Category Archives: Tokocrypto

Sinyal 2021 Terulang? RSI Dogecoin Oversold, Target Harga $0,70

Dogecoin (DOGE) kembali menjadi sorotan setelah indikator Relative Strength Index (RSI) tercatat masuk ke level oversold historis. Kondisi ini memunculkan spekulasi bahwa koin meme terbesar tersebut berpotensi mengulangi reli parabolik yang pernah terjadi pada siklus bullish tahun 2021.

Analis kripto Cryptollica mengungkapkan bahwa penurunan RSI Dogecoin ke level ini merupakan kejadian langka. Dalam unggahan di platform X, ia menyebutkan bahwa sepanjang 12 tahun sejarah Dogecoin, kondisi RSI yang sangat oversold ini baru terjadi empat kali. Menurutnya, setiap kejadian sebelumnya selalu diikuti pergerakan harga yang signifikan.

Peluang Beli Dogecoin?

Cryptollica menilai fase tersebut sebagai peluang beli yang “epik”. Ia menambahkan bahwa investor yang melakukan akumulasi pada momen serupa di masa lalu berhasil meraih keuntungan besar. Salah satu contoh terjadi pada dasar siklus sebelumnya, ketika harga Dogecoin sempat turun ke kisaran USD 0,05 sebelum melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di USD 0,74.

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Dogecoin Tertekan di $0,13, Sinyal Oversold Picu Rebound Harga?

Menurut Cryptollica, pola tersebut kembali terbentuk saat ini. Ia menegaskan bahwa setup seperti ini tidak sering terjadi dan menyebut fase sekarang sebagai peluang besar lainnya. Berdasarkan grafik yang dibagikannya, Dogecoin berpotensi menembus level psikologis USD 1 dan mencetak ATH baru.

Selain itu, Cryptollica juga menyoroti kesamaan pola akumulasi DOGE terhadap Bitcoin (DOGE/BTC) antara periode 2014–2017 dan 2021–2026. Ia menyatakan bahwa struktur pergerakan harga terlihat identik dan menilai pelemahan Dogecoin terhadap Bitcoin bukan sebagai sinyal negatif, melainkan proses kompresi sebelum rotasi modal terjadi.

Analisa DOGE

Dilaporkan Trading View, ia menambahkan bahwa ketika garis resistensi utama berhasil ditembus, selera risiko pasar dapat berubah dengan cepat. Cryptollica menyebut Dogecoin berpotensi menjadi pusat pergerakan siklus altcoin berikutnya, seiring fase akhir kompresi multi-tahun terhadap Bitcoin yang secara historis memicu lonjakan volatilitas dan peralihan modal dari BTC ke altcoin.

Sementara itu, analis kripto lainnya, Bitcoinsensus, turut melihat peluang kenaikan harga Dogecoin dalam waktu dekat. Ia memperkirakan DOGE berpotensi naik hingga kisaran USD 0,70, seiring pola pergerakan mini-cycle yang dinilai konsisten sepanjang siklus bullish saat ini. Menurutnya, jika momentum kuat pasar kripto kembali, target tersebut bisa segera tercapai.

Berdasarkan data CoinMarketCap, pada saat penulisan artikel ini Dogecoin diperdagangkan di sekitar USD 0,137, melemah dalam 24 jam terakhir.

Baca juga: Dogecoin Bangkit dari Tekanan? Harga DOGE Bertahan di US$0,15


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pendiri Solana:Upgrade Kunci Bertahan Hidup, SOL Bergerak di $142

Pendiri Solana Labs, Anatoly Yakovenko, menegaskan bahwa masa depan sebuah blockchain bergantung pada kemampuannya untuk terus berevolusi. Dalam pernyataannya baru-baru ini, Yakovenko menyebut bahwa tanpa pembaruan berkelanjutan, sebuah jaringan blockchain berisiko kehilangan relevansi dan akhirnya “mati”.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pembeda tajam antara strategi jangka panjang Solana dan filosofi Ethereum. Yakovenko menanggapi pandangan pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, yang sebelumnya menyebut bahwa Ethereum idealnya mampu bertahan puluhan tahun dengan keterlibatan pengembang yang minimal.

Menurut Yakovenko, pendekatan tersebut justru berbahaya. Ia menilai blockchain yang berhenti beradaptasi akan menjadi usang. “Jaringan harus terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan pengembang dan pengguna. Jika tidak, relevansinya akan hilang,” tegasnya.

Yakovenko menekankan bahwa upgrade bukanlah pilihan tambahan, melainkan syarat bertahan hidup. Ia menyebut pembaruan protokol harus fokus menyelesaikan masalah nyata yang dihadapi pengembang dan pengguna. Namun demikian, ia juga menilai bahwa tidak semua permintaan fitur perlu dipenuhi. Solana, kata dia, harus tetap selektif dan berorientasi pada kegunaan, bukan popularitas.

AI dan Model Biaya Jadi Kunci Masa Depan Solana

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: ETF Tembus US$1,2 Miliar, Solana Dibidik Naik hingga US$168

Lebih lanjut, Yakovenko melihat potensi besar pada aktivitas transaksi Solana yang mampu menciptakan nilai ekonomi untuk mendanai pengembangan berkelanjutan. Model biaya (fee model) Solana dinilai dapat membantu pengembang menopang proses upgrade dalam jangka panjang.

