, atau sedang kuliah di kampus negeri Malaysia maupun beberapa kampus swasta Malaysia, minimal 2 semester yang tersisa sebelum masa studi berakhir
  • Usia maksimal 40 tahun untuk pendaftar S2 dan 45 tahun untuk pendaftar S3
  • IPK minimal 3.00 atau 2nd Class Upper (Honours) di S1 bagi pendaftar S2
  • IPK minimal 3.00 atau excellent result di prodi S2 yang berkaitan bagi pendaftar S3
  • Skor IELTS minimal 6.00, atau skort TOEFL PBT minimal 550, atau menjalani S1 dengan bahasa pengantar bahasa Inggris
  • Pendaftar Master by Research dan PhD menyertakan proposal riset minimal 1.000 kata yang relevan dengan prodi tujuan

Daftar Kampus Mitra Beasiswa MIS

1. Universiti Teknologi Malaysia (UTM)

2. Universiti Sains Malaysia (USM)

3. Universiti Putra Malaysia (UPM)

4. Universiti Malaya (UM)

5. Universiti Teknologi Mara (UiTM)

6. Universiti Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM/IIUM)

7. Universiti Utara Malaysia (UUM)

8. Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM)

9. Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM)

10. Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTEM)

11. Universiti Sains Islam Malaysia (USIM)

12. Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI)

13. Universiti Malaysia Terengganu (UMT)

14. Universiti Malaysia Sabah (UMS)

15. Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA)

16. Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS)

17. Universiti Malaysia Perlis (UNIMAP)

18. Universiti Sultan Zainal Abidin (UNISZA)

19. Universiti Pertahanan Nasional Malaysia (UPNM)

20. Universiti Malaysia Kelantan (UMK)

21. Universiti Teknologi Petronas (UTP)

22. Universiti Tenaga Nasional (UNITEN)

23. Multimedia University (MMU)

24. INCEIF University (INCEIF)

Daftar Bidang Prodi MIS 2024

  1. Pendidikan
  2. Arts and humanities
  3. Ilmu sosial, jurnalistik, dan informasi
  4. Bisnis, administrasi, dan hukum
  5. Ilmu hayati, matematika, dan statistika
  6. Teknologi komunikasi dan informasi
  7. Teknik, manufaktur, dan konstruksi
  8. Pertanian, kehutanan, perikanan, dan peternakan
  9. Kesehatan dan kesejahteraan, kecuali kedokteran, keperawatan, dan farmasi

Kriteria Seleksi Beasiswa

Pendaftar akan diseleksi berdasarkan kriteria berikut:

  • Pencapaian akademik dan kokurikuler
  • Kualitas proposal riset dan potensi kontribusinya terhadap pemajuan teknologi dan kesejahteraan masyarakat, topik riset diutamakan berkaitan dengan Malaysia
  • Keterampilan komunikasi, menulis, dan membaca yang baik dalam bahasa Inggris

Dokumen Pendaftaran Beasiswa

Siapkan dokumen berikut dalam bahasa Inggris dengan format PDF:

  1. Salinan paspor yang minimal berlaku hingga 6 bulan lagi
  2. Salinan transkrip akademik S1 bagi pendaftar S2, S1 dan S2 bagi pendaftar S2
  3. Jika data transkrip akademik tidak bersistem IPK, sertakan dokumen resmi dari kampus sebelumnya yang menerangkan sistem penilaian
  4. Salinan sertifikat IELTS/TOEFL, atau surat resmi dari kampus sebelumnya yang menerangkan bahasa pengantar bahasa Inggris
  5. Surat rekomendasi dari 2 pemberi rekomendasi
  6. Jika merupakan mahasiswa on-going di kampus mitra atau sudah diterima di kampus tersebut, sertakan admission letter
  7. CV
  8. Proposal riset bagi pendaftar program Masters by Research dan PhD

Informasi pendaftaran Beasiswa Pemerintah Malaysia 2024 lebih lanjut bisa diakses di sini. Semoga bermanfaat, detikers.

(twu/nah)



Sumber : www.detik.com

Bulan Mei-Juni Bakal Cair Sekaligus



Jakarta

Pencairan dana KJP Tahap 1 dikabarkan terlambat. Informasi disampaikan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Jakarta dalam Instagram resminya.

“Mohon maaf atas keterlambatan KJP Tahap 1 2024 yang belum cair, kami pastikan minggu kedua bulan Juni 2024 cair pada tahap pertama,” tulis pengumuman Instagram resmi Disdik Jakarta @disdikdki dikutip Senin (10/6/2024).

Dalam mengatasi hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Jakarta, Budi Awaluddin, menyatakan jika KJP yang dicairkan mencakup bulan Mei dan Juni 2024.


