Tag Archives: aset kripto

Charles Schwab Segera Luncurkan Layanan Perdagangan Bitcoin Spot

Charles Schwab Corp., salah satu perusahaan jasa keuangan terbesar di Amerika Serikat, berencana untuk meluncurkan layanan perdagangan Bitcoin spot bagi kliennya pada April 2026.

Langkah ini mencerminkan perubahan signifikan dalam strategi perusahaan terhadap aset digital, seiring dengan meningkatnya minat investor dan perubahan lanskap regulasi di AS.

Dari ETF dan Futures Menuju Perdagangan Spot

Selama ini, Charles Schwab telah menyediakan produk terkait kripto seperti exchange-traded funds (ETF) dan kontrak berjangka (futures), yang memungkinkan klien mendapatkan eksposur terhadap aset digital tanpa memiliki aset tersebut secara langsung.

Namun, dengan meningkatnya permintaan untuk perdagangan langsung aset kripto, perusahaan kini bersiap untuk menawarkan layanan perdagangan Bitcoin spot.

CEO Charles Schwab, Rick Wurster, menyatakan bahwa perusahaan menargetkan peluncuran layanan ini dalam 12 bulan ke depan, dengan harapan regulasi yang lebih jelas akan segera terwujud .

Perubahan Regulasi sebagai Katalisator

Perubahan dalam kebijakan regulasi di AS menjadi faktor kunci dalam rencana ekspansi Charles Schwab ke perdagangan kripto.

Dengan terpilihnya kembali Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS), banyak pihak memperkirakan akan ada pendekatan yang lebih ramah terhadap industri aset digital.

Wurster menyatakan bahwa perusahaan optimis terhadap perubahan regulasi yang akan memungkinkan mereka untuk menawarkan layanan perdagangan kripto secara langsung kepada klien.

Baca Juga: Thailand Setujui ETF Bitcoin Spot Pertama untuk Investor

Kemitraan Strategis dengan Trump Media and Technology Group

Pada Januari 2025, Charles Schwab menjalin kemitraan dengan Trump Media and Technology Group (TMTG) untuk menyediakan ETF dan layanan kripto yang disesuaikan bagi platform “Truth.Fi” yang akan datang.

Platform ini bertujuan untuk menggabungkan layanan keuangan tradisional dengan aset digital, menawarkan alternatif bagi individu yang khawatir tentang praktik perbankan yang tidak adil dan pelanggaran privasi oleh perusahaan teknologi besar.

Tantangan dan Persaingan di Industri

Langkah Charles Schwab untuk memasuki perdagangan kripto spot juga dipicu oleh meningkatnya persaingan di industri jasa keuangan.

Perusahaan seperti Robinhood dan Interactive Brokers telah lebih dulu menawarkan layanan perdagangan kripto langsung, memaksa Charles Schwab untuk mengevaluasi kembali pendekatan konservatif mereka.

Dengan masuknya ke perdagangan spot, Charles Schwab berupaya untuk tetap kompetitif dan memenuhi permintaan klien yang semakin meningkat terhadap aset digital.

Meningkatnya Minat Investor terhadap Aset Digital

Minat investor terhadap aset digital terus meningkat, tercermin dari lonjakan lalu lintas sebesar 400% ke situs web kripto Charles Schwab.

Data ini menunjukkan bahwa klien semakin tertarik untuk berinvestasi langsung dalam aset kripto, mendorong perusahaan untuk memperluas penawaran mereka di sektor ini.

Baca Juga: Bitcoin Tembus Rp 447 Juta untuk Pertama Kali Sejak April, Terus Bullish?

Secara keseluruhan, rencana Charles Schwab untuk meluncurkan layanan perdagangan Bitcoin spot pada April 2026 menandai langkah penting dalam integrasi aset digital ke dalam layanan keuangan tradisional.

Dengan memanfaatkan perubahan regulasi yang diantisipasi dan meningkatnya permintaan klien, perusahaan berupaya untuk tetap relevan dan kompetitif di era digital.

Sebagai investor, penting untuk memantau perkembangan ini dan memahami implikasinya terhadap strategi investasi Anda.

Dengan semakin banyaknya institusi keuangan besar yang mengadopsi aset digital, lanskap investasi global terus berkembang, menawarkan peluang baru sekaligus tantangan yang perlu dihadapi dengan bijak.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Dalam Sorotan: Skalabilitas Dalam Pembayaran Digital

Ethereum, sebagai salah satu platform blockchain terbesar, terus berupaya meningkatkan skalabilitas dan efisiensi jaringannya.

Melalui serangkaian pembaruan, termasuk Pectra dan Fusaka, Ethereum bertujuan untuk memperkuat posisinya dalam ekosistem pembayaran digital dan menghadapi persaingan dari platform lain seperti Solana dan BNB Smart Chain.

