Category Archives: Tokocrypto

3 Altcoin Terancam Likuidasi Massal Pekan Ini, Short Bisa Terjebak?

Memasuki pekan terakhir Februari, tekanan jual kembali membayangi pasar kripto. Banyak trader jangka pendek memasang posisi short dengan ekspektasi harga altcoin akan terus melemah. Namun, ketimpangan besar antara potensi likuidasi short dan long justru meningkatkan risiko terjadinya short squeeze mendadak.

Tiga altcoin berikut menunjukkan tekanan short yang dominan, membuka peluang likuidasi besar jika harga berbalik naik.

1. Ethereum (ETH)

Peta likuidasi tujuh hari Ethereum menunjukkan dominasi posisi short hingga akhir bulan. Jika ETH tiba-tiba rebound ke US$2.000, potensi likuidasi short bisa mencapai US$2 miliar.

Jika harga naik lebih jauh ke US$2.160, nilai likuidasi short bahkan berpotensi menyentuh US$3,6 miliar.

Dikutip BeInCrypto, sentimen bearish terhadap ETH didukung oleh sejumlah faktor. Vitalik Buterin dilaporkan menjual lebih dari 8.800 ETH sepanjang Februari 2026. Selain itu, inflow Ethereum ke Binance mencapai level tertinggi sejak November 2025.

Namun, indikator bullish mulai muncul. Arus ETF ETH kembali positif setelah empat pekan outflow berturut-turut. Data CryptoQuant juga menunjukkan inflow ke alamat akumulasi ETH mencapai level tertinggi dalam enam bulan terakhir.

Kombinasi ini membuat posisi short berisiko tinggi jika terjadi pembalikan mendadak.

Baca juga: Rekor Buruk Altcoin Pecah: 13 Bulan Dijual Terus, Total -$209 Miliar

2. Binance Coin (BNB)

BNB mencatat enam candle mingguan merah berturut-turut, memperkuat keyakinan trader untuk mempertahankan posisi short.

Jika BNB naik ke US$640 pekan ini, potensi likuidasi short bisa mencapai US$35 juta. Kenaikan ke US$680 berpotensi mendorong likuidasi hingga lebih dari US$60 juta.

Meski tren masih lemah, BNB kini mendekati garis support jangka panjang yang terbentuk sejak 2024. Membuka short di dekat area support kuat meningkatkan risiko pembalikan.

Selain itu, data menunjukkan BNB diperdagangkan sekitar 37% di bawah short-term holder realized price. Secara historis, level ini sering menjadi zona undervaluation yang memicu repricing tajam.

Jika momentum berbalik, trader short yang terlalu agresif bisa menghadapi tekanan besar.

3. Bitcoin Cash (BCH)

Bitcoin Cash menjadi salah satu altcoin yang relatif lebih stabil dibanding pasar yang lebih luas. Namun, posisi short terhadap BCH meningkat signifikan menjelang akhir Februari.

Jika BCH naik ke US$630, potensi likuidasi short diperkirakan mencapai US$45 juta.

Data on-chain menunjukkan akumulasi besar oleh whale. Satu alamat dilaporkan mengumpulkan 400.000 BCH dalam dua bulan terakhir, menjadikannya pemegang terbesar ketiga di jaringan.

Selain itu, rata-rata nilai transaksi di jaringan BCH melonjak hingga lebih dari US$2 juta, hampir 100 kali lipat dibanding tahun lalu.

Kondisi ini memperbesar risiko short squeeze jika harga bergerak naik di tengah sentimen yang sangat negatif.

Risiko Short Squeeze Meningkat

Sentimen pasar kripto saat ini berada di level sangat pesimistis. Secara historis, kondisi seperti ini kerap menciptakan lingkungan ideal untuk short squeeze.

Trader short masih bisa meraih keuntungan jika tren turun berlanjut. Namun tanpa manajemen risiko yang disiplin, pembalikan mendadak berpotensi menghapus profit dan berubah menjadi kerugian dalam waktu singkat.

Pekan terakhir Februari bisa menjadi momen krusial bagi ETH, BNB, dan BCH, apakah tekanan jual berlanjut, atau justru short yang terpaksa keluar lebih dulu.

Menurut Tim Research Tokocrypto, pesaing pasar (short sellers) saat ini sedang bermain api dengan leverage tinggi di tengah sentimen negatif yang ekstrem. Data on-chain menunjukkan akumulasi Whale pada ETH dan BCH tetap aktif meskipun harga turun.

“Ini adalah resep klasik untuk pembalikan harga yang keras; di mana keputusasaan ritel yang melakukan shorting akan menjadi bahan bakar likuiditas bagi reli harga berikutnya. Disiplin dalam manajemen risiko lebih krusial daripada sekadar mengikuti tren bearish harian,” analisannya.

Baca juga: Waspada! 3 Altcoin Ini Bisa Picu Likuidasi Rp50 Triliun Lebih Minggu Ini


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 24 Februari 2026: Koreksi Masih Dominan

Pasar kripto hari ini, Selasa (24/2) masih bergerak dalam fase koreksi, namun sejumlah altcoin menunjukkan daya tahan yang cukup kuat. STEEM memimpin penguatan dengan kenaikan 18% ke level $0,0546, disusul SXT yang naik 17% ke $0,023499 dan UMA yang menguat 15% hingga $0,486. Lonjakan ini mencerminkan adanya rotasi jangka pendek ke aset berkapitalisasi menengah di tengah tekanan pasar yang lebih luas.