“⁠Rencana akan dicairkan sekaligus bulan Mei dan Juni 2024. ⁠Yang belum turun itu Mei 2024 dan Juni 2024,” ujar Budi dalam Antara dikutip Senin (10/6/2024).

Alasan KJP Plus Tahap 1 Telat Cair

Budi menuturkan distribusi pada tahap pertama 2024 telat cair karena pemerintah perlu melakukan pemadanan dan verifikasi ulang data penerima KJP Plus. Verifikasi ini termasuk domisili penerima harus di Jakarta, tidak memiliki kendaraan roda empat serta aset properti di atas Rp1 miliar.

Hal lain yang perlu diverifikasi termasuk penerima dalam Kartu Keluarga (KK) tidak berstatus sebagai PNS, TNI/Polri, anggota MPR RI/DPR RI/DPD RI/DPRD Provinsi/DPRD Kabupaten/Kota serta pegawai tetap BUMN/BUMD.

“Program ini harus tepat sasaran serta bantuan ini distribusinya harus lebih selektif kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan dan terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” katanya.

Besaran Dana KJP Plus

KJP Plus diberikan khusus untuk warga Jakarta dalam memberikan akses wajib belajar 12 tahun bagi siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu. Besaran bantuan pun beragam menyesuaikan dengan jenjang pendidikan.

Untuk SD/MI sebesar Rp 250 ribu per bulan, SMP Rp300 ribu per bulan dan SMA sebesar Rp420 ribu per bulan.

Kemudian untuk SMK Rp450 ribu dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat sebesar Rp300 ribu per bulan serta Lembaga Kursus Pelatihan (LKP) sebesar Rp1,8 juta per semester.

(nir/faz)



Sumber : www.detik.com

Hasil Seleksi Administrasi BPI Luar Negeri 2024 Diumumkan, Begini Cara Ceknya!



Jakarta

Hasil seleksi administrasi Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) luar negeri tahun 2024 diumumkan hari ini, Senin (10/6/2024). Pelamar beasiswa bisa langsung mengeceknya pada akun pendaftaran masing-masing di laman http://www.beasiswa.kemdikbud.go.id/.

Peserta yang berhasil lolos administrasi akan mengikuti tahapan selanjutnya yakni seleksi substansi atau wawancara. Informasi terkait hal ini akan diumumkan lebih lanjut melalui media sosial resmi BPI yakni @awardee_bpi.

Lalu bagaimana cara melihat hasil seleksi administrasi BPI luar negeri 2024 ini? Berikut langkah-langkahnya dikutip dari laman resmi Beasiswa Kemendikbud selengkapnya.


Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi BPI Luar Negeri 2024

Adapun cara cek hasil seleksi administrasi BPI luar negeri 2024, yakni:

1. Buka laman Beasiswa Kemendikbduristek pada tautan https://beasiswa.kemdikbud.go.id/

2. Klik menu “Pendaftaran” lalu klik “Pendaftaran Peserta”

3. Masukkan username/NIK dan password yang telah didaftarkan

4. Masukkan hasil penjumlahan Captcha yang tampil pada layar dengan benar

5. Klik “Sign In”

6. Peserta akan masuk ke dalam dashboard dan melihat hasil seleksi administrasi.

Selain melalui akun BPI, peserta pendaftar juga bisa melihat pengumuman di surel masing-masing yang digunakan saat pendaftaran. Jika dinyatakan lolos, peserta akan melanjutkan langkah ke seleksi substansi atau wawancara.

Namun jika dinyatakan tidak lolos seleksi, peserta bisa melakukan sanggah hasil keputusan ini dengan ketentuan yang sudah tertera di email masing-masing. Masa sanggah akan diberikan kurun waktu selama 3 hari dengan jadwal:

  • Masa Sanggah skema selain Beasiswa Indonesia Maju: 10-12 Juni 2024
  • Masa Sanggah skema Beasiswa Indonesia Maju: 19-21 Juni 2024.

Tips Seleksi Wawancara BPI 2024

Namun untuk detikers yang berhasil seleksi administrasi, ada beberapa tips yang bisa diperhatikan sebelum menghadapi wawancara mendatang, seperti:

1. Banyak persiapan: peserta harus tahu alasan kenapa memilih universitas dan program studi (prodi) tujuan. Tunjukan bila pilihanmu ini unggul di bidangnya.

2. Kuasai personal statement: persiapkan tentang penelitian dan hal lain yang mendukung personal statement milikmu. Untuk studi S2 dan S3 jelaskan proposal secara lugas saat proses wawancara berlangsung.

3. Tepat dan efektif: saat ditanya pewawancara jawablah secara tepat dan efektif. Jangan berbelit-belit dan terangkan semua hal penting sesuai topik yang ditanyakan. Pada proses ini kamu harus banyak berlatih sebelum wawancara dimulai.

