Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan volatilitas ekstrem, dengan data dari TradingView dan Glassnode mencatat lonjakan fluktuasi harga mendekati rekor tertinggi dalam siklus ini.
Mengutip laman Cointelegraph dan Thedefiant pada Kamis (6/3), ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh perang dagang dan rencana cadangan kripto nasional semakin memperburuk kondisi pasar.
Faktor Pemicu Lonjakan Volatilitas
Berdasarkan laporan Glassnode, volatilitas Bitcoin dalam periode satu dan dua minggu telah melampaui 80%.
Sementara itu, rata-rata true range (ATR), indikator volatilitas lainnya, mencapai lebih dari 4.900 dibandingkan sekitar 3.000 pada akhir Februari.
Dampak Penurunan Harga Bitcoin
Sejak mencapai harga tertinggi sepanjang masa sekitar $109.000 pada Desember lalu, harga Bitcoin telah turun hampir 30% hingga 5 Maret.
Penurunan ini juga berdampak pada altcoin seperti Ethereum (ETH) dan Solana (SOL), yang masing-masing turun lebih dari 50% dari puncaknya.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 6 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pengaruh Tarif dan Cadangan Kripto AS
Pada 4 Maret, Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif 25% terhadap Kanada dan Meksiko, yang memicu ketidakpastian pasar.
Sebelumnya, optimisme sempat meningkat ketika Trump mengumumkan rencana cadangan kripto AS yang mencakup BTC, ETH, XRP, dan Cardano (ADA) pada 2 Maret.
Namun, reaksi pasar menunjukkan bahwa faktor makroekonomi lebih dominan dibandingkan sentimen positif dalam industri kripto.
Penurunan Tajam dan Likuidasi Besar-Besaran
Setelah menyentuh $93.000 pada 3 Maret, harga Bitcoin anjlok ke $82.000 akibat sentimen negatif dari kebijakan tarif.
Data menunjukkan bahwa lebih dari $1 miliar likuidasi terjadi di pasar derivatif kripto akibat fluktuasi harga yang ekstrem, dengan Bitcoin menyumbang sekitar $126 juta dan Ethereum $52 juta.
Pemulihan Harga Pasca Relaksasi Tarif
Pasar kripto mulai bangkit kembali setelah Presiden Trump melonggarkan tarif impor otomotif dari Kanada dan Meksiko, memberikan kelegaan bagi para investor.
Bitcoin kembali naik di atas $90.000, sementara Ethereum naik 3% ke $2.200 dan SOL menguat 2,5%.
Kapitalisasi pasar kripto pun meningkat 1,7% dalam 24 jam terakhir, menembus angka $3,05 triliun.
Kinerja Altcoin dan Indikator Sentimen Pasar
Di tengah reli pasar, beberapa altcoin mencatat kinerja yang luar biasa. Bitcoin Cash (BCH) melonjak 24%, sementara Jito (JTO) dan ONDO masing-masing naik 16%.
Namun, beberapa aset digital seperti Celestia (TIA) dan Toncoin (TON) mengalami penurunan sekitar 3%.
Indikator Sentimen Pasar: Extreme Fear
Indeks Ketakutan dan Keserakahan Bitcoin naik menjadi 20 setelah pemulihan harga, namun masih berada dalam kategori ‘Extreme Fear’.
Grafik ini mencerminkan ketidakpastian yang masih tinggi di kalangan investor, meskipun ada pemulihan harga.
Lonjakan volatilitas Bitcoin mencerminkan dampak besar faktor makroekonomi terhadap pasar kripto.
Kebijakan tarif AS dan rencana cadangan kripto menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan harga.
Investor perlu tetap waspada terhadap perkembangan geopolitik dan kebijakan ekonomi yang dapat terus mempengaruhi pasar dalam waktu dekat.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pemerintah federal Amerika Serikat (AS) telah memutuskan untuk hanya membeli Bitcoin dalam cadangan kripto strategisnya.
Menurut sumber yang dikutip oleh Cryptointelligence, meskipun sebelumnya ada pengumuman bahwa berbagai aset kripto seperti Ethereum (ETH), Solana (SOL), Cardano (ADA), dan Ripple (XRP) akan dimasukkan, pemerintah hanya akan aktif membeli Bitcoin.
Dampak Pengumuman terhadap Pasar Kripto
Setelah pengumuman ini, pasar kripto merespons dengan lonjakan harga signifikan. Bitcoin naik lebih dari 11% ke $94.164, sementara Ethereum meningkat 13% ke $2.516.
XRP, Solana, dan Cardano juga mengalami kenaikan. Namun, antusiasme ini tidak bertahan lama karena pada 3 Maret 2025, harga Bitcoin kembali terkoreksi ke $86.000, mencerminkan volatilitas tinggi dalam pasar kripto.