Di sisi lain, pelaku pasar mulai mempertanyakan apakah reli Bitcoin dapat kembali terjadi selama Ramadan 2026. Secara historis, awal Ramadan kerap diwarnai volatilitas tinggi, dan tahun ini dibuka dengan pelemahan serta perlambatan tren kenaikan. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Potensial di Tengah Koreksi Pasar Hari Ini

  • STEEM melonjak tajam 18% hari ini mencapai level $0,0546.
  • SXT catat kenaikan 17%, diperdagangkan pada harga $0,023499.
  • UMA melesat sebesar 15% hingga menyentuh angka $0,486.

Reli Bitcoin di Ramadan 2026 Bisakah Terjadi?

  • Bitcoin ulangi pola volatilitas tajam di awal Ramadan.
  • Ramadan 2026 dibuka melemah, tren kenaikan melambat.
  • Data on-chain berpotensi pulih, meski permintaan masih rapuh.

Spesial Ramadan, Kesempatan Dapat Total Hadiah Rp 250JUTA!*

3 Altcoin Patut Diperhatikan di Pekan Terakhir Februari 2026

  • HBAR uji support $0,0959 jelang upgrade node mirror.
  • Token unlock SUI $47 juta picu risiko volatilitas.
  • KITE cetak rekor ATH di tengah pelemahan pasar.

Sentimen Ekonomi AS yang Pengaruhi Bitcoin Akhir Februari

  • Pidato Fed berpotensi picu volatilitas Bitcoin dan suku bunga.
  • Data konsumen dan pengangguran jadi indikator ketahanan ekonomi.
  • Data inflasi PPI tentukan arah dolar AS dan harga BTC.

Baca juga: Riset Kripto 16-19 Feb 2026: Ketidakpastian Global: Kapan Berakhir?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 25 Februari 2026: Bitcoin Mulai Coba Rebound

Pasar kripto hari ini, Rabu (25/2) mencoba rebound tipis setelah fase tekanan panjang, dengan sejumlah altcoin mencatat lonjakan signifikan. DENT memimpin penguatan dengan kenaikan 49% ke $0,000178, diikuti ENSO yang naik 33% ke $2,72 dan HOLO yang menguat 28% hingga $0,0677. Kenaikan ini mencerminkan respons spekulatif jangka pendek di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya stabil.

Namun, pertanyaan besar masih mengemuka: kapan Bitcoin benar-benar pulih? Dalam fase ketakutan ekstrem seperti saat ini, pemulihan cenderung berjalan lambat. Data Glassnode menunjukkan pasar berpotensi bergerak lesu hingga enam bulan sebelum menemukan momentum baru. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Potensial di Tengah Pasar Rebound Tipis

  • DENT melonjak tajam 49% hari ini mencapai level $0,000178.
  • ENSO catat kenaikan 33%, diperdagangkan pada harga $2,72.
  • HOLO melesat sebesar 28% hingga menyentuh angka $0,0677.

Kapan Bitcoin Pulih? Simak Petunjuk Kuncinya

  • ​Efek Ketakutan Ekstrem, pemulihan Bitcoin masih belum pasti.
  • ​Data Glassnode: Pasar mungkin lesu 6 bulan sebelum pulih.
  • ​Tren Historis: Penurunan panjang biasanya disusul lonjakan kuat.

Setiap Transaksi U Token Dapatkan 100%!*

Whale Borong 819 Juta ADA, Sinyal Cardano Bakal Rebound

  • ​Investor Besar Akumulasi 819 Juta ADA Saat Harga Turun.
  • ​Cardano Bertahan di $0,25, Target Berikutnya $0,30.
  • ​Tren Turun Masih Berlanjut Meski Ada Sinyal Pemulihan.

ETF Spot Ketiga di Nasdaq, Harga SUI Berpotensi Rebound

  • ​ETF Baru Picu Lonjakan Permintaan Institusi pada SUI.
  • ​Tekanan Bearish Masih Membayangi Level Support SUI.
  • ​Rilis Token Baru Bakal Dongkrak Volatilitas dan Likuiditas.

Baca juga: Riset Kripto 16-19 Feb 2026: Ketidakpastian Global: Kapan Berakhir?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Stablecoin USD1 Tergelincir dari $1, WLFI Sebut Upaya Sabotase

Stablecoin USD1 yang diterbitkan World Liberty Financial (WLFI) sempat kehilangan patokan terhadap dolar AS pada 23 Februari. Token tersebut turun hingga sekitar US$0,994 sebelum kembali pulih mendekati US$1 dalam hitungan menit.

USD1 merupakan stablecoin yang dikaitkan dengan entitas bisnis yang berhubungan dengan Donald Trump dan keluarganya. Saat ini, kapitalisasi pasarnya tercatat sekitar US$4,8 miliar.

WLFI Klaim Ada Serangan dan Penyebaran Disinformasi

WLFI menyatakan bahwa insiden tersebut dipicu oleh serangan terkoordinasi. Perusahaan mengklaim sejumlah akun cofounder diretas, lalu digunakan untuk menyebarkan informasi palsu dan membuka posisi short guna memanfaatkan kepanikan pasar.

