Tag Archives: aset kripto

Harga Solana Turun ke $186: Koreksi Sehat atau Awal Tren Turun?

Solana (SOL), salah satu aset kripto paling populer di pasar saat ini, sedang mengalami fase koreksi meskipun masih mencatatkan kinerja impresif secara tahunan.

Saat artikel ini ditulis, harga Solana berada di level $186.05, menurun sekitar -3.36% dalam 24 jam terakhir. Namun secara keseluruhan, Solana masih tampil kuat dengan pertumbuhan +23.64% dalam 30 hari terakhir, dan bahkan +26.73% dalam 90 hari.

Dengan kapitalisasi pasar lebih dari $100 miliar dan volume perdagangan harian sebesar $6.65 miliar, Solana menempati peringkat #6 aset kripto paling bernilai secara global.

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi dengan SOL? Dan apakah penurunan saat ini adalah peluang beli?

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 29 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 29 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: 3 Meme Coin Berbasis Solana yang Perlu Dipantau Sebelum Agustus 2025

Koreksi Jangka Pendek, Fundamental Tetap Solid

Dalam 24 jam terakhir, SOL sempat menyentuh titik terendah di $181.10 dan tertinggi di $193.29, menandakan fluktuasi yang cukup tinggi.

Penurunan lebih dari 3% hari ini tampaknya dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) pasca lonjakan harga signifikan beberapa minggu terakhir.

Tekanan jual jangka pendek juga didorong oleh pelemahan pasar kripto secara menyeluruh akibat kekhawatiran makroekonomi global.

Meski demikian, performa mingguan SOL hanya turun -5.22%, masih dalam batas wajar koreksi sehat bagi investor jangka menengah.

Apalagi, dalam 60 hari terakhir SOL tetap mencatatkan kenaikan +14.21%, menunjukkan bahwa tren besar masih cenderung naik.

Tren 90 Hari: Momentum Bullish Belum Padam

Melihat pergerakan harga dalam rentang waktu lebih luas:

  • 30 hari: naik $35.55 atau +23.64%
  • 60 hari: naik $23.13 atau +14.21%
  • 90 hari: naik $39.22 atau +26.73%

Kenaikan ini menegaskan bahwa investor masih percaya pada kekuatan ekosistem Solana, yang dikenal karena kecepatan transaksi tinggi dan biaya gas yang sangat rendah.

Solana juga mendapat banyak dukungan dari pengembang DeFi, NFT, dan GameFi, menjadikannya salah satu jaringan blockchain paling aktif di dunia saat ini.

Faktor yang Mendorong Solana

Beberapa faktor yang terus mendukung kenaikan harga SOL antara lain:

  1. Pertumbuhan DApps (Aplikasi Terdesentralisasi): Solana berhasil menarik banyak proyek Web3 yang mencari performa jaringan cepat dan skalabel.
  2. Ekspansi di sektor NFT & gaming: Koleksi NFT populer seperti DeGods dan proyek GameFi terus mendorong traffic dan aktivitas on-chain di jaringan Solana.
  3. Dukungan ekosistem besar: Solana Foundation terus berkolaborasi dengan proyek besar dan startup Web3, menciptakan momentum adopsi.

Risiko Koreksi dan Resistensi Kuat

Meskipun trennya bullish, investor tetap harus berhati-hati karena Solana saat ini menghadapi resistensi kuat di kisaran $195–$200.

Level psikologis tersebut menjadi titik uji apakah SOL mampu menembus dan melanjutkan tren naik, atau justru tertahan dan memicu koreksi lebih dalam.

Jika tekanan jual terus berlanjut dan harga menembus di bawah $180, maka potensi retracement ke level $170–$165 cukup terbuka.

Sebaliknya, jika harga bertahan dan rebound dari kisaran sekarang, maka peluang menuju kembali ke $200–$220 masih terbuka lebar.

Potensi Menuju Rekor Tertinggi Baru?

Perlu diingat bahwa rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) Solana adalah $294.33, yang terjadi pada akhir tahun 2021.

Dengan harga saat ini di kisaran $186, SOL masih berada sekitar 37% di bawah ATH-nya. Ini bisa menjadi peluang besar bagi investor jangka panjang yang percaya pada potensi proyek Solana di masa depan.

Kapitalisasi pasar yang telah mencapai $100 miliar juga menandakan bahwa SOL bukan sekadar altcoin spekulatif, melainkan telah menjadi bagian utama dari ekosistem kripto global.

Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya (fully diluted) bahkan diperkirakan mencapai $112.72 miliar.

Baca Juga: Naik Tipis, Tren Positif Solana Terus Berlanjut

Solana saat ini tengah dalam fase koreksi sehat setelah mencetak kenaikan tajam dalam beberapa bulan terakhir.

Dengan fundamental yang kuat, adopsi yang terus meningkat, serta dukungan komunitas dan pengembang yang solid, SOL tetap menjadi salah satu aset kripto yang patut dipantau ketat.

Bagi investor jangka panjang, koreksi ini bisa menjadi momen akumulasi. Namun, penting untuk tetap memperhatikan level support teknikal dan perkembangan makroekonomi global yang bisa memengaruhi pasar secara luas.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

BTC vs ETH: Mana yang Lebih Baik untuk Investasi Kripto Pertama?

Pemula yang ingin melakukan investasi kripto untuk pertama kali sering diberikan dua opsi utama—Bitcoin dan Ethereum. Keduanya sama-sama populer, punya nilai tinggi, dan memiliki volatilitas yang lebih baik dibanding aset kripto selain stablecoin.

Bitcoin mewakilkan pilihan bagi pemula yang ingin menyimpan investasi dalam bentuk nilai lindung terhadap inflasi. Sedangkan Ethereum mewakili alternative coin yang memberikan eksposur dengan fitur smart contract dan ekosistem blockchain yang membuka akses ke berbagai sektor seperti DeFi, NFT, dan Web3.

Sebelum menetapkan pilihan untuk aset kripto pertama kamu, simak pembahasan mengenai perbedaan keduanya—mulai dari pengertian, performa historis, sampai dengan simulasi keuntungan sebagai bahan pertimbangan kamu!

Kenalan dengan Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH)

Apa Itu Bitcoin?

Bitcoin adalah kripto pertama di dunia dan sering dijuluki “emas digital”. Diciptakan oleh Satoshi Nakamoto pada 2009, BTC dirancang sebagai sistem pembayaran terdesentralisasi tanpa perantara. 

Hingga 2025, Bitcoin tetap menjadi pemimpin pasar kripto, dengan valuasi lebih dari US$1,7 triliun dan dominasi pasar di atas 60%. Fungsinya sebagai store of value menjadikannya aset lindung nilai yang banyak dipilih oleh investor pemula hingga institusional.

