Tag Archives: altcoin

NEAR Turun ke $1,03, Nansen Rilis Fitur Pelacakan Wallet dan Token

Platform analitik on-chain Nansen resmi menghadirkan dukungan untuk NEAR Protocol, membuka akses penuh terhadap data wallet dan token di jaringan tersebut. Integrasi ini memungkinkan pengguna memantau aktivitas on-chain NEAR dengan visibilitas yang lebih mendalam melalui berbagai fitur unggulan Nansen.

Dengan kehadiran analitik NEAR di Nansen, pengguna kini dapat mengakses data lintas token dan dompet secara lebih terstruktur. Nansen menyebut pembaruan ini menghadirkan lebih banyak sinyal dan mengurangi noise, membantu investor maupun analis memahami pergerakan dana di jaringan NEAR secara lebih akurat.

Fitur Utama NEAR

Beberapa fitur utama yang kini tersedia untuk NEAR meliputi Nansen Profiler, Token God Mode, Wallet Profiler for Tokens, Profiler + Token God Mode API, serta Nansen Agent.

Melalui fitur Nansen Profiler, pengguna dapat memeriksa dompet tertentu untuk melihat saldo wallet, daftar counterparty, hingga riwayat transaksi. Fitur ini dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang pergerakan dana suatu alamat di jaringan.

Sementara itu, Token God Mode memungkinkan pelacakan pemegang token, arus masuk dan keluar (inflows dan outflows), serta distribusi suplai secara real-time. Pengguna dapat memantau pola akumulasi dan distribusi tanpa perlu melakukan analisis manual yang kompleks.

Fitur Wallet Profiler for Tokens juga memungkinkan pengguna memilih kombinasi wallet dan token tertentu untuk melihat aktivitas detail seperti pembelian dan penjualan, rata-rata harga beli/jual, serta profit dan loss (PnL) baik yang sudah terealisasi maupun belum.

Baca juga: Token Modular Mulai Naik! NEAR 2.34 Dolar & TIA 0.75 Dolar Jadi Sorotan

Analisis Harga NEAR

Pergerakan harga Near Protocol (NEAR/USDT) pada Selasa, 17 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Near Protocol (NEAR/USDT) pada Selasa, 17 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Integrasi ini hadir di tengah kondisi pasar NEAR yang masih berfluktuasi. Token NEAR diperdagangkan di kisaran $1,03 dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,34 miliar dan volume perdagangan harian lebih dari $126 juta. Dalam 30 hari terakhir, harga NEAR tercatat mengalami tekanan, meski dalam sepekan terakhir menunjukkan pemulihan terbatas.

Dengan dukungan analitik dari Nansen, ekosistem NEAR kini mendapatkan alat tambahan untuk meningkatkan transparansi dan pemantauan aktivitas on-chain, yang dinilai dapat membantu pelaku pasar dalam mengambil keputusan berbasis data.

Menurut Tim Research Tokocrypto, visibilitas on-chain adalah kunci adopsi institusional. Masuknya NEAR ke radar Nansen mengurangi hambatan informasi bagi investor besar, berpotensi meningkatkan likuiditas dan kepercayaan terhadap fundamental jaringan.

Baca juga: Linea: Kuda Hitam Layer-2 Ethereum Siap Geser Arbitrum dan zkSync!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

ASTER di $0,70, Aster Umumkan 0% Maker Fee untuk Semua Market

Aster mengumumkan kebijakan baru dengan memangkas biaya maker menjadi 0% di seluruh market yang tersedia di platformnya. Kebijakan ini akan berlaku mulai 2 Februari pukul 12.00 UTC dan diterapkan tanpa persyaratan volume transaksi.

Langkah tersebut berarti pengguna yang menyediakan likuiditas di pasar Aster tidak lagi dikenakan biaya transaksi. Aster menyatakan bahwa kebijakan ini berlaku untuk semua market, sehingga setiap trader yang menempatkan order maker bisa bertransaksi tanpa membayar biaya tambahan.

0% Maker Fee Berlaku Tanpa Syarat Volume

Dalam pengumumannya, Aster menegaskan bahwa kebijakan 0% maker fee tidak memerlukan syarat tertentu, termasuk batas minimal volume perdagangan. Dengan skema ini, pengguna ritel maupun institusi dapat menikmati keuntungan yang sama selama mereka berperan sebagai penyedia likuiditas.

Aster menekankan bahwa setiap pihak yang menambah kedalaman pasar atau memasang order di order book tidak perlu membayar biaya, karena seluruh biaya maker telah dihapus sepenuhnya.

Dorong Likuiditas dan Persaingan Bursa Kripto

Kebijakan penghapusan maker fee dinilai dapat meningkatkan aktivitas perdagangan serta mendorong pertumbuhan likuiditas di platform. Dengan biaya maker nol, spread harga berpotensi menjadi lebih rapat, sementara order book bisa menjadi lebih dalam karena semakin banyak pengguna terdorong untuk memasang order.

