Tag Archives: bitcoin

Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta

Pendiri dan co-founder Strategy, Michael Saylor, kembali memberi sinyal kuat terkait pembelian Bitcoin (BTC) baru setelah perusahaan berhasil mengumpulkan dana sebesar $711 juta (Rp 11,7 triliun) melalui penjualan saham terbaru.

Mengacu pada laporan terbaru Cryptopolitan yang dikutip pada Senin (23/3), dengan akuisisi terbaru, total kepemilikan Bitcoin Strategy telah mencapai 499.226 BTC.

Menurut data dari SaylorTracker, pada 17 Maret 2025, Strategy membeli 130 BTC senilai $10,7 juta.

Meski jumlah ini termasuk salah satu pembelian terkecil yang dilakukan perusahaan, langkah tersebut tetap menunjukkan komitmen Strategy dalam mengakumulasi Bitcoin di tengah fluktuasi harga pasar.

Saylor, yang merupakan pendukung kuat Bitcoin, terus mempromosikan aset digital ini sebagai penyimpan nilai terbaik.

Dalam salah satu unggahan di X (sebelumnya Twitter), ia mengisyaratkan rencana pembelian Bitcoin lebih lanjut dengan pernyataan singkat, “Needs more Orange.”

Apakah Pembelian Baru Akan Mendorong Reli Harga Bitcoin?

Seiring dengan strategi akumulasi Bitcoin yang terus dilakukan oleh Strategy, banyak analis pasar yang berspekulasi mengenai dampaknya terhadap pergerakan harga Bitcoin.

Dalam satu jam terakhir, harga BTC bergerak dalam kisaran $84.968 hingga $85.168 dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,68 triliun.

Historisnya, setiap kali Strategy melakukan pembelian besar, hal ini sering kali dikaitkan dengan kenaikan harga Bitcoin.

Namun, beberapa analis masih terbagi dalam opini mereka. Sebagian meyakini bahwa pembelian selanjutnya dapat mendorong reli harga baru.

Sementara sebagian lainnya memperingatkan kemungkinan koreksi pasar sebelum pergerakan bullish berlanjut.

Meskipun pasar mengalami volatilitas, Strategy tetap mencatat keuntungan signifikan dari investasinya di Bitcoin.

Hingga saat ini, perusahaan telah memperoleh keuntungan lebih dari 28% dengan total keuntungan yang belum direalisasi mencapai $9,3 miliar.

Saylor Dorong Pemerintah AS untuk Adopsi Bitcoin

Selain memimpin akuisisi Bitcoin di sektor korporasi, Michael Saylor juga secara aktif mendorong pemerintah AS untuk meningkatkan kepemilikan aset digital ini.

Ia bahkan mengusulkan agar pemerintah memiliki setidaknya 25% dari total suplai Bitcoin pada tahun 2035, ketika 99% BTC sudah ditambang.

Dalam proposalnya yang berjudul “A Digital Assets Strategy to Dominate the 21st Century Global Economy,” Saylor menekankan pentingnya regulasi yang mendukung pertumbuhan ekosistem digital.

Ia juga menyoroti Bitcoin sebagai satu-satunya komoditas yang mampu memberikan imbal hasil lebih baik dibandingkan indeks S&P 500 dan emas.

Michael Saylor terus menunjukkan keyakinannya terhadap Bitcoin dengan strategi akumulasi yang agresif.

Dengan tambahan dana sebesar $711 juta dari penjualan saham, kemungkinan besar Strategy akan segera melakukan pembelian Bitcoin dalam jumlah besar.

Hal ini berpotensi memberikan dampak signifikan pada harga BTC dalam jangka pendek.

Namun, dengan kondisi pasar yang masih bergejolak, investor perlu mempertimbangkan berbagai faktor sebelum mengambil keputusan.

Apakah langkah Strategy akan kembali memicu reli harga atau justru koreksi lebih lanjut? Hanya waktu yang akan menjawabnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Sentuh $85.000, Apa yang Mendorong Kenaikan Harga?

Harga Bitcoin (BTC) melonjak di atas $85.000, didorong oleh sejumlah faktor fundamental dan indikator on-chain yang menunjukkan prospek cerah bagi aset kripto terbesar di dunia.

Menurut laporan Coingape, lonjakan ini memicu optimisme di kalangan investor yang bersiap menghadapi reli lebih lanjut.

