Tag Archives: aset kripto

Bitcoin Gak Ada Obat! Harga Tembus $111,9 Ribu, Ada Apa?

Perlahan tapi Pasti, Bitcoin kembali menunjukkan tajinya di dunia aset digital.

Pada perdagangan hari ini, Selasa (9/9), harga BTC di Tokocrypto berhasil menyentuh $111,925.78 atau sekitar Rp1,7 miliar per koin, dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,229 miliar (2,22 triliun USD).

Angka ini menunjukkan lonjakan +0,87% dalam 24 jam terakhir, sekaligus menjadi sinyal bahwa pasar kripto masih berdenyut kuat meski volatilitas terus membayangi.

Kenaikan ini terbilang penting, mengingat dalam rentang 30 hari terakhir Bitcoin justru sempat anjlok hingga -5,55%.

Namun dalam 7 hari terakhir, BTC sudah mulai memulihkan diri dengan catatan +1,54%. Pertanyaannya, apa faktor yang mendorong kebangkitan harga Bitcoin kali ini?

Baca Juga: Bitcoin Menggeliat Lagi: Sinyal Positif dari Pasar Kripto Global

Kondisi Terkini Pasar Bitcoin

  • Harga saat ini: $111,925.78
  • Kapitalisasi pasar: $2,229.37 miliar
  • Volume perdagangan 24 jam: $40.08 miliar
  • Supply beredar: 19,92 juta BTC (94,85% dari maksimum 21 juta BTC)
  • ATH (all-time high): $124,457.12

Dalam 24 jam terakhir, BTC diperdagangkan pada kisaran $110,906 – $112,869, menunjukkan volatilitas sehat. Meski sempat tertekan di awal pekan, investor kini mulai optimis kembali.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga BTC

1. Arus Masuk Institusi Masih Deras

Produk investasi berbasis Bitcoin seperti ETF spot dan trust fund kripto kembali mencatat aliran dana positif. Investor institusional tampaknya masih memandang BTC sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi global.

2. Daya Tarik Safe Haven

Di tengah gejolak ekonomi global, Bitcoin mulai kembali diposisikan sebagai “emas digital”. Dengan pasokan terbatas hanya 21 juta koin, BTC menjadi alternatif penyimpan nilai yang banyak dicari investor saat volatilitas mata uang fiat meningkat.

3. Optimisme Pasca Halving

Halving terakhir yang berlangsung beberapa bulan lalu membuat reward penambangan turun 50%. Secara historis, momen ini memicu tren kenaikan harga jangka menengah. Banyak analis melihat pergerakan saat ini sebagai fase akumulasi menuju reli besar berikutnya.

4. Likuiditas Global yang Longgar

Bank sentral di beberapa negara mulai menahan kenaikan suku bunga atau bahkan memberi sinyal pelonggaran moneter. Hal ini membuat investor lebih berani mengalokasikan dana ke aset berisiko, termasuk kripto.

5. Sentimen Positif dari Inovasi Blockchain

Ekosistem kripto tidak hanya bicara soal harga. Pertumbuhan sektor tokenisasi aset nyata (RWA), integrasi stablecoin dalam pembayaran global, hingga adopsi AI dalam trading kripto ikut memberi energi tambahan bagi optimisme pasar.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 9 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 9 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Tantangan dan Risiko

Meskipun harga Bitcoin menguat, ada beberapa risiko yang perlu diwaspadai:

  • Regulasi ketat: Pemerintah di berbagai negara masih meninjau aturan pajak dan kepatuhan kripto. Keputusan mendadak bisa memicu kepanikan pasar.
  • Likuiditas pasar: Lonjakan harga sering kali diikuti koreksi cepat. Investor ritel harus bijak mengatur posisi.
  • Dominasi whales: Dengan sebagian besar BTC dikuasai pemegang besar, pergerakan harga masih sangat sensitif terhadap aksi jual mendadak.

Baca Juga: Harga Bitcoin Turun Drastis Setelah Capai Rekor, Ada Apa Sebenarnya?

Secara keseluruhan, kenaikan harga Bitcoin ke level $111,9 ribu memperlihatkan bahwa tren bullish belum padam.

Meski sempat merosot dalam sebulan terakhir, pemulihan ini menjadi indikator bahwa BTC masih berada di jalur kuat menuju potensi reli lebih besar.

Bahkan tak sedikit analis yang memperkirakan harga bisa kembali menantang rekor $124 ribu dalam waktu dekat.

Investor yang ingin masuk pasar perlu mengingat pepatah klasik kripto: “Volatility is the price of admission.” Bitcoin bisa melonjak tinggi, tapi juga bisa terkoreksi cepat.

Namun satu hal pasti, dengan semakin dalamnya keterlibatan institusi, makin dekatnya adopsi mainstream, serta narasi Bitcoin sebagai emas digital, setiap kenaikan harga bukan sekadar angka, melainkan potongan cerita dari evolusi sistem keuangan global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kunci Pintar Dibalik Kenaikan Harga Token Kaito (KAITO)

Pasar kripto kembali dipanaskan oleh reli mengejutkan dari Kaito (KAITO), token berbasis kecerdasan buatan (AI) yang berhasil mencatatkan lonjakan harga +36,07% dalam 24 jam terakhir.

Saat ini, KAITO diperdagangkan di level $1,37 per token, dengan kapitalisasi pasar $332 juta USD dan volume perdagangan harian yang meledak hingga $414 juta USD.

Kenaikan ini membawa Kaito ke posisi ke-156 dalam daftar aset kripto global, menunjukkan bahwa proyek ini tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bersinar di tengah persaingan ketat token AI lainnya.

Baca Juga: Harga Token KAITO Naik 50%, Ini Faktor Pendukungnya

Lonjakan Harga yang Signifikan

Dalam satu hari terakhir, harga Kaito berfluktuasi tajam dengan titik terendah di $0,99 dan menyentuh puncak di $1,52.

Lonjakan ini menandakan meningkatnya minat pasar terhadap token yang masih berada jauh di bawah rekor tertingginya di $2,91.

Jika melihat performa jangka pendek, Kaito mencatatkan kenaikan +33,83% dalam tujuh hari terakhir dan +9,66% dalam 30 hari terakhir.

Meski dalam 60 hingga 90 hari terakhir token ini sempat tertekan masing-masing -18,80% dan -21,08%, tren terbaru menunjukkan sinyal pemulihan kuat yang tengah mendorong sentimen bullish di pasar.

Narasi AI dan Blockchain yang Kuat

Salah satu faktor utama yang mendorong reli Kaito adalah narasi besar seputar integrasi AI dengan blockchain.

Kaito hadir dengan visi untuk menyediakan platform berbasis AI-powered data analytics, yang membantu pengguna memahami tren pasar kripto secara lebih cerdas.