Tantangan Skalabilitas dan Persaingan yang Meningkat

Meskipun Ethereum dikenal karena keamanannya dan adopsi luasnya, jaringan ini menghadapi tantangan terkait biaya transaksi yang tinggi dan kecepatan yang lebih lambat dibandingkan beberapa pesaingnya.

Platform seperti Solana dan BNB Smart Chain telah menarik perhatian karena menawarkan biaya yang lebih rendah dan kecepatan transaksi yang lebih tinggi, yang berdampak pada volume pertukaran terdesentralisasi (DEX) dan adopsi pengguna.

Pembaruan Pectra: Meningkatkan Efisiensi dan Skalabilitas

Pembaruan Pectra, yang dijadwalkan untuk Mei 2025, menggabungkan lapisan eksekusi Prague dengan lapisan konsensus Electra dan mencakup 11 Proposal Peningkatan Ethereum (EIP).

Menurut laporan Cryptopotato pada Minggu (20/4), beberapa EIP penting dalam pembaruan ini meliputi:

  • EIP-7251: Meningkatkan batas maksimum saldo staking efektif dari 32 ETH menjadi 2.048 ETH, yang membantu mengelola beban lebih dari satu juta validator aktif.
  • EIP-7691: Memperluas kapasitas blob, memungkinkan lebih banyak data diposting ke mainnet dengan biaya rendah.
  • EIP-7702: Memperkenalkan abstraksi akun, memungkinkan akun yang dimiliki secara eksternal berfungsi lebih seperti dompet kontrak pintar dengan fitur seperti transaksi bundel dan sponsor gas.

Pembaruan ini dirancang untuk meningkatkan skalabilitas dan kegunaan, yang berpotensi membuat Ethereum lebih praktis untuk kasus penggunaan pembayaran kripto volume tinggi.

Baca Juga: Keterbatasan Blob Ethereum: Tantangan Skalabilitas Layer-2

Fusaka: Menuju Danksharding dan Ketersediaan Data yang Lebih Baik

Dijadwalkan untuk akhir 2025, pembaruan Fusaka akan memperkenalkan PeerDAS melalui EIP-7594, langkah penting menuju danksharding penuh yang penting untuk meningkatkan ketersediaan data blockchain.

Selain itu, Ethereum Object Format akan menyederhanakan pembuatan kontrak pintar sambil mengurangi overhead eksekusi dan memberikan pengalaman yang lebih aman dan efisien bagi pengembang.

Persaingan dalam Ketersediaan Data dan Nilai ETH

Meskipun Ethereum menawarkan keamanan yang unggul, perannya sebagai lapisan ketersediaan data berada di bawah tekanan kompetitif dari platform seperti Celestia, EigenDA, dan NearDA, yang saat ini mengungguli dalam throughput mentah dan biaya.

Kekhawatiran juga muncul tentang kemampuan Ethereum untuk mempertahankan akumulasi nilai ETH karena semakin bergantung pada solusi Layer 2 (L2).

Maka dari itu, pembaruan Pectra dan Fusaka menunjukkan komitmen Ethereum untuk meningkatkan skalabilitas dan efisiensi jaringannya.

Namun, tantangan dari platform pesaing dan kebutuhan untuk mempertahankan nilai ETH memerlukan perhatian berkelanjutan.

Dengan implementasi pembaruan ini, Ethereum berharap dapat memperkuat posisinya dalam ekosistem pembayaran digital dan menghadapi persaingan yang semakin ketat.

Baca Juga: Rasio Harga Ethereum Terhadap Bitcoin Terus Menurun


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga XRP Bertahan di $2,08, Lawan Arus Lonjakan Derivatif

Pada pertengahan April ini, XRP menunjukkan ketahanan dengan mempertahankan harga di atas $2,08, meskipun terjadi lonjakan aktivitas di pasar derivatif dan meningkatnya risiko likuidasi.

Pergerakan harga XRP ini mencerminkan ketidakpastian jangka pendek di pasar kripto, di mana investor dan trader mencoba menavigasi sinyal yang bertentangan dari pasar spot dan derivatif.

Stabilitas Harga di Tengah Konsolidasi Pasar

XRP diperdagangkan dalam kisaran sempit antara $2,00 hingga $2,15, mencerminkan pola konsolidasi yang serupa dengan Bitcoin dan Ethereum, yang masing-masing stabil di sekitar $84.500 dan $1.590.

Dalam tujuh hari terakhir, XRP mencatat kenaikan sebesar 1,8%, menunjukkan pergerakan sideways yang konsisten dengan aset kripto utama lainnya.

