Dua transaksi besar Bitcoin mengejutkan pasar kripto pada 14 Mei setelah platform pelacakan Whale Alert mendeteksi pengiriman BTC senilai total lebih dari $102 juta ke Coinbase, salah satu bursa terbesar di AS.
Dilaporkan U Today, transaksi tersebut melibatkan dua transfer terpisah dengan jumlah hampir identik — masing-masing 498 BTC — namun berasal dari dua alamat berbeda. Transfer pertama bernilai $51,43 juta, sementara yang kedua sedikit lebih rendah, yakni $51,42 juta.
Langkah besar ini memicu spekulasi bahwa para “paus” atau pemilik besar Bitcoin mulai menjual aset mereka di tengah tekanan pasar yang sedang koreksi.
Meskipun awalnya Bitcoin menunjukkan tren naik bersama altcoin utama, harga mulai melemah pada penghujung hari. Berdasarkan data CoinMarketCap, BTC turun sekitar 1,43% dalam 24 jam terakhir, dan diperdagangkan di kisaran $103.441 saat artikel ini ditulis.
Transfer dalam jumlah besar ke bursa seperti Coinbase kerap dianggap sebagai sinyal akan adanya aksi jual oleh investor besar atau institusional. Jika tekanan jual terus meningkat, tren positif yang sempat terbentuk bisa terganggu dan memicu efek domino — kepanikan di kalangan investor ritel yang berujung pada penjualan besar-besaran.
Tidak Selalu Tanda Bahaya?
Meski demikian, beberapa analis menilai transfer semacam ini belum tentu mengindikasikan aksi jual langsung. Bisa jadi, ini hanyalah langkah redistribusi aset antar dompet.
Sentimen pasar terhadap Bitcoin juga masih tergolong positif. Optimisme dari investor ritel dan institusi seperti MicroStrategy, yang tetap melanjutkan strategi akumulasi, menjadi faktor yang menjaga harapan bullish dalam jangka panjang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Ripple, perusahaan teknologi blockchain, semakin memperkuat perannya dalam dunia keuangan digital dengan memperluas adopsi stablecoin RLUSD (Ripple USD).
Langkah ini bertujuan untuk memfasilitasi tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets/RWA) dan meningkatkan efisiensi transaksi lintas batas bagi institusi keuangan.
RLUSD: Stablecoin untuk Transaksi Institusional
Diluncurkan pada akhir 2024, RLUSD adalah stablecoin yang dipatok 1:1 terhadap dolar AS, didukung sepenuhnya oleh deposito dolar AS, obligasi pemerintah AS, dan aset setara kas.
Berbeda dengan stablecoin lainnya, RLUSD dirancang khusus untuk kebutuhan institusional, menawarkan stabilitas dan efisiensi dalam pengelolaan likuiditas dan penyelesaian transaksi lintas batas.
Integrasi RLUSD ke dalam platform Ripple Payments memungkinkan perusahaan seperti BKK Forex dan iSend untuk melakukan pembayaran lintas negara dengan lebih cepat dan biaya yang lebih rendah.
Selain itu, RLUSD digunakan sebagai jaminan dalam transaksi keuangan yang melibatkan aset dunia nyata yang ditokenisasi, seperti komoditas dan surat berharga.
Pertumbuhan Pesat RLUSD dan Dukungan Infrastruktur
Sejak peluncurannya, RLUSD mengalami pertumbuhan signifikan. Kapitalisasi pasarnya meningkat 118% dalam sebulan, mencapai $293,79 juta, dengan volume transfer bulanan melonjak dari $466 juta menjadi lebih dari $720 juta.
Untuk memenuhi permintaan yang meningkat, Ripple mencetak tambahan 50 juta token RLUSD di XRP Ledger (XRPL).
RLUSD kini tersedia di berbagai bursa kripto terkemuka, termasuk Kraken, Bitstamp, LMAX Digital, Zero Hash, dan Bullish, memperluas akses bagi trader dan institusi.
Tokenisasi Aset Dunia Nyata: Pasar Bernilai Triliunan Dolar
Tokenisasi aset dunia nyata menjadi fokus utama Ripple. Menurut laporan bersama Ripple dan Boston Consulting Group, nilai pasar tokenisasi aset dunia nyata diperkirakan mencapai $18,9 triliun pada 2033.
Tokenisasi memungkinkan aset fisik seperti real estat dan obligasi diubah menjadi token digital yang dapat diperdagangkan secara efisien di blockchain.
XRP Ledger (XRPL) memainkan peran penting dalam ekosistem ini, menyediakan infrastruktur yang efisien dan hemat biaya untuk penerbitan dan perdagangan aset yang ditokenisasi.
Platform analitik RWA.xyz kini mengintegrasikan data XRPL, memungkinkan institusi memantau kinerja jaringan dan adopsi tokenisasi aset secara real-time.
RLUSD vs. Stablecoin Lainnya
Menurut laporan News Bitcoin pada Kamis (15/5), RLUSD bersaing dengan stablecoin besar seperti USDT dan USDC.
Namun, RLUSD menawarkan keunggulan dalam hal transparansi dan kepatuhan regulasi, beroperasi di bawah pengawasan Departemen Layanan Keuangan Negara Bagian New York (NYDFS) dengan cadangan yang diaudit secara berkala.
Fokus RLUSD pada penggunaan institusional dan integrasi dengan Ripple Payments membedakannya dari stablecoin lain yang lebih berorientasi pada pasar ritel.
Masa Depan RLUSD dan Ripple dalam Keuangan Digital
Dengan pertumbuhan pesat dan adopsi yang meningkat, RLUSD memperkuat posisi Ripple sebagai pemimpin dalam tokenisasi aset dunia nyata dan pembayaran lintas batas.
Integrasi RLUSD ke dalam ekosistem Ripple menunjukkan komitmen perusahaan untuk menyediakan solusi keuangan digital yang efisien, transparan, dan sesuai regulasi.
Seiring dengan meningkatnya minat institusi terhadap tokenisasi aset dan kebutuhan akan stablecoin yang andal, RLUSD berpotensi menjadi komponen kunci dalam infrastruktur keuangan digital global.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar kripto hari ini, Kamis (15/5) diramaikan dengan investor Bitcoin semakin optimis dengan potensi all-time high (ATH) baru minggu depan, setelah kapitalisasi terealisasi BTC naik $30 miliar sejak 20 April—tanda kuat masuknya modal segar.
Di sisi makro, desakan Trump untuk pemotongan suku bunga ditolak Powell, namun pasar kripto tetap reli berkat sentimen dagang dan teknologi. Sementara itu, altcoin mulai menunjukkan mini altseason: dominasi BTC menurun, beberapa altcoin mencatat performa lebih baik. Lihat lebih banyak insight di bawah ini:
Investor Bitcoin Targetkan ATH Minggu Depan, Arus Masuk Melonjak
– Kapitalisasi terealisasi Bitcoin naik $30 miliar sejak 20 April. – Ini cerminkan kepercayaan investor dan arus modal baru. – Konsolidasi harga Bitcoin prediksi kenaikan 10% minggu depan.