Strategi MicroStrategy dan Michael Saylor

Salah satu faktor utama di balik kenaikan harga Bitcoin adalah pergerakan MicroStrategy yang dipimpin oleh Michael Saylor. CEO MicroStrategy itu mengisyaratkan potensi pembelian BTC melalui unggahan di platform X yang menampilkan pelacak portofolio perusahaannya. Dalam unggahan tersebut, Saylor menulis “Butuh lebih banyak Orange,” yang diduga sebagai sinyal akuisisi Bitcoin baru oleh perusahaan.

Saat ini, MicroStrategy memegang 499.226 BTC dalam neracanya. Jika perusahaan berhasil menambah kepemilikannya, mereka akan melampaui ambang batas 500.000 BTC. Pekan lalu, MicroStrategy mengumumkan rencana untuk mengumpulkan dana sebesar $500 juta melalui penjualan saham preferen guna membeli lebih banyak Bitcoin. Langkah ini diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan harga BTC di pasar.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 24 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 24 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Faktor Fundamental yang Mendorong Optimisme Bitcoin

Di sisi fundamental, sejumlah perkembangan turut mendukung kenaikan harga Bitcoin. Salah satunya adalah rumor mengenai akuisisi Deribit oleh Coinbase senilai $5 miliar. Selain itu, arus masuk Bitcoin ETF meningkat tajam, mencapai $785 juta, setelah sempat mengalami arus keluar selama beberapa minggu terakhir. Hal ini menunjukkan meningkatnya minat institusional terhadap Bitcoin.

Sejak akhir Februari, investor baru telah membeli hampir 200.000 BTC, yang mayoritas berasal dari institusi besar. Sementara itu, keputusan Federal Reserve (The Fed) dalam rapat FOMC pekan lalu untuk mempertahankan suku bunga tetap tidak berubah juga mendorong harga Bitcoin naik 3,5%. Arthur Hayes, pendiri BitMEX, menyatakan bahwa BTC kemungkinan telah mencapai titik terendah di $77.000 sebelum kembali naik.

Prediksi pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada bulan April juga memperkuat sentimen positif di kalangan investor Bitcoin. Selain itu, laporan dari Dana Moneter Internasional (IMF) yang mengakui BTC sebagai “emas digital” turut memicu minat lebih lanjut terhadap aset kripto ini.

Indikator Teknis dan Prospek BTC ke Depan

Meskipun harga Bitcoin masih berjuang untuk mempertahankan posisinya di atas $85.000, volume perdagangan harian menunjukkan peningkatan yang signifikan, mencapai $11,96 miliar. Dalam tujuh hari terakhir, harga BTC telah naik hampir 3%, menandakan tren positif yang berkelanjutan.

Dari sisi teknikal, pola pembalikan double-bottom pada level $78.000 dan $76.000 mengindikasikan kemungkinan pergerakan menuju level $114.000. Para analis juga menilai bahwa hambatan jangka pendek bagi BTC kini telah teratasi, membuka peluang bagi kenaikan harga lebih lanjut.

Dengan kombinasi faktor fundamental yang kuat dan indikator teknikal yang mendukung, Bitcoin berpotensi melanjutkan reli kenaikannya dalam waktu dekat. Investor kini mencermati pergerakan pasar dengan harapan BTC dapat mencapai level baru yang lebih tinggi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pola Bullish Bitcoin Kembali Muncul, Sinyal Tren Naik Semakin Kuat

Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan pola bullish yang berpotensi memicu lonjakan harga signifikan. Selama beberapa bulan terakhir, aksi harga Bitcoin membentuk pola “falling wedge” yang kerap menjadi indikasi tren naik setelah penembusan.

Potensi Lonjakan Harga Bitcoin

Dilaporkan newsbtc, dalam unggahan di platform X, analis aset digital Mister Crypto mengungkapkan bahwa pola “falling wedge” yang terbentuk pada grafik Bitcoin saat ini menyerupai pola sebelumnya yang telah mendorong lonjakan harga besar.

Menurutnya, dalam dua tahun terakhir, Bitcoin telah mengalami kenaikan rata-rata 67,5% dalam 54 hari setelah pola serupa terbentuk. Jika tren ini berlanjut, Bitcoin diperkirakan dapat melonjak hingga 77% setelah penembusan pola saat ini, yang berpotensi membawa pasar ke tren bullish yang kuat di kuartal kedua 2025.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 23 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 23 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Investor Menunjukkan Kepercayaan Diri

Sementara itu, analis pasar Ali Martinez melaporkan bahwa investor telah menarik 10.000 BTC senilai sekitar $842,9 juta dari bursa kripto ke dompet pribadi.