Ia juga menyoroti peran kecerdasan buatan (AI), khususnya AI-assisted coding, yang diyakini dapat mempercepat pengembangan dan peningkatan ekosistem Solana. Selain itu, Yakovenko menegaskan Solana tidak boleh bergantung pada satu tim saja. Seiring kematangan jaringan, ia berharap akan muncul kontributor baru yang membangun versi Solana berikutnya. Bahkan, mekanisme tata kelola (governance) disebut berpotensi mendanai kebutuhan komputasi untuk pengembangan di masa depan.

Harga SOL Melemah, Tapi Outlook Masih Positif

Di sisi pasar, harga Solana (SOL) tercatat melemah dalam 24 jam terakhir. SOL diperdagangkan di kisaran USD 142,27 atau turun 1,28% secara harian. Meski demikian, kinerja mingguan masih mencatatkan kenaikan 4,62%. Kapitalisasi pasar Solana berada di sekitar USD 80,4 miliar dengan suplai beredar sekitar 570 juta token.

Dilaporkan Coinpaper, analis dari INSIDER menilai struktur grafik SOL masih mendukung prospek bullish jangka pendek. Solana disebut berhasil menembus garis tren turun mingguan setelah aksi jual tajam. Area harga USD 160–170 kini menjadi zona perhatian berikutnya, meski berpotensi memicu aksi ambil untung karena tekanan suplai sebelumnya.

Analis Samakan Fase SOL dengan Ethereum di Masa Lalu

Sementara itu, analis kripto curb.sol membandingkan fase konsolidasi panjang Solana dengan siklus Ethereum sebelum reli besar pada periode 2019–2020. Ia mencatat SOL telah bergerak dalam rentang USD 100–300 selama hampir dua tahun, pola yang menurutnya mirip dengan fase akumulasi ETH di masa lalu.

Curb.sol mengaku menggunakan fase tersebut untuk mengakumulasi Ethereum, dan kini menerapkan strategi serupa pada Solana. Ia bahkan menyampaikan pandangan jangka panjang bahwa harga SOL berpotensi menembus USD 1.000. Meski demikian, pelaku pasar tetap mewaspadai kemungkinan koreksi lebih dalam menuju area support di sekitar USD 100.

Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga XRP Anjlok Sinyal Balik Arah Muncul, Aliran Dana ETF Melejit 47%!

Harga XRP mengalami koreksi tajam meski sejumlah kabar positif datang dari Ripple Labs. Aset kripto ini turun lebih dari 15% dari level tertingginya tahun ini, namun data terbaru menunjukkan adanya sinyal teknikal dan fundamental yang berpotensi memicu pembalikan arah harga.

Pada perdagangan terbaru, XRP tercatat turun ke level $2,0520, jauh di bawah puncak year-to-date di $2,40. Koreksi ini membuat kapitalisasi pasar XRP menyusut menjadi sekitar $125 miliar.

Penurunan Harga XRP

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: XRP Terancam di Bawah $2? Sinyal Wave C Bisa Pemicu Penurunan

Menariknya, penurunan harga terjadi di tengah meningkatnya minat investor institusional. Dilaporkan Crypto.news, data menunjukkan bahwa ETF spot XRP mencatat arus masuk dana sebesar $56 juta dalam sepekan terakhir, melonjak 47% dibandingkan minggu sebelumnya yang sebesar $38 juta. Secara total, ETF XRP telah menambah $108 juta aset minggu ini, sehingga total aset kelolaan mencapai $1,52 miliar, atau sekitar 1,2% dari kapitalisasi pasar XRP.

Meski angka tersebut masih tertinggal jauh dibandingkan ETF Bitcoin dan Ethereum—yang masing-masing telah menguasai 6,5% dan 5,4% dari kapitalisasi pasar—kenaikan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap XRP.

Dari sisi fundamental, Ripple Labs terus mencatatkan kemajuan. Perusahaan ini baru saja memperoleh lisensi resmi di Inggris dan Luksemburg, yang membuka peluang kerja sama lebih luas dengan perusahaan-perusahaan di Eropa. Lisensi tersebut menyusul keberhasilan Ripple mendapatkan banking charter dari Office of the Comptroller of the Currency (OCC) di Amerika Serikat kurang dari sebulan sebelumnya.

Selain itu, permintaan terhadap XRP diperkirakan meningkat dalam beberapa pekan ke depan seiring rencana Evernorth untuk melantai di bursa melalui merger SPAC. Perusahaan tersebut dilaporkan telah mengakumulasi jutaan token XRP dan berencana memanfaatkan dana segar dari pasar publik untuk menambah kepemilikan, termasuk melalui strategi DeFi yang teregulasi dan partisipasi sebagai validator di jaringan XRP Ledger.

Di sisi lain, sebagian investor juga mulai memindahkan XRP mereka ke FXRP di jaringan Flare, yang kini telah mencatat Total Value Locked (TVL) DeFi lebih dari $150 juta.

Analisis Teknikal

Dari perspektif teknikal, grafik empat jam menunjukkan bahwa harga XRP telah turun dari $2,4165 pada 6 Januari ke sekitar $2,05. Harga kini berada di bawah level 50% Fibonacci Retracement, serta menembus EMA 50 dan 100 hari dan indikator Supertrend, yang mengonfirmasi tekanan bearish jangka pendek.

Namun demikian, terdapat sinyal positif yang patut diperhatikan. XRP membentuk pola double-bottom di area $2,04, dengan neckline di sekitar $2,188. Pola ini secara historis sering menjadi pertanda pembalikan arah ke atas.