Seiring dengan meningkatnya adopsi kecerdasan buatan di berbagai sektor, investor semakin tertarik pada token yang menawarkan utilitas nyata.

Kaito menjadi salah satu token AI yang menonjol, didukung oleh tren global di mana AI dianggap sebagai fondasi transformasi industri digital.

Ledakan Volume Perdagangan

Faktor lain yang memperkuat reli harga Kaito adalah lonjakan luar biasa pada volume perdagangan. Dengan total $414 juta USD dalam 24 jam terakhir, volume ini hampir menyamai kapitalisasi pasar token itu sendiri.

Kondisi ini menunjukkan adanya arus modal baru yang signifikan masuk ke Kaito, baik dari trader ritel yang mengikuti tren maupun investor besar yang mulai melirik potensi jangka panjang token ini.

Lonjakan likuiditas seperti ini sering kali menjadi tanda dimulainya fase akumulasi baru.

Pergerakan harga Kaito (KAITO/USDT) pada Selasa, 9 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Kaito (KAITO/USDT) pada Selasa, 9 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Momentum Pemulihan dari Tekanan Harga

Setelah mengalami penurunan signifikan dari level ATH di $2,91, Kaito sempat kehilangan daya tariknya. Namun, reli terbaru ini menunjukkan bahwa token AI masih memiliki daya magnet yang kuat.

Pemulihan harga hingga lebih dari +36% dalam sehari menjadi indikasi bahwa pasar mulai melihat valuasi Kaito yang sempat turun terlalu dalam sebagai peluang beli menarik.

Komunitas dan Ekspansi Ekosistem

Selain faktor teknis, dukungan komunitas yang solid dan ekspansi ekosistem Kaito juga menjadi pendorong utama reli harga.

Proyek ini aktif mengembangkan fungsionalitas baru, dari sekadar AI-based data indexing hingga membangun infrastruktur data Web3 yang lebih luas.

Kolaborasi strategis dengan berbagai proyek blockchain lain semakin memperkuat posisi Kaito di sektor AI-crypto, membuat investor lebih percaya pada fundamental proyek ini.

Potensi Jangka Panjang

Dengan kapitalisasi pasar $332 juta USD dan total suplai maksimum 1 miliar KAITO, potensi pertumbuhan token ini masih terbuka lebar.

Jika tren bullish pasar kripto berlanjut, terlebih dengan hype AI yang kian menguat, Kaito berpeluang melanjutkan reli lebih jauh.

Faktor kunci yang perlu diperhatikan adalah apakah proyek ini mampu terus mengembangkan utilitas nyata dan memperluas ekosistemnya, sehingga tidak hanya mengandalkan hype semata.

Baca Juga: Kaito Jadi Sorotan di Tengah Tren Kripto Global, Apa Pendorongnya?

Reli harga Kaito hingga +36% dalam 24 jam menegaskan bahwa narasi AI masih menjadi salah satu kekuatan dominan di pasar kripto.

Didukung oleh lonjakan volume perdagangan, pemulihan dari tekanan harga, serta pengembangan ekosistem yang solid, Kaito berhasil mengembalikan kepercayaan pasar.

Di tengah euforia AI global, Kaito berpotensi menjadi salah satu proyek yang menempatkan dirinya di garis depan persimpangan antara kecerdasan buatan dan blockchain, sebuah kombinasi yang siap mengguncang masa depan industri kripto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ironisme Ethereum: Harga Terbang, Pendapatan Tumbang!

Agustus 2025 menjadi bulan yang penuh paradoks bagi aset kripto terbesar nomor dua, Ethereum.

Ketika harga ETH naik spektakuler dengan mencapai rekor tertinggi $4.957 pada 24 Agustus, namun pendapatan jaringan justru terjun bebas sebesar 44% menjadi hanya $14,1 juta, turun tajam dari $25,6 juta pada Juli.

Pendapatan dan Biaya Transaksi Menyusut

Dua indikator finansial utama menunjukkan turunnya performa Ethereum:

Pertama dari Pendapatan on-chain (dari token burn) yang menurun hingga 44% dari bulan ke bulan, menyusut menjadi $14,1 juta.

Kedua, biaya jaringan (fees) juga memperparah kondisi karena anjlok 20%, spesifiknya dari $49,6 juta menjadi $39,7 juta.

Sialnya, fenomena ini terjadi justru saat harga ETH naik lebih dari 240% sejak April, fenomena yang mencerminkan adanya pergeseran yang mendasar dalam ekonomi protokol Ethereum.

Baca Juga: Wall Street Ungkap Kunci Sukses Ethereum yang Bikin Bitcoin Panik

Dencun & Pectra: Upgrade yang Mengubur Popularitas Biaya

Penyebab utama penurunan pendapatan ini terkait peningkatan efisiensi blockchain yang dibawa oleh dua upgrade besar:

  • Dencun upgrade (Maret 2024): menurunkan biaya transaksi untuk layer-2 rollups, membuat aktivitas pengguna berpindah dari mainnet ke L2, dan mengikis basis pendapatan dari layer-1.
  • Pectra upgrade (Mei 2025): memperluas ruang blob, meningkatkan efisiensi publikasi data, serta memangkas biaya penggunaan smart account.

Walaupun langkah ini secara teknis menguatkan Ethereum sebagai fondasi Web3, mereka juga mengurangi insentif finansial jangka pendek bagi para validator dan pemegang token.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 9 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 9 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Kritik dan Optimisme Silang

Penurunan drastis memicu perdebatan sengit di kalangan pengamat. Salah satunya datang dari analis Messari yang menyebut Ethereum sedang menuju kematian.

Namun di sisi lain, banyak Juga pihak pro-Ethereum melihat ini sebagai perubahan paradigma, bukan keruntuhan.

Hal ini dibuktikan dengan aktivitas seperti jumlah alamat aktif harian (552.000, naik 21% YoY), total stablecoin on-chain ($165 miliar), dan DeFi TVL ($330 miliar) yang justru mencerminkan ekosistem yang hidup.

Institusional Percaya Saat Pendapatan Turun

Menariknya, penurunan pendapatan tidak menghalangi minat institusional. Justru sebaliknya, Ethereum tetap membara di kalangan investor besar:

Spot Ethereum ETF mencatat arus masuk signifikan: sekitar $4 miliar pada kuartal kedua 2025, menunjukkan permintaan investasi pasar tradisional yang kuat.

Etherealize, firma yang memfasilitasi adopsi institusional Ethereum, mengumpulkan $40 juta untuk memperkuat infrastruktur mainstream di industri keuangan.

Para investor percaya bahwa Ethereum menawarkan yield generatif melalui staking, menjadikannya seperti perusahaan yang menghasilkan keuntungan, bukan sekadar aset spekulatif.

