Category Archives: Tokocrypto

Nasib Pasar Prediksi Terpaku pada Hasil Uji Regulasi Polymarket

Platform pasar prediksi berbasis kripto, Polymarket, tengah menghadapi pertarungan hukum krusial di Amerika Serikat yang dapat menentukan masa depan industri prediction market secara nasional.

Sebagaimana dilansir dari Coincu, inti persoalan terletak pada konflik yurisdiksi antara hukum derivatif federal di bawah pengawasan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dan undang-undang perjudian di sejumlah negara bagian seperti Nevada dan Massachusetts.

Beberapa otoritas negara bagian menilai kontrak berbasis peristiwa (event contracts) yang diperdagangkan di Polymarket sebagai bentuk taruhan ilegal.

Di sisi lain, CFTC melihat kontrak tersebut sebagai instrumen derivatif yang berada dalam ranah regulasi federal.

Baca Juga: DraftKings Ekspansi ke 38 Negara Bagian, Tantang Polymarket

Derivatif atau Perjudian?

Pasar prediksi memungkinkan pengguna berspekulasi terhadap hasil suatu peristiwa, mulai dari pemilu, data ekonomi, hingga keputusan kebijakan.

Dalam model ini, kontrak dibeli berdasarkan probabilitas suatu kejadian terjadi, dan harga bergerak sesuai dinamika permintaan dan penawaran.

Masalah muncul ketika regulator negara bagian mengkategorikan kontrak tersebut sebagai aktivitas perjudian, yang tunduk pada aturan ketat dan berbeda di setiap yurisdiksi.

Jika diklasifikasikan sebagai taruhan, maka operasional platform dapat dibatasi atau bahkan dilarang di sejumlah negara bagian.

Sebaliknya, jika diklasifikasikan sebagai derivatif finansial, maka pengawasan berada di bawah kerangka hukum federal melalui CFTC, sehingga memberikan standar regulasi yang lebih seragam secara nasional.

Dampak terhadap Ekspansi Nasional

Tim Research Tokocrypto menilai hasil sengketa ini sangat menentukan arah industri pasar prediksi di AS.

“Hasil gugatan ini akan menentukan apakah pasar prediksi akan memiliki kerangka kerja tunggal yang seragam di seluruh AS atau terjebak dalam aturan yang terfragmentasi antar negara bagian. Kemenangan yurisdiksi federal sangat penting bagi platform untuk melakukan ekspansi nasional dan mengurangi biaya kepatuhan operasional,” papar Tim Research Tokocrypto.

Menurut analisis tersebut, kemenangan yurisdiksi federal akan memberikan kepastian hukum yang lebih jelas bagi pelaku industri, termasuk investor dan pengguna ritel.

Sebaliknya, jika negara bagian mempertahankan otoritasnya, maka Polymarket dan platform serupa harus menghadapi mosaik regulasi yang berbeda-beda di setiap wilayah.

Implikasi bagi Industri Kripto

Kasus ini tidak hanya berdampak pada Polymarket, tetapi juga pada industri kripto yang lebih luas.

Banyak proyek blockchain mulai mengembangkan produk berbasis event contracts dan pasar prediksi terdesentralisasi.

Jika pengadilan memutuskan bahwa kontrak acara tergolong perjudian, maka inovasi di sektor ini dapat terhambat oleh pembatasan hukum yang ketat.

Namun, jika dikategorikan sebagai produk derivatif, maka akan tercipta preseden hukum penting bagi pengembangan instrumen keuangan berbasis blockchain di masa depan.

Kepastian regulasi juga akan menentukan minat institusi terhadap sektor ini. Investor besar cenderung menghindari sektor dengan risiko hukum tinggi dan ketidakpastian yurisdiksi.

Potensi Fragmentasi Regulasi

Amerika Serikat dikenal memiliki sistem federalisme yang memberi kewenangan signifikan kepada negara bagian.

Dalam konteks pasar prediksi, hal ini berpotensi menciptakan fragmentasi regulasi, di mana suatu platform legal di satu negara bagian namun ilegal di negara bagian lain.

Fragmentasi tersebut meningkatkan biaya kepatuhan, memperumit ekspansi bisnis, dan membatasi likuiditas karena akses pengguna tidak merata secara nasional.

Sebaliknya, pengakuan otoritas CFTC akan menciptakan standar tunggal yang memudahkan pengawasan, transparansi, dan perlindungan konsumen secara konsisten di seluruh wilayah AS.

Baca Juga: Polymarket hingga Coinbase Dorong Lonjakan Pasar Prediksi Global

Menuju Titik Penentu

Pertarungan hukum ini dipandang sebagai momen penentu bagi masa depan prediction market di Amerika Serikat.

Putusan pengadilan berpotensi menjadi preseden yang akan membentuk arah regulasi industri untuk bertahun-tahun ke depan.

Bagi Polymarket, hasilnya bukan hanya soal legalitas operasional, tetapi juga tentang kemampuan untuk tumbuh secara nasional tanpa hambatan regulasi yang terpecah.

Jika yurisdiksi federal menang, pasar prediksi dapat memasuki fase ekspansi yang lebih stabil dan terstruktur.

Namun jika negara bagian mempertahankan kendali, maka lanskap industri akan tetap kompleks dan penuh tantangan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 23 Februari 2026: Bergerak Dalam Tekanan

Memasuki awal pekan terakhir Februari 2026, pasar kripto hari ini, Senin (23/2) bergerak dalam tekanan dengan volatilitas yang masih tinggi. Meski mayoritas aset terkoreksi, beberapa altcoin justru mencatat lonjakan signifikan.

