Tag Archives: bitcoin

The Fed Pertahankan Suku Bunga, Harga Bitcoin Naik 7%

Harga aset kripto utama seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP, dan Dogecoin (DOGE) mengalami penguatan signifikan menyusul keputusan Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga acuan AS dalam kisaran 5,25%-5,50%.

Kebijakan ini memicu optimisme pasar terkait likuiditas dan risiko investasi, mendorong aliran modal ke aset berisiko tinggi seperti kripto.

The Fed Pertahankan Suku Bunga, Sinyal “Higher for Longer”

Pada pertemuan untuk menentukan kebijakan pada 20 Maret 2025, The Fed memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga untuk kelima kalinya secara berturut-turut.

Jerome Powell, Ketua The Fed, menegaskan bahwa inflasi AS masih di atas target 2% (3,2% per Februari 2025), sehingga perlu menjaga suku bunga tinggi hingga ada kepastian inflasi terkendali.

Namun, The Fed juga memproyeksikan tiga pemotongan suku bunga pada 2025, yang memicu respons positif di pasar keuangan.

Harga Bitcoin Terkatrol

Pasca putusan The Fed, harga Bitcoin (BTC) melonjak 7% dalam 24 jam, menembus level $67.000 atau yang tertinggi sejak November 2021.

Kenaikan didorong oleh arus masuk dana ke ETF Bitcoin spot dan antisipasi halving pada April 2025 mendatang.

Bahkan, analis Standard Chartered memprediksi BTC bisa mencapai harga hingga $100.000 pada akhir tahun, jika tidak kehilangan momentum.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Efek Domino

Bukan hanya Bitcoin saja yang terkatrol kebijakan The Fed tersebut, aset lainnya seperti Ethereum (ETH) turut menguat 9% ke level $3.500.

Hasil positif ini juga didukung ekspektasi persetujuan ETF Ethereum oleh SEC pada Mei mendatang. Selain itu, aktivitas jaringan meningkat seiring persiapan upgrade “Dencun” untuk mengurangi biaya transaksi.

Di sisi lain, harga XRP naik 12% ke level $0,65, setelah Ripple mengumumkan kerja sama dengan lembaga keuangan di Asia untuk penggunaan teknologi CBDC. Sentimen pasar mulai membaik menyusul perkembangan positif gugatan Ripple vs SEC.

Pun begitu dengan harga Dogecoin (DOGE) yang melesat ke level 18% senilai $0,16 karena lonjakan volume perdagangan dan rumor integrasi dengan platform pembayaran global.

Harga Dogecoin juga meningkat setelah Elon Musk kembali memicu spekulasi dengan postingan misterius di X (Twitter).

Faktor Penggerak Rally Kripto

Pasca putusan The Fed, likuiditas terhadap aset digital tetap terjaga. Suku bunga tinggi yang stabil mengurangi kekhawatiran resesi, mendorong investor mengambil risiko. –

Inflows ke ETF Kripto juga cukup tinggi. Contohnya, ETF Bitcoin AS mencatat aliran dana masuk $1,2 miliar dalam sepekan terakhir.

Dari sisi teknologi dan regulasi, upgrade jaringan (seperti Ethereum Dencun) dan kejelasan regulasi meningkatkan kepercayaan investor.

Peringatan dari Analis

Meski rally kripto cukup menggiurkan, para ahli mengingatkan potensi koreksi jangka pendek karena beberapa alasan.

Pertama, Profit-Taking. Trader mungkin mengambil untung di level resisten kritis, misalnya BTC di $70.000.

Kedua, dari aspek geopolitik. Ketegangan di Timur Tengah dan fluktuasi pasar energi bisa picu volatilitas.

Ketiga, kebijakan The Fed. Pemotongan suku bunga yang tertunda bisa menekan sentimen pasar.

Prospek ke Depan

Berbagai kemungkinan akan tetap ada di masa depan, misalnya Bitcoin Halving pada April 2024 nanti. Peristiwa ini secara historis memicu kenaikan harga dalam jangka panjang.

Di sisi lain, keputusan SEC untuk ETH Ethereum pada Mei nanti bisa saja menjadi katalis potensial untuk ETH lainnya.

Selain itu, jika kebijakan The Fed yang mempertahankan suku bunga bisa menekan inflasi AS turun ke 2,5%, aliran modal ke kripto bisa semakin deras.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Meroket Pasca Pertemuan Fed, Investor Bernafas Lega

Pasar kripto, termasuk Bitcoin kembali menunjukkan pergerakan positif setelah Federal Reserve AS memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tetap pada  4,25 Hingga 4,5%.

