Category Archives: Tokocrypto

Harga Pi Network Turun 3%, Likuiditas Tipis Tekan PI ke $0,169

Harga Pi Network (PI) tercatat melemah 3,02% dalam 24 jam terakhir ke level $0,169, bergerak berlawanan dengan pasar kripto yang cenderung stabil hingga sedikit menguat.

Penurunan ini terjadi di tengah minimnya katalis spesifik dan kondisi likuiditas pasar yang tergolong tipis.

Berbeda dengan beberapa aset kripto utama yang menunjukkan penguatan moderat, PI justru mengalami tekanan jual ringan tanpa adanya berita negatif besar yang memicu sentimen pasar.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,175, Koreksi Sehat Usai Reli 16%?

Likuiditas Tipis dan Volume Turun

Sekadar catatan, data dari Coinmarketcap menunjukkan bahwa volume perdagangan PI dalam 24 jam terakhir turun sekitar 21,72%.

Selain itu, rasio perputaran (turnover ratio) berada di angka sangat rendah, yakni 0,0076. Kondisi ini mencerminkan pasar yang relatif sepi dan kurang likuid.

Dalam situasi seperti ini, transaksi dengan ukuran kecil pun dapat memberikan dampak harga yang signifikan.

Tanpa tekanan beli yang kuat untuk menyerap penawaran, harga cenderung “meluncur turun” secara perlahan meski tidak ada faktor fundamental negatif.

Fenomena ini sering terjadi pada aset dengan likuiditas terbatas, di mana harga bisa bergerak tajam atau menyimpang dari arah pasar yang lebih luas.

Sebagai perbandingan, Bitcoin (BTC) dalam periode yang sama justru mencatat kenaikan sekitar 0,64%.

Ketidaksinkronan ini menegaskan bahwa pelemahan PI lebih dipicu faktor internal pasar dibanding sentimen makro kripto.

Tanpa Katalis Negatif Spesifik

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Menariknya, tidak ditemukan katalis negatif spesifik seperti pengumuman regulasi, gangguan jaringan, atau insiden keamanan yang dapat menjelaskan penurunan harga PI.

Tidak ada indikasi rotasi sektor maupun aktivitas derivatif besar yang berhubungan langsung dengan PI. Artinya, pergerakan ini lebih mencerminkan lemahnya minat beli dibanding perubahan fundamental.

Dalam kondisi pasar tipis, harga bisa bergerak lebih volatil karena keseimbangan antara supply dan demand mudah terganggu.

Analisis Teknikal: Level Krusial $0,165–$0,175

Secara teknikal, PI kini berada dalam rentang sempit dengan kecenderungan bearish jangka pendek. Level-level penting yang perlu diperhatikan:

  • Support terdekat: $0,165
  • Resistance utama: $0,175
  • Area psikologis: $0,170

Jika PI gagal merebut kembali level $0,17 secara konsisten, risiko penurunan menuju support $0,165 semakin terbuka. Break di bawah $0,165 dapat mempercepat tekanan jual lanjutan.

Sebaliknya, untuk membalikkan tren jangka pendek, PI perlu menembus dan bertahan di atas $0,175 dengan konfirmasi volume yang meningkat signifikan.

Tanpa lonjakan volume, potensi kenaikan cenderung terbatas dan rentan kembali terkoreksi.

Outlook Jangka Pendek: Tekanan Masih Dominan

Struktur harga saat ini menunjukkan jalur resistensi terendah masih mengarah ke bawah.

Tanpa adanya lonjakan minat beli atau katalis baru, tekanan jual ringan bisa terus mendorong harga mendekati area support berikutnya.

Faktor yang paling penting untuk dipantau dalam beberapa hari ke depan adalah perubahan profil volume.

Kenaikan volume perdagangan secara berkelanjutan akan menjadi sinyal awal adanya minat beli baru.

Sebaliknya, jika volume tetap rendah, pasar PI berisiko tetap berada dalam kondisi rapuh dan mudah terdorong oleh transaksi berukuran kecil.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 6,79% ke $0,176, Tekanan Jual Meningkat

Penurunan 3,02% harga Pi Network ke $0,169 mencerminkan lemahnya likuiditas dan minimnya katalis spesifik.

Dalam pasar tipis, harga cenderung lebih sensitif terhadap tekanan jual meskipun tidak ada perubahan fundamental.

Kunci pergerakan berikutnya berada pada dua faktor utama: kemampuan harga mempertahankan support $0,165 dan munculnya lonjakan volume yang dapat mendorong reclaim di atas $0,175.

Tanpa dukungan likuiditas yang lebih kuat, risiko pelemahan lanjutan masih terbuka dalam jangka pendek.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin US$21 Juta Kembali ke Pemerintah Korsel, Hacker Panik

Otoritas Korea Selatan berhasil memulihkan sekitar US$21 juta dalam bentuk Bitcoin (BTC) setelah peretas yang sebelumnya mencuri dana dari dompet milik pemerintah mengembalikan aset tersebut. Pengembalian ini terjadi tanpa penangkapan tersangka maupun penyitaan private key oleh aparat.

Dilaporkan Coin Edition, Jaksa penuntut mengonfirmasi bahwa dana yang sempat dicuri tersebut tiba-tiba kembali ke dompet yang masih berada di bawah kendali pihak kejaksaan. Kasus ini menjadi sorotan di tengah rangkaian insiden kelalaian pengelolaan aset kripto oleh aparat penegak hukum di negara tersebut.

Dana Dikembalikan Setelah Jalur Keluar Diblokir

Menurut otoritas setempat, para pelaku diduga mengembalikan dana karena semua jalur pencairan telah diblokir. Aparat sebelumnya telah meminta bursa kripto domestik maupun internasional untuk membekukan setiap upaya transfer dari alamat yang terindikasi terkait peretasan.