Juru bicara WLFI, David Wachsman, mengatakan tim teknik dan keamanan berhasil menahan serangan dari berbagai arah. Ia menegaskan bahwa infrastruktur USD1 tetap berfungsi sesuai desain dan stablecoin tersebut didukung cadangan 1:1, berbeda dengan model algoritmik seperti TerraUSD yang kolaps pada 2022.

Meski pemulihan berlangsung cepat, insiden ini memicu kekhawatiran di komunitas kripto. Beberapa pengguna media sosial membandingkan pelepasan patokan harga tersebut dengan tanda awal krisis stablecoin di masa lalu.

Baca juga: Tim Trump Bahas Stablecoin Dolar untuk Gaza, Solusi Ekonomi?

Rumor Insider Trading dan Spekulasi Media Sosial

Dikutip BeInCrypto, selama periode volatilitas, beredar laporan tidak terverifikasi yang menyebut Eric Trump menghapus unggahan promosi lama terkait USD1. Tangkapan layar beredar luas, tetapi belum ada konfirmasi independen atas klaim tersebut.

Di sisi lain, peneliti blockchain ZachXBT menyatakan akan merilis temuan terkait dugaan insider trading di sebuah perusahaan kripto besar dalam waktu dekat. Ia tidak menyebut nama perusahaan, namun sebagian pengguna media sosial berspekulasi bahwa WLFI bisa terkait. Hingga saat ini, tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut.

Kepercayaan Jadi Kunci Stablecoin

Stablecoin sangat bergantung pada kepercayaan pasar. Bahkan pelepasan patokan harga dalam waktu singkat dapat memicu aksi jual besar jika muncul kekhawatiran terhadap cadangan atau likuiditas.

Pemulihan cepat USD1 menunjukkan mekanisme likuiditas dan penukaran berjalan sebagaimana mestinya. Namun, peristiwa ini menegaskan betapa sensitifnya sentimen pasar, terutama untuk stablecoin yang relatif baru dan terkait figur publik.

WLFI belum merinci detail teknis terkait dugaan serangan tersebut. Perkembangan investigasi dalam beberapa hari ke depan akan menentukan apakah insiden ini hanya gangguan sementara atau berkembang menjadi ujian kredibilitas yang lebih besar bagi USD1.

Menurut Tim Research Tokocrypto, meskipun pemulihan pasak USD1 berlangsung cepat, insiden ini menyoroti rapuhnya kepercayaan pada stablecoin baru yang memiliki keterikatan politik kuat. Depeg tersebut, meski singkat, menjadi tes stres bagi mekanisme penebusan (redemption) WLFI.

“Rumor tentang insider trading yang sedang diselidiki ZachXBT menciptakan overhang kredibilitas yang signifikan. Bagi pasar, ini adalah pengingat bahwa transparansi cadangan 1:1 jauh lebih penting daripada sekadar narasi dukungan tokoh besar,” ungkapnya.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?

Ethereum (ETH) mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah sempat menyentuh level terendah di sekitar US$1.840. Sejak titik tersebut, harga ETH telah naik hampir 4%, memicu spekulasi bahwa fase tekanan jual ekstrem mulai mereda.

Dilaporkan BeInCrypto, pergerakan ini terjadi di tengah perubahan signifikan pada data on-chain dan pasar derivatif. Tekanan jual di bursa dilaporkan turun drastis, sementara investor jangka panjang mulai kembali melakukan akumulasi.

Divergensi Bullish Muncul, Sinyal Awal Pembalikan?

Pada grafik jangka pendek, Ethereum membentuk pola symmetrical triangle yang mencerminkan fase konsolidasi antara pembeli dan penjual. Di saat yang sama, indikator Relative Strength Index (RSI) menunjukkan bullish divergence.

Sejak awal Februari hingga 23 Februari, harga ETH mencetak lower low, tetapi RSI justru membentuk higher low. Pola ini umumnya menandakan pelemahan tekanan jual dan sering kali muncul sebelum terjadi rebound harga.

Sinyal serupa sebelumnya sempat memicu kenaikan hampir 10% dan 6% dalam dua fase terpisah pada Februari.

Baca Juga: Vitalik Buterin Bongkar Rahasia Besar Ethereum, Siap Guncang Pasar!

Tekanan Jual Turun 90%, Tapi Derivatif Masih Bearish

Perubahan paling mencolok terlihat pada arus masuk ETH ke bursa (exchange inflows). Pada 7 Februari, inflow sempat mencapai 1,06 juta ETH. Kini angka tersebut turun menjadi sekitar 126.000 ETH, atau menyusut hampir 90%.

Biasanya, peningkatan inflow menandakan potensi aksi jual. Namun kali ini, harga turun sekitar 14% meski tekanan jual di pasar spot justru mereda. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pelemahan harga lebih dipengaruhi oleh pasar derivatif.

Funding rate Ethereum berubah negatif ke sekitar -0,02%, menunjukkan dominasi posisi short. Meski demikian, open interest relatif stabil di kisaran US$8,8–9 miliar. Artinya, tidak ada lonjakan besar pembukaan posisi baru, melainkan perubahan sentimen dari pelaku pasar yang sudah ada.

Kondisi ini membuka peluang terjadinya short squeeze jika harga terus naik dan memaksa trader short menutup posisi mereka.