Sementara itu, AGLD memimpin penguatan dengan kenaikan 49% ke level $0,365, disusul BEL yang naik 19% ke $0,111138 dan KITE yang menguat 16% hingga $0,2573. Pergerakan ini menunjukkan adanya peluang jangka pendek di tengah tren pasar yang belum sepenuhnya pulih. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Potensial di Awal Pekan Terakhir Februari 1016

  • AGLD melonjak tajam 49% hari ini hingga mencapai level $0,365.
  • BEL catat kenaikan 19% dan diperdagangkan pada harga $0,111138.
  • KITE melesat sebesar 16% hingga menyentuh angka $0,2573.

Penyebab Kripto Anjlok Awal Pekan Ini

  • Bitdeer Dumping: Seluruh hasil tambang dijual, pasokan melimpah.
  • Fear Index 14: Ketakutan ekstrem membuat trader pasif.
  • Solana & XRP Turun: Altcoin melemah tanpa rotasi pasar.

Cashback Spesial Beduk Ramadan Total Hadiah Rp 50 JUTA*

3 Altcoin yang Melawan Tren Penurunan

  • Akumulasi Bitcoin Cash: Paus beli $28 juta, target harga $800.
  • Sentimen Positif Morpho: Dukungan institusi picu potensi lonjakan besar.
  • Sinyal Bullish Decred: Pola grafik dukung kenaikan 37% saat pasar melambat.

Event Kripto Kunci Minggu Ini

  • Data Fed & Inflasi: Penentu utama arah pasar.
  • Suntikan Likuiditas: Stimulus risiko kripto jangka pendek.
  • Isu Regulasi: Pemicu volatilitas dan ketidakpastian investor.

Baca juga: Riset Kripto 16-19 Feb 2026: Ketidakpastian Global: Kapan Berakhir?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Resmi Meluncur! ETF Spot SUI Pertama Hadir dengan Fitur Staking

Dua ETF spot SUI resmi melantai di bursa pada Rabu (18/2), membuka akses baru bagi investor untuk mendapatkan eksposur langsung terhadap harga token SUI sekaligus imbal hasil dari staking. Peluncuran ini dilakukan oleh Canary Capital dan Grayscale, menandai tonggak penting bagi ekosistem Sui.

Canary Luncurkan SUIS di Nasdaq

Dilaporkan The Block, Canary Capital memperkenalkan Canary Stake SUI ETF dengan kode ticker SUIS di bursa Nasdaq. Produk ini dirancang untuk melacak harga spot SUI serta memungkinkan investor memperoleh net staking rewards melalui mekanisme proof-of-stake (PoS) milik jaringan Sui.

CEO Canary Capital, Steven McClurg, menyatakan bahwa ETF ini memberikan eksposur terhadap SUI dalam struktur terdaftar dan diperdagangkan di bursa, sekaligus membuka peluang bagi investor untuk mendapatkan imbal hasil staking secara langsung melalui instrumen ETF.

Grayscale Konversi Trust Jadi ETF

Pada hari yang sama, Grayscale juga meluncurkan ETF SUI dengan mengonversi trust yang sudah ada menjadi ETF. Produk tersebut akan diperdagangkan dengan kode GSUI di NYSE Arca.

Langkah ini memperluas pilihan investor yang ingin mendapatkan eksposur terhadap SUI melalui kendaraan investasi yang teregulasi.

Baca Juga: Sui Network Dapat Dukungan Google, Token SUI Siap Melambung Lagi?

SUI dan Posisi Pasarnya

Sui merupakan blockchain Layer 1 yang dikembangkan oleh Mysten Labs. Token SUI digunakan untuk membayar biaya transaksi, menjalankan smart contract, serta mendukung berbagai fungsi di dalam jaringan.

Saat ini, SUI menempati peringkat ke-31 berdasarkan kapitalisasi pasar dengan nilai sekitar US$3,7 miliar.

Pergerakan harga Sui (SUI/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Sui (SUI/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Sebelumnya, 21Shares telah meluncurkan ETF leveraged 2x SUI, menjadikannya produk pertama yang melacak harga SUI dalam bentuk leveraged. Peluncuran ETF spot ini semakin memperluas eksposur SUI di pasar tradisional, seiring dengan tren meningkatnya jumlah ETF kripto yang hadir dalam setahun terakhir, termasuk yang melacak DOGE, LTC, XRP, dan SOL.

Co-founder dan Chief Product Officer Mysten Labs, Adeniyi Abiodun, menyebut peluncuran ini sebagai momen penting bagi akses institusional dan ritel terhadap ekosistem Sui. Menurutnya, langkah ini membuka peluang lebih luas bagi investor yang percaya pada teknologi yang mendasari inovasi tersebut.

Menurut Tim Research Tokocrypto, peluncuran ETF SUI menandai tonggak sejarah baru bagi ekosistem Layer 1 ini dalam menarik modal institusional.

“Fitur staking yang disertakan menjadikannya produk investasi yang lebih menarik dibandingkan ETF spot biasa karena memberikan dividen on-chain, yang berpotensi mengunci suplai SUI dalam jumlah besar untuk jangka panjang,” analisanya.