Dengan demikian, prospek XRP dinilai masih bullish selama harga bertahan di atas level $2,03. Jika level ini jebol, tekanan jual berpotensi berlanjut hingga ke area $1,9127, yang merupakan level 78,6% Fibonacci Retracement.

Pasar kini menanti apakah lonjakan dana ETF dan sentimen positif dari ekspansi Ripple mampu mendorong XRP keluar dari fase koreksi.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Axie Infinity (AXS) Melambung 54%, Volume Capai $1,18 Miliar

Harga AXS hari ini mencuri perhatian pasar kripto setelah Axie Infinity (AXS) melonjak lebih dari 54% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di kisaran $2,09 per koin.

Dikutip dari Tokocrypto pada Minggu (18/1), lonjakan ini terjadi bersamaan dengan meledaknya volume perdagangan hingga $1,18 miliar, jauh melampaui kapitalisasi pasarnya yang berada di sekitar $352 juta.

Kondisi tersebut menandakan masuknya arus spekulasi besar dan meningkatnya minat trader terhadap token game berbasis blockchain ini.

Secara real-time, harga AXS ke USD menunjukkan performa impresif dengan kenaikan harian +54,49%, sementara dalam skala mingguan AXS bahkan telah mencatat lonjakan +124,54%.

Ini menjadikan AXS sebagai salah satu altcoin dengan performa terbaik dalam sepekan terakhir.

Baca Juga: Harga Axie Infinity Melonjak 14%, Investor Kembali Melirik GameFi

Lonjakan Tajam di Tengah Euforia Altcoin

Reli AXS tidak berdiri sendiri. Pasar kripto dalam beberapa hari terakhir menunjukkan rotasi modal dari aset utama ke sektor altcoin, termasuk token gaming dan metaverse.

Axie Infinity, sebagai salah satu pionir play-to-earn, kembali dilirik setelah lama berada dalam fase konsolidasi panjang.

Dari sisi data, kapitalisasi pasar alias market cap AXS kini sekitar $352,91 juta, dengan pasokan beredar 168,24 juta AXS.

Volume perdagangan 24 jam yang mencapai $1,18 miliar berarti lebih dari tiga kali lipat market cap, sebuah sinyal klasik bahwa pasar sedang berada dalam fase volatilitas tinggi dan perburuan momentum.

Kondisi ini sering kali dikaitkan dengan kombinasi short covering, FOMO trader ritel, serta masuknya spekulan jangka pendek yang memburu aset berkapitalisasi menengah dengan potensi pergerakan cepat.

Kinerja Harga: Bulanan hingga 90 Hari

Pergerakan harga Axie Infinity (AXS/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Axie Infinity (AXS/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Tak hanya menguat harian, performa AXS dalam jangka menengah juga terbilang ekstrem.

Dalam 30 hari terakhir, harga AXS telah naik +166,18%, menambah sekitar $1,33 per koin. Secara 60 hari, kenaikan tercatat +61,93%, dan dalam 90 hari terakhir, AXS masih menguat +35,44%.

Data ini menunjukkan bahwa reli AXS bukan sekadar pantulan sesaat, melainkan bagian dari tren pemulihan yang mulai terbentuk sejak beberapa minggu terakhir.

Namun, kecepatan kenaikan yang sangat curam dalam waktu singkat juga meningkatkan risiko koreksi tajam.

Sinyal Pasar: Volume Jumbo dan Minat Spekulatif

Salah satu aspek paling mencolok hari ini adalah rasio volume terhadap market cap yang sangat tinggi. Ini biasanya mencerminkan:

  • Aktivitas trading agresif (scalping dan short-term trading)
  • Potensi aksi short squeeze
  • Masuknya modal spekulatif skala besar

Dalam konteks teknikal, lonjakan harga yang disertai volume masif sering diartikan sebagai fase discovery price jangka pendek.

Namun, kondisi seperti ini juga rawan diikuti profit taking cepat, terutama dari trader yang masuk di fase awal reli.

Posisi AXS di Pasar Kripto

Saat ini, Axie Infinity menempati peringkat sekitar ke-123 aset kripto terbesar, menjadikannya altcoin menengah yang sangat sensitif terhadap arus modal.

Dengan Fully Diluted Valuation (FDV) di kisaran $578 juta, pasar masih memperhitungkan potensi pelepasan suplai di masa depan sebagai faktor risiko.

Meski demikian, lonjakan tajam hari ini menunjukkan bahwa narasi gaming dan Web3 kembali mendapat panggung, setidaknya dalam jangka pendek.

AXS kembali menjadi radar trader yang memburu volatilitas dan potensi kelanjutan tren.

Baca Juga: Menyelami Dunia Axie Infinity: Mengenal Aset Kripto Ronin (RONIN)

Harga AXS hari ini menegaskan bahwa Axie Infinity kembali memasuki fase volatilitas tinggi.

Kenaikan 54% dalam sehari, reli mingguan di atas 120%, serta volume $1,18 miliar merupakan kombinasi kuat yang jarang muncul tanpa alasan spekulatif besar di baliknya.

Bagi trader, area saat ini menjadi zona krusial antara kelanjutan reli atau awal konsolidasi tajam.

Sementara bagi investor, lonjakan ini menjadi pengingat bahwa AXS tetap termasuk aset berisiko tinggi yang sangat dipengaruhi sentimen pasar.

