Category Archives: Tokocrypto

3 Altcoin Berpotensi Picu Likuidasi Besar di Akhir Maret 2026!

Pasar kripto memasuki pekan terakhir Maret dengan sentimen fear yang kembali meningkat, mendorong banyak trader altcoin membuka posisi short secara agresif. Namun, di tengah tekanan tersebut, sejumlah altcoin justru menunjukkan potensi berlawanan yang dapat memicu likuidasi besar pada posisi short.

Dilaporkan BeInCrypto, tiga aset yang menjadi sorotan adalah Solana (SOL), Hyperliquid (HYPE), dan Bittensor (TAO), yang masing-masing memiliki katalis kuat di tengah kondisi pasar yang masih tidak stabil.

Solana (SOL) Berpotensi Picu Likuidasi Hingga $680 Juta

Data liquidation map menunjukkan adanya ketidakseimbangan besar antara posisi long dan short pada Solana. Jika harga SOL naik kembali ke level $96, potensi likuidasi posisi short diperkirakan bisa mencapai hingga $680 juta.

Beberapa faktor mendukung potensi rebound ini. Pertama, terjadi perubahan signifikan pada arus exchange sejak 17 Maret, dengan outflow harian mencapai 700.000 SOL. Hal ini mengindikasikan adanya akumulasi oleh investor saat harga melemah.

Kedua, volume perdagangan di DEX Solana melonjak 103% dalam sepekan terakhir hingga mencapai $138,4 miliar, menjadi level tertinggi dalam satu tahun. Peningkatan aktivitas ini menunjukkan permintaan yang kembali menguat.

Baca juga: 4 dari 10 Altcoin Nyaris di Titik Terendah, Pasar Kripto Sedang Tertekan?

Hyperliquid (HYPE) Diuntungkan Kondisi Global

Hyperliquid juga menunjukkan pola serupa, di mana potensi likuidasi posisi short lebih dominan. Jika harga HYPE menembus level $42, potensi likuidasi diperkirakan dapat melampaui $60 juta.

Salah satu pendorong utama adalah pertumbuhan pasar HIP-3, yang memungkinkan perdagangan aset non-kripto seperti minyak, logam, dan indeks saham secara 24/7. Dalam tujuh hari terakhir, volume perdagangan HIP-3 mencapai sekitar $14,39 miliar, dengan open interest sebesar $1,73 miliar.

Selain itu, ketegangan geopolitik global turut meningkatkan minat terhadap instrumen alternatif seperti yang ditawarkan oleh Hyperliquid.

Bittensor (TAO) Didorong Sentimen dan Institusi

Bittensor (TAO) juga mencatat peningkatan minat yang signifikan dari investor. Data menunjukkan bahwa diskusi komunitas terkait TAO meningkat 112% dalam 30 hari terakhir, dengan total mention mencapai 3,86 juta dalam 24 jam.

Peningkatan ini dipicu oleh beberapa faktor, termasuk penyebutan Bittensor oleh CEO Nvidia Jensen Huang dalam podcast, serta langkah Grayscale yang membuka produk investasi berbasis TAO.

Selain itu, pertumbuhan subnet dalam ekosistem Bittensor juga menunjukkan peningkatan dari sisi pendapatan dan aktivitas komunitas. Jika harga TAO menembus $307, potensi likuidasi short diperkirakan mencapai $27 juta.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa kondisi pasar saat ini menunjukkan dinamika yang kompleks, di mana sentimen makro yang negatif justru berhadapan dengan katalis spesifik pada beberapa altcoin.

Menurut mereka, meningkatnya posisi short di tengah fear market membuka peluang terjadinya short squeeze, terutama jika didukung oleh faktor fundamental seperti peningkatan aktivitas jaringan dan akumulasi investor.

Namun demikian, Tim Research Tokocrypto mengingatkan bahwa volatilitas tetap tinggi, terutama dengan adanya faktor eksternal seperti kondisi makroekonomi dan geopolitik global. Tanpa manajemen risiko yang baik, posisi short maupun long sama-sama berpotensi menghadapi tekanan.

Mereka juga menekankan pentingnya memperhatikan level kunci serta momentum pasar, karena pergerakan harga dalam kondisi seperti ini cenderung cepat dan tidak linear.

Pasar Menunggu Arah Selanjutnya

Dengan kombinasi antara tekanan pasar dan katalis positif pada beberapa aset, pergerakan altcoin dalam waktu dekat diperkirakan akan sangat fluktuatif.

Pelaku pasar kini mencermati apakah potensi short squeeze benar-benar akan terjadi, atau justru tekanan makro akan kembali mendominasi dan menahan kenaikan harga.

Baca juga: Waspada! 3 Altcoin Ini Bisa Picu Likuidasi Rp50 Triliun Lebih Minggu Ini


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Tembus $70.000 Dipicu Isu Damai AS-Iran

Harga Bitcoin melonjak tajam dan berhasil menembus kembali level psikologis 70.000 dolar AS setelah muncul kabar adanya pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Kenaikan ini terjadi setelah sebelumnya pasar sempat tertekan akibat eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.

Berdasarkan data terbaru, Bitcoin naik lebih dari 4% dari posisi terendah intraday di sekitar 67.000 dolar AS, seiring meredanya ketegangan global.

Bitcoin Rebound Usai Sinyal Damai

Dilaporkan Coingape, lonjakan harga Bitcoin terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa negaranya telah melakukan pembicaraan yang “produktif” dengan Iran dalam dua hari terakhir. Ia juga menginstruksikan penundaan serangan militer terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari ke depan.