Lonjakan Aktivitas Derivatif dan Risiko Likuidasi

Data terbaru menunjukkan lonjakan signifikan dalam volume perdagangan derivatif XRP, khususnya dalam kontrak opsi, menandakan meningkatnya minat spekulatif di kalangan trader.

Namun, posisi leverage yang tinggi di atas level $2,30 meningkatkan risiko likuidasi, karena pergerakan harga yang tajam dapat memicu penutupan paksa posisi tersebut.

Sebelumnya, XRP mengalami ketidakseimbangan likuidasi yang mencolok, di mana lebih dari 97% likuidasi berasal dari posisi long, menunjukkan bahwa banyak trader yang terlalu optimis terhadap kenaikan harga.

Ketidakseimbangan ini menyoroti pentingnya manajemen risiko yang hati-hati dalam perdagangan derivatif.

Baca Juga: Harga XRP Turun ke $1,97: Peluang Emas Sebelum Reli Berikutnya?

Sentimen Pasar dan Prospek ke Depan

Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Jumat, 18 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Jumat, 18 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

Meskipun pasar menunjukkan tanda-tanda konsolidasi, indikator teknikal seperti Bollinger Bands menunjukkan bahwa XRP berada dalam kisaran perdagangan yang ketat, dengan resistensi di sekitar $2,33 dan dukungan di $1,95.

Rasio long/short yang tinggi di bursa seperti OKX menunjukkan bahwa trader masih optimis terhadap potensi kenaikan harga XRP.

Namun, dengan meningkatnya aktivitas derivatif dan risiko likuidasi yang menyertainya, penting bagi investor untuk tetap waspada dan menerapkan strategi manajemen risiko yang efektif.

Pergerakan harga XRP dalam waktu dekat kemungkinan akan dipengaruhi oleh dinamika pasar derivatif dan sentimen investor terhadap aset kripto secara keseluruhan.

Secara keseluruhan, meskipun XRP menunjukkan ketahanan di tengah volatilitas pasar, investor disarankan untuk memantau perkembangan pasar dengan cermat dan mempertimbangkan faktor-faktor risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Baca Juga: Siap Terjun Bebas, Whale Jual $370 Juta XRP


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Keterbatasan Blob Ethereum: Tantangan Skalabilitas Layer-2

Ethereum telah lama menjadi tulang punggung ekosistem blockchain, namun dengan pertumbuhan pesat jaringan Layer-2 (L2) seperti Arbitrum, Optimism, dan Base, muncul tantangan baru terkait skalabilitas.

Meskipun pembaruan Dencun dan proposal EIP-4844 telah memperkenalkan “blob” untuk meningkatkan efisiensi penyimpanan data, peningkatan ini mungkin tidak cukup untuk mengakomodasi lonjakan transaksi di masa depan.

Apa Itu Blob dan Perannya dalam Ethereum?

Blob, diperkenalkan melalui EIP-4844, adalah segmen data sementara yang memungkinkan L2 menyimpan data transaksi dengan biaya lebih rendah di Ethereum.

Tujuannya adalah mengurangi biaya gas dengan menyimpan data secara efisien, sehingga meningkatkan kapasitas transaksi dan menurunkan biaya bagi pengguna.

Namun, saat ini hanya tersedia tiga blob Ethereum per blok, yang mulai terasa sebagai batasan seiring meningkatnya aktivitas L2.

Baca Juga: Ethereum Diprediksi Undervalued: Akumulasi Whale Menjadi Sorotan

Pertumbuhan L2 dan Tekanan pada Infrastruktur Ethereum

Jaringan L2 seperti Base telah menunjukkan pertumbuhan luar biasa, dengan lebih dari 155 juta alamat pengguna dan rata-rata 93 transaksi per detik.

Jika tren ini berlanjut dan jaringan L2 lainnya mengalami pertumbuhan serupa, permintaan akan ruang blob akan meningkat drastis.

Meskipun pembaruan Pectra direncanakan untuk menggandakan jumlah blob per blok menjadi enam, hal ini mungkin masih belum mencukupi untuk mengakomodasi lonjakan transaksi yang signifikan.

Dampak Biaya Blob yang Meningkat

Kenaikan biaya blob telah terjadi sebelumnya, seperti saat peluncuran Blobscriptions dan airdrop Scroll, di mana biaya blob melonjak hingga $4,52.

Kenaikan biaya ini menandakan bahwa ketika permintaan melebihi pasokan blob, biaya dapat meningkat tajam, membebani pengguna dan mengurangi efisiensi jaringan L2.

Persaingan Antar L2 dan Keterbatasan Ruang Blob

Dengan pertumbuhan L2 yang pesat, terjadi persaingan untuk mendapatkan ruang blob yang terbatas.

