Category Archives: Tokocrypto

Bitcoin Catat Kerugian $2,3 Miliar, Kapitulasi Terbesar Sejak 2021

Pasar Bitcoin baru saja mencatat salah satu peristiwa kapitulasi terbesar sepanjang sejarah, setelah realized losses mencapai sekitar $2,3 miliar. Lonjakan kerugian terealisasi ini disebut sebanding dengan beberapa momen paling menyakitkan di pasar kripto, termasuk crash 2021, runtuhnya Luna/FTX pada 2022, hingga koreksi besar pada pertengahan 2024.

Angka $2,3 miliar tersebut merujuk pada pembacaan rata-rata 7 hari dan menempatkan kondisi saat ini ke dalam jajaran 3–5 peristiwa kerugian terbesar yang pernah terekam dalam data on-chain Bitcoin.

Realized Loss $2,3 Miliar Jadi Indikasi Kapitulasi

Dilaporkan Crypto Quant, data ini didasarkan pada metrik Net Realized Profit/Loss, yang mengukur nilai dolar dari profit atau loss yang “terkunci” ketika Bitcoin berpindah secara on-chain. Ketika metrik menunjukkan bar merah besar, itu berarti banyak BTC dijual atau dipindahkan dengan harga lebih rendah dibanding harga beli sebelumnya—menandakan tekanan jual dan rasa panik yang kuat.

Dengan pembacaan $2,3 miliar (rata-rata 7 hari), metrik tersebut menunjukkan bahwa tekanan kerugian yang direalisasikan sedang berada pada level ekstrem.

Baca Juga: XRP Naik 390% di Thailand, Tinggalkan BTC dan Emas Jauh di Belakang

Penjual Utama Disebut dari Short-Term Holders

Menurut rangkuman data, kelompok yang paling banyak menjual dalam kondisi rugi adalah Short-Term Holders, yakni pemegang BTC dengan masa kepemilikan di bawah 155 hari. Kelompok ini disebut membeli BTC di kisaran $80.000 hingga $110.000, lalu kini melepas asetnya saat pasar turun, sehingga mengunci kerugian besar.

Sementara itu, Long-Term Holders tidak dianggap sebagai sumber utama lonjakan realized losses ini. Kelompok pemegang jangka panjang dinilai cenderung bertahan melewati fase drawdown, alih-alih panik menjual.

Harga BTC Sempat Rebound dari $60.000 ke $71.000

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Mingguu, 15 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 15 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski tekanan kapitulasi besar terjadi, harga Bitcoin dilaporkan sempat memantul dari sekitar $60.000 ke $71.000 setelah gelombang kerugian tersebut. Pola ini dinilai selaras dengan sejarah pasar, di mana lonjakan kerugian ekstrem kerap diikuti rebound jangka pendek akibat meredanya tekanan jual atau munculnya pembelian saat harga “diskon.”

Namun, analis mengingatkan bahwa reli seperti ini belum tentu menjadi pembalikan tren. Dalam beberapa fase bear market sebelumnya, relief rally juga sering muncul sebelum pasar kembali melemah.

Pasar Masih Tunggu Konfirmasi Arah

Kesimpulan sementara dari data tersebut: realized losses $2,3 miliar memicu pantulan harga yang konsisten dengan pola kapitulasi historis. Tetapi risiko tetap ada bahwa pergerakan ini hanya relief rally di tengah fase distribusi yang lebih panjang, bukan awal tren naik baru.

Pelaku pasar kini memantau apakah Bitcoin mampu menunjukkan penguatan berkelanjutan, atau justru kembali melemah jika kondisi likuiditas dan sentimen memburuk lagi.

Menurut Tim Research Tokocrypto, secara historis, kapitulasi masif seperti ini adalah ‘pembersihan’ terakhir sebelum pasar menemukan bottom yang solid. Meskipun menyakitkan bagi yang tereksploitasi, ini adalah sinyal reset yang dibutuhkan untuk memulai siklus bullish baru.

Baca Juga: Thailand Resmi Legalkan Bitcoin untuk Pasar Derivatif


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

ETHZilla Rilis Token RWA Mesin Jet: Investasi Aviasi via Blockchain

Industri kripto kembali menghadirkan inovasi di sektor Real World Asset (RWA).

Kali ini, ETHZilla meluncurkan token berbasis Ethereum yang dijamin oleh mesin jet komersial sewaan (leased commercial jet engines).

Menurut laporan Cryptodotnews, langkah ini menjadi terobosan baru dalam tokenisasi aset dunia nyata, khususnya di sektor kedirgantaraan.

Peluncuran ini menandai evolusi RWA dari aset konvensional seperti obligasi, properti, atau surat utang, menuju aset bernilai tinggi yang sangat spesifik dan sebelumnya sulit diakses investor ritel.

Baca Juga: Ekosistem DeFi Avantis: Perdagangan Leverage, RWA, hingga Forex

Tokenisasi Mesin Jet: Konsep Baru di Dunia RWA

Selama ini, mesin jet komersial merupakan aset bernilai jutaan dolar yang hanya bisa dimiliki oleh maskapai, perusahaan leasing aviasi, atau investor institusional besar. Likuiditas di sektor ini juga cenderung tertutup dan eksklusif.

Melalui pendekatan tokenisasi, ETHZilla mendigitalkan kepemilikan mesin jet yang disewakan ke maskapai penerbangan.

Artinya, nilai ekonomi dari aset fisik tersebut direpresentasikan dalam bentuk token di blockchain Ethereum.

Investor dapat memiliki bagian kecil (fraksional) dari aset tersebut melalui pembelian token.

Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai bukti bahwa aset fisik yang sangat mahal dan spesifik kini dapat difraksionalisasi lewat blockchain.

“Tokenisasi mesin jet membuktikan bahwa aset fisik yang sangat spesifik dan mahal pun kini bisa difraksionalisasi lewat blockchain. Ini membuka likuiditas baru di sektor aviasi yang selama ini tertutup bagi investor ritel,” ujar tim research Tokocrypto.