Implikasi Strategis bagi Keuangan Nasional
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 6 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Keputusan ini mencerminkan diversifikasi strategi cadangan nasional AS. Dengan menambahkan aset digital seperti Bitcoin, pemerintah berupaya meningkatkan fleksibilitas dan ketahanan finansial negara.
Federico Brokate, kepala bisnis AS di 21Shares, menyebut langkah ini sebagai sinyal keterlibatan aktif pemerintah dalam ekonomi kripto.
Kritik dan Tantangan
Keputusan ini tidak lepas dari kritik. Beberapa ekonom menilai langkah tersebut berisiko karena volatilitas tinggi Bitcoin.
Selain itu, kurangnya regulasi di pasar kripto menimbulkan kekhawatiran terkait stabilitas finansial dan potensi penyalahgunaan.
Kritik lainnya menyebut bahwa kebijakan ini bisa menguntungkan investor besar yang telah memiliki Bitcoin dalam jumlah yang besar.
Meskipun kebijakan ini menandai era baru dalam pengelolaan cadangan kripto nasional, risiko dan tantangan tetap menjadi perhatian utama.
Dengan pasar kripto yang terus berkembang, langkah pemerintah AS ini akan menjadi sorotan utama dalam industri aset digital global.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Ethereum (ETH) mengalami kenaikan harga sebesar 14,2% setelah pulih dari level support $2,000 (Rp 32,6 juta) pada 4 Maret.
Namun, harga Ethereum kesulitan untuk menembus angka $2.200 (Rp 35,8 juta) dan tertinggal 11% dibandingkan dengan pasar kripto secara keseluruhan dalam dua minggu terakhir.
Hal ini disebabkan beberapa faktor utama yang menjadi penghambat Ethereum untuk kembali bullish. Berikut faktor utama yang menjadi penghambat Ethereum untuk kembali bullish.
Aktivitas Onchain yang Melemah
Cointelegraph melaporkan pada Kamis (6/3) bahwa salah satu penyebab utama stagnasi harga Ethereum adalah menurunnya aktivitas onchain.
Data menunjukkan volume transaksi di beberapa platform utama berbasis Ethereum mengalami penurunan signifikan.
Misalnya, Curve Finance mengalami penurunan aktivitas hingga 49%, sementara Pendle mencatat penurunan sebesar 16% dalam periode yang sama.
Penurunan Total Value Locked (TVL)
Total Value Locked (TVL) Ethereum turun 13% dalam dua minggu terakhir menjadi $50,8 miliar.
Penurunan ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap Ethereum sebagai ekosistem DeFi sedang melemah.
Sebagai perbandingan, TVL BNB Chain hanya turun 8% di periode yang sama, meskipun dengan nilai yang jauh lebih kecil sebesar $5,1 miliar.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 6 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Kekhawatiran terhadap Emisi ETH
Penurunan aktivitas transaksi juga menyebabkan penurunan biaya transaksi rata-rata Ethereum hingga di bawah $1 untuk pertama kalinya sejak Juli 2020.
Meskipun biaya transaksi yang lebih rendah dapat meningkatkan adopsi, tapi kondisi yang sama juga menunjukkan lemahnya permintaan jaringan.
Ditambah lagi, mekanisme burn ETH yang diperkenalkan melalui EIP-1559 tidak cukup untuk menyeimbangkan peningkatan pasokan akibat ekspansi solusi layer-2.
Outflow dari Spot ETF Ethereum
Dalam kurun waktu 19 Februari hingga 4 Maret 2025, ETF Ethereum mengalami outflow bersih sebesar $336 juta.
Nilai tersebut mencerminkan bahwa minat institusional terhadap ETH semakin menurun, terutama dengan adanya spekulasi bahwa Solana (SOL) bisa mendapatkan persetujuan ETF di AS.
Saat ini, hanya Bitcoin dan Ethereum yang memiliki status tersebut, namun dominasi ETH dalam ETF tampaknya mulai tergerus.
Tantangan dari Regulasi dan Kebijakan AS
Ethereum juga menghadapi ketidakpastian dari sisi regulasi. Pada 7 Maret nanti, Gedung Putih akan mengadakan pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan kripto untuk membahas kebijakan aset digital strategis di bawah pemerintahan Donald Trump.
Laporan menyebutkan bahwa Bitcoin mungkin akan diberikan status khusus, sementara peluang Ethereum untuk mendapatkan pengakuan serupa masih dipertanyakan.
Ethereum menghadapi tantangan besar untuk kembali menguat di atas $2.200. Melemahnya aktivitas onchain, penurunan TVL, peningkatan pasokan ETH, serta spekulasi terkait regulasi dan ETF menjadi faktor utama yang menghambat pertumbuhan harga ETH.