Langkah ini juga mencerminkan strategi kompetitif di tengah persaingan bursa kripto global yang semakin ketat, di mana penurunan biaya menjadi salah satu cara utama untuk menarik pengguna dan meningkatkan volume transaksi.

Harga ASTER Bergerak di Kisaran $0,70

Pergerakan harga Aster (ASTER/USDT) pada Rabu, 18 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Aster (ASTER/USDT) pada Rabu, 18 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Di sisi pasar, token Aster (ASTER) tercatat diperdagangkan di sekitar $0,705 dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,75 miliar. Volume perdagangan 24 jam berada di kisaran $103,81 juta.

Meski mengalami penurunan sekitar 2,8% dalam 24 jam terakhir, ASTER masih mencatat kenaikan sekitar 7,3% dalam sepekan terakhir.

Menurut Tim Research Tokocrypto, langkah ‘Zero-Fee’ ini adalah strategi agresif untuk menyedot likuiditas dan market maker dari kompetitor.

“Bagi token ASTER, ini bisa menjadi katalis bullish jangka pendek karena peningkatan volume platform, namun perlu dipantau dampaknya terhadap revenue jangka panjang,” jelasnya.

Baca juga: Aster vs Hyperliquid: Perbandingan Platform Perpetual DEX


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Naik ke $0,176, Upgrade Jaringan dan Ultah Mainnet

Harga Pi Network (PI) menguat 0,853% dalam 24 jam terakhir ke level $0,176, menurut laporan Coinmarketcap pada Selasa (17/2).

Kondisi ini menunjukkan performa yang lebih baik dibanding pergerakan Bitcoin (BTC) yang cenderung stagnan.

Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya antisipasi investor terhadap sejumlah agenda penting jaringan, termasuk pembaruan ekosistem dan peringatan satu tahun peluncuran Open Mainnet pada 20 Februari 2026.

Meski kenaikannya terlihat moderat, pergerakan ini dinilai signifikan karena terjadi dalam kondisi pasar kripto yang relatif datar.

Lalu, apa saja faktor yang mendorong kenaikan harga PI dan bagaimana prospek jangka pendeknya?

Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok 11% ke $0,170 Usai Reli 35%, Awal Koreksi?

Antisipasi Upgrade Jaringan dan Momentum Anniversary

Salah satu pendorong utama penguatan harga PI adalah ekspektasi terhadap pembaruan jaringan yang akan datang.

Komunitas menyoroti transisi versi jaringan dari Stellar network version 19 ke 22, yang diklaim bertujuan meningkatkan desentralisasi dan skalabilitas.

Selain itu, tanggal 20 Februari 2026 menandai satu tahun sejak peluncuran Open Mainnet Pi Network.

Momentum simbolis seperti ini sering kali menjadi katalis sentimen positif, terutama bagi komunitas yang memiliki basis pengguna besar dan loyal.

Dalam dunia kripto, milestone seperti anniversary mainnet kerap memicu lonjakan aktivitas perdagangan jangka pendek. Investor spekulatif biasanya masuk lebih awal untuk mengantisipasi potensi pengumuman atau update tambahan dari tim pengembang.

Namun demikian, penting dicatat bahwa reli berbasis sentimen acara sering kali bersifat temporer jika tidak diikuti perkembangan fundamental yang nyata.

Konfirmasi Breakout Secara Teknikal

Dari sisi teknikal, PI dilaporkan berhasil menembus garis tren menurun (descending trendline) yang membatasi pergerakan harga sejak akhir November 2025.

Breakout ini dinilai sebagai sinyal perubahan momentum dari bearish menjadi bullish dalam jangka pendek.

Indikator teknikal seperti MACD juga menunjukkan sinyal positif, mengindikasikan bahwa tekanan beli mulai menguat.

Level $0,17 kini menjadi support penting yang harus dipertahankan untuk menjaga struktur bullish tetap valid.

Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut dengan volume perdagangan yang solid, idealnya di atas $40 juta per hari, maka peluang penguatan menuju resistance berikutnya di sekitar $0,20 terbuka lebar.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan $0,17 dapat membatalkan skenario bullish jangka pendek dan mendorong harga kembali ke area $0,15.

Prospek Jangka Pendek: Menuju $0,20?

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 17 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 17 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Dalam waktu dekat, fokus pasar akan tertuju pada perayaan anniversary mainnet pada 20 Februari.

Jika sentimen komunitas tetap positif dan tidak ada tekanan jual besar, harga PI berpotensi menguji kembali area psikologis $0,20.

Level $0,20 sendiri menjadi resistance penting karena sebelumnya menjadi titik tertinggi lokal sebelum terjadi koreksi.

Penembusan level ini dapat membuka ruang kenaikan lebih lanjut dan memperkuat narasi pemulihan harga.

Namun, trader juga perlu waspada terhadap potensi aksi ambil untung (profit-taking) setelah acara anniversary berlangsung.

Dalam banyak kasus, fenomena “buy the rumor, sell the news” sering terjadi ketika ekspektasi tinggi tidak diikuti kejutan positif yang signifikan.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Walaupun prospek jangka pendek terlihat konstruktif, namun sebenarnya terdapat beberapa risiko tetap membayangi para investor.