4. Tenang: Tenangkan hati agar kamu bisa menjawab pertanyaan dengan baik serta jangan lupa banyak latihan bersama orang lain atau diri sendiri di depan cermin agar rasa percaya diri terbentuk.

Sebagai informasi BPI 2024 merupakan beasiswa pemerintah Indonesia yang terbuka dari jenjang S1, S2 dan S3. BPI terbagi menjadi dua skema yakni untuk perguruan tinggi tujuan dalam dan luar negeri.

Meskipun skema luar negeri sudah memasuki tahapan pengumuman seleksi administrasi, skema BPI dalam negeri masih membuka pendaftaran hingga 15 Juni 2024 mendatang.

Informasi tentang BPI dalam negeri bisa dilihat di sini ya detikers, yuk buruan daftar!

(det/faz)



Sumber : www.detik.com

Syarat TOEFL LPDP 2024 Lengkap S2-S3 Dalam dan Luar Negeri, Mana Paling Tinggi?


Jakarta

Beasiswa LPDP Tahap 2 bakal dibuka pada 19 Juni. Sebagai persiapan, calon awardee wajib tahu syarat TOEFL LPDP 2024.

TOEFL atau Test of English as a Foreign Language adalah ujian kemampuan bahasa Inggris bagi penutur asing. Tes ini diperlukan untuk mendaftar masuk universitas atau beasiswa ke Amerika dan negara lainnya.

Selain TOEFL, kamu juga bisa mendaftarkan sertifikat PTE Academic atau tes bahasa Inggris berbasis komputer, dan IELTS. Meski sama-sama merupakan ujian kemampuan bahasa Inggris, IELTS (International English Language Testing System) ditujukan bagi negara-negara persemakmuran, seperti Inggris dan Australia.


Tak sekedar melampirkan sertifikat TOEFL, PTE Academic, atau IELTS, pendaftar juga wajib memenuhi skor minimum. Bagaimana syarat TOEFL LPDP 2024 dan ujian kemampuan bahasa Inggris lainnya? Simak berikut ini seperti dilansir dari laman resminya.

Syarat TOEFL, PTE Academic, dan IELTS LPDP 2024

Program Magister

1. Skor Minimal Program Magister Dalam Negeri

– TOEFL ITP 500

– TOEFL iBT 61

– PTE Academic 50

– IELTS 6,0

2. Skor Minimal Program Magister Luar Negeri

– TOEFL iBT 80

– PTE Academic 58

– IELTS 6,5.

Program Doktor

1. Skor Minimal Program Doktor Dalam Negeri

– TOEFL ITP 530

– TOEFL iBT 70

– PTE Academic 50

– IELTS 6,0

2. Skor Minimal Program Doktor Luar Negeri

– TOEFL iBT 94

– PTE Academic 65

– IELTS 7,0

Dokumen Pendaftaran LPDP 2024

  1. Biodata diri
  2. Kartu tanda penduduk
  3. Ijazah S1/S2 (asli atau legalisir) atau surat keterangan lulus
  4. Surat pemberhentian sebagai mahasiswa dari perguruan tinggi bagi yang tidak menyelesaikan studi
  5. Transkrip nilai S1/S2
  6. Dokumen penyetaraan ijazah dan konversi indeks prestasi kumulatif (IPK) dari Kemendikbduristek
  7. Sertifikat bahasa asing yang dipersyaratkan dan masih berlaku (asli)
  8. Letter of acceptance (LoA) unconditional yang masih berlaku
  9. Surat rekomendasi dari tokoh masyarakat atau akademisi
  10. Surat pernyataan pada aplikasi pendaftaran saat akan melakukan submit

Jadwal LPDP 2024 Tahap 2

Pendaftaran: 19 Juni 2024

Seleksi administrasi: 22 Juli 2024

Pengumuman hasil seleksi administrasi: 9 Agustus 2024

Masa sanggah hasil seleksi administrasi: 10 Agustus 2024

Pemrosesan sanggah hasil seleksi administrasi: 12 Agustus 2024

Pengumuman hasil sanggah seleksi administrasi: 21 Agustus 2024

Seleksi bakat skolastik: 27 Agustus 2024

Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 5 September 2024

Seleksi substansi: 10 September 2024

Pengumuman hasil seleksi substansi: 7 November 2024

Itu dia syarat TOEFL LPDP 2024 baik magister atau doktor dalam dan luar negeri. Apakah skor detikers sudah sesuai?

(nir/faz)



Sumber : www.detik.com

Siap-siap, Beasiswa Indonesia – NTU Singapura Agustus 2024



Jakarta

Beasiswa Indonesia – NTU Singapore Talent Programme (INSTEP) akan dibuka pada Agustus 2024. Beasiswa ini digelar untuk program S2 Master by Coursework dan Master by Research di Nanyang Technological University (NTU), Singapura.