Dengan kondisi ini, investor masih menunggu langkah selanjutnya dari jaringan Ethereum, terutama dalam hal peningkatan ekosistem dan adopsi teknologi baru.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Bitcoin selalu memperlihatkan pergerakan yang sangat menarik setiap tahunnya, termasuk selama bulan Ramadan.
Pada artikel ini akan membandingkan pergerakan Bitcoin selama bulan Ramadahan dalam 4 tahun terakhir, bagaimana pergerakannya? Yuk simak baik-baik!
Pergerakan Bitcoin Selama Bulan Ramadan 2021
Periode Ramadan tahun 2021 dimulai pada malam Senin, 12 April 2021, dan berakhir pada Rabu, 11 Mei 2021.
Selama Ramadan 2021, pergerakan harga Bitcoin mengalami volatilitas yang cukup signifikan. Pada hari pertama, harga Bitcoin berada di 59,863, mengalami kenaikan tajam pada hari ke 2 sebesar 6.14%. Pada pertengahan Ramadan, harga Bitcoin mengalami beberapa penurunan signifikan, termasuk total penurunan 8$ pada hari ke 10 dan 11.
Meskipun ada beberapa hari dengan kenaikan kecil, tren keseluruhan menunjukkan penurunan. Pada hari ke-30, harga Bitcoin ditutup pada $56,695.70 dengan penurunan total -5.29% selama periode Ramadan ini.
Hari
Harga
Perubahan %
Hari
Harga
Perubahan %
Hari ke-1
59,863.80
-0.19%
Hari ke-16
55,036.50
1.88%
Hari ke-2
63,540.90
6.14%
Hari ke-17
54,841.40
-0.35%
Hari ke-3
62,980.40
-0.88%
Hari ke-18
53,560.80
-2.34%
Hari ke-4
63,216.00
0.37%
Hari ke-19
57,720.30
7.77%
Hari ke-5
61,379.70
-2.90%
Hari ke-20
57,807.10
0.15%
Hari ke-6
60,041.90
-2.18%
Hari ke-21
56,603.80
-2.08%
Hari ke-7
56,207.10
-6.39%
Hari ke-22
57,169.80
1%
Hari ke-8
55,646.10
-1.00%
Hari ke-23
53,741.50
-6.00%
Hari ke-9
56,483.20
1.50%
Hari ke-24
57,441.30
6.88%
Hari ke-10
53,820.20
-4.71%
Hari ke-25
56,405.40
-1.80%
Hari ke-11
51,729.50
-3.88%
Hari ke-26
57,337.20
1.65%
Hari ke-12
51,143.60
-1.13%
Hari ke-27
58,840.10
2.62%
Hari ke-13
50,088.90
-2.06%
Hari ke-28
58,238.30
-1.02%
Hari ke-14
48,963.60
-2.25%
Hari ke-29
55,848.90
-4.10%
Hari ke-15
54,020.50
10.33%
Hari ke-30
56,695.70
1.52%
Pergerakan Bitcoin Selama Bulan Ramadan 2022
Periode Ramadan tahun 2022 dimulai pada malam Sabtu, 2 April 2022, dan berakhir pada Minggu, 1 Mei 2022.
Selama Ramadan 2022, pergerakan harga Bitcoin juga menunjukkan volatilitas yang cukup signifikan. Pada hari pertama, harga Bitcoin berada di 45,811.00. Pada bulan Ramadan ini, Bitcoin terlihat mengalami penurunan harga yang cukup konsisten dari awal hinggal tengah bulan Ramadan.
Penurunan signifikan lain, terjadi pada hari pada hari ke-25 , dengan penurunan sebesar -5.72% penurunan ini terus mengiringi Bitcoin sampai dengan akhir Ramadan 2022 yang ditutup pada harga 38,461 dengan penurunan total -16.05% selama periode Ramadan ini.
