Tag Archives: aset kripto

Terdaftar di DTCC, VanEck Segera Luncurkan ETF Spot Solana VSOL

VanEck, salah satu manajer aset kripto terbesar di dunia, semakin dekat dengan peluncuran ETF Spot Solana.

Kabar ini muncul setelah DTCC (Depository Trust & Clearing Corporation) mencantumkan produk tersebut dalam daftar dana “active and pre‑launch” dengan ticker VSOL.

Mengapa Listing di DTCC Penting?

  • Pencantuman ini menandakan bahwa VSOL masuk dalam proses standard untuk pencatatan, clearance, dan settlement elektronik, meski belum memiliki izin final dari SEC.
  • Label status D pada DTCC menunjukkan dana dalam fase pembuatan (creation), persiapan bagi peluncuran pasar begitu disetujui secara regulatif.

Langkah ini umum dilakukan sebelum dana ETF siap menjalani triliunan transaksi OTC dan institusional.

Baca Juga: MemeStrategy Akuisisi Solana, Saham Melonjak 28%

Seberapa Cepat Masuk Bursa?

  • SEC telah meminta revisi dokumen pendaftaran (S‑1) dari para pelamar ETF Spot Solana, memperjelas mekanisme in‑kind redemption dan staking Solana.
  • Bloomberg memperkirakan persetujuan mungkin terjadi dalam 3–5 minggu setelah revisi diserahkan, menyasar peluncuran antara akhir Juli hingga Agustus 2025.

Dampak Ekosistem Solana & Industri Kripto

  • Jika disetujui, ETF Spot SOL akan menjadi yang pertama setelah Bitcoin dan Ethereum, memperluas pilihan eksposur layer‑1 berkinerja tinggi kepada investor institusi.
  • Solana dikenal dengan kecepatan tinggi dan biaya gas murah, membuatnya berbeda dibanding ETH. Produk ETF institutional ini bisa membuka pintu aliran modal besar ke SOL .
  • VanEck sendiri telah memimpin area kripto tradisional dengan ETF Bitcoin dan Ethereum, kehadiran mereka di SOL menunjukkan keyakinan terhadap ekosistem yang berkembang.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 18 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 18 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Signifikansi Finansial dan Regulasi

  • Listing DTCC mempersiapkan pondasi teknis bagi likuiditas besar dan perdagangan profesional di pasar ETF SOL.
  • ETF tersebut akan menggunakan AS-standar in-kind creation/redemption, sehingga lebih stabil dan scalable dibanding teknik konvensional.
  • Jika disetujui, ini akan memperkuat kepercayaan investor dan menandai pengakuan regulatif terhadap Solana di ranah tradisional.

Strategi Investor & Market Outlook

Elemen Implikasi
Peluncuran ETF Bisa memicu kenaikan harga SOL 15–30% malam pertama karena arus institusi.
Likuiditas ETF menarik aset besar, mengurangi spread & meningkatkan volume on-chain.
Regulasi Persetujuan menambah legitimasi Solana, mendorong adopsi korporat dan institusi.
Aksi Jangka Pendek Pemain bisa ambil posisi masuk sebelum peluncuran, dengan target resistensi di $160–180.
Risiko Penundaan regulasi atau revisi tambahan pada dokumen S‑1 bisa menunda peluncuran dan melemahkan harga.

Baca Juga: Solana Uji Support di $142, Analis Waspadai Potensi Pembalikan Tren

Pencatuman VanEck’s Solana Spot ETF (VSOL) di platform DTCC adalah tanda bahwa peluncuran resmi semakin dekat, kemungkinan antara Juli dan Agustus 2025.

Ini memberikan sinyal kuat tentang kesiapan pasar tradisional untuk mengadopsi aset alternatif di luar Bitcoin dan Ethereum.

Jika disetujui, ETF ini bisa menjadi pintu masuk institusi besar, meningkatkan likuiditas, dan mendorong harga SOL naik, semua berlangsung di tengah era regulasi crypto yang semakin matang.

Meski begitu, klaim peluncuran masih tergantung persetujuan final SEC dan pengesahan kondisi teknis pendaftaran revisi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tips Deteksi Pergerakan Whale Lewat Volume dan Aktivitas Dompet

Pergerakan whale dalam dunia kripto sering kali jadi penentu pergerakan harga aset kripto, terutama aset kripto dengan kapitalisasi pasar sedang hingga rendah. Untuk mengantisipasi ini, kamu bisa menggunakan indikator seperti trading volume sebagai analisa awal yang kamu kembangkan dengan pendekatan lainnya. 

Artikel ini akan membahas cara mendeteksi pergerakan whale, apa saja ciri-cirinya, serta alat bantu yang bisa kamu manfaatkan untuk membaca pergerakan besar sebelum pasar bereaksi.

Apa Itu ‘Whale?

Dalam kripto, istilah whale merujuk pada individu, lembaga, atau dompet yang memegang jumlah aset sangat besar sehingga pergerakan mereka bisa mempengaruhi harga pasar secara signifikan.

Aktivitas dari para whale ini biasanya akan tercermin dari volume trading, karena jumlah pembelian dan penjualan yang mereka lakukan berjumlah besar.

Baca juga: Apa itu Volume Trading: Maksud dan Kegunaannya

Tips Cara Deteksi Pergerakan Whale

Lonjakan Volume

Contoh pergerakan volume pergerakan whale melalui Whale Alert.
Contoh pergerakan volume pergerakan whale melalui Whale Alert.

Salah satu tanda paling awal dari aktivitas whale adalah munculnya volume yang tiba-tiba melonjak secara tidak biasa. Ini sering terjadi saat harga sedang stagnan atau hanya naik sedikit.

Misalnya, jika volume trading tiba-tiba melonjak 2x hingga 3x dari rata-rata harian tanpa adanya berita besar, bisa jadi ada partisipasi dari whale yang sedang melakukan pembelian atau penjualan besar.

Untuk mengetahui apakah lonjakan harga ini disebabkan oleh transaksi whale atau bukan, kamu bisa menggunakan beberapa platform whale tracker seperti: Whale Alert, Whale Map, atau CoinGlass.