Langkah tersebut membuat peretas kesulitan mengonversi Bitcoin hasil curian menjadi uang tunai. Transparansi blockchain juga memudahkan pelacakan pergerakan dana, sehingga ruang gerak pelaku semakin terbatas.

Setelah dana kembali masuk ke dompet resmi, otoritas segera memindahkannya ke dompet aman di Upbit, salah satu bursa kripto terbesar di Korea Selatan, guna mencegah potensi pencurian ulang.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kejadian ini menyoroti transparansi blockchain sebagai alat investigasi yang sangat kuat, namun sekaligus mempermalukan standar keamanan kustodi aparat Korea Selatan yang sempat terkena phishing.

“Pengembalian dana oleh peretas menunjukkan bahwa jika jalur likuiditas diputus secara total, nilai curian menjadi tidak berguna, memaksa pelaku untuk menyerah guna meringankan sanksi hukum,” analisisnya.

Pelaku Belum Ditangkap, Investigasi Berlanjut

Meski dana telah dipulihkan, aparat belum menangkap tersangka maupun menguasai kunci privat yang sebelumnya digunakan dalam peretasan. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap identitas pelaku dan motif di balik pengembalian dana tersebut.

Seorang pejabat menyatakan bahwa pihak berwenang tetap berkomitmen untuk menangkap pelaku dan mengusut tuntas insiden ini, meskipun aset telah kembali.

Dalam sejumlah kasus sebelumnya, peretas diketahui mengembalikan dana karena meningkatnya risiko hukum, sulitnya memindahkan aset yang telah ditandai, atau sebagai upaya meringankan potensi hukuman.

Rangkaian Masalah Keamanan Kripto

Insiden ini menambah daftar panjang masalah pengamanan aset kripto oleh aparat di Korea Selatan. Dalam kasus terbaru ini, Kepolisian Gangnam kehilangan Bitcoin senilai US$21 juta akibat serangan phishing yang membuat staf memberikan informasi login dompet.

Sebelumnya, jaksa di Gwangju juga kehilangan 22 Bitcoin senilai sekitar US$1,5 juta dari perangkat cold wallet berbentuk USB, meski perangkat tersebut tetap berada dalam penguasaan polisi. Kehilangan tersebut baru terungkap bertahun-tahun kemudian melalui audit nasional atas aset kripto sitaan.

Kasus terbaru ini kembali menyoroti pentingnya pengelolaan dan pengamanan aset digital secara ketat, terutama ketika berada dalam pengawasan institusi negara.

Baca juga: Bhutan Resmi Tokenisasi Cadangan Emas Negara di Blockchain Solana


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Solana di Persimpangan: Tembus US$87 atau Jatuh ke US$73?

Solana (SOL) masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah hampir dua pekan tertahan di bawah level US$90. Harga saat ini berada di kisaran US$81, bergerak dalam rentang sempit antara support US$78 dan resistance US$87. Kondisi ini mencerminkan ketidakpastian pasar yang masih tinggi di tengah sentimen kripto yang cenderung berhati-hati.

Meski sejumlah indikator on-chain mulai menunjukkan perbaikan, tekanan jual akibat realisasi kerugian investor masih membayangi potensi pemulihan harga dalam jangka pendek.

SOPR Naik, Risiko Profit-Taking Muncul

Indikator Spent Output Profit Ratio (SOPR) Solana baru-baru ini bergerak naik dari zona negatif. Nilai di bawah 1 menandakan investor menjual dalam kondisi rugi. Kenaikan terbaru menunjukkan tekanan jual berbasis kerugian mulai mereda.

Namun, secara historis, ketika SOPR kembali menembus angka 1 setelah periode bearish panjang, hal tersebut sering kali menjadi awal gelombang profit-taking baru. Dalam tiga bulan terakhir, pola serupa terjadi dua kali dan diikuti oleh tekanan jual lanjutan.

Artinya, jika SOPR kembali naik di atas 1, potensi volatilitas jangka pendek bisa meningkat karena sebagian investor memanfaatkan momentum untuk keluar dari posisi mereka.

Arus Dana Mulai Membaik, Tapi Belum Positif

Dilaporkan BeInCrypto, indikator Chaikin Money Flow (CMF) menunjukkan tren naik, tetapi masih berada di bawah garis nol. Kondisi ini mengindikasikan bahwa arus keluar dana mulai berkurang, namun belum ada konfirmasi masuknya modal baru secara signifikan.

Pergerakan CMF di atas nol akan menjadi sinyal kuat bahwa arus masuk dana telah mendominasi. Hingga saat itu terjadi, SOL masih rentan terhadap tekanan tambahan jika sentimen pasar kembali melemah.

Baca juga: Solana Rebound 12%, Tapi Sinyal Ini Bisa Seret SOL ke $70

Dukungan Institusi Tahan Penurunan Lebih Dalam

Di tengah sinyal campuran tersebut, arus dana institusional memberikan gambaran berbeda. Untuk pekan yang berakhir 13 Februari, Solana mencatat inflow sebesar US$31 juta. Di antara aset kripto utama, hanya XRP yang mencatat dukungan institusional serupa dalam periode tersebut.

Minat institusi ini dinilai membantu menahan penurunan lebih dalam. Dukungan dari investor besar sering kali menjadi bantalan ketika pasar ritel menunjukkan sikap defensif.

Level Kunci Penentu Arah Selanjutnya

Secara teknikal, SOL masih terjebak dalam rentang US$78 hingga US$87. Jika tekanan jual meningkat dan harga menembus US$78, maka support berikutnya berada di sekitar US$73.

Sebaliknya, jika SOL mampu menembus resistance US$87 secara meyakinkan, peluang reli menuju US$100 terbuka. Penembusan di atas level psikologis tersebut dapat mendorong harga ke area US$110 dan membatalkan struktur bearish yang saat ini mendominasi.