Dimulai dengan sentimen pasar kripto global yang belum sepenuhnya pulih, ketergantungan pada katalis berbasis acara, hingga potensi volatilitas tinggi menjelang dan sesudah tanggal 20 Februari.

Tanpa dukungan perkembangan fundamental yang kuat pasca-upgrade, reli bisa kehilangan tenaga dalam waktu singkat.

Baca Juga: Harga Pi Network Melejit 27%, Tembus $0,195! Picu Euforia Baru?

Kenaikan harga Pi Network ke $0,176 mencerminkan kombinasi antara antisipasi upgrade jaringan, momentum peringatan satu tahun Open Mainnet, dan konfirmasi breakout teknikal.

Struktur harga saat ini cenderung bullish selama level $0,17 mampu dipertahankan.

Target jangka pendek berada di area $0,20, dengan catatan volume dan sentimen komunitas tetap mendukung.

Namun, investor tetap perlu mengantisipasi potensi koreksi apabila euforia anniversary mereda.

Dengan volatilitas yang masih tinggi, strategi manajemen risiko menjadi kunci dalam menghadapi pergerakan harga PI menjelang momentum penting ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Saat Pasar Crypto Tak Menentu, Cash is King Jadi Jawaban: Apa Maksudnya?

Insight Tim Research Tokocrypto menyoroti bahwa di tengah pasar kripto yang penuh ketidakpastian, prinsip “cash is king” menjadi salah satu prinsip utama. Namun, apa sebenarnya makna istilah tersebut dalam konteks pasar kripto saat ini?

Apa Maksud dari “Cash is King”?

“Cash is king” merupakan ungkapan yang sudah lama populer di dunia keuangan. Secara sederhana, frasa ini berarti bahwa uang tunai atau aset yang likuid sejenis seperti stablecoin adalah aset layak untuk dipegang ketika kondisi pasar sedang tidak menentu.

Menurut Investopedia, istilah “cash is king” merujuk pada pandangan bahwa memegang kas lebih unggul dibandingkan aset lain yang kurang likuid. Artinya, memiliki uang tunai atau setara kas dianggap memberikan fleksibilitas dan keamanan lebih dibandingkan mengikat dana pada investasi jangka panjang atau aset berisiko tinggi. 

Investor yang menerapkan strategi ini lebih memilih menyimpan dana dalam bentuk cash ketika harga atau pergerakan aset dianggap tidak sedang berpihak pada investor, agar bisa memanfaatkannya saat pergerakan masuk ke level yang ideal.

Dalam konteks kripto, memegang aset seperti stablecoin atau uang tunai dianggap sebagai kunci, karena likuiditas menjadi sangat berharga dan memungkinkan investor membeli dengan mudah.

Uang tunai memberikan dua keunggulan utama:

  1. Perlindungan nilai saat harga aset turun tajam.
  2. Fleksibilitas untuk masuk ke pasar saat muncul peluang dengan valuasi lebih menarik.

Jadi singkatnya, cash is king berarti memprioritaskan posisi kas seperti uang tunai atau stablecoin dibandingkan terlalu banyak terpapar pada aset berisiko saat pasar tidak pasti.

Mengapa “Cash is King” Relevan di Pasar Saat Ini?

Di kondisi pasar kripto yang tidak menentu seperti sekarang, banyak investor mengalami tekanan psikologis akibat volatilitas harga. Memegang cash memberikan fleksibilitas, dimana dana siap digunakan kapan saja tanpa sewaktu ingin menambah aset.

Insight Tim Research Tokocrypto menyebutkan bahwa, mengingat psikologi pasar sedang hancur lebur di level Extreme Fear, prioritas utama adalah pertahanan modal… karena di kondisi seperti ini cash is king dan keamanan dana adalah segalanya.

Prinsip ini menjadi salah satu jawaban rasional ketika kombinasi tekanan penjualan dari miner dan long-term holders meningkat, serta sentimen makroekonomi yang bearish mendominasi pasar. Dengan likuiditas yang dikelola secara defensif, uang tunai dapat membantu investor menjaga kestabilan emosi dan modal hingga kondisi pasar membaik.

Namun kamu tertarik membeli di level harga sekarang, pendekatan seperti Dollar Cost Averaging (DCA) atau mencicil dengan pembelian secara berkala mulai dari Rp20.000 di aplikasi Tokocrypto, akan lebih relevan dibandingkan masuk sekaligus. Karena strategi ini dapat membantu memperkecil risiko volatilitas dan menghindari keputusan emosional saat pasar masih mencari titik keseimbangan.

Lebih lengkap mengenai insight terbaru tentang analisa pasar dan bagaimana kamu harus menyikapinya, bisa kamu baca di: Riset Terbaru Pasar Kripto — Tokocrypto

Mulai perjalanan kriptomu dengan pastikan membeli token kripto terdaftar di resmi di Indonesia melalui exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto.