Baca Juga: Harga SUI Bisa Melonjak 150%! Kolaborasi Google Cloud dan Isu ETF Jadi Katalis


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Abu Dhabi Borong ETF Bitcoin, Nilainya Kini US$803 Juta

Dana yang didukung pemerintah Abu Dhabi tercatat memiliki lebih dari US$1 miliar di ETF spot Bitcoin milik BlackRock pada akhir 2025. Namun, pelemahan harga Bitcoin sepanjang tahun ini membuat nilai kepemilikan tersebut turun menjadi sekitar US$803 juta.

Berdasarkan dokumen terbaru yang diajukan ke SEC, Mubadala Investment Company dan Al Warda Investments, yang terafiliasi dengan Abu Dhabi Investment Council, secara kolektif memegang hampir 21 juta saham iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock hingga akhir 2025.

Mubadala dan Al Warda Perbesar Kepemilikan

Pada saat pelaporan, posisi Mubadala di IBIT bernilai sekitar US$630 juta, sementara Al Warda memegang saham senilai sekitar US$408 juta. Total eksposur keduanya melampaui US$1 miliar.

Dilaporkan News Bitcoin, kuartal keempat 2025 menjadi periode ekspansi signifikan. Mubadala meningkatkan kepemilikannya dari sekitar 8,7 juta saham pada kuartal ketiga menjadi sekitar 12,7 juta saham di akhir tahun, atau bertambah hampir 4 juta saham. Al Warda juga menambah posisi dari 7,96 juta saham menjadi lebih dari 8,2 juta saham.

Langkah ini menegaskan komitmen jangka panjang dana kekayaan negara tersebut terhadap eksposur Bitcoin melalui instrumen ETF teregulasi.

Tim Research Tokocrypto melihat pencapaian angka ,1 miliar ini mengukuhkan kawasan Timur Tengah sebagai pilar likuiditas institusional utama bagi Bitcoin.

“Pengalihan modal dari sektor energi (minyak) ke aset digital strategis oleh dana kedaulatan negara memberikan jaminan fundamental yang sangat kuat terhadap eksistensi Bitcoin di pasar modal global,” ungkapnya.

Baca juga: ETF Ethereum Kembali Catat Inflow, Harga ETH Siap Bangkit?

Nilai Tergerus Seiring Koreksi Bitcoin

Meski akumulasi berlanjut, kondisi pasar berubah. IBIT tercatat turun sekitar 22,5% sejak awal tahun, seiring koreksi harga Bitcoin. Dengan harga saham terbaru di kisaran US$38,44, nilai gabungan kepemilikan Mubadala dan Al Warda kini menyusut menjadi sekitar US$803 juta.

Mubadala sendiri pertama kali menambahkan IBIT ke portofolionya pada kuartal keempat 2024, dengan eksposur awal minimal US$436 juta. Laporan terbaru menunjukkan keyakinan terhadap aset ini tetap bertahan meski volatilitas meningkat.

ETF Bitcoin AS Juga Alami Penurunan AUM

Penurunan nilai kepemilikan Abu Dhabi terjadi di tengah tekanan yang lebih luas pada ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat. Secara kolektif, aset kelolaan (AUM) ETF spot Bitcoin AS turun lebih dari US$31 miliar tahun ini, dari US$116,7 miliar menjadi sekitar US$85,5 miliar.

Bagi investor institusional jangka panjang seperti dana kekayaan negara, fluktuasi harga jangka pendek kerap dianggap bagian dari dinamika pasar. Namun, koreksi ini menyoroti ketegangan antara narasi adopsi institusional dan volatilitas tinggi yang masih melekat pada pasar kripto.

Baca Juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Whale Serbu Binance US$8,3 Miliar, Sinyal Jual Bitcoin Besar-Besaran?

Arus masuk (inflow) Bitcoin dari wallet whale ke Binance melonjak tajam dan mencapai level tertinggi sejak 2024. Data terbaru menunjukkan rata-rata pergerakan 30 hari whale ke platform tersebut kini menyentuh sekitar US$8,3 miliar, menandai perubahan signifikan dalam perilaku pemegang besar BTC.

Dilaporkan Crypto Quant, lonjakan ini terjadi saat harga Bitcoin berada di kisaran US$66.400, masih jauh di bawah level tertingginya sebelumnya. Kondisi tersebut memunculkan spekulasi bahwa peningkatan inflow dapat berkaitan dengan potensi tekanan jual di pasar.

Rata-Rata 30 Hari Sentuh Rekor Tertinggi Sejak 2024

Kenaikan tajam dalam rata-rata 30 hari inflow whale ke Binance sering diartikan sebagai indikasi kesiapan untuk menjual atau melakukan realokasi aset. Secara historis, lonjakan serupa kerap muncul pada fase transisi pasar atau periode volatilitas tinggi.

Sebelumnya, arus whale relatif stabil dalam beberapa pekan terakhir. Perubahan mendadak ini memperkuat dugaan adanya pergeseran sentimen dari investor besar.

Jika tren inflow terus meningkat, maka suplai Bitcoin yang tersedia di bursa akan bertambah, yang berpotensi memberikan tekanan turun pada harga dalam jangka pendek.

Menurut Tim Research Tokocrypto, inflow whale sebesar ,3 miliar ke Binance adalah sinyal tekanan jual potensial yang sangat masif. Meskipun bisa berarti manajemen likuiditas derivatif atau reposisi strategis, secara historis lonjakan seperti ini mendahului periode volatilitas tinggi.

“Selama arus ini terus meningkat, harga Bitcoin akan menghadapi tekanan ke bawah yang signifikan dalam jangka pendek,” analisanya.

Baca juga: UEA Diam-Diam Tambang Bitcoin Rp7 Triliun, Kantongi Profit Berapa?

