Category Archives: Tokocrypto

Harga PI Hari Ini Naik 3,29% ke $0,163, Terkatrol Pengumuman Penting

Harga Pi Network hari ini menunjukkan pergerakan yang cukup menarik di tengah tekanan pasar kripto global.

Dicatut dari Coinmarketcap pada Selasa (24/2), token Pi Network (PI) tercatat naik 3,29% dalam 24 jam terakhir ke level $0,163, bergerak independen saat Bitcoin (BTC) justru turun sekitar 1,63% dalam periode yang sama.

Kenaikan ini tergolong kontras dengan kondisi pasar yang secara umum masih berada dalam sentimen negatif.

Total kapitalisasi pasar kripto tercatat melemah sekitar 1,15%, dengan indikator sentimen berada di zona “Extreme Fear”.

Namun, PI justru mencatat reli jangka pendek berkat katalis internal proyek.

Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok 6%, Sentimen Extreme Fear Tekan Pasar Kripto

Pengumuman Desain Token Jadi Katalis Utama

Faktor utama di balik kenaikan harga PI adalah pengumuman resmi dari Core Team pada 23 Februari 2026 terkait Ecosystem Token Design Framework.

Pengumuman ini bertepatan dengan perayaan satu tahun mainnet dan membuka Pi Request for Comment (PRC) untuk menjaring masukan komunitas.

Kerangka desain token tersebut menekankan model berbasis utilitas, di mana penerbitan token akan difokuskan untuk mendukung produk fungsional dan pertumbuhan pengguna, bukan sekadar penggalangan dana spekulatif.

Langkah ini memberikan narasi pengembangan yang lebih konkret bagi investor yang selama ini menunggu kejelasan arah fundamental proyek.

Kejelasan roadmap utilitas menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan pasar, terutama di tengah fase koreksi yang cukup panjang.

Secara psikologis, pengumuman ini memicu sentimen positif dan mendorong aksi beli jangka pendek, menciptakan sentiment-driven bounce di tengah pelemahan pasar yang lebih luas.

Pergerakan Coin-Specific di Tengah Pasar Lemah

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 24 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 24 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Menariknya, kenaikan PI terjadi saat mayoritas aset kripto lain mengalami tekanan jual.

Tidak terlihat adanya faktor eksternal seperti listing besar di bursa, kemitraan strategis baru, atau lonjakan aktivitas derivatif yang signifikan.

Hal ini menunjukkan bahwa pergerakan PI saat ini bersifat coin-specific, atau dipicu oleh katalis internal proyek itu sendiri.

Dalam kondisi pasar yang masih dipenuhi ketidakpastian, kemampuan suatu aset untuk bergerak independen sering kali menjadi sinyal adanya minat spekulatif yang cukup kuat.

Namun, reli semacam ini tetap tergolong rapuh jika tidak didukung volume dan tindak lanjut perkembangan fundamental.

Level Kunci dan Prospek Jangka Pendek

Secara teknikal, area $0,15 kini menjadi support jangka pendek yang perlu dipertahankan.

Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang untuk menguji resistance di kisaran $0,17–$0,18 terbuka.

Namun, level yang paling krusial tetap berada di $0,129, yang merupakan titik terendah tahun ini dan sempat menjadi support kuat pada pertengahan Februari.

Break di bawah zona ini berpotensi membuka ruang koreksi lebih dalam menuju area psikologis $0,10. Dengan kata lain, struktur harga saat ini menunjukkan prospek yang cukup optimistis namun masih rentan.

Keberlanjutan reli sangat bergantung pada konsistensi volume perdagangan; respons komunitas terhadap PRC yang dibuka Core Team; hingga kejelasan timeline implementasi desain token tersebut.

Jika volume kembali menurun drastis, ada kemungkinan kenaikan ini hanya menjadi lonjakan sesaat akibat euforia berita.

Momentum Fundamental atau Sekadar Reaksi Berita?

Kenaikan PI saat ini mencerminkan pola klasik pasar kripto: reaksi cepat terhadap pembaruan proyek.

Dalam banyak kasus, fase seperti ini sering diikuti konsolidasi atau koreksi jika tidak ada tindak lanjut konkret.

Namun, jika desain token benar-benar diimplementasikan dan mendorong pertumbuhan ekosistem riil, dampaknya bisa menjadi fondasi jangka panjang yang lebih kuat bagi valuasi PI.

Secara strategis, langkah menuju model token berbasis utilitas dapat membantu mengurangi persepsi spekulatif dan memperkuat legitimasi proyek di mata investor yang lebih konservatif.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 3%, Likuiditas Tipis Tekan PI ke $0,169

Secara keseluruhan, harga PI hari ini menunjukkan kenaikan 3,29% ke $0,163 yang dipicu oleh pengumuman desain token ekosistem dari Core Team.

Pergerakan ini terjadi secara independen dari tren pasar yang sedang melemah, menandakan adanya katalis internal yang kuat.

Outlook jangka pendek tergolong cautiously optimistic, dengan resistance di $0,17 dan support krusial di $0,129. Keberlanjutan tren naik akan sangat ditentukan oleh implementasi nyata dan respons komunitas terhadap proposal desain token tersebut.

Investor disarankan untuk memantau volume perdagangan dan perkembangan lanjutan dari Core Team sebelum mengambil keputusan, mengingat volatilitas pasar kripto masih tinggi dan sentimen global belum sepenuhnya pulih.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Cadangan Bitcoin Binance Tembus Level Tertinggi Sejak 2024

Cadangan Bitcoin (BTC) di Binance melonjak ke level tertinggi sejak 2024, memicu perhatian pelaku pasar. Data terbaru menunjukkan reserve BTC di platform tersebut mencapai sekitar 676.860 BTC, bertepatan dengan harga Bitcoin yang diperdagangkan di kisaran US$67.000.