Membuka Likuiditas Baru di Sektor Aviasi

Sektor aviasi global merupakan industri bernilai ratusan miliar dolar, namun akses investasinya sangat terbatas. Mesin jet sendiri sering kali menjadi objek leasing jangka panjang dengan arus kas stabil dari kontrak sewa maskapai.

Dengan tokenisasi, kepemilikan dapat dibagi menjadi unit kecil. Investor ritel juga bisa berpartisipasi tanpa perlu modal besar.

Selain itu, aset menjadi lebih likuid karena dapat diperdagangkan secara digital. Hasilnya, transparansi ikut meningkat melalui pencatatan on-chain.

Inovasi ini berpotensi menciptakan pasar sekunder baru untuk aset kedirgantaraan, sesuatu yang sebelumnya hampir tidak mungkin dilakukan secara efisien.

Tren RWA Semakin Meluas

Dalam dua tahun terakhir, narasi Real World Asset menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat di industri kripto.

Tokenisasi surat utang pemerintah, obligasi korporasi, hingga aset properti telah menarik minat investor global.

Namun, tokenisasi mesin jet membawa konsep ini ke level yang lebih tinggi.

Jika proyek ini berhasil, model serupa dapat diterapkan pada armada pesawat komersial, infrastruktur bandara, satelit komunikasi, dan aset industri berat lainnya.

Hal ini menunjukkan bahwa blockchain tidak lagi terbatas pada aset finansial digital, melainkan mulai menyentuh aset fisik bernilai tinggi di dunia nyata.

Potensi dan Tantangan

Meski terdengar menjanjikan, tokenisasi aset aviasi tentu memiliki tantangan tersendiri.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan investor antara lain risiko kredit maskapai penyewa, fluktuasi nilai aset mesin jet, regulasi sekuritas di berbagai yurisdiksi, hingga likuiditas pasar sekunder token.

Selain itu, transparansi struktur hukum dan kustodian aset fisik menjadi aspek krusial dalam menjaga kepercayaan investor.

Namun demikian, jika tata kelola dilakukan dengan baik, model ini berpotensi menjadi standar baru dalam pembiayaan aset bernilai tinggi.

Dampak bagi Ekosistem Ethereum

Karena token ini dibangun di atas jaringan Ethereum, peluncuran ini juga memperkuat posisi Ethereum sebagai infrastruktur utama tokenisasi RWA global.

Semakin banyak aset dunia nyata yang masuk ke jaringan ini, semakin besar pula utilitas dan aktivitas on-chain yang tercipta.

Hal tersebut dapat berdampak positif terhadap ekosistem DeFi, karena token berbasis mesin jet berpotensi digunakan sebagai jaminan (collateral), instrumen yield, atau produk derivatif di masa depan.

Baca Juga: 3 Altcoin RWA yang Siap Bikin Kejutan Besar September Ini!

Peluncuran token mesin jet oleh ETHZilla menjadi bukti bahwa batas antara aset fisik dan digital semakin kabur.

Tokenisasi kini tidak hanya menyasar properti atau obligasi, tetapi juga aset industri bernilai jutaan dolar seperti mesin jet komersial.

Jika adopsi terus meningkat, model ini dapat membuka era baru investasi berbasis blockchain, di mana investor ritel memiliki akses ke sektor-sektor eksklusif yang sebelumnya hanya dapat dijangkau oleh institusi besar.

Industri RWA tampaknya baru saja memasuki babak berikutnya — dan aviasi kini menjadi bagian dari revolusi tersebut.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Rekor Baru! Dana Tokenisasi Tembus $17 Miliar, RWA Jadi Perhatian

Pasar tokenized funds mencetak rekor baru setelah total nilai dana on-chain melampaui $17 miliar, menandai all-time high (ATH) terbaru untuk sektor tersebut. Kenaikan ini mencerminkan percepatan adopsi tokenisasi real-world assets (RWA), di mana produk keuangan tradisional seperti money market funds dan instrumen treasury mulai diterbitkan serta diselesaikan transaksinya lewat infrastruktur blockchain.

Pencapaian ini memperkuat sinyal bahwa tokenisasi tidak lagi sekadar uji coba, melainkan mulai menjadi bagian dari arsitektur pasar keuangan modern yang terukur.

Perpindahan Modal dari Eksperimen ke Produk On-Chain yang Terstruktur

Pertumbuhan nilai tokenized funds dinilai menggambarkan pergeseran perilaku pasar. Modal yang sebelumnya banyak bergerak pada eksperimen kripto berbasis spekulasi, kini semakin mengarah ke produk on-chain yang lebih terstruktur dan memiliki dasar utilitas jelas, terutama instrumen yang bersifat yield-bearing dan berada dalam kerangka yang lebih regulatif.

Seiring bertambahnya volume dan nilai dana yang ditokenisasi, fokus pasar juga mulai bergeser dari narasi hype ke indikator adopsi nyata, termasuk jumlah aset yang benar-benar diterbitkan dan dipakai dalam aktivitas keuangan.

Institusi Makin Nyaman dengan Settlement Berbasis Blockchain

Baca Juga: 3 Altcoin RWA yang Siap Bikin Kejutan Besar September Ini!

Lonjakan kapitalisasi tokenized funds juga menunjukkan meningkatnya kenyamanan institusi terhadap settlement berbasis blockchain. Tokenisasi memungkinkan penerbitan dan pencatatan kepemilikan dilakukan lebih transparan, dengan proses yang bisa berjalan lebih efisien dibanding sistem tradisional, sekaligus membuka akses perdagangan yang lebih fleksibel.

Sektor ini dinilai menarik karena menawarkan kombinasi antara instrumen keuangan yang sudah dikenal pasar tradisional dengan keunggulan infrastruktur blockchain.

Likuiditas, Transparansi, dan Akses 24/7 Jadi Daya Tarik

Tokenisasi disebut membawa beberapa manfaat utama: meningkatkan likuiditas, memperkuat transparansi, dan memberikan akses 24/7 terhadap produk keuangan yang sebelumnya terbatas jam operasional pasar. Dengan model on-chain, produk seperti dana pasar uang atau surat utang negara dapat diakses dan dipantau dengan lebih cepat melalui sistem blockchain.