Baca juga: Cara Membaca Volume Trading untuk Pemula

Divergensi Volume terhadap Harga

Ilustrasi divergensi volume trading.
Ilustrasi divergensi volume trading.

Tanda lainnya adalah saat terjadi ketidaksesuaian antara pergerakan harga dan volume. Misalnya, harga terlihat stagnan atau sedikit menurun, namun volume terus meningkat. Kondisi ini bisa mengindikasikan adanya aktivitas di balik layar, di mana whale sedang melakukan akumulasi dalam jumlah besar. 

Kondisi ini dikenal dengan sebutan stealth phase—fase akumulasi senyap yang dilakukan secara perlahan untuk menghindari lonjakan harga dan menarik perhatian pasar.

Divergensi ini juga bisa dibaca dengan bantuan indikator teknikal seperti On-Balance Volume (OBV) atau Accumulation/Distribution Line, yang dapat menunjukkan tekanan beli yang tersembunyi meskipun harga belum bereaksi.

Baca lebih lengkap di sini: Kapan Volume Trading Bisa Jadi Sinyal Beli Agar Trading Lebih Akurat?

Transaksi Dompet ke Exchange

Contoh aktivitas on-chain yang bisa dilacak melalui Arkham.
Contoh aktivitas on-chain yang bisa dilacak melalui Arkham.

Ketika whale mau menjual asetnya, mereka tidak langsung eksekusi di exchange. Biasanya, langkah awalnya adalah mengirim aset dari dompet pribadi (cold wallet) ke dompet exchange (hot wallet). Nah, peristiwa ini terjadi di jaringan blockchain (on-chain), dan bisa kamu amati sebelum aksi jualnya muncul di grafik candlestick.

Contohnya:

  • Dompet menyimpan yang menyimpan sejumlah besar BTC mengirim  5.000 BTC ke salah satu centralized exchange → Ini bisa menjadi sinyal kuat akan adanya aksi jual besar dalam waktu dekat.

Karena itu, melacak volume transaksi saja tidak cukup. Kita perlu melihat:

  • Dompet mana yang mentransfer aset
  • Tujuan transfer (exchange mana, DEX mana)
  • Jenis aset dan jumlahnya
  • Identitas dompet (apakah milik investor institusional, tim developer, VC, atau bahkan dompet hacker)

Untuk melacaknya kamu bisa menggunakan platform seperti Arkham Intelligence yang memungkinkan kamu memantau pergerakan aset kripto secara on-chain dengan sangat detail—khususnya pergerakan dompet whale. Sehingga kamu bisa jadi “detektif on-chain” yang memantau gerakan whale sebelum pasar bereaksi. 

Baca juga: Tips Swing Trading untuk Pemula dengan Modal Kecil

Apakah Semua Pergerakan Whale bisa Dideteksi dengan Trading Volume dan Data On-Chain?

Tidak Semua Aktivitas Whale Terlihat di Pasar Terbuka

Tidak semua whale melakukan transaksi secara langsung di bursa terbuka (spot exchange) atau dalam jumlah besar yang bisa terlihat di grafik volume. Beberapa dari mereka memiliki akses ke jalur transaksi alternatif, salah satunya adalah Over-the-Counter (OTC)—platform jual beli kripto yang dilakukan secara privat antara dua pihak, tanpa masuk ke order book publik.

Transaksi OTC memungkinkan whale membeli atau menjual dalam jumlah besar tanpa mengganggu harga pasar secara langsung. Karena tidak melalui exchange, aktivitas ini tidak tercermin dalam volume trading dan tidak selalu bisa dilacak secara on-chain, kecuali terjadi perpindahan aset dari atau ke exchange setelah transaksi dilakukan.

TOKOCRYPTO PRESTIG

Buat  kamu memiliki aset besar dan volume transaksi tinggi, kamu bisa gunakan jual beli kripto seperti Tokocrypto Prestige yang dirancang khusus untuk para ‘whale’ serta trader VIP & Institusional. Lihat detailnya di sini 👉 Tokocrypto Prestige

Batasan Data On-Chain

Meskipun data on-chain memberi visibilitas ke aktivitas blockchain seperti transfer antar dompet, jumlah token, dan interaksi dengan smart contract, tidak semua dompet bisa diidentifikasi secara jelas. Banyak whale yang menggunakan dompet baru (fresh wallet), wallet mixing, atau protokol privasi untuk menyamarkan identitas dan pergerakan mereka.

Selain itu, jika transaksi dilakukan langsung dalam lingkungan terdesentralisasi (misalnya antar smart contract), tidak semua sinyal tersebut bisa langsung dikaitkan dengan aksi jual-beli, kecuali disertai analisis tambahan.

Volume Besar ≠ Selalu Whale

Tidak semua lonjakan volume berarti whale sedang bergerak. Volume bisa saja disebabkan oleh trader ritel secara kolektif, bot trading, atau aktivitas manipulatif seperti wash trading— yakni membuat volume palsu untuk menarik trader ritel. 

Karena itu, volume besar perlu dikonfirmasi dengan konteks harga, sentimen pasar, dan data on-chain yang relevan.

Supaya kamu tidak ketinggalan dengan berita kripto dan data on-chain yang relevan, yuk gabung bareng ribuan trader lainnya di komunitas Tokocrypto melalui link berikut 👉 https://t.me/TokocryptoOfficial


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kapan Volume Trading Bisa Jadi Sinyal Beli Agar Trading Lebih Akurat?

Artikel ini bertujuan membantu kamu mengenali kapan volume bisa menjadi sinyal beli atau jual yang akurat — Dalam prakteknya, volume trading tidak hanya bisa digunakkan sebagai sinyal awal (leading indicator) melainkan juga sebagai sinyal konfirmasi (lagging indicator). 

Untuk mengetahui kapan volume trading bisa menjadi sinyal beli trading, simak penjelasan lebih lengkapnya di bawah ini dengan mempelajari jenis indikator trading volume yang biasa digunakkan oleh para trader.