Dapatkan potongan 20% biaya trading dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

LayerZero Dilirik Tether! USDT0 Disebut Sudah Pindah US$70 Miliar

Tether Investments, unit investasi dari penerbit stablecoin terbesar USDT, mengumumkan telah melakukan investasi strategis ke LayerZero Labs, pengembang protokol interoperabilitas LayerZero. Langkah ini menegaskan fokus Tether pada teknologi lintas blockchain, termasuk pengembangan versi token yang dapat bergerak antarjaringan tanpa terjebak pada satu ekosistem.

Dalam rilis perusahaan, Tether menyebut investasi tersebut berkaitan erat dengan teknologi yang menjadi fondasi USDt0, versi blockchain-agnostic dari USDT. Tether mengklaim USDt0 telah memindahkan lebih dari US$70 miliar antar blockchain dalam waktu kurang dari satu tahun. Infrastruktur LayerZero dirancang untuk memungkinkan aset kripto berpindah di berbagai blockchain tanpa menciptakan fragmentasi likuiditas, sehingga dana tidak terisolasi di satu jaringan tertentu.

Fokus Tether

Baca Juga: LayerZero (ZRO) Melejit 31%, Sinyal Bullish Mulai Terbentuk

Dilaporkan Yahoo Finance, Tether juga menyoroti bahwa arsitektur ini membuka ruang untuk use case yang lebih eksperimental, termasuk “agentic finance”, yaitu skenario ketika agen AI dapat mengelola wallet sendiri dan mengirim pembayaran secara otomatis. Menurut Tether, kemampuan lintas-chain menjadi salah satu prasyarat agar sistem pembayaran dan aplikasi keuangan berbasis stablecoin dapat berjalan lebih fleksibel di banyak jaringan.

Investasi ini datang tidak lama setelah USDt0 dideploy oleh Everdawn Labs dan dibangun menggunakan standar Omnichain Fungible Token (OFT) milik LayerZero. Selain USDt0, proyek tokenized gold milik Tether, XAUt0, juga disebut sebagai uji penerapan nyata atas kerangka interoperabilitas LayerZero. Tether dan LayerZero tidak mengungkapkan nilai investasi tersebut, dan Tether dilaporkan tidak memberikan komentar tambahan saat diminta.

Perluas Portofolio Investasi

Dalam beberapa waktu terakhir, Tether diketahui memperluas portofolio investasinya dari dana yang berasal dari aktivitas bisnis stablecoin. Investasi tersebut mencakup kepemilikan mayoritas di perusahaan agribisnis Amerika Latin Adecoagro, investasi pada aplikasi kesehatan berfokus privasi, hingga kepemilikan saham di platform video Rumble. Tether juga memperkuat eksposur emas, termasuk membeli saham senilai US$150 juta di Gold.com untuk memperluas distribusi tokenized gold.

Pasca kabar investasi ini, token ZRO sempat naik hingga sekitar 10% sebelum berbalik arah. Dalam 24 jam terakhir, ZRO tercatat melemah sekitar 3%, mencerminkan volatilitas yang tetap tinggi di pasar aset kripto meski ada sentimen positif dari berita kemitraan dan investasi institusional.

Menurut Tim Research Tokocrypto, investasi ini mengarah ke distribusi USDT yang makin “native” lintas jaringan dan berpotensi menurunkan friksi perpindahan likuiditas antar-chain.

“Namun, ekspansi cross-chain juga memperbesar permukaan risiko teknis (messaging/oracle/bridge security), jadi kualitas implementasi dan audit jadi kunci,” jelasnya.

Baca Juga: Jelajahi Interoperabilitas Blockchain: Memahami LayerZero (ZRO)


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Cardano Anjlok ke US$0,25, Siap Tembus US$0,22?

Harga Cardano (ADA) kembali tertekan dan diperdagangkan di kisaran US$0,2559, turun lebih dari 2% dalam 24 jam terakhir setelah menembus area support US$0,26. Pergerakan ini membawa ADA ke level terendah sejak akhir 2024, dengan tekanan jual masih mendominasi di berbagai timeframe.

Secara teknikal, ADA kini berada di bawah seluruh exponential moving average (EMA) utama. EMA 20 hari berada di US$0,2987, EMA 50 hari di US$0,3450, EMA 100 hari di US$0,4155, dan EMA 200 hari di US$0,5151. Keempat EMA tersebut tersusun menurun dan membentuk area resistensi berlapis, memperkuat struktur tren turun yang telah terbentuk sejak puncak Agustus lalu.

Analisis Teknikal Cardano

Di sisi derivatif, data Coinglass menunjukkan open interest (OI) justru naik tipis 0,27% menjadi US$410,27 juta. Kenaikan ini terjadi di tengah tekanan harga, mengindikasikan bahwa sebagian trader membangun kembali posisi pada level yang lebih rendah, alih-alih menutup eksposur sepenuhnya. Namun, volume perdagangan turun 14,62% menjadi US$715,53 juta, mencerminkan partisipasi pasar yang melemah.

Dilaporkan Coinedition, rasio long/short masih condong ke sisi long, masing-masing 2,11 di Binance dan 2,29 di OKX. Kondisi ini menunjukkan bahwa leverage masih relatif optimistis meskipun harga terus melemah, sehingga meningkatkan risiko likuidasi jika penurunan berlanjut.