Untuk saat ini, Solana berada dalam fase tarik-menarik antara sinyal pemulihan on-chain dan tekanan jual jangka pendek. Pergerakan di atas US$87 atau di bawah US$78 akan menjadi penentu arah berikutnya bagi harga SOL.

Menurut Tim Research Tokocrypto, Solana berada di persimpangan antara akumulasi institusional dan aksi jual retail yang terjebak rugi. Konfirmasi breakout valid jika SOL mampu menembus 7 dengan volume kuat menuju 00.

“Dukungan institusi menjadi bantalan krusial yang mencegah penurunan lebih dalam di bawah support kuat 8,” jelasnya.

Baca juga: Tokcer! Token GHOST Melonjak Usai Isyarat Integrasi Solana


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

ETF Ethereum Kembali Catat Inflow, Harga ETH Siap Bangkit?

Ethereum (ETH) mencatat perubahan penting setelah memutus tren arus keluar (outflow) ETF selama empat pekan berturut-turut. Pada pekan yang berakhir 18 Februari, ETF spot Ethereum mencatat inflow bersih sebesar US$6,80 juta. Ini menjadi sinyal awal kembalinya minat institusional, meski nilainya masih relatif kecil dibandingkan periode outflow sebelumnya.

Di saat yang sama, data on-chain menunjukkan dompet whale kembali melakukan akumulasi. Namun, aksi jual dari pemegang jangka panjang (long-term holders) masih menjadi faktor penahan yang berpotensi membatasi kenaikan harga ETH dalam waktu dekat.

ETF Inflow dan Aksi Borong Whale

Sebelumnya, ETF Ethereum mengalami tekanan jual selama empat pekan berturut-turut, dengan arus keluar tercatat pada pekan yang berakhir 23 Januari, 30 Januari, 6 Februari, dan 13 Februari. Tren ini sejalan dengan pelemahan harga ETH secara keseluruhan.

Perubahan terjadi pada pekan yang berakhir 18 Februari, ketika ETF mencatat inflow bersih US$6,80 juta. Meski belum signifikan, perubahan arah arus dana ini sering dianggap sebagai sinyal awal stabilisasi pasar.

Selain itu, data Santiment menunjukkan wallet whale meningkatkan kepemilikan dari 113,50 juta ETH pada 15 Februari menjadi 113,63 juta ETH saat ini. Penambahan sekitar 130.000 ETH tersebut setara dengan akumulasi senilai sekitar US$253 juta dalam beberapa hari terakhir.

Aksi beli whale di tengah pelemahan harga kerap diartikan sebagai positioning awal sebelum potensi pemulihan lebih luas terjadi.

Sinyal Teknikal Positif, Tapi Holder Lama Masih Jual

Dilansir BeInCrypto, grafik 8 jam Ethereum menunjukkan terbentuknya bullish divergence antara 2 Februari hingga 18 Februari. Dalam periode tersebut, harga mencetak lower low, sementara indikator Relative Strength Index (RSI) membentuk higher low. Pola ini secara historis kerap mendahului pantulan harga.

Dua sinyal serupa sebelumnya sempat memicu kenaikan 11% dan 6% pada awal Februari. Kini, dengan inflow ETF kembali dan whale aktif membeli, peluang pantulan kembali terbuka.

Namun, data Glassnode menunjukkan long-term holders justru meningkatkan distribusi. Pada 17 Februari, holder jangka panjang menjual 34.841 ETH dalam periode rolling 30 hari. Angka tersebut naik menjadi 38.877 ETH pada 18 Februari, menandakan tekanan jual meningkat meski sinyal teknikal mulai membaik.

Aksi distribusi ini sebelumnya juga membatasi reli ETH pada awal bulan, menunjukkan bahwa setiap kenaikan harga dimanfaatkan sebagian investor lama untuk keluar dari pasar.

Baca juga: Ethereum Siapkan Upgrade Glamsterdam 2026, Fokus Kenaikan Gas Limit

Pola Segitiga Tentukan Arah Selanjutnya

Saat ini, ETH bergerak dalam pola symmetrical triangle pada grafik 8 jam. Pola ini mencerminkan keseimbangan antara pembeli dan penjual.

Level resistance utama berada di sekitar US$2.030, yang menjadi penghalang pada upaya pemulihan sebelumnya. Jika ETH mampu menembus level ini, target berikutnya berada di US$2.100. Penembusan di atas US$2.100 berpotensi membuka ruang kenaikan lebih lanjut.

Di sisi lain, level US$1.960 menjadi area penting untuk dipertahankan. Jika gagal bertahan, harga berisiko turun ke US$1.890 dan bahkan menuju US$1.740 apabila tekanan jual meningkat.

Dengan kembalinya inflow ETF dan akumulasi whale, peluang pemulihan ETH memang mulai terlihat. Namun distribusi oleh holder jangka panjang tetap menjadi risiko utama yang dapat menentukan apakah reli berikutnya mampu bertahan atau kembali terhenti.

Menurut Tim Research Tokocrypto, munculnya bullish divergence dan kembalinya minat institusi adalah sinyal positif, tetapi distribusi dari LTH menjadi penghambat utama (ceiling) bagi kenaikan harga.

“ETH terjebak dalam symmetrical triangle; penembusan di atas ,030 sangat krusial untuk mengonfirmasi pembalikan tren jangka pendek menuju area ,100,” jelasnya.

Baca Juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Aktivitas Turun 99%, ASTER Masih Punya Peluang Reli Besar?

Harga ASTER (sebelumnya Astherus) telah merosot hampir 70% dari puncak pasca peluncuran di level US$2,41. Penurunan ini terjadi di tengah meredupnya euforia awal dan turunnya aktivitas pengguna secara drastis. Meski demikian, sejumlah indikator teknikal dan pergerakan whale menunjukkan potensi pembalikan arah yang signifikan.

