Category Archives: Tokocrypto

Harga Pi Network Turun ke $0,175, Koreksi Sehat Usai Reli 16%?

Harga Pi Network (PI) tercatat turun 0,76% dalam 24 jam terakhir ke level $0,175, sedikit melemah di tengah pergerakan pasar kripto yang relatif positif.

Menurut laporan Coinmarketcap pada Sabtu (21/2), koreksi ini terjadi setelah PI mencatat lonjakan signifikan sebesar 16,25% dalam sepekan terakhir.

Penurunan tipis tersebut dinilai lebih sebagai aksi ambil untung (profit-taking) ketimbang reaksi terhadap sentimen negatif baru.

Hingga saat ini, tidak ada katalis negatif yang jelas seperti peretasan, regulasi, atau pengumuman merugikan yang memicu pelemahan harga.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 6,79% ke $0,176, Tekanan Jual Meningkat

Koreksi Setelah Reli Mingguan

Dalam tujuh hari terakhir, PI mengalami reli yang cukup agresif, didorong oleh sentimen positif menjelang perayaan anniversary mainnet pada 19 Februari serta ekspektasi terhadap pembaruan Protocol v20.

Lonjakan dua digit dalam waktu singkat biasanya diikuti fase pendinginan.

Aksi ambil untung dari trader jangka pendek menjadi faktor utama yang menjelaskan penurunan 24 jam terakhir.

Secara historis, koreksi ringan setelah reli kuat merupakan pola umum dalam pergerakan aset kripto.

Momentum jangka pendek mereda seiring pelaku pasar mengamankan profit, sementara investor lain menunggu konfirmasi tren berikutnya.

Minim Katalis Negatif

Menariknya, tidak ada faktor fundamental negatif yang muncul dalam 24 jam terakhir.

Pasar kripto secara umum justru bergerak sedikit menguat, dengan Bitcoin (BTC) naik sekitar 0,17% berdasarkan data pasar global.

Hal ini menunjukkan bahwa pelemahan PI bersifat relatif dan lebih dipengaruhi faktor teknikal dibandingkan sentimen makro atau tekanan eksternal.

Dengan kata lain, penurunan ini lebih menyerupai koreksi sehat daripada pembalikan tren besar.

Level Kunci: Support $0,175 dan Resistance $0,20

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Secara teknikal, level $0,175 kini menjadi support jangka pendek yang krusial.

Jika harga mampu bertahan di atas area ini, peluang untuk kembali menguji resistance di $0,20 tetap terbuka.

Level $0,20 menjadi batas psikologis penting karena menandai area supply yang sebelumnya membatasi kenaikan harga.

Breakout yang kuat di atas level tersebut berpotensi membuka ruang menuju fase bullish lanjutan.

Namun, jika tekanan jual meningkat dan harga menembus di bawah $0,175, risiko penurunan ke area $0,16 semakin besar.

Struktur harga saat ini cenderung netral hingga sedikit bearish dalam jangka sangat pendek, dengan pasar menunggu katalis baru untuk menentukan arah berikutnya.

Menanti Katalis Upgrade Protocol v20

Salah satu faktor yang dinantikan komunitas adalah penyelesaian migrasi Protocol v19.9, yang menjadi langkah terakhir sebelum peluncuran Protocol v20.

Upgrade ini diperkirakan membawa peningkatan teknis dan stabilitas jaringan, yang berpotensi memperkuat sentimen bullish jika implementasinya berjalan lancar.

Dalam banyak kasus, ekspektasi terhadap pembaruan jaringan sering kali menjadi pendorong kenaikan harga, bahkan sebelum rilis resmi dilakukan.

Namun, pasar juga kerap menerapkan pola “buy the rumor, sell the news”, di mana harga naik sebelum event dan terkoreksi setelahnya.

Outlook Jangka Pendek: Konsolidasi Netral

Untuk saat ini, pergerakan PI dapat dikategorikan sebagai fase konsolidasi setelah reli tajam.

Tanpa adanya katalis negatif yang jelas, tekanan jual terlihat terbatas pada aksi ambil untung jangka pendek.

Selama support $0,175 mampu dipertahankan, struktur harga masih relatif sehat.

Volume perdagangan dan respons pasar terhadap perkembangan upgrade akan menjadi indikator penting dalam beberapa hari ke depan.

Jika sentimen positif kembali menguat menjelang upgrade Protocol v20, PI berpotensi menguji kembali resistance $0,20.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan support dapat memicu koreksi lebih dalam.

Baca Juga: Harga Pi Network Terkoreksi ke $0,190, Ikuti Pelemahan Bitcoin

Penurunan 0,76% dalam 24 jam terakhir menunjukkan bahwa harga Pi Network sedang mencerna kenaikan 16% dalam sepekan terakhir.

Tanpa adanya berita negatif besar, koreksi ini lebih mencerminkan dinamika teknikal dibandingkan perubahan fundamental.

Fokus pasar kini tertuju pada dua hal: ketahanan level support $0,175 dan perkembangan upgrade Protocol v20.

Arah berikutnya akan sangat bergantung pada apakah PI mampu mempertahankan momentum atau justru memasuki fase konsolidasi yang lebih panjang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Dipakai Siapa Sih? Ini Jawaban yang Bikin Banyak Orang Kaget

XRP menjadi salah satu aset kripto paling kontroversial di industri. Di satu sisi, kritik menyebut XRP tidak memiliki utilitas nyata dan hanya bertahan sebagai aset spekulatif.