Dilaporkan Dinews, keputusan ini memberikan angin segar bagi investor setelah periode ketidakpastian yang cukup panjang.

Bitcoin dan Ethereum Naik, Pasar Merespons Positif

Pada Rabu (19/3) malam waktu New York, harga Bitcoin tercatat naik 1,3% menjadi $85.623, sementara Ethereum mengalami kenaikan tipis 0,8% menjadi $2.043, menurut data dari CoinGecko. Investor menyambut keputusan Fed ini dengan optimisme, mengingat bank sentral tetap pada jalurnya untuk melakukan dua kali pemangkasan suku bunga di tahun 2025.

Sebelum pengumuman, ekspektasi investor terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga memang rendah, sekitar 1% berdasarkan alat FedWatch dari CME. Namun, kepastian dari The Fed memberikan sentimen positif yang mendorong harga kripto dan saham untuk kembali naik.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Proyeksi Ekonomi AS: Perlambatan Pertumbuhan dan Inflasi Meningkat

Meski pasar kripto dan ekuitas mengalami lonjakan, proyeksi ekonomi yang dirilis oleh Federal Open Market Committee (FOMC) tetap memberikan sinyal kehati-hatian. FOMC merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi AS untuk tahun 2025 menjadi 1,7% dari sebelumnya 2,1%, sementara inflasi diprediksi meningkat menjadi 2,8% dari 2,5% yang diproyeksikan pada Desember lalu.

Dalam pernyataannya, FOMC menekankan bahwa “ketidakpastian seputar prospek ekonomi telah meningkat,” yang mencerminkan potensi tantangan di masa depan.

Dampak Perang Dagang dan Kekhawatiran Resesi

Di luar kebijakan moneter, kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump yang menetapkan tarif 25% terhadap Kanada, Meksiko, China, dan kemungkinan Uni Eropa menambah ketidakpastian ekonomi. Tarif tersebut berpotensi menaikkan harga barang dan jasa bagi konsumen, memperburuk tekanan inflasi yang masih bertahan di sekitar 3%.

Ekonom Mohamed El-Erian menyebut bahwa peluang resesi AS telah meningkat dari 10% menjadi 25%. Ia memperingatkan bahwa jika Fed tetap berpegang teguh pada target inflasi 2%, maka pasar akan lebih fokus pada kemungkinan kenaikan suku bunga ketimbang pemotongan.

“Semua orang sepakat bahwa upaya mengatasi inflasi telah terhenti,” ujar El-Erian dalam konferensi Digital Asset Summit Blockworks.

XRP Melesat 12% Setelah Kemenangan Ripple di Pengadilan

Sementara itu, salah satu pemenang terbesar di pasar kripto adalah XRP. Token yang terkait dengan Ripple ini melonjak hingga 12% setelah Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) membatalkan banding terhadap Ripple.

Ini menjadi kemenangan besar bagi Ripple dan memberikan sentimen positif bagi komunitas kripto.

Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

Meskipun reli harga kripto memberikan optimisme bagi investor, sejumlah analis tetap berhati-hati. James Butterfill, kepala penelitian di CoinShares, menyebut bahwa jika Fed tetap bersikap agresif dalam kebijakan moneternya, pemulihan harga yang signifikan dalam jangka pendek masih sulit terjadi.

Saat ini, tantangan utama bagi pasar adalah bagaimana ekonomi AS akan merespons kebijakan suku bunga serta dampak perang dagang yang terus berkembang. Investor akan terus mencermati langkah The Fed dan kebijakan ekonomi pemerintah AS untuk menentukan strategi investasi mereka ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Donald Trump Akan Berbicara di Digital Asset Summit, Jadi Sinyal Positif?

Presiden Donald Trump dikabarkan akan menyampaikan pidato di Digital Asset Summit (DAS) yang diselenggarakan di New York pada 20 Maret 2025.

Menurut laporan BeInCrypto, kehadirannya menandai momen penting, karena ini adalah pertama kalinya seorang presiden Amerika Serikat berpartisipasi secara resmi dalam konferensi kripto.

Donald Trump dan Sikapnya Terhadap Kripto

Bulan ini, Trump juga menjadi tuan rumah KTT Kripto Gedung Putih yang pertama. Meskipun respons publik terhadap acara tersebut beragam, pertemuan itu memberikan wawasan mengenai cadangan Bitcoin yang dimiliki AS serta kebijakan regulasi pemerintah terhadap aset digital.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa pidato Trump di DAS mungkin tidak dilakukan secara langsung. Ia diperkirakan akan menyampaikan pesannya melalui rekaman atau streaming langsung.