Kripto Naik, Trump Desak The Fed Potong Suku Bunga
– Trump minta potong suku bunga, Powell tolak. – Kripto optimis karena kesepakatan dagang dan teknologi. – Kripto kuat tanpa potong suku bunga, BTC $105.000+, investor optimis.
Analis Bahas Mini Altseason Sebelum Siklus Besar
– Dominasi Bitcoin turun, altcoin fundamental kuat melonjak. – Altcoin ungguli BTC minggu ini, tapi BTC masih unggul YTD. – Market cap altcoin $1,3 triliun, reli belum cukup luas altseason penuh.
Seberapa Tinggi Harga XRP Bisa Naik?
– XRP melonjak 65% sebulan, teknikal sinyal reli 45% lagi. – Peta likuidasi tunjuk $2,68 resistensi kuat; tembus bisa ke $2,87. – Pola segitiga simetris targetkan $5,24 bahkan $17 (proyeksi Fibonacci).
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tether, perusahaan di balik stablecoin USDT, baru-baru ini mengumumkan investasi besar senilai $459 juta dalam bentuk Bitcoin.
Langkah ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan baru bernama “Twenty One,” sebuah perusahaan treasury Bitcoin yang dirancang untuk menjadi perusahaan publik.
Investasi ini mencerminkan strategi Tether dalam memperluas portofolio aset digitalnya dan memperkuat posisinya di pasar keuangan digital.
Akuisisi Bitcoin oleh Tether
Menurut pengajuan terbaru ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), Tether telah membeli 4.812,22 Bitcoin dengan harga rata-rata $95.319,83 per koin.
Setelah proses ini selesai, kepemilikan Bitcoin tersebut akan dialihkan ke Twenty One, perusahaan baru yang dibentuk melalui merger dengan perusahaan akuisisi tujuan khusus (SPAC) milik Cantor Fitzgerald, yaitu Cantor Equity Partners.
Twenty One dirancang sebagai perusahaan treasury Bitcoin, dengan fokus pada pengelolaan dan pemanfaatan aset digital untuk tujuan keuangan dan investasi.
Perusahaan ini akan dipimpin oleh Jack Mallers, pendiri dan CEO Strike, yang dikenal sebagai salah satu tokoh terkemuka dalam adopsi Bitcoin dan teknologi pembayaran berbasis kripto.
Dengan kepemimpinan Mallers, Twenty One diharapkan dapat memainkan peran penting dalam integrasi Bitcoin ke dalam sistem keuangan tradisional.
Dampak terhadap Pasar dan Komunitas Kripto
Langkah Tether ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap Bitcoin sebagai aset strategis dan alat lindung nilai terhadap inflasi.
Dengan mendirikan Twenty One, Tether tidak hanya memperluas eksposurnya terhadap Bitcoin tetapi juga menciptakan platform baru untuk integrasi aset digital ke dalam struktur keuangan yang lebih luas.
Hal ini dapat mendorong adopsi institusional yang lebih besar terhadap Bitcoin dan memperkuat posisinya sebagai aset kelas utama.
Maka dari itu, investasi $459 juta oleh Tether dalam Bitcoin untuk mendirikan Twenty One menandai langkah signifikan dalam evolusi perusahaan dan pasar kripto secara keseluruhan.
Dengan fokus pada pengelolaan treasury Bitcoin dan dipimpin oleh tokoh berpengaruh seperti Jack Mallers, Twenty One berpotensi menjadi pemain kunci dalam integrasi aset digital ke dalam sistem keuangan global.
Langkah ini juga mencerminkan tren yang berkembang di mana perusahaan-perusahaan besar semakin mengakui nilai strategis Bitcoin dalam portofolio keuangan mereka.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Laporan ini disusun oleh tim Research Tokocrypto sebagai panduan bagi para investor dan pelaku pasar untuk memahami perkembangan terkini dalam ekonomi global dan pasar kripto.
Melalui analisis mendalam yang mencakup data makroekonomi, performa pasar crypto, serta peristiwa-peristiwa penting di sektor blockchain, laporan ini dirancang untuk memberikan wawasan mengenai tren utama yang berpotensi memengaruhi strategi investasi.
Tim Research Tokocrypto berkomitmen menghadirkan informasi yang akurat dan relevan untuk membantu pembaca mengambil keputusan yang lebih bijaksana di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
Fokus Utama
Kondisi Makroekonomi Global
India–Pakistan: Ketegangan militer meningkat pasca serangan India ke Pakistan dan Kashmir → kekhawatiran eskalasi geopolitik.
AS–Tiongkok: AS-China gelar pertemuan dagang di Jenewa; China umumkan stimulus tambahan. Fed tahan suku bunga 4,25–4,50%, peringatkan risiko stagflasi akibat tarif Trump.
Global Debt & BoE: Utang global naik $7,5T (total $324T); Bank of England proyeksi pangkas suku bunga ke 4,25%.
Makroekonomi Nasional
Stabilitas fiskal terjaga: Pemerintah tegaskan rasio utang RI 40,1% PDB, defisit APBN dijaga <3%.
Likuiditas longgar: BI kurangi SRBI Rp41,67T, mendukung pelonggaran moneter meski rupiah melemah ke Rp16.531/US$.
Inklusi keuangan tumbuh: BRI salurkan kredit mikro Rp632T, BI inisiasi Nexus pembayaran lintas negara ASEAN.
Performa Pasar Kripto Seminggu Terakhir
Market cap naik ke $3.06T, volume $104B; Fear & Greed Index stabil di 53 (netral).
Altcoin Season Index naik ke 33 dari 16 → sinyal awal rotasi modal ke altcoin.
CMC 100 Index +2.62%; sektor komunikasi, sosial media pimpin reli: MEMEFI (+68.49%), ORBR (+63.27%).
Aksi Pasar dan Strategi
Bitcoin: Breakout dari $94K → potensi lanjut ke $100K–$102K; support kuat $96K–$97K.
Narrative dominan: Telegram Bot, SocialFi, AI Data; rotasi cepat → peluang swing trader.
On-chain: Penurunan cadangan BTC exchange → mendukung narasi bullish mid-term; waspadai sell pressure di $100K.
📌 Kesimpulan:
Pantau sektor komunikasi, sosial media, dan Telegram Bot yang memimpin narasi pasar minggu ini. Waspadai rotasi cepat di token berkapitalisasi kecil–menengah, gunakan strategi short-term momentum atau swing trading. Hindari entry menjelang unlock besar tanpa katalis. Tetap disiplin risiko menjelang resistance psikologis BTC di $100K.
Makroekonomi Global
Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
India menyerang 9 lokasi di Pakistan dan Kashmir pada 6 Mei, membalas serangan teroris sebelumnya. Pakistan menyebutnya “tindakan perang” dan menembak jatuh 5 jet India. Konflik ini picu kekhawatiran eskalasi militer dan volatilitas pasar.