Beasiswa Pemerintah RI ini merupakan kerja sama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan NTU. Beasiswa INSTEP menjadi bagian kerja sama RI-Singapura bidang pendidikan, riset, dan industri.

Beasiswa INSTEP akan mendanai hingga 200 mahasiswa RI setiap tahun. Para alumnus NTU asal Indonesia diharapkan menjadi lulusan yang memahami budaya, tata kelola, dan peluang bisnis di Singapura dan Indonesia.


Beasiswa ini juga melengkapi program penelitian kolaboratif bidang perubahan iklim dan pembangun berkelanjutan, Indonesia-NTU Singapore Institute of Research for Sustainability and Innovation (INSPIRASI). Fase pertama program kerja sama Kemendikbudristek, LPDP, dan NTU tersebut akan berlangsung selama 5 tahun.

Usai upacara penandatanganan dan peluncuran beasiswa INSTEP, Kamis (6/6/2024), Kantor INSPIRASI di NTU juga secara resmi dibuka.

Sebelumnya pada April 2024, NTU dan LPDP membuka dua beasiswa pascasarjana. Beasiswa Pascasarjana LPDP-NTU dibuka untuk jenjang S3, sedangkan beasiswa LPDP-NTU Fellows MBA dibuka untuk jenjang S2 Master of Business Administration (MBA) di Nanyang Business School.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Diktiristek) Kemendikbudristek, Abdul Haris mengatakan beasiswa INSTEP merupakan investasi bagi masa depan mahasiswa RI dan Indonesia sendiri.

“Dengan membuka jalan bagi mahasiswa kita untuk melanjutkan pendidikan melalui program master, kita berinvestasi pada masa depan mereka sekaligus juga masa depan Indonesia,” katanya dalam peluncuran beasiswa, dikutip dari keterangan resminya.

“Program ini akan menjembatani keberagaman budaya, mendorong inovasi, dan semakin memperkuat upaya transfer pengetahuan serta kolaborasi pendidikan antara Indonesia dan Singapura,” sambung Haris.

Direktur Utama LPDP Andin Hadiyanto, Presiden NTU Profesor Ho Teck Hua, Mendikbudristek RI Nadiem Anwar Makarim, dan Menteri Pendidikan Singapura Chan Chun Sing hadir dalam peluncuran beasiswa INSTEP.

Andin mengatakan dukungan LPDP atas beasiswa ini diharapkan bantu memberdayakan para akademisi Indonesia untuk menjadi katalis perubahan positif, mendorong inovasi dan kemajuan di bidang masing-masing setelah para pelajar RI kembali ke Indonesia.

“Saya berharap program ini akan terus berkembang dan mendorong kolaborasi yang lebih besar antara negara kita, dengan berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia di Indonesia,” ucap Andin.

Presiden NTU Ho Teck Hua mengatakan beasiswa ini diharapkan menarik mahasiswa terbaik asal Indonesia untuk kuliah di kampusnya. Ia mencatat saat ini NTU memiliki 4.700 alumni asal Indonesia.

“Kami yakin bahwa program ini akan menghasilkan lulusan-lulusan yang beragam dan kaya budaya yang mampu bekerja di bidang yang saling menguntungkan bagi kedua negara. Mereka akan menjadi duta masa depan untuk hubungan yang lebih erat antara Indonesia dan Singapura,” ucap Ho Tech Hua.

(twu/pal)



Sumber : www.detik.com

Pendaftaran Beasiswa Doktor LPDP X UIII Dibuka, WNI dan WNA Bisa Daftar!



Jakarta

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bekerja sama dengan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) membuka beasiswa jenjang doktoral. Kali ini, beasiswa dibuka bagi Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA).

Beasiswa Kerja Sama LPDP dengan UIII telah dibuka mulai 4 Juni sampai 11 Juni 2024. Adapun empat program doktor yang tersedia, yaitu Program Doktor Studi Islam pada Fakultas Studi Islam, Program Doktor Ilmu Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Doktor Ilmu Politik pada Fakultas Ilmu Sosial, dan Program Doktor Ilmu Pendidikan pada Fakultas Ilmu Pendidikan.

Meski beasiswa ini bisa diikuti oleh WNA, mereka tetap diwajibkan untuk kembali ke negara asal setelah merampungkan studi. Sedangkan untuk lulusan WNI, wajib mengikuti ketentuan berkontribusi di Indonesia dengan periode paling singkat dua kali masa studi ditambah satu tahun (2n+1).


Tertarik mendaftar? Melansir dari laman resmi LPDP, berikut komponen beasiswa serta syarat lengkapnya.

