Tag Archives: aset kripto

Kenalan Kripto AirSwap (AST) dan Adventure Gold (AGLD)

Dua aset kripto AirSwap (AST) dan Adventure Gold (AGLD) mencuri perhatian akhir-akhir ini. AirSwap memiliki project yang membuat protokol perdagangan terdesentralisasi dengan transaksi yang cepat menggunakan blockchain Ethereum.

Kalau Adventure Gold (AGLD), memiliki fungsi token ERC-20 proyek NFT, Loot. AGLD awalnya dikerahkan melalui airdrop ke anggota komunitas Loot NFT. Itu baru sedikit penjelasan soal AST dan AGLD, penasaran apa keunggulannya? So, mari berkenalan lebih dekat AirSwap (AST) dan Adventure Gold (AGLD).

AirSwap (AST)

Apa Itu AirSwap (AST)?

AirSwap adalah DAO (Decentralized Autonomous Organization) yang fokus pada sistem perdagangan terdesentralisasi. Platform ini berfungsi sebagai pertukaran untuk koin kripto yang relatif baru dan token asli platform.

AirSwap menjadi semakin populer karena koinnya, token kripto aslinya AST. Platform ini memungkinkan pengguna untuk memperdagangkan token Ethereum secara langsung satu sama lain.

Dibandingkan dengan pertukaran terdesentralisasi lainnya, AirSwap tidak membebankan biaya perdagangan atau biaya apa pun untuk setoran dan penarikan. Mereka juga tidak memberlakukan batasan pada setoran, penarikan, dan swap.

AirSwap (AST)
Ilustrasi aset kripto AirSwap (AST).

Baca juga: Apa Itu Aset Kripto IRISnet (IRIS) dan BitShares (BTS)?

Pengguna juga tidak dipaksa untuk mendaftar ke AirSwap untuk menggunakan fitur-fiturnya. Meski begitu, pertukaran ini sangat aman bagi investor kripto dan memberikan pengalaman pengguna yang luar biasa, terutama untuk volume perdagangan yang tinggi.

AirSwap dikenal sebagai penyedia layanan mandiri. Tidak menggunakan bantuan pihak ketiga untuk menyimpan dan mengelola dana para pedagang. Pengguna di bursa memegang kendali penuh atas dana kripto mereka. Mereka dapat langsung melakukan perdagangan antara berbagai pihak dan tetap anonim karena platform tidak mengharuskan proses pendaftaran akun.

Apa yang Membuat AirSwap (AST) Unik?

AirSwap (AST) adalah token Ethereum untuk AirSwap, jaringan perdagangan peer-to-peer terdesentralisasi. Airswap bertujuan untuk membuat pembelian dan penjualan token aman, sederhana dan tanpa biaya. Token AST terutama berfungsi sebagai sarana bagi pembuat pasar untuk mengatur pasar di AirSwap.

AST berfungsi sebagai aset digital bagi para pedagang. Token dirancang untuk melindungi pedagang dari risiko rekanan penipuan dan selip harga. Token AST juga digunakan untuk menguji pedagang yang dikenal sebagai front running.

Untuk mengeksekusi perdagangan, pengguna harus memiliki 100 AST. Dengan jumlah AST ini, platform memungkinkan staking. Ini juga membantu pengguna dalam mengunci AST ini selama tujuh hari. Setelah durasi penguncian, pengguna mendapatkan kendali atas mekanisme tata kelola.

AirSwap (AST)
Ilustrasi aset kripto AirSwap (AST).

Baca juga: Kenal Lebih Aset Kripto dForce (DF) dan Bonfida (FIDA)

Harga token AST tumbuh secara signifikan. Kapitalisasi pasar total AST pernah mencapai US$ 27,2 juta. Pada tahun 2021, platform tersebut telah mengedarkan sedikit lebih dari 150 juta koin AST.

Peringkat AST di situs CoinMarketCap pada Rabu (29/6) jam 08.00 adalah #626, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 16.701.270. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 150.000.000 koin AST dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Adventure Gold (AGLD)

Apa Itu Adventure Gold (AGLD)?

Adventure Gold (AGLD) adalah token ERC-20 asli dari proyek Loot NFT. Loot adalah proyek NFT yang dirancang secara acak berbasis teks yang dihasilkan dan disimpan secara on-chain, dibuat oleh salah satu pendiri media sosial, Vine, Dom Hofmann.

Proyek Loot tidak memiliki antarmuka front-end, gambar, statistik atau fungsionalitas. Sebaliknya, ini didasarkan pada satu set 8.000 NFT berbasis teks yang terbuka untuk bagaimana komunitas ingin menafsirkannya. NFT berisi teks mulai dari tulisan “Holy Greaves of Giants” hingga “Grim Shout.”

Adventure Gold sendiri diluncurkan pada 2 September 2021, dan memungkinkan setiap pemilik Loot NFT untuk mengklaim 10.000 token secara gratis. Pada 8 September 2021, harga floor price NFT Loot di OpenSea adalah 8,56 ETH. Banyak proyek turunan sedang dibangun di sekitar Loot.

Adventure Gold (AGLD)
Ilustrasi aset kripto Adventure Gold (AGLD).

Baca juga: Lebih Kenal Aset Kripto Akropolis (AKRO) & Tellor (TRB)

NFT dihasilkan sebagai item untuk digunakan dalam game atau proyek yang dibuat oleh komunitas. Ini telah menyebabkan generasi komunitas, alat pengembang, developer tools, guilds, market trackers, dan derivative projects menggunakan NFT Loot di dunia mereka.