Baca juga: Apa Itu Bitcoin? Dan Bagaimana Cara Mendapatkannya?

Apa Itu Ethereum?

Ethereum diluncurkan pada 2015 oleh Vitalik Buterin dan timnya. Tidak seperti Bitcoin, Ethereum lebih dari sekadar mata uang digital. Ethereum adalah platform untuk smart contract yang menopang ekosistem DeFi (Decentralized Finance), NFT, stablecoin, dan tokenisasi aset. 

Setelah transisi ke mekanisme Proof-of-Stake melalui The Merge, Ethereum menjadi jauh lebih efisien dan scalable, menjadikannya pilihan menarik bagi investor yang ingin terlibat secara aktif dengan ekosistem web3—bukan hanya sekadar menyimpan aset.

Baca juga: Harga ETH Hari Ini Menurut Logarithmic Regression Bands: Apa Artinya?

Performa Historis Bitcoin (BTC) vs Ethereum (ETH)

Untuk memahami karakter BTC dan ETH, penting melihat performa dan volatilitas keduanya dalam beberapa tahun terakhir. Grafik dan data berikut menunjukkan bagaimana keduanya bergerak, tumbuh, dan menghadapi fluktuasi pasar sejak Agustus 2017 – Mei 2025.

Return Tahunan BTC vs ETH

Tahun Bitcoin Ethereum
2024 121% 46%
2023 156% 93%
2022 -64% -68%
2021 59% 395%
2020 304% 472%
2019 94% -2%
2018 -73% -82%
Perbandingan return tahunan Bitcoin vs Ethereum, data dihimpun dari Backtest by Curvo.

Dari data return tahunan antara tahun 2018 hingga 2024, terlihat bahwa performa Bitcoin cenderung memberikan hasil yang lebih stabil, terutama pada tahun-tahun bullish seperti 2020, 2021, 2023, dan 2024, di mana pertumbuhannya konsisten di atas 50%, bahkan mencapai lebih dari 300% pada 2020. 

Sebaliknya, Ethereum menunjukkan karakter yang lebih agresif dibandingkan dengan Bitcoin. Di masa kenaikan pasar seperti 2020 dan 2021, ETH melonjak sangat tinggi, tetapi ketika koreksi pasar terjadi, penurunannya pun jauh lebih dalam dibandingkan BTC. 

Ini memperlihatkan bahwa Ethereum bisa memberikan potensi keuntungan besar, namun juga dengan risiko penurunan yang sama besarnya.

Rata-Rata Return Tahunan BTC vs ETH

Average annualised return Total return
Aset Last year Last 5 years Aset Last year Last 5 years
Bitcoin 55.10% 61.80% Bitcoin 55.10% 1007.80%
Ethereum -32.70% 61.20% Ethereum -32.70% 989.60%
Perbandingan rata-rata return tahunan investasi Bitcoin vs Ethereum, data dihimpun dari Backtest by Curvo.

Dari tabel perbandingan rata-rata return tahunan dan total return lima tahun terakhir menunjukkan bahwa Bitcoin masih menjadi aset yang lebih unggul secara statistik. Dalam periode tersebut, Bitcoin mencatatkan rata-rata pertumbuhan tahunan dalam lima tahun terakhir sekitar 61,8% dengan total return lebih dari 1.000%.

Sedangkan untuk Ethereum, rata-rata pertumbuhan tahunan dalam lima tahun terakhir di sekitar 61.2% dengan total return 989.6%. Meskipun terlihat memiliki return yang mirip, Ethereum tercatat memberikan hasil negatif di tahun kemarin dengan -32.7% yang salah satunya disebabkan oleh tingginya Bitcoin Dominance.

Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Bitcoin Dominance?

Ringkasan Statistik Risiko

Aset Compound annual growth rate Standard deviation Sharpe ratio
Bitcoin 49.10% 76.96% 0.95
Ethereum 27.46% 98.61% 0.69
Perbandingan Compound annual growth rate, Standard deviation
Sharpe ratio dari Bitcoin dan Ethereum, data dihimpun dari Backtest by Curvo.

Bitcoin terlihat memiliki Compound Annual Growth Rate (CAGR) hampir dua kali lipat Ethereum, serta Sharpe ratio yang lebih tinggi—menunjukkan bahwa Bitcoin menawarkan return yang lebih baik per unit risiko yang diambil.

Dari segi deviasi standar, Ethereum memiliki deviasi standar yang jauh lebih tinggi yakni 98.61% dibandingkan dengan Bitcoin yang memiliki deviasi di 76.96%, secara sederhana bisa dibilang pergerakan harga Ethereum memiliki volatilitas 21.65% lebih tinggi dibanding Bitcoin.

Investasi $10.000 di Bitcoin dan Ethereum  Mana yang Lebih Menguntungkan?

Agar lebih mudah mencerna data yang diberikan, mari lihat simulasi historis jika kamu melakukan investasi sebesar $10.000 atau sekitar Rp164.000.000 di Bitcoin dan Ethereum  dari bulan Agustus 2017.

Grafik portofolio investasi Bitcoin vs Ethereum, sumber data dihimpun dari Backtest by Curvo.

Dari grafik portofolio di atas menunjukkan bahwa Bitcoin secara konsisten membentuk tren pertumbuhan yang lebih stabil dan menguat. Garis biru yang mewakili BTC terus menanjak, terutama sejak 2020, dan tetap mempertahankan posisi lebih tinggi dibanding Ethereum hingga pertengahan 2025.

Ethereum memang sempat sedikit akan menyalip BTC pada tahun 2021, namun sejak itu tertinggal dalam pergerakan nilai secara keseluruhan. Data ini mengilustrasikan bahwa jika dilihat dari sudut pandang pertumbuhan portofolio jangka panjang, Bitcoin memberikan hasil yang lebih baik dari pada Ethereum jika dilihat dari data historisnya.

Baca juga: Strategi DCA Bitcoin atau lihat harga Ethereum terbaru di sini 👉 Harga Ethereum hari ini dalam rupiah.

Sesuaikan dengan Tujuan Investasi

Tujuan Investasi Pilihan Ideal
Nilai lindung terhadap inflasi Bitcoin
Eksposur terhadap teknologi blockchain dan yield staking Ethereum
Tabel perbandingan Bitcoin vs Ethereum sesuai tujuan investasi. Jangan lupa sesuaikan dengan profil risiko.

Secara garis besar Ethereum lebih cocok bagi kamu yang tertarik dan ingin mengikuti langsung perkembangan Web3, sedangkan Bitcoin cocok untuk kamu yang ingin investasi jangka panjang alias sebagai aset safe haven.

Baca juga: Cara Menentukan Profil Risiko Investasi 

Sudah Menentukan Pilihan, Bagaimana Cara Mulai Investasi Bitcoin dan Ethereum?

