Category Archives: Tokocrypto

Volatilitas Tinggi Aset Kripto adalah Wajar

Volatilitas pasar yang terjadi belakangan ini bukanlah hal baru bagi pasar aset kripto. Pada dasarnya, aset kripto memang dikenal karena fluktuasinya yang tinggi. Namun, beberapa hari terakhir, terjadi perubahan besar yang mungkin saja membuat sebagian orang merasa khawatir.

Tanggal 19 Mei 2021 menjadi penanda sekaligus hari pertama dalam sejarah ketika Bitcoin mengalami pergerakan hingga 10 ribu dolar AS dalam sehari.

Baca Juga: SEC AS Siap Tangani Penipuan Terkait Aset Kripto

Setelah itu, nilai Bitcoin sempat terjun sampai 30 ribu dolar AS, namun hal ini direspon baik dengan pembelian cepat oleh pasar.

Hasilnya, nilai Bitcoin di pasar mengalami peningkatan kembali (rebound) hingga 40 ribu dolar AS.

Menurut pengamatan kami, ada tiga faktor penting yang berperan membentuk kondisi ini.

Pertama, ada generasi baru trader dan investor yang memasuki pasar.

Kedua, generasi baru trader dan investor tersebut belum pernah sama sekali mengalami kejatuhan harga, yang biasa terjadi di pasar aset kripto.

Ketiga, investor ritel baru biasanya lebih mudah terpengaruh sensasi, misalnya saat terjadi peningkatan harga DOGE dan atau penurunan harga BTC secara tiba-tiba akibat cuitan Elon Musk.

Akibatnya, harga Bitcoin yang terjun bebas kemarin menyebabkan koreksi lebih besar dari biasanya.

Secara umum dapat dipahami bahwa koreksi pasar mengindikasikan pola pembalikan ke pasar bullish, yang terjadi selama periode pertumbuhan harga.

Ketika harga suatu aset naik untuk jangka waktu yang lama, nilainya dapat terapresiasi melebihi nilai aslinya.

Hal ini menyebabkan permintaan aset melemah dan tekanan untuk menjual meningkat, sehingga mengakibatkan koreksi pasar.

Baca Juga: Hanya dengan Duduk Manis Bisa Dapat TKO Gratis

Walau begitu, koreksi dan penurunan harga tidak selalu menjadi pertanda buruk.

Kedua faktor ini mengindikasikan bahwa kondisi pasar yang overextended dan overbought memang membutuhkan koreksi ketika pembeli mengambil keuntungan, sehingga harga dapat turun.

Ketika pasar mengalami oversold, pasar akan mencapai tingkat harga tertentu yang menarik bagi pembeli untuk masuk dan membentuk dasar harga baru.

Koreksi ini biasanya akan diikuti oleh tahap pemulihan yang akan diikuti oleh fase uptrend dan bullish.

Selain itu, ekosistem aset kripto saat ini secara fundamental berbeda dengan tahun 2013-2014 atau 2017-2018, begitu pun dengan tahun 2009 ketika jaringan Bitcoin baru diluncurkan.

Baik dari sisi kepentingan publik dan institusional dalam aset digital itu sendiri, ekosistem pertukaran, maupun teknologi blockchain yang mendasarinya.

Data menunjukkan bahwa institusi-institusi di atas telah membeli dan memiliki Bitcoin dalam skala yang belum pernah ada sebelumnya.

Meski begitu, belum dapat diprediksi apakah dalam waktu dekat, pasar akan mengalami kelangkaan Bitcoin akibat suplai yang terbatas.

Dalam jangka panjang, pasar hampir mencapai titik di mana Bitcoin mengalami overextended dan koreksi.

Koreksi mendalam ini dibutuhkan untuk mengantisipasi pergerakan selanjutnya hingga fase bull market berikutnya.

Pada 2013, pasar bullish aset kripto mengalami fase konsolidasi lima bulan.

Selama periode itu, Bitcoin turun lebih dari 50 persen dan kemudian naik kembali hingga 1.000 persen menjelang akhir 2013.

Sementara itu, pasar bullish 2017 mengalami kemunduran sekitar 35 persen sebelum akhirnya tiba di titik All Time High (ATH) pada level 20 ribu dolar AS.

Dari hal tersebut dapat dipahami bahwa koreksi dan konsolidasi merupakan hal yang lazim terjadi di setiap instrumen aset keuangan yang dapat diperjualbelikan.

Untuk itu, sangatlah bijak untuk mengambil keuntungan, berinvestasi, atau cut loss dengan menggunakan strategi Cost-Dollar Average.