Pernyataan tersebut menandai perubahan signifikan dalam konflik yang telah berlangsung selama empat minggu. Sebelumnya, pasar sempat terguncang setelah ancaman serangan lanjutan dari AS, yang menyebabkan Bitcoin turun hingga menyentuh level 67.000 dolar AS.

Kini, dengan adanya indikasi deeskalasi konflik, pasar kripto merespons positif dan kembali menunjukkan penguatan.

Baca juga: Sinyal Besar? Perusahaan Kesehatan Akumulasi Bitcoin

Dampak Geopolitik ke Pasar Kripto

Pergerakan harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap perkembangan geopolitik global. Ancaman konflik yang meningkat sebelumnya sempat memicu aksi jual, sementara kabar pembicaraan damai langsung mendorong sentimen positif.

Selain Bitcoin, aset kripto lainnya juga mengalami kenaikan seiring membaiknya kondisi pasar secara keseluruhan.

Laporan juga menyebutkan bahwa pembicaraan antara AS dan Iran mencakup sejumlah poin penting, termasuk isu program nuklir Iran. Kedua negara dikabarkan akan melanjutkan dialog dalam beberapa hari ke depan.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa lonjakan Bitcoin ini menunjukkan bahwa aset kripto semakin dipandang sebagai aset yang sensitif terhadap dinamika makro global, khususnya geopolitik.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 23 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 23 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Menurut mereka, pergerakan harga saat ini bukan hanya dipengaruhi oleh faktor internal pasar kripto, tetapi juga oleh sentimen global seperti konflik dan kebijakan internasional. Deeskalasi konflik cenderung meningkatkan risk appetite investor, yang kemudian mendorong aliran dana kembali ke aset berisiko seperti kripto.

Namun demikian, Tim Research Tokocrypto mengingatkan bahwa volatilitas masih berpotensi tinggi, mengingat situasi geopolitik belum sepenuhnya stabil. Jika pembicaraan damai berlanjut dan menghasilkan kesepakatan konkret, pasar berpotensi melanjutkan penguatan.

Sebaliknya, jika terjadi eskalasi kembali, tekanan terhadap harga Bitcoin dan aset kripto lainnya juga dapat muncul dalam waktu singkat.

Pasar Masih Menunggu Kepastian

Pelaku pasar kini mencermati perkembangan lanjutan dari negosiasi antara AS dan Iran sebagai faktor utama yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga Bitcoin dalam jangka pendek.

Dengan kondisi pasar yang masih dipengaruhi sentimen global, arah Bitcoin diperkirakan akan tetap volatil sambil menunggu kepastian lebih lanjut dari perkembangan geopolitik tersebut.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Nasib XRP di Tangan SEC, Harga Siap Volatil

Harga XRP mengalami tekanan menjelang keputusan penting dari Securities and Exchange Commission (SEC) terkait ETF spot yang dijadwalkan pada 27 Maret. Dalam perdagangan terbaru, XRP turun sekitar 3,52% ke level 1,40 dolar AS, seiring meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar di tengah kondisi pasar kripto yang melemah.

Dilaporkan Coingape, secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global juga turun sekitar 2% menjadi 2,36 triliun dolar AS, dengan tekanan jual dipicu oleh sentimen negatif dan likuidasi di berbagai aset utama.

Keputusan SEC Jadi Penentu Arah XRP

Tanggal 27 Maret menjadi momen krusial bagi XRP karena SEC akan memberikan keputusan akhir terkait sejumlah pengajuan ETF spot. Keputusan ini dinilai dapat menjadi titik balik yang menentukan arah pergerakan harga ke depan.

Beberapa manajer aset besar seperti Grayscale, 21Shares, Bitwise, WisdomTree, dan Franklin Templeton tengah menunggu persetujuan. Grayscale bahkan berencana mengonversi produk trust XRP senilai 2,1 miliar dolar AS menjadi ETF spot.

Jika disetujui, potensi arus dana institusional diperkirakan bisa mencapai hingga 8 miliar dolar AS, yang sebagian besar berasal dari dana pensiun dan akun investasi jangka panjang.

Baca juga: Transaksi XRP Meledak 3x Lipat, Tapi Harga Masih Diam?

Partisipasi Retail Terus Meningkat

Di tengah volatilitas pasar, data menunjukkan bahwa jumlah wallet XRP terus bertumbuh. Alamat dengan kepemilikan kecil di bawah 100 XRP telah mencapai rekor baru sebanyak 5,66 juta wallet.

Selain itu, terdapat sekitar 2,01 juta wallet dengan kepemilikan antara 100 hingga 100.000 XRP, serta lebih dari 32.000 wallet besar dengan saldo di atas 100.000 XRP. Data ini menunjukkan adanya peningkatan partisipasi investor ritel secara global.

Tekanan Harga Masih Terlihat

Secara teknikal, XRP masih berada dalam tekanan setelah gagal mempertahankan level resistensi di 1,45 dolar AS. Harga saat ini bergerak di bawah area support 1,40 dolar AS, yang mengindikasikan dominasi penjual dalam jangka pendek.

Indikator MACD juga menunjukkan sinyal bearish, dengan garis sinyal bergerak di bawah garis utama, memperkuat tren penurunan yang sedang berlangsung.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Dalam waktu dekat, level support di sekitar 1,38 dolar AS menjadi area penting untuk dipantau. Jika level ini ditembus, harga berpotensi turun lebih lanjut ke kisaran 1,35 dolar AS.

