Category Archives: Tokocrypto

RLUSD Jadi Kunci? Masa Depan XRPL di Tangan Stablecoin Ripple

Ripple kembali memperluas strategi ekosistemnya dengan menjadi investor strategis dalam pendanaan awal (seed round) senilai $5 juta untuk t54 Labs pada 25 Februari. t54 memposisikan diri sebagai “trust layer” bagi ekonomi berbasis AI agent yang sedang berkembang.

Langkah ini bukan sekadar investasi kecil dalam proyek AI, melainkan sinyal arah strategis Ripple. Perusahaan tidak mendukung chatbot konsumen atau token bertema AI, melainkan membangun infrastruktur pembayaran, identitas, dan kontrol risiko yang memungkinkan agen otonom bertransaksi secara patuh regulasi.

Ripple sebelumnya telah menyatakan telah menggelontorkan $550 juta ke dalam ekosistem XRP Ledger (XRPL). Investasi di t54 menunjukkan fokus berikutnya: menjadikan XRPL sebagai tulang punggung pembayaran machine-to-machine (M2M).

AI Agent Butuh Pembayaran yang Tertanam dalam Workflow

Jika AI agent benar-benar menjadi pelaku ekonomi digital, membeli data, menyewa komputasi, atau membayar layanan—maka pembayaran harus terjadi langsung di dalam proses kerja (workflow), bukan setelahnya.

Di sinilah standar x402 menjadi relevan. x402 menghidupkan kembali kode HTTP 402 “Payment Required”, memungkinkan agen memanggil endpoint, menerima tantangan pembayaran, menyelesaikan pembayaran otomatis, lalu melanjutkan proses—tanpa langganan, invoice, atau rekonsiliasi manual.

Namun, standar saja tidak cukup. Infrastruktur pembayaran di belakangnya harus cepat, murah, dan yang terpenting: patuh regulasi.

Ripple melihat celah di sini. Menurut Tim Research Tokocrypto, Ripple nggak cuma kejar chatbot, tapi kejar infrastruktur ‘back-end’ ekonomi AI.

“Jika agen AI mulai menggunakan RLUSD buat beli data atau komputasi, XRPL bakal dapet lonjakan likuiditas on-ledger masif. Ini strategi jangka panjang narik XRPL jadi tulang punggung ekonomi mesin,” terangnya.

Tantangan Utama: Akuntabilitas, Bukan Sekadar Transfer Nilai

Mengirim dana lewat blockchain bukan lagi masalah besar. Tantangan sebenarnya adalah akuntabilitas.

Jika AI agent melakukan transaksi, pihak lawan transaksi—terutama institusi teregulasi—akan bertanya:

  • Siapa yang mengendalikan agent tersebut?
  • Apakah ada verifikasi identitas?
  • Bagaimana risiko dipantau?
  • Siapa yang bertanggung jawab jika terjadi kesalahan?

t54 membangun infrastruktur dengan asumsi bahwa identitas, verifikasi, kontrol risiko real-time, dan sistem kredit adalah syarat utama agar ekonomi berbasis AI dapat berkembang secara serius.

Dalam konteks ini, XRPL diposisikan bukan sekadar blockchain aplikasi AI, melainkan sebagai layer settlement yang siap digunakan institusi.

Permissioned Domains dan DEX: Infrastruktur untuk Institusi

Perkembangan XRPL belakangan ini, seperti fitur Permissioned Domains dan Permissioned DEX, menunjukkan arah yang jelas: menciptakan lingkungan terkontrol bagi pelaku yang membutuhkan allowlist, kredensial, dan akses terbatas.

Jika AI agent harus bertransaksi dengan entitas yang wajib memenuhi KYC, AML, dan screening sanksi, maka pendekatan permissioned menjadi krusial.

Di titik ini, bentuk pembayaran menjadi penentu utama.

Baca juga: Binance Resmi Integrasi RLUSD, Stablecoin Ripple Makin Ekspansif!

RLUSD Bisa Lebih Penting dari Biaya Transaksi

Dalam ekonomi machine-to-machine, volatilitas adalah masalah. AI agent yang melakukan ribuan transaksi mikro tidak dapat bergantung pada aset yang fluktuatif.

Stablecoin menjadi solusi logis.

RLUSD, stablecoin milik Ripple, memiliki suplai beredar sekitar $1,538 miliar dengan cadangan sekitar $1,610 miliar. Namun, data DeFiLlama menunjukkan stablecoin yang benar-benar beredar di XRPL sekitar $415 juta, dan RLUSD menyumbang sekitar 83% dari jumlah tersebut.

Artinya, meski RLUSD cukup besar secara total suplai, likuiditas settlement di XRPL sendiri masih relatif terbatas.

Jika AI workflow benar-benar memilih RLUSD sebagai aset kerja utama, maka permintaan likuiditas di XRPL dapat meningkat signifikan.

Menariknya, biaya dasar XRPL sangat kecil—sekitar 0,00001 XRP per transaksi dan dibakar. Dampak ekonomi terbesar bukan dari fee burn, melainkan dari peningkatan kebutuhan likuiditas stablecoin dan market making di dalam ledger.

XRPL Tidak Perlu Kuasai Seluruh Pasar AI

Saat ini, Ethereum memimpin dalam jumlah AI agent yang dideploy, disusul Base. XRPL bukan pemain dominan di sisi aplikasi AI.

Namun Ripple tampaknya tidak menargetkan dominasi penuh. Strateginya lebih sempit dan praktis: menguasai layer pembayaran dan settlement.

Jika standar seperti x402 mencapai 200 juta transaksi per tahun dan XRPL menangkap 2%, itu berarti sekitar 4 juta transaksi per tahun. Jika penetrasi naik menjadi 5% dari 1 miliar transaksi tahunan, maka XRPL dapat memproses 50 juta transaksi per tahun.

