Category Archives: Tokocrypto

Badan Pengawas Sekuritas Hong Kong Telah Menyetujui Dana Indeks Bitcoin Pertama, Kok Bisa?

Regulator sekuritas Hong Kong telah menyetujui dana indeks bitcoin pertama yurisdiksi yang dirancang untuk investor institusi.

Menurut laporan oleh Bloomberg, Arrano Capital, lengan investasi blockchain dari perusahaan manajemen aset Venture Smart Asia, kini telah memenuhi persyaratan lisensi dari Securities and Futures Commission (SFC) yang memungkinkannya untuk mulai berurusan dengan cryptocurrency.

Dalam 12 bulan pertama, Arrano berharap dapat melampaui $100 juta dalam total aset yang dikelola melalui dana pelacakan harga bitcoin. Dana tersebut merupakan yang pertama dan telah melewati persetujuan peraturan dengan dasar hanya menargetkan investor institusi.

Untuk memasarkan ke masyarakat umum, dana tersebut harus menjadi “dana resmi” di bawah aturan Hong Kong. Arrano mendapatkan lampu hijau yang berpotensi membuka jalan bagi dana serupa untuk mulai mengajukan lisensi di wilayah blockchain.

Avaneesh Acquilla, kepala investasi di Arrano Capital, mengatakan bahwa sementara perusahaan telah menerima persetujuan untuk dana bitcoin, ia mengharapkan peluang untuk produk lain di masa depan.

“Ini menunjukkan ada pedoman yang jelas untuk manajer dana cryptocurrency di Hong Kong,” Acquilla mengatakan kepada CoinDesk. “Walaupun prosesnya panjang dan terperinci seperti yang Anda harapkan, kami telah menunjukkan bahwa mungkin sekali untuk memenuhi standar-standar ini.

“Langkah kami selanjutnya adalah meluncurkan dana ini dengan sukses dan mematuhi semua peraturan terkait,” katanya.

Dana indeks adalah jenis reksa dana yang pertama kali diperjuangkan oleh tokoh bisnis Jack Bogle. Jenis dana ini menawarkan portofolio yang dikembangkan untuk mencocokkan atau melacak komponen indeks pasar keuangan seperti S&P 500. Itu berbeda dari dana yang diperdagangkan di bursa (ETF), yang merupakan dana investasi yang beroperasi di bursa yang menyediakan saham dalam aset seperti obligasi dan saham.

Arrano memiliki produk kedua yang direncanakan akan diluncurkan pada tahun 2020 yang akan menjadi dana yang dikelola secara aktif yang berkaitan dengan aset digital, menurut Bloomberg.



Sumber : news.tokocrypto.com

CEO Ripple: Rencana IPO Pasti Terjadi Setelah Sidang

Saat berbicara pada seminar Consensus 2021, Brad Garlinghouse, CEO Ripple, memberikan konfirmasi mengenai rencana Ripple melantai di bursa saham atau IPO.

Rencana tersebut dikabarkan akan berlangsung setelah sidangnya dengan Securities and Exchange Commission selesai.

Selain itu, dalam salah satu wawancara dengan media publik, Garlinghouse menyatakan bahwa XRP juga merupakan crypto anti inflasi, tidak seperti Bitcoin dan Ethereum.

CEO Ripple Konfirmasi Rencana IPO

Saat menjadi pembicara, Garlinghouse menyatakan bahwa perusahaannya awalnya memiliki rencana untuk IPO di 2020, namun terhambat sidang SEC.

Walaupun begitu, Ripple masih memiliki rencana yang kuat untuk melaksanakan hal tersebut setelah sidangnya berakhir dengan SEC.

Baca Juga: Laporan Keuangan Ripple Perlihatkan Data Positif untuk XRP

Saat ini Ripple juga masih merasa unggul terhadap SEC, walau menghadapi hadapan penggeledahan dana dari reka luar negerinya.

Namun, Ripple masih sangat positif bahwa pihaknya adalah pihak yang benar dalam penuntutan ini dan akan tetap melaksanakan IPO. Garlinghouse menyatakan,

“Kemungkinan Ripple untuk menjadi perusahaan publik masih sangat tinggi.”

Satu bulan sebelum konfirmasi ini, Yoshitaka Kitao, CEO dari SBI Group, salah satu rekan terbesar dari Ripple juga menyatakan bahwa Ripple akan melaksanakan IPO.

Dalam wawancara lain, Garlinghouse terus mendorong nama XRP dengan menyatakan bahwa cryptonya memiliki beberapa keunggulan dibanding Bitcoin dan Ethereum.

Ia menekankan bahwa XRP digabungkan dengan teknologi dari ledger Ripple adalah teknologi yang lebih cepat dan lebih murah.