Baca Juga: Fidelity Gemparkan Ethereum! Luncurkan Produk Rahasia di Dunia Kripto

Transformasi Ekonomi Lebih Penting daripada Metrik Jangka Pendek

Meski pendapatan jaringan turun drastis, Ethereum berhasil menunjukkan daya tahan harga dan relevansi institusional.

Upgrade yang menekan biaya transaksi memang mengganggu ekonomi on-chain, tetapi memperkuat skalabilitas dan adopsi jangka panjang.

Ethereum kini tampak sedang bertransformasi: dari platform aktif pengguna ke infrastruktur finansial global yang mumpuni.

Jika upgrade seperti Dencun dan Pectra dilihat bukan sebagai penurunan, tetapi lompatan strategis, maka fundamental ekosistem kripto ini malah lebih kokoh dibanding sebelumnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Menggeliat Lagi: Sinyal Positif dari Pasar Kripto Global

Bitcoin kembali menunjukkan tajinya di pasar aset digital. Per 5 September 2025, harga sang pionir kripto berada di level $110,993.93 per BTC, atau naik sekitar 0.35% dalam 24 jam terakhir.

Meski angka ini masih jauh dari rekor tertinggi di $124,457.12, tren pemulihan harga yang terjadi menandai optimisme baru di kalangan investor.

Berdasarkan data pasar via Tokocrypto pada Senin (8/9), kapitalisasi Bitcoin kini mencapai $2.21 triliun USD dengan volume perdagangan 24 jam sebesar $27.51 miliar USD.

Angka ini menunjukkan likuiditas pasar yang sehat, didukung oleh pasokan beredar sebanyak 19.92 juta BTC atau sekitar 94.85% dari total maksimum 21 juta BTC.

Dalam rentang harian, harga BTC bergerak cukup stabil antara $110,501.99 – $111,591.08, sebuah kisaran sempit yang menandakan adanya konsolidasi setelah volatilitas beberapa pekan sebelumnya.

Baca Juga: Harga Bitcoin Turun Drastis Setelah Capai Rekor, Ada Apa Sebenarnya?

Jejak Harga: Naik-Turun dalam 90 Hari

Riwayat harga Bitcoin mengisyaratkan perjalanan yang penuh dinamika:

  • Hari ini: Naik $284.45 atau +0.26%
  • 30 Hari terakhir: Turun $5,621.02 atau -4.82%
  • 60 Hari terakhir: Turun tipis $171.97 atau -0.15%
  • 90 Hari terakhir: Naik $1,413.62 atau +1.29%

Meski sempat terkoreksi cukup tajam dalam periode bulanan, dalam tiga bulan terakhir Bitcoin masih mencatatkan kenaikan bersih.

Hal ini menjadi bukti bahwa investor tetap percaya pada fundamental BTC sebagai aset jangka panjang.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga Bitcoin

  1. Optimisme Pasar Pasca Konsolidasi
    Setelah terkoreksi hampir 5% dalam 30 hari terakhir, harga BTC mulai memantul. Investor menilai bahwa level $110,000 adalah zona support yang kuat, sehingga banyak pelaku pasar mengambil posisi beli.
  2. Likuiditas Meningkat
    Volume perdagangan 24 jam sebesar $27.51 miliar memperlihatkan aliran modal segar ke pasar kripto. Likuiditas tinggi ini memberikan daya dorong positif pada harga BTC, sekaligus menekan volatilitas ekstrem.
  3. Sentimen Ekonomi Global
    Data inflasi global yang mulai terkendali dan kebijakan moneter beberapa bank sentral besar yang lebih akomodatif memberikan napas lega pada aset berisiko, termasuk kripto. Bitcoin kembali dipandang sebagai aset lindung nilai jangka panjang.
  4. Adopsi Institusional
    Lembaga keuangan besar terus memperluas eksposurnya ke Bitcoin, baik melalui produk ETF maupun akumulasi langsung. Masuknya investor institusional ini menambah kredibilitas BTC sebagai instrumen investasi global.
  5. Keterbatasan Pasokan
    Dengan 94.85% pasokan BTC telah beredar, scarcity atau kelangkaan menjadi faktor fundamental yang mengangkat valuasi. Semakin dekat menuju total supply 21 juta, Bitcoin semakin dipandang sebagai aset langka layaknya emas digital.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 8 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 8 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Antara Harapan dan Waspada

Meski tren kenaikan tampak positif, investor tetap diingatkan akan risiko.

Dalam satu jam terakhir saja, harga BTC masih mengalami fluktuasi tipis sekitar -0.07%, bukti bahwa volatilitas tetap menjadi ciri khas pasar kripto.

Namun, analis memandang konsolidasi di level $110,000–$112,000 dapat menjadi pijakan kuat menuju pergerakan lebih tinggi.

Jika momentum positif terus berlanjut, target jangka menengah $115,000 hingga $118,000 terbuka lebar.

Bitcoin Kembali di Jalur Optimisme

Kenaikan tipis harga Bitcoin di awal September 2025 menjadi sinyal bahwa pasar mulai menemukan ritme baru setelah gejolak bulanan.

Dengan dukungan faktor makroekonomi, adopsi institusional, serta sifat kelangkaan yang melekat, BTC semakin mengukuhkan dirinya sebagai aset digital unggulan di panggung global.

Bagi investor, fase ini bisa menjadi momen penting untuk meninjau kembali strategi, apakah untuk akumulasi jangka panjang atau sekadar memanfaatkan momentum jangka pendek.

Yang jelas, Bitcoin telah kembali menggeliat, membawa optimisme baru di tengah ketidakpastian pasar keuangan dunia.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Belajar Crypto dengan Analisis Teknikal: Indikator Dasar yang Harus Diketahui

Membeli crypto tentunya membutuhkan strategi, dan tidak hanya bisa mengandalkan keberuntungan. Strategi ini bisa dalam bentuk analisis fundamental dan analisis teknikal.

Jika analisis fundamental berfokus pada pada value aset dari sisi proyek, seperti teknologi, tim pengembang, tokenomics, adopsi, dan berita regulasi. Maka analisis teknikal berfokus pada pergerakan harga dan volume di chart untuk membaca tren, pola, dan sinyal beli atau jual.

Bagi pemula, mungkin banyak yang menganggap analisis teknikal merupakan suatu hal yang membingungkan, karena harus membaca grafik harga yang terus bergerak setiap saat.

Agar kamu lebih memahami mengenai analisis teknikal dan indikator crypto yang ramah untuk pemula, simak penjelasan berikut.

Apa Itu Analisis Teknikal dalam Crypto?