Saat ini, dua jaringan L2 telah mengonsumsi 55% dari total ruang blob yang tersedia. Jika tren ini berlanjut tanpa peningkatan kapasitas, Ethereum dapat menghadapi kemacetan transaksi dan biaya yang meningkat, menghambat adopsi dan penggunaan jaringan L2.

Langkah Selanjutnya untuk Ethereum

Untuk mengatasi tantangan ini, Ethereum perlu mempertimbangkan peningkatan lebih lanjut dalam kapasitas blob, mungkin melalui implementasi sharding penuh atau solusi inovatif lainnya.

Tanpa langkah-langkah proaktif, Ethereum berisiko kehilangan daya saingnya terhadap jaringan lain yang menawarkan skalabilitas dan biaya transaksi yang lebih rendah.

Baca Juga: Ethereum Luncurkan Tes Final Upgrade Pectra di Jaringan Holesky

Kesimpulannya, meskipun blob telah memberikan peningkatan efisiensi bagi jaringan L2, pertumbuhan pesat ekosistem ini menuntut solusi skalabilitas yang lebih besar dan berkelanjutan.

Ethereum harus terus berinovasi untuk memastikan bahwa infrastrukturnya dapat mendukung permintaan yang terus meningkat dari jaringan L2 dan pengguna di seluruh dunia.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Jadi Tulang Punggung dApps, Transaksi Sehari Tembus $8,9 Juta

Solana telah mencuri perhatian dunia kripto dengan dominasinya yang luar biasa dalam pendapatan aplikasi blockchain.

Pada Januari 2025, aplikasi terdesentralisasi (dApps) berbasis Solana menghasilkan 73,3% dari total pendapatan harian di seluruh ekosistem kripto, melampaui Ethereum dan Binance Smart Chain secara signifikan.

Dominasi Pendapatan Solana

Data dari DeFiLlama menunjukkan bahwa dApps Solana meraup pendapatan sebesar $8,9 juta dalam 24 jam, hampir dua kali lipat dari Ethereum yang berada di posisi kedua.

Aplikasi seperti BONKbot dan Raydium menjadi kontributor utama, masing-masing menghasilkan $2,67 juta dan $1,17 juta.

Pertumbuhan ini bukan hanya fenomena sesaat. Pada kuartal terakhir 2024, dApps Solana mencatat pendapatan sebesar $751 juta, lebih dari tiga kali lipat pendapatan Ethereum sebesar $314 juta.

Faktor Pendorong: Memecoin dan Infrastruktur Efisien

Salah satu pendorong utama lonjakan pendapatan Solana adalah popularitas memecoin.

Platform seperti Pump.fun mencatat pendapatan kuartalan sebesar $235 juta, meningkat 242% dari kuartal sebelumnya.

Selain itu, arsitektur layer 1 Solana yang efisien memungkinkan pemrosesan transaksi yang cepat dan biaya rendah, menarik minat pengembang dan pengguna.

Hal ini menjadikan Solana sebagai pilihan utama untuk berbagai aplikasi, mulai dari keuangan hingga hiburan.

Baca Juga: Solana Lampaui Semua Blockchain dalam Transaksi Volume DEX

Dampak pada Token SOL dan Minat Institusional

Kinerja impresif ini berdampak positif pada harga token SOL, yang mengalami kenaikan signifikan sepanjang 2024.

Analis memperkirakan momentum ini akan terus berlanjut, memperkuat posisi Solana di pasar.

Minat dari investor institusional juga meningkat. Survei CoinShares menunjukkan bahwa hampir 15% dari investor institusional kini memiliki eksposur terhadap Solana, menjadikannya salah satu alternatif utama selain Bitcoin dan Ethereum.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 18 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 18 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Kanada Luncurkan ETF Spot Solana Pertama di Dunia

Secara keseluruhan, Solana telah membuktikan dirinya sebagai kekuatan dominan dalam ekosistem blockchain, dengan pertumbuhan pendapatan yang pesat dan infrastruktur yang efisien.

Dengan terus menarik minat pengguna, pengembang, dan investor institusional, Solana berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan dan memperkuat posisinya di masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin ke $100.000? Akumulasi Whale Menjadi Sinyal Kuat

Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah data on-chain menunjukkan bahwa para whale atau pemegang besar BTC sedang menyerap lebih dari 300% dari total pasokan baru yang ditambang.

Fenomena ini memicu spekulasi bahwa harga Bitcoin dapat melonjak ke $100.000 dalam waktu dekat.

Aksi Akumulasi Whale yang Agresif

Menurut data dari Glassnode, kelompok pemegang besar Bitcoin, termasuk whale (lebih dari 1.000 BTC) dan shark (100–1.000 BTC), saat ini menyerap lebih dari tiga kali jumlah Bitcoin yang ditambang setiap hari.