Untuk memulai investasi di pasar kripto, seperti Bitcoin dan Ethereum—pastikan kamu memilih exchange yang sudah terdaftar resmi dan diawasi oleh OJK seperti Tokocrypto.

Kamu bisa membeli Bitcoin dan Ethereum dengan mudah dan 0% biaya trading, minimal deposit mulai dari Rp50.000 dengan beberapa langkah berikut.

  1. Unduh aplikasi Tokocrypto di Play Store atau Apps Store.
  2. Buat akun dan lakukan verifikasi KYC sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  3. Deposit saldo investasi via Bank, Virtual Account, atau E-Wallet.
  4. Masuk menu “Jual/Beli” dan pilih dari “IDR” ke “Nama Aset” yang ingin kamu beli
  5. Kemudian masukkan nominal pembelian.
Klik gambar untuk mulai investasi di Tokocrypto.

Kesimpulan: Jadi Mana yang Lebih Cocok untuk Investasi Pertama bagi Pemula?

Kalau kamu ingin aset yang relatif stabil, cocok untuk “store of value” dan lebih tahan terhadap fluktuasi: Bitcoin bisa jadi pilihan utama.

Kalau kamu ingin eksposur pada teknologi blockchain, staking yield, dApps, dan potensi pertumbuhan lebih tinggi: Ethereum lebih layak dipertimbangkan.

Tips untuk pemula: Kamu bisa mulai dengan modal kecil untuk membeli kedua aset kripto tersebut dengan proporsi yang sesuai dengan profil risiko yang dimiliki, jangan lupa hindari pembelian sekaligus (lump sum) dan gunakan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) yang ada di aplikasi Tokocrypto.

Baca juga: Cara Menggunakan Sinyal Trading di Aplikasi Tokocrypto dengan Limit, Stop-Limit, OCO, dan Beli/Jual atau gabung Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Bergerak Stabil Menjelang Keputusan The Fed

Harga Bitcoin bergerak stabil dalam kisaran sempit pada perdagangan akhir pekan lalu, di tengah penantian pasar terhadap sejumlah katalis utama yang diperkirakan memengaruhi arah pasar kripto dalam waktu dekat.

Bitcoin tercatat bergerak antara level $116.000 hingga $119.000, sementara Ethereum bertahan sedikit di bawah level resistensi $4.000. Kondisi ini terjadi menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (30/7).

Para ekonom memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25% hingga 4,50%, meskipun mendapat tekanan dari Presiden AS Donald Trump untuk menurunkannya. Keputusan tersebut diambil di tengah kekhawatiran terhadap laju inflasi yang meningkat, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) AS naik dari 2,4% pada Juni menjadi 2,7% pada Juli.

Data Ekonomi dan Laporan Keuangan Perusahaan Teknologi

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 28 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 28 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Tren Bitcoin 28 Juli-1 Agustus 2025: Bitcoin Koreksi Adalah Berkah, Kapan Alt Season?

Selain keputusan suku bunga, pelaku pasar juga mencermati sejumlah data ekonomi penting lainnya seperti indeks kepercayaan konsumen (Selasa), data Produk Domestik Bruto (Rabu), indeks konsumsi pribadi (Kamis), serta laporan ketenagakerjaan non-pertanian (Jumat).

Sementara itu, rilis laporan keuangan dari perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, Amazon, Meta, dan Apple juga turut menjadi perhatian. Lebih dari 50% emiten dalam indeks S&P 500 dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal kedua dalam beberapa hari ke depan. Kinerja yang lebih baik dari ekspektasi di sektor teknologi dinilai dapat memberikan dampak positif bagi pasar kripto, mengingat korelasi yang erat antara Bitcoin dan indeks saham utama.

Di sisi lain, arus masuk ke ETF Bitcoin dan Ethereum spot juga masih menunjukkan tren positif. ETF Bitcoin mencatatkan tambahan arus masuk sebesar US$72 juta pekan lalu, sementara ETF Ethereum telah menghimpun dana lebih dari US$5,1 miliar secara kumulatif tahun ini.

Adapun pasar juga menanti dampak dari kebijakan perdagangan terbaru pemerintahan Trump, yang telah menyepakati tarif 15% terhadap sebagian besar ekspor dari Uni Eropa mulai 1 Agustus mendatang. Ketegangan dagang yang meluas diperkirakan dapat menambah tekanan terhadap pasar aset berisiko, termasuk kripto.

Dengan berbagai katalis tersebut, pelaku pasar memperkirakan volatilitas harga kripto akan meningkat dalam pekan ini.

Baca juga: Bitcoin Ungguli Wall Street: $86 Miliar Cadangan Kripto Korporasi


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Strategi Trading Ethereum yang Cocok untuk Pemula

Ethereum menjadi salah satu aset kripto terpopuler dengan potensi pertumbuhan yang menarik—tapi di balik peluang itu, ada tantangan berupa volatilitas harga dan kompleksitas pasar.

Bagi kamu yang baru ingin memulai trading Ethereum, memahami strategi yang tepat sangat penting agar langkah awalmu tidak sekadar spekulasi.

Dalam artikel ini kita akan membahas beberapa contoh strategi trading Ethereum yang cocok untuk pemula, mulai dari metode sederhana seperti HODL dan DCA, hingga strategi aktif seperti swing trading dan scalping.

Siap memaksimalkan peluang tanpa tenggelam dalam hype? Yuk, pelajari strateginya!

Apa Itu Trading Ethereum?

Trading Ethereum berarti membeli dan menjual ETH dalam jangka waktu tertentu untuk memperoleh keuntungan dari selisih harga. Trading berbeda dengan investasi, karena investasi biasanya bersifat jangka panjang, sedangkan trading membuat kamu harus lebih aktif memantau pergerakan pasar.

Lebih tepatnya seperti ini:

  • Investasi: Membeli ETH untuk disimpan dalam waktu lama tanpa terlalu memperhatikan fluktuasi harian.
  • Trading: Membeli dan menjual ETH secara aktif dengan memanfaatkan pergerakan harga jangka pendek atau menengah.

Bagi pemula, trading bukan hanya menjadi aktivitas jual-beli, melainkan cara untuk belajar mengamati pergerakan pasar kripto. 

Lihat harga Ethereum terbaru dalam kurs rupiah di sini 👉 Harga Ethereum Hari Ini

Tapi sebelum kita membahas lebih dalam mengenai strateginya, mari pelajari terlebih dahulu beberapa hal yang penting sebelum kamu melakukan trading:

  • Jangan menggunakan uang yang tidak siap hilang: Jangan gunakan uang belanja, uang cicilan, atau dana darurat agar kamu bisa membuat keputusan dengan kepala dingin dan logis.
  • Kenali profil risiko pribadi: Jangan ikut-ikutan orang lain. Gaya trading setiap orang berbeda. Cari tahu apa yang cocok untukmu.
  • Pelajari dasar-dasar analisis teknikal: Setidaknya pahami support/resistance dan tren harga, agar tidak asal beli.
  • Gunakan risk management yang sehat: Idealnya, alokasikan hanya sebagian kecil dari modal untuk satu posisi.
  • Buat rencana trading yang jelas: Tentukan target masuk, target keuntungan, dan batas rugi.