Menurut Tim Research Tokocrypto, pelemahan tekanan jual sebesar 90% adalah katalis fundamental kuat yang mendasari rebound ETH saat ini. Kondisi pasar yang sangat bearish di sisi derivatif tanpa adanya penambahan posisi short baru menciptakan peluang short squeeze yang masif jika resistance .060 berhasil ditembus.

“Akumulasi sunyi oleh long-term holders adalah validasi bahwa nilai ETH saat ini dianggap sudah cukup murah oleh investor berpengalaman,” ungkapnya.

Holder Jangka Panjang Kembali Akumulasi

Indikator Hodler Net Position Change menunjukkan perubahan penting. Setelah mencatat distribusi bersih lebih dari 41.000 ETH pada awal hingga pertengahan Februari, data terbaru menunjukkan pembalikan tren.

Dalam dua hari terakhir, holder jangka panjang mencatat akumulasi bersih lebih dari 6.000 ETH. Pola ini kerap muncul mendekati fase dasar harga lokal, ketika investor berpengalaman mulai masuk kembali sebelum pemulihan yang lebih luas terjadi.

Level Kunci yang Harus Ditembus

Ethereum kini menghadapi sejumlah level resistensi penting. Area US$1.920 menjadi hambatan awal, disusul US$2.020. Level paling krusial berada di sekitar US$2.060.

Jika ETH mampu menembus US$2.060, momentum kenaikan berpotensi berlanjut menuju US$2.200 hingga US$2.420.

Namun, struktur bullish ini bergantung pada pertahanan support US$1.840. Jika level tersebut ditembus ke bawah, risiko penurunan lanjutan menuju US$1.740 kembali terbuka.

Saat ini, kombinasi tekanan jual yang anjlok drastis, sentimen derivatif yang ekstrem, dan kembalinya akumulasi holder jangka panjang membuat rebound Ethereum terlihat lebih dari sekadar pantulan teknikal. Level breakout berikutnya akan menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya.

Baca Juga: Vitalik Jual ETH Rp100 Miliar Saat Harga Anjlok 30%, Sinyal Bahaya?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tim Trump Bahas Stablecoin Dolar untuk Gaza, Solusi Ekonomi?

Sejumlah pejabat yang bekerja dengan “Board of Peace” bentukan Donald Trump dilaporkan tengah mengeksplorasi peluncuran stablecoin berbasis dolar AS untuk Gaza. Gagasan ini muncul sebagai bagian dari rencana pemulihan ekonomi pascaperang di wilayah yang infrastrukturnya mengalami kerusakan parah sejak konflik 2023.

Menurut laporan Financial Times, proposal tersebut masih dalam tahap awal dan tidak dimaksudkan untuk menciptakan mata uang Palestina baru. Stablecoin ini dirancang sebagai mekanisme pembayaran digital di tengah terganggunya sistem perbankan dan terbatasnya akses terhadap uang tunai, termasuk shekel Israel.

Stablecoin sebagai Infrastruktur Pembayaran Digital

Rencana tersebut dikabarkan dipimpin oleh pengusaha teknologi Israel, Liran Tancman, yang kini menjadi penasihat badan rekonstruksi yang dipimpin Amerika Serikat. Pejabat dari pemerintahan teknokrat Gaza juga dilaporkan terlibat dalam pembahasan.

Stablecoin yang diusulkan akan dipatok (pegged) terhadap dolar AS. Implementasinya berpotensi didukung oleh perusahaan aset digital dari negara-negara Teluk Arab dan Palestina.

Pendukung inisiatif ini menilai sistem pembayaran digital dapat mengurangi ketergantungan pada uang tunai fisik yang langka dan membantu membatasi jalur pendanaan kelompok bersenjata seperti Hamas.

Menurut Tim Research Tokocrypto, penggunaan stablecoin dalam diplomasi dan rekonstruksi ekonomi di Gaza menunjukkan utilitas kripto sebagai solusi keuangan di zona konflik yang krisis kas fisik.

“Ini adalah bukti nyata adopsi teknologi blockchain untuk misi kemanusiaan dan stabilitas geopolitik. Namun, tantangan utama tetap pada kesiapan infrastruktur telekomunikasi (jaringan 2G) dan perlindungan privasi pengguna di wilayah dengan risiko pengawasan tinggi,” jelasnya.

Baca juga: Binance Resmi Integrasi RLUSD, Stablecoin Ripple Makin Ekspansif!

Tantangan Fragmentasi dan Infrastruktur

Meski demikian, sejumlah pihak menyuarakan kekhawatiran. Stablecoin khusus Gaza dinilai berisiko semakin memisahkan ekonomi wilayah tersebut dari Tepi Barat dan memunculkan persoalan tata kelola.

Selain itu, tantangan teknis juga menjadi perhatian. Gaza masih menghadapi pemadaman listrik berkepanjangan dan keterbatasan jaringan komunikasi yang sebagian besar bergantung pada jaringan 2G. Kondisi ini dinilai dapat membatasi efektivitas sistem pembayaran berbasis digital.

Hingga saat ini, belum ada rincian resmi mengenai struktur penerbitan, pengawasan regulasi, maupun jadwal implementasi stablecoin tersebut. Proposal ini masih dalam tahap eksplorasi dan belum menjadi kebijakan final.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

BGD Labs Hengkang dari Aave DAO, Ini Intaian Risiko yang Menanti

Ekosistem decentralized finance (DeFi) kembali diguncang kabar penting.