Artinya, mereka membeli lebih banyak BTC daripada yang tersedia dari pasokan baru, menciptakan tekanan permintaan yang signifikan di pasar.

Selain itu, bursa kripto mengalami arus keluar BTC yang konsisten, menunjukkan bahwa investor besar lebih memilih menyimpan aset mereka dalam dompet pribadi untuk investasi jangka panjang daripada melakukan perdagangan jangka pendek.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 18 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 18 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

Indikator Teknikal Mendukung Potensi Kenaikan

Secara teknikal, Bitcoin telah menembus pola “falling wedge” yang telah terbentuk selama beberapa bulan terakhir.

Pola ini sering kali dianggap sebagai sinyal pembalikan bullish, dan breakout dari pola ini dapat mendorong harga Bitcoin menuju target sekitar $101.570.

Namun, harga Bitcoin saat ini menghadapi resistensi di sekitar rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 50 hari dan 200 hari, yang berada di kisaran $85.300.

Jika harga berhasil menembus level ini, kemungkinan besar akan membuka jalan menuju level $100.000.

Baca Juga: Harga Bitcoin Dekati Level Kunci $92.000: Sinyal Ledakan Altcoin?

Perbandingan dengan Siklus Bullish Sebelumnya

Analis on-chain mencatat bahwa perilaku akumulasi saat ini mirip dengan pola yang terlihat sebelum bull run Bitcoin pada tahun 2020.

Saat itu, akumulasi besar-besaran oleh investor institusional dan whale mendahului lonjakan harga yang signifikan.

Dengan latar belakang makroekonomi yang mendukung dan adopsi institusional yang meningkat, banyak yang percaya bahwa sejarah mungkin akan terulang.

Sentimen Pasar dan Aktivitas Perdagangan

Pada 19 April 2025, harga Bitcoin naik 1,2% menjadi $84.450, didorong oleh akumulasi besar-besaran oleh entitas seperti Abraxas Capital, yang menarik lebih dari $250 juta BTC dari Binance.

Indikator teknikal seperti RSI berada di 62, menunjukkan kondisi pasar yang bullish namun mendekati overbought.

Sementara itu, MACD menunjukkan crossover bullish, menandakan momentum positif dalam jangka pendek.

Prediksi dan Prospek Harga

Dengan kombinasi akumulasi agresif oleh whale, penurunan pasokan di bursa, dan sinyal teknikal yang positif, banyak analis percaya bahwa Bitcoin berada di jalur menuju $100.000.

Namun, penting untuk diingat bahwa pasar kripto tetap volatil, dan investor harus melakukan analisis menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi.

Dengan dinamika pasar saat ini, semua mata tertuju pada Bitcoin dan apakah ia dapat mencapai tonggak sejarah berikutnya di $100.000.

Baca Juga: Tren Bitcoin 21-25 April 2025: Altcoin Time Not Alt Season By Hoteliercrypto


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Lewati Visa, Volume Transaksi Stablecoin Nyaris Tembus $14 Triliun

Sebuah kabar mengejutkan datang dari transaksi stablecoin yang telah melampaui volume transaksi Visa untuk pertama kalinya pada tahun 2024.

Menurut laporan dari Bitwise, volume transaksi stablecoin mencapai hampir $14 triliun, mengungguli Visa yang mencatat sekitar $13 triliun pada periode yang sama.

Pencapaian ini sekaligus menandai titik balik signifikan dalam evolusi sistem pembayaran digital global.

Faktor Pendorong Pertumbuhan Stablecoin

Sejumlah analis menemukan beberapa faktor utama mendorong lonjakan penggunaan stablecoin, antara lain:

  • Stabilitas Nilai: Berbeda dengan mata uang kripto lainnya, stablecoin dirancang untuk mempertahankan nilai yang stabil, seringkali dipatok terhadap dolar AS, menjadikannya pilihan yang menarik untuk transaksi sehari-hari.
  • Biaya Transaksi Rendah dan Kecepatan: Stablecoin memungkinkan transfer dana yang cepat dan biaya rendah, terutama dalam transaksi lintas negara, yang seringkali mahal dan lambat melalui sistem tradisional.
  • Adopsi Institusional: Banyak lembaga keuangan dan perusahaan teknologi finansial mulai mengintegrasikan stablecoin ke dalam layanan mereka, memperluas jangkauan dan penggunaannya.

Dominasi di Pasar Pembayaran Lintas Negara

Stablecoin menunjukkan potensi besar dalam mendominasi pasar pembayaran lintas negara, yang bernilai sekitar $44 triliun.