Dikutip Crypto Quant, lonjakan ini menandakan peningkatan aktivitas deposit dibandingkan beberapa bulan sebelumnya, ketika level cadangan relatif lebih rendah.

Apa Arti Kenaikan Cadangan Bitcoin?

Indikator cadangan Bitcoin di bursa mencerminkan jumlah BTC yang tersimpan di platform dan secara tidak langsung menunjukkan perilaku investor. Kenaikan cadangan biasanya berarti lebih banyak Bitcoin masuk ke bursa, sementara penurunan mengindikasikan arus keluar ke dompet pribadi atau penyimpanan jangka panjang.

Secara historis, periode dengan cadangan tinggi sering dikaitkan dengan peningkatan pasokan yang siap diperdagangkan. Kondisi ini dapat memperbesar potensi tekanan jual jangka pendek, terutama jika momentum harga sedang melemah.

Dengan cadangan yang besar, likuiditas untuk menjual atau memindahkan posisi menjadi lebih mudah diakses.

Baca juga: Abu Dhabi Borong ETF Bitcoin, Nilainya Kini US$803 Juta

Tidak Selalu Berarti Tekanan Jual

Meski kerap diasosiasikan dengan potensi distribusi, kenaikan cadangan tidak selalu menjadi sinyal negatif. Dalam beberapa kasus, Bitcoin dipindahkan ke bursa untuk digunakan sebagai jaminan (collateral) dalam perdagangan derivatif atau untuk reposisi strategi, bukan untuk langsung dijual.

Kembalinya cadangan ke level tinggi setelah periode penurunan juga dapat mencerminkan fase penyeimbangan pasar (market rebalancing) pasca aksi jual besar sebelumnya.

Level Sensitif Jelang Pergerakan Besar

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 23 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 23 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Cadangan BTC Binance saat ini mendekati level yang terakhir terlihat pada 2024, periode yang ditandai volatilitas tinggi dan pembentukan dasar harga sebelum pergerakan besar berikutnya.

Karena itu, level ini dipandang sebagai area sensitif yang berpotensi memainkan peran penting dalam menentukan arah pasar selanjutnya. Jika cadangan terus meningkat di tengah lemahnya harga, risiko tekanan jual dapat bertambah. Sebaliknya, stabilisasi atau penurunan cadangan bisa mengindikasikan berkurangnya suplai siap jual di pasar spot.

Menurut Tim Research Tokocrypto, level cadangan yang mendekati rekor 2024 ini menandakan bursa Binance memiliki likuiditas siap jual yang sangat besar, yang secara historis meningkatkan volatilitas.

“Namun, jika ini digunakan sebagai collateral, maka market sedang menyiapkan panggung untuk pergerakan terarah (directional move) yang besar. Area ini adalah zona sensitif yang akan menentukan arah tren Bitcoin selanjutnya,” analisanya.

Baca Juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Vitalik Jual ETH Rp100 Miliar Saat Harga Anjlok 30%, Sinyal Bahaya?

Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, dilaporkan menjual jutaan dolar ETH di tengah pelemahan harga yang tajam. Langkah ini terjadi saat ETH turun sekitar 30% dalam sebulan terakhir dan diperdagangkan di bawah level psikologis US$2.000.

Data on-chain menunjukkan aksi jual tersebut berlangsung ketika sejumlah indikator teknikal justru mengisyaratkan kondisi oversold.

Tarik 3.500 ETH dari Aave, Sebagian Langsung Dijual

Berdasarkan laporan Lookonchain pada 22 Februari, Buterin menarik 3.500 ETH dari protokol DeFi Aave, dengan nilai sekitar US$6,95 juta. Dalam hitungan jam setelah penarikan, ia menjual 571 ETH senilai sekitar US$1,13 juta.

Dilaporkan BeInCrypto, aksi ini menambah daftar penjualan sebelumnya. Sejak 2 Februari, Buterin telah menjual lebih dari 7.380 ETH dengan nilai sekitar US$15,5 juta, pada harga rata-rata US$2.100.

Jika digabungkan dengan transaksi terbaru, lebih dari setengah cadangan ETH yang sebelumnya disiapkan untuk mendukung Ethereum Foundation telah dilikuidasi dalam waktu kurang dari satu bulan.

Baca juga: Ethereum Tertekan, Risiko Turun ke US$1.385 Menguat

Kontras dengan Pernyataan “Mild Austerity”

Pada 30 Januari, Buterin menyatakan Ethereum Foundation memasuki fase “mild austerity” untuk mendukung tujuan jangka panjang organisasi. Ia menarik 16.384 ETH dengan rencana mendistribusikannya secara strategis dalam beberapa tahun ke depan.

Namun, eksekusi penjualan yang relatif cepat memicu perhatian pelaku pasar. Aksi likuidasi oleh figur kunci proyek di tengah koreksi tajam sering dianggap sebagai sinyal negatif, terlepas dari alasan administratif yang disampaikan.

Menurut Tim Research Tokocrypto, aksi likuidasi 50% cadangan “austerity” oleh sang pendiri di tengah kondisi MVRV yang sudah sangat oversold (-14,3%) memberikan tekanan psikologis ganda bagi investor ritel.

“Meskipun alasan operasional sering digunakan sebagai dalih, pasar cenderung melihatnya sebagai langkah mitigasi risiko dari orang dalam. Hal ini menciptakan level resistensi baru pada ,100, di mana setiap upaya rebound kemungkinan akan digunakan whale untuk keluar dari posisi,” jelasnya.