Baca juga: Kenapa Harga Ethereum Naik-Turun? Ini Penjelasan Simpelnya

Strategi Trading Ethereum yang Cocok untuk Pemula

Mengingat volatilitas pasar kripto yang tinggi serta dinamika pasarnya yang unik, trading Ethereum membutuhkan strategi yang matang dan terencana. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat kamu pertimbangkan dalam melakukan trading Ethereum:

Buy and Hold (HODL)

Strategi ini merupakan strategi yang lebih mirip seperti investasi, di mana kamu membeli ETH dan menyimpannya dalam jangka waktu yang cukup panjang. Ketika harga dirasa sudah naik sesuai dengan target yang kamu inginkan, kamu dapat menjual ETH tersebut.

Strategi ini akan sangat cocok untuk pemula yang tidak punya banyak waktu memantau pasar.

Tipsnya:

  • Beli di harga yang wajar, hindari saat hype tinggi.
  • Hondari melakukan pembelian sekaligus (lump sum)
  • Tetap disiplin dan jangan panik saat harga turun sementara.

Dollar Cost Averaging (DCA)

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh pemula ada mencoba untuk melakukan market timing— dimana kamu mencoba untuk membeli atau menjual pada waktu yang paling tepat, padahal itu hampir tidak mungkin. Akhirnya kamu kehilangan kesempatan beli di harga rendah atau jual di harga tinggi.

Salah satu cara untuk mengantisipasi hal tersebut adalah dengan melakukan pembelian secara rutin, menggunakan metode Dollar Cost Averaging (DCA). 

Dengan strategi DCA, kamu membeli ETH secara rutin dengan jumlah tetap, misalnya Rp100.000 setiap minggu. Sehingga, kamu tidak perlu pusing menentukan kapan harga sedang rendah karena harga pembelian yang kamu dapat akan lebih stabil, meski di tengah fluktuasi harga.

Untuk menggunakan strategi DCA ini kamu bisa memanfaatkan fitur yang ada di aplikasi Tokocrypto. Caranya: Masuk ke aplikasi Tokocrypto → pilih DCA → tentukan pembelian dan jadwal pembelian otomatis → done! 

Lebih lengkap mengenai DCA: Apa Itu Dollar-Cost Averaging (DCA)?

Swing Trading

Swing trading adalah aktivitas trading yang memanfaatkan fluktuasi harga jangka menengah (beberapa hari hingga minggu). Cocok untuk pemula yang bisa memantau pasar beberapa hari sekali.

Prinsipnya sederhana, kamu bisa membeli membeli ETH ketika harga sedang di support dan menjual ketika mendekati resistance.

Pelajari lebih lengkap mengenai swing trading di sini: Apa itu Swing Trading dan Bagaimana Cara Swing Trading Crypto?

Scalping

Scalping adalah strategi mengambil keuntungan kecil dari banyak transaksi dalam satu hari. Terkesan gampang namun salah satu strategi yang memerlukan disiplin ketat, sebab kamu harus mengesampingkan keinginan untuk mendapatkan keuntungan besar dan berfokus pada kuantitas transaksi dengan keuntungan kecil.

Meskipun kamu membutuhkan banyak transaksi yang artinya harus mengeluarkan lebih banyak biaya trading, kamu tidak perlu khawatir. Di Tokocrypto tersedia fitur Beli/Jual yang memungkinkan kamu melakukan trading tanpa biaya perdagangan. Klik gambar di bawah untuk cobain fiturnya!

Baca juga: Bisakah AI Trading Crypto Dimulai dengan Modal Kecil?

Bagaimana Cara Mulai Trading Ethereum?

Setelah kamu mengetahui apa itu trading dan bedanya dengan investasi, lakukan beberapa langkah mudah berikut untuk mulai trading Ethereum:

  1. Download aplikasi Tokocrypto, buat akun, dan lakukan verifikasi data.
  2. Lakukan deposit dengan minimal Rp20.000 melalui transfer bank atau e-wallet.
  3. Mulai trading!

Baca juga: Cara Menggunakan Sinyal Trading di Aplikasi Tokocrypto dengan Limit, Stop-Limit, OCO, dan Beli/Jual atau gabung Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Shiba Inu Diam-Diam Bangkit! Siap Menggigit Saat Pasar Lesu?

Di tengah volatilitas pasar kripto yang masih tinggi, Shiba Inu (SHIB) menunjukkan performa yang cukup stabil meski belum keluar dari tekanan penurunan jangka menengah.

Dengan harga saat ini berada di $0.000013, SHIB mencerminkan tren konsolidasi yang menarik untuk disorot, terutama bagi investor retail yang menjadikan memecoin sebagai bagian dari strategi portofolio spekulatif mereka.

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai kondisi terbaru SHIB, dari pergerakan harga, fundamental pasar, hingga proyeksi ke depan.

Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Kamis, 24 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Jumat, 25 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Whale Borong 700 Miliar SHIB! Shiba Inu Siap Meledak ke $0.000030

Kondisi Harga Terkini

  • Harga saat ini: $0.000013 per SHIB
  • Kapitalisasi pasar: $7.83 miliar
  • Volume perdagangan (24 jam): $359.19 juta
  • Perubahan harga (1 jam): +0.59%
  • Perubahan harga (24 jam): +1.95%
  • Perubahan harga (7 hari): -14.65%

Pergerakan harga harian SHIB menunjukkan adanya sedikit pemulihan, namun secara mingguan, token ini masih terkoreksi hampir 15%.

Hal ini menandakan tekanan jual yang cukup tinggi dalam jangka pendek, meski tetap ada peluang pemulihan teknikal.

Tren Historis dan Volatilitas

Jika dilihat dari tren 30 hingga 90 hari terakhir:

  • 30 hari: naik +14.54%
  • 60 hari: turun -8.46%
  • 90 hari: turun -9.45%

Peningkatan dalam 30 hari terakhir ini seolah menunjukkan ada tekanan beli kembali dari kalangan komunitas, mungkin dipicu oleh sentimen positif jangka pendek atau integrasi dalam ekosistem DeFi dan NFT berbasis Shibarium, jaringan Layer 2 milik Shiba Inu.

Namun, koreksi dalam 60 dan 90 hari menunjukkan bahwa reli tersebut belum cukup kuat untuk membalikkan tren penurunan sebelumnya.