Di sisi lain, komunitas pendukungnya meyakini XRP akan menjadi tulang punggung infrastruktur keuangan global. Realitasnya berada di antara dua narasi tersebut: XRP memang memiliki kegunaan riil, tetapi cakupannya lebih spesifik dari yang sering diklaim.

Historis XRP

XRP merupakan token asli XRP Ledger yang diluncurkan pada 2012 dengan tujuan utama memfasilitasi pembayaran lintas negara secara cepat dan berbiaya rendah. Berbeda dengan Bitcoin yang berfokus sebagai penyimpan nilai atau Ethereum yang menonjolkan smart contract, XRP dirancang untuk memindahkan dana antar sistem keuangan secara efisien.

Dilaporkan BeInCrypto, transaksi di XRP Ledger dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga hingga lima detik dengan biaya yang sangat kecil, menjadikannya efektif sebagai bridge currency untuk mengonversi dua mata uang fiat secara instan tanpa perlu rekening prefunded di luar negeri.

Dari sisi pengguna, investor ritel menjadi kelompok terbesar pemegang XRP saat ini. Data hingga awal 2025 menunjukkan terdapat sekitar 6 hingga 7 juta akun terisi di XRP Ledger. Setelah memperhitungkan kepemilikan melalui bursa dan pengguna yang memiliki lebih dari satu wallet, analis memperkirakan sekitar 2 hingga 3 juta individu secara global benar-benar memegang XRP.

Baca juga: XRP Terancam Turun ke $1? Aksi Jual Whale Picu Pertarungan Sengit

Pengguna Utama XRP

Bursa kripto juga menjadi pengguna utama XRP. Platform seperti Binance, Bitstamp, Kraken, dan Uphold memanfaatkan XRP untuk manajemen likuiditas dan transfer antar platform. Kecepatan dan biaya rendah XRP membuatnya efisien untuk memindahkan dana dalam jumlah besar antar exchange.

Selain itu, sejumlah penyedia layanan pembayaran menggunakan XRP melalui sistem On-Demand Liquidity (ODL) milik Ripple. Perusahaan seperti SBI Remit di Jepang dan Tranglo di Asia Tenggara memanfaatkan XRP sebagai aset perantara untuk memfasilitasi remitansi internasional tanpa harus menyimpan cadangan dana dalam mata uang asing.

Sementara itu, penggunaan oleh perbankan bersifat lebih terbatas dari yang sering diasumsikan. Beberapa institusi keuangan besar seperti Santander, Standard Chartered, dan Bank of America memang menggunakan infrastruktur pembayaran Ripple.

Namun, mayoritas hanya memanfaatkan teknologi pesan dan settlement milik Ripple tanpa secara langsung menggunakan XRP sebagai aset likuiditas. Hanya mitra tertentu yang benar-benar memakai XRP dalam transaksi.

Fungsi Pembayaran

Di luar fungsi pembayaran, XRP juga memiliki peran teknis di dalam ekosistemnya sendiri. Setiap akun di XRP Ledger diwajibkan menyimpan XRP, dan setiap transaksi membutuhkan XRP untuk membayar biaya jaringan. Token ini juga mendukung perdagangan terdesentralisasi, penerbitan token, serta transfer aset dalam jaringan.

Dengan demikian, XRP bukanlah aset tanpa utilitas, namun juga belum menjadi standar universal sistem perbankan global. Kegunaannya nyata dalam konteks tertentu, khususnya sebagai penyedia likuiditas dan penyelesaian pembayaran lintas batas. Memahami siapa yang benar-benar menggunakan XRP membantu memisahkan fakta dari narasi yang berkembang di pasar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, realitas utilitas XRP lebih spesifik daripada narasi ‘adopsi bank massal’. Kekuatan utamanya terletak pada peran sebagai jembatan likuiditas (bridge currency) lintas batas yang sangat efisien.

“Memahami perbedaan antara penggunaan software Ripple dan penggunaan token XRP sangat krusial bagi investor untuk menilai nilai intrinsik aset ini,” jelasnya.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

PUMP Anjlok 75%, Dugaan Dump Jutaan Dolar oleh Insider Menguat

Firma analitik blockchain Bubblemaps mengungkap keterkaitan kontroversial antara insider TRUMP Coin, Hayden Davis, dengan salah satu alokasi private terbesar dalam penjualan token PUMP milik Pump.fun. Berdasarkan temuan tersebut, sebuah wallet yang dikaitkan dengan Davis menginvestasikan US$50 juta dalam bentuk USDC pada private sale dan menerima 12,5 miliar token PUMP saat peluncuran, dengan nilai sekitar US$73 juta pada saat itu.

Tak lama setelah peluncuran, sekitar 80% token yang diterima dipindahkan ke sejumlah bursa terpusat (CEX) hanya dalam hitungan hari. Sisa token kemudian dijual secara bertahap. Bubblemaps memperkirakan Davis meraih keuntungan sekitar US$15 juta dari transaksi tersebut.

Penjualan Token PUMP

Temuan ini menunjukkan bahwa Davis bukan sekadar trader biasa di ekosistem Pump.fun, melainkan salah satu investor institusional awal terbesar. Ia disebut sebagai pembeli private terbesar kedua dalam penjualan token PUMP. Investor private sale umumnya mendapatkan harga diskon dibandingkan investor publik, sehingga memiliki keunggulan untuk mengamankan keuntungan lebih cepat.

Dilaporkan BeInCrypto, token PUMP sendiri sempat melonjak usai ICO pada Juli 2025, namun sejak itu telah terkoreksi sekitar 75% dari puncaknya. Pola ini dinilai mencerminkan siklus umum meme coin, di mana investor awal atau insider sering kali merealisasikan keuntungan lebih dulu sebelum volatilitas menghantam investor ritel.