CEO Bitwise, Matt Hougan, memproyeksikan bahwa dalam lima tahun ke depan, stablecoin akan menjadi pemain utama dalam sektor ini, mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi dibandingkan dengan saluran tradisional seperti Visa dan SWIFT.

Pertumbuhan Infrastruktur dan Adopsi

Ethereum tetap menjadi pusat aktivitas stablecoin, memproses lebih dari $3 triliun transaksi stablecoin pada kuartal pertama 2025.

Selain itu, jumlah alamat unik stablecoin di Ethereum melampaui 200.000 pada Maret 2025, menunjukkan peningkatan adopsi yang signifikan.

Platform lain seperti Solana dan Tron juga memainkan peran penting, dengan keduanya secara kolektif memproses $77 miliar dalam transaksi stablecoin, menawarkan kecepatan dan biaya yang sulit ditandingi oleh sistem keuangan tradisional.

Baca Juga: Stablecoin: Aliran Masuk ke Tron, Arus Keluar dari Ethereum

Regulasi dan Masa Depan Stablecoin

Ketua Federal Reserve AS, Jerome Powell, menyatakan bahwa stablecoin memiliki daya tarik yang luas dan bahwa kerangka hukum untuk stablecoin sedang dalam proses pengembangan.

AS diperkirakan akan mengesahkan undang-undang stablecoin pada Juli 2025, yang dapat mendorong adopsi lebih lanjut oleh lembaga keuangan dan penyedia layanan pembayaran.

Dengan proyeksi bahwa kapitalisasi pasar stablecoin dapat mencapai $2 triliun pada tahun 2028, masa depan stablecoin tampak cerah, dengan potensi untuk merevolusi sistem pembayaran global.

Baca Juga: AS Targetkan Regulasi Stablecoin dan Legislasi Kripto Sah Agustus 2025

Melampaui Visa dalam volume transaksi menandai tonggak sejarah bagi stablecoin dan menunjukkan pergeseran signifikan dalam preferensi pengguna terhadap sistem pembayaran yang lebih efisien dan terdesentralisasi.

Dengan dukungan regulasi yang semakin jelas dan adopsi yang meluas, stablecoin siap memainkan peran sentral dalam ekosistem keuangan global di masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Hadapi Pola Death Cross, Solana dan PEPE Moncer

Pasar kripto menunjukkan dinamika menarik dengan Bitcoin menghadapi pola “death cross”.

Sementara itu, Solana menunjukkan sinyal pasar bullish, dan PEPE mempertahankan tren positifnya.

Berikut ini adalah analisis mendalam mengenai ketiga aset ini.

Bitcoin (BTC): Menghadapi Tantangan “Death Cross”

Bitcoin mengalami pola “death cross” pada 6 April 2025, di mana rata-rata pergerakan 50 hari turun di bawah rata-rata pergerakan 200 hari.

Secara historis, pola ini sering dikaitkan dengan tren bearish jangka panjang. Namun, tidak semua “death cross” diikuti oleh pasar bearish yang signifikan.

Beberapa analis melihat ini sebagai peluang beli, mengingat bahwa rata-rata harga Bitcoin hanya sedikit lebih rendah satu bulan setelah “death cross” dan seringkali lebih tinggi setelah tiga bulan.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 18 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 18 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

Saat ini, harga Bitcoin berada di sekitar $84.821, dengan pergerakan harian antara $83.901 hingga $85.374.

Meskipun menghadapi tekanan dari ketidakpastian makroekonomi, seperti kekhawatiran perang tarif antara AS dan China, beberapa investor tetap optimis terhadap potensi pemulihan jangka menengah.

Baca Juga: Bitcoin Incar Level $93.500, Tapi Resistensi Kunci Dapat Turunkan Harga ke $80.500

Solana (SOL): Memasuki Fase Bullish

Solana menunjukkan tanda-tanda kuat memasuki pasar bullish.

Harga SOL saat ini sekitar $134, meningkat lebih dari 2% dalam sehari dan 12% dalam seminggu terakhir.

Kenaikan ini didukung oleh volume perdagangan harian sebesar $3,7 miliar dan kapitalisasi pasar sekitar $62,1 miliar.

Secara teknikal, Solana telah melampaui rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 50 hari, yang sering dianggap sebagai sinyal awal tren naik yang berkelanjutan.

Dengan dukungan kuat di level $130, banyak analis melihat potensi Solana untuk mencapai level resistensi berikutnya di sekitar $135.

Baca Juga: Solana Lampaui Semua Blockchain dalam Transaksi Volume DEX

PEPE: Pertahankan Tren Positif

PEPE, salah satu memecoin yang cukup populer, berhasil mempertahankan tren bullishnya.