Tidak Selalu Berarti Aksi Jual Massal

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski demikian, peningkatan inflow tidak selalu berarti aksi jual langsung. Dalam beberapa kasus, whale memindahkan aset ke bursa untuk kebutuhan manajemen likuiditas, penggunaan di pasar derivatif, atau reposisi strategi menjelang pergerakan besar.

Namun, secara historis, lonjakan signifikan dalam rata-rata inflow 30 hari sering kali beriringan dengan periode volatilitas yang meningkat atau perubahan struktur pasar.

Arah Selanjutnya Bergantung pada Tren Inflow

Apabila arus masuk whale mulai menurun kembali, hal tersebut bisa menjadi sinyal berakhirnya fase distribusi dan kembalinya kepercayaan pasar secara bertahap.

Sebaliknya, jika inflow terus bertambah, tekanan suplai di pasar spot dapat meningkat dan memperbesar risiko koreksi harga dalam waktu dekat.

Pergerakan whale ke Binance saat ini menjadi indikator penting yang dipantau pelaku pasar, terutama di tengah harga Bitcoin yang masih bergerak di bawah level puncaknya.

Baca juga: Hashrate Bitcoin Anjlok! Apakah Ini Pertanda Bear Market?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

UEA Diam-Diam Tambang Bitcoin Rp7 Triliun, Kantongi Profit Berapa?

Uni Emirat Arab (UEA) tercatat telah menambang Bitcoin (BTC) senilai sekitar US$454 juta atau setara lebih dari Rp7 triliun melalui mitranya, Citadel Mining. Data on-chain terbaru menunjukkan operasi tersebut kini mengantongi estimasi keuntungan belum terealisasi (unrealized profit) sekitar US$344 juta.

Berdasarkan data dari Arkham Intelligence, Royal Group, konglomerasi yang berbasis di Abu Dhabi, telah menambang total 6.782 BTC sejak Maret 2022. Pada harga saat ini, kepemilikan tersebut bernilai sekitar US$453,6 juta.

Akumulasi dari Mining, Bukan Sitaan

Dilaporkan Coin Edition, berbeda dengan sejumlah negara yang memperoleh Bitcoin dari hasil penyitaan, kepemilikan UEA sepenuhnya berasal dari aktivitas penambangan. Operasi ini dijalankan oleh Citadel Mining, yang didukung Royal Group dan diketuai oleh Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan.

Data blockchain menunjukkan aliran masuk BTC secara konsisten dari pool mining seperti Foundry Digital. Tidak ada penjualan besar yang tercatat sejak ekspansi penambangan pada akhir 2025. Arus keluar terakhir yang signifikan terjadi sekitar empat bulan lalu, mengindikasikan strategi penyimpanan jangka panjang.

Fasilitas Citadel di Abu Dhabi, yang dikembangkan bersama Phoenix Group pada 2022, memanfaatkan biaya energi yang relatif rendah untuk menambang ribuan Bitcoin.

Meski Royal Group memiliki kedekatan dengan keluarga penguasa Abu Dhabi, kepemilikan Bitcoin tersebut tidak secara resmi tercatat sebagai bagian dari sovereign wealth fund seperti Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) atau ADQ. Namun, keterkaitan tersebut membuat sejumlah analis menilai eksposur ini sebagai selaras dengan kepentingan negara.

Baca juga: Miner Jual Bitcoin Habis-Habisan: 90.000 BTC Masuk Exchange, Jadi Peluang Beli?

Eksposur Institusional Makin Besar

Selain dari aktivitas mining, UEA juga memperluas eksposur institusional terhadap Bitcoin. Mubadala Investment Company dilaporkan meningkatkan kepemilikan ETF spot Bitcoin sebesar 45%, sehingga total alokasinya mencapai sekitar US$630 juta.

Langkah ini sejalan dengan ambisi UEA untuk menjadikan Dubai dan Abu Dhabi sebagai pusat kripto yang teregulasi dan ramah inovasi. Kerangka regulasi yang terstruktur serta pembangunan infrastruktur aktif terus menarik pelaku industri blockchain global.

36.000 BTC Keluar dari Bursa, Pasokan Kian Ketat

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Strategi penahanan jangka panjang oleh UEA terjadi di tengah tren pengetatan pasokan Bitcoin di pasar. Data CryptoQuant menunjukkan lebih dari 36.000 BTC telah ditarik dari bursa sejak awal Februari. Dari jumlah tersebut, lebih dari 12.000 BTC keluar dari Binance.

Penarikan besar seperti ini biasanya dipindahkan ke cold storage, sehingga mengurangi jumlah Bitcoin yang tersedia untuk dijual dalam waktu dekat. Dalam satu hari saja, lebih dari 6.000 BTC tercatat keluar dari bursa—menjadi arus keluar harian terbesar sejak November.

Selain itu, pemegang jangka panjang juga menambah lebih dari 380.000 BTC dalam 30 hari terakhir, menunjukkan permintaan yang tetap kuat.

Konteks Pasar

Bitcoin terakhir diperdagangkan di kisaran US$66.450, turun sekitar 1,5% dalam 24 jam terakhir. Awal bulan ini, harga sempat menyentuh area US$60.000 di tengah volatilitas pasar yang lebih luas.

Dengan negara kaya energi seperti UEA memilih menambang dan menahan Bitcoin alih-alih menjualnya di bursa, serta tren penarikan BTC oleh miner dan pemegang jangka panjang, pasokan yang beredar di pasar spot berpotensi semakin terbatas. Kondisi ini dinilai dapat memperkuat posisi Bitcoin dalam ekosistem ekonomi digital global.