Dalam skenario lebih agresif—10 miliar transaksi tahunan dengan 5% pangsa—XRPL bisa menangani 500 juta transaksi per tahun, atau sekitar 1,37 juta transaksi per hari.

Angka tersebut cukup untuk menciptakan perubahan signifikan dalam kebutuhan likuiditas, alat kepatuhan, dan infrastruktur pengembang.

Kesimpulan: Miliaran Dolar Potensi, Tapi Bergantung pada Pilihan Agent

Potensi pembayaran machine-to-machine bernilai miliaran dolar memang terbuka. Namun, dampak riil bagi XRPL bergantung pada satu faktor kunci: apakah AI agent memilih RLUSD sebagai aset settlement utama.

Jika ya, XRPL dapat menjadi pusat clearing untuk ekonomi digital otonom. Jika tidak, peran Ripple mungkin hanya terbatas sebagai pemain pendukung dalam lanskap yang lebih luas.

Pertarungan berikutnya bukan soal hype AI, melainkan siapa yang menguasai rel pembayaran di balik layar.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Aave Tembus $1 Triliun! Raksasa DeFi Ini Kian Dominan

Protokol decentralized finance (DeFi) Aave resmi melampaui $1 triliun dalam volume pinjaman kumulatif, menjadikannya platform pertama di industri DeFi yang mencapai tonggak tersebut.

CEO Aave Labs, Stani Kulechov, menyebut pencapaian ini sebagai bukti bahwa Aave kini menjadi tulang punggung sistem pinjaman on-chain global. Ia menegaskan bahwa Aave menargetkan posisi sebagai jaringan likuiditas terbesar dan paling efisien di dunia, yang dapat diakses oleh pengembang, bank, hingga perusahaan fintech secara default.

Tonggak ini memperkuat posisi Aave sebagai pemimpin di sektor lending DeFi yang semakin berkembang.

Ekspansi ke Institusi Lewat Aave Horizon

Dikutip Cointelegraph, pertumbuhan Aave tidak lepas dari ekspansi ke sektor keuangan tradisional. Pada Agustus lalu, Aave Labs meluncurkan Aave Horizon, pasar pinjaman berbasis Ethereum yang dirancang khusus untuk institusi keuangan.

Melalui platform ini, institusi dapat meminjam stablecoin dengan jaminan aset dunia nyata (real-world assets/RWA). Beberapa nama besar seperti VanEck, WisdomTree, dan Securitize tercatat sebagai peserta awal dalam penawaran institusional tersebut.

Langkah ini menandai upaya Aave menjembatani DeFi dan TradFi, sekaligus memperluas basis pengguna di luar komunitas kripto.

Baca jjuga: BGD Labs Hengkang dari Aave DAO, Ini Intaian Risiko yang Menanti

TVL Capai $27,2 Miliar, Fee $83,3 Juta dalam 30 Hari

Saat ini, Aave mengamankan lebih dari $27,2 miliar dalam total value locked (TVL), menjadikannya salah satu protokol lending terbesar di DeFi. Pengguna dapat menyetor aset kripto untuk memperoleh bunga atau meminjam secara instan dengan jaminan kripto.

Dalam 30 hari terakhir, Aave menghasilkan lebih dari $83,3 juta dalam pendapatan biaya (fees), hampir empat kali lebih besar dibanding pesaing terdekatnya, Morpho.

Aave memimpin sejumlah platform lending lain seperti Morpho, JustLend, SparkLend, Maple, Kamin Lend, dan Compound Finance, yang masing-masing memiliki TVL di atas $1 miliar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, angka T adalah bukti dominasi mutlak Aave sebagai tulang punggung (backbone) likuiditas on-chain global.

“Meskipun ada konflik internal terkait pendanaan DAO vs Labs, performa pendapatan yang 4x lipat lebih besar dari kompetitor terdekatnya (Morpho) menunjukkan bahwa efek jaringan (network effect) Aave hampir mustahil untuk digoyang dalam waktu dekat,” jelasnya.

Visi Tokenisasi Aset Dunia Nyata

Kulechov juga menyoroti potensi tokenisasi “abundance assets” seperti energi surya, baterai penyimpanan energi, dan robotika tenaga kerja. Ia memperkirakan nilai gabungan sektor tersebut bisa mencapai $50 triliun pada 2050.

Menurutnya, tokenisasi aset-aset tersebut dapat membuka peluang likuiditas baru bagi DeFi dan memperluas utilitas protokol seperti Aave dalam sistem keuangan global.

Perdebatan Internal Soal Pendanaan Aave Labs

Di tengah pencapaian tersebut, Aave juga menghadapi dinamika internal. Komunitas Aave tengah memperdebatkan proposal DAO yang menawarkan paket pendanaan hingga $42,5 juta dalam stablecoin dan 75.000 token AAVE kepada Aave Labs.

Sebagai imbalannya, Aave Labs akan mengalihkan seluruh pendapatan dari produk bermerek Aave ke treasury DAO dalam model operasional yang didanai DAO.

Proposal ini memicu perbedaan pandangan di antara pemegang token mengenai pembagian kendali pendapatan antara Aave Labs dan organisasi otonom terdesentralisasi (DAO).

Dengan volume pinjaman yang telah menembus $1 triliun dan ekspansi institusional yang terus berkembang, Aave mempertegas posisinya sebagai pemain utama dalam lanskap DeFi—meski tantangan tata kelola internal masih menjadi bagian dari perjalanan berikutnya.

Baca Juga: Jupiter DAO Gelar Voting Net-Zero Emissions, Dampak ke Harga JUP?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Whale Diam-Diam Borong 3 Altcoin Ini Jelang Maret 2026, Sinyal Reli?

Menjelang akhir Februari, pergerakan whale kripto menunjukkan reposisi altcoin yang cukup agresif di tengah pasar yang masih dibayangi ketidakpastian. Data on-chain memperlihatkan akumulasi selektif pada tiga token utama: Uniswap (UNI), Bitcoin Cash (BCH), dan Chainlink (LINK).

