Tag Archives: bitcoin

Bitcoin untuk Investasi Jangka Panjang Apakah Menguntungkan?

Dari sekian banyaknya aset kripto yang tersedia di pasar kripto, Bitcoin menjadi satu-satunya koin kripto yang terbukti sebagai aset kripto yang cocok untuk investasi jangka panjang.

Sebagai aset kripto pertama dan terbesar di dunia, Bitcoin sering dianggap sebagai “emas digital” karena kemampuan Bitcoin yang bisa menjadi aset yang melindungi nilai dari penurunan daya beli akibat inflasi sehingga Bitcoin menjadi pilihan investasi jangka panjang bagi para investor pasar kripto. 

Namun, apakah Bitcoin benar-benar menguntungkan untuk investasi jangka panjang? Mari cari tahu lebih lanjut!

Suplai Terbatas Bitcoin dan Potensi Jangka Panjang Menurut Bitcoin Logarithmic Regression Bands

Bitcoin didesain untuk memiliki suplai maksimum yang beredar sebanyak 21 juta koin. Dengan suplai yang terbatas ini Bitcoin menjadi salah satu aset yang tidak mengenal inflasi, bahkan dapat menciptakan kelangkaan seiring waktu dan kelangkaan ini diharapkan bisa membuat Bitcoin lebih berharga dari waktu ke waktu.

Sebagai contoh, dalam sepuluh tahun terakhir, nilai Bitcoin telah mengalami kenaikan yang signifikan meskipun ada fluktuasi harga jangka pendek. Investor yang memegang Bitcoin jangka panjang sering kali menargetkan return yang substansial dari investasi mereka.

Sumber: TradingView

Jika melihat pada chart di atas, terlihat bahwa Bitcoin masih terus bisa mengikuti pola Bitcoin Logarithmic Regression Bands. 

Logarithmic Regression Bands sendiri adalah alat analisis teknikal yang menunjukkan pola pertumbuhan Bitcoin dalam skala logaritmik. Indikator ini terdiri dari dua band regresi yang membentuk channel, membantu investor memahami tren dan valuasi Bitcoin dalam perspektif jangka panjang.

Bitcoin telah menunjukkan pola pertumbuhan yang konsisten sejak 2016, seperti terlihat dalam grafik Logarithmic Regression Bands. Pola ini membentuk dua band utama yang menggambarkan range pergerakan harga Bitcoin dalam jangka panjang.

Band merah di bagian atas menandakan zona resistensi historis, sementara band hijau di bawah menunjukkan zona support. Kedua band ini membentuk channel yang semakin melebar, mencerminkan volatilitas dan potensi pertumbuhan Bitcoin yang terus meningkat seiring waktu.

Potensi Kenaikan Harga Seiring Terjadinya Halving

Bitcoin memiliki sistem halving dimana proses  ini mengurangi jumlah Bitcoin baru yang dihasilkan oleh penambang sebagai imbalan dari blok baru yang mereka tambahkan ke blockchain.

Setiap kali halving terjadi, imbalan yang diterima penambang Bitcoin dikurangi setengahnya. Misalnya, halving di tahun 2016 mengurangi imbalan menjadi 12,5 BTC, dan pada tahun 2020, imbalan berkurang menjadi 6,25 BTC per blok.

Secara historis, halving telah disertai oleh kenaikan harga Bitcoin, meskipun ada fluktuasi harga dalam jangka pendek. Peningkatan harga terjadi karena berkurangnya pasokan baru dan peningkatan permintaan.

Sumber data: VanEck

Berdasarkan data keuntungan Bitcoin setelah halving, periode halving (2012, 2016, dan 2020) di atas, terlihat pola return yang konsisten dan menarik untuk dianalisis.

Dalam jangka pendek 90 hari setelah halving, Bitcoin rata-rata menghasilkan return 59%. Angka ini meningkat signifikan menjadi 373% dalam periode 180 hari, dan mencapai puncaknya dengan rata-rata return 2,908% setelah satu tahun penuh.

Pola ini mengindikasikan bahwa dampak halving terhadap harga Bitcoin cenderung bersifat gradual dan membutuhkan waktu untuk sepenuhnya tercermin dalam harga pasar. Investor yang mempertahankan posisinya selama satu tahun penuh setelah halving secara historis mendapatkan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan periode yang lebih pendek.

Meski data historis tidak menjamin hasil yang sama di masa depan, pola ini memberikan perspektif berharga tentang potensi dampak halving pada dinamika harga Bitcoin. 

Kedua data historis di atas menunjukkan Bitcoin berpotensi menguntungkan untuk investasi jangka panjang, terutama bagi investor yang memahami siklusnya dan memiliki kesabaran untuk menahan posisi dalam periode yang lebih panjang. 

Perlu diingat, selain memahami siklus Bitcoin dan pasar kripto, memiliki strategi investasi yang tepat dan manajemen risiko yang baik menjadi kunci suksesnya investasi Bitcoin jangka panjang.

Nah, gimana? Jika kamu melihat potensi Bitcoin dalam jangka panjang… Yuk, mulai investasi Bitcoin mulai dari Rp1.600 di Tokocrypto!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.