Analisis teknikal adalah metode untuk mempelajari pergerakan harga suatu aset berdasarkan data historis pasar yang tertuang dalam bentuk grafik (chart).

Data yang ditampilkan dalam bentuk chart tersebut mengandung informasi penting, seperti harga pembukaan, penutupan, tertinggi, dan terendah.

Dengan menganalisis pola dan tren yang muncul dari grafik tersebut, kamu dapat memahami perilaku pasar dan psikologi pelaku pasar yang tercermin langsung dalam pergerakan harga.

Kamu bisa menggunakan analisis teknikal untuk membantu kamu dalam hal:

  • Menentukan waktu terbaik membeli atau menjual aset.
  • Mengidentifikasi tren pasar (bullish atau bearish).
  • Mengukur tingkat risiko sebelum masuk posisi.

Kenapa Analisis Teknikal itu Penting?

Menurut salah satu teori Dow yang diungkapkan oleh Charles Dow, seorang wartawan Wall Street Journal. Yakni, teori Market Discounts Everything—menjelaskan bahwa pola harga aset di pasar mencerminkan segala informasi berita, harapan, ketakutan, sekaligus ketamakan para pelaku pasar.

Ini artinya setiap perubahan harga bukanlah kejadian acak dan kebetulan, melainkan hasil dari reaksi kolektif pelaku pasar terhadap berbagai informasi yang muncul.

Ketika berita tentang suku bunga, inflasi, atau aksi korporasi muncul misalnya, pasar akan langsung merespons dan menyesuaikan harga.

Harga ini biasanya membentuk sebuah tren, yaitu tren naik (uptrend), tren turun (downtrend), dan tren mendatar atau tanpa tren (sideways) yang cenderung membentuk pola berulang dari waktu ke waktu.

Pola ini muncul karena perilaku dan psikologi pelaku pasar—seperti rasa takut (fear), keserakahan (greed), dan euforia yang sering kali mirip, sehingga pola harga masa lalu bisa muncul kembali di masa depan.

Dengan menggunakan analisis teknikal, kamu bisa memahami bagaimana tren dan pola dari aset crypto yang ingin kamu beli, sehingga akan memudahkanmu untuk mengambil keputusan berdasarkan data pasar—bukan hanya sekadar insting.

Baca juga: Tips Deteksi Pergerakan Whale Lewat Volume dan Aktivitas Dompet

Indikator Dasar Analisis Teknikal untuk Pemula

1. Support dan Resistance

Support Resistance

Support dan Resistance adalah dua konsep paling mendasar dalam analisis teknikal yang digunakan untuk mengidentifikasi level harga penting di mana pergerakan harga cenderung tertahan atau berbalik arah.

Support adalah level harga di mana tekanan beli (buying pressure) cukup kuat untuk menghentikan atau membalikkan penurunan harga. Ibarat lantai, support menahan harga agar tidak jatuh lebih dalam.

Resistance adalah level harga di mana tekanan jual (selling pressure) cukup kuat untuk menghentikan atau membalikkan kenaikan harga. Ibarat atap, resistance menahan harga agar tidak naik lebih tinggi.

Beberapa strategi sederhana dalam menggunakan support dan resistance:

  • Buy di Support → Trader sering mempertimbangkan masuk posisi beli ketika harga mendekati atau memantul dari level support.
  • Sell di Resistance → Trader mempertimbangkan masuk posisi jual ketika harga mendekati atau memantul dari level resistance.
  • Breakout → Jika harga menembus resistance dengan volume tinggi, ini bisa menjadi sinyal potensi tren naik berlanjut. Sebaliknya, penembusan support bisa menjadi sinyal tren turun berlanjut.
  • Role Reversal → Setelah ditembus, support sering berubah menjadi resistance baru, dan resistance sering berubah menjadi support baru.

Keunggulan Menggunakan Support dan Resistance

  • Mudah dipahami: Konsep visual sederhana yang bisa diterapkan di semua instrumen.
  • Bisa dikombinasikan dengan indikator lain: Misalnya RSI untuk mengonfirmasi kondisi overbought/oversold di dekat level penting.

Baca juga: Dasar-Dasar Konsep Level Support dan Resistance

2. Relative Strength Index (RSI)

Relative Strength Index (RSI) adalah salah satu indikator analisis teknikal yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan momentum pergerakan harga suatu aset. 

RSI bekerja dengan membandingkan besarnya kenaikan harga terhadap penurunan harga dalam periode tertentu, biasanya 14 hari, lalu menampilkannya dalam skala 0–100.

Indikator ini membantu trader mengidentifikasi kondisi jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold) yang sering menjadi sinyal potensi pembalikan arah harga.

Overbought → RSI berada di atas level 70 → Menandakan harga sudah terlalu tinggi dan berpotensi mengalami koreksi atau penurunan.

Oversold → RSI berada di bawah level 30 → Menandakan harga sudah terlalu rendah dan berpotensi mengalami rebound atau kenaikan.

Keunggulan Menggunakan RSI

  • Mudah dibaca: Hanya perlu memperhatikan level angka (30 dan 70) serta arah garis RSI.
  • Memberi sinyal awal: Dapat mengantisipasi potensi pembalikan harga sebelum terjadi.

3. Parabolic SAR (Stop and Reverse)

Parabolic SAR adalah indikator analisis teknikal yang digunakan untuk mengidentifikasi arah tren sekaligus memberikan sinyal potensi pembalikan (reversal) harga. 

SAR adalah singkatan dari Stop and Reverse, yang berarti indikator ini membantu trader menentukan kapan harus jual dan beli sesuai arah tren yang sedang berlangsung.

Indikator ini ditampilkan dalam bentuk titik-titik (dots) yang muncul di atas atau di bawah harga pada grafik, dengan titik-titik di bawah harga yang berarti tren naik, dan titik-titik di atas harga yang berarti tren turun.

Potensi Tren Naik → Terjadi ketika titik-titik SAR berpindah dari posisi di atas harga ke posisi di bawah harga.

Potensi Tren Turun → Terjadi ketika titik-titik SAR berpindah dari posisi di bawah harga ke posisi di atas harga.

Keunggulan Menggunakan Parabolic SAR

  • Memberi sinyal visual yang jelas: Mudah dibaca bahkan oleh pemula.
  • Membantu menentukan titik entry dan exit: Cocok untuk strategi trend following.

Baca juga: 4 Indikator Swing Trading Terbaik dan Mudah Digunakan Pemula

4. Bollinger Bands

Bollinger Bands adalah indikator analisis teknikal yang digunakan untuk mengukur volatilitas harga dan mengidentifikasi potensi area jenuh beli (overbought) atau jenuh jual (oversold).