Sebaliknya, untuk memulihkan sentimen positif, XRP perlu kembali menembus level 1,45 dolar AS. Jika mampu bertahan di atas 1,50 dolar AS, peluang kenaikan menuju 1,55 dolar AS akan semakin terbuka.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa keputusan SEC terkait ETF XRP akan menjadi katalis utama yang menentukan arah pasar dalam jangka pendek hingga menengah. Menurut mereka, saat ini pasar berada dalam fase wait and see, di mana pelaku pasar cenderung menahan posisi sambil menunggu kepastian regulasi.

Dari sisi fundamental, peningkatan jumlah wallet menunjukkan bahwa minat terhadap XRP masih terjaga, terutama dari investor ritel. Namun, dalam jangka pendek, tekanan harga masih akan dipengaruhi oleh sentimen makro dan arus likuiditas global.

Ke depan, pelaku pasar disarankan untuk mencermati level support dan resistance utama serta perkembangan regulasi sebagai faktor utama dalam menentukan arah pergerakan XRP.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Inggris Siapkan Langkah Besar Lawan Ancaman Penipuan Kripto

Pemerintah Inggris melalui Home Office merilis strategi jangka panjang untuk memerangi penipuan periode 2026 hingga 2029, dengan menyoroti aset kripto sebagai salah satu risiko yang terus berkembang. Dalam dokumen tersebut, kripto disebut sebagai medium yang kerap digunakan dalam skema penipuan, terutama melalui media sosial dan platform pesan.

Dilaporkan Cointelegraph, pemerintah menilai masih terdapat celah dalam upaya penanganan kejahatan berbasis teknologi pembayaran baru, termasuk aset digital, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif.

Kripto Masuk Sorotan dalam Strategi Anti-Fraud

Dalam laporan tersebut, otoritas menyebut bahwa banyak korban penipuan yang secara sukarela mentransfer dana mereka setelah terpapar skema penipuan berbasis kripto. Hal ini menunjukkan bahwa modus kejahatan semakin berkembang seiring dengan adopsi teknologi keuangan digital.

Pemerintah juga menekankan bahwa kerentanan dalam sistem pengawasan terhadap pembayaran berbasis kripto masih menjadi tantangan utama dalam upaya penegakan hukum.

Upaya Penguatan Penegakan Hukum

Sebagai bagian dari strategi, pemerintah Inggris telah meluncurkan kampanye nasional pada 2025 melalui National Crime Agency (NCA) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengenali penipuan.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat kapasitas lembaga penegak hukum, termasuk Serious Fraud Office (SFO), dalam melakukan investigasi terkait aset kripto. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas penanganan kasus penipuan berbasis digital.

Baca juga: Selandia Baru: Stablecoin Bukan Produk Keuangan

Regulasi Lebih Ketat untuk Industri Kripto

Upaya pemerintah juga mencakup penguatan regulasi terhadap perusahaan kripto. Financial Conduct Authority (FCA) telah melakukan pengetatan terhadap promosi aset kripto sejak 2023.

Ke depan, pemerintah berencana menerapkan kerangka regulasi komprehensif yang mewajibkan perusahaan kripto untuk memperoleh izin dari FCA serta mematuhi aturan yang berlaku. Regulasi ini dijadwalkan mulai diterapkan secara bertahap pada Oktober 2027.

Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi risiko penipuan sekaligus meningkatkan perlindungan bagi konsumen.

Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sudut regulasi, pelabelan seperti ini penting karena bisa menjadi dasar bagi pengetatan kebijakan, kewajiban kepatuhan, dan pengawasan pemasaran crypto di Inggris.

“Semakin kuat narasi risiko penipuan melekat pada crypto, semakin besar pula tekanan bagi industri untuk membuktikan standar keamanan dan perlindungan pengguna yang lebih tinggi,” jelasnya.

Isu Donasi Kripto Jadi Perhatian

Meski fokus utama strategi ini adalah penipuan, terdapat pula perhatian terhadap penggunaan kripto dalam ranah politik. Pemerintah Inggris dikabarkan tengah mempertimbangkan larangan donasi politik menggunakan aset digital sebagai bagian dari pembahasan RUU pemilu.

Isu ini mencuat setelah adanya praktik penerimaan donasi kripto oleh beberapa pihak politik, yang dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

Fokus pada Kepercayaan Publik

Pemerintah Inggris menegaskan bahwa strategi ini tidak hanya bertujuan menekan angka kejahatan, tetapi juga untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap sistem keuangan.

Otoritas menilai bahwa setiap kasus penipuan tidak hanya merugikan individu, tetapi juga berdampak pada perekonomian secara luas. Oleh karena itu, langkah-langkah yang diambil diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang lebih aman bagi masyarakat dan pelaku usaha di era digital.

Baca juga: Paxos Tak Sengaja Cetak Stablecoin $300 Triliun untuk PayPal!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

3 Negara Bersatu Lawan Penipuan Phishing Kripto

Koordinasi global dalam penegakan hukum kripto semakin diperkuat.

Lembaga penegak hukum dari Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada resmi meluncurkan inisiatif bersama bertajuk Operation Atlantic untuk memberantas skema penipuan kripto berbasis approval-phishing.

Operasi ini menargetkan modus penipuan yang semakin marak, di mana korban ditipu untuk memberikan izin akses ke wallet mereka melalui pop-up atau notifikasi palsu yang tampak meyakinkan.

Langkah ini menandai evolusi pendekatan regulator dan aparat penegak hukum, yang kini tidak hanya fokus pada aturan, tetapi juga pada tindakan langsung di lapangan.