Sumber : news.tokocrypto.com

2021 Cashback – Beli BIDR, Dapatkan 21% Cashback!

Tokocrypto dan Binance kembali bekerja sama untuk mengadakan promo 2021 Cashback! Promo ini adalah bagian dari event FREEbruary.  

Untuk setiap pembelian BIDR melalui Merchant Tokocrypto di Binance P2P, Anda akan mendapatkan cashback TKO tokens sebanyak 21%! Masih ada lagi loh, Anda juga bisa mendapatkan Bonus 15.000 BIDR.

Periode: 09/02/2021 15:00 PM WIB – 23/02/2021 23:59 PM WIB

Peraturan:

  • Beli minimal 200.000 BIDR di Binance P2P melalui Merchant Tokocrypto untuk mendapatkan 21% cashback.
  • Saat bertransaksi, sebut “Cashback FREEbruary” di Chatbox dengan Merchant Tokocrypto. Cek Tokocrypto ID disini. Contoh: “Cashback FREEbruary – 178590”
  • Bonus 15.000 BIDR: Bonus ini berlaku untuk user baru di Tokocrypto yang sudah berhasil KYC (terdaftar dalam periode promo). Anda wajib mendaftar di Tokocrypto melalui link ini, dan trade minimal 5 USD. Anda wajib mendaftar di Tokocrypto melalui LINK ini, dan trade minimal 5 USD.

 

Panduan:

Syarat & Ketentuan:

  • Semua peserta wajib memiliki akun Tokocrypto agar memenuhi syarat untuk mendapatkan cashback dan menerima hadiah.
  • Jumlah transaksi minimum untuk mendapatkan cashback adalah 200.000 BIDR.
  • Nilai cashback maksimum adalah Rp 105.000 dalam token TKO.
  • Cashback TKO dan Bonus BIDR hanya berlaku untuk satu transaksi per user dan hanya berlaku untuk 400 user pertama.
  • Untuk memenuhi syarat bonus 15.000 BIDR, user harus terdaftar di Tokocrypto sebagai user baru (dalam periode promo) melalui link ini dan memiliki setidaknya satu (1) trade sebanyak 5 USD pada produk dan pair apa pun.
  • Bonus 15.000 BIDR akan di distribusi ke akun Tokocrypto.

Peringatan risiko: Investasi Cryptocurrency tunduk pada risiko pasar yang tinggi. Binance tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung, tidak langsung, atau konsekuensial sebagai akibat dari kompetisi trading. Harap lakukan investasi Anda dengan hati-hati.



Sumber : news.tokocrypto.com

Korea Selatan: Industri Blockchain Sebagai Peluang Emas

Industri terkait blockchain disebut sebagai peluang emas oleh Kun Yun-cheol, Wakil Menteri Kedua, Kementerian Strategi & Keuangan Republik Korea. Hal ini diungkapkannya pada sebuah acara konferensi blockchain di Korea Selatan pada 17 April 2020.

Di mana, acara tersebut dihadiri oleh organisasi dan para ahli. Ia juga turut mendorong sektor swasta di sana untuk mendukung industri Blockchain di Korea Selatan. Selain itu, dari sisi pemerintah Korea juga merencanakan sejumlah proyek terkait blockchain dalam anggaran negara untuk tahun depan.

Pada konferensi yang dihelat pada 17 April 2020 di Korea Selatan, ia mengatakan:

“Ukuran atau besaran industri yang terkait blockchain diprediksi akan bertumbuh lebih dari 80% rata-rata per tahunnya, dan sangat kompetitif mendukung keterlibatan negara asing pada sektor blockchain di Korea Selatan, sebagai teknologi yang menjanjikan di masa depan.”

Baca Juga: BREAKING NEWS: Bitcoin Legal di Korea Selatan!

Oleh sebab itu, ia juga melihat harus adanya peran yang lebih aktif lagi dari pemerintah Korea Selatan terkait industri yang terkait blockchain, hal ini berguna untuk menciptakan ekosistem yang baik di awal. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan proyek uji coba blockchain yang menyasar kepada publik, di mana proyek uji coba blockchain yang dikembangkan tersebut berdasarkan permintaan dari pasar, dan berlanjut hingga proyek blockchain tersebut jadi. Selain itu, sistem yang ada saat ini juga perlu ditata ulang.