Berikut beberapa strategi yang bisa kamu gunakan untuk membaca Bollinger Bands: 

  • Bollinger Bounce → Harga cenderung memantul kembali ke arah middle band setelah menyentuh upper atau lower band, terutama saat pasar sedang sideways.
  • Breakout Volatilitas → Ketika harga menembus upper band dengan volume tinggi, sering dianggap sinyal potensi kelanjutan tren naik. Sebaliknya, penembusan lower band bisa menjadi sinyal potensi kelanjutan tren turun.
  • Squeeze → Ketika jarak antara upper dan lower band menyempit, menandakan volatilitas rendah dan potensi pergerakan besar akan segera terjadi.

Keunggulan Menggunakan Bollinger Bands

  • Mengukur volatilitas secara visual: Lebar pita menunjukkan seberapa aktif pergerakan harga.
  • Bisa dikombinasikan dengan indikator lain: Misalnya RSI atau MACD untuk mengonfirmasi sinyal.

Baca juga: Cara Membaca Bollinger Band: Panduan Untuk Pemula

5. Moving Average (MA)

Moving Average (MA) adalah salah satu indikator analisis teknikal paling populer yang digunakan trader untuk mengidentifikasi arah tren harga suatu aset. 

Indikator ini menghitung harga rata-rata dalam periode waktu tertentu, misalnya 9 hari, 21 hari, 50 hari, atau 200 hari, sehingga pergerakan harga terlihat lebih halus dan tren pasar lebih mudah dikenali.

Salah satu strategi populer adalah mengamati persilangan (crossover) antara MA jangka pendek dan MA jangka lebih panjang:

Bullish Crossover (Golden Cross) Terjadi ketika MA jangka pendek memotong ke atas MA jangka panjang → Potensi tren naik.

Bearish Crossover (Death Cross) Terjadi ketika MA jangka pendek memotong ke bawah MA jangka panjang → Potensi tren turun.

Keunggulan Menggunakan Strategi Crossover

  • Mudah dipahami: Cukup perhatikan arah garis dan titik persilangan.
  • Adaptif: Periode MA bisa disesuaikan dengan gaya trading (scalping, swing, atau investasi jangka panjang).

Baca juga: Cara Menentukan Harga Entry dan Exit dalam Swing Trading

Kesimpulan

Analisis teknikal menjadi salah satu bekal penting bagi siapa pun yang ingin berinvestasi atau trading aset crypto. Dengan memahami konsep dasar seperti support dan resistance, RSI, Parabolic SAR, Bollinger Bands, hingga Moving Average, kamu dapat membaca tren, mengenali pola harga, dan mengambil keputusan berdasarkan data, bukan sekadar insting. 

Jangan lupa, setiap indikator memiliki kelebihan dan keterbatasan masing-masing. Kamu dapat mengombinasikan beberapa indikator—misalnya menggabungkan RSI dengan Bollinger Bands untuk membaca momentum sekaligus volatilitas, atau memadukan Moving Average dengan support/resistance untuk menentukan level beli dan jual yang lebih presisi.

Nikmati kemudahan trading dengan fitur beli/jual di Tokocrypto dan dapatkan potongan GRATIS biaya trading dengan deposit min. Rp50.000!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.

Referensi:

Investopedia. Understanding Dow Theory: Definition and Application in Market Trends. 2025.

Kompas.id. Teori Dow, Bekal Memaksimalkan Profit Investasi Saham. 2021.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Meledak ke $111 Ribu, Pasar Kripto Semakin Panas!

Harga Bitcoin (BTC) kembali mencatatkan pergerakan positif dengan menembus level $111,593.22 per BTC pada perdagangan terbaru.

Kapitalisasi pasar sang raja kripto kini mencapai $2,222.53 miliar USD, mempertegas dominasinya sebagai aset digital terbesar di dunia.

Dalam 24 jam terakhir, BTC mengalami kenaikan +0.8%, sementara volume perdagangan harian tetap solid di kisaran $63.08 miliar USD.

Lonjakan harga ini kembali menegaskan tren bullish yang sudah mulai terlihat dalam beberapa bulan terakhir, meskipun pergerakan Bitcoin masih diwarnai volatilitas.

Baca Juga: Dominasi Bitcoin Turun ke 55%, Altcoin Bersiap Ambil Panggung

Kinerja Harga Bitcoin dalam Beberapa Periode

  • Hari ini: naik +0.86% atau $946.97.
  • 30 hari terakhir: terkoreksi -2.07% atau turun $2,360.16.
  • 60 hari terakhir: naik +2.26% atau $2,461.94.
  • 90 hari terakhir: mencatatkan kenaikan lebih signifikan +6.35% atau $6,668.08.

Dengan rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $124,457.12, Bitcoin saat ini diperdagangkan sekitar 10% di bawah level puncaknya.

Namun, tren penguatan jangka menengah hingga panjang masih terjaga, didukung oleh faktor fundamental dan makroekonomi.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga Bitcoin

1. Keterbatasan Pasokan (Scarcity)

Perlu diketahui, Bitcoin saat ini memiliki 19.92 juta BTC yang sudah beredar, atau 94.84% dari total maksimum 21 juta BTC.

Dengan pasokan yang semakin mendekati batas maksimal, kelangkaan menjadi faktor utama yang terus mendorong harga naik.

Hal ini semakin diperkuat oleh antisipasi terhadap halving berikutnya, yang akan memangkas reward penambang menjadi setengah, otomatis memperketat suplai baru.

2. Minat Institusional Semakin Menguat

Lonjakan harga BTC tak lepas dari meningkatnya partisipasi institusi keuangan besar.

Sejumlah manajer aset global dan perusahaan investasi kini semakin gencar menawarkan produk berbasis Bitcoin, terutama ETF spot yang telah disetujui di berbagai yurisdiksi.

Masuknya modal institusi membuat pergerakan BTC lebih stabil sekaligus menambah legitimasi di mata investor ritel.

3. Sentimen Pasar yang Bullish

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Bitcoin kembali dipandang sebagai aset lindung nilai (digital gold).

Lonjakan harga emas ke level tertinggi juga ikut mendorong minat terhadap BTC, karena investor mencari instrumen aman sekaligus berpotensi memberi imbal hasil lebih tinggi.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 5 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 5 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

4. Likuiditas dan Aktivitas Pasar yang Tinggi

Dengan volume perdagangan harian mencapai lebih dari $63 miliar, pasar Bitcoin tetap likuid.

Ketersediaan likuiditas ini mempercepat pergerakan harga ketika terjadi lonjakan permintaan. Perdagangan derivatif seperti futures dan options juga berperan dalam mendorong spekulasi harga ke level yang lebih tinggi.