Nama Hayden Davis sebelumnya telah dikaitkan dengan sejumlah kontroversi di industri kripto. Ia menjabat sebagai CEO Kelsier Ventures, perusahaan yang terlibat dalam berbagai peluncuran meme coin. Davis juga disebut terlibat dalam peluncuran token LIBRA yang sempat melonjak kapitalisasi pasarnya hingga lebih dari US$4 miliar setelah dipromosikan oleh Presiden Argentina Javier Milei, sebelum akhirnya runtuh dalam waktu singkat.

Baca juga: Breakout PUMP Terancam Gagal? Target Naik 57% Dipertanyakan

Penyelidikan Dugaan Penipuan

Otoritas setempat kemudian membekukan sejumlah wallet dan aset yang dikaitkan dengan Davis dalam penyelidikan dugaan penipuan. Jaksa di Argentina bahkan dilaporkan mengajukan permintaan Red Notice kepada Interpol karena khawatir Davis dapat melarikan diri.

Selain itu, Davis juga mengakui keterlibatannya dalam peluncuran beberapa token bertema selebritas dan politik, termasuk MELANIA. Investigator blockchain menemukan pola serupa pada sejumlah peluncuran tersebut, yakni alokasi insider besar di awal dan aksi jual cepat setelah hype pasar terbentuk.

Dengan temuan terbaru dari Bubblemaps, peran Davis disebut meluas dari sekadar peluncur meme coin menjadi whale di level launchpad. Kasus ini kembali menyoroti kekhawatiran terkait akses insider dalam peluncuran token kripto dan bagaimana alokasi private dapat memengaruhi dinamika pasar jauh setelah euforia awal mereda.

Menurut Tim Research Tokocrypto, skandal ini menyoroti pola berulang eksploitasi profit oleh insider dalam ekosistem meme coin (sebelumnya Davis terlibat di LIBRA dan MELANIA).

“Aksi dump masif oleh investor private sebelum retail memiliki kesempatan adalah pengingat keras akan risiko asimetri informasi dan manipulasi pasar di platform peluncuran token cepat,” jelasnya.

Baca juga: 3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

TON Bahas AI dan Pembayaran di Real Talk, Ada Kejutan untuk Harga?

Ekosistem Toncoin (TON) dijadwalkan menggelar episode terbaru program “Real Talk” pada pukul 16.00 UTC, dengan sejumlah topik utama seperti TON Pay, AI agents, pembaruan Gateway, hingga kabar terbaru dari ETH Denver. Agenda ini disebut sebagai sesi diskusi ekosistem yang membahas perkembangan infrastruktur dan inovasi terbaru di jaringan TON.

Berdasarkan informasi yang beredar, acara ini merupakan talk show terjadwal dan bukan pengumuman resmi terkait peluncuran produk baru maupun perubahan tokenomik. Meski demikian, sejumlah tema yang diangkat seperti integrasi pembayaran, kecerdasan buatan, dan pembaruan infrastruktur dinilai relevan dengan narasi pasar kripto saat ini.

TON Pay Menjadi Sorotan

Topik TON Pay menjadi sorotan karena berkaitan dengan pengembangan solusi pembayaran dalam ekosistem TON. Sementara itu, pembahasan AI agents menunjukkan upaya integrasi teknologi kecerdasan buatan dengan infrastruktur blockchain. Update terkait Gateway juga disebut akan memberikan gambaran mengenai perkembangan teknis jaringan.

Selain itu, diskusi akan menyinggung partisipasi dan dinamika proyek TON dalam ajang ETH Denver, salah satu konferensi blockchain terbesar yang kerap menjadi panggung pengumuman dan kolaborasi industri.

Namun, berdasarkan analisis awal, acara ini lebih bersifat informatif dan berfungsi sebagai sarana komunikasi ekosistem. Belum terdapat konfirmasi terkait peluncuran token baru, listing, ataupun perubahan fundamental yang berdampak langsung terhadap struktur ekonomi TON.

Baca juga: TON Umumkan Penghentian Jembatan Toncoin Mulai 10 Mei 2025

Pergerakan Harga TON

Pergerakan harga Toncoin (TON/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Toncoin (TON/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Saat ini, Toncoin diperdagangkan di kisaran US$1,33 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$3,28 miliar dan volume transaksi 24 jam sebesar lebih dari US$91 juta. Dalam 30 hari terakhir, TON tercatat mengalami penurunan sekitar 14%, mencerminkan tekanan pasar yang masih berlangsung.

Pelaku pasar diperkirakan tetap memantau sesi “Real Talk” untuk mengantisipasi kemungkinan pengumuman tambahan. Namun tanpa adanya rilis konkret, dampak terhadap harga TON dinilai berpotensi terbatas dan bersifat jangka pendek.

Menurut Tim Research Tokocrypto, TON terus memperkuat narasinya di persimpangan antara pembayaran sosial (Telegram) dan AI.

“Meskipun acara ini bersifat edukasi/marketing tanpa peluncuran mainnet mendadak, konsistensi dalam membangun tooling agen AI menempatkan TON di posisi unik dalam tren ekonomi otonom (Web4) yang sedang berkembang,” ungkapnya.

Baca juga: Venture Capital Kucurkan Lebih dari $400 Juta ke Toncoin (TON)

Baca Juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Starknet Gelar Private Trader Meetup, Ada Dampak ke Harga STRK?