Loot telah menerima banyak hype karena sifatnya yang inovatif. Meskipun tidak menambahkan fitur atau utilitas baru, inilah yang sebenarnya membuatnya begitu populer. Kebebasan untuk menggunakan Loot sesuai keinginan membuatnya sangat serbaguna.

Apa yang Membuat Adventure Gold (AGLD) Unik?

Adventure Gold mengikuti pendekatan bottom-up. Sementara para pendiri proyek NFT lain mengarahkan pengembangan NFT ciptaannya. Di Loot, komunitaslah yang menentukan nilainya dan cara menggunakannya. Segera setelah pembuatan Loot, komunitas dan proyek telah berkembang untuk menggunakan setiap NFT Loot dengan cara yang unik.

Kesederhanaan dan keunikan Loot itu sendiri mengilhami komunitas web3 untuk membuat banyak proyek turunan berdasarkan kodenya, Adventure Gold sendiri bertujuan untuk digunakan sebagai token tata kelola dan meminta pengguna memilih kredit dalam game di masa depan atau membangun mint di masa depan atas Loot dan mengadopsi AGLD.

Grup multisig yang terdiri dari Papper dan “anggota komunitas yang sangat bereputasi baik yang menyukai Loot” dapat menjalankan izin kontrak, seperti membuat keputusan dan proposal tata kelola lainnya.

Adventure Gold (AGLD)
Ilustrasi aset kripto Adventure Gold (AGLD).

Baca juga: Kenal Lebih Aset Kripto Golem (GLM) dan Optimism (OP)

Kecepatan pengembangan Loot dan Adventure Gold dan desas-desus seputar proyek juga telah menyebabkan lingkungan perdagangan yang unik, didorong oleh keputusan bursa kripto, seperti FTX untuk mendaftarkan AGLD hanya 30 jam setelah peluncurannya.

Peringkat AGLD di situs CoinMarketCap pada Rabu (29/6) jam 08.00 adalah #483, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 31.156.921. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 70.170.001 koin AGLD dan maksimal pasokan tidak tersedia.

AirSwap (AST) dan Adventure Gold (AGLD) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti AirSwap (AST) dan Adventure Gold (AGLD).

Trading AST/BTC, AGLD/USDT, AGLD/BUSD dan AGLD/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 28 Juni 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran AST dan AGLD di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bos Binance: Bearish Pasar Kripto Mungkin Segera Usai

Bos bursa kripto Binance, Changpeng Zhao, telah mengutarakan pendapat terbarunya mengenai kondisi bearish pasar kripto saat ini, yang menurutnya mungkin akan segera usai.

Bearish pasar kripto terbaru ini telah benar-benar menghantam industri dengan kuat, memaksa beberapa bisnis terkait untuk gulung tikar, memangkas jumlah staf dan bahkan menutup sebagian operasi cabang mereka.

Meski begitu, para pengembang tetap bergerak di balik layar untuk memoles proyek mereka, mengikuti upaya regulasi yang tampak akan lebih ramah terhadap aset kripto. Membangun ulang industri kripto tampak sedang berjalan di balik kondisi bearish.

Akankah Bearish Pasar Kripto Usai?

Berdasarkan laporan Market Watch, Bos Binance, Changpeng Zhao, telah membahas bearish pasar kripto di konferensi Point Zero Forum, di Zurich, Swiss.

Dengan jelas Zhao mengatakan bahwa dirinya tidak melihat potensi penurunan besar lanjutan dari harga kripto dalam waktu dekat. Menurutnya, ada kemungkinan bearish pasar kripto akan segera usai.

Ilustrasi Binance
Ilustrasi Binance. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Ajang Pencarian Project Web3, Supernova Live Events Sukses Digelar di T-Hub Bali

Dan pada topik “bursa dan lending kripto,” Zhao memperingatkan bahwa hanya bisnis yang berfokus pada keberlanjutan yang akan mampu bertahan. Sementara, bisnis yang berfokus dalam jangka pendek, hanya meraih banyak pelanggan, tidak akan bisa.

“Jika Anda hanya mendapatkan pengguna karena Anda menggunakan insentif untuk menarik pengguna, itu bukan model bisnis yang sebenarnya. Nanti Anda akan kehabisan uang dan Anda akan crash,” ujarnya.

Memang, Zhao tidak menjelaskan secara rinci, alasan di balik pandangannya tersebut. Tetapi, kemungkinan ia merujuk pada kekhawatiran yang mulai merambah soal ketakutan resesi.

Beberapa hari ini, ketakutan akan resesi telah menekan dominasi dolar AS di pasar mata uang, yang juga memicu pemulihan di beberapa aset kripto.

Cara Cuan Ketika Bearish Market
Ilustrasi Bear Market.

Baca juga: Investor Aset Kripto di Indonesia Tembus Lebih dari 14 Juta Pelanggan

Tentu saja, ini belum menjadi tanda pemulihan pasar skala besar, tetapi setidaknya telah menyusutkan tekanan dolar AS terhadap beberapa aset berisiko.

Selain itu, kabar terbaru mengenai potensi penambangan Bitcoin dalam mengurangi dampak perubahan iklim yang buruk juga menjadi sentimen positif baru.

Alih-alih membuang gas metana ke udara, penambangan BTC dapat menjadi solusi mengurangi metana dengan mengubahnya menjadi energi listrik murah. Ini adalah satu-satunya solusi terbaik, murah dan berkelanjutan bagi masalah tersebut. [st]

Artikel ini telah tayang di blockchainmedia.id dengan judul “Bos Binance: Bearish Pasar Kripto Mungkin Segera Usai



Sumber : news.tokocrypto.com

Brand Jam Tangan Mewah Swiss Terapkan Opsi Pembayaran Bitcoin

Merek jam tangan mewah asal Swiss, yakni Hublot telah mengisi daftar tambahan bisnis yang mengadopsi Bitcoin (BTC), dan memasukkannya ke dalam opsi pembayaran produk yang dijual di outlet mereka.