5. Optimisme Terhadap Ekosistem Kripto

Ekosistem blockchain dan kripto terus berkembang dengan hadirnya berbagai inovasi, mulai dari DeFi, NFT, hingga RWA (Real World Assets). Bitcoin, sebagai aset kripto paling populer, mendapat keuntungan dari pertumbuhan ekosistem ini karena dianggap sebagai aset dasar dan tolok ukur utama dalam industri.

Tren Jangka Pendek: Konsolidasi atau Lanjutan Bullish?

Meski mengalami kenaikan, Bitcoin saat ini masih bergerak dalam range yang cukup ketat dengan level support di sekitar $109,000 dan resistance kuat mendekati $112,000.

Jika berhasil menembus level psikologis tersebut, BTC berpotensi melanjutkan reli menuju $115,000 hingga $120,000.

Namun, perlu diingat bahwa volatilitas tetap tinggi. Koreksi jangka pendek bukan hal yang mengejutkan, terutama mengingat pergerakan harga kripto sangat dipengaruhi sentimen global.

Baca Juga: Harga Bitcoin Tembus $111 Ribu, Peluang Ciptakan Momentum Bullish Baru

Harga Bitcoin yang kini bertengger di $111,593 menegaskan bahwa tren bullish masih dominan meski sempat mengalami koreksi dalam jangka pendek.

Faktor keterbatasan suplai, meningkatnya minat institusional, serta optimisme investor terhadap ekosistem kripto menjadi pendorong utama penguatan BTC.

Dengan kapitalisasi pasar lebih dari $2,2 triliun USD, Bitcoin semakin memperkuat posisinya sebagai aset digital nomor satu yang tidak tergoyahkan.

Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin BTC akan kembali menguji rekor tertingginya di $124,457 dalam waktu dekat.

Dengan demikian, Bitcoin kembali membuktikan bahwa ia bukan sekadar aset spekulatif, melainkan simbol keuangan digital masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum Melonjak, Sinyal Bull Run Kripto?

Setelah terkoreksi beberapa saat, Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua di dunia setelah Bitcoin, kembali menunjukkan taringnya.

Saat ini, harga Ethereum tercatat di level $4,370.22 per ETH dengan kapitalisasi pasar sebesar $527,51 miliar USD.

Dalam 24 jam terakhir, Ethereum mengalami kenaikan sebesar +1,15%, sebuah sinyal bahwa minat investor terhadap aset digital ini masih sangat kuat di tengah volatilitas pasar kripto.

Baca Juga: Pasang Strategi, SharpLink Gaming Simpan $3,6 Miliar Ethereum

Lonjakan Harian yang Memicu Euforia

Dalam 24 jam terakhir, ETH bergerak di kisaran $4,305.59 – $4,489.20. Kenaikan harga harian yang konsisten menempatkan Ethereum kembali dalam radar investor besar maupun ritel.

Lonjakan ini semakin menarik perhatian karena terjadi di saat Bitcoin hanya mencatatkan pergerakan terbatas.

Pendorong utama kenaikan harga ini adalah kombinasi antara aktivitas jaringan Ethereum yang terus meningkat, perkembangan DeFi, dan semakin luasnya adopsi aplikasi Web3 yang berbasis pada blockchain Ethereum.

Rekor Tertinggi Jadi Magnet Baru

Dengan rekor harga tertinggi sepanjang masa (ATH) yang masih berada di level $4,953.73, para analis menilai bahwa ETH sedang menuju tren bullish yang bisa membawa harga lebih dekat dengan level psikologis $5.000.

Lonjakan menuju level ini bukan hal yang mustahil, mengingat fundamental Ethereum semakin kokoh dengan dukungan ekosistemnya yang berkembang pesat.

Faktor Utama yang Mendorong Harga Ethereum Naik

  1. Adopsi DeFi dan NFT
    Ethereum tetap menjadi tulang punggung bagi sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan pasar token non-fungible (NFT). Lonjakan aktivitas transaksi dari aplikasi seperti Uniswap, Aave, hingga marketplace NFT terus mendorong permintaan ETH sebagai bahan bakar (gas fee) dalam ekosistemnya.
  2. Ethereum 2.0 dan Staking
    Transisi Ethereum menuju proof-of-stake (PoS) melalui pembaruan Ethereum 2.0 membawa dampak signifikan. Mekanisme staking ETH yang semakin diminati membuat suplai ETH di pasar menurun karena banyak token terkunci di jaringan. Hal ini menciptakan efek kelangkaan yang secara alami mendorong harga naik.
  3. Optimisme Regulasi Global
    Beberapa negara mulai menunjukkan sikap yang lebih terbuka terhadap aset kripto, termasuk Ethereum. Dukungan regulasi yang lebih jelas membuat investor institusional semakin percaya diri untuk masuk ke pasar, yang berujung pada lonjakan permintaan.
  4. Integrasi dengan Web3 dan AI
    Ethereum menjadi fondasi bagi pengembangan aplikasi Web3 yang menggabungkan blockchain dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). Hal ini memperluas utilitas ETH, tidak hanya sebagai aset spekulatif tetapi juga sebagai infrastruktur utama internet generasi berikutnya.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 4 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 4 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Tantangan yang Masih Mengintai

Meski tren saat ini positif, Ethereum tetap menghadapi beberapa tantangan. Biaya gas fee yang tinggi masih menjadi masalah utama, meskipun solusi Layer 2 seperti Arbitrum, Optimism, dan zkSync sudah mulai mengurangi beban transaksi.

Selain itu, persaingan dari blockchain lain seperti Solana, Avalanche, dan Cardano menjadi faktor eksternal yang dapat mempengaruhi harga ETH.

Prospek ke Depan

Dengan momentum kenaikan harian dan fundamental jaringan yang semakin kuat, Ethereum diprediksi akan terus berada di jalur bullish dalam jangka menengah.

Jika adopsi DeFi, NFT, dan Web3 terus meluas, ETH berpotensi menembus kembali level ATH dan bahkan melampauinya.

Para analis menilai bahwa kombinasi antara adopsi masif, staking yang mengurangi suplai pasar, dan dukungan regulasi akan menjadi katalis utama yang membawa Ethereum menuju level harga yang lebih tinggi.

Baca Juga: TVL Ethereum Naik Drastis, Masa Emas Solana Sudah Berakhir?

Kenaikan harga Ethereum ke level $4,370.22 saat ini bukan sekadar pergerakan teknikal biasa, melainkan refleksi dari kekuatan fundamental ekosistem Ethereum.

Dengan rekam jejak inovasi dan dukungan komunitas global yang solid, ETH semakin memperkuat posisinya sebagai aset digital paling menjanjikan setelah Bitcoin.