Dari sisi pasar spot, arus keluar bersih sebesar US$1,56 juta tercatat pada 11 Februari. Meskipun tidak besar secara nominal, pola outflow yang konsisten selama beberapa pekan terakhir mengindikasikan pemegang aset lebih memilih mengurangi eksposur dibandingkan mengakumulasi di harga rendah.

Baca Juga: Harga Cardano Uji Level US$0,2775, Sinyal Awal Reli 360% ke US$1,35?

Grafik Harga ADA

Pada grafik harian, ADA telah menembus seluruh support penting dan kini menguji level psikologis US$0,25. Penutupan harian di bawah level tersebut berpotensi membuka jalan menuju zona permintaan berikutnya di US$0,22, yang merupakan area terendah Oktober 2024. Sementara itu, tren garis menurun sejak Agustus terus membatasi setiap upaya pemulihan.

Dalam timeframe intraday 30 menit, harga bergerak dalam pola descending channel dengan batas bawah di sekitar US$0,2555. Relative Strength Index (RSI) berada di 35, mendekati area jenuh jual namun belum menunjukkan sinyal pembalikan yang jelas. Indikator MACD masih berada di wilayah negatif, memperkuat momentum bearish jangka pendek.

Prospek pergerakan selanjutnya sangat bergantung pada kemampuan ADA mempertahankan support US$0,25. Skenario bullish memerlukan pantulan kuat dengan volume tinggi serta penutupan di atas EMA 20 hari pada US$0,2987 untuk mengindikasikan pelemahan tren turun. Sebaliknya, jika level US$0,25 gagal dipertahankan, risiko penurunan lebih lanjut ke kisaran US$0,22 hingga US$0,20 semakin terbuka, sekaligus mencetak level terendah baru dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kombinasi breakdown harga + outflows spot mengindikasikan tren masih rapuh. Namun open interest yang tidak runtuh (bahkan sedikit naik) bisa berarti pelaku pasar mulai membangun posisi di level rendah, potensi setup volatilitas lanjutan.

“Konfirmasi reversal biasanya butuh reclaim MA/EMA kunci dan berhentinya outflow spot secara konsisten,” ujarnya.

Baca Juga: Viral Rumor Cardano Shutdown, Tapi Laporan Resmi Justru Bikin Kaget!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Tumbang ke US$1,38, Tapi Kalahkan Bitcoin dan Ethereum?

Harga XRP kembali tertekan dan turun di bawah level US$1,50, memperpanjang fase koreksi sekaligus memicu sinyal teknikal yang terakhir muncul hampir dua tahun lalu. Penurunan ini mendorong XRP diperdagangkan di bawah realized price, metrik on-chain yang kerap digunakan untuk mengidentifikasi potensi titik dasar (bottom) pasar.

Saat ini XRP diperdagangkan di kisaran US$1,38, sedikit di atas level support US$1,37. Kondisi tersebut menempatkan harga spot di bawah realized price, yang mencerminkan rata-rata harga beli seluruh koin yang beredar. Secara historis, ketika harga berada di bawah realized price, pasar cenderung memasuki fase kerugian agregat dan berpotensi mendekati area bottom, meskipun proses pemulihannya tidak selalu terjadi secara instan.

Tekanan Jual Meningkat

Dilaporkan BeInCrypto, tekanan jual terlihat meningkat dalam beberapa hari terakhir. Data Santiment menunjukkan alamat yang memegang antara 10.000 hingga 100.000 XRP mengurangi kepemilikan mereka. Dompet besar dengan kepemilikan antara 100 juta hingga 1 miliar XRP juga melakukan aksi jual agresif. Secara total, sekitar 350 juta XRP dilepas dalam lima hari terakhir, dengan nilai lebih dari US$483 juta. Distribusi oleh whale ini menambah tekanan jangka pendek dan meningkatkan volatilitas harga.

Namun di tengah aksi jual tersebut, arus dana institusional menunjukkan tren berbeda. Data CoinShares mencatat XRP membukukan inflow sebesar US$63,1 juta dalam pekan yang berakhir 6 Februari. Secara year-to-date, total arus masuk ke produk investasi XRP mencapai US$109 juta, melampaui performa Bitcoin, Ethereum, dan Solana pada periode yang sama yang justru mencatat arus keluar bersih. Perbedaan ini mengindikasikan bahwa sebagian investor institusi masih melihat prospek utilitas XRP, terutama dalam use case pembayaran lintas batas.

Baca juga: XRP Jatuh ke $1,42, Tapi Whale Belum Menjual, Sinyal Apa?

Pola Historis XRP

Dari sisi historis, pola serupa pernah terjadi pada 2022. Setelah reli besar pada awal 2021, XRP mengalami penurunan bertahap dan sempat diperdagangkan di bawah realized price pada Mei 2022. Fase bottom kala itu berlangsung hingga Maret 2023 sebelum pemulihan yang lebih solid terjadi. Jika pola tersebut terulang, XRP berpotensi mengalami periode konsolidasi lebih panjang sebelum reli berkelanjutan terbentuk.