Baca juga: Apa itu Volume Trading: Maksud dan Kegunaannya

Volume sebagai Sinyal Awal (Leading Indicator)

Sebagai leading indicator, volume dapat memberikan petunjuk awal tentang pergerakan pasar. Studi dari jurnal dengan judul “Bitcoin mempool growth and trading volumes” menunjukkan bahwa pertumbuhan volume trading sering kali mengiringi perubahan harga, tapi pertumbuhan trading volume ini sendiri tidak selalu diikuti oleh kenaikan, kadang malah diikuti oleh penurunan. Ini berarti volume bisa menjadi alarm dini bahwa tren besar akan terjadi.

Contoh praktis: ketika aset sedang konsolidasi dan tiba-tiba muncul lonjakan volume—tanpa disertai pergerakan harga signifikan—ini bisa jadi disebabkan oleh aksi institusional atau whale yang mulai melakukan akumulasi. Dengan kata lain, candle kecil disertai volume besar bisa  menjadi pertanda smart money mulai masuk.

Volume sebagai Konfirmasi (Lagging Indicator)

Sebaliknya, volume juga sering digunakan sebagai indikator konfirmasi setelah breakout. Misalnya, saat harga menembus level resistance, tetapi volume tetap rendah, breakout tersebut rentan gagal. Sebaliknya, breakout disertai volume tinggi menunjukkan validitas dan kekuatan tren—bisa membantu trader memastikan sinyal beli.

Salah satu contoh penggunaannya adalah dengan Volume Moving Average (VMA) yang merupakan hasil dari rata-rata volume dalam jangka waktu tertentu, misalnya 20 hari—untuk membantu memahami tren partisipasi pasar. VMA 20-hari ini akan merata-ratakan volume 20 hari terakhir dan menampilkannya sebagai garis pada chart. Saat volume  ini berada di atas garis VMA, maka dianggap sebagai konfirmasi, dan sebaliknya ketika volume trading berada di bawah garis VMA bisa menunjukkan kurangnya partisipasi pasar.

Banner Beli Bitcoin Mulai dari Rp 1.600

Indikator Trading Volume yang Bisa Digunakan untuk Mengetahui Sinyal Beli yang Valid

 On‑Balance Volume (OBV)

Indikator On-Balance Volume atau OBV dan korelasinya dengan pergerakan harga.
Indikator On-Balance Volume atau OBV dan korelasinya dengan pergerakan harga.

On-Balance Volume atau OBV merupakan indikator volume yang menunjukkan apakah aliran uang sedang masuk atau keluar. Cara kerjanya, OBV akan menambahkan volume pada hari di mana harga penutupan lebih tinggi (up day), dan mengurangkan volume pada hari ketika harga penutupan lebih rendah (down day).

Ketika garis OBV terus naik, itu menandakan tekanan beli lebih kuat daripada tekanan jual, yang bisa menjadi sinyal tren naik (bullish). Sebaliknya, jika OBV menurun, itu menunjukkan tekanan jual yang dominan dan bisa mengindikasikan tren turun (bearish).

Accumulation/Distribution Line (A/D Line)

Garis akumulasi/distribusi (A/D Line) dan korelasinya dengan pergerakan harga.
Garis akumulasi/distribusi (A/D Line) dan korelasinya dengan pergerakan harga.

Garis akumulasi/distribusi (A/D Line) digunakan untuk mengukur aliran uang secara kumulatif yang masuk dan keluar. Cara kerjanya, indikator ini mempertimbangkan data harga dan volume sekaligus, sehingga bisa memberikan gambaran tekanan beli dan jual di balik pergerakan harga.

Kalau garis A/D naik, artinya sedang terjadi akumulasi—pembeli mendominasi pasar. Tapi kalau garis A/D turun, itu menunjukkan distribusi—penjual sedang menguasai. 

Indikator ini membantu trader menilai apakah pasar cenderung menyerap (accumulating) atau melepas (distributing), dan bisa jadi bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan entry atau exit.

Baca juga: Cara Menentukan Harga Entry dan Exit dalam Swing Trading

Chaikin Money Flow (CMF)

Chaikin Money Flow (CMF) dan korelasinya dengan pergerakan harga.
Chaikin Money Flow (CMF) dan korelasinya dengan pergerakan harga.

CMF memperkirakan arus uang (money flow) dalam periode tertentu—biasanya 21 hari—dengan membandingkan harga penutupan relatif terhadap kisaran harian dan volume, lalu hasilnya diberi bobot berdasarkan volume.

Jika nilai CMF bernilai positif, itu menunjukkan adanya tekanan beli yang kuat. Sebaliknya, jika nilainya negatif, berarti tekanan jual sedang mendominasi.

Volume Moving Average (VMA)

Volume Moving Average (VMA) dan korelasinya dengan pergerakan harga.
Volume Moving Average (VMA) dan korelasinya dengan pergerakan harga.

VMA adalah rata-rata volume selama periode tertentu (misalnya 20 hari), diplot sebagai garis pada grafik volume guna membantu mengenali tren.

Kalau volume saat ini secara konsisten berada di atas garis VMA, itu menandakan minat beli yang kuat dan bisa mengonfirmasi tren harga yang naik. Sebaliknya, kalau volume berada di bawah garis VMA, ini mengisyaratkan lemahnya tekanan beli atau mulai munculnya tekanan jual.

Jadi Kapan Volume Trading Jadi Sinyal Beli Trading Akurat?

Menggunakan beberapa indikator trading volume di atas bisa menjadi sinyal beli yang akurat, terutama saat indikator-indikator tersebut menunjukkan arah yang sejalan dengan pergerakan harga. 

Misalnya, ketika OBV menguat bersamaan dengan breakout harga, atau CMF menunjukkan arus uang positif yang konsisten, ini bisa menjadi indikasi kuat bahwa buyer mulai mendominasi pasar. Sebaliknya, jika volume melonjak namun harga mulai menurun dan A/D Line menunjukkan distribusi, itu bisa menjadi sinyal awal untuk bersiap melakukan aksi jual.