Berbeda dari siklus kripto sebelumnya yang banyak dipicu spekulasi harga, ekspansi tokenized funds kali ini dinilai lebih terkait dengan instrumen yang memiliki arus imbal hasil dan utilitas finansial yang lebih jelas.

Tokenisasi Mulai Jadi Infrastruktur, Bukan Sekadar Narasi

Dengan nilai pasar yang menembus $17 miliar, tokenized funds semakin menegaskan posisi tokenisasi RWA sebagai bagian dari infrastruktur keuangan yang berkembang. Kenaikan ini memperlihatkan bahwa tokenisasi mulai bergerak dari sekadar wacana menjadi implementasi yang bisa diukur, seiring semakin banyaknya modal yang bermigrasi ke ekosistem on-chain.

Dalam beberapa bulan ke depan, pasar diperkirakan akan terus memantau apakah tren ini berlanjut, termasuk sejauh mana produk tokenisasi mampu menarik lebih banyak partisipasi institusional dan memperluas penggunaan di dunia keuangan nyata.

Menurut Tim Research Tokocrypto, Lonjakan ini, khususnya penggunaan RWA sebagai jaminan di pasar peminjaman (lending markets), menandakan kematangan integrasi aset tradisional ke dalam DeFi. Likuiditas institusional kini memiliki jembatan nyata ke ekosistem on-chain.

Baca Juga: Ekosistem DeFi Avantis: Perdagangan Leverage, RWA, hingga Forex


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Monero Terancam Ambruk ke $135? XMR Pecah Bear Flag

Harga Monero (XMR) masih berada dalam tekanan sejak pertengahan Januari, meskipun sebagian pasar kripto mulai menunjukkan tanda stabilisasi. Setelah mengalami penurunan tajam sepanjang akhir Januari, XMR sempat menemukan support di sekitar $276 pada 6 Februari dan bergerak naik tipis.

Namun, pemulihan tersebut dinilai rapuh. Data teknikal, lemahnya kekuatan pembeli, serta memburuknya sentimen sosial menunjukkan Monero masih berisiko melanjutkan penurunan lebih dalam.

XMR Pecah Pola Bear Flag, Dip Buying Dinilai Lemah

Sejak 14 Januari, Monero bergerak dalam struktur penurunan yang membentuk pola bearish pole-and-flag atau bear flag. Pola ini biasanya muncul setelah penurunan tajam, lalu diikuti fase konsolidasi singkat sebelum harga melanjutkan tren turun.

Setelah turun lebih dari 60% dari puncak Januari, XMR bergerak sideways dan sedikit menguat dalam pola tersebut. Namun pada 12 Februari, harga mulai menembus batas bawah bear flag, yang mengindikasikan potensi breakdown lanjutan kecuali ada dorongan kuat dari pembeli untuk membawa harga kembali ke dalam pola.

Dilaporkan BeInCrypto, indikator Money Flow Index (MFI) menunjukkan adanya aktivitas dip buying sejak awal Februari. MFI sempat membentuk tren naik (higher lows) sejak 1 Februari, namun gagal menembus garis tren atas atau membentuk higher-high yang kuat. Hal ini menandakan pembelian masih terjadi, tetapi belum cukup kuat untuk membalikkan arah tren.

Exchange Outflow Muncul Lagi, Tapi Tidak Mengubah Tren

Data arus exchange juga mendukung kondisi tersebut. Setelah tiga hari mencatat inflow ringan, Monero kembali mengalami net outflow pada 12 Februari, dengan sekitar $372.000 XMR keluar dari exchange.

Secara umum, net outflow sering dianggap sebagai sinyal pembelian karena aset dipindahkan ke wallet pribadi. Namun, data ini menunjukkan bahwa pembeli masih ada, tetapi kekuatannya belum cukup untuk mendorong pemulihan signifikan.

Social Dominance Naik, Tapi Sentimen Positif Anjlok Tajam

Di sisi lain, data sosial menunjukkan peningkatan perhatian terhadap Monero. Social dominance XMR naik dari sekitar 0,046% menjadi 0,066% antara 11 hingga 12 Februari, mengindikasikan semakin banyak pembahasan Monero dibanding aset kripto lain.

Meski demikian, peningkatan social dominance ini masih jauh lebih rendah dibanding lonjakan besar yang pernah terjadi pada Januari. Sebelumnya, lonjakan social dominance sempat mendahului reli harga Monero hingga 25%.

Yang menjadi perhatian utama adalah penurunan drastis sentimen positif. Sejak 9 Februari, skor positive sentiment Monero turun dari sekitar 27,26 menjadi 7,21 atau merosot sekitar 74%. Kondisi ini menunjukkan bahwa meski pembahasan meningkat, mayoritas percakapan didominasi kekhawatiran dan pandangan negatif.

Baca juga: Mantan Walikota New York Luncurkan Meme Coin, Gak Sampe 30 Menit Langsung Dump!

Level Kunci: Jika Gagal Rebut $361, Target Breakdown Mengarah ke $135

Dari sisi teknikal, area resistance utama berada di sekitar $361. Level ini berada di tengah struktur bear flag dan dianggap sebagai titik penting untuk menentukan apakah pembeli mampu mengembalikan kontrol pasar.

Jika XMR gagal menembus dan bertahan di atas $361, risiko penurunan tetap dominan. Support terdekat berada di sekitar $308, disusul level $276 yang menjadi titik terendah Februari.

Apabila kedua level support tersebut jebol, proyeksi bear flag mengarah ke area $135 sebagai target breakdown berikutnya. Level ini dinilai sebagai support historis yang berpotensi menjadi tujuan penurunan jika tekanan jual berlanjut.

Dengan kombinasi pelemahan struktur harga, sentimen positif yang runtuh, serta dip buying yang belum cukup kuat, Monero masih menghadapi risiko koreksi lanjutan dalam waktu dekat.