Sumber: VanEck, TradingView



Sumber : news.tokocrypto.com

5 Tips Trading Bitcoin Saat Ramadan

Bulan Ramadan adalah waktu yang istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selain menjadi momen untuk memperkuat iman dan meningkatkan ibadah, Ramadan juga biasanya memberikan waktu lebih banyak untuk beraktivitas di dalam ruangan agar bisa lebih banyak menghemat energi.

Trading Bitcoin adalah salah satu kegiatan yang bisa memberikan potensi keuntungan di bulan Ramadan dengan fleksibilitas tinggi dan bisa dilakukan di mana saja. 

Berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan saat melakukan trading Bitcoin di bulan Ramadhan.

Susun Rencana Trading

Trading plan menjadi salah satu hal yang paling penting sebelum memulai aktivitas trading. Sebab dengan memiliki rencana trading, aktivitas trading kamu khususnya selama bulan Ramadan bisa memiliki tujuan yang lebih jelas dan dapat merumuskan strategi yang sesuai untuk mencapai target tersebut.

Dalam rutinitas trading kamu, cobalah tentukan kriteria yang jelas untuk masuk dan keluar dari posisi trading. Ini bisa berdasarkan analisis teknikal, fundamental, atau kombinasi keduanya. Memiliki aturan yang jelas akan membantu kamu untuk menghindari keputusan impulsif yang dapat merugikan.

Kelola Emosi dan Stres

Puasa dapat mempengaruhi emosi dan konsentrasi, yang bisa membuat mempengaruhi keputusan trading. Oleh karena itu, penting untuk mengelola emosi dan stres dengan baik.

Pastikan kamu mendapatkan istirahat yang cukup agar tetap fokus dan tidak mudah terpengaruh oleh perubahan harga pasar yang cepat. Pada saat bulan Ramadan istirahat sesederhana tidur yang cukup juga sangat berperan penting untuk membantu menjaga kesehatan fisik dan mental selama berpuasa agar aktivitas trading kamu tetap berdasar pada analisis matang.

Kendalikan Nafsu

Mengendalikan nafsu adalah aspek penting dalam trading, terutama selama bulan Ramadan ketika pengendalian diri menjadi fokus utama dalam menjalani ibadah puasa. Dalam hal trading Bitcoin, berarti menjaga diri agar tidak terbawa oleh keinginan untuk mendapatkan keuntungan instan.

Salah satu kesalahan umum yang dilakukan trader adalah overtrading, yaitu melakukan terlalu banyak transaksi dalam waktu singkat. Ini sering kali didorong oleh keinginan untuk cepat mendapatkan keuntungan. Ada baiknya untuk tetap berpegang pada rencana trading dan hindari godaan untuk melakukan trading yang hanya berdasar pada emosi atau keinginan sesaat.

Kejar Volatilitas Market Saat Sahur

Bagi para trader volatilitas merupakan peluang besar untuk mendapatkan keuntungan, sebab ketika pasar mengalami volatilitas tinggi, pergerakan harga yang cepat dan signifikan memungkinkan trader untuk memanfaatkan pergerakan tersebut untuk mendapat profit dalam waktu singkat.

Salah satu waktu yang tepat untuk ini adalah saat sahur. Saat sahur, dari jam 03:00-05:00, pasar saham Amerika Serikat (NYSE dan NASDAQ) sedang berada dalam sesi perdagangan reguler mereka. Pada waktu ini, volume perdagangan cenderung meningkat, karena investor Bitcoin asal Amerika biasanya sedang aktif melakukan trading.

Pantau Terus Berita Market Crypto

Dalam dunia trading kripto, informasi adalah salah satu aset terpenting yang dapat mempengaruhi keputusan trading hingga pergerakan harga di pasar.

 Selama bulan Ramadan, memantau berita market kripto menjadi semakin penting, terutama karena beberapa pengumuman kunci sering kali terjadi pada waktu sahur di Indonesia.

Pengumuman seperti keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) dan Consumer Price Index (CPI) adalah contoh berita ekonomi yang dapat mempengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan. FOMC, misalnya, dapat memberikan petunjuk tentang kebijakan moneter AS, yang sering kali berdampak pada nilai dolar dan, secara tidak langsung, harga Bitcoin.

Agar selalu update dengan berita terbaru, kamu bisa berlangganan TokoNews dengan gratis.

Tertarik untuk mencoba trading Bitcoin dan mengisi waktu selama Ramadan? Yuk, cobain trading dengan fitur Beli/Jual Instan di Tokocrypto dan dapatkan GRATIS biaya trading! Klik di sini untuk informasi lebih lanjut.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Mulai Membaik, Mampukah Bitcoin Bertahan?

Bitcoin (BTC) mengalami pemulihan moderat dalam 24 jam terakhir dengan kenaikan 1,55% seperti dikabarkan oleh Ambcrypto pada Senin (3/3).

Namun, pasar masih didominasi oleh penjual, sebagaimana terlihat dari Cumulative Volume Delta (CVD) yang mencapai level negatif tertinggi.

Namun, apakah BTC dapat mempertahankan pemulihan ini, atau justru akan kembali tertekan?