Jurnalis Eleanor Terrett mengungkapkan bahwa konferensi ini akan menampilkan berbagai pemimpin industri dan anggota parlemen, seperti Perwakilan Ro Khanna, Tom Emmer, Michael Saylor dari MicroStrategy, serta CEO Ripple, Brad Garlinghouse.

Dampak Pidato Trump terhadap Pasar Kripto

Kehadiran Trump dalam konferensi ini berpotensi memberikan dampak besar terhadap pasar kripto. Jika dalam pidatonya ia menunjukkan dukungan terhadap regulasi yang lebih ramah bagi industri aset digital, hal ini dapat mendorong kepercayaan investor dan meningkatkan harga aset kripto.

Saat ini, pasar kripto sudah mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Selain perkembangan di DAS, keputusan The Fed yang tidak menahan pemotongan suku bunga dan rencana dua kali pemangkasan suku bunga di akhir tahun turut menjadi faktor pemicu optimisme di pasar.

Dengan berbagai tokoh penting yang akan hadir serta kemungkinan pernyataan strategis dari Trump, Digital Asset Summit 2025 berpotensi menjadi salah satu konferensi paling berpengaruh bagi industri kripto tahun ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Diprediksi Anjlok ke Rp 661 Juta, Kapan Terjadi?

Bitcoin kembali menghadapi ancaman penurunan harga yang signifikan seperti dilaporkan oleh Newsbtc pada Rabu (19/3).

Seorang analis kripto mengungkap indikator pasar bearish yang menunjukkan potensi kejatuhan harga Bitcoin hingga $40.000 (Rp 661 juta).

Jika prediksi ini benar, maka para investor harus bersiap menghadapi tahun yang penuh tantangan.

Siklus Halving dan Pola Bear Market Bitcoin

Analis kripto di TradingView, Xanrox, mengungkap bahwa Bitcoin selalu mengikuti siklus pasar yang terkait dengan peristiwa halving setiap empat tahun.

Siklus ini terdiri dari pasar bullish, di mana harga melonjak, dan pasar bearish, di mana terjadi koreksi tajam.

Secara historis, bull market berlangsung antara 742 hingga 1.065 hari, sedangkan bear market sekitar 364 hingga 413 hari.

Prediksi Bitcoin Turun 65% ke $40.000

Dalam setiap siklus, harga Bitcoin selalu mengalami penurunan besar setelah bull market. Secara historis, penurunan ini berkisar antara 77% hingga 86%.

Namun, Xanrox memperkirakan kali ini koreksi hanya mencapai 65%, mengingat kapitalisasi pasar Bitcoin yang lebih besar dan meningkatnya adopsi institusional.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 19 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 19 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Bukti Historis dan Analisis Grafik

Xanrox membagikan grafik harga yang menampilkan pola halving dan dampaknya terhadap pergerakan harga Bitcoin sejak awal kemunculannya.

Berdasarkan analisis statistik, prediksi harga Bitcoin dengan metode ini telah terbukti akurat di masa lalu.

Oleh karena itu, kejatuhan Bitcoin ke $40.000 dipandang sebagai sesuatu yang tidak akan terelakkan.

Kapitalisasi Pasar dan Prediksi Harga Jangka Panjang

Dengan kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini mencapai $1,63 triliun, analis menilai tidak realistis bagi BTC untuk mencapai harga ekstrem seperti $300.000 atau $1 juta dalam waktu dekat.

Sebaliknya, prediksi menunjukkan bahwa tahun 2025 kemungkinan akan menjadi tahun bearish. Sementara bull run baru diperkirakan dimulai pada 2026.

CEO CryptoQuant: Bull Cycle Bitcoin Telah Berakhir

Pendapat bearish ini juga didukung oleh CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, yang menyatakan bahwa siklus bull Bitcoin telah berakhir.

Ia memperkirakan pasar akan mengalami pergerakan harga yang tidak menentu selama 6-12 bulan ke depan. Hal ini mengonfirmasi bahwa fase bear market telah dimulai.

Indikator On-Chain Menunjukkan Tren Bearish

Selain itu, berbagai metrik on-chain Bitcoin menunjukkan tanda-tanda pasar bearish, seperti berkurangnya likuiditas baru dan aksi jual besar-besaran oleh whale.

Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di sekitar $82.549, turun lebih dari 20% dari harga tertinggi sepanjang masa yang melebihi $109.000.

Dengan berbagai indikator pasar yang mengarah ke tren bearish, investor disarankan untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Meskipun Bitcoin masih memiliki potensi besar di masa depan, periode bearish bisa menjadi tantangan bagi investor yang tidak siap menghadapi volatilitas pasar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum Anjlok Hingga Rp36 Juta, Bagaimana Caranya Bangkit?