Sebagaimana dilansir dari News Bitcoin, BGD Labs mengumumkan akan mengakhiri kerja samanya dengan Aave DAO, efektif mulai 1 April 2026.

Keputusan ini mengakhiri empat tahun kolaborasi strategis, di mana BGD Labs berperan sebagai kontributor utama dalam pengembangan teknis dan keamanan protokol Aave.

Dalam pernyataan resminya, BGD Labs menyebut adanya ketidakseimbangan organisasi sebagai alasan utama tidak diperpanjangnya kontrak kerja sama tersebut.

Mereka menyoroti dominasi Aave Labs, yang dinilai memiliki kontrol signifikan terhadap brand dan proses voting dalam ekosistem Aave.

Baca Juga: AAVE Naik 5% Usai Semua Revenue Dialihkan ke DAO Treasury

Isu Sentralisasi dalam DAO

Sebagai organisasi otonom terdesentralisasi (DAO), Aave selama ini diposisikan sebagai protokol yang dikelola komunitas melalui mekanisme tata kelola berbasis token.

Namun, BGD Labs menilai struktur saat ini berpotensi menciptakan risiko sentralisasi.

Dominasi entitas komersial dalam pengambilan keputusan dinilai bertentangan dengan prinsip dasar desentralisasi.

Ketika satu pihak memiliki pengaruh besar terhadap arah pengembangan dan branding, muncul kekhawatiran bahwa independensi DAO dapat tergerus.

Isu ini bukan hal baru di dunia DeFi. Banyak DAO menghadapi dilema antara efisiensi operasional dan desentralisasi murni.

Ketika proyek berkembang pesat dan membutuhkan koordinasi skala besar, entitas komersial sering kali mengambil peran sentral untuk memastikan eksekusi berjalan lancar.

Namun, situasi tersebut juga berpotensi menimbulkan ketegangan internal, seperti yang kini terjadi di Aave.

Dampak terhadap Infrastruktur Teknis

BGD Labs dikenal sebagai salah satu pilar teknis utama dalam pengembangan Aave, khususnya dalam aspek keamanan smart contract dan audit teknis.

Kepergian mereka memunculkan pertanyaan tentang kesiapan DAO dalam menjaga stabilitas protokol ke depan.

Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai kehilangan signifikan bagi ekosistem Aave.

“Keluarnya BGD Labs adalah kehilangan besar bagi infrastruktur teknis Aave. Ini mencerminkan tensi internal klasik dalam DAO antara entitas komersial (Aave Labs) dan kontributor independen. Pergeseran ini bisa memperlambat migrasi ke Aave v4 dan memaksa DAO untuk mencari auditor atau pengembang baru dalam waktu singkat guna menjaga stabilitas protokol,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Potensi Dampak ke Aave v4

Salah satu agenda besar yang tengah dinanti komunitas adalah migrasi ke Aave v4. Versi terbaru ini diharapkan membawa peningkatan efisiensi modal, fleksibilitas arsitektur, serta sistem manajemen risiko yang lebih canggih.

Namun, tanpa dukungan teknis dari BGD Labs, proses transisi tersebut berpotensi mengalami penundaan.

DAO kini dihadapkan pada kebutuhan mendesak untuk menunjuk kontributor teknis baru, baik dalam bentuk firma audit independen maupun tim pengembang tambahan.

Keterlambatan dalam migrasi dapat berdampak pada daya saing Aave di tengah persaingan ketat protokol lending DeFi lainnya.

Tantangan Tata Kelola DAO

Kasus ini juga membuka diskusi lebih luas mengenai tata kelola DAO.

Apakah model desentralisasi penuh dapat berjalan efektif tanpa ketergantungan pada entitas komersial? Atau justru keseimbangan antara keduanya yang menjadi kunci keberlanjutan?

Bagi investor dan pengguna Aave, fokus utama saat ini adalah stabilitas protokol dan keamanan dana yang terkunci (TVL).

Selama tata kelola berjalan transparan dan proses transisi dilakukan secara terstruktur, dampak jangka pendek mungkin dapat dikelola.

Namun dalam jangka panjang, keseimbangan kekuasaan dalam DAO akan menjadi faktor krusial bagi reputasi dan keberlanjutan proyek.

Baca Juga: Jupiter DAO Gelar Voting Net-Zero Emissions, Dampak ke Harga JUP?

Keputusan BGD Labs untuk hengkang dari Aave DAO menandai babak baru dalam dinamika internal salah satu protokol DeFi terbesar.

Isu sentralisasi, tata kelola, dan kesiapan teknis kini menjadi sorotan utama komunitas.

Ke depan, kemampuan Aave DAO dalam mencari mitra teknis baru dan menjaga momentum pengembangan, khususnya menuju Aave v4, akan menjadi ujian penting bagi ketahanan ekosistemnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Vitalik Usul Fitur Baru untuk Amankan Wallet Ethereum

Pendiri Ethereum Vitalik Buterin kembali mendorong inovasi keamanan di ekosistem Ethereum dengan mengusulkan fitur baru bernama transaction demo atau simulasi transaksi sebelum pengguna menyetujui operasi on-chain.

Menurut laporan Coincu, proposal ini dirancang untuk menghadirkan transparansi yang lebih baik dalam proses penandatanganan transaksi, sekaligus mengurangi risiko serangan wallet-draining dan kesalahan akibat blind signing.