Data dari CryptoQuant menunjukkan bahwa arus keluar ini menandakan kepercayaan investor terhadap potensi apresiasi harga Bitcoin dalam jangka panjang, mengingat aset yang ditarik dari bursa umumnya cenderung tidak segera dijual.

Harga Bitcoin Saat Ini dan Level Penting

Saat berita ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di angka $84.309, mencatatkan sedikit penurunan 0,14% dalam 24 jam terakhir dan 0,39% dalam sepekan. Untuk mengonfirmasi tren naik, BTC harus mampu menembus level $84.700 tanpa mengalami retracement. Level resistensi berikutnya berada di $86.800 dan $90.774, yang dapat menjadi penentu arah pergerakan harga selanjutnya.

Dengan pola bullish yang semakin jelas dan meningkatnya kepercayaan investor, pasar kini menantikan apakah Bitcoin dapat mempertahankan momentum ini dan memasuki fase reli baru dalam beberapa bulan ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

BlackRock: Staking Bisa Meningkatkan Performa ETF Ethereum

BlackRock, perusahaan investasi global, menyatakan bahwa penambahan fitur staking dapat meningkatkan performa dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Ethereum.

Hal ini diungkapkan oleh Robert Mitchnick, kepala aset digital BlackRock, dalam Digital Asset Summit di New York seperti dilaporkan Yolowire pada Sabtu (23/3).

Staking: Solusi untuk Ethereum ETF yang Lesu

Sejak diluncurkan musim panas lalu, minat terhadap ETF Ethereum terbilang lemah. Menurut Mitchnick, salah satu faktor utama penyebabnya adalah ketidakmampuan dana tersebut untuk menghasilkan keuntungan dari staking.

Staking adalah metode bagi investor untuk mendapatkan imbal hasil pasif dengan mengunci aset kripto mereka di jaringan blockchain untuk periode tertentu.

Dengan staking, investor bisa mendapatkan tambahan keuntungan tanpa harus menjual aset mereka.

Namun, saat ini fitur staking masih belum tersedia untuk ETF Ethereum dan Bitcoin di pasar kripto.

Mitchnick menegaskan bahwa staking memiliki peran penting dalam menghasilkan imbal hasil investasi di sektor ini.

Oleh karena itu, jika ETF Ethereum dapat menerapkan fitur staking, minat investor kemungkinan akan meningkat secara signifikan.

Tantangan Regulasi untuk Staking dalam ETF

Meskipun staking dapat memberikan keuntungan bagi investor, ada hambatan regulasi yang harus dihadapi.

Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) hingga kini menganggap layanan staking sebagai potensi sekuritas yang tidak terdaftar berdasarkan Howey Test. Akibatnya, staking dalam ETF hingga saat ini masih belum bisa diterapkan.

Namun, Mitchnick tetap optimistis bahwa di bawah regulasi yang lebih ramah terhadap kripto, staking dapat diadopsi dalam ETF Ethereum.

Jika hal ini terjadi, ETF berbasis Ethereum dapat memiliki daya tarik yang lebih tinggi bagi investor.

Ethereum dalam Tren Penurunan

Saat ini, Ethereum mengalami masa sulit dengan penurunan nilai sekitar 40% sepanjang tahun ini.

Bahkan, mata uang kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar ini mencatat kinerja kuartal pertama terburuk sejak peluncurannya pada 2015.

BlackRock, yang menerbitkan iShares Ethereum Trust ETF (ETHA), juga mengalami dampak negatif dengan penurunan nilai hingga 43% sepanjang tahun ini.

Dengan kondisi ini, adopsi staking dalam ETF Ethereum bisa menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya tarik dan performa aset tersebut di pasar.

BlackRock melihat staking sebagai solusi potensial untuk meningkatkan daya tarik ETF Ethereum yang saat ini masih lesu.

Namun, tantangan regulasi dari SEC bisa menjadi penghalang utama dalam penerapan fitur ini.

Jika regulasi ke depan lebih mendukung, staking dalam ETF Ethereum bisa menjadi langkah signifikan dalam meningkatkan keuntungan bagi para investor.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Toncoin (TON) Menguat ke Level Rp 38 Ribu

Harga Toncoin (TON) menunjukkan tren kenaikan yang stabil setelah mengalami rebound di level $2,36 (Rp 38 ribu).

Berdasarkan laporan terbaru dari Newsbtc pada Sabtu (22/3), tidak seperti aset kripto lain yang sering mengalami volatilitas tinggi, TON berhasil mempertahankan kenaikan yang konsisten.

Hal ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor dan stabilitas pasar yang kuat.

Menjaga Level Support Kunci

Salah satu faktor utama di balik pergerakan positif Toncoin adalah kemampuannya dalam mempertahankan level support kunci.