Hari
Harga
Perubahan %
Hari
Harga
Perubahan %
Hari ke-1
45,811.00
-1.05%
Hari ke-16
39,703.00
-1.68%
Hari ke-2
46,407.00
1.30%
Hari ke-17
40,803.00
2.77%
Hari ke-3
46,629.00
0.48%
Hari ke-18
41,503.00
1.72%
Hari ke-4
45,506.00
-2.41%
Hari ke-19
41,368.00
-0.33%
Hari ke-5
43,173.00
-5.13%
Hari ke-20
40,482.00
-2.14%
Hari ke-6
43,448.00
0.64%
Hari ke-21
39,709.00
-1.91%
Hari ke-7
42,275.00
-2.70%
Hari ke-22
39,418.00
-0.73%
Hari ke-8
42,767.00
1.16%
Hari ke-23
39,464.00
0.12%
Hari ke-9
42,138.00
-1.47%
Hari ke-24
40,427.00
2.44%
Hari ke-10
39,497.00
-6.27%
Hari ke-25
38,113.00
-5.72%
Hari ke-11
40,078.00
1.47%
Hari ke-26
39,243.00
2.96%
Hari ke-12
41,133.00
2.63%
Hari ke-27
39,748.00
1.29%
Hari ke-13
39,936.00
-2.91%
Hari ke-28
38,581.00
-2.94%
Hari ke-14
40,560.00
1.56%
Hari ke-29
37,650.00
-2.41%
Hari ke-15
40,382.00
-0.44%
Hari ke-30
38,461.00
2.15%
Pergerakan Bitcoin Selama Bulan Ramadan 2023
Periode Ramadan tahun 2023 dimulai pada malam Rabu, 22 Maret 2023, dan berakhir pada Kamis, 20 April 2023.
Selama Ramadan 2023, pergerakan harga Bitcoin menunjukkan fluktuasi yang cukup beragam. Pada hari pertama, harga Bitcoin berada di 27,261 dan dibuka dengan penurunan sebesar 3.03%. Sepanjang bulan hingga Bitcoin cenderung terlihat mengalami stagnasi dan sedikit penurunan.
Pada hari ke-26 Bitcoin kembali mengalami penurunan sebesar 2.89%, hingga pada akhir Ramadan, harga Bitcoin ditutup pada $28,240 dengan total penurunan -1.99%.
Hari
Harga
Perubahan %
Hari
Harga
Perubahan %
Hari ke-1
27,261.70
-3.03%
Hari ke-16
28,036.70
-0.49%
Hari ke-2
28,310.70
3.85%
Hari ke-17
27,910.40
-0.45%
Hari ke-3
27,462.20
-3.00%
Hari ke-18
27,941.20
0.11%
Hari ke-4
27,475.60
0.05%
Hari ke-19
28,326.60
1.38%
Hari ke-5
27,973.50
1.81%
Hari ke-20
29,641.00
4.64%
Hari ke-6
27,129.80
-3.02%
Hari ke-21
30,209.60
1.92%
Hari ke-7
27,262.20
0.49%
Hari ke-22
29,886.40
-1.07%
Hari ke-8
28,350.40
3.99%
Hari ke-23
30,387.40
1.68%
Hari ke-9
28,029.50
-1.13%
Hari ke-24
30,472.50
0.28%
Hari ke-10
28,473.70
1.58%
Hari ke-25
30,299.60
-0.57%
Hari ke-11
28,456.10
-0.06%
Hari ke-26
30,310.30
0.04%
Hari ke-12
28,198.30
-0.91%
Hari ke-27
29,434.90
-2.89%
Hari ke-13
27,802.10
-1.41%
Hari ke-28
30,382.20
3.22%
Hari ke-14
28,164.40
1.30%
Hari ke-29
28,813.70
-5.16%
Hari ke-15
28,173.50
0.03%
Hari ke-30
28,240.50
-1.99%
Pergerakan Bitcoin Selama Bulan Ramadan 2024
Periode Ramadan tahun 2023 dimulai pada malam Senin, 11 Maret 2024, dan berakhir pada Selasa, 9 April 2024.
Selama Ramadan 2024, pergerakan harga Bitcoin mengalami fluktuasi yang cukup dinamis. Di awal Ramadan, harga Bitcoin dibuka pada 72,099 dengan sedikit kenaikan.
Penurunan tajam terjadi pada hari kesembilan, dengan penurunan sebesar 8.20% ke 62,050. Meskipun dalam beberapa hari mengalami kenaikan, seperti pada hari ke sepuluh dengan kenaikan hingga 9.35%, tetapi Bitcoin kembali mengalami penurunan pada hari ke-23 sebesar -6.07%.
Pada akhir Ramadan, harga Bitcoin ditutup pada $69,148.00, dengan total penurunan -4.09%.