Baca Juga: Kerugian Phishing Kripto Melonjak 200%, Apa yang Harus Diwaspadai?

Apa Itu Approval-Phishing?

Approval-phishing adalah metode penipuan yang mengeksploitasi fitur smart contract approval pada wallet kripto.

Dalam skema ini, korban diminta untuk menyetujui transaksi yang sebenarnya memberikan akses penuh kepada pelaku untuk menguras aset.

Biasanya, serangan dilakukan melalui pop-up palsu yang menyerupai aplikasi resmi, notifikasi keamanan palsu, situs web tiruan (phishing sites), hingga link berbahaya di media sosial atau email.

Karena transaksi ini disetujui langsung oleh pengguna, banyak korban tidak menyadari bahwa mereka telah memberikan izin berbahaya.

Fokus Operation Atlantic: Disrupsi Real-Time

Berbeda dengan pendekatan tradisional yang lebih reaktif, Operation Atlantic dirancang untuk bekerja secara proaktif dan real-time.

Menurut laporan Coindesk, beberapa fokus utama operasi ini meliputi:

  • Peringatan langsung ke calon korban sebelum transaksi terjadi
  • Panduan pengamanan wallet yang sudah terkompromi
  • Pelacakan dana curian melalui analisis blockchain
  • Upaya pemulihan aset jika memungkinkan

Pendekatan ini menunjukkan bahwa penegakan hukum kripto kini semakin adaptif terhadap kecepatan dan kompleksitas kejahatan digital.

Kelanjutan dari Inisiatif Sebelumnya

Operation Atlantic bukanlah langkah pertama dalam upaya global ini. Operasi ini melanjutkan pola kerja dari inisiatif sebelumnya seperti Project Atlas dan Operation Spincaster.

Kedua program tersebut juga berfokus pada deteksi dan pencegahan penipuan kripto, namun Operation Atlantic memperluas cakupan dengan kolaborasi lintas negara yang lebih intens.

Enforcement, Bukan Adopsi

Meski berkaitan dengan perkembangan ekosistem kripto, langkah ini lebih tepat dikategorikan sebagai penguatan regulasi dan enforcement.

Menurut Tim riset dari Tokocrypto, inti dari berita ini adalah koordinasi penegakan hukum, bukan ekspansi pasar.

“Ini sinyal bahwa pengawasan pasar kini bukan cuma soal lisensi dan aturan tertulis, tapi juga kemampuan aparat untuk memburu scam secara aktif dan real-time di level internasional,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Dengan demikian, regulasi kripto kini bergerak dari tahap kebijakan menuju aksi nyata.

Dampak bagi Industri Kripto

Peluncuran Operation Atlantic berpotensi membawa beberapa dampak penting bagi industri:

1. Peningkatan Keamanan Pengguna

Pengguna kripto akan mendapatkan perlindungan lebih baik dari serangan phishing.

2. Tekanan pada Pelaku Kejahatan

Koordinasi lintas negara membuat pelaku lebih sulit beroperasi.

3. Kepercayaan Pasar Meningkat

Upaya aktif dari regulator dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap ekosistem kripto.

Tantangan Penegakan Hukum

Meski menjanjikan, operasi ini juga menghadapi sejumlah tantangan, antara lain sifat anonim transaksi blockchain, perbedaan yurisdiksi antar negara, dan kecepatan inovasi metode penipuan.

Namun, kolaborasi internasional seperti ini menjadi langkah penting untuk mengatasi hambatan tersebut.

Baca Juga: Apa Itu Phishing?

Operation Atlantic menjadi bukti bahwa penegakan hukum di sektor kripto telah memasuki fase baru yang lebih agresif dan terkoordinasi secara global.

Dengan fokus pada disrupsi real-time terhadap penipuan, operasi ini menunjukkan bahwa perlindungan pengguna kini menjadi prioritas utama.

Bagi industri kripto, langkah ini merupakan sinyal positif bahwa ekosistem semakin matang, tidak hanya dari sisi teknologi dan adopsi, tetapi juga dari aspek keamanan dan pengawasan.

Ke depan, kolaborasi lintas negara seperti ini kemungkinan akan menjadi standar dalam menghadapi kejahatan digital yang semakin kompleks.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Regulasi Ketat! ASIC Incar Finfluencer Kripto

Regulator sekuritas Australian Securities and Investments Commission (ASIC) mengeluarkan peringatan tegas kepada investor muda terkait penggunaan finfluencer dan chatbot berbasis AI dalam pengambilan keputusan investasi, khususnya di sektor kripto.

Langkah ini diambil setelah survei terbaru menunjukkan bahwa sekitar 23% generasi muda di Australia (Gen Z) kini telah memiliki aset kripto, menandakan meningkatnya adopsi di kalangan investor pemula.

Namun di balik tren tersebut, muncul kekhawatiran besar terkait cara mereka mengambil keputusan finansial.

Baca Juga: X Buka Kembali Iklan Kripto, Influencer Wajib Pasang Label Khusus

Media Sosial dan AI Jadi Sumber Utama Keputusan Finansial

Data survei yang dilansir dari Cointelegraph mengungkap perubahan signifikan dalam perilaku investor muda:

  • 63% responden menggunakan media sosial sebagai panduan keuangan
  • 52% mempercayai finfluencer dalam memberikan rekomendasi
  • 18% menggunakan platform AI untuk keputusan investasi
  • 64% bahkan mempercayai AI sebagai sumber saran finansial

Angka ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap sumber non-tradisional, seperti influencer dan AI, telah melampaui pendekatan konvensional seperti penasihat keuangan profesional.