Dalam jangka pendek, level US$1,52 menjadi area penting untuk direbut kembali sebagai support. Jika berhasil, harga berpotensi bergerak menuju US$1,77 hingga menguji kembali level psikologis US$2,00. Sebaliknya, jika support US$1,37 ditembus secara meyakinkan, risiko penurunan ke US$1,26 bahkan US$1,12 semakin terbuka.

Dengan kombinasi tekanan jual dari whale dan dukungan arus dana institusional, pergerakan XRP saat ini mencerminkan fase transisi yang krusial. Apakah ini benar-benar awal pembalikan tren atau hanya konsolidasi sebelum penurunan lanjutan, akan sangat bergantung pada kekuatan permintaan dan sentimen pasar kripto secara keseluruhan.

Menurut Tim Research Tokocrypto, turun di bawah realized price sering berarti pasar masuk fase “loss-making” yang bisa menjadi zona akumulasi, tetapi pemulihan biasanya tidak instan dan berisiko konsolidasi panjang.

“Divergensi whale selling vs inflow institusional membuat struktur lebih “dua arah”: perlu bukti bahwa tekanan distribusi whale mereda dan demand spot mampu menyerap supply sebelum tren bullish valid,” ungkapnya.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Whales Borong 23 Triliun PEPE Saat Harga Turun, Sinyal Rebound?

Pepe (PEPE), salah satu meme coin berkapitalisasi besar di jaringan Ethereum, mencatat penurunan selama enam minggu berturut-turut. Meski tekanan harga masih berlanjut, data on-chain menunjukkan akumulasi besar-besaran oleh investor kelas kakap atau whale, memicu spekulasi potensi pembalikan tren dalam waktu dekat.

Berdasarkan data dari Santiment, 100 dompet terbesar PEPE telah mengakumulasi sekitar 23,02 triliun token dalam empat bulan terakhir, terutama setelah gelombang koreksi pasar yang dimulai pada Oktober. Akumulasi ini terjadi di tengah sentimen ritel yang cenderung bearish terhadap meme coin, menunjukkan perbedaan strategi antara investor besar dan pelaku pasar kecil.

Prediksi Kapitalisasi Pasar PEPE

Baca juga: PEPE Turun 31% Sebulan, Proyeksi Harga Naik ke US$0,000020

Sebelumnya, trader ternama James Wynn sempat memprediksi kapitalisasi pasar PEPE bisa mencapai US$69 miliar pada 2026, tepat sebelum reli tajam terjadi. Namun dua minggu setelah pernyataan tersebut, ia mengonfirmasi telah menutup seluruh posisi dan menjual kepemilikan PEPE miliknya. Meski demikian, arus akumulasi oleh whale lainnya tetap berlanjut.

Dilaporkan BeInCrypto, Santiment menilai dompet “smart money” kerap memainkan peran penting dalam membalikkan tren altcoin dan memicu reli besar. Menurut laporan tersebut, koin dengan akumulasi berat cenderung mengalami breakout ketika Bitcoin kembali menunjukkan momentum bullish yang berkelanjutan.

Di sisi lain, analis pasar Benjamin Cowen memperingatkan bahwa dalam kondisi likuiditas yang mengetat, meme coin berpotensi menjadi sektor yang paling terdampak. Beberapa bahkan berisiko menghilang jika tekanan pasar berlanjut.

Dominasi Meme Coin

Data CryptoQuant menunjukkan rasio dominasi meme coin terhadap total kapitalisasi altcoin masih berada di level rendah. Kenaikan berkelanjutan pada rasio ini dinilai dapat menjadi indikator awal pemulihan sektor meme coin secara lebih luas, termasuk PEPE.

Sejumlah analis memperkirakan PEPE memiliki peluang rebound dalam jangka pendek, namun tidak menutup kemungkinan terbentuknya titik terendah lokal baru sebelum reli yang lebih solid terjadi. Untuk saat ini, arah pergerakan harga masih sangat bergantung pada kondisi likuiditas pasar dan momentum Bitcoin secara keseluruhan.

Menurut Tim Research Tokocrypto, akumulasi whale dapat menjadi penopang pemulihan harga, tetapi memecoin tetap sangat sensitif terhadap kondisi likuiditas (risk appetite).

“Jika likuiditas global mengetat, memecoin biasanya jadi yang paling terpukul, sehingga sinyal akumulasi perlu dikonfirmasi oleh perbaikan momentum/volume dan stabilisasi struktur harga, bukan hanya perpindahan supply ke wallet besar,” analisanya.

Baca juga: Harga PEPE Hari Ini Naik 18%: Volume Tembus $1,6 Miliar


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Masuk Opportunity Zone, Sinyal Rebound?

Indikator on-chain terbaru menunjukkan Ethereum (ETH) telah memasuki apa yang dikenal sebagai Opportunity Zone, berdasarkan rasio MVRV (Market Value to Realized Value).