Sebab, bila tidak ada revisi sistem dan lain sebagainya, berimbas terhadap perkembangan teknologi blockchain di Korea Selatan. Soalnya, saat ini adopsi blockchain di Korea Selatan sedang meningkat dan tidak terlalu tertinggal jauh dengan negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. Sehingga momentum saat ini diyakini oleh Kun Yun-cheol, menjadi peluang emas untuk mengejar ketertinggalan penggunaan teknologi blockchain dengan negara-negara tersebut.

Di saat konferensi blockchain tersebut, Kun Yun-cheol juga, meminta pendapat dari berbagai pihak tentang bagaimana cara pemerintah agar bisa membantu perkembangan teknologi blockchain di Korea Selatan.

Walaupun banyak kalangan di dunia bisnis dan keuangan, yang selalu mengkritik cryptocurrency, namun tidak halnya dengan teknologi blockchain yang semakin mendapat tempat di hati para pelaku pengusaha di seluruh dunia. Kini, tercatat di tengah-tengah pandemi Covid-19, adanya lonjakan penggunaan teknologi blockchain seperti untuk melacak rantai pasokan makanan, dan kebutuhan farmasi.

Dan, paling terbaru blockchain digunakan sebagai aplikasi web open-source untuk CoronaTracker, sebuah aplikasi yang dikembangkan oleh tim pengembang dan juga dokter. Aplikasi CoronaTracker baru saja diluncurkan pada 17 April 2020.

Aplikasi ini berguna bagi mereka yang terinfeksi Covid-19, untuk melacak gejala melalui survei kesehatan yang terdapat di dalam aplikasi tersebut. Yang mana, para pengguna bisa berbagi data dengan  tim medis (dokter).  Untuk keamanan data aplikasi ini dinilai sangat aman, sebab, data yang disimpan oleh dokter dan pasien tidak dapat diubah dan diretas. Karena sistem keamanan pada aplikasi CoronaTracker sudah didukung oleh sistem silo.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Bloomberg: Harga Bitcoin Bisa Melompat Menjadi $ 500.000

Pada beberapa minggu terakhir, pertumbuhan Bitcoin terlihat sangat bagus, banyak yang memprediksi bahwa harga bisa mencapai Rp 200 juta pada bulan ini.

Namun, semuanya salah karena USD menguat dan juga penambang menjual BTC-nya ke bursa.

BTC yang sudah mencapai $12.000 di Binance dan Rp 186 juta di Indodax, sangat cepat turun menjadi $10.000-an di bursa luar dan Rp 154 juta di Indodax.

Pada saat penulisan artikel ini, harga semakin turun di semua bursa, luar dan Indonesia. Binance menunjukkan harga $10.200, sementara, Indodax memperjualbelikan di Rp 152 juta-an.

Tidak hanya pasar kripto, S&P 500 dan emas juga mengalami koreksi yang sama.

Mengenai langkah Bitcoin selanjutnya, analis top di Bloomberg, Mike McGlone, telah mengindikasikan bahwa crypto utama ini bisa saja meroket menjadi $ 500.000. Namun, dia tidak menulis kapan ini akan terjadi.

McGlone menyatakan bahwa Bitcoin saat ini berada di pasar Bullish walaupun adanya penurunan Rp 30 juta dari harga tertinggi tahun ini.

Dia juga menulis bahwa level resistensi yang lama di $10.000 sudah menjadi level support yang kuat.

Dia juga mengamati bahwa pasar kripto saat ini hampir sama dengan pasar Bullish 2017.

Satu-satunya perbedaan saat ini termasuk adanya pertukaran desentralisasi yang berkembang pesat (DEX) dan keuangan terdesentralisasi (DeFi), keduanya merupakan bahan bakar untuk harga Bitcoin yang belum ada pada 2017.

McGlone lebih lanjut berpendapat bahwa pasokan Bitcoin yang terbatas akan semakin meningkatkan kenaikan harga di masa depan.

Berita Terkait: Makin Gila! Analis PlanB Memprediksi Bitcoin Bisa Mencapai $ 864.000 pada 2024

Selain itu, volatilitas yang menurun akan semakin memperkuat status Bitcoin sebagai penyimpan nilai yang lebih baik daripada aset lainnya.

“Pasokan terbatas vs. peningkatan permintaan adalah intinya untuk Bitcoin, dengan dasar makroekonomi yang mendukung pergerakannya menuju kapitalisasi pasar emas, dengan harga $ 500.000 menurut beberapa perkiraan. Atau bisa gagal. Penurunan volatilitas – terutama vs. ekuitas dan emas – menunjukkan bahwa Bitcoin semakin unggul.”