ETH Turun 30%, Indikator Tunjukkan Oversold

Harga ETH telah turun sekitar 30% dalam sebulan terakhir dan kini berada sedikit di bawah US$2.000. Tekanan jual tambahan dari penjualan besar memperkuat sentimen bearish di pasar.

Meski demikian, sejumlah analis on-chain menilai ETH kini berada dalam kondisi undervalued secara teknikal.

Data Santiment menunjukkan rasio 30-day Market Value to Realized Value (MVRV) ETH berada di defisit sekitar 14,3%. MVRV mengukur selisih antara kapitalisasi pasar dan nilai realisasi untuk memperkirakan rata-rata profitabilitas holder.

Angka negatif menunjukkan sebagian besar investor berada dalam posisi rugi. Secara historis, kondisi ini sering muncul pada fase jenuh jual (oversold).

Sebagai perbandingan, Bitcoin saat ini menunjukkan undervaluation sekitar 6,9%, Chainlink 5,1%, XRP 4,1%, dan Cardano 2%. Berdasarkan metrik tersebut, ETH tercatat sebagai aset dengan diskon terdalam di antara kripto utama dalam 30 hari terakhir.

Dengan tekanan jual dari pendiri proyek dan sinyal teknikal oversold yang muncul bersamaan, pergerakan ETH dalam waktu dekat akan sangat bergantung pada respons pasar terhadap dua kekuatan yang saling bertolak belakang ini.

Baca Juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Tembus Pola Bullish, Tapi 50% Holder Keluar, Bull Trap Mengintai?

Harga Solana (SOL) naik sekitar 2,9% dalam 24 jam terakhir dan berhasil menembus neckline pola inverse head-and-shoulders pada grafik 12 jam. Secara teknikal, breakout ini biasanya menjadi sinyal pembalikan tren dengan potensi kenaikan lebih dari 50%.

Namun, di balik sinyal positif tersebut, data on-chain dan derivatif menunjukkan risiko tersembunyi. Lonjakan leverage dan aksi distribusi oleh holder jangka panjang memunculkan potensi bull trap, di mana pembeli awal bisa terjebak jika momentum gagal bertahan.

Breakout Buka Potensi 50% Kenaikan

Dikutip BeInCrypto, penembusan neckline inverse head-and-shoulders umumnya menjadi sinyal awal tren naik baru. SOL juga bergerak di atas exponential moving average (EMA) 20 periode, yang sering dianggap sebagai indikator kembalinya kekuatan tren.

Meski demikian, breakout sebelumnya di awal Februari juga sempat menembus EMA yang sama, sebelum akhirnya harga terkoreksi hampir 12%.

Selain itu, terdapat hidden bearish divergence antara 2 hingga 21 Februari. Dalam periode tersebut, harga mencetak lower high, sementara indikator RSI membentuk higher high. Divergensi ini kerap menjadi sinyal pelemahan tren sebelum koreksi terjadi.

Sinyal bearish ini baru akan melemah jika SOL mampu menembus level US$85,70. Namun, risiko teknikal yang lebih luas tetap ada selama resistance utama belum ditembus.

Open Interest Naik, Leverage Menguat

Data derivatif menunjukkan open interest naik dari US$1,96 miliar pada 20 Februari menjadi US$2,08 miliar pada 21 Februari, atau meningkat sekitar 6,1% dalam satu hari.

Open interest mencerminkan total nilai kontrak futures yang aktif. Kenaikan open interest saat breakout biasanya berarti trader membuka posisi baru, bukan menutup posisi lama.

Selain itu, funding rate berubah menjadi positif di level 0,0016%. Kondisi ini menunjukkan trader long membayar trader short, yang mencerminkan sentimen bullish berbasis leverage.

Kombinasi kenaikan open interest dan funding rate positif sering muncul dalam kondisi bull trap. Jika harga gagal mempertahankan breakout, posisi long berleverage berisiko mengalami likuidasi, yang dapat mempercepat penurunan harga.

Baca juga: Solana di Persimpangan: Tembus US$87 atau Jatuh ke US$73?

Holder Jangka Panjang Pangkas Posisi

Indikator Hodler Net Position Change menunjukkan perubahan signifikan pada perilaku investor jangka panjang (holder lebih dari 155 hari). Pada 8 Februari, holder jangka panjang menambah hampir 1,98 juta SOL. Namun, pada 20 Februari, angka tersebut turun menjadi sekitar 0,99 juta SOL.

Artinya, akumulasi berkurang hampir 50% dalam dua pekan terakhir.

Secara historis, holder jangka panjang cenderung mengakumulasi sebelum reli besar dan mendistribusikan mendekati puncak lokal. Penurunan akumulasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai keberlanjutan breakout saat ini.

Level Kunci Penentu Arah

Data cost basis menunjukkan resistance kuat di kisaran US$87–US$88, di mana sekitar 9,12 juta SOL terakhir dibeli. Level ini berpotensi menjadi tembok suplai karena investor cenderung menjual di titik impas.

Level US$85,70 menjadi penghalang awal untuk memperkuat breakout. Namun konfirmasi yang lebih kuat berada di US$91,09. Penembusan di atas level tersebut akan menyerap suplai overhead dan membuka jalan menuju target pola di sekitar US$129,78, atau sekitar 50% kenaikan dari titik breakout.

Di sisi lain, jika harga turun di bawah US$78,88, pola inverse head-and-shoulders mulai melemah. Penurunan di bawah US$67,24 akan membatalkan pola sepenuhnya dan berpotensi memicu likuidasi long akibat lonjakan leverage sebelumnya.