Dengan tetap berada di atas level $2,36 (Rp 38 ribu), TON mencegah koreksi besar dan memungkinkan pembeli untuk mengendalikan tren harga.

Pergerakan harga Toncoin (TON/USDT) pada Sabtu, 22 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Toncoin (TON/USDT) pada Sabtu, 22 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Potensi Uji Level Resistensi

Saat ini, Toncoin sedang mendekati level resistensi $4,34 (Rp 71 ribu) dan rata-rata pergerakan sederhana (SMA) 100 hari.

Jika tekanan beli terus meningkat, harga TON berpotensi menembus level ini dan melanjutkan tren naiknya menuju resistensi berikutnya di $6,13 (Rp 101 ribu).

Indikator Teknikal Menguatkan Tren Bullish

Indikator teknikal seperti MACD menunjukkan bahwa momentum tetap berpihak pada pembeli.

Namun, tekanan resistensi yang semakin besar dapat menyebabkan volatilitas dalam pergerakan harga.

Jika tekanan beli tetap kuat, Toncoin berpeluang mencapai level tertinggi sepanjang masa di $7,29 (Rp 120 ribu).

Volume Perdagangan Meningkat

Analisis volume perdagangan menunjukkan peningkatan lebih dari 10%, yang menandakan partisipasi pasar yang tinggi.

Jika volume terus bertambah seiring dengan kenaikan harga, ini akan mengonfirmasi kekuatan tren naik dan memperbesar peluang kenaikan lebih lanjut.

Risiko Penurunan Potensial

Meskipun prospek bullish terlihat kuat, Toncoin tetap menghadapi risiko penolakan di level resistensi utama.

Jika harga Toncoin gagal menembus level resistensi dan mengalami koreksi, maka support di $2,36 (Rp 36 ribu) menjadi area penting untuk diuji kembali.

Sebaliknya, seandainya harga turun di bawah level ini, tekanan jual bisa meningkat dan menghambat pemulihan harga.

Toncoin menunjukkan momentum bullish yang kuat dengan dukungan teknikal dan meningkatnya volume perdagangan.

Jika berhasil menembus resistensi utama, TON berpotensi melanjutkan reli ke level yang lebih tinggi.

Namun, investor tetap perlu mewaspadai risiko koreksi di area support untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan tren pasar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Cetak Rekor Open Interest, Harga ETH Bakal Menyusul?

Ethereum (ETH) mencatatkan rekor baru dalam open interest kontrak futures pada 21 Maret 2025 berdasarkan laporan terbaru dari Cointelegraph pada Sabtu (22/3).

Meskipun demikian, harga ETH justru mengalami penurunan, memicu pertanyaan apakah tren ini akan berlanjut ke kenaikan harga atau justru sebaliknya.

Open Interest Ethereum Mencapai Rekor Tertinggi

Open interest dalam kontrak futures Ethereum melonjak 15% dalam dua minggu terakhir, mencapai 10,23 juta ETH.

Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa Binance, Gate.io, dan Bitget menguasai 51% dari total pasar, sementara Chicago Mercantile Exchange (CME) memegang 9%.

Namun, tidak seperti Bitcoin, di mana CME menjadi pemain utama, Ethereum masih lebih banyak didominasi oleh bursa kripto lainnya.

Minat Terhadap Long Position ETH Menurun

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 22 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 22 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Biasanya, peningkatan open interest mencerminkan minat investor institusional, tetapi kali ini ada indikasi bahwa leverage di sisi pembelian (long) melemah.

Premi tahunan untuk futures ETH dua bulan turun di bawah 4% pada 21 Maret, dari sebelumnya 5%.

Hal ini menandakan bahwa trader tidak terlalu tertarik menggunakan strategi “cash and carry,” yang umumnya menguntungkan ketika ada premi yang lebih tinggi.

Faktor Makroekonomi dan Penurunan Biaya Jaringan Ethereum

Selain itu, tekanan terhadap harga ETH juga dipicu oleh beberapa faktor eksternal. Salah satunya adalah arus keluar dari ETF berbasis Ether di Amerika Serikat yang mencapai $307 juta dalam dua minggu terakhir.

Ketidakpastian makroekonomi, termasuk perang tarif global, inflasi, dan pengurangan anggaran pemerintah AS, turut memperburuk sentimen investor.

Di sisi lain, meskipun Ethereum telah berhasil beralih ke mekanisme proof-of-stake dan memperkenalkan fitur skalabilitas baru seperti blob space, hal ini justru menciptakan tantangan baru.