Harga Ethereum (ETH) kembali anjlok dengan penurunan yang cukup signifikan setelah jatuh di bawah $2.200 (Rp 36 juta) pada 9 Maret.

Berdasarkan pantauan dari Cointelegraph pada Rabu (19/3), Altcoin ini turun 14% sepanjang bulan, jauh lebih buruk dibandingkan dengan penurunan pasar kripto yang hanya 4%.

Salah satu faktor utama di balik pelemahan ini adalah penurunan volume perdagangan di bursa terdesentralisasi (DEX) berbasis Ethereum.

Penurunan Aktivitas DEX Ethereum

Dalam tujuh hari terakhir, volume perdagangan DEX di jaringan Ethereum turun sebesar 34%.

Penurunan ini juga berdampak pada solusi layer-2 Ethereum seperti Base, Arbitrum, dan Polygon.

Meskipun beberapa blockchain lain seperti Solana dan SUI juga mengalami penurunan, jaringan BNB Chain justru mengalami lonjakan volume sebesar 27%, sementara Canto melonjak 445%.

Ethereum mengalami penurunan signifikan dalam beberapa platform, termasuk Maverick Protocol yang turun 85% dan DODO yang turun 46%.

Selain itu, PancakeSwap di jaringan BNB Chain mencatatkan pendapatan lebih tinggi dibandingkan Uniswap, yang merupakan DEX utama di ekosistem Ethereum.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 19 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 19 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Total Value Locked (TVL) Masih Dominan, Tapi Mulai Menyusut

Ethereum masih memimpin dalam total nilai terkunci (TVL) dengan $47,2 miliar. Namun, TVL Ethereum mengalami penurunan sebesar 9% dalam satu minggu.

Sementara BNB Chain justru mengalami peningkatan 6%. Beberapa proyek besar di Ethereum juga mengalami penurunan signifikan, seperti Stargate Finance yang turun 11%, Maker yang turun 9%, dan Spark yang turun 6%.

Minat Institusional Menurun

Selain penurunan aktivitas di DEX dan TVL, Ethereum juga menghadapi penurunan minat dari investor institusional.

Premi tahunan untuk kontrak berjangka Ethereum turun di bawah 5%, menandakan lemahnya permintaan dari trader bullish.

Selain itu, sejak 5 Maret, ETF Ethereum mengalami arus keluar bersih sebesar $293 juta, yang semakin memperlihatkan menurunnya kepercayaan investor besar.

Persaingan Ketat dari Solana, Tron, dan Hyperliquid

Ethereum kini menghadapi persaingan ketat dari jaringan lain seperti Solana dan Tron. Kedua jaringan ini telah mengumpulkan stablecoin senilai $75 miliar berkat biaya transaksi yang lebih rendah.

Selain itu, Solana semakin menguat di sektor memecoin setelah peluncuran token TRUMP. Di sisi lain, Hyperliquid memperkenalkan blockchain mereka sendiri untuk pasar perpetual futures, semakin menekan dominasi Ethereum.

Pentingnya Upgrade ‘Pectra’ bagi Ethereum

Untuk kembali menarik minat investor dan trader, Ethereum harus membuktikan keunggulannya dibandingkan kompetitor.

Salah satu langkah yang dapat membantu adalah upgrade ‘Pectra’ yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan adopsi pengguna.

Jika tidak ada keunggulan kompetitif yang jelas, Ethereum mungkin akan terus kehilangan pangsa pasar terhadap rival-rivalnya yang semakin agresif.

Ethereum saat ini menghadapi tantangan besar dengan penurunan harga ETH, volume DEX, dan minat institusional.

Meskipun masih mendominasi dalam hal total value locked, persaingan ketat dari Solana, Tron, dan Hyperliquid membuat masa depan Ethereum tidak pasti.

Upgrade ‘Pectra’ bisa menjadi peluang untuk mengembalikan daya saing Ethereum, tetapi tanpa adopsi yang kuat, Ethereum berisiko tertinggal di pasar kripto yang semakin dinamis.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Merosot ke Rp1,35 Miliar, Dampak Kekhawatiran The Fed?

Pasar kripto mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir, dengan Bitcoin (BTC) mengalami koreksi setelah sempat menikmati reli.

Berdasarkan data Coinmarketcap per 19 Maret 2025, harga Bitcoin turun 2,35% menjadi US$ 82.210 per koin atau sekitar Rp 1,35 miliar.

Koreksi ini terjadi seiring dengan ketidakpastian pasar menjelang keputusan kebijakan moneter dari The Federal Reserve (The Fed).