Kemudian ia juga menyatakan bahwa XRP lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan Bitcoin, yang merupakan salah satu masalah besar saat ini. Selain itu ia menambahkan,

“Semua XRP yang ada dan diciptakan sudah beredar di pasar, sehingga cryptonya memiliki dinamika anti inflasi.”

Namun ia juga menyatakan bahwa saat ini kekurangan XRP adalah besar jumlahnya yang berada di pihak perusahaan.

Baca Juga: Harga Bitcoin Pullback US$ 40 Ribu, Kesempatan Kedua Momentum Bullish

Tapi ia kembali menekankan bahwa saat ini XRP tidak dapat memiliki tambahan dalam jumlah persediaannya yang beredar.

Ia menganggap bahwa hal ini adalah keunggulan dibandingkan Bitcoin dan Ethereum yang saat ini masih akan memiliki tambahan persediaan.

Perdebatan Sebagai Saham

Sayangnya walau dapat dipertimbangkan sebagai crypto yang memiliki fundamental kuat, kasusnya saat ini masih menghambat valuasinya untuk mencapai nilai nyata.

Kasus ini dimulai dengan penuduhan SEC terhadap Ripple yang dituduh melakukan penjualan saham secara ilegal dan tidak sesuai regulasi.

Sebagai tanggapan dari tuntutan tersebut, Garlinghouse menyatakan bahwa hanya Amerika yang menganggap XRP sebagai saham.

Ia menyatakan bahwa XRP adalah aset crypto di hampir seluruh negara lainnya dan hanya Amerika yang mempermasalahkan masalah yang “tidak penting”.

Selain itu tuntutan utama SEC lainnya terhadap Ripple adalah tuduhannya dalam melakukan manipulasi terhadap pergerakan pasar dengan menerima imbalan.

Namun permasalahan utama masih dalam perbedaan pandangan crypto tersebut sebagai saham atau komoditas, akibat akan berbeda dalam regulasi.

Untuk mencegah hal yang sama untuk terjadi lagi, pemerintah telah membuat komisi untuk memastikan perbedaan antar kedua hal ini.

Pembentukan komisi baru ini dilakukan dengan adanya regulasi baru bernama “Eliminate Barriers to Innovation Act of 2021” yang telah disetujui mayoritas pemerintah di April 2021.

Jika berhasil untuk disetujui semua pihak, maka regulasi ini akan mempermudah pembedaan antara komoditas dan saham lebih jelas.

Hal tersebut akan mempermudah crypto untuk bergerak di Amerika dan kemungkinan akan memberikan jalan keluar untuk XRP.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Pullback US$ 40 Ribu, Kesempatan Kedua Momentum Bullish

Harga Bitcoin (BTC) pada perdagangan 26 Mei (14.00 WIB), menginjak harga US$ 40 ribu atau setara dengan Rp 577 juta. Harga ini cukup penting untuk arah pergerakan BTC dan alt coin selanjutnya.

Tren pergerakan Bitcoin saat ini mirip dengan yang terjadi pada tanggal 20 Mei 2021. Di mana saat itu BTC mampu pullback ke harga US$ 40 ribu, namun, BTC tak mampu meneruskan trennya karena mantul kembali saat berada di harga US$ 4524.

Apabila tidak ada sentimen negatif yang membuat BTC kembali anjlok, harga aset ini akan meneruskan trennya ke US$ 43 ribu. Namun dengan syarat, BTC harus mampu menjebol harmonic resistensinya (fibonacci 0,382) di harga US$ 41-42 ribu.

Baca Juga: Tokocrypto Jalin Kemitraan Strategis dengan Lembaga Kliring ICH Untuk Meningkatkan Kepercayaan Investor Aset Kripto

Namun, apabila BTC mantul kembali dan tidak mampu menjebol harmonic resistensinya, kemungkinan besar harga BTC akan kembali terkoreksi. Bahkan, bisa terjun ke harga US$ 30 ribu.

Dari segi fundamental dan sentimen yang berkembang saat ini, BTC berada di atas angin. Dengan adanya pengakuan sejumlah investor institusional yang mengadopsi BTC membuat pasar kembali percaya diri.

Namun, disisi lain, ada sebuah ancaman yang bisa membuat tahun ini menjadi tahun terburuk bagi Bitcoin dan cryptocurrency secara keseluruhan.

Mengutip dari Cointelegraph, perusahaan manajemen dan analitik portofolio, Income Generator, menyebutkan bahwa analisanya menunjukan adanya resiko yang bakal dihadapi Bitcoin. Mereka menyebutnya dengan “worst crypto winter”. Di mana tahun ini bisa saja menjadi masa terburuk bagi cryptocurrency selama 12 tahun terakhir.