Dengan kata lain, pasar SHIB saat ini berada di fase “menunggu kepastian”, apakah akan terjadi breakout naik atau kembali tertekan ke support bawah.

Supply dan Tokenomik

  • Jumlah sirkulasi saat ini: 589.246,85 miliar SHIB
  • Total pasokan maksimum: 589.552,70 miliar SHIB
  • Persentase sirkulasi: 99.95%
  • Kapitalisasi pasar terdilusi: $7.88 miliar

Data menunjukkan bahwa hampir seluruh pasokan SHIB telah beredar. Ini bisa menjadi sinyal positif karena risiko inflasi dari pencetakan token baru sangat rendah.

Namun, ini juga berarti pertumbuhan nilai SHIB sangat bergantung pada mekanisme pembakaran (burn), peningkatan permintaan riil, dan partisipasi ekosistem.

Sentimen Pasar & Komunitas

SHIBA INU tetap menjadi salah satu kripto dengan komunitas terbesar di dunia. Dukungan komunitas inilah yang menjadi faktor utama mengapa SHIB mampu bertahan bahkan saat pasar mengalami tekanan kuat.

Dari sisi popularitas, SHIB masih bertengger di peringkat #20, membuktikan bahwa minat terhadap token ini masih sangat besar.

Namun, komunitas juga semakin kritis. Mereka menuntut tim developer untuk memberikan utilitas nyata—terutama melalui proyek Shibarium, SHIB The Metaverse, dan kemitraan strategis dengan proyek DeFi/Web3 lainnya.

Prospek Jangka Pendek

Secara teknikal dan fundamental, SHIBA INU saat ini sedang menguji level resistensi minor. Jika harga mampu bertahan di atas $0.000013 dan volume meningkat secara konsisten, maka ada peluang untuk kembali ke zona $0.000015–$0.000017.

Namun, jika tekanan jual kembali menguat dan pasar kripto melanjutkan tren lesu, SHIB bisa kembali menguji level support di kisaran $0.000011.

Baca Juga: Whale Borong 700 Miliar SHIB! Shiba Inu Siap Meledak ke $0.000030

Dengan demikian, Shiba Inu saat ini berada di persimpangan penting. Walaupun mengalami penurunan dalam jangka menengah, ada sinyal pemulihan dalam waktu dekat.

Dengan dukungan komunitas besar dan pengembangan berkelanjutan di Shibarium, potensi pemulihan harga tetap terbuka, asalkan dibarengi dengan sentimen pasar yang lebih positif secara umum.

Investor yang percaya pada kekuatan komunitas dan utilitas jangka panjang mungkin melihat ini sebagai peluang akumulasi, sementara trader jangka pendek tetap perlu waspada terhadap volatilitas yang belum reda.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Menimbang Peluang Harga Bitcoin Meroket Hingga $130.000

Bitcoin (BTC) kembali mencuri perhatian dunia kripto setelah menyentuh level $119.132 per BTC, hanya selisih tipis dari rekor tertingginya di $123.091.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,37 triliun dan volume perdagangan harian sebesar $65 miliar, BTC menunjukkan tanda-tanda bullish kuat yang mengindikasikan potensi reli lanjutan menuju rekor harga baru.

Simak ulasan dan analisis menyeluruh berikut ini tentang apa yang terjadi pada BTC, serta bagaimana proyeksi selanjutnya di tengah euforia pasar kripto global.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 24 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 24 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Analis: Bitcoin Memasuki Fase Paling Eksplosif, Targetkan $140.000

Kinerja BTC: Konsisten Menguat, Siap Cetak Rekor?

Dalam 90 hari terakhir, harga Bitcoin melonjak +27,52%, atau sekitar $25.681. Kenaikan signifikan juga tercatat dalam 30 hari terakhir, yakni +13,36% atau $14.019, menandakan tren kenaikan yang sehat dan berkelanjutan.

Pergerakan dalam 7 hari terakhir (+0,79%) dan 24 jam terakhir (+0,15%) menunjukkan bahwa pasar tengah bersiap untuk konsolidasi sebelum potensi breakout.

Level Kritis BTC Saat Ini:

Parameter Nilai
Harga Saat Ini $119.132,02
Tertinggi 24 Jam $119.290,24
Terendah 24 Jam $117.391,39
Rekor Sepanjang Masa $123.091,61
Kapitalisasi Pasar $2.370,32 miliar USD
Volume Harian $65,34 miliar USD
Sirkulasi Saat Ini 19,90 juta BTC
Total Maksimum BTC 21 juta BTC (94,75% ditambang)

Apa yang Mendorong Kenaikan Harga BTC?

  1. Minat Institusional dan ETF Bitcoin Spot
    Semakin banyak investor institusi masuk ke pasar melalui produk-produk ETF Bitcoin spot seperti dari BlackRock, Fidelity, dan Ark Invest. Ini meningkatkan akumulasi BTC secara besar-besaran.
  2. Ketatnya Pasokan BTC
    Dengan lebih dari 94,75% BTC telah ditambang, ketersediaan Bitcoin di pasar sangat terbatas. Mekanisme kelangkaan ini mendorong nilai aset makin tinggi seiring meningkatnya permintaan.
  3. Makroekonomi dan Antisipasi Pemotongan Suku Bunga
    Prediksi pemotongan suku bunga oleh The Fed menjadikan Bitcoin sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Ketidakpastian global membuat investor melirik BTC sebagai alternatif emas digital.
  4. Halving Bitcoin
    Meski sudah lewat, efek Bitcoin halving terus terasa. Pengurangan reward penambangan menjadi katalis bullish jangka panjang yang sering kali disusul lonjakan harga signifikan dalam 12–18 bulan setelahnya.

Proyeksi Harga: Apakah $130K Realistis

Jika tren pertumbuhan tetap terjaga seperti 90 hari terakhir, BTC bisa menyentuh level $125.000$130.000 dalam waktu dekat.

Banyak analis juga menyebut level $120.000 sebagai area psikologis penting yang, jika tertembus, bisa memicu FOMO (fear of missing out) dan dorongan beli besar-besaran.

Analis teknikal juga mengamati pola ascending triangle dan volume akumulasi tinggi, mengindikasikan breakout ke atas sangat mungkin terjadi dalam 1–2 minggu ke depan.

Apa yang Perlu Diperhatikan Investor?

  • Volatilitas Jangka Pendek Masih Tinggi
    Fluktuasi harga dalam 1 jam terakhir masih negatif (-0,08%), menunjukkan bahwa aksi ambil untung (profit-taking) tetap membayangi pasar.
  • Potensi Koreksi Sehat
    Setelah kenaikan 27% dalam 3 bulan, koreksi ringan bisa jadi sehat sebelum menuju level lebih tinggi.
  • Pantau Level Resistance di $123K dan Support di $115K
    Level ini akan menentukan arah jangka pendek BTC ke depan.