Namun, akurasi sinyal—baik untuk beli maupun jual, tidak hanya ditentukan oleh satu indikator saja. Analisis yang efektif membutuhkan kombinasi antara indikator volume, pola pergerakan harga, zona support dan resistance, serta pemahaman terhadap kondisi pasar yang sedang berlangsung. Dengan pendekatan menyeluruh seperti ini, volume trading dapat berperan sebagai alat penting untuk membangun strategi entry dan exit yang lebih valid.

Penutup

Meskipun indikator volume sangat membantu untuk membaca kekuatan pasar dan mendeteksi sinyal beli, volume saja tidak cukup untuk membuat keputusan trading yang solid. Volume perlu dikonfirmasi dengan indikator lain seperti struktur harga, area support dan resistance, serta indikator momentum seperti RSI atau MACD.

Selain itu, karena pasar kripto bergerak sangat dinamis dan sangat dipengaruhi oleh berita-berita global yang bisa mengubah arah harga, penting bagi trader untuk terus memperbarui informasi dan terhubung dengan komunitas yang aktif.

Salah satu cara terbaik untuk tetap mendapatkan insight terbaru adalah dengan bergabung bersama komunitas Tokocrypto. Kamu bisa berbagi pengalaman, mengikuti analisis harian, serta memantau pergerakan pasar bersama ribuan trader lainnya–GRATIS!

Gabung di sini 👉 https://t.me/TokocryptoOfficial


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.

Sumber:

Truedata. “Volume Analysis and Volume Indicators“. 2024.

Mikhaylova, et al. “Bitcoin mempool growth and trading volumes“. 2023.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sah! Vietnam Resmi Legalkan Aset Kripto

Vietnam mencetak momen bersejarah dengan disahkannya Undang‑Undang Industri Teknologi Digital oleh Majelis Nasional pada 14 Juni 2025.

UU ini merupakan tonggak pertama kali negara tersebut memberikan regulasi resmi bagi aset kripto dan virtual, serta menggarisbawahi ambisi besar menjadi pusat inovasi teknologi global.

Dua Kategori Aset Digital

Secara keseluruhan, UU tersebut mendefinisikan dua jenis aset:

  1. Aset Virtual — digital untuk investasi atau perdagangan, tidak termasuk fiat digital, sekuritas, atau instrumen keuangan tradisional.
  2. Aset Kripto — aset yang menggunakan enkripsi dan blockchain untuk pembuatan dan transfernya.

Kedua kategori wajib tunduk regulasi terkait penerbitan, perdagangan, dan kepemilikan yang akan difinalisasi sebelum diberlakukan 1 Januari 2026.

Baca Juga: AS Targetkan Regulasi Stablecoin dan Legislasi Kripto Sah Agustus 2025

Komitmen pada Anti-AML & Keamanan Siber

Vietnam menerapkan standar ketat sesuai norma internasional:

  • Anti-pencucian uang (AML) dan tindakan kontra pendanaan terorisme (CFT)
  • Protokol keamanan siber untuk menekan risiko penipuan dan pelanggaran data.

Langkah ini juga ditujukan untuk memenuhi tuntutan Financial Action Task Force (FATF) dan mencopot status negara “abu-abu” yang pernah menempel sejak 2023.

Ekosistem Teknologi yang Didukung Pemerintah

Rancangan UU ini tidak terbatas pada kripto saja:

  • Insentif pajak, kemudahan penggunaan lahan, dan dana R&D untuk sektor AI, semikonduktor, dan infrastruktur digital.
  • Dorongan pelatihan SDM melalui pemerintah daerah dan integrasi literasi digital dalam kurikulum sekolah .

Tujuannya tidak lain untuk menjadikan Vietnam sebagai hub digital bersaing dengan Singapura, Seoul, dan Shenzhen.

Pelindung Ekosistem Kripto dari Skema Bodong

Meningkatnya regulasi kripto juga untuk menangkal aksi kejahatan digital:

  • BitMiner (Feb 2025): penipuan alat mining palsu merugikan > 4 miliar VND (~$157.300).
  • Million Smiles (Des 2024): scam token “QFS” mencuri >30 miliar VND (1,17 juta) dari 400 individu/bisnis.

UU baru memberi wewenang klarifikasi hukum dan regulasi sebelum skema illegal bisa berkembang kembali.

Dampak: Dari Grey‑List hingga Minat Investor Global

  • Diharapkan membuka investasi ventura dan institusional dalam startup lokal Web3 .
  • Memfasilitasi peluncuran regulatory sandbox, tempat proyek kripto dapat diuji coba dalam environment terkendali .
  • Perbaikan compliance terhadap FATF dapat meningkatkan kepercayaan global—mengundang investor dari Asia Tenggara dan negara lain .

Baca Juga: Alasan Tingkat Adopsi Kripto Vietnam Tinggi, Kalahkan Indonesia

Tantangan di Depan Mata

  • Proses implementasi regulasi hingga licensing diperkirakan memakan waktu hingga 2025, menjelang fase uji coba dan adaptasi perusahaan .
  • Butuh kejelasan mengenai pajak, on/off-ramp hingga kolaborasi sistem perbankan dan FinTech agar ekosistem berjalan lancar.

Vietnam saat ini bertransformasi cepat dari “crypto grey‑zone” menjadi negara yang mendukung teknologi digital secara sistematis.

Dengan legalisasi aset digital, pengawasan AML/CTF, dan insentif teknologi, Vietnam menunjukkan arah masa depan: stabilitas, inovasi, dan akses global. Bagi komunitas Web3, investor, startup, dan developer, ini adalah saat bersejarah dan peluang besar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pi Network Tegang di Level Support $0,601: Harapan atau Bahaya?

Pi Network (PI) sedang mengalami turbulensi harga setelah turun hampir 6% dalam seminggu.

Saat ini, PI hanya bergerak sedikit di atas level support penting $0,601, menunggu apakah harga akan rebound atau melorot lebih dalam.