Aktivitas Pengguna dan Volume Perdagangan Ambruk

Dilaporkan BeInCrypto, data on-chain menunjukkan penurunan tajam dalam partisipasi pengguna sejak peluncuran token pada September 2025. Jumlah alamat aktif harian yang berinteraksi dengan Astherus Vault di BNB Chain sempat mencapai 29.062 pada 24 September, namun per 19 Februari turun menjadi hanya 146 alamat. Ini berarti terjadi penurunan sekitar 99,5% dalam aktivitas harian.

Volume perdagangan di decentralized exchange (DEX) BNB Chain juga mengalami kontraksi besar. Dari puncak US$327,75 juta, volume harian kini hanya berada di kisaran US$17,31 juta, turun sekitar 94,7%. Penurunan ini mencerminkan melemahnya partisipasi pasar serta berkurangnya permintaan on-chain.

Meski demikian, total alamat unik yang pernah berinteraksi dengan protokol terus meningkat hingga mencapai 572.252 alamat. Selain itu, pada 19 Februari, total deposit tercatat sebesar US$11,8 juta dari hanya 146 wallet, atau rata-rata sekitar US$80.000 per wallet. Hal ini menunjukkan partisipasi ritel memang turun, tetapi investor bernilai besar masih aktif.

Menariknya, sejak token generation event (TGE), tidak tercatat adanya penarikan dana harian dari vault, mengindikasikan bahwa modal yang telah masuk belum keluar dari sistem.

Sinyal Bullish dari Indikator Teknikal

Di tengah pelemahan fundamental jangka pendek, grafik 12 jam menunjukkan terbentuknya bullish divergence antara 7 Desember hingga 14 Februari. Harga mencetak lower low, sementara indikator RSI membentuk higher low. Pola ini biasanya menandakan tekanan jual mulai melemah dan potensi pembalikan mulai terbentuk.

Selain itu, indikator exponential moving average (EMA) menunjukkan kemungkinan crossover bullish, di mana EMA 20 periode mendekati persilangan di atas EMA 100 periode. Jika terjadi, ini dapat menjadi sinyal awal penguatan momentum harga.

Struktur harga juga membentuk pola inverse head-and-shoulders, yang dikenal sebagai pola pembalikan bullish. Neckline pola ini berada di sekitar US$0,79, yang kini menjadi level kunci untuk menentukan arah berikutnya.

Menurut Tim Research Tokocrypto, muncul anomali antara sentimen publik yang negatif dengan perilaku whale yang optimis. Jika ASTER mampu menembus resistensi kritis di /usr/bin/bash.79, target breakout mencapai .46 (rally 85%).

“Ini adalah pertarungan klasik antara kapitulasi retail dan keyakinan modal besar yang memposisikan diri untuk pembalikan tren,” analisisnya.

Baca juga: ASTER di $0,70, Aster Umumkan 0% Maker Fee untuk Semua Market

Whale Terus Akumulasi di Tengah Sentimen Negatif

Data Santiment menunjukkan wallet besar yang memegang antara 100 juta hingga 1 miliar ASTER telah meningkatkan kepemilikan dari 2,75 miliar menjadi 2,96 miliar token sejak awal Februari. Whale berukuran menengah (1 juta–10 juta ASTER) juga menambah kepemilikan dari 262,48 juta menjadi 278,96 juta token.

Namun, sentimen pasar justru memburuk. Skor sentimen positif turun dari 10,39 pada 12 Februari menjadi mendekati nol. Hal ini menunjukkan meningkatnya kritik dan persepsi negatif terhadap menurunnya aktivitas platform.

Perbedaan antara akumulasi whale dan sentimen ritel ini kerap muncul menjelang titik balik harga besar, meskipun belum menjamin terjadinya pembalikan dalam waktu dekat.

Level Kunci yang Tentukan Arah 85% Rally atau Lanjut Turun

Level US$0,79 menjadi titik krusial. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas level ini, target resistensi berikutnya berada di US$0,92, US$1,06, dan US$1,29, dengan target penuh di sekitar US$1,46. Kenaikan menuju US$1,46 akan mencerminkan potensi reli sekitar 85% dari harga saat ini.

Sebaliknya, jika harga turun di bawah US$0,68, struktur bullish mulai melemah. Penurunan lebih dalam di bawah US$0,39 akan membatalkan pola pembalikan dan mengonfirmasi tekanan bearish berlanjut.

Saat ini, ASTER berada di titik penentuan. Meski aktivitas pengguna dan sentimen melemah tajam, akumulasi whale serta sinyal teknikal menunjukkan kemungkinan pemulihan masih terbuka. Pergerakan berikutnya di atas US$0,79 atau di bawah US$0,39 akan menjadi penentu arah jangka panjang token ini.

Baca juga: Aster vs Hyperliquid: Perbandingan Platform Perpetual DEX


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

100 Hari Berdarah, Pasar Kripto Kehilangan US$730 Miliar

Pasar kripto mengalami kontraksi tajam dalam 100 hari terakhir dengan total kapitalisasi yang menyusut lebih dari US$730 miliar. Data on-chain terbaru menunjukkan arus keluar modal besar-besaran dalam waktu relatif singkat, mencerminkan pergeseran sentimen investor ke mode risk-off di tengah tekanan makro dan volatilitas pasar.

Bitcoin (BTC) menjadi kontributor terbesar secara nominal terhadap penyusutan tersebut. Kapitalisasi pasar BTC turun dari US$1,6968 triliun pada 22 November menjadi US$1,3489 triliun saat ini. Penurunan sebesar US$347,9 miliar atau sekitar 21,62% ini menandai fase pelemahan signifikan pada aset kripto terbesar di dunia.