Dalam model yang diusulkan, sistem akan berbasis intent-based architecture, di mana dompet kripto menampilkan konsekuensi transaksi dalam format yang mudah dipahami manusia (human-readable).

Artinya, sebelum status blockchain berubah, pengguna dapat melihat secara jelas perpindahan token, estimasi biaya gas, perubahan saldo akhir, hingga potensi interaksi dengan smart contract tertentu.

Langkah ini dinilai sebagai evolusi penting dalam penguatan keamanan dan pengalaman pengguna (UX) di Ethereum, yang selama ini kerap menjadi target eksploitasi akibat kurangnya transparansi pada data transaksi mentah (calldata).

Baca Juga: Vitalik Buterin Bongkar Rahasia Besar Ethereum, Siap Guncang Pasar!

Mengatasi Masalah Blind Signing

Salah satu celah terbesar dalam keamanan kripto saat ini adalah praktik blind signing, di mana pengguna menandatangani transaksi tanpa benar-benar memahami detail perintah yang terkandung dalam kode.

Banyak kasus peretasan terjadi karena pengguna hanya melihat permintaan “Approve” atau “Sign” tanpa mengetahui bahwa mereka sebenarnya memberikan izin akses penuh terhadap aset mereka.

Melalui fitur simulasi ini, wallet akan menjalankan pratinjau dampak transaksi sebelum benar-benar dieksekusi di jaringan.

Jika terdapat perpindahan token dalam jumlah besar atau izin akses yang mencurigakan, pengguna dapat langsung membatalkan proses tersebut.

Pendekatan ini berpotensi menjadi lapisan pertahanan tambahan terhadap berbagai serangan phishing dan eksploitasi smart contract yang semakin canggih.

Menuju Account Abstraction dan Standar Baru Industri

Menurut Tim Research Tokocrypto, proposal ini memiliki implikasi jangka panjang yang signifikan bagi evolusi Ethereum.

“Proposal ini adalah langkah krusial menuju Account Abstraction dan keamanan UX yang lebih baik di Ethereum. Dengan membuat transaksi menjadi transparan secara visual sebelum dieksekusi, Ethereum mencoba menghilangkan celah fraud yang selama ini mengeksploitasi ketidaktahuan pengguna saat blind signing. Jika diadopsi secara luas, ini akan menaikkan standar keamanan wallet secara industri,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Konsep Account Abstraction sendiri bertujuan menyederhanakan interaksi pengguna dengan blockchain, memungkinkan fitur seperti multi-signature fleksibel, pemulihan akun sosial, hingga otomatisasi pembayaran.

Fitur simulasi transaksi ini dapat menjadi fondasi penting untuk mendukung transisi tersebut.

Jika berhasil diimplementasikan secara luas oleh pengembang wallet dan penyedia infrastruktur, Ethereum dapat memimpin standar keamanan baru di industri kripto global.

Dampak terhadap Ekosistem dan Adopsi

Peningkatan keamanan UX memiliki dampak langsung terhadap adopsi massal.

Salah satu hambatan utama masuknya pengguna baru ke dunia kripto adalah kompleksitas teknis dan risiko kehilangan dana akibat kesalahan operasional.

Dengan sistem pratinjau yang intuitif, pengguna pemula dapat memahami secara jelas apa yang akan terjadi sebelum menekan tombol “Confirm”.

Ini tidak hanya mengurangi risiko finansial, tetapi juga membangun kepercayaan terhadap teknologi blockchain.

Selain itu, bagi institusi dan pelaku keuangan tradisional yang mempertimbangkan integrasi blockchain, fitur keamanan tambahan semacam ini dapat menjadi faktor penting dalam proses pengambilan keputusan.

Tantangan Implementasi

Meski menjanjikan, implementasi fitur simulasi transaksi juga menghadapi tantangan teknis.

Wallet harus mampu menjalankan simulasi secara akurat terhadap berbagai skenario smart contract yang kompleks.

Selain itu, integrasi lintas protokol dan kompatibilitas dengan berbagai Layer 2 juga perlu diperhatikan.

Namun, dengan komunitas pengembang Ethereum yang besar dan aktif, peluang realisasi fitur ini dinilai cukup kuat dalam jangka menengah.

Baca Juga: Vitalik Jual ETH Rp100 Miliar Saat Harga Anjlok 30%, Sinyal Bahaya?

Usulan transaction demo dari Vitalik Buterin mencerminkan fokus Ethereum pada keamanan dan peningkatan pengalaman pengguna.

Di tengah meningkatnya kasus eksploitasi dan phishing, langkah ini berpotensi menjadi game changer dalam perlindungan aset digital.

Jika diadopsi luas oleh wallet dan protokol DeFi, fitur ini bukan hanya memperkuat keamanan Ethereum, tetapi juga menetapkan standar baru industri kripto secara global.

Dengan inovasi berkelanjutan di sisi teknis dan UX, Ethereum semakin menunjukkan komitmennya untuk menjadi infrastruktur blockchain yang aman, transparan, dan siap untuk adopsi massal.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Alchemy Pay Luncurkan Testnet Alchemy Chain, Dongkrak Harga?

Perusahaan penyedia solusi pembayaran kripto global, Alchemy Pay, resmi mengumumkan peluncuran testnet untuk jaringan terbarunya, Alchemy Chain, yang dijadwalkan live pada 23 Februari 2026.