Meski harga belum sepenuhnya stabil, pola teknikal dan arus dana besar mengindikasikan potensi pergerakan signifikan pada Maret 2026.

Uniswap (UNI): Akumulasi Diam-Diam di Tengah Pola Segitiga

Dilaporkan BeInCrypto, UNI naik hampir 15,5% dalam 24 jam terakhir dan sempat menyentuh $4,29 sebelum terkoreksi. Di balik volatilitas tersebut, whale justru menambah kepemilikan.

Dompet besar meningkatkan kepemilikan dari 639,06 juta menjadi 640 juta UNI hanya dalam satu hari. Dengan harga saat ini, akumulasi tersebut bernilai sekitar $1 juta.

Secara teknikal, UNI sedang bergerak dalam pola symmetrical triangle, ditandai dengan lower highs dan higher lows yang semakin menyempit. Dua percobaan breakout sebelumnya gagal ditembus, namun Smart Money Index masih berada di atas garis sinyal, menjaga peluang breakout tetap terbuka.

Jika UNI mampu ditutup di atas $4,21 pada timeframe 12 jam, peluang kenaikan ke $4,88 bahkan $5,95 terbuka. Sebaliknya, support kunci berada di $3,81.

Bitcoin Cash (BCH): Whale Tambah $50 Juta Setelah Pola Bullish Terbentuk

Bitcoin Cash mencatat akumulasi paling agresif. Wallet dengan kepemilikan 100.000 hingga 1 juta BCH meningkatkan saldo dari 4,3 juta menjadi 4,4 juta BCH—setara hampir $50 juta.

Menariknya, sebelum 25 Februari kelompok whale ini justru mengurangi kepemilikan. Akumulasi dimulai setelah terbentuknya pola inverse head-and-shoulders, yang biasanya mengindikasikan pembalikan tren.

Dalam 8 jam terakhir, BCH sempat naik sekitar 10% sebelum terkoreksi ringan. Saat ini harga mendekati neckline di sekitar $598. Jika level ini ditembus, target proyeksi teknikal mengarah ke $777.

Namun, resistance kuat masih berada di $570. Kegagalan bertahan di atas $508 akan menjadi peringatan awal, sementara penutupan di bawah $423 akan membatalkan struktur bullish sepenuhnya.

Chainlink (LINK): Breakout Terkonfirmasi, Whale Tambah $3,5 Juta

Chainlink menunjukkan perubahan sentimen yang jelas. Setelah periode distribusi sepanjang Februari, whale kembali membeli pada 26 Februari.

Kepemilikan meningkat dari 591,96 juta menjadi 592,33 juta LINK—tambahan sekitar 370.000 LINK atau senilai $3,5 juta.

Akumulasi ini terjadi setelah LINK mengonfirmasi breakout inverse head-and-shoulders di timeframe 12 jam. Artinya, pembelian dilakukan setelah sinyal teknikal valid, bukan spekulasi awal.

Harga saat ini tertahan di resistance $9,62 dan bertahan di support $9,28. Indikator Chaikin Money Flow (CMF) telah menembus garis nol sejak 20 Februari dan kini berada di 0,13, mengindikasikan arus dana institusional masuk sebelum breakout terjadi.

Jika harga menembus $9,62 dan $10,05, target berikutnya berada di sekitar $11,70. Namun, penurunan di bawah $8,04 akan melemahkan struktur bullish secara signifikan.

Apa Artinya untuk Maret 2026?

Menurut Tim Research Tokocrypto, pergerakan paus ini adalah sinyal ‘Smart Money’ yang sudah mulai mencuri start sebelum retail sadar.

“Akumulasi agresif di BCH dan LINK setelah konfirmasi pola teknikal menunjukkan bahwa investor besar lebih mementingkan bukti breakout daripada sekadar spekulasi harga murah,” analisanya.

Pergerakan whale pada UNI, BCH, dan LINK menunjukkan pendekatan yang terukur. Pada UNI, akumulasi terjadi sebelum potensi breakout. Pada BCH dan LINK, pembelian terjadi setelah pola teknikal mulai terkonfirmasi.

Meski pasar masih dibayangi ketidakpastian makro, data on-chain memperlihatkan bahwa pemegang besar mulai membangun posisi lebih awal. Apakah ini awal rotasi altcoin di bulan Maret, akan sangat bergantung pada kemampuan masing-masing token menembus level resistance kunci dalam beberapa hari ke depan.

Baca juga: Waspada! 3 Altcoin Ini Bisa Picu Likuidasi Rp50 Triliun Lebih Minggu Ini


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

WLFI Perketat Tata Kelola, Staking 180 Hari Jadi Syarat Hak Suara

Proyek decentralized finance (DeFi) World Liberty Financial (WLFI) kembali menjadi sorotan setelah mengajukan proposal sistem tata kelola (governance) baru yang dinilai akan mengubah struktur partisipasi pemegang token secara signifikan.

Menurut laporan Cryptobriefing, proposal ini mewajibkan staking token WLFI minimal 180 hari bagi pengguna yang ingin memperoleh hak suara dalam ekosistem.

Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat komitmen jangka panjang komunitas sekaligus mengurangi dominasi spekulan jangka pendek dalam proses pengambilan keputusan.

Baca Juga: WLFI Diguncang USD1, Tapi Dompet Besar Diam-Diam Borong

Staking 180 Hari Jadi Syarat Wajib Hak Suara

Dalam proposal terbaru, WLFI mengharuskan pemegang token untuk mengunci (staking) aset mereka selama setidaknya enam bulan sebelum dapat berpartisipasi dalam voting.

Artinya, hak suara kini tidak lagi sekadar didasarkan pada jumlah token yang dimiliki, tetapi juga pada durasi komitmen terhadap protokol.