Menurut Tim Research Tokocrypto, UEA muncul sebagai akumulator Bitcoin strategis tingkat negara yang mengandalkan keunggulan energi murah, bukan sekadar sitaan hukum.

“Manuver ini, bersamaan dengan penarikan 36.000 BTC dari bursa global baru-baru ini, mempercepat fenomena supply shock di pasar. UEA secara sadar membangun cadangan digital sebagai bagian dari diversifikasi ekonomi pasca-minyak,” ungkapnya.

Baca juga: Hashrate Bitcoin Anjlok! Apakah Ini Pertanda Bear Market?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Humanity Protocol Luncurkan Trust Layer, Identitas On-Chain Era Digital

Proyek blockchain Humanity Protocol resmi mengumumkan peluncuran infrastruktur terbaru bernama “Trust Layer”.

Menurut laporan Coinmarketcal, Trust Layer merupakan sebuah sistem identitas on-chain yang diklaim menjadi fondasi penting bagi era digital berikutnya.

Pengumuman ini disampaikan melalui kampanye countdown masif di berbagai platform media sosial, memicu spekulasi dan diskusi luas di kalangan komunitas kripto.

Dengan pendekatan pemasaran yang agresif, Humanity Protocol tampak berupaya membangun antisipasi tinggi menjelang pengumuman resmi detail produk.

Baca Juga: Humanity Protocol Naik 175%! Era Baru Token Identitas Salip Worldcoin?

Mengenal Trust Layer

Trust Layer disebut sebagai infrastruktur identitas digital berbasis blockchain yang dirancang untuk memverifikasi dan mengelola identitas secara on-chain.

Dalam ekosistem Web3, identitas terdesentralisasi menjadi komponen penting untuk mendukung berbagai aplikasi seperti DeFi, DAO, hingga sistem voting dan akses layanan digital.

Konsep identitas on-chain sendiri bukan hal baru. Berbagai proyek sebelumnya telah mencoba menghadirkan solusi verifikasi identitas tanpa mengorbankan privasi pengguna.

Namun Humanity Protocol mengklaim bahwa Trust Layer akan menjadi komponen fundamental yang memungkinkan interoperabilitas identitas lintas aplikasi dan jaringan.

Sayangnya, hingga saat ini detail teknis spesifik mengenai arsitektur sistem, model tokenomics, maupun dampak langsung terhadap utilitas token masih belum dipaparkan secara rinci.

Strategi Marketing yang Agresif

Kampanye countdown yang dilakukan Humanity Protocol menjadi salah satu sorotan utama. Strategi ini bertujuan membangun rasa urgensi dan FOMO (fear of missing out) di kalangan investor serta komunitas.

Pendekatan pemasaran semacam ini sering kali efektif dalam menciptakan lonjakan perhatian dan volume perdagangan dalam jangka pendek.

Namun, ekspektasi tinggi juga dapat menjadi pedang bermata dua apabila produk akhir tidak memenuhi harapan pasar.

Dalam dunia kripto, fenomena “buy the rumor, sell the news” kerap terjadi sehingga harga melonjak sebelum pengumuman, lalu terkoreksi setelah detail resmi dirilis.

Potensi Spekulasi dan Risiko Sell-the-News

Tim Research Tokocrypto menilai peluncuran Trust Layer memiliki dinamika menarik dari sisi sentimen pasar.

“Peluncuran ini kental dengan nuansa pemasaran yang provokatif namun masih minim detail teknis spesifik mengenai utilitas token. Ekspektasikan spekulasi jangka pendek sebelum pengumuman resmi; namun risiko sell-the-news sangat tinggi jika produk yang diluncurkan tidak menawarkan dampak langsung pada ekonomi token,” kata Tim Research Tokocrypto.

Berdasarkan analisis tersebut, fase pra-peluncuran sangat berpotensi memicu volatilitas harga akibat spekulasi.

Namun keberlanjutan tren sangat bergantung pada apakah Trust Layer benar-benar memberikan dampak konkret terhadap permintaan token, baik melalui mekanisme staking, burn, biaya transaksi, maupun utilitas lainnya.

Tanpa integrasi langsung ke dalam model ekonomi token, hype yang tercipta bisa bersifat sementara.

Tantangan Infrastruktur Identitas On-Chain

Membangun sistem identitas digital berbasis blockchain bukan perkara mudah.

Tantangan utama meliputi privasi data pengguna, skalabilitas sistem, integrasi lintas aplikasi, hingga kepatuhan regulasi.

Jika Humanity Protocol mampu menghadirkan solusi yang aman, scalable, dan kompatibel dengan berbagai aplikasi Web3, Trust Layer berpotensi menjadi komponen penting dalam ekosistem digital masa depan.

Namun pasar kripto cenderung pragmatis: utilitas nyata dan dampak ekonomi akan lebih menentukan dibanding sekadar narasi besar.

Outlook Jangka Pendek

Dalam jangka pendek, pelaku pasar kemungkinan akan memantau dua faktor utama, yaitu detail teknis resmi saat peluncuran dan integrasi token ke dalam ekosistem Trust Layer.

Jika pengumuman resmi menyertakan mekanisme yang secara langsung meningkatkan permintaan token, sentimen bullish dapat berlanjut.

Sebaliknya, jika detail yang diumumkan kurang substansial, tekanan jual pasca-event bisa muncul. Pasalnya, volatilitas menjelang dan setelah peluncuran menjadi skenario yang sangat mungkin terjadi.