Starknet menggelar acara bertajuk Private Trader Meetup yang disebut sebagai pengalaman trading eksklusif bagi pelaku pasar yang tertarik pada automated trading, bot, dan aktivitas on-chain secara langsung. Acara ini diposisikan sebagai forum networking terbatas yang mempertemukan trader dan pelaku industri dalam format diskusi tertutup.

Dilaporkan Coinmarketcal, Meetup yang juga dikenal dengan konsep “Liquidity & Liquors” ini difokuskan pada pertukaran ide, strategi, serta eksplorasi peluang di ekosistem Starknet. Tema utama yang diangkat mencakup pemanfaatan bot trading, automasi transaksi, serta optimalisasi aktivitas on-chain di jaringan Layer-2 tersebut.

Pengumuman Pembaruan Protokol

Baca Juga: Starknet (STRK) Meroket 32% dalam 24 Jam! Pertanda Awal Bull Run?

Berdasarkan informasi yang tersedia, agenda ini tidak dikaitkan dengan pengumuman pembaruan protokol, perubahan tokenomik, listing baru, maupun kemitraan besar. Dengan sifatnya yang privat dan terbatas, informasi yang dibahas dalam forum ini kemungkinan besar tidak langsung dipublikasikan ke pasar secara luas.

Dari sisi sentimen, acara seperti ini dapat memperkuat relasi antara pengembang, trader besar, dan komunitas inti. Namun, tanpa adanya pengumuman strategis yang bersifat fundamental, dampaknya terhadap harga token STRK diperkirakan relatif terbatas dan bersifat jangka pendek.

Analisis Harga STRK

Pergerakan harga Starknet (STRK/USDT) pada Jumat, 20 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Starknet (STRK/USDT) pada Jumat, 20 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Saat ini, Starknet Token (STRK) diperdagangkan di kisaran US$0,046 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$251 juta dan volume transaksi harian mencapai lebih dari US$41 juta. Dalam 30 hari terakhir, STRK tercatat mengalami tekanan signifikan dengan penurunan lebih dari 40%, mencerminkan kondisi pasar yang masih menantang.

Pelaku pasar diperkirakan tetap memantau potensi insight atau kolaborasi yang mungkin muncul dari acara tersebut. Namun secara umum, Private Trader Meetup ini lebih berfungsi sebagai ajang networking dan penguatan komunitas dibandingkan sebagai katalis langsung pergerakan harga.

Menurut Tim Research Tokocrypto, meskipun ini adalah acara networking yang tidak membawa upgrade protokol langsung, fokus pada bot trading dan likuiditas menunjukkan upaya Starknet untuk meningkatkan volume transaksi on-chain yang organik.

“Event ini penting untuk menarik smart money dan developer bot, namun dampaknya terhadap harga STRK kemungkinan besar hanya bersifat marginal,” imbuhnya

Baca Juga: LINK dan STRK Pimpin Aktivitas Ekosistem Ethereum pada Agustus 2025


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

ETH Turun 6 Bulan Beruntun, Institusi Malah Borong di Bawah US$2.000

Harga Ethereum (ETH) terus mengalami tekanan setelah mencatat penurunan selama enam bulan berturut-turut. Kondisi ini menjadi tren penurunan terpanjang sejak pasar bearish 2018, meskipun ETH saat ini masih diperdagangkan di bawah level psikologis US$2.000.

Namun di tengah koreksi tersebut, aktivitas pembelian dari institusi justru meningkat dan menunjukkan adanya keyakinan jangka panjang terhadap aset kripto terbesar kedua ini.

Data on-chain menunjukkan sejumlah institusi besar mulai agresif mengakumulasi ETH pada pekan ketiga Februari 2026. Lookonchain mencatat Tom Lee, pendiri Fundstrat sekaligus pimpinan Bitmine, melakukan pembelian besar pada 18 Februari dengan menambah 35.000 ETH senilai sekitar US$69,37 juta.

Pembelian Ethereum

Pembelian tersebut terdiri dari 20.000 ETH senilai US$39,8 juta dari BitGo dan 15.000 ETH senilai US$29,57 juta dari FalconX. Selain itu, data dari OnchainLens menunjukkan K3 Capital juga membeli 20.000 ETH senilai sekitar US$40,08 juta dari Binance.

Sementara itu, CryptoRank dan CryptoQuant melaporkan peningkatan signifikan pada aliran dana menuju alamat akumulasi ETH dalam enam bulan terakhir. CryptoQuant menyebut aktivitas inflow ke accumulation addresses mencapai level paling tinggi sepanjang sejarah, mengindikasikan investor jangka panjang terus menambah kepemilikan di tengah tekanan harga. Beberapa pelaku pasar menilai kondisi ini mirip dengan pola tahun 2018, ketika ETH sempat turun tujuh bulan berturut-turut sebelum akhirnya memasuki fase pemulihan.

Baca juga: Ethereum Siapkan Upgrade Glamsterdam 2026, Fokus Kenaikan Gas Limit

Suplai ETH

Di sisi lain, Santiment melaporkan lebih dari 50% total suplai ETH kini telah masuk ke kontrak Proof-of-Stake (PoS) untuk staking. Ini menjadi pertama kalinya dalam sejarah 11 tahun Ethereum, sebagian besar suplai terkunci dalam sistem staking.

Kondisi tersebut berpotensi mengurangi suplai ETH yang beredar di pasar karena aset yang sudah di-stake tidak dapat diperdagangkan secara langsung. Everstake menilai peningkatan staking dapat menekan tekanan jual dan membuat harga ETH lebih sensitif terhadap permintaan baru.

Meski demikian, sejumlah analis memperingatkan tekanan pasar belum sepenuhnya mereda. BeInCrypto menyebut ETH masih berpotensi turun ke level US$1.385 dalam jangka pendek jika sentimen negatif terus berlanjut.