Model ini mengadopsi pendekatan yang mirip dengan konsep vote-escrowed token (ve-tokenomics), di mana semakin lama token dikunci, semakin besar pengaruh tata kelola yang diperoleh.

Kebijakan ini diyakini akan mendorong stabilitas likuiditas sekaligus memperkuat fondasi jangka panjang ekosistem WLFI.

Skema Node dan Super Node: Insentif untuk Pemegang Besar

Selain aturan staking minimum, proposal ini juga memperkenalkan dua kategori partisipasi baru, yakni:

  • Node: Memerlukan kepemilikan 10 juta WLFI
  • Super Node: Memerlukan kepemilikan 50 juta WLFI

Kedua tier ini menawarkan insentif tambahan yang tidak tersedia bagi pemegang biasa.

Beberapa keuntungan eksklusif tersebut meliputi imbal hasil (yield) sebesar 2%, akses konversi 1:1 terhadap stablecoin USD1, dan akses prioritas terhadap kemitraan strategis.

Struktur bertingkat ini secara jelas memberikan privilese lebih besar kepada pemegang modal besar, termasuk kemungkinan partisipasi institusional dalam pengembangan proyek.

Upaya Kunci Likuiditas, tapi Beri Ruang Whale?

Tim Research Tokocrypto menilai pendekatan WLFI sebagai strategi agresif dalam mengunci likuiditas jangka panjang.

“WLFI mencoba mengadopsi model ve-tokenomics yang lebih ketat untuk mengunci likuiditas jangka panjang. Dengan menghubungkan hak suara dan insentif finansial (2% yield) ke partisipasi aktif, mereka berusaha mengurangi dominasi whale pasif. Namun, tier ‘Super Node’ menunjukkan adanya preferensi jelas bagi pemegang modal besar (institusional) di ekosistem ini,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan tersebut menyoroti dua sisi dari kebijakan baru ini.

Di satu sisi, sistem staking jangka panjang berpotensi mengurangi tekanan jual dan meningkatkan stabilitas harga.

Di sisi lain, pembentukan kategori Super Node dengan ambang batas sangat tinggi membuka kemungkinan konsentrasi kekuasaan di tangan segelintir investor besar.

Dampak terhadap Tokenomics WLFI

Secara tokenomics, kebijakan ini bisa membawa beberapa implikasi penting:

  1. Pengurangan suplai beredar (circulating supply) karena token terkunci selama 180 hari.
  2. Peningkatan stabilitas harga akibat berkurangnya volatilitas jangka pendek.
  3. Redistribusi kekuatan voting, dari pemegang pasif menuju mereka yang bersedia mengunci aset lebih lama.

Namun demikian, pasar kemungkinan akan mencermati bagaimana distribusi Node dan Super Node berkembang.

Jika sebagian besar terkonsentrasi pada entitas besar, sentimen komunitas ritel bisa terdampak.

Apa Artinya bagi Investor?

Bagi investor jangka panjang, proposal ini dapat dilihat sebagai sinyal keseriusan WLFI dalam membangun ekosistem berkelanjutan.

Staking 180 hari menciptakan insentif untuk komitmen jangka panjang sekaligus memberikan peluang imbal hasil tambahan.

Namun bagi trader jangka pendek, kebijakan ini berpotensi mengurangi fleksibilitas dan likuiditas token di pasar sekunder.

Ke depan, efektivitas sistem ini akan sangat bergantung pada partisipasi komunitas serta transparansi distribusi Node dan Super Node.

Baca Juga: Stablecoin USD1 Tergelincir dari $1, WLFI Sebut Upaya Sabotase

Proposal governance terbaru dari World Liberty Financial menandai perubahan signifikan dalam struktur tata kelola proyek.

Dengan mewajibkan staking 180 hari dan menghadirkan skema Node serta Super Node, WLFI berupaya mengunci likuiditas dan memperkuat komitmen jangka panjang.

Meski demikian, perhatian pasar kini tertuju pada keseimbangan antara desentralisasi dan konsentrasi kekuasaan.

Apakah model ini akan memperkuat ekosistem atau justru memperbesar dominasi investor besar?

Jawabannya akan terlihat dari respons komunitas dan implementasi kebijakan dalam beberapa bulan ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Mutuum Finance Luncurkan Protokol V1 di Sepolia

Proyek decentralized finance (DeFi) Mutuum Finance resmi merilis protokol V1 di jaringan testnet Sepolia sebagai bagian dari ekspansi menuju peluncuran mainnet.

Meski masih dalam tahap uji coba, BeInCrypto menyebut bahwa protokol lending ini telah mengantongi audit keamanan dari Halborn dan CertiK dengan skor 90/100.

Langkah ini menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan pasar, terutama di sektor DeFi yang sangat sensitif terhadap isu keamanan kontrak pintar.

Baca Juga: Komunitas ERC-8004 Gelar Agentic Brunch, Perkuat Integrasi AI dan DeFi di Ekosistem Filecoin

Audit Ganda Perkuat Kredibilitas

Mutuum V1 dirancang sebagai protokol pinjaman terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna menyetor aset kripto untuk memperoleh imbal hasil, sekaligus membuka akses pinjaman berbasis jaminan.

Sebelum melangkah ke jaringan utama, Mutuum memilih menjalankan pengujian di Sepolia untuk memastikan seluruh fitur berjalan optimal.

Audit dari Halborn dan CertiK menjadi validasi eksternal atas kualitas kode dan arsitektur keamanan protokol.

Skor 90/100 dari CertiK menempatkan Mutuum dalam kategori protokol dengan standar keamanan tinggi, sebuah nilai tambah penting di tengah maraknya eksploitasi DeFi dalam beberapa tahun terakhir.

mtTokens: Bukti Setoran yang Bisa Hasilkan Dividen

Salah satu inovasi utama dalam V1 adalah fitur mtTokens (Mutuum Tokens).