Bagi regulator, tren ini menimbulkan risiko besar, terutama karena tidak semua informasi yang beredar memiliki dasar yang valid atau sesuai dengan profil risiko individu.

ASIC Tegaskan Batasan Nasihat Keuangan

ASIC menegaskan bahwa pemberian nasihat keuangan personal tidak bisa dilakukan sembarangan. Di Australia, aktivitas tersebut harus dilakukan oleh pihak yang memiliki lisensi resmi.

Dalam beberapa kasus, regulator bahkan telah mengambil tindakan terhadap influencer yang mempromosikan produk berisiko tinggi, memberikan rekomendasi spesifik tanpa lisensi, dan menyesatkan investor melalui konten promosi.

Langkah ini menunjukkan bahwa pengawasan terhadap promosi investasi kini semakin ketat, terutama di era digital.

AI Masuk Radar Regulasi

Tidak hanya finfluencer, penggunaan AI dalam investasi juga menjadi perhatian serius.

Chatbot dan platform AI yang memberikan rekomendasi investasi berpotensi masuk dalam kategori personal financial advice jika:

  • Memberikan saran spesifik
  • Menyesuaikan rekomendasi dengan profil pengguna
  • Mendorong tindakan investasi tertentu

Jika memenuhi kriteria tersebut, maka layanan AI juga wajib mematuhi aturan lisensi yang sama seperti penasihat keuangan manusia.

Regulasi Masuk ke Era Digital

Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa langkah ASIC ini merupakan bentuk regulasi yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Pesannya ke industri jelas: kalau exchange, influencer, atau tool AI mulai memberi rekomendasi yang terlalu spesifik tanpa payung lisensi, ASIC siap menganggapnya sebagai personal financial advice dan menyeretnya ke wilayah enforcement,” kata Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa batas antara edukasi dan nasihat kini semakin diawasi secara ketat.

Dampak bagi Industri Kripto

Langkah ASIC berpotensi membawa dampak signifikan bagi berbagai pihak dalam ekosistem kripto:

1. Influencer Harus Lebih Hati-hati

Konten edukasi harus dibedakan dengan jelas dari rekomendasi investasi.

2. Platform AI Perlu Kepatuhan Regulasi

Pengembang AI harus memastikan produknya tidak melanggar aturan advice tanpa lisensi.

3. Exchange Lebih Selektif dalam Promosi

Bursa kripto perlu memastikan bahwa kampanye pemasaran tidak melanggar regulasi.

Risiko bagi Investor Muda

Bagi Gen Z, penggunaan finfluencer dan AI memang memberikan kemudahan akses informasi. Namun, ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan:

  • Informasi yang tidak terverifikasi
  • Konflik kepentingan dari influencer
  • Rekomendasi AI yang tidak mempertimbangkan kondisi personal

Tanpa pemahaman yang cukup, keputusan investasi dapat menjadi spekulatif dan berisiko tinggi.

Baca Juga: Korea Selatan Wajibkan Influencer Kripto Bongkar Portofolio

Peringatan ASIC menandai fase baru dalam regulasi industri kripto, di mana fokus tidak hanya pada platform dan produk, tetapi juga pada sumber informasi yang memengaruhi keputusan investor.

Dengan meningkatnya peran finfluencer dan AI, batas antara edukasi dan nasihat finansial menjadi semakin kabur.

Regulator kini berusaha memastikan bahwa inovasi tetap berjalan tanpa mengorbankan perlindungan investor.

Bagi pelaku industri, pesan ini jelas: di era digital, siapa pun yang memberi rekomendasi investasi—baik manusia maupun mesin—harus siap tunduk pada aturan yang sama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

GSR Akuisisi Autonomous dan Architech, Perkuat Treasury

Perusahaan trading kripto global GSR resmi mengakuisisi dua firma, yaitu Autonomous dan Architech, dengan total nilai transaksi mencapai US$57 juta.

Langkah ini dilakukan untuk memperluas layanan advisory token, capital markets, serta manajemen treasury bagi proyek kripto.

Akuisisi ini menandai fase baru dalam evolusi industri, di mana layanan profesional dan terintegrasi semakin dibutuhkan untuk mendukung peluncuran dan pengelolaan token secara berkelanjutan.

Baca Juga: Mastercard Akuisisi BVNK $1,8 Miliar, Perluas Akses Stablecoin Global

Bangun Platform Terintegrasi End-to-End

Melalui struktur baru ini, Coindesk melaporkan bahwa GSR berupaya menggabungkan berbagai layanan penting ke dalam satu platform terpadu.

Beberapa layanan utama yang akan diintegrasikan meliputi desain tokenomics; fundraising dan capital markets; akses likuiditas dan market making; manajemen treasury; serta strategi distribusi token.

Tujuan utamanya adalah mengurangi ketergantungan proyek kripto terhadap banyak penyedia jasa yang sering kali memiliki insentif berbeda dan tidak selaras.

Dengan pendekatan ini, proyek dapat mengelola seluruh siklus hidup token dalam satu ekosistem yang lebih efisien dan terkoordinasi.

Fragmentasi Layanan

Selama ini, banyak proyek kripto harus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk meluncurkan token, seperti konsultan tokenomics, market maker, bursa kripto, penyedia likuiditas, atau manajer treasury.

Masalahnya, masing-masing pihak memiliki kepentingan sendiri, yang terkadang saling bertabrakan.