Target harga $ 500.000 didasarkan pada premis bahwa patokan crypto pada akhirnya akan melampaui kapitalisasi pasar emas sekitar $ 9 triliun, dimana Bulls Bitcoin Anthony Pompliano memperkirakan bahwa ini akan terjadi dalam waktu kurang dari 10 tahun.

Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini mencapai $ 195 miliar, yang berarti bahwa kapitalisasi pasar emas masih 45 kali lebih besar daripada BTC pada saat penulisan ini.

Banyak top analis dari perusahaan besar memprediksi BTC akan naik di masa depan. Bahkan, perusahaan besar Microstrategy juga membeli BTC untuk menjadi aset cadangan.

Tapi tetap saja, popularitas BTC masih perlu diwaspadai karena pengaruh fundamental tak terduga masih bisa terjadi yang tentu bisa menjadikan harganya jatuh ke jurang nol. Kita lihat saja.

Baca Juga: Ketahui Cara Trading yang Simple Tapi Untung



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Naik Rp 8 Juta Dalam 7 Hari, Koq Bisa?

Bitcoin (BTC) naik pesar dalam 7 hari terakhir. Kemarin, harga Bitcoin naik Rp 3 juta dan hari ini, harga sudah menembus Rp 116 juta.

Level support yang kuat di Rp 110 juta berhasil ditembus dan berakhir di Rp 116 juta di pialang lokal.

Menurut data dari Skew.com, yang melacak turunan crypto, mencatat bahwa posisi Short hampir $ 70 juta pada BitMEX yang sepenuhnya dilikuidasi selama perpindahan – jumlah likuidasi harian terbesar dalam sebulan.

harga_bitcoin

3 Alasan Bitcoin Naik

1.Tingkat Pendanaan Negatif BitMEX

Sebagaimana dibagikan oleh pedagang dan ekonom Alex Kruger, tingkat pendanaan Bitcoin pada BitMEX – yang merupakan jumlah yang posisi Long, bayar pada posisi Sell- telah cenderung negatif sejak 12 Maret yang disebut “Crash Kamis Hitam.”

Tingkat pendanaan negatif, yang berarti bahwa pedagang Short membayar pemegang Long untuk menjaga posisi mereka tetap terbuka, meningkatkan kemungkinan Short Squeeze akan terjadi karena ini menunjukkan “kehadiran Short yang lebih agresif daripada rata-rata Long.”

Baca Juga: Apa itu Bitcoin

Short Squeeze adalah peristiwa teknikal di pasar di mana pemegang Short dipaksa keluar dari posisi mereka, menciptakan kaskade pesanan pembelian yang menciptakan aksi harga vertikal untuk periode waktu singkat

Fakta bahwa posisi senilai $ 70 juta dilikuidasi dalam pergerakan hari ini, yang semuanya terjadi dalam waktu satu jam, pergerakan Bitcoin hari ini sebagiannya hanya diisi oleh tekanan Short Squeeze.

2.Pasar Saham Terus Berbalik Menguat

terakhir, pasar saham telah berbalik lebih tinggi dan lebih tinggi, mendapatkan kekuatan meskipun laporan klaim pengangguran yang mengerikan, yang menunjukkan bahwa setidaknya 26 juta orang Amerika telah menjadi pengangguran sejak pandemi melanda.

Dan kemarin, S&P 500 telah mencoba menguji level tertinggi lokal dekat 2.900 lagi, sesuai dengan kenaikan 15% dalam bulan terakhir perdagangan.

Bitcoin, tentu saja, mendapat manfaat dari trend ini.

Sebelumnya, Federal Reserve Bank of Kansas City baru-baru ini menemukan bahwa selama “periode penuh tekanan,” Bitcoin memiliki korelasi positif dengan indeks S&P 500 ke “level signifikan 5%.”

Di sisi lain, selama periode penuh tekanan, obligasi Treasury 10-tahun dan harga emas telah beroperasi dengan korelasi yang sedikit negatif dengan S&P 500, yang menunjukkan bahwa BTC belum mencapai status safe haven.

Harga_Bitcoin

3.Hype dari Halving Bitcoin

Akhirnya, data menunjukkan bahwa di seluruh dunia, hype di sekitar blok hadiah Bitcoin yang akan berkurang separuh meningkat dengan cepat.

Baru kemarin, dilaporkan bahwa istilah China untuk “Halving Bitcoin” baru-baru ini menyebar di Weibo, juga disebut Twitter China.

Topiknya adalah yang paling dicari keenam dalam 24 jam terakhir, menunjukkan minat nyata pada acara tersebut, meskipun China secara efektif melarang pembelian Bitcoin melalui Yuan.