Token ini berfungsi sebagai proof of deposit yang diterbitkan ketika pengguna menyetor aset ke dalam protokol.

Menariknya, mtTokens tidak hanya merepresentasikan kepemilikan dana, tetapi juga dapat di-stake untuk memperoleh dividen dalam bentuk token MUTM.

Artinya, pengguna memiliki peluang mendapatkan dua sumber pendapatan, yakni bunga dari aktivitas lending dan dividen tambahan melalui staking mtTokens.

Model ini dirancang untuk meningkatkan retensi likuiditas sekaligus memperkuat utilitas token MUTM dalam jangka panjang.

Bug Bounty $50.000

Untuk memperkuat keamanan sebelum peluncuran mainnet, Mutuum juga meluncurkan program bug bounty dengan total hadiah hingga $50.000.

Program ini membuka kesempatan bagi komunitas keamanan global untuk menemukan dan melaporkan potensi celah dalam sistem.

Pendekatan ini menjadi praktik standar dalam industri blockchain untuk meminimalkan risiko sebelum adopsi massal.

Tim Research Tokocrypto menyoroti langkah ini sebagai strategi penguatan fondasi proyek.

“Mutuum Finance meluncurkan protokol V1 di testnet Sepolia dengan TVL simulasi mencapai 0 Juta. Protokol pinjaman ini telah diaudit oleh Halborn dan CertiK (skor 90/100). Mutuum memperkenalkan fitur mtTokens (proof of deposit) yang bisa di-stake untuk mendapatkan dividen MUTM, serta program bug bounty senilai $50.000,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Tantangan dan Prospek

Meski fondasi keamanan cukup kuat, tantangan terbesar Mutuum tetap pada fase adopsi.

Pasar lending DeFi saat ini sudah kompetitif dengan sejumlah protokol besar yang memiliki likuiditas tinggi.

Namun kombinasi audit ganda, fitur dividen mtTokens, dan program bug bounty memberikan sinyal bahwa Mutuum serius membangun ekosistem berkelanjutan dan aman.

Jika fase testnet berjalan lancar dan mendapatkan respons positif dari komunitas, Mutuum berpeluang mempercepat transisi menuju mainnet serta menarik likuiditas yang lebih besar.

Baca Juga: Dogecoin Anjlok 8%, Tapi Paus Langsung Serbu! Harga Nyaris Jebol

Peluncuran Mutuum V1 di Sepolia menandai langkah awal penting dalam perjalanan proyek ini.

Dengan audit dari Halborn dan CertiK, skor keamanan tinggi, fitur mtTokens berbasis dividen, serta program bug bounty $50.000, Mutuum mencoba memposisikan diri sebagai protokol lending DeFi yang aman dan inovatif.

Kini, perhatian pasar tertuju pada performa fase uji coba serta kesiapan menuju peluncuran penuh di jaringan utama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Foundation Rilis Roadmap Teknologi Tujuh Fork

Ethereum kembali memukau industri blockchain dengan pengumuman Strawmap, sebuah alat koordinasi jangka panjang yang dirilis oleh Ethereum Foundation.

Strawmap menetapkan rencana sekitar tujuh fork jaringan hingga tahun 2029, memberikan panduan teknis yang lebih terperinci dan terstruktur untuk evolusi protokol Ethereum selama beberapa tahun ke depan.

Menurut laporan Coincu, draft roadmap tersebut diprakarsai oleh peneliti Justin Drake dari Ethereum Foundation dan dimaksudkan sebagai alat koordinasi kolaboratif, bukan jadwal final yang kaku.

Namun, visinya jelas: menjadikan Ethereum sistem dasar untuk infrastruktur digital global yang lebih cepat, lebih aman, dan lebih privasi-aware.

Baca Juga: SSV Network Luncurkan Testnet Staking, Perkuat Infrastruktur Ethereum

Mengapa Strawmap Begitu Penting

Dalam banyak tahun terakhir, Ethereum fokus pada roadmap generik seperti Merge, Surge, atau Scourge.

Strawmap mengambil pendekatan berbeda dengan menguraikan tujuan teknis ambisius yang lebih konkret dan terukur untuk satu dekade berikutnya.

Ini mencakup lima north star goals yang menjadi pilar utama perencanaan protokol: finalitas yang jauh lebih cepat, throughput tinggi, skalabilitas rollup-centric, privasi asli, dan pertahanan terhadap ancaman quantum.

Menurut Tim Research Tokocrypto, Strawmap bukan sekadar roadmap biasa.

“Strawmap bukan sekadar roadmap teknis, tapi visi untuk menjadikan Ethereum sebagai sistem operasi global yang tak terhentikan. Fokus pada ‘post-quantum security’ menunjukkan Ethereum sedang membangun benteng pertahanan untuk dekade mendatang. Transisi ke zkEVM akan menjadikan Ethereum sebagai penyedia ‘trust’ yang paling efisien di industri,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Tujuh Fork yang Disiapkan hingga 2029

Draft ini merinci tujuh fork besar yang diproyeksikan terjadi secara berkala, kira-kira setiap enam bulan sekali, hingga akhir 2029.

Setiap fork akan menargetkan peningkatan pada bagian tertentu dari protokol, baik itu consensus, execution, maupun data availability.

Beberapa goal inti yang dibidik dalam total tujuh fork tersebut adalah:

🔹 1. Finalitas Instan dan Slot Cepat

Ethereum saat ini memiliki slot time sekitar 12 detik dan finalitas sekitar 16 menit.

Strawmap bertujuan mengurangi waktu ini secara bertahap ke level finalitas detik, mulai dari 8, 6, 4, bahkan mungkin 2 detik pada titik tertentu.