Biaya transaksi yang rendah di layer-2 membuat pendapatan validator berkurang. Sementara permintaan terhadap aplikasi terdesentralisasi (DApps) juga menurun.

Apakah Harga ETH Akan Mengikuti Tren Open Interest?

Meskipun open interest Ethereum berada di titik tertinggi, tidak ada indikasi bahwa ini terjadi karena sentimen bullish yang kuat.

Sebaliknya, data menunjukkan bahwa permintaan untuk posisi long masih lemah. Dengan berbagai tantangan dari sisi makroekonomi hingga ekosistem Ethereum itu sendiri, investor masih bersikap hati-hati terhadap pergerakan harga ETH dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin di Titik Terendah? Prediksi $200.000 Semakin Dekat

Volatilitas Bitcoin (BTC) semakin mereda setelah mengalami kapitulasi besar-besaran. Saat artikel ini ditulis, harga Bitcoin berada di angka $84.278,83, berhasil pulih dari penurunan sebelumnya.

Menurut laporan Coingape, pergerakan harga seperti ini, pertanyaan besar yang muncul adalah: Apakah BTC sudah menemukan titik dukungan yang kuat di level $84.000, atau ada kemungkinan koreksi lebih lanjut?

Metrik Kunci yang Perlu Diperhatikan

Data dari Glassnode menunjukkan bahwa Pemegang Jangka Pendek Bitcoin (STH) berada di bawah tekanan besar. Kerugian yang belum terealisasi dari kelompok ini terus meningkat, mendekati batas dua standar deviasi. Namun, meskipun terjadi tekanan besar, angka ini masih dalam batas pasar bullish historis.

Sebagai perbandingan, penurunan ini tidak sebesar aksi jual Mei 2021 yang mencapai titik tertinggi sepanjang masa. Glassnode mencatat bahwa kerugian 30 hari STH saat ini sekitar $7 miliar, jauh di bawah peristiwa kapitulasi sebelumnya yang mencatatkan kerugian sebesar $19,8 miliar dan $20,7 miliar pada tahun 2021-2022.

Setelah mencapai rekor tertinggi di atas $109.000 pada Januari lalu, harga BTC mengalami penurunan sebesar 22,79%. Beberapa ahli memperkirakan BTC masih bisa turun lebih dari 35%, tetapi terbatasnya jumlah pemegang yang menjual bisa menjadi fondasi kuat untuk pemulihan harga ke depannya.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 21 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 22 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Bitcoin Sudah Mencapai Titik Terendah? Ini Faktor yang Bisa Memicu Reli

Dalam seminggu terakhir, Bitcoin bergerak dalam kisaran harga yang ketat, antara level terendah $81.300 dan tertinggi $87.320. Beberapa analis pasar meyakini bahwa BTC sudah mencapai titik terendah dan siap untuk rebound.

Sejumlah faktor mendukung optimisme ini:

  1. Dukungan Institusional: Beberapa perusahaan besar, seperti Strategy, terus meningkatkan kepemilikan Bitcoin melalui produk investasi mereka.
  2. Likuiditas Pasar Global: Pasokan Uang Global M2 menunjukkan peningkatan, memberikan landasan positif bagi pertumbuhan BTC.
  3. Dukungan Regulasi: Perubahan kebijakan di beberapa lembaga pemerintah mulai membuka peluang lebih besar bagi aset kripto.
  4. Dukungan dari Donald Trump: Dalam Digital Asset Summit baru-baru ini, mantan Presiden AS Donald Trump menegaskan kembali komitmennya untuk menjadikan AS sebagai pusat kripto dunia. Kebijakan ini memberikan sentimen positif bagi investor.

Seberapa Tinggi Bitcoin Bisa Naik?

Meski mengalami perlambatan dalam beberapa minggu terakhir, banyak analis tetap optimis dengan prospek Bitcoin. CIO Bitwise, Matt Hougan, bahkan mempertahankan prediksi bahwa harga BTC bisa mencapai $1 juta pada tahun 2029. Ia berpendapat bahwa faktor makroekonomi akan mendorong harga BTC dalam jangka panjang.

Sementara itu, prediksi yang lebih konservatif menyebutkan bahwa BTC dapat melampaui $200.000 dalam waktu dekat. Dengan semakin berkembangnya adopsi institusional dan meningkatnya permintaan terhadap ETF Bitcoin, harga BTC tampaknya memiliki masa depan yang sangat menjanjikan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga XRP Melonjak ke Rp 41 Ribu: Mampukah Tembus Rp 43 Ribu?