Hal ini dapat menciptakan risiko seperti distribusi token yang tidak optimal, tekanan jual berlebihan setelah listing, dan pengelolaan dana yang kurang efisien.

Dengan mengintegrasikan layanan ini, GSR mencoba mengatasi salah satu kelemahan struktural dalam industri kripto.

Adopsi Infrastruktur Semakin Matang

Langkah GSR ini mencerminkan pergeseran besar dalam industri kripto, mulai dari fase eksperimental menuju fase yang lebih matang dan profesional.

Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa akuisisi ini merupakan sinyal kuat adopsi, bukan sekadar perkembangan bisnis biasa.

“Pesannya simpel: pasar makin dewasa, dan proyek kripto sekarang butuh bankir bayangan serta operator treasury yang proper, bukan cuma tokenomics cantik dan market maker dadakan,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan ini menegaskan bahwa kebutuhan industri kini telah berubah, dari sekadar inovasi menjadi eksekusi yang terstruktur dan berkelanjutan.

Peran Baru: “Bankir Bayangan” Kripto

Dengan layanan terintegrasi seperti ini, perusahaan seperti GSR mulai berperan layaknya “bank investasi” dalam dunia kripto.

Mereka tidak hanya membantu peluncuran token, tetapi juga mengelola likuiditas pasar, mengatur distribusi token, mengoptimalkan penggunaan dana proyek, dan memberikan strategi jangka panjang.

Peran ini semakin penting seiring meningkatnya kompleksitas pasar kripto dan masuknya investor institusional.

Dampak bagi Proyek Kripto

Bagi proyek kripto, kehadiran platform seperti ini dapat memberikan sejumlah keuntungan:

1. Efisiensi Operasional

Mengurangi kebutuhan koordinasi dengan banyak pihak.

2. Strategi yang Lebih Terarah

Seluruh aspek peluncuran dan pengelolaan token dapat dirancang secara holistik.

3. Pengelolaan Risiko Lebih Baik

Menghindari konflik kepentingan antar penyedia layanan.

Namun, di sisi lain, proyek juga perlu memastikan transparansi dan akuntabilitas dari penyedia layanan terintegrasi.

Tren Industri: Menuju Profesionalisasi

Akuisisi ini merupakan bagian dari tren yang lebih besar, yaitu profesionalisasi industri kripto. Beberapa indikator tren ini antara lain masuknya pemain institusional, meningkatnya kebutuhan kepatuhan dan transparansi, serta fokus pada keberlanjutan proyek.

Dalam konteks ini, layanan advisory dan treasury menjadi komponen penting dalam ekosistem.

Baca Juga: Pumpfun Akuisisi Vyper, Potensi Harga PUMP Capai $0,00300

Akuisisi Autonomous dan Architech oleh GSR senilai US$57 juta menjadi bukti bahwa industri kripto semakin berkembang menuju struktur yang lebih matang dan profesional.

Dengan membangun platform terintegrasi untuk advisory token dan manajemen treasury, GSR mencoba menjawab kebutuhan baru pasar yang semakin kompleks.

Ke depan, proyek kripto tidak lagi cukup mengandalkan ide dan hype semata.

Eksekusi yang solid, pengelolaan dana yang baik, dan strategi pasar yang terintegrasi akan menjadi faktor penentu utama keberhasilan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Transaksi XRP Meledak 3x Lipat, Tapi Harga Masih Diam?

Aktivitas jaringan XRP Ledger mengalami lonjakan signifikan dalam satu tahun terakhir. Data terbaru menunjukkan jumlah transaksi harian kini mendekati 3 juta, meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan sekitar 1 juta transaksi per hari pada pertengahan 2025.

Peningkatan ini menjadikan periode saat ini sebagai salah satu fase paling aktif dalam sejarah jaringan XRP, sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai hubungan antara aktivitas jaringan dan pergerakan harga.

  • Aktivitas Jaringan Capai Level Tertinggi

Dilaporkan News BTC, data yang dipublikasikan Evernorth menunjukkan bahwa lonjakan aktivitas mulai terlihat sejak awal 2026. Pada Februari 2026, rata-rata transaksi harian mencapai sekitar 1,3 juta, naik dari sekitar 800.000 transaksi pada Mei 2025.

Memasuki Maret 2026, jumlah transaksi harian bahkan sempat menyentuh angka 3 juta. Angka ini jauh melampaui puncak sebelumnya di pertengahan 2025 yang berada di sekitar 1 juta transaksi per hari.

Meski demikian, perjalanan pertumbuhan ini tidak terjadi secara linear. Sepanjang 2025, aktivitas transaksi sempat mengalami fluktuasi, bahkan turun hingga di bawah 700.000 transaksi harian sebelum kembali pulih.

Baca juga: XRP Bisakah Terbang 10%? Sinyal Bahaya dari Pergerakan Whale

Harga Belum Ikuti Lonjakan Aktivitas

Di tengah lonjakan aktivitas jaringan, harga XRP justru masih bergerak dalam kisaran terbatas di sekitar 1,4 dolar AS. Kondisi ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara peningkatan utilitas jaringan dan valuasi pasar.

Namun, beberapa analis menilai bahwa kesenjangan ini tidak akan bertahan dalam jangka panjang. Peningkatan penggunaan jaringan biasanya menjadi salah satu indikator fundamental yang dapat memengaruhi harga di masa depan.

Menurut Tim Resesarch Tokocrypto, divergensi antara aktivitas jaringan yang meledak dan harga yang masih stagnan biasanya menarik karena menandakan utilitas naik lebih cepat daripada repricing pasar.