Hal tersebut terindikasi dari faktor meningkatnya angka inflasi terhadap Dollar AS yang dapat melemahkan minat investor untuk cryptocurrency.

Baca Juga: Rezim Baru Pasar Bitcoin: Kondisi Keuangan Global Kini Turut Mempengaruhi

“Sekarang tampaknya seolah-olah kenaikan tingkat inflasi mungkin benar-benar bekerja dalam arah yang berlawanan dan membawa aktivitas pembelian baru kembali ke dolar AS,” tulis Income Generator dalam sebuah rilis.

Namun, nada optimisme datang dari, ahli strategi komoditas senior di Bloomberg Intelligence, Mike McGlone. Ia menegaskan kembali kepercayaannya terhadap Bitcoin, yang akan melanjutkan tren bullish bahkan menginjak harga US$ 100 ribu

“Bitcoin telah berada dalam ekosistem yang mendukung tren bullish untuk menuju $ 100K,” katanya.

Disclaimer:

Perdagangan atau investasi digital asset atau mata uang kripto (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi ketahui dulu resikonya. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

Kami tidak memaksa Anda untuk membeli atau menjual aset digital ini, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Pahami dulu lebih dalam sebelum memutuskan berinvestasi mata uang kripto.

Semua informasi di Portalkripto bukan bersifat financial advisor. Kami hanya mengiformasikan keadaan pasar atau keadaan ekonomi dan situasi global yang berkaitan dengan mata uang kripto beserta ekosistemnya.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Jalin Kemitraan Strategis dengan Lembaga Kliring ICH Untuk Meningkatkan Kepercayaan Investor Aset Kripto

Perkembangan industri aset kripto terus menjadi sorotan bagi banyak pihak di Indonesia. Pertumbuhan positif aset kripto saat ini tidak hanya menarik banyak investor untuk bergabung, tetapi juga menjadi perhatian banyak pihak terkait seperti pemerintah, komunitas, asosiasi untuk memastikan ekosistem investasi berjalan dengan aman.

Sebagai pedagang aset kripto yang pertama teregulasi BAPPEBTI, Tokocrypto juga mengedepankan keamanan ekosistem aset kripto demi kenyamanan transaksi para investor. Guna mendukung hal tersebut, Tokocrypto menjalin kolaborasi  dengan Indonesia Clearing House (ICH), lembaga kliring resmi untuk pelaporan dan pendaftaran aset kripto yang diperdagangkan ataupun disimpan oleh pedagang aset kripto. ICH menjalankan fungsi sebagai penjaminan dan penyelesaian transaksi serta sentra manajemen risiko atas transaksi yang terjadi di Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) sejak 2009. Dimana di Indonesia, aset kripto sendiri termasuk dalam kategori aset finansial komoditas dan Lembaga kliring ICH sudah menjalankan operasional perdagangan komoditas serta sudah mengantongi sertifikasi ISO 27001.

Baca Juga: Volatilitas Tinggi Aset Kripto adalah Wajar

Teguh Kurniawan Harmanda (Manda) selaku COO Tokocrypto menyampaikan, “Kolaborasi dengan ICH ini membuktikan langkah konkrit kami memastikan transaksi aset kripto yang terjadi di Tokocrypto dalam pengawasan lembaga kliring resmi terkait dan sejalan dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh BAPPEBTI. Sehingga diharapkan bisa memberikan rasa aman dan menumbuhkan kepercayaan bagi investor untuk bertransaksi di Indonesia.”

Melalui kolaborasi ini, Tokocrypto akan melaporkan catatan atas kepemilikan aset kripto yang diperdagangkan atau disimpan secara real time setiap harinya kepada lembaga kliring ICH, sementara ICH akan menyiapkan sistem elektronik terkait penjaminan dan penyelesaian transaksi pasar fisik aset kripto. Hal ini sejalan dengan Peraturan Bappebti No.5/2019 Tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka dari BAPPEBTI dimana pedagang aset kripto berkewajiban melaporkan transaksi harian aset kripto dan dana yang berada di bank penyimpan.

“Kami menyambut baik inisiatif Tokocrypto untuk membangun ekosistem investasi aset kripto yang lebih aman  dan menjadi pedagang aset kripto yang pertama berkolaborasi dengan ICH. Harapannya, integrasi antara Tokocrypto dan ICH ini bisa semakin mendukung pertumbuhan positif industri aset kripto di Indonesia,” ujar Nursalam, Direktur Utama ICH.