Hublot diketahui telah mengizinkan para pelanggan untuk membeli produk terbatas mereka menggunakan kripto utama tersebut, yang dimungkinkan bermitra dengan layanan pembayaran Bitcoin, yakni BitPay.

Hublot menjadi bagian dari bisnis fashion, yang membuka opsi pembelian menggunakan aset kripto. Hal ini tentunya berpengaruh pada fungsi BTC, sebagai uang digital yang kian melebar, terutama di merek-merek ternama. 

Baca juga: Simak Alasan Seniman NFT Memilih Aliran Kartun untuk Karyanya

Terbaru, Hublot diketahui telah meluncurkan koleksi terbatas yang disebut “Big Bag Unico Essential Grey,” yang hanya ada 200 unit saja di dunia. Produk terbaru ini hanya dapat dibeli di platform e-Boutique AS, Hublot, lantaran pelanggan dapat membawanya pulang menggunakan aset kripto.

Diketahui, harga satu unit jam tangan mewah edisi terbatas tersebut berkisar US$ 21.200, segaris dengan harga Bitcoin saat ini. Di sisi lain, jalur trem ikonik no. 42 di Praha, Republik Ceko, yang kini menjadi salah satu objek wisata, juga telah mengadopsi aset kripto untuk pembayaran jasa perjalanannya.

Diketahui, jalur trem tersebut telah menggandeng jasa pembayaran global untuk adopsi itu, sehingga para wisatawan dapat menggunakan kripto mereka untuk menaikinya. Direktur TI di Pariwisata kota Praha, Petr Soukup, mengatakan:

“Keuangan kripto adalah sumber uang yang sangat populer saat ini. Tidak ada alasan mengapa orang tidak boleh menggunakannya untuk pembayaran rutin. Mereka sekarang dapat membayar tiket dengan sepotong Bitcoin atau, misalnya, Ethereum,” ungkap Soukup, dilansir dari laman praguemorning.cz, Senin (27/6/2022).

Baca juga: Berapa Harga Terendah Bitcoin Menurut Analis Terkenal Ini?

Selain itu, para pedagang yang menerima opsi pembayaran tersebut juga dapat memilih untuk menerima transaksi dalam bentuk aset kripto, atau langsung dikonversi menjadi uang fiat. Kendati pasar sedang lesu, penerapan kripto sebagai alat bayar tampaknya masih mengarah ke arah yang positif dan akan terus berkembang, serta melebarkan jangkauannya. [iq]

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Supernova Live Events Sukses Digelar di T-Hub Bali

Supernova Live Events, ajang pencarian project Web3 dan blockchain lokal sukses digelar di T-Hub Bali by Tokocrypto. Acara ini sudah berjalan sejak awal Juni 2022, diadakah setiap hari Jumat dan per pekannya dihadiri oleh ratusan peserta secara offline.

Acara yang diprakarsai oleh ICP Network (Dfinity) ini telah menampilkan lebih dari dua puluh project blockchain terpilih dari seluruh komunitas web3 di Bali. Para developer project tersebut mempresentasikan proposal mereka dalam upaya untuk mendapatkan pendanaan sebesar US$ 100.000 dari Dfinity Foundation. Ada lima project web3 yang sudah melakukan pitching di antaranya: Balicoop, Clubconscious, Favourse, Happnow, dan Qui-Xi.

Supernova Live Events Bali adalah salah satu dari rangkaian acara hackathon blockchain terbesar yang pernah diselenggarakan oleh ICP Network (Dfinity). Saat ini, sudah ada lebih dari 4.000 developer blockchain bergabung dari seluruh dunia untuk mendapatkan hadiah utamanya pendanaan lebih dari US$ 6 Juta sebagai apresiasi proyek kripto mereka di Supernova Demo Day yang digelar 30 Juni 2022.

Supernova Live Events sukses digelar di T-Hub Bali
Supernova Live Events sukses digelar di T-Hub Bali.

Baca juga: Investor Aset Kripto di Indonesia Tembus Lebih dari 14 Juta Pelanggan

“Sebagai penyelenggara Supernova Live Events, kami atas nama Dfinity merasa terhomat menjadi perjalanan yang luar biasa bagi perkembangan dunia blockchain dan web3 di Bali. Suasana yang dibangun oleh komunitas dan kualitas proyek yang muncul sungguh luar biasa, menunjukkan betapa substansial industri blockchain di Indonesia dan betapa pentingnya bagi pemain utama seperti IC untuk menjadi “glocal” dan “phygital,” Kata Emilio Canessa, Special Projects of ICP Network (Dfinity).

Rangkaian acara ini telah menyatukan seluruh spektrum komunitas kripto hingga web3 di Bali, baik lokal maupun ekspatriat, menarik lebih dari 500 orang secara total dari semua latar belakang: NFT, kripto, Blockchain dan DAO. Mengutip data internal Tokocrypto, jumlah pengguna kripto di Bali telah melonjak menjadi 37.660 investor per Februari 2022, naik dari hanya 808 investor pada awal tahun 2021.

Supernova Live Events sukses digelar di T-Hub Bali
Supernova Live Events sukses digelar di T-Hub Bali.

Baca juga: Memahami Aset Kripto, NFT dan Gagasan “Greater Fool Theory”

“Antusiasme yang ditunjukkan orang-orang untuk acara ini semakin memperkuat keyakinan bahwa Bali telah menjadi salah satu episentrum pengembangan proyek blockchain di Asia yang harus diperhitungkan,” ungkap Antria Pansy, Senior Community Engagement Tokocrypto.