Jika tren positif ini berlanjut, Ethereum bisa menjadi salah satu pilar utama dalam membentuk ekonomi digital baru yang lebih inklusif dan terdesentralisasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Token JELLYJELLY Melejit Gila-gilaan, Investor Senyum Lebar

Pasar kripto kembali dikejutkan dengan performa salah satu altcoin baru, Jelly-My-Jelly (JELLYJELLY), yang berhasil mencatat lonjakan harga lebih dari +35% dalam 24 jam terakhir.

Dengan harga terkini di level $0.022507 per token, aset ini tiba-tiba mencuri perhatian investor, padahal beberapa bulan sebelumnya terpantau stagnan bahkan sempat merosot cukup tajam.

Kenaikan mendadak ini tidak hanya menarik perhatian trader ritel, tetapi juga mulai diperhatikan oleh komunitas kripto global.

Dengan kapitalisasi pasar sebesar $22.51 juta dan volume perdagangan 24 jam yang menyentuh $22.78 juta, JELLYJELLY menunjukkan tingkat aktivitas yang tinggi untuk ukuran proyek yang masih tergolong baru.

Baca Juga: Lonjakan JELLYJELLY, Token Baru yang Mendadak Jadi Primadona Pasar

Analisis Lonjakan Harga JELLYJELLY

Ada beberapa faktor utama yang diyakini menjadi pendorong naiknya harga JELLYJELLY:

1. Aktivitas Perdagangan yang Meningkat Drastis

Lonjakan volume perdagangan yang hampir sebanding dengan kapitalisasi pasarnya menandakan minat spekulatif yang sangat kuat.

Investor tampaknya tengah memanfaatkan momen untuk melakukan “buy the dip” setelah harga token ini sempat terpuruk pada periode 90 hari terakhir dengan penurunan hampir -17.74%.

2. Sentimen Pasar Kripto yang Lebih Optimistis

Kenaikan Bitcoin dalam beberapa hari terakhir ikut membawa efek domino pada altcoin.

JELLYJELLY sebagai token dengan harga relatif murah menjadi sasaran spekulasi cepat, karena trader melihat potensi short-term gain lebih besar dibandingkan dengan aset besar yang cenderung lebih stabil.

3. Momentum Komunitas dan Efek FOMO

Salah satu kekuatan utama dari token-token baru adalah komunitasnya.

JELLYJELLY mulai ramai diperbincangkan di forum dan media sosial kripto. Lonjakan +30.25% dalam 7 hari terakhir memperkuat efek FOMO (fear of missing out) yang membuat semakin banyak investor ikut masuk, mendorong harga naik lebih tinggi.

Pergerakan harga Jelly-my-Jelly (JELLYJELLY/USDT) pada Selasa, 2 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Jelly-my-Jelly (JELLYJELLY/USDT) pada Selasa, 2 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

4. Potensi Utility yang Sedang Digarap

Meskipun belum ada informasi detail yang sepenuhnya terbuka ke publik, sejumlah rumor menyebutkan bahwa tim pengembang JELLYJELLY tengah menyiapkan ekosistem yang menggabungkan unsur gaming dan NFT.

Jika terbukti benar, hal ini bisa menjadi katalis fundamental bagi token ini di masa depan.

Tren Harga JELLYJELLY: Dari Stagnasi ke Euforia

Dalam periode 30 hari terakhir, JELLYJELLY hanya mengalami kenaikan kecil sekitar +6.68%. Namun, memasuki minggu ketiga bulan ini, pergerakan mulai menunjukkan tren bullish yang lebih solid.

Data historis menunjukkan:

  • Hari ini: +35.67%
  • 7 hari: +30.25%
  • 60 hari: +8.7%
  • 90 hari: -17.74%

Kondisi ini memperlihatkan bahwa lonjakan JELLYJELLY bukanlah bagian dari tren panjang, melainkan lebih cenderung spike harga singkat yang dipicu faktor eksternal.

Namun, jika volume perdagangan tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan, bukan tidak mungkin harga akan stabil di level baru yang lebih tinggi.

Risiko yang Perlu Diwaspadai Investor

Meski JELLYJELLY tengah naik daun, investor tetap perlu berhati-hati. Beberapa hal yang patut dicermati antara lain:

  • Volatilitas tinggi: Kenaikan lebih dari 30% dalam 24 jam bisa dengan cepat diikuti koreksi tajam.
  • Kurangnya transparansi proyek: Hingga saat ini, informasi mengenai roadmap dan tim pengembang masih terbatas.
  • Sejarah harga yang masih rapuh: Rekor tertinggi JELLYJELLY tercatat di $0.234802, artinya harga saat ini masih jauh di bawah ATH dan menunjukkan ada risiko besar bagi investor jangka panjang.

Baca Juga: 5 Altcoin yang Potensial Siap Tumbuh Pesat pada 2025

Kenaikan harga JELLYJELLY menjadi bukti nyata bahwa pasar kripto masih penuh dengan kejutan. Dalam hitungan hari, sebuah token yang nyaris tak terdengar bisa berubah menjadi sorotan utama dengan lonjakan harga fantastis.

Namun, di balik peluang tersebut, risiko tetap besar. Bagi investor yang tertarik, penting untuk melihat JELLYJELLY bukan hanya sebagai kesempatan spekulatif, tetapi juga mengevaluasi fundamental jangka panjang dari proyek ini.

Jika rumor mengenai integrasi ekosistem gaming dan NFT terbukti benar, maka JELLYJELLY bisa saja berkembang menjadi salah satu altcoin yang lebih mapan.

Untuk saat ini, JELLYJELLY adalah simbol euforia pasar kripto: risiko tinggi, imbal hasil tinggi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Terseret Tekanan Pasar Global, Harga Bitcoin Turun dari Level Tertinggi

Harga Bitcoin kembali mengalami tekanan setelah sempat bertahan di atas level psikologis penting.

Data terbaru menunjukkan harga BTC hari ini berada di kisaran $110,686.04 per BTC, turun -0.43% dalam 24 jam terakhir.

Penurunan ini cukup signifikan mengingat Bitcoin sebelumnya sempat menembus level $112,600.22 sebelum terkoreksi.

Kapitalisasi pasar kini tercatat sebesar $2,204.35 miliar USD, dengan volume perdagangan harian mencapai $57.04 miliar USD.

Tren ini memperlihatkan bahwa meskipun Bitcoin masih menjadi aset kripto terbesar di dunia dengan sirkulasi 19.92 juta BTC, gejolak pasar global terus memberikan tekanan terhadap pergerakan harganya.

Baca Juga: Temukan Momentum, Harga Bitcoin Melejit ke Level $110.000

Faktor Penyebab Penurunan Harga Bitcoin

1. Koreksi Pasar Setelah Reli Singkat

Bitcoin sempat mencatat kenaikan dalam 60 dan 90 hari terakhir dengan persentase masing-masing +2.62% dan +7.05%.