🔹 2. Throughput L1 Tinggi via zkEVM (Gigagas L1)

Dokumen memproyeksikan target lebih dari 10.000 transaksi per detik (TPS) pada layer dasar, yang dicapai melalui integrasi zk-proofs dan enkripsi zkEVM yang enshrined (terbenam langsung dalam protokol).

🔹 3. Skalabilitas Rollup Besar (Teragas L2)

Pada layer 2, Ethereum menargetkan teragas melalui data availability sampling dengan kapasitas hingga kisaran 10 juta TPS di berbagai rollup.

🔹 4. Privasi Native

Strawmap juga memasukkan dukungan untuk transfer shielded ETH secara native di layer dasar — tidak lagi bergantung pada solusi pihak ketiga atau mixer.

🔹 5. Keamanan Pasca-Quantum

Salah satu aspek terobosan adalah adopsi kriptografi tahan quantum — seperti skema hash-based — untuk mempertahankan keamanan jaringan meskipun komputer quantum semakin maju.

Alat Koordinasi Bukan Jadwal Final

Penting untuk dicatat bahwa Strawmap bersifat kerja dalam progres (work-in-progress) dan bukan roadmap formal yang dijamin seluruh langkahnya akan terjadi persis seperti direncanakan.

Ethereum Foundation menerbitkan dokumen ini sebagai peta awal untuk memfasilitasi diskusi komunitas, perencanaan teknis, serta kolaborasi lintas tim pengembang.

Struktur pengembangan akan tetap fleksibel, menerima umpan balik dari komunitas, dan diperbarui secara berkala.

Namun dengan adanya peta yang lebih jelas, para peneliti dan pengembang kini memiliki acuan yang lebih konkret dalam menyusun prioritas teknis jangka panjang.

Baca Juga: Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?

Dampak bagi Ekosistem Ethereum

Rencana jangka panjang ini menunjukkan bahwa Ethereum tidak hanya berfokus pada skalabilitas semata, tetapi juga pada evolusi fundamental yang mencakup privasi, throughput masif, dan ketahanan terhadap ancaman masa depan seperti quantum computing.

Jika semua target ini terealisasi, Ethereum berpotensi tidak hanya menjadi platform blockchain terbesar, tetapi juga trust layer utama bagi aplikasi digital global: dari DeFi dan NFT hingga AI dan kontrak otonom yang kompleks.

Bagi investor dan pengembang, Strawmap memberi harapan sekaligus kerangka kerja teknis yang bisa diikuti dan dievaluasi dalam setiap fase upgrade.

Ini bukan hanya tentang performa saat ini, tetapi tentang mempersiapkan Ethereum untuk dekade berikutnya di tengah kompetisi blockchain yang semakin ketat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi ke $67.699, Tekanan Jual

Harga Bitcoin (BTC) hari ini menunjukkan pergerakan korektif setelah raja kripto ini melemah dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Jumat (27/2), harga Bitcoin (BTC) berada di level $67.699,29 per BTC/USD, turun sekitar 1,07% dalam sehari terakhir.

Pelemahan ini terjadi di tengah volume perdagangan 24 jam yang masih cukup tinggi, mencapai $41,60 miliar, menandakan aktivitas pasar tetap aktif meski sentimen jangka pendek cenderung hati-hati.

Baca Juga: Bitcoin Koreksi Dalam, Pola 2019 Terulang: Awal Reli Baru?

Tekanan Jual Masih Terlihat dalam 24 Jam

Dalam rentang 24 jam terakhir, Bitcoin mencatatkan level terendah di $66.523,74 dan tertinggi di $68.707,59.

Rentang volatilitas ini menunjukkan adanya tarik-menarik antara buyer dan seller di area psikologis $67.000.

Secara persentase, perubahan harga 24 jam tercatat sekitar -0,93% hingga -1,07%, sementara pergerakan 1 jam terakhir relatif stabil di kisaran -0,08%. Adapun kinerja 7 hari terakhir nyaris stagnan dengan perubahan mendekati 0%.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa BTC sedang berada dalam fase konsolidasi setelah tekanan jual dalam beberapa pekan terakhir.

Koreksi Dalam 30–90 Hari Masih Dalam

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 27 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 27 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat data historis, tekanan jual jangka menengah masih cukup signifikan:

  • 30 hari: -23,98%
  • 60 hari: -24,60%
  • 90 hari: -25,37%

Dalam 30 hari terakhir saja, BTC telah terkoreksi lebih dari $21.363, mencerminkan adanya distribusi besar atau aksi ambil untung dari pelaku pasar.

Meski demikian, harga saat ini masih jauh di atas fase bear market sebelumnya, dan tetap menunjukkan struktur pasar yang lebih tinggi dibanding siklus terdahulu.

Kapitalisasi Pasar Tembus $1,35 Triliun

Dari sisi fundamental pasar, Bitcoin masih mempertahankan posisinya sebagai aset kripto nomor satu dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,35 triliun.

Beberapa data penting lainnya:

  • Volume (24 jam): $41,49–$41,60 miliar
  • Sirkulasi suplai: 20 juta BTC
  • Maksimum suplai: 21 juta BTC
  • Market dominance: 95,22% (data internal yang tersedia)
  • Fully Diluted Valuation (FDV): $1,42 triliun

Dengan suplai beredar sudah mencapai sekitar 95% dari total maksimum, dinamika harga BTC kini semakin dipengaruhi oleh permintaan pasar dibandingkan inflasi suplai baru.

Jarak dari Rekor Tertinggi

Bitcoin pernah mencatatkan rekor tertinggi (all-time high) di $126.198,07. Dengan harga saat ini di $67.699, BTC masih terkoreksi sekitar 46% dari puncaknya.

Level ini sering kali menjadi area evaluasi bagi investor jangka panjang, terutama yang mempertimbangkan strategi akumulasi bertahap (dollar cost averaging).