Hari
Harga
Perubahan %
Hari
Harga
Perubahan %
Hari ke-1
72,099.10
4.54%
Hari ke-16
69,999.30
0.15%
Hari ke-2
71,470.20
-0.87%
Hari ke-17
69,442.40
-0.80%
Hari ke-3
73,066.30
2.23%
Hari ke-18
70,762.10
1.90%
Hari ke-4
71,387.50
-2.30%
Hari ke-19
69,871.70
-1.26%
Hari ke-5
69,463.70
-2.69%
Hari ke-20
69,611.50
-0.37%
Hari ke-6
65,314.20
-5.97%
Hari ke-21
71,332.00
2.47%
Hari ke-7
68,391.20
4.71%
Hari ke-22
69,664.40
-2.34%
Hari ke-8
67,594.10
-1.17%
Hari ke-23
65,439.20
-6.07%
Hari ke-9
62,050.00
-8.20%
Hari ke-24
65,963.00
0.80%
Hari ke-10
67,854.00
9.35%
Hari ke-25
68,496.50
0.38%
Hari ke-11
65,503.80
-3.46%
Hari ke-26
67,830.60
-0.97%
Hari ke-12
63,785.50
-2.62%
Hari ke-27
68,890.60
1.56%
Hari ke-13
64,037.80
0.40%
Hari ke-28
69,360.40
0.68%
Hari ke-14
67,211.90
4.96%
Hari ke-29
71,630.10
3.27%
Hari ke-15
69,892.00
3.99%
Hari ke-30
69,148.00
-3.47%
Kesimpulan
Dilihat dari pola historisnya selama Ramadan 4 tahun terakhir yakni 2021, 2022, 2023, dan 2024 terlihat bahwa Bitcoin cenderung mengalami penurunan. Tren ini menunjukkan pola yang konsisten meskipun dengan tingkat penurunan yang bervariasi setiap tahunnya.
Pada 2021, harga mengalami penurunan total sebesar -5.29%. Tahun berikutnya, 2022, penurunan lebih tajam terjadi dengan total -16.05%, yang merupakan penurunan terbesar dari data di atas, hal ini mencerminkan kondisi pasar kripto yang sangat bergejolak pada tahun tersebut.
Pada 2023, penurunan lebih moderat sebesar -1.99%, menunjukkan stabilitas yang lebih baik dibandingkan dua tahun sebelumnya. Sementara pada 2024, penurunan sebesar –4.09% kembali terjadi, mengindikasikan bahwa volatilitas dengan dominasi penurunan harga masih menjadi karakteristik utama pergerakan harga Bitcoin selama bulan Ramadan.
Pola penurunan yang konsisten ini mungkin dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perubahan perilaku trading selama bulan Ramadan, sentimen pasar global, serta faktor makroekonomi lainnya.
Bagi investor, pemahaman akan pola historis ini dapat menjadi pertimbangan penting dalam strategi investasi mereka selama bulan Ramadan.
Sebagai investor, kamu dapat memanfaatkan penurunan ini sebagai waktu yang tepat untuk melakukan akumulasi. Salah satunya dengan menggunakan metode Dollar Cost Averaging (DCA) atau pembelian berkala yang bisa kamu lakukan dengan mudah di Tokocrypto melalui link berikut: Cara Mudah Pakai Fitur Recurring Buy (DCA) di Aplikasi Tokocrypto.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Sebagian besar dana hasil kejahatan ini telah dikonversi menjadi bitcoin (BTC), dengan total kepemilikan mencapai 6.706 BTC.
Dari 57 akun yang diperiksa, kelompok hacker asal Korea Utara itu diketahui telah menghabiskan hampir seluruh saldo awal mereka sebanyak 499.000 ETH.
Saat ini, hanya tersisa 0,1991871 ETH atau sekitar $432 dalam akun mereka. Konversi besar-besaran ke BTC ini menjadi indikasi bahwa kelompok tersebut telah berhasil mencuci dana mereka melalui berbagai transaksi.
Lazarus Group dan Aliran Dana Tak Terlacak
Arkham Intelligence juga melaporkan bahwa platform Thorchain telah memproses lebih dari $5,5 miliar dalam volume transaksi sejak serangan terhadap Bybit pada 21 Februari 2025 lalu.
Sebagian besar dana tersebut kini telah berpindah ke BTC, dengan transaksi yang dilakukan melalui jaringan alamat yang belum teridentifikasi oleh regulator.
BitcoinNews melaporkan pada Rabu (5/3) bahwa Pada 4 Maret 2025 pukul 15:30 ET, kepemilikan bitcoin Lazarus Group melonjak menjadi 6.706 BTC, dengan nilai sekitar $591 juta.
Meskipun jumlah aset mereka saat ini turun menjadi $619,5 juta dari $919 juta dua hari sebelumnya, peretas ini tetap aktif melakukan transaksi.
ETH Masih Beredar dalam Jaringan Lazarus Group
Meskipun sebagian besar ETH telah dikonversi ke BTC, jaringan dompet Lazarus Group yang berisi lebih dari 70 akun masih menyimpan sekitar 10.690 ETH.
Dana ini terus bergerak, dengan puluhan transaksi keluar yang tercatat dalam dua minggu terakhir.
Sayangnya, belum diketahui secara pasti alasan utama peretas ini beralih ke BTC, tetapi faktor likuiditas kemungkinan menjadi alasan utama di balik keputusan mereka.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Bitcoin (BTC) kembali mengalami gejolak harga setelah mengalami crash yang membuatnya turun di bawah $85.000 (Rp 1,3 miliar).