Meskipun volatilitas tinggi, PEPE menunjukkan pola perdagangan yang mengindikasikan potensi kelanjutan tren naik.

Harga PEPE saat ini berada di sekitar $6,60 × 10⁻¹⁰, dengan pergerakan harian antara $6,34 × 10⁻¹⁰ hingga $6,70 × 10⁻¹⁰.

Pergerakan harga Pepe (PEPE/USDT) pada Jumat, 18 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Pepe (PEPE/USDT) pada Jumat, 18 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

Para analis mencatat bahwa PEPE telah membentuk pola “double bullish”, yang sering kali menjadi indikator kuat untuk kelanjutan tren naik.

Namun, penting bagi investor untuk tetap berhati-hati mengingat sifat spekulatif dari koin meme dan volatilitas pasar yang tinggi.

Secara keseluruhan, pasar kripto saat ini menunjukkan dinamika yang beragam:

  • Bitcoin menghadapi tantangan teknikal dengan pola “death cross”, namun sejarah menunjukkan bahwa ini tidak selalu menandakan tren bearish jangka panjang.
  • Solana menunjukkan sinyal kuat memasuki pasar bullish, didukung oleh indikator teknikal dan volume perdagangan yang meningkat.
  • PEPE mempertahankan tren positifnya, meskipun investor harus tetap waspada terhadap volatilitas tinggi.

Baca Juga: Harga PEPE Diprediksi Melonjak 796% ke Rekor Tertinggi Baru di 2025

Menghadapi tren ini, investor disarankan untuk memantau perkembangan teknikal dan fundamental dari masing-masing aset ini, serta mempertimbangkan strategi diversifikasi untuk mengelola risiko dalam portofolio kripto mereka.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Hidden Road Raih Lisensi Broker-Dealer dari FINRA

Hidden Road, perusahaan prime brokerage yang baru saja diakuisisi oleh Ripple seharga $1,25 miliar, mengumumkan bahwa mereka telah memperoleh lisensi broker-dealer dari Financial Industry Regulatory Authority (FINRA).

Langkah ini memperluas kapasitas Hidden Road dalam menyediakan layanan prime brokerage di pasar keuangan tradisional, khususnya dalam sekuritas pendapatan tetap.

Ekspansi Layanan Prime Brokerage

Dengan status sebagai anggota FINRA, Hidden Road kini dapat menawarkan layanan kliring dan pembiayaan yang sesuai dengan regulasi kepada klien institusional di pasar sekuritas pendapatan tetap.

Presiden Hidden Road, Noel Kimmel, menyatakan bahwa pendaftaran sebagai broker-dealer merupakan langkah signifikan dalam pengembangan platform prime brokerage perusahaan dan memperkuat kemampuan mereka di pasar keuangan tradisional.

Akuisisi oleh Ripple

Sebelumnya, Ripple mengumumkan akuisisi Hidden Road pada 8 April 2025, menjadikannya salah satu akuisisi terbesar oleh perusahaan kripto hingga saat ini.

CEO Ripple, Brad Garlinghouse, menyebut akuisisi ini sebagai momen penting yang memungkinkan Hidden Road untuk memperluas kapasitasnya secara eksponensial dan menjadi prime broker non-bank terbesar secara global.

Baca Juga: CEO Ripple Sebut Harga Bitcoin Bisa Tembus $200.000

Dampak pada Ekosistem Ripple

Secara tidak langsung, akuisisi ini juga memperkuat posisi Ripple dalam ekosistem keuangan tradisional.

Chief Technology Officer Ripple, David Schwartz, menggambarkan akuisisi ini sebagai momen penting bagi XRP Ledger, dengan memperluas kasus penggunaan lapisan penyelesaian tersebut di pasar keuangan tradisional.

Profil Hidden Road

Didirikan pada 2018, Hidden Road awalnya berfokus pada pasar valuta asing sebelum memperluas layanannya ke aset digital.

Perusahaan ini mengoperasikan jaringan prime brokerage dan kredit, memproses lebih dari $10 miliar dalam transaksi harian untuk lebih dari 300 klien institusional.

Kini, perolehan lisensi broker-dealer dari FINRA oleh Hidden Road menandai langkah strategis dalam memperluas layanan prime brokerage mereka di pasar keuangan tradisional.

Dengan dukungan dari Ripple, Hidden Road berada dalam posisi yang kuat untuk menjadi pemain utama dalam sektor ini, sekaligus memperkuat posisi Ripple dalam ekosistem keuangan global.

Baca Juga: Ripple dan SEC Ajukan Mosi Bersama: Akhir Pertarungan Hukum XRP?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Shiba Inu (SHIB) Mendekati Breakout, Resistensi Sedang Diuji

Pada 17 April 2025, harga Shiba Inu (SHIB) menunjukkan tanda-tanda mendekati breakout signifikan.