Baca Juga: Riset Kripto 16-19 Feb 2026: Ketidakpastian Global: Kapan Berakhir?

Peluncuran Trust Layer oleh Humanity Protocol menjadi salah satu agenda penting yang patut diperhatikan komunitas kripto.

Dengan narasi identitas on-chain yang semakin relevan di era Web3, proyek ini mencoba menempatkan diri sebagai fondasi infrastruktur digital masa depan.

Namun, seperti banyak proyek kripto lainnya, keberhasilan jangka panjang akan sangat ditentukan oleh implementasi teknis dan dampak langsung terhadap ekonomi token.

Investor dan trader disarankan untuk mencermati detail resmi yang akan diumumkan serta mengantisipasi potensi volatilitas tinggi dalam periode sekitar peluncuran.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Zora Luncurkan Fitur Baru di Solana: Perdagangkan Popularitas Internet

Platform Web3 Zora resmi memperluas ekspansinya dengan meluncurkan produk baru bertajuk attention markets di jaringan Solana.

Inovasi ini memungkinkan pengguna memperdagangkan tren internet dan budaya digital, mulai dari hashtag viral hingga narasi yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial.

Sebagaimana dilansir dari Coindesk pada Sabtu (22/2), langkah ini menandai pergeseran strategis Zora yang sebelumnya dikenal fokus pada NFT di jaringan Base.

Kini, Zora memasuki ranah spekulasi berbasis atensi (attention economy) dengan memanfaatkan kecepatan tinggi dan biaya transaksi rendah Solana.

Baca Juga: Solana di Persimpangan: Tembus US$87 atau Jatuh ke US$73?

Lebih Dekat dengan Attention Markets

Attention markets adalah konsep pasar berbasis blockchain yang memungkinkan pengguna berspekulasi atau memperdagangkan nilai dari sebuah tren digital.

Alih-alih membeli NFT atau token tradisional, pengguna dapat mengambil posisi terhadap topik viral atau fenomena budaya internet tertentu.

Konsep ini memiliki kemiripan dengan platform prediksi seperti Polymarket, namun berfokus pada dinamika budaya dan buzz media sosial, bukan pada hasil peristiwa politik atau ekonomi.

Dengan infrastruktur Solana yang dikenal cepat dan murah, Zora tampaknya ingin memastikan pengalaman perdagangan tren dapat dilakukan secara real-time tanpa hambatan biaya tinggi.

Monetisasi Atensi di Era Web3

Model attention markets mencerminkan evolusi ekonomi digital, di mana “atensi” menjadi komoditas yang dapat diukur dan diperdagangkan.

Dalam ekosistem Web2, perusahaan media sosial telah lama memonetisasi atensi melalui iklan. Zora mencoba membawa model ini ke Web3 dengan pendekatan terdesentralisasi.

Tim Research Tokocrypto melihat inisiatif ini sebagai langkah ambisius, namun juga penuh tantangan.

“Inisiatif ini adalah upaya untuk memonetisasi ‘atensi’ secara langsung, mirip dengan konsep Polymarket namun berbasis tren budaya. Meskipun menarik minat awal, likuiditas masih menjadi tantangan besar. Kepindahan ini juga memicu kontroversi di komunitas Base yang merasa Zora ‘mengekstrak’ nilai sebelum beralih ke Solana,” tutur Tim Research Tokocrypto.

Menurut analisis tersebut, keberhasilan attention markets sangat bergantung pada likuiditas yang memadai.

Tanpa partisipasi aktif dan volume perdagangan yang cukup, pasar tren bisa menjadi dangkal dan rentan volatilitas ekstrem.

Kontroversi di Komunitas Base

Perpindahan Zora ke Solana juga memicu reaksi di komunitas Base. Sebelumnya, Zora dikenal sebagai salah satu proyek NFT yang cukup aktif di jaringan layer-2 tersebut.

Sebagian anggota komunitas menilai langkah ini sebagai bentuk “ekstraksi nilai” sebelum berpindah ekosistem.

Isu loyalitas proyek terhadap jaringan tertentu memang kerap menjadi perdebatan dalam industri blockchain yang semakin kompetitif.

Namun dari perspektif bisnis, ekspansi lintas jaringan bukanlah hal baru.

Banyak proyek Web3 memilih pendekatan multi-chain untuk menjangkau basis pengguna yang lebih luas dan memanfaatkan keunggulan teknis masing-masing jaringan.

Tantangan Likuiditas dan Adopsi

Seperti banyak produk kripto inovatif lainnya, attention markets menghadapi tantangan utama berupa likuiditas awal yang terbatas.

Hal lainnya yang perlu dipertimbangkan mencakup risiko manipulasi tren, ketergantungan pada dinamika media sosial, hingga volatilitas tinggi akibat spekulasi jangka pendek.

Jika volume perdagangan tidak cukup besar, spread harga bisa melebar dan mengurangi daya tarik bagi trader.

Selain itu, tren internet sering kali bersifat sangat cepat dan tidak dapat diprediksi. Nilai sebuah narasi viral bisa melonjak dalam hitungan jam, lalu menghilang dalam waktu singkat.

Baca Juga: Solana Rebound 12%, Tapi Sinyal Ini Bisa Seret SOL ke $70

Eksperimen Berisiko Tinggi

Peluncuran attention markets mencerminkan eksperimen baru dalam monetisasi budaya digital.