Langkah ini menandai transformasi strategis Alchemy Pay dari sekadar payment gateway menjadi pengembang infrastruktur blockchain yang berfokus pada pembayaran (payments-first blockchain).

Alchemy Chain dirancang sebagai jaringan khusus pembayaran dengan tiga pilar utama: biaya transaksi yang terprediksi, penyelesaian instan (instant settlement), serta dukungan native stablecoin.

Dengan pendekatan ini, Coinmarketcal melaporkan bahwa Alchemy Pay ingin menjawab tantangan klasik blockchain seperti volatilitas biaya gas dan waktu konfirmasi yang tidak konsisten, yang selama ini menjadi hambatan adopsi pembayaran kripto secara luas.

Baca Juga: Google Diam-diam Banyak Investasi di Perusahaan Blockchain dan Kripto

ACH Jadi Tulang Punggung Ekosistem

Dalam arsitektur barunya, token ACH akan memegang peran sentral sebagai gas fee sekaligus token utilitas utama di jaringan Alchemy Chain.

Artinya, setiap transaksi, interaksi smart contract, maupun aktivitas infrastruktur pembayaran akan membutuhkan ACH.

Model ini secara langsung mengintegrasikan permintaan jaringan dengan utilitas token, sehingga potensi peningkatan aktivitas on-chain dapat berdampak pada fundamental ACH dalam jangka panjang.

Dengan menjadikan ACH sebagai bahan bakar ekosistem, Alchemy Pay tidak hanya memperluas use case tokennya, tetapi juga berupaya menangkap nilai ekonomi (fee capture) langsung dari aktivitas pembayaran global yang berjalan di atas blockchain tersebut.

Ambisi Tangkap Nilai On-Chain

Pergerakan harga Alchemy Pay (ACH/USDT) pada Selasa, 24 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Alchemy Pay (ACH/USDT) pada Selasa, 24 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Peluncuran testnet ini mencerminkan ambisi besar Alchemy Pay untuk naik kelas dari penyedia layanan pembayaran menjadi pemain infrastruktur blockchain Layer 1 atau Layer 2 yang mandiri.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ekspansi ini memiliki implikasi fundamental yang signifikan.

“Ekspansi Alchemy Pay dari sekadar payment gateway menjadi ekosistem L1/L2 menunjukkan ambisi untuk menangkap nilai ekonomi (fee) secara on-chain. Peluncuran testnet ini adalah sentimen positif jangka panjang bagi fundamental ACH. Namun, sebagai fase testnet, utilitas langsungnya masih terbatas, sehingga investor harus waspada terhadap potensi volatilitas sell the news setelah periode spekulasi pra-peluncuran berakhir,” papar Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan tersebut menyoroti dua sisi dari peluncuran ini: potensi pertumbuhan jangka panjang sekaligus risiko volatilitas jangka pendek.

Fokus pada Stablecoin dan Pembayaran Global

Salah satu fitur kunci Alchemy Chain adalah dukungan terhadap stablecoin native.

Integrasi stablecoin menjadi elemen penting dalam strategi pembayaran, mengingat aset stabil lebih cocok digunakan untuk transaksi harian dibandingkan kripto dengan volatilitas tinggi.

Dengan biaya terprediksi dan finalitas instan, Alchemy Chain berupaya menghadirkan pengalaman pembayaran yang mendekati sistem keuangan tradisional, namun tetap mempertahankan transparansi dan efisiensi blockchain.

Jika berhasil diimplementasikan secara luas, jaringan ini berpotensi menjadi tulang punggung bagi merchant, remittance cross-border, hingga settlement B2B berbasis kripto.

Testnet: Langkah Awal Menuju Mainnet

Meski sentimen pasar cenderung positif, penting dicatat bahwa peluncuran pada 23 Februari 2026 masih berada pada tahap testnet. Artinya, jaringan ini masih dalam fase pengujian dan belum sepenuhnya siap untuk adopsi massal atau aktivitas komersial skala besar.

Pada tahap ini, pengembang dan mitra ekosistem akan menguji stabilitas jaringan, keamanan smart contract, serta performa transaksi.

Fase testnet juga menjadi periode penting untuk menemukan bug atau celah keamanan sebelum peluncuran mainnet resmi.

Secara historis, peluncuran testnet sering kali memicu lonjakan spekulatif harga token terkait. Namun, setelah euforia mereda, tidak jarang terjadi koreksi harga akibat aksi ambil untung (sell the news).

Prospek ACH ke Depan

Dalam jangka panjang, keberhasilan Alchemy Chain akan sangat bergantung pada adopsi nyata oleh merchant, integrator pembayaran, serta volume transaksi yang mampu dihasilkan jaringan tersebut.

Jika Alchemy Pay mampu mengonversi basis pengguna payment gateway-nya ke dalam ekosistem blockchain internal, maka potensi pertumbuhan ACH bisa semakin solid secara fundamental.

Sebaliknya, jika adopsi berjalan lambat atau kompetisi dari blockchain pembayaran lain semakin ketat, maka valuasi ACH bisa menghadapi tekanan.

Baca Juga: Alchemy Akuisisi Pengembang Solana, DexterLab

Peluncuran testnet Alchemy Chain pada 23 Februari 2026 menjadi tonggak penting dalam evolusi Alchemy Pay menuju ekosistem blockchain pembayaran yang lebih terintegrasi.