Namun, data akumulasi menunjukkan investor institusi tetap aktif membangun posisi, mengindikasikan pasar masih menyimpan optimisme terhadap potensi pemulihan ETH dalam jangka panjang.

Menurut Tim Research Tokocrypto, manuver ‘smart money’ di tengah ketakutan ritel menunjukkan keyakinan fundamental yang kuat. Rasio staking yang menembus 50% menciptakan kelangkaan suplai likuid yang signifikan di bursa.

“Ini adalah setup klasik untuk potensi supply shock; saat tangan-tangan lemah keluar, institusi terus membangun pondasi untuk pemulihan jangka panjang yang lebih stabil,” ungkapnya.

Baca Juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Hyperliquid Dirikan Policy Center di Washington, Sinyal Baru Lobi DeFi

Ekosistem decentralized finance (DeFi) memasuki babak baru.

Dilansir dari The Block, Hyperliquid Foundation resmi mendirikan Hyperliquid Policy Center, sebuah lembaga advokasi dan riset kebijakan yang berbasis di Washington D.C.

Inisiatif ini didanai melalui donasi 1 juta token HYPE senilai sekitar $9 juta dan dipimpin oleh pengacara kripto ternama, Jake Chervinsky.

Langkah ini menandai transformasi strategis Hyperliquid dari sekadar protokol perdagangan derivatif terdesentralisasi menjadi aktor aktif dalam membentuk arah regulasi DeFi di Amerika Serikat.

Baca Juga: Menyala! Trader Perpetual di Hyperliquid Tembus 202 Ribu

Dari Protokol ke Arena Politik

Selama beberapa tahun terakhir, sektor DeFi menghadapi ketidakpastian regulasi yang signifikan di AS.

Banyak protokol beroperasi di area abu-abu hukum, sementara regulator seperti SEC dan CFTC terus meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas aset digital.

Dengan mendirikan pusat kebijakan khusus, Hyperliquid menunjukkan bahwa protokol DeFi tidak lagi hanya fokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga mulai menginvestasikan sumber daya untuk memengaruhi diskursus kebijakan publik.

“Hyperliquid mulai beralih dari sekadar protokol teknis menjadi pemain politik aktif untuk membentuk regulasi DeFi di AS. Penggunaan token native (HYPE) sebagai dana lobi menunjukkan kekuatan ekonomi protokol desentralisasi dalam melawan ketidakpastian hukum, sekaligus memperkuat legitimasi Hyperliquid di hadapan regulator,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Donasi Token HYPE: Model Pendanaan Baru

Yang menarik, pendanaan lembaga ini tidak berasal dari dolar AS konvensional, melainkan dari token asli ekosistem, yaitu HYPE.

Donasi sebesar 1 juta HYPE memperlihatkan model baru dalam pendanaan advokasi kebijakan: protokol menggunakan kekuatan ekonomi token mereka untuk mendukung kepentingan industri.

Pendekatan ini memiliki dua implikasi besar:

  1. Validasi nilai ekonomi token – Token bukan sekadar instrumen spekulasi, tetapi juga alat strategis untuk memengaruhi kebijakan.
  2. Transparansi on-chain – Penggunaan dana dapat dilacak secara publik, meningkatkan akuntabilitas.

Jika model ini berhasil, bukan tidak mungkin protokol DeFi lain akan mengikuti jejak serupa dengan mendirikan lembaga advokasi berbasis token.

Peran Jake Chervinsky

Penunjukan Jake Chervinsky sebagai pimpinan Hyperliquid Policy Center juga bukan langkah sembarangan.

Ia dikenal sebagai salah satu suara paling vokal dalam isu regulasi kripto di AS, dengan pengalaman panjang dalam advokasi kebijakan blockchain.

Kehadirannya memberikan kredibilitas hukum dan jaringan politik yang kuat bagi Hyperliquid. Ini menunjukkan bahwa inisiatif tersebut bukan sekadar simbolis, melainkan upaya serius untuk berpartisipasi dalam pembentukan regulasi.

Strategi Jangka Panjang DeFi

Keputusan membuka pusat kebijakan di Washington D.C. yang merupakan jantung pemerintahan AS menunjukkan ambisi jangka panjang Hyperliquid.

Alih-alih menghindari regulator, protokol ini memilih pendekatan kolaboratif dan proaktif.

Dalam konteks global, langkah ini mencerminkan tren yang lebih luas: industri kripto mulai mengadopsi strategi institusional yang sebelumnya hanya dilakukan oleh perusahaan keuangan tradisional.

Jika sebelumnya perusahaan fintech dan bank besar yang aktif melakukan lobi di Washington, kini protokol DeFi pun ikut masuk arena.

Dampak terhadap Ekosistem HYPE

Secara pasar, inisiatif ini dapat berdampak pada persepsi investor terhadap token HYPE.

Pendekatan yang lebih matang terhadap regulasi sering kali dipandang positif oleh pelaku pasar institusional.

Namun demikian, respons harga jangka pendek tetap bergantung pada sentimen pasar kripto secara umum.

Yang jelas, dari sisi fundamental, langkah ini memperkuat narasi bahwa Hyperliquid ingin menjadi pemain utama dalam lanskap DeFi global.

Baca Juga: Eks Co-Founder Multicoin Capital: Hyperliquid Salah Dalam Segala Hal!

Masa Depan Regulasi DeFi di AS

Pembentukan Hyperliquid Policy Center menandai babak baru dalam hubungan antara DeFi dan regulator AS.