Apakah Harga Bitcoin Sentuh Level Terendah?

Selama Februari, harga Bitcoin mengalami penurunan 17%, mencatatkan salah satu performa terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Penurunan ini membuat BTC menyentuh level terendah dalam empat bulan terakhir sebelum akhirnya kembali ke $86.259.

Meski mengalami pemulihan, tekanan jual masih tinggi, seperti yang ditunjukkan oleh CVD yang semakin menurun.

Hal ini menunjukkan bahwa pasar masih lebih banyak mengeksekusi order jual dibandingkan beli, menandakan dominasi bearish yang kuat.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 3 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 3 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Apakah BTC Mengalami Short Squeeze?

Ketika CVD berada di level negatif ekstrem, biasanya ini menjadi indikasi tekanan jual yang sangat kuat.

Namun, lonjakan permintaan terhadap posisi short tampaknya telah memicu efek sebaliknya, yaitu short squeeze. Hal ini menyebabkan harga BTC mengalami pemulihan singkat.

Dalam kondisi ini, meskipun volume jual lebih besar, pasar mengalami peningkatan permintaan jangka pendek yang memicu kenaikan harga BTC dalam sehari terakhir.

Pasar Futures Dorong Pemulihan Bitcoin

Salah satu faktor yang mendukung pemulihan BTC adalah peningkatan aktivitas di pasar Futures.

Tingginya jumlah order beli di pasar ini menunjukkan bahwa trader mulai mengambil posisi jangka pendek untuk memanfaatkan volatilitas harga.

Hal ini juga terlihat dari rasio Taker Buy-Sell (TBS), yang berubah menjadi sinyal positif untuk pertama kalinya dalam seminggu terakhir.

Selain itu, premi pasar Bitcoin Fund juga menunjukkan sentimen bullish yang lebih tinggi di pasar Futures dibandingkan pasar spot.

Prediksi Pergerakan BTC Selanjutnya

Dengan meningkatnya permintaan di pasar Futures, harga Bitcoin berpotensi mengalami pemulihan jangka pendek hingga mencapai $89.300.

Namun, jika tekanan jual kembali mendominasi setelah efek short squeeze mereda, BTC bisa kembali turun ke kisaran $83.400.

Investor perlu mencermati dinamika pasar, terutama apakah dorongan beli dari pasar Futures dapat bertahan lebih lama atau hanya menjadi lonjakan sesaat sebelum tekanan jual kembali mengambil alih.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Prediksi Harga Pi Coin Hari Ini: Akan Terjadi Setelah Penurunan 22%?

Pi Network terus menjadi topik hangat di dunia kripto, meski dalam beberapa waktu terakhir para investor tengah menghadapi kekhawatiran ekstrem.

Dalam kondisi kekhawatiran tersebut, banyak investor bertanya-tanya apakah saat ini adalah waktu yang tepat untuk membeli Pi Coin.

Meskipun sempat mengalami lonjakan harga, Pi Coin kini mengalami penurunan drastis. Saat ini, harga Pi Coin berada di $1.79, turun 40% dari puncaknya di $2.90 dan anjlok lebih dari 22% dalam 24 jam terakhir.

Meskipun mengalami penurunan tajam, banyak spekulasi mengenai masa depan Pi Coin, terutama dengan peluncuran mainnet yang akan datang, pembukaan KYC, dan kemungkinan listing di bursa besar seperti Binance atau Coinbase.

Jika Pi Coin berhasil kembali ke level $2.20, ada potensi kenaikan ke $2.80 atau lebih. Sebaliknya, jika harga turun di bawah $1.50, penurunan lebih lanjut bisa terjadi.

Akumulasi Whale: Indikator Kenaikan Harga

Coinpedia menyebutkan pada Senin (3/3) bahwa salah satu faktor yang mendukung potensi kenaikan harga Pi Coin adalah akumulasi oleh whale atau investor besar.

Data on-chain menunjukkan bahwa para whale mulai mengumpulkan Pi Coin dalam jumlah besar. Hal ini menandakan kepercayaan mereka terhadap potensi kenaikan harga di masa depan.

Secara historis, akumulasi oleh whale sering kali mendahului lonjakan harga yang signifikan.

Selain itu, aktivitas whale dapat meningkatkan sentimen pasar dan memicu FOMO (fear of missing out) di kalangan investor ritel, yang pada akhirnya mendorong harga lebih tinggi.

Pengaruh Bitcoin terhadap Pasar Kripto

Harga Bitcoin sering kali menentukan arah pasar kripto secara keseluruhan. Jika Bitcoin menunjukkan tren positif, altcoin seperti Pi Coin cenderung mengikuti.

Saat ini, Bitcoin menunjukkan momentum yang kuat, sehingga bisa menjadi faktor pendukung bagi kenaikan harga Pi Coin.

Kombinasi antara kekuatan Bitcoin dan ekosistem Pi Network yang terus berkembang bisa saja menciptakan peluang bagi lonjakan harga.

Meskipun Pi Coin mengalami penurunan signifikan, faktor-faktor seperti akumulasi oleh whale, spekulasi listing di bursa besar, dan pengaruh Bitcoin dapat mendorong harga kembali naik.