Untuk membangun rasa aman dan kepercayaan investor untuk bertransaksi, Tokocrypto juga telah tersertifikasi ISO 27001 terkait sistem manajemen keamanan informasi dan juga ISO 27017 terkait keamanan informasi di komputasi awan. Hingga saat ini, Tokocrypto telah mencatatkan active trader mencapai >90.000 per minggu, volume transaksi harian mencapai kurang lebih US$ 60.000.000 dan total mobile apps download lebih dari 500.000 sejak pertama kali diluncurkan pada Oktober 2020.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analis Terkenal Sebut Crypto Ini Bisa Naik ke $1000 Tahun Ini

Beberapa hari terakhir, terdapat satu analisis berupa video yang dibentuk oleh salah satu analis dan influencer tenar di dunia media sosial.

Analis tersebut adalah Coin Bureau yang akhir-akhir ini mendapatkan ketertarikan cukup tinggi dari mayoritas investor crypto.

Prediksi Apresiasi Litecoin

Sebelumnya, Coin Bureau sendiri telah berhasil memprediksi beberapa apresiasi crypto menuju target yang ia sampaikan.

Saat ini ia membahas satu crypto yang sudah berada cukup lama di dunia crypto yaitu Litecoin (LTC).

Litecoin sendiri nampaknya bangkit dalam kondisi apresiasi yang terjadi beberapa bulan lalu.

Mayoritas pasar menganggap bahwa opini Coin Bureau menjadi satu hal yang perlu dipertimbangkan akibat analisisnya yang relatif dalam dan cukup tepat.

Pernyataan itu juga nampaknya masih beredar di sekitar narasi bahwa adopsinya yang akan mendorong harganya naik.

Adopsi terbaru adalah bersama dengan Flare Networks yang akan memberikan kemampuan baru untuk Jaringan Litecoin.

Adopsi ini juga makin signifikan dengan dorongan dari Flare Networks yang akan membagikan tokennya SPARK kepada para pemilik crypto Litecoin.

Pembagian tersebut merupakan bagian dari Airdrop untuk memberikan insentif kepada investor Litecoin untuk tidak menjual kepemilikannya.

Selain itu, Coin Bureau memberikan beberapa data yang mendukung potensi apresiasi Litecoin terutama dalam ketertarikan terhadapnya. Ia menyatakan,

“Saat ini investor ritel  dan investor institusional melihat ketertarikan yang meningkat terhadap Litecoin dalam beberapa bulan terakhir. Mayoritas dana ini berasal dari Reksadana Litecoin Grayscale dimana Grayscale membeli sekitar 80% dari Litecoin yang ditambang di Februari 2021.”

Menurut video dari Coin Bureau, Litecoin dapat mengalami apresiasi namun tergantung kepada Bitcoin. Ia menyatakan,

“Jika Bitcoin mengalami apresiasi hingga dua sampai tiga kali lipat, mayoritas Altcoins yang memiliki kapitalisasi pasar besar akan mengalami apresiasi. LTC kemungkinan akan menjadi bagian dari apresiasi ini dan dapat mencapai $1.000 pada kondisi apresiasi pasar crypto.”

Kondisi ini diprediksi oleh mayoritas analis akan terus berlangsung hingga akhir tahun ini.

Oleh karena itu, kemungkinan besar LTC dapat mencapai $1.000 atau sekitar Rp14,33Juta pada tahun ini.

Baca Juga: Tiga Faktor yang Bikin Masa Depan Cryptocurrency Akan Tetap Cerah

Litecoin Mencapai $1.000 Tahun Ini

Melihat akan banyaknya potensi kabar positif untuk harga Litecoin, kemungkinan besar target ini akan segera tercapai di tahun ini.

Namun kabar terbesarnya baru akan terjadi di sekitar Tahun 2023, dimana akan terjadi block halving yang akan membuat LTC semakin langka.

Sehingga dalam jangka pendek nampaknya apresiasi ini masih harus menunggu kabar-kabar terbaru yang hingga saat ini masih belum ada publikasi terbaru.

Walau masih merupakan opini dan analisis pribadi, Litecoin kemungkinan besar dapat mencapai apresiasi tersebut.

Hal ini disebabkan dukungan kondisi apresiasi pasar dan fundamental Litecoin sendiri yang tergolong bagus menurut mayoritas analis.

Baca Juga: Apa itu Litecoin Halving? Panduan untuk Pemula!

Dengan meningkatnya adopsi crypto, kemungkinan Litecoin akan juga ikut teradopsi akibat fundamental dan proyeknya yang merupakan wadah perpindahan crypto.

Saat ini LTC juga masih bergerak dalam koreksi bersama mayoritas crypto walau kemarin mengalami apresiasi sekitar 33,23%.

Kemungkinan konsolidasi masih akan terus terjadi hingga akhir Bulan bersama dengan banyaknya publikasi data perekonomian dan juga kedaluwarsanya mayoritas kontrak derivatif.