Tidak hanya Bitcoin, seluruh pasar cryptocurrency juga mengalami kenaikan. Jika dilihat gambar dibawah, hampir semua altcoin mengalami kenaikan (hijau).

harga_bitcoin

Disamping itu, harga di $7.500-an sangat penting untuk perdagangan Bitcoin di tahun 2019 dan 2020.

Teddy, analis cryptocurrency di Twitter, mengatakan bahwa pada saat ini, BTC lagi melakukan testing apakah bisa bertahan di harga tersebut (Rp 116 juta).

https://twitter.com/TeddyCleps/status/1253355931741696000?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1253355931741696000&ref_url=https%3A%2F%2Fcryptoharian.com%2Fharga-bitcoin-naik-rp-8-juta-dalam-7-hari-koq-bisa%2F

Sumber





Sumber : news.tokocrypto.com

ATM Bitcoin Mencapai 7500 Diseluruh Dunia! Apa saja?

Industri ATM Bitcoin (BTC) telah mengalami peningkatan sebesar 70% sejak 2019, dengan jumlah total ATM Bitcoin yang dipasang di berbagai wilayah di seluruh dunia kini mencapai 7.500.

Meskipun ada hambatan peraturan saat ini seputar cryptocurrency, Amerika Serikat masih mendominasi industri, dengan 5.422 ATM Bitcoin fungsional, lapor Decrypt pada 20 April 2020.

Bitcoin Mengambil alih Dunia

Terlepas dari sifat Bitcoin (BTC) yang sangat fluktuatif, cryptocurrency andalan dunia, tampaknya dunia secara bertahap melakukan tahap pemanasan terhadap mata uang berbasis blockchain tersebut karena ketidakpastian terus tumbuh dalam ekosistem keuangan tradisional.

Berdasarkan sumber perkembangan terakhir, industri ATM Bitcoin telah mengalami lonjakan sebesar 70% sejak tahun lalu dan sekarang ada lebih dari 7.500 ATM Bitcoin di dunia, indikasi ini menguatkan bahwa disana semakin banyak orang bergabung dengan mata uang crypto.

Seperti yang terlihat di Coin ATM Radar, sebuah platform yang didedikasikan untuk melacak instalasi ATM bitcoin secara global, telah terjadi peningkatan sebesar 70% dalam jumlah mesin baru dari April 2019 dan sejak awal 2020, 1.200 ATM Bitcoin baru telah beroperasi di berbagai yurisdiksi.

Untuk perspektif, ATM Bitcoin pertama di dunia dipasang di pusat kota Vancouver Kanada pada 29 Oktober 2013 silam, di kedai kopi Waves, dan butuh waktu sekitar lima tahun, dari 2013 hingga 2018 untuk jumlah total instalasi ATM Bitcoin untuk mencapai 2.000 titik.

Baca Juga: Proyeksi Bitcoin Menjelang Halving

Distribusi ATM Bitcoin

Namun, dengan adanya pandemi coronavirus yang sekarang sedang terjadi di seluruh dunia dan berimbas pada ekonominya, semakin banyak orang sekarang melihat cryptocurrency sebagai aset yang berharga dan mereka sekarang meningkatkan kepemilikan mereka dalam upaya untuk melindungi masa depan keuangan mereka.

Khususnya, Amerika Serikat mendominasi industri ATM Bitcoin dengan total 5.422 ATM (70% dari pangsa pasar global), Kanada berada di urutan kedua dengan (9,5 persen), Inggris memiliki 279 (3,7 persen), sementara Austria menawarkan 137 (1,8) ATM Bitcoin fungsional.

Dalam hal popularitas ATM Bitcoin di seluruh benua, Amerika Utara menempati garis depan, diikuti oleh Eropa (16% pangsa pasar global), Amerika Selatan (0,8%) dan Asia (1,7%), dengan Hong Kong menyumbang 0,7% dari ATM Bitcoin pasar di wilayah tersebut.

CoinCloud saat ini berada di puncak liga operator ATM Bitcoin dengan 653 ATMnya yang tersebar di berbagai lokasi, diikuti oleh Bitcoin Depot (500 ATM) dan Coinsource (300).

Pabrikan ATM Bitcoin yang berbasis di Amerika Serikat, Genesis Coin memegang posisi teratas di sektor manufaktur ATM dengan total 2.575 instalasi (33,8%), diikuti oleh General Bytes (30,7%).

Sementara ATM Bitcoin terus mendapatkan daya tarik, ketidakpastian peraturan masih menjangkiti industri ini di beberapa yurisdiksi.