Namun, para analis kripto melihat potensi pemulihan yang bisa membawa Bitcoin hingga mencapai $150.000 atau setara Rp 2,4 miliar.
Lantas, bagaimana proyeksi ini terjadi? Berikut analisisnya.
Pola Pergerakan Bitcoin Mirip Tahun 2020
Seorang analis kripto bernama Jelle membagikan grafik harga Bitcoin yang menunjukkan pola pergerakan harga mirip dengan tahun 2020.
Pada pola tersebut, Bitcoin mengalami kenaikan, diikuti oleh fase konsolidasi, sebelum akhirnya breakout dan mencapai puncak harga baru.
Kemudian, terjadi crash menuju level support sebelumnya sebelum kembali melonjak signifikan.
Prediksi Kenaikan dari Level Support
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 5 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Berdasarkan analisis historis, Bitcoin diperkirakan bisa mengalami pemantulan harga dari kisaran $68.000 hingga mencapai $74.000.
Seandainya skenario ini terjadi, Bitcoin berpotensi naik lebih dari dua kali lipat hingga menyentuh $150.000.
Namun, perlu dicatat bahwa pergerakan harga tidak selalu berjalan sesuai pola yang ada.
Keputusan Investasi: Haruskah Membeli Bitcoin Sekarang?
Sementara itu, Finbold menyebutkan bahwa para analis menekankan bahwa meskipun pola historis dapat menjadi acuan, tidak ada jaminan bahwa skenario tahun 2020 akan terulang di 2025.
Kenaikan sebelumnya hanya mencapai 33%, sementara prediksi saat ini menyebutkan potensi lonjakan lebih dari 100%.
Oleh karena itu, keputusan untuk membeli harus dilakukan dengan pertimbangan matang dan strategi yang tepat.
Kritik terhadap Analisis Fraktal Bitcoin
Tidak semua orang setuju dengan prediksi berbasis pola historis ini. Beberapa analis mengkritik pendekatan ini sebagai pencarian pola acak yang belum tentu valid.
Bahkan, Jelle sendiri mengakui bahwa ia hanya mengamati pergerakan harga tanpa kepastian mutlak mengenai pergerakan selanjutnya.
Risiko dan Volatilitas Pasar
Saat ini, pasar kripto sedang mengalami volatilitas ekstrem, sehingga tidak disarankan untuk melakukan perdagangan tanpa strategi yang jelas.
Jelle sendiri mengaku terus mengurangi kepemilikan Bitcoin-nya secara bertahap untuk menghindari risiko lebih besar akibat ketidakpastian pasar.
Strategi Investasi Bitcoin
Membeli Bitcoin saat crash memang bisa menjadi peluang, tetapi juga memiliki risiko tinggi. Jika pola tahun 2020 benar-benar terulang, harga Bitcoin masih bisa turun lebih dalam sebelum kembali naik.
Oleh karena itu, investor perlu mempertimbangkan strategi yang matang, melakukan riset menyeluruh, dan tidak mengambil keputusan impulsif hanya berdasarkan prediksi.
Dengan ketidakpastian yang masih tinggi, apakah Bitcoin benar-benar akan mencapai $150.000 (Rp 2,4 miliar)? Hanya waktu yang akan menjawabnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Kebijakan tarif baru dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap China, Meksiko, dan Kanada menyebabkan gejolak di pasar keuangan global.
Hal ini mengakibatkan pasar kripto mengalami kerugian besar, dengan total kapitalisasi pasar turun sebesar $300 miliar (Rp 4,9 kuadriliun).
CNBC menyebutkan pada Rabu (5/3) bahwa Bitcoin (BTC) jatuh hampir 10%, sementara altcoin utama seperti Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan XRP mengalami penurunan lebih dari 15%.
Ethereum (ETH) mengalami penurunan sebesar 11%, Solana (SOL) jatuh hingga 15%, dan XRP turun 12%.
Cardano (ADA), yang sebelumnya menjadi top gainer pada hari Senin, mengalami penurunan paling drastis sebesar 20%, kini diperdagangkan di kisaran harga $0,80 (Rp 13 ribu).
Sentimen negatif ini dipicu oleh kebijakan tarif baru Trump, termasuk bea impor 25% terhadap barang dari Meksiko dan Kanada serta kenaikan tarif barang China menjadi 20%.
Hal ini membuat investor panik, menyebabkan aksi jual besar-besaran di pasar saham dan crypto.
Pasar Saham Ikut Terpuruk
Layaknya efek domino, tarif baru Trump menimbulkan dampak yang lebih luas. Tak hanya crypto, pasar saham AS juga terkena dampaknya.