Investor perlu memantau level harga kunci, seperti $2.20 dan $1.50, untuk menentukan potensi arah pergerakan selanjutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pengaruh Perubahan Sikap SEC Terhadap Masa Depan Ethereum

Ethereum kembali menjadi sorotan setelah CEO Consensys dan salah satu pendiri Ethereum, Joe Lubin, mengungkapkan optimisme terhadap masa depan kripto di Amerika Serikat.

Hal ini terjadi setelah Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengakhiri gugatannya terhadap perusahaan perangkat lunak Ethereum, Consensys.

Lubin menyatakan bahwa ada perubahan besar dalam pendekatan pemerintah AS terhadap kripto, terutama setelah Donald Trump kembali menjabat sebagai Presiden.

Jika sebelumnya industri crypto sering mendapat tekanan regulasi, kini ada pergeseran menuju kerja sama yang lebih konstruktif antara SEC dan pengembang blockchain.

Akhir Gugatan SEC terhadap Consensys

Mengutip laman Decrypt, pada Juli 2024, SEC menggugat Consensys karena layanan staking MetaMask, menuduhnya melakukan penawaran dan penjualan sekuritas yang tidak terdaftar.

Namun, dengan perubahan kepemimpinan dan kebijakan regulasi yang lebih ramah terhadap kripto, SEC kini sepakat untuk mengakhiri gugatan tersebut.

Penghentian gugatan terhadap Consensys sejalan dengan keputusan SEC untuk membatalkan investigasi dan tuntutan hukum terhadap berbagai perusahaan crypto besar lainnya, termasuk Coinbase, Robinhood, Uniswap Labs, dan OpenSea.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 2 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 2 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Tentu saja, langkah ini menandakan adanya pendekatan baru yang lebih mendukung pertumbuhan ekosistem kripto di Negeri Paman Sam.

Dampak Positif bagi Ethereum dan MetaMask

Seiring dengan perubahan regulasi yang lebih bersahabat, Ethereum dan produk-produknya, seperti dompet MetaMask, semakin berkembang.

Di ajang ETH Denver 2025, MetaMask mengumumkan dukungan untuk Bitcoin dan Solana, menandai ekspansi besar dari fokus awalnya pada ekosistem Ethereum.

Dengan dukungan terhadap berbagai blockchain, MetaMask semakin memperkuat posisinya sebagai dompet kripto utama bagi pengguna global.

Ini juga mencerminkan peningkatan adopsi Ethereum dan teknologi blockchain di berbagai sektor.

Masa Depan Ethereum dan Industri

CryptoLubin menegaskan bahwa pemerintah AS kini lebih terbuka untuk memahami teknologi blockchain dan bagaimana kripto dapat berkontribusi pada ekonomi digital.

Bahkan, beberapa bagian dari pemerintahan mulai mengeksplorasi peluang terkait stablecoin, struktur pasar, serta integrasi kripto dengan kecerdasan buatan.

Perubahan kebijakan ini menjadi angin segar bagi Ethereum dan ekosistemnya. Dengan regulasi yang lebih jelas dan dukungan dari pemerintah, Ethereum berpeluang semakin berkembang dan menjadi landasan bagi inovasi blockchain di masa depan.

Dengan berakhirnya gugatan SEC terhadap Consensys dan meningkatnya dukungan regulasi, Ethereum kini berada dalam posisi yang lebih kuat untuk berkembang.

Perubahan ini membuka peluang besar bagi investor dan pengembang kripto, sekaligus memperkuat keyakinan bahwa Ethereum akan terus menjadi salah satu aset digital paling berpengaruh di dunia.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Rekor Baru, Staking Ethereum Nyaris Tembus $90 Miliar

Ethereum (ETH), platform blockchain terbesar kedua setelah Bitcoin, baru-baru ini mencetak sejarah baru Dan pencapaian luar biasa.

Pasalnya, total ETH yang di-stake mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Menurut laporan terbaru, hampir $90 miliar, atau lebih tepatnya $ 88–$90 miliar senilai ether kini dikunci dalam mekanisme staking.

Apa itu Staking Ethereum?

Setelah transisi dari protokol Proof‑of‑Work ke Proof‑of‑Stake (yang dimulai sejak Merge pada September 2022), Ethereum memungkinkan pengguna “mengunci” ETH mereka untuk menjadi validator.

Validator ini menjadi tulang punggung keamanan jaringan, memverifikasi transaksi dan menambahkan blok baru.

Sebagai imbalannya, mereka menerima reward dalam bentuk tambahan ETH ‒ mirip dengan bunga bank, hanya dengan risiko dan volatilitas yang berbeda.

Statistik Terkini

  • Rekor ETH Terkunci
    Saat ini, jumlah ETH yang di-stake berada di angka tertinggi: hampir 32,8 juta ETH, yang setara dengan sekitar $90 miliar.
  • Perbandingan Angka
    Sebagai referensi, tahun 2023 Ethereum baru mencatat jumlah staking sebesar 23 juta ETH ($ 38 miliar) , menandakan percepatan tajam dalam dua tahun terakhir.