Level Teknis Penting BTC

Berdasarkan data harga terbaru, beberapa level kunci yang perlu diperhatikan:

  • Support kuat: $66.500
  • Support psikologis: $65.000
  • Resistance terdekat: $68.700
  • Resistance lanjutan: $70.000

Jika BTC mampu kembali menembus area $68.700 dengan volume besar, potensi rebound menuju $70.000 terbuka.

Namun, jika tekanan jual mendorong harga turun di bawah $66.500, maka risiko koreksi lanjutan menuju area $65.000 cukup terbuka.

Outlook Jangka Pendek: Konsolidasi atau Breakdown?

Pergerakan harga BTC saat ini menunjukkan fase penentuan arah (inflection point). Volatilitas relatif moderat, namun tren 30–90 hari masih menunjukkan tekanan bearish.

Faktor yang perlu dipantau investor antara lain volume breakout di atas $68.700, ketahanan support $66.500, hingga sentimen makro global dan arus masuk institusional.

Selama Bitcoin masih bertahan di atas area $65.000, struktur jangka panjang belum sepenuhnya berubah menjadi bearish ekstrem.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melejit 4,28% ke $68.206

Analisa harga BTC hari ini memperlihatkan Bitcoin berada di fase konsolidasi dengan tekanan jual ringan dalam 24 jam terakhir.

Harga saat ini di $67.699 mencerminkan koreksi jangka menengah yang masih berlangsung, meskipun kapitalisasi pasar tetap kokoh di atas $1,35 triliun.

Investor kini menanti konfirmasi arah selanjutnya: apakah BTC mampu membangun momentum untuk kembali ke $70.000, atau justru melanjutkan koreksi menuju support berikutnya.

Pergerakan beberapa hari ke depan akan menjadi kunci dalam menentukan struktur tren Bitcoin selanjutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Turun ke $0,169, Tertekan Upgrade Mainnet

Harga Pi Network (PI) tercatat melemah 0,42% dalam 24 jam terakhir ke level $0,169, sejalan dengan koreksi pasar kripto secara umum.

Pergerakan ini terjadi di tengah pelemahan Bitcoin (BTC) sebesar 0,81% ke kisaran $67.646, yang memicu sentimen risk-off di pasar aset digital.

Tidak terdapat katalis spesifik dari internal proyek Pi dalam periode ini. Penurunan harga lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal dan tekanan likuiditas yang relatif tipis.

Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok 6%, Sentimen Extreme Fear Tekan Pasar Kripto

Mengikuti Pelemahan Pasar Kripto

Koreksi harga PI mencerminkan pergerakan pasar yang lebih luas. Bitcoin gagal menembus resistance kuat di area $70.000, memicu aksi ambil untung (profit-taking).

Data analitik on-chain dari Glassnode juga menunjukkan adanya tekanan jual signifikan di area tersebut.

Akibatnya, altcoin seperti PI bergerak dengan korelasi tinggi terhadap BTC. Dalam situasi seperti ini, PI menunjukkan karakter high beta — bergerak searah dengan pasar tanpa dorongan fundamental baru.

Bagi investor, stabilitas Bitcoin di atas $67.000 menjadi faktor penting. Jika BTC mampu bertahan, maka altcoin berpotensi mendapatkan ruang untuk konsolidasi atau rebound terbatas.

Volume Turun 30%, Likuiditas Menipis

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 27 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 27 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Data terbaru menunjukkan volume perdagangan PI turun sekitar 30% menjadi $11,86 juta. Penurunan volume ini mengindikasikan rendahnya minat transaksi dalam jangka pendek.

Dalam pasar dengan likuiditas tipis, pergerakan harga cenderung lebih sensitif terhadap order besar. Artinya, fluktuasi bisa terjadi lebih cepat, baik ke atas maupun ke bawah.

Selain itu, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh rencana token unlock besar yang dijadwalkan pada 7 Maret mendatang.

Kemudian, sekitar 22 juta PI akan dirilis ke pasar. Tambahan suplai ini berpotensi meningkatkan tekanan jual jika tidak diimbangi oleh permintaan yang kuat.

Upgrade Mainnet 1 Maret Jadi Katalis Kunci

Faktor penting lainnya adalah tenggat waktu upgrade wajib untuk node Mainnet pada 1 Maret 2026.

Berdasarkan laporan dari Coinmarketcap, seluruh operator node diwajibkan melakukan pembaruan protokol sebelum batas waktu tersebut.

Upgrade jaringan sering kali menjadi momen krusial dalam menentukan sentimen komunitas.

Jika proses berjalan lancar dan tidak ada gangguan teknis, hal ini bisa memperkuat kepercayaan terhadap stabilitas jaringan.

Sebaliknya, potensi kendala teknis dapat memicu ketidakpastian tambahan.

Level Teknis Penting PI

Secara teknikal, struktur harga PI saat ini berada di area krusial:

  • Support utama: $0,16
  • Support lanjutan: $0,155
  • Resistance terdekat: $0,176

Jika harga mampu bertahan di atas $0,16, terdapat peluang untuk kembali menguji resistance di $0,176. Namun, apabila support ini ditembus, risiko penurunan menuju $0,155 menjadi terbuka.

Dengan kondisi likuiditas rendah dan suplai tambahan yang akan datang, zona $0,16 menjadi area pertahanan penting bagi bull.

Outlook Jangka Pendek: Netral Cenderung Hati-Hati

Dalam 48 jam menjelang tenggat upgrade jaringan, pasar kemungkinan akan bergerak hati-hati.

Tidak adanya katalis positif spesifik membuat PI lebih rentan terhadap dinamika pasar global. Secara keseluruhan, sentimen saat ini dapat dikategorikan sebagai cautiously neutral.

Harga bergerak dalam fase konsolidasi sempit, namun tekanan suplai dan rendahnya volume menjadi hambatan jangka pendek.