Indeks S&P 500 turun 2%, sementara Dow Jones jatuh 650 poin menjelang penutupan perdagangan.
Sebagai respons terhadap kebijakan tersebut, China pun membalas dengan mengenakan tarif 10%-15% pada beberapa produk AS, memperburuk kekhawatiran akan perang dagang yang lebih luas.
Trump dan Dugaan Manipulasi Pasar Kripto
Sebelumnya, Trump mengumumkan inisiatif “US Crypto Strategic Reserves” yang memicu lonjakan harga Bitcoin hingga $94,000 (Rp 1,5 miliar).
Namun, hanya sehari setelahnya, pasar kripto anjlok drastis, sehingga memunculkan dugaan manipulasi pasar.
Beberapa ekonom bahkan menuding Trump telah menciptakan skema “pump-and-dump” terbesar dalam sejarah kripto.
Bitcoin yang sempat melonjak akibat pengumuman Trump kini kembali ke level lebih rendah dari sebelum pengumuman tersebut.
Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa pengumuman tersebut hanya taktik untuk meningkatkan harga sesaat sebelum jatuh.
Masa Depan Kripto di Tengah Ketidakpastian
Ketidakpastian seputar kebijakan Trump dan perang dagang global membuat masa depan kripto semakin sulit diprediksi.
Jika inisiatif US Crypto Strategic Reserves menghadapi hambatan regulasi, volatilitas di pasar kripto kemungkinan akan berlanjut. Investor pun kini lebih berhati-hati dalam menghadapi salah satu periode paling bergejolak dalam sejarah kripto.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump telah mengumumkan rencana pembentukan cadangan kripto nasional yang terdiri dari berbagai aset digital.
Namun, langkah ini menuai kritik dari para pemimpin industri, yang menilai Bitcoin (BTC) seharusnya menjadi satu-satunya aset cadangan.
Dampak Pengumuman terhadap Pasar Crypto
Berdasarkan laporan dari Beincrypto pada Selasa (4/3), pengumuman ini memicu lonjakan harga beberapa koin, termasuk Bitcoin, Ethereum (ETH), XRP, Solana (SOL), dan Cardano (ADA).
Meski begitu, para ahli masih memperdebatkan aset mana yang paling tepat untuk dijadikan cadangan.
Pendapat Para Ahli: Bitcoin atau Indeks Pasar?
CEO Coinbase, Brian Armstrong, menyarankan bahwa Bitcoin adalah pilihan paling sederhana dan jelas sebagai penerus emas.
Namun, jika diversifikasi diperlukan, ia mengusulkan penggunaan indeks berbasis kapitalisasi pasar.
Sementara itu, Fred Krueger, seorang investor dan penulis, juga mendukung pendekatan berbasis pasar dengan komposisi Bitcoin sebesar 75%, diikuti oleh Ethereum dan altcoin lainnya.
Kritik terhadap Keputusan Trump
Ilustrasi Bitcoin dan bendera Amerika Serikat. Sumber:
Beberapa tokoh industri menilai keputusan Donald Trump sebagai langkah politik yang menguntungkan proyek tertentu.
Jeff Park dari Bitwise menilai bahwa keputusan ini merupakan kesalahan besar karena Bitcoin seharusnya menjadi satu-satunya aset cadangan.
Sementara itu, analis Alex Xu menyebut keputusan ini sebagai bentuk “kepentingan politik” yang memberikan keuntungan kepada proyek yang mendukung Trump.
Alternatif: Dana Kekayaan Negara
Para ahli meragukan kelangsungan cadangan crypto ini tanpa persetujuan kongres. Mereka menyarankan alternatif lain, seperti pembentukan dana kekayaan negara yang memungkinkan pemerintah membeli aset kripto tanpa campur tangan kongres.
Tidak semua pihak menolak langkah Trump. CEO Grayscale Investments menyambut baik keputusan ini, karena aset yang dipilih sesuai dengan portofolio dana investasi mereka.
Meski begitu, masih ada ketidakpastian terkait kemungkinan implementasi kebijakan ini di tingkat federal.
Meskipun wacana cadangan kripto nasional dianggap sebagai langkah besar bagi industri, pemilihan altcoin dalam cadangan tersebut menimbulkan kontroversi.
Proses legislasi dan kepentingan politik kemungkinan akan menjadi faktor penentu keberhasilan rencana ini di masa depan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar kripto mengalami kenaikan tajam pada 2 Maret 2025 , dengan nilai pasar bertambah sekitar $330 miliar (Rp 5,4 kuadriliun) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mengonfirmasi rencana cadangan kripto nasional.
Cryptoslate menyebutkan pada Selasa (4/3) bahwa pernyataan ini mendorong kapitalisasi pasar kripto naik sekitar 10%, dari $2,83 triliun menjadi $3,15 triliun.