Baca Juga: Upgrade Pectra Ethereum: Penilaian Setelah Sebulan Implementasi

Mengapa Lonjakan Staking Ini Signifikan?

  1. Pengurangan Pasokan Aktif
    ETH yang di-stake dikunci untuk jangka panjang, sehingga mengurangi jumlah ETH yang beredar. Keterbatasan pasokan ini dapat menimbulkan tekanan kenaikan harga.
  2. Sentimen Positif Institusional & Ritel
    Tren ini menunjukkan perhatian besar dari investor institusional maupun ritel terhadap staking Ethereum.
  3. Mereka semakin percaya pada prospek Ethereum jangka panjang, bahkan setelah perbaikan jaringan seperti Shanghai/Shapella yang memungkinkan penarikan staking.
  4. Analogi Bitcoin
    Di Bitcoin, berkurangnya alokasi koin untuk dijual sering kali dianggap bullish.
  5. Kebijakan yang sama kini terlihat di Ethereum, tetapi dengan keuntungan tambahan: yield dari staking. Komunitas melihat peningkatan simpanan sebagai langkah strategis.

Risiko dan Catatan Penting

  • Likuiditas Terbatas: ETH yang di-stake tidak dapat dicairkan serta-merta; berdasar aturan locking saat ini, butuh waktu untuk unlock.
  • Kenaikan Inflasi Jangka Panjang: Rentang penarikan panjang dapat menahan respons cepat terhadap perubahan pasar.

Proyeksi Masa Depan

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 10 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 10 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Jika tren ini terus berlanjut, kita mungkin akan menyaksikan:

  • Supply shock jangka panjang: Dengan ketersediaan ETH di pasar berkurang, harga berpotensi naik.
  • Lonjakan minat staking institusi: Produk keuangan seperti ETF staking dapat semakin populer.
  • Penahanan kebutuhan penyesuaian protokol: Jumlah validator meningkat, meningkatkan stabilitas serta desentralisasi jaringan.

Baca Juga: ETF Ethereum Melesat: Blackrock ETHA Pimpin Arus Masuk US$25 Juta

Ethereum staking telah menembus rekor dengan hampir 32,8 juta ETH atau senilai hampir $ 90 miliar terkunci, menandakan tingginya kepercayaan terhadap ekosistem Ethereum pada masa depan.

Fenomena ini bukan sekadar angka; ia melambangkan pengurangan pasokan aktif, potensi bullish jangka panjang, dan adopsi institusional yang makin matang.

Meskipun disertai sejumlah risiko, seperti likuiditas terbatas, pencapaian ini tetap menunjukkan bahwa Ethereum semakin mantap sebagai aset digital fundamental di era Proof‑of‑Stake.

Bagi investor, ekosistem, dan pengembang, momentum staking ini menjadi indikator kuat bahwa Ethereum tidak hanya sebagai aset spekulatif, melainkan juga jaringan finansial yang semakin dipercaya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa itu Volume Trading: Maksud dan Kegunaannya

Volume mencerminkan jumlah aset kripto yang diperdagangkan dalam periode waktu tertentu—indikator volume ini dapat kamu gunakan sebagai indikator pelengkap saat melakukan trading.

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan volume trading dan apa fungsinya bagi trader khususnya di pasar kripto? Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa itu Volume Trading?

Volume trading merupakan jumlah total aset yang diperdagangkan dalam periode waktu tertentu—aset ini bisa berupa saham, kripto, atau forex.

Volume transaksi ini biasanya dinyatakan dalam bentuk total aset yang diperdagangkan atau dalam bentuk fiat seperti dolar AS.

Misalnya, dalam satu hari, terjadi transaksi antara tiga trader: A, B, dan C. Trader A membeli 3 BTC dari Trader B dengan harga $100,000 per BTC. Trader B menjual 3 BTC ke Trader A dan membeli 1 BTC dari Trader C dengan harga $90,000 per BTC.

Total volume trading yang tercatat adalah 4 BTC. Yang mana 3 BTC tersebut berasal dari transaksi antara A dan B, serta 1 BTC dari transaksi antara B dan C—dengan nilai total volume transaksi sebesar $390,000 ($300,000 dari 3 BTC + $90,000 dari 1 BTC).

Selain untuk mengetahui jumlah aset yang diperdagangkan dalam suatu periode waktu tertentu, volume trading juga bisa menjadi salah satu tolak ukur untuk mengetahui seberapa diminati suatu aset, dan seberapa aktif aset tersebut diperdagangkan. 

Biasanya, ketika semakin besar volume trading yang dimiliki oleh suatu aset, maka semakin tinggi pula tingkat likuiditas aset tersebut.

Kenapa Trading Volume Bisa jadi Pertanda Tingginya Likuiditas Suatu Aset?

Likuiditas sendiri mengacu pada seberapa mudah suatu aset dapat dibeli atau dijual tanpa menyebabkan perubahan harga yang signifikan.