Menurut Tim Research Tokocrypto, pemisahan (divergence) antara tingginya diskusi sosial dan jatuhnya sentimen biasanya menjadi indikator bearish yang kuat karena menandakan diskusi didominasi oleh ketakutan (FUD).

“Tanpa dukungan sentimen yang stabil dan volume beli yang meyakinkan, pemulihan harga Monero akan sulit dipertahankan dalam jangka pendek,” analisanya.

Baca juga: Monero (XMR) Tembus ATH Baru, Imbas Developer Zcash (ZEC) Resign?!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Dihantam Likuidasi Terbesar Sejak 2021! Apa Dampaknya?

Ethereum (ETH) tengah mengalami salah satu fase likuidasi terpanjang dan paling intens sejak pertengahan 2021. Di tengah tekanan pasar yang berlanjut, harga ETH masih bertahan di bawah level psikologis $2.100, memicu kekhawatiran investor terhadap arah pergerakan jangka pendek aset kripto terbesar kedua tersebut.

Meski volatilitas mulai mereda setelah penurunan tajam sebelumnya, struktur pasar menunjukkan bahwa Ethereum masih berada dalam fase penyesuaian besar, terutama di pasar derivatif.

Likuidasi Long Sentuh Rata-Rata 9.000 ETH

Laporan terbaru dari CryptoQuant mengungkap bahwa rata-rata pergerakan 7 hari (7-day simple moving average) likuidasi posisi long di Binance mencapai sekitar 9.000 ETH pada 6 Februari 2026. Angka ini bukan lonjakan harian sesaat, melainkan rata-rata mingguan, yang menunjukkan tekanan berkelanjutan terhadap posisi leverage.

Data tersebut mengindikasikan bahwa posisi long dengan leverage tinggi dilikuidasi secara bertahap selama beberapa hari, bukan melalui satu peristiwa kapitulasi besar. Pola ini mencerminkan proses deleveraging yang sistematis di pasar derivatif Ethereum.

Deleveraging Terbesar Sejak 2021

Penurunan harga ETH dari kisaran $3.000 ke area $2.000 tidak memicu kapitulasi mendadak seperti yang terjadi pada fase bearish sebelumnya. Sebaliknya, pasar mengalami serangkaian margin call yang terjadi secara bertahap.

Secara historis, durasi dan intensitas likuidasi kali ini bahkan disebut melampaui beberapa periode kapitulasi besar selama bear market 2022. Fase ini menunjukkan bahwa pasar sedang menjalani reset leverage secara signifikan, membersihkan posisi spekulatif berlebihan yang sebelumnya mendominasi.

Dilaporkan Newsbtc, proses ini umumnya dapat mengurangi volatilitas berbasis leverage dan membentuk struktur pasar yang lebih sehat. Namun, dalam jangka pendek, kondisi tersebut tetap mencerminkan sentimen yang rapuh.

Struktur Tekanan Menguat di Bawah $2.000

Dari sisi teknikal, Ethereum kini berada di bawah level $2.000 yang sebelumnya menjadi support penting sekaligus level psikologis utama. Kegagalan merebut kembali area ini memperkuat sinyal melemahnya momentum bullish.

Grafik mingguan menunjukkan pola lower highs yang biasanya menandakan fase korektif atau transisi pasar. Volume perdagangan yang meningkat selama penurunan juga mengindikasikan distribusi atau pelepasan posisi leverage, bukan akumulasi organik.

Area support berikutnya diperkirakan berada di kisaran $1.500 hingga $1.700, zona yang sebelumnya menjadi area konsolidasi dan permintaan kuat. Bertahan di atas level tersebut dapat membantu menjaga struktur bullish jangka panjang. Namun, jika level ini ditembus, risiko koreksi lebih dalam semakin terbuka.

Harga ETH Masih Rentan

Saat ini, Ethereum masih sangat sensitif terhadap kondisi likuiditas global, sentimen pasar kripto secara keseluruhan, serta dinamika posisi derivatif. Pemulihan harga dinilai bergantung pada kembalinya permintaan spot dan stabilisasi di atas level teknikal kunci.

Dengan fase likuidasi panjang yang tengah berlangsung, pasar kini menunggu apakah reset leverage ini akan menjadi fondasi stabilisasi atau justru membuka jalan bagi tekanan lanjutan dalam waktu dekat.

Menurut Tim Research Tokocrypto, berbeda dengan spike likuidasi tunggal, fase berkelanjutan ini menunjukkan proses pembersihan leverage yang melelahkan bagi pasar.

“Support kritis di rentang .500 – .700 menjadi penentu; jika jebol, ETH berpotensi masuk ke fase koreksi yang lebih dalam sebelum pemulihan terjadi,” jelasnya.

Baca Juga: Ethereum Terkapar di $2.100, Investor AS Diduga Ramai-Ramai Cabut?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Indiana Usulkan Dana Pensiun Negara Pakai Investasi Kripto

Adopsi kripto di Amerika Serikat kembali mencatat tonggak penting.

Menurut laporan Cointelegraph, Komite Senat di negara bagian Indiana resmi memajukan Rancangan Undang-Undang HB1042 yang membuka jalan bagi dana pensiun negara untuk berinvestasi dalam aset kripto.

Jika disahkan penuh, kebijakan ini akan memungkinkan dana pensiun yang mencakup pegawai publik dan guru untuk mendapatkan eksposur terhadap aset digital secara legal dan terstruktur.

Perkembangan ini langsung menjadi perhatian pelaku industri global, mengingat potensi dampaknya terhadap arus modal institusional ke pasar kripto.

Baca Juga: Brasil Siap Jadi Raja Bitcoin? Kongres Bahas RUU 1 Juta BTC

Apa Itu RUU HB1042?

RUU HB1042 merupakan rancangan kebijakan di negara bagian Indiana yang mengizinkan pengelola dana pensiun negara untuk mempertimbangkan investasi pada aset digital, termasuk mata uang kripto.

Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam pendekatan investasi dana publik di AS.

Selama ini, banyak dana pensiun negara cenderung fokus pada instrumen konvensional seperti obligasi, saham, dan real estat.