“Tapi untuk XRP, lonjakan transaksi saja belum otomatis bullish kalau tidak diikuti arus modal, penggunaan yang berkualitas, dan katalis regulasi yang benar-benar memperkuat demand investor jangka panjang,” tuturnya.

Faktor Regulasi dan Institusi Jadi Penentu

Head of Research Grayscale Investments, Zach Pandl, menyatakan bahwa kejelasan regulasi di Amerika Serikat dapat menjadi faktor penting dalam menentukan valuasi XRP ke depan. Ia menyoroti bahwa produk investasi berbasis XRP telah menarik minat besar dari investor.

Menurutnya, jika regulasi seperti CLARITY Act disahkan, hal tersebut dapat memicu penyesuaian harga yang signifikan tidak hanya untuk XRP, tetapi juga aset kripto lainnya.

Peran Institusi Mulai Terlihat

Minat institusi terhadap XRP juga mulai terlihat melalui langkah Evernorth, yang pada Oktober 2025 mencapai valuasi 1 miliar dolar AS untuk mengembangkan strategi treasury berbasis XRP.

Berbeda dengan pendekatan tradisional yang hanya menyimpan aset, Evernorth juga berupaya meningkatkan nilai XRP per saham melalui aktivitas seperti lending institusional dan keterlibatan dalam ekosistem DeFi.

Arah Selanjutnya Masih Ditentukan Pasar

Lonjakan aktivitas jaringan XRP menunjukkan adanya peningkatan penggunaan yang signifikan. Namun, tanpa dukungan faktor eksternal seperti regulasi dan arus dana institusional yang berkelanjutan, dampaknya terhadap harga masih belum sepenuhnya terealisasi.

Pelaku pasar kini mencermati apakah peningkatan utilitas ini akan diikuti oleh pergerakan harga dalam waktu dekat, atau justru tetap tertahan dalam fase konsolidasi.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ghana Legalkan 11 Perusahaan Kripto Sekaligus

Otoritas pasar modal Ghana resmi memberikan persetujuan kepada 11 perusahaan kripto untuk mengikuti program regulatory sandbox. Langkah ini menjadi tonggak penting setelah negara tersebut mengesahkan undang-undang aset digital pada Desember lalu untuk memberikan kepastian regulasi di pasar lokal.

Program ini menjadi sinyal awal dukungan pemerintah Ghana terhadap inovasi kripto, sekaligus upaya mengawasi perkembangan industri secara lebih terstruktur.

11 Perusahaan Masuk Sandbox Kripto

Sebanyak 11 platform kripto yang disetujui antara lain Africoin, Blu Penguin, Goldbod, Hanypay, Hyro Exchange, HSB Global, KoinKoin, Whitebits, Vaulta, XChain, dan Bsystem.

Seluruh perusahaan ini akan beroperasi di bawah kerangka Virtual Asset Service Providers (VASP) Act, yang memungkinkan mereka menguji produk dan layanan dalam lingkungan terbatas dengan pengawasan langsung dari Securities and Exchange Commission (SEC) Ghana.

Program sandbox ini dirancang untuk mendorong inovasi sekaligus memastikan perlindungan konsumen tetap terjaga.

Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sisi regulasi, sandbox seperti ini penting karena memberi kerangka yang lebih aman bagi eksperimen industri sekaligus mengurangi ketidakpastian hukum.

“Jika program berjalan baik, Ghana bisa memperkuat posisinya sebagai salah satu pasar Afrika yang mencoba membangun regulasi crypto dengan pendekatan bertahap dan pro-inovasi,” analisanya.

Baca juga: Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

Peluang Dapat Lisensi Penuh

Dilaporkan Cointelegraph, program sandbox akan berlangsung selama 12 bulan. Namun, perusahaan yang dinilai siap secara pasar dan memenuhi seluruh persyaratan regulasi dapat memperoleh lisensi penuh hanya dalam waktu enam bulan.

Selama masa uji coba, peserta wajib mematuhi standar anti pencucian uang (AML) dan pencegahan pendanaan terorisme (CFT).

Hasil dari program ini nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah Ghana dalam merumuskan kebijakan kripto di masa depan.

Regulasi Baru Perkuat Pengawasan

Undang-undang VASP yang baru juga menegaskan bahwa seluruh aktivitas aset digital berada di bawah pengawasan SEC. Pelaku industri diwajibkan untuk memperoleh lisensi atau mendaftar ke Bank of Ghana atau SEC agar dapat beroperasi secara legal.

Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem kripto yang lebih aman dan transparan di dalam negeri.

Perusahaan Global Mulai Masuk Ghana

Seiring dengan perkembangan regulasi, perusahaan kripto global juga mulai melirik Ghana sebagai pasar potensial. Blockchain.com, misalnya, baru-baru ini mengumumkan ekspansi ke negara tersebut dengan fokus pada pengembangan infrastruktur pembayaran kripto.

Integrasi dengan sistem mobile money menjadi salah satu prioritas utama, mengingat tingginya penggunaan layanan tersebut di Ghana.

Potensi Pasar Kripto Afrika Terus Tumbuh

Ghana merupakan salah satu ekonomi terbesar di Afrika dan memiliki tingkat adopsi kripto yang cukup tinggi, terutama untuk transaksi bernilai kecil di bawah 1.000 dolar AS.

Data menunjukkan bahwa nilai transaksi kripto di kawasan Sub-Sahara Afrika meningkat 52% secara tahunan menjadi lebih dari 205 miliar dolar AS dalam periode Juli 2024 hingga Juni 2025.