20 Aset Kripto Terbesar Alami Penurunan

Sementara itu, kelompok 20 aset kripto terbesar di luar Bitcoin dan stablecoin juga mencatat penurunan besar. Kapitalisasi sektor ini turun dari US$1,0706 triliun pada 2 Desember menjadi US$810,65 miliar. Selisihnya mencapai US$259,94 miliar atau turun sekitar 15,17%.

Dilaporkan Crypto Quant, segmen mid-cap dan small-cap tercatat sebagai yang paling terpukul secara proporsional. Kapitalisasi pasar kategori ini menyusut dari US$390,38 miliar pada 11 Desember menjadi US$267,63 miliar. Penurunan sebesar US$122,75 miliar atau sekitar 20,06% menunjukkan tingginya tekanan pada aset berisiko lebih tinggi.

Secara keseluruhan, total dana yang keluar dari pasar kripto selama periode 100 hari tersebut mencapai US$730,59 miliar. Kontraksi ini tercermin dalam indikator on-chain seperti perbandingan kapitalisasi pasar serta rasio pertumbuhan market cap berbasis moving average 30 hari dan 365 hari.

Baca Juga: Analisa harga BTC hari ini: Bitcoin Menguat ke $67.237, Sinyal Rebound?

Analisis Pasar

Analis menilai kondisi ini lebih dari sekadar koreksi biasa, melainkan fase kontraksi ekonomi kripto yang cukup dalam. Namun, di tengah tekanan tersebut, pelaku pasar profesional disarankan untuk tetap memantau fundamental on-chain, termasuk cost basis pemegang jangka pendek dan sinyal siklus pasar Bitcoin untuk mengidentifikasi potensi fase akumulasi.

Dalam situasi seperti ini, disiplin teknikal dan manajemen risiko dinilai menjadi kunci, terutama bagi investor yang menerapkan strategi dollar-cost averaging secara terukur.

Menurut Tim Research Tokocrypto, penurunan valuasi sebesar 30 miliar dalam waktu singkat menandakan pergeseran struktural di mana likuiditas keluar dari ekosistem kripto menuju aset tradisional atau cash.

“Fokus pada realized price pemegang jangka pendek (STH) menjadi krusial; selama basis biaya mereka belum direbut kembali, pasar tetap dalam mode kontraksi. Smart DCA disarankan hanya jika indikator Market Cycle memberikan sinyal akumulasi yang valid,” jelasnya.

Baca Juga: Short Bitcoin Paling Ekstrem! Sinyal Reversal Besar Kembali Muncul?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Uniswap Usulkan Fee Switch di 8 Jaringan, Siap Buyback

Protokol decentralized exchange (DEX) terbesar di dunia, Uniswap, kembali membuat gebrakan strategis.

Melalui proposal terbaru, Uniswap mengusulkan aktivasi mekanisme pengumpulan biaya (fee switch) di delapan jaringan blockchain, termasuk Arbitrum, Base, dan Optimism.

Langkah ini dinilai sebagai perubahan fundamental dalam model ekonomi token UNI karena pendapatan protokol akan dialokasikan untuk pembelian kembali (buyback) dan pembakaran (burn) token UNI secara otomatis di jaringan Ethereum.

Baca Juga: Uniswap Ekspansi ke MegaETH, Dorong Harga ke $3,38

Dari Governance ke Aset Bernilai Ekonomi Nyata

Selama ini, UNI dikenal sebagai token tata kelola (governance token) yang memberikan hak suara dalam pengambilan keputusan protokol.

Namun sebagaimana dilaporkan Cryptobriefing pada Sabtu (21/2), proposal terbaru ini berpotensi mengubah struktur nilai token tersebut secara signifikan.

Dengan diaktifkannya fee switch, sebagian pendapatan protokol dari aktivitas perdagangan di berbagai jaringan akan dikumpulkan dan dikonversi menjadi UNI untuk kemudian dibakar.

Mekanisme ini menciptakan tekanan deflasi terhadap suplai UNI yang beredar di pasar. Tim riset Tokocrypto menilai perubahan ini sebagai langkah transformasional.

“Proposal ini mengubah fundamental UNI dari sekadar token tata kelola menjadi aset dengan akrual nilai yang nyata. Dengan model pembakaran otomatis berbasis penggunaan lintas rantai, Uniswap menciptakan insentif ekonomi yang kuat bagi para pemegangnya untuk mempertahankan dominasi di tengah persaingan DEX yang semakin ketat,” kata Tim Research Tokocrypto.

Artinya, semakin tinggi volume transaksi di seluruh jaringan tempat Uniswap beroperasi, semakin besar potensi pembelian dan pembakaran UNI.

Strategi Multi-Chain untuk Dominasi DEX

Ekspansi pengumpulan biaya ke delapan jaringan menunjukkan bahwa Uniswap tidak lagi hanya mengandalkan Ethereum sebagai sumber likuiditas utama.

Pasalnya, pertumbuhan ekosistem Layer-2 dan chain alternatif telah mendorong distribusi likuiditas lintas jaringan.

Arbitrum, Base, dan Optimism sendiri saat ini menjadi pusat aktivitas DeFi dengan biaya transaksi yang lebih murah dibandingkan Ethereum mainnet.

Dengan mengintegrasikan pendapatan dari berbagai chain tersebut, Uniswap menciptakan model ekonomi lintas rantai (cross-chain revenue capture) yang terpusat pada nilai token UNI di Ethereum.

Pendekatan ini juga menjadi respons terhadap persaingan yang semakin ketat di sektor DEX.

Protokol-protokol lain mulai mengadopsi model insentif yang agresif, termasuk pembagian biaya langsung kepada pemegang token atau penyedia likuiditas.