Fokus utama ke depan: apakah volume tinggi ini mampu bertahan dan membentuk struktur harga baru, atau justru menjadi puncak sementara sebelum koreksi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

StakeStone (STO) Menggila! Harga Meroket 55% Sehari, Trader Serbu

Harga STO hari ini menjadi perbincangan hangat di pasar kripto setelah StakeStone (STO) mencatat lonjakan tajam lebih dari 54% dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data perdagangan terbaru di Tokocrypto pada Minggu (18/1), STO diperdagangkan di kisaran $0,118638 per token, dengan kapitalisasi pasar sekitar $26,7 juta.

Yang paling mencolok, volume transaksi harian menembus $119 juta, jauh melampaui market cap: sebuah indikasi kuat terjadinya lonjakan aktivitas spekulatif dan perputaran token yang sangat agresif.

Kondisi ini mendorong StakeStone masuk radar trader sebagai salah satu altcoin berkapitalisasi kecil dengan volatilitas tertinggi hari ini.

Baca Juga: Tokocrypto x Binance Beach House: Pecah Rekor di Coinfest Asia 2025

Lonjakan Harga Disertai Ledakan Volume

Dalam 24 jam terakhir, STO bergerak dari area rendah $0,076 hingga sempat menyentuh puncak harian di $0,155, sebelum terkoreksi dan stabil di sekitar $0,11.

Rentang pergerakan yang lebar ini menandakan pertarungan kuat antara buyer dan seller, tipikal fase awal reli spekulatif.

Volume perdagangan yang mencapai $119–120 juta mencerminkan rasio volume/market cap lebih dari 4 kali lipat.

Dalam analisa pasar kripto, kondisi ini sering dikaitkan dengan masuknya modal jangka pendek, aktivitas bot dan trader momentum, hingga potensi short squeeze atau akumulasi cepat.

Tak hanya harian, dalam 7 hari terakhir STO telah naik +50,33%, memperkuat narasi bahwa reli ini bukan sekadar pantulan sesaat, melainkan kelanjutan tren jangka pendek yang sedang terbentuk.

Kinerja Historis: Rebound Setelah Fase Lemah

Pergerakan harga StakeStones (STO/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga StakeStones (STO/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski reli hari ini impresif, data historis menunjukkan StakeStone baru saja keluar dari periode tekanan. Dalam 60 hari terakhir, STO masih tercatat turun -26,83%, dan secara 90 hari masih -32,69%.

Ini berarti lonjakan 55% hari ini berfungsi sebagai rebound agresif dari zona undervalued, bukan kelanjutan tren naik jangka panjang yang mapan.

Sementara itu, dalam 30 hari, harga STO relatif datar (+3,42%). Artinya, reli besar baru benar-benar terjadi dalam beberapa hari terakhir, ketika sentimen spekulatif mulai masuk dan likuiditas melonjak.

Struktur Pasokan dan Implikasi ke Harga

Saat ini, pasokan beredar StakeStone tercatat 225,33 juta STO, atau sekitar 22,53% dari total maksimum 1 miliar token.

Dengan kapitalisasi pasar $26,9 juta dan Fully Diluted Valuation (FDV) sekitar $119,6 juta, pasar masih memperhitungkan potensi dilusi suplai di masa depan.

Bagi investor, struktur ini penting karena reli cepat sering menarik minat jangka pendek. Namun, suplai maksimum yang besar berpotensi menjadi tekanan harga di fase distribusi

Lonjakan volume bisa menjadi fase akumulasi atau justru distribusi awal. Dengan kata lain, volatilitas STO berpotensi tetap tinggi dalam waktu dekat.

Posisi StakeStone di Pasar Kripto

Saat ini, StakeStone berada di sekitar peringkat ke-648 aset kripto global.

Ini menempatkan STO dalam kategori micro–small cap, di mana perubahan sentimen kecil saja bisa menghasilkan pergerakan harga puluhan persen.

Kombinasi market cap kecil dan volume jumbo menjadikan STO menarik bagi trader agresif, tetapi juga membawa risiko slippage, fake breakout, dan koreksi tajam bila momentum mulai melemah.

Harga STO hari ini menegaskan bahwa StakeStone sedang berada dalam fase hype dan rotasi modal spekulatif.

Kenaikan +55% dalam sehari, disertai volume lebih dari $119 juta, menunjukkan minat pasar yang sangat tinggi terhadap token ini.

Namun, latar belakang penurunan 60–90 hari mengingatkan bahwa reli ini lebih tepat dibaca sebagai rebound berisiko tinggi, bukan konfirmasi tren bullish jangka panjang.

Fokus utama ke depan, apakah STO mampu bertahan di atas zona $0,11–$0,12 dengan volume stabil, atau justru mengalami profit taking tajam setelah reli ekstrem?

Bagi pelaku pasar, StakeStone saat ini adalah aset berpotensi tinggi sekaligus berisiko tinggi—cocok untuk strategi terukur, bukan keputusan emosional.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum (ETH) Bertahan di Atas $3.300, Sinyal Kuat?

Harga Ethereum (ETH) hari ini tercatat di level $3.314,32 per ETH, mencatatkan kenaikan 0,83% dalam 24 jam terakhir.

Menurut laporan Tokocrypto pada Minggu (18/1), penguatan ini menempatkan Ethereum tetap kokoh di atas area psikologis $3.300, sekaligus menjaga kapitalisasi pasarnya di sekitar $400,02 miliar, menjadikannya aset kripto terbesar kedua di dunia setelah Bitcoin.

Meskipun reli hariannya tergolong moderat, pergerakan ETH menunjukkan struktur tren yang masih positif, terutama jika melihat kinerja jangka menengah.