Saat ini, Solana berada di titik krusial. Breakout di atas US$91 dapat mengonfirmasi tren naik baru, sementara penurunan di bawah US$78 meningkatkan risiko bull trap.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kondisi pasar saat ini menunjukkan divergensi yang berbahaya: harga mencoba breakout dari inverse head-and-shoulders sementara pemegang jangka panjang (smart money) justru memangkas akumulasi hingga 50%.

“Kenaikan Open Interest di tengah distribusi whale adalah setup klasik untuk Bull Trap; ini menandakan bahwa reli didorong oleh leverage ritel yang rapuh. Tanpa penembusan bersih di atas 1, support 8 akan menjadi titik pemicu liquiditas long besar-besaran,” ungkapnya.

Baca juga: Tokcer! Token GHOST Melonjak Usai Isyarat Integrasi Solana


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

ETF XRP Catat Inflow tinggi, Kenapa Harga Mandek di Bawah US$1,50?

Harga XRP bergerak relatif datar dalam 24 jam dan sepekan terakhir, mencerminkan kebingungan pasar. Di satu sisi, ETF spot XRP mencatat inflow selama tiga pekan berturut-turut. Namun di sisi lain, sejumlah indikator teknikal dan on-chain menunjukkan potensi pelemahan yang tersembunyi.

Dilaporkan BeInCrypto, kondisi ini memunculkan pertanyaan: mengapa harga tetap tertahan di bawah US$1,50 meski arus dana institusional masih positif?

Inflow ETF Masih Positif, Tapi Melemah Tajam

ETF spot XRP mencatat inflow sebesar US$36,04 juta pada pekan yang berakhir 6 Februari. Namun, pada pekan yang berakhir 20 Februari, angka tersebut turun drastis menjadi hanya US$1,84 juta.

Penurunan hampir 95% dalam tiga pekan ini menunjukkan bahwa meskipun arus dana masih positif, kekuatan permintaan institusional melemah secara signifikan.

Secara teknikal, XRP juga telah turun di bawah weekly Volume Weighted Average Price (VWAP) sejak 18 Februari dan belum berhasil merebut kembali level tersebut. VWAP kerap digunakan sebagai acuan rata-rata harga institusi. Ketika harga berada di bawah VWAP, rata-rata posisi institusi berada dalam kondisi rugi, yang biasanya mengurangi minat akumulasi lanjutan.

Pada kejadian sebelumnya ketika XRP kehilangan VWAP mingguan, harga terkoreksi hampir 26%.

Selain itu, terdapat indikasi hidden bearish divergence antara 6 hingga 20 Februari. Harga mencetak lower high, sementara indikator RSI mencetak higher high. Pola ini kerap menandakan melemahnya momentum pemulihan dan potensi perpanjangan tren turun jika support penting ditembus.

Menurut Tim Research Tokocrypto, penurunan arus masuk ETF sebesar 95% menunjukkan bahwa minat institusional terhadap XRP mulai mendingin secara drastis setelah euforia awal.

“Harga yang bertahan di bawah VWAP mingguan mengindikasikan bahwa “big money” saat ini dalam posisi defensif atau merugi. Tanpa katalis baru untuk menarik inflow, cluster biaya ,26 menjadi satu-satunya pembatas sebelum harga terjun bebas menuju area ,02 sebagai target koreksi logis berikutnya,” ungkapnya.

Tekanan Beli Masih Ada, Tapi Mulai Melemah

Meski sinyal institusional melemah, harga belum mengalami penurunan tajam. Data on-chain menunjukkan arus keluar dari bursa (exchange outflows) sempat mencapai 71,32 juta XRP pada 18 Februari, namun kini turun menjadi sekitar 41,69 juta XRP, atau melemah sekitar 41%.

Outflow umumnya diartikan sebagai akumulasi. Penurunan outflow menunjukkan tekanan beli mulai berkurang, meski belum sepenuhnya hilang.

Indikator Money Flow Index (MFI) juga menunjukkan divergensi positif. Saat harga cenderung turun antara 6 hingga 19 Februari, MFI justru bergerak naik. Hal ini mengindikasikan adanya akumulasi oleh pembeli saat harga melemah.

Dukungan dari dip buyers inilah yang sejauh ini mencegah harga mengalami koreksi lebih dalam.

Baca juga: XRP Dipakai Siapa Sih? Ini Jawaban yang Bikin Banyak Orang Kaget

Support US$1,26 Jadi Penentu Arah

Data cost basis menunjukkan level krusial berada di sekitar US$1,26, di mana lebih dari 159 juta XRP dibeli. Level ini berpotensi menjadi support kuat karena banyak investor mempertahankan posisi di area harga tersebut.

Jika level US$1,26 bertahan, XRP berpotensi menghindari koreksi lebih dari 12% meski support di US$1,35–US$1,37 ditembus.

Namun, jika harga turun di bawah US$1,259, tekanan jual bisa meningkat signifikan dengan target berikutnya di sekitar US$1,162 dan US$1,024.

Untuk mengubah momentum menjadi lebih positif, XRP perlu merebut kembali level US$1,439. Penguatan lebih lanjut memerlukan penembusan US$1,476 dan US$1,549. Sementara breakout di atas US$1,670 diperlukan untuk sepenuhnya menghapus tekanan bearish.

Saat ini, XRP berada di persimpangan antara melemahnya dukungan institusional dan akumulasi bertahap oleh pembeli ritel. Level US$1,26 menjadi titik krusial yang kemungkinan besar akan menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Anjlok 6%, Sentimen Extreme Fear Tekan Pasar Kripto

Harga Pi Network (PI) kembali tertekan dalam 24 jam terakhir, turun 6,11% ke level $0,157.