Pasalnya, para pembeli (bulls) terus menekan dinding resistensi yang telah bertahan selama beberapa minggu terakhir.

Altcoin bertema anjing ini memperlihatkan pola konsolidasi yang ketat, menandakan bahwa pergerakan besar mungkin segera terjadi.

Harga SHIB Menguji Resistensi di Sekitar $0.000012

Menurut laporan News Shiba pada Jumat (18/4), zona kritis bagi para bulls SHIB terbentuk di sekitar $0.00001195 hingga $0.00001200.

Level harga ini telah menjadi penghalang signifikan, berulang kali menghentikan kenaikan harga dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.

Analis teknikal sering melihat level resistensi yang persisten seperti ini sebagai ujian penting terhadap kekuatan pasar; penembusan yang menentukan dapat menandakan pergeseran kendali dari penjual ke pembeli, berpotensi melepaskan permintaan yang terpendam.

Menambah kekuatan pada kasus bullish, trader kripto BitGuru baru-baru ini menyatakan optimisme, menyatakan bahwa SHIB “Siap untuk Breakout!”

Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Jumat, 18 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Jumat, 18 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

Analisisnya menunjukkan “candle bullish yang kuat” terbentuk saat harga menekan resistensi kunci ini.

Pola candle ini sering menunjukkan tekanan beli yang ditentukan selama periode perdagangan tertentu.

Fokus dari penilaian BitGuru adalah level $0.00001188. Dia menyarankan bahwa jika pembeli dapat mempertahankan level ini, mengubahnya menjadi dukungan, itu bisa membuka jalan untuk reli cepat.

“Jika $0.00001188 bertahan,” prediksi BitGuru, “harga bisa meluncur menuju $0.00001204 dalam waktu singkat.”

Grafik yang dibagikan bersama analisis ini menggambarkan ketegangan dengan jelas. Ini menampilkan aksi harga SHIB/USDT terbaru melalui candlestick, menunjukkan harga yang menabrak garis resistensi horizontal atas.

Setup perdagangan yang diusulkan oleh BitGuru ditampilkan: rentang entri antara $0.00001184 dan $0.00001188, target ambil untung di $0.00001204 (zona hijau), dan stop-loss di $0.00001173 (zona merah).

Visual ini secara efektif memetakan potensi imbalan versus risiko berdasarkan tesis breakout-nya. Keyakinan trader dirangkum dalam pernyataannya: “Momentum meningkat — breakout kemungkinan akan terjadi!”

Baca Juga: ETF Shiba Inu: Spekulasi Menguat di Tengah Lonjakan Harga

Sentimen Pasar Mendukung Momentum Bullish

Di luar grafik teknikal, data pasar yang lebih luas memberikan konteks tambahan. Pada pukul 15:26 ET pada hari Kamis, SHIB diperdagangkan mendekati $0.00001189, mencerminkan kenaikan sebesar 2,30% dibandingkan 24 jam sebelumnya, menurut data dari CoinMarketCap.

Maka dari itu, kinerja harian yang positif ini sejalan dengan dorongan yang diamati terhadap resistensi.

Token ini mempertahankan kapitalisasi pasar yang besar sekitar $7,01 miliar, dengan tegas memposisikannya dalam jajaran altcoin teratas.

Aktivitas perdagangan juga tampak sehat, dengan lebih dari $131 juta SHIB berpindah tangan dalam 24 jam terakhir, menunjukkan likuiditas yang cukup bagi para trader.

Hal yang paling mencolok, sentimen komunitas sangat mendukung para bulls. Polling CoinMarketCap, yang menarik hampir satu juta suara, mengungkapkan bahwa 88% peserta memiliki pandangan bullish terhadap Shiba Inu, dibandingkan hanya 12% yang merasa bearish.

Meskipun bukan indikator yang pasti, sentimen positif yang kuat seperti itu terkadang dapat memicu tekanan beli, terutama dalam komunitas koin meme yang dikenal dengan keterlibatan mereka yang penuh semangat.

Baca Juga: Tingkat Burn Shiba Inu Melonjak, 505 Juta Token Dihapus dari Peredaran

Prospek ke Depan

Dengan harga Shiba Inu yang terus mendekati level resistensi kunci dan sentimen pasar yang mendukung, banyak mata tertuju pada pergerakan berikutnya.

Jika para pembeli berhasil menembus dinding resistensi ini, itu bisa menandai awal dari reli yang signifikan.

Namun, seperti biasa dalam pasar kripto, volatilitas tetap tinggi, dan investor disarankan untuk melakukan analisis mereka sendiri dan mempertimbangkan risiko yang terlibat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com