Namun, angka ini kemudian sedikit terkoreksi menjadi $3,02 triliun.
Lonjakan Pasar Kripto Berdampak pada Likuidasi Besar
Lonjakan nilai pasar ini tidak datang tanpa konsekuensi. Sebagai ganjaran, dalam satu hari, lebih dari $960 juta likuidasi terjadi di seluruh bursa kripto.
Pedagang yang memasang posisi jual (short traders) mengalami kerugian terbesar, dengan total lebih dari $549 juta.
Sementara itu, pedagang yang mempertaruhkan harga akan naik (long traders) juga mengalami likuidasi sebesar $412 juta.
Dari berbagai aset kripto, Bitcoin (BTC) menjadi yang paling terdampak dengan likuidasi mencapai $348 juta. Ethereum (ETH) juga tidak luput dari tekanan, dengan total likuidasi lebih dari $180 juta.
XRP, ADA, dan SOL Mengalami Kerugian Besar
Selain Bitcoin dan Ethereum, para spekulan yang bertaruh pada harga aset kripto lain seperti XRP, Solana (SOL), dan Cardano (ADA) juga mengalami kerugian besar.
Dalam periode yang sama, likuidasi pada ketiga aset ini mencapai lebih dari $220 juta.
Dampak Jangka Panjang bagi Pasar Kripto
Rencana cadangan kripto nasional yang diumumkan Trump menunjukkan adanya kemungkinan adopsi kripto yang lebih luas di tingkat pemerintahan.
Hal ini dapat menjadi katalis positif bagi industri kripto dalam jangka panjang. Namun, volatilitas yang tinggi tetap menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan oleh investor dan pedagang.
Dengan perkembangan ini, pasar kripto semakin menunjukkan perannya sebagai kelas aset yang terus berkembang dan menarik perhatian berbagai pihak, termasuk pemerintah dan investor institusional.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasca dibentuknya U.S Crypto Reserve oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Ethereum mengalami lonjakan signifikan setelah menembus level support $2.080.
Saat ini, harga Ethereum telah kembali di atas $2.400, namun masih menghadapi tantangan di kisaran $2.550.Ethereum melonjak di atas zona resistensi $2.350.
Harga ETH kini diperdagangkan di atas $2.350 dan Simple Moving Average (SMA) 100 jam dan terjadi breakout di garis tren bearish utama dengan resistensi $2.240 pada grafik ETH/USD.
Untuk terus naik, ETH harus menembus level resistensi $2.500 dan $2.550.
Harga Ethereum Naik 10%
Menariknya, laporan Newsbtc pada Selasa (4/3) menyebutkan bahwa Ethereum sempat turun di bawah $2.200 sebelum akhirnya rebound seperti Bitcoin.
Setelah menyentuh level $2.080, ETH kembali melonjak dengan kuat, melampaui resistensi di $2.200 dan $2.320.
Breakout terjadi pada garis tren bearish di $2.240, bahkan ETH sempat melewati resistensi $2.500.
Harga tertinggi yang tercatat adalah $2.550 sebelum mengalami koreksi kecil.Saat ini, ETH diperdagangkan di atas $2.350 dan SMA 100 jam.
Namun, resistensi utama berada di kisaran $2.500 hingga $2.550. Jika Ethereum mampu menembus level ini, potensi kenaikan ke $2.650 semakin terbuka.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 3 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Potensi Kenaikan Lanjutan
Jika ETH berhasil menembus resistensi $2.650, maka momentum bullish bisa membawa harga lebih tinggi lagi.
Target selanjutnya ada di level $2.780 dan bahkan bisa mencapai $2.850 dalam waktu dekat.
Kemungkinan Penurunan Harga Ethereum
Akan tetapi, seandainya Ethereum gagal menembus level $2.550, harga berisiko mengalami koreksi kembali. Support awal berada di $2.400, dengan support utama di $2.360.
Apabila ETH turun di bawah $2.360, tekanan jual bisa semakin meningkat dan mendorong harga turun menuju $2.320 atau bahkan $2.220.
Sedangkan level support kritis yang harus diperhatikan ada di $2.080.
Indikator Teknis Ethereum
Sementara itu, MACD Per Jam yang merupakan indikator MACD untuk ETH/USD mulai kehilangan momentum bullish.
RSI Per Jam – Indeks RSI ETH/USD tetap berada di atas level 50, menunjukkan tren masih dalam fase bullish. Support Utama di angka $2.360, dan resistensi utama $2.550.
Dengan kondisi pasar saat ini, Ethereum memiliki peluang besar untuk melanjutkan tren bullish jika mampu menembus resistensi kunci. Namun, jika gagal, koreksi harga bisa terjadi dalam waktu dekat.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.