Kegiatan Supernova Live Events selaras dengan visi dan misi T-Hub Bali by Tokocrypto, untuk menjadi hub yang aman bagi komunitas kripto untuk berkumpul, berjejaring, dan berkolaborasi. Dengan lebih banyak acara kolaboratif, seperti Supernova Live Events, perkembangan industri kripto dan blockchain di Bali dan Indonesia, dapat didorong untuk selalu tumbuh dan berkembang.

Tokocrypto meluncurkan T-Hub di Bali pada Januari lalu, sebagai bentuk dukungan upaya pemulihan perekonomian daerah, sekaligus diharapkan membawa multiplier effect untuk membangkitkan ekonomi nasional melalui pengembangan ekonomi digital dan akselerasi industri berbasis wisata dan hospitality.



Sumber : news.tokocrypto.com

Investor Aset Kripto di Indonesia Tembus Lebih dari 14 Juta Pelanggan

Investasi aset kripto semakin diminati oleh masyarakat Indonesia. Walaupun saat ini market kripto global sedang mengalami tekanan di tengah tren bearish, industri kripto di dalam negeri perlahan terus tumbuh.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan merilis laporan terbaru terkait jumlah investor aset kripto di Indonesia dan transaksi perdagangan yang dihimpun sampai bulan Mei 2022. Dalam laporan tersebut, Bappebti menyebutkan dari akhir Desember 2021 sampai Mei 2022, terdapat penambahan hampir 3 juta investor dari 11,2 juta sekarang mencapai 14,1 juta investor.

Sementara, untuk jumlah transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia, selama periode Januari hingga Mei 2022 sudah mencapai Rp 192 triliun. Jika dibandingkan dengan jumlah transaksi pada tahun 2021 dengan masa periode yang sama, terjadi penurunan. Pada Mei 2021, jumlah transaksi aset kripto mencapai Rp 370 triliun.

VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein. Foto: Tokocrypto.

VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein, mengatakan laporan pertumbuhan yang dikeluarkan oleh Bappebti memberikan bukti nyata bahwa industri aset kripto di Indonesia masih bergerak ke arah positif, meski dihantam situasi bear market. Meski pertumbuhan tidak terlalu memuaskan, jumlah investor aset kripto masih jauh lebih besar dibanding saham.

“Pertumbuhan jumlah investor aset kripto masih bergerak ke arah positif di saat situasi market yang mengalami banyak tekanan. Dampak dari kondisi market terlihat dari jumlah transaksi perdagangan, namun hal ini sudah diantisipasi sebelumnya, sehingga belum memberikan efek serius untuk pertumbuhan bisnis industri kripto di Indonesia,” kata Adytia.

Baca juga: Giatkan Literasi Aset Kripto, Tokocrypto Gelar TokoInvasion di Surabaya

Bear Market Kripto Bisa Jadi Peluang

Lebih lanjut, Adytia mengatakan industri kripto dalam negeri masih terus bergeliat. Hal ini dilihat dari masih adanya sejumlah project aset kripto dan NFT baru dari pelaku industri lokal yang rilis. Mereka percaya bahwa bear market bisa menjadi peluang yang baik untuk menunjukkan project mereka. 

Kondisi bear market bisa menjadi seperti seleksi alam di dunia aset kripto dan blockchain, di mana project kripto dan NFT akan diuji untuk bertahan dan mencari peluang. Pasar akan memperlihatkan mana project yang punya fundamental yang baik dan tidak, sehingga membuka potensi untuk yang lebih besar di masa mendatang.

Cara Cuan Ketika Bearish Market
Cuan Ketika Bearish Market.

Dari segi bisnis Tokocrypto sendiri masih mengalami pertumbuhan. Perusahaan berhasil mencatatkan pertumbuhan jumlah investor mencapai 2,7 juta investor per Mei 2022. Sementara, transaksi perdagangan atau weekly trading volume mencapai US$ 300-400 juta. 

“Bisnis Tokocrypto masih mengalami pertumbuhan. Kami terus mengembangkan ekosistem blockchain, TokoVerse untuk meningkatkan revenue perusahaan. Sejauh ini kami juga masih mencari talenta-talenta terbaik untuk bergabung di perusahaan dan bersama untuk memajukan industri aset kripto dan blockchain di Indonesia,” jelas Adytia.

Baca juga: Solana Luncurkan Smartphone Android, Langkah Baru Menuju Adopsi Global

Tokocrypto Bangun Ekosistem Blockchain

Ekosistem TokoVerse, yang terdiri dari TokoMall (NFT marketplace), TokoLabs (program akselerator startup blockchain), T-Hub (crypto hub), Kriptoversity (edutech), TKO (project kripto) dan lainnya bisa menjadi lini bisnis baru yang bisa memanfaatkan perkembangan blockchain, Web3, Metaverse, NFT, DeFi, GameFi dan lainnya. Revenue perusahaan tidak hanya bertumpu pada pendapatan dari exchange saja, sehingga sustainability tetap bertahan untuk jangka panjang.

Ilustrasi ekosistem blockchain, TokoVerse by Tokocrypto.
Ilustrasi ekosistem blockchain, TokoVerse by Tokocrypto.

Untuk terus mendorong pertumbuhan, Tokocrypto juga fokus pada edukasi dan perlindungan investor. Tujuannya agar masyarakat bisa mendapatkan rasa trust dan confidence untuk masuk ke dalam industri aset kripto. Salah satu cara edukasi yang dijalankan oleh Tokocrypto adalah membuat program TokoInvasion yang digelar di Surabaya pada tanggal 23 hingga 26 Juni 2022.
“Dalam industri investasi dan layanan keuangan, perihal trust menjadi hal utama. Maka dari itu, kita ingin menciptakan rasa trust di masyarakat dalam memandang aset kripto dan blockchain. Kita sejak lama fokus di edukasi dan literasi. Kita ingin menciptakan pertumbuhan industri yang sehat dan menekan investasi ilegal dan stigma negatif dari aset kripto,” pungkas Adytia.