Jika dialog konstruktif dapat terjalin, industri mungkin bergerak menuju kerangka regulasi yang lebih jelas dan ramah inovasi.

Bagi ekosistem DeFi, langkah ini menjadi preseden penting: protokol desentralisasi kini mampu mengorganisir diri secara politik untuk melindungi dan mengembangkan industrinya.

Dengan dukungan dana signifikan dan kepemimpinan berpengalaman, Hyperliquid berpotensi memainkan peran kunci dalam membentuk masa depan regulasi DeFi di Amerika Serikat.

Satu hal yang pasti, industri kripto tidak lagi hanya bertarung di pasar, tetapi juga di meja perundingan kebijakan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Siapkan Upgrade Glamsterdam 2026, Fokus Kenaikan Gas Limit

Ethereum Foundation resmi mengonfirmasi bahwa upgrade jaringan bertajuk “Glamsterdam” ditargetkan meluncur pada paruh pertama 2026.

Pembaruan ini disebut-sebut sebagai salah satu langkah paling strategis dalam roadmap Ethereum, dengan fokus pada peningkatan desentralisasi, efisiensi eksekusi node, serta kapasitas throughput jaringan.

Menurut laporan Coincu pada Jumat (20/2), tiga komponen utama dalam upgrade ini adalah implementasi ePBS (Enshrined Proposer-Builder Separation), pengenalan BALs (Block-Level Access Lists), dan rencana kenaikan gas limit hingga 100 juta.

Kombinasi ketiganya diproyeksikan membawa perubahan fundamental pada cara blok diproduksi dan dieksekusi di jaringan Ethereum.

Baca Juga: Ethereum Dihantam Likuidasi Terbesar Sejak 2021! Apa Dampaknya?

ePBS: Standarisasi Pemisahan Proposer-Builder

Salah satu fitur paling penting dalam Glamsterdam adalah ePBS, atau Enshrined Proposer-Builder Separation.

Konsep ini pada dasarnya memindahkan mekanisme pemisahan antara pembuat blok (builder) dan pengusul blok (proposer) langsung ke dalam protokol inti Ethereum.

Selama ini, skema pemisahan tersebut banyak bergantung pada solusi eksternal seperti relay MEV (Maximal Extractable Value). Ketergantungan ini menimbulkan kekhawatiran soal sentralisasi dan potensi sensor transaksi.

Dengan ePBS, Ethereum berupaya mengintegrasikan mekanisme tersebut secara native di level protokol, sehingga alur distribusi MEV menjadi lebih transparan, terstandarisasi, dan tahan terhadap praktik sensor.

Merespons pengumuman ini, Tim Research Tokocrypto menilai langkah tersebut sebagai tonggak penting bagi masa depan Ethereum.

“Glamsterdam adalah langkah krusial untuk memperkuat kedaulatan dan resistensi sensor Ethereum. Dengan memindahkan pemisahan block-builder langsung ke protokol (ePBS), Ethereum berupaya menstandarisasi aliran MEV dan mengurangi ketergantungan pada relay eksternal, sekaligus meningkatkan kapasitas throughput jaringan secara signifikan,” ujar Tim Research Tokocrypto.

BALs: Optimasi Eksekusi Node

Selain ePBS, upgrade Glamsterdam juga menghadirkan BALs (Block-Level Access Lists).

Fitur ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi eksekusi transaksi dengan menyediakan daftar akses yang lebih terstruktur pada level blok.

Secara teknis, BALs memungkinkan node untuk lebih cepat mengidentifikasi data dan state yang relevan dalam suatu blok, sehingga mengurangi beban komputasi dan meningkatkan performa sinkronisasi.

Bagi operator node dan validator, implementasi BALs berpotensi mengurangi latensi eksekusi transaksi, meningkatkan stabilitas jaringan, hingga menekan biaya operasional infrastruktur.

Langkah ini sejalan dengan visi Ethereum untuk menjaga keseimbangan antara skalabilitas dan desentralisasi.

Gas Limit 100 Juta: Dorong Throughput Lebih Tinggi

Poin ketiga yang tak kalah penting adalah rencana kenaikan gas limit hingga 100 juta.

Jika terealisasi, angka ini akan secara signifikan meningkatkan kapasitas transaksi per blok di jaringan Ethereum.

Kenaikan gas limit berarti lebih banyak transaksi atau operasi smart contract yang dapat diproses dalam satu blok.

Dampaknya bisa terasa pada peningkatan throughput jaringan, potensi penurunan kemacetan (congestion), dan biaya transaksi yang lebih stabil dalam kondisi trafik tinggi.

Namun demikian, peningkatan kapasitas ini tetap harus diimbangi dengan optimasi teknis agar tidak membebani node dengan spesifikasi rendah. Di sinilah peran BALs menjadi semakin relevan.

Dampak terhadap Ekosistem dan Harga ETH

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 20 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 20 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Secara fundamental, pengumuman upgrade Glamsterdam memperkuat narasi bahwa Ethereum terus berinovasi untuk mempertahankan posisinya sebagai jaringan smart contract terbesar di dunia.

Bagi investor dan pelaku industri, fokus pada desentralisasi dan resistensi sensor menjadi sinyal positif, terutama di tengah meningkatnya perhatian regulator global terhadap aktivitas blockchain.

Meski dampak harga jangka pendek terhadap ETH masih bergantung pada kondisi pasar kripto secara keseluruhan, roadmap yang jelas menuju H1 2026 dapat meningkatkan kepercayaan jangka panjang terhadap ekosistem Ethereum.

Baca Juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?