Penurunan ini terjadi di tengah koreksi pasar kripto global yang melemah sekitar 4,37%, menandakan bahwa pelemahan PI lebih dipengaruhi sentimen makro dibanding faktor internal proyek.

Kondisi pasar saat ini dibayangi oleh sentimen risk-off yang kuat.

Indeks Fear & Greed dari CoinMarketCap tercatat di level 14 atau kategori “Extreme Fear” per 23 Februari 2026.

Situasi ini mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap aset berisiko, termasuk altcoin.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 3%, Likuiditas Tipis Tekan PI ke $0,169

Tekanan Jual Dipicu Sentimen Pasar

Pergerakan harga PI menunjukkan karakteristik aset high-beta, yakni cenderung bergerak lebih agresif dibanding pasar secara keseluruhan.

Ketika total kapitalisasi pasar kripto turun 4,37%, PI justru terkoreksi lebih dalam. Hal ini menandakan bahwa PI saat ini bergerak selaras dengan sentimen pasar yang lebih luas.

Tanpa adanya katalis spesifik seperti pembaruan ekosistem atau pengumuman besar, harga PI sangat bergantung pada arah pergerakan pasar kripto secara umum.

Sebagai aset dengan dominasi pasar terbesar, Bitcoin memegang peranan penting. Bitcoin saat ini menguasai sekitar 58,11% total kapitalisasi pasar kripto.

Stabilitas atau pembalikan arah BTC akan menjadi faktor kunci bagi pemulihan altcoin seperti PI.

Volume Naik, Tekanan Jual Menguat

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 23 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 23 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Menariknya, volume perdagangan PI dalam 24 jam terakhir justru melonjak 30,28% menjadi sekitar $15,5 juta. Lonjakan volume ini mengonfirmasi adanya tekanan jual yang cukup kuat.

Namun, data yang tersedia tidak menunjukkan adanya pemicu spesifik seperti berita negatif, aktivitas derivatif ekstrem, atau perubahan fundamental proyek.

Dengan kata lain, pelemahan PI lebih mencerminkan arus keluar dana dari pasar kripto secara umum. Tanpa katalis internal yang mampu menahan tekanan, PI cenderung mengikuti arus besar pasar.

Analisis Teknikal: Ujian di Support $0,15

Secara teknikal, PI kini sedang menguji area support penting di kisaran $0,15. Level ini menjadi penentu arah jangka pendek.

Beberapa skenario yang perlu diperhatikan:

  • Support krusial: $0,15
  • Zona penurunan berikutnya: $0,13–$0,14
  • Resistance jangka pendek: $0,168–$0,17

Jika PI mampu bertahan di atas $0,15 dan muncul minat beli baru, potensi konsolidasi di rentang $0,15–$0,17 terbuka. Konsolidasi ini bisa menjadi fase stabilisasi sebelum pergerakan selanjutnya.

Namun, jika tekanan jual berlanjut dan harga menembus $0,15 dengan volume tinggi, risiko penurunan cepat menuju area $0,13–$0,14 semakin besar.

Breakdown di bawah support biasanya memicu aksi jual lanjutan dari trader jangka pendek.

Untuk membatalkan struktur bearish saat ini, PI perlu menembus dan bertahan di atas level tertinggi 24 jam sekitar $0,168 dengan dukungan volume yang kuat.

Bergantung pada Sentimen Makro

Tren jangka pendek PI masih menunjukkan tekanan bearish. Tanpa perbaikan sentimen pasar secara keseluruhan, potensi rebound cenderung terbatas.

Perhatian investor kini tertuju pada pergerakan pasar kripto global serta perubahan indikator sentimen seperti Fear & Greed Index.

Jika sentimen mulai membaik dari “Extreme Fear” menuju level netral, peluang stabilisasi harga PI akan meningkat.

Sebaliknya, jika tekanan jual di pasar kripto berlanjut, PI berisiko mencetak level terendah bulanan baru.

Baca Juga: Harga Pi Network Melejit 27%, Tembus $0,195! Picu Euforia Baru?

Penurunan 6,11% harga Pi Network ke $0,157 mencerminkan kondisi pasar kripto yang sedang diliputi ketakutan ekstrem.

Tanpa katalis internal yang kuat, PI bergerak mengikuti arah pasar secara keseluruhan.

Level $0,15 menjadi area krusial yang harus dipertahankan untuk menghindari penurunan lebih dalam ke zona $0,13–$0,14.

Dalam jangka pendek, nasib PI sangat bergantung pada stabilisasi pasar kripto global dan pergerakan Bitcoin.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Tekanan Jual Bitcoin Anjlok 4,75% ke $64.735

Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan signifikan dalam 24 jam terakhir.

Dalam catatan Tokocrypto pada Senin (23/2), BTC turun 4,75% ke level $64.735,20, memperpanjang tren koreksi yang sudah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

Kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,29 triliun, dengan volume perdagangan harian melonjak menjadi $29,47 miliar.

Peningkatan volume di tengah penurunan harga mengindikasikan adanya tekanan jual yang cukup agresif dari pelaku pasar.

Baca Juga: Jepang Siapkan Bursa Kripto, Pajak Bitcoin Dipangkas Jadi 20%

Pergerakan Harga 24 Jam Terakhir

Dalam rentang perdagangan harian, BTC sempat menyentuh level tertinggi di $68.235,23 sebelum akhirnya tertekan hingga titik terendah $64.350,41.

Volatilitas ini mencerminkan tingginya aktivitas pasar di tengah sentimen yang cenderung negatif.