Baca juga: Mengulik Ekspektasi Bitcoin Bakal Lampaui US$ 100.000 di Tahun 2025



Sumber : news.tokocrypto.com

Market Awal Pekan: Bitcoin Masih “Nyaman” di Harga $ 21.000

Pergerakan market aset kripto pada awal pekan kelima Juni 2022, masih terlihat datar. Selama akhir pekan lalu, tidak ada pergerakan market yang mengejutkan baik naik maupun turun.

Melansir situs CoinMarketCap pukul 09.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar ada big cap kompak turun sedikit ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC) turun 1,37% ke $ 21.086 per keping dalam sehari terakhir.

Sementara nasib altcoin lain seperti Ethereum (ETH) tidak jauh berbeda turun 1,52% ke $ 1.214 di waktu yang sama. Solana (SOL) dan Polkador (DOT) juga mengalami penurunan, masing-masing 3,39% dan 1,06%. Mengejutkan Dogecoin (DOGE) mengalami lonjakan harga hingga 10,97% capai $ 0,07513.

market aset kripto
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin, US$ 209 Ribu pada Tahun 2025

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto awal pekan ini masih terus bergerak sideways, meski sedikit melemah di tengah tipisnya volume trading selama akhir pekan lalu.

“Dari pergerakkan market kripto masih datar saja. Ini diperkirakan akan terus berlangsung lama. Salah satu penyebab market terus sideways di antaranya investor terus berulang melakukan aksi profit taking, saat harga sedikit naik, mumpung kinerja pasar kripto pekan lalu berada di teritori positif,” kata Afid.

Lebih lanjut Afid menjelaskan Investor juga masih dalam fase priced in dalam melihat dinamika makroekonomi yang terjadi selama sepekan belakang. Niatan The Fed untuk mengerek suku bunga acuannya dengan kencang di masa depan membuat banyak aset kripto semakin berkorelasi kuat dengan kondisi makroekonomi dalam sembilan bulan terakhir.

Belum Ada Momentum Bullish

Afid berkeyakinan dalam beberapa waktu ke depan belum ada momentum yang baik untuk market bergerak bullish. Apalagi ekonom Wall Street meramalkan bahwa resesi ekonomi bisa terjadi dalam kurung waktu 12 bulan mendatang. Ramalan ini memberikan sinyal antisipasi bagi pelaku pasar, mengantisipasi “efek samping” kebijakan moneter agresif The Fed.

Cara Cuan Ketika Bearish Market
Cara Cuan Ketika Bearish Market.

Baca juga: Mengulik Ekspektasi Bitcoin Bakal Lampaui US$ 100.000 di Tahun 2025

Pergerakkan Bitcoin pun rupanya diramalkan belum bergerak bagus. Pasar kripto belum bisa menguat signifikan pekan ini, karena tidak ada momentum yang bisa mendorong BTC meninggalkan kisaran US$ 20.000 per keping.

“Bitcoin akan mengalami test support berkali-kali, di mana harganya bisa jadi akan berada di level US$ 19.800 hingga US$ 17.000 dalam beberapa waktu ke depan. Dari analis teknikal, prospek bullish belum bisa terihat. Untuk bergerak bullish, BTC harus melewati level resistance di titik US$ 23.000,” jelas Afid.

Jika dilihat dari sisi teknikal, BTC sendiri memiliki peluang untuk melanjutkan penguatannya sampai ke area US$ 22.400 hingga US$ 22.700 selama pekan ini. Kenaikan harga kripto yang terjadi nantinya hanya bersifat prematur, karena belum ada sentimen positif yang kuat.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Sepekan: Investor Kripto Bisa Bernafas Lega, Awas Bull Trap

Di penghujung pekan keempat Juni 2022, investor aset kripto tampaknya bisa bernafas lega melihat kondisi market. Market kripto akhirnya bisa sedikit comeback menuju zona hijau menjelang akhir pekan.

Secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap telah tampil gemilang menuju zona hijau dalam perdagangan 24 jam terakhir. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, Jumat (24/6) jam 13.00 WIB, nilai Bitcoin kembali tumbuh dengan harga $ 21.106 atau tumbuh 4,12%.

Altcoin lainnya pun tak kalah meroket. Nilai Ethereum (ETH) ikut naik 6,67% ke US$ 1.149. Solana (SOL) dan XRP bahkan melonjak lebih dari 10%. Binance Coin (BNB), Cardano (ADA) dan Dogecoin (DOGE) tumbuh lebih dari 5% sehari belakangan. 

Ilustrasi market aset kripto.
Ilustrasi market aset kripto.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan perdagangan market kripto bergerak positif menjelang akhir pekan disebabkan oleh investor yang mulai percaya diri untuk ramaikan pasar dengan aksi beli. Ternyata sentimen positif ini juga dirasakan oleh kinerja pasar modal yang menampilkan performa gemilang.

“Secara umum, investor kembali masuk ke market kripto, bersamaan dengan kinerja pasar modal yang juga mengalami kinerja positif. Investor yakin bisa mendapatkan keuntungan dalam jangka panjang, ketika market kripto akan kembali bullish, sehingga mereka memutuskan untuk masuk meski masih ragu-ragu,” kata Afid.