Baca Juga: ETF Ethereum Tarik Rp 4,8 Triliun, Bitcoin Justru Alami Arus Keluar

Dengan performa solid, momentum institusional, dan minat ritel yang kembali membara, Bitcoin tampak berada di jalur yang sangat kuat menuju rekor harga baru.

Apabila kondisi pasar global tetap kondusif, bukan mustahil BTC akan menembus $130.000 dalam waktu dekat.

Namun, seperti biasa di dunia kripto: Selalu DYOR (Do Your Own Research)” dan siapkan strategi keluar!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Diprediksi Naik Hingga $166.000, Apakah Prediksi Harga Ethereum Bisa Dipercaya?

Ethereum (ETH) diprediksi akan terus mengalami kenaikan, bahkan Cathie Wood, CEO Ark Invest memperkirakan harga ETH bisa mencapai pasar $20 triliun pada 2032— artinya harga ETH bisa menyentuh sekitar $166.000, yang berarti ETH berpotensi mengalami kenaikan sekitar 4.500% atau 45x dari harga saat ini $3.700.

Angka ini tentu menggiurkan, apalagi bagi investor pemula yang baru mengenal dunia kripto. Tapi, apakah prediksi seperti ini benar-benar realistis dan bisakah kita percaya pada prediksi harga Ethereum seperti ini?

Artikel ini akan membahas tentang prediksi harga ETH, dan bagaimana sebaiknya kamu menyikapinya.

Baca juga: Harga ETH Hari Ini Menurut Logarithmic Regression Bands: Apa Artinya?

Rangkuman Prediksi Harga Ethereum 2025-2030

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 24 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Banyak lembaga riset, analis, platform kripto, dan KOL mengeluarkan estimasi harga ETH di tahun-tahun mendatang. Berikut beberapa rangkumannya:

Prediksi Harga Ethereum dari CoinPedia

CoinPedia memproyeksikan harga Ethereum (ETH) akan mengalami pertumbuhan bertahap antara 2025 hingga 2030. Dengan detail sebagai berikut:

Tahun Potensi Harga Terendah Potensi Harga Rata-Rata Potensi Harga Tertinggi
2025 $2,917 $3,392 $5,925
2026 $5,566 $5,713 $6,610
2027 $6,800 $7,246 $8,705
2028 $8,613 $9,482 $10,410
2029 $10,192 $11,111 $12,994
2030 $12,647 $14,163 $15,575

Terarik untuk investasi atau trading Ethereum? Yuk gunakan fitur Beli/Jual di Tokocrypto untuk dapatkan keuntungan seperti GRATIS biaya trading! Klik gambar di bawah ini 👇

Prediksi Harga Ethereum 2025 dari Arthur Hayes: $10.000

Arthur Hayes, co-founder BitMEX dan CIO Maelstrom, memperkirakan Ethereum bisa mencapai $10.000 pada akhir 2025, dengan asumsi terjadinya adopsi institusional besar-besaran dan pengaruh kebijakan ekonomi Donald Trump

Ia menekankan peran Ethereum sebagai fondasi stablecoin senilai $150 miliar dan pusat ekosistem DeFi yang semakin tumbuh. Hayes juga melihat Ethereum sedang mengalami “paradigm shift” dari aset yang dibenci menjadi aset institusional favorit.

Baca juga: Arthur Hayes: Bitcoin Siap Melonjak karena Kebijakan The Fed

Prediksi Harga Ethereum 2030 dari VanEck: $154.000

Tahun Potensi Harga Bearish Potensi Harga Rata-Rata Potensi Harga Bullish
2030 $360 $22.000 $154.000

VanEck, lembaga keuangan terkemuka yang turut mengajukan ETF Ethereum, memproyeksikan harga ETH bisa mencapai $22.000 pada tahun 2030. 

Prediksi ini didasarkan pada perkembangan teknologi skalabilitas, data on-chain yang mendukung valuasi jaringan Ethereum sebesar $2,2 triliun, dan potensi arus masuk dana institusional melalui ETF spot. 

Dengan Ethereum terus memperkuat dominasinya sebagai platform smart contract, VanEck melihat adanya jalur realistis menuju pertumbuhan arus kas bebas hingga $66 miliar. Target ini merepresentasikan skenario dasar, sementara skenario bullish ETH bisa menyentuh $154.000 dan bearish di level $360.

Baca juga: Prediksi Vaneck Soal Kripto di 2025: BTC dan ETH Menuju Rekor Baru

Prediksi KOL Crypto Twitter, Merlijn Trader: Reli ke $10.000

Merlijn membagikan pandangan bullish terhadap Ethereum (ETH), dengan menyatakan bahwa struktur teknikal ETH menunjukkan pola serupa dengan Bitcoin sebelum breakout besar. Menurutnya, ini bukan sekadar hype, tapi sinyal teknikal yang mengarah ke potensi harga $10.000. 

Ia juga menekankan bahwa siklus konsolidasi altcoin telah selesai, dan sekarang waktunya bagi altcoin untuk bersinar—disebut sebagai momen yang bisa menghasilkan “generational gains.”

Baca juga: Ethereum Bertahan di $3.000: Analis Prediksi Potensi Reli hingga 1.100%

Prediksi Ark Invest: ETH ke $166.000 di Tahun 2032

Cathie Wood, CEO Ark Invest, memprediksi Ethereum (ETH) bisa mencapai kapitalisasi pasar sebesar $20 triliun pada tahun 2032, yang setara dengan harga sekitar $166.000 per koin. 

Prediksi ini didasarkan pada keyakinannya bahwa Ethereum akan menjadi infrastruktur utama bagi aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi). Jika adopsi massal terjadi, permintaan terhadap ETH diperkirakan melonjak signifikan. Meskipun spekulatif, potensi peluncuran ETF spot Ethereum dan peningkatan arus masuk dana institusional turut mendukung skenario bullish ini.

*Perlu dicatat bahwa ini hanyalah skenario—semuanya sangat bergantung pada pertumbuhan adopsi, perkembangan teknologi Ethereum, dan kondisi makroekonomi global.

Baca juga: Kenapa Harga Ethereum Naik-Turun? Ini Penjelasan Simpelnya

Apakah Prediksi Harga Ethereum Boleh Dipercaya atau Tidak?

Prediksi harga Ethereum boleh dijadikan referensi, asalkan dipahami sebagai proyeksi berbasis asumsi, bukan suatu hal yang pasti terjadi.

Jangan lupa untuk mempertimbangkan juga dari berbagai sudut pandang—baik dari sisi teknikal, fundamental, maupun makro ekonomi agar kamu dapat membangun ekspektasi yang lebih realistis dan siap menghadapi volatilitas pasar. 