Ethereum dan Binance Coin Ikut Berfluktuasi

Tak hanya Bitcoin, Ethereum (ETH) juga melemah 1,38% menjadi US$ 1.911 per koin. Sementara itu, Binance Coin (BNB) justru mengalami kenaikan tipis sebesar 0,33% menjadi US$ 630 per koin.

Pergerakan ini mencerminkan reaksi pasar yang beragam terhadap sentimen global dan ketidakpastian kebijakan moneter.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 19 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 19 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dampak Kebijakan The Fed terhadap Kripto

Penurunan harga Bitcoin dan aset kripto lainnya terjadi sehari sebelum hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) diumumkan.

Investor cemas terhadap keputusan suku bunga, meskipun banyak analis memperkirakan The Fed tidak akan mengubah kebijakan suku bunga dalam pertemuan kali ini.

Pasar Saham AS Turut Melemah

Tak hanya kripto, pasar saham AS juga mencatat pelemahan. Indeks Dow Jones turun 0,62%, S&P 500 terkoreksi 1,07%, dan Nasdaq Composite anjlok 1,71%.

Penurunan ini menunjukkan bahwa sentimen kehati-hatian tidak hanya terjadi di sektor aset digital, tetapi juga di pasar keuangan secara keseluruhan.

Investor Pantau Sinyal Kebijakan The Fed

Meskipun inflasi mengalami perlambatan pada Februari lalu, The Fed belum memberikan sinyal kuat untuk memangkas suku bunga.

Menurut data CME FedWatch, peluang pemangkasan suku bunga pada Maret sangat kecil, tetapi meningkat menjadi 66% untuk pertemuan bulan Juni.

Investor kini menunggu pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, untuk mencari petunjuk lebih lanjut.

Apa Dampak Jangka Panjang bagi Kripto?

Keputusan The Fed akan menjadi faktor utama dalam menentukan arah pasar kripto ke depan.

Jika The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, Bitcoin dan aset kripto lainnya bisa mengalami tekanan lebih lanjut.

Sebaliknya, jika ada indikasi kebijakan yang lebih dovish, harga kripto berpotensi kembali menguat.

Waspadai Volatilitas Pasar

Pasar kripto masih berada dalam fase ketidakpastian, dengan Bitcoin dan altcoin lainnya mengalami fluktuasi menjelang keputusan The Fed.

Investor disarankan untuk tetap waspada dan mempertimbangkan strategi investasi yang lebih defensif dalam menghadapi volatilitas yang kemungkinan masih akan berlanjut.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin dan FOMC: Akankah Harga BTC Meledak atau Terkoreksi Kali Ini?

Setiap kali Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengadakan pertemuan, pasar kripto bersiap menghadapi dampaknya, terlebih Bitcoin (BTC).

Bitcoin (BTC), sebagai aset digital utama, sering mengalami lonjakan volatilitas menjelang dan setelah pengumuman kebijakan moneter Amerika Serikat. Lalu, apakah kali ini akan berbeda?

Bitcoin dan Volatilitas di Sekitar FOMC

Di awal minggu ini, harga Bitcoin mengalami penurunan dari $84.500 pada 17 Maret menjadi $81.300. Tren ini diduga akibat aksi jual oleh investor yang ingin mengurangi risiko sebelum pertemuan FOMC pada 18–19 Maret.

Secara historis, pedagang cenderung mengurangi eksposur mereka sebelum pengumuman FOMC, mengantisipasi perubahan kebijakan yang bisa berdampak pada pasar kripto. Konferensi pers Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, juga menjadi momen krusial yang kerap memicu pergerakan harga.

Pengumuman resmi hasil pertemuan kali ini dijadwalkan pada 19 Maret pukul 2:30 siang ET. Reaksi pasar Bitcoin terhadap keputusan FOMC akan menjadi indikator penting bagi pergerakan harga berikutnya.

FOMC dan Dampaknya pada Harga Bitcoin

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 19 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 19 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Trader kripto memantau risalah FOMC untuk mencari petunjuk mengenai kebijakan suku bunga dan sikap Fed terhadap inflasi. Sejak awal 2024, harga BTC cenderung menurun setelah FOMC mempertahankan suku bunga.

Namun, ada pengecualian—misalnya, reli sebelum halving Bitcoin pada Februari 2024 yang bertepatan dengan peluncuran ETF Bitcoin spot pertama. Pemangkasan suku bunga pada 18 September dan 7 November 2024 mendorong kenaikan BTC, tetapi pemangkasan ketiga pada 18 Desember 2024 justru tidak berdampak besar. Saat itu, harga Bitcoin mencapai puncak lokal di $108.000 sebelum mengalami koreksi.