Baca juga: Solana Luncurkan Smartphone Android, Langkah Baru Menuju Adopsi Global

Selain dari sikap invetor ritel yang bersemangat untuk masuk ke market, ternyata dari sisi teknikal, aksi buy the dip yang dilakukan oleh whales juga berpengaruh untuk kenaikan harga. Buktinya, indikator Mayer Multiple menunjukkan bahwa skornya berada 50% di bawah level Moving Average (MA) BTC selama 200 hari. 

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Meski begitu, potensi market kripto untuk bullish dalam waktu dekat masih ada hambatan. Salah satu utamannya adalah Kekhawatiran atas resesi ekonomi kian nyata, setelah Ketua The Fed, Jerome Powell kembali menegaskan, otoritas moneter AS tersebut bakal terus melawan inflasi dengan kenaikan suku bunga acuan.

Secara teori, kenaikan suku bunga bakal mengurangi minat investor untuk menyimpan hartanya di aset beresiko seperti kripto, dan saham. Investor maupun ritel cenderung akan memilih institusi keuangan tradisional atau perbankan untuk menyimpan asetnya.

Baca juga: Giatkan Literasi Aset Kripto, Tokocrypto Gelar TokoInvasion di Surabaya

Menanti Titik Bottom Bitcoin

Titik bottom atau dasar dari penurunan harga Bitcoin saat ini menjadi hal yang paling nantikan. Pasalnya, bottom ini akan menjadi akhir dari penderitaan berlarut-larut dari bear market dan membawa angin segar ke industri kripto.

“Berkaca pada kejadian Bitcoin crash pada 2013 dan 2017, di mana nilai BTC anjlok hingga 80% dari titik tertingginya atau ATH di kedua tahun tersebut. Sementara itu, saat ini, Bitcoin berada di kisaran US$ 21.000, atau baru jatuh sekitar 75% dari titik tertingginya US$ 68.000 di November lalu. Sehingga, banyak analis berkeyakinan titik bottom BTC nanti akan juga turun 80% sama pada 2013 dan 2017,” jelas Afid.

Pergerakan Bitcoin kini masih ditargetkan alami penurunan hingga level support US$ 19.000-US$ 15.500 dalam beberapa waktu ke depan. Level resistance BTC sekarang ada di nilai US$ 23.000. Prospek bearish juga tampak berlanjut untuk menemukan bottom yang sebenarnya, meski Bitcoin Fear & Greed Index sedikit membaiknya levelnya, walaupun masih bertahan di wilayah Extreme Fear.

Bitcoin Fear & Greed Index
Bitcoin Fear & Greed Index pada tanggal 24 Juni 2022.

Baca juga: Kenal Lebih Aset Kripto dForce (DF) dan Bonfida (FIDA)

Secara fundamental, bangkitnya nilai Bitcoin dan industri kritpto dapat terealisasi setelah meredanya gejolak ekonomi, yang menumbuhkan selera risiko investor ke aset, seperti saham dan kripto. Secara teknikal, pergerakan market saat ini telah melihat adanya peluang bottom Bitcoin sudah dekat.

“Jika inflasi dan tekanan geopolitik terus mereda, market akan kembali bergerak positif. Jika melihat histori bear market atau crypto winter pada 2018, butuh waktu kurang lebih dua tahun bear market selesai dan harga mulai kembali naik atau mencapai ATH,” kata Afid.

Jika pola ini berulang ada kemungkinan para investor yang bertahan di kondisi pasar saat ini baru akan mendapatkan imbal hasil tinggi di 2025, satu tahun setelah halving di 2024. Jadi kurang lebih dibutuhkan waktu 2-3 tahun untuk bull market datang kembali.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengulik Ekspektasi Bitcoin Bakal Lampaui US$ 100.000 di Tahun 2025

Aset kripto utama, Bitcoin (BTC) menjadi sorotan banyak pengamat dan investor sejak menjadi booming beberapa tahun silam. BTC juga telah mengalami pasang surut harga yang luar biasa “gila”, dengan kenaikan ribuan persen dan penurunan yang melebihi 80 persen disetiap siklus, yang nampaknya sedang terjadi saat ini.

Harga BTC telah menuju palung terdalam dari ATH terbarunya, yakni di kisaran US$68.000, dan telah menghantam industri kripto dengan sangat kuat. Kejatuhan ini mematikan beberapa bisnis di industri, termasuk pertukaran kripto yang harus sampai mengurangi staf demi bertahan hidup.

Baca juga: Mengenal Talaxeum- Green Defi Utility Token Hasil Karya Kolaborasi Komunitas Dalam Mendukung Tokenisasi Industri Riil

Sebagai aset yang terdesentralisasi alias tidak terpusat, Bitcoin tidaklah didukung atau diatur oleh pemerintah dan hanya diatas kertas. Dalam aset kripto, harusnya inflasi, kondisi ekonomi, dan faktor lainnya tidak mempengaruhi harga BTC.

Akan tetapi, kenyataan saat ini BTC telah terpengaruh sentimen global dari perekonomian, membawa harganya jatuh bersamaan dengan pasar saham.

Hal ini, lantaran investor di balik BTC telah terpengaruh kebijakan bank sentral dan kenaikan suku bunga, serta kekhawatiran inflasi. Sehingga, BTC meski terdesentralisasi para investor di belakangnya tetap “terikat” dengan aturan pemerintah tempat mereka berpijak.

Ini tentu mempengaruhi faktor utama dari penggerak harga BTC, yakni penawaran dan permintaan. Di saat selera risiko investor menyusut, permintaan menurun dan membawa penawaran menjadi naik, harga BTC pun menyusut. Begitu pula sebaliknya.