Dengan dimajukannya RUU ini oleh Komite Senat, Indiana berpotensi menjadi salah satu negara bagian yang secara resmi membuka pintu investasi kripto dalam portofolio dana pensiun publik.

Validasi Kuat Adopsi Institusional

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa langkah ini sebagai sinyal yang sangat kuat bagi industri kripto di Negeri Paman Sam.

“Langkah ini adalah validasi adopsi institusional tingkat negara bagian yang sangat kuat di AS, memberikan akses eksposur kripto ke jutaan pekerja publik secara legal dan terstruktur,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan tersebut menyoroti dampak luas kebijakan ini. Dana pensiun pegawai publik dan guru mencakup jutaan pekerja di berbagai negara bagian. Jika model Indiana diikuti wilayah lain, potensi aliran dana ke pasar kripto bisa meningkat signifikan.

Dampak Terhadap Pasar Kripto Global

Adopsi oleh dana pensiun negara memiliki implikasi besar:

  1. Legitimasi Regulasi
    Investasi dana publik dalam kripto menunjukkan bahwa aset digital semakin diterima dalam kerangka regulasi formal.
  2. Arus Modal Jangka Panjang
    Dana pensiun biasanya berorientasi jangka panjang. Ini berarti potensi stabilisasi volatilitas karena investasi dilakukan dengan horizon waktu yang lebih panjang dibanding investor ritel.
  3. Standarisasi Tata Kelola
    Investasi dana publik akan mendorong peningkatan standar manajemen risiko, audit, dan transparansi dalam ekosistem kripto.

Dalam konteks ini, langkah Indiana dapat mempercepat transisi kripto dari aset spekulatif menjadi kelas aset alternatif yang diakui secara institusional.

Tren Negara Bagian AS dan Kripto

Indiana bukan satu-satunya negara bagian yang mulai mengeksplorasi kebijakan pro-kripto.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah negara bagian AS telah mengusulkan regulasi ramah blockchain, termasuk kebijakan pajak dan kerangka kustodian aset digital.

Namun, izin langsung bagi dana pensiun negara untuk berinvestasi kripto merupakan langkah yang relatif progresif dibanding pendekatan sebelumnya.

Jika RUU HB1042 disahkan secara final, Indiana berpotensi menjadi model bagi negara bagian lain dalam mengintegrasikan kripto ke dalam sistem keuangan publik.

Tantangan dan Risiko

Meski dinilai positif, kebijakan ini tetap memiliki tantangan:

  • Volatilitas Tinggi: Aset kripto dikenal memiliki fluktuasi harga signifikan.
  • Risiko Regulasi Federal: Perubahan kebijakan di tingkat federal dapat memengaruhi implementasi.
  • Manajemen Risiko Portofolio: Alokasi harus dilakukan secara proporsional agar tidak membahayakan stabilitas dana pensiun.

Karena itu, kemungkinan besar eksposur kripto dalam dana pensiun akan dibatasi dalam persentase kecil dari total portofolio, guna menjaga keseimbangan risiko.

Potensi Efek Domino

Langkah Indiana bisa menciptakan efek domino di AS. Ketika satu negara bagian berhasil mengimplementasikan kebijakan investasi kripto secara aman dan terukur, negara bagian lain mungkin terdorong untuk mengikuti.

Hal ini berpotensi meningkatkan permintaan terhadap aset digital utama seperti Bitcoin dan Ethereum, sekaligus memperkuat posisi kripto sebagai bagian dari strategi diversifikasi aset global.

Baca Juga: Trump Siap Teken RUU Kripto, Regulasi Digital Baru AS Dimulai

Dimajukannya RUU HB1042 oleh Komite Senat Indiana menjadi momentum penting bagi adopsi kripto di level institusional negara bagian di AS.

Kebijakan ini membuka peluang dana pensiun pegawai publik dan guru untuk mendapatkan eksposur terhadap aset digital secara resmi dan terstruktur.

Jika disahkan, langkah ini tidak hanya berdampak pada pasar kripto domestik AS, tetapi juga memperkuat legitimasi kripto secara global sebagai kelas aset alternatif.

Bagi pelaku pasar, perkembangan ini menjadi sinyal bahwa integrasi kripto ke sistem keuangan arus utama semakin nyata, bukan lagi sekadar wacana.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Rebound $70.300, Sinyal Pemulihan?

Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan tanda pemulihan dalam 24 jam terakhir.

Saat ini, Tokocrypto memperdagangkan BTC di level $70.300,79, atau naik sekitar 2,1% dalam sehari terakhir.

Kenaikan ini mendorong kapitalisasi pasar Bitcoin kembali ke kisaran $1,40 triliun, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai $39,30 miliar.

Pergerakan ini menjadi sinyal penting setelah periode koreksi dalam beberapa minggu terakhir.

Namun, apakah reli ini menandai pembalikan tren, atau hanya relief rally di tengah tekanan jangka menengah?

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik 9% ke $70.600, Mulai Berbalik?

Pergerakan 24 Jam: Momentum Mulai Menguat

Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak di rentang terendah $68.706,61 dan level tertinggi senilai $70.491,56.

Penembusan kembali area $70.000 menjadi level psikologis penting bagi pasar. Secara teknikal, level ini sebelumnya menjadi resistance minor yang beberapa kali gagal ditembus dalam sesi sebelumnya.

Kenaikan harian sebesar hampir 2% menunjukkan adanya minat beli yang kembali masuk, meskipun volume perdagangan relatif stabil di bawah $40 miliar, belum menunjukkan lonjakan ekstrem seperti saat breakout besar.

Perubahan harga 7 hari juga mulai positif di +1,42%, yang mengindikasikan adanya potensi stabilisasi jangka pendek.

Tekanan Jangka Menengah Masih Teras

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Mingguu, 15 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Mingguu, 15 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski terjadi rebound harian, data historis menunjukkan tekanan masih membayangi:

  • 30 hari: -26,23%
  • 60 hari: -19,26%
  • 90 hari: -26,29%

Artinya, BTC masih berada dalam fase koreksi menengah sejak puncak sebelumnya. Harga juga masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07.