Minat Terbuka Bitcoin: Apakah Pasar Lebih Percaya Diri?

Biasanya, minat terbuka Bitcoin—indikator jumlah total kontrak derivatif yang belum diselesaikan—menurun sebelum FOMC. Ini mencerminkan kehati-hatian pedagang dalam menghadapi potensi volatilitas. Namun, bulan ini menunjukkan pola yang berbeda.

Meskipun minat terbuka BTC melonjak sebesar $12 miliar di awal Maret, tidak ada tanda-tanda penurunan signifikan menjelang FOMC kali ini. Sebaliknya, harga BTC justru mengalami koreksi. Ini bisa mengindikasikan bahwa pelaku pasar memiliki keyakinan yang lebih tinggi terhadap hasil pertemuan, atau justru sedang mempertaruhkan posisi dengan leverage tinggi.

Alat FedWatch dari CME Group menunjukkan probabilitas 99% bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga pada kisaran 4,25%–4,50%. Jika benar, BTC bisa melanjutkan tren penurunannya atau bergerak sideways dalam waktu dekat.

ETF Bitcoin Spot: Indikasi Sentimen Investor

Berbeda dengan paus Bitcoin yang sering mengambil posisi besar di pasar derivatif, investor di ETF Bitcoin spot cenderung lebih konservatif. Sejak ETF BTC spot diluncurkan pada Januari 2024, mayoritas pertemuan FOMC bertepatan dengan arus keluar dari ETF ini.

Namun, ada pergeseran menarik baru-baru ini. Pada 17 Maret, ETF Bitcoin spot mencatat arus masuk bersih sebesar $275 juta, menandakan potensi perubahan sentimen. Jika arus masuk ETF meningkat menjelang FOMC, itu bisa menunjukkan ekspektasi pasar bahwa Fed akan bersikap lebih dovish—misalnya, dengan mengisyaratkan pemangkasan suku bunga di masa depan.

Selain itu, potensi short squeeze juga dapat terjadi jika banyak pedagang mengambil posisi short terhadap BTC. Jika arus masuk ETF terus bertambah, ini bisa memaksa para short seller untuk menutup posisi mereka, memicu lonjakan harga BTC secara mendadak.

Kesimpulan: Apa yang Bisa Diharapkan dari Bitcoin Pasca-FOMC?

Terlepas dari keputusan yang diambil Fed, satu hal yang pasti: volatilitas Bitcoin akan meningkat pasca-FOMC. Seperti yang diungkapkan oleh seorang trader kripto, Master of Crypto, dalam postingan terbaru di X:

“FOMC akan diadakan besok, dan pergerakan besar diperkirakan akan terjadi.”

Jika Fed mempertahankan suku bunga tanpa indikasi pemangkasan di masa depan, BTC mungkin tetap dalam tren turun atau mengalami pergerakan sideways. Namun, jika ada nada dovish dalam pernyataan Powell, pasar bisa merespons dengan reli jangka pendek.

Investor dan pedagang harus tetap waspada, memantau arus ETF spot, data on-chain, dan reaksi pasar derivatif untuk menentukan apakah aksi harga ini merupakan bagian dari tren akumulasi jangka panjang atau sekadar spekulasi sesaat. Yang jelas, semua mata kini tertuju pada FOMC dan dampaknya terhadap Bitcoin.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin, Ethereum, XRP, Dogecoin Siap Menghadapi Tekanan?

Pasar kripto kembali menunjukkan ketahanannya dengan pergerakan harga yang menguat menjelang pertemuan Federal Reserve. Bitcoin, Ethereum, XRP, dan Dogecoin mencatat kenaikan yang menandakan optimisme para investor di tengah volatilitas pasar.

Pasar Kripto Tetap Stabil di Tengah Ketidakpastian Makroekonomi

Dilaporkan Benzinga, Kapitalisasi pasar mata uang kripto global tetap stabil di angka $2,7 triliun, menandakan bahwa aset digital tetap menjadi pilihan investasi yang menarik meskipun ada tekanan dari kebijakan moneter dan ketidakpastian ekonomi global.

Data dari IntoTheBlock menunjukkan peningkatan volume transaksi besar sebesar 5,3%, sementara jumlah alamat aktif harian naik 2,6%. Namun, jumlah transaksi besar di atas $100.000 mengalami penurunan dari 6.992 menjadi 6.332 dalam sehari, menunjukkan adanya pergeseran strategi di antara para pelaku pasar.