Seperti yang dilaporkan oleh BTCManager sebelumnya pada Juli 2019, otoritas Spanyol menyatakan bahwa ATM Bitcoin adalah alat yang hebat bagi para penjahat untuk menghindari undang-undang anti pencucian uang (AML).

Pada saat pers, harga Bitcoin (BTC) turun 4,68% pada jangka waktu 24 jam, diperdagangkan pada $ 6.845, dengan kapitalisasi pasar $ 125,52 miliar.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Tokocrypto Sebagai Salah Satu Market Bitcoin

Tahukah Anda, bahwa sekarang Indonesia telah melegalkan aset kripto? Memang, aset kripto sampai saat ini belum disahkan menjadi alat pembayaran atau mata uang, melainkan sebagai alat investasi yang dapat diperdagangkan di bursa efek berjangka. Namun, hal itu tidak menyurutkan perkembangan market bitcoin yang makin melesat di Indonesia.

Perkembangan Bitcoin di Indonesia 

Melalui riset yang diadakan tim blockchain dari project Onfo pada April 2020, hasil riset tersebut mengatakan bahwa terdapat 4,350 masyarakat Indonesia yang tertarik dengan ajakan pengguna lain untuk mencoba aset kripto. Angka ini terlihat lebih banyak bila dibandingkan dengan negara lain dalam riset yang sama, seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Rusia.

Terlebih saat ini bitcoin berada di harga $32,796.80USD pada Minggu (24/01/2021) yang apabila dikonversikan ke rupiah menyentuh harga sekitar 460 juta rupiah. Hal ini menunjukan tren kenaikan yang signifikan bila dibandingkan harga bitcoin pada Juni 2020 dengan nilai $ 9.000 USD atau sekitar 130 juta rupiah.

Bitcoin, Aset Kripto yang Populer Saat Pandemi

Sebagai aset kripto pertama yang diciptakan pada Januari 2009 oleh pihak anonim dengan nama samaran Satoshi Nakamoto, bitcoin terus menduduki posisi pertama di CoinMarketCap. 

Kemudian, jika kita melihat harga saham yang mengalami tren penurunan saat awal pandemi Covid-19 dan resesi ekonomi, bitcoin malah menunjukkan tren sebaliknya karena harganya yang justru melambung tinggi. 

Terlebih Indonesia telah melegalkan aset kripto termasuk bitcoin yang diatur oleh BAPPEBTI melalui peraturan BAPPEBTI No. 5 Tahun 2019 yang menjelaskan bahwa aset kripto diakui sebagai komoditas yang dapat diperdagangkan di bursa efek berjangka. Hal ini tentu disambut oleh masyarakat Indonesia karena kini bitcoin bisa dijadikan sebagai salah satu pilihan investasi yang menjanjikan.

Tokocrypto, Salah Satu Market Bitcoin dan Penyedia Aset Kripto Pertama Berlisensi di Indonesia

Pertama kali diluncurkan oleh Pang Xue Kai pada bulan Januari 2018, Tokocrypto merupakan crypto exchanger di Indonesia yang telah terdaftar secara resmi di BAPPEBTI dengan nomor 001/BAPPEBTI/CP-AK/11/2019.

Keseriusan Tokocrypto untuk terus memberikan kepercayaan kepada publik serta nasabah yang melakukan transaksi jual beli aset kripto, menjadikan Kai berusaha memenuhi persyaratan yang dibutuhkan dan diatur oleh dua peraturan BAPPEBTI, yaitu No. 5 Tahun 2019 serta No. 9 Tahun 2019. Dengan itu, Tokocrypto berhasil menjadi platform jual beli aset kripto pertama di Indonesia yang berlisensi.

Kini Tokocrypto hadir di Mobile App!

Dari tahun ke tahun, Tokocrypto senantiasa menghadirkan inovasi yang bertujuan untuk memberikan pengalaman terbaik kepada nasabah dalam melakukan jual beli aset kripto, salah satunya dengan kehadiran Tokocrypto Mobile App!

Kehadiran Mobile App ini pastinya untuk memberi kemudahan dalam investasi aset kripto, karena Anda bisa berinvestasi dimana pun dan kapan pun. Terlebih, Anda bisa mendapatkan harga aset kripto terbaik dengan fitur order book hanya dari smartphone

Selain itu, proses Know Your Customer (KYC) juga lebih mudah di Tokocrypto Mobile App dan Anda bisa mendapat update perihal token baru yang akan terus bertambah dan banyak promo yang menanti!