Meski Nigeria masih menjadi pasar terbesar, Ghana bersama Afrika Selatan, Ethiopia, dan Kenya menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.

Langkah Ghana membuka sandbox kripto ini dinilai sebagai strategi untuk memanfaatkan potensi pasar sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah pesatnya perkembangan teknologi aset digital.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

MEXC Luncurkan Prediction Market Peristiwa Dunia

Bursa kripto global MEXC resmi meluncurkan platform prediction market, sebuah fitur baru yang memungkinkan pengguna memperdagangkan kontrak berbasis hasil dari peristiwa dunia nyata.

Melalui produk ini, pengguna dapat berspekulasi terhadap berbagai outcome, mulai dari geopolitik, peristiwa makroekonomi, hingga milestone dalam industri kripto.

Langkah ini menandai ekspansi besar dalam use case exchange, dari sekadar perdagangan aset menjadi perdagangan berbasis probabilitas.

Baca Juga: Token $0.12 Ini Melonjak 212%! Prediction Market Mulai Berguncang

Mengubah Berita Menjadi Aset yang Bisa Diperdagangkan

Prediction market pada dasarnya mengubah informasi dan peristiwa global menjadi instrumen finansial.

Dalam platform MEXC, pengguna dapat mengambil posisi berdasarkan kemungkinan suatu kejadian terjadi atau tidak.

Beberapa contoh use case yang ditawarkan antara lain hasil pemilu atau keputusan politik, kebijakan suku bunga global, peristiwa besar di industri kripto, hingga pencapaian milestone proyek blockchain.

Dengan kata lain, berita yang sebelumnya hanya menjadi konsumsi informasi kini dapat diubah menjadi peluang trading.

Fitur Unggulan: Tanpa Biaya dan Eksekusi Cepat

Untuk menarik pengguna, Cryptobriefing mengabarkan MEXC menawarkan sejumlah fitur kompetitif dalam platform ini, termasuk:

  • Zero trading fees (tanpa biaya transaksi)
  • Eksekusi dalam hitungan milidetik
  • Integrasi langsung dalam satu akun exchange

Pendekatan ini membuat prediction market lebih mudah diakses oleh trader ritel, tanpa perlu menggunakan platform terpisah.

Tren Prediction Market Semakin Kuat

Peluncuran ini tidak terjadi dalam ruang kosong. Dalam beberapa waktu terakhir, prediction market mulai mendapatkan perhatian besar di industri kripto dan fintech.

Konsep ini dianggap sebagai salah satu frontier baru karena menggabungkan informasi dan trading; menawarkan peluang diversifikasi di luar aset tradisional; serta menciptakan pasar berbasis sentimen dan probabilitas

Beberapa platform besar bahkan mulai mengintegrasikan fitur serupa, menandakan bahwa prediction market berpotensi menjadi bagian penting dari ekosistem keuangan digital.

Bukan Sekadar Inovasi

Tim riset dari Tokocrypto menilai langkah MEXC sebagai bentuk adopsi nyata, bukan sekadar eksperimen produk.

“Ini jelas ekspansi produk nyata dan perluasan use case exchange dari spot/derivatif ke event-based trading. Kalau traction prediction market terus naik, MEXC sedang memposisikan diri di jalur yang sama dengan pemain besar lain yang melihat “outcomes” sebagai frontier baru monetisasi trading, bukan cuma aset semata,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan ini seakan menegaskan bahwa exchange kini mulai mencari sumber pertumbuhan baru di luar perdagangan kripto tradisional.

Dampak bagi Industri Exchange

Langkah MEXC berpotensi memicu perubahan besar dalam cara exchange beroperasi. Jika prediction market berhasil menarik pengguna, maka:

1. Diversifikasi Produk

Exchange tidak lagi bergantung pada spot dan derivatif sebagai sumber utama volume.

2. Peningkatan Engagement

Trader memiliki lebih banyak alasan untuk tetap aktif di platform.

3. Monetisasi Baru

Outcome-based trading membuka peluang model bisnis baru.

Tantangan dan Risiko

Meski menjanjikan, prediction market juga menghadapi sejumlah tantangan:

  • Regulasi: Beberapa negara menganggapnya sebagai bentuk perjudian
  • Validitas data: Keakuratan outcome menjadi krusial
  • Manipulasi pasar: Risiko spekulasi ekstrem

Selain itu, keberhasilan produk ini sangat bergantung pada likuiditas dan partisipasi pengguna.

Dari Aset ke Outcome

Jika tren ini terus berkembang, dunia trading bisa mengalami pergeseran besar, dari fokus pada aset menjadi fokus pada outcome.

Dalam skenario ini, trader tidak hanya bertaruh pada harga Bitcoin atau Ethereum, tetapi juga pada keputusan bank sentral, peristiwa global, dan perkembangan teknologi.

Ini membuka dimensi baru dalam dunia keuangan digital yang lebih luas dan kompleks.

Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat untuk Trading Kripto?

Peluncuran prediction market oleh MEXC menjadi langkah strategis dalam memperluas ekosistem trading kripto.

Dengan mengubah peristiwa dunia nyata menjadi instrumen finansial, exchange ini mencoba menangkap peluang baru di tengah persaingan yang semakin ketat.

Jika adopsi terus meningkat, prediction market berpotensi menjadi salah satu pilar utama dalam evolusi industri kripto—mengubah cara kita melihat trading, dari sekadar aset menjadi prediksi masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com