Semakin besar volume trading suatu aset, semakin tinggi likuiditas karena adanya lebih banyak pembeli dan penjual yang aktif di pasar. Prinsipnya seperti ini:

  • Lebih banyak transaksi → Saat volume tinggi, ada banyak order jual dan beli yang masuk, sehingga aset bisa diperdagangkan dengan cepat tanpa kesulitan menemukan lawan transaksi.
  • Spread yang lebih kecil → Spread adalah selisih antara harga bid (pembelian) dan ask (penjualan). Jika volume tinggi, spread biasanya lebih kecil karena banyaknya trader yang mengisi order di berbagai level harga.
  • Harga lebih stabil → Dengan lebih banyak transaksi terjadi secara konsisten, harga cenderung lebih stabil karena karena adanya layer order yang harus ditembus terlebih dahulu.
  • Kemudahan masuk dan keluar pasar → Trader dan investor merasa lebih aman karena bisa membeli atau menjual aset dalam jumlah besar tanpa mempengaruhi harga secara drastis.

Baca juga: Panduan Lengkap Cara Trading Crypto bagi Pemula

Manfaat Volume Trading untuk Trader Kripto

Volume dalam trading dapat memberikan berbagai insight penting bagi para trader, seperti:

  • Menentukan Likuiditas Pasar: Seperti pada penjelasan poin sebelumnya, volume tinggi dapat menunjukkan bahwa aset mudah dibeli dan dijual tanpa menyebabkan perubahan harga yang signifikan. Indikator ini akan sangat berguna ketika kamu melakukan trading meme coin di DEX (Decentralized Exchange) atau kripto dengan market cap kecil.
  • Menilai Kekuatan Tren Pergerakan: Tinggi atau rendahnya volume bisa menjadi salah satu cara untuk konfirmasi tren harga, misal: volume yang meningkat saat harga naik bisa menjadi tanda tren bullish, sedangkan volume tinggi saat harga turun bisa mengindikasikan tren bearish.
  • Mengetahui Fase Konsolidasi dan Akumulasi: Saat fase konsolidasi, volume biasanya datar atau bahkan menurun yang menunjukkan kurangnya minat pasar. Namun, jika volume bertambah dalam rentang sempit, itu bisa menjadi tanda smart money sedang mengakumulasi sebelum harga bergerak signifikan.

Volume sangat berguna ketika digunakan bersama dengan analisis teknikal lainnya, seperti support-resistance, candlestick pattern, atau indikator seperti RSI dan MACD.

Baca juga: 4 Indikator Swing Trading Terbaik dan Mudah Digunakan Pemula

Perbedaan Volume dalam Forex vs Kripto

Berbeda dengan forex yang volume trading-nya sulit diukur secara riil karena yang bersifat over-the-counter (OTC) dan tidak ada satu sumber data terpusat yang mencatat semua transaksi pasar forex—di pasar kripto, volume bisa dilihat secara langsung melalui bursa, seperti yang bisa kamu lakukan dengan mudah di Tokocrypto.

Cara untuk menampilkan indikator volume trading di aplikasi Tokocrypto: 

Masuk ke menu pasar → pilih aset kripto → klik tulisan VOL yang ada di bagian bawah grafik harga.

Kenapa Harus Memperhatikan Volume Trading?

Aset dengan volume tinggi dan konsisten biasanya menunjukkan adanya partisipasi aktif dari para trader dan investor, yang berarti harga terbentuk secara organik melalui mekanisme supply dan demand. Ini menjadi penting sebab semakin tinggi volume, makan akan semakin mudah bagi kamu untuk melakukan transaksi beli atau jual tanpa mengalami slippage besar—yaitu perbedaan harga antara yang diinginkan dan yang dieksekusi.

Sebaliknya, aset dengan volume rendah cenderung lebih berisiko karena pasar yang sepi lebih rentan dimanipulasi oleh whale dan kurang likuid.

Memperhatikan volume juga membantu kamu menyaring aset sebelum mengambil keputusan trading. Ketika volume mendadak meningkat drastis, itu bisa menjadi sinyal adanya pergerakan besar—baik karena berita penting, akumulasi oleh institusi, atau sebagai potensi konfirmasi dari analisis teknikal.

Penutup

Pergerakan volume trading biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti zona waktu, sentimen, berita, analisis teknikal, hingga partisipasi institusi dan whale. Faktor-faktor ini tentunya tidak dapat dilepaskan dari dinamika pasar yang terus berubah. 

Maka dari itu, trader perlu untuk selalu update dengan berita dan pergerakan pasar terbaru. Salah satu cara untuk tetap terhubung dengan informasi adalah dengan bergabung bersama komunitas trader Tokocrypto di Telegram untuk mendapatkan berita, analisis sinyal harian, edukasi untuk pemula, dan desas-desus terbaru seputar pasar kripto.

Kamu akses dan gabung komunitas trader Tokocrypto melalui link berikut: https://t.me/TokocryptoOfficial


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Kembali Tembus Harga $110K

Pasar kripto hari ini, Selasa (10/6) diramaikan dengan harga Bitcoin tembus $110.000, memimpin reli pasar kripto didorong optimisme hubungan AS-China dan proyeksi rekor baru dalam 1–2 minggu.