Secara historis, BeInCrypto mencatat bahwa zona ini (yang berada di kisaran -18% hingga -28%) sering menjadi area akumulasi kuat sebelum terjadi pembalikan harga (reversal).

Namun kali ini, meski sinyal teknikal on-chain terlihat menjanjikan, harga ETH masih kesulitan untuk pulih secara signifikan.

Tekanan jual dari pemegang jangka panjang (long-term holders) justru menjadi faktor penahan reli.

Baca Juga: Ethereum Dihantam Likuidasi Terbesar Sejak 2021! Apa Dampaknya?

Apa Itu Rasio MVRV dan Mengapa Penting?

MVRV adalah indikator on-chain yang membandingkan nilai pasar (market value) Ethereum dengan nilai realisasinya (realized value).

Ketika rasio MVRV berada di zona negatif yang dalam, artinya rata-rata investor sedang mengalami kerugian yang belum terealisasi (unrealized loss).

Secara historis, kondisi ini sering kali menjadi area jenuh jual (seller exhaustion), zona akumulasi investor strategis, atau titik awal potensi pembalikan tren.

Ketika MVRV berada di kisaran -18% hingga -28%, pasar biasanya mulai menunjukkan tanda-tanda pembentukan dasar (bottoming process).

Mengapa Harga ETH Masih Tertahan?

Meski indikator menunjukkan zona peluang, pergerakan harga ETH belum mencerminkan pemulihan yang solid. Salah satu faktor utama adalah distribusi oleh long-term holders (LTH).

Biasanya, LTH dikenal sebagai investor dengan keyakinan tinggi yang cenderung menahan aset dalam jangka panjang.

Namun data terbaru menunjukkan sebagian dari mereka mulai melakukan distribusi, yang menambah tekanan suplai di pasar.

Tim Research Tokocrypto menjelaskan bahwa situasi ini menciptakan dinamika yang berbeda dibanding siklus sebelumnya.

“Masuknya MVRV ke zona peluang biasanya mendahului pembalikan harga (reversal), namun kali ini pasar menghadapi risiko struktural karena dominasi trader jangka pendek yang reaktif. Keberhasilan pemulihan sangat bergantung pada kemampuan harga menahan support 1.811 dan kembalinya minat akumulasi dari whale atau investor strategis,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Dominasi Trader Jangka Pendek

Berbeda dengan fase akumulasi klasik yang didominasi investor jangka panjang, kondisi saat ini memperlihatkan dominasi trader jangka pendek (short-term traders).

Karakteristik pasar seperti ini biasanya ditandai oleh volatilitas tinggi, pergerakan harga cepat dan reaktif, serta minimnya komitmen jangka panjang.

Trader jangka pendek cenderung cepat mengambil keuntungan saat terjadi kenaikan kecil, sehingga menghambat terbentuknya tren naik yang berkelanjutan.

Level Kunci: Support dan Akumulasi Whale

Dalam jangka pendek, level support di sekitar 1.811 menjadi titik krusial yang harus dipertahankan oleh ETH.

Jika harga mampu bertahan di atas support tersebut, menunjukkan peningkatan volume beli, atau mendapatkan dukungan akumulasi dari whale, maka peluang pembalikan tren akan semakin besar.

Sebaliknya, jika support tersebut gagal dipertahankan, ETH berisiko melanjutkan tren turun dan menguji level yang lebih rendah.

Apakah Ini Sinyal Bottom?

Masuknya MVRV ke Opportunity Zone memang menjadi sinyal historis yang sering mendahului pemulihan harga. Namun, indikator on-chain tidak berdiri sendiri.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan para investor antara lain:

  1. Apakah distribusi LTH berhenti?
  2. Apakah terjadi peningkatan arus masuk modal institusional?
  3. Apakah volume perdagangan menunjukkan akumulasi nyata?

Tanpa konfirmasi dari faktor-faktor tersebut, potensi rebound bisa berubah menjadi dead cat bounce atau reli sementara.

Outlook Jangka Pendek Ethereum

Secara teknikal dan on-chain, ETH berada di persimpangan penting.

Struktur pasar saat ini mencerminkan kombinasi antara sinyal undervaluation dari MVRV, tekanan distribusi dari pemegang lama, dan dominasi spekulan jangka pendek.

Dengan kondisi tersebut, prospek jangka pendek Ethereum dapat dikategorikan sebagai cautiously neutral dengan bias bullish, tergantung pada respons pasar di area support kritis.

Baca Juga: Whale Borong $400 Juta Ethereum Saat Harga Koreksi! Sinyal Bullish?

Ethereum kini berada di zona historis yang sering menjadi titik balik pasar. Opportunity Zone berdasarkan rasio MVRV memberi harapan bagi investor jangka panjang yang mencari area akumulasi.

Namun, distribusi oleh long-term holders dan dominasi trader jangka pendek menciptakan dinamika berbeda dari siklus sebelumnya.

Pemulihan harga ETH sangat bergantung pada dua faktor utama: kemampuan mempertahankan level support kunci dan kembalinya akumulasi dari whale serta investor strategis.