Harga XRP berhasil menembus level resistensi $2,50 (Rp 41 ribu) setelah mengalami kenaikan +14%.

Berdasarkan laporan terbaru dari Ambcrypto pada Jumat (21/3), lonjakan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap XRP, yang didukung oleh akumulasi strategis dari investor besar serta meningkatnya aktivitas jaringan XRP Ledger.

Peningkatan Aktivitas di Jaringan XRP Ledger

Pertumbuhan harga XRP rupanya sejalan dengan peningkatan jumlah alamat aktif di jaringan.

Data dari CryptoQuant menunjukkan bahwa jumlah alamat aktif pada Maret 2025 mencapai 70.000, meningkat enam kali lipat dibandingkan dengan dua bulan pertama tahun ini.

Investor Besar Terus Menambah Kepemilikan XRP

Data dari Santiment menunjukkan bahwa pemegang besar XRP dengan lebih dari 1 juta token telah meningkatkan kepemilikannya sebesar 6,5% dalam dua bulan terakhir, mencapai total 46,4 miliar token.

Tren ini menegaskan bahwa kepercayaan investor institusional terhadap XRP semakin kuat.

Breakout Mengindikasikan Kenaikan Menuju $3 (Rp 43 ribu)

Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Jumat, 21 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Jumat, 21 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Selama 12 hari, XRP berulang kali mencoba menembus resistensi di $2,50 (Rp 41 ribu), tetapi gagal.

Namun, dengan akhirnya berhasil menutup di atas level ini, XRP memulai siklus kenaikan baru yang berpotensi membawa harga menuju level resistensi berikutnya di $3,00 (Rp 43 ribu).

XRP Makin Mandiri dari Pasar Altcoin

Berbeda dengan kebanyakan altcoin, XRP menunjukkan pergerakan harga yang lebih independen.

Dengan lonjakan dari $0,60 di awal 2024 ke $2,50 pada Maret 2025, XRP semakin menjauh dari pola pergerakan pasar altcoin lainnya, menunjukkan daya tariknya sebagai aset investasi jangka panjang.

SEC Hentikan Gugatan, Regulasi XRP Semakin Jelas

Salah satu faktor utama yang mendorong lonjakan harga XRP adalah keputusan SEC untuk menghentikan banding terhadap Ripple.

Dengan demikian, keputusan Juli 2023 yang menyatakan bahwa XRP bukanlah sekuritas dalam perdagangan sekunder tetap berlaku, menghilangkan hambatan regulasi yang sebelumnya membayangi aset ini.

Dampak Positif Regulasi Terhadap Harga XRP

Kejelasan regulasi ini memberikan sentimen positif bagi investor ritel maupun institusi, mendorong lebih banyak partisipasi di pasar XRP.

Dengan aturan yang lebih jelas, XRP kini dapat fokus pada pengembangan bisnis, terutama dalam sektor pembayaran lintas batas.

Prospek XRP ke Depan

Dengan meningkatnya aktivitas jaringan, partisipasi investor besar, dan kejelasan regulasi, XRP berpeluang besar untuk terus menguat.

Jika momentum ini berlanjut, XRP bisa mencapai dan menembus level psikologis $3 dalam waktu dekat.

Posisi XRP Semakin Kuat di Pasar Kripto

Lonjakan XRP ke $2,50 menandai kepercayaan pasar yang semakin besar terhadap aset ini.

Dengan fundamental yang kuat dan prospek regulasi yang lebih baik, XRP kini berada di jalur yang tepat untuk mencapai harga yang lebih tinggi, menjadikannya salah satu aset kripto yang patut diperhitungkan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tren Bitcoin 24-28 Maret 2025: PCE adalah Kunci by Hoteliercrypto

Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.

Prediksi data kita minggu ini cukup akurat, Harga Rumah Tiongkok naik tanda inflasi Yuan dimulai walau sangat pelan (Housing price index), Retail Sales AS naik, tetapi tetap dianggap lesu karena dibawah forecast yang +0.6% actualnya hanya +0.2%, Index Kontraktor pembangunan rumah turun (NAHB), namun Housing starts naik sesuai prediksi, artinya inflasi AS bottom di Februari 2025. Inflasi AS setelah ini akan kembali naik. 

Saya tahu sedari awal December, Fed akan pause di bulan Maret, tetapi saya ambil jalan kiri dengan prediksi potong suku bunga, saya ingin tahu siapa yang punya pemikiran sama, dan saya temukan James E. Thorne serta Nick Timiraos punya pendapat sama. Saya senang saya telah berada dalam level pemikiran orang besar. Walaupun prediksinya salah, dan itupun telah saya jelaskan di siang hari saat hari FOMC. 