Penurunan lebih dari 26% dalam 30 hari terakhir mencerminkan fase distribusi dan aksi ambil untung yang cukup agresif.

Oleh karena itu, reli saat ini perlu dikonfirmasi oleh struktur harga yang lebih kuat sebelum dapat dianggap sebagai pembalikan tren penuh.

Struktur Pasar dan Level Kunci

Dengan suplai beredar sebesar 19,99 juta BTC (sekitar 95,19% dari total suplai maksimum 21 juta), struktur pasokan Bitcoin semakin ketat. Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) saat ini berada di sekitar $1,47 triliun.

Level penting yang perlu diperhatikan trader:

Support:

  • $68.700 (low 24 jam)
  • $67.000 (area konsolidasi sebelumnya)

Resistance:

  • $70.500 (high 24 jam)
  • $72.000–$73.000 (area distribusi sebelumnya)

Jika BTC mampu menutup harian di atas $70.500 dan mempertahankan momentum, maka potensi uji ke zona $72.000 terbuka.

Sebaliknya, kegagalan bertahan di atas $69.000 bisa memicu koreksi ulang menuju area $67.000.

Volume dan Sentimen Pasar

Volume perdagangan $39,30 miliar menunjukkan aktivitas pasar yang cukup solid, tetapi belum mengindikasikan euforia ekstrem.

Biasanya, pembalikan tren besar disertai lonjakan volume signifikan dan peningkatan open interest di pasar derivatif. Tanpa dukungan tersebut, reli saat ini masih bisa dikategorikan sebagai fase pemulihan teknikal.

Meski begitu, kenaikan harga disertai perbaikan struktur mingguan (+1,42%) dapat menjadi fondasi awal bagi stabilisasi lebih lanjut.

Apakah Ini Awal Bullish Reversal?

Secara keseluruhan, pergerakan Bitcoin saat ini menunjukkan:

  • Momentum jangka pendek mulai positif
  • Struktur jangka menengah masih dalam fase koreksi
  • Level psikologis $70.000 berhasil direbut kembali

Namun, untuk mengonfirmasi pembalikan tren bullish, BTC perlu bertahan di atas $70.000 dalam beberapa sesi, menembus resistance $72.000 yang disertai peningkatan volume yang lebih agresif

Tanpa tiga faktor tersebut, reli saat ini masih berisiko menjadi relief rally sebelum fase konsolidasi lanjutan.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini Naik ke $68.937, Sinyal Rebound Menguat?

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin berhasil rebound ke $70.300 dengan kenaikan sekitar 2% dalam 24 jam.

Kapitalisasi pasar kembali stabil di atas $1,4 triliun, sementara volume perdagangan tetap solid.

Meski sinyal jangka pendek terlihat membaik, tekanan 30 hari yang masih negatif mengindikasikan pasar belum sepenuhnya pulih. Level $70.500 dan $72.000 akan menjadi penentu arah selanjutnya.

Investor dan trader disarankan untuk memantau konfirmasi breakout serta menjaga manajemen risiko, mengingat volatilitas pasar kripto masih tinggi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Melejit 27%, Tembus $0,195! Picu Euforia Baru?

Harga Pi Network (PI) mencatat lonjakan eksplosif dalam 24 jam terakhir.

Dalam catatan Coinmarketcap pada Minggu (15/2), token ini naik 27,45% ke level $0,195, jauh mengungguli kenaikan pasar kripto global yang hanya naik sekitar 2,1% dalam periode yang sama.

Kenaikan tajam ini terjadi tanpa adanya pengumuman fundamental besar atau katalis proyek yang jelas.

Namun, data menunjukkan bahwa reli didukung oleh lonjakan volume perdagangan sebesar 67%, mencapai $53,98 juta dalam 24 jam terakhir.

Lonjakan volume tersebut menjadi indikator penting bahwa pergerakan harga bukan sekadar “thin pump”, melainkan didorong arus modal spekulatif yang cukup kuat.

Baca Juga: Harga Pi Network Melonjak 11,72% ke $0,153 Jelang Upgrade Mainnet

Breakout Teknis dengan Konfirmasi Volume

Secara teknikal, PI berhasil menembus area resistance penting di kisaran $0,18. Level ini sebelumnya menjadi penghalang utama dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.

Penembusan resistance yang dikonfirmasi dengan volume tinggi biasanya menjadi sinyal kuat bahwa pasar tengah memasuki fase momentum baru.

Dalam konteks ini, kenaikan 27% menunjukkan adanya gelombang beli agresif dari pelaku pasar ritel maupun trader jangka pendek.

Namun, penting dicatat bahwa hingga saat ini tidak ada berita spesifik terkait pengembangan jaringan atau listing baru yang bisa menjelaskan reli tersebut secara fundamental.

Pergerakan ini kemungkinan besar dipicu oleh momentum komunitas, rotasi spekulatif ke altcoin berkapitalisasi menengah, dan FOMO (fear of missing out) jangka pendek.

Rotasi Altcoin dan Alpha terhadap Bitcoin

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 15 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 15 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Kenaikan PI juga terjadi di tengah pergeseran sentimen pasar yang mulai condong ke altcoin.

Indeks Altcoin Season tercatat melonjak 54,55% dalam sepekan terakhir, menandakan adanya aliran dana menuju aset berisiko lebih tinggi.

Sebagai perbandingan, Bitcoin (BTC) hanya naik sekitar 2% dalam 24 jam terakhir. Sementara total kapitalisasi pasar kripto meningkat 2,1%.

Dengan performa hampir 14 kali lipat lebih besar dari Bitcoin dalam periode yang sama, PI menunjukkan apa yang disebut sebagai “alpha move”, pergerakan independen yang jauh melampaui aset acuan pasar.

Kondisi ini sering terjadi saat pasar mulai mencari peluang imbal hasil lebih tinggi setelah fase konsolidasi Bitcoin.