Dalam 30 hari terakhir, harga Ethereum telah naik 13,98%, sementara dalam 60 hari menguat 7,44%.

Namun, secara 90 hari, ETH masih berada di zona koreksi dengan penurunan sekitar 16,72%, menandakan pasar masih berada dalam fase pemulihan dari tekanan sebelumnya.

Baca Juga: Koreksi Ringan, Harga Ethereum (ETH) Turun Tipis ke $3.288

Ethereum Bertahan Stabil di Tengah Volume yang Lebih Rendah

Volume perdagangan Ethereum selama 24 jam terakhir tercatat sekitar $11,08 miliar, relatif lebih rendah dibandingkan periode volatil sebelumnya.

Kondisi ini mencerminkan pasar yang cenderung lebih tenang, dengan pergerakan harga didominasi oleh konsolidasi dan akumulasi bertahap.

Dalam 24 jam terakhir, ETH bergerak di rentang $3.284,88 (terendah) hingga $3.328,28 (tertinggi).

Rentang yang relatif sempit ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih menunggu katalis yang lebih kuat untuk menentukan arah berikutnya.

Secara teknikal, bertahannya harga di atas area $3.300 menjadi sinyal penting.

Level ini kini berfungsi sebagai zona keseimbangan jangka pendek, di mana tekanan beli dan jual terlihat relatif seimbang.

Gambaran Tren: Kenaikan Mingguan Masih Terjaga

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dari perspektif mingguan, Ethereum mencatatkan kenaikan 7,17% dalam tujuh hari terakhir.

Ini mengindikasikan bahwa struktur tren jangka pendek masih condong ke arah bullish, meskipun belum cukup kuat untuk mendorong breakout signifikan.

Kenaikan ini juga menunjukkan bahwa minat terhadap ETH tetap terjaga, terutama di tengah meningkatnya perhatian terhadap sektor DeFi, NFT, dan ekosistem layer-2 Ethereum yang terus berkembang.

Secara fundamental, Ethereum masih menjadi tulang punggung sebagian besar aplikasi terdesentralisasi, yang memberikan dukungan jangka panjang terhadap valuasinya.

Namun, volume yang relatif menurun mengisyaratkan bahwa pasar saat ini lebih banyak diisi oleh trader jangka pendek dan holder, bukan oleh gelombang spekulasi besar-besaran.

Jarak Panjang Menuju Rekor Tertinggi

Ethereum masih berada cukup jauh dari rekor tertingginya di $4.953,73. Dengan harga saat ini, ETH masih terkoreksi lebih dari 30% dari puncaknya.

Fakta ini membuat banyak analis melihat fase sekarang sebagai periode “penentuan arah”: apakah Ethereum akan membangun fondasi untuk reli lanjutan, atau justru kembali memasuki fase konsolidasi panjang.

Kenaikan 13,98% dalam 30 hari terakhir memberi sinyal bahwa tekanan jual mulai melemah.

Namun, untuk membalikkan tren besar secara penuh, ETH perlu menembus dan bertahan di atas beberapa area resistensi penting di atas $3.300.

Sentimen Pasar dan Prospek Ethereum

Dengan kapitalisasi pasar sekitar $400 miliar dan suplai beredar 120,69 juta ETH, Ethereum tetap menjadi aset inti dalam portofolio banyak investor kripto.

Stabilitas relatif ETH dibandingkan altcoin lain juga menjadikannya barometer penting bagi kesehatan pasar kripto secara keseluruhan.

Ke depan, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada dua hal utama: apakah Ethereum mampu mempertahankan tren kenaikan mingguan, dan apakah volume akan kembali meningkat sebagai konfirmasi kekuatan tren.

Jika minat beli meningkat dan ETH mampu mencetak higher high baru, peluang menuju pengujian level resistensi berikutnya akan terbuka.

Sebaliknya, jika tekanan jual kembali mendominasi dan harga turun di bawah area konsolidasi saat ini, ETH berpotensi kembali bergerak sideways lebih lama sebelum menentukan arah yang lebih jelas.

Baca Juga: Harga Ethereum (ETH) Stabil di $3.303, Meski Momentum Terbatas

Harga ETH hari ini yang berada di $3.314 dengan kenaikan harian 0,83% menunjukkan bahwa Ethereum masih berada dalam fase pemulihan yang stabil.

Tren mingguan yang positif, dikombinasikan dengan kapitalisasi pasar yang tetap kuat di sekitar $400 miliar, menegaskan posisi Ethereum sebagai salah satu aset kripto paling solid di pasar.

Meski demikian, rendahnya volume menandakan bahwa pasar masih berhati-hati. Dalam jangka pendek, Ethereum berada di fase konsolidasi sehat.

Bagi pelaku pasar, pergerakan di sekitar level $3.300 akan menjadi kunci untuk membaca apakah ETH siap melanjutkan reli atau justru kembali memasuki fase koreksi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Terkoreksi Tipis 0,56%: Pasokan Membengkak

Harga Pi Network (PI) kembali bergerak di zona merah. Dalam 24 jam terakhir, harga PI turun 0,56%, memperpanjang pelemahan menjadi sekitar 2,18% dalam sepekan.

Pergerakan ini menunjukkan bahwa tekanan jual masih mendominasi, seiring kombinasi faktor fundamental dan teknikal yang belum mendukung pemulihan harga.

Menurut laporan Coinmarketcap pada Minggu (18/1), setidaknya terdapat tiga isu utama yang mempengaruhi harga Pi network di pasaran.