Jika ingin pulih kemungkinan besar Litecoin harus melewati batas atas di sekitar $200 atau Rp2,9 Juta hingga $300 atau Rp4,3 Juta yang dapat memulai apresiasi ke harga tertinggi baru.

Namun, untuk Litecoin dapat mencapai $1.000 atau Rp14,33 Juta hanya waktu yang dapat memastikan, tapi masih merupakan sebuah kemungkinan yang besar.

Disclaimer

Perdagangan Digital Asset (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi, ketahui dan kelola risiko Anda dalam melakukan perdagangan Digital Asset. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

Kami tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Digital Asset, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Digital Asset merupakan keputusan independen oleh pengguna.

sumber.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Berkinerja Baik, Berisiko Bearish dan Bullish Karena Sedang Sideways

Bitcoin berkinerja sangat baik selama seminggu terakhir, dan berhasil naik ke US$7.727. Level itu berisiko bearish dalam, namun berpeluang bullish dalam beberapa hari mendatang.

Terhitung sejak 23 Maret 2020 siang, Raja Aset Kripto itu mampu naik cepat dari US$7.020.00 ke US$7.727 hanya dalam 7 jam saja. Selang beberapa menit, pada malam hari turun tipis ke level terendah, US$7.387. Siang hari ini harga Bitcoin mentereng di level US$7.555 dalam situasi relatif sideways (1 menitan).

Aset kripto lain juga mencetak kinerja yang sama mengesankannya. Sebagian darinya berhasil melampaui penguatan Bitcoin beberapa minggu terakhir.

Kekuatan aset kripto pada minggu ini datang ketika pasar saham mulai stagnan di kisaran 2.800-2.900 poin, yang sepertinya merespons bahwa pertumbuhan ekonomi tetaplah suram.

Stagnasi ini dapat mengindikasikan bahwa RUU stimulus baru US$$500 juta yang disahkan oleh Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat AS minggu ini mungkin tidak akan cukup, dengan tingkat pengangguran AS terus meningkat, lebih dari 25 juta dalam lima minggu terakhir.

Kendati berpotensi bearish dalam situasi sideways saat ini, trader Bitcoin, Josh Rager, berpendapat bahwa faktanya Bitcoin berhasil mencetak dua penutupan harian berturut-turut di atas US$7.400.

Baca Juga: Glassnode: Pasar Bitcoin Kian Sehat, Sambut Halving

“Ada kemungkinan perlanjutan bullish dalam beberapa hari mendatang,” katanya. [Newsbtc/red]





Sumber : news.tokocrypto.com

Tiga Faktor yang Bikin Masa Depan Cryptocurrency Akan Tetap Cerah

  • Decentralized finance atau keuangan yang terdesentralisasi menjadi kunci masa depan cryptocurrency. Sistem ini sangat memungkinkan membuat efisien segala bentuk transaksi keuangan>

  • Non Fungible Token (NFT) yang hingga saat ini mulai banyak diminati oleh para kreator

  • Blockchain yang akan terus berkembang menciptakan token-token baru kedepannya industri cryptocurrency tidak hanya sebatas sebagai alat untuk investasi spekulatif.


Mei 2021 menjadi salah satu massa bersejarah bagi pasar mata uang kripto. Di mana hanya dalam 7 hari penurunan harga mayor coin seperti Bitcoin dan sejumlah altcoin bervolume besar anjlok 50%.

Fase ini merupakan suatu yang biasa terjadi di pasar mata uang kripto. Namun, bisa saja dinilai sebagai fase terburuk bagi trader yang baru nyemplung di ekosistem ini.

Kendati demikian, sejumlah analis dan ahli menilai fenomena ini masih dalam batas normal. Artinya, apabila melihat tren ke belakang volatilitas seperti ini merupakan bagian dari dinamika pasar crypto. Di mana ada penurunan signifikan, ada pula kenaikan yang tak kalah pesatnya.

Sejumlah analis percaya diri industri ini masih akan terus berkembang. Dan menemukan pengembangan yang lebih aman dan dewasa.

Berikut rangkuman pernyataan analis dan ahli terkait dengan hal yang bisa bikin pasar crypto semakin berkembang.

Decentralized Finance

Salah satu keunikan dan keunggulan cryptocurrency adalah tidak adanya otoritas tunggal yang mengatur jalannya transaksi keuangan. Decentralized finance atau keuangan yang terdesentralisasi menjadi kunci masa depan cryptocurrency. 

Sistem ini sangat memungkinkan membuat efisien segala bentuk transaksi keuangan. Selain efisien, sistem ini menawarkan transparansi dan demokratisasi keuangan. 