Komponen Beasiswa LPDP x UIII 2024

1. Dana Pendidikan

Dana Pendaftaran
Dana SPP
Dana Tunjangan Buku
Dana Bantuan Penelitian Disertasi
Dana Bantuan Publikasi Jurnal Internasional, dan
Dana Bantuan Seminar Internasional

2. Dana Pendukung

Dana Transportasi, khusus untuk WNA dari negara asal ke Indonesia (pergi pulang), untuk WNI sesuai ketentuan yang berlaku di LPDP
Dana Aplikasi Visa dan/atau Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) khusus untuk WNA
Dana Asuransi Kesehatan
Dana Hidup Bulanan
Dana Kedatangan
Dana Tunjangan keluarga, dan
Dana keadaaan darurat (jika diperlukan)

Syarat Beasiswa LPDP x UIII 2024

  1. Warga Negara Indonesia (WNI) atau Warga Negara Asing (WNA)
  2. Telah menyelesaikan studi program magister (S2)
  3. Belum pernah menyelesaikan studi doktor (S3)
  4. Tidak sedang menempuh studi (on going) program magister (S2) ataupun doktor (S3)
  5. Mengunggah dokumen Letter of Admission/Acceptance (LoA) Unconditional
    dari UIII pada jenjang doktor sesuai dengan program studi tujuan yang dipilih pada laman pendaftaran.
  6. Memenuhi ketentuan batas usia pendaftar 31 Desember di tahun pendaftaran berusia paling tinggi 40 tahun.
  7. Mengunggah Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sekurang-kurangnya 3,25 pada skala 4,00 atau yang setara dibuktikan dengan transkrip nilai asli atau salinan yang telah dilegalisir. Khusus untuk pendaftar dari jenjang studi magister tanpa IPK, wajib melampirkan surat keterangan dari perguruan tinggi asal.
  8. Bagi WNI pendaftar lulusan perguruan tinggi luar negeri pada jenjang pendidikan sebelumnya, wajib melampirkan:
    -Hasil penyetaraan ijazah dan konversi IPK dari Kemendikbud atau Kemenag
    -Tangkapan layar ajuan penyetaraan ijazah dan konversi IPK bagi pendaftar yang
    penyetaraan ijazah dan/atau konversi IPKnya belum terbit.
  9. Bagi WNA pendaftar lulusan perguruan tinggi luar negeri pada jenjang studi magister yang nilai IPK belum menggunakan skala 4,00 maka wajib dikonversi melalui tautan https://www.scholaro.com/gpa-calculator/ dan hasil konversi IPK diunggah/dilampirkan bersamaan dengan ijazah dan transkrip nilai pada jenjang pendidikan sebelumnya.
  10. Mengunggah dokumen sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang diterbitkan paling lambat pada 2 (tahun terakhir dari tahun pendaftaran beasiswa oleh ETS (www.ets.org), PTE Academic (www.pearsonpte.com), atau IELTS
    (www.ielts.org)
  11. Bagi WNA yang negaranya menjadikan Bahasa Inggris sebagai bahasa resmi/English Speaking Country, dapat dikecualikan dari kewajiban mengunggah sertifikat kemampuan Bahasa Inggris.
  12. Bagi pendaftar WNI, menyetujui surat pernyataan yang telah disediakan pada aplikasi pendaftaran beasiswa LPDP
  13. Bagi pendaftar WNA mengunggah surat rekomendasi dari UIII, dan bagi pendaftar WNI mengunggah surat rekomendasi dari akademisi.
  14. Bagi pendaftar WNI yang berstatus PNS dan CPNS wajib melampirkan surat usulan sekurang-kurangnya dari pejabat setingkat eselon II yang membidangi pembinaan/pengembangan SDM pada Kementerian/Lembaga atau Pemerintah Daerah untuk mengikuti program beasiswa LPDP.

Jadwal Beasiswa LPDP x UIII 2024

Pendaftaran: 4 – 11 Juni 2024
Seleksi Administrasi: 12 – 14 Juni 2024
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 21 Juni 2024
Pengajuan Sanggah: 22 – 23 Juni 2024
Pengumuman Hasil Sanggah: 1 Juli 2024
Seleksi Substansi: 4 – 10 Juli 2024
Pengumuman Hasil Seleksi Substansi: 17 Juli 2024

(nir/nwy)



Sumber : www.detik.com

Dibuka 19 Juni, Bisakah Daftar Beasiswa LPDP Tahap II Tanpa LoA?



Jakarta

Pendaftaran beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan tahap II tahun 2024 tinggal menghitung hari, tepatnya 19 Juni mendatang. Namun, tahukah detikers daftar LPDP bisa tanpa LoA?

Bagi calon mahasiswa yang akan mendaftar LPDP untuk melanjutkan studi S2 dan S3 ini, perlu segera mempersiapkan diri, termasuk dalam memenuhi syarat letter of acceptance (LoA).