Secara mingguan, harga BTC sudah turun sekitar 5,79%. Bahkan dalam 30 hari terakhir, Bitcoin telah terkoreksi hingga 27,72%.

Tren penurunan juga terlihat dalam periode 60 dan 90 hari, dengan koreksi lebih dari 26%.

Meski begitu, suplai beredar Bitcoin saat ini berada di angka 19,99 juta BTC atau sekitar 95,21% dari total maksimum 21 juta BTC.

Struktur suplai yang terbatas tetap menjadi fondasi fundamental jangka panjang.

Tekanan Jual Dominan

Kenaikan volume perdagangan yang signifikan di tengah penurunan harga biasanya menjadi sinyal bahwa aksi distribusi atau panic selling sedang berlangsung.

Investor jangka pendek kemungkinan melakukan realisasi kerugian atau pengamanan profit setelah volatilitas meningkat.

Dalam kondisi seperti ini, sentimen pasar cenderung dipengaruhi oleh faktor makro, arus modal institusi, serta pergerakan pasar derivatif.

Ketika tekanan jual mendominasi, level support teknikal menjadi sangat krusial.

Analisis Teknikal: Area Support dan Resistance

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 23 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 23 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dari sisi teknikal jangka pendek, terdapat beberapa level penting yang perlu diperhatikan:

  • Support terdekat: $64.000
  • Support berikutnya: $62.500
  • Resistance terdekat: $68.000
  • Resistance kuat: $70.000

Jika BTC gagal bertahan di atas area $64.000, potensi penurunan menuju $62.500 semakin terbuka. Break di bawah level tersebut bisa memicu tekanan lanjutan ke area psikologis $60.000.

Sebaliknya, untuk memulihkan momentum bullish, BTC perlu kembali menembus $68.000 dengan dukungan volume yang solid.

Tanpa konfirmasi volume, kenaikan berisiko menjadi technical rebound sementara.

Jarak dari Rekor Tertinggi

Bitcoin masih cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07. Artinya, harga saat ini berada hampir 50% di bawah puncaknya.

Namun dalam siklus kripto, koreksi 20–30% bukanlah hal yang tidak biasa, terutama setelah periode reli panjang.

Pasalnya, investor jangka panjang biasanya melihat fase koreksi sebagai bagian dari siklus volatilitas alami pasar kripto.

Outlook Jangka Pendek

Dalam jangka pendek, arah pergerakan BTC sangat bergantung pada respons pasar terhadap level support saat ini.

Jika tekanan jual mulai mereda dan volume berangsur stabil, potensi konsolidasi di kisaran $64.000–$68.000 dapat terjadi.

Namun, apabila volume tetap tinggi dengan dominasi order jual, risiko breakdown ke bawah masih terbuka.

Sentimen global, arus dana ETF, serta dinamika pasar derivatif juga akan menjadi faktor penentu dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Bertahan di $67.822, Rebound Tipis

Harga Bitcoin hari ini menunjukkan tekanan bearish yang cukup kuat dengan penurunan 4,75% dalam 24 jam terakhir. Lonjakan volume mempertegas dominasi aksi jual di pasar.

Level $64.000 menjadi titik krusial yang harus dipertahankan untuk menghindari koreksi lebih dalam. Sementara itu, pemulihan di atas $68.000 diperlukan untuk membuka peluang rebound yang lebih meyakinkan.

Dalam kondisi volatil seperti ini, manajemen risiko dan disiplin strategi menjadi kunci bagi investor dan trader.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Tertekan, Risiko Turun ke US$1.385 Menguat

Ethereum (ETH) kembali berada di bawah tekanan setelah diperdagangkan di bawah Realized Price sejak akhir Januari. Di tengah posisi harga yang mendekati US$2.000, data on-chain menunjukkan tekanan jual masih kuat, dengan arus masuk ke bursa mencapai ratusan juta dolar dalam sepekan terakhir.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa pelemahan harga belum berakhir dan berpotensi menyerupai pola koreksi dalam siklus sebelumnya.

ETH Diperdagangkan di Bawah Realized Price

Realized Price merupakan rata-rata harga akuisisi seluruh koin ETH yang beredar. Ketika harga pasar berada di bawah level ini, rata-rata pemegang aset berada dalam posisi rugi secara belum terealisasi (unrealized loss).

Sejak turun di bawah Realized Price pada akhir Januari, ETH belum mampu kembali ke atas level tersebut. Indikator Market Value to Realized Value (MVRV) juga tetap berada di bawah 1,0, mengonfirmasi bahwa mayoritas investor saat ini menanggung kerugian.

Dalam siklus sebelumnya, periode panjang di bawah Realized Price kerap diikuti fase kapitulasi sebelum akhirnya membentuk dasar harga yang lebih kuat. Namun, fase tersebut sering kali didahului penurunan tambahan.

Baca Juga: Ethereum Dihantam Likuidasi Terbesar Sejak 2021! Apa Dampaknya?

445.000 ETH Masuk Bursa, Tekanan Jual Meningkat

Data Exchange On-Balance menunjukkan sekitar 445.000 ETH masuk ke bursa dalam tujuh hari terakhir. Pada harga saat ini, jumlah tersebut bernilai lebih dari US$887 juta.

Lonjakan saldo di bursa umumnya diartikan sebagai sinyal distribusi, karena investor memindahkan aset untuk potensi penjualan. Skala inflow terbaru ini mengindikasikan kehati-hatian yang meningkat di kalangan pemegang ETH.