Yang paling penting perlu kamu ingat, bahwa pasar kripto bisa berubah sangat cepat. Bahkan jika prediksi dikeluarkan hari ini, bukan tidak mungkin beberapa hari kemudian prediksi tersebut berubah karena faktor makroekonomi atau hal lain yang sulit diprediksi (black swan).

Tetap menerapkan prinsip DYOR (Do Your Own Research) sebelum mengambil keputusan investasi.

Baca juga: Cara Menggunakan Sinyal Trading di Aplikasi Tokocrypto dengan Limit, Stop-Limit, OCO, dan Beli/Jual atau gabung Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Sumber:

The Block. VanEck analysts raise Ethereum price target to $22,000 by 2030. 2025

Aivest. Ethereum News Today: Ethereum Targets $10K, Bitcoin $250K by 2025 on Institutional Adoption, Trump Policies. 2025

CoinPedia. Ethereum Price Prediction 2025, 2026 – 2030: Will ETH Price Hit $5k?. 2025

Yahoo. Cathie Wood’s Bullish Ethereum (ETH) Prediction: How Much $1,000 And $10,000 Invested Could Be Worth. 2024.





Sumber : news.tokocrypto.com

Analis: Bitcoin Memasuki Fase Paling Eksplosif, Targetkan $140.000

Harga Bitcoin (BTC) diprediksi akan segera memasuki “fase paling eksplosif” dalam siklus reli saat ini, dengan potensi kenaikan hingga menembus $140.000. Prediksi ini muncul setelah Bitcoin menunjukkan pola teknikal bullish meski saat ini tengah mengalami konsolidasi harga.

Setelah mencetak rekor tertinggi baru di kisaran $123.000 pada 13 Juli lalu, BTC bergerak sideways dan sempat terkoreksi hingga $115.000. Saat artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di level $118.425. Konsolidasi harga ini oleh banyak analis dianggap sebagai pola bull pennant — sebuah formasi lanjutan yang biasanya mendahului reli lanjutan.

“Bitcoin sedang dalam penembusan bull pennant yang menargetkan $140.000,” kata analis kripto populer Titan of Crypto di platform X. Ia menyebut fase saat ini sebagai “fase terakhir dan paling eksplosif dari bull run.”

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 23 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 23 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Estimasi Kenaikan Bitcoin

Analisis dari Cointelegraph Markets Pro dan TradingView mengkonfirmasi pola tersebut, dengan estimasi kenaikan 15% dari level saat ini menuju sekitar $136.500. Namun, penting dicatat bahwa tingkat keberhasilan pola bull pennant hanya sekitar 54%, sehingga tetap ada risiko pembalikan arah.

Sinyal teknikal lainnya datang dari analis Merlijn The Trader, yang mengidentifikasi pola inverse head and shoulders di grafik tiga hari. Menurutnya, pola tersebut mendukung target harga BTC ke $140.000, didorong oleh momentum yang “tak terbantahkan.”

Sementara itu, prediksi yang lebih konservatif disampaikan oleh Marcus Corvinus. Ia menyebut bahwa terobosan dari pola segitiga simetris mendukung target jangka pendek ke $125.000.

Baca juga: Tren Bitcoin 21-25 Juli 2025: Bitcoin Masih ATH Lagi Oyyy

Kemungkinan Koreksi Sebelum Reli

Meski sinyal teknikal mendukung reli lanjutan, beberapa analis memperingatkan kemungkinan penurunan harga dalam waktu dekat. Menurut AlphaBTC, likuiditas yang rendah di akhir pekan lalu bisa mendorong BTC turun lebih dulu untuk menguji support di kisaran $115.000 sebelum melanjutkan tren naik.

“Sedikit penurunan untuk menyentuh likuiditas di sekitar $115.000 bisa menjadi bahan bakar untuk reli lebih tinggi,” ujar AlphaBTC sambil menunjukkan peta panas likuidasi dari CoinGlass.

Analis Daan Crypto Trades juga memperingatkan bahwa Bitcoin saat ini berada di tengah kisaran perdagangan antara $115.000 sebagai support dan $121.000 sebagai resistance. Ia menyarankan untuk memperhatikan fluktuasi harga lokal yang tinggi dan rendah sebagai sinyal pergerakan likuiditas selanjutnya.

Dengan latar belakang ini, pelaku pasar disarankan tetap waspada terhadap volatilitas jangka pendek, sembari mencermati level-level kunci yang berpotensi menjadi pemicu reli Bitcoin menuju target ambisius $140.000.

Baca juga: Pionir! JP Morgan Beri Pinjaman Dengan Jaminan Bitcoin dan Ethereum


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pionir! JP Morgan Beri Pinjaman Dengan Jaminan Bitcoin dan Ethereum

Dalam langkah yang mengejutkan namun sekaligus menandai perubahan besar dalam lanskap keuangan global, JP Morgan Chase dikabarkan tengah mempersiapkan skema pinjaman yang dijamin langsung oleh aset kripto milik klien seperti Bitcoin dan Ethereum.

Program inovatif ini diperkirakan akan mulai diluncurkan pada tahun 2026 dan menegaskan betapa dalamnya dunia perbankan tradisional mulai mengintegrasikan teknologi blockchain dan aset digital.

Dari ETF ke Bitcoin Murni: Evolusi Kredit Berbasis Kripto

Saat ini, JP Morgan memang sudah memperbolehkan kliennya meminjam dana dengan jaminan produk investasi kripto seperti ETF Bitcoin milik BlackRock (iShares Bitcoin Trust).

Namun, terobosan baru ini akan melangkah lebih jauh: klien bisa langsung menggunakan Bitcoin atau Ethereum yang mereka miliki sebagai jaminan pinjaman tunai, tanpa harus melalui instrumen derivatif seperti ETF.

Langkah ini menandai pergeseran signifikan dari sekadar ‘mengizinkan’ kripto, menuju bentuk penerimaan yang lebih substansial dan konkret dalam sistem keuangan konvensional.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 23 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 23 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: JP Morgan dan SEC Bahas Migrasi Pasar Modal ke Blockchain

Lembaga Tradisional Masuk Era Kripto

Keputusan JPMorgan ini bukanlah insiden tunggal. Bank-bank besar AS seperti Goldman Sachs dan Citibank juga mulai mengadopsi pendekatan hybrid terhadap aset digital.

Kombinasi antara regulasi yang mulai bersahabat dan permintaan tinggi dari nasabah kelas atas dan institusi menjadi pendorong utama tren ini.

Jamie Dimon, CEO JP Morgan, yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu kritikus paling vokal terhadap Bitcoin, bahkan pernah menyebutnya sebagai “penipuan”, kini mulai melunak.