LoA merupakan bukti diterimanya seseorang sebagai calon mahasiswa di universitas terkait yang terbagi menjadi dua jenis yakni LoA Conditional dan LoA Unconditional. LoA Conditional berarti mahasiswa sudah diterima di sebuah perguruan tinggi namun belum sepenuhnya karena harus memenuhi beberapa persyaratan yang ditentukan.


Sementara LoA Unconditional adalah surat pernyataan telah diterima di sebuah perguruan tinggi tanpa syarat, sehingga calon mahasiswa hanya tinggal melakukan registrasi ulang saja.

Sampai saat ini, LPDP menerima dua jalur pendaftaran berdasarkan dua status kepemilikan LoA ini. Calon awardee yang telah menerima LoA Unconditional dapat melewatkan tahap Seleksi Bakat Skolastik.

Sehingga dari Seleksi Administrasi mereka bisa dinyatakan lolos langsung ke tahap Seleksi Substansi atau proses wawancara terakhir.

Namun bagaimana dengan yang baru menerima LoA conditional ataupun belum punya LoA? Begini penjelasannya dikutip dari laman Indonesia.go.id, Kamis (6/6/2024).

Mendaftar Beasiswa LPDP Tanpa LoA

Pada dasarnya pendaftar beasiswa LPDP yang baru memiliki LoA Conditional ataupun belum memiliki LoA tetap bisa mendaftar. Namun, ada beberapa syarat wajib yang harus dipenuhi seperti dokumen fisik ijazah dan transkrip nilai, sponsor pendanaan, dan syarat lainnya.

Meskipun penerima LoA Unconditional bisa melewati beberapa seleksi, tetap tidak ada perbedaan atau prioritas dalam menentukan kelulusan mendapatkan beasiswa LPDP.

Jika hingga seleksi akhir atau telah dinyatakan lulus dan layak menerima LPDP, peserta LoA Conditional ataupun non-LoA akan diberikan waktu selama 18 bulan untuk mencari LoA. Jangan khawatir, karena pihak LPDP juga akan membantu dengan hadirnya Letter of Sponsorship (LoS).

LoS adalah surat keterangan yang akan menyatakan adanya dukungan pendanaan dari LPDP. Sehingga calon mahasiswa bisa menambah peluang untuk diterima di kampus idaman saat mencari LoA.

Syarat Pendaftaran LPDP Tanpa LoA

Adapun syarat yang perlu dipenuhi peserta untuk mendaftar LPDP tanpa LoA, yakni:

1. Biodata Diri (Online Form)

2. Kartu Tanda Penduduk (KTP) (Unggah)

3. Scan Ijazah S1/S2 (Asli atau Legalisir) atau SKL (Surat Keterangan Lulus).

4. Surat pemberhentian sebagai mahasiswa dari Perguruan Tinggi bagi yang tidak menyelesaikan studi. (Unggah)

5. Scan Transkrip Nilai S1/S2 (bukan Transkrip Profesi) (Unggah)

6. Dokumen penyetaraan ijazah dari Kemendikbudristek/ Kementerian Agama atau tangkapan layar pengajuan penyetaraan ijazah dan konversi IPK (Unggah)

7. Dokumen konversi IPK dari Kemendikbudristek/ Kementerian Agama atau tangkapan layar pengajuan konversi IPK (Unggah)

8. Sertifikat Bahasa Asing yang dipersyaratkan dan Masih Berlaku (Asli) (Unggah)

9. Letter of Acceptance (LoA) Unconditional yang masih berlaku dan sesuai dengan Perguruan Tinggi serta Program studi yang dipilih (Unggah)

10. Surat Rekomendasi dari tokoh masyarakat atau akademisi (dapat memilih online form atau unggah)

11. Surat pernyataan pada aplikasi pendaftaran saat akan melakukan submit (poin-poin terlampir) (Online Form)

12. Surat usulan dari pejabat yang membidangi SDM untuk pendaftar PNS/TNI/POLRI sesuai ketentuan (Unggah)

13. Komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia (Online Form)

14. Proposal Penelitian 1500-2000 kata (khusus Doktor) (Online Form)

15. Publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non kejuaraan, dan pengalaman organisasi (Online Form)

Pendaftaran akan dibuka pada 19 Juni 2024 mendatang. Yuk persiapkan dirimu, detikers!

(det/faz)



Sumber : www.detik.com

Pencairan Dana KJMU Tahap 1 Tahun 2024 Paling Lambat Hari Ini



Jakarta

Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jakarta mengumumkan dana KJMU Tahap 1 Tahun 2024 paling lambat dicairkan hari ini, Kamis (27/6). Pengumuman tersebut diunggah oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan (P4OP) Disdik Jakarta dalam Instagram resminya.

“Ada info penting yang harus kamu ketahui, yaitu pencairan dana KJMU Tahap I Tahun 2024 dilaksanakan mulai tanggal 26 Juni 2024 dan paling lambat tanggal 27 Juni 2024,” tulis akun @upt.p4op, dikutip Kamis (27/6/2024).

Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) merupakan program bantuan bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu dan berdomisili serta lahir di Jakarta. Beasiswa diberikan untuk mahasiswa jenjang pendidikan D3, D4, dan S1.


Penerima beasiswa akan mendapat bantuan sebesar Rp 1,5 juta per bulan atau Rp 9 juta per semester. Dana dari KJMU bisa digunakan untuk biaya pendidikan, biaya hidup, biaya transportasi, dan keperluan kuliah lainnya.

Jumlah penerima KJMU Tahap I Tahun 2024 sebanyak 15.649 mahasiswa. Bagi penerima baru, dana baru bisa dicairkan setelah proses pembukaan rekening, cetak buku tabungan dan ATM, penyerahan buku tabungan tabungan dan ATM, serta pemindahbukuan dana ke rekening penerima oleh Bank DKI.

Syarat Beasiswa KJMU

Mahasiswa yang ingin mendapat bantuan KJMU bisa mengikuti syarat beasiswa berikut seperti dilansir dari laman resmi KJP Jakarta.

Syarat Umum

  1. Berdomisili dan memiliki Kartu Tanda Penduduk serta Kartu Keluarga (KK) Jakarta
  2. Terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan/atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Daerah
  3. Tidak menerima beasiswa/bantuan pendidikan lain yang bersumber dari APBN dan/atau APBD

Syarat Khusus

  1. Mahasiswa/calon mahasiswa telah dinyatakan lulus dari pendidikan menengah pada satuan pendidikan negeri atau swasta di DKI Jakarta paling lambat 3 tahun sebelumnya
  2. Dinyatakan lulus pada perguruan tinggi negeri (PTN) jalur reguler di bawah Kemendikbudristek atau Kemenag
  3. Lulus seleksi pada perguruan tinggi swasta jalur reguler dengan akreditasi institusi A dan program studi yang terakreditasi A di DKI Jakarta pada Bidang Prioritas sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah DKI Jakarta tahun berjalan
  4. Pengajuan paling lambat pada semester 2

(nir/twu)



Sumber : www.detik.com

Mengenal Beasiswa Quad, Kuliah Magister dan Doktor di Amerika Gratis!



Jakarta

Beasiswa Quad 2024 telah dibuka. Beasiswa dari Pemerintah Amerika Serikat (AS) bersama dengan Australia, India, dan Jepang (Quad) ini ditujukan bagi mahasiswa dari negara-negara Quad dan ASEAN khusus dalam bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika.

“Program ini mensponsori mahasiswa magister dan doktoral untuk mempelajari sains, teknologi, teknik, dan matematika di AS,” kata Wakil Presiden Eksekutif, Pengembangan Program dan Layanan Mitra di Institut Pendidikan Internasional (IIE), Jonah Kokodyniak, dalam Antara dikutip Rabu (26/6/2024).

Pada kelompok pertama, Quad akan memilih mahasiswa dari empat negara Quad: Australia, India, Jepang, dan Amerika Serikat. Kemudian, mereka memperluas cakupan geografis pada negara ASEAN.


“Kami menerima sejumlah besar lamaran dari hampir setiap negara ASEAN selama upaya ini. Ini menunjukkan tingginya permintaan di kawasan, dan negara-negara ASEAN terhadap pendidikan tinggi AS dan kolaborasi ilmiah,” kata Jonah.

Ia lebih lanjut mengatakan, IIE saat ini sedang dalam proses menyeleksi kandidat. Apabila pendaftar belum berhasil lolos atau peminat tertarik untuk memperoleh beasiswa ini, dapat mengakses informasi pendaftaran di quadfellowship.org.

“Saat ini, kami sedang menyeleksi kelompok mahasiswa kedua pada musim gugur dan dingin Tahun 2024. Dan pada 2025, kami akan menyeleksi kelompok pendaftar ketiga,” katanya.

Cakupan Beasiswa

  • Awardee Quad atau Quad Fellows akan menerima satu kali gaji sebesar USD 40.000 yang akan digunakan untuk biaya akademik.
  • Selama Fellowship, Quad Fellows akan memiliki kesempatan untuk membangun jaringan dan terlibat dalam program dengan pemikiran yang unggul di bidang STEM, pemerintahan, dan masyarakat.
  • Setelah lulus dari program Quad Fellowship, Senior Fellows akan bergabung dengan jaringan alumni untuk memajukan inovasi dan penelitian untuk dampak sosial