Indikator Teknis: Momentum Melemah

  • DMI & ADX: ADX turun dari 44,6 ke 34, menandakan tren masih ada namun melemah. +DI naik dari 4 ke 20,9, sementara –DI turun dari 70 ke 32,7—mengindikasikan tekanan bearish berkurang dan potensi balik arah mulai menguat.
  • CMF (Chaikin Money Flow): Nilai saat ini ~0,07, lebih rendah dari 0,19 namun masih di zona positif, menunjukkan arus dana masuk masih ada, meski melemah.

Kondisi ini mencerminkan pasar yang bertahan di area konsolidasi; kenaikan ringan, tapi belum ada aksi beli agresif.

Price Action: Antara Breakout atau Breakdown

Grafik EMA menunjukkan Pi mendekati EMA support penting di kisaran $0,601 ±. Jika support ini gagal dipertahankan:

  • PI bisa turun ke $0,542, dan jika tekanan bearish bertambah, bahkan ke $0,40.

Namun jika naik menembus resistensi:

  • Target rebound pertama di $0,647–0,658.
  • Jika menembus zona tersebut, kenaikan lanjutan menuju $0,796 terbuka.

Sejauh ini, belum terjadi konfirmasi breakout—harga masih bergerak sangat dekat dengan support, menandakan ketidakpastian kuat.

Gambaran Lebih Luas: Tekanan Jangka Panjang

Beberapa laporan teknikal sebelumnya menyoroti situasi serupa:

  • BeInCrypto (12 Juni) RSI ~40, tampak pasif. Jika gagal di atas $0,60, kemungkinan turun ke $0,57, namun rebound ke US$0,65 dinilai mungkin.
  • Dua minggu lalu: CMF turun sampai –0,20, menegaskan tekanan jual saat support di $0,66 diuji.
  • Brave New Coin (2 Juni): Support di kisaran $0,605–0,628 bisa jadi “make-or-break” point; jika gagal, harga bisa ke $0,40.
  • BeInCrypto (sekitar 2 minggu lalu): Holder mulai keluar, harga turun 40 % dari puncak Mei, dan support US$0,71 bisa retak → potensi turun ke $0,61.

Secara konsisten, level $0,60–0,61 disebut sebagai pertahanan utama.

Baca Juga: Prediksi Harga Pi Network: Sinyal Teknis Isyaratkan Potensi Kenaikan

Strategi & Rekomendasi

Kondisi Pasar Rekomendasi
Breakdown < $0,601 Segera ambil aksi protektif (stop-loss) atau short: target kemungkinan $0,542–0,40.
Rebound dari support Pertimbangkan entry saat sinyal bullish muncul; target fase pertama $0,647–0,658, selanjutnya $0,796.
Penutupan > $0,658 Konfirmasi sinyal breakout → momentum menuju $0,796 terbuka.
Pantau indikator teknikal: DMI (+DI > –DI), CMF > 0, dan penutupan candle di atas EMA untuk indikasi bullish.

Pi Network kini berada dalam momen penuh tekanan: bergerak di atas support krusial $0,601, dengan momentum teknikal menunjukkan kelegaan dari bearish dominan, tapi belum cukup kuat untuk memicu kenaikan.

Jika level ini gagal di defense, risiko penurunan ke zona $0,40 terbuka lebar. Sebaliknya, rebound dan breakout di atas $0,65 akan membawa peluang bullish lebih besar.

Dengan struktur teknikal yang rapuh dan level harga inti di kisaran $0,60–0,61, trader dan investor harus:

  • Wasapada dan disiplin dalam manajemen risiko
  • Gunakan sinyal teknikal sebagai petunjuk
  • Siapkan strategi untuk dua skenario: koreksi dalam atau rally lanjutan

Bulan ini penting untuk menentukan apakah Pi Network akan kembali pulih atau terpuruk dalam tren turun lebih dalam.

Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok 35%, Sentuh Rekor Terendah Sepanjang Masa


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Ungguli Bitcoin dalam Kepercayaan Institusional

Untuk pertama kalinya, open interest (OI) atau jumlah kontrak derivatif yang terbuka di Ethereum kini melampaui Bitcoin.

Fenomena ini menunjukkan peningkatan signifikan kepercayaan dari pelaku institusi besar terhadap ETH sebagai aset digital utama.

Baznis aktivitas ini bisa menjadi sinyal bullish lanjutan bagi Ethereum yang tengah mencuri perhatian investor global.

Rekor OI Ethereum: $19,1 Miliar

Menurut laporan TokenPost, Open Interest Ethereum mencapai rekor tertinggi sekitar $19,1 miliar, melampaui Bitcoin yang selama ini memegang dominasi OI derivatif.

Hal ini menandakan bahwa jumlah peserta dan total modal yang dipakai untuk spekulasi atau hedge berkaitan ETH kini lebih besar daripada Bitcoin, yang selama ini menjadi pasar derivatif terbesar.

Baca Juga: Analis: Ethereum Hadapi Risiko Bearish Meski Reli 9%

Aksi Institusional: BlackRock & ETF Masuk

  • BlackRock telah mengakumulasi sekitar 214.000 ETH (sekitar $560 juta) sejak pertengahan Mei melalui iShares Ethereum Trust.
  • Selain itu, inflow ETF ETHA masuk lebih dari $20 juta dalam satu hari akhir April, sehingga memperbesar total kepemilikan ETH institusional.

Dua aksi besar ini memperlihatkan bahwa institusi tidak hanya membeli spot ETH, tetapi juga meningkatkan keterlibatan mereka melalui instrumen derivatif.

Mengapa OI Derivatif Penting?

Open Interest di pasar futures dan options mencerminkan:

  1. Liquiditas tinggi—banyak dana dan pelaku aktif.
  2. Minat spekulatif—mengindikasikan ekspektasi besar terhadap pergerakan harga.
  3. Signifikansi posisi institusional—menggambarkan strategi jangka pendek (trading) maupun jangka panjang (hedging, bonding).