Biaya produksi dari BTC pun dapat mempengaruhi harga, yakni dari operasional penambangan Bitcoin. Biaya listrik, pajak dan lain-lain tentu menjadi landasan dalam permintaan dan penawaran karena penambang tentu tidak mau merugi.

Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin, US$209 Ribu pada Tahun 2025

Di samping itu, regulasi menjadi penopang yang mempengaruhi harga. Pasalnya regulasi yang ramah kripto tentu akan meningkatkan peluang bertambahnya investor, serta meningkatkan permintaan dan harga.

Dalam jangka panjang, regulasi di AS tampak akan sangat baik bagi perkembangan industri kripto, di mana pajak juga telah ditentukan dengan bijak, sehingga industri telah dianggap seperti halnya komoditas atau aset investasi.

Kendati demikan, dalam pandangan beberapa investor dari pertimbangan regulasi, permintaan investor institusi dan potensi resesi pada AS, harga BTC berpeluang melampaui $100.000 di tahun 2025, setelah halving terbarunya. [st]

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Luncurkan Smartphone Android

Pendiri Solana Labs, Anatoly Yakovenko, baru saja mengumumkan bahwa Solana bersiap meluncurkan beberapa produk untuk integrasi ke smartphone.

Kabar tersebut ditambah dengan rencana Solana untuk membuat smartphone sendiri yang terintegrasi ke teknologi Web 3.0.

Solana Masuk ke Dunia Smartphone

Pada 23 Juni 2022, CEO Solana mengumumkan di New York bahwa Solana akan mulai masuk lebih serius ke dunia smartphone

Ia mengumumkan bahwa Solana sedang membentuk Software Development Kit atau SDK agar developer lebih mudah membuat aplikasi terdesentralisasi smartphone berbasis Web 3.0 bernama Solana Mobile Stack atau SMS. 

Dalam pengumuman di New York tersebut, ia juga mengumumkan bahwa Solana akan meluncurkan smartphone sendiri bernama Saga

Smartphone ini akan menggunakan sistem operasional android dan bertujuan untuk mempermudah penggunaan aplikasi terdesentralisasi berbasis Web 3.0. 

Diperkirakan bahwa harga smartphone ini adalah sekitar $1,000 atau Rp 14,8 Juta dan akan dapat dibeli pada Tahun 2023. Nantinya, smartphone tersebut akan memiliki spesifikasi yaitu prosesor Snapdragon 8+ Gen 1, layar  6.67″ OLED, RAM sebesar 12GB, and ruang penyimpanan sebesar 512GB.

CEO Solana
CEO Solana memaparkan rencana smartphone proyek di New York.

Baca juga: Giatkan Literasi Aset Kripto, Tokocrypto Gelar TokoInvasion di Surabaya

Dalam smartphone tersebut nantinya akan ada aplikasi bernama Solana Pay untuk mempermudah transaksi melalui Kode QR dan tempat penyimpanan seed phrase

Saat ini, Solana menerima deposit sebesar $100 atau Rp 1,48 Juta untuk investor yang mau ikut serta dalam tahap penjualan awal atau presale smartphone ini.

Nantinya investor yang memberi deposit akan mendapatkan NFT sebagai tanda terima deposit. 

Raj Gokal, salah satu pendiri Solana menyatakan bahwa SDK bernama SMS tersebut akan mempermudah adopsi Web 3.0 yang selama ini membutuhkan komputer. 

“Solana dapat mengubah banyak hal yang kita lakukan setiap hari, tapi kita perlu membuka kesempatan untuk aplikasi terdesentralisasi bergerak di smartphone kita agar perubahan dapat terjadi.”

Pendiri Solana Labs, Anatoly Yakovenko

CEO FTX, Sam Bankman Fried, menyatakan dukungannya terhadap inovasi Solana karena teknologi Web 3.0 di smartphone masih jauh tertinggal. 

Solana Luncurkan Smartphone Android, Langkah Baru Menuju Adopsi Global
Solana Luncurkan Smartphone Android, Langkah Baru Menuju Adopsi Global.

Memperluas Adopsi Web 3.0

Anatoly Yakovenko menyatakan bahwa inovasi ini dapat membawa perkembangan pada adopsi Web 3.0 secara menyeluruh.

“Ini adalah awal dari langkah besar menuju adopsi crypto di smartphone. Saat ini langkah terbaik adalah untuk membuat fitur yang mempermudah transaksi Web 3.0 pada smartphone, agar aset digital bisa dibawa kemana saja,” katanya.

Pendiri Solana Labs, Anatoly Yakovenko

Ia percaya bahwa ini adalah langkah besar untuk adopsi Web 3.0 yang bisa menjadi inovasi dan solusi dari perusahaan teknologi besar yang kurang menyediakan ruang inovasi di dunia kripto dan blockchain.

Baca juga: Ini 5 Game NFT Gratis yang Dapat Memberi Keuntungan

Selanjutnya ia menambahkan bahwa Solana sedang mencoba untuk memberikan solusi baru untuk penyimpanan dana yang lebih mudah untuk pengguna smartphone

Walau saat ini sudah banyak tempat kustodi atau penyimpanan dana, Yakovenko merasa bahwa potensinya belum didorong ke tahap terbaiknya, terutama di sektor smartphone

“Setiap hari saya mendengar cerita investor-investor yang sedang jauh dari komputer harus kembali ke komputer untuk konfirmasi transaksi crypto. Semua transaksi tersebut dapat menjauhkan investor dari kehidupan sehari-hari.”

Pendiri Solana Labs, Anatoly Yakovenko

Pernyataan tersebut menjadi dasar alasan mengapa inovasi sangat dibutuhkan dalam mengakomodir transaksi kripto, terutama melalui smartphone yang pada dasarnya sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari karena akses yang diberikan. 