Altcoin seperti Aptos, Celo, dan Immutable patut dipantau awal Juni karena agenda token unlock dan upgrade penting. Lihat lebih banyak insight di bawah ini:

Bitcoin Capai $110.000, Rekor Baru di Tengah Kenaikan Altcoin

  • Bitcoin tembus $110.000, pimpin kenaikan aset digital.
  • Bitcoin menguat berkat optimisme pasar AS-Tiongkok.
  • Analis prediksi Bitcoin pecahkan rekor dalam 1-2 minggu.

3 Altcoin yang Patut Dipantau di Awal Juni 2025

  • Aptos (APT): Siap bergejolak karena token unlock; target $5,06/$4,33.
  • Celo (CELO): Upgrade Isthmus 11 Juni; target $0,334/$0,282.
  • Immutable (IMX): Token unlock 13 Juni; target $0,59/$0,46.

Main Game TAP-TAP Bisa Dapat Hadiah Rp40 JUTA?!

  • Mainkan game Ketupat Blast & Earn yang baru sekarang.
  • Raih kesempatan menangkan total hadiah Rp40 juta.
  • Cek cara main dan ketentuannya di sini bit.ly/KetupatBlastEarn

Indikator Ekonomi AS dan Dampaknya ke Kripto Minggu Ini

  • CPI (11 Juni): Pengaruhi inflasi, posisi Bitcoin sebagai lindung nilai.
  • Klaim Pengangguran (12 Juni): Kenaikan klaim bisa dongkrak BTC (ekspektasi suku bunga rendah).
  • PPI & Sentimen Konsumen: Beri info inflasi, keyakinan ekonomi, pengaruhi harga BTC.

Hacker Klaim Bitcoin Legal di Akun X Presiden Paraguay

  • Akun resmi kepresidenan X membenarkan akun pribadi presiden diretas.
  • Mereka umumkan Bitcoin sebagai alat pembayaran sah adalah hoaks.
  • Presiden di akun pribadinya pernah menyatakan Bitcoin legal di negaranya.

Baca juga: Tutorial Mudah Buat Jurnal Investasi & Trading + Template Google Sheet Gratis!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

OP_RETURN di Kebijakan Relay Baru

Perubahan kebijakan relay dalam Bitcoin Core kembali memicu perdebatan tajam di komunitas kripto. Isu utama menyangkut penggunaan fungsi OP_RETURN dan dampaknya terhadap stabilitas serta arah masa depan jaringan Bitcoin.

Bitcoin Core kembali menjadi sorotan. Pada 7 Juni 2025, kelompok pengembang inti Bitcoin mengumumkan rencana perubahan kebijakan relay melalui akun resmi mereka di X (sebelumnya Twitter). Pengumuman ini menyoroti niat mereka untuk memberikan keleluasaan lebih kepada node individu dalam memilih transaksi mana yang akan diteruskan di jaringan — sebuah langkah yang diklaim mendukung inklusi dan inovasi, tetapi justru memicu gelombang kritik tajam dari tokoh-tokoh penting dalam komunitas Bitcoin.

OP_RETURN Jadi Titik Sentral Perdebatan

Isu paling kontroversial adalah perubahan kebijakan seputar OP_RETURN, sebuah fungsi dalam Bitcoin Script yang memungkinkan pengguna melampirkan data tambahan ke dalam transaksi. Sebelumnya, OP_RETURN dibatasi hanya hingga 80 byte, tetapi proposal baru mengusulkan peningkatan hingga 160 byte.

Tujuan dari perluasan ini adalah untuk mendukung proyek-proyek inovatif seperti BitVM, namun banyak pihak khawatir hal ini akan memperbesar beban blockchain dan mengalihkan fokus Bitcoin dari tujuan utamanya sebagai sistem keuangan terdesentralisasi.

Sejak batas data OP_RETURN dihapus pada 8 Mei 2025, volume transaksi telah meningkat signifikan. Pada 5 Mei, tercatat lebih dari 620.000 transaksi harian — angka yang memicu kekhawatiran soal kemacetan jaringan dan pembengkakan ukuran blockchain.

Kritik Tajam dari Tokoh-Tokoh Bitcoin

Dilaporkan The Coin Republic, reaksi keras datang dari sejumlah tokoh terkenal dalam komunitas Bitcoin. Samson Mow, salah satu pendukung Bitcoin paling vokal, pada 8 Juni mempertanyakan motif di balik perubahan ini. Ia menyebut kebijakan OP_RETURN baru sebagai keputusan yang prematur dan menuduh para pengembang inti mengabaikan prioritas penting yang lebih mendesak.

“Apakah benar ini yang seharusnya menjadi fokus utama para pengembang?” tulis Mow di X, sambil menyindir bahwa proyek seperti BitVM belum cukup matang untuk mendikte arah kebijakan jaringan.

Luke Dashjr, kontributor lama Bitcoin Core, juga menyuarakan keprihatinannya. Ia menyoroti risiko jangka panjang terhadap kesehatan jaringan, serta potensi dampak terhadap desentralisasi jika node-node besar atau pool penambangan mulai menetapkan standar mereka sendiri dalam menyaring transaksi.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 9 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 9 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Platform Bitcoin DeFi ALEX Lab Diretas, Kerugian Capai $8,3 Juta

Ancaman Sentralisasi dan Biaya yang Meningkat

Pergeseran ini juga memicu kekhawatiran akan potensi sentralisasi kontrol relay, ketika kekuatan dalam menyaring transaksi hanya dimiliki oleh sebagian node besar. Beberapa pengguna menilai bahwa ini bisa mengurangi ketahanan dan sifat trustless dari jaringan Bitcoin.