Gimana, kece, kan? Sebagai market bitcoin yang juga diawasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, Tokocrypto akan terus berinovasi dan fokus kepada UI/UX sehingga jual beli aset kripto akan semakin nyaman dan menyenangkan! 

Jika Anda ingin mengetahui informasi terbaru silakan kunjungi Tokocrypto di www.tokocrypto.com atau media sosial kami @Tokocrypto.

 

 



Sumber : news.tokocrypto.com

Bank Sentral Belanda Mulai Kembangkan Mata Uang Digital

Bank Sentral Belanda, De Nederlandsche Bank (DNB), menerbitkan sebuah laporan yang mengindikasikan bank tersebut akan memulai perannya untuk mengelola ide mata uang digital bank sentral (CBDC). DNB mengatakan CBDC akan bermanfaat besar bagi warga Belanda dan akan terlibat langsung dalam pengembangannya.

Bank sentral Belanda tersebut juga menambahkan bahwa mereka memiliki “sikap positif terhadap CDBC” dan berpendapat bahwa CBDC akan “dapat berfungsi sebagai cadangan dalam hal pembayaran yang dilakukan dalam private money, mengingat kita semua menjadi sangat bergantung pada private money dalam sistem pembayaran digital yang cepat.”

Ia mencatat bahwa selama krisis pandemi sekarang ini, orang-orang bahkan jadi lebih tidak bergantung pada uang tunai dan CBDC dapat memperbaiki keadaan seperti ini. Bank juga menjelaskan bahwa proyek Libra Facebook dapat muncul sebagai ancaman terhadap stabilitas moneter, meskipun Libra sendiri baru-baru ini melakukan restrukturisasi dalam upaya memenuhi tuntutan badan pengatur global.

DNB menambahkan, di lain sisi mata uang digital tetap memiliki risiko. “Krisis keuangan dapat mempercepat terjadinya bank run, hal ini sejalan ketika warga dan perusahaan mencoba untuk menghindari risiko dengan mengubah saldo yang mereka miliki pada bank komersial menjadi CDBC. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengambil langkah dalam mengendalikan jumlah CBDC yang beredar.”

DNB melanjutkan, ia ingin mendorong maju pengetahuan ini dengan penelitian dan pengembangan CBDC dan mendesak terjadinya “debat luas pada area mata uang euro”.

“Kami siap memainkan peran utama,” kata bank sentral Belanda tersebut.

Baca juga: Bank Sentral Berlomba-lomba Terbitkan Mata Uang Digital

Bank-Bank Sentral Dunia Bersiap dengan Mata Uang Digital Ini

CDBC berbeda dari mata uang digital lainnya, seperti Bitcoin, karena dikeluarkan dan diatur oleh lembaga pemerintah dan dipatok pada mata uang fiat, seperti dolar AS atau euro. Negara-begara di seluruh dunia saat ini berlomba untuk mencari tahu apakah CBDC dapat bermanfaat bagi ekonomi masing-masing.

Menurut sebuah studi baru-baru ini oleh Bank of International Settlements, 80% dari bank sentral dunia telah bersiap dalam meluncurkan mata uang digital mereka sendiri.

Bank of England telah memimpin penelitian kolektif dalam mata uang digital, bersama dengan Bank for International Settlements (BI) and lima bank sentral terbesar di dunia, yaitu Bank of Canada, Bank Jepang, Bank Sentral Eropa, Sveriges Riksbank, dan Bank Nasional Swiss.

Baca juga: Mengenal Garis Moving Average di Dalam Chart

Sementara bank sentral Korea Selatan sedang dalam perjalanannya dalam mengembangkan mata uang digital yang didukung oleh negara, meskipun belum ada rencana dalam perilisannya.

Sementara itu, Tiongkok telah menyelesaikan langkah-langkah dalam pengembangan mata uang digitalnya sendiri. Baru-baru ini, Tiongkok telah merilis Yuan Digital dalam uji coba Beta di antara pegawai pemerintahannya.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Outlook Pasar Crypto di Quarter 2 2020

Bulan Maret merupakan bulan yang sangat spektakuler bagi aset crypto. Setelah hampir 2 bulan penuh sejak awal tahun 2020 hampir semua harga aset crypto naik, di awal Maret harga sempat anjlok hampir 50%, hanya untuk kembali naik ke zona yang sama dengan akhir 2019. Akankah harga aset crypto kembali naik dan mengembalikan optimisme para investor?