Menuju Ethereum yang Lebih Tangguh

Upgrade Glamsterdam mencerminkan evolusi berkelanjutan Ethereum: dari sekadar platform smart contract menjadi infrastruktur keuangan terdesentralisasi yang semakin matang secara teknis dan institusional.

Dengan kombinasi ePBS, BALs, dan kenaikan gas limit, Ethereum tidak hanya berupaya meningkatkan performa, tetapi juga memperkuat prinsip dasar desentralisasi dan ketahanan terhadap sensor.

Jika implementasinya berjalan sesuai rencana, Glamsterdam berpotensi menjadi salah satu upgrade paling transformatif dalam sejarah Ethereum—membentuk fondasi jaringan yang lebih efisien, adil, dan skalabel untuk tahun-tahun mendatang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Tether Integrasikan USA₮ ke Rumble Wallet, Ekspansi Pembayaran Digital

Tether kembali memperluas ekspansinya di sektor pembayaran digital dengan mengintegrasikan stablecoin USA₮ ke dalam Rumble Wallet.

Integrasi ini memungkinkan kreator konten di platform tersebut menerima pembayaran secara on-chain menggunakan dolar digital yang dirancang untuk mematuhi regulasi domestik Amerika Serikat.

Langkah ini menandai babak baru dalam konvergensi antara ekonomi kreator dan infrastruktur blockchain, sekaligus mempertegas strategi Tether dalam menghadirkan produk stablecoin yang lebih ramah regulator.

Baca Juga: Tether Luncurkan Mining OS (MOS), Dorong Efisiensi Penambangan BTC

Berkenalan dengan USA₮

Sebagaimana dilansir dari Cryptobriefing pada Jumat (20/2), USA₮ merupakan dolar digital yang dikembangkan dengan pendekatan regulasi yang lebih ketat dibandingkan stablecoin pada umumnya.

Aset ini dikelola oleh Anchorage Digital Bank dan Cantor Fitzgerald, dua entitas yang memiliki reputasi kuat dalam sektor keuangan dan kustodi aset digital di Amerika Serikat.

Stablecoin ini dirancang untuk memenuhi standar regulasi domestik AS, termasuk kerangka hukum yang dikenal sebagai GENIUS Act, sebuah inisiatif regulasi yang bertujuan menciptakan kepastian hukum bagi penerbit dan pengguna stablecoin di Amerika Serikat.

Dengan struktur tata kelola yang lebih formal dan pendekatan kepatuhan yang ketat, USA₮ diposisikan sebagai alternatif stablecoin yang dapat diterima oleh regulator, institusi keuangan, serta pelaku industri digital.

Rumble Wallet dan Ekonomi Kreator

Rumble dikenal sebagai platform berbagi video yang berkembang pesat dan memiliki basis kreator independen yang signifikan.

Dengan integrasi USA₮ ke dalam Rumble Wallet, para kreator kini dapat menerima penghasilan secara langsung melalui blockchain tanpa harus bergantung sepenuhnya pada sistem perbankan tradisional atau pemroses pembayaran pihak ketiga.

Model pembayaran on-chain ini menawarkan sejumlah keunggulan, seperti penyelesaian transaksi lebih cepat, transparansi pembayaran, potensi biaya lebih rendah, dan akses global tanpa hambatan perbankan lintas negara.

Bagi kreator, hal ini membuka peluang monetisasi yang lebih fleksibel, terutama bagi mereka yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses perbankan.

Regulasi dan Ekspansi

Integrasi USA₮ ke Rumble Wallet juga mencerminkan strategi jangka panjang Tether untuk memperkuat posisinya di tengah meningkatnya pengawasan regulator terhadap stablecoin.

Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini bukan sekadar ekspansi teknis, melainkan manuver strategis untuk memperluas dominasi di sektor ekonomi kreator sekaligus menjawab tantangan regulasi.

“Integrasi ini memungkinkan kreator Rumble untuk menerima penghasilan tanpa bergantung pada sistem perbankan tradisional. Bagi Tether, ini adalah langkah strategis untuk memperkuat dominasi di ekonomi kreator global sekaligus menepis kekhawatiran regulasi melalui produk USA₮ yang patuh hukum federal,” kata Tim Research Tokocrypto.

Dengan menghadirkan stablecoin yang dikelola institusi teregulasi, Tether berupaya memperluas adopsi di kalangan pengguna institusional dan korporasi yang sebelumnya berhati-hati terhadap risiko hukum.

Implikasi bagi Industri Stablecoin

Industri stablecoin saat ini berada di persimpangan antara inovasi dan regulasi.

Di satu sisi, stablecoin menjadi tulang punggung likuiditas pasar kripto dan pembayaran digital. Di sisi lainnya, regulator global semakin aktif menetapkan standar kepatuhan dan transparansi.

Langkah Tether melalui USA₮ menunjukkan tren baru: penerbit stablecoin mulai mengembangkan produk yang secara eksplisit dirancang sesuai kerangka hukum nasional, bukan hanya beroperasi di wilayah abu-abu regulasi.

Jika model ini berhasil diadopsi luas, bukan tidak mungkin akan muncul lebih banyak stablecoin berbasis yurisdiksi tertentu dengan struktur kustodi dan tata kelola yang lebih formal.

Baca Juga: LayerZero Dilirik Tether! USDT0 Disebut Sudah Pindah US$70 Miliar

Masa Depan Pembayaran Kreator On-Chain

Integrasi USA₮ ke Rumble Wallet memperlihatkan bagaimana blockchain semakin relevan dalam ekonomi digital arus utama.