Jika berhasil, model ini bisa membuka kategori pasar baru di Web3 yang menggabungkan media sosial, spekulasi, dan blockchain.

Namun risiko tetap tinggi. Tanpa utilitas berkelanjutan dan likuiditas stabil, perhatian awal dapat memudar seiring waktu.

Bagi Zora, langkah ini menunjukkan ambisi untuk berevolusi dari platform NFT menjadi infrastruktur pasar budaya digital.

Bagi investor dan pengguna, perhatian kini tertuju pada seberapa cepat adopsi terjadi dan apakah model ini mampu bertahan dalam jangka panjang.

Satu hal yang pasti: di era ekonomi atensi, tren bukan lagi sekadar viral kini bisa menjadi aset yang diperdagangkan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Moonwell mengajukan proposal tata kelola terbaru ke Standar Chainlink

Protokol lending DeFi Moonwell mengajukan proposal tata kelola terbaru bertajuk MIP-B57.

Seperti dilansir Coinmarketcal, pengajuan proposal ini bertujuan mengembalikan oracle harga pasar cbETH di jaringan Base dari model OEV wrapper kembali ke model harga standar berbasis Chainlink-composite.

Selain perubahan teknis tersebut, proposal ini juga membuka ruang diskusi dan masukan komunitas terkait langkah remediasi bagi pengguna yang terdampak oleh isu oracle sebelumnya.

Langkah ini dinilai sebagai upaya pemulihan kepercayaan dan penguatan manajemen risiko di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan protokol DeFi.

Baca Juga: API3 Dorong Inovasi Oracle Terdesentralisasi, Harga Naik 56,98%

Latar Belakang Perubahan Oracle

Oracle merupakan komponen krusial dalam protokol lending karena menentukan harga aset yang digunakan sebagai jaminan (collateral).

Ketidakakuratan atau gangguan pada sistem oracle dapat berdampak pada likuidasi yang tidak semestinya atau risiko solvabilitas protokol.

Sebelumnya, Moonwell menggunakan model OEV (Oracle Extractable Value) wrapper untuk pasar cbETH di Base.

Model ini dirancang untuk mengoptimalkan efisiensi nilai oracle, namun memunculkan kekhawatiran terkait stabilitas harga dan potensi anomali data.

Melalui MIP-B57, Moonwell mengusulkan untuk kembali menggunakan model harga standar Chainlink-composite yang lebih konservatif dan telah teruji luas di berbagai protokol DeFi.

Fokus pada Keamanan dan Stabilitas

Kembalinya Moonwell ke standar Chainlink menunjukkan pendekatan yang lebih berhati-hati dalam pengelolaan risiko harga.

Tim Research Tokocrypto menilai proposal ini sebagai langkah strategis dalam menjaga integritas protokol.

“Ini adalah langkah manajemen risiko teknis untuk memulihkan kepercayaan pengguna setelah adanya kekhawatiran terkait stabilitas harga oracle. Meskipun tidak memperluas fitur produk secara langsung, langkah kembali ke standar Chainlink menunjukkan prioritas Moonwell pada keamanan dan akurasi data di ekosistem Base,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Menurut analisis tersebut, keputusan ini mungkin tidak menambah fitur baru atau meningkatkan yield secara langsung, namun memiliki dampak signifikan terhadap persepsi keamanan protokol.

Dampak bagi Pengguna cbETH

Aset cbETH sendiri merupakan token staking Ethereum yang diperdagangkan dan digunakan sebagai collateral di berbagai platform DeFi.

Di jaringan Base, stabilitas harga oracle sangat penting untuk menjaga rasio jaminan dan mencegah likuidasi tak terduga.

Dengan kembali ke model Chainlink-composite, Moonwell berharap dapat meminimalkan volatilitas harga yang bersumber dari mekanisme oracle, serta memberikan kepastian lebih besar bagi pengguna yang meminjam atau menyediakan likuiditas.

Selain itu, proposal MIP-B57 juga mencakup pengumpulan masukan komunitas terkait langkah remediasi.

Hal ini menunjukkan komitmen tata kelola terbuka dan partisipatif dalam menangani potensi dampak insiden sebelumnya.

Signifikansi di Ekosistem Base

Jaringan Base sebagai layer-2 Ethereum semakin berkembang dengan bertambahnya aplikasi DeFi.

Stabilitas infrastruktur oracle menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga kepercayaan pengguna terhadap ekosistem tersebut.

Keputusan Moonwell untuk kembali ke standar Chainlink dapat dilihat sebagai sinyal bahwa protokol memprioritaskan keamanan dibanding eksperimen teknis yang berpotensi meningkatkan kompleksitas risiko.

Dalam industri DeFi, reputasi keamanan sering kali menjadi faktor pembeda utama antar protokol, terutama setelah berbagai insiden eksploitasi dan manipulasi oracle yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Outlook Tata Kelola dan Kepercayaan

Proposal MIP-B57 kini berada dalam tahap pemungutan suara komunitas. Hasil voting akan menentukan arah kebijakan oracle Moonwell ke depan.

Jika disetujui, langkah ini dapat memperkuat posisi Moonwell sebagai protokol lending yang mengedepankan keamanan dan transparansi.

Meski tidak berdampak langsung pada ekspansi produk atau peningkatan pendapatan, stabilitas sistem harga menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan jangka panjang.

Bagi investor dan pengguna, sinyal kehati-hatian ini dapat membantu memulihkan kepercayaan dan mengurangi kekhawatiran terhadap risiko teknis.