Namun, perlu diperhatikan bahwa indeks Fear & Greed pasar kripto masih berada di level 13 (Extreme Fear), yang berarti sentimen global sebenarnya masih rapuh.

Level Kritis: $0,18 Jadi Penentu Arah Selanjutnya

Secara jangka pendek, level paling penting saat ini adalah $0,18, resistance lama yang kini berubah menjadi support.

Jika PI mampu bertahan di atas level ini dalam 24–48 jam ke depan, maka peluang untuk menguji resistance psikologis berikutnya di $0,20 akan semakin terbuka.

Sebaliknya, jika harga kembali turun dan kehilangan area $0,18, maka potensi koreksi menuju $0,16 cukup besar.

Level yang perlu diperhatikan:

  • Support utama: $0,18
  • Support berikutnya: $0,16
  • Resistance psikologis: $0,20

Skenario bullish akan semakin kuat jika volume perdagangan tetap berada di atas rata-rata 7 hari terakhir. Tanpa dukungan volume, reli seperti ini berisiko berubah menjadi retracement cepat.

Momentum Kuat, Tapi Masih Spekulatif

Lonjakan 27,45% ini jelas mencerminkan momentum bullish yang signifikan.

Namun, karena tidak disertai katalis fundamental baru, reli ini masih sangat bergantung pada kekuatan beli jangka pendek.

Dalam pasar kripto, breakout berbasis volume tinggi memang bisa menjadi awal tren baru. Tetapi, jika arus modal melemah, harga berpotensi mengalami koreksi tajam.

Investor jangka pendek kemungkinan akan memantau:

  • Apakah volume tetap di atas $50 juta
  • Apakah harga mampu menutup harian di atas $0,18
  • Apakah terjadi breakout bersih di atas $0,20

Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,138, Sentimen Extreme Fear Kembali

Harga Pi Network melonjak 27,45% ke $0,195 dalam reli eksplosif yang dikonfirmasi oleh lonjakan volume perdagangan 67%.

Tanpa katalis fundamental jelas, pergerakan ini tampaknya dipicu oleh rotasi altcoin dan momentum spekulatif.

Tren jangka pendek kini bullish, tetapi validitas breakout sangat bergantung pada kemampuan harga mempertahankan level $0,18 sebagai support baru.

Jika momentum berlanjut, target psikologis $0,20 bisa segera diuji. Namun, kegagalan menjaga support berpotensi memicu koreksi cepat ke $0,16.

Dalam fase seperti ini, disiplin manajemen risiko menjadi kunci utama bagi para trader.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Thailand Resmi Legalkan Kripto! ETF Bitcoin Siap Meluncur

Pemerintah Thailand mengambil langkah besar dengan menyetujui proposal yang membuka jalan bagi integrasi aset digital dan kripto ke dalam pasar keuangan yang diatur secara resmi. Keputusan ini memperkuat posisi kripto di pasar modal Thailand, khususnya melalui produk derivatif dan exchange-traded fund (ETF).

Langkah tersebut menandai upaya Thailand untuk menyesuaikan sistem keuangannya dengan perkembangan teknologi dan meningkatnya permintaan investor terhadap aset digital.

Kripto Jadi Underlying Asset Derivatif

Komisi Sekuritas dan Bursa Thailand (SEC) berencana merevisi Digital Asset Business Act agar mata uang kripto dan token digital dapat diakui sebagai underlying asset dalam kontrak derivatif. Dengan perubahan regulasi ini, perusahaan yang telah teregulasi akan dapat menawarkan produk seperti futures dan options berbasis kripto.

Regulator juga tengah menyusun kerangka hukum baru yang mencakup persyaratan lisensi khusus serta pedoman pengawasan untuk broker, bursa, dan lembaga kliring yang menawarkan derivatif kripto. Thailand Futures Exchange (TFEX) turut berkolaborasi dalam pengembangan produk derivatif digital yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Selain kripto, regulasi baru ini juga mengklasifikasikan kredit karbon sebagai komoditas, membuka peluang pengembangan pasar futures berbasis carbon credit dengan mekanisme penyerahan fisik. Kebijakan ini sejalan dengan agenda Thailand dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Ilustrasi aset kripto bitcoin. Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

Baca Juga: XRP Naik 390% di Thailand, Tinggalkan BTC dan Emas Jauh di Belakang

Dorong Diversifikasi dan Manajemen Risiko

SEC Thailand menyatakan bahwa regulasi baru ini bertujuan memperkuat pengakuan kripto sebagai kelas aset alternatif. Dengan hadirnya produk berbasis kripto di pasar teregulasi, investor diharapkan memiliki lebih banyak opsi untuk diversifikasi portofolio dan manajemen risiko.

CEO Binance Thailand, Nirun Fuwattananukul, menyebut langkah ini sebagai momen penting bagi visi Thailand menjadi pemimpin ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara.

ETF Bitcoin Siap Diperdagangkan di Bursa

Dewan pasar modal Thailand juga telah memperkenalkan kerangka regulasi untuk memungkinkan investor mengakses Bitcoin dan aset digital lainnya melalui ETF. Struktur hukum baru ini mendukung perdagangan ETF berbasis kripto sekaligus membuka jalan bagi produk derivatif dan investasi berbasis tokenisasi.

SEC telah menyetujui prinsip-prinsip utama ETF kripto dan kini tengah menyusun pedoman operasional terkait kustodi aset, manajemen likuiditas, serta koordinasi antara manajer investasi dan bursa berlisensi.

ETF kripto di Thailand diperkirakan akan diperdagangkan di Stock Exchange of Thailand (SET), memberikan alternatif akses kripto melalui pasar teregulasi dibanding pembelian langsung. Investor diperkirakan dapat mengalokasikan sekitar 4% hingga 5% portofolio mereka ke aset digital dalam kerangka regulasi baru ini.

Dengan langkah tersebut, Thailand mempertegas posisinya sebagai salah satu negara pelopor di kawasan dalam menghadirkan investasi kripto yang teregulasi dan terintegrasi dengan sistem pasar modal nasional.