Kenaikan OI biasanya beriringan dengan volatilitas dan momentum; namun, derivatif juga bisa memperkuat tren naik jika dukungan fundamental dan teknikal mendukung.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 12 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 12 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Tanda Bullish vs Risiko Leverage

  • OI tinggi + fund flows institusional → potensi itu adalah trifecta bullish untuk ETH.
  • Namun, volume derivatif yang tinggi juga berarti risiko koreksi tajam, terutama jika tren melambat—posisi long bisa dilikuidasi dan memicu efek domino.

Indikator Teknis & Momentum ETH

  • Ethereum diperdagangkan dalam kisaran $2.500–$2.700, dan rebound dari area ini kerap memunculkan minat beli kembali.
  • Bila OI tetap tinggi dan funding rate menopang posisi long, ETH berpeluang lepas dari sideway dan menuju tingkat psikologis berikutnya di $3.000.
  • Namun kegagalan breakout atau sentimen negatif dapat menyebabkan retracement ke kisaran $2.300–$2.500.

Strategi & Rekomendasi Investor

Jenis Investor Strategi
Trader harian Pantau OI dan funding rate—masuk saat volume tinggi, keluar bila OI fluktuatif tajam.
Investor jangka menengah Gunakan koreksi sebagai peluang akumulasi—Long saat harga mendekati $2.500.
Institusi / dana besar Perkuat position sizing dengan hedge pada zones OI besar—manfaatkan ETF & derivative.

Potensi Besar

Ethereum saat ini menikmati momentum bullish institusional yang kuat, ditandai lewat rekor OI di pasar derivatif, melesat melewati Bitcoin, serta akumulasi besar seperti BlackRock dan inflow ETF yang signifikan.

Ini menandakan kepercayaan tinggi terhadap ETH dari kalangan trader dan manajer aset besar. Meskipun penuh potensi, strategi yang berbasis data teknikal dan manajemen risiko tetap penting, karena penguatan derivatif bisa membuat ETH sangat volatil.

Bagi investor pintar, masa sekarang adalah kesempatan, tetapi hanya jika disertai strategi cermat. Jika pasar terus bergerak suportif, Ethereum bisa menjadi sorotan besar musim ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Konflik AS-China Mereda, Mengapa Harga Bitcoin Melemah?

Harga Bitcoin dan beberapa mata uang kripto lainnya justru melemah meskipun data inflasi terbaru AS lebih rendah dari perkiraan dan ada kabar dimulainya kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan China.

Analis memperingatkan bahwa Bitcoin perlu bertahan di atas $108.300 untuk menjaga momentum bullish-nya .

Pasar Kripto Melemah Meski Sinyal Makro Positif

  • Harga Bitcoin sempat menyentuh $110.384, namun berakhir di kisaran $108.000 pada malam hari, turun sekitar 1,2%.
  • Tak hanya Bitcoin, Ethereum juga turun, dari puncak $2.877 hingga anjlok ke level $2.772, atau turun sekitar 1,5%.
  • Setali tiga uang, Dogecoin mencatat penurunan tajam lebih dari 2,7%, berakhir di $ 0,1928.

Kejutan berupa inflasi CPI AS yang hanya 2,4% (lebih rendah dari perkiraan 2,5% dan geliat kesepakatan dagang AS-China semestinya memicu rally risk-on, tapi pasar kripto tampak tangguh terhadap positivisme ini.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 12 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 12 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Likuidasi & Aliran Modal ETF

  • Jumlah total likuidasi di pasar kripto mencapai USD 293 juta dalam 4 jam terakhir; tekanan jual mendominasi dengan lebih dari $198 juta posisi long yang terkena squeeze.
  • Open interest pada kontrak berjangka Bitcoin turun sekitar 1,6%, sementara sebagian besar trader di Binance tetap mempertahankan posisi short.
  • Sentimen pasar sangat dipengaruhi zona “greed” menurut Crypto Fear & Greed Index.

Baca Juga: Harga Bitcoin Menembus $108.000, Isyarat FOMO Ritel

Analisis Teknis: Bitcoin Harus Bertahan di $108.300

Analis Ali Martinez menekankan bahwa support kritis untuk Bitcoin berada di level $108.300.

Jika gagal menjaga harga di atas titik ini, maka momentum bullish bisa retak dan Bitcoin berpotensi turun menuju $107.000 atau bahkan lebih rendah.

Respons Terhadap Isu Makro

  • Inflasi CPI lebih rendah memberikan harapan bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga pada September (~61% probabilitas)
  • Kesepakatan dagang AS–China, yang memudahkan ekspor komponen langka dan menstabilkan tarif, turut mendorong optimisme global. Namun reaksi positif ini justru tidak berimbas kuat terhadap aset kripto.

Dampak Jangka Pendek & Rekomendasi Strategis

Aspek Rekomendasi & Implikasi
Trader jangka pendek Waspadai breakdown di bawah $108.300; siapkan stop-loss ketat.
Investor jangka panjang Gunakan koreksi sebagai peluang beli, asalkan $108.300 tetap dipertahankan.
Monitoring Perhatikan data inflasi mendatang serta perkembangan kesepakatan AS–China.

Tetap Waspada

Meskipun sentimen makro mendukung—dengan inflasi turun dan langkah dagang AS–China, pasar kripto justru menunjukkan kelemahan.

Bitcoin, ETH, dan DOGE melemah akibat tekanan likuidasi dan dominasi posisi short. Support vital di $108.300 adalah garis pertahanan terakhir; jika ditembus, momentum bullish bakal terganggu.

Sementara itu, investor tetap bisa optimis jangka panjang, namun hati-hati untuk jangka pendek jika support kunci gagal dijaga.

Pengambilan posisi sebaiknya dilakukan bersamaan dengan strategi manajemen risiko yang ketat.

Baca Juga: Harga Bitcoin Melonjak $ 110.000, Momentum di Tengah Optimisme Pasar


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Menembus $108.000, Isyarat FOMO Ritel

Bitcoin (BTC) kembali mencuri sorotan setelah berhasil menembus level $108.000, memanfaatkan momentum bounce dari area $105.000.

Menurut analis dari AMBCrypto, sentimen FOMO (“Fear of Missing Out”) ritel kembali menguat, diikuti aksi leverage tinggi dari para “whale” atau pemain besar.