Dalam beberapa kejadian sebelumnya, lonjakan deposit ke bursa sering mendahului penurunan harga yang lebih tajam. Kombinasi kerugian belum terealisasi dan peningkatan pasokan di pasar spot memperbesar risiko tekanan turun lanjutan.

Level Kunci Penentu Arah ETH

Saat ini ETH diperdagangkan di sekitar US$1.997, dengan level psikologis US$2.000 menjadi titik krusial. Jika tekanan jual berlanjut, support berikutnya berada di sekitar US$1.866.

Apabila level US$1.866 gagal dipertahankan, risiko penurunan dapat meluas hingga US$1.385—yang berarti potensi koreksi sekitar 30% dari harga saat ini. Level ini sebelumnya berfungsi sebagai dasar struktural dalam siklus terdahulu. Support berikutnya berada di kisaran US$1.231.

Sebaliknya, perubahan perilaku investor dapat membalikkan situasi. Jika arus masuk ke bursa menurun dan akumulasi kembali meningkat, ETH berpeluang stabil di atas US$2.000. Dalam skenario tersebut, target jangka pendek berada di US$2.205, dengan potensi kenaikan lanjutan menuju US$2.500 apabila tekanan beli berkelanjutan.

Untuk saat ini, dinamika antara tekanan jual dan potensi akumulasi akan menjadi penentu utama arah pergerakan Ethereum dalam waktu dekat.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ETH sedang berada di zona kritis .000. Rasio MVRV di bawah 1,0 secara historis menandakan fase koreksi dalam atau awal dari tahap kapitulasi.

“Jika support .866 gagal dipertahankan, ETH berisiko jatuh 30% lagi menuju area .385 sebelum menemukan dasar struktural yang stabil,” katanya.

Baca Juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Tanpa Henti: CME Group Resmi Buka Futures 24/7

Bursa derivatif terbesar dunia, CME Group, resmi mengumumkan peluncuran perdagangan berjangka (futures) dan opsi kripto selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu (24/7) mulai 29 Mei 2026.

Kebijakan ini menjadi tonggak penting dalam evolusi pasar aset digital, khususnya bagi investor institusi yang membutuhkan akses lindung nilai tanpa jeda waktu.

Selama ini, pasar spot kripto seperti Bitcoin dan Ethereum beroperasi nonstop.

Namun, instrumen derivatif teregulasi memiliki jam perdagangan terbatas, sehingga menciptakan celah risiko atau “gap risk” saat akhir pekan dan di luar jam operasional resmi.

Baca Juga: CME Group Luncurkan ETF Berjangka XRP pada 19 Mei, Harga Meroket?

Menghapus Hambatan Institusi

Menurut laporan Bitcoin Magazine, keputusan CME untuk membuka perdagangan nonstop bertujuan menyelaraskan pasar derivatif dengan dinamika pasar spot kripto yang bergerak 24/7.

Dengan begitu, investor institusi dapat melakukan hedging kapan pun diperlukan tanpa harus menunggu pembukaan sesi perdagangan berikutnya.

Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai penguatan fundamental terhadap struktur pasar kripto global.

“Integrasi ini menghilangkan ‘gap risk’ akhir pekan bagi institusi, yang selama ini menjadi hambatan utama masuknya modal besar secara efisien. Dengan ketersediaan instrumen lindung nilai (hedging) setiap saat, pasar kripto akan semakin matang dan sejajar dengan efisiensi pasar modal tradisional global,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Menurut analis, ketersediaan instrumen lindung nilai sepanjang waktu akan membuat manajemen risiko jauh lebih optimal, terutama di tengah volatilitas kripto yang tinggi.

Didukung Rekor Volume 2025

Langkah ekspansi ini tidak muncul tanpa alasan. Sepanjang 2025, CME mencatat rekor volume notional perdagangan kripto hingga mencapai triliunan dolar AS.

Lonjakan tersebut menunjukkan meningkatnya minat investor institusi terhadap produk derivatif kripto yang teregulasi dan transparan.

Banyak pelaku pasar profesional memilih CME karena standar kepatuhan, sistem kliring, serta infrastruktur manajemen risiko yang sudah teruji.

Dengan model perdagangan 24/7, CME memperluas daya tariknya sebagai jembatan antara keuangan tradisional dan ekosistem kripto.

Dampak terhadap Likuiditas dan Price Discovery

Perdagangan nonstop diproyeksikan meningkatkan likuiditas secara signifikan.

Likuiditas yang lebih dalam umumnya menghasilkan spread yang lebih sempit dan pembentukan harga (price discovery) yang lebih efisien.

Selain itu, integrasi waktu perdagangan antara spot dan derivatif membantu mengurangi dislokasi harga yang sering terjadi saat pembukaan pasar setelah akhir pekan.

Selama ini, lonjakan harga drastis pada hari Sabtu atau Minggu kerap menciptakan tekanan tambahan ketika pasar derivatif kembali aktif.

Dengan akses 24/7, pelaku pasar dapat merespons pergerakan harga secara real-time, sehingga potensi kejutan ekstrem dapat diminimalkan.

Sinyal Kematangan Pasar Aset Digital

Peluncuran perdagangan futures dan opsi kripto 24/7 juga menjadi indikator bahwa pasar kripto semakin matang dan terintegrasi dengan sistem keuangan global.

Jika sebelumnya kripto dipandang sebagai pasar alternatif dengan infrastruktur terbatas, kini perannya semakin setara dengan kelas aset tradisional.

Langkah CME berpotensi mendorong arus modal institusi yang lebih besar karena hambatan operasional semakin berkurang.

Hal ini dapat berdampak positif terhadap stabilitas jangka panjang, meskipun volatilitas tetap menjadi karakter utama aset digital.