“Jika aturan penyaringan transaksi menjadi tergantung pada beberapa pihak besar, maka kita bukan lagi bicara tentang jaringan desentralisasi,” tulis seorang pengguna bernama Zatoichi42 di X.

Selain itu, lebih dari 60 juta prasasti (inscriptions) telah membebani blockchain sejak 2023, dan penambahan data lewat OP_RETURN yang diperbesar hanya akan memperparah kondisi tersebut. Imbasnya bisa berupa biaya transaksi yang lebih tinggi dan waktu konfirmasi yang lebih lambat.

Masa Depan Bitcoin Diuji

Komunitas kini terpecah antara mereka yang melihat perubahan ini sebagai langkah progresif dan yang menilainya sebagai kesalahan fundamental. Para pendukung perubahan berpendapat bahwa ini akan membuka jalan bagi lebih banyak inovasi di jaringan Bitcoin. Sebaliknya, para pengkritik melihatnya sebagai pengkhianatan terhadap prinsip dasar Bitcoin sebagai sistem moneter yang ringan, efisien, dan fokus pada nilai.

Tak hanya debat teknis, harga Bitcoin pun ikut terpengaruh. Dalam beberapa hari terakhir, harga BTC mengalami penurunan dari puncaknya dan kini diperdagangkan di level $105.766,33.

Beberapa bulan ke depan akan menjadi penentu arah kebijakan ini: apakah komunitas akan menerima perubahan, atau tekanan dari dalam memaksa para pengembang untuk mundur dan mengkaji ulang pendekatan mereka?

Baca juga: Harga BTC Tembus $100.000, Bitcoin Jadi Aset Langka?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga BTC Tembus $100.000, Bitcoin Jadi Aset Langka?

Harga Bitcoin (BTC) telah melampaui angka $100.000 pada Desember 2024, menandai tonggak sejarah penting dalam dunia kripto.

Namun, pencapaian ini bukanlah akhir dari perjalanan; sebaliknya, ini adalah awal dari babak baru yang lebih menarik.

Desain Kelangkaan Bitcoin

Salah satu keunggulan utama Bitcoin dibandingkan mata uang tradisional adalah kelangkaannya yang terprogram.

Dengan total pasokan yang dibatasi hanya 21 juta BTC, Bitcoin dirancang untuk menjadi aset yang semakin langka seiring berjalannya waktu.

Proses ini diperkuat oleh mekanisme “halving” yang terjadi setiap 210.000 blok, di mana imbalan bagi penambang dipotong setengahnya.

Halving terakhir pada Mei 2024 mengurangi imbalan dari 6,25 BTC menjadi 3,125 BTC per blok, mengurangi pasokan harian secara signifikan.

Baca Juga: SUI Melonjak Hampir 9%, Bitcoin Pulih $5.000 Usai Aksi Jual Tajam

Pasokan yang Menipis

Saat ini, sekitar 1,7 juta BTC masih tersedia untuk ditambang sebelum mencapai batas 21 juta. Namun, sebagian besar pasokan ini telah dikendalikan oleh entitas besar.

Delapan pemegang terbesar menguasai sekitar 4,51 juta BTC, yang setara dengan lebih dari 21% dari total pasokan.

Kondisi ini menciptakan tekanan pasokan yang lebih besar, terutama jika permintaan meningkat.

Permintaan yang Terus Meningkat

Peningkatan permintaan terhadap Bitcoin didorong oleh berbagai faktor. Pada Desember 2024, dana ETF Bitcoin seperti iShares Bitcoin Trust (IBIT) mencatatkan aliran dana sebesar $5,5 miliar, mencerminkan minat institusional yang tinggi.

Selain itu, kebijakan moneter yang longgar dan ketidakpastian geopolitik membuat investor mencari aset yang dianggap lebih aman, seperti Bitcoin.

Prediksi Harga Masa Depan

Dengan kelangkaan yang semakin meningkat dan permintaan yang terus tumbuh, banyak analis memprediksi bahwa harga Bitcoin dapat mencapai angka yang lebih tinggi.

Beberapa prediksi bahkan menyebutkan angka $200.000 hingga $1 juta per BTC dalam beberapa tahun mendatang.

Namun, prediksi ini tetap spekulatif dan bergantung pada berbagai faktor eksternal.

Baca Juga: Cek Harga Bitcoin Terbaru Di Sini

Pencapaian Bitcoin menembus angka $100.000 adalah tonggak penting dalam perjalanan aset digital ini.

Namun, dengan desain kelangkaannya, kontrol pasokan yang ketat, dan permintaan yang terus meningkat, Bitcoin berada pada jalur untuk mencapai harga yang lebih tinggi di masa depan.

Bagi investor, ini adalah saat yang tepat untuk memahami dinamika pasar Bitcoin dan mempersiapkan diri untuk potensi pertumbuhan yang lebih besar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com