FOMO Ritel Merekah – Zona “Greed” Terancam Puncak

  • Santiment melaporkan lonjakan sentimen pelaku ritel memasuki dua minggu tertinggi sejauh ini.
  • Indikator “greed zone” mengindikasikan potensi puncak pasar jangka pendek, seiring FOMO meningkat cepat—biasanya diikuti koreksi harga.

Whale dan Leverage Tinggi – Pendorong Momentum

  • On-chain analytics menunjukkan aksi besar dari whale, termasuk pembukaan long 20× leverage senilai lebih dari $50 juta pada kisaran $106.500.
  • Di sisi lain, dana inti mengalir keluar dari Kraken: total 997 BTC berpindah ke dompet tak teridentifikasi, sinyal kuat dari aktivitas whale.

Short Squeeze & Long-Term Profit para Holder

  • Data Glassnode mengungkapkan adanya short squeeze besar, yang menyebabkan likuidasi posisi short senilai $359.000 dalam waktu singkat, memicu kenaikan BTC di atas $108.000.
  • Saat ini, 96,6% pemegang Bitcoin dalam posisi profit, mendorong bel kembali karena ketakutan “ketinggalan kereta”.

Analisis Teknikal: Momentum Masih Zona Bullish, Tapi Waspada Retracement

  • RSI harian BTC di level 61, menunjukkan tren bullish, namun belum terlalu overbought.
  • Indikator OBV (On‑Balance Volume) meningkat, tapi kini menunjukkan penurunan kemiringan, menandakan potensi melemahnya tekanan beli .
  • Para analis memperingatkan bahwa jika volume tidak menguat di atas area $110.000, potensi koreksi jangka pendek bisa terjadi.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 11 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 11 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Kondisi Pasar Terkini: Momentum dan Risiko Correksi

  • Breakout ke atas $108.000 didorong oleh sentimen ritel, aksi whale, dan tekanan short squeeze.
  • Namun, akumulasi FOMO di tengah denominasi “greed” menjadi sinyal potensi koreksi, terutama jika volume dan aksi pump gagal berlanjut untuk menembus resistance selanjutnya.
  • Bila dukungan volume berlanjut dan BTC mampu bertahan di atas $110.000, tren bullish masih terbuka lebar. Sebaliknya, kegagalan mendukung harga ini bisa memicu penurunan singkat.

Baca Juga: VivoPower Gelontorkan $121 Juta untuk XRP dalam Model Bitcoin

Pandangan dan Strategi untuk Investor & Trader

Segment Rekomendasi
Trader jangka pendek Entry saat breakout di atas $108.000; stop-loss jika RSI koreksi atau volume turun.
Investor jangka panjang Pantau akumulasi whale dan sentimen ritel; waspadai pembalikan pasar ritel yang tiba-tiba.
Manajemen Risiko Siapkan stop-loss di bawah $105.000 jika momentum tidak berlanjut, atau breakeven jika sudah untung.

Apa yang Harus Dilakukan Investor?

  • FOMO ritel saat ini mencapai tingkat tertinggi dalam dua minggu terakhir, mengindikasikan potensi pembentukan puncak pasar jangka pendek .
  • Whale dan leverage tinggi menunjukkan optimisme besar di pasar, tapi ini juga memicu short squeeze yang memperkuat reli harga Bitcoin.
  • Indikator teknikal mendukung kelanjutan rally, namun volume mentok dan signal over-sentiment mengindikasikan potensi koreksi jika breakout atas $110.000 gagal berlanjut.

Baca Juga: Harga Bitcoin Melonjak $ 110.000, Momentum di Tengah Optimisme Pasar


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Hadapi Risiko Bearish Meski Reli 9%

Ethereum (ETH) kembali mencuri perhatian setelah mengalami reli sekitar 9–10%, membawa harga mendekati $2.800.

Namun, dibalik euforia kenaikan tersebut, analis memperingatkan potensi arah berbalik yang didorong oleh dominasi strategi bearish di pasar opsi dan kekhawatiran kekuatan ETH menghadapi serangan altcoin ETF.

Minat Opsi Bearish: Hedge, Bukan Permainan Bulls Semata

  • Open interest (OI) di opsi Ethereum melonjak dari $6,3 miliar ke level $8,3 miliar sejak April yang merupakan indikator meningkatnya keterlibatan institusional.
  • Strategi populer seperti short risk reversal dan bear diagonal spread menandakan bahwa banyak trader mengambil posisi bearish, atau setidaknya bersiap menghadapi penurunan harga.
  • Kendati demikian, sebagian besar opsi put diarahkan pada strike price ≤ $2.700, dengan potensi kedaluwarsa kalau ETH tetap di atas level tersebut hingga expiry jatuh tempo 27 Juni.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 11 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 11 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dominasi Strategi Bearish – Meski Sentimen Umum Netral–Bullish

  • Rasio strategi bearish vs bullish di opsi ETH menunjukkan peningkatan, namun mayoritas indikator (seperti call option) masih berpihak ke arah netral–bullish.
  • Fenomena ini mencerminkan struktur hedge, bukan hanya pesimisme murni – para pelaku mungkin ingin mengunci keuntungan sambil mengantisipasi koreksi kecil .

Faktor Eksternal: Ancaman dari Altcoin ETF

  • Kenaikan minat pada altcoin lainnya, terutama jika disetujui sebagai ETF, bisa mengalihkan arus modal dari Ethereum.
  • Potensi migrasi dana ini disebut-sebut bisa menjadi hambatan bagi dominasi ETH dalam skema aset kripto institusional atau ritel .

Analisis Teknis: Resistensi Kuat di USD 2.800

  • Harga ETH sudah beberapa kali gagal melewati zona $2.800–$2.820, menandai area resistensi signifikan.
  • Jika ETH gagal tembus level ini, koreksi menuju $2.700 atau bahkan $2.600 bisa saja terjadi dalam waktu dekat—terutama jika para hedger mulai merealisasi keuntungan mereka.