AS dan Tiongkok sepakat mengadakan pertemuan dagang formal di Jenewa minggu ini. Tujuannya meredakan ketegangan perang tarif, meski kesepakatan besar belum diharapkan. Tiongkok juga mengumumkan stimulus tambahan untuk mendukung ekonomi.
The Fed mempertahankan suku bunga di 4,25%–4,50% pada 7 Mei. Jerome Powell memperingatkan risiko stagflasi akibat tarif Trump. Fed adopsi sikap hati-hati sambil pantau inflasi dan pertumbuhan.
Utang global naik $7,5 triliun di Q1 2025, mencapai $324 triliun. Peningkatan terbesar dari Tiongkok, Prancis, dan Jerman. Negara berkembang hadapi tantangan pembayaran obligasi $7 triliun sisa tahun ini.
Bank of England diperkirakan memangkas suku bunga 0,25% minggu ini ke 4,25%. Langkah ini merespons perlambatan ekonomi akibat tarif global. Beberapa analis prediksi pemangkasan lanjutan hingga akhir tahun.
Makroekonomi Nasional
Bank Indonesia: Kripto Tingkatkan Inklusi Keuangan.
Presiden Prabowo Subianto menyebut rasio utang Indonesia 40,1% terhadap PDB, salah satu terendah di dunia, dengan komitmen menjaga defisit APBN di bawah 3% sesuai Maastricht Treaty untuk memastikan pengelolaan fiskal tetap disiplin dan berkelanjutan.
BI melanjutkan pengurangan peredaran SRBI di pasar untuk melonggarkan likuiditas, dengan outstanding SRBI turun Rp41,67 triliun, mendukung operasi moneter lebih ekspansif di tengah pelemahan rupiah ke Rp16.531/US$ akibat risiko global baru.
BRI menyalurkan kredit mikro sebesar Rp632,22 triliun hingga Maret 2025, setara 46,02% dari total portofolio kredit, mendukung ekonomi kerakyatan melalui pembiayaan UMKM, AgenBRILink, dan edukasi finansial untuk inklusi keuangan di desa-desa.
Bank Indonesia (BI) menginisiasi Proyek Nexus bersama bank sentral ASEAN untuk sistem pembayaran digital lintas negara, sebagai jembatan infrastruktur ritel antarnegara, menargetkan interkoneksi pembayaran domestik dan global rampung pada 2027.
Pemerintah melalui BPI Danantara mengalokasikan 1–2,5% dividen BUMN tiap tahun untuk Danantara Trust Fund, bertujuan menghimpun hingga US$1 miliar untuk mendanai pendidikan, kesehatan, dan sanitasi, dengan potensi kolaborasi bersama Gates Foundation.
Perkembangan Regulasi Kripto
New Hampshire menjadi negara bagian AS pertama yang sah mengesahkan RUU investasi cadangan Bitcoin, memungkinkan investasi hingga 5% dari kas negara hanya ke aset crypto dengan kapitalisasi pasar di atas US$500 miliar, dengan implementasi dimulai 60 hari setelah pengesahan.
Florida resmi membatalkan rencana investasi Bitcoin untuk kas negara setelah dua RUU gagal disahkan, mencerminkan kekhawatiran legislatif terhadap volatilitas Bitcoin dan risiko terhadap dana publik, meski diskusi soal cadangan Bitcoin strategis masih berlanjut di tingkat nasional.
Changpeng Zhao mengusulkan Kyrgyzstan membentuk Cadangan Crypto Nasional dengan BNB dan Bitcoin, serta meluncurkan program pelatihan blockchain melalui kerja sama dengan Binance Academy dan National Investment Agency untuk meningkatkan literasi keuangan digital di negara tersebut.
Adopsi Kripto oleh Institusi
Ilustrasi stablecoin Tether (USDT).
Metaplanet membeli 555 BTC (7,67 miliar yen), meningkatkan kepemilikan menjadi 5.555 BTC (0,026% suplai). Akuisisi didanai lewat penerbitan surat utang tanpa bunga ke EVO Fund. BlackRock melalui iShares Bitcoin Trust ETF (IBIT) membeli 5.640 BTC (US$531,2 juta), mencatat inflow 15 hari berturut-turut dengan total inflow dua pekan US$4,6 miliar, menunjukkan minat institusi tetap kuat meski harga BTC turun 0,2% ke US$94.400.
Strike, fintech pimpinan Jack Mallers, meluncurkan layanan pinjaman dengan Bitcoin (BTC) sebagai agunan, memungkinkan pengguna mendapatkan uang tunai tanpa menjual aset BTC. Layanan ini tersedia di 26 negara bagian AS, dengan plafon pinjaman US$75.000–US$100.000 tergantung wilayah.
Tether, penerbit USDT, mengumumkan Tether.ai, platform AI modular terdesentralisasi yang dapat dijalankan di berbagai perangkat tanpa otentikasi terpusat. Platform ini dirancang untuk mendukung pembayaran langsung dengan USDT dan BTC, memperkuat diversifikasi bisnis Tether di luar stablecoin melalui integrasi blockchain dan AI.
Performa Pasar Kripto Mingguan
Minggu ini menunjukkan rotasi sektor ke proyek-proyek komunikasi & sosial media, serta Telegram bot, seiring meningkatnya sentimen komunitas dan utilitas aplikasi. Sementara itu, token-token dengan kapitalisasi kecil hingga menengah mencatat performa solid didorong hype komunitas.
📈 Highlights:
MEMEFI (+68.49%) dan ORBR (+63.27%) memimpin token gainer, didukung momentum sektor komunikasi & sosial media yang menjadi spotlight minggu ini (+45.43%).
KAITO (+54.21%) dan ZBCN (+49.55%) menunjukkan ketertarikan investor pada proyek berbasis AI & data, meskipun sektor AI minggu ini hanya naik moderat (+9.26%).
Tap To Earn (T2E) masih relevan dengan kenaikan sektor +20.02%, menandakan minat terhadap konsep gamified earning tetap terjaga.
Token governance dan hyperliquid ecosystem mencatat kenaikan moderat (+10.46% & +12.58%), menunjukkan rotasi likuiditas ke sektor protokol besar tetap berjalan meski hype lebih dominan di sektor komunitas.
Banyak top gainer minggu ini berasal dari proyek berkapitalisasi di bawah $300 juta, menandakan risiko tinggi dengan potensi rotasi cepat — peluang swing trader, tetapi perlu kehati-hatian untuk hold jangka panjang.
Bitcoin Updates
BTC saat ini diperdagangkan di sekitar $98.850, menunjukkan penguatan signifikan setelah breakout dari zona konsolidasi $92K–$94K.
🔍 Technical View
Daily:
Order Block Detector menunjukkan area demand kuat di $90K–$92K → validasi support terdekat.
Area supply terdekat terpantau di $99K–$102K → menjadi resistensi psikologis jangka pendek.