Baca Juga: Cryptocurrency Adalah Statement Paling Kritis Terhadap Sistem Keuangan Global

Pendiri dan CEO platform blockchain yang berfokus pada interoperabilitas, Wanchain, Jack Lu, mengatakan pasar keuangan yang terdesentralisasi telah memperoleh daya tarik yang cukup besar baru-baru ini. Sampai saat ini nilai total segmen ini terkunci dan jumlah aplikasi tumbuh secara eksponensial, dikutip dari Cointelegraph.

Selain itu, ia juga menyoroti bahwa dengan semakin banyaknya solusi interoperabilitas blockchain yang sekarang masuk ke ruang ini, tampaknya pasar keuangan terdesentralisasi akan terus tumbuh dan menarik minat banyak investor baru di seluruh dunia.

Non Fungible Token (NFT)

Pasar crypto telah melahirkan non fungible token atau NFT, yang menurut banyak ahli merupakan ruang yang akan terus berkembang di masa depan. Terutama dengan semakin banyaknya artis, musisi, dan pembuat konten yang mengadopsi sistem ini. Hingga saat ini para kreator terus mengadopsi penawaran digital baru tersebut.

Blockchain

Tidak akan ada cryptocurrency apabila tidak ada jaringan blockchain. Blockchain adalah penyangga utama industri ini. Dan teknologi ternyata tidak hanya berguna bagi cryptocurrency, namun sejumlah aspek sangat bisa didukung oleh jaringan tersebut.

Dikutip dari Cointelegraph, dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah negara termasuk Bahama, Kamboja, dan China semuanya telah menguji atau meluncurkan digital currency yang didukung bank sentral mereka sendiri.

Oleh karena itu, kedepannya industri cryptocurrency tidak hanya sebatas sebagai alat untuk investasi spekulatif. Karena sebagian besar token yang beredar saat ini tidak selalu dikategorikan sebagai mata uang atau alat investasi. Lebih dari itu, mereka dapat menjadi token utilitas dari berbagai fungsi atau barang koleksi.

Baca Juga: Tidur Panjang tapi Rejeki tidak Dipatok Ayam? Ini caranya!

Disclaimer:

Perdagangan atau investasi digital asset atau mata uang kripto (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi ketahui dulu resikonya. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

Kami tidak memaksa Anda untuk membeli atau menjual aset digital ini, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Pahami dulu lebih dalam sebelum memutuskan berinvestasi mata uang kripto.

Semua informasi di Portalkripto bukan bersifat financial advisor. Kami hanya mengiformasikan keadaan pasar atau keadaan ekonomi dan situasi global yang berkaitan dengan mata uang kripto beserta ekosistemnya.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

K-pop Membantah Tuduhan Laporan Penipuan Crypto

Jelajahcoin.com – Seorang impresario K-pop yang juga mengepalai badan amal yang berafiliasi dengan PBB membantah tuduhan yang mengaitkannya dengan kampanye penipuan crypto. Yang diduga membuatnya menargetkan beberapa bintang terbesar dalam hiburan Korea Selatan.

Lee Wook adalah kepala W Foundation, sebuah badan amal yang selaras dengan badan perubahan iklim PBB. Yayasan ini sebelumnya meminta bantuan sejumlah musisi K-pop dalam kegiatan penggalangan dana. Lee juga mengepalai Hooxi Creative, agensi bakat dengan sejumlah aktor dan bintang musik terkenal di buku-bukunya. Dan terkenal mengencani penyanyi solo wanita K-pop Ben.

Namun, laporan media baru-baru ini di Korea Selatan mengaitkannya dengan penipuan penipuan crypto. Di mana ia diduga meyakinkan anggota agensinya sendiri dan bintang K-pop top-chart lainnya untuk melakukan investasi dalam pakaian crypto palsu atau merugi.

Baca Juga: Korea Selatan: Industri Blockchain Sebagai Peluang Emas

Laporan media menyatakan Lee telah menipu anggota boy band Super Junior karena kekurangan dana. Serta penyanyi dan kepribadian TV Kangnam, menurut SBS eFun. YouTuber terkemuka dengan lebih dari satu juta pelanggan juga disebut sebagai korban.

Namun, Lee membantah laporan itu, dengan tim hukum perusahaannya mengatakan kepada outlet media YTN Star bahwa tuduhan itu “tidak berdasar”. Tim hukum Hooxi Creative menyatakan bahwa outlet media yang tidak disebutkan namanya telah dilaporkan kepada pengawas media Korea Selatan. Dan polisi belum mengeluarkan pernyataan.

Lee dianggap memiliki minat terkait blockchain. Dia diduga memelopori inisiatif W Green Pay (WGP) – platform pembayaran bertenaga blockchain yang bertujuan memerangi emisi gas rumah kaca, pada tahun 2018. Pada tanggal 20 April, Market News menerbitkan laporan “eksklusif” yang mengklaim memiliki bukti bahwa Lee telah menggunakan pengaruhnya di dunia hiburan untuk menjual token kepada selebriti.