Baca Juga: Rekor Baru, Staking Ethereum Nyaris Tembus $90 Miliar

Apakah Risiko Ini Layak Diwaspadai?

Elemen Dampak
Open interest tinggi Menandakan tekanan dari strategi bearish
Spike put options Ideal untuk hedge namun bisa jadi indikasi pasar berhati-hati
Resistensi teknikal di $2.800 Gagal break bisa memicu koreksi
Ancaman altcoin ETF Bila dana berpindah, bisa melemahkan ETH

Skenario Pasar ke Depan

  • Bullish hard: Jika ETH mampu bertahan di atas USD 2.800 hingga expiry opsi akhir Juni, kemungkinan reli lanjutan menuju $3.000–$3.200 tetap terbuka.
  • Bearish atau netral: Jika ditolak dari level resistensi, ETH bisa bergerak sideways, bahkan turun hingga zona $2.600–$2.700, sebelum menentukan arah berikutnya.

Tips untuk Investor & Trader

  • Trader jangka pendek: Perhitungkan risiko penolakan di resistensi dengan menetapkan stop-loss di bawah $2.750–$2.780.
  • Investor jangka panjang: Manfaatkan koreksi sebagai kesempatan akumulasi, tapi tetap waspadai tren makro seperti aliran ETF altcoin.
  • Pantau pasar opsi secara berkala: Volume outlier atau strategi baru bisa menjadi sinyal awal pembalikan harga.

Baca Juga: Upgrade Pectra Ethereum: Penilaian Setelah Sebulan Implementasi

Meskipun reli mendekati +10% dan harga mendekati level psikologis $2.800, kondisi pasar opsi ETH mengungkap adanya hedge besar oleh pelaku institusi.

Dominasi strategi bearish melalui opsi seperti short risk reversal menunjukkan kebutuhan untuk mengantisipasi potensi koreksi.

Ditambah risiko dari altcoin ETF yang dapat merebut perhatian investor, semua merangkai skenario pasar yang penuh ketidakpastian.

Bagi investor yang ingin tetap aman: lindungi posisi saat ini, pantau expiry akhir Juni, dan siapkan strategi cadangan jika terjadi penolakan atau tekanan jual mendadak.

Pasar Ethereum mungkin sedang diuji, namun kemampuan breakout atau breakdown-nya akan sangat bergantung pada tekanan opsi dan arus modal institusional dalam beberapa minggu ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Prediksi Harga Pi Network: Apakah $1 Semakin Dekat?

Pi Network (PI) telah menarik perhatian komunitas kripto dengan potensi pertumbuhan harga yang signifikan.

Meskipun saat ini harga Pi Network diperdagangkan sekitar $0,61, berbagai faktor menunjukkan kemungkinan kenaikan harga menuju $1 dalam waktu dekat.

Aktivitas Pasar dan Volume Perdagangan

Meskipun mengalami penurunan harga sebesar 6%, Pi Network mencatat volume perdagangan lebih dari $100 juta.

Volume perdagangan yang tinggi ini menunjukkan minat yang kuat dari investor dan dapat menjadi indikator awal dari potensi lonjakan harga.

Analis memperkirakan bahwa PI dapat mengalami kenaikan hingga 100% untuk mencapai $1.

Baca Juga: Pi Network Menanti Breakout: Konsolidasi Harga Menentukan

Prediksi Harga Jangka Pendek dan Menengah

Menurut CoinCodex, Pi Network diperkirakan akan diperdagangkan dalam kisaran $0,585 hingga $0,762 pada minggu ini.

Jika mencapai target tertinggi, harga PI ditaksir dapat meningkat sebesar 30,18% pada 4 Mei 2025.

Untuk minggu berikutnya, harga diperkirakan berada antara $0,762 dan $0,900, dengan potensi peningkatan sebesar 18,06% pada 11 Mei 2025.

Faktor-Faktor Pendukung Kenaikan Harga

  1. Konsensus Summit Mei 2025: Analis kripto Dr. Altcoin memprediksi bahwa harga PI akan melonjak selama acara Consensus Summit pada Mei 2025. Acara ini diharapkan menjadi katalisator utama untuk kenaikan harga.
  2. Rumor Listing di HTX Exchange: Desas-desus mengenai kemungkinan listing PI di bursa HTX telah meningkatkan antusiasme investor. Listing di bursa besar dapat meningkatkan likuiditas dan eksposur PI.
  3. Akumulasi oleh Whale: Data on-chain menunjukkan bahwa investor besar telah mengakumulasi lebih dari 41 juta token PI dalam dua hari, setara dengan sekitar $27 juta. Akumulasi ini menunjukkan kepercayaan terhadap potensi jangka panjang PI.

Prediksi Harga Jangka Panjang

Berbagai prediksi harga untuk Pi Network menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan:

  • 2025: Harga diperkirakan berada antara $0,585 dan $2,77, dengan potensi peningkatan hingga 374,84%.
  • 2026: Harga diperkirakan tetap dalam kisaran yang sama, dengan potensi pertumbuhan yang stabil.
  • 2030: Harga diperkirakan antara $1,086 dan $3,72, menunjukkan potensi pertumbuhan hingga 538,81%.

Tantangan dan Risiko

Meskipun prospek pertumbuhan Pi Network menjanjikan, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan:

  • Keterbatasan Listing: Saat ini, PI belum terdaftar di banyak bursa besar, yang dapat membatasi likuiditas dan aksesibilitas bagi investor.
  • Utilitas Dunia Nyata: Kurangnya aplikasi dan utilitas dunia nyata dapat menghambat adopsi dan pertumbuhan jangka panjang.
  • Likuiditas Rendah: Likuiditas yang terbatas dapat menyebabkan volatilitas harga yang tinggi dan risiko bagi investor.

Secara keseluruhan, Pi Network menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan, dengan berbagai faktor yang mendukung kemungkinan kenaikan harga menuju $1 dalam waktu dekat.

Namun, investor harus tetap waspada terhadap tantangan yang ada dan melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi.

Baca Juga: Pi Network Percepat Pengembangan Ekosistem Jelang Consensus 2025


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com