Tim Research Tokocrypto menilai kebijakan ini sebagai bukti kematangan sikap regulator Thailand terhadap industri kripto.

“Langkah ini menunjukkan sikap pro-kripto Thailand yang semakin matang. Dengan diakuinya kripto sebagai aset derivatif, institusi keuangan lokal kini memiliki payung hukum yang jelas untuk mengembangkan produk investasi berbasis kripto yang lebih kompleks,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Menurut mereka, kejelasan regulasi adalah faktor kunci dalam menarik partisipasi investor institusional.

Baca Juga: Thailand Resmi Legalkan Bitcoin untuk Pasar Derivatif


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Terjungkal ke Level ‘Extreme Fear’, Mengapa Kripto AI Justru Meroket Pekan Ini?

Insight Tim Research Tokocrypto menunjukkan bahwa pasar kripto tengah berada dalam tekanan multidimensi, baik dari sisi makro ekonomi global, data on-chain, hingga sentimen teknikal. Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan turun ke sekitar $2,30 triliun (-6%), sementara indikator Fear & Greed ambruk ke angka 11, menandakan fase Extreme Fear atau ketakutan ekstrem.

Data Fear and Greed Index (Sabtu, 14 Februari 2026). Sumber: CoinMarketCap

Namun di tengah tekanan tersebut, sejumlah sektor berbasis AI dan infrastruktur baru justru mencatatkan lonjakan signifikan. Lalu mengapa ketika Bitcoin melemah, narasi kripto AI justru menguat?

Penurunan Bitcoin dan Indeks Ketakutan Ekstrem

Dikutip dari Riset Kripto 9-13 Feb 2026, Bitcoin jatuh dari level dukungan psikologis $70.000, yang salah satunya dipicu oleh aliran besar dari penambang ke bursa seperti Binance, mencapai sekitar 90.000 BTC untuk likuiditas operasional dan pengambilan untung. 

Ini diperburuk juga oleh tingginya cumulative outflow dari pemegang jangka panjang, yang jadi pertanda bahwa investor senior sedang gencar melakukan profit taking secara masif, menyebabkan redistribusi aset dan tekanan harga ke bawah. Selain itu volatilitas Bitcoin naik ke 1.51, level tertinggi sejak 2022, yang mengonfirmasi bahwa pasar sedang dilanda kepanikan jangka pendek yang luar biasa.

Menurut Tim Research Tokocrypto, dalam kondisi ‘Extreme Fear’ seperti ini, prioritas utama adalah pertahanan modal, batasi spekulasi, dan gunakan strategi scalping jangka pendek karena ‘cash is king’. Selain itu investor sebaiknya hindari aset dengan unlock suplai besar seperti STBL dengan token unlock yang mencapai 57,7%, berisiko menciptakan tekanan jual, serta pertimbangkan akumulasi proyek inflasi rendah.

Lebih lengkap, bisa kamu baca di: Riset Kripto 9-13 Feb 2026: Bitcoin Berdarah, AI Berpesta!!

Lonjakan Kripto AI di Tengah Pasar Lesu

Data pasar sektor kripto dengan return tertinggi dalam 7 hari terakhir yang didominasi oleh AI (Sabtu, 14 Februari 2026). Sumber: CoinGecko

Sementara pasar secara umum masih lesu, sektor kripto berbasis AI justru mencatatkan lonjakan signifikan. Kenaikan ini dipicu oleh katalis seperti aktivasi dan adopsi ERC-8004 yang menjadi standar baru yang memungkinkan AI Agent memiliki identitas dan reputasi on-chain. 

Secara sederhana, ERC-8004 ini berfungsi layaknya “paspor dan rapor nilai” bagi agen AI di blockchain, sehingga identitas, rekam jejak, dan kredibilitasnya dapat diverifikasi secara aman dan lintas platform.

Narasi ini semakin kuat karena didukung oleh sejumlah jaringan seperti MegaETH, Linea, BNB Chain, dan OP Mainnet yang mulai mengadopsi standar tersebut. Dukungan infrastruktur lintas ekosistem ini memperkuat persepsi bahwa AI on-chain bukan sekadar tren sementara, melainkan bagian dari pengembangan utilitas jangka panjang di industri blockchain.

Menurut Tim Research Tokocrypto, lonjakan ini mengisyaratkan bahwa ritel maupun institusi mulai mengandalkan Bot untuk pasar, fokus saat ini tertuju pada sektor Moltbook dan Openclaw karena keduanya menawarkan eksposur pada narasi AI dan infrastruktur baru yang sedang berkembang. 

Penutup

Menurut insight Tim Research Tokocrypto, di Riset Kripto 9-13 Feb 2026 Bitcoin terjun ke level Extreme Fear merupakan akibat kombinasi tekanan makro global, distribusi suplai on-chain, dan pelemahan teknikal. Ditambah lagi dengan likuiditas global yang mengetat membuat investor defensif dan memprioritaskan perlindungan modal.

Namun, di tengah tekanan tersebut, sektor kripto AI dan ekosistem infrastruktur baru justru menguat karena katalis seperti, aktivasi dan adopsi standar ERC-8004 di berbagai ekosistem, yang memungkinkan AI Agent memiliki identitas dan reputasi on-chain, serta dukungan dari infrastruktur besar seperti OP Mainnet, BNB Chain, dan pengembang Ethereum

Namun, meskipun AI terlihat sedang berpesta, dalam kondisi Extreme Fear seperti sekarang, insight dari Tim Research Tokocrypto menegaskan bahwa fase ini menuntut prioritas pada pertahanan modal dan pembatasan spekulasi, meski terdapat sektor yang sedang outperform—dan yang paling penting adalah ‘cash is king’ ketika setuasi sepert ini.

Oleh karena itu, pendekatan yang lebih relevan adalah menjaga likuiditas dan menerapkan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) pada proyek berfundamental kuat, alih-alih mengejar lonjakan harga jangka pendek. Kamu bisa menggunakan fitur DCA yang ada di aplikasi Tokocrypto mulai dari Rp20.000 dengan download aplikasinya dan registrasi di sini!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com