Uniswap memilih jalur berbeda: memperkuat nilai token melalui mekanisme deflasi otomatis.

Dampak terhadap Harga dan Sentimen UNI

Secara teori, mekanisme buyback dan burn dapat mengurangi suplai yang beredar dan menciptakan tekanan naik terhadap harga, selama permintaan tetap stabil atau meningkat.

Model ini sering digunakan oleh proyek kripto untuk meningkatkan daya tarik token di mata investor jangka panjang.

Jika proposal disetujui dan diimplementasikan, UNI berpotensi mengalami perubahan persepsi pasar: dari sekadar token voting menjadi token dengan mekanisme akrual nilai berbasis kinerja protokol.

Namun demikian, efektivitas strategi ini tetap bergantung pada beberapa faktor kunci, diantaranya:

  1. Volume perdagangan lintas jaringan
  2. Konsistensi pendapatan protokol
  3. Stabilitas ekosistem DeFi secara keseluruhan
  4. Kondisi pasar kripto global

Dalam kondisi pasar bullish dengan aktivitas DeFi yang meningkat, model ini dapat menjadi katalis kuat bagi UNI. Sebaliknya, dalam pasar lesu dengan volume rendah, dampaknya mungkin terbatas.

Baca Juga: Harga Uniswap (UNI) Naik 43%, Dampak Instan Aktivasi Peralihan Biaya

Sinyal Kematangan Ekonomi DeFi

Pergerakan harga Uniswap (UNI/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Uniswap (UNI/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Proposal ini juga mencerminkan evolusi sektor DeFi menuju model ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Alih-alih hanya mengandalkan insentif inflasi token, Uniswap mencoba mengoptimalkan pendapatan riil dari aktivitas protokol.

Dengan pendekatan tersebut, Uniswap memperkuat posisinya sebagai pemain dominan di industri DEX global sekaligus meningkatkan daya saing terhadap platform perdagangan terdesentralisasi lainnya.

Jika disetujui komunitas, mekanisme fee switch lintas jaringan ini bisa menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah tokenomics UNI dan berpotensi menjadi template bagi protokol DeFi lainnya di masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Aptos Usulkan Hard Cap 2,1 Miliar APT dan Gas Fee Naik 10x

Blockchain layer-1 Aptos mengajukan proposal pembaruan tokenomics besar-besaran yang berpotensi mengubah struktur ekonomi jaringannya.

Menurut laporan Coincu pada Sabtu (21/2), proposal tersebut mencakup penetapan batas suplai keras (hard cap) sebesar 2,1 miliar APT, kenaikan biaya gas hingga 10 kali lipat, penurunan imbal hasil staking menjadi sekitar 2,6% per tahun, serta rencana pembelian kembali token (buyback) dari pasar.

Langkah ini menandai pergeseran strategi Aptos dari model berbasis subsidi emisi menuju pendekatan yang lebih menekankan kelangkaan dan performa jaringan.

Baca Juga: Token Kripto Aptos (APT) Capai Harga Tertinggi Sepanjang Masa

Hard Cap untuk Kendalikan Inflasi

Salah satu poin utama dalam proposal ini adalah penerapan hard cap 2,1 miliar APT.

Selama ini, suplai APT bersifat inflasioner melalui distribusi imbalan staking dan insentif ekosistem.

Dengan batas maksimal suplai, Aptos berupaya memberikan kepastian terhadap potensi dilusi di masa depan.

Hard cap menjadi elemen penting dalam membangun narasi kelangkaan, terutama di tengah persaingan blockchain layer-1 yang semakin kompetitif.

Mekanisme Burn Mirip EIP-1559

Proposal ini juga memperkenalkan mekanisme pembakaran biaya gas yang mirip dengan sistem yang diperkenalkan oleh Ethereum melalui EIP-1559.

Dalam skema tersebut, sebagian biaya transaksi akan dibakar secara permanen, sehingga mengurangi suplai token yang beredar.

Dengan throughput jaringan Aptos yang tinggi, mekanisme ini berpotensi menciptakan tekanan deflasi jika aktivitas transaksi meningkat.

Kenaikan biaya gas sebesar 10x menjadi bagian dari strategi ini.

Meski terdengar signifikan, basis biaya Aptos sebelumnya sangat rendah, sehingga transaksi tetap tergolong terjangkau bagi pengguna.

Staking Reward Turun ke 2,6%

Sebagai bagian dari restrukturisasi ekonomi, imbal hasil staking akan diturunkan menjadi sekitar 2,6% per tahun.

Penyesuaian ini bertujuan mengurangi tekanan inflasi dari distribusi emisi token.

Model sebelumnya yang menawarkan reward lebih tinggi efektif untuk menarik partisipasi awal. Namun dalam jangka panjang, emisi besar dapat menciptakan tekanan jual berkelanjutan di pasar.

Dengan reward yang lebih rendah, Aptos berusaha menyeimbangkan antara keamanan jaringan dan stabilitas harga token.

Tambahan Buyback Pasar

Selain mekanisme burn berbasis gas, Aptos juga merencanakan program buyback token APT dari pasar terbuka.

Strategi ini dapat menciptakan permintaan langsung terhadap token dan memperkuat sentimen positif di kalangan investor.

Buyback sering dipandang sebagai bentuk komitmen jangka panjang terhadap nilai token, meski efektivitasnya sangat bergantung pada konsistensi implementasi dan kondisi pasar kripto secara keseluruhan.

Bergantung pada Pertumbuhan Throughput

Pergerakan harga Aptos (APT/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Aptos (APT/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa keberhasilan model tokenomics baru ini sangat bergantung pada pertumbuhan penggunaan jaringan.