Laporan tersebut menambahkan bahwa Lee telah menjual sahamnya dalam inisiatif WGP. Dan investor tidak mungkin untuk memulihkan dana mereka, dengan kemungkinan bahwa “korban lebih lanjut” akan menjadi target di masa depan.





Sumber : news.tokocrypto.com

4 Alasan Bitcoin Mulai Pulih, Pertanda Baik untuk Pasar Crypto

Sentimen negatif di sekitar pasar crypto nampaknya masih terus berlanjut, terutama dengan Cina yang masih menebarkan FUD di sekitar pasar.

Namun, nampaknya saat ini terdapat beberapa pertanda yang dapat menjadi alasan bahwa potensi pemulihan dapat terjadi dalam waktu dekat.

4 Alasan Bitcoin Mulai Pulih

Walau saat ini mayoritas investor masih memiliki persepsi negatif, terdapat beberapa data yang dapat membuktikan bahwa Bitcoin dapat mulai pulih.

Perlu diingat bahwa tidak ada yang mengetahui akhir koreksi ini, namun beberapa data ini dapat menjadi pertanda dan bantuan analisis untuk melihat akhir koreksi.

1. Indeks Fear & Greed

Data Indeks Fear & Greed menunjukkan data yang belum pernah terlihat lagi sejak April 2020, dimana saat itu pasar crypto mengalami koreksi dalam.

Pada saat itu Bitcoin sendiri mengalami koreksi yang cukup dalam yaitu lebih 50% akibat adanya pengumuman pandemi Covid-19.

Saat itu, mayoritas pelaku pasar menyebut koreksi oleh Bitcoin dan pasar crypto sebagai “Black Thursday” atau “Kamis Kelam”.

Namun, di sisi positifnya, saat itu adalah saat yang sangat baik untuk melakukan pembelian, walau tidak terlihat jelas pada saat peluang itu terjadi.

Saat ini, hal yang sama terjadi, dimana koreksi terjadi lebih dari 50%, yang dapat menjadi pertanda pemulihan yang tinggi jika hal yang sama terjadi.

Baca Juga: 6 Alasan Kenapa Kamu Harus Investasi Bitcoin di 2021

Mayoritas investor menganggap hal ini menjadi pertanda untuk melakukan pembelian kembali, walau masih terdapat beberapa yang negatif.

Tapi hal ini dapat dijadikan pertanda yang cukup baik akibat dalam pasar keuangan, searah cenderung berulang kembali.

2. Model Stock to Flow

Selain data Indeks Fear & Greed, Model Stock to Flow (S2F) yang umumnya memprediksi pergerakan Bitcoin, juga memperlihatkan hal yang sama.

Saat ini model tersebut memprediksi bahwa batas bawah koreksi adalah pada $30.000 atau Rp429,9 Juta.

Melihat adanya pemulihan dari batas tersebut, Model S2F memprediksi bahwa akan terjadi pemulihan, jika melihat pada pergerakan sejarah prediksi S2F sebelumnya.

Dalam sejarah Bitcoin, Model S2F dan siklus halving 4 Tahun telah memprediksi pergerakan Bitcoin secara akurat.

Pernyataan dari PlanB, pencipta model ini, memiliki kesimpulan bahwa kondisi saat ini hanya sebuah koreksi dan pasar apresiasi atau bull market masih akan terus berlanjut.

Oleh karena itu, jika mengacu pada model ini, saat ini batas bawah pergerakan regresi model masih berada pada Rp429,9 Juta.

Sebelumnya saat berada pada batas bawah regresi model, Bitcoin mengalami apresiasi yang cukup signifikan, seperti di 2019 dan 2020.

3. Jumlah Stablecoin di Bursa Meningkat

Jumlah Stablecoin yang berada di mayoritas bursa dunia saat ini berada pada angka tertingginya yang membuat pertanda adanya pihak besar yang menunggu untuk membeli.

Namun terdapat kemungkinan lain bahwa angka ini merupakan aliran dana dari investor baru yang baru saja masuk ke dalam ekosistem crypto.

Tapi melihat data yang beredar saat ini, kemungkinan besar dorongan beli tersebut adalah sebab dari investor besar yang bersiap membeli dalam jumlah besar.

Sebagai tambahan, John Bollinger, pencipta indikator Bollinger Bands, percaya Bitcoin berada pada batas bawahnya, yang menandakan potensi pemulihan akibat kejenuhan koreksi.

Semua pertanda ini bergerak menjadi satu untuk membuktikan bahwa terdapat potensi pemulihan oleh Bitcoin dalam jangka pendek.