Harga konsisten berada di atas EMA 20 & EMA 50 daily, mendukung continuation pattern bullish.
Volume daily menunjukkan normalisasi, mengindikasikan potensi retest resistance sebelum breakout lanjut.
Weekly:
Harga berhasil close di atas EMA 20 ($89.1K) & EMA 50 ($80.1K) → validasi bullish mid-term sudah terjadi.
Candle bullish full body tanpa shadow bawah → sinyal dominasi buyer kuat selama minggu ini.
Volume minggu ini meningkat dibanding 2 minggu sebelumnya, mengonfirmasi support dari partisipasi pasar.
Stochastic RSI mencapai 76.6 → mendekati zona overbought, potensi cooling down atau minor rejection dalam waktu dekat.
🔭 Short-Term Projection:
✅ Bullish Case:
Jika BTC mampu bertahan di atas $96K–$97K → potensi rally uji $100K–$102K (zona supply).
Break & close di atas $102K membuka jalan menuju $105K–$107K dalam beberapa minggu ke depan.
Jika terjadi rejection di $100K–$102K → potensi retest support di $94K–$92K (EMA 20 daily & zona demand order block).
Koreksi lebih dalam baru terkonfirmasi jika break ke bawah $92K, dengan target berikutnya $90K–$88K (support EMA 20 weekly).
Analisis Data On-chain Bitcoin
Heatmap Likuidasi Bitcoin
BTC mencatatkan reli signifikan dari area $93K menuju $99K dalam kurun 3 hari terakhir, memicu likuidasi besar-besaran di sisi short dan membentuk zona likuidasi padat di bawah $96K sebagai support baru.
💣 Highlight:
🚩 Likuidasi short massal terjadi di area $94K–$96K → menunjukkan dominasi buyer dengan tekanan squeeze yang memaksa posisi short keluar pasar.
🟢 Area $96K–$98K kini menjadi zona pertahanan penting → akumulasi open interest tinggi, kemungkinan dipertahankan oleh leverage long.
⚠️ Zona $100K mulai menunjukkan tekanan dari posisi long → berpotensi menjadi resistensi baru jika tak disertai volume lanjutan.🔍 Insight: Reli BTC minggu ini jelas digerakkan oleh likuidasi short secara besar-besaran, mengindikasikan pergerakan berbasis leverage. Jika gagal menembus $100K, potensi koreksi akibat likuidasi long bisa meningkat.
Bitcoin Exchange Reserve
Grafik ini menunjukkan penurunan konsisten cadangan Bitcoin di seluruh exchange, sementara harga Bitcoin naik mendekati $99K — mencerminkan dinamika supply dan demand di market spot.
💣 Highlight:
📉 Cadangan Bitcoin di exchange terus turun, kini di 2.462 juta BTC → level terendah sejak awal tahun.
🚀 Penurunan reserve ini mengindikasikan lebih banyak Bitcoin keluar dari exchange, berpotensi menuju self-custody atau cold wallet → sinyal positif dari segi akumulasi.
⚠️ Kondisi ini mengurangi potensi tekanan jual langsung di market, namun juga mengurangi likuiditas, sehingga price action bisa menjadi lebih volatile di resistance kunci.
🔍 Insight:
Tren penurunan cadangan ini mendukung narasi bullish jangka menengah, menunjukkan supply tightening. Namun perlu diwaspadai jika mendekati area psychological level $100K karena potensi sell pressure bisa muncul dari trader yang memanfaatkan likuiditas tipis untuk taking profit.
Bitcoin Exchange Netflow
BTC Long-Term Holder Net Position Change
Data source: CryptoQuant
Data source: CryptoQuant
Grafik ini menunjukkan netflow Bitcoin di seluruh exchange, yang terus mencatat aliran keluar (negatif) secara konsisten — mendukung narasi penurunan supply di market spot saat harga mendekati $98.7K.
📤 Dominasi outflow: Sebagian besar bar berwarna merah → lebih banyak BTC keluar dari exchange daripada masuk → mengindikasikan akumulasi atau perpindahan ke self-custody.
📊 Net outflow besar tercatat mendekati akhir April → mendukung reli harga yang terjadi ke $98K.
🔍 Insight: Penurunan netflow ini selaras dengan penurunan cadangan exchange → mengkonfirmasi pola akumulasi jangka menengah.
Selama netflow tetap negatif atau minim inflow besar, tekanan jual relatif rendah.
Namun jika terjadi inflow besar mendadak → potensi sell-off jangka pendek perlu diwaspadai.
Grafik ini menunjukkan perubahan bersih posisi holder jangka panjang (LTH) dalam 30 hari terakhir, dengan tren kembali memasuki fase akumulasi positif setelah periode panjang distribusi.
🟢 LTH mulai akumulasi lagi: Terlihat bar hijau muncul sejak pertengahan April → net inflow positif ke dompet long-term holder.
📉 Sebelumnya terjadi distribusi panjang sejak Oktober 2024 → saat ini pergeseran behavior → tanda pasar memasuki fase lebih optimis.
💪 Akumulasi ini mendukung narasi fundamental bullish, meskipun harga mendekati resistance psikologis $100K.
🔍 Insight: Akumulasi LTH sering diasosiasikan dengan keyakinan jangka panjang & mengurangi potensi tekanan jual dari cohort ini.
Jika tren akumulasi berlanjut, dapat memperkuat support struktural di bawah $95K.
Waspadai reversal jika kembali terjadi net outflow signifikan di minggu-minggu mendatang.
Update Altcoin
Aktivitas on-chain TRUMP melonjak 200% menjadi hampir 10.000 wallet aktif setelah diumumkan bahwa 220 holder teratas akan diundang ke dinner eksklusif bersama Presiden Trump. Volume transfer juga memuncak hingga $2,3 miliar, menjadikannya hari tersibuk TRUMP di bulan April, dengan harga naik dari $9 ke $14.50 (+60%) hanya dalam sehari.
Ethereum resmi mengaktifkan upgrade Pectra di mainnet, memperkenalkan fitur wallet layaknya smart contract lewat EIP-7702 yang memungkinkan pembayaran gas non-ETH, batch transaksi, dan session keys. Selain itu, upgrade ini menaikkan limit staking validator dari 32 ETH ke 2.048 ETH, membuka peluang efisiensi bagi staker institusional. Meski mendapat sambutan positif, upgrade ini memicu kekhawatiran keamanan dan standarisasi terkait potensi risiko message signing dan inkonsistensi implementasi di wallet.
The Graph mencatat rekor 6,1 miliar query di Q1 2025, naik signifikan dari 2,9 miliar di Q2 2024 dan 5,3 miliar di Q3 2024, menandakan tren adopsi yang terus meningkat. Lonjakan ini memperkuat posisi The Graph sebagai protokol penting dalam indexing data dan query lintas blockchain, mendukung ekosistem smart contract dan integrasi multi-chain secara lebih luas.
Standard Chartered memprediksi harga BNB akan lebih dari dua kali lipat ke $1.275 di akhir 2025, dengan potensi naik hingga $2.775 pada 2028, didorong stabilitas ekosistem BNB Chain dan peran Binance sebagai CEX terbesar. Analis menilai BNB berpotensi jadi benchmark harga aset digital, apalagi setelah pengajuan ETF BNB pertama oleh VanEck di AS.
MOG Coin melonjak 130% dalam 30 hari, didorong tren mog/acc dan dukungan figur publik seperti Elon Musk & Garry Tan yang pakai simbol kucing ikonik sebagai foto profil, menegaskan pengaruh budaya internet terhadap harga kripto.
USDC mencetak rekor volume bulanan $219 miliar di April 2025, melonjak dua kali lipat sejak Januari, didorong oleh kemitraan strategis Circle dengan Binance yang memperkuat dominasi pasar. Kenaikan ini kontras dengan penurunan volume USDT yang tercatat hampir turun setengahnya dalam 6 bulan terakhir, mencerminkan perlambatan aktivitas trading di pasar yang lebih luas.
Kontrak di Immutable zkEVM naik 83% QoQ ke 1,9 juta total kontrak, didorong pembukaan akses permissionless. Meski jumlah kontrak naik, daily verified contracts turun 57%, mengindikasikan pertumbuhan lebih banyak dari developer lama lewat automasi dan eksperimen, bukan arus developer baru.
Movement Labs resmi ganti nama jadi Move Industries setelah co-founder dipecat dan MOVE token anjlok 87% dari ATH. Binance menambahkan monitoring tag ke MOVE di tengah risiko delisting, usai proyek terlibat kontroversi dump token dan investigasi market maker.
World Liberty Financial (WLFI) ajukan proposal airdrop stablecoin USD1 untuk pemegang WLFI, dengan 99,97% suara mendukung jelang penutupan voting 14 Mei. Airdrop ini sekaligus uji coba mekanisme distribusi on-chain dan bentuk apresiasi bagi pendukung awal, menandai langkah penting dalam peluncuran stablecoin baru WLFI.
Kementerian Komunikasi dan Digital menangguhkan izin TDPSE Worldcoin & World ID setelah laporan aktivitas mencurigakan dan dugaan pelanggaran pendaftaran PSE. Regulasi serupa juga muncul di Jerman, yang meminta penghapusan data biometrik. Harga token WLD terkoreksi 2,1% dalam 24 jam terakhir, dan turun 17,1% dalam sepekan.
Token Unlock
Dalam periode 10 – 16 Mei 2025, beberapa proyek crypto dengan market cap > $10 juta dijadwalkan melakukan token unlock dalam jumlah signifikan. Beberapa di antaranya berpotensi memicu tekanan jual jangka pendek, terutama jika distribusi ditujukan untuk investor awal atau tim inti.
🔍 Highlight Unlock
🔺 >10% Unlock: Proyek seperti: WhiteBIT Coin (27.4%), Game7 (15.4%), Cyber (10.4%), BounceBit (10.9%) menunjukkan tekanan distribusi sangat tinggi. Risiko aksi ambil untung dari investor awal cukup besar, terutama untuk token dengan market cap menengah seperti Game7 ($14 juta) dan Cyber ($44 juta). Potensi koreksi harga jangka pendek perlu diwaspadai, khususnya pada token dengan volume perdagangan rendah atau likuiditas terbatas.
🟡 5–10% Unlock: Token seperti Seamless Protocol (7.19%), Staika (8.82%), DIMO (7.10%) berada dalam kategori unlock moderat. Perlu diwaspadai apabila tidak ada dukungan likuiditas atau demand pasca unlock, meskipun dampaknya cenderung lebih terbatas dibanding kategori di atas.
🟢 <5% Unlock: Sebagian besar token lainnya, termasuk: Aptos (1.82%), Immutable (1.35%), Arbitrum (1.94%), StarkNet (4.08%), RSS3 (1.86%), Cross The Ages (2.93%), Zebec Network (2.70%) , Highstreet (2.81%) mencatat unlock di bawah 5% dari market cap. Tekanan jual relatif lebih ringan, dan dalam beberapa kasus dapat menjadi peluang entry jika proyek memiliki fundamental atau roadmap yang solid.
💡 Analisis untuk Investor/Trader:
✅ Hindari entry jangka pendek pada proyek dengan unlock >10% kecuali ada katalis positif atau mekanisme locking tambahan. ✅ Pantau distribusi pasca-unlock — apakah token langsung liquid atau digunakan untuk staking/ekosistem. ✅ Gunakan potensi koreksi teknikal pada proyek dengan fundamental kuat (misalnya Aptos, Immutable, StarkNet) untuk entry bertahap jika terjadi retracement sehat. ✅ Waspadai token dengan market cap kecil hingga menengah karena potensi dampak unlock lebih besar terhadap harga dibanding token berkapitalisasi besar.
Source: coinmarketcap Date taken: 08 May 2025
Kapitalisasi pasar kripto naik ke $3.06T, menandakan kelanjutan tren bullish meski volume harian relatif moderat di $104.01B. Sentimen pasar tetap optimis (Fear & Greed Index: 53 / netral), didukung kenaikan signifikan di sektor altcoin (Altcoin Season Index: 33), mencerminkan rotasi modal mulai mengarah ke altcoin. CMC 100 Index naik +2.62% menegaskan penguatan lebih luas di altcoin besar.
Minggu ini dipimpin oleh rotasi sektor ke komunikasi, sosial media, Telegram Bot, dan proyek AI & Data. Token seperti MEMEFI (+68.49%), ORBR (+63.27%), KAITO (+54.21%) memimpin reli berbasis komunitas & utilitas niche.
🔮Outlook Minggu Depan:
✅ BTC saat ini $98.85K → breakout dari $92K–$94K → potensi lanjut ke $100K–$102K (zona supply).
Bullish scenario: jika BTC bertahan >$96K–$97K → uji $100K–$102K.
Bearish scenario: rejection di $100K → koreksi ke $94K–$92K.
✅ Zona likuidasi padat di $96K–$98K → validasi support kuat; tekanan short squeeze mendukung reli.
✅ Narrative Dominan: Telegram Bot, SocialFi, AI Data → sektor komunitas masih kuat, tetapi risiko rotasi cepat.
✅ On-chain insight: Penurunan cadangan BTC di exchange → mendukung narasi bullish jangka menengah, namun mendekati $100K → waspadai sell pressure di resistance psikologis.
Edukasi Kripto
On-Chain Data untuk Pemula
On-chain data adalah data transaksi & aktivitas blockchain yang bisa diakses publik. Dengan cek data ini, kamu bisa lebih paham market tanpa hanya mengandalkan harga.
1. Exchange Inflow & Outflow → Jumlah BTC/ETH/stablecoin yang masuk atau keluar exchange.
Kenapa penting?
✅ Banyak inflow → potensi sell pressure naik.
✅ Banyak outflow → sinyal investor simpan di wallet pribadi (bullish)..
2. Active Addresses Growth → Jumlah alamat wallet unik yang aktif transaksi.
Kenapa penting?
✅ Naik → pertumbuhan pengguna sehat.
✅ Turun → aktivitas market lesu.
3. Stablecoin Supply Ratio (SSR) → Perbandingan antara market cap Bitcoin vs stablecoin.
Kenapa penting?
✅ SSR rendah → banyak stablecoin siap masuk market → potensi beli.
✅ SSR tinggi → lebih sedikit “dry powder” → potensi tekanan jual.
4. Whale Wallet Activity → Pergerakan wallet besar (whale) kirim token ke CEX.
CryptoQuant, Glassnode, IntoTheBlock, Arkham, MessariMelihat data on-chain bikin kamu nggak cuma tebak-tebakan market, tapi pakai data publik yang siap diakses gratis.Mulai cek sebelum FOMO!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Menentukan target profit harian adalah langkah penting bagi trader crypto untuk menjaga konsistensi dan mengelola risiko dengan baik. Dengan strategi yang tepat, kamu bisa memaksimalkan peluang profit tanpa terjebak dalam keputusan impulsif.
Artikel ini akan membahas 5 cara untuk menghitung target profit harian yang bisa membantu kamu membuat keputusan trading yang lebih terstruktur dan disiplin.
Mengapa Menentukan Target Profit Harian itu Penting?
Menentukan target profit adalah bagian dari strategi manajemen risiko agar aktivitas trading lebih terarah. Tanpa target yang jelas, trader bisa melakukan overtrading, mengejar kerugian, atau bahkan terlalu percaya diri saat untung besar.
Manfaat utama memiliki target profit harian:
Membantu disiplin dalam aktivitas trading
Menghindari overtrading dan burnout
Menjaga stabilitas psikologis saat market volatile
Menghindari trading sebagai aktivitas spekulatif
Catatan: Meskipun strategi ini bisa membantu pengambilan keputusan, setiap trader tetap perlu DYOR (Do Your Own Research) sebelum menerapkannya dalam strategi trading.
Lalu bagaimana cara untuk menentukan target profit harian? Simak 5 caranya di bawah ini:
Menentukan Profit dengan Persentase Tetap dari Modal (Fixed Percentage Method)
Metode Persentase Tetap dari Modal (Fixed Percentage Method) adalah strategi yang digunakan oleh trader untuk menentukan target profit harian berdasarkan persentase tertentu dari modal yang dimiliki.
Contoh Perhitungan Persentase Profit Harian:
Misalnya kamu punya modal Rp10 juta. Jika kamu menargetkan 2% profit harian, maka:
Target profit = 2% x Rp10 juta = Rp200.000/hari
Jika kamu melakukan trading dalam dalam sebulan 20 hari trading secara konsisten, maka kamu bisa mendapatkan 20 x Rp200.000 = Rp4 juta profit bulanan
Menentukan Target Profit Berdasarkan Risk-to-Reward Ratio (RRR)
Risk-Reward Ratio (RRR) adalah konsep yang digunakan oleh trader untuk mengelola risiko dengan membandingkan potensi kerugian terhadap potensi keuntungan dalam setiap transaksi
Contohnya dalam strategi RRR 1:3, trader bersedia mengambil risiko tertentu dengan harapan mendapatkan imbal hasil tiga kali lipat dari jumlah yang risiko yang berani di ambil.
Cara untuk menentukan target profit berdasarkan Risk-to-Reward Ratio (RRR)
Tentukan risiko maksimum sebelum membuka posisi, dengan menetapkan batas maksimal kerugian yang siap ditanggung. Misalnya, jika kamu menetapkan risiko sebesar Rp1.000.000, maka dalam skenario terburuk, kamu hanya akan kehilangan jumlah tersebut per transaksi.
Tentukan target keuntungan, misal jika kamu menerapkan RRR 1:3 maka target profit yang diincar adalah tiga kali lipat dari risiko. Jadi, jika kamu mengambil risiko Rp1.000.000, maka profit yang diharapkan adalah Rp3.000.000.
Memilih Titik Stop-Loss dan Take-Profit
Stop-Loss ditempatkan pada titik di mana kerugian maksimal Rp1.000.000 akan terjadi.
Take-Profit diposisikan pada level harga di mana keuntungan Rp3.000.000 bisa diperoleh.
Strategi Risk to Reward Ratio ini bisa kamu sesuaikan dengan besaran risiko yang bisa kamu ambil di setiap trade dan strategi trading kamu. Namun yang paling umum digunakan adalah 1:2 dan 1:3.
Menentukan Target ProfitMenggunakan Support dan Resistance
Support dan resistance adalah konsep fundamental dalam analisa teknikal yang digunakan untuk menentukan level harga penting dalam suatu aset. Kedua level ini membantu trader dalam mengidentifikasi peluang entry dan exit yang optimal.
Support adalah level harga di mana tekanan beli cukup kuat untuk mencegah harga turun lebih jauh. Biasanya, harga akan memantul dari level ini dan mulai naik kembali.
Resistance adalah level harga di mana tekanan jual cukup besar untuk mencegah harga naik lebih tinggi. Harga sering kali mengalami penolakan di level ini dan mulai turun kembali.
Gambar support dan resistance pada pergerakan harga.
Dengan memanfaatkan dua indikator ini, kamu bisa menentukan target profit. Misalnya kamu melakukan pembelian di area support dan melakukan penjualan di area resistance ketika kamu melakukan trade.
Menentukan Target Profit dengan RSI (Relative Strength Index)
RSI (Relative Strength Index) adalah indikator momentum yang digunakan untuk melihat apakah pasar sedang overbought (jenuh beli) atau oversold (jenuh jual). Nilai RSI berada dalam rentang 0 hingga 100, dengan patokan:
RSI < 30 → pasar dalam kondisi oversold (potensi naik)
RSI > 70 → pasar dalam kondisi overbought (potensi turun)
Kamu bisa memanfaatkan RSI untuk menentukan entry dan exit point dan menetapkan target profit harian.
Gambar bagaimana indikator RSI bekerja (warna ungu): Terlihat korelasi RSI yang tinggi menandakan overbought lalu membuat harga koreksi dan sebaliknya.
Langkah Menggunakan RSI untuk Target Profit
Entry saat RSI < 30: Menandakan aset mengalami tekanan jual yang berlebihan, sinyal beli.
Tetapkan target profit saat RSI mendekati 70: Potensi reversal akan terjadi, jadi ini momen ambil untung.
Estimasi jarak harga antara RSI 30 ke 70: Misalnya, harga naik dari Rp9.500.000 ke Rp9.900.000 saat RSI bergerak dari 30 ke 70, maka target profit = Rp400.000.
Perlu diingat, bahwa RSI (Relative Strength Index) memang berguna untuk mengidentifikasi apakah harga sudah berada di zona overbought atau oversold, tetapi tidak selalu memberikan sinyal yang akurat.
Ada beberapa kondisi di mana RSI bisa tetap tinggi atau rendah dalam waktu yang lama saat tren kuat berlangsung, sehingga mengandalkan RSI saja tanpa melihat konteks pasar bisa berisiko. Maka dari itu strategi cut loss juga harus tetap kamu terapkan.
Strategi Cut Loss Berdasarkan RSI
Untuk menghindari kerugian besar saat sinyal RSI tidak valid:
Pasang stop loss saat RSI turun lebih jauh dari level oversold (misal RSI < 25).
Atau gunakan harga support terdekat sebagai batas cut loss.
Contohnya: Jika entry di RSI 28, dan harga BTC turun 2% setelah entry tanpa rebound, kamu bisa exit untuk membatasi kerugian di level itu.
Fibonacci Retracement adalah alat analisis teknikal yang digunakan oleh trader untuk mengidentifikasi level penting dalam pergerakan harga. Konsep ini berasal dari deret Fibonacci, yang ditemukan oleh matematikawan Leonardo Fibonacci pada abad ke-13.
Deret ini menghasilkan rasio-rasio seperti 0%, 23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, 78.6%, dan 100%, yang sering digunakan untuk menentukan support dan resistance dalam grafik harga
Gambar contoh bagaimana Fibonacci bisa menjadi indikator untuk Entry dan TP.
Cara Menggunakan Fibonacci Retracement
Menentukan Titik High dan Low
Uptrend → Tarik garis dari titik terendah (low) ke titik tertinggi (high) untuk mengidentifikasi potensi retracement sebelum tren naik berlanjut.
Downtrend → Tarik garis dari titik tertinggi (high) ke titik terendah (low) untuk mencari level retracement sebelum tren turun berlanjut.
Mengidentifikasi Level Retracement dan Take Profit
Setelah garis Fibonacci diterapkan, kamu akan melihat beberapa level retracement: 0.236 (23.6%), 0.382 (38.2%), 0.5 (50%), 0.618 (61.8%), dan 0.786 (78.6%).
Golden Ratio0.618 (61.8%) dan 0.5 (50%) sering menjadi titik utama untuk entry atau reversal.
Jika harga memantul dari level Fibonacci, target profit bisa ditetapkan di level berikutnya, seperti 0.236 (23.6%) atau bahkan kembali ke titik awal (0%).
Menggunakan Fibonacci dalam Trading
Entry Point → Trader bisa membuka posisi saat harga mendekati level Fibonacci yang relevan, dikonfirmasi dengan price action atau indikator lain.
Stop-Loss → Sebaiknya ditempatkan di bawah support (untuk posisi buy) atau di atas resistance (untuk posisi sell), menghindari pergerakan harga yang tidak sesuai prediksi.
Take Profit → Ditetapkan di level Fibonacci berikutnya atau berdasarkan pola pergerakan harga setelah retracement terjadi.
Itu dia 5 strategi untuk tentukan target profit harian yang bisa kamu coba gunakan.
Dengan menerapkan strategi-strategi di atas, semoga kamu bisa lebih konsisten, disiplin, dan realistis dalam mencapai target profit harian saat trading crypto.
Namun ingat, pasar selalu dinamis dan tidak selalu sesuai prediksi. Karena itu, penting untuk terus belajar, berdiskusi, dan mengevaluasi setiap keputusan trading yang kamu ambil.
Untuk terus meningkatkan pemahamanmu tentang trading, kamu bisa bergabung dengan komunitas Telegram Tokocrypto. Di sana kamu bisa mendapatkan informasi seperti:
📊 Sinyal trading harian berbasis analisis teknikal
💬 Diskusi strategi dan edukasi dari trader berpengalaman
🎓 Grup belajar kripto khusus pemula
📰 Update market dan peluang terbaru langsung ke HP kamu
Yuk mulai gabung sekarang dan belajar lebih banyak soal trading! Klik link berikut untuk mulai gabung: https://t.me/TokocryptoOfficial
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Bitcoin kembali mencuri perhatian pasar keuangan global. Setelah data inflasi Amerika Serikat (CPI) bulan April 2025 menunjukkan penurunan menjadi 2,3%—terendah sejak Februari 2021—harga BTC langsung melesat hingga menyentuh $104.357, menandakan sentimen bullish yang kian menguat.
Dilaporkan Coingape, data terbaru dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) hanya naik 2,1% secara tahunan—melampaui ekspektasi pasar dan menjadi sinyal kuat bagi para investor bahwa pemangkasan suku bunga The Fed bisa segera terjadi.
Inflasi AS Melambat, Bitcoin Melesat
Hanya dalam dua jam pasca pengumuman tersebut, harga Bitcoin melonjak hampir 3% dan diperdagangkan di sekitar $104.771. Kenaikan ini juga dibarengi lonjakan volume spot hingga 35% di Binance untuk pasangan BTC/USDT, menandakan arus masuk modal baru yang cukup signifikan.
Sementara itu, pasar saham juga menunjukkan reaksi positif. Saham Coinbase (COIN) naik 5,3% dalam perdagangan pra-pasar ke level $215, dan kontrak berjangka S&P 500 menguat 1,1%, menandakan pergerakan selaras di aset berisiko.
Di pasar derivatif, minat terbuka (open interest) pada kontrak berjangka BTC naik 2,38% menjadi $68,6 miliar, sedangkan open interest opsi naik 2,5% ke $39,8 miliar. Di Binance, rasio long/short dari trader top mencapai 1,595—mengindikasikan bias jangka panjang yang kuat.
Data Derivatif Perkuat Tren Bullish
Analisis Pasar Derivatif Bitcoin | Sumber: Coinglass.
Dalam 24 jam terakhir, lebih dari $84 juta posisi leverage dilikuidasi, dengan 81% berasal dari posisi short. Artinya, banyak trader yang tidak siap menghadapi lonjakan ini dan harus menutup posisi mereka dengan kerugian.
Namun, volume perdagangan kontrak berjangka dan opsi justru turun masing-masing 13,71% dan 9,64%. Ini mengisyaratkan bahwa meski pasar cenderung bullish, para trader tampaknya menanti konfirmasi makro selanjutnya sebelum meningkatkan eksposur.
Kombinasi penurunan inflasi, minat terbuka yang meningkat, dan volume spot yang kuat membuat analis semakin yakin bahwa Bitcoin bisa terus naik, dengan target jangka pendek di level $110.000. Fokus kini tertuju pada pernyataan selanjutnya dari Ketua The Fed, Jerome Powell, serta notulen rapat FOMC untuk mencari sinyal pemangkasan suku bunga.
Target Selanjutnya: $110.000?
Analisis Harga Teknis Bitcoin.
Secara teknikal, indikator pasar juga menunjukkan potensi lanjutan tren naik. RSI (Relative Strength Index) berada di level 72,52—di atas zona jenuh beli—namun belum menunjukkan tanda-tanda divergensi, yang artinya tren masih kuat.
Harga juga terus bertahan di atas Bollinger Basis Band ($100.182) dan Envelope Band bagian atas ($100.614), sementara candle harga mendekati pita atas di kisaran $108.439. Ini memperkuat ekspektasi bahwa BTC bisa menembus rekor tertinggi baru dalam waktu dekat.
Volume Delta yang positif (+1,27K) mengindikasikan dominasi pembeli, tertinggi sejak awal Mei. Selama Bitcoin mampu bertahan di atas support psikologis $100.000, potensi penurunan tetap terbatas. Namun, jika harga turun di bawah level tersebut dengan volume yang mengecil, maka BTC bisa menguji kembali zona $92.850.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar kripto hari ini, Rabu (14/5) diramaikan dengan harga Bitcoin menanjak ke $104.357 setelah data inflasi (CPI) AS turun ke 2,3%—terendah sejak 2021. Optimisme pasar meningkat, mendorong target baru ke $110.000 didukung volume spot dan likuidasi besar posisi short.
Ethereum juga reli 43,5% dalam seminggu, tetapi menghadapi resistensi kuat di $2.717. Momentum bullishnya mulai melemah, dan support di $2.320 menjadi titik penting. Lihat lebih banyak insight di bawah ini:
Bitcoin Targetkan $110K Usai CPI AS Terendah Sejak 2021
– Harga BTC sentuh $104.357 pasca data CPI AS, volume spot kuat. – CPI AS April mereda 2,3%, harapan penurunan suku bunga Fed naik. – Pasar derivatif open interest naik, short position likuidasi besar.
Ethereum Incar $3.000, Resistensi Utama Menghadang
– ETH naik 43,5% seminggu, momentum bullish lemah dekat resistensi. – DMI indikasi tekanan bearish naik, potensi konsolidasi/pullback. – ETH perlu tembus $2.717 target $3.000; support $2.320 krusial.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Harga Bitcoin (BTC) mengalami koreksi setelah sempat mencapai puncak dengan diperdagangkan di level $105.728.
Saat ini, BTC diperdagangkan di sekitar $101.879, mengalami penurunan sebesar 2,08% dari harga sebelumnya.
Koreksi ini memicu pertanyaan di kalangan para investor: apakah ini merupakan jeda sehat dalam tren naik, ataukah awal dari penurunan yang lebih dalam?
Perjalanan Harga Terbaru
BTC memulai lonjakan baru dari zona dukungan $98.500, berhasil menembus resistensi $100.000 dan mencapai puncak $105.728.
Namun, harga kemudian terkoreksi, menembus garis tren naik dengan dukungan di $103.900 dan kini diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan sederhana (SMA) 100 jam.
Resistensi Kunci: $103.500 dan $104.000. Penembusan di atas level ini dapat mendorong harga Bitcoin menuju $105.000 dan $106.000.
Dukungan Kuat: $101.500 dan $100.800. Jika harga menembus di bawah $100.800, kemungkinan akan menguji dukungan di $98.800 dan $97.500.
Indikator RSI: Saat ini berada di bawah level 50, menunjukkan momentum bullish mulai melemah.
MACD: Menunjukkan kehilangan momentum di zona bullish, menandakan potensi konsolidasi atau penurunan lebih lanjut.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 13 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Sentimen Pasar dan Prospek
Meskipun ada koreksi, banyak analis melihat ini sebagai konsolidasi sehat setelah lonjakan harga.
Namun, jika BTC gagal mempertahankan dukungan di $100.800, tekanan jual dapat meningkat. Sebaliknya, penembusan di atas $103.500 dapat memicu reli baru.
Bitcoin saat ini berada dalam fase krusial. Konsolidasi di atas $100.800 dapat menjadi landasan untuk kenaikan lebih lanjut, sementara penurunan di bawah level ini dapat menandakan koreksi lebih dalam.
Investor disarankan untuk memantau level-level kunci ini dan mempertimbangkan strategi yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Harga Bitcoin menembus level $105.000 pada Minggu malam waktu AS, menyusul pengumuman kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan China. Ini merupakan level tertinggi Bitcoin sejak akhir Januari 2025.
Sementara itu, Ethereum tercatat bergerak stabil di kisaran Rp 2.500.000, dan Dogecoin mengalami penurunan lebih dari 4% dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan data per pukul 20.30 ET, Bitcoin naik 0,65% ke Rp 105.015,33, Ethereum naik 0,33% ke Rp 2.536,90, dan Dogecoin turun 4,10% ke Rp 0,2364.
Dilaporkan Benzinga, pasar kripto global mencatat kapitalisasi sebesar $3,34 triliun, meski mengalami penurunan 0,60% dalam sehari terakhir. Dominasi pasar Bitcoin menyusut menjadi 62%, sementara Ethereum mencatat pangsa pasar sebesar 9%.
Potensi Bitcoin Rekor Baru
Selama 24 jam terakhir, tercatat lebih dari $333 juta posisi kripto dilikuidasi, dengan posisi long berleverage mencapai $216 juta. Jika harga Bitcoin mencapai rekor sebelumnya di $109.000, sekitar $720 juta posisi short terancam terkena likuidasi.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 13 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Open interest Bitcoin naik 1,81%, meskipun lebih dari 60% posisi terbuka di Binance menunjukkan kecenderungan short. Indeks Ketakutan dan Keserakahan Kripto menunjukkan kondisi pasar saat ini berada pada zona “serakah”, mengindikasikan potensi tekanan beli.
Di sisi lain, sejumlah aset kripto mencatatkan kenaikan signifikan. Pi Network (PI) naik 49,64% ke Rp 1,15, FORM naik 8,61% ke Rp 2,59, dan Kaspa (KAS) naik 6,89% ke Rp 0,1184.
Kondisi Makroekonomi
Peningkatan harga kripto juga beriringan dengan penguatan pasar saham AS. Dow Jones Industrial Average berjangka naik 436 poin (1,06%), S&P 500 naik 1,34%, dan Nasdaq 100 naik 1,76%. Kenaikan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan adanya “kemajuan besar” dalam perundingan dagang tingkat tinggi dengan China di Jenewa. Gedung Putih kemudian mengonfirmasi kesepakatan tersebut melalui unggahan resmi di platform X.
Analis kripto Rekt Capital menyebutkan bahwa level $104.500 merupakan titik kunci bagi Bitcoin. Penutupan mingguan di atas level tersebut dinilai dapat membuka fase baru dalam tren kenaikan harga. Sementara itu, analis teknikal Roman menilai Ethereum menunjukkan sinyal pemulihan dan akan mempertimbangkan kembali posisi altcoin jika tren berlanjut.
Para investor kini menantikan data inflasi terbaru melalui laporan indeks harga konsumen (CPI) bulan April, yang diperkirakan akan memberi gambaran lebih jelas mengenai dampak ekonomi dari kesepakatan dagang ini.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.