“Aptos mencoba beralih dari model subsidi emisi menuju kelangkaan berbasis performa jaringan. Meskipun biaya gas naik 10x, basis awalnya yang sangat rendah membuat transaksi tetap terjangkau. Keberhasilan model deflasi ini sepenuhnya bergantung pada apakah pertumbuhan throughput jaringan mampu melampaui laju emisi tahunan,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Artinya, jika volume transaksi dan adopsi aplikasi di jaringan Aptos meningkat signifikan, pembakaran token bisa melampaui distribusi emisi dan menciptakan efek deflasi bersih.

Sebaliknya, jika aktivitas stagnan, tekanan inflasi tetap berpotensi terjadi meskipun reward staking telah diturunkan.

Baca Juga: Wyoming Pilih Solana dan Aptos Sebagai Kandidat Stablecoin

Ujian Baru bagi Aptos

Proposal ini hadir di tengah ketatnya persaingan antar blockchain layer-1 dalam menarik developer dan likuiditas.

Dengan model ekonomi yang lebih disiplin dan berorientasi pada kelangkaan, Aptos berupaya memperkuat daya tarik jangka panjangnya.

Jika disetujui oleh komunitas, pembaruan tokenomics ini dapat menjadi titik balik penting bagi Aptos, sekaligus menjadi eksperimen besar apakah model deflasi berbasis performa jaringan mampu menjadi standar baru di industri blockchain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Jupiter DAO Gelar Voting Net-Zero Emissions, Dampak ke Harga JUP?

Komunitas Jupiter DAO tengah menggelar pemungutan suara penting terkait proposal bertajuk “Net-Zero Emissions”.

Sebagaimana dilansir dari Coinmarketcal pada Sabtu (21/2), proposal ini bertujuan mengurangi emisi token baru JUP hingga mendekati nol, sebagai langkah strategis untuk menciptakan keseimbangan jangka panjang antara tim pengembang, komunitas, dan pemegang token.

Langkah ini dinilai sebagai salah satu perubahan tokenomics paling signifikan dalam ekosistem Jupiter, agregator DEX terbesar di jaringan Solana.

Baca Juga: Jupiter Integrasikan Polymarket ke Solana, Investasi Strategis $35 Juta

Apa Itu Proposal Net-Zero Emissions?

Secara sederhana, proposal ini mengusulkan penghentian atau pengurangan drastis distribusi emisi token baru JUP di masa depan.

Model ini bertujuan menekan inflasi suplai yang selama ini menjadi salah satu faktor tekanan harga pada banyak token kripto.

Dalam struktur tokenomics tradisional, emisi token baru sering digunakan sebagai insentif untuk mendorong partisipasi komunitas, staking, atau reward ekosistem.

Namun, distribusi berkelanjutan tanpa pertumbuhan permintaan yang sepadan dapat menciptakan tekanan jual yang konsisten di pasar.

Dengan pendekatan net-zero emissions, Jupiter DAO berusaha menggeser paradigma dari pertumbuhan berbasis subsidi emisi menuju model kelangkaan yang lebih berkelanjutan.

Dampak terhadap Supply JUP

Jika proposal ini disetujui, laju inflasi token JUP akan menurun drastis. Meski demikian, dampaknya terhadap suplai beredar tidak akan terjadi secara instan.

Distribusi ASR (Active Staking Rewards) untuk kuartal pertama (Q1) disebut tidak akan terpengaruh oleh proposal ini.

Artinya, perubahan struktural akan terasa dalam jangka menengah hingga panjang, bukan dalam hitungan hari atau minggu setelah voting selesai.

Namun dalam pasar kripto, perubahan narasi sering kali lebih cepat memengaruhi harga dibandingkan perubahan fundamental itu sendiri.

Bullish Secara Struktural

Tim Research Tokocrypto menilai proposal ini sebagai katalis tokenomics yang sangat kuat.

“Proposal ini adalah katalis tokenomics yang sangat kuat (bullish secara struktural) karena secara drastis mengurangi inflasi dan mengubah JUP menjadi aset yang lebih langka. Meskipun dampak supply tidak instan (karena ASR Q1 tidak terpengaruh), hasil vote ini akan menjadi penggerak utama narasi repricing JUP di mata investor jangka panjang,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Menurut analisis tersebut, pengurangan inflasi akan memperkuat positioning JUP sebagai aset yang lebih langka dan berorientasi jangka panjang.

Dalam banyak kasus, token dengan laju inflasi rendah atau mendekati nol cenderung memiliki daya tarik lebih tinggi bagi investor institusional dan holder jangka panjang.

Keseimbangan antara Tim dan Komunitas

Salah satu tujuan utama proposal ini adalah menciptakan keseimbangan distribusi nilai antara tim pengembang, komunitas, dan investor.

Model emisi tinggi sering kali memicu perdebatan tentang potensi dilusi terhadap pemegang token awal.

Dengan pendekatan net-zero, Jupiter DAO mencoba mengurangi potensi konflik kepentingan sekaligus memperkuat kepercayaan pasar terhadap tata kelola terdesentralisasi.

Langkah ini juga menunjukkan kedewasaan ekosistem Jupiter dalam merespons dinamika pasar dan tuntutan investor terhadap tokenomics yang lebih berkelanjutan.

Potensi Repricing JUP

Pergerakan harga Jupiter (JUP/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Jupiter (JUP/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dalam konteks pasar, hasil voting ini berpotensi menjadi katalis narasi baru bagi JUP.

Jika komunitas menyetujui proposal tersebut, pasar dapat mulai melakukan repricing terhadap token berdasarkan ekspektasi suplai masa depan yang lebih ketat.

Namun demikian, keberhasilan strategi ini tetap bergantung pada beberapa faktor, termasuk pertumbuhan volume dan utilitas Jupiter di ekosistem Solana.