Gambar: Setelah turun, Bitcoin mencoba naik ke posisi yang sama dengan akhir 2019

Mari kita lihat harga dari raja aset crypto: Bitcoin. Selama bulan Maret harga Bitcoin sempat turun dari 9200-an USD ke 3800-an USD, turun lebih dari 50% hanya dalam beberapa hari saja, hanya untuk memantul ke zona 5900-an USD. Sejak hampir 2 minggu yang lalu, harga Bitcoin mulai memperlihatkan mulai adanya kenaikan secara bertahap menuju 7000-an USD.

Bagaimanakah kira-kira pergerakan harga Bitcoin di Quarter 2 2020?

Sepintas, optimisme dirasa akan kembali menjelang adanya event halving Bitcoin di minggu kedua bulan Mei dan ada 2 aset crypto lainnya yang akan mengalami halving lebih awal (BCH dan BSV). Namun, tidaklah bijak jika investor langsung masuk tanpa pertimbangan yang matang.

Pertama, aset crypto BCH dan BSV yang akan segera mengalami halving di bulan April, baru akan mengalami halving pertamanya, sehingga belum ada data yang bisa memberikan gambaran ke mana arah pergerakannya nanti.

Kedua, kondisi dunia di tengah pandemi virus corona (penyakit COVID-19) sekarang masih penuh dengan ketidakpastian. Jika kita melihat pasar ekonomi yang lain, memang sudah ada “recovery” contohnya di pasar saham IHSG dan DJIA

Gambar: Dow Jones Industrial Average sudah menunjukkan kenaikan

Jika diperhatikan, pergerakan harga aset crypto juga meniru pergerakan harga kedua index saham tersebut

Yang perlu kita waspadai adalah adanya “bull-trap” atau kenaikan harga sebentar di tengah-tengah “badai bearish” yang terjadi. Hal ini bisa menjebak para trader dan investor dan membuat mereka mengalami kerugian yang besar

Gambar: Skema siklus pasar dan bull trap

Apakah sekarang waktu yang tepat untuk beli aset crypto?

Tergantung manajemen uang dan resiko, sekarang bisa jadi saat yang tepat, bisa juga tidak. Walaupun harga masih ada potensi turun, jika manajemen uang dan resiko dilakukan dengan baik, kita masih bisa mendapatkan keuntungan yang cukup memuaskan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Glassnode: Pasar Bitcoin Kian Sehat, Sambut Halving

Perusahaan pengkaji aset kripto, Glassnode, mengatakan bahwa pasar Bitcoin saat ini kian sehat, karena ada peningkatan aktivitas transaksi di jaringan Bitcoin selama sepekan terakhir.

“Pada 23 April 2020, Bitcoin mengalami lonjakan besar, setelah sepakan berfluktuasi di sekitar US$7 ribu. Ketika kemarin Bitcoin US$7.450, kenaikan hampir 5 persen dalam 24 jam terakhir,” sebut Glassnode dalam keterangannya melalui e-mail, pagi ini (24 April 2020).

Terpantau siang ini, Bitcoin masih bertengger kuat di kisaran US$7.519 di bursa kripto Binance. Pada malam 23 April 2020, Bitcoin sempat menguat di US$7.700.

Secara fundamental di blockchain Bitcoin selama sepekan terakhir (15-22 April 2020), jelas Glassnode menunjukkan peningkatan signifikan dalam aktivitas, dengan jumlah transaksi dan jumlah entitas aktif yang meningkat.

BERITA TERKAIT: 5 Buku Keren Tentang Bitcoin dan Kripto

Harga Bitcoin Glassnode mencatat, pada 22 April terdapat volume transaksi, jumlah transaksi dan address aktif yang meningkat. Volume transaksi misalnya senilai US$1,7 juta, naik sebesar 9,9 persen dibandingkan pekan lalu sekitar 1,6 juta. Ini yang menyumbangkan besaran transaksi secara year-to-date menjadi 23 persen.

Sementara itu transaksi naik sebesar 5 persen dibandingkan pekan lalu, dari 278.327 transaksi naik menjadi 292.518 transaksi pada 22 April 2020.

Menurut Glassnode, peningkatan itu tak hanya mewakili pemulihan setelah “mandi darah” 12-13 Maret 2020 lalu, tetapi juga peningkatan yang signifikan dalam aktivitas dibandingkan dengan awal tahun 2020.

“Lonjakan aktivitas datang disebabkan karena banyak orang menyambut momen Bitcoin Halving pada Mei nanti, serta kebangkitan dalam minat ritel trader yang tersebar luas. Hal ini juga mengindikasikan banyak pemain baru yang masuk,” sebut Glassnode. [red]



Sumber : news.tokocrypto.com