Bitcoin naik bukan saat Suku bunga ditetapkan pause, Bitcoin naik saat Powell mengatakan akan memperlambat QT pada 1 April 2025. Saya jelaskan efek mengurangi QT  dari 25 Milyar dollar menjadi hanya 5 milyar per bulan adalah sama dengan pemotongan suku bunga 25 bps, itu berkurang -80% dan pasti Jumlah edar uangnya naik. Bitcoin tembus 87K.

Hari ini kita akan dapati claim data naik, bentuk nyata dari ketidaksesuain Presiden Trump yang menjanjikan ekonomi akan Boom, setidaknya sekarang. Tariff akan menaikan inflasi dan sudah terlihat bahwa pengangguran akan naik sehingga NFP Maret juga akan lesu.

Kunci dari Tren Bitcoin minggu depan adalah naiknya RRP 3 hari terakhir di akhir bulan, 26-27-28 Maret 2025, ketika RRP naik drastis, Bitcoin cenderung melemah kecuali ada sentimen yang mampu melebihi jumlah uang RRP yang ditarik seperti Bitcoin reserve dll.

Data Minggu Depan

Mari kita bedah data minggu depan:

Senin, 24 Maret 2025

21.45 WITA: S&P Global Manufacturing Index

Jika Manufacturing PMI naik, maka DXY naik, aturan siapa itu? Ya aturan yang tertulis di Investing.com bukan aturan saya. 

Jika DXY naik maka Bitcoin turun, tetapi tidak semua keadaan baku begini, DXY naik Bitcoin turun jika kenaikan DXY terjadi akibat ekonomi yang naik, ekonomi yang naik itu dapat dilihat dari survey belanja pabrik ini (PMI), PMI AS sudah naik di 23 Maret dan bagus hasilnya di 52.7. Sedangkan saya amati Caixin PMI Tiongkok juga naik.

Data Tiongkok selalu lagging dari AS, maka itu saya prediksi PMI Manufacturing AS akan jatuh sehingga DXY juga rontok. Alasannya Dunia ini satu, pembelinya ya itu-itu ajah, penjualnya juga itu-itu ajah. Maka jika Caixin PMI Tiongkok naik, seharusnya punya AS turun.

Kita tidak perlu punya dua barang dirumah, masa dirumah ada 2 mesin cuci kalau anggota keluarganya cuma 3. Satu cukuplah, dan produk AS selalu lebih mahal dari Made in manapun.

Kira-kira begini candle hari Senin. Senin dapat berakhir hijau akibat RRP yang turun.

Selasa, 25 Maret 2025

22.00 WITA: House Price Index 

Kenaikan harga rumah adalah tanda inflasi naik. Rumah adalah giffen goods, semakin banyak dibangun semakin naik harganya. NAHB yang turun dibulan Februari semakin memastikan bahwa harga rumah akan cenderung naik.

Jika rumah banyak saja harganya naik, apalagi jumlah rumah sedikit. Wacana stimulus berupa pemotongan pajak oleh Trump itu dihasilkan dari harga rumah. Jika harga rumah naik maka inflasi naik.

23.00 WITA: New Home Sales

Keputusan Powell menahan suku bunga beralasan bahwa supply rumah masih bagus. Dengan angka New Home sales yang sudah jatuh minggu lalu namun housing starts naik, saya pikir data perumahan akan naik.

Housing starts yang naik, Housing Price yang juga naik ditambah New Home Sales yang juga naik, sudah barang pasti inflasi bulan Maret akan naik juga. Jika New Home Sales naik, DXY akan naik, ditambah RRP naik, maka koreksi dimulai hari Rabu

23.00 WITA: Consumer Confidence

Consumer Confidence yang ambruk membuat Bitcoin naik bulan lalu. Dengan Retail sales yang lesu, saya pikir Consumer confidence tetap akan naik namun juga secara lesu, sama seperti Retail Sales.

Consumer Confidence adalah data kepercayaan diri masyarakat terhadap ekonomi negara. Jika Consumer Confidence naik maka DXY naik, ditambah RRP yang naik, wajar jika Bitcoin koreksi.