Pembayaran kreator, yang sebelumnya sepenuhnya bergantung pada bank dan platform sentralistik, kini mulai bertransformasi menuju model desentralisasi berbasis aset digital yang patuh regulasi.

Bagi Tether, langkah ini memperluas cakupan penggunaan stablecoin dari sekadar instrumen perdagangan kripto menjadi alat pembayaran riil dalam ekosistem kreator global.

Sementara itu, bagi industri secara keseluruhan, kolaborasi antara perusahaan blockchain, bank kustodi teregulasi, dan platform media digital menandai era baru di mana inovasi dan kepatuhan hukum berjalan beriringan.

Dengan meningkatnya tekanan regulator di berbagai negara, pendekatan seperti USA₮ bisa menjadi template bagi masa depan stablecoin yang lebih transparan, terstruktur, dan diterima secara luas oleh sistem keuangan formal.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Menguat ke $67.237, Sinyal Rebound?

Harga Bitcoin (BTC) hari ini menunjukkan penguatan tipis di tengah tekanan jangka menengah yang masih membayangi pasar.

Di Tokocrypto, hari ini BTC diperdagangkan di level $67.237,02 per koin, naik sekitar +0,52% dalam 24 jam terakhir.

Kapitalisasi pasar aset kripto terbesar ini kini berada di kisaran $1,34 triliun, dengan volume perdagangan harian mencapai $31,36 miliar.

Meskipun kenaikan ini memberikan sentimen positif jangka pendek, data historis menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi jika dilihat dari performa bulanan hingga kuartalan.

Baca Juga: Analisa harga BTC Hari Ini: Bitcoin Lemah ke $66.838, Tekanan Dominan

Pergerakan Harga 24 Jam: Konsolidasi di Area $65K–$67K

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin mencatatkan harga terendah di $65.637,43 dan tertinggi di $67.456,87. Rentang pergerakan ini menunjukkan adanya konsolidasi di area psikologis $66.000–$67.000.

Secara intraday, pergerakan relatif stabil dengan perubahan harga 1 jam terakhir hanya -0,05%. Hal ini menandakan pasar sedang berada dalam fase penentuan arah setelah volatilitas tinggi sebelumnya.

Kenaikan 7 hari terakhir sebesar +1,04% juga mengindikasikan adanya upaya pemulihan bertahap setelah tekanan jual yang cukup dalam pada bulan sebelumnya.

Tekanan Jangka Menengah Masih Terlihat

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 20 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 20 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat data historis, tekanan jangka menengah masih cukup signifikan:

  • 30 hari: -24,56%
  • 60 hari: -24,14%
  • 90 hari: -20,40%

Penurunan lebih dari 20% dalam periode 1–3 bulan menunjukkan bahwa tren besar masih cenderung bearish atau setidaknya dalam fase koreksi panjang.

Sebagai perbandingan, rekor tertinggi Bitcoin tercatat di $126.198,07, yang berarti harga saat ini masih terkoreksi hampir 47% dari puncaknya.

Struktur Pasokan dan Kapitalisasi Pasar

Saat ini, jumlah sirkulasi Bitcoin berada di 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,20% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

Dengan kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) mencapai $1,41 triliun, struktur pasokan Bitcoin tetap menunjukkan karakteristik kelangkaan yang menjadi fondasi utama narasi jangka panjangnya.

Tingginya persentase suplai yang telah beredar juga berarti tekanan inflasi pasokan relatif kecil dibandingkan fase awal Bitcoin.

Apakah Ini Tanda Rebound?

Kenaikan 24 jam terakhir bisa dilihat sebagai sinyal awal stabilisasi, namun belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan:

  1. Volume Perdagangan
    Volume $31,36 miliar tergolong solid, namun belum menunjukkan lonjakan signifikan yang biasanya mengiringi breakout besar.
  2. Level Psikologis $65.000
    Selama BTC mampu bertahan di atas area ini, struktur jangka pendek cenderung netral hingga sedikit bullish.
  3. Area Resistensi $68.000–$70.000
    Jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas zona ini, peluang reli lanjutan akan terbuka lebih lebar.

Sebaliknya, jika harga kembali turun di bawah $65.000, potensi retest area support lebih rendah bisa kembali terjadi.

Sentimen Pasar: Hati-Hati Tapi Stabil

Dengan posisi Bitcoin sebagai aset kripto paling populer, pergerakan BTC tetap menjadi acuan utama bagi altcoin dan keseluruhan kapitalisasi pasar kripto global.

Kenaikan tipis hari ini bisa diartikan sebagai relief rally setelah tekanan jual agresif sebelumnya.

Namun, investor institusional dan trader ritel masih cenderung berhati-hati mengingat performa bulanan yang masih negatif.

Dalam konteks makro, pasar tampaknya sedang mencari keseimbangan baru sebelum menentukan arah berikutnya.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $67.447, Melemah 1,6%

Stabilisasi Awal, Belum Konfirmasi Bullish

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan adanya penguatan moderat yang membantu Bitcoin bertahan di atas $67.000.

Meskipun demikian, tren jangka menengah masih menunjukkan koreksi signifikan dibandingkan periode 30–90 hari terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar $1,34 triliun dan suplai yang hampir mencapai batas maksimalnya, fundamental jangka panjang Bitcoin tetap kuat.

Namun, untuk mengonfirmasi fase bullish baru, BTC perlu menembus level resistensi penting dengan dukungan volume yang lebih besar.

Untuk saat ini, pasar berada dalam fase konsolidasi agar dapat memberikan ruang bagi investor untuk menilai apakah kenaikan ini merupakan awal pemulihan yang berkelanjutan atau sekadar jeda sebelum volatilitas berikutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com