Ketigabta adalah unlock token yang terus menambah pasokan, volume perdagangan yang lemah, dan kerusakan struktur teknikal yang memperkuat sentimen bearish.

Baca Juga: Harga Pi Network Hari Ini Bertahan di Level Kunci $0,20, Sinyal Rebound?

Unlock Token Harian Terus Tekan Harga PI

Salah satu faktor paling konsisten membebani harga Pi Network adalah masuknya pasokan baru ke pasar setiap hari.

Sekitar $1 juta nilai token PI dilepas ke sirkulasi harian melalui proses migrasi mainnet berbasis KYC dan jadwal unlock berkala.

Arus pasokan ini menciptakan tekanan struktural. Banyak pemegang awal memanfaatkan setiap kenaikan kecil harga untuk merealisasikan keuntungan atau mengamankan likuiditas.

Akibatnya, setiap upaya reli cenderung cepat tertahan oleh gelombang jual baru.

Dengan masih miliaran token PI yang belum dilepas, ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan menjadi masalah utama.

Selama permintaan utilitas belum tumbuh signifikan, pasar akan terus kesulitan menyerap token baru yang masuk.

Inilah alasan mengapa pergerakan PI sering terlihat “berat” meskipun pasar kripto secara umum mulai membaik.

Volume Perdagangan Lemah, Minat Beli Terbatas

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap

Selain pasokan, volume perdagangan PI juga menunjukkan sinyal peringatan.

Dalam 24 jam terakhir, aktivitas transaksi dilaporkan turun sekitar 12%, menandakan melemahnya partisipasi pasar.

Volume yang rendah mencerminkan minimnya minat beli yang agresif. Dalam kondisi seperti ini, pergerakan harga menjadi sangat rentan terhadap tekanan jual kecil sekalipun.

Pantulan harga sering terjadi, tetapi tidak didukung oleh arus modal baru yang cukup kuat untuk mengubah arah tren.

Secara praktis, ini berarti pasar PI saat ini lebih didominasi oleh distribusi (penjualan) dibandingkan akumulasi (pembelian jangka menengah).

Tanpa lonjakan volume yang konsisten, setiap reli berpotensi hanya bersifat teknikal dan mudah dipatahkan.

Bagi trader, volume lemah juga meningkatkan risiko volatilitas mendadak. Order jual yang relatif kecil dapat memicu penurunan tajam karena kedalaman pasar terbatas.

Breakdown Teknikal Perkuat Sentimen Bearish

Dari sisi analisis teknikal, PI baru-baru ini menembus pola segitiga simetris pada grafik 4 jam, sebuah formasi yang biasanya menandakan fase konsolidasi sebelum pergerakan besar. Sayangnya bagi bull, arah tembusan terjadi ke bawah.

Breakdown ini mendorong harga kembali ke area $0,20, yang kini menjadi level support psikologis dan teknikal paling krusial.

Indikator momentum menunjukkan kondisi yang belum ideal untuk rebound kuat. RSI berada di kisaran netral-bearish, menandakan belum ada sinyal jenuh jual ekstrem yang biasanya memicu pantulan agresif.

Sementara itu, indikator tren masih menunjukkan upaya pemulihan yang lemah.

Jika area $0,20 gagal dipertahankan secara meyakinkan, tekanan jual lanjutan berpotensi membawa harga menguji area support lebih rendah di sekitar $0,18.

Sebaliknya, untuk meredakan tekanan bearish, PI perlu merebut kembali beberapa level resistance terdekat dengan dukungan volume yang meningkat.

Gambaran Besar: Oversupply vs Permintaan Nyata

Masalah inti Pi Network saat ini terletak pada ketimpangan antara pasokan dan permintaan. Di satu sisi, token terus mengalir ke pasar.

Di sisi lain, adopsi utilitas belum cukup kuat untuk menciptakan permintaan organik yang berkelanjutan.

Selama PI lebih banyak diperlakukan sebagai aset spekulatif daripada alat transaksi atau token utilitas, dinamika ini cenderung berlanjut.

Tanpa katalis besar seperti peningkatan penggunaan aplikasi, integrasi pembayaran skala luas, atau listing baru di bursa besar, pasar akan tetap berhati-hati.

Baca Juga: Pi Network Tertekan Token Unlock, Support $0,20 Terancam

Penurunan harga Pi Network hari ini mencerminkan tekanan struktural yang belum terselesaikan.

Unlock token harian, volume yang lemah, dan breakdown teknikal membentuk kombinasi yang membatasi potensi kenaikan jangka pendek.

Untuk sementara, fokus pelaku pasar akan tertuju pada kemampuan PI bertahan di atas level $0,20. Jika support ini mampu dipertahankan dan volume mulai pulih, peluang konsolidasi sehat bisa terbuka.

Namun jika tidak, risiko penurunan lanjutan tetap harus diwaspadai.

Bagi investor dan trader, kondisi saat ini menegaskan pentingnya memperhatikan bukan hanya harga, tetapi juga arus pasokan, kekuatan volume, dan struktur grafik dalam membaca arah Pi Network ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Bertahan di $95.087, Turun Tipis

Harga Bitcoin hari ini tercatat berada di level $95.087,63 per BTC, sedikit melemah 0,16% dalam 24 jam terakhir.

Meski koreksi tergolong ringan, pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar tengah memasuki fase konsolidasi setelah reli cukup kuat dalam beberapa pekan terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,899 triliun dan volume perdagangan 24 jam sebesar $16,52 miliar, Bitcoin masih kokoh mempertahankan posisinya sebagai aset kripto nomor satu dunia.