Kira-kira begini Candle hari Selasa:

Rabu, 26 Maret 2025

21.30 WITA: Durable Good Order

Durable Good Order adalah data belanja masyarakat barang tahan lama seperti Kulkas, TV, Furniture juga mobil. Jika Durable Good order naik maka DXY naik. Ditambah RRP yang naik, saya kira Bitcoin akan koreksi disini

Kamis, 27 Maret 2025

21.30: GDP AS

Kita dapati Retail sales masih naik, housing starts masih naik, dan bahkan walaupun Powell sudah pause, Ekonomi AS masih dilevel Low Hiring low firing. GDP akan menggambarkam kelesuan tersebut dan Bitcoin hanya akan naik kalau ada kabar stimulus oleh Trump

23.00 WITA: Pending Home Sales

Pending home sales adalah jumlah rumah yang terjual tapi baru pengajuan KPR, belum disetujui. Jika Pending Home Sales naik maka DXY naik. Angka yang sudah -4.6% seharusnya sudah bottom, ditandai dengan housing starts yang naik maka seharusnya Pending Home Sales naik juga. 

GDP yang naik dibarengi Pending Home Sales naik ditambah RRP naik, maka Bitcoin koreksi adalah wajar.

Kira-kira begini candle hari Kamis:

Jum’at, 28 Maret 2025

21.30 WITA: Personal Consumption Expenditure – PCE

Jika PCE naik artinya konsumsi masyarakat naik, jika sampai PCE turun maka artinya inflasi masyarakat telah mengganggu belanja masyarakat. Jika PCE masih naik maka ekonomi masyarakat masih dipandang tangguh, itulah dasar Powell pause suku bunga kemaren.

Powell tidak gentar dengan gertakan Presiden Trump, jika angka PCE masih menunjukkan ketangguhan, kenapa harus cut. Saya yakin ini dapat menjadi acuan jika FOMC Mei akan potong. 

Kira-kira candle hari Jumat akan naik karena PCE tapi akan dihapus oleh kenaikan RRP yang besar.

Sabtu, 30 Maret 2025

Kenapa kok Claim data sekarang hari Sabtu ya? 

Jika Claim data naik maka DXY akan rontok.

SELAMAT HARI RAYA NYEPI CAKA 1947

Dumogi Santi Jagat Bali Lan Nyane Sedaging Sutrepti.

Om Shanti, Shanti, Shanti Om

🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏

Disclaimer : Analisa saya hanyalah bentuk kebebasan berpendapat dan menuangkan segala apa yang ada didalam pikiran saya, Saya tidak boleh dijadikan acuan apalagi nasehat keuangan, tujuan saya berbagi hanyalah semata-mata memperkaya pendapat yang ada di pasar. Menggunakan data saya dapat dipastikan mengalami kerugian, sangkut menahun dan belum pasti cuan, silahkan melakukan analisa sendiri dan jangan menebeng nasib, karena nasib saya juga sangkut setahun lebih.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

BlackRock Borong 2.660 BTC, Bitcoin Jadi Alternatif Moneter?

BlackRock, raksasa manajemen aset dengan total dana kelolaan mencapai USD 11,5 triliun (sekitar Rp 181 ribu triliun), kembali menunjukkan ketertarikannya pada Bitcoin.

Menurut laporan The Defiant, perusahaan ini baru saja membeli 2.660 BTC senilai USD 218 juta (sekitar Rp 3,4 triliun), menjadikannya sebagai salah satu pembelian terbesar dalam lebih dari satu bulan terakhir.

Langkah ini bukan yang pertama bagi BlackRock. Sebelumnya, mereka telah melakukan serangkaian pembelian Bitcoin dengan total nilai mencapai USD 42,3 juta dan USD 45 juta dalam beberapa hari terakhir. Keputusan ini memperkuat posisi BlackRock sebagai salah satu institusi keuangan tradisional yang semakin serius dalam mengadopsi aset digital.

Bitcoin: Alternatif Moneter Global

Yang menarik, BlackRock secara terbuka menyebut Bitcoin sebagai “alternatif moneter global yang baru muncul.” Pernyataan ini mengindikasikan pergeseran besar dalam cara lembaga keuangan konvensional memandang aset kripto.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Tidak hanya itu, BlackRock juga merilis video edukasi untuk para investornya mengenai aset digital. Langkah ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mengenalkan Bitcoin dan perannya dalam lanskap keuangan modern.

Dengan semakin banyaknya institusi besar seperti BlackRock yang masuk ke pasar kripto, Bitcoin semakin dipandang sebagai instrumen investasi yang lebih mainstream dan berpotensi menjadi bagian penting dari sistem keuangan global di masa depan.

Apakah ini pertanda bahwa Bitcoin semakin diakui sebagai aset yang bisa bersaing dengan mata uang tradisional? Hanya waktu yang bisa menjawabnya, tetapi satu hal yang pasti: adopsi institusional terhadap Bitcoin terus meningkat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com