Baca Juga: Ondo x Chainlink Buka Era Baru, Token Saham AS Bisa Jadi Jaminan

Proposal MIP-B57 menegaskan bahwa dalam DeFi, keamanan dan akurasi data sering kali lebih penting daripada inovasi agresif.

Dengan kembali ke model harga standar Chainlink-composite untuk pasar cbETH di Base, Moonwell memilih pendekatan defensif demi menjaga stabilitas protokol.

Keputusan akhir kini berada di tangan komunitas. Namun satu hal yang jelas: dalam ekosistem yang sangat bergantung pada data real-time, kualitas oracle dapat menentukan keberlangsungan sebuah protokol.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Naik ke $68.048, Rebound Tipis

Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat di level $68.048,60 per BTC, naik sekitar 0,62% dalam 24 jam terakhir menurut laporan Tokocrypto pada Minggu (23/2).

Penguatan ini menunjukkan adanya upaya rebound jangka pendek, meskipun dalam timeframe mingguan dan bulanan Bitcoin masih berada dalam tekanan korektif.

Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini mencapai sekitar $1,36 triliun, mempertahankan posisinya sebagai aset kripto paling dominan di dunia dengan peringkat pertama berdasarkan market cap.

Volume perdagangan 24 jam tercatat sebesar $17,78 miliar, menunjukkan likuiditas yang tetap solid meski tidak setinggi fase volatilitas ekstrem.

Baca Juga: Miner Jual Bitcoin Habis-Habisan: 90.000 BTC Masuk Exchange, Jadi Peluang Beli?

Pergerakan Harga 24 Jam Terakhir

Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak dalam rentang harga terendah $67.582,99 dan tertinggi di level $68.657,70.

Kenaikan harian sebesar $418,13 mencerminkan tekanan beli moderat setelah sebelumnya harga sempat melemah.

Perubahan harga dalam satu jam terakhir tercatat +0,17%, mengindikasikan momentum intraday yang relatif stabil.

Level $67.500 kini menjadi support jangka pendek yang cukup krusial.

Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, potensi uji ulang resistance di kisaran $69.000 tetap terbuka.

Tekanan dalam 7–90 Hari

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meskipun mencatat penguatan harian, performa BTC dalam jangka menengah masih menunjukkan koreksi signifikan:

  • 7 hari: -3,19%
  • 30 hari: -24,30%
  • 60 hari: -22,07%
  • 90 hari: -21,57%

Dalam 30 hari terakhir saja, Bitcoin telah terkoreksi lebih dari $21.800.

Koreksi ini mencerminkan fase konsolidasi besar setelah reli sebelumnya yang membawa harga mendekati rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198,07.

Namun dalam siklus historis Bitcoin, koreksi 20–30% bukanlah hal yang jarang terjadi, terutama setelah fase kenaikan agresif.

Suplai Hampir Maksimal, Narasi Kelangkaan Tetap Kuat

Saat ini suplai beredar Bitcoin mencapai 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,20% dari total suplai maksimum 21 juta BTC. Artinya, ruang penerbitan koin baru semakin terbatas.

Kelangkaan ini menjadi salah satu fondasi utama narasi jangka panjang Bitcoin sebagai “digital gold”.

Dengan suplai tetap dan permintaan yang berpotensi meningkat seiring adopsi global, banyak analis melihat koreksi saat ini sebagai bagian dari dinamika siklus pasar, bukan perubahan fundamental.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted valuation) Bitcoin saat ini berada di kisaran $1,42 triliun, mencerminkan valuasi maksimal jika seluruh suplai telah beredar.

Analisis Teknikal: Level Kunci yang Perlu Dipantau

Beberapa level penting yang menjadi perhatian trader dalam waktu dekat:

  • Support kuat: $67.500
  • Support psikologis berikutnya: $65.000
  • Resistance terdekat: $69.000
  • Resistance menengah: $72.000

Jika BTC mampu menembus $69.000 dengan volume meningkat, peluang pemulihan ke area $72.000 semakin terbuka.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan support dapat membuka ruang koreksi menuju $65.000.

Struktur harga saat ini menunjukkan fase konsolidasi dengan kecenderungan netral hingga sedikit bullish dalam jangka sangat pendek.

Outlook Jangka Pendek

Kenaikan 0,62% dalam 24 jam terakhir menunjukkan adanya minat beli setelah tekanan mingguan.

Namun volume perdagangan yang lebih rendah dibanding periode volatilitas tinggi mengindikasikan pasar masih menunggu katalis baru.

Faktor makroekonomi global, arus dana institusional, serta sentimen terhadap ETF dan regulasi tetap menjadi variabel penting yang dapat mempengaruhi pergerakan BTC selanjutnya.

Untuk saat ini, Bitcoin tampak berada dalam fase stabilisasi setelah koreksi tajam bulanan.

Investor jangka panjang kemungkinan lebih fokus pada fundamental suplai tetap dan posisi BTC sebagai aset lindung nilai digital.

Baca Juga: Analisa harga BTC hari ini: Bitcoin Menguat ke $67.237, Sinyal Rebound?

Harga Bitcoin hari ini di $68.048 mencerminkan rebound ringan setelah tekanan koreksi bulanan.

Dengan kapitalisasi pasar tetap di atas $1,3 triliun dan suplai yang hampir mencapai batas maksimal, narasi kelangkaan tetap menjadi pilar utama jangka panjang.

Arah berikutnya akan sangat bergantung pada kemampuan BTC menembus resistance $69.000 atau mempertahankan support $67.500 dalam beberapa sesi perdagangan ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com