Secara intraday, Tokocrypto mencatat Bitcoin bergerak dalam rentang yang relatif sempit, dengan harga terendah $94.837,51 dan tertinggi $95.598,47.

Pola ini mencerminkan tarik-menarik antara pembeli yang masih optimistis dan trader jangka pendek yang mulai melakukan aksi ambil untung.

Pergerakan Harga: Konsolidasi Setelah Kenaikan Bulanan

Jika dilihat dalam perspektif yang lebih luas, kinerja Bitcoin masih tergolong positif. Dalam 30 hari terakhir, BTC naik 9,17%, sementara dalam 60 hari menguat 3,73%.

Namun, tekanan masih terlihat pada grafik jangka menengah, dengan penurunan 13,62% dalam 90 hari terakhir.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa Bitcoin sedang berada di fase transisi. Setelah sempat mengalami koreksi besar beberapa bulan lalu, harga kini berusaha membangun struktur yang lebih stabil di area $95.000.

Bagi pelaku pasar, fase seperti ini sering kali menjadi periode akumulasi sebelum muncul pergerakan besar berikutnya.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Koreksi ke $95.517,Tunggu Arah

Volume Menurun, Tanda Pasar Menunggu Arah

Salah satu data penting hari ini adalah volume perdagangan yang relatif moderat di $16,52 miliar.

Angka ini lebih rendah dibanding periode volatilitas tinggi, menandakan bahwa pasar belum memiliki katalis kuat untuk mendorong pergerakan ekstrem.

Volume yang mengecil biasanya mencerminkan sikap “wait and see” dari investor.

Banyak pelaku pasar memilih menunggu konfirmasi arah: apakah Bitcoin mampu menembus resistance psikologis berikutnya atau justru terkoreksi lebih dalam untuk menguji support yang lebih rendah.

Posisi Pasar Bitcoin Masih Sangat Dominan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dengan suplai beredar 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,13% dari total suplai maksimum 21 juta BTC, Bitcoin semakin mendekati fase kelangkaan penuh.

Faktor ini menjadi salah satu fondasi utama yang menjaga minat investor jangka panjang.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh Bitcoin saat ini diperkirakan mencapai $1,996 triliun, menunjukkan potensi valuasi maksimal jika seluruh suplai telah beredar.

Bagi banyak analis, kelangkaan yang semakin nyata ini menjadi argumen kuat mengapa Bitcoin masih dipandang sebagai aset lindung nilai digital dalam jangka panjang.

Analisis Teknikal Singkat: Area Kritis yang Perlu Diperhatikan

Dari sisi teknikal, area $94.800–$95.000 saat ini berfungsi sebagai support jangka pendek. Selama harga mampu bertahan di atas zona ini, peluang rebound tetap terbuka.

Sementara itu, resistance terdekat berada di sekitar $95.600–$96.000. Penembusan yang disertai peningkatan volume bisa membuka jalan menuju area psikologis yang lebih tinggi.

Perubahan harga 7 hari terakhir yang masih positif 4,96% menunjukkan bahwa tren jangka pendek belum sepenuhnya rusak.

Namun, minimnya momentum dalam 24 jam terakhir mengisyaratkan bahwa pasar membutuhkan katalis baru untuk menentukan arah berikutnya.

Sentimen Pasar: Optimisme Hati-Hati

Meski hari ini Bitcoin bergerak melemah tipis, sentimen pasar secara umum masih cenderung netral ke positif.

Kenaikan bulanan hampir 10% menunjukkan bahwa minat beli belum hilang. Investor jangka panjang tampak masih nyaman menahan asetnya, sementara trader jangka pendek lebih aktif memanfaatkan fluktuasi kecil.

Dalam kondisi seperti ini, berita makroekonomi global, pergerakan pasar saham, serta aliran dana institusional ke produk berbasis Bitcoin bisa menjadi pemicu utama volatilitas berikutnya.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Stabil di $95.300, Tren Masih Kuat

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin sedang berada dalam fase konsolidasi di sekitar $95.000, dengan penurunan tipis 0,16% dan volume perdagangan yang relatif menurun.

Dalam jangka pendek, pasar terlihat menunggu arah baru. Namun secara struktural, Bitcoin masih berada dalam posisi kuat dengan kapitalisasi pasar hampir $1,9 triliun dan suplai yang semakin mendekati batas maksimal.

Bagi investor dan trader, beberapa hari ke depan akan krusial untuk melihat apakah Bitcoin mampu mempertahankan support dan kembali membangun momentum naik, atau justru mengalami koreksi lanjutan sebelum mencoba reli berikutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Melejit Dalam 7 Hari, 3 Altcoin Play To Earn Ini Jadi Sorotan Investor

Pasar kripto sektor Play To Earn (P2E) kembali mencuri perhatian setelah sejumlah token mencatatkan kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data kapitalisasi pasar terbaru, terdapat 3 altcoin P2E yang mendominasi dan paling banyak diperdagangkan.

Berikut rangkuman 3 Play To Earn Tokens dengan market cap terbesar saat ini dikutip CoinMarketCap.

1. The Sandbox (SAND) Pimpin Kapitalisasi Pasar P2E

Token SAND milik ekosistem metaverse The Sandbox masih menempati posisi teratas sektor Play To Earn. Saat ini, harga SAND berada di level $0.1572 dengan kapitalisasi pasar mencapai $419,451,689.