Syarat Beasiswa Quad

  1. Berusia minimal 18 tahun pada saat melamar
  2. Warga negara atau penduduk tetap yang sah di salah satu negara Quad – Australia, India, Jepang, atau Amerika Serikat – atau salah satu dari 10 negara ASEAN – Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, atau Vietnam
  3. Memiliki gelar sarjana atau setara di bidang STEM paling lambat Agustus 2024
  4. Memiliki catatan prestasi akademis yang unggul di tingkat sarjana
  5. Calon mahasiswa Pascasarjana: Harus sudah mendaftar ke program pascasarjana STEM yang memenuhi syarat di universitas yang berbasis di AS untuk memulai tahun akademik 2024-2025
  6. Mahasiswa Pascasarjana saat ini di universitas-universitas AS: Jika pelamar saat ini terdaftar di program Master atau PhD di AS, mereka harus terdaftar penuh waktu di program pascasarjana STEM yang memenuhi syarat untuk tahun akademik 2024-2025 penuh.
  7. Program gelar perawatan kesehatan klinis seperti doktor kedokteran atau magister keperawatan tidak bisa mendaftar

(nir/nwy)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Website KIP Kuliah Tak Bisa Diakses? Cek Penyebab dan Solusinya



Jakarta

Akhir-akhir ini banyak keluhan yang disampaikan oleh pendaftar Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah jalur seleksi mandiri. Pasalnya, website pendaftaran KIP Kuliah sedang tidak bisa diakses.

Laman resmi KIP Kuliah atau https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/ mengalami eror sejak 20 Juni 2024 lalu. Jika detikers masuk ke laman tersebut, maka akan muncul pemberitahuan adanya gangguan layanan Pusat Data Nasional (PDN).

Apa sebenarnya penyebab error pada link tersebut? Dan apakah calon mahasiswa jalur mandiri bisa tetap daftar KIP Kuliah?


Penyebab Website KIP Kuliah Tak Bisa Diakses

Dijelaskan oleh saluran Whatsapp resmi Kemendikbudristek, website KIP Kuliah saat ini tak bisa diakses karena adanya serangan lockit 3.0 ransomware oleh hacker terhadap server PDN. Serangan dilakukan sejak Kamis, 20 Juni 2024.

Selain laman KIP Kuliah, terdapat 47 domain layanan/aplikasi Kemendikbudristek di bidang pendidikan dan kebudayaan yang terdampak dan belum dapat diakses publik. Seperti Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), Beasiswa Pendidikan, dan layanan perizinan film.

“Kemendikbudristek memohon maaf atas gangguan dan ketidaknyamanan yang terjadi,” tulis unggahan saluran Kemendikbudristek.

Menyikapi hal tersebut, Kemendikbudristek telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Hingga saat ini, sudah ada beberapa layanan yang sudah dipulihkan yakni layanan Itjen, kebugaran Pusmendik, dan layanan DNS Pusdatin Kemendikbudristek.

Bagaimana Jika Belum Daftar KIP Kuliah?

Bagi detikers yang hendak mendaftar KIP Kuliah jalur mandiri perguruan tinggi negeri (PTN) atau perguruan tinggi swasta (PTS), maka hal yang bisa dilakukan saat ini adalah terus memantau informasi terkini pada kanal-kanal Unit Layanan Terpadu (ULT) Kemendikbudristek di http://ult.kemdikbud.go.id/.

Dikutip dari arsip detikEdu, masa pendaftaran KIP Kuliah 2024 untuk jalur seleksi mandiri PTN dibuka dari 7 Juni 2024 hingga 31 Oktober 2024. Sedangkan untuk jalur seleksi mandiri PTS dibuka 11 Juni – 31 Oktober 2024.

Oleh karena itu, masih ada cukup waktu bagi calon mahasiswa melakukan pendaftaran. Sembari menunggu website KIP Kuliah pulih, calon mahasiswa bisa mengetahui dulu cara daftar KIP Kuliah hingga hal-hal yang perlu dipersiapkan:

  • Pendaftaran bisa dilakukan lewat laman https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/
  • Ada empat nomor penting yang wajib ada saat melakukan pendaftaran KIP Kuliah yakni Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), dan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN)
  • Pendaftar membuat akun secara mandiri atau bisa didaftarkan juga oleh PTN atau PTS tempat mahasiswa baru diterima
  • Input nomor-nomor tadi untuk membuat akun
  • Masukkan email aktif untuk menerima informasi kode akses dan nomor pendaftaran
  • Data yang diinput kemudian akan divalidasi oleh Sistem KIP Kuliah
  • Pendaftar menyelesaikan registrasi sesuai jalur yang dipilih (mandiri PTN atau PTS)
  • Jika lolos sebagai penerima KIP Kuliah, mahasiswa harus melakukan verifikasi ke perguruan tinggi yang dipilih

Demikian penjelasan mengapa website KIP Kuliah tidak bisa diakses. Semoga laman tersebut segera pulih agar detikers bisa daftar KIP Kuliah ya!

(cyu/nah)



Sumber : www.detik.com