Analisis Harga: Bitcoin Berada di Persimpangan Penting

Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di sekitar Rp 84.316. Analis teknikal Ali Martinez mencatat bahwa pemegang jangka panjang telah menambah 179.000 BTC dalam sebulan terakhir, mengindikasikan kepercayaan terhadap tren kenaikan jangka panjang. Sementara itu, arus masuk modal ke pasar kripto mencapai puncaknya sebesar $4,16 miliar, level tertinggi sejak Oktober 2023.

Menurut analis More Crypto Online, Bitcoin memiliki dukungan mikro saat ini, tetapi konfirmasi titik terendah yang solid masih bergantung pada apakah harga mampu menembus level $85.474. Jika ini terjadi, target harga berikutnya adalah $87.204, dengan kemungkinan tekanan jual yang lebih besar jika tidak ada dorongan lebih lanjut.

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Selasa, 18 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Selasa, 18 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Pedagang JJcycles juga menegaskan bahwa Bitcoin saat ini berada dalam kondisi siap menghadapi tekanan pasar. Altcoin Sherpa memperkirakan BTC akan menembus $84.000, tetapi melihat level $89.000 sebagai tantangan utama yang harus dilewati untuk memastikan momentum bullish yang lebih kuat.

Altcoin Mengikuti Tren Positif

Ethereum (ETH) juga mencatat kenaikan 2,5% menjadi Rp 19.270,06, sementara Solana (SOL) naik 1,6% menjadi Rp 1.294.600. Harga Dogecoin (DOGE) menjadi salah satu pemenang terbesar dengan kenaikan 3,3%, mencerminkan sentimen positif yang berkembang di kalangan investor altcoin.

Di sisi lain, PancakeSwap (KUE) melonjak 39,6% dan Pepe (PEPE) naik 12,7%, menandakan bahwa altcoin dengan kapitalisasi lebih kecil pun ikut mendapatkan momentum dalam reli pasar kali ini.

Prospek Pasar ke Depan

Dengan pertemuan Federal Reserve yang akan berlangsung dalam beberapa hari mendatang, para pedagang dan investor kripto akan terus mengamati bagaimana kebijakan moneter dapat mempengaruhi pasar. Sejarah menunjukkan bahwa Bitcoin telah keluar dari pola konsolidasi serupa di masa lalu, seperti yang terjadi pada Juni 2021, sebelum mencapai rekor tertinggi pada November 2021.

Apakah Bitcoin dan kripto lainnya akan kembali mencetak rekor tertinggi baru? Pasar tampaknya sedang bersiap menghadapi tekanan, dan semua mata tertuju pada level resistensi kunci yang akan menentukan pergerakan selanjutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Standard Chartered Pangkas Target Harga Ethereum 2025 Jadi $4.000

Standard Chartered baru saja memangkas target harga Ethereum (ETH) untuk tahun 2025 dari $10.000 (Rp 164 juta) menjadi $4.000 (Rp 65 juta).

Penyebab utama penurunan ini berasal dari dominasi Layer 2, khususnya Base, yang semakin menguasai ekosistem Ethereum.

Menurut Geoffrey Kendrick, kepala riset aset digital global di Standard Chartered, melaui Theblock, Base telah menghilangkan sekitar $50 miliar dari kapitalisasi pasar Ethereum.

Dampak Dominasi Layer 2 terhadap Ethereum

Berkat kebijakan tersebut, Ethereum telah menciptakan ekosistem Layer 2 yang membuatnya semakin terkomoditisasi.

Transaksi yang dulunya terjadi di Layer 1 kini lebih banyak berpindah ke Layer 2, mengurangi pendapatan langsung untuk Ethereum.

Kendrick menyoroti bahwa konsep Layer 2 telah memberikan keuntungan besar bagi platform seperti Base, yang dimiliki oleh Coinbase, sementara Ethereum kehilangan pendapatan dari biaya transaksi.

Perubahan dalam Ekosistem Ethereum

Tapi di sisi lain, beberapa perubahan besar dalam Ethereum juga dianggap merugikan nilai jaringan ini.

The Merge, yang menghilangkan status unik Ethereum sebagai blockchain proof-of-work, serta Dencun, yang semakin memperkuat posisi Layer 2, disebut sebagai faktor utama yang mengurangi nilai ekosistem Ethereum.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 18 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 18 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Solusi yang Diusulkan

Kendrick menyarankan bahwa salah satu solusi potensial adalah mengenakan pajak atas keuntungan besar yang dihasilkan oleh Layer 2, mirip dengan pajak keuntungan berlebih pada perusahaan tambang asing.

Namun, ia menilai bahwa penerapan kebijakan ini sangat kecil kemungkinannya terjadi dalam waktu dekat.