Setelah mengalami koreksi yang cukup signifikan, nampaknya saat ini merupakan saat yang tepat untuk Bitcoin mulai pulih kembali.

Baca Juga: Volatilitas Tinggi Aset Kripto adalah Wajar

4. Dominasi Bitcoin Mulai Pulih

Pertanda terakhir adalah dominasi Bitcoin yang angkanya telah mulai mengalami pemulihan kembali ke 47% setelah menyentuh 40%, nilai terendahnya sejak koreksi terjadi.

Kemungkinan besar pemulihan ini akan terus terjadi terutama dengan semakin turunnya kondisi spekulasi terhadap beberapa Altcoins yang memiliki fundamental buruk.

Menurut beberapa ahli pasar crypto kondisi spekulasi ini adalah penyabab kondisi crypto semakin buruk dalam koreksi.

Sehingga dengan mulai meredanya kondisi spekulasi, pemulihan dapat segera terjadi akibat volatilitas dan leverage berlebihan yang mulai menurun.

Sulit dipahami bahwa crypto-crypto berfundamental kurang baik dan baru tersebut akan bertahan lama melihat spekulasi yang sangat besar di dalamnya.

Jadi, saat ini asumsi yang beredar di pasar adalah uang telah berpindah dari crypto yang memiliki fundamental buruk ke yang memiliki fundamental baik.

Aliran dana tersebut membuat potensi dorongan beli kembali kepada Bitcoin dan Altcoins baik lainnya.

Sehingga aliran dana tersebut dapat membuat pemulihan dan stabilitas kembali di pasar crypto.

Hal tersebut membuktikan pentingnya melakukan investasi kepada crypto yang memiliki fundamental baik.

Jadi saat kondisi seperti ini terjadi, investasi masih relatif aman secara jangka panjang.

Disclaimer

Perdagangan Digital Asset (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi, ketahui dan kelola risiko Anda dalam melakukan perdagangan Digital Asset. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

Kami tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Digital Asset, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Digital Asset merupakan keputusan independen oleh pengguna.

sumber.





Sumber : news.tokocrypto.com

Jika Sejarah Berulang, Bitcoin Akan Rally Besar-Besaran

Bitcoin (BTC) berkinerja sangat bagus untuk beberapa hari terakhir. Setelah naik Rp 8 juta pada pekan kemaren, harga BTC masih naik Rp 2 juta dalam 24 jam, menjadi Rp 120 juta-an, di CoinGecko.

Menurut seorang pedagang crypto yang populer, rally tersebut yang sedang berlangsung mengingatkan kita pada aksi harga yang terlihat pada bulan Februari 2019, yang menandai kenaikan dari Rp 45 juta-an menjadi Rp 199 juta dalam 5 bulan.

Meskipun konsolidasi Bitcoin selama tiga hari terakhir telah meyakinkan para analis bahwa cryptocurrency sedang membangun momentum, pedagang crypto “Kaleo” yakin bahwa itu sebenarnya adalah tanda kekuatan.

Kaleo, analis dan juga pedagang di Twitter, mengatakan bahwa ada kesamaan yang menakutkan antara breakout Februari dari level $ 3.300 menjadi $ 4.000 dan pergerakan yang sedang berlangsung:

“Februari 2019 menandai pembalikan Bulls Flag dari pasar Bearish 14-bulan. April 2020 sepertinya bisa menyiapkan breakout serupa. Ini peringatanmu. Beli Bitcoin.”

Aksi harga ini sangat penting karena ketika ia menulis, breakout di bulan Februari 2019 mengakhiri trend bearish di tahun 2018.

Jika sejarah terjadi, harga Bitcoin akan naik 5-10% dalam beberapa hari kedepan, sebelum rally besar-besaran. Ini bertepatan dengan momen halving yang akan terjadi pada bulan Mei 2020.

Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin (BTC) Pada Tahun 2020 Oleh Pakar Crypto

Apakah 100% Akan Naik?

Skenario ini sangat ideal. NAMUN, hal ini bisa gagal karena ada pandemic dan krisis ekonomi diseluruh dunia, terutama di China dan Amerika. Kedua negara ini bisa menggerakan harga Bitcoin.

NebraskanGooner, analis lainnya di Twitter, mengatakan hal sebaliknya. Harga BTC hanya akan rally jika bisa bertahan di $7.637, jika tidak harga akan turun ke $7.300-$7.400.

Pada saat pers, harga di Binance melebih harga tersebut, yakni $7.740.

Jika tidak ada pandemic, harga BTC kemungkinan besar akan naik. Namun, di saat seperti ini, harga BTC mungkin akan rally besar setelah Halving dan diikuti oleh perubahan trend.





Sumber : news.tokocrypto.com