Selain itu, faktor lainnya dipengaruhi oleh stabilitas pasar kripto secara keseluruhan, kepercayaan komunitas terhadap tata kelola DAO, hingga kejelasan roadmap pengembangan produk.

Tanpa pertumbuhan utilitas yang kuat, pengurangan emisi saja mungkin tidak cukup untuk mendorong apresiasi harga yang berkelanjutan.

Baca Juga: JupUSD Go Live di Solana: Stablecoin Baru Hasil Duet Jupiter-Ethena

Ujian Tata Kelola DAO

Voting “Net-Zero Emissions” menjadi ujian penting bagi mekanisme tata kelola Jupiter DAO.

Keputusan komunitas akan mencerminkan arah strategis jangka panjang: apakah tetap mempertahankan model insentif inflasioner atau beralih ke pendekatan berbasis kelangkaan.

Jika disetujui, proposal ini dapat menjadi tonggak penting dalam evolusi tokenomics JUP dan memperkuat posisinya sebagai salah satu aset DeFi utama di ekosistem Solana.

Ke depan, hasil voting ini akan menjadi indikator sentimen pasar sekaligus fondasi baru dalam membentuk narasi investasi JUP di mata pelaku pasar global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Bertahan di $67.822, Rebound Tipis

Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat berada di level $67.822,84 per BTC, mencatat kenaikan sekitar +0,93% dalam 24 jam terakhir.

Meski menunjukkan penguatan harian, BTC masih berada dalam tekanan jika melihat performa jangka menengah, terutama dalam periode 30 hingga 90 hari terakhir.

Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini mencapai $1.356 miliar (sekitar $1,35 triliun), dengan volume perdagangan 24 jam sebesar $46,32 miliar, menurut laporan Tokocrypto pada Sabtu (21/2).

Jumlah suplai beredar tercatat sebanyak 19,99 juta BTC, mendekati batas maksimum suplai tetap sebesar 21 juta BTC.

Baca Juga: Analisa harga BTC hari ini: Bitcoin Menguat ke $67.237, Sinyal Rebound?

Pergerakan Harga 24 Jam Terakhir

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga terendah di level $66.452,48 dan tertinggi di level $68.269,03.

Sementara itu, kenaikan intraday sebesar $625,05 mencerminkan adanya minat beli di area support psikologis $66.000.

Secara teknikal, level $68.000 kini menjadi resistance jangka pendek yang perlu ditembus untuk membuka peluang penguatan lanjutan.

Perubahan harga 1 jam terakhir tercatat +0,3%, menunjukkan momentum jangka sangat pendek masih cenderung stabil.

Tekanan dalam 30–90 Hari

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meskipun mengalami rebound harian, performa BTC dalam jangka menengah masih menunjukkan koreksi signifikan:

  • 30 hari: -24,57%
  • 60 hari: -22,81%
  • 90 hari: -21,40%

Dalam 30 hari terakhir saja, harga BTC terkoreksi lebih dari $22.000. Koreksi ini menunjukkan adanya fase konsolidasi besar setelah reli sebelumnya.

Namun demikian, koreksi dalam kisaran 20–25% bukanlah hal yang tidak biasa dalam siklus historis Bitcoin. Volatilitas tetap menjadi karakter utama aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia ini.

Posisi Bitcoin di Peringkat Global

Bitcoin masih kokoh di posisi pertama aset kripto paling populer berdasarkan kapitalisasi pasar.

Dengan kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Valuation) sebesar $1,42 triliun, BTC tetap menjadi tolok ukur utama sentimen pasar kripto global.

Dominasi suplai juga semakin mendekati batas maksimum. Dari total suplai maksimal 21 juta BTC, sebanyak 19,99 juta BTC atau sekitar 95,20% sudah beredar di pasar.

Artinya, ruang penerbitan baru semakin terbatas, memperkuat narasi kelangkaan jangka panjang.

Analisis Fundamental: Narasi Kelangkaan Tetap Kuat

Salah satu faktor utama yang menopang nilai jangka panjang Bitcoin adalah mekanisme suplai tetap 21 juta koin.

Berbeda dengan aset tradisional yang dapat mengalami ekspansi moneter, Bitcoin memiliki kebijakan moneter yang terprogram secara algoritmik.

Rekor harga tertinggi sepanjang masa (ATH) Bitcoin tercatat di level $126.198,07. Jika dibandingkan dengan harga saat ini di kisaran $67.800, BTC masih berada jauh di bawah puncaknya, membuka ruang spekulasi potensi pemulihan dalam siklus berikutnya.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Beberapa level teknikal penting yang menjadi perhatian trader:

  • Support kuat: $66.000
  • Support psikologis berikutnya: $60.000
  • Resistance jangka pendek: $68.000
  • Resistance menengah: $72.000

Apabila BTC mampu menembus $68.000 dengan volume kuat, potensi uji resistance berikutnya semakin terbuka.

Sebaliknya, jika tekanan jual kembali meningkat, area $66.000 akan menjadi penopang krusial.

Baca Juga: Short Bitcoin Paling Ekstrem! Sinyal Reversal Besar Kembali Muncul?

Outlook Jangka Pendek

Kenaikan tipis +0,93% dalam 24 jam terakhir menunjukkan adanya upaya rebound setelah tekanan mingguan (-1,46%). Namun, pasar masih dalam fase penyesuaian setelah koreksi besar 30 hari terakhir.

Dengan volume perdagangan harian yang tetap tinggi di atas $46 miliar, likuiditas Bitcoin masih tergolong solid.

Investor kini menunggu katalis baru untuk menentukan arah pergerakan berikutnya — apakah melanjutkan pemulihan atau kembali memasuki fase konsolidasi.

Dalam jangka panjang, kombinasi suplai terbatas, adopsi institusional, serta peran Bitcoin sebagai “digital gold” tetap menjadi fondasi utama nilai aset ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com