Data dari Yakovenko menyatakan bahwa terdapat 44% peningkatan dalam pengguna blockchain yang aktif sejak Desember 2021. 

Data tersebut dapat menjadi dasar bagaimana pentingnya adopsi teknologi Web 3.0 di smartphone karena akan mempermudah pengguna-pengguna tersebut dan menciptakan efek domino untuk adopsi lebih luas. 

Sumber





Sumber : news.tokocrypto.com

Giatkan Literasi Aset Kripto, Tokocrypto Gelar TokoInvasion di Surabaya

Tokocrypto kembali menyelenggarakan TokoInvasion, sebuah kegiatan yang bertujuan untuk memberikan edukasi dan literasi terkait blockchain dan aset kripto secara langsung kepada masyarakat. TokoInvasion kali ini akan digelar secara offline di Atrium Tunjungan Plaza 3, Surabaya mulai tanggal 23 hingga 26 Juni 2022.

TokoInvasion merupakan kegiatan yang diselenggarakan secara rutin oleh Tokocrypto sejak tahun 2021 untuk memperkenalkan aset kripto dan teknologi blockchain kepada seluruh lapisan masyarakat. TokoInvasion telah digelar secara offline maupun online di beberapa kota di Indonesia; Yogyakarta, Bandung, Lampung, Palangkaraya, Semarang, Palembang, Malang dan Lombok.

VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein, mengatakan dipilihnya kota Surabaya sebagai destinasi selanjutnya dari TokoInvasion bukan tanpa alasan. Dari data internal Tokocrypto, jumlah investor aset kripto di Jawa Timur dan Surabaya mengalami pertumbuhan yang signifikan. Kegiatan ini bisa menjadi wadah bagi masyarakat dan investor pemula untuk lebih memahami blockchain dan aset kripto. 

Tokocrypto mencatat jumlah investor aset kripto di Jawa Timur pada tahun 2021 lebih dari 144 ribu pengguna, kemudian meningkat sangat pesat sampai Mei 2022, di mana lebih dari 211 ribu pengguna yang berinvestasi di Tokocrypto. Sementara, jumlah pengguna Tokocrpyto khususnya di Surabaya juga meningkat pesat dari 20 ribu pengguna di tahun 2021, menjadi lebih dari 42 ribu pengguna sampai Mei 2022.

“Edukasi dan literasi sudah menjadi fokus utama dari Tokocrypto sejak lama. Melalui TokoInvasion, kami berharap dapat mengakselerasi adopsi dan memberikan pemahaman lebih terkait manfaat dari teknologi blockchain, serta cara berinvestasi aset kripto dan mengelola keuangan secara bijak dan cerdas,” kata Adytia.

Baca juga: Kolaborasi Tokocrypto dan UKI Dirikan Pusat Inovasi dan Literasi Blockchain

Kemeriahan TokoInvasion Surabaya

TokoInvasion di kota Surabaya akan dimeriahkan oleh berbagai rangkaian acara. Secara khusus Tokocrypto akan memberikan edukasi dan literasi terkait pemanfaatan teknologi blockchain, metaverse, industri aset kripto secara umum, tips dan trik investasi maupun trading kripto. 

Selain itu, akan ada pengenalan ekosistem blockchain dari Tokocrypto yaitu TokoVerse, seperti TokoMall, TokoCare, TokoLabs, TokoScholars, Kriptoversity dan lainnya. Sesi talkshow akan dibuat sangat insightful dengan para pembicara yang menarik. 

VR Games di TokoInvansion Surabaya
VR Games di TokoInvasion Surabaya.

Para narasumber talkshow yang akan meramaikan rangkaian acara TokoInvasion di Kota Pahlawan tersebut adalah mulai dari Rieka Handayani (VP Corporate Communication Tokocrypto), M Wendy Taufik (VP Tech Tokocrypto), Afid Sugiono (Trader Tokocrypto), Brenda Andrina, Revina VT, Andre Lestari, Angga Andinata, Sigit Tanoko, Arief Muhammad dan masih banyak lainnya.

Tidak hanya sesi talkshow seputar aset kripto dan industri blockchain, ada juga booth interaktif dan beragam program aktivitas lainnya dengan total hadiah jutaan rupiah. Para pengunjung TokoInvasion Surabaya bisa lebih memahami tentang Tokocrypto dan ekosistem blockchain yang dibangun melalui booth Milestones, TokoMall Exhibition dan langsung bergabung serta verifikasi KYC (Know Your Customer) di booth Tokocrypto untuk mendapatkan hadiah menarik.

Tokocrypto menggelar TokoInvasion di Surabaya
Tokocrypto menggelar TokoInvasion di Surabaya.

Ada juga berbagai aktivitas lain seperti Cash Cubes, VR Games, hingga Lucky Draw dengan total hadiah puluhan juta rupiah. Pengunjung TokoInvasion dapat menikmati beragam aktivitas hiburan menarik, seperti pertunjukan musik dari penyanyi dan grup band ternama yaitu Jaz Hayat, Silampukau, 501 dan Incase Band.

“Tokocrypto ke depannya akan terus berkomitmen #SiapLebih dalam mendorong edukasi dan literasi aset kripto dan blockchain kepada masyarakat di Indonesia. Kami juga akan terus berkolaborasi dengan berbagai mitra strategis lainnya demi menciptakan adopsi kripto yang secara lebih luas dan terus membuka peluang menciptakan dampak positif bagi masyarakat,” tutup Adytia.

Baca juga: Pria Ini Berhasil Kalahkan Bos Tokocrypto di Cerdas Cermat Kriptoversity



Sumber : news.tokocrypto.com