Peluang untuk Pemulihan Harga ETH

Meskipun menghadapi tantangan, Ethereum masih mendominasi beberapa sektor utama, seperti DeFi, stablecoin, dan aset tokenisasi dunia nyata (RWA).

Pengembangan lebih lanjut dalam tokenisasi aset nyata dan pembaruan teknis seperti Pectra pada 2025 berpotensi meningkatkan skalabilitas dan efisiensi biaya Ethereum, yang bisa mendorong kenaikan harga ETH.

Prospek Jangka Panjang ETH

Walaupun target harga untuk 2025 dipangkas, Standard Chartered tetap optimistis terhadap apresiasi harga ETH dalam jangka panjang. Mereka memperkirakan harga ETH dapat mencapai $7.500 pada 2028-2029.

Namun, tanpa perubahan fundamental dalam struktur biaya Ethereum, ETH kemungkinan besar akan terus tertinggal dari Bitcoin, dengan rasio ETH/BTC diprediksi turun hingga 0,015 pada 2027, level terendah sejak awal 2017.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Turun 22%, Koreksi Harga Hanya Guncangan Sementara?

Bitcoin baru saja mengalami penurunan harga sebesar 22% dari rekor tertingginya, membuat banyak investor khawatir akan berakhirnya siklus bullish.

Namun, para analis seperti diberitakan oleh Coinpaper pada Selasa (18/3) menegaskan bahwa ini hanyalah guncangan sementara dan bukan awal dari pasar bearish.

Penurunan ini merupakan bagian dari siklus empat tahunan Bitcoin yang kerap mengalami koreksi sebelum kembali menguat.

Koreksi Harga dalam Siklus Bullish Adalah Hal Biasa

Sejarah menunjukkan bahwa koreksi harga dalam siklus bullish Bitcoin adalah fenomena yang umum terjadi.

Penurunan harga dari $109.000 (Rp 1,7 miliar) menjadi sekitar $83.279 (Rp 1,3 miliar) telah memicu sentimen ketakutan di pasar kripto.

Namun, para analis dari Bitfinex mengingatkan bahwa koreksi ini adalah bagian dari mekanisme pasar yang menghapus investor lemah sebelum harga kembali naik.

Investor Institusional dan ETF Memperkuat Pasar

Salah satu faktor yang membuat Bitcoin tetap kuat adalah masuknya investor institusional melalui ETF Bitcoin spot.

Hingga saat ini, ETF tersebut telah mengumpulkan lebih dari $125 miliar aset, yang menunjukkan ketertarikan tinggi dari dunia keuangan tradisional.

Hal ini juga dapat mengubah pola siklus empat tahunan Bitcoin yang sebelumnya lebih dipengaruhi oleh halving dan faktor teknis lainnya.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 18 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 18 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Hubungan Bitcoin dengan Pasar Keuangan Global

Bitcoin tidak hanya bergerak secara independen, tetapi juga memiliki korelasi dengan pasar keuangan tradisional, terutama S&P 500.

Kondisi ekonomi global, suku bunga, dan kebijakan moneter dapat mempengaruhi pergerakan harga BTC.

Oleh karena itu, stabilitas pasar ekuitas bisa menjadi indikator penting untuk menentukan arah harga Bitcoin ke depan.

Halving dan Dampaknya pada Harga Bitcoin

Meskipun faktor institusional semakin berpengaruh, siklus halving Bitcoin tetap menjadi elemen kunci dalam pergerakan harga jangka panjang.

Halving terakhir pada April 2024 mengurangi hadiah blok menjadi 3,125 BTC, yang historisnya selalu diikuti oleh lonjakan harga Bitcoin.

Sejak halving terakhir, harga Bitcoin telah naik 31%, memperkuat teori bahwa pengurangan pasokan mendorong kenaikan harga.

Bitcoin Tidak Akan Mudah Digantikan

Seiring dengan koreksi harga yang terjadi, perdebatan mengenai masa depan Bitcoin kembali mencuat.

Investor teknologi Jason Calacanis berpendapat bahwa Bitcoin akan digantikan oleh aset yang lebih unggul.

Namun, para pakar industri menolak klaim ini, menegaskan bahwa Bitcoin bukan sekadar teknologi, tetapi merupakan revolusi keuangan yang memiliki jaringan global yang semakin kuat.

Bitcoin Masih dalam Tren Bullish

Meskipun mengalami penurunan harga yang signifikan, fundamental Bitcoin tetap kuat. Adopsi institusional, pengaruh siklus halving, dan pertumbuhan jaringan menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam tren bullish.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, banyak analis percaya bahwa penurunan saat ini hanyalah guncangan sementara sebelum Bitcoin kembali mencetak rekor baru.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com