Namun, dalam 30 hari terakhir, BTC terkoreksi -3.1%, menandakan adanya aksi ambil untung (profit taking) oleh para investor yang sudah menikmati lonjakan harga sebelumnya.

Koreksi alami ini sering terjadi setelah Bitcoin menyentuh resistance kuat.

2. Tekanan dari Sentimen Makroekonomi

Kondisi global juga ikut berperan dalam penurunan harga BTC.

Kekhawatiran pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang masih cenderung hawkish membuat investor mengurangi eksposur pada aset berisiko.

Bitcoin, meskipun disebut sebagai emas digital, masih sangat sensitif terhadap perubahan sentimen pasar global.

3. Penurunan Volume dan Likuiditas

Meskipun volume perdagangan harian cukup tinggi, data menunjukkan adanya penurunan minat beli dibandingkan dengan pekan sebelumnya.

Bitcoin sempat mengalami penurunan -2.06% dalam 7 hari terakhir, yang menunjukkan melemahnya momentum bullish.

4. Tekanan dari Level Psikologis

Bitcoin masih tertahan jauh dari rekor tertingginya di level $124,457.12.

Penurunan ini membuat para trader jangka pendek lebih berhati-hati, mengingat volatilitas semakin tinggi.

Level psikologis $110,000 menjadi support kuat, namun jika jebol, BTC berpotensi melanjutkan penurunan menuju kisaran $108,000.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 4 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 4 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Implikasi bagi Investor

  1. Investor Jangka Panjang
    Bagi holder Bitcoin jangka panjang, penurunan saat ini masih dianggap wajar. Dengan sirkulasi hampir mencapai batas maksimum 21 juta BTC, kelangkaan Bitcoin dalam jangka panjang tetap menjadi daya tarik.
  2. Trader Jangka Pendek
    Trader perlu memperhatikan level support dan resistance. Penembusan ke bawah $110,000 dapat memicu aksi jual lebih lanjut, sementara pemulihan di atas $112,000 dapat membuka peluang rebound.
  3. Pasar Kripto Secara Keseluruhan
    Sebagai aset utama, pergerakan Bitcoin memengaruhi altcoin. Penurunan BTC sering kali menyeret altcoin ke zona merah, sehingga manajemen risiko menjadi sangat penting bagi investor.

Baca Juga: Badai Pasti Berlalu! Bitcoin Terkoreksi, Waktunya Serok?

Bitcoin hari ini menunjukkan pelemahan dengan harga berada di $110,686.04, turun sekitar -0.22% dalam 24 jam terakhir.

Tekanan dari faktor makroekonomi, aksi ambil untung, serta melemahnya momentum bullish menjadi penyebab utama koreksi harga.

Meski begitu, prospek jangka panjang Bitcoin tetap kuat dengan keterbatasan suplai dan semakin besarnya adopsi global.

Para investor disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas jangka pendek namun tidak menutup mata terhadap potensi Bitcoin sebagai aset lindung nilai di masa depan.

Saat pasar berada dalam fase konsolidasi, strategi diversifikasi dan disiplin dalam manajemen risiko menjadi kunci utama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Indonesia Turun ke Peringkat 7 dalam Indeks Adopsi Kripto Global 2025

Laporan Chainalysis Global Crypto Adoption Index 2025 menempatkan Indonesia di posisi ke-7 dunia untuk adopsi kripto berbasis akar rumput (grassroots adoption). Pencapaian ini masih tergolong tinggi, namun menunjukkan penurunan dibanding tahun lalu ketika Indonesia berhasil menembus lima besar.

Di peringkat atas, India memimpin dengan kokoh, disusul Amerika Serikat, Pakistan, dan Vietnam. Sementara itu, Brasil dan Nigeria berada sedikit di depan Indonesia. Kondisi ini menandakan bahwa persaingan adopsi kripto antarnegara semakin ketat, khususnya di kawasan Asia-Pasifik (APAC).

APAC Jadi Episentrum Pertumbuhan Kripto

Chainalysis mencatat, kawasan APAC tetap menjadi motor utama pertumbuhan adopsi kripto global dengan lonjakan volume transaksi on-chain hingga 69% sepanjang Juni 2024 – Juni 2025. Namun, pendorong utamanya datang dari India, Pakistan, dan Vietnam yang masif memanfaatkan kripto, baik untuk transaksi ritel maupun layanan DeFi.

Indonesia memang masih kuat di sektor ritel, tetapi perubahan metodologi dalam laporan tahun ini memberi pengaruh besar pada peringkat.

Posisi Indonesia turun dalam laporan Chainalysis' 2025 Global Crypto Adoption Index.
Posisi Indonesia turun dalam laporan Chainalysis’ 2025 Global Crypto Adoption Index.

Baca juga: Kripto Indonesia Cetak Rekor Rp52 Triliun, Optimisme Tetap Kuat!

Dampak Perubahan Metodologi

Chainalysis 2025 menambahkan sub-indeks aktivitas institusional, yakni transaksi bernilai lebih dari US$1 juta. Indikator baru ini membuat negara-negara dengan ekosistem keuangan mapan, seperti Amerika Serikat, India, dan Brasil, mendapat keuntungan besar karena partisipasi institusi mereka tinggi, termasuk lewat produk ETF Bitcoin spot.

Sebaliknya, sub-indeks DeFi ritel yang sebelumnya menjadi keunggulan Indonesia justru dihapus. Menurut Chainalysis, DeFi dianggap sebagai aktivitas “niche” yang tidak mewakili adopsi akar rumput secara umum.

Langkah ini menuai kritik. Pengamat Kripto, Vinsensius Sitepu menilai, penghapusan indikator DeFi membuat potret adopsi menjadi timpang. “Di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia, DeFi justru pintu masuk utama jutaan pengguna ritel. Menyebutnya tidak relevan sama saja menutup mata terhadap pola adopsi kripto paling nyata di lapangan,” ujarnya dikutip Suara.

Menurut Vinsensius, perubahan metodologi ini cenderung menguntungkan negara dengan basis institusi besar, sementara Indonesia yang unggul di ritel dan DeFi tampak kehilangan daya saing.

Jalan yang Harus Ditempuh Indonesia

Meski begitu, Vinsensius menilai Indonesia tetap bisa mengimbangi dengan memperkuat dua sektor utama. Pertama, mendorong peningkatan jumlah dan aktivitas akun institusional di pasar spot lokal agar volume transaksi bernilai jumbo tercatat resmi. Kedua, membuka peluang hadirnya ETF kripto di bursa Indonesia agar investor institusional punya jalur yang aman dan legal.

“Kalau dua hal ini bisa diwujudkan, kekuatan ritel Indonesia yang sudah mapan akan semakin kokoh dengan dukungan institusional yang solid,” tambahnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com