Investor disarankan untuk memantau pergerakan Bitcoin di atas atau di bawah $67.000, reaksi harga PI di area $0,16, dan perkembangan teknis pasca-upgrade Mainnet.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 3,32% ke $0,170, Masih Tertinggal dari Reli Pasar

Harga Pi Network turun tipis ke $0,169 mengikuti koreksi pasar kripto yang dipimpin Bitcoin. Penurunan volume 30% serta rencana token unlock 22 juta PI menciptakan tekanan tambahan dalam jangka pendek.

Kunci pergerakan selanjutnya ada pada pertahanan support $0,16 dan hasil upgrade Mainnet 1 Maret.

Jika level ini bertahan dan sentimen membaik, PI berpeluang rebound menuju $0,176. Namun jika tidak, potensi penurunan ke $0,155 tetap terbuka.

Pasar kini menunggu konfirmasi arah di tengah kombinasi sentimen eksternal dan dinamika internal jaringan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 26 Februari 2026: Potensi Rebound Lanjutan

Pergerakan pasar kripto hari ini, Kamis (26/2) fokus pada Bitcoin yang berhasil rebound ke area $68.000, naik lebih dari 5% setelah sentimen global membaik. Kenaikan ini dipicu keputusan AS yang tidak menaikkan tarif impor terhadap China, sehingga meredakan kekhawatiran pasar. Optimisme juga datang dari laporan laba Nvidia yang memperkuat sentimen risk-on di aset berisiko, termasuk kripto.

Seiring penguatan Bitcoin, sejumlah altcoin mencatat lonjakan signifikan. DOT memimpin dengan kenaikan 29% ke level $1,665, diikuti DENT yang naik 21% ke $0,000224 dan NEAR yang menguat 15% ke $1,161. Reli ini menunjukkan rotasi modal ke altcoin ketika BTC kembali menunjukkan momentum positif. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Potensial di Tengah Bitcoin Rebound ke $68K

  • DOT melonjak tajam 29% hari ini mencapai level $1,665.
  • DENT melesat sebesar 21% hingga menyentuh angka $0,000224.
  • NEAR catat kenaikan 15%, diperdagangkan pada harga $1,161.

Bitcoin Naik: AS Pertahankan Tarif Trump Atas China

  • Bitcoin tembus $68.000, melonjak lebih dari 5%.
  • Pemicunya, AS batal naikkan tarif impor China.
  • BTC terdorong optimisme pasar terhadap laporan laba Nvidia.

Cashback Spesial Beduk Ramadan Total Hadiah Rp 50 JUTA*

3 Altcoin Melejit Usai Raksasa Wall Street Borong Infrastruktur DeFi

  • MORPHO, UNI & JUP melonjak berkat investasi Apollo, BlackRock, serta ParaFi.
  • Apollo akuisisi saham MORPHO; BlackRock integrasikan dana $2 Miliar ke UNI; ParaFi kucurkan $35 Juta ke JUP.
  • Sinyal Wall Street kini incar infrastruktur DeFi, bukan sekadar kripto.

Meta Berencana Garap Ulang Stablecoin Lewat Mitra pada Akhir 2026

  • Jangkauan 3,2 miliar pengguna Meta mudahkan integrasi pembayaran global.
  • Solusi pihak ketiga minimalkan risiko regulasi yang hambat Libra/Diem.
  • Dompet digital Meta bakal pacu adopsi stablecoin di sektor sosial dan kreator.

Baca juga: Riset Kripto 16-19 Feb 2026: Ketidakpastian Global: Kapan Berakhir?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 27 Februari 2026: Potensi Rebound Lanjutan

Menjelang akhir pekan, pasar kripto hari ini, Jumat (27/2) kembali diwarnai lonjakan tajam pada sejumlah altcoin. DENT memimpin reli dengan kenaikan 67% ke $0,000368, disusul MIRA yang melonjak 35% ke $0,1156 dan DCR yang menguat 19% ke $34,19. Pergerakan ini menunjukkan minat spekulatif meningkat di tengah momentum pasar yang mulai membaik.

Meski demikian, perjalanan Bitcoin menuju $70.000 dinilai masih penuh tantangan. Data Glassnode menyoroti likuiditas yang relatif tipis sehingga menahan laju BTC di bawah level psikologis tersebut. Cadangan USDT yang turun sekitar $9 miliar mengindikasikan pengetatan likuiditas di pasar kripto, sementara arus keluar ETF dan minimnya partisipasi investor aktif turut membebani potensi pemulihan jangka pendek. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Potensial Menjelang Akhir Pekan

  • DENT melonjak tajam 67% hari ini mencapai level $0,000368.
  • MIRA melesat sebesar 35% hingga menyentuh angka $0,1156.
  • DCR catat kenaikan 19%, diperdagangkan pada harga $34,19.

Sinyal Glassnode: Perjalanan Bitcoin ke $70.000 Penuh Tantangan

  • Likuiditas tipis tahan laju Bitcoin di bawah $70.000.
  • Cadangan USDT turun $9 miliar, likuiditas kripto mengetat.
  • Outflow ETF dan minimnya investor aktif lemahkan pemulihan.

Spesial Ramadan, Kesempatan Dapat Total Hadiah Rp 250JUTA!*

Prediksi Ethereum & Solana Jelang Tenggat Clarity Act 1 Maret

  • Gedung Putih tetapkan batas waktu Clarity Act pada 1 Maret.
  • Kesepakatan imbalan stablecoin diharapkan segera tercapai.
  • Harga ETH & SOL berpotensi menguat pasca kesepakatan.

Ethereum Tembus $2.000: Akumulasi Investor Meningkat

  • ETH lewati $2.000 terdorong reli pasar kripto.
  • Whale borong ETH, termasuk transaksi senilai $14,5 Juta.
  • Coinbase Premium Index positif pertama kali sejak Januari.

Baca juga: Riset Kripto 16-19 Feb 2026: Ketidakpastian Global: Kapan Berakhir?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com