Dalam periode 7 hari, SAND mencatat kenaikan 31.98%, sementara volume transaksi 24 jam menembus $360,146,786. Total suplai beredar tercatat sebanyak 2.66B SAND, menunjukkan likuiditas yang masih kuat di tengah pasar.

Baca juga: 3 Altcoin Interoperability Ini Cetak Kenaikan Tajam Mingguan

2. Axie Infinity (AXS) Melonjak Lebih Dari 100% Dalam 7 Hari

Di posisi kedua, Axie Infinity (AXS) mencatatkan performa paling agresif. Harga AXS kini berada di angka $2.06, naik 115.82% dalam 7 hari terakhir.

Kapitalisasi pasar AXS tercatat sebesar $346,831,549, dengan volume perdagangan harian mencapai $1,125,698,440. Lonjakan ini menjadikan AXS sebagai salah satu token P2E paling aktif diperdagangkan saat ini, dengan suplai beredar sekitar 168.24M AXS.

3. Nakamoto Games (NAKA) Bertahan di Jajaran Top 3

Token NAKA dari platform Nakamoto Games melengkapi daftar 3 besar Play To Earn berdasarkan kapitalisasi pasar. Saat ini, NAKA diperdagangkan di harga $0.1228, dengan market cap sebesar $11,639,218.

Dalam kurun 24 jam, NAKA naik 28.01%, sementara performa mingguan tercatat naik 6.01%. Volume transaksi harian berada di angka $2,380,749, dengan suplai beredar sebanyak 94.76M NAKA.

Kenaikan sejumlah token Play To Earn ini menunjukkan minat pasar terhadap sektor game berbasis blockchain masih cukup kuat. Meski demikian, investor tetap disarankan untuk memperhatikan volatilitas serta manajemen risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Baca juga: 3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Sitaan AS Tak Dijual, Siap Jadi Senjata Strategis Negara

Pemerintah Amerika Serikat selangkah lebih dekat merealisasikan U.S. Strategic Bitcoin Reserve setelah Departemen Kehakiman AS (Department of Justice/DOJ) menegaskan bahwa Bitcoin sitaan dalam kasus Samourai Wallet tidak akan dijual ke pasar.

Konfirmasi ini disampaikan oleh Patrick Witt, Executive Director President’s Council of Advisors for Digital Assets, yang menyebut DOJ telah memverifikasi status aset tersebut sesuai dengan Executive Order 14233. Dalam aturan tersebut, seluruh Bitcoin hasil penyitaan federal wajib ditahan dan tidak dilikuidasi.

Keputusan ini sekaligus membantah spekulasi yang sebelumnya beredar di berbagai media bahwa Bitcoin hasil penyitaan telah atau akan dijual, menyusul pengakuan bersalah pengembang Samourai Wallet dalam kasus hukum yang menjerat mereka.

Kekhawatiran Aksi Jual Pemerintah Mereda

Selama bertahun-tahun, praktik umum pemerintah AS adalah menjual aset kripto sitaan melalui lelang atau pasar terbuka. Langkah tersebut kerap menimbulkan tekanan jual mendadak dan meningkatkan volatilitas harga Bitcoin.

Namun, DOJ memastikan pendekatan itu kini berubah. Bitcoin sitaan Samourai Wallet akan tetap tercatat sebagai aset pemerintah AS dan berpotensi digunakan sebagai bagian dari cadangan strategis nasional.

Kebijakan ini sejalan dengan pandangan sejumlah tokoh industri, termasuk CEO ARK Invest Cathie Wood, yang sebelumnya memproyeksikan Bitcoin sebagai aset cadangan strategis jangka panjang.

Baca juga: Pemerintah AS Rencana Akuisisi Bitcoin, Hentikan Penjualan Aset Sitaan

Perubahan Paradigma Pengelolaan Aset Digital

Dilaporkan Coingape, keputusan menahan Bitcoin sitaan menandai pergeseran besar dalam cara pemerintah AS memandang aset digital. Bitcoin tidak lagi diperlakukan semata-mata sebagai barang sitaan untuk segera dijual, melainkan sebagai sumber daya strategis yang setara dengan komoditas dan cadangan negara lainnya.

Sejumlah anggota parlemen sebelumnya juga mengkritik praktik penjualan Bitcoin sitaan, termasuk Senator Cynthia Lummis yang menyoroti minimnya pengawasan serta dampaknya terhadap pasar.

Dengan kebijakan baru ini, pemerintah AS dinilai dapat mengurangi tekanan jual dari dompet Bitcoin milik negara yang selama ini diawasi ketat oleh investor global.

Dampak Global Mulai Terlihat

Langkah DOJ ini memperkuat koordinasi antara lembaga penegak hukum dan cabang eksekutif dalam menjalankan kerangka Strategic Bitcoin Reserve. Koordinasi semacam ini sebelumnya dinilai tidak konsisten.

Pengaruh kebijakan AS juga diperkirakan meluas ke tingkat global. Sejumlah negara kerap menjadikan kebijakan Amerika Serikat sebagai acuan, termasuk Taiwan yang dilaporkan tengah merancang strategi cadangan Bitcoin berbasis aset sitaan.

Jika pendekatan ini diadopsi secara luas, penahanan aset digital sitaan alih-alih melikuidasinya dapat menjadi standar baru global, sekaligus memperkuat posisi Bitcoin sebagai kelas aset strategis yang sah di tingkat negara.

Baca juga: Amerika Borong Bitcoin, China Tumpuk Emas: Perang Aset Dunia Dimulai?!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com