Ia mengakui bahwa meskipun banknya tidak akan menyimpan Bitcoin di neraca keuangan (on-balance sheet), mereka tetap akan memfasilitasi klien yang ingin mengakses dan memanfaatkan kripto secara legal dan aman.

Keamanan dan Penitipan: Kunci Utama di Balik Layanan Ini

Untuk menghindari risiko tinggi seperti kebangkrutan klien, penyitaan aset digital, atau tantangan teknis dalam menjaga keamanan wallet, JP Morgan tidak akan menyimpan aset digital secara langsung.

Sebagai gantinya, mereka akan menggandeng pihak ketiga seperti Coinbase sebagai kustodian terpercaya yang bertugas menjaga aset digital klien.

Pendekatan ini sejalan dengan model yang sudah mulai banyak digunakan oleh platform institusional seperti Fidelity Digital Assets dan Bakkt.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 23 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 23 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Apa Artinya Bagi Masa Depan Kripto?

Keputusan JPMorgan membuka layanan pinjaman dengan jaminan kripto merupakan validasi besar terhadap legitimasi aset digital, khususnya di mata lembaga keuangan dan investor konservatif. Beberapa implikasi pentingnya antara lain:

  • Likuiditas yang lebih besar bagi pemilik kripto besar (whale) yang tidak ingin menjual aset mereka, tapi tetap butuh akses ke modal tunai.
  • Penurunan volatilitas pasar, karena pemilik kripto kini punya opsi lain selain harus menjual saat butuh dana.
  • Potensi peningkatan permintaan terhadap BTC dan ETH sebagai aset produktif, bukan sekadar spekulatif.

Risiko yang Tetap Ada

Meski menjanjikan, pendekatan ini tentu memiliki tantangan.

Nilai jaminan kripto yang sangat volatil bisa mengharuskan margin call atau likuidasi paksa. Selain itu, penggunaan kustodian pihak ketiga menimbulkan risiko terhadap keamanan dan transparansi.

Namun, dengan kontrol ketat dan mitra penyimpanan yang mapan seperti Coinbase, JPMorgan diyakini mampu mengelola risiko-risiko tersebut secara profesional.

Baca Juga: JP Morgan Percaya Bursa Kripto Terpusat Akan Tetap Dominan

Dunia keuangan global tengah berubah, dan pengumuman JP Morgan ini hanyalah puncak dari gunung es.

Ketika bank sebesar JP Morgan mulai mengintegrasikan kripto ke dalam layanan pinjamannya, artinya masa depan aset digital bukan lagi “jika”, tapi “kapan”.

Apakah ini tanda bahwa kripto akan menjadi bagian permanen dari ekosistem keuangan global? Jika raksasa Wall Street saja mulai bermain, Anda mungkin ingin mempertimbangkan kembali posisi Anda di dunia kripto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Rekor Baru! Volume Transfer Harian XRP Lebih Dari $1 Miliar

XRP kembali mencuri perhatian pasar kripto setelah mencatat volume transfer harian melebihi $1,07 miliar, angka tertinggi dalam lebih dari sebulan terakhir.

Momen ini terjadi bersamaan dengan lonjakan harga sebesar 67%, membawa XRP kembali menembus area $3,5+, dan membawa pulih aktivitas on-chain secara signifikan.

Rekor Aktivitas Jaringan XRP Ledger!

Data dari XRPScan menunjukkan bahwa pada 18 Juli, total nilai transfer on-chain mencapai 1,72 miliar XRP.

Lebih dari 2,08 juta transaksi sukses dieksekusi, dan penambahan address aktif harian naik ke 10.279, tertinggi dalam sebulan terakhir.

Ini bukanlah aktivitas spekulasi semata—data menunjukkan peningkatan penggunaan aktual, termasuk transaksi antar-akun dan perluasan jaringan pengguna, bukan hanya jual-beli belaka.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 22 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 22 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: XRP Naik 60% Dalam 90 Hari, Bull Run atau Sekadar Koreksi Teknis?

Whale Mendorong Momentum Lebih Lanjut

Spekulasi menguat bahwa gelombang activity ini didorong oleh akumulasi besar dari whale XRP.

Beberapa laporan menyebut whale membuka posisi long senilai $3,8 juta, termasuk satu transaksi tunggal senilai $1,52 juta di kisaran harga $3,44.

Ini menunjukkan keyakinan kuat dari investor besar bahwa XRP siap melompat lebih tinggi.

Lebih jauh lagi, data Open Interest pada platform derivatif kini telah mencapai $11 miliar, rekor tertinggi baru menurut CoinGlass menunjukkan masuknya modal institusional yang agresif.

Indikator On‑chain: Aktivitas hingga Volume DEX Meledak

Tidak hanya transaksi, aktivitas on-chain menyentuh puncak:

  • 830.000+ transaksi harian
  • 29.000+ address aktif per hari
  • Volume DEX XRP mencapai $12 juta
  • Stablecoin dan token meme mencatat transfer senilai jutaan

Faktor ini mencerminkan ekosistem yang lebih luas: XRP tak hanya digunakan untuk pembayaran lintas negara, tetapi juga merambah DeFi dan NFT melalui ekosistem XRPL (XRP Ledger), terutama setelah peluncuran sidechain EVM.

Apa Artinya Bagi Harga dan Momentum?

Lonjakan volume transfer dan aktivitas on-chain biasanya mendahului push harga yang lebih besar. Dengan $1+ miliar transfer harian dan dominasi whale yang meningkat, ada beberapa implikasi penting:

  • Aksi akumulasi besar berpotensi menopang bullish jangka menengah
  • DERIVATIF: OI futures tinggi — katalis positif jika tren harga berlanjut
  • Potensi breakout ATH baru mendekati $3,84, bahkan target menarik hingga $4–$5 jika sentimen tetap kuat

Namun, investor harus berjaga-jaga atas potensi koreksi. Aktivitas whale kadang berbalik ketika target tercapai, dan volatilititas XRP bisa meningkat signifikan.

Baca Juga: Harga XRP Hari Ini: Koreksi Sejenak di Tengah Tren Bullish

XRP kini menunjukkan semua tanda-tanda dari permulaan bull run baru:

  1. Akumulasi whale — posisi besar di level $3,4–$3,5
  2. Volume transfer dan transaksi on-chain meningkat tajam
  3. Likuiditas dan minat retail/institusi naik drastis

Dengan momentum ini, potensi menuju $4–$5 bukan isapan jempol. Bila berita regulasi, adopsi institusional, atau peluncuran institutional ETF ikut terpicu, XRP bisa berkembang pesat.

Timing masih penting. Jika Anda mempertimbangkan masuk, perhatikan support sekitar $3,2–$3,3 dan pantau volume untuk memastikan tren tetap solid.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com