Dengan desain payments-first, dukungan stablecoin, dan peran sentral token ACH, proyek ini membuka peluang baru dalam infrastruktur pembayaran kripto global.

Meski demikian, investor tetap perlu mencermati dinamika jangka pendek, terutama potensi volatilitas pasca-peluncuran testnet.

Seperti banyak inovasi blockchain lainnya, keberhasilan Alchemy Chain akan ditentukan oleh eksekusi teknis dan adopsi riil di pasar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin ke $63.647, Masukin Fase Uji Support

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan tekanan jual masih membayangi pasar kripto.

Bitcoin (BTC) saat ini diperdagangkan di level $63.647,91 per BTC/USD, turun sekitar 1,89% dalam 24 jam terakhir.

Koreksi ini memperpanjang tren pelemahan mingguan yang tercatat minus 7,02%, sekaligus menegaskan fase konsolidasi bearish jangka pendek.

Kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,27 triliun, mempertahankan posisinya sebagai aset kripto dengan peringkat 1 secara global.

Sementara itu, volume perdagangan 24 jam tercatat sebesar $44,40 miliar, mencerminkan aktivitas pasar yang masih relatif tinggi meski tekanan jual mendominasi.

Baca Juga: Cadangan Bitcoin Binance Tembus Level Tertinggi Sejak 2024

Pergerakan Harga dan Level Kunci

Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat bahwa harga BTC bergerak di rentang $63.561,78 – $66.592,02.

Level tertinggi harian di $66.592 menjadi resistance jangka pendek yang belum berhasil ditembus kembali setelah tekanan jual meningkat.

Secara teknikal, area $63.500 kini menjadi support terdekat yang sedang diuji. Jika level ini ditembus dengan volume besar, potensi penurunan lanjutan ke area psikologis $60.000 terbuka dalam waktu dekat.

Sebaliknya, jika buyer mampu mempertahankan zona ini, peluang rebound menuju resistance $66.500–$68.000 masih tersedia.

Dalam jangka lebih luas, BTC masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198,07.

Artinya, harga saat ini masih berada sekitar 49% di bawah puncaknya, mencerminkan fase koreksi struktural yang cukup dalam dalam beberapa bulan terakhir.

Tekanan Bulanan Masih Signifikan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 24 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 24 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Data historis menunjukkan tekanan jual tidak hanya terjadi dalam 24 jam terakhir. Dalam periode:

  • 30 hari: BTC turun 28,24%
  • 60 hari: turun 28,11%
  • 90 hari: turun 27,02%

Penurunan hampir 30% dalam tiga bulan terakhir mengindikasikan adanya fase distribusi atau koreksi besar setelah reli sebelumnya.

Kondisi ini biasanya dipengaruhi kombinasi faktor makroekonomi, sentimen pasar global, serta arus keluar modal dari aset berisiko.

Perubahan harga dalam 1 jam terakhir juga menunjukkan penurunan 0,74%, memperlihatkan volatilitas intraday masih aktif.

Struktur Pasokan dan Fundamental

Saat ini, jumlah Bitcoin yang beredar mencapai 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,21% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

Artinya, mayoritas pasokan sudah berada di pasar, memperkuat narasi kelangkaan jangka panjang.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Market Cap) tercatat sekitar $1,33 triliun, relatif tidak jauh dari kapitalisasi saat ini.

Ini menunjukkan dampak suplai tambahan ke depan tidak terlalu signifikan, mengingat sisa BTC yang belum ditambang semakin terbatas.

Dari sisi fundamental, struktur pasokan yang hampir penuh sering menjadi faktor pendukung dalam siklus bullish jangka panjang.

Namun dalam jangka pendek, pergerakan harga tetap sangat dipengaruhi sentimen dan arus likuiditas global.

Sentimen Pasar dan Prospek Jangka Pendek

Dengan penurunan 7,02% dalam tujuh hari terakhir, pasar tampak berada dalam fase kehati-hatian. Trader jangka pendek cenderung menunggu konfirmasi pembalikan arah sebelum membuka posisi agresif.

Beberapa skenario yang perlu diperhatikan:

  1. Bullish scenario: Jika BTC mampu kembali menembus $66.500 dengan volume kuat, momentum rebound bisa membawa harga menuju $70.000.
  2. Bearish scenario: Break di bawah $63.500 berpotensi mempercepat koreksi ke $60.000 atau bahkan $58.000 sebagai support berikutnya.
  3. Sideways scenario: Konsolidasi di antara $63.000–$66.000 sebelum menentukan arah baru.

Secara umum, tren jangka pendek masih cenderung bearish, namun struktur jangka panjang Bitcoin tetap solid mengingat dominasi pasar dan fundamental suplai yang terbatas.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik ke $68.048, Rebound Tipis

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan tekanan jual masih membayangi dengan penurunan hampir 2% dalam 24 jam terakhir. Level $63.500 menjadi titik krusial yang menentukan arah pergerakan berikutnya.

Meski koreksi bulanan cukup dalam, fundamental Bitcoin sebagai aset kripto dengan kapitalisasi terbesar dunia tetap kuat.

Investor disarankan mencermati level support dan resistance kunci serta dinamika volume sebelum mengambil keputusan investasi.

Dengan volatilitas yang masih tinggi, manajemen risiko tetap menjadi faktor utama dalam menghadapi pergerakan harga Bitcoin saat ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com