Baca Juga: CME Group Luncurkan Kontrak Berjangka XRP

Menuju Standar Global Baru

Mulai 29 Mei 2026, industri kripto akan memasuki babak baru. Perdagangan derivatif teregulasi yang tersedia tanpa henti membuka peluang strategi perdagangan global yang lebih fleksibel dan efisien.

Jika tren partisipasi institusi terus meningkat, pasar kripto dapat semakin sejajar dengan pasar modal tradisional dalam hal likuiditas, efisiensi, dan pengelolaan risiko.

Langkah CME Group bukan sekadar inovasi operasional, melainkan transformasi struktural yang berpotensi mempercepat institusionalisasi aset digital secara global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Jepang Siapkan Bursa Kripto, Pajak Bitcoin Dipangkas Jadi 20%

Tiga perusahaan sekuritas terbesar di Jepang, yakni Nomura, Daiwa Securities, dan SMBC Nikko Securities, dilaporkan tengah mempersiapkan peluncuran bursa kripto domestik.

Langkah ini beriringan dengan rencana regulator Jepang untuk mengubah status Bitcoin menjadi produk investasi serta memangkas pajak kripto agar setara dengan saham.

Coin-Turk melaporkan, kebijakan tersebut digodok oleh Financial Services Agency (FSA), yang tengah merancang reformasi besar dalam kerangka regulasi aset digital Jepang.

Baca Juga: Yen Jepang Bergejolak, Sinyal Intervensi Fed Picu Spekulasi Bitcoin

Bitcoin Tak Lagi Sekadar Alat Bayar

Selama ini, Bitcoin di Jepang dikategorikan sebagai alat pembayaran. Namun, perubahan regulasi yang sedang dirancang akan mengklasifikasikannya sebagai produk investasi.

Pergeseran ini dinilai krusial karena menempatkan kripto dalam rezim hukum pasar modal yang lebih mapan dan terstruktur.

Dengan status baru tersebut, Bitcoin akan diperlakukan lebih mirip dengan saham atau obligasi, membuka peluang bagi produk investasi baru seperti reksa dana atau bahkan ETF kripto di masa depan.

Langkah ini sekaligus memberikan kepastian hukum yang lebih kuat bagi investor institusional yang selama ini menunggu kejelasan regulasi sebelum masuk lebih dalam ke pasar aset digital Jepang.

Pajak Kripto Turun Drastis

Reformasi lain yang tak kalah penting adalah pemangkasan tarif pajak kripto. Saat ini, pajak atas keuntungan kripto di Jepang bisa mencapai 55%, jauh lebih tinggi dibandingkan pajak atas ekuitas.

Pemerintah berencana memangkas tarif tersebut menjadi sekitar 20%, setara dengan pajak saham. Jika terealisasi, kebijakan ini akan membuat Jepang jauh lebih kompetitif dibandingkan yurisdiksi lain di Asia.

Penurunan pajak dinilai sebagai insentif kuat untuk menarik kembali investor domestik yang sebelumnya memilih memindahkan aktivitas perdagangan ke luar negeri demi efisiensi pajak.

2026 Dicanangkan sebagai “Digital Year”

Tim Research Tokocrypto melihat reformasi ini sebagai langkah strategis jangka panjang.

“Tahun 2026 dicanangkan sebagai ‘Digital Year’ di Jepang. Perubahan klasifikasi aset dan insentif pajak adalah katalis besar bagi masuknya modal institusional dan potensi peluncuran ETF kripto spot pada 2028. Jepang sedang bertransformasi dari pasar spekulatif murni menjadi ekosistem keuangan digital yang terintegrasi secara struktural,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Merujuk pada analisis tersebut, reformasi ini bukan sekadar respons terhadap tren global, melainkan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat posisi Jepang dalam ekonomi digital.

Jalan Menuju ETF Kripto Spot

Dengan klasifikasi baru sebagai produk investasi dan struktur pajak yang kompetitif, peluang peluncuran ETF kripto spot pada 2028 semakin realistis.

ETF spot akan memungkinkan investor institusional berpartisipasi tanpa harus menyimpan aset kripto secara langsung.

Jika terealisasi, Jepang berpotensi mengikuti jejak negara-negara yang telah lebih dulu menyetujui ETF kripto, sekaligus memperkuat reputasinya sebagai pusat keuangan global yang adaptif terhadap inovasi teknologi.

Transformasi Ekosistem Keuangan Jepang

Masuknya Nomura, Daiwa, dan SMBC Nikko ke sektor bursa kripto juga menunjukkan perubahan sikap industri keuangan tradisional terhadap aset digital.

Keterlibatan institusi besar membawa standar tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan yang lebih tinggi.

Transformasi ini berpotensi menggeser citra pasar kripto Jepang dari dominasi spekulasi ritel menjadi ekosistem yang lebih matang dan berbasis institusi.

Jika seluruh reformasi berjalan sesuai rencana, Jepang dapat menjadi model integrasi aset digital dalam sistem keuangan tradisional secara struktural dan berkelanjutan.

Baca Juga: CLARITY Act Lolos di Komite Senat AS, Majunya Regulasi Kripto

Rencana peluncuran bursa kripto oleh tiga raksasa sekuritas Jepang, perubahan klasifikasi Bitcoin menjadi produk investasi, serta pemangkasan pajak kripto menjadi 20% menjadi sinyal kuat transformasi industri aset digital di Jepang.

Dengan 2026 sebagai “Digital Year”, Jepang tampaknya serius membangun fondasi regulasi yang solid untuk menarik modal institusional dan memperkuat posisinya dalam peta kripto global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com