Apakah ini awal dari fase bottoming yang solid, atau sekadar reli sementara di tengah tren turun? Jawabannya akan ditentukan dalam beberapa pekan ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Turun 2,3% ke $68.685, Ada Apa?

Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat berada di level $68.685,59 per koin, melemah sekitar 2,3% dalam 24 jam terakhir.

Koreksi ini terjadi setelah BTC sempat menyentuh level tertinggi harian di $70.939,29 sebelum akhirnya mengalami tekanan jual dan turun ke level terendah intraday di $68.052,55.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,37 triliun, Bitcoin masih mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia.

Namun, tekanan jangka pendek kembali memicu pertanyaan: apakah ini awal koreksi lanjutan atau hanya fase konsolidasi sehat sebelum pergerakan berikutnya?

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Rebound $70.300, Sinyal Pemulihan?

Tekanan Jangka Pendek Masih Terlihat

Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat bahwa BTC mencatatkan penurunan sekitar $1.557,75 atau -2,22%.

Meski demikian, dalam time frame satu jam terakhir harga justru naik tipis 0,59%, mengindikasikan adanya upaya rebound jangka sangat pendek.

Jika melihat performa mingguan, BTC masih terkoreksi sekitar -3,26% dalam tujuh hari terakhir.

Sementara dalam 30 hari terakhir, penurunan mencapai hampir -27,94%, menunjukkan tekanan koreksi menengah yang cukup signifikan.

Pergerakan ini mengindikasikan bahwa pasar masih berada dalam fase pemulihan pasca tekanan besar beberapa pekan terakhir.

Volume Perdagangan Tetap Solid

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 16 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 16 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Volume perdagangan 24 jam tercatat sebesar $38,19 miliar, angka yang menunjukkan aktivitas pasar tetap tinggi.

Likuiditas yang kuat ini mengindikasikan bahwa pergerakan harga tidak terjadi dalam kondisi pasar tipis (thin market), melainkan didorong oleh partisipasi aktif pelaku pasar.

Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini berada di kisaran $1,37 triliun, dengan suplai beredar mencapai 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,19% dari total suplai maksimum 21 juta koin.

Dengan semakin mendekatinya batas suplai maksimal, struktur fundamental Bitcoin secara jangka panjang tetap didukung oleh sifat kelangkaannya (scarcity).

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Dari sisi teknikal, beberapa level penting yang perlu dicermati antara lain:

  • Support terdekat: $68.000
  • Support kuat berikutnya: $65.000
  • Resistance psikologis: $70.000
  • Resistance lanjutan: $72.000

Kegagalan mempertahankan area $68.000 dapat membuka ruang koreksi lebih dalam menuju $65.000.

Sebaliknya, jika BTC mampu kembali menembus dan bertahan di atas $70.000, momentum bullish jangka pendek berpotensi kembali terbentuk.

Pergerakan intraday yang menunjukkan rebound tipis bisa menjadi indikasi adanya akumulasi di area bawah, namun konfirmasi lebih lanjut dibutuhkan melalui volume lanjutan dan struktur higher low.

Jarak dari Rekor Tertinggi Masih Lebar

Bitcoin saat ini masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07. Dengan harga sekarang di kisaran $68.000-an, BTC masih terkoreksi lebih dari 45% dari puncaknya.

Namun secara historis, Bitcoin dikenal memiliki volatilitas tinggi dengan siklus naik-turun yang tajam.

Koreksi dalam kisaran 20–30% dalam satu bulan bukan hal yang asing dalam dinamika pasar kripto yang fluktuatif.

Outlook Jangka Pendek

Secara keseluruhan, struktur harga saat ini menunjukkan fase konsolidasi dengan bias koreksi ringan.

Tidak ada lonjakan volume ekstrem yang mengindikasikan panic selling, namun juga belum terlihat katalis kuat yang mendorong reli lanjutan.

Faktor yang perlu dipantau ke depan meliputi:

  • Stabilitas di atas level $68.000
  • Breakout di atas $70.000
  • Pergerakan volume di atas rata-rata harian
  • Sentimen makro global dan arus dana institusional

Jika tekanan jual mereda dan BTC mampu mempertahankan area support kunci, peluang rebound menuju area $72.000 tetap terbuka.

Namun, jika support jebol, koreksi lanjutan ke area $65.000 menjadi skenario realistis.

Baca Juga: Thailand Resmi Legalkan Kripto! ETF Bitcoin Siap Meluncur

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi setelah tekanan signifikan dalam 30 hari terakhir.

Dengan harga di kisaran $68.685 dan kapitalisasi pasar $1,37 triliun, BTC tetap menjadi aset kripto dominan meski volatilitas jangka pendek masih tinggi.

Investor disarankan untuk memperhatikan level support-resistance utama dan menjaga manajemen risiko, mengingat pasar kripto tetap bergerak cepat dan sensitif terhadap sentimen global.

Apakah Bitcoin akan kembali ke atas $70.000 dalam waktu dekat? Jawabannya akan sangat ditentukan oleh kekuatan buyer mempertahankan area support saat ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com