Tag Archives: aset kripto

Kenal Lebih Aset Kripto dForce (DF) dan Bonfida (FIDA)

Dua aset kripto dForce (DF) dan Bonfida (FIDA) memilik project dan utilitas yang menarik. Secara singkat, dForce bertujuan untuk membangun ekosistem protokol moneter dan keuangan terbuka dalam dunia desentralisasi.

Sementara, Bonfida dikenal sebagai pengembang infrastruktur teratas di Solana. Platform blockchain ini memiliki tujuan yang sederhana, namun realistis untuk menyediakan produk dan layanan yang akan meningkatkan blockchain Solana untuk semua penggunanya.

Penasaran apa saja keunggulan kedua aset kripto tersebut? So, mari berkenalan dengan dForce (DF) dan Bonfida (FIDA).

dForce (DF)

Apa Itu dForce (DF)?

dForce merupakan plaform blockchain yang membangun satu set lengkap protokol DeFi (Decentralized Finance) yang mencakup aset kripto, lending, trading berfungsi sebagai infrastruktur di Web3.

DForce saat ini digunakan di Ethereum, Arbitrum, Optimism, Polygon, Binance Smart Chain (BSC). Berikut adalah layanan yang dimiliki oeh platform dForce:

dForce DAO adalah proyek berbasis komunitas, dengan perubahan protokol utama yang didorong oleh komunitas dan diputuskan bersama oleh pemegang token DF melalui tata kelola.

dForce (DF)
Ilustrasi aset kripto dForce (DF).

Baca juga: Apa Itu Kripto Streamr (DATA) dan FC Barcelona Fan Token (BAR)?

Ada juga layanan dForce Lending yang merupakan protokol pinjaman multi-sisi berbasis pool yang mendukung banyak agunan dengan model suku bunga dinamis yang digerakkan oleh pasar. dForce Lending telah menjalani tinjauan kode ekstensif dan audit keamanan oleh Trail of Bits, ConsenSys Diligence, CertiK, Certora (verifikasi formal), dengan bug bounty yang diluncurkan melalui Immunefi. dForce Lending telah digunakan selama lebih dari 1 tahun dan telah teruji dalam pertempuran.

dForce Staking dForce memperkenalkan model hybrid yang menampilkan Staking dan Lock-up Staking. Staking membuka pendekatan baru bagi pemegang token DF untuk menangkap pendapatan biaya di seluruh jaringan dForce.

Apa yang Membuat dForce (DF) Unik?

dForce (DF) adalah token utilitas asli ERC-20 dari platform dForce dan terutama digunakan untuk hal-hal berikut:

  • Tata Kelola: Pemegang token DF dapat memberikan suara pada keputusan tata kelola dan mengatur parameter protokol. Penambangan likuiditas: penyedia likuiditas di dForce dihargai dengan token DF.
  • Pembayaran: pengguna diharuskan menggunakan token DF untuk membayar berbagai layanan yang disediakan oleh platform, seperti pembuatan USDx, GOLDx, dll.
  • Stabilisasi sistem: Token DF dicetak dan dilelang untuk menutupi kredit macet dan merekapitalisasi platform.
dForce (DF)
Ilustrasi aset kripto dForce (DF).

Pemegang token DF dapat mengusulkan dan memberikan suara untuk secara kolektif memutuskan perubahan protokol yang diusulkan, termasuk onboarding aset baru, mendukung agunan baru, dan memutuskan batas pasokan/pinjaman setiap aset.

Peringkat DF di situs CoinMarketCap pada Kamis (23/6) jam 13.00 adalah #643, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 14.375.117. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 421.032.332 koin DF dan maksimal pasokan 999.934.977 koin DF.

Baca juga: Mengenal Kripto Paris Saint-German Fan Token (PSG) dan Beam (BEAM)

Bonfida (FIDA)

Apa Itu Bonfida (FIDA)?

Bonfida menyediakan rangkaian produk lengkap yang menjembatani kesenjangan antara Serum, Solana, dan basis pengguna yang berkembang secara aktif berdagang di Serum DEX. Sebagai GUI (Graphical user interface) Serum unggulan, platform ini menghadirkan analitik data Solana pertama ke ekosistem, yang bertujuan menjadikan Bonfida solusi satu atap untuk mereplikasi pemain terkemuka di ekosistem Ethereum DeFi.

Bonfida APIsaat ini digunakan oleh beberapa pembuat pasar terbesar di industri aset kripto dan telah mengalami pertumbuhan yang mengesankan dengan lebih dari 25%, peningkatan penggunaan dari minggu ke minggu.

Bonfida (FIDA)
Ilustrasi aset kripto Bonfida (FIDA).

Sementara, Bonafida (FIDA) adalah token Solana yang mengatur Bonfida, produk yang bertujuan untuk membangun antarmuka pengguna, API, dan analisis data untuk Serumpertukaran terdesentralisasi. Selain itu, Bonfida bertujuan untuk membangun solusi untuk layanan nama terdesentralisasi dan platform untuk pertukaran NFT di Solana.

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Ontology Gas (ONG) dan VIDT Datalink (VIDT)

Apa yang Membuat Bonfida (FIDA) Unik?

FIDA adalah token asli platform, digunakan untuk fungsi berikut:

  • Akrual nilai: Persentase biaya yang dihasilkan dari produk Bonfida (Perpetual Swap, Name Services, Bonfida Bot) akan digunakan untuk membeli dan membakar FIDA.
  • Mempertaruhkan hadiah: Pengguna akan menerima FIDA sebagai hadiah dengan mempertaruhkan token FIDA mereka.
  • Diskon biaya: Pengguna dapat menikmati diskon berjenjang pada biaya platform untuk produk seperti swap abadi dan layanan nama, berdasarkan jumlah FIDA yang dimiliki.
  • Tata Kelola: Pemegang Token akan dapat mengajukan dan memberikan suara pada proposal tata kelola untuk memengaruhi pengembangan platform dan manajemen perbendaharaan. Fungsi tata kelola diharapkan akan aktif sekitar Q1-Q2 2022.
Bonfida (FIDA)
Ilustrasi aset kripto Bonfida (FIDA).

Protokol terdiri dari komponen utama berikut yang bekerja bersama:

  • Perpetual swap: Protokol Audaces adalah protokol berjangka abadi pertama yang dibangun di atas Solana.
  • Layanan nama: Layanan nama Solana menyediakan cara yang terdesentralisasi dan terjangkau untuk memetakan nama domain (.sol) ke on-chain.
  • Bot Bonfida: Layanan ini menggunakan smart contract untuk mengotomatiskan strategi perdagangan dan menyalin perdagangan di atas Serum DEX, dan mendukung fitur TradingView.

Peringkat FIDA di situs CoinMarketCap pada Kamis (23/6) jam 13.00 adalah #629, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 15.183.557. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 44.729.964 koin FIDA dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin FIDA.

dForce (DF) dan Bonfida (FIDA) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti dForce (DF) dan Bonfida (FIDA).

Trading DF/USDT, DF/BUSD, FIDA/USDT, FIDA/BUSD dan FIDA/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 21 Juni 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran DF dan FIDA di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Inilah Teknik dan Cara Menghindari Scam Pump and Dump Crypto

Dalam trading, terdapat istilah “pump and dump crypto”, yaitu kegiatan yang dilakukan untuk melambungkan harga suatu aset kripto, untuk kemudian dihempaskan dan kembali berharga rendah. Namun, strategi ini seringkali disalahgunakan dan membawa malapetaka bagi trader dan investor biasa. Kok bisa? Berikut informasi selengkapnya!

Apa Itu Pump and Dump Crypto? 

Nah, meskipun strategi ini sudah marak disalahgunakan dan menjadi suatu scam, perlu diketahui mengenai pengertian dan cara kerjanya agar bisa lebih mudah dikenali ketika sewaktu-waktu terjadi di pasar.

Sesuai dengan namanya, pump and dump merupakan strategi trading yang mencakup kegiatan pump dan dump terhadap suatu aset kripto. Pump berarti kegiatan membeli suatu aset kripto secara besar-besaran, dengan tujuan mendorong peningkatan harga dan permintaan. Sesaat harganya sudah naik dan menarik banyak pembeli, dilakukan dump, yang artinya menjual kembali aset dalam jumlah besar dan membuat harganya menjadi anjlok.

Bagaimana cara kerja pump and Dump crypto?

Nah, biasanya, strategi ini dilakukan oleh sekelompok orang yang cukup berperan di pasar. Kegiatan pump and dump pun biasanya tidak memakan banyak waktu, hanya dalam hitungan menit bahkan detik. Sehingga, sulit bagi trader berskala kecil untuk keluar jika sudah terperangkap dalam jebakan scam tersebut.

Pump and dump sendiri juga memiliki cara kerja yang terstruktur, lho. Pasalnya, para individu terbiasa untuk saling berkelompok dan berdiskusi untuk merencanakan aksi tersebut dari jauh-jauh hari. Mereka, yang dikenal dengan sebutan scammers, mulai mengumpulkan aset kripto saat masih bervolume rendah alias pump. Setelah cukup banyak aset yang telah dikumpulkan, mereka menentukan “tanggal main” untuk melakukan aksi lanjutan yaitu dump.

Sedikit atau banyaknya aset yang ditimbun dapat dilihat melalui pergerakan harga aset itu sendiri, nih. Ketika harga aset tersebut melonjak drastis dan banyak menarik investor lain untuk ikut membeli, maka saat itulah para scammers bisa memulai aksi dump. Secara perlahan, scammers mulai menjual kembali aset tersebut, yang membuat harga terjun bebas dan kondisi pasar menjadi kacau.

Contoh Kasus Pump and Dump

Dikarenakan pump and dump dianggap sebagai strategi yang bisa dilakukan untuk mengeruk keuntungan, strategi ini justru semakin sering disalahgunakan oleh para oknum di pasar aset kripto, lho. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa keuntungan yang dihasilkan setelah melakukan pump and dump ini sangat besar, tetapi aksi ini juga memberikan dampak buruk bagi trader dan investor berskala kecil.

Hal ini disebabkan karena masih banyak trader pendatang baru yang masih minim pengalaman dan informasi, sehingga tidak sedikit yang ikut terjebak dalam ombak scam pump and dump ini. Sebagai contoh yang baru-baru ini terjadi, yaitu scam yang melibatkan beberapa influencer dari dunia esports dan menyebabkan mereka dikeluarkan dari organisasi yang menaungi mereka.

Dilansir dari The Motley Fool, beberapa anggota dari FaZe Clan, sebuah organisasi besar yang bergerak di bidang esports asal Amerika Serikat, tertangkap basah ikut serta dalam aksi scam pump and dump pada Juli 2021. Mereka mempromosikan suatu aset kripto baru bernama SaveTheKids, yang bertujuan untuk membantu anak-anak telantar di dunia. 

Promosi ini tentunya membuahkan hasil, karena telah sukses menarik banyak pembeli dan membuat harganya menjadi meningkat. Setelah itu, pihak yang terlibat di balik token, termasuk para influencer, langsung menjual seluruh aset yang dimiliki. Alih-alih menyisihkan keuntungannya untuk membantu anak-anak telantar, mereka justru kabur dengan membawa sejumlah hasil penjualan dan membuat token tersebut tak ada nilainya. 

Mekanisme inilah yang sedang marak digunakan oleh para oknum untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri tanpa memedulikan trader lain yang juga berada di pasar. Oleh karena itu, para trader dan investor harus lebih berhati-hati akan pergerakan pasar saat aktivitas trading aset kripto berlangsung.

Cara Menghindari Scam Pump and Dump

Sebagai trader dan investor aset kripto, tentunya Anda tidak ingin kan pengalaman Anda di dunia aset kripto terganggu dengan adanya scam pump and dump ini? Nah, ada 3 hal yang bisa Anda lakukan dalam menghindari pump and dump agar tidak terjebak dalam kerugian, yaitu:

1. Jangan FOMO

Selain untuk menghindari scam pump and dump, cara ini juga dapat membantu Anda untuk lebih mahir dalam trading di pasar aset kripto, lho. Dengan Anda tidak FOMO atau Fear Of Missing Out, maka Anda lebih bertanggung jawab dalam mengambil keputusan saat trading tanpa harus ikut-ikutan dengan trader lain, dan lebih bisa terhindar dari scam termasuk pump and dump.

2. Selalu Lakukan Riset

Berhubungan dengan cara sebelumnya, penting juga bagi Anda untuk selalu melakukan riset, ya. Riset yang dilakukan tentunya harus menyeluruh, mulai dari mendalami asal usul penerbit, melihat penawaran yang diberikan, hingga membaca white paper dari aset kripto yang ingin Anda beli. Anda juga bisa membaca informasi yang update dari sumber terpercaya, seperti Tokonews.

Selain itu, Anda perlu tahu mengenai kondisi aset kripto tersebut di pasar. Jika aset tersebut masih tergolong kecil tetapi digandrungi secara masif dan dadakan oleh para influencer, maka Anda patut berhati-hati dan menahan diri untuk tidak membelinya lebih dulu, sambil melihat perkembangannya dalam beberapa waktu ke depan.

3. Waspada Saat Initial Coin Offering (ICO)

Terakhir, Anda perlu menaruh perhatian lebih terhadap proyek aset kripto yang baru di-listing atau dijual di exchange, yang dikenal dengan sebutan Initial Coin Offering (ICO). Pasalnya, para scammers juga kerap kali memanfaatkan momen ini untuk melakukan aksi pump and dump. Terutama saat momen ICO dari proyek kripto yang potensial tetapi skalanya cenderung kecil.

Baca Juga: Apa itu ICO (Initial Coin Offering)? Dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Hanya dalam hitungan menit bahkan detik, aset trader bisa langsung lenyap jika terjebak dalam scam yang disebabkan oleh pump and dump crypto. Untuk itu, sebelum trading dan investasi aset kripto, pastikan sudah punya persiapan yang matang dan pilih exchange yang resmi terdaftar di BAPPEBTI agar aman, seperti Tokocrypto. Yuk, daftarkan diri dan selesaikan KYC Anda di www.tokocrypto.com sekarang!



Sumber : news.tokocrypto.com

Token Pariwisata: Mengenal Aset Kripto yang Hits Diperbincangkan

Pernahkah Anda membayangkan berjalan-jalan ke luar negeri dan membayarnya menggunakan aset kripto? Nampaknya, fenomena ini akan datang dalam waktu yang dekat. Seiring semakin gencarnya pengadopsian aset kripto di berbagai sektor lini kehidupan, hal ini bukan lah suatu yang mustahil! Dan, ya! Token pariwisata hadir untuk menjawab pertanyaan tersebut. 

Penasaran dengan apa itu token pariwisata? Lalu, token mana sajakah yang termasuk token pariwisata? Yuk, baca selengkapnya!

Kehadiran Token Pariwisata

Dilansir dari Media Indonesia, tren investasi menjadi primadona dan mampu menarik minat banyak orang. Berdasarkan data yang dihimpun dari Kementerian Perdagangan (Kemendag), sampai Mei 2021 saja sudah ada lebih dari 6,5 juta masyarakat Indonesia yang mempercayakan dirinya untuk berinvestasi di instrumen investasi ini. Bahkan, total nilai investasi yang ada sudah lebih dari Rp370 triliun!

Bermula dari awal Pandemi COVID-19 tahun lalu yang membuat semua aset instrumen investasi goyah, aset kripto mampu bertahan dengan stabil. Kondisi inilah yang membuat para investor sadar jika aset kripto merupakan salah satu aset safe haven

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, alasan lain datang dari hadirnya para investor yang berasal dari institusi besar atau perusahaan skala global yang mempercayakan diri mereka untuk berinvestasi di aset kripto ini dan menerima aset kripto sebagai salah satu alat pembayaran mereka. Sebut saja Paypal, Rakuten, Whole Foods, bahkan Microsoft adalah sebagian kecil perusahaan besar tersebut.

Apa itu Token Pariwisata?

Mudahnya, token pariwisata adalah salah satu pengadopsian yang lahir dari aset kripto yang memungkinkan orang untuk melakukan pembayaran traveling menggunakan token ini. 

Mulai melandainya kasus penyebaran virus COVID-19, kenaikan angka total orang yang sudah divaksin, dan mulai pemberlakuan dibukanya beberapa negara diharapkan menjadi salah satu angin segar bagi sektor pariwisata yang seakan mati suri selama pandemi. 

Hadirnya token pariwisata seakan menjadi masa depan dan cara baru dalam transaksi pembayaran di sektor pariwisata.

Baca Juga: Tertarik Investasi Jangka Panjang? Pilihlah Aset Kripto!

Ragam Token Pariwisata

Nah, berikut adalah beberapa ragam token pariwisata yang harus Anda ketahui:

1. Travala (AVA)

Token AVA adalah token native dari travala.com yang berjalan di atas jaringan Binance Smart Chain. Nah, travala.com merupakan sebuah platform online booking yang sudah ada sejak tahun 2017. Travala (AVA) hadir sebagai pionir dari diadopsinya teknologi aset kripto di sektor pariwisata. Oh iya, token AVA ini juga token pertama yang terlisting di Binance, lho!

Keseluruhan total pasokan dari token AVA di dunia yakni berjumlah 61,3 juta, dan yang sudah terdistribusi berjumlah 52 juta. Dengan token AVA, Anda bisa mendapatkan cashback di setiap pemesanan hotel yang dilakukan di travala.com, Selain itu, yang tak kalah penting adalah, token AVA ini bisa diperjualbelikan di exchange

2. Ariva (ARV)

Masih sama dengan token pariwisata sebelumnya, ARV juga berjalan di atas jaringan Binance Smart Chain. Token ARV diluncurkan dari platform Ariva.co. Ariva.co hadir untuk memungkinkan para pengguna untuk terhubung dengan berbagai penyedia pariwisata yang lebih luas agar dapat memesannya melalui blockchain dan juga melakukan transaksi pembayaran menggunakan aset kripto.

Token ARV memiliki total pasokan 100 miliar dan pasokan beredar sekitar 50 miliar. Berdasarkan Coinmarketcap, saat  ini (10/11/2021) token ARV berdiri di peringkat 883 dengan harga Rp6.28 per satu ARV-nya 

3. Travel Care (TRAVEL)

Selanjutnya adalah TRAVEL. Sama dengan kedua token sebelumnya, token TRAVEL hadir karena adanya platform online booking bernama Travel Care. Walaupun token ini belum sepopuler kedua token sebelumnya, token Travel ini patut dipertimbangkan. Berdasarkan Coinmarketcap, setidaknya saat ini (10/11/2021) token TRAVEL mampu berada di peringkat 4408 dengan harga Rp0.06403 per satu TRAVEL-nya. 

4. Baby Bali Token

Token pariwisata terakhir datang dari dalam negeri. Baby Bali Token merupakan pionir token pariwisata di Indonesia, lho! Berdasarkan whitepaper-nya, Baby Bali Token menggabungkan 4 elemen sektor pariwisata, marketplace (hotel dan akomodasi), games dan giveaway menjadi satu kesatuan. Tentunya dengan memfokuskan sektor pariwisata yang ada di Bali. 

Itulah deretan token pariwisata yang bisa kami hadirkan. 

Ingin belajar investasi/trading kripto? Yuk, gabung dengan Group Telegram Tokocrypto! Mulai investasi aset kripto Anda, daftar hingga KYC selesai di www.tokocrypto.comDan jangan lupa, ikuti terus perkembangan dunia kripto hanya di Tokonews. Salam to the moon!



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa perbedaan Bitcoin Cash dengan Bitcoin? Yuk, simak di sini!

Jual beli aset kripto hingga saat ini menjadi perbincangan yang sangat hangat. Banyak pihak yang turut meramaikan ranah ini. Bagi yang baru menyelami bidang aset kripto, pasti bingung dengan nama-nama aset yang beredar. Bahkan di antara aset-aset tersebut memiliki nama yang serupa. Sebut saja Bitcoin, Bitcoin Gold (BTG), dan Bitcoin Cash (BCH).

Kendati memiliki kemiripan, ada beberapa hal yang secara mendasar membedakan ketiganya. Untuk mengetahui perbedaannya, Yuk, kita simak sama-sama.

Apa Itu Bitcoin Cash

Di tahun 2017 ada sebuah peristiwa yang dinamakan Hard Fork. Peristiwa ini terjadi karena ada satuan kripto yang terbagi menjadi dua. Alhasil, satuan kripto yang terbagi menjadi dua tersebut menghasilkan kode lama dan kode baru, yang tidak sesuai satu sama lain. Dari peristiwa inilah memunculkan aset kripto yang bernama Bitcoin Cash.

Bitcoin Cash adalah aset kripto yang merupakan hasil dari fork dari Bitcoin. Keduanya memiliki kemiripan satu sama lain. Meski serupa, Tetapi kedua aset kripto ini memiliki perbedaan yang signifikan, yakni Bitcoin Cash memiliki sistem blockchain-nya sendiri. 

Di samping itu, para pendukungnya juga percaya bahwa, aset kripto satu ini lebih mendekati apa yang dicita-citakan oleh sang pencipta Bitcoin, Satoshi Nakamoto sebagai mata uang elektronik peer-to-peer yang pernah ia tulis di dalam white paper pada tahun 2008.

Baca juga: Cara Membuat Wallet Bitcoin Untuk Pemula, Simak Caranya Disini!

Bagaimana Cara Bitcoin Cash Bekerja

Kendati memiliki sistem blockchain sendiri, pada dasarnya aset kripto satu ini memiliki cara kerja yang identik dengan Bitcoin. Kedua aset tersebut menggunakan node peer-to-peer atau jaringan komputer yang dibangun dengan bantuan miner atau penambang. Selain itu, aset kripto ini memanfaatkan algoritma yang bernama Secure Hash Algorithm (SHA). 

Perbedaan Bitcoin dengan Bitcoin Cash 

Tidak seperti aset kripto lain, hasil fork dari Bitcoin ini merupakan salah satu yang berhasil. 

Keduanya tentu sama-sama berada di sistem blockchain. Akan tetapi, Bitcoin Cash berada di dalam sistem blockchain yang berbeda. Selain hal tersebut, ada beberapa perbedaan mendasar antara keduanya, apa sajakah itu?

1. Ukuran Block

Perbedaan pertama yang paling mendasar antara kedua aset kripto ini adalah ukuran block-nya. Bitcoin Cash memiliki ukuran block yang lebih besar dibandingkan oleh Bitcoin, yakni sebesar 32MB. Dengan ukuran block yang lebih besar, memungkinkan para trader-nya untuk bertransaksi dengan ukuran yang lebih besar. 

2. Biaya Transaksi

Di samping ukuran block-nya, keduanya memiliki perbedaan di biaya transaksinya. Ukuran block yang besar ini tentu memengaruhi biaya transaksinya. Alhasil, biaya transaksinya aset kripto ini jauh lebih murah. 

3. Hash Rate

Usia dari Bitcoin Cash tentu jauh lebih muda dibandingkan Bitcoin. Dengan demikian, Bitcoin kini menjadi seperti ‘Dollar”-nya aset kripto. Penambangan aset kripto ini tentu dipengaruhi oleh apa yang dinamakan hash rate

Hash Rate Bitcoin pun lebih unggul, dibandingkan oleh Bitcoin Cash. Alhasil, penambang Bitcoin hingga kini juga lebih banyak. 

Cara Membeli Bitcoin Cash

Bagi Anda yang ingin membeli aset kripto ini, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan, di antaranya:

1. Membeli Bitcoin Cash dari pihak pertama

Pertama, Anda bisa membelinya dari pihak pertama. Apabila Anda pergi ke beberapa negara yang sudah mendukung transaksi dengan menggunakan aset kripto, Anda bisa mendapatkan aset kripto ini di ATM (Anjungan Tunai Mandiri/Automated Teller Machine).

2. Mendapatkan secara gratis

Apabila Anda beruntung, Anda bisa mendapatkan aset kripto ini secara gratis. Karena didapat secara gratis, tentu jumlahnya tidak sebanyak ketika Anda membelinya. Anda bisa mendapatkannya secara gratis di situs resminya. 

3. Membeli dari pihak ketiga

Cara ketiga agar Anda bisa mendapatkan aset kripto satu ini adalah dengan membelinya dari pihak ketiga. Pihak ketiga ini bisa Anda beli di beberapa situs seperti Coinbase. 

4. Berjualan

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa beberapa negara sudah melayani transaksi dengan menggunakan Bitcoin Cash. Transaksi dengan metode ini tentu memungkinkan Anda membuka usaha dengan menggunakan transaksi ini. Nah, dari sinilah Anda bisa mendapatkan aset kripto satu ini.

Baca juga: Apakah Bitcoin Jadi Mata Uang di Singapura? Simak Faktanya!

Namun, tak bisa dipungkiri juga, nanti di masa depan justru karena kelebihan-kelebihannya, aset kripto ini bisa jadi akan lebih populer dibanding aset lainnya. Dengan ini, Anda bisa memahami aset kripto lebih dalam. Untuk informasi lebih banyak tentang aset kripto, Anda bisa mengunjungi situs resmi Tokocrypto. Dan jangan lupa untuk bergabung di Telegram dan Discord Tokocrypto sekarang juga!



Sumber : news.tokocrypto.com

Wajib Tahu, Inilah Arti dan Cara Kerja Protokol Chainlink

Dewasa ini sudah banyak sekali teknologi yang digunakan dan juga dikembangkan yang berguna dalam menghubungkan dunia blockchain dengan dunia luar (non-blockchain), salah satunya yaitu Chainlink.

Chainlink merupakan salah satu proyek ambisius yang ada pada dunia mata uang digital dan aset kripto. Walau dikatakan newbie dalam dunia aset kripto, namun ketenarannya tidak dapat dipungkiri lagi lantaran kepopulerannya dalam lingkungan masyarakat mengenai inovasinya terkait teknologi blockchain. Yuk, simak informasi selengkapnya!

Apa Itu Chainlink?

Chainlink adalah sebuah aset kripto dan juga teknologi dalam dunia digital kripto yang berguna untuk menjembatani antara dunia blockchain dengan dunia luar atau non-blockchain, sistem ini biasa disebut sebagai Oracle

Chainlink yang merupakan sebuah sistem unifikasi platform pembayaran dan data eksternal, seperti web API (Application Programming Interface), data feed, atau rekening bank umum.

Pertama kali diluncurkan pada November 2017 oleh Steve Ellis dan Sergey Nazarov yang mempublikasikan Whitepaper untuk aset kripto satu ini. 

Baca Juga: Ketahui Pengertian FOMO Adalah di Dunia NFT Selengkapnya di Sini

Cara Kerja Chainlink

Harus dipahami terlebih dahulu bahwa Chainlink bukanlah sebuah blockchain, melainkan sebuah jembatan atau perantara yang mana tanpa adanya proses mining pun akan tetap mendapatkan keuntungan melalui kumpulan blockchain yang menggunakan jaringan data aset kripto ini.

Dalam menjalankan sistem jaringannya, Chainlink memanfaatkan tiga jenis Smart Contract yang ditujukan untuk mengolah data, yakni Reputation Contract, Order-Matching Contract, dan Aggregating Contract.

1. Reputation Contract

Pada mulanya, para pengguna akan diharuskan membuat service-level agreement (SLA) sebagai persyaratan data yang dibutuhkan. Kemudian sistem software akan menggunakan SLA sebagai verifikasi pengguna dengan Oracle.

Kemudian pengguna akan mengirimkan SLA lalu menyimpan Chainlink Coin (LINK) dalam Order-Matching Contract.

2. Order-Matching Contract

Pada bagian ini, Oracle akan terhubung dengan dunia luar atau sumber eksternal dan memperoleh sejumlah data off-chain sesuai permintaan dalam SLA. Oracle nantinya memproses data-data tersebut dan mengirimkannya kembali ke dalam kontrak yang sedang berlangsung pada blockchain Chainlink.

3. Aggregating Contract

Langkah terakhir pada proses ini adalah penghitungan hasil dari pengumpulan data yang sebelumnya sudah dihimpun oleh Oracle yang kemudian dikembalikan kepada kontrak agregasi. 

Kemudian kontrak agregasi merespon, dan mengukur yang kemudian memberi validasi masing-masing pada setiap data yang diterima.

Sehingga, dengan inilah keuntungan Chainlink diperoleh dari seluruh penyedia data (Oracle) yang beroperasi di dalamnya.

cara kerja chainlink coin

Apa itu Chainlink Coin (LINK)?

Pada dasarnya Chainlink tidak memiliki koin native tersendiri, melainkan berbentuk token yang tersedia pada jaringan Ethereum ERC677. Memiliki fungsi secara aktif untuk bertransaksi dalam platform aset kripto satu ini yang didasarkan pada standar token ERC20.

LINK merupakan token yang dirancang dengan maksud dan tujuan sebagai insentif bagi penyedia data yang akurat, menjaga kontrak tetap stabil, juga sebagai imbalan bagi node yang memvalidasi transaksi.

Kemudian, LINK juga dilengkapi dengan fungsi tambahan ERC233, yakni ‘transfer and call‘ yang dapat membantunya dalam berinteraksi dengan smart contracts

Kemudian juga, apabila semakin banyak LINK yang dimiliki oleh sebuah node, maka semakin besar pula perannya dalam jaringan Proof of Stake (PoS).

Fitur Chainlink apa saja yang tersedia?

konsep chainlink coin

Fitur yang terdapat dalam Chainlink yaitu Distribusi Oracle, Sumber distribusi, Agregasi, Reputasi, Pembayaran Penalti, dan Sertifikat Pelayanan. Simak dibawah ini untuk penjelasannya!

Distribusi Oracle

Platform ini menawarkan distribusi Oracle dalam satu buah kontrak yang berguna untuk memperoleh data dari sumber yang sama atau menggunakan node guna menghasilkan data dari berbagai sumber.

Sumber distribusi

Berperan sebagai perantara, maka aset kripto ini juga berperan sebagai sumber distribusi data. Dalam artian, node yang berada pada jaringan ini dapat memperoleh data dari berbagai sumber yang ada.

Agregasi

Chainlink menggunakan sistem agregasi untuk menghimpun data dari node, baik itu mengambil berdasar sumber tertentu, mengeliminasi data dengan sumber kurang terpercaya, atau bahkan memperolehnya dari berbagai sumber.

Baca Juga: Ketahui Apa Itu Blockchain dan Pemanfaatannya di Berbagai Industri

Reputasi

Untuk memperkuat keamanan dan kepercayaan pada sistemnya, Chainlink berkomitmen untuk menjaga reputasi dengan mengukur sebuah node dengan berbagai aspek, diantaranya riwayat kinerja, total tugas yang diselesaikan, jumlah permintaan, total pinalti, hingga tingkat waktu responnya.

Pembayaran penalti

Smart contract yang memungkinan penalti untuk menjamin kesesuaian pengumpulan data berdasarkan kontrak. Penalti ini berupa asuransi jaminan apabila terjadi kekeliruan dalam menginput data.

Sertifikat Pelayanan

Pemberian sertifikat pelayanan ini merupakan sebuah fitur menarik yang diberikan kepada Oracles yang dinilai terpercaya. Hal ini akan menjadi bukti betapa hebat dan bagusnya penyedia tersebut dalam menjamin keamanan.

Itulah penjelasan singkat mengenai arti dan juga cara kerja aset kripto ini dan juga token LINK yang memiliki fitur-fitur menarik. Ikuti informasi seputar Chainlink dan aset kripto lainnya di Tokonews. Gabung juga dalam komunitas Discord Tokocrypto dan mulai investasi serta trading kripto di Tokocrypto sekarang!



Sumber : news.tokocrypto.com

AOA Coin, Aset Digital yang Menguntungkan

AOA coin adalah aset kripto P2P yang dikembangkan di Islandia. Selain itu, aset kripto ini merupakan salah satu aset kripto yang tak hanya menawarkan harga terjangkau, namun juga bisa memberikan jaminan keuntungan. 

Banyak pegiat kripto yang tidak bisa membeli Bitcoin akhirnya beralih membeli aset kripto ini sebagai alternatif investasi. Apa saja yang ditawarkan dari aset kripto satu ini? Lalu bagaimana cara membeli aoa coin? Simak artikel di bawah ini!

Menjadi salah satu protokol blockchain

AOA atau Aurora adalah salah satu protokol blockchain. Artinya, mereka bisa dimanfaatkan untuk membuat token serta ekosistem blockchain seperti Bitcoin dan Ethereum. AOA juga mengeluarkan aset kripto berupa koin bernama AOA coin yang menjadi jawaban atas permasalahan sistem keuangan di negara Islandia. 

Aset kripto satu ini telah muncul sejak 2014 lalu dan diciptakan oleh seseorang dengan nama samaran Baldur Friggjar Insson atau Odinson dan hadir sebagai alternatif di Islandia untuk Bitcoin. Melalui database di Islandia, tercatat bahwa sang pencipta aset kripto ini sudah mendistribusikan AOA Coin untuk 330.000 orang. Kemudian pada 2021 lalu, aset kripto ini berada di peringkat ke-738 sebagai salah satu aset kripto yang jumlahnya sudah mencapai ribuan.

Baca juga: Yuk, Kenalan dengan Mata Uang Digital Populer di Indonesia!

Teknologi yang Ditawarkan oleh AOA/Aurora

Sama halnya dengan Bitcoin dan Ethereum, Aurora Chain juga menawarkan teknologi yang canggih dan pintar. Aurora Chain sendiri memiliki sebuah slogan dan misi untuk membangun dunia blockchain yang indah serta penuh warna layaknya aurora. 

Agar Aurora chain bisa meraih misi tersebut, mereka membuat rangkaian solusi untuk memecahkan masalah blockchain.

Teknologi yang mereka tawarkan adalah :

  1. Mekanisme konsensus proof-of-stake (POS), 
  2. Toleransi Patahan Bizantium (BFT), 
  3. Peer to peer stereo net
  4. Intelligent application isolation
  5. Multi-chain asset launching dan parallel operation
  6. Upgradeable blockchain, dan juga 
  7. Pengelompokan kluster untuk mewujudkan TPS dengan keamanan tinggi dan tanpa batas.

Dengan teknologi yang ditawarkan, AOA Coin bisa memberikan platform pintar yang mampu melakukan ekspansi paralel multi-chain.

Hal ini berguna untuk menciptakan TPS yang aman serta berkualitas. Selain itu, Aurora Coin juga bisa menyederhanakan prosedur peluncuran aset, mempercepat proses, serta memperluasnya. 

Terakhir, teknologi upgradeable blockchain-nya dapat mendukung peningkatan dan pengelompokan teknologi. Karena itulah AOA Coin bisa melakukan verifikasi transaksi serta menurunkan biaya pengguna supaya mereka dapat menyimpan data.

Baca juga: Yuk Kenali Blockchain Beserta Cara Kerja dan Manfaatnya

Apakah Permasalahan Blockchain yang Ingin AOA Benahi?

ilustrasi blockhain di web3

Teknologi yang sudah dibuat oleh Aurora Chain tentunya bukan tanpa tujuan. Mereka ingin menjawab permasalahan blockchain

Beberapa permasalahan yang Aurora Chain selesaikan adalah 

Industri Video Game

Aurora Coin berharap bisa mengintegrasikan mata uang, data, serta aturan game dengan blockchain. Segalanya akan mengalami tokenized sebagai bagian dari perekonomian yang terbuka. 

Kecerdasan Buatan

Dalam lingkup kecerdasan buatan, AOA Coin ingin menghubungkan keamanan data serta sinergi. Hal ini dilakukan dengan menjauh dari konsep jaringan terpusat. 

Internet of Things (IoT)

Aurora juga ingin menjadi pondasi dari sistem IoT yang terdesentralisasi, dengan demikian akan mendapatkan untung dari transaksi serta kolaborasi antar perangkat yang terhubung.

Big Data

Lalu, terakhir adalah permasalahan big data. AOA Coin hadir untuk melakukan peningkatan keamanan serta manajemen data.

Meski tidak semahal harga Bitcoin, AOA Coin juga bisa menjamin keuntungan bagi Anda, lho. Agar untung yang didapat bisa maksimal, pelajari lebih lanjut soal berbagai aset kripto lainnya di Tokocrypto.

Pastikan pula untuk followInstagram dan Twitter Tokocrypto agar tak ketinggalan update terkini seputar dunia kripto. Jangan lupa bergabung juga dalam komunitas Discord Tokocrypto  dan mulai berinvestasi serta trading kripto di Tokocrypto!





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Aset Kripto Mulai Bangkit dari Keterpurukan, Apa Penyebabnya?

Mayoritas harga aset kripto terlihat bersinar pada Selasa (21/6). Namun, lonjakan harga ini belum cukup untuk memulihkan kapitalisasai pasar kripto dari kejatuhan yang terjadi pada akhir pekan lalu.

Kapitalisasi market kripto mengalami reli singkat dalam 24 jam terakhir, naik sekitar 9,7% setelah akhir pekan yang sulit yang melihat harga beberapa koin anjlok sebanyak 15%. Hal itu terlihat dari nilai Bitcoin pada perdagangan Selasa (21/6) pukul 11.00 WIB yang masih di level US$ 20.655, meski sebelumnya sempat menyentuh US$ 30.000.

Dari pantauan CoinMarketCap, Solana (SOL) dan Ethereum (ETH) memimpin kenaikan di antara 10 koin teratas berdasarkan kapitalisasi pasar dengan kenaikan 9%, sementara Cardano (ADA) dan Polkadot (DOT) naik 7%. Di luar 10 besar, Avalanche (AVAX) melonjak 14%, Polygon (MATIC) bertambah 12% dan ApeCoin (APE) naik 16%.

Ilustrasi aset kripto Solana (SOL).
Ilustrasi aset kripto Solana (SOL).

Baca juga: Cuitan Elon Musk tentang DOGE Masih Bertuah

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat sebagian besar kenaikan harga kripto datang di tengah lonjakan pasar ekuitas yang lebih luas, karena pasar AS tetap tutup untuk libur nasional di AS. Kesempatan ini ternyata dimanfaatkan oleh investor whales yang memutuskan memborong aset kripto atau buy the dip ketika harganya sedang turun.

“Beberapa analis menduga, aksi whales tersebut didorong oleh data historis yang menunjukkan bahwa investor jangka panjang akan mendapat cuan, jika melakukan buy the dip. Aksi whales tersebut setidaknya bisa menopang laju harga aset kripto dalam jangka pendek,” kata Afid.

Lebih lanjut Afid, menjelaskan bahwa sebagian besar investor kakap percaya titik US$ 20.000 sebagai level support BTC baru yang perlu dipertahankan. Sebab, mereka beranggapan bahwa BTC sudah oversold berlebihan.

Ilustrasi market aset kripto.
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Apa Itu Kripto Streamr (DATA) dan FC Barcelona Fan Token (BAR)?

“Pergerakan pasar seperti itu adalah peluang yang baik untuk trader harian, tetapi tidak bagi investor jangka panjang yang bertujuan untuk mengurangi risiko. Market kripto juga sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar global, dan ketika itu berubah, aset akan bergerak jauh lebih cepat daripada pasar lain,” jelasnya.

Sentimen negatif untuk pasar kripto sejatinya masih belum kondusif menyusul maraknya ketidakpastian ekonomi, seperti tingkat inflasi, ancaman resesi ekonomi, hingga kenaikan suku bunga acuan The Fed. Sinyal lainnya, juga muncul dari data pasar derivatif BTC. Sebab, return di produk BTC berjangka ternyata kini lebih kecil dari pasar spot untuk pertama kalinya dalam setahun terakhir.

“Saya tidak melihat Bitcoin dengan cepat kembali ke level tertinggi sepanjang masa. Kita mungkin harus bersiap untuk ketidakpastian jangka panjang selama musim dingin kripto,” pungkas Afid.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Monero (XMR) dan Fitur-Fiturnya yang Menarik

Berbicara tentang kripto, sulit untuk dilepaskan dari Bitcoin selaku salah satu aset kripto yang popularitasnya telah diakui oleh dunia. Namun, kini ada aset kripto lain yang punya potensi untuk menyaingi kehebatan Bitcoin dengan sejumlah fitur yang menawarkan lebih banyak privasi, yakni Monero (XMR). 

Seperti apa aset kripto Monero (XMR), keunikan, harga, dan bagaimana cara mendapatkannya? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Monero?

Monero adalah aset kripto yang dibangun berdasarkan prinsip tidak terhubung dan tidak terlacak. Aset kripto yang satu ini sebenarnya hasil fork dari aset kripto Bytecoin (BCN)

Bytecoin sendiri merupakan hasil implementasi dari CryptoNote yang dirilis pertama kali pada 2018 lalu. 

CryptoNote adalah aplikasi yang mewadahi berbagai aset kripto termasuk Bytecoin. Kemudian, dalam perjalanannya, Bytecoin mengalami masalah saat seluruh koinnya sudah didistribusikan.

Menanggapi masalah tersebut, Bytecoin kemudian melakukan fork untuk membuat proyek kripto baru dan berganti nama menjadi 

Bitmonero hingga kini menjadi Monero. Para pengembangnya sendiri terdiri dari tujuh orang, lima di antaranya belum mengungkapkan identitas aslinya, sedangkan dua lainnya adalah Riccardo Spagni atau yang dikenal sebagai Fluffypony dan David Latapie.

2 Keunikan Monero

Dibandingkan dengan berbagai jenis aset kripto lainnya, Dalam algoritma CryptoNote aset kripto satu ini menghadirkan fitur-fitur baru yang unik. 

Berikut dua fitur yang bisa jadi bahan pertimbangan Anda saat ingin mulai berinvestasi di dunia kripto, yaitu:

1. Bersifat fungible

Keunikan yang cukup memberikan perbedaan signifikan antara Monero dengan berbagai aset kripto lainnya adalah sifatnya yang fungible. Bagaimana maksudnya? Jadi, koin Monero memungkinkan untuk ditukar dengan koin lainnya tanpa perlu menilik riwayat transaksi sebelumnya yang mungkin digunakan untuk membeli barang-barang tertentu.

2. Menjunjung privasi

Keunikan lainnya dari aset kripto ini adalah privasinya yang sangat dijunjung tinggi. Berbeda dengan Bitcoin yang bisa ternoda reputasinya ketika dipakai untuk bertransaksi atas barang-barang ilegal, riwayat transaksi yang dilakukan dengan blockchain Monero tidak akan ditampilkan. 

Jadi, pemilik aset kripto ini tetap memiliki harga tukar yang sama meski sebelumnya sudah pernah digunakan untuk bertransaksi atas barang tertentu,  sebab tidak ada penurunan nilai hingga membuat koin menjadi ternoda.

Hal ini bisa berjalan pada protokol Monero dikarenakan menerapkan ring signature dan stealth address. Dalam membuat ring signature, aset kripto ini memanfaatkan kombinasi private keys juga public keys, sehingga tidak akan terungkap identitas seseorang yang menandatangani dan melakukan validasi transaksi. 

Selain itu, Monero menambah privasi dengan stealth address. Jika ring signature membantu seorang validator tidak terlacak, maka stealth address bisa membantu agar alamat tujuan dan penerima aset kripto tidak terdeteksi.

Perkembangan Harga Monero dari Waktu ke Waktu

konsep microscopic monero

Sebagai salah satu aset kripto, aset kripto ini memiliki perkembangan harga yang cukup baik dari waktu ke waktu. Pada Agustus 2020, harga Monero mencapai 89,12 USD dengan kapitalisasi pasar 1,58 miliar USD. Sementara itu, pada 2021, harganya telah berhasil mengalami kenaikan hingga 295,05 USD dengan kapitalisasi pasar 5,3 miliar USD.

Kemudian memasuki tahun 2022, harga XMR kembali meroket pada akhir bulan Maret hingga awal bulan April mengutip Bein Crypto. Setelah sebelumnya mengalami keterpurukan pada bulan Februari dengan mencatat harga senilai 132,1 USD saja per kepingnya, XMR mengalami peningkatan harga hingga 272 USD pada 12 April. Fantastis, bukan?

Selayaknya aset kripto pada umumnya, XMR juga mengalami koreksi tidak lama setelah peningkatan tersebut. Sampai artikel ini ditulis, harga koin yang menduduki peringkat ke-27 di berdasarkan kapitalisasi pasar ini per kepingnya memiliki nilai 127,02 USD per tanggal 14 Juni 2022.

Cara untuk Mendapatkan Monero

Setelah mengetahui lika-liku, keunikan, dan perkembangan harga aset kripto Monero (XMR) dari waktu ke waktu, kini saatnya Anda mengetahui bagaimana cara mendapatkan Monero. Koin ini bisa Anda peroleh dengan cara membelinya di broker kripto atau dengan menambangnya (mining). Berikut penjelasan selengkapnya!

Membeli

Jika Anda memilih untuk membeli aset kripto Monero (XMR), pastikan untuk membelinya di bursa atau exchange kripto tepercaya yang sudah mengantongi izin resmi dari pemerintah, yaitu Bappebti di Indonesia. Selain itu, Anda juga bisa membelinya lewat penjual yang melakukan transaksi jual-beli kripto secara perorangan atau lewat ATM yang telah diintegrasikan dengan kripto.

Menambang

Opsi lain yang bisa Anda lakukan jika ingin memiliki aset kripto ini adalah dengan melakukan mining atau penambangan. Artinya, Anda bisa mendapatkan koin Monero Anda sendiri dengan mengandalkan perangkat komputer dan beberapa hardware serta software lainnya. 

Namun, tak perlu khawatir, untuk melakukan mining Monero (XMR), Anda tak perlu perangkat komputer khusus dan canggih seperti saat melakukan penambangan Bitcoin. Beberapa software mining Monero yang banyak digunakan antara lain MinerGate, CC Miner, dan XMR Stak.

Baca juga: Tertarik Litecoin Mining? Ini Dia Caranya Buat Kamu Pemula!Itulah perkenalan singkat dengan aset kripto satu ini yang memiliki fitur-fitur istimewa berkat sifatnya yang fungible dan privasinya yang terjaga. Ikuti informasi seputar Monero dan aset kripto lainnya di Tokonews. Gabung juga dalam komunitas Discord Tokocrypto dan mulai investasi serta trading kripto di Tokocrypto sekarang!



Sumber : news.tokocrypto.com

Cuitan Elon Musk tentang DOGE Masih Bertuah

Meski saat ini industri kripto mengalami kerugian dan keseluruhan kapitalisasi pasarnya turun menjadi US$ 830 miliar, namun CEO Tesla dan Space X, Elon Musk, tetap menyatakan dukungannya untuk Dogecoin.

Pada 19 Juni 2022 dia mencuit “I will keep supporting Dogecoin”. Cuitannya itu cukup untuk membuat DOGE melonjak 8% menjadi $0,058.

Tentu saja, kenaikan 5,8 sen ini sangat jauh bila dibandingkan dengan penurunan 72 sen yang dialami Dogecoin sesaat setelah Musk menjadi pembawa acara “Saturday Night Live”. Musk saat itu hadir dan memperkenalkan diri sebagai The Doge Father.

Elon pertama kali mencuit soal Doge pada April 2019. Dia menulis “Doge kemungkinan menjadi mata uang kripto favorit saya. Keren banget lah”.

Sejak itu, cuitannya menjadi viral dan menjadi perbincangan. Dampaknya Doge melejit dari semula kurang dari US$ 0,01 pada Januari 2021 menjadi US$ 0,73 pada 8 Mei 2021 yang merupakan rekor tertingginya.

Baca juga: Apa Itu Kripto Streamr (DATA) dan FC Barcelona Fan Token (BAR)?

Beberapa minggu yang lalu, Musk mengumumkan bahwa SpaceX akan menerima Dogecoin sebagai pembayaran sejumlah merchandise-nya. Dia juga melontarkan ide, setelah mengakuisisi Twitter, menambahkan Dogecoin sebagai metode pembayaran untuk mendapatkan akses premium seperti Twitter Blue.

DOGE/USDT 1 day. Tradingview

Merujuk harga di coinmarketcap pada saat artikel dibuat, Dogecoin berada di kisaran US$ 0,059464 dengan volume perdagangan 24 jam sebesar US$ 1,151,410,669, dan kapitalisasi pasar US$ 7.889.098.705.

Baca juga: Bos Binance: Secara Historis Siklus 4 Tahun, Sekarang adalah Bearish





Sumber : news.tokocrypto.com

Aktivitas Whale Bitcoin Tunjukkan Adanya Lompatan ke Level Tertinggi

Aktivitas dari investor whale Bitcoin (BTC), telah mengalami lonjakan hingga ke level tertinggi 4 bulan. Hal ini, lantaran pihak whale diketahui memborong aset BTC yang harganya mengalami penurunan. Aksi “Buy the Dip” tersebut, dilakukan saat harga BTC mendekati level USUS$20.000, di mana harga saat ini sudah berada di bawah level tersebut.

Dari laporan perusahaan analitik IntotheBlock, aliran masuk besar dari whale mulai terlihat pada bulan Februari lalu, yang manaa pada minggu ini telah ada 116.000 BTC yang diborong senilai US$ 2,5 miliar dalam sehari.

Dilansir dari media cryptoglobe.com. hal ini merujuk pada pembentukan bottom baru bagi harga Bitcoin, dikarenakan pembelian besar ini merujuk pada koreksi pasar yang terus mencetak level harga rendah. Meski sudah ada aksi pump, harga BTC masih terus bergerak lebih rendah dari US$20.000. Pasalnya, kondisi global masih memaksa para pemegang yang merugi untuk menutup posisi mereka.

Baca juga: Tak Hanya FOMO, Pahami Juga Istilah FUD dalam Dunia Kripto

Menurut data dari Glassnode, whale tampak cenderung menjual “saat harga tinggi” dan membeli “saat harga rendah”. Aktivitas tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah dompet dengan saldo BTC minimal 10.000 koin di saat harga crypto utama ini terus tersungkur jatuh.

Robert Kiyosaki, seorang pengarang buku best seller “Rich Dad Poor Dad” mengatakan bahwa kejatuhan harga BTC adalah peluang besar bagi investor untuk menjadi kaya.

“Ada baiknya untuk kita membeli banyak emas, perak dan Bitcoin karena AS dalam pandangannya akan terhantam resesi.” ungkap Robert, Sabtu (19/6/).

Ia menilai kejatuhan BTC adalah berita bagus, karena ia menunggu harganya jatuh di bawah US$ 20.000 untuk memborongnya dalam jumlah besar. 

Sementara itu, Pendiri Dogecoin Billy Markus menyatakan bahwa pasar kripto pun pada akhirnya akan kembali bangkit, dalam rentang empat tahun, atau pasca Halving terbaru. Lantaran. seperti itulah siklus yang biasa terjadi di pasar kripto. 

Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin 2022: Analisa BTC Mingguan

Terbukti hingga halving terakhir di tahun 2020, dan harga melesat kuat di tahun 2021.

Kendati demikian, kedua pihak ini setuju bahwa kejatuhan harga adalah “momen” terbaik untuk berinvestasi karena harga pada akhirnya akan melesat lagi ke ATH-nya, bahkan mencetak yang